Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT



dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN UKDW. Mycobacterium tuberculosis. Tanggal 24 Maret 1882 Dr. Robert Koch

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

repository.unimus.ac.id

BAB 1 PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian yang

PROFIL RADIOLOGIS TORAKS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RSUD DR HARDJONO-PONOROGO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular. langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium

I. PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan

BAB I PANDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Mycobacterium Tuberculosis (MTB) telah. menginfeksi sepertiga pendududk dunia (Depkes RI,

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. World. Health Organization (WHO) dalam Annual report on global TB

Indonesia dalam rangka percepatan Millenium Development Goals (MDGs) mentargetkan penemuan kasus baru TB BTA positif atau Case Detection Rate (CDR)

SAFII, 2015 GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP REGIMEN TERAPEUTIK DI PUSKESMAS PADASUKA KECAMATAN CIBEUNYING KIDUL KOTA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri penyebab. yang penting di dunia sehingga pada tahun 1992 World Health

BAB 1 PENDAHULUAN. menular yang muncul dilingkungan masyarakat. Menanggapi hal itu, maka perawat

ABSTRAK. Kata Kunci: Tuberkulosis, Mikroskopis Zn, Kultur LJ, Sensitivitas, Spesifisitas

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit infeksi, yang juga dikenal sebagai communicable disease atau transmissible

Penemuan PasienTB. EPPIT 11 Departemen Mikrobiologi FK USU

BAB 1 PENDAHULUAN. kadang-kadang juga berhenti minum obat sebelum masa pengobatan selesai,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Hubungan Gambaran Foto Thorax dengan Hasil Pemeriksaan Sputum BTA pada Pasien dengan Klinis Tuberkulosis

BAB I PENDAHULUAN. perhatian khusus di kalangan masyarakat. Menurut World Health Organization

BAB 1 PENDAHULUAN. HIV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human

BAB I PENDAHULUAN. sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise,

HUBUNGAN DUKUNGAN PASANGAN PENDERITA TB DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN TAHUN 2016

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Tuberkulosis Paru (TB Paru) suatu penyakit kronis yang dapat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN. Herdianti STIKES Harapan Ibu Jambi Korespondensi penulis :

BAB 1 PENDAHULUAN. karena penularannya mudah dan cepat, juga membutuhkan waktu yang lama

BAB I PENDAHULUAN. (Thomas, 2004). Ada beberapa klasifikasi utama patogen yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. (laki-laki, perempuan, tua, muda, miskin, kaya, dan sebagainya) (Misnadiarly,

TUTIK KUSMIATI, dr. SpP(K)

BAB I PENDAHULUAN. dunia dan menyebabkan angka kematian yang tinggi. Penyakit ini

NILAI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS SPUTUM BTA PADA PASIEN KLINIS TUBERKULOSIS PARU DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia saat ini berada pada ranking kelima negara

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Pemberantasan penyakit. berperanan penting dalam menurunkan angka kesakitan

BAB I PENDAHULUAN. masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia.

DEFINISI BRONKITIS. suatu proses inflamasi pada pipa. bronkus

BAB I PENDAHULUAN UKDW. negara berkembang, penyakit ini disebabkan oleh kuman. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2014, dari 20 negara di

BAB I PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan yang baik atau kesejahteraan sangat diinginkan oleh setiap orang.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung yang. disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium Tuberculosis yang pada

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh

Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru

ABSTRAK. Kata kunci: HIV-TB, CD4, Sputum BTA

BAB I PENDAHULUAN. oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis sebagian besar bakteri ini menyerang

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. prevalensinya paling tinggi di dunia. Berdasarkan laporan World Health

BAB I. PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Diperkirakan sekitar 2 miliar atau sepertiga dari jumlah penduduk dunia telah

BAB I PENDAHULUAN. Asam) positif yang sangat berpotensi menularkan penyakit ini (Depkes RI, Laporan tahunan WHO (World Health Organitation) tahun 2003

ABSTRAK. Kata Kunci: Mycobacteriun tuberculose, Homogenisasi. PENDAHULUAN. penyakit AIDS serta bertambahnya penderita Diabetes Mellitus yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis dan dapat disembuhkan. Tuberkulosis

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

MODUL PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI BATUK DARAH. Oleh

BAB I PENDAHULUAN. batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis, yang sebagian besar

BAB I PENDAHULUAN. di kenal oleh masyarakat. Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium

BAB I PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC)

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh Mycobacterium tuberculosis dan bagaimana infeksi tuberkulosis (TB)

BAB 1 PENDAHULUAN. TB.Paru merupakan penyakit yang mudah menular dan bersifat menahun, disebabkan

Sri Marisya Setiarni, Adi Heru Sutomo, Widodo Hariyono Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium tuberculosis, dengan gejala klinis seperti batuk 2

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DEWASA DI INSTALASI RAWAT JALAN BALAI BESAR KESEHATAN PARU X TAHUN 2011

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Wilayah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mycobacterium tuberculosis dan menular secara langsung. Mycobacterium

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK PREVALENSI TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PARU ROTINSULU BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2007

BAB I PENDAHULUAN. penyakit di seluruh dunia, setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV). negatif dan 0,3 juta TB-HIV Positif) (WHO, 2013)

BAB I PENDAHULUAN. sering ditemukan pada usia muda atau usia produktif yaitu tahun,

BAB I PENDAHULUAN. oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat secara global. TB Paru menduduki peringkat ke 2 sebagai

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang sudah ada sejak zaman purbakala. Hal ini terbukti dari penemuan-penemuan kuno seperti sisa-sisa tulang belakang

PATOFISIOLOGI, DIAGNOSIS, DAN KLASIFIKASI TUBERKULOSIS. Retno Asti Werdhani Dept. Ilmu Kedokteran Komunitas, Okupasi, dan Keluarga FKUI

BAB I PENDAHULUAN. Tuberkulosis atau sering disebut dengan istilah TBC merupakan penyakit

BAB I PENDAHULUAN. Menurut laporan World Health Organitation tahun 2014, kasus penularan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KERANGKA ACUAN PROGRAM TB PARU UPTD PUSKESMAS BANDA RAYA KECAMATAN BANDA RAYA

BAB I PENDAHULUAN. Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh

Identifikasi Faktor Resiko 1

BAB 1 PENDAHULUAN. ditemukan di seluruh dunia dewasa ini (12.6% dari seluruh kasus baru. kanker, 17.8% dari kematian karena kanker).

BAB I PENDAHULUAN. oleh Myobakterium Tuberk ulosis, sejenis bakteri berbentuk batang (basil) tahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya (World

BAB I PENDAHULUAN. di negara berkembang. Badan kesehatan dunia, World Health Organitation

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sulianti (2004) Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh

Transkripsi:

Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh Mulyadi *, Mudatsir ** *** * *** ABSTRACT Key word : PENDAHULUAN merupakan masalah kesehatan masyarakat yang Organization sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun baru TB pada tahun 2002, dimana 3,9 juta adalah kasus penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB, dan 1 Indonesia menempati urutan ke 3 di dunia Indonesia TB adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia 1 Menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004, prevalensi TB nasional berdasarkan hasil pemeriksaan BTA positif adalah 2 Diagnosa TB ditegakkan berdasarkan gejala klinis pemeriksaan bakteriologi, radiologi dan pemeriksaan penunjang lainnya 3 kultur atau biakan dahak merupakan metode J Respir Indo Vol. 31, No. 3, Juli 2011 133

baku emas (gold standard mikroskopis nilainya identik dengan pemeriksaan mikroskopis hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya dua dari tiga spesimen Sewaktu- 4 Interpretasi pemeriksaan mikroskopis dapat Internatioal Union Against Tuberculosis and Lung Desease Bronkhorst yang telah diwarnai, dapat dengan metode Tan Thiam Hok, Ziehl Neelsen, dan Fluorokrom. 5 proses yang tampak pada foto toraks dinyatakan sebagai minimal, moderately advanced, dan far advanced. 6 Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat kepositifan BTA dengan gambaran luas lesi radiologi toraks pada penderita METODE PENELITIAN pemeriksaan sputum BTA dan telah melakukan sebagai TB paru (kasus baru) yang merupakan TB post primer, yang datang berobat ke Rumah Sakit 2 Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian adalah rekam medik pasien untuk Analisa data yang digunakan yaitu analisa data masing- masing sub variabel dan analisa data bivariat untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat kepositifan BTA dengan gambaran luas lesi radiologi toraks pada penderita TB paru, data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi-Square test (x 2 ) menggunakan program Statistical Packages for the Social Sciences HASIL DAN PEMBAHASAN Sampel dalam penelitian berjumlah 34 orang yang seluruhnya memenuhi kriteria sampel dan telah dari 34 sampel yang telah melakukan pemeriksaan pada tabel 1 BTA Negatif BTA + 1 BTA + 2 BTA + 3 Frekuensi 5 15 34 Persentase 14, 44,1 20,6 20,6 100,0 Distribusi sampel berdasarkan hasil pemeriksaan sputum BTA dari 34 sampel dengan diagnosa TB paru didapatkan 5 (14,%) sampel dengan hasil negatif, untuk hasil positif didapatkan Diagnosis TB ditegakkan dengan ditemukannya BTA pada pemeriksaan dahak, dengan pewarna sebagai kuman berwarna merah dengan latar belakang biru, berbentuk batang ramping, dapat 134 J Respir Indo Vol. 31, No. 3, Juli 2011

Bahan untuk pemeriksaan bakteriologi ini dapat berasal dari liquor cerebrospinal, bilasan bronkus, bilasan lambung, kurasan bronkoalveoralar 3 didapatkan yang lebih banyak dijumpai yaitu BTA positif memberikan kemungkinan resiko penularan penularan setiap tahun atau Annual Risk of Tuberculosis Infection 2 yang telah melakukan pemeriksaan radiologi dapat Luas Lesi Minimal Lesi Moderately Advanced Far Advanced Frekuensi 6 12 16 34 Persentase 1,6 35,3 4,1 100,0 radiologi yang telah dilakukan pada 34 sampel dengan diagnosa TB paru yaitu yang paling banyak dijumpai dengan kelainan luas lesi far advanced 16 (4,1%) sampel, sedangkan untuk moderately advanced 12 (35,5%) sampel dan minimal lesi 6 post primer adalah gambaran adanya kavitas, menandakan adanya proses aktif infeksi TB yang Menurut data dari evidence based guide book, hanya 5% pasien TB paru reaktif yang mempunyai Hasil penelitian hubungan tingkat kepositifan BTA dengan gambaran luas lesi radiologi toraks pada penderita tuberkulosis paru dapat dilihat pada Dari hasil analisis data terhadap 34 sampel penderita 15 sampel dengan kelainan radiologi minimal lesi (13,3%), moderately advanced (33,3%), far advanced minimal lesi (14,4%), moderately advanced far advanced (14,4%), moderately advanced far advanced adanya kelainan radiologi, yaitu minimal lesi (40%), moderately advanced (40%) dan far advanced Berdasarkan data uji statistik analisis chi-square didapatkan nilai p-value hipotesis null (Ho) diterima yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepositifan BTA dengan gambaran luas lesi radiologi toraks pada Hasil penelitian ini mempunyai hasil yang sama dengan penelitian Khair (2010) yang membuktikan pemeriksaan sputum BTA dengan gambaran foto 9 Dalam penelitian ini memperlihatkan TB paru dengan hasil Negatif BTA 1+ BTA 2+ BTA 3+ Min 2 2 1 1 6 Luas lesi p-value Mod Far 2 1 5 5 8 15 3 3 0,05 0,809 2 4 12 16 34 Chi- Square (X2) J Respir Indo Vol. 31, No. 3, Juli 2011 135

arti yang sangat penting dalam menegakkan mempengaruhi hasil dari pemeriksaan mikroskopis BTA, diantaranya adalah terlalu sedikit kuman, akibat dari pengambilan sputum yang tidak adekuat, dan pengaruh pengobatan dengan pemberian obat Menurut buku panduan di laboratorium berikut dibuat dari sputum yang mukopurulen, bahwa penting untuk mendapatkan sputum yang benar, untuk itu diperlukan upaya untuk mendapatkan batuk efektif adalah untuk meningkatkan ekspansi paru, mobilisasi sekresi seperti pneumonia, atelektasis tidak harus mengeluarkan banyak tenaga untuk menunjukkan adanya efektivitas batuk efektif dalam pengeluaran sputum untuk penemuan BTA untuk mendapatkan sputum yang benar pada penderita 10 Kuman BTA yang didapat dari pemeriksaan sputum, kemungkinan besar dengan gambaran yang ditemukan pada tuberkulosis mirip dengan yang disebabkan oleh penyakit lain, misalnya yang disebabkan oleh jamur, karsinoma bronkogenik primer yang memiliki perdileksi khusus bagian lobus 11 Kelainan radiologi yang disebabkan oleh jamur, yaitu hampir semua berkedudukan di lapangan lobaris lobus atas dalam masa resolusi yang bentuk Adanya kavitas dapat disebabkan oleh tuberkulosis atau suatu abses bukan tuberkulosis atau suatu karsinoma yang mengalami nekrosis 12 KESIMPULAN Dari penelitian ini didapatkan bahwa hasil pemeriksaan sputum basil tahan asam (BTA) yang banyak dijumpai pada penderita TB paru yaitu BTA banyak dijumpai yaitu far advanced sebanyak kepositifan BTA dengan gambaran luas lesi radiologi DAFTAR PUSTAKA 136 J Respir Indo Vol. 31, No. 3, Juli 2011

Sputum BTA (Basil Tahan Asam) Dengan J Respir Indo Vol. 31, No. 3, Juli 2011 13