Tingkat Pengetahuan Caregiver Skizofrenia dengan Kekambuhan Pasien The Level Of Caregiver Schizophrenia Knowledge With Relaps Patient

dokumen-dokumen yang mirip
SKRIPSI PENGARUH FREKUENSI PEMBINAAN DAN INTERAKSI PSIKORELIGIUS KELUARGA TERHADAP JANGKA WAKTU KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA

HUBU GA DUKU GA KELUARGA DE GA KEPATUHA KO TROL BEROBAT PADA KLIE SKIZOFRE IA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMI O GO DOHUTOMO SEMARA G

Volume VI Nomor 4, November 2016 ISSN: PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sehat, maka mental (jiwa) dan sosial juga sehat, demikian pula sebaliknya,

BAB I PENDAHULUAN. genetik, faktor organo-biologis, faktor psikologis serta faktor sosio-kultural.

BAB I PENDAHULUAN. penyimpangan dari fungsi psikologis seperti pembicaraan yang kacau, delusi,

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PASIEN MINUM OBAT DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN

BIAYA RIIL DAN ANALISIS KOMPONEN BIAYA YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA KASUS SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RSJ SAMBANG LIHUM

BAB I PENDAHULUAN. dengan kehidupan sehari-hari, hampir 1 % penduduk dunia mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Kasus gangguan jiwa berat mendapatkan perhatian besar di berbagai negara. Beberapa

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN PASIEN HALUSINASI DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN HALUSINASI

HUBU GA DUKU GA KELUARGA DE GA DURASI KEKAMBUHA PASIE SKIZOFRE IA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMI O GO DOHUTOMO SEMARA G

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. utama dari penyakit degeneratif, kanker dan kecelakaan (Ruswati, 2010). Salah

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLI KLINIK RUMAH SAKIT JIWA Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. yang utuh untuk kualitas hidup setiap orang dengan menyimak dari segi

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang pesat menjadi stresor pada kehidupan manusia. Jika individu

BAB 1 PENDAHULUAN. melanjutkan kelangsungan hidupnya. Salah satu masalah kesehatan utama di dunia

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana. tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain,

BAB I PENDAHULUAN. efektif, konsep diri yang positif dan kestabilan emosional (Videbeck, 2011).

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L

BAB I PENDAHULUAN. ringan dan gangguan jiwa berat. Salah satu gangguan jiwa berat yang banyak

BAB I PENDAHULUAN. berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) di dalam satu atau lebih. fungsi yang penting dari manusia (Komarudin, 2009).

HUBUNGAN PERSEPSI KELUARGA TENTANG SKIZOFRENIA DAN EKSPRESI EMOSI KELUARGA DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA DI IRD RSJ PROVINSI BALI

HUBUNGAN KELUARGA PASIEN TERHADAP KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RUMAH SAKIT JIWA ACEH

BAB 1 PENDAHULUAN. serta perhatian dari seluruh masyarakat. Beban penyakit atau burden of disease

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI POLIKLINIK RS JIWA DAERAH PROPSU MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. Skizofrenia menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan penurunan semua fungsi kejiwaan terutama minat dan motivasi

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan dinamisnya kehidupan masyarakat. Masalah ini merupakan

ABSTRAK. Kata Kunci: Manajemen halusinasi, kemampuan mengontrol halusinasi, puskesmas gangguan jiwa

BAB I PENDAHULUAN. Gangguan jiwa yang terjadi di Era Globalisasi dan persaingan bebas

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai. salah satunya adalah pembangunan dibidang kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan gejala-gejala positif seperti pembicaraan yang kacau, delusi, halusinasi,

KARAKTERISTIK DAN VARIASI DIAGNOSIS KUNJUNGAN PASIEN DI POLIKLINIK JIWA RSUP SANGLAH

BAB 1 PENDAHULUAN. klinis bermakna yang berhubungan dengan distres atau penderitaan dan

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN

BAB 1 PENDAHULUAN. stressor, produktif dan mampu memberikan konstribusi terhadap masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar Negara Republik. gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Gangguan psikosis adalah gangguan kejiwaan berupa. hilang kontak dengan kenyataan yaitu penderita

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan Jiwa menurut Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa tahun

BAB I PENDAHULUAN. Gangguan jiwa yang terjadi di Era Globalisasi dan persaingan bebas

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP PENGASUHAN DARI ORANG TUA DENGAN ANAK PENYANDANG RETARDASI MENTAL DI SLB-C KOTA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. ketidaktahuan keluarga maupun masyarakat terhadap jenis gangguan jiwa

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat serius dan memprihatinkan. Kementerian kesehatan RI dalam

BAB I PENDAHULUAN. gangguan kesehatan lainnya ( Samuel, 2012). Menurut Friedman, (2008) juga

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018

BAB I PENDAHULUAN. adalah skizofrenia. Skizofrenia adalah kondisi maladaptif pada psikologis dan

HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DENGAN KUALITAS HIDUP KLIEN SKIZOFRENIA DI KLINIK KEPERAWATAN RSJ GRHASIA DIY

BAB I PENDAHULUAN. kecacatan. Kesehatan jiwa menurut undang-undang No.3 tahun 1966 adalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian. perjalanan kronik dan berulang. Skizofrenia biasanya memiliki onset pada masa

BAB I PENDAHULUAN. keadaan tanpa penyakit atau kelemahan (Riyadi & Purwanto, 2009). Hal ini

EVALUASI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIPSIKOTIK ORAL PASIEN SKIZOFRENIA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA SKRIPSI

KARYA TULIS ILMIAH PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DETEKSI DINI SKIZOFRENIA. Di Dusun Nambangrejo Tengah, Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo,

DUKUNGAN KELUARGA MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA ABSTRAK

HUBUNGAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN TERHADAP KEKAMBUHAN KLIEN GANGGUAN JIWA HALUSINASI DI DESA KARANGSARI CILACAP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. keluarga, kelompok, organisasi, atau komunitas. (Stuart, 2007).

BAB 1 PENDAHULUAN. sisiokultural. Dalam konsep stress-adaptasi penyebab perilaku maladaptif

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

peningkatan dukungan anggota keluarga penderita kusta.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA PASIEN GANGGUAN ANSIETAS MENYELURUH DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dengan laju modernisasi. Data World Health Organization (WHO) tahun 2000

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Gangguan jiwa (Mental Disorder) merupakan salah satu dari empat

KARYA TULIS ILMIAH. Oleh : LORA INVESTISIA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Etlidawati 1, Salmiwati 2.

JURNAL PSIKOLOGI JAMBI p-issn : VOLUME 2, NO 2, OKTOBER 2017 e-issn :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gangguan jiwa (mental disorder) merupakan salah satu dari empat

BAB I PENDAHULUAN. berpikir, gangguan perilaku, gangguan emosi dan gangguan persepsi

INTISARI. M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., Apt 2 ; dr. Hotmar Syuhada 3

BAB I PENDAHULUAN. (WHO, 2005). Kesehatan terdiri dari kesehatan jasmani (fisik) dan

Idea Nursing Journal Vol. II No. 3 ISSN :

BAB 1 PENDAHULUAN. sendiri. Kehidupan yang sulit dan komplek mengakibatkan bertambahnya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Prevalensi penderita skizofrenia pada populasi umum berkisar 1%-1,3% (Sadock

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika

BAB I PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam

Kata kunci: Body Mass Index (BMI), Underweight, Overweight, Obesitas, Indeks DMF-T, Karies.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gangguan jiwa atau mental menurut DSM-IV-TR (Diagnostic and Stastistical

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI DESA BANARAN KULON PROGO YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

TINGKAT STRES PADA CAREGIVER PASIEN GANGGUAN JIWA PSIKOTIK LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan jiwa bukan hanya sekedar terbebas dari gangguan jiwa,

BAB I PENDAHULUAN. perpecahan antara pemikiran, emosi dan perilaku. Stuart, (2013) mengatakan

Pengetahuan Keluarga tentang Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan jiwa pada manusia. Menurut World Health Organisation (WHO),

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA

/BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mengganggu kelompok dan masyarakat serta dapat. Kondisi kritis ini membawa dampak terhadap peningkatan kualitas

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT SEREBROVASKULAR TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN PROMOSI SUSU FORMULA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA KABUPATEN JEMBER

KARYA TULIS ILMIAH. Oleh: APRILIA PRAFITA SARI ROITONA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam

Transkripsi:

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Tingkat Pengetahuan Caregiver Skizofrenia dengan Kekambuhan Pasien The Level Of Caregiver Schizophrenia Knowledge With Relaps Patient 1 Tydara Milna Fasha, 2 Gemah Nuripah, 3 Nurul Romadhona 1 Program Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, 2 Laboratorium Klinik Psikiatrik, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam bandung, 3 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Jl. Taman Sari No.1 Bandung 40116 email: 1 tydaramf02@gmail.com, 2 gemahnuripahspkj@gmail.com, 3 nurulromadhonadokter@gmail.com Abstract. Schizophrenia is the most common psychotic disorder in the world. Schizophrenia recurrence has a recurrence rate of 50% -92% so that this needs an effort to reduce recurrence through increasing the level of knowledge caregiver about schizophrenia. This study aims to determine the relationship of caregiver knowledge level about schizophrenia with patient recurrence. The method used in this research is analytical observation with case control research design and chi-square statistical test. The subjects of this study were the families of schizophrenic patients who as caregivers who came to Outpatient RSJ West Java Province period March - June 2018. The number of research samples of 122 people, 61 for case 61 for control by sampling technique with consecutive sampling. The data collected were primary data using a validated questionnaire. Conclusion, the correlation between the level of knowledge of caregiver schizophrenia with the recurrence of schizophrenic patients in Mental Hospital of West Java Province with value with significance value p = 0,002 (p-value <0,05). Poor knowledge of schizophrenia caregivers has a risk of 3.16 times higher in relapse than caregivers who have good knowledge with OR = 3.16. Schizophrenia is influenced by intrinsic and extrinsic factors. Extrinsic factor is caregiver which caregiver knowledge level can influence recurrence rate of schizophrenia patient. Keywords: Knowledge caregiver, schizophrenia, relaps Abstrak.. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering di dunia. Kekambuhan pasien skizofrenia memiliki angka kekambuhan 50%-92% sehingga hal ini perlu adanya suatu upaya menurukan kekambuhan melalui meningkatkan tingkat pengetahuan caregiver tentang skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan caregiver tentang skizofrenia dengan kekambuhan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain penelitian case control dan uji analisis statistik chi-square. Subjek penelitian ini adalah keluarga pasien skizofrenia yang sebagai caregiver yang datang ke Rawat Jalan RSJ Provinsi Jawa Barat periode Maret Juni 2018. Jumlah sampel penelitian sebanyak 122 orang, 61 untuk case 61 untuk control dengan teknik pengembilan sampel dengan consecutive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Simpulan, dapat hubungan antara tingkat pengetahuan caregiver skizofrenia dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan nilai dengan nilai kebermaknaan p= 0,002 (nilai p<0,05). Pengetahun kurang baik pada caregiver skizofrenia mempunyai resiko sebesar 3,16 kali lebih tinggi mangalami kambuh daripada caregiver yang mempunyai pengetahuan yang baik dengan nilai OR=3,16. Skizofrenia dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor ekstrinsik adalah caregiver yang dimana tingkat pengetahuan caregiver dapat mempengaruhi tingkat kekambuhan pasien skizofrenia. Kata Kunci: Kekambuhan, pengetahuan caregiver, skizofrenia. 351

352 Tydara Milna Fahsa, et al. A. Pendahuluan Skizofrenia merupakan kumpulan dari beberapa gejala klinis yang penderitanya akan mengalami gangguan dalam kognitif, emosional, persepsi serta gangguan dalam tingkah laku. Penderita gangguan jiwa skizofrenia akan mengalami gejala gangguan pikiran dan persepsi, seperti waham dan halusinasi. Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 21 juta orang di dunia terkena skizofrenia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 di Indonesia menyebutkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Skizofrenia terbanyak di DI Yogyakarta, Aceh, Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Berdasarkan jumlah tersebut, 14,3% di antaranya atau sekitar 57.000 orang pernah atau sedang dipasung. Angka pemasungan di pedesaan adalah sebanyak 18,2%, serta pada kelompok penduduk dengan kuintil indeks ekonomi yang rendah sebanyak 19,5%. Lebih dari 80% penderita skizofreni di Indonesia tidak diobati.2 Sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas (SP3) Kota Bandung mencatat gangguan jiwa selama tahun 2012 ditemukan sebanyak 10.644 kasus, di antaranya terdapat pasien skizofrenia sebanyak 1.780 kasus. Menurut DSM V, pasien skizofrenia mengalami disfungsi sosial seperti pekerjaan, hubungan interpersonal, atau perawatan diri. Pasien skizofrenia yang tidak bisa berfungsi normal menyebabkan diperlukannya caregiver, yaitu individu yang secara umum merawat dan mendukung individu lain (pasien) dalam kehidupannya. Dalam hal ini, keluarga merupakan unit yang paling dekat dan merupakan caregiver bagi pasien skizofrenia. Peran keluarga sangat penting dalam tahap-tahap perawatan kesehatan mulai dari pencegahan, pengobatan sampai rehabilitasi untuk meningkatkan derajat kesehatan. Keluarga yang mendukung secara konsisten akan membuat pasien mempertahankan pengobatannya secara optimal. Namun, jika keluarga tidak mampu merawat pasien, maka pasien mungkin akan kambuh, bahkan tahap pemulihannya akan sulit. Faktor utama yang terkait dengan kekambuhan skizofrenia adalah penyalahgunaan zat, adanya komorbid penyakit kejiwaan, kehidupan yang penuh tekanan, dan ketidakpatuhan meminum obat. Hal ini tidak terlepas dari tingkat pengetahuan keluarga tentang skizofrenia yang kurang mengetahui penyebab, gejala, dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami skizofreni, akibatnya pasien skizofrenia yang dibawa ke rumah sakit mungkin telah menurun fungsi sosial dan kognitifnya. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat merupakan rumah sakit pusat rujukan pasien jiwa. Jumlah pasien skizofrenia yang masuk ke Poliklinik Rawat Jalan RSJ Provinsi Jawa Barat setiap bulannya sebanyak 200 orang dari Bulan Januari hingga Desember 2017. Berdasarkan keterangan dari petugas di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat didapatkan gambaran umum tentang pengetahuan dan peran serta keluarga pasien skizofrenia yaitu rata-rata masih rendah dan kurang memiliki informasi-informasi yang adekuat tentang skizofrenia. Hal ini dapat dilihat dari pasien yang sudah sembuh dan dipulangkan kemudian dirawat kembali di rumah sakit karena keluarga pasien tidak tahu harus melakukan apa untuk mengatasi pasien skizofrenia tersebut. Dari paparan di atas, penulis perlu untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan caregiver skizofrenia dengan kekambuhan pasien skizofrenia B. Landasan Teori Skizofrenia adalah gangguan mental yang parah, ditandai dengan gangguan Volume 4, No. 2, Tahun 2018

Tingkat Kecemasan Caregiver Skizofrenia 353 pemikiran yang mendalam, mempengaruhi bahasa, persepsi, dan rasa diri. Selain itu juga adanya pengalaman psikotik, seperti mendengar suara atau delusi. Hal ini dapat mengganggu fungsi melalui hilangnya kemampuan yang diperoleh untuk mendapatkan penghidupan, atau terganggunya studi. Penanganan pasien skizofrenia meliputi pendekatan biologis, psikodinamik, psikoterapi dan terapi keluarga. Peran keluarga disini adalah sebagai caregiver yang secara umum merawat dan mendukung individu lain (pasien) dalam kehidupannya. Caregiver mempunyai tugas sebagai emotional support. Selain itu juga caregiver bertugas merawat pasien (memandikan, memakaikan baju, menyiapkan makan, mempersiapkan obat), mengatur keuangan, membuat keputusan tentang perawatan dan berkomunikasi dengan pelayanan kesehatan formal. Tingkat kambuhan skizofrenia bervariasi dari 50% 92% di seluruh dunia. Faktor kekambuhan meliputi faktor intrinsik maupun ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu dari pasein antara lain adalah kepatuhan pengobatan yang buruk, penyalah gunaan zat, adanya komorbid dengan penyakit kejiawaan lain dan kehidupan penuh tekanan. Faktor eksrinsik yaitu dari caregiver itu sendiri adalah tingkat pengetahuan tentang skizofrenia, dukungan dan peran serta dalam merawat pasien. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Tabel 1. Hubungan Tingkat Pengetahuan Caregiver tentang skizofrenia dengan kekambuhan di RSJ Provinsi Jawa Barat Pengetahuan Status Kambuh Total P- Value Kambuh Tidak Kambuh OR Ʃ % Ʃ % Ʃ % Kurang Baik 41 67% 24 39% 65 53% Baik 20 33% 37 61% 57 47% 0,002 3,16 Total 61 100% 61 100% 122 1% Berdasarkan hasil dari tabulasi silang didapat bahwa kekambuhan dialami oleh responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak (67%). Begitu juga sebaliknya caregiver yang pengetahuannya baik, tingkat kekambuhannya 61% pada pasien yang tidak kambuh. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat dilihat nilai odds ratio sebesar 3,16 yang berarti caregiver dengan tingkat pengetahun kurang baik maka risiko kembuhan sebesar 3,16 kali lebih tinggi mangalami kambuh daripada caregiver yang mempunyai pengetahuan yang baik. D. Pembahasan Pada tabel 1 menunjukkan adanya hubungan tingkat pengetahuan keluarga sebagai caregiver dengan kekambuhan pasien skizofrenia hubungan yang artinya Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2017-2018

354 Tydara Milna Fahsa, et al. semakin kurang pengetahuan keluarga maka semakin bertambah frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia. Hasil penelitian ini sejalan dengan penjelasan Felicia (2012) yang menyimpulkan bahwa kekambuhan pasien skizofrenia dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga. Hal ini serupa dengan penelitian (Surya, Mulya) menunjukkan tingkat pengetahuan keluarga yang semakin rendah sehingga frekuensi kekambuhan penderita skizofrenia semakin bertambah setelah dikontrol oleh variabel sikap, dukungan, dan ekspresi emosi keluarga serta kepatuhan minum obat. Pengetahuan keluarga yang baik dapat mempengaruhi penanganan pada pasien skizofrenia sehingga mereka akan mendukung dalam pelayanan kesehatan jiwa untuk mempercepat dalam proses penyembuhan. Keluarga yang sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai tanda, gejala, dan pengobatan skizofrenia akan mempengauhi respon koping adaptif. Respon ini sesuai fungsi keluarga dalam mengenal masalah, memprioritaskan masalah, dan memecahkan masalah, sehingga keluarga membawa anggota yang mengalami skizofrenia ke RSJ Provinsi Jawa Barat. Hal ini menandakan bahwa mereka sadar pentingnya penanganan secara dini dalam kesembuhan dengan membawa keluarga yang mengalami skizofrenia untuk kontrol pengobatan secara teratur. Penanganan tersebut untuk mencegah kekambuhan penderita skizofrenia. E. Kesimpulan Berdasarkan penilitian di peroleh simpulan bahwa tingkat pengetahuan caregiver skizofrenia sebagian besar memiliki pengetahuan kurang dan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan caregiver dengan kekambuhan pasien skizofrenia. F. Saran Saran Teoritis 1. Diharapkan melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan kekambuhan pasien skizofrenia. 2. Diharapkan melakukan penelitian terhadap masyarakat dengan populasi umum, karena masih ada keluarga skizofrenia yang membawa anggota keluarganya berobat non-medis dan melakukan pemasungan. Saran Praktis 1. bagi pelayanan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat untuk mengoptimalkan program promosi kesehatan jiwa, seperti melakukan pertemuan keluarga dengan pasien untuk diberi pengetahuan tentang skizofrenia, diskusi antar keluarga dan tenaga kesehatan tentang skizofrenia. bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan upaya terapi psikoedukasi gangguan kesehatan jiwa pada keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan caregiver khususnya keluarga sehingga mengurangi angka kekambuhan pasien gangguan jiwa. Volume 4, No. 2, Tahun 2018

Tingkat Kecemasan Caregiver Skizofrenia 355 Daftar Pustaka Kaplan &saddock Bejamin J. Sasock, Virginia A. sadock. Schizophrenia. Dalam :Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical.Edisi ke-10. London: Lippincot Wiliams and Wilkins. 467-470. Ferry Efendy, Makhfudi. Konsep Keperawatan Keluarga. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Medika Salemba; 2009. Felicia G, Samir S, Dante S, Thomas L, and Philip D. Self-assessment of functional ability in schizophrenia: Milestone achievement and its relationship to accuracy of self-evaluation. Psychiatry Research. 2013 May 15;207(0):19-24. Surya M, Mitra, Knowledge and Family Expressed Emotion and Schizophrenic Patients Relapse Frequency. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2013 Mei; 7(10):466-470. Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2017-2018