TERAPAN POHON BINER 1



dokumen-dokumen yang mirip
Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013

Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut

Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

Pohon (TREE) Matematika Deskrit. Hasanuddin Sirait, MT 1

Matematika Diskret (Pohon) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

P o h o n. Definisi. Oleh: Panca Mudji Rahardjo. Pohon. Adalah graf tak berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit.

DEFINISI. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon 2

Pohon. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Program Studi Teknik Informatika ITB. Rinaldi M/IF2120 Matdis 1

Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk terhubung)

TUGAS MAKALAH INDIVIDUAL. Mata Kuliah : Matematika Diskrit / IF2153 Nama : Dwitiyo Abhirama NIM :

MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS)

METODE POHON BINER HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA STRING KARAKTER

Pemanfaatan Pohon Biner dalam Pencarian Nama Pengguna pada Situs Jejaring Sosial

B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T. Tinaliah, S.Kom POHON BINER

Aplikasi Pohon pada Pohon Binatang (Animal Tree)

Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian

Teori Pohon. Begin at the beginning and go on /ll you come to the end: then stop. Lewis Caroll, Alice s Adventures in Wonderland, 1865

Pohon (Tree) Contoh :

BAB IV POHON. Diktat Algoritma dan Struktur Data 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi

Penggunaan Algoritma Greedy dalam Membangun Pohon Merentang Minimum

PENGETAHUAN DASAR TEORI GRAF

Implementasi Skema Pohon Biner yang Persistent dalam Pemrograman Fungsional

Algoritma Prim dengan Algoritma Greedy dalam Pohon Merentang Minimum

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB VII POHON BINAR POHON

Permodelan Pohon Merentang Minimum Dengan Menggunakan Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal

PERBANDINGAN ALGORTIMA PRIM DAN KRUSKAL DALAM MENENTUKAN POHON RENTANG MINIMUM

Penerapan Pohon Keputusan pada Pemilihan Rencana Studi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Studi Algoritma Optimasi dalam Graf Berbobot

Pemrograman Algoritma Dan Struktur Data

STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.

ANALISIS JARINGAN LISTRIK DI PERUMAHAN JEMBER PERMAI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PRIM

STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa

Penerapan Pohon dengan Algoritma Branch and Bound dalam Menyelesaikan N-Queen Problem

BAB 7 POHON BINAR R S U

BAB 2 LANDASAN TEORI

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer

Pohon. Modul 4 PENDAHULUAN. alam modul-modul sebelumnya Anda telah mempelajari graph terhubung tanpa sikel, misalnya model graph untuk molekul C 4

BAB II LANDASAN TEORI

Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebuah pewarnaan dari graph G adalah sebuah pemetaan warna-warna ke simpulsimpul dari G sedemikian hingga simpul relasinya mempunyai warna warna yang

I. LAMPIRAN TUGAS. Mata kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Sistem Informasi PA-31 Dosen Pengasuh : Ir. Bahder Djohan, MSc

Aplikasi Pohon Keputusan dalam Pemilihan Penerima Beasiswa UKT

Aplikasi Graf dalam Rute Pengiriman Barang

Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin

Gambar 6. Graf lengkap K n

Penerapan Pohon dalam Kombinasi Gerakan Karakter Game

INTRODUCTION TO GRAPH THEORY LECTURE 2

ALGORITMA GREEDY : MINIMUM SPANNING TREE. Perbandingan Kruskal dan Prim

Penerapan Pohon Biner dalam Proses Pengamanan Peer to Peer

Penerapan Pohon Untuk Menyelesaikan Masalah Labirin

INFIX, POSTFIX, dan PREFIX Bambang Wahyudi

Pemanfaatan Pohon dalam Realisasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan N-Queens Problem


Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 8

KLASIFIKASI BINARY TREE

STUDI OPTIMALISASI JUMLAH PELABUHAN TERBUKA DALAM RANGKA EFISIENSI PEREKONOMIAN NASIONAL

Algoritma Greedy (lanjutan)

BAB VII Tujuan 7.1 Deskripsi dari Binary Tree

LANDASAN TEORI. Bab Konsep Dasar Graf. Definisi Graf

Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut

BAB 7 POHON BINAR. Contoh : Pohon berakar T R S U

Struktur dan Organisasi Data 2 POHON BINAR

Pertemuan 9 STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER

Pohon dan Aplikasinya dalam Bagan Silsilah Keturunan

Variasi Pohon Pencarian Biner Seimbang

Kompleksitas Algoritma dari Algoritma Pembentukan pohon Huffman Code Sederhana

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 10 & 11

BAB 1 PENDAHULUAN. minimum secara langsung didasarkan pada algoritma MST (Minimum Spanning

STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER

ANALISIS ALGORITMA PEMBANGUN POHON EKSPRESI DARI NOTASI PREFIKS DAN POSTFIKS

I. PENDAHULUAN II. DASAR TEORI. Penggunaan Teori Graf banyak memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat.

Penerapan Pohon dan Himpunan dalam Klasifikasi Bahasa

Penyelesaian Traveling Salesman Problem dengan Algoritma Heuristik

6. TREE / BINARY TREE

Penyelesaian Five Coins Puzzle dan Penghitungan Worst-case Time dengan Pembuatan Pohon Keputusan

Pertemuan 10. Tumpukan (Stack) Dipersiapkan oleh : Boldson Herdianto. S., S.Kom., MMSI.

Penerapan Pohon dalam Algoritma Expectiminimax untuk Permainan Stokastik

KUNJUNGAN PADA POHON BINER

Algoritma Greedy (lanjutan)

RANCANG BANGUN APLIKASI MINIMUM SPANNING TREE (MST) MENGGUNAKAN ALGORITMA KRUSKAL

Penerapan Graf dan Pohon pada Klasifikasi Aplikasi di Play Store

Aplikasi Pohon Keputusan dalam Pendaratan Pesawat Terbang

Implementasi Pohon Keputusan untuk Membangun Jalan Cerita pada Game Engine Unity

PEMAMPATAN DATA DENGAN KODE HUFFMAN (APLIKASI POHON BINER)

I. PENDAHULUAN. Gambar 1. Contoh-contoh graf

Penerapan strategi runut-balik dalam penyelesaian permainan puzzle geser

Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan

MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM

NASKAH UJIAN UTAMA. JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016

Aplikasi Pohon dalam Pengambilan Keputusan oleh Sebuah Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penerapan Pohon Keputusan pada Penerimaan Karyawan

Transkripsi:

TERAPAN POHON BINER 1

Terapan pohon biner di dalam ilmu komputer sangat banyak, diantaranya : 1. Pohon ekspresi 2. Pohon keputusan 3. Kode Prefiks 4. Kode Huffman 5. Pohon pencarian biner 2

Pohon Ekspresi Pohon ekspresi ialah pohon biner dengan daun berupa operand dan simpul dalam juga akar berupa operator. Tanda kurung tidak diperlukan bila suatu ekspresi aritmetik direpresentasikan sebagai pohon biner. Digunakan oleh compiler bahasa tingkat tinggi untuk mengevaluasi ekspresi yang ditulis dalam notasi infix, postfix dan prefix. 3

INFIX : operator diantara 2 operand PREFIX : operator mendahului 2 operand POSTFIX : kedua operand mendahului operator 4

Infix, Prefix dan Postfix Infix : operator berada di antara dua buah operand. Prefix : operator mendahului operand. Postfix : operand mendahului operatornya. 5

6

7

8

9

Pohon Keputusan Pohon keputusan digunakan untuk memodelkan persoalan yang terdiri dari serangkaian keputusan yang mengarah ke solusi. Tiap simpul dalam menyatakan keputusan, sedangkan daun menyatakan solusi. 10

1. Pohon Merentang Setiap graf terhubung mempunyai paling sedikit satu buah pohon merentang. Graf yang tidak mengandung sirkuit adalah pohon merentang itu sendiri. Pada graf yang mempunyai sirkuit, pohon merentangnya diperoleh dengan cara memutuskan sirkuit yang ada. 11

Pohon Merentang Minimum (Minimum spanning tree) Di antara semua pohon merentang di G, pohon merentang yang berbobot minimum dinamakan pohon merentang minimum Terdapat 2 buah algoritma membangun pohon merentang minimum, yaitu : Algoritma Prim. Algoritma Kruskal. 12

1. Algoritma Prim Algoritma Prim membentuk pohon merentang minimum langkah per langkah. Pada setiap langkah diambil sisi dari graf G yang mempunyai bobot minimum namun terhubung dengan pohon merentang minimum T yang telah terbentuk. 13

Langkah-langkah Algoritma Prim 1. Ambil sisi dari graf G yang berbobot minimum, masukkan ke dalam T. 2. Pilih sisi (u, v), yang mempunyai bobot minimum dan bersisian dengan simpul di T, tetapi (u, v) tidak membentuk sirkuit di T. Tambahkan (u, v) ke dalam T. 3. Ulangi langkah ke 2 sebanyak n 2 kali. Jumlah langkah seluruhnya di dalam Algoritma Prim adalah : 1 + (n 2) = n 1, yaitu sebanyak jumlah sisi di dalam pohon merentang dengan n buah simpul. 14

2. Algoritma Kruskal Pada Algoritma Kruskal, sisi-sisi graf diurutkan terlebih dahulu berdasarkan bobotnya dari kecil ke besar. Perbedaan prinsip antara algoritma Prim dan Kruskal adalah : Jika pada algoritma Prim, sisi yang dimasukkan ke dalam T harus bersisian dengan sebuah simpul di T, maka pada algoritma Kruskal sisi yang dipilih tidak perlu bersisian dengan sebuah simpul di T asalkan penambahan sisi tersebut tidak membentuk sirkuit. 15

Langkah-langkah Algoritma Kruskal Sisi-sisi dari graf diurutkan menaik berdasarkan bobotnya, dari bobot kecil ke bobot besar. 1. T masih kosong. 2. Pilih sisi (u, v) dengan bobot minimum yang tidak membentuk sirkuit di T. Tambahkan (u, v) ke dalam T. 3. Ulangi langkah ke 2 sebanyak n 1 kali. 16

Contohnya: Pemerintah akan membangun jalur rel kereta api yang menghubungkan sejumlah kota. Karena biayanya mahal, pembangunan jalur ini tidak perlu menghubungkan langsung dua buah kota, tetapi cukup membangun jalur kereta seperti pohon rentang. Karena dalam sebuah graf mungkin saja terdapat lebih dari satu pohon rentang, maka harus dicari pohon rentang yang mempunyai jumlah jarak terpendek, dengan kata lain harus dicari pohon rentang minimum. a. 45.a 55 c.25.d 30.h 25.c.d 30.h b. 40 20 50.b 5 e. 15.g 5 40 20 35 10.e 15.g.f.f 10

Soal : Tentukan rentang pohon minimal graf berikut : waniwatining 18

2. Pohon Berakar Definisi : Pohon yang sebuah simpulnya diperlakukan sebagai akar dan sisi-sisinya diberi arah sehingga menjadi graf berarah. Akar mempunyai derajat masuk sama dengan nol dan simpul-simpul lainnya berderajat masuk sama dengan satu. 19

Simpul yang mempunyai derajat keluar sama dengan nol disebut daun atau simpul terminal. Simpul yang mempunyai derajat keluar tidak sama dengan nol disebut simpul dalam atau simpul cabang. Setiap simpul di pohon dapat dapat dicapai dari akar dengan sebuah lintasan tunggal. 20

Sembarang pohon tak berakar dapat diubah menjadi pohon berakar dengan memilih sebuah simpul sebagai akar. Pemilihan simpul yang berbeda akan menghasilkan pohon berakar yang berbeda. Arah sisi di dalam pohon dapat dibuang, karena setiap simpul di pohon harus dicapai dari akar, maka lintasan di dalam pohon berakar selalu dari atas ke bawah. 21

6. Terminologi pada Pohon Berakar Anak dan Orang tua. Misalkan x adalah simpul di dalam pohon berakar, simpul y dikatakan anak simpul x jika ada sisi dari simpul x ke simpul y dan simpul x disebut orang tua simpul y. z x y 22

Lintasan (path) Lintasan dari simpul v1 ke simpul vk adalah runtunan simpul-simpul v1, v2, v3,., vk sedemikian sehingga vi adalah orangtua dari vi+1 untuk 1 i k. Panjang lintasan adalah jumlah sisi yang dilalui dalam suatu lintasan, yaitu k 1. waniwatining 23

Keturunan dan Leluhur Jika terdapat lintasan dari simpul x ke simpul y di dalam pohon, maka x adalah leluhur dari simpul y, dan y adalah keturunan simpul x. Saudara Kandung Simpul yang berorangtua sama adalah saudara kandung satu sama lain. 24

Upapohon (Subtree) b a Pohon T dengan upapohon T pada bagian yang dilingkari. Pohon T dengan akar a dan upapohon T dengan akar b. 25

Derajat (degree) Derajat sebuah simpul pada pohon berakar adalah jumlah upapohon atau jumlah anak pada simpul tersebut Derajat maksimum dari semua simpul merupakan derajat pohon itu sendiri. 26

Aras (level) atau Tingkat Akar mempunyai aras 0, sedangkan aras simpul lainnya = 1 + panjang lintasan dari akar ke simpul tersebut. Tinggi (height) atau Kedalaman (depth) Aras maksimum dari suatu pohon disebut tinggi atau kedalaman, atau tinggi pohon adalah panjang maksimum lintasan dari akar ke daun. 27

Pohon Terurut Pohon berakar yang urutan anak-anaknya penting disebut pohon terurut (ordered tree) Pada pohon terurut, urutan anak-anak dari simpul dalam dispesifikasikan dari kiri ke kanan. 28

Pohon n-ary Pohon berakar yang setiap simpul cabangnya mempunyai paling banyak n buah anak disebut pohon n-ary. Pohon n-ary dikatakan teratur atau penuh jika setiap simpul cabangnya mempunyai tepat m buah anak. 29