Update Progress Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) 20 Agustus 2014

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/11/PBI/2016 TENTANG PASAR UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu melakukan perubahan atas Peraturan Bank Indonesia

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SOSIALISASI Market Code of Conduct (CoC) Edisi Kedua. 08 Desember 2016

Pokok-Pokok Materi Pengaturan PBI NO.15/8/PBI/2013 tentang TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK BANK INDONESIA OKTOBER 2013

2015, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu melakukan perubahan ketiga atas Pera

Nanang Hendarsah. Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan

2 bagi pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi lindung nilai; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huru

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

2 e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Bank Indonesia tenta

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/8/PBI/2015 TENTANG PENGATURAN DAN PENGAWASAN MONETER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/1/PBI/2005 TENTANG PINJAMAN LUAR NEGERI BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/ 8 / PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

BELI. Kang Iman cari. Perbankan Tresuri dan Internasional. Tinjauan Bisnis. 01 Ikhtisar Data Keuangan. 03 Profil Perusahaan. 05 Tata Kelola Perusahaan

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ) PBI NO.17/8/PBI/2015 TENTANG PENGATURAN DAN PENGAWASAN MONETER

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 9 /PBI/2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR NOMOR 19/5/PADG/2017 TENTANG PELAKSANAAN SERTIFIKASI TRESURI DAN PENERAPAN KODE ETIK PASAR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

BAB 5 PENUTUP. moneter melalui jalur harga aset finansial di Indonesia periode 2005: :12.

2 BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/17/ PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI KEPADA BANK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/16/PBI/2014 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK DOMESTIK

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/18/PBI/2016 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK DOMESTIK

menyebabkan meningkatnya risiko gagal bayar (default risk). Hal ini berpotensi mengganggu kestabilan sistem keuangan dan ekonomi makro seperti yang

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan.

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/ 12 /PBI/2016 TENTANG OPERASI MONETER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/17/PBI/2014 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK ASING

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO. 15/17/PBI/2013 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI KEPADA BANK INDONESIA

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO.17/ 7/49 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/14

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR NOMOR 20/7/PADG/2018 TENTANG KEPESERTAAN OPERASI MONETER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO.17/ 7/49 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/14

-2- Valuta Asing beserta derivatifnya ke arah yang lebih baik dan sehat. Bank Indonesia juga secara berkesinambungan melakukan pengembangan produk ata

No.9/1/DInt Jakarta, 15 Februari 2007 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Perihal : Pinjaman Luar Negeri Bank

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 66, Tambahan Lembaran N

FAQ TERKAIT SURAT BERHARGA KOMERSIAL (SBK)

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 19/13/PBI/2017 TENTANG PELAYANAN PERIZINAN TERPADU TERKAIT HUBUNGAN OPERASIONAL BANK UMUM DENGAN BANK INDONESIA

2016, No /17/PBI/2013 tentang Transaksi Swap Lindung Nilai Kepada Bank Indonesia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Ban

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 19/5/PBI/2017 TENTANG SERTIFIKASI TRESURI DAN PENERAPAN KODE ETIK PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO.17/ 7/49 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/14

2017, No e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Bank Indonesia t

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA,

No. 15/24/DPM Jakarta, 5 Juli 2013 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA

GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 14 / PBI / 2005 TENTANG PEMBATASAN TRANSAKSI RUPIAH DAN PEMBERIAN KREDIT VALUTA ASING OLEH BANK

PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN TRANSAKSI DERIVATIF

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

No. 15/32/DPM Jakarta, 27 Agustus SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2002 TENTANG SURAT UTANG NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Manajemen Treasury INTRODUCTION

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 12/ 11 /PBI/2010 TENTANG OPERASI MONETER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21/PBI/2014 UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DAN SURAT EDARAN NO.16/24/DKEM

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 19/9/PBI/2017 TENTANG PENERBITAN DAN TRANSAKSI SURAT BERHARGA KOMERSIAL DI PASAR UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

No. 10/ 48 /DPD Jakarta, 24 Desember 2008 S U R A T E D A R A N. kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 36 / PBI / 2005 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI GUBERNUR BANK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2002 TENTANG SURAT UTANG NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/3/PBI/201 /PBI/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH DI WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Matakuliah : F 0344 / PASAR UANG DAN PASAR MODAL Tahun : Semester Genap 2004 / 2005 Versi : 0 / 0. Pertemuan 5 PASAR KEUANGAN (FINANCIAL MARKET)

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Transkripsi:

Update Progress Indonesia Market Committee (IFEMC) 20 Agustus 2014

Outline Tentang IFEMC Aktivitas IFEMC Markets Working Group Visi, Misi & Tujuan IFEMC Fokus & Tema Pendalaman Pasar IFEMC Struktur Organisasi, Anggota & Pengurus Road Map Perkembangan IFEMC Timeline Aktivitas Update dari Markets Working Groups Money Market Working Group Working Group Derivatives Working Group Fixed Income Working Group 2

Tentang IFEMC Visi & Misi IFEMC Tujuan IFEMC Fokus & Tema Pendalaman Pasar Struktur Organisasi IFEMC Anggota & Pengurus IFEMC 3

Visi & Misi IFEMC VISI Membangun pasar keuangan di Indonesia yang kredibel, tahan (resilient), stabil, terus berkembang & kondusif untuk pembangunan ekonomi nasional serta mampu bersaing di pasar internasional. MISI Mendorong pendalaman & pengembangan pasar keuangan Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Mengembangkan pelaku pasar keuangan yang handal, berintegritas tinggi serta memiliki pengetahuan, pengalaman & keterampilan yang dapat bersaing di pasar keuangan internasional. Merekomendasikan inisiatif kebijakan & ketentuan yang kondusif untuk pembangunan, namun tetap menjaga & mengendalikan risiko. Menjaga koordinasi & komunikasi antara para stakeholders di pasar keuangan Indonesia. 4

Tujuan IFEMC Sebagai forum untuk membahas isu & praktek terkait pendalaman & pengembangan pasar keuangan Indonesia termasuk dampak dari pasar keuangan internasional Menyiapkan rekomendasi terhadap isu & praktek di pasar keuangan dalam rangka pendalaman & pengembangan pasar keuangan Sebagai wadah komunikasi & koordinasi antara pelaku pasar, asosiasi yang terkait pasar keuangan, BI, OJK serta instansi lain di dalam & luar negeri Meningkatkan kualitas manajemen risiko di pasar keuangan Meningkatkan profesionalisme, pengetahuan & pemahaman pelaku pasar tentang pasar keuangan, baik praktek maupun teori Membuat & melakukan review terhadap Market Code of Conduct Menjalankan fungsi arbitrase bilamana terjadi dispute atas pelanggaran Market Conduct & mengeluarkan surat rekomendasi kepada pihak yang berkepentingan / terkait dengan tembusan kepada BI & OJK. Sewaktu-waktu membentuk working group yang dapat fokus pada area spesifik di pasar keuangan di mana IFEMC berfungsi sebagai Steering Committee Bekerja sama dengan organisasi / asosiasi lain yang terkait dengan pasar keuangan (seperti ACI Indonesia, Himdasun, ASPI, ABKI, dll.) 5

Fokus & Tema Pendalaman Pasar IFEMC Pengembangan Produk Manajemen risiko yang komprehensif Instrumen pasar keuangan Pendalaman & Pengembangan Pasar Keuangan Likuiditas Ketentuan yang kondusif Banyak pelaku pasar yang aktif Komunikasi & Koordinasi Price Discovery & Transparancy Area Fokus IFEMC Peningkatan Volume transaksi Kerjasama IFEMC & ACII Area konsentrasi IBI & ACII Tema SDM berkualitas (knowledge, skills & attitude) Perilaku (Code of Conduct) Pengetahuan & Pengalaman Pelatihan & Knowledge Sharing Sertifikasi 6

Struktur Organisasi IFEMC IFEMC Standing Sub- Committees Markets Working Groups Membership Sub- Committee Sub-Committee for Professionalism Legal Accounting Standing Working Groups Project Working Groups (Ad hoc) Komite Arbitrase (ad hoc) FX Working Group Money Market Working Group Fixed Income Working Group Derivatives Working Group Operation Working Group Risk Management Working Group 7

Anggota IFEMC 8

Susunan Pengurus IFEMC 9

Aktivitas IFEMC Aktivitas IFEMC Road Map Perkembangan IFEMC Timeline Aktivitas IFEMC 10

Road Map Perkembangan IFEMC Phase 1 Tema: Meningkatkan profesionalisme & integritas pelaku pasar melalui Market Conduct & aturan arbitrase. Output: Code of Conduct IFEMC & SOP Arbitrase. Phase 2 Tema: Memperbaiki regulasi agar lebih kondusif untuk pembangunan ekonomi yang lebih berkesinambungan. Output: Rekomendasi & diskusi untuk memperbaiki dan mengkinikan peraturan yang saat ini berlaku. Phase 3 Tema: Pengembangan produk & infrastruktur pasar agar lebih semakin efisien dan liquid. Output: Rekomendasi pengembangan produk baru. 11

Timeline Aktivitas IFEMC Tanggal Aktivitas IFEMC 27 Maret 2014 Sosialisasi tentang IFEMC kepada perbankan 1 April 2014 Launching IFEMC oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) 20 Mei 2014 Sosialisasi Code of Conduct IFEMC kepada Bank Devisa & Money Broker 26 Mei 2014 Launching Code of Conduct IFEMC oleh Gubernur BI 18 Juni 2014 Workshop dengan IMF terkait pendalaman pasar Aktivitas Markets Working Groups April 2014 - sekarang Seluruh Market Working Groups sudah melakukan berbagai diskusi dengan Task Force Pendalaman Pasar Keuangan BI, sesuai dengan fokusnya masing-masing. 12

Update Market Working Update Groups Markets Aktivitas IFEMC Working Groups Money Market Working Group Forex Market Working Group Derivatives Working Group Fixed Income Working Group 13

Money Market Working Group (1) Objective & Strategy Mendorong pengembangan pasar keuangan Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, melalui penambahan variasi instrumen money market & pendalaman instrumen yang saat ini sudah ada. Memberikan rekomendasi kepada regulator dalam hal penyusunan regulasi money market terkait dengan isu & praktek di pasar uang. Sebagai wadah komunikasi, diskusi & koordinasi antar pelaku pasar uang, BI, OJK serta Instansi terkait. Update Progress Rekomendasi mengenai pengaturan PBI terkait NCD untuk pendalaman pasar keuangan. Rekomendasi pendalaman Pasar Keuangan Syariah melalui Mini MRA Pasar Syariah & Instrumen Moneter untuk Pasar Syariah, seperti SBIS, Term Deposit Syariah, dll. 14

Money Market Working Group (2) Focus Discussion on Market/Issues/Concerns Disarankan tidak ada pemisahan kategori antara NCD Pasar Uang Antar Bank (PUAB) dengan NCD Nasabah. Disarankan pencatatan NCD sebagai Marketable Securities, bukan sebagai penempatan pada PUAB. Disarankan kebijakan PLN (Pinjaman Luar Negeri) Harian maksimal 30% dari Modal, hanya diberlakukan pada saat pasar perdana (primary market) penerbitan NCD yang dibeli oleh non-resident. Pipeline Wacana Special Deposit Account dalam rangka upaya menarik Devisa Hasil Ekspor. 15

Working Group (1) Objective & Strategy Mendorong pendalaman & pengembangan pasar keuangan Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, melalui: Relaksasi Ketentuan PDN 30 menit Mengalihkan minat beli USD korporasi dari valuta spot ke valuta yang lebih panjang (forward) dengan cara mempermudah syarat korporasi untuk melakukan transaksi forward Edukasi nasabah korporasi untuk melakukan lindung nilai Usulan ini, akan menambah likuiditas pasar valas sekaligus mengurangi tekanan konsentrasi transaksi terutama pada valuta spot Update Progress Diskusi pendalaman pasar valas secara berkala, baik antar bank maupun dengan pihak stakeholder terkait Diskusi tentang kondisi pasar keuangan untuk meningkatkan kesamaan visi & pemahaman sehingga memudahkan koordinasi di antara pelaku pasar Usulan Perhitungan PDN 30 menit menjadi PDN tengah hari atau akhir hari Usulan perubahan PBI & SEBI untuk transaksi valuta asing & tipe jenis underlying 16

Working Group (2) Focus Discussion on Market / Issues / Concerns Meningkatkan pemahaman atas ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah sehingga mengurangi perbedaan persepsi (multi tafsir) antar bank & otoritas terkait Meningkatkan likuiditas pasar valas baik berdasarkan minat nasabah luar negeri, transaksi antar bank serta pilihan instrumen keuangan Meningkatkan supply valas di pasar domestik Pipeline Peningkatan vostro IDR oleh pihak asing (pengendapan Rupiah) dalam rangka: Remittance dana valas oleh TKI Pembelian saham & surat-surat berharga Kegiatan Rep. Office pembiayaan operasional Telpon, Air, Listrik & Internet Pembayaran Pajak SPT (bukan SSP) Relaksasi underlying dokumen: penggunaan Credit Note, Debit Note, Proyeksi, SAP, dll. 17

Objective & Strategy Derivative Working Group (1) Update Progress Mendorong pendalaman & pengembangan pasar keuangan Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, melalui 3 strategi: Pelaksanaan Settlement Netting terhadap transaksi derivatif Pendalaman Pasar Swap Pendalaman Pasar Opsi Usulan & rekomendasi dengan mempertimbangkan seluruh faktor yang menunjang terciptanya supply & demand dari masing-masing pasar. Masukan perubahan BI / SEBI untuk menunjang pelaksanaan netting. Diskusi pendalaman pasar derivatif (common practice, legal framework include swap with BI) White papers dalam transaksi derivatif i.e. mapping instrument vs ISDA requirement, PFE calculation (in progress) etc. Masukan perubahan BI / SEBI untuk transaksi valuta asing & underlying dokumen. 18

Derivative Working Group (2) Focus Discussion on Market/ Issues / Concerns Transaksi loan & swap untuk nasabah bukan dalam rangka kegiatan ekspor/impor (gambaran lebih detil di lampiran). Temuan: Tanggung jawab bank atas transaksi berdasarkan kewajaran underlying dokumen. Antisipasi perubahan regulasi (pro and cons): T+5 untuk penyediaan underlying. Pipeline Diskusi lanjutan atas masukan / rekomendasi perubahan BI / SEBI untuk transaksi valuta asing & underlying dokumen (joint effort dengan FX Working Group). White Paper untuk PFE Calculation dari transaksi derivatif. Framework transaksi derivatif di Indonesia (common practice, legal framework include swap with BI) Diskusi & rekomendasi pendalaman pasar opsi. 19

Fixed Income Working Group (1) Objective & Strategy Mendorong pengembangan pasar keuangan Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, melalui obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah ataupun korporasi baik secara regular maupun syariah. Bersama dengan Himdasun sebagai wadah komunikasi, diskusi & koordinasi antar pelaku pasar obligasi & instasi terkait (OJK, BI & DJPU) dalam mengembangkan pasar obligasi di Indonesia. Memberikan rekomendasi kepada regulator dengan mempertimbangkan seluruh faktor yang dapat meningkatkan pendalaman pasar baik obligasi regular & syariah. Update Progress Pembahasan mengenai Mark-to-Market agar tetap mengacu pada PBI No 5/12/PBI/2003, & menyarankan anggota Himdasun untuk lebih sering meng-update page masing-masing anggota. Perlu didiskusikan dengan OJK mengenai standardisasi penetapan mark to market valuation antara pelaku pasar. 20

Fixed Income Working Group (2) Focus Discussion on market/issues/concerns Transaksi Obligasi yang didominasi oleh perbankan sedangkan banyak aspek diatur oleh bursa & OJK. Transaksi Obligasi akan terus dilakukan secara Over the Counter (OTC) & perlu ditetapkan konvensi untuk settlement & perdagangan. Pengembangan pasar untuk perdagangan pasar obligasi sesuai dengan PBI No 2/2/PBI 2000 tentang penatausahaan & perdagangan obligasi bagi market maker perlu diperdalam. Kerancuan atas sumber Mark to Market, dikarenakan PBI 5/12/PBI/2003 pada umumnya berlaku pada Bank sedangkan di luar perbankan berbeda. Pengembangan pasar obligasi bersama dengan Derivative Working Group, misalnya: Interest Rate Swap, Bond Forward, dll Pipeline Pembahasan pembukuan transaksi syariah bersama Himdasun Pembahasan lebih lanjut dengan OJK and DJPU 21

Terima Kasih 20 Agustus 2014 22