BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA



dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masa kehamilan (Prawirohardjo, 2000). Menurut Manuaba (2001), tujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.

BAB I PENDAHULUAN. masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses kerja sehingga menjadi kurang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. langsung, kelelahan otot, atau karena kondisi-kondisi tertentu seperti

BAB I PENDAHULUAN. sehingga manakala seseorang menderita sakit maka seseorang akan

BAB I PENDAHULUAN. berfungsi sebagai penyanggah berat badan, yang terdiri dari beberapa bagian yakni salah

BAB 1 PENDAHULUAN. peningkatan peran serta masyarakat untuk lebih aktif. Aktivitas manusia sangat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dengan persalinan (Cunningham, 2006). Menurut Kemenkes RI (2010), pada

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

tumpul, aching, dan menyebar, yang dapat berubah menjadi nyeri akut pada saat rahang berfungsi serta menyebabkan disfungsi mandibular berupa

BAB I PENDAHULUAN. bertambah cenderung lebih cepat (Bandiyah, 2009). tujuh tulang (vertebra) dengan bantalan lunak (cakram) antara masing-masing

TUGAS CASE LBP E.C. SPONDILOSIS. 1. Pemeriksaan Lasegue, Cross Lasegue, Patrick, dan Contra-Patrick

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tingkat derajad kesehatan masyarakat secara makro. Berbagai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ergonomi adalah ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau

SKRIPSI HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN TIMBULNYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI MOBIL

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bagian yakni salah satunya bagian leher yang mempunyai peranan sangat

BAB I PENDAHULUAN. duduk terlalu lama dengan sikap yang salah, hal ini dapat menyebabkan

BAB I PENDAHULUAN. nyeri tak tertahankan, mempengaruhi tangan, punggung, leher, lengan, bahkan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. angka kematian bayi, angka kelahiran, dan angka kematian ibu.( A.Gde Munin

PENGARUH TERAPI TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN ULTRASOUND PADA LOW BACK PAIN KINETIK

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA LOW BACK PAIN SPONDYLOSIS LUMBALIS 4-5 DENGAN MWD ULTRA SOUND DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE DI RSUD SRAGEN

TUGAS AKHIR ANALISIS POSTUR KERJA PENYEBAB CUMULATIVE TRAUMA DISORDERS

Tujuan pendidikan kesehatan

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. populasi pada usia>50 tahun dan sering terjadi pada usia didapatkan pada usia tahun. Di Amerika Serikat, kasusnyeri

BAB I PENDAHULUAN. Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan. sehingga dengan demikian walaupun etiologi LBP dapat bervariasi dari yang

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan di setiap negara. Di dunia, sedikitnya 50% dari semua petugas. mencapai 80% dari semua tenaga kesehatan.

HUBUNGAN BERDIRI LAMA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK PADA PEKERJA KASIR

BAB 1 PENDAHULUAN. langsung dan tidak langsung, kesehatan masyarakat juga perlu. With Low Back Pain : A Randomized Controllled Trial Bukti juga

berhubungan dengan kesehatan diklasifikasikan sebagai berikut :

Gambar 1.1. Susunan ruas tulang belakang manusia (Mow dan Hayes, 1997).

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai fungsi penting yaitusebagai stabilisasi serta mobilisasi tubuh.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA

BAB I. gejala utama nyeri di daerah tulang punggung bagian bawah. 1

BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan termasuk salah satunya bidang kesehatan. Pembangunan di bidang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. saat lahir kurang dari gram. Salah satu perawatan BBLR yang

BAB 1 PENDAHULUAN. kesehatan kerja bagi tubuh dalam aspek ergonomi (Windi, Rasmidar Samad 2015).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang lebih modern masyarakat juga mengalami perubahan dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. satu hal dan pengetahuan umum yang berlaku bagi keseluruhan hal

BAB II TINJAUAN TEORITIS. berarti bahwa perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk

BIOPSIKOLOGI Unita Werdi Rahaeng ANATOMI SISTEM SARAF DAN OTAK

UNIT KESELAMATAN DAN KESIHATAN PEKERJAAN UNIVERSTI MALAYSIA PERLIS Risalah Kesihatan Bulan Ogos 2008.

BAB I PENDAHULUAN. ergonomi dan psikososial yang berdampak pada kesehatan pekerja.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN WILLIAM S FLEXION EXERCISES PADA INTERVENSI SHORT WAVE DIATHERMY DAN TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION PADA

MUSCULOSKELETAL DISORDERS. dr.fauziah Elytha,MSc

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengetahui dengan objek yang diketahui. Namun dalam pertemuan ini subjek tidak

BAB I PENDAHULUAN. Menurut International Labor Organization (ILO) dalam Nurhikmah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang

BAB I PENDAHULUAN. aktifitas sehari- hari, beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan masyarakat

REHABILITASI PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH. Oleh: dr. Hamidah Fadhil SpKFR RSU Kab. Tangerang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Imunisasi adalah memberi kekebalan terhadap penyakit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. langsung, kelelahan otot, atau karena kondisi-kondisi tertentu seperti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan termasuk salah satunya di bidang kesehatan. Pembangunan di bidang

BAB I PENDAHULUAN. seperti HNP, spondyloarthrosis, disc migration maupun patologi fungsional

Instabilitas Spinal dan Spondilolisthesis

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. seumur hidup sebanyak 60% (Demoulin 2012). Menurut World Health

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

PERANCANGAN PEMBELAJARAN PENGENALAN RANGKA MANUSIA DENGAN METODE COMPUTER BASED INSTRUCTION

Bab 10 NYERI. A. Tujuan pembelajaran

kemungkinan penyebabnya adalah multifactorial sehingga sulit untuk mengetahui penyebab pasti dari keluhan tersebut dan kebanyakan LBP pada usia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LOW BACK PAIN. Oleh : Erni Maryam Annisa Febrieza

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu gerak yang merupakan kebutuhan dasar manusia untuk beraktivitas

BAB II. Tinjauan Pustaka. respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar).

dengan processus spinosus berfungsi sebagai tuas untuk otot-otot dan ligamenligamen

BAB I PENDAHULUAN. pegal yang terjadi di daerah pinggang bawah. Nyeri pinggang bawah bukanlah

HUBUNGAN SIKAP DUDUK SALAH DENGAN TERJADINYA SKOLIOSIS PADA ANAK USIA TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI JETIS 1 JUWIRING

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Untuk itu peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam rangka menciptakan. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pada

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI PASKA OPERASI HERNIA NUCLEUS PULPOSUS DI VERTEBRA L5-S1 DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian punggung bawah. Bahagian punggung berupa sebuah struktur kompleks terdiri daripada tulang, otot, dan jaringan-jaringan lain yang membentuk bahagian posterior tubuh, dari leher sehingga ke tulang pelvis. Bahagian tengah berupa kolumna spinal, yang bukan sahaja menyokong bahagian atas tubuh tetapi berupa tempat letaknya dan perlindungan saraf tunjang (spinal cord), jaringan saraf-saraf sensitif yang membawa sinyal-sinyal yang mengatur pergerakkan tubuh dan membawa impulsimpuls sensasi. Tulang-tulang vertebra, terdiri daripada 30 tulang, tersusun satu di atas satu laginya, membentuk kolumna spinalis. Setiap tulang tersebut mempunyai suatu lubang yang agak bulat, yang apabila tersusun mengikut aturan yang benar membentuk suatu saluran yang mengelilingi saraf spinalis. Saraf spinalis menurun dari tapak otak dan mengekstensi sehingga sedikit di bawah tulang-tulang interkostal. Nervus-nervus kecil (akar) masuk dan keluar dari saraf spinalis melalui ruang-ruang di antara vertebra. Disebabkan tulang-tulang spinal terus berkembang lama selepas saraf spinalis mencapai panjang maksimalnya semasa awal pertumbuhan kanak-kanak, akar saraf spinalis (nerve roots) untuk punggung bawah dan ektremitas bawah memanjang beberapa inci menuruni kolumna spinalis sebelum keluar. Gumpalan saraf-saraf akar ini digelar pada awalnya oleh pakar-pakar anatomi sebagai cauda equine, atau ekor kuda (horse s tail). Ruangan di antara vertebra dilindungi oleh tulang rawan yang bulat dan lembut yang disebut cakram intervetebral (intervertebral disk) yang meningkatkan fleksibilitas pada punggung bawah dan berfungsi sebagai pemampat tekanan sepanjang kolumna spinalis untuk melindungi tulang-tulang vertebra semasa pergerakkan tubuh. Jaringan-jaringan ligamen dan tendon memegang tulang-tulang vertebra di tempatnya dan melekatkan otot-otot kepada kolumna spinalis.

Bermula dari atas, bahagian punggung mempunyai empat regio: Tujuh tulang servikal atau vertebra leher (C1-C7) Dua belas tulang thoracic atau vertebra punggung atas (T1-T12) Lima tulang lumbar atau vertebra punggung bawah (L1-L5) Lima tulang sacrum dan tulang koksik, yang tercantum pada tapak punggung. Gambar 2.1 Kolumna Vertebra

Gambar 2.2 Vertebra Lumbar (tersusun) Punggung bawah mempunyai fungsi yang penting pada tubuh manusia, antaranya memberi sokongan struktur, pergerakkan, dan proteksi untuk jaringan-jaringan tubuh. Semasa berdiri, punggung bawah berperan menyokong berat tubuh bahagian atasnya. Semasa seseorang bongkok, ektensi, atau rotasi pada bagian pinggang, punggung bawah membantu melaksanakan gerakan. Oleh karena itu, apabila terdapat kelainan pada struktur-struktur yang berperan menahan berat tubuh, dapat terdeteksi semasa berdiri tegak atau melakukan pergerakkan. Selain itu, punggung bawah berperan melindungi jaringan lunak sistem saraf pusat yang mempersarafi bahagian lumbar serta ekstremitas bawah, serta organ-organ daerah pelvis dan abdomen.

2.2 Pengertian nyeri punggung bawah Nyeri punggung bawah, atau lumbago, berupa kelainan muskuloskeletal yang sering ditemukan, yang mempengaruhi hampir setiap orang pada suatu waktu dalam kehidupan. Nyeri punggung bawah berupa penyebab paling utama tenaga kerja mengambil cuti sakit atau mempunyai disabilitas berbanding penyakitpenyakit lain. Nyeri punggung bawah ini bisa akut, subakut, atau kronis berdasarkan durasi. (NIH, 2008) 2.3 Dampak nyeri punggung bawah pada manusia. Nyeri punggung bawah mempunyai dampak yang ketara dalam kehidupan manusia, di mana nyeri tersebut menyebabkan gangguan atau disabilitas pada kehidupan seharian penderita. Penyebab nyeri punggung bawah bervariasi, dengan kebanyakkan kasus disebabkan terseliuh atau ketegangan pada otot dan jaringan lunak pada tulang belakang. Pada bahagian terbawah tulang belakang, beberapa pasien menderita nyeri tailbone; juga disebut nyeri coccyx atau coccydynia. Pasien lain pula menderita nyeri pada tempat penyambungan tulang belakang dengan tulang pelvis, disebut disfungsi sudut sakroiliaka. Penyebab fisik termasuk osteoathritis, rheumatoid arthritis, degenerasi cakram antara vertebra (herniasi), fraktur vertebra, atau spasme otot. Nyeri punggung bawah dapat diklasifikasi kepada tiga tipe berdasarkan durasi nyeri, yaitu akut (dalam 4minggu), subakut (4-12minggu), dan kronis (12minggu ke atas). Di bawah ini berupa beberapa penyebab lain nyeri punggung bawah yang berkait dengan penyebab-penyebab seperti berikut: 1. Skoliosis 2. Spondilolitiasis 3. Artritis 4. Stenosis spinal 5. Kehamilan

6. Batu ginjal 7. Infeksi 8. Endometriosis 9. Fibromialgia 10. Stress Nyeri punggung bawah yang disebabkan mekanik tubuh yang tidak benar atau penyebab nontraumatika dapat diprevensi melalui kombinasi senaman yang tidak menambahkan ketegangan/ terseliuh punggung bawah, menjaga postur tubuh yang benar, serta mengangkat beban dengan baik dan benar dapat prevensi nyeri punggung bawah. Kebanyakkan nyeri yang dipengaruhi kerja (work related injuries) adalah disebabkan atau diagrevasi stressor-stressor seperti angkat beban berat, stress kontak (kontak berulang/konstan antara tubuh dengan objek yang keras atau tajam seperti mesin penukul), vibrasi, pergerakkan berulang, serta postur tubuh yang jangkal, aneh. Dengan aplikasi prinsip-prinsip egronimis; menggunakan perabot dan peralatan untuk mengelakkan nyeri atau kecelakaan pada tubuh, di tempat kerja atau di rumah dapat menurunkan dengan ketara resiko nyeri punggung bawah serta menjaga kesehatan punggung bawah. 2.4 Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2003) pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan tersebut menjadi panca indera manusia yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga, perilaku dalam bentuk pengetahuan yakni dengan mengetahui situasi atau rangsangan dari luar. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Apabila perilaku didasari pengetahuan, kesadaran dan sikap positif maka perilaku

tersebut akan bersifat langgeng (long lasting). Sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama. Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan yakni: 1. Tahu (Know). Diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. 2. Memahami (Compression). Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. 3. Aplikasi (Application). Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya (real). 4. Analisis (Analysis). Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya antara satu sama lain. 5. Sintesis (Synthesis). Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru dari formulasi-formulasi yang ada. 6. Evaluasi (Evaluation). Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian-penilaian itu suatu kriteria yang telah ada.

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara dan kuesioner yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden yang dipilih. 2.4.1 Pengetahuan nyeri punggung bawah Pengetahuan mengenai nyeri punggung bawah tidak selalu sama dengan sikap terhadap nyeri tersebut. Pengetahuan saja belum cukup menjadi kesiapan untuk melakukan kegiatan, seperti halnya sikap. Pengetahuan tentang nyeri punggung bawah baru bisa menjasi suatu sikap apabila pengetahuan tersebut disertai oleh kesiapan untuk bertindak sesuai dengan perasaannya. Demikian juga halnya dengan pengetahuan mengenai komplikasi nyeri punggung bawah, tidaklah selalu sama dengan sikapnya terhadap mengelakkan nyeri punggung bawah. Misalnya bagi masyarakat umum, perilakunya untuk duduk atau beraktifitas dengan cara yang dapat menimbulkan nyeri punggung bawah, akibat perilakunya yang sudah menjadi kebiasaanya selama bertahuntahun lamanya cenderung meniadakan akibat yang bersikap negatif daripada perilakunya. 2.5 Tindakan Menurut Notoatmodjo (2003), suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. Untuk terwujudnya sikap agar menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. Beberapa tingkatan dari tindakan adalah: 1. Persepsi (Perception). Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil, merupakan praktek tingkat pertama. 2. Respon terpimpin (Guided Response). Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar sesuai dengan contoh, merupakan indicator praktek tingkat kedua.

3. Mekanisme (Mechanism). Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, ini sudah mencapai praktek tingkat ketiga. 4. Adaptasi (Adaptation). Adaptasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasinya tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut.