ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

dokumen-dokumen yang mirip
H 2 PO 4 H + + HPO 4 [H + ] [HPO 4 2- ] [H 2 PO 4 - ] K a = kalau disusun kembali... [H + ] = K a [H 2 PO 4 [HPO 4 2- ] bila diuraikan didapat rumus

LAPORAN PRAKTIKUM 2. : Magister Ilmu Biolmedik : ph meter, persiapan larutan penyangga Tanggal pelaksanaan : 10 Maret 2015

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

LAPORAN PRAKTIKUM. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

PRAKTIKUM 3 : PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA. Oleh : Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Jekson Martiar Siahaan

KESEIMBANGAN ASAM BASA

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

: Kirana patrolina sihombing

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRATIKUM II PRATIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

: Kirana patrolina sihombing

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, DAN PENGENCERAN

LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN

PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh: Melviana Aditya Candra

Laporan Praktikum ph Meter, Persiapan Larutan Penyangga

Laporan Praktikum 3. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

LAPORAN PRAKTIKUM 2 BM 506. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

Laporan Praktikum 3. Praktikum 3 : ph meter, Persiapan larutan penyangga, Pengenceran stok glukosa. Oleh : Rebecca Rumesty L dan Jimmy

PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PH METER

LAPORAN PRAKTIKUM 2 ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 31 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PENGENCERAN GLUKOSA

LAPORAN PRAKTIKUM 2:

LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober s/d 16.

Laporan Praktikum ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN

Praktik Biomedik 506 Ketrampilan Dasar Laboratorium. Laporan Praktikum ph Meter, Buffer dan Pengenceran

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

Metodologi Penelitian

Soal Latihan UTS Mata Kuliah Ketrampilan Dasar Laboratorium Biomedik 2011

LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN DISUSUN OLEH : JEKSON MARTIAR SIAHAAN DAN MARIA LESTARI

PETA KONSEP. Larutan Penyangga. Larutan Penyangga Basa. Larutan Penyangga Asam. Asam konjugasi. Basa lemah. Asam lemah. Basa konjugasi.

TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL

PERCOBAAN 3 REAKSI ASAM BASA

BAB 6. Jika ke dalam air murni ditambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah. Larutan Penyangga. Kata Kunci. Pengantar

Nova Nurfauziawati Kelompok 11A V. PEMBAHASAN

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN IRA ASTUTI HASIBUAN PROGRAM STUDI MAGISTER BIOMEDIK FK USU

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016

Lampiran 1. Prosedur analisis karakteristik kompos

LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

Tourniquet Swab alkohol Tempat pembuangan yang tajam Jarum EDTA Tempat pembuangan yang kena darah

Uji Kualitatif Karbohidrat dan Hidrolisis Pati Non Enzimatis

Lampiran 1. Kriteria penilaian beberapa sifat kimia tanah

Laporan praktikum Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan. : Mesrida Simarmata Nim :

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang melibatkan 2 faktor perlakuan

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI)

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2006.

Lampiran 1. Penentuan kadar ADF (Acid Detergent Fiber) (Apriyantono et al., 1989)

BERKAS SOAL BIDANG STUDI: KIMIA PRAKTIKUM MODUL I KOMPETISI SAINS MADRASAH NASIONAL 2012

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II KI1201

LARUTAN ASAM-BASA DAN LARUTAN PENYANGGA

Bab IV Hasil dan Pembahasan

BAKTERI PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI)

Oleh : Melya Susanti Kelompok: melya susanti dan Islah wahyuni Selasa, 3 maret 2015

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LEMBARAN SOAL 4. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

SOAL LATIHAN UAS MATA KULIAH KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM BIOMEDIK. Bentuk UAS tahun ini: Ada 3 bagian:

TUGAS INDIVIDU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LARUTAN PENYANGGA Bahan Ajar Kelas XI IPA Semester Gasal 2012/2013

LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME DAN SPEKTROFOTOMETRI

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian kali ini adalah penetapan kadar air dan protein dengan bahan

TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN.

PRAKTIKUM ISOLASI DNA DAN TEKNIK PCR

Lampiran 2.2 (Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa

BM 506 KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM 04 METABOLISME GLUKOSA, TRIGELISERIDA DAN UREA

Uji benedict (Semikuantitatif) Tujuan : Menghitung secara kasar kadar glukosa dalam urin. Dasar teori :

LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME I (GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA) DAN SPEKTROFOTOMETRI

dimana a = bobot sampel awal (g); dan b = bobot abu (g)

BAB 7. ASAM DAN BASA

LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

LAMPIRAN A PROSEDUR ANALISIS

I. LARUTAN BUFFER. 1. Membuat Larutan Buffer 2. Mempelajari Daya Sanggah Larutan Buffer TINJAUAN PUSTAKA

NAMA PRAKTIKAN : Yuliandriani Wannur Azah ( ) Rahmiwita ( ) Irma Yanti ( )

BM506 USU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Seri Rayani Bangun Melviana Lubis RABU/2 OKTOBER 2013

PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN A

TITRASI POTENSIOMETRI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR. Percobaan 3 INDIKATOR DAN LARUTAN

Praktikum metabolisme glukosa, urea dan trigliserida (Tehnik Spektrofotometri)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian deskriptif.

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK

KONTROL KEASAMAN LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

Transkripsi:

PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Tujuan: i) Memahami prinsip prinsip dasar larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan pembuatan buffer fosfat dengan teknik titrasi iv) Latihan penggunaan larutan stok serta persiapan pengenceran v) Latihan pembuatan dan interpretasi grafik Teori dasar ph dan Larutan Buffer Teori dasar: ph merupakan skala yang menunjukkan kadar hidrogen dalam suatu larutan di mana: ph = log[h + ] Nilai ph yang paling rendah adalah ph = 0 ([H + ] sangat tinggi atau dalam kata yang lain larutan sangat asam) dan nilai ph yang paling tinggi adalah ph = 14 ([H + ] sangat sedikit atau dalam kata yang lain larutan sangat alkali). Nilai ph H 2 O yang murni sama dengan 7 dan larutan lain yang bernilai ph = +/ 7 disebut larutan netral. Pada darah dan cairan ekstraselular sistem buffer bikarbonat (H 2 CO 3 HCO 3 + H + ) merupakan sistem buffer terpenting. Pada urin, ion amonia (NH 3 ) dan amonium (NH + 4 ) berfungsi sebagai sistem buffer, dan ph intraselular diatur terutama oleh anion fosfat ( H 2 PO 4 ) dan protein. Semua reaksi biokimiawi terjadi di dalam larutan, dan umumnya reaksi biokimiawi sangat dipengaruh oleh keasaman lingkungan/larutan tersebut. Yang demikian oleh karena bentuk (yaitu konfigurasi 3dimensi) molekul protein tergantung pada interaksi asam amino pada strukurnya tertier. Semua asam amino bermuatan positif/negative atau netral pada ph tertentu. Kalau ph diubahkan sifat muatan asam amino berubah pula serta konfigurasi protein. Ketika bentuk protein berubah pasti aktivitas protein tersebut (yang berfungsi sebagai enzim, reseptor, protein pembawa atau fungsi yang lain) akan dipengarhui. Jadi ketika kita melakukan penelitan yang termasuk reaksi biokimiawi, caranya untuk mempertahankan ph pada tingkat yang tepat perlu dipikirkan. Lihatlah sistem buffer fosfat sebagai contoh. Sistem buffer fosfat terdiri dari ion dihidrogen fosfat (H 2 PO 4 ) yang merupakan pemberi hidrogen (asam) dan ion hidrogen fosfat (HPO 4 2 ) yang merupakan penerima hidrogen (basa). Keduaduanya ion tersebut berada dalam keseimbangan dan hubungannya bisa ditulis sebagai rumus berikutnya: H 2 PO 4 H + + HPO 4 2 Ketika ionion hidrogen ditambah dalam larutan yang ditahankan oleh buffer fosfat, keseimbangan yang di atas akan ke arah kiri (yaitu, ion H + yang kelebihan akan bereaksi dengan ion hidrogen fosfat dan menghasilkan ion dihidrogen fosfat). Ketika larutan semakin alkali (basa) keseimbangan yang di atas akan ke arah kanan (yaitu, ion OH yang kelebihan akan bereaksi dengan ion hidrogen dan menghasilkan air). Konstan keseimbangan (K a ) untuk buffer fosfat adalah: K a = [H + ] [HPO 4 2 ] [H 2 PO 4 kalau disusun kembali... [H + ] = K a [H 2 PO 4 ] [HPO 4 2 ] bila diuraikan didapat rumus log[h + ] =log K a log [H 2 PO 4 ] [HPO 4 2 ] atau Bagi kondisi umum menjadi ph = pk a + log ([HPO 4 2 ]/[ H 2 PO 4 ]) ph = pk a + log ([A ]/[HA]) dan disebutkan rumus HendersonHasselbalch. PRAKTIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA 1

Ada tiga macam ion fosfat, dan nilai pk a adalah seperti berikutnya: ion fosfat H 3 PO 4 H 2 PO 4 HPO 4 2 nilai pk a ~2 ~7 ~12 Sebagai contoh, pada 25 C, nilai K a untuk buffer dihidrogen fosfat adalah 6,23 10 8. Kalau berada dalam keadaan keseimbangan kadar asam [H 2 PO 4 ] sama dengan kadar basa [HPO 4 2 ] dan ph = pk a. dari atas pk a = log (6,23 10 8 ) = 7,21. Larutan buffer monofosfat dapat mempertahankan ph dekat dengan nilai 7,2. Alat dan Bahan: stel & klem pipet Mohr aquadest 0,25M NaH 2 PO 4 kertas timbangan pipet otomatik tabung reaksi 0,25M Na 2 HPO 4 ph meter otomatik stirrer rak tabung larutan 3% glukosa Reagensia Benedict pipet tetes spidol water bath Setiap grup praktikum akan melakukan titrasi dengan suatu larutan buffer serta akuades dan setiap praktikan wajib mencoba semua kegiatan pengenceran. PENGGUNAAN PH METER Catatancatatan dari demonstrasi penggunaan ph meter: BEBERAPA HAL YANG PENTING PADA PENGGUNAAN ph METER Elektrode ph disimpan dalam larutan KCl yang pekat Elektrode dipegang dengan hatihati ** JANGAN biar electrode kena dinding beaker atau magnetic stir bar alat dibuat dari kaca dan gampang pecah** Elektrode dibilas akudes sebelum di masukkan ke dalam larutan, serta sebelum dikembalikan ke tempat penyimpanan PERSIAPAN BUFFER DAN TITRASI: Ukur ph 0.25M larutan natrium monohidrogen fosfat (Na 2 HPO 4 ) yang dibuat minggu yang lalu. ph = Ukur ph 0.25M larutan natrium dihidrogen fosfat (NaH 2 PO 4 ) yang dibuat minggu yang lalu. ph = Cara Kerja Umum Persiapan Buffer Dihidrogen Fosfat melalui Titrasi 1) Sediakan 1 beaker 100mL dan isi dengan larutan natrium fosfat monohidrogen (Na 2 HPO 4 ) yang secukupnya (ingatlah kalau ph yang mau disiapkan ke arah asam perlu agak banyak Na 2 HPO 4 dan kalau ingin ph yang ke arah basa, jumlah Na 2 HPO 4 yang dibutuhkan sedikit). Pada lokasi ph meter, masukkan probe temperatur ke dalam beaker dan posisikan beaker di alas otomatik stirrer. Pakai magnetik stir bar dan hidupkan stirrer pada kecepatan pelan tapi cukup. Pakailah statif dan klem supaya elektroda ph meter dipegang dari bagian plastic yang di atas dan tipnya dimasukkan ke dalam larutan dengan baik. Janganlah sampai tip elektroda ph kena dinding beaker maupun magnetik stir bar yang sedang berputar. PRAKTIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA 2

2) Ukur ph dengan ph meter. Tambahkan 500 l larutan natrium fosfat dihidrogen (NaH 2 PO 4 ) dengan pipet Mohr, tunggu ~5 detik dan ukur phnya lagi. Teruskan titrasi dengan natrium fosfat dihidrogen (NaH 2 PO 4 ) sampai ph yang bertujuan tercapai. Siapkan ~75mL 0.125M buffer dihidrogen fosfat dari larutan stok(0.25m) Na 2 HPO 4 dan larutan stok (0.25M)NaH 2 PO 4 pada ph tertentu (grup meja harus menyiapkan satusatunya larutan dengan ph di antara 6,3 dan 7,8) dan temperatur ruangan. ~volume Na 2 HPO 4 yang dipakai ~volume NaH 2 PO 4 yang dipakai Caranya supaya dapat konsentrasi 0,125M buffer fosfat? Tabel 1: Ringkasan hasil pembuatan buffer dihidrogen fosfat kumpulkan data dari grup praktikum yang lain ph bertujuan Volume 0.25M Na 2 HPO 4 Volume 0.25M NaH 2 PO 4 Volume 0,125M buffer fosfat yg disiapkan 6,3 6,8 7,0 7,5 7,8 PENGENCERAN: Ingat. gram unsur dalam larutan = C x V dimana satuan C sama dengan g/liter dan satuan V sama dengan liter contoh (larutan sukrosa): volume = 0.2 liter; kadar = 50 g/l. jadi C x V = 50 g/liter x 0.2 liter = 10 g sukrosa yang dibutuhkan. atau supaya tahu kadarnya: contoh: 10g sukrosa diencerkan ke dalam volume 2 litre.. C x V = 10g C = 10g/ V =10g/ (2 liter) = 5g/liter Soal pengenceran: C 1 x V 1 = C 2 x V 2 Encerkan larutan dengan konsentrasi yang diketahui (C 1 ) supaya dapat konsentrasi (C 2 ) dan volume (V 2 ) tertentu jadi volume stok yang dibutuhkan adalah: V 1 = (C 2 x V 2 )/C 1 PRAKTIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA 3

Pengenceran serial: doubling dilution dan decimal dilution Caranya untuk doubling dilution. nomor tabung 1 2 3 4 5 6 7 8 pengenceran urea/glukosa stok 1:1 1:3 1:7 1:15 1:31 1:63 1:127 faktor 2 4 8 16 32 64 128 Caranya untuk decimal dilution nomor tabung 1 2 3 4 5 6 7 pengenceran urea/glukosa stok 0,3X 0,1X 0,03X 0,01X 0,003X 0,001X faktor 3 10 30 100 300 1000 Bagaimanakah pengertian nomenclature bagi pencgenceran: nomenclature artinya contoh 1:1 pengenceran seperdua (1/2) 1 bagian stok dalam 1 bagian pelarut Siapkan 5 ml 1:1 3% glukosa Volume final = 5 ml Jumlah bagian = 1+1 = 2 Volume per bagian = 5ml/2 = 2,5ml Jadi 2,5ml stok 3% glukosa dicampur dengan 2,5 0,3X pengenceran sepertiga (1/3) 1 bagian stok dalam 2 bagian pelarut pada faktor 4 pengenceran seperempat (1/4) 1 bagian stok dalam 3 bagian pelarut ml akudes Siapkan 1 ml 0,3X 3% glukosa Volume final = 1 ml Jumlah bagian = 1+ 2 = 3 Volume per bagian = 1 ml/3 = 0,33 ml Jadi 0,33 ml stok 3% glukosa dicampur dengan 0,67 ml akudes Siapkan 2 ml pengenceran pada faktor 4, 3% glukosa Volume final = 2 ml Jumlah bagian = 4 Volume per bagian = 2 ml/4 = 0,5 ml Jadi 0,5 ml stok 3% glukosa dicampur dengan 1,5 ml akudes Latihan pengenceran: Setiap grup praktikum mengerjakan semuanya. Siapkan 1012 tabung reaksi dalam rak tabung. Tandainya dengan spidol. Encerkan ke dalam tabung reaksi supaya volume yang disiapkan ± 2 ml. Pikirkanlah dulu supaya cara pengenceran yang Anda pakai efisien bagi bahan stok maupun alat/waktu. 1. 1:10 3% glukosa 2. 2:3 3% glukosa 3. Pengenceran serial: 0,1X, 0,01X dan 0,001X 3% glukosa 4. Pengenceran serial: 0,3X, 0,03X dan 0,003X 3% glukosa 5. Pengenceran serial: pada faktor 2, 4, 8 dan 16 3% glukosa PRAKTIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA 4

Pemeriksaan pengenceran dengan Reaksi Benedict: Reaksi Benedict dipakai untuk menunjukan keadaan glukosa atau sakarida lain yang bersifat reducing sugar. Kita akan menggunakan reaksi tersebut untuk memeriksa pengenceran yang dibuat diatas. 1. Sediakan 1012 tabung reaksi lagi dan tandai dengan spidol sesuai dengan pengenceran yang di atas. 2. Masukkan 5 ml reagensia Benedict ke dalam setiap tabung reaksi. Tambah 8 tetes larutan glukosa yang telah diencerkan. 3. Dikocok hingga homogen dan panaskan dalam water bath dengan air yang mendidih selama 5 menit. 4. Biarkan dingin dan perhatikan reaksinya 5. Isi hasil yang Anda peroleh dalam Tabel 2. Tabel 2: Hasil Pengenceran stok glukosa tabung pengenceran 3% glukosa 1 1:10 2 2:3 3 0,1X 4 0,01X 5 0,001X 6 0,3X 7 0,03X 8 0,003X 9 pada faktor 2 10 pada faktor 4 11 pada faktor 8 12 pada faktor 16 konsentrasi yg diprediksikan Hasil pemeriksaan Benedict (warna) Interpretasi hasil sesuai atau tidak dengan konsentrasi yang diprediksikan? Interpretasi: Warna Penilaian Kadar kh (khusus reaksi Benedict) Biru jernih negatif 0 Hijau/kuning hijau + <0,5% Kuning/kuning kehijauan ++ 0,5 1,0% Jingga +++ 1,0 2,0% Merah (ada endapan) ++++ >2,0% PRAKTIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA 5

Laporan Praktikum ph meter, Persiapan Larutan Penyangga Buat laporan praktikum, satu per kelompok. Jelaskan tujuannya dengan katakata Anda sendiri. Kalau ada perubahan dari yang ditulis di bahan penuntun praktikum ini, catatlah dalam laporan. Bahas secara singkat cara penggunaaan ph meter dan kesimpulan yang dapat Anda ambil dari bagian pembuatan buffer fosfat serta poinpoin yang boleh Anda simpulkan dari hasil pengenceran larutan stok glukosa 5%. Kalau ada hasil yang berbeda dari yang diharapkan, berikan beberapa alasan/penyebab yang memungkinkan untuk menjelaskan perbedaan tersebut. Kesalahan teknik kurang cukup sebagai penjelasan harus menerangkan kesalahan seperti apa yang mungkin menyebabkan hasil yang dibahas!! Berikanlah saran pada praktikum ini supaya praktikum selanjutnya lebih baik lagi. PRAKTIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA 6