SASARAN Semua Tenaga Pelayanan Kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan. METODE Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Kunjungan lapangan, Praktek



dokumen-dokumen yang mirip
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN ATAS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG

BAB II LANDASAN TEORI. sistem informasi terdiri dari input, proses dan output seperti yang terlihat pada

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TINJAUAN LAMA WAKTU PENDISTRIBUSIAN REKAM MEDIS DILIHAT DARI LOKASI PENYIMPANAN. DI RSJ Dr. SOEHARTO HEERDJAN

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS)

BAB I PENDAHULUAN. menular maupun tidak menular (Widyaningtyas, 2006). bayi dan menempati posisi pertama angka kesakitan balita.

DAFTAR ISI Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined.

Buku Pedoman Praktek Kerja untuk Trainee Praktek Kerja

ANALISA KEBUTUHAN TEMPAT TIDUR PADA BANGSAL KELAS III RSUD KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERHITUNGAN INDIKATOR BARBER JOHNSON TAHUN

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NO.PER-01/MEN/1998

STRATEGI NASIONAL PENGENDALIAN TB DI INDONESIA

GUBERNUR PROVINSI MALUKU PERATURANDAERAH PROVINSIMALUKU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM KESEHATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG

PEDOMAN PEMBINAAN PEDAGANG BESAR FARMASI

PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2014 TENTANG

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi

Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI

Transkripsi:

PENDAHULUAN Health Care Associated Infection ( HAIs) atau Infeksi sehubungan dengan pelayanan kesehatan merupakan masalah serius bagi semua sarana pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data WHO sekitar 3 21 % atau rata rata 9 % kejadian infeksi. Data infeksi nosokomial di RSJHK periode 2001-2006 sekitar 5 %.. Kejadian infeksi ini dapat menghambat proses penyembuhan dan pemulihan pasien, bahkan dapat menimbulkan peningkatan morbiditas, mortalitas, dan memperpanjang lama hari rawat, sehingga biaya meningkat dan akhirnya mutu pelayanan di sarana kesehatan akan menurun. Tak dipungkiri lagi untuk masa yang akan datang dapat timbul tuntutan hukum bagi sarana pelayanan kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan selain memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif juga memberikan pelayanan preventif dan promotif, sehingga kejadian infeksi sehubungan dengan pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian bagi seluruh pemberi pelayanan kesehatan dimana saja dan kapan saja pelayanan kesehatan diberikan. Oleh karena hal tersebut diatas sudah saatnya semua sarana pelayanan kesehatan dimana saja,kapan saja dan kepada siapa saja pelayanan kesehatan diberikan harus melaksanakan program pencegahan pengendalian infeksi. Salah satu program dari program pencegahan pengendalian infeksi sehubungan dengan pemberian pelayanan kesehatan adalah Pendidikan dan Pelatihan Dasar Pencegahann Pengendalian Infeksi di Pelayanan Kesehatan. Untuk itu Rumah Sakit, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sudah saatnya melaksanakan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Untuk mencapai program ini dengan baik dan benar perlu mengadakan pelatihan Pencegahan Pengendalian Infeksi terkait Pelayanan Kesehatan kepada seluruh staf rumah sakit. 1

TUJUAN Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga pelayanan kesehatan tentang upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan pelayanan kesehatan.. SASARAN Semua Tenaga Pelayanan Kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan. METODE Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Kunjungan lapangan, Praktek WAKTU PELAKSANAAN Pelaksanaan Pelatihan PPI Tingkat Dasar dan Lanjut dilaksanakan 3 (tiga) hari, PPI Tingkat Umum 2 (dua) hari (tanggal pelaksanaan dibicarakan 1 bulan sebelum pelaksanaan) TEMPAT PELAKSANAAN Pelaksanaan Pelatihan di Rumah Sakit masing masing ( Rumah Sakit yang menentukan tempat) NARA SUMBER 1. Dr. dr. Sutoto, M.Kes (Ketua Umum PERSI) 2. dr. Latre Buntaran, SpMK (Ketua Kompartemen Pengendalian Infeksi RS PERSI) 3. Costy Pandjaitan, CVRN, SKM, MARS (Kompartemen Pengendalian Infeksi RS PERSI) 4. Gortap Sihotang, S.Kep (Ketua IPCN RSCM) 5. Ns. Siti Rochani, SKp (Kepala CSSD RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita) 2

A. MATERI PELATIHAN ( TINGKAT DASAR) Materi dasar 1. Kebijakan Kemkes dalam upaya PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya 2. Keselamatan pasien di pelayanan kesehatan 3. Persiapan Akreditasi PPI versi terbaru Materi Inti 1. Konsep Dasar Healtcare Associated Infections 2. Peran dan Fungsi ICP (Infection Control Practicioner) 3. Epidemiologi Dasar 4. Kewaspadaan Isolasi 5. Kebersihan tangan 6. Dekontaminasi peralatan perawatan pasien 7. Penggunaan Alat Pelindung Diri 8. Manajemen Limbah Kesehatan 9. Manajemen Lingkungan Kesehatan 10. Pemeliharaan Kesehatan Karyawan 11. Manajemen Linen & Laundry 12. Mikrobiologi Dasar 13. Penggunaan Antimikroba yang rasional 14. Pencegahan Infeksi di Instalasi Gizi 15. Pencegahan Infeksi Luka Operasi berhubungan dengan luka insisi 16. Pencegahan Infeksi Saluran Kemih berhubungan dengan penggunaan kateter urine menetap 17. Pencegahan Infeksi Ventilator Associated Infection berhubungan dengan pemakaian ventilasi mekanik 18. Pencegahan Infeksi Aliran Darah Primer berhubungan dengan pemasangan kateter vena sentral 19. Surveilens HAIs 3

20. Audit PPI 21. ICRA Materi Penunjang 1. Membangun Komitmen pembelajaran/ Building Learning Commitment ( BLC) 2. Rencana Tindak Lanjut 3. Kunjungan lapangan B. MATERI PELATIHAN ( TINGKAT LANJUT) Materi Dasar 1. Review Patient Safety Materi Inti 1. Konsep Dasar Healtcare Associated Infections 2. Review Kewasapadaan Isolasi 3. Review Disinfection and Sterilizastion 4. Pencegahan Pengendalian Infeski di ruang khusus 5. Pencegahan Infeksi Saluran Kemih berhubungan dengan penggunaan kateter urine menetap 6. Pencegahan Infeksi Ventilator Associated Infection berhubungan dengan pemakaian ventilasi mekanik 7. Pencegahan Infeksi Aliran Darah Primer berhubungan dengan pemasangan kateter vena sentral 8. Penyakit Infeksi TB 9. Surveilens Lanjut 10. Statistik Lanjut 11. ICRA 12. KLB 13. Struktur Bangunan RS 14. AUDIT 4

Materi Penunjang 1. Membangun Komitmen Pembelajaran / Building Learning Commitment ( BLC) 2. Rencana Tindak Lanjut 3. Kunjungan lapangan SASARAN Tenaga Perawat dan Dokter yang sudah mengikuti pelatihan tingkat dasar. C. MATERI PELATIHAN ( TINGKAT UMUM) Materi Dasar 1. Kebijakan Kemkes dalam upaya PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya 2. Peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi 3. Keselamatan pasien di pelayanan kesehatan Materi Inti 1. Konsep Dasar Healtcare Associated Infections 2. Kewaspadaan Isolasi 3. Kebersihan tangan 4. Dekontaminasi peralatan perawatan pasien 5. Penggunaan Alat Pelindung Diri 6. Manajemen Limbah Kesehatan 7. Manajemen Lingkungan Kesehatan 8. Pemeliharaan Kesehatan Karyawan 9. Manajemen Linen & Laundry 10. Persiapan Pengambilan dan Pengiriman sample specimen 5

Materi Penunjang 4. Membangun Komitmen pembelajaran / Building Learning Commitment ( BLC) 5. Rencana Tindak Lanjut 6. Kunjungan lapangan SASARAN Semua tenaga non keperawatan dan medis yang bekerja di rumah sakit BIAYA A. PPI TINGKAT DASAR Rp. 35.000.000,- B. PPI TINGKAT LANJUT Rp. 35.000.000,- C. PPI TINGKAT UMUM Rp. 25.000.000,- Biaya Pelatihan di tanggung oleh Rumah Sakit masing masing. Biaya penyelenggaraan sudah termasuk : 1. Materi Pelatihan untuk 30 orang peserta 2. Honor Pembicara 3. Sertifikat Biaya tidak termasuk pajak, akomodasi, dan transport pembicara bagi penyelenggaraan di luar kota Jakarta. Biaya tidak termasuk sewa tempat dan makan peserta. Bila ada tambahan peserta, biaya 1 (satu) orang peserta di kenakan sebesar Rp. 250.000,- untuk Jabodetabek, dan Rp. 350.000,- diluar Jabodetabek. Dan jumlah peserta dibatasi hanya 45 orang. Pembayaran di transfer 1 (satu) minggu sebelum penyelenggaraan ke Rekening PERSI : Bank Mandiri cabang RS Islam Jakarta No. Rekening : 120.0001061972 A.n : Perhimpunan RS SeIndonesia (PERSI) 6