BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBANGUNAN APLIKASI PENCATATAN PENANGANAN GANGGUAN PT. TELKOM REGIONAL BANDUNG

BAB II LANDASAN TEORI. bekerjasama untuk memproses masukan (input) yang ditunjukan kepada sistem

BAB II LANDASAN TEORI

6 Bab II Tinjauan Pustaka

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

FRAMEWORK PHP BERBASIS KOMPONEN UNTUK MEMBUAT FORMULIR DAN LAPORAN SECARA OTOMATIS ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN WEBSITE KOMUNITAS STUDI KASUS : KOMUNITAS FOTOGRAFI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSURATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA

PEMBUATAN APLIKASI PENERIMAAN OUTSOURCING BERBASIS WEB

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

DAFTAR SIMBOL. Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. berkelanjutan tentang kegiatan/program sehingga dapat dilakukan tindakan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM INFORMASI PENJUALAN TKT REKLAME MAGUWOHARJO SLEMAN NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Indri Pratiwi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. kerja sama dalam mencapai sasaran dan tujuan, Dengan adanya sistem maka lebih

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. uang, dan informasi. Sumber daya tersebut bekerjasama menuju

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI


BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET PERNIKAHAN PADA CV. SABILLAH MANDIRI JAKARTA

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM

DAFTAR SIMBOL. Simbol-simbol pada Usecase. No Simbol Nama Keterangan. Fungsionalitas yang disediakan. sistem sebagai unit-unit yang.

Gambar 4.1 Flowchart

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI APLIKASI PORTAL RENTAL MOBIL ONLINE BERBASIS WEB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web

Diagram Use Case. Pertemuan 3

BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xvii. DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang website. website

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

6 Bab II Tinjauan Pustaka

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lebih berarti bagi yang menerimanya. Definisi atau pengertian sistem secara

5 BAB II Tinjauan Pustaka

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Adapun analisis sistem akan dilakukan pada bagian gudang ruang lingkup

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMBUATAN APLIKASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB

ABSTRAK. Kata Kunci: Penjualan, pembelian, peramalan, Apotek Obat Kita, laporan. Universitas Kristen Maranatha

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Sistem Informasi Pembelajaran Online Pada SMK Dharma Paramitha Cakung Jakarta Timur

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III LANDASAN TEORI. ada berkaitan dengan sistem yang akan dibuat. Tujuannya adalah agar aplikasi ini

6 Bab II Tinjauan Pustaka

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU BERBASIS WEB PADA PONDOK PESANTREN AL- FATAH

Bab 3 Metode Perancangan

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

Juniardi Dermawan 1, Sari Hartini 2

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI


BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

`BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Material Requirement Planning (MRP) berbasis web pada CV. Mitra Techno Sains.

BAB I PENDAHULUAN. tersebut maka dari sekarang kita harus bisa mempersiapkan diri untuk. mengimbangi perkembangan teknologi dari waktu kewaktu.

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Konsep Dasar Sistem 2.1.1.Pengertian Sistem Menurut Tyoso (2016;1) pengertian sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan. Menurut Hutahaean (2014:2) Definisi sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu. Untuk kelancaran dan kelangsungan kegiatan pada Apotek Permata Purwakarta diperlukan sistem informasi data obat berbasis komputerisasi yang sesuai dan handal. Maka sistem lama harus dikembangkan guna mencapai sistem informasi yang sesuai pada sistem. Karena pada dasarnya komponen sistem saling dapat berinteraksi dan untuk mencapai tujuan tertentu yang sebelumnya haruslah melakukan sejumlah prosedur, metode dan cara kerja yang saling berinteraksi. Penerapan sistem informasi yang akurat dimaksudkan untuk membentuk suatu sistem yang menghimpun dan merangkai, baik yang berhubungan dengan pelanggan maupun obat. 8

9 2.1.2.Kasifikasi Sistem Klasifikasi sistem menurut Hutahean (2014;6) Sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang: 1. Klasifikasi sistem sebagai : a. Sistem abstrak Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. b. Sistem fisik Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. 2. Sistem Diklarifikasikan sebagai : a. Sistem Alamiyah Sistem alamiyah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. b. Sistem Buatan Manusia Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin. 3. Sistem Diklasifikasikan sebagai : a. Sistem Tertentu Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan. b. Sistem Tak Tentu Sistem tak tentu adalah sistem yang masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

10 4. Sistem Diklasifikasikan sebagai : a. Sistem Tertutup Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataanya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system. b. Sistem Terbuka Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik. 2.1.3.Karateristik Sistem Menurut hutahaean (2014;3) Supaya sistem itu dikatan sistem yang baik memiliki karateristik yaitu : 1. Komponen Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yan saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagianbagian dari sistem. 2. Batasan sistem (boundary) Balasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau denga lingkungan luarnya. Batasan sistem ini

11 memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. 3. Lingkungan luar sistem (environment) Lingkungan luar sistem (environment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem. 4. Penghubung sistem (interface) Penghubung sistem merupakan media penghubung anatara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung. 5. Masukan sistem (input) Masukan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukkan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem komputer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. 6. Keluaran sistem (output) Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer

12 menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan. 7. Pengolah sistem Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan megolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akuntansi akan mengolah data menjadi lapoan-laporan keuangan. 8. Sasaran sistem Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Sumber : Hutahean, (2014;5) Gambar II.1. Karateristik Sistem 2.1.4. Basis Data Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:43) Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat. Sistem informasi tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan akan

13 basis data apapun bentuknhya, entah berupa file teks ataupun Database Management System (DBMS). Kebutuhan basis data dalam sistem informasi meliputi : 1. Memasukkan, menyimpan, dan mengambil data 2. Membuat laporan bedasarkan data yang telah disimpan. 2.1.5. Model Pengembangan Perangkat Lunak Model waterfall menurut Sukamto dan Shalahudin (2018:28) adalah model air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linier) atau alur hidup klasik (classic life cycel). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahan pendukung (support). Sumber;halahudin dan Sukamto (2018:29) Gambar II.2. Ilustrasi Model Waterfall 1. Analisis kebutuhan perangkat lunak Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat

14 lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan. 2. Desain Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahan analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan. 3. Pembuatan kode program Desain harus ditranslasikan ke dalam program prangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain. 4. Pengujian Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. 5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance) Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau

15 pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru. 2.1.6. Penelitian Terkait Ada beberapa penelitian-penelitian terkait yang dibuat oleh beberapa peneliti diantaranya: 1. Hanik Mujiati (2015) Judul Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Stok Obat Pada Apotek Arjowinangun. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana membangun sistem informasi stok obat pada Apotek Arjowinangun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan perancangan sistem informasi stok obat pada Apotek Arjowinangun. 2. Dede Firmansyah Saefudin (2018) Judul Analisa Dan Perancangan Aplikasi Persediaan Obat Studi Kasus: Klinik Umum. Dari penelitian yang dilakukan, penulis menemukan kelemahan dari sistem yang digunakan selama ini dinilai kurang efektif dan efesien karena membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan informasi data persediaan obat (manual sistem), baik yang kadaluarsa ataupun yang berkurang. perancangan sebuah sistem informasi persediaan obat diharapkan dapat membantu pengguna dalam hal ini bagian persediaan untuk mengetahui informasi data stok maupun kadaluarsa pada persediaan obat secara efektif dan detail sampai dengan laporan persediaan dan informasi obat per kategori. 3. Desti Rahmi,dkk (2018) Judul Rancang Bangun Program Untuk Efektifitas Pengolahan Data Persediaan Obat Studi Kasus Apotik Angsana Fiesta. Kegiatan pencatatan mulai dari pencatatan data obat sampai penyimpanan data-

16 data lainnya yang berhubungan dengan proses penerimaan obat dan pengeluaran obat hingga sampai pembuatan laporan. Pada saat proses kegiatan berlangsung memungkinkan terjadi kesalahan dalam pencatatan dan kurang akuratnya laporan yang dibuat, keterlambatan dalam pencarian data-data yang diperlukan dan juga memerlukan banyak tenaga dan waktu sehingga efektifitas kerja tidak tercapai. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti merancang sebuah program aplikasi untuk membantu pengolahan data persediaan obat pada Apotik Angsana Fiesta. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan pengolahan data persediaan obat pada Apotik Angsana Fiesta dapat lebih efektif dan efisien. 4. Sifa Fauziah, dkk (2018) Judul Penerapan Metode FIFO Pada Sistem Informasi Persediaan Barang. Semakin besar jumlah persediaan barang yang dimiliki oleh PT Fivalco Indonesia, sekarang pemrosesan data di PT Fivalco Indonesia sering ada masalah dalam hal ketersediaan stok barang seperti kekurangan stok atau kelebihan stok bahkan perbedaan stok. Menyadari bahwa perusahaan yang sedang berkembang akan semakin banyak data yang diproses, maka PT Fivalco Indonesia membutuhkan program aplikasi untuk persediaan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi persediaan di PT Fivalco Indonesia yang dapat menentukan jumlah persediaan dalam mencakup semua pesanan dari konsumen dan juga suatu sistem informasi yang dapat mendukung semua kegiatan pada barang manajemen persediaan. Mengatasi permasalahan yang ada, penulis mencoba untuk menerapkan sistem informasi persediaan dengan metode FIFO menggunakan Microsoft Visual Basic dan database MySQL sehingga pengguna bekerja dalam manajemen persediaan agar efisien dan

17 efektif dan akan memudahkan departemen penjualan untuk menuntut barang keluar dan permintaan barang di perusahaan perlu memeriksa langsung ke gudang untuk mengetahui informasi tentang stok barang. 5. Samsinar, dkk (2015) Judul Analisa Perancangan Sistem Informasi Persediaan Obat Studi Kasus: Apotek Aini Farma. Persediaan obat merupakan faktor yang berpengaruh dalam setiap aktivitas apotek. Semakin bertambahnya pesanan obat meningkatkan kebutuhan akan sebuah sistem informasi yang mampu mengatasi kesulitan mendapatkan informasi persediaan obat dengan cepat dan akurat. Maka, penulis mencoba untuk merancang sebuah sistem informasi yang bisa membantu pengelolaan persediaan obat secara efektif dan efisien, Dalam perancangan sistem informasi persediaan obat ini penulis menggunakan metodologi berorientasi obyek yang memanfaatkan alat bantu seperti Activity Diagram, Use Case Diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram. Kemudian, Implementasi program menggunakan Visual Studio 2005 dengan Database MySQL. Sistem Informasi Persediaan Obat ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang sering timbul dan dapat membantu kegiatan pencatatan persediaan obat agar menjadi lebih lancar, efektif dan efisien. 2.2. Peralatan Pendukung (Tools system) Peralatan pendukung merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan model logika dari suatu program, model logika dari program lebih menjelaskan dari pemakaian bagaimana nantinya fungsi-fungsi dari program secara logika akan bekerja. 2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)

18 Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationsip Diagram (ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional. Sehingga jika menyimpan basis data pada OODBMS maka perancangan basis data tidak perlu menggunakan ERD. ERD memiliki beberapa aliran notasi seperti notasi chen (dikembangkan oleh Peter Chen), Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, Harry Ellis), Notasi Crow s Foot, dan beberapa notasi lain. Namun yang banyak digunkan adalah notasi dari Chen. (Sukamto dan Shalahuddin, 2018:50) disajikan kedalam bentuk table berikut ini:

19 Tabel II.1. Komponen Entity Relationship Diagram (ERD) Notasi Komponen Keterangan Nama_entitas Nama_atribut Nama_kunci_primer Nama_atribut Nama_atribut Use Case Nama_relasi Entitas/Entity Atribut Atribut primer Atribut kunci multinilai/multi value Entitas merupakan data inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer. Penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama table Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas. Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id. Kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama). Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki lebih dari satu. Relasi Relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja N Asosiasi/associ ation Penghubung antar relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian. Kemungkinan maksimum keterhubungan antara entitas yang lain disebut kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut denga none to many menghubungkan entitas A danentitas B Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2015:50)

20 Sumber : Sifa Fauziah,dkk (2018) Gambar.II.3. Entity Relationship Diagram (ERD) ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dari objek di dunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas. 1. 1:1 (one to one) Relasi yang terjadi antara suatu entity dengan entity lainnya yang memiliki hubungan 1:1. 2. 1:M (one to many) Relasi yang terjadi antara suatu entity dengan entity lainnya yang memiliki hubungan 1:M. 3. M:N (many to many) Relasi yang terjadi antara suatu entity dengan entity lainnya yang memiliki hubungan M:N. Pada relasi ini biasa digunakan tabel bantuan untuk memecahkan relasi tersebut menjadi 1:1 atau 1:M.

21 Sumber: Yanto (2016:40) Gambar.II.4. Contoh Derajat Kardinalitas 2.2.2. Logical Record Structure (LRS) Logical record structure (LRS) memiliki struktur record dari tabel yang ada di database yang direlasikan untuk mempermudah logika dari suatu program yang kita buat. Menurut Ladjamudin (2013:159) Logical Record Structure (LRS) merupakan hasil transformasi ERD ke LRS yang memulai proses kardinalitas dan menghilangkan atribut-atribut yang saling berelasi. Dapat disimpulkan bahwa logical record structure (LRS) merupakan cara atau teknik untuk menggambarkan basis data berupa relasi antar tabel yang mentransformasikan ERD ke LRS melalui proses kardinalitas. Pentransformasian ERD ke LRS ini memiliki aturan-aturan tertentu yang mempengaruhi langkah pentransformasian yaitu kardinalitas. Adapun kardinalitas tersebut (Ladjamudin, 2013:160) yaitu:

22 Permintaan *Kode_Bar *No_Ref Bagian Nama_Bar Jumlah Unit Work_Order *No_Work_Order Supervisior_Nama Chief_Engineer_Nama Work_Place/Floor Problem Work_Description Spare_Parts Work_Completed Work_Started Work_Checked Kode_Brg Tgl_Msi **No_AMM Pengambilan *Kode_Bar *Spare_parts Tanggal Jumlah Lokasi **No_Work_Orde Persediaan *Kode_Bar *Nama_Bar Type Merk Jumlah Unit Status **No_Ref **Spare_Parts AMM *No_AMM Tgl_Msi Kat Lok Peralatan Masalah Tindakan St Sumber (Ladjamudin;2013) Keterangan * : Primary Key ** : Foreign Key Gambar.II.5. Transformasi LRS 2.2.3. UML (Unified Modelling Language) Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:133) UML(Unified Modelling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek.

23 Bahasa pemrograman berorientasi objek yang pertama dikembangkan dikenal dengan nama simula-67 yang dikembangkan pada tahun 1967. Perkembangan aktif dari pemrograman berorientasi objek mulai menggeliat ketika berkembangnya bahasa pemrograman Small talk pada awal 1980-an. Pada 1996, Object Management Group (OMG) mengajukan proposal agar adanya standardisasi pemodelan berorientasi objek dan pada bulan September 1997 Unified Modelling Language (UML) diakomodasi oleh Object Management Group (OMG) sehingga sampai saat ini Unified Modelling Language (UML) telah memberikan konstribusinya yang cukup besar dalam metodologi berorientasi objek. 2.2.4. Diagram Aktivitas (Activity Diagram) Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:161), Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu di perhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram aktivitas menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:162):

24 Tabel II.2. Simbol-simbol diagram aktivitas No Simbol Deskripsi 1 Status Awal Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal. 2 3 Aktivitas State 1 Percabangan Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasaya diawali dengan kata kerja Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu 4 5 6 Penggabungan/join Penggabungan/join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu Status akhir Status akhir yang dilakukan oleh sistem sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir Swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018:161

25 Asisten Apoteker Apoteker Pimpinan Meminta obat [tersedia] Cek Obat [habis/tinggal sedikit] Terima Obat Serahkan Obat Beri Terima Konfirmasi Konfirmasi Sumber : Samsinar,dkk (2015) Gambar II.6. Diagram Activity 2.2.5. Use Case Diagram Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:155), Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem informasi yang akan dibuat.secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram use case menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:156):

26 No Simbol Deskripsi Tabel II.3. Simbol-simbol diagram use case 1 Use Case Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit yang saling bertukar pesanantar unit atau actor biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja diawal frase nama use case 2 3 Top Package:: Actor4 Asosiasi/associati on Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang tapi aktor belum tentu merupakan orang biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor Komunikasi antar aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor 4 Extensi/extend «extends» Relasi use case tambahan kesebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu mirip dengan prinsip inheritance pada pemrograman berorientasi objek biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan, misal Validasi user name «extends» Validasi user «extends» Validasi sidik jari 5 6 Generalisasi generalization << include>> Arah panah dengan mengarah pada use case yang ditambahkan biasanya use case yang menjadi extend-nya merupakan jenis yang sama dengan use case yang menjadi induknya. Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari yang lainnya Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini ada dua sudut pandang yang cukup besar mengenai include di use case Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2018:155

27 Entity Data Pegawai Apoteker Entity Data Supplier Entity Data Obat Sumber : Samsinar,dkk (2015) Gambar II.7. Use Case Diagram 2.2.6. Diagram Kelas (Class Diagram) Sukamto dan Shalahuddin (2018:141), Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. 1. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. 2. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram kelas menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:146):

28 Tabel II.4 Simbol-simbol diagram kelas No Simbol Deskripsi 1 Kelas Top Package:: Kelas pada struktur sistem 2 Antarmuka/interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek 3 4 Asosiasi/association Asosiasi berarah/directed association Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity 5 6 Generalisasi Kebergantungan / dependensi Relasi antar kelas dengan makna generalisasi spesialisasi (umum khusus) Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar kelas 7 Agragasi/aggregation Relasi antar kelas dengan makna semua bagian (whole part) Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018:141)

29 Sumber : Winata dan Setiawan (2013:38) Gambar II.8. Contoh Class Diagram 2.2.7. Diagram Sekuen (Sequence Diagram) Sukamto dan Shalahuddin (2018:165), Sequence diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirim dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sequence maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case. Banyaknya diagram sekuen yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup dalam diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak. Berikut adalah simbolsimbol yang ada pada diagram sekuen menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:165) :

30 Tabel II.5. Simbol-simbol diagram sekuen No Simbol Deskripsi 1 Aktor Atau Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang tapi aktor belum tentu merupakan orang biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor 2 Nama Aktor Garis hidup/lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek 3 Objek Nama Objek : : Nama kelas Menyatakan objek yang berinteraksi 4 5 Waktu aktif S y st e m Pesan tipe create <<create>> Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi, semuanya yang terhubung dengan waktu aktif ini adalah sebuah tahapan yang dilakukan didalamnya misalnnya S y 1: login() st e m 2: cekstatuslogin() 3: open() Maka cek status login () dan open () dilakukan didalam metode login (). Aktor tidak memiliki waktu aktif. Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat 6 7 Pesan tipe call 1 : nama_metode() Pesan tipe send 1 : masukkan Menyatakan suatu objek memanggil Operasi metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri, 1 : nama_metode() Arah panah mengarah pada objek yang memiliki operasi/metode, karena ini memanggil operasi metode maka operasi/metode yang dipanggil harus ada pada diagram kelas sesuai dengan kelasobjek yang berinteraksi. Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan data/masukkan/informasike objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirim 8 Pesan tipe return 1 : keluaran Menyatakan bahwa suatu objek yang Telah menjalankan suatu operasi atau Metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian 9 Pesan tipe destroy <<destroy>> Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri,sebaliknya jika ada create maka ada destroy Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018:165)

31 Gambar II.6. Daigram Sequence Sumber : Yulianti (2015) Gambar II.9. Contoh Sequence Diagram 2.2.8. Pengertian Java Menurut Sukamto dan Shalahudin (2018:103) menjelaskan, java adalah bahasa pemrograman objek murni karena semua kode programnya dibungkus dalam kelas. 2.2.9. Pengertian MySQL Kadir (2013:15), MySQL adalah nama database server. Database server adalah server yang berfungsi untuk menangani database. Database adalah suatu pengorganisasian data dengan tujuan memudahkan penyimpanan dan pengaksesan data. Dengan menggunakan MySQL, kita bisa menyimpan data dan kemudian data bisa diakses dengan cara yang mudah dan cepat. 2.2.10. Pengertian XAMPP Nugroho (2013:1), XAMPP adalah paket program web lengkap yang dapat anda pakai untuk belajar pemrograman web, khususnya PHP dan MySQL, paket ini dapat di download secara gratis dan legal.