LAPORAN FAIRNESS OPINION

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN FAIRNESS OPINION"

Transkripsi

1 LAPORAN FAIRNESS OPINION PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA KONVERSI PIUTANG PERSEROAN PADA PT WIKA INTRADE MENJADI PENYERTAAN MODAL DAN PEMBELIAN SAHAM MILIK PT WIKA INTRADE PADA PT WIKA INTRADE ENERGY PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk

2 No. : 073/LP/KJPP-TOH/FO/XI/XXII Jakarta, 14 Nopember 2011 Kepada Yth. PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) Jl. D.I. Panjaitan Kav 9 Jakarta U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Konversi Piutang Perseroan pada PT Wika Intrade menjadi Penyertaan Modal dan Pembelian Saham milik PT Wika Intrade pada PT Wika Intrade Energi Dengan hormat, Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toha Okky Heru & Rekan ( TOH atau kami ), oleh manajemen PT Wijaya Karya, Tbk ( Perseroan ) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran rencana konversi piutang Perseroan pada PT Wika Intrade ( WIN ) menjadi penyertaan modal dan pembelian saham milik PT Wika Intrade ( WIN ) pada PT Wika Intrade Energy ( WINER ), yang merupakan satu kesatuan transaksi ( Rencana Trasaksi ), sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara Perseroan dengan kami, tentang Pemberian Jasa Penilaian No. TP.01.03/A.DEP.KU.0207/2010 dan surat penawaran kami No. 238/SP/KJPP-TA/KP/PP/VII/2011, tanggal 13 Juli 2011 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan melalui Surat Perintah Kerja dari Perseroan No. TP.02.01/A.DEP.KU.0457/2011, tanggal 25 Agustus 2011, maka dengan ini kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 135/KM.1/2009 tanggal 10 Februari 2009 yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( Bapepam dan LK ) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. 12/BL/STTD-P/AB/2006, tanggal 18 September 2006 (Penilai Properti dan Penilai Usaha) menyampaikan pendapat atas kewajaran ( Pendapat Kewajaran ) atas Rencana konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan modal dan pembelian saham milik WIN pada WINER tersebut. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) i

3 LATAR BELAKANG PT Wijaya Karya Tbk ( Perseroan) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa enjinering dan perencanaan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Perseroan saat ini memiliki 4 Strategic Business Unit (SBU) dalam bidang infrastruktur yang meliputi konstruksi sipil, konstruksi bangunan gedung, utilitas dan energi, yang kedepannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) dan Investasi. Perseroan saat ini merupakan pemegang saham mayoritas pada WIN yaitu sebesar 78,40%. Dalam beberapa tahun terakhir kinerja WIN mengalami penurunan, bahkan sejak tahun 2009 WIN telah mengalami saldo laba negatif. WIN mengalami saldo laba negative pada tahun 2009 dan 2010 masing-masing sebesar negative Rp. 26,304 Milyar dan negative Rp. 24,367, yang diakibatkan dari beban bunga pinjaman sebesar Rp. 36,787 milyar dan penyisihan persediaan usaha pupuk perusahaan sebesar Rp. 45,046 milyar, yang menjadi loss carrying forward di tahun Walaupun pada tahun 2010 WIN mencatat laba bersih sebesar Rp. 1,94 milyar akan tetapi berasal dari Pendapatan lain-lain yakni dari pendapatan atas penjualan aset, merk dan selisih penilaian aset tetap atas pemisahan WINER. WIN memiliki pinjaman sebesar Rp. 145,87 Milyar (terdiri dari pokok sebesar Rp 139,52 Milyar dan bunga sebesar Rp 6,35 Milyar) kepada Perseroan dengan tingkat bunga sebesar 4% per tahun diatas Suku Bunga Sertipikat Bank Indonesia (SBI), yang pada saat ini WIN tidak dapat melaksanakan pembayaran bunga kepada Perseroan. WIN memiliki kewajiban jatuh tempo sebagai berikut : Kreditur Tanggal jatuh Tempo Jumlah [Milyar Rupiah] SKBDN/LC/Kredit Supplier Juni ,6 CIMB Niaga Angsuran Kredit Juli ,0 Danamon Angsuran kredit 10,0 Jumlah 119,6 WIN perlu melakukan Program Restukturisasi kewajibannya terhadap Perseroan agar WIN dapat memenuhi kewajiban kepada Pihak Ketiga. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) ii

4 Penjualan Saham WINER kepada Perseroan senilai Rp ,- (tiga puluh tiga milyar dua ratus lima puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu sembilan ratus tujuh Rupiah) akan digunakan untuk melunasi hutang jatuh tempo yang wajib di bayar WIN, disamping untuk menyederhankan struktur kepemilikan pada kelompok usaha Perseroan. Perseroan yakin dengan melakukan konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, maka kinerja WIN akan berubah menjadi lebih baik, kemudian Perseroan akan mengalami penurunan piutang sebesar piutang WIN, namun pada sisi lain Perseroan akan mengalami peningkatan pada penyertaan saham anak perusahaan yaitu WIN dan Perseroan akan menjadi pemegang saham di WINER sebesar 40%. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hadori Sugiarto Adi & Rekan, nilai buku ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp Dengan demikian, Harga Rencana Transaksi sebesar Rp milyar (Rp 139,52 milyar + selisih hasil penjualan saham WIN di WINER dikurangi dengan pembayaran hutang WIN ke DIP adalah Rp 3,51milyar), merupakan 7,3% dari nilai buku ekuitas Perseroan pada tanggal 30 Juni Oleh karena itu, manajemen Perseroan menilai bahwa Rencana Transaksi merupakan tidak material sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama ( Peraturan IX.E.2 ) yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November Manajemen Perseroan menegaskan bahwa Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, terkait dengan hubungan afiliasi kepemilikan saham antara (i) Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas yang memiliki saham WIN sebesar 78,4%, dan (ii) 40% saham WIN yang ada di WINER yang pada dasarnya WIN sendiri merupakan perusahaan yang berada dibawah kontrol Perseroan terkait kepemilikan saham, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. 78,40 % Koperasi Karyawan (Kopkar) Karya Mitra Satya 20,31 % PT Wijaya Karya Intrade PT PKM PT GBI Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1,29 % 40,00 % 17,42 % 42,58 % PT Wijaya Karya Intrade Energy ( WINER ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) iii

5 Komisaris dan Direksi Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, bertanggung jawab sepenuhnya atas kelengkapan dan kebenaran informasi yang disajikan dan setelah mengadakan penelitian dan pemeriksaan yang cukup, dan sepanjang yang diketahui dan diyakini, menegaskan bahwa informasi yang dimuat dalam informasi ini adalah benar dan tidak ada fakta material yang disembunyikan atau tidak diungkapkan yang dapat membuat atau mengakibatkan informasi atau fakta material menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan IX.E.1, Perseroan telah menunjuk KJPP TOH sebagai konsultan independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. RUANG LINGKUP Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas rencana konversi hutang menjadi modal saham, kami telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Informasi dari manajemen yang merencanakan untuk melakukan Perjanjian Restrukturisasi Piutang, antara Perseroan (Kreditur) dengan PT Wika Intrade (Debitur) tentang Rencana Konversi Piutang Menjadi Modal Saham. 2. Keterbukaan Informasi transaksi afiliasi WIKA dengan anak perusahaan pada tanggal 25 Mei Copy Perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan transaksi pinjaman antara Perseroan dengan PT Wika Intrade 4. Business Plan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 5. Laporan Keuangan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) per 30 Juni 2011, 31 Desember 2010, 31 Desember 2009, 2008, 2007 dan 2006 (AUDITED) 6. Proforma Laporan Keuangan per tanggal 30 Juni 2011 Sebelum dan Setelah rencana konversi hutang menjadi Saham, yang telah di review oleh Kantor Akuntan Publik Hadori & Rekan 7. Laporan Keuangan PT Wika Intrade per 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan, 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways & Rekan, 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan rekan dan per 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 yang diaudit oleh KAP Hadori & Rekan. 8. Laporan Keuangan PT Wika Intrade Energi per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. 9. Data struktur Organisasi dan Job Description PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 10. Data Izin Usaha PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 11. Wawancara dengan Manajemen, sehubungan dengan kesepakatan restrukturisasi hutang dan konversi hutang menjadi modal saham. 12. Berbagai sumber informasi baik media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) iv

6 Pendapat kewajaran ini disusun antara lain berdasarkan pada prinsip integritas informasi yang ada. Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit atau verifikasi atas informasi dan data tersebut. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan kesepakatan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER tersebut. Kami berasumsi bahwa manajemen Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada data dan informasi material apapun lainnya yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan. ASUMSI-ASUMSI POKOK Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Penilaian kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Harga Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER seperti yang telah diuraikan di atas. Akibat dari konversi Piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham WIN pada WINER, maka piutang Perseroan menjadi berkurang (hutang pokok dijadikan konversi penyertaan modal, sisanya tetap dijadikan sebagai piutang), penyertaan saham Perseroan bertambah/meningkat pada WIN, memiliki penyertaan saham pada WINER, dan kas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp 3,5 milyar, yang merupakan selisih dari kewajiban Perseroan atas pembelian saham WIN pada WINER sebesar Rp 33,26 milyar, kemudian dikurangi dengan kewajiban WIN pada DIP (salah satu divisi Perseroan) sebesar Rp29,75 milyar. Karenanya setelah konversi penyertaan modal ini efektif, maka persentase kepemilikan saham Perseroan pada WIN mengalami peningkatan menjadi sebesar 96,5%. dan menjadi pemegang saham baru pada WINER sebesar 40%. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-transaksi diluar Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) v

7 Pendapat Kewajaran ini merupakan satu kesatuan analisa yang komprehensif yang tidak terpisahkan satu bagian dengan bagian yang lain secara keseluruhan. Analisa dan pembahasan sebagian dari Pendapat Kewajaran ini oleh pihak yang tidak berkompeten tanpa memperhatikan pembahasan dan analisa bagian yang lainnya dalam Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan kesimpulan dari Pendapat Kewajaran ini memiliki perbedaan pengertian. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan yang telah ditetapkan. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) Tanggal penilaian dalam laporan opini kewajaran ini adalah per 30 Juni SUMBER DANA Sumber dana dalam melakukan rencana transaksi adalah berasal dari hutang WIN ke Perseroan (Piutang Perseroan ke WIN), Hutang WIN ke DIP (Piutang DIP ke WIN), dan hasil penjualan saham WIN di WINER. PENGGUNAAN DANA Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan penyertaan saham pada WIN, pembayaran hutang ke DIP yang berasal dari hasil penjualan saham WIN yang ada di WINER, dan sisanya akan dijadikan sebagai kas perusahaan untuk menutup kebutuhan modal kerja yang harus ditanggung oleh Perseroan guna menjamin operasional WIN, adapun penggunaan dana secara terperinci adalah sebagai berikut : Keterangan (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok Debt to Equity Swap b. Bunga Hutang WIN ke Perseroan Hutang WIN ke DIP Penerimaan Kas WIN *) Penjualan Saham WINER Catatan : *) Berasal dari Hasil Penjualan Saham WINER dikurangi dengan Hutang WIN ke DIP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) vi

8 GAMBARAN UMUM RENCANA TRANSAKSI Gambaran umum Rencana Transaksi melalui konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan saham WIN dan pembelian saham WIN yang ada di WINER, dengan tahap secara rinci sebagai berikut : a) Melakukan konversi seluruh piutang pokok Perseroan kepada WIN menjadi penyertaan modal, yaitu sebesar Rp 139,52 milyar (pokok hutang WIN). Sedangkan sisa tagihan yang berasal dari bunga pinjaman sebesar Rp 6,35 milyar akan tetap dicatatkan sebagai piutang Perseroan di WIN b) Pembelian saham WIN sebesar 40% (sejumlah lembar saham) yang ada di WINER dengan rencana harga transaksi berdasarkan nilai buku per 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp per lembar saham, maka total nilai pembelian saham WIN sebesar Rp Hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang WIN pada Departemen Industrial Plant (DIP) sebesar Rp 29,75 Milyar, sedangkan sisanya sebesar Rp 3,51 Milyar akan digunakan sebagai kas WIN. c) Menjadikan WINER sebagai perusahaan afiliasi dari Perseroan. 2 Membeli Saham WIN di WINNER DIP DIP memiliki Piutang pada WIN PERSEROAN 1 WIN Piutang dikonversi menjadi Debt to Equity Sw ap PKM GBI WINER 3 Menjadikan WINNER sebagai Anak Perusahaan 40% 17,42% 42,58% Hasil Penjualan Saham WIN di WINER dipergunakan untuk pembayaran Hutang WIN pada DIP, sisanya untuk kas Perusahaan Catatan : Perseroan = PT Wijaya Karya Tbk DIP = Divisi Industrial Plant WINER WIN = PT Wika Intrade PKM = PT Prima Karya Mandiri GBI = PT Graha Benoite Indonesia WINER = PT Wika Intrade Energy MANFAAT RENCANA TRANSAKSI Secara umum manfaat atas transaksi adalah sebagai berikut: 1. WIN merupakan anak perusahaan Perseroan yang didirikan dalam rangka mendukung pengembangan usaha baik dibidang Trading maupun dibidang Industri (construction material, Engineering Products in Oil & Gas, Other Product, maupun produksi Alumunium casting, Metal Pressing, Plastic injection molding, manufacturer for automotive parts, Home appliance serta Plastic, Pressing & Painting yang memproduksi Automotive part), yang dikemudian hari akan memberi sinergi bagi kegiatan dalam kelompok usaha Perseroan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) vii

9 2. Pelaksanaan konversi hutang WIN menjadi tambahan penyertaan modal Perseroan dalam WIN akan mendukung kegiatan usaha WIN mengingat Perseroan merupakan pemegang saham utama WIN yang memiliki kewajiban untuk mendukung kemampuan permodalan WIN. Dengan penambahan modal WIN maka WIN memiliki fleksibilitas untuk memperoleh alternative pendanaan selain mengunakan dana internal juga dimungkinkan memperoleh pendanaan dari perbankan maupun lembaga keuangan untuk dapat membiayai operasional dan pengembangan usaha WIN dikemudian hari. 3. Dengan kondisi keuangan yang lebih baik maka WIN dikemudian hari diharapkan dapat memberikan kontribusi keuntungan bagi Perseroan 4. Pengambilalihan saham WINER akan lebih memudahkan bagi Perseroan untuk melakukan sinergi pengembangan usaha WINER, baik dari segi permodalan maupun dalam hal pengawasan. 5. Rencana-rencana transaksi yang akan dilakukan akan memberikan dampak positif bagi Perseroan, baik dari peningkatan pendapatan Perseroan yang berasal dari pendapatan Anak Perusahaan, maupun efisiensi biaya Perseroan, sinergi produk antar Anak Perusahaan dan Perseroan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perseroan. ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI Dalam melakukan penilaian atas kewajaran rencana restrukturisasi WIN dengan cara melakukan konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan modal, kami melakukan perbandingan atas kondisi WIN dengan SWAP dan kondisi WIN tanpa SWAP. Adapun gambaran lebih detil adalah sebagai berikut: Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) viii

10 1. Proforma Neraca PT Wika Intrade per Juni 2011 Sebelum dan Setelah Debt to Equity SWAP Sumber : Manajemen Perseroan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) ix

11 Dari gambaran proforma neraca WIN yang disiapkan oleh manajemen Perseroan seperti terlihat diatas, jumlah total aset mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar Rp 422,8 milyar menjadi Rp 393,1 milyar yang disebabkan karena penyertaan saham WIN pada WINER sudah diambil alih oleh Perseroan (PT Wika Tbk), kemudian jumlah ekuitas WIN meningkat dari Rp 7,5 milyar menjadi Rp 147,1 milyar yang disebabkan karena adanya konversi hutang WIN menjadi penyertaan saham. Dengan dilakukannya debt to equity swap maka kas dan setara kas WIN akan meningkat sebesar Rp 3,5 milyar yang merupakan selisih dari hasil penjualan kepemilikan atas saham (penyertaan saham) WIN yang ada di WINER setelah dikurangi dengan hutang usaha (hutang pada DIP/departemen industrial plant Perseroan). Dengan sendirinya penyertaan saham WIN pada WINER menjadi hilang/habis. Pada sisi lain hutang usaha WIN menjadi berkurang sebesar hutang WIN pada DIP, hutang hubungan pihak istimewa juga mengalami penurunan yang sangat signifikan dari Rp 145,86 milyar menjadi Rp 6,3 milyar dan modal saham WIN menjadi meningkat akibat dari adanya konversi hutang WIN pada Perseroan dari Rp 27 milyar menjadi Rp 166,5 milyar. 2. Proyeksi Keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP Berdasarkan laporan penilaian saham yang disusun oleh KJPP TOH, dengan nomor laporan No. 71/LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011 proyeksi keuangan WIN (dengan SWAP), diasumsikan memiliki potensi dalam penjualan yang lebih tinggi dan hutang WIN pada Perseroan telah berkurang. Sedangkan dalam proyeksi keuangan tanpa transaksi diasumsikan memiliki pendapatan yang lebih rendah, selain itu jumlah beban pinjaman dan beban bunganya semakin tinggi. Berikut proyeksi keuangan WIN : Proyeksi Keuangan WIN Dengan SWAP (dalam juta rupiah) PENJUALAN Harga Pokok Penjualan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) LABA KOTOR Beban Usaha (8.570) (9.356) (10.212) (11.147) (12.165) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR Depresiasi & Amortisasi (5.052) (10.105) (11.405) (14.005) (14.384) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Beban Pinjaman ke WIKA Tbk (11.104) (793) Beban Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (20.863) (5.900) (6.300) (10.000) (11.798) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.980) Penghasilan (Beban) Pajak - (3.874) (9.521) (14.070) (18.907) LABA (RUGI) BERSIH (7.980) Rasio Net Profit Margin -1,42% 1,42% 2,88% 3,72% 4,94% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) x

12 Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP (dalam juta rupiah) PENJUALAN HARGA POKOK PENJUALAN ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) LABA KOTOR Biaya Usaha Pusat (6.800) (7.400) (8.100) (8.900) (9.800) BEBAN USAHA (8.568) (9.350) (10.201) (11.132) (12.149) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA, PAJAK & DEPR DEPRESIASI & Amortisasi (6.293) (12.587) (13.237) (14.537) (13.616) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA DAN PAJAK PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga pinjaman ke WIKA Tbk. (15.464) (18.234) (18.234) (18.234) (18.234) Bunga Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (25.223) (23.340) (24.534) (28.234) (30.032) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.612) (839) PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK - - (263) (899) (2.177) LABA (RUGI) BERSIH (7.612) (839) Rasio Net Profit Margin -1,43% -0,13% 0,11% 0,35% 0,87% Seperti terlihat pada tabel diatas, bahwa dengan melakukan SWAP, secara umum kinerja WIN menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah perusahaan melakukan debt to equity swap, maka beban pengeluaran untuk bunga pinjaman berkurang cukup besar, dengan demikian WIN lebih memiliki keleluasaan cash flow yang dapat digunakan untuk melakukan ekspansi dengan menambah produk baru atau menambah kapasitas produksi. Dimana secara umum pada awal ekspansi tingkat efisiensinya belum sampai pada tahap optimal, maka sebagaimana terlihat pada proyeksi keuangan dengan SWAP laba kotor tahun 2012 lebih rendah dibandingkan dengan laba kotor tanpa SWAP. Namun memasuki tahun 2013 laba kotor dengan SWAP lebih meningkat dibandingkan tanpa SWAP. Perbandingan antara dengan SWAP dan tanpa SWAP juga dapat digambarkan sebagaimana grafik berikut ini HISTORIS PROYEKSI Dalam Juta Rupiah Juni Pendapatan Bersih Dengan SWAP Pendapatan Bersih Tanpa SWAP Harga Pokok Penjualan Dengan SWAP Harga Pokok Penjualan Tanpa SWAP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xi

13 Dalam Juta Rupiah HISTORIS PROYEKSI (20.000) (40.000) (60.000) Juni Laba (Rugi) Kotor Dengan SWAP (32.456) Laba (Rugi) Kotor Tanpa SWAP Laba (Rugi) Usaha Dengan SWAP (38.973) Laba (Rugi) Usaha Tanpa SWAP Laba (Rugi) Bersih Dengan SWAP (36.106) 382 (20.293) Laba (Rugi) Bersih Tanpa SWAP (7.612) (839) Secara akumulasi dalam periode , perbandingan proyeksi keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP dapat dilihat pada tabel dibawah, dimana terlihat laba bersih WIN tanpa SWAP secara akumulasi selama 5 tahun sebesar Rp juta, dengan rasio net profil margin minus -0,23%. Sedangkan dengan SWAP laba bersih WIN tercatat memiliki akumulasi laba bersih sebesar Rp juta, dan akumulasi rasio net profit margin sebesar 11,54%. Perbandingan Akumulasi Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Tahun (dalam juta rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP PENJUALAN Harga Pokok Penjualan ( ) ( ) LABA KOTOR Beban Usaha (51.450) (51.400) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR Depresiasi & Amortisasi (54.951) (60.270) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga Pinjaman ke WIKA Tbk (11.897) (88.400) Bunga Pinjaman Bank (37.304) (37.304) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (54.861) ( ) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK Penghasilan (Beban) Pajak (46.372) (3.339) LABA (RUGI) BERSIH Rasio Net Profit Margin 11,54% -0,23% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xii

14 3. Perbandingan Indikasi Nilai Ekuitas Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode discounted cash flow / diskonto arus kas mendatang tanpa memperhitungkan Discount For Lack of Marketibility (DLOM). Nilai Perusahaan (Corporate Value) tanpa SWAP sebesar Rp 181,74 milyar, Nilai Perusahaan dengan SWAP sebesar Rp 245,97 milyar, sehingga nilai perusahaan dengan SWAP lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah dikurangi dengan total pinjaman bank, maka nilai perusahaan menjadi Rp 136,74 milyar tanpa SWAP dan Rp 200,97 milyar dengan SWAP. Indikasi nilai ekuitas WIN setelah dikurangi dengan total pinjaman pada PT Wika Tbk adalah negatif sebesar - Rp 9,12 milyar tanpa SWAP, sedangkan dengan SWAP nilai ekuitas positif sebesar Rp 55,10 milyar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan SWAP memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa SWAP dan lebih menguntungkan bagi Perseroan. (dalam ribu rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP Nilai Perusahaan (Corporate Value) Total Pinjaman Bank (IBD) Total Pinjaman Wika (IBD) INDIKASI NILAI EKUITAS ( ) 4. Kewajaran Konversi Hutang WIN menjadi Penyertaan Saham Berdasarkan penilaian harga saham WIN dengan Laporan No. 071/LP/KJPP-TOH/X/XXII/2011 tanggal 11 Nopember 2011, dengan dasar asumsi WIN melakukan debt to equity swap, nilai pasar wajar WIN adalah sebesar Rp atau sebesar Rp 125 per saham. Sedangkan rencana pelaksanaan konversi hutang WIN kepada Perseroan sebesar Rp , dengan nilai konversi sebesar Rp 100 (seratus rupiah) per saham, maka rencana transaksi konversi hutang menjadi saham dinyatakan wajar 5. Peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Penuh WIN Berdasarkan rencana manajemen Perseroan yang akan melakukan penambahan penyertaan Perseroan pada WIN melalui konversi piutang Perseroan pada WIN, sejumlah pokok piutang sebesar Rp (seratus tiga puluh sembilan milyar lima ratus dua puluh juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu delapan ratus rupiah) atau sejumlah (satu milyar tiga ratus sembilan puluh lima juta dua ratus delapan belas ribu Sembilan ratus delapan belas rupiah), sedangkan jumlah modal dasar WIN sampai dengan laporan keuangan per 31 Juni 2011 adalah sebesar lembar saham (satu milyar delapan puluh juta rupiah), atau sebesar Rp (seratus depan puluh milyar rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp 100 (seratus rupiah), maka manajemen WIN harus meningkatkan modal dasar terlebih dahulu agar rencana konversi piutang Perseroan pada WIN dapat diakomodir pada struktur permodalan WIN. 6. Kewajaran Pengambil Alihan 40% Saham WIN yang ada di WINER Manajemen Perseroan merencanakan untuk mengambil alih 40% saham WIN yang ada di WINER, dimana rencana ini merupakan bagian atau satu kesatuan dari rencana restrukturisasi WIN dengan nilai transaksi sebesar nilai buku WINER per 30 Juni Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xiii

15 Nilai ekuitas WINER per 30 Juni 2011 sebesar Rp dengan jumlah lembar saham yang telah disetor dan ditempatkan penuh sejumlah lembar, maka nilai buku ekuitas per lembar saham adalah Rp Kepemilikan 40% saham WIN pada WINER adalah ekuivalen dengan lembar saham, maka nilai rencana transaksi pengambil alihan saham adalah sebesar Rp Nilai rencana transaksi lebih rendah daripada hasil penilaian saham WINER yang dilakukan KJPP TOH, No 70./LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011, dimana nilai pasar wajar 40% saham WIN di WINER per tanggal 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp (empat puluh sembilan milyar delapan ratus tiga puluh tiga juta empat ratus sepuluh ribu rupiah) atau dengan nilai per lembar saham sebesar Rp (delapan ratus empat ribu rupiah) angka pembulatan. Dengan nilai rencana transaksi lebih rendah dari nilai pasar wajar, maka dapat dikatakan rencana transaksi tersebut adalah wajar. 7. Analisa Proforma Keuangan Perseroan Perseroan telah menunjuk KAP Hadori & Rekan untuk melakukan review atas proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi. Ikhtisar proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: Penyesuaian WIP Audited dan Transaksi Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi WIN Proforma setelah Transaksi Historis ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 750,261,499 (869,677) - 749,391, ,391,822 Piutang Usaha - bersih Pihak Berelasi 282,539, ,539, ,539,686 Pihak Ketiga 799,929,764 - (4,198,754) 795,731, ,731,010 Piutang Retensi 440,944,148 (612,870) - 440,331, ,331,278 Tagihan Bruto Pemberi Kerja 1,053,471, ,053,471,244-1,053,471,244 Pendapatan Yang Akan Diterima 44,805,852 - (198,677) 44,607,175-44,607,175 Piutang Lain-Lain 85,105,290 - (5,109,368) 79,995,922-79,995,922 Persediaan 569,706,490 - (66,847) 569,639, ,639,643 Uang Muka 337,241,714 - (3,500,000) 333,741, ,741,714 Pajak Dibayar Dimuka 162,991,105 - (9,330,622) 153,660, ,660,483 Biaya Dibayar Dimuka 132,182,629 - (1,417,983) 130,764, ,764,646 Jaminan Usaha 11,448,656-3,500,000 14,948,656-14,948,656 Investasi Lain-Lain 2,708,294 1,582,416-4,290,710-4,290,710 Jumlah Aset Lancar 4,673,336,371 4,653,113,988 4,653,113,988 ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan 31,924, ,970 32,803,690-32,803,690 Investasi Pada Perusahaan 151,733, , ,260, ,260,846 Asosiasi Aset Real Estate Tanah Belum Dikembangkan 66,509, ,509,730-66,509,730 Persediaan Real Estate 209,303, ,303, ,303,852 Aset Tetap - bersih 583,645, ,645, ,645,246 Setoran Dana Kerja Sama Operasi 709,124,134 (1,839,048) - 707,285, ,285,086 Goodwill 4,847,052 2,129,249-6,976,301 3,565,128 10,541,429 Aset Lain-Lain 65,331,096 - (307,385) 65,023,711-65,023,711 Jumlah Aset Tidak Lancar 1,822,419,011 1,823,808,462 1,827,373,590 JUMLAH ASET 6,495,755,382 6,476,922,450 6,480,487,578 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xiv

16 Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi Proforma setelah Transaksi Historis LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Pinjaman Jangka Pendek ( ) Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak Berelasi ( ) ( ) Hutang Lain-lain Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Hutang Pajak (54.079) ( ) Uang Muka Dari Pelanggan (0) (0) Biaya Yang Masih Harus Dibayar ( ) Pendapatan Yang Diterima Dimuka Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Uang Muka Proyek Jangka Panjang Pinjaman Jangka Panjang Jumlah Liabilitas Jangka Panjang EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal Saham Modal Dasar saham, nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Modal ditempatkan dan disetor sejumlah ) Modal Saham yang diperoleh kembali disajikan dengan nilai nominal saham ( ) - - ( ) - ( ) Tambahan Modal Disetor Perubahan ekuitas pada Perusahaan Anak Saldo Laba ( ) ( ) Sub Jumlah Kepentingan Non Pengendali ( ) Total Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Pengaruh Rencana Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan konsolidasi berdasarkan laporan keuangan proforma yang telah direview oleh KAP Hadori & Rekan adalah : 1. Dampak transaksi setelah debt to equity swap senilai Rp (nilai penuh) dan penjualan saham WINER senilai Rp (nilai penuh). 2. Debt equity swap senilai Rp berpengaruh pada bertambahnya goodwill posisi setelah transaksi WIP dan Audit WIN dari Rp (dalam ribuan) menjadi Rp (dalam ribuan) setelah transaksi WIN dan non pengendali bertambah dari setelah transaksi WIP dan Audit WIN Rp (dalam ribuan) menjadi Rp (dalam ribuan) setelah transaksi WIN. 3. Penjualan Saham Winer senilai Rp tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasian Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xv

17 KESIMPULAN Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, KJPP TOH berpendapat bahwa secara keseluruhan Rencana konversi hutang menjadi penyertaan modal dan pembelian saham WIN pada WINER adalah wajar bagi Perseroan maupun pemegang saham Perseroan. DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham WIN di WINER, serta tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham WIN di WINER atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP Toha Okky Heru & Rekan. Hormat kami, KJPP TOHA OKKY HERU & REKAN Ir. Okky Danuza, M.Sc, MAPPI (Cert) Pimpinan Rekan Izin Penilai : PB STTD : MAPPI : 93-S Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xvi

18 1) LATAR BELAKANG 1.1 Riwayat Perusahaan Sejarah Pendirian PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., ("Perseroan") didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No.64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" tanggal 29 Maret Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64 ini pula, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-undang No.9 Tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No.40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No.110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No.106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat dihadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No.1723 dan No.1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No.683. Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali diubah, yang terakhir diubah dengan Akta No.30 tanggal 21 Mei 2010 yang dibuat di hadapan Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU AH Tahun 2010 tanggal 6 Juli Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 1

19 1.1.2 Kejadian-Kejadian Penting Perseroan Kejadian-kejadian penting perusahaan mulai dari awal berdiri sampai dengan saat ini antara lain : Periode Bulan Maret 1961, Perseroan didirikan dengan nama PN Widjaja Karja. Pada waktu yang sama persuahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama NV Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co yang telah dikenakan nasionalisasi dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Bulan Juli 1971, PN Widjaja Karya dinyatakan bubar. Selanjutnya pada Bulan Juli 1972 bentuk usaha dialihkan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan nama PT Wijaya Karya. Periode Bulan Maret 1997, Perseroan mendirikan anak perusahaan, yaitu PT Wijaya Karya Beton (PT Wika Beton) yang awalnya merupakan salah satu divisi dari Perseroan yaitu Divisi Produk Beton. Bulan Januari 2000, Perseroan mendirikan anak perusahaan yaitu PT Wijaya Karya Realty dan PT Wijaya Karya Intrade Periode Oktober 2007, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No.S-5275/bl/2007 untuk melakukan penawaran perdana kepada masyarakat melalui Busa Efek Jakarta atas lembar seri B baru, dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 420 per saham. Oktober 2008, Perseroan mendirikan anak perusahaan yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (PT Wika Gedung) Nopember 2008, Perseroan mengambil alih saham sebesar 70,08% di PT Catur Insan Pertiwi yang kemudian Perusahaan ini berubah menjadi PT Wika Insan Pertiwi. Juli 2009, Perseroan mendirikan anak perusahaan yaitu PT Wijaya Karya Jabar Power Periode Juni 2010, Perseroan memperoleh safety and environment award dari Mitsubishi Corporation Juli 2011, Perseroan meraih sertifikat audit sistem manajemen pengamanan dalam penerapan sitem manajemen pengaman swakarsa berdasarkan peraturan kepala kepolision negara Republik Indonesia, dengan pencapaian / klarifikasi silver reward. Oktober 2011, Perseroan memperoleh penghargaan sebagai perusahaan pelopor dalam perkembangan bisnis industri konstruksi di ajang AKI Award 2010 oleh Asosiai Kontraktor Indonesia. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 2

20 1.1.3 Bidang Kegiatan Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa enjinering dan perencanaan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Perusahaan beralamat di Jl. D.I Panjaitan Kav.9, Jakarta Timur, perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun Usaha operasional Perseroan saat ini memiliki 4 Strategic Business Unit (SBU) dalam bidang infrastruktur yang meliputi konstruksi sipil, konstruksi bangunan gedung, utilitas dan energi, yang kedepannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering, Produrement, Construction (EPC) dan Investasi. a) Konstruksi Sipil SBU Konstruksi Sipil terdiri dari sub-sub bidang usaha: jalan dan jembatan, pengairan, prasarana perhubungan, dan ketenagaan. Saat ini, kegiatan usaha SBU Konstruksi Sipil tidak sekadar kontraktor. SBU ini berkemampuan mengerjakan rancang bangun (design and build) dari mulai proses perencanaan sampai proses konstruksi. Untuk sub bidang usaha jalan, jalan tol, dan jembatan, SBU ini telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek berskala besar dan berteknologi tinggi. Sub bidang pengairan meliputi pembangunan prasarana dan sarana dasar bidang pengairan. Sub bidang usaha prasarana perhubungan meliputi jasa konstruksi prasarana perhubungan darat, laut, dan udara, seperti bandara, pelabuhan laut, termasuk jetty dan terminal peti kemas, dan stasiun kereta api. b) Konstruksi Bangunan Gedung SBU Konstruksi Bangunan Gedung memiliki anak perusahaan tersendiri. SBU konstruksi bangunan gedung meliputi Sub Bidang Usaha Bangunan Hunian dan Bangunan Fasilitas. Saat ini, dengan dukungan kemampuan di bidang enjinering, telah melakukan pekerjaan rancang bangun atau design and build, yaitu melakukan pekerjaan sejak proses perencaaan sampai proses konstruksi. Sub bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian, meliputi pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah susun, dan kompleks perumahan. Sub bidang usaha bangunan fasilitas menggarap bangunan fasilitas seperti rumah sakit, terminal penumpang bandara dan stasiun, sarana pendidikan, sarana olahraga, perkantoran, mal dan sarana rekreasi lainnya. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 3

21 c) Utilitas SBU Utilitas terdiri dari sub-sub bidang usaha jasa konstruksi mekanikal dan elektrikal yang meliputi sub bidang usaha minyak dan gas, sarana industri, dan pabrikasi baja. Sub bidang usaha minyak dan gas meliputi jasa konstruksi mekanikal dan elektrikal di sektor hulu, hilir, dan distribusi dari kegiatan operasi di sektor minyak dan gas. Di sektor hulu terkait dengan pekerjaan platform rig offshore, crude oil & gas pipeline distribution. Di sektor hilir terkait dengan pekerjaan konstruksi baja kilang minyak, CO2 removal (amine plant), LPG plant, tangki kilang, dan pipanisasi. Sedangkan di sector distribusi yang terkait dengan pemasaran meliputi pekerjaan jasa konstruksi jaringan pipa dan tangki/terminal minyak dan gas. Sub bidang usaha sarana industri meliputi jasa konstruksi di bidang bangunan industri pabrik seperti pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik biofuels, pabrik granulasi pupuk NPK, pabrik semen, pabrik farmasi, instalasi pengolahan air bersih dan limbah. Sub bidang usaha pabrikasi baja pada awalnya merupakan sarana pabrikasi pendukung. Sejak tahun 2009 ditingkatkan menjadi sub bidang usaha yang dapat mengelola sendiri usahanya mulai dari pemasaran, produksi, dan pengiriman dengan rentang produk yang besar dalam menghasilkan produk konstruksi baja seperti struktur rangka baja, menara telekomunikasi, menara transmisi listrik, jembatan baja, tangki baja, silo, hopper baja, pressure vessel, welded beam, dan steel plate work lainnya. Saat ini, selain memproduksi produk-produk di atas, sedang dijajaki produk-produk baja terkait dengan industry perminyakan dengan target pasar kontraktor KKKS seperti pekerjaan on-shore steel platform, juga sudah dimulai pengembangan pabrik untuk memproduksi boiler untuk pembangkit skala kecil (dibawah 100 MW). d) Energi SBU Energi menjalankan usaha dalam bidang konstruksi berbasis EPC (Engineering Procurement Construction) yang terintegrasi. Lingkup pekerjaan yang dilakukan mulai dari pekerjaan rekayasa dasar, rekayasa proses, rekayasa detil, procurement terkait pengadaan equipment, dan construction atau pelaksanaan konstruksi dari proyek-proyek yang telah direncanakan. Saat ini, yang dikerjakan adalah EPC Power Plant, baik yang terkait dengan konstruksi sipil maupun EPC dari Power Plant. e) Investasi Perseroan juga melakukan kegiatan investasi dengan memberikan penyertaan modal dengan kepemilikan kurang dari 20%, yang terdiri dari : Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 4

22 PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC), dengan kepemilikan saham sejumlah lembar sahama atau sekitar 2%, dengan kepemilikan saham lain adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (75%), CMS-Works International Ltd (21%), PT Nindya Karya (Persero) (1%) dan PT Istaka Karya (Persero) (1). Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyelenggaraan dan pengelolaan fasilitas jalan tol. PT Marga Nujyasumo Agung (MNA), dengan kepemilikan saham sejumlah lembar saham atau sekitar 20%, dengan kepemilikan saham lain adalah PT Moeladi (25%) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (55%) Adapun gambaran umum tentang bisnis Perseroan (WIKA Grup) adalah sebagai berikut : Sumber : Laporan Tahunan Perseroan Proyek Yang Sudah Dan Sedang Dikerjakan Berikut adalah beberapa proyek yang pernah dikerjakan oleh Perseroan sampai dengan tahun Divisi Jenis Pekerjaan Sub Bidang Usaha Jalan Jembatan Layang Sudirman Jembatan Layang KS Tubun Jembatan Layang Pasupati Bandung Jembatan Layang Cikubang-Tol Cipularang, Jawa Barat Jembatan Surabaya Madura (Suramadu) Sub Bidang Pengairan Bendung Gerak Klambu Barrage Bentuk Gerak Serayu, Jawa Tengah Banjir Kanal Timur KONSTRUKSI SIPIL Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 5

23 Divisi Jenis Pekerjaan Normalisasi Sungai Bengawan Solo Bendung Amandit di Kalimantan Waduk Jatigede di Jawa Barat Sub Bidang Prasarana Perhubungan Pelabuhan Peti Kemas dan car Terminal Tanjung Priok Depo Kereta Api Depok dan Double Track Yogyakarta - Kroya Sub Bidang Jasa Konstruksi Bangunan Hunian Apartemen Permata Berlian Apartemen Belezza, Jakarta Apartemen Adhi Wangsa, Surabaya Apartemen Paragon, Solo Hotel Paragon City, Semarang Sub Bidang Bangunan Fasilitas Rumah Sakit Sahid Sahirman, Jakarta Terminal Bandar Udara Adi Soemarmo, Solo Mal Lucky Square, Bandung Mal Adhiwangsa, Surabaya Mal Solo Paragon, Solo Plaza Balikpapan, Balikpapan Kantor Pemprov. Riau, Soho group, Riau Sub Bidang Minyak & Gas Proyek Pipanisasi Jaringan Distribusi Gas Jawa Barat Paket 14 Cilamaya Proyek Pipanisasi Distribusi Bahan Bakar Minyak Balongan - Jakarta LPG Terminal 4 x 2500 MT di Tanjung Sekong Aftur Terminal & Filling Point Bandara Kualanamu dan Bandara Soekarno Hatta Sub Bidang Sarana Industri Raw Water Clarification (RWC) Pertamina Plaju Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Pabrik Granulasi Pupuk NPK, FRO, Petrokimia Gresik Konstruksi pabrik Biodiesel Cilianda Perkasa Dumai Rekondisi Pabrik Semen Indocement Pabrik CPO di Malingping, Jawa Barat Palimanan Cement Mill, Cirebon Konstruksi Sipil Power Plan PLTU Labuhan Angin PLTU Labuan PLTU Pelabuhan Ratu PLTG Muara Karang PLTGU Tanjung Priok PLTU Pacitan EPC Power Plan PLTU Amurang 2 x 25 MW PLTD Bali 50 MW PLTU Asam-asam 2 x 65 MW, Kalimantan Selatan Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2010, data diolah KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG UTILITAS ENERGI Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 6

24 Berikut ini adalah beberapa proyek Perseroan yang diselesaikan selama tahun 2010 : DIVISI KONSTRUKSI SIPIL Pembangunan Jalan Tol Solo Kertosono Seksi I Pengendalian Banjir Bengawan Solo Hulu Pembangunan Kanal Timur Paket 24 Paket Perbaikan RE Martadinata (Sisi Utara) Jakarta Utara Perkuatan Dermaga untuk alat bongkar muat peti kemas Tanjung Priok Fly Over (FO) Lippo Karawaci Jalan Perkebunan Sawit, Wahau-SWA 550 Pembangunan Dermaga Bengkulu Pembangunan Revertment Pantai Alam V Tarakan Normalisasi Kali Cisadane Hilir Jalan Sorek Teluk Meranti Guntung Aceh Pembangunan Jalan/Jembatan dan Proyek Rehabilitasi (USAID) Segmen 15+4 DIVISI KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Pembangunan Sport Center Kab. Kuantan Singingi Riau Pembangunan Gedung SMA Pintar Kab. Kuantan Singingi Riau Pembangunan Bandara Internasional Lombok DIVISI ELEKTRIKAL DAN MEKANIKAL Kelanis Hopper 6 & & Upgrades P9/10 PCC Grinding Plant ITP Cirebon P9 PCC Part 19 Pembangunan Konstruksi Dryer Plant dan Pekerjaan Mekanikal Pabrik Semen Palimanan P3/4 Trass Dryer Project Konstruksi dan Pekerjaan Mekanikal Workshop, Crushing dan Skyline Converyor System of East Block Indominco DIVISI ENERGI PLTU Banten 2 Labuan (2x300 MW) PLTU Nagan Raya NAD (2X110 MW) Sedangkan beberapa proyek yang saat ini dalam tahap pekerjaan dengan nilai kontrak diatas satu milyar rupiah adalah sebagai berikut : Nama Proyek Jenis Pekerjaan Pemberi Kerja Tol Surabaya-Mojokerto Seksi 1B-IV Pembangunan Jalan Tol PT. Marga Nujyasumo Agung PLTD 50 MW- Pesanggaran Bali EPC Indonesia Power PLTG Borang 60 MW (OM) Operation and Maintenance PT. PLN (persero) PLTG Borang 60 MW (EPC) EPC JO WIKA-NAVIGATE The Adhiwangsa Struktur, Arsitek, MEP PT Adhibaladika / PT Bukit Darmo Property (Tbk) Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Struktur, Arsitektur, MEP Design and Build (Turnkey) 2500 MT per Day Palm Oil Refinery Pulau Laut Perancangan dan pembangunan untuk pengolahan minyak kelapa sawit PT. Angkasa Pura I (Persero) PT. Golden Hope Nusantara Tol Surabaya-Mojokerto Seksi 1A Pembangunan Jalan PT Marga Nujyasumo Agung Jetty & Marine Work PLTU 2 Banten - Breakwater, Jetty, Dregding PT. PLN Labuan ( 2 x 300 MW ) Bandara Sepinggan Balikpapan Struktur, Arsitek, MEP PT. Angkasa Pura I (Persero) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 7

25 Nama Proyek Jenis Pekerjaan Pemberi Kerja Jalan Kereta Api Pembangunan Jalur Ganda KA Cikampek-Cirebon (II) Segmen III Modifikasi St.Cirebon Departemen Perhubungan-Direktorat Jenderal Perkeretaapian Satker Peningkatan Jalan KA Linta Utara Jawa (PLU) PLTU 2 SULUT 2 X 25 MW EPC CONTRACT PT. PLN ( PERSERO) Infrastruktur Penanganan Luapan Tanggul penahan lumpur. Bapel-BPLS Lumpur PLTU Kalsel 2 x 65 Mw EPC CONTRACT PT. PLN ( PERSERO) Construction of Coal Hauling Road & Infrastucture Package I STA Kab. Kutai Barat, Kaltim Pekerjaan Jalan & infrastruktur PT. Gunung Bara Utama SOR Hambalang, Sentul Pondasi, Struktur, Arsitek, MEP Kementrian Pemuda dan Olahraga Bandar Udara Medan Baru ME & Utilitas Dephub Direktorat Jenderal Perhubungan Udara PLTU 2 Jabar - Palabuhan Ratu (3x350 MW) Pembangunan jembatan Merah Putih Ambon Pembesian, Galian/Timbunan, Pasangan, Bekesting Pembangunan Jembatan PT Truba Jaya Engineering (TJE) Kementrian PU Dirjen Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) satker NVT Pelaksanaan Jembatan Merah Putih Ambon Pembangunan Dam Tembesi Thp I Pembangunan Dam Tembesi Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam PLTU Ketapang 2 x 10 MW EPC PT. PLN (persero) JICT Expansion Plan Civil Works Terminal Peti Kemas PT. JICT Scope 2 (Phase 3 & 4) Pembangunan DPPU Kualanamu Medan Mekanikal & Piping, Sipil, Elektrikal, Instrumentasi PT Pertamina Direktorat Pemasaran & Niaga Normalisasi Sungai Garang dan Banjir Normalisasi Sungai DPU-Dirjen SDA-Jateng Kanal Barat-JO Tanjung Priok Gas Fired Power Plant Civil Work MHI Extension Project Bendung Jatigede-JO Bendung PU Ditjen SDA, Jabar Kegiatan Pembangunan jalan Tol/Bebas hambatan/freeway Balikpapan - Samarinda. Paket KM.13 Balikpapan - Samboja Pembangunan Jalan DPU Provinsi Kaltim Pembangunan Graving Dock Pembangunan Graving Dock PT. Dok Pantai Lamongan Jalan Sorek-Teluk Meranti-Guntung Jalan Kimprawil Riau PLTU Indramayu (3x330 MW) Test Pile, Piling SINOMACH-CNEEC-PENTA JO Stadium Unri Pekanbaru Struktur, Arsitek, MEP Pemda Riau Bandara Sultan Syarif Kasim II MEP PT Angkasa Pura II (Persero) Pembangunan Jl. Layang Non Tol Kp.Melayu Tanah Abang (Stage I : Sudirman-Casablanca) Pembangunan Fly Over Dept. PU Muara Karang Gas Power Plant Project Civil work & Modification works Mitsubishi Corporation FO Ahmad Yani Summarecon Bekasi Fly Over PT. Summarecon Agung, Tbk Terminal Bus Pulo Gebang Pondasi, Struktur, Arsitek, MEP Pemda DKI Jakarta - Dinas Perhubungan Pembangunan Pipa Minyak Mentah Tampino-Plaju EPC dan commisioning diluar pengadaan pipa 8â untuk pipeline Pembangunan Turap/Sheet Pile Pembangunan Turap DPU dan Perhubungan PemKab Tana Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 8

26 Nama Proyek Jenis Pekerjaan Pemberi Kerja Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung Tidung Pekerjaan Perpanjangan Dermaga B 400 M Dumai Pembuatan Dermaga PT Pelabuhan Indonesia I (persero) cabang Dumai Penggantian Fasilitas DPPU Soekarno Detail Engineering, Procurement, PT Pertamina Direktorat Pemasaran & â Hatta Construction, Testing dan Precommissioning dari pekerjaan. Penambahan fasilitas Storage Tank, modifikasi dan rehabilitasi pada existing Fuel Storage dan Pumping Station Facilities (Airport). Modifikasi dan Niaga rehabilitasi pada Hydrant Facilities Pembangunan Jembatan dan Jalan Tol Pekerjaan Jembatan dan Jalan PU-Dirjend. Bina Marga Solo-Kertosono Construct of New AccessRoad to Pembangunan Jalan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Gunung Putri Penggantian Pipanisasi CB-I Tasikmalaya - Ujung Berung Pembangunan dan Pemasangan Jalur Pipa PT. Pertamina Direktorat Pemasaran & Niaga 1.2 Rencana Transaksi Alasan Transaksi Perseroan saat ini merupakan pemegang saham mayoritas pada WIN yaitu sebesar 78,40%. Dalam beberapa tahun terakhir kinerja WIN mengalami penurunan, bahkan sejak tahun 2009 WIN telah mengalami saldo laba negatif. WIN mengalami saldo laba negative pada tahun 2009 dan 2010 masing-masing sebesar negative Rp. 26,304 Milyar dan negative Rp. 24,367, yang diakibatkan dari beban bunga pinjaman sebesar Rp. 36,787 milyar dan penyisihan persediaan usaha pupuk perusahaan sebesar Rp. 45,046 milyar, yang menjadi loss carrying forward di tahun Walaupun pada tahun 2010 WIN mencatat laba bersih sebesar Rp. 1,94 milyar akan tetapi berasal dari Pendapatan lain-lain yakni dari pendapatan atas penjualan aset, merk dan selisih penilaian aset tetap atas pemisahan WINER. WIN memiliki pinjaman sebesar Rp. 145,87 Milyar (terdiri dari pokok sebesar Rp 139,52 Milyar dan bunga sebesar Rp 6,35 Milyar) kepada Perseroan dengan tingkat bunga sebesar 4% per tahun diatas Suku Bunga Sertipikat Bank Indonesia (SBI), yang pada saat ini WIN tidak dapat melaksanakan pembayaran bunga kepada Perseroan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 9

27 WIN memiliki kewajiban jatuh tempo sebagai berikut : Kreditur Tanggal jatuh Tempo Jumlah [Milyar Rupiah] SKBDN/LC/Kredit Supplier Juni ,6 CIMB Niaga Angsuran Kredit Juli ,0 Danamon Angsuran kredit 10,0 Jumlah 119,6 WIN perlu melakukan Program Restukturisasi kewajibannya terhadap Perseroan agar WIN dapat memenuhi kewajiban kepada Pihak Ketiga. Penjualan Saham WINER kepada Perseroan senilai Rp ,- (tiga puluh tiga milyar dua ratus lima puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu sembilan ratus tujuh Rupiah) akan digunakan untuk melunasi hutang jatuh tempo yang wajib di bayar WIN, disamping untuk menyederhankan struktur kepemilikan pada kelompok usaha Perseroan. Perseroan yakin dengan melakukan konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, maka kinerja WIN akan berubah menjadi lebih baik, kemudian Perseroan akan mengalami penurunan piutang sebesar piutang WIN, namun pada sisi lain Perseroan akan mengalami peningkatan pada penyertaan saham anak perusahaan yaitu WIN dan Perseroan akan menjadi pemegang saham di WINER sebesar 40% Rencana Transaksi Proses Perseroan dalam melakukan Rencana Transaksi adalah : a) Melakukan konversi seluruh piutang pokok Perseroan kepada WIN menjadi penyertaan modal, yaitu sebesar Rp 139,52 milyar (pokok hutang WIN). Sedangkan sisa tagihan yang berasal dari bunga pinjaman sebesar Rp 6,35 milyar akan tetap dicatatkan sebagai piutang Perseroan di WIN b) Pembelian saham WIN sebesar 40% (sejumlah lembar saham) yang ada di WINER dengan rencana harga transaksi berdasarkan nilai buku per 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp per lembar saham, maka total nilai pembelian saham WIN sebesar Rp Hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang WIN pada Departemen Industrial Plant (DIP) sebesar Rp 29,75 Milyar, sedangkan sisanya sebesar Rp 3,51 Milyar akan digunakan sebagai kas WIN. c) Menjadikan WINER sebagai perusahaan afiliasi dari Perseroan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 10

28 Adapun untuk Rencana transaksi yang akan dilakukan terangkum dalam bagan berikut : 2 WIKA (PERSEROAN) 1 Melakukan Debt to Equity Swap 3 Menjadikan WINNER sebagai Anak Perusahaan Membeli Saham WIN di WINNER WIN PKM GBI WINNER 40% 42,58% 17,42% WINNER Sumber Dana Sumber dana dalam melakukan rencana transaksi adalah berasal dari hutang WIN ke Perseroan (Piutang Perseroan ke WIN), Hutang WIN ke DIP (Piutang DIP ke WIN), dan hasil penjualan saham WIN di WINER : Keterangan (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok b. Bunga Hutang WIN ke DIP Total Hutang WIN ke Perseroan Penjualan Saham WINER Penggunaan Dana Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan penyertaan saham pada WIN, pembayaran hutang ke DIP yang berasal dari hasil penjualan saham WIN yang ada di WINER, dan sisanya akan dijadikan sebagai kas perusahaan untuk menutup kebutuhan modal kerja yang harus ditanggung oleh Perseroan guna menjamin operasional WIN, adapun penggunaan dana secara terperinci adalah sebagai berikut : Keterangan (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok Debt to Equity Swap b. Bunga Hutang WIN ke Perseroan Hutang WIN ke DIP Penerimaan Kas WIN *) Penjualan Saham WINER Catatan : *) Berasal dari Hasil Penjualan Saham WINER dikurangi dengan Hutang WIN ke DIP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 11

29 Rencana Transaksi merupakan satu kesatuan transaksi dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, selanjutnya Rencana Transaksi melalui konversi piutang Perseroan pada WIN dan pembelian saham WIN pada WINER secara bersama-sama disebut ( Rencana Transaksi ) Alasan Penerbitan Fairness Opinion Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hadori Sugiarto Adi & Rekan, nilai buku ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp Dengan demikian, Harga Rencana Transaksi sebesar Rp milyar (Rp 139,52 milyar + selisih hasil penjualan saham WIN di WINER dikurangi dengan pembayaran hutang WIN ke DIP adalah Rp 3,51milyar), merupakan 7,3% dari nilai buku ekuitas Perseroan pada tanggal 30 Juni Oleh karena itu, manajemen Perseroan menilai bahwa Rencana Transaksi merupakan tidak material sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama ( Peraturan IX.E.2 ) yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November Dalam Peraturan IX.E.2 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi material adalah setiap (a) pembelian saham termasuk dalam rangka pengambilalihan; (b) penjualan saham; (c) penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu; (d) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar atas segmen usaha atau aset selain saham; (e) sewa menyewa aset; (f) pinjam meminjam dana; (g) menjaminkan aset, dan/atau; (h) memberikan jaminan perusahaan, dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan tertentu. Manajemen Perseroan menegaskan bahwa Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, terkait dengan hubungan afiliasi kepemilikan saham antara (i) Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas yang memiliki saham WIN sebesar 78,4%, dan (ii) 40% saham WIN yang ada WINER yang pada dasarnya WIN sendiri merupakan perusahaan yang berada dibawah kontrol Perseroan terkait kepemilikan saham, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 12

30 PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. 78,40 % Koperasi Karyawan (Kopkar) Karya Mitra Satya 20,31 % PT Wijaya Karya Intrade PT PKM PT GBI Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1,29 % 40,00 % 17,42 % 42,58 % PT Wijaya Karya Intrade Energy ( WINER ) Komisaris dan Direksi Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, bertanggung jawab sepenuhnya atas kelengkapan dan kebenaran informasi yang disajikan dan setelah mengadakan penelitian dan pemeriksaan yang cukup, dan sepanjang yang diketahui dan diyakini, menegaskan bahwa informasi yang dimuat dalam informasi ini adalah benar dan tidak ada fakta material yang disembunyikan atau tidak diungkapkan yang dapat membuat atau mengakibatkan informasi atau fakta material menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan IX.E.1, Perseroan telah menunjuk KJPP TOH sebagai konsultan independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Tanggal Penilaian (Cut Off Date) Tanggal penilaian dalam laporan opini kewajaran ini adalah per 30 Juni ) RUANG LINGKUP Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas rencana konversi hutang menjadi modal saham, kami telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Informasi dari manajemen yang merencanakan untuk melakukan Perjanjian Restrukturisasi Piutang, antara Perseroan (Kreditur) dengan PT Wika Intrade (Debitur) tentang Rencana Konversi Piutang Menjadi Modal Saham. 2. Keterbukaan Informasi transaksi afiliasi WIKA dengan anak perusahaan pada tanggal 25 Mei Copy Perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan transaksi pinjaman antara Perseroan dengan PT Wika Intrade 4. Business Plan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 13

31 5. Laporan Keuangan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) per 30 Juni 2011, 31 Desember 2010, 31 Desember 2009, 2008, 2007 dan 2006 (AUDITED) 6. Proforma Laporan Keuangan per tanggal 30 Juni 2011 Sebelum dan Setelah rencana konversi hutang menjadi Saham, yang telah di review oleh Kantor Akuntan Publik Hadori & Rekan 7. Laporan Keuangan PT Wika Intrade per 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan, 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways & Rekan, 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan rekan dan per 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 yang diaudit oleh KAP Hadori & Rekan. 8. Laporan Keuangan PT Wika Intrade Energi per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. 9. Data struktur Organisasi dan Job Description PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 10. Data Izin Usaha PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 11. Wawancara dengan Manajemen, sehubungan dengan kesepakatan restrukturisasi hutang dan konversi hutang menjadi modal saham. 12. Berbagai sumber informasi baik media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan. Pendapat kewajaran ini disusun antara lain berdasarkan pada prinsip integritas informasi yang ada. Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit atau verifikasi atas informasi dan data tersebut. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan kesepakatan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER tersebut. Kami berasumsi bahwa manajemen Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada data dan informasi material apapun lainnya yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 14

32 3) ASUMSI-ASUMSI POKOK Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Penilaian kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Harga Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER seperti yang telah diuraikan di atas. Akibat dari konversi Piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham WIN pada WINER, maka piutang Perseroan menjadi berkurang (hutang pokok dijadikan konversi penyertaan modal, sisanya tetap dijadikan sebagai piutang), penyertaan saham Perseroan bertambah/meningkat pada WIN, memiliki penyertaan saham pada WINER, dan kas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp 3,5 milyar, yang merupakan selisih dari kewajiban Perseroan atas pembelian saham WIN pada WINER sebesar Rp 33,26 milyar, kemudian dikurangi dengan kewajiban WIN pada DIP (salah satu divisi Perseroan) sebesar Rp29,75 milyar. Karenanya setelah konversi penyertaan modal ini efektif, maka persentase kepemilikan saham Perseroan pada WIN mengalami peningkatan menjadi sebesar 96,5%. dan menjadi pemegang saham baru pada WINER sebesar 40%. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksitransaksi diluar Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini merupakan satu kesatuan analisa yang komprehensif yang tidak terpisahkan satu bagian dengan bagian yang lain secara keseluruhan. Analisa dan pembahasan sebagian dari Pendapat Kewajaran ini oleh pihak yang tidak berkompeten tanpa memperhatikan pembahasan dan analisa bagian yang lainnya dalam Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan kesimpulan dari Pendapat Kewajaran ini memiliki perbedaan pengertian. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Kami tidak bertanggung jawab karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil penilaian. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 15

33 Atas usaha/saham yang dinilai kami tidak mempunyai suatu kepentingan apapun, baik sekarang maupun di masa mendatang. Tugas dan imbalan yang kami terima sebagai penilai sama sekali tidak tergantung dari hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan. Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan penilaian baik secara keseluruhan, sebagian atau sebagai referensi nilai yang terdapat didalamnya maupun nama dan afiliasi tenaga ahli dari penilai, tanpa persetujuan tertulis penilai yang bersangkutan berkaitan dengan bentuk dan konteks telah tercantum dalam publikasi tersebut. Laporan penilaian ini dianggap sah apabila tertera tanda tangan Direksi dan cap KJPP Toha Okky Heru dan Rekan 4) TINJAUAN EKONOMI Pertumbuhan PDB merupakan indikator utama untuk melihat pertumbuhan sektor ekonomi Indonesia yang pada akhirnya akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan sektor lainnya. Selama periode tahun 2006 s.d pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilihat dari laju PDB (Produk Domestik Bruto) menunjukan tren yang meningkat. Hanya pada tahun 2009 pertumbuhan perekonomian cenderung melambat, hal ini disebabkan terjadinya gejolak finansial pada tahun 2008 yang bersumber di Amerika Serikat dan merambat hampir ke seluruh negara di dunia. Namun pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi nasional kembali mengalami percepatan dengan pertumbuhan sebesar 6,1%. Gambar - Laju PDB Nasional Sumber: Badan Pusat Statistik Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 16

34 Bila dilihat dari kontribusi yang diberikan, pada tahun 2010 sektor industri pengolahan merupakan sektor usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional, yaitu sekitar 25,76% dari total PDB yang kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel & restoran yang sebesar 17,34%, namun bila dilihat dari laju pertumbuhan per sektor, sektor pengangkutan dan komunikasi memberikan kontribusi terbesar, yaitu 13,5% yang kemudian diikuti sektor perdagangan, hotel & restoran yang sebesar 8,7%, sedangkan laju pertumbuhan sektor industri pengolahan hanya sebesar 4,5% atau berada diurutan tujuh dalam ranking laju pertumbuhan per sektor selama tahun Tabel - Perkembangan PDB Per Sektor, Harga Konstan 2000 (Triliun Rupiah) Lapangan Tahun Growth Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan % Pertambangan & Penggalian % Industri Pengolahan % Listrik, Gas & Air Bersih % Konstruksi % Perdagangan, Hotel & Restoran % Pengangkutan & Komunikasi % Keuangan, Real Estat & Jasa Perusahaan % Jasa-jasa % Produk Domestik Bruto (PDB) 2, , , % Sumber: Badan Pusat Statistik Indikator ekonomi lainnya dapat dilihat pada table berikut : Inflasi 6,59% 11,06% 2,78% 6,96% 0,70% 1 Kurs (Rp/US$) BI Rate 8,00 9,25 6,50 6,50 6,752 2 Catatan : 1 Januari Agustus Agustus 2011 Sumber : Statistik Indonesia, Bank Indonesia, DepKeu Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 17

35 5) GAMBARAN UMUM INDUSTRI KOMPONEN DAN KONVERSI ENERGY Industri Komponen Otomotif Perkembangan industri komponen otomotif akan sangat tergantung dari sektor industri otomotif itu sendiri, seperti perakitan, bodi dan komponen (spare part) yang merupakan salah satu pasar tertua, terbesar dan paling signifikan di Indonesia. Permintaan pasar domestic secara historis telah menjadi pendorong bagi industry perakitan dan komponen otomotif. Permintaan tersebut tetap ada hingga saat ini, karena pasar komponen otomotif dalam negeri didukung oleh pertumbuhan yang kuat dipasar perakitan otomotif (kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4) serta pertumbuhan lanjutan di pasar suku cadang yang dijual utamanya di pasar purna jual (after market). Kapasitas produksi kendaraan roda 4 paling banyak saat ini dimiliki oleh PT Astra Daihatsu Motor, sebesar unit pertahun dengan merk Daihatsu. Produsen lain yang memiliki kapasitas adalah PT Toyota Astra Motor dengan merek Toyota sebanyak unit pertahun dan produsen ketiga terbesar adalah PT Indomobil Suzuki International sebanyak unit pertahun. Keterangan lebih detil dapat dilihat pada table berikut : Tabel Kapasitas Produksi Industri Perakitan Kendaraan Bermotor Roda 4 Kapasitas Tahun Nama perusahaan perakitan Status Merek prod. Berdiri (unit/tahun) Astra Daihatsu Motor,PT 1978 PMA Daihatsu Astra Nissan Diesel Indonesia,PT 1984 PMA NissanDiesel(Truck) Daimler Chrysler Indonesia, PT MercedesBenz, Chrysler, Dodge, 1970 PMA (Mercedes Benz Indonesia,PT) Jeep BMW, Isuzu, Peugeot, Daihatsu, GayaMotor,PT 1969 PMDN Nissan Diesel General Motor Indonesia, 1993 PMA Chevrolet Indomobil Suzuki International,PT 1976 PMA Suzuki Hino Indonesia Manufacturing,PT 1982 PMA Hino Honda Prospect Motor,PT 1976 PMA Honda Nissan Motor Indonesia,PT 1995 PMA Krama Yudha Ratu Motors,PT 1975 PMDN Audi, VW, Ssangyong, Volvo, Nissan MitsubishiColtT120SS, ColtL300, ColtDieslFE, Fuso National Assemblers,PT 1971 PMDN Suzuki,Mazda,Kia Trijaya Union,PT 1986 PMDN MitsubishiBuses Toyota Astra Motor,PT 1971 PMA Toyota Sumber: Gaikindo/DataConsult (Indonesian Commercial Newsletter Maret 2010) Catatan: PMA:PerusahaanModalAsing; PMDN:Perusahaan Modal Dalam Negeri Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 18

36 Industri mobil di dalam negeri meraih prestasi puncak dengan tingkat produksi menembus jumlah unit pada Jumlah ini tercatat sebagai produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir, melebihi produksi pada 2008 sebesar unit. Tingginya produksi ini dipi3cu oleh tingginya permintaan pasar dan didukung oleh kondisi ekonomi yang cukup baik. Namun pada 2009 produksi mobil mengalami penurunan hingga 22,6% menjadi hanya unit dari tahun Penurunan produksi ini karena tekanan krisis finansial global, yang menyebabkan pasar mobil tidak bergairah sehingga menekan tingkat produksi. Menurut Gaikindo dengan total kapasitas industri mobil yang saat ini mencapai unit, untuk mencapai produksi unit dapat diatasi pabrikan lokal. Saat ini, ada 12 merek yang tercatat merakit kendaraannya di Indonesia, yaitu sembilan merek asal Jepang, satu merek Korea Selatan, dan dua merek asal Jerman. Hingga saat ini Astra Group yang memegang beberapa keagenan merek kendaraan bermotor masih tetap merupakan produsen terbesar di Indonesia untuk group perusahaan kendaraan bermotor. Diikuti oleh Indomobil Group yang saat ini memegang 10 keagenan setelah masuknya Cherry Motor dari China dengan ATPM-nya PT Indomobil Prima Niaga. Tabel Perkembangan Produksi Kendaraan Bermotor Indonesia, CATEGORY CC<1.500(G/D) SEDAN TYPE 1.501<CC<3.000(G)/2.500(D) CC>3.001(G)/2.501(D) SUBTOTAL CC<1.500(G/D) <CC<2.500(G/D) X2TYPE 2.501<CC<3.000(G) CC>3.001(G)/2.501(D) SUBTOTAL CC<1.500(G/D) X4TYPE 1.501<CC<3.000(G)/2.500(D) CC>3.001(G)/2.500(D) SUBTOTAL GVW 5-10 Ton(G/D) BUS GVW Ton(G/D) GVW > 24 Ton(G/D) SUBTOTAL GVW < 5 Ton(G/D) GVW 5-10 Ton(G/D) PICKUP/TRUCK GVW Ton(G/D) GVW > 24 Ton(G/D) SUBTOTAL DOUBLE CABIN GVW < 5 Ton(G/D) For All CC SUBTOTAL TOTAL PRODUKSI Sumber : Gaikindo, ICN Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 19

37 Seiring dengan terus berkembangnya permintaan akan mobil, kebutuhan akan pemasok yang produktif, efisien dan bermutu yang dapat memasok komponen perakitan dan penggantian secara memadai dengan mutu bagus, terjamin, harga kompetitif dan pengiriman tepat waktu. Walau terhambat selama beberapa beberapa decade karena adanya kebijakan proteksi yang akhirnya juga gagal dan masuknya banyak pesaing asing belakangan ini, sector komponen cenderung mampu untuk memenuhi permintaan domestic ini dengan lebih banyak komponen dan suku cadang buatan dalam negeri dan bermutu tinggi serta dapat memasuki pasar internasional melalui ekspor. Komponen otomotif dalam negeri dapat dibagi dalam dua pasar utama, yaitu (1) original equipment market (OEM) pasar perlengkapan orisinil, untuk komponen yang dibuat untuk industri perakitan dalam dan luar negeri; dan (2) aftermarket pasar purna jual atau juga disebut sebagai replacement equipment market (REM) pasar perlengkapan penggantian, untuk komponen perawatan dan penggantian dalam negeri dan ekspor. Komponen otomotif dapat dibagi menjadi enam kategori komponen utama, yaitu (a) komponen mesin, (b) komponen kelistrikan, (c) komponen unit transmisi penggerak, (d) komponen suspense / peredam kejut, (e) komponen casis, dan (f) komponen bodi mobil. Ketua Umum Gabungan Indonesia Alat Mobil dan Motor Indonesia (Giamm), mengatakan bahwa tingkat persaingan di pasar komponen otomotif semakin tinggi terutama dari produk impor, menyusul kesepakatan perdagangan bebas Asean China (ACFTA). Banyak produk komponen dari kawasan Asean dan China yang menyerbu Indonesia dengan harga yang lebih murah, baik yang masuk secara resmi maupun illegal. Akibatnya, industri komponen otomotif khususnya di pasar penggantian (after market) hanya mampu tumbuh 10% hingga 15%, tidak setinggi pertumbuhan industri otomotif yang tahun ini mencapai 40% (Bisnis Indonesia 23 September 2010). Realisasi pertumbuhan produksi otomotif berdasarkan data Gaikindo bahkan lebih tinggi yakni mencapai 50%. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 20

38 Grafik - Data target penjualan gaikindo Sumber : Gaikindo Industri Komponen Alat Berat Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi di Indonesia adalah tiga produsen alat berat. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator, buldozer, motor grader dan dump truck. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar, memproduksi excavator, buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia, misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Berikut ini jenis alat berat yang telah diproduksi didalam negeri yang dibuat oleh produsen alat berat yang tergabung dalam HINABI (Himpunan Industri Alat Berat Indonesia) adalah sbb: Tabel Jenis yang diproduksi oleh industri perakitan di Indonesia Nama Perusahaan Jenis Produksi Tipe / model Kapasitas / operating weight 1. Komatsu Indonesia Excavator PC ,7 ton (Komatsu) PC LC 7 31,5 ton 300 SE 7 33,5 ton 400 LCSE 7 44,2 ton Bulldozer D 68 E SS ton D 85 E SS 2 21,5 ton Motor Graders GD 511 A 1 10,8 ton Dump Trucks HD ,8 ton HD ton Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 21

39 Nama Perusahaan Jenis Produksi Tipe / model Kapasitas / operating weight 2. Hitachi Indonesia Excavator Zaxis 110 M 10 ton (Hitachi) Zaxis ,4 ton Zaxis 210 MF 20,7 ton Zaxis 110 MF 11,5 ton 3. Caterpillar Indonesia Bulldozer D DIT 149 kw (Caterpillar) Excavator 320 C 96 kw Motor Graders 120 H 93 kw 140 H 104 kw 4. Sumitomo S.H.I Construction Excavator n.a. 12 ton, 21 ton, Machinery Indonesia *) 24 ton dan 35 ton *) trial operasion September 2011 Sumber : Indonesian Commercial Newsletter, berbagai sumber Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 berkisar antara 30% sampai 50%. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun 2009 mencapai 50%, dump truck 30%, buldoser 45%, motor grader 40%, dan forklift 40%. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator, bulldozers, motor graders dan dump trucks. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu, PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar, PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi dan PT Sumitomo SHI Construction Machinery Indonesia dengan merk Caterpillar yang sudah dibangun dan melakukan trial operation pada bulan September 2011 lalu. Ada produsen lain yaitu PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. Tabel Produsen alat berat di Indonesia, 2011 Produsen Pemegang Saham Jenis Produksi PT Komatsu Indonesia Tbk Komatsu Limited Japan 87,92% hydraulic excavators, (Komatsu) PT United Tractors Tbk 5,00% bulldozers, motor graders, offhighway dump trucks Sumitomo Corp 4,25% Marubeni Corp 2,83% PT Caterpillar Indonesia Caterpillar USA 80,00% excavator, bulldozer, wheel (d/h PT Natra Raya) Marga Tiara Trakindo 20,00% loader, motor grader (Caterpillar) PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (Hitachi) Hitachi Construction Machinery Co Ltd Japan excavator, construction 48,09% machinery Hitachi Construction Machinery (Singapore) Pte Ltd 33,87% PT Murinda Iron Steel 3,23% Itochu Corporation Co Ltd. 11,03% PT Anggapura Dhananjaya 3,78% Kapasitas Produksi (unit/tahun) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 22

40 Produsen Pemegang Saham Jenis Produksi PT Sumitomo SHI hydraulic excavators Construction Machinery Sumitomo Heavy Industries Ltd 10,00% Indonesia *) Sumitomo (SHI) Construction Machinery Co Ltd 90,00% PT United Tractors Pandu Engineering (Patria) PT United Tractors Tbk Lainnya 99,00% Forklift, aircraft towing, ground power unit, heavy equipment 1,00% componen *) trial operasion September 2011 Sumber : Indonesian Commercial Newsletter, berbagai sumber Kapasitas Produksi (unit/tahun) Kinerja industri alat berat nasional kian menjanjikan, Ketua Umum Persatuan Agen Tunggal Alat-alat Berat Indonesia (PAABI), menuturkan bahwa industri ini akan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001 misalnya, ia menaksi penjualan alat berat di Indnesia bisa mencapai sekitar unit. Ini tumbuh sekitar 40 persen 50 persen dibandingkan tahun 2010 yang masih sebanyak unit (waspada.co.id, 15 Juli 2011). Pada semester I 2011 penjualan alat berat sudah mencapai unit, sementara dari Juli sampai akhir tahun, diperkirakan penjualannya akan lebih tinggi dari semester sebelumnya. Proyeksi pertumbuhan alat berat ini didasarkan pada semakin merekahnya industri pertambangan, perkebunan dan konstruksi. Industri pertambahan batubara misalnya, terus tumbuh secara signifikan. Pada tahun 2010, produksi batubara nasional masih sebanyak 275 juta ton. Di tahun ini, produksi batubara nasional diyakini bisa mencapai sekitar 340 juta ton. Kemudian industri kelapa sawit juga diyakini bakal tumbuh terus. Pasalnya, utilisasi kelapa sawit nasional masih jauh dari kapasitas terpasangnya. Konversi Energy Industri konversi energi tenaga surya di Indonesia memiliki potensi yang besar, namun belum begitu dikenal sehingga pemanfaatannya belum optimal. Pasar industri ini masih tergolong niche market dengan jumlah pemain yang belum banyak. Peluang tumbuhnya industri ini bergantung pada jaringan distribusi dan kesadaran masyarakat akan produk energi alternatif yang ramah lingkungan sejalan dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Keunggulan pemanfaatan energi surya adalah energi ini tersedia bebas dan dapat diperoleh secara gratis di alam, persediaan yang hampir tidak terbatas, tidak ada polusi dan emisi gas rumah kaca sehingga dapat mengurangi pemanasan global, dan dapat dibangun di daerah terpencil karena tidak memerlukan transmisi energi maupun transportasi sumber energi. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 23

41 Pada saat ini negara maju industri di dunia telah menjadikan sinar matahari sebagai salah satu sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Negara industri yang tercatat sebagai negara yang telah memiliki pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas pembangkit listrik dengan besaran lebih dari 100 MW hingga mencapai 6 GW antara lain Spanyol, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Italia, Perancis dan Korea Selatan. Teknologi untuk mengkonversi secara langsung sinar matahari menjadi listrik dikenal sebagai teknologi fotovoltaik atau teknologi tenaga surya. Sinar matahari dikonversi langsung menjadi energi dengan menggunakan divais semikonduktor yang disebut sel surya (solar cell). Salah satu teknologi sel surya yang telah digunakan secara komersial dan terbesar pada saat ini sebagai pembangkit listrik tenaga surya adalah teknologi sel surya berbasis logam silikon. Pengunaan energi fosil, yakni minyak bumi, gas dan batubara, yang tidak terbarukan sebagai sumber energi pada pembangkit listrik yang saat ini masih banyak digunakan diseluruh dunia akan menimbulkan permasalahan makin berat ke depan karena ketersediaannya semakin langka terutama minyak bumi dan permasalahan dampak lingkungan yang buruk dari gas buangnya. Sedangkan dengan menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi listrik yang bersih, tidak perpolusi, aman dan dengan persediaan yang tidak terbatas. Teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan merupakan alternative untuk mengurangi ketergantungan energi yang dihasilkan dari minyak bumi, batubara, dan gas panas bumi sehingga mengurangi efek rumah kaca. Pemerintah Indonesia sendiri, melalui Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral telah memprogramkan kebijakan konservasi dan diversifikasi energi untuk masuk dalam struktur pembangunan nasional agar dapat menyediakan listrik sejalan dengan kebutuhan. Peraturan Presiden (Perpres nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) menunjukkan upaya agar pemakaian energi baru dan terbarukan (EBT) dapat ditingkatkan hingga 17% dalam bauran energi (energy mix) Nasional pada tahun Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 24

42 Gambar Sasaran Energi Mix Indonesia 2025 Sumber : Renstra ESDM Indonesia memiliki potensi energi yang beragam, baik yang berasal dari energi fosil maupun non fosil. Sumber energi fosil antara lain minyak bumi, gas bumi, batubara dan coal bed methane (CBM). Cadangan minyak bumi (status tahun 2008) sebesar 8,2 milyar barel yang apabila diproduksi dengan tingkat produksi sebesar 0,357 miliar barel per tahun, maka potensi minyak bumi masih akan bertahan setidaknya selama 23 tahun. Gas bumi dengan cadangan sebesar 170 TSCF dan tingkat produksi sebesar 2,9 TSCF, maka diharapkan dapat memasok energi hingga 62 tahun ke kedepan. Jumlah sumber daya batubara status tahun 2009 yang telah diketahui mencapai sebesar 104,94 miliar ton, namun secara ekonomis jumlah batubara yang dapat ditambang, baik secara terbuka maupun dengan cara bawah tanah, masih terbatas. Jumlah cadangan terbukti (proven reserves) saat ini baru mencapai 21,13 miliar ton, sisanya masih bersifat indikasi. Selain itu sebagian besar dari jumlah sumberdaya tersebut (sekitar 66,39%) tergolong batubara perperingkat sedang (medium rank coal) atau sub bituminus dimana jenis batubara ini memiliki nilai katori ( kcl/kg). Berdasarkan data Renstra Kementrian ESDM tahun , diketahui bahwa sumber energi non fosil Indonesia relatif besar, namun pemanfaatannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan potensi yang ada. Sebagai ilustrasi, sampai dengan tahun 2008 kapasitas terpasang energi non fosil seperti tenaga air baru mencapai 4,2 Giwa Watt (GW) dari sumber daya sebesar 75,67 GW atau baru termanfaatkan sekitar 0,5%. Potensi sumber daya panas bumi sebesar 28,884 GW baru termanfaatkan sebesar 1,189 GW atau sekitar 4%. Indonesia merupakan daerah sekitar katulistiwa dan daerah tropis dengan luas daratan hampir 2 juta, dengan penyinaran matahari lebih dari 6 jam sehari atau sekitar jam dalam setahun. Karakteristik Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 25

43 cahaya matahari di wilayah negara tropis, seperti Indonesia, tergolong mempunyai tingkat radiasi yang baik. Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, rata-rata penyinaran (radiasi) surya mencapai 4,8kWh/m2 per hari, dengan variasi bulanan sekitar 9%. Berikut ini gambaran cadangan dan produksi energi Indonesia (status 2008). NO ENERGI NON FOSIL Tabel Cadangan dan Produksi Energi Non Fosil Indonesia (Status 2008) SUMBER DAYA (SD) KAPASITAS TERPASANG (KT) RASIO KT/SD (%) MW (e.q. 845 juta 1 Tenaga Air SBM) MW 5,55% mw (e.q. 220 juta 2 Panas Bumi SBM) MW 4,12% 3 Mini/Micro Hydro 500 MW 86,1 MW 17,22% 4 Biomass MW 445 MW 0,89% 5 Tenaga Surya 4,80 kwh/m2/hari 12,1 MW - 6 Tenaga Angin MW 1,1 MW 0,01% 7 Uranium MW (e.q ton) untuk 11 tahun Sumber : Renstra ESDM MW 1,00% Berdasarkan data rencana strategis Kementrian ESDM , sasaran pengembangan pemanfaatan pembangkit tenaga surya adalah sebagai berikut : Sumber : Renstra ESDM Di Indonesia perusahaan yang bergerak dalam bidang konversi energi di Indonesia masih sedikit. Umumnya produk-produk konversi energi masih merupakan barang impor yang dijual memalui distributor atau agen di Indonesia. PT Wika Intrade Energi merupakan salah satu pelopor perusahaan lokal yang memproduksi peralatan dalam bidang konversi energi, dengan memproduksi WIKA SWH - solar water heater / pemanas air energi surya, WIKA PV merubah dari energi sinar matahari menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic yang dapat disimpan dalm batterai/aki dan dapat digunakan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 26

44 untuk berbagai macam alat listrik rumah tangga, WIKA AWH - satu produk pemanas air yang energi pemanasnya memanfaatkan energi buangan panas dari outdoor AC (freon panas). Berikut ini adalah beberapa produsen / distributor / agen yang ada di pasar dalam bidang conversi energi : Solar Water Heater Photovoltaic Aircon Water Heater Produsen / Distributor / Produsen / Distributor / Produsen / Merek Merek Agen Agen Distributor / Agen Merek PT Bernadi Utama (D) Solahart, Handal PT LEN Industri LEN Rifan PT Inti Solar Water Heater Intisolar PT Azet Surya Lestari Seltech PT Daya Eximindo Perdana Edward PT Guna Elektro Metalindo PT Dinamika Inti Surya Cemerlang Envirosun PT Bangun Baskara Mandiri PT Wika Intrade Energi WIKA AWH PT Dewata Vulcanindo Vulcan PT Mitra Muda Berdikari PT Polaris Sapta Manggala Polaris PT Altari Energi Surya Sunking Sunking PT Citrakaton Dwitama PT Wika Intrade Energi WIKA SWH PT Gerbang Multindo PT Indomatra Lestari PT Chint Indonesia PT Indo Elektrik PT Suntech PT Sundaya PT Trimba Solar Sistem PT Eltran Indonesia PT Surya Energi Utama PT Wika Intrade Energi WIKA PV Sumber : Draft Rencana Penjualan & Kerjasama Energy Conversion Business Unit kepada Mitra Strategis, berbagai sumber Berdasarkan data draft memorandum informasi rencana penjualan & kerjasama energy conversion business unit kepada mitra strategis, perkembangan pangsa pasar water heater (pemanas air) dengan berbagai tenaga alternatif, yaitu tenaga listrik (electric water heater/ewh), tenaga gas (gas water heater/gwh), tenaga surya (solar water heater/swh) pada tahun didominasi oleh produkproduk EWH dengan trend historis pangsa pasar di atas 70% dan diproyeksikan akan tetap mendominasi pangsa pasar water heater, tetapi dengan proyeksi pangsa pasar yang cenderung menurun. Sedangkan pasar SWH belum memiliki pasar yang luas tetapi diproyeksikan akan menunjukkan trend yang meningkat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk hemat energi dan ramah lingkungan, sosialisasi produk yang semakin meluas, dan faktor gaya hidup sosial masyarakat yang semakin meningkat. Tabel - Pangsa Pasar Water Heater Berdasarkan Sumber Tenaga Produk T A H U N Electric WH 73,0% 71,9% 71,5% 72,2% 72,0% 73,1% 70,7% 71,6% 67,4% 67,5% 66,0% 65,5% Gas WH 19,1% 19,3% 19,5% 19,5% 19,8% 19,9% 20,7% 20,8% 23,4% 23,0% 24,1% 24,3% Solar WH 7,9% 8,8% 9,1% 8,4% 8,2% 6,9% 8,6% 7,6% 9,2% 9,5% 9,9% 10,2% Total 100,0% 100,0% 100,1% 100,1% 100,0% 99,9% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% Sumber : Draft Rencana Penjualan & Kerjasama Energy Conversion Business Unit kepada Mitra Strategis, berbagai sumber Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 27

45 Grafik - Pangsa Pasar Produk Solar Water Heater Terhadap Produk Substitusi 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Rata- Rata Solar WH 9% 8% 8% 7% 9% 8% 8% Gas WH 20% 20% 20% 20% 21% 21% 20% Electric WH 72% 72% 72% 73% 71% 72% 72% Sumber : WINER Sumber : Draft Rencana Penjualan & Kerjasama Energy Conversion Business Unit kepada Mitra Strategis, berbagai sumber 6) GAMBARAN UMUM RENCANA TRANSAKSI Gambaran umum Rencana Transaksi melalui konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan saham WIN dan pembelian saham WIN yang ada di WINER, dengan tahap secara rinci sebagai berikut : a) Melakukan konversi seluruh piutang pokok Perseroan kepada WIN menjadi penyertaan modal, yaitu sebesar Rp 139,52 milyar (pokok hutang WIN). Sedangkan sisa tagihan yang berasal dari bunga pinjaman sebesar Rp 6,35 milyar akan tetap dicatatkan sebagai piutang Perseroan di WIN b) Pembelian saham WIN sebesar 40% (sejumlah lembar saham) yang ada di WINER dengan rencana harga transaksi berdasarkan nilai buku per 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp per lembar saham, maka total nilai pembelian saham WIN sebesar Rp Hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang WIN pada Departemen Industrial Plant (DIP) sebesar Rp 29,75 Milyar, sedangkan sisanya sebesar Rp 3,51 Milyar akan digunakan sebagai kas WIN. c) Menjadikan WINER sebagai perusahaan afiliasi dari Perseroan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 28

46 2 Membeli Saham WIN di WINNER DIP DIP memiliki Piutang pada WIN PERSEROAN 1 WIN Piutang dikonversi menjadi Debt to Equity Sw ap PKM GBI WINER 3 Menjadikan WINNER sebagai Anak Perusahaan 40% 17,42% 42,58% Hasil Penjualan Saham WIN di WINER dipergunakan untuk pembayaran Hutang WIN pada DIP, sisanya untuk kas Perusahaan WINER Catatan : Perseroan DIP WIN PKM GBI WINER = PT Wijaya Karya Tbk = Divisi Industrial Plant = PT Wika Intrade = PT Prima Karya Mandiri = PT Graha Benoite Indonesia = PT Wika Intrade Energy Adapun rincian objek, jumlah dan nilai transaksi dapat dilihat dibawah ini. Keterangan (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok Debt to Equity Swap b. Bunga Hutang WIN ke Perseroan Hutang WIN ke DIP Penerimaan Kas WIN *) Penjualan Saham WINER Catatan : *) Berasal dari Hasil Penjualan Saham WINER dikurangi dengan Hutang WIN ke DIP Rencana pengkonversian piutang Perseroan pada WIN dan pembelian saham WIN pada WINER sebagaimana dimaksud di atas akan dilaksanakan dengan mengingat diperolehnya persetujuan dari para pemegang saham WIN dan WINER. 7) ANALISIS MANFAAT RENCANA TRANSAKSI Secara umum manfaat atas transaksi adalah sebagai berikut: 1. WIN merupakan anak perusahaan Perseroan yang didirikan dalam rangka mendukung pengembangan usaha baik dalam construction material, Engineering Products in Oil & Gas, Other Product, maupun produksi Alumunium casting, Metal Pressing, Plastic injection molding, manufacturer for automotive parts, Home appliance serta Plastic, Pressing & Painting yang memproduksi Automotive part, dikemudian hari akan memberi sinergi bagi kegiatan dalam kelompok usaha Perseroan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 29

47 2. Pelaksanaan konversi hutang WIN menjadi tambahan penyertaan modal Perseroan dalam WIN akan mendukung kegiatan usaha WIN mengingat Perseroan merupakan pemegang saham utama WIN yang memiliki kewajiban untuk mendukung kemampuan permodalan WIN. Dengan penambahan modal WIN maka WIN memiliki fleksibilitas untuk memperoleh alternative pendanaan selain mengunakan dana internal juga dimungkinkan memperoleh pendanaan dari perbankan maupun lembaga keuangan untuk dapat membiayai operasional dan pengembangan usaha WIN dikemudian hari. 3. Dengan kondisi keuangan yang lebih baik maka WIN dikemudian hari diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Perseroan 4. Pengambilalihan saham WINER akan lebih memudahkan bagi Perseroan untuk melakukan sinergi pengembangan usaha WINER, baik dari segi permodalan maupun dalam hal pengawasan. 5. Rencana-rencana transaksi yang akan dilakukan akan memberikan dampak positif bagi Perseroan, baik dari peningkatan pendapatan Perseroan yang berasal dari pendapatan Anak Perusahaan, maupun efisiensi biaya Perseroan, sinergi produk antar Anak Perusahaan dan Perseroan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perseroan. 8) PIHAK-PIHAK TERKAIT DALAM RENCANA TRANSAKSI Berdasarkan rencana manajemen Perseroan yang akan melakukan konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham dari debitur adalah sebagai berikut : PT Wijaya Karya, Tbk. (Persero)-(Perseroan) Perseroan didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No.64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" tanggal 29 Maret Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64 ini pula, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-undang No.9 Tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No.40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No.110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No.106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat dihadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 30

48 Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No.1723 dan No.1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No.683. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa enjinering dan perencanaan. Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada 30 Juni 2011 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Ir. Agoes Widjanarko, MIP Komisaris Independen : DR. Amanah Abdulkadir, MA Komisaris Independen : Brigjend TNI (Purn) Dadi Pratjipto, SE Komisaris : Soepomo, SH., SP.N., L.LM Komisaris : Pontas Tambunan, SH., MM Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi I Direktur Operasi II Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan : Bintang Perbowo, SE.,MM. : Drs. Ganda Kusuma, MBA : Ir. Budi Harto, MM. : Ir. Slamet Maryano : Ir. Tonny Warsono, MM. WIN WIN didirikan tanggal 20 Januari 2002 berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 16 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar,SH., pengganti dari Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta, dimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia no C HT.01.TH.2000 tanggal 4 September 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal 2 Pebruari Anggaran Dasar WIN telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mencakup perubahan nilai nominal modal dasar, dengan Akta Notaris Sri Ismiati, SH. No. 46 tanggal 14 Mei 2010 perihal Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham diluar rapat dan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH TH 2010 tanggal 18 Juni Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 31

49 WIN bergerak dibidang industri dan perdagangan umum baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun luar negeri. Adapun susunan pengurus WIN adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Operasi Direktur Keuangan & Adm. : Werdoyo Santosa : Simon Duma : Ruslyn H. Silalahi : Asep Zakky Gamal : Adji Firmantoro WINER WINER didirikan tanggal 18 Juni 2010 dalam kerangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 32 oleh Notaris Ryan Bayu Candra SH, M.Kn di Jakarta, dengan modal dasar Perseroan ditempatkan dan disetor sebesar Rp yang terbagi atas lembar saham, dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp Berdasarkan Akta pendirian yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH tanggal 24 Juni 2010, modal dasar Perseroan mengalami peningkatan yang ditetapkan sebesar Rp yang terbagi atas lembar saham, dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp Sesuai dengan akta pernyataan keputusan para pemegang saham PT Wika Intrade Energi No. 57, tanggal 30 Juni 2010 yang dibuat dihadapan notaris Ryan Bayu Candra, SH, M.Kn., di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari menteri hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH tahun 2010, tanggal 26 Agustus Perseroan melakukan peningkatan modal dasar menjadi Rp dengan jumlah modal disetor menjadi Rp Sesuai dengan akta notaris No. 22, tanggal 27 Desember 2010 yang dibuat dihadapan notaris Ryan Bayu Candra SH, M.Kn, Perusahaan kembali melakukan peningkatan modal ditempatkan yang semula Rp menjadi Rp , peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp tersebut diambil bagian dan disetor oleh PT Prima Karya Mandiri ( PKM ) dan PT Graha Benoite Indonesia ( GBI ). WINER telah beberapa kali mengalami perubahan akta, terakhir sesuai dengan akta notaris No. 12, tanggal 30 Juni 2011 yang dibuat dihadapan notaris Ryan Bayu Candra, SH. M.Kn, tentang susunan pengurus sebagai berikut : Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 32

50 Dewan Komisaris Komisaris Dewan Direksi Direktur : Muchidin : Andi Nugraha Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar WINER, WINER bergerak dalam bidang Industri dan melaksanakan usaha perdagangan umum terkait dengan industri energi terbarukan. 9) ANALISIS KINERJA HISTORIS 9.1. ANALISIS KINERJA HISTORIS PERSEROAN A. Neraca Berikut adalah laporan keuangan Perseroan untuk periode lima tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan, tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan (Rp.000) Keterangan AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED Jun-11 ASET Aset Lancar Kas dan setara kas Piutang usaha Hubungan istimewa Pihak ketiga Piutang Retensi Tagihan bruto pemberi kerja Pendapatan yang akan diterima Piutang lain-lain Persediaan Uang muka Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Jaminan Usaha Investasi lain-lain Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan Investasi pada perusahaan asosiasi Aset Real Estate Tanah belum dikembangkan Persediaan Real Estate Aset Tetap Setoran dana kerja sama operasi Goodwill Lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 33

51 Keterangan AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED Jun-11 JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Piutang Jangka Pendek Hutang Usaha Pihak ketiga Hubungan istimewa Hutang lain-lain Kewajiban bruto pemberi kerja Hutang pajak Uang muka dari pelanggan Biaya yang masih harus dibayar Pendapatan yang diterima dimuka Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang obligasi - bersih Sewa guna usaha Hutang bank Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Pinjaman jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Kewajiban imbalan pasca kerja Uang muka proyek jangka panjang Hutang jangka panjang dikurangi bagian Jatuh tempo dalam satu tahun Hutang obligasi - bersih Jumlah Kewajiban Tidak Lancar HAK KEPEMILIKAN MINORITAS EKUITAS Modal saham Modal saham yang diperoleh kembali disajikan - - ( ) ( ) ( ) ( ) Tambahan modal disetor Selisih penilaian kembali aktiva tetap Perubahan ekuitas anak perusahaan Selisih kurs penjabaran laporan keuangan ( ) - Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS a. Aktiva Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total aktiva Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp milyar, Rp 4.33 milyar, Rp milyar, Rp milyar dan Rp milyar. b. Kewajiban Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total kewajiban Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp milyar, Rp milyar, Rp milyar, Rp milyar dan Rp milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 34

52 c. Modal Sendiri Pada tanggal 31 Desember 2006, 31 Desember 2007, 31 Desember 2008, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2010, total modal sendiri Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp 402 milyar, Rp milyar, Rp milyar, Rp milyar dan Rp milyar. Dari data tersebut diatas dapat terlihat bahwa dalam jumlah aktiva Perseroan dalam 5 tahun terakhir selalu mengalami peningkatatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 26%. Begitu juga halnya dengan jumlah ekuitas yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata sekitar 64% per tahun. Peningkatan yang cukup tinggi pada jumlah ekuitas ini karena Perseroan dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami penambahan modal disetor dan adanya saldo laba Perseroan. Keterangan lebih detil dapat dilihat pada gambar berikut : (Dalam Milyar Rupiah) Juni 2011 Jumlah Aktiva Jumlah Kew ajiban B. Laporan Laba (Rugi) Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan, tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 35

53 KETERANGAN Rp. 000 AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED PENJUALAN BERSIH Beban pokok pendapatan Laba Kotor Sebelum Bagian Laba Proyek KSO Laba (Rugi) Proyek KSO ( ) ( ) Laba Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO Beban Usaha Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA Pendapatan (Beban) lain-lain Pendapatan (beban) bunga Laba (Rugi) selisih kurs mata uang asing - bersih ( ) ( ) Laba Penjualan aktiva tetap (2.000) Pendapatan (beban) dari pendanaan Beban bunga dan denda ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Beban penyisihan piutang ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Penurunan nilai goodwill Laba amortisasi biaya proyek ( ) Beban penurunan nilai aset dan persediaan ( ) ( ) Bagian Laba (rugi) perusahaan asosiasi Laba penjualan saham perusahaan asosiasi ( ) ( ) Laba divestasi Beban pajak sesuai SKP ( ) Lain-lain -bersih ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain ( ) ( ) ( ) ( ) LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Pajak kini ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pajak final ( ) ( ) Pajak tangguhan ( ) ( ) Beban pajak penghasilan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA ANAK PERUSAHAAN ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) LABA RUGI SETELAH PAJAK a. Penjualan Bersih Penjualan bersih Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp Milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp milyar. b. Beban Pokok Penjualan Beban Pokok Penjualan Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 36

54 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp milyar. c. Laba (Rugi) Kotor Laba (Rugi) Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 238 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 376 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 443 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 646 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 673 milyar. d. Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Usaha Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 124 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 241 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 288 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 484 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 478 milyar. e. Laba (Rugi) Bersih Laba (Rugi) Bersih Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut-turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 94 milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 129 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 156 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 189 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp.285 milyar. Dari gambaran laporan laba-rugi tersebut diatas diketahui bahwa penjualan bersih Perseroan berfluktuasi dengan kecenderungan terjadi peningkatan rata-rata pertumbuhan pertahun sekitar 21% dalam periode Pada tahun 2008 terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu sekitar 53%, namun memasuki tahun 2009 penjualan bersih Perseroan hanya meningkat sangat kecil yaitu kurang dari 1% (0,5%) dan pada 2010 penjualan bersih Perseroan mengalami penurunan sekitar 8,6%. Ringkasan perkembangan laporan laba rugi dapat dilihat pada grafik berikut : Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 37

55 (Dalam Milyar Rupiah) Penjualan Bersih Beban Pokok Penjualan Laba (Rugi) Kotor Laba (rugi) Usaha Laba (rugi) Bersih NO. C. Arus Kas Berikut adalah laporan arus kas Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan, dan tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan. KETERANGAN (Rp.000) AUDITED 31-Des Des Des Des Des-10 1 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kepada pemasok ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pembayaran kepada direksi dan karyawan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pembayaran beban usaha ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Penerimaan bunga Pembayaran bunga pinjaman ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pembayaran-penerimaan pajak penghasilan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan (Penambahan) jaminan usaha ( ) ( ) Pembelian aktiva tetap ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Laba divestasi anak perusahaan Penempatan saham perusahaan asosiasi ( ) ( ) Penurunan (kenaikan) kerjasama operasi ( ) ( ) ( ) Pengeluaran investasi lainnya ( ) ( ) ( ) ( ) Pelepasan aset lainnya Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ( ) ( ) ( ) ( ) 3 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (penurunan) pinjaman bank ( ) ( ) Pembelian kembali obligasi ( ) ( ) ( ) - - Pembelian kembali saham beredar - - ( ) ( ) - Setoran modal Pembayaran deviden, tantiem, jasa produksi & PUKK ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pembayaran program kemitraan dan bina lingkungan - - ( ) ( ) ( ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 38

56 NO. KETERANGAN AUDITED 31-Des Des Des Des Des-10 Kenaikan (penurunan) dari aktivitas pendanaan lainnya ( ) - Pembayaran dividen hak minoritas ( ) ( ) ( ) ( ) - Pembayaran ekuitas pada perusahaan anak Selisih kurs penjabaran laporan keuangan Setoran modal dan bagian laba hak minoritas yang dikonsolidasi Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARAA KAS ( ) SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN Dari perkembangan cash flow Perseroan pada periode tahu rata-rata pertahun mengalami peningkatan sekitar sekitar 75%. Peningkatan ini disebabkan karena adanya peningkatan yang terjadi pada tahun 2007 yang sangat signifikan, dimana kenaikan ini disebabkan karena adanya setoran modal dan juga adanya peningkatan penjualan bersih Perseroan. D. Analisa Rasio Keuangan Audit Audit Audit Audit Audit Audit Keterangan Juni 2011 % % % % % % Average Max Min 1 LIQUIDITY RATIO/WORKING CAPITAL Current Ratio 121% 165% 144% 144% 136% 134% 142% 165% 121% Working Capital to Total Assets Ratio 15% 35% 28% 27% 21% 18% 25% 35% 15% 2 LEVERAGE RATIO/SOLVABILITAS RATIO Total Debt to Total Assets Ratio 83% 67% 75% 71% 70% 70% 73% 83% 67% Total Debt to Equity Ratio 546% 215% 311% 265% 243% 246% 316% 546% 215% Long Term Debt to Equity Ratio 500% 93% 117% 108% 121% 174% 188% 500% 93% 3 ACTIVITY RATIO Asset Turn Over 115% 104% 114% 116% 96% 51% 109% 116% 51% Working Capital Turn Over 771% 294% 408% 432% 459% 280% 473% 771% 280% 4 RENTABILITAS / PROFITABILITAS RATIO Gross Profit Margin 8% 9% 7% 10% 11% 9% 9% 11% 7% Operating Profit Margin 4% 6% 4% 7% 8% 6% 6% 8% 4% Net Profit Margin 4% 4% 4% 5% 7% 7% 5% 7% 4% Operating Ratio 96% 95% 96% 93% 93% 90% 94% 96% 90% Net Return on Investment (ROI) 4% 3% 3% 3% 5% 2% 3% 5% 2% Net Return on Equity (ROE) 135% 22% 27% 32% 47% 25% 53% 135% 22% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 39

57 9.2. ANALISIS KINERJA HISTORIS WIN A. Neraca Berikut adalah laporan keuangan WIN untuk periode lima tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana.dan Rekan, tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways & Rekan dan 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan Keterangan (Rupiah) AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED Juni 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Hubungan Istimewa Cadangan penyisihan piutang ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pendapatan akan diterima Piutang Lain Lain Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Aset pajak tangguhan Penyertaan Aset tetap Harga Perolehan Akumulasi Penyusutan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Nilai Buku Aset Tetap Sewa Guna Usaha Harga Perolehan Akumulasi Penyusutan ( ) - - ( ) ( ) - Nilai Buku Jaminan Investasi dalam pelaksanaan Aset lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Hutang bank Hutang usaha Hutang lain-lain Hutang pajak Uang muka pelanggan Beban masih harus dibayar Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 40

58 Keterangan AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED Juni 2011 Hutang sewa guna usaha jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar Jumlah Perubahan Modal Kerja ( ) Kewajiban Tidak Lancar Hutang kepada hubungan istimewa Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Imbalan Kerja Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban EKUITAS Modal saham Saldo laba ( ) ( ) Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS a. Aktiva Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total aktiva WIN secara berturut-turut adalah sebesar Rp 176 milyar, Rp 248 milyar, Rp. 650 milyar, Rp. 515 milyar dan Rp 410 milyar. b. Kewajiban Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total kewajiban WIN secara berturut-turut adalah sebesar Rp 143 milyar, Rp 208 milyar, Rp.606 milyar, Rp.489 milyar dan Rp 381 milyar. c. Modal Sendiri Pada tanggal 31 Desember 2006, 31 Desember 2007, 31 Desember 2008, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2010, total modal sendiri WIN secara berturut-turut adalah sebesar Rp 33 milyar, Rp 40 milyar, Rp 44 milyar, Rp 26 milyar dan Rp 27 milyar. Dari data tersebut diatas dapat terlihat bahwa dalam jumlah aktiva WIN dalam 5 tahun terakhir selalu fluktuasi peningkatan pada periode tahun , namun memasuki periode tahun 2009 Juni 2011 mengalami kecenderungan penurunan nilai aktiva. Pada tahun 2008 jumlah aset dan jumlah kewajiban WIN mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan (lebih dari 150%) yang disebabkan karena adanya peningkatan persediaan barang jadi dilapangan dan peningkatan pada kewajiban hubungan istimewa. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 41

59 Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2011 jumlah aktiva dan pasiva WIN hanya memiliki selisih yang sangat kecil, dimana jumlah pasiva merupakan 98,2% dari jumlah aktiva Sedangkan jumlah ekuitas memiliki kecenderungan terjadi penurunan dari tahun ke tahun (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2011 Jumlah Aset Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas B. Laporan Laba (Rugi) Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan Rekan, tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan Keterangan Rupiah Audited Audited Audited Audited Audited Audited Jun-11 PENDAPATAN Penjualan Klaim Retur Penjualan - ( ) ( ) ( ) ( ) - Potongan Penjualan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Penjualan - bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor ( ) ( ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 42

60 Keterangan Audited Audited Audited Audited Audited Audited Jun-11 Beban Usaha Pemasaran Personalia Fasilitas Kantor Pengelolaan Informasi Pengembangan Keuangan Jumlah Beban Usaha Laba Usaha ( ) ( ) Pendapatan (Beban) Lain-Lain ( ) ( ) ( ) Laba (Rugi) Sebelum Pajak ( ) ( ) MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak Kini ( ) ( ) ( ) ( ) Pajak Tangguhan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Laba (Rugi) Setelah Pajak ( ) ( ) a. Pendapatan Pendapatan WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 330 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 515 Milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 942 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 374 milyar. b. Harga Pokok Penjualan Harga Pokok Penjualan WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 319 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp.491 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 889 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 405 milyar. c. Laba (Rugi) Kotor Laba (Rugi) Kotor WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 10 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 23 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 52 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 52 milyar dan rugi kotor periode 31 Desember 2010 sebesar minus Rp. 32 milyar. d. Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Usaha WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 5 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 17 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 43

61 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 44 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 45 milyar dan rugi usaha periode 31 Desember 2010 sebesar minus Rp. 39 milyar. e. Laba (Rugi) Bersih Laba (Rugi) Bersih WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir ( ) berturut-turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 11 milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 12 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 8 milyar, rugi bersih periode 31 Desember 2009 sebesar minus Rp. 26 milyar dan laba bersih periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 2 milyar. Dari gambaran laporan laba-rugi tersebut diatas diketahui bahwa penjualan bersih WIN memiliki kecenderungan terjadi penurunan rata-rata pertumbuhan pertahun negatif sekitar minus lebih dari 100% dalam periode Pada tahun 2010 terjadi peningkatan saldo laba bersih sekitar Rp 382 juta, akan tetapi peningkatan ini berasal dari pendapatan lain-lain yakni dari pendapatan atas penjualan aset, merek dan selisih penilaian aset tetap atas pemisahan WINER. Ringkasan perkembangan laporan laba rugi dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik Trend Pendapatan Bersih dan Harga Pokok Penjualan (Dalam Jutaan Rupiah) Juni 2011 Pendapatan Bersih Harga Pokok Penjualan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 44

62 Grafik Trend laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha, laba (rugi) bersih (Dalam Jutaan Rupiah) (20.000) (40.000) (60.000) Juni 2011 Laba (Rugi) Kotor (32.456) (8.004) Laba (Rugi) Usaha (38.973) (12.977) Laba (Rugi) Bersih (36.106) 382 (27.467) C. Arus Kas Berikut adalah laporan arus kas Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori dan Rekan), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan Rekan, tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways dan Rekan, dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi dan Rekan. (Rupiah) Audited No. KETERANGAN 31-Des Des Des Des Des-10 1 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Penerimaan dari operasi : Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok & karyawan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan ( ) ( ) ( ) ( ) Pembayaran pajak ( ) ( ) ( ) ( ) Penerimaan (pembayaran) bunga pinjaman ( ) ( ) ( ) Penerimaan (pembayaran) bunga Penerimaan (pembayaran) lainnya ( ) Pembayaran biaya usaha ( ) ( ) Laba (Rugi) lain lain ( ) Kas Bersih Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi ( ) Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Hasil penjualan aset tetap Perolehan aset tetap ( ) ( ) ( ) ( ) Pengurangan (kenaikan) aset lain-lain Lainnya ( ) ( ) ( ) ( ) Kas Bersih Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi ( ) ( ) ( ) ( ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 45

63 Audited No. KETERANGAN 31-Des Des Des Des Des-10 3 Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Penurunan (Kenaikan) kewajiban pihak ketiga ( ) ( ) Dividen dan Tantiem ( ) ( ) ( ) ( ) Selisih penilaian aset etap Penerimaan (pembayaran) kepada pihak hubungan istimewa ( ) ( ) ( ) Kas Bersih Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) ( ) ( ) ( ) 4 Kenaikan (Penurunan) Kas Dan Setara Kas ( ) 5 Kas dan Setara Kas Awal Periode Pengaruh perubahan mata uang asing 6 Kas dan Setara Kas Akhir Periode D. Analisa Rasio Keuangan Keterangan Audit Audit Audit Audit Audit Audit Juni 2011 Average Max Min 1 2 LIQUIDITY RATIO / WORKING CAPITAL Current Ratio 77% 102% 141% 128% 103% 112% 110% 141% 77% Working Capital to Total Asset Ratio % 1.94% 25.82% 18.14% 1.97% 7.41% 6.22% 25.82% % LEVERAGE RATIO / SOLVABILITAS RATIO Total Debt to Total Asset Ratio 81% 84% 93% 95% 93% 98% 91% 98% 81% Total Debt to Equity Ratio 957% 772% 2246% 1810% 1414% 1538% 1456% 2246% 772% Long Term Debt to Equity Ratio 35% 17% 726% 558% 372% 550% 377% 726% 17% 3 ACTIVITY RATIO Asset Turn Over 186% 206% 145% 224% 91% 50% 151% 224% 50% Working Capital Turn Over -1039% 10618% 560% 1237% 4624% 677% 2780% 10618% -1039% 4 RENTABILITAS / PROFITABILITAS RATIO Gross Profit Margin 3.07% 4.49% 5.49% 4.53% -8.71% -3.77% 0.85% 5.49% -8.71% Operating Profit Margin 1.42% 3.35% 4.65% 3.93% % -6.12% -0.54% 4.65% % Net Profit Margin 4.88% 3.43% 1.18% -3.13% 0.10% % -1.08% 4.88% % Operating Ratio 99% 97% 95% 96% 110% 106% 101% 110% 95% Earning Power/ Net Return on Investment (ROI) 32.77% 31.42% 10.74% % 2.00% % 3.46% 32.77% % Net Return on Equity (ROE) 75.19% 45.67% 28.45% % 7.18% % -2.68% 75.19% % Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 46

64 9.3. ANALISIS KINERJA HISTORIS WINER A. Neraca Berikut adalah laporan keuangan Perseroan untuk periode dua tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy, tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. Keterangan (Rupiah) Audited Audited Juni 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Hubungan Istimewa Piutang Lain Lain Persediaan Uang Muka Pendapatan akan diterima - - Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Piutang Hubungan Istimewa - - Aset tetap Harga Perolehan Akumulasi Penyusutan ( ) ( ) Nilai Buku Sewa Goodwill Investasi dalam pelaksanaan Aset lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Hutang usaha Hutang lain-lain Hutang pajak Uang muka pelanggan Beban masih harus dibayar Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 47

65 Audited Audited Keterangan Juni 2011 Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Hutang kepada hubungan istimewa Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Imbalan Kerja Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban EKUITAS Modal saham Agio saham Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS d. Aktiva Pada tanggal 31 Desember 2010, dan 31 Juni 2011 total aktiva WINER secara berturut-turut adalah sebesar Rp 109 milyar, dan Rp 107,9 milyar. e. Kewajiban Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 31 Juni 2011, total kewajiban WINER secara berturut-turut adalah sebesar Rp 28,9 milyar, dan Rp 24,7 milyar. f. Modal Sendiri Pada tanggal 31 Desember 2010, dan 31 Juni 2011, total modal sendiri WINER secara berturutturut adalah sebesar Rp 77,5 milyar, dan Rp 77,5 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 48

66 9.4. Laporan Laba (Rugi) Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 (telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy), dan tahun yang berakhir per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. Audited Audited Keterangan Juni 2011 Pendapatan Penjualan Potongan Penjualan ( ) ( ) Harga Pokok Penjualan Persediaan awal bahan baku Pembelian Barang tersedia untuk di jual Persediaan akhir bahan baku ( ) ( ) Jumlah pemakaian bahan Beban Pabrikasi Gaji, upah dan tunjangan Penyusutan bangunan, mesin dan peralatan Perbaikan dan pemeliharaan Subkon Administrasi dan umum Jumlah Beban Pabrikasi Beban Produksi Persediaan dalam proses Awal tahun Akhir tahun ( ) ( ) Harga pokok produksi Persediaan barang jadi Awal tahun Akhir tahun ( ) ( ) Persediaan barang jadi ( ) ( ) Jumlah Harga Pokok Penjualan LABA KOTOR Beban Usaha Beban Penjualan Promosi dan iklan Angkutan Perjalanan dinas Pembinaan distributor Pengembagan outlet Lainnya Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 49

67 Keterangan Audited Audited Juni Beban Umum dan Administrasi Gaji Pegawai dan THR Amortisasi Fee Profesional Pengembangan Beban imbalan kerja Transportasi umum kantor Lain lain Jumlah Beban Usaha LABA USAHA Pendapatan (Beban) lain-lain Jasa giro Selisih kurs - ( ) Administrasi Bank ( ) - Lainnya ( ) ( ) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain ( ) LABA SEBELUM PAJAK MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak Kini ( ) ( ) Pajak Final - Pajak Tangguhan ( ) ( ) ( ) ( ) LABA SETELAH PAJAK a. Pendapatan Pendapatan Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 31,3 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 27,0 milyar. b. Harga Pokok Penjualan Harga Pokok Penjualan Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 23,2 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 15,96 milyar. c. Laba (Rugi) Kotor Laba (Rugi) Kotor Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 9,58 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 10,19 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 50

68 b. Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Usaha Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 3,69 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 3,95 milyar. c. Laba (Rugi) Bersih Laba (Rugi) Bersih Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 2,59 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 3,05 milyar Arus Kas Berikut adalah laporan arus kas Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. Keterangan Audited Audited 31-Des Juni 2011 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Laba (Rugi) sebelum pajak Penyusutan Aset Tetap Kewajiban imbalan kerja Amortisasi Beban Pajak ( ) Arus Kas Sebelum Perubahan Modal Kerja Perubahan Modal Kerja ( Kenaikan ) Penurunan Piutang Usaha ( ) ( Kenaikan ) Penurunan Piutang Lain-lain ( ) ( ) ( Kenaikan ) Penurunan Persediaan ( ) ( ) ( Kenaikan ) Penurunan Biaya Dibayar DiMuka ( ) ( ) ( Kenaikan ) Penurunan Pajak dibayar dimuka ( ) ( ) Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Usaha ( ) Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Lain Lain Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Pajak Kenaikan ( Penurunan ) Uang Muka Pelanggan Kenaikan ( Penurunan ) Biaya Yang Masih Harus Dibayar Kenaikan ( Penurunan ) Kewajiban Pajak Tangguhan Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan ( Penambahan ) Aset Tetap ( ) ( ) Penurunan ( Penambahan ) Sewa Jangka panjang ( ) - Penurunan ( Penambahan ) Aset Tak Berwujud - - ( Kenaikan ) Penurunan Aset Lain-lain ( ) ( ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 51

69 Audited Audited Keterangan 31-Des Juni 2011 Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Hubungan Istimewa ( ) Kenaikan ( Penurunan ) Setoran modal Koreksi Laba (Rugi) tahun lalu Arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan ( ) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Dari perkembangan cash flow Perseroan dari tahun 2010 sampai Juni 2011 menunjukan bahwa Perseroan selalu mengalami pertumbuhan hal ini dapat dilihat dari kas dan setara kas akhir periode mengalami peningkatan Analisa Rasio Keuangan Keterangan Audit 2010 Audit 30 Juni 2011 Average Max Min 1 LIQUIDITY RATIO/WORKING CAPITAL Current Ratio % % % % % Working Capital to Total Assets Ratio 12.56% 6.74% 9.65% 12.56% 6.74% 2 LEVERAGE RATIO/SOLVABILITAS RATIO Total Debt to Total Assets Ratio 26.52% 22.92% 24.72% 26.52% 22.92% Total Debt to Equity Ratio 37.31% 31.90% 34.60% 37.31% 31.90% Long Term Debt to Equity Ratio 15.19% 4.59% 9.89% 15.19% 4.59% 3 ACTIVITY RATIO Asset Turn Over 28.55% 9.44% 19.00% 28.55% 9.44% Working Capital Turn Over % % % % % 4 RENTABILITAS / PROFITABILITAS RATIO Gross Profit Margin 30.79% 38.34% 34.57% 38.34% 30.79% Operating Profit Margin 11.86% 14.88% 13.37% 14.88% 11.86% Net Profit Margin 11.15% 14.99% 13.07% 14.99% 11.15% Operating Ratio 88.14% 85.12% 86.63% 88.14% 85.12% Earning Power/ Net Return on Investment (ROI) 3.32% 3.84% 3.58% 3.84% 3.32% Net Return on Equity (ROE) 3.24% 3.67% 3.46% 3.67% 3.24% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 52

70 10) Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Dalam melakukan penilaian atas kewajaran rencana restrukturisasi WIN dengan cara melakukan konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan modal, kami melakukan perbandingan atas kondisi WIN dengan SWAP dan kondisi WIN tanpa SWAP. Adapun gambaran lebih detil adalah sebagai berikut: 1. Proforma Neraca PT Wika Intrade per Juni 2011 Sebelum dan Setelah Debt to Equity SWAP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 53

71 Sumber : Manajemen Perseroan Dari gambaran proforma neraca WIN yang disiapkan oleh manajemen Perseroan seperti terlihat diatas, jumlah total aset mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar Rp 422,8 milyar menjadi Rp 393,1 milyar yang disebabkan karena penyertaan saham WIN pada WINER sudah diambil alih oleh Perseroan (PT Wika Tbk), kemudian jumlah ekuitas WIN meningkat dari Rp 7,5 milyar menjadi Rp 147,1 milyar yang disebabkan karena adanya konversi hutang WIN menjadi penyertaan saham. Dengan dilakukannya debt to equity swap maka kas dan setara kas WIN akan meningkat sebesar Rp 3,5 milyar yang merupakan selisih dari hasil penjualan kepemilikan atas saham (penyertaan saham) WIN yang ada di WINER setelah dikurangi dengan hutang usaha (hutang pada DIP/departemen industrial plant Perseroan). Dengan sendirinya penyertaan saham WIN pada WINER menjadi hilang/habis. Pada sisi lain hutang usaha WIN menjadi berkurang sebesar hutang WIN pada DIP, hutang hubungan pihak istimewa juga mengalami penurunan yang sangat signifikan dari Rp 145,86 milyar menjadi Rp 6,3 milyar dan modal saham WIN menjadi meningkat akibat dari adanya konversi hutang WIN pada Perseroan dari Rp 27 milyar menjadi Rp 166,5 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 54

72 2. Proyeksi Keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP Berdasarkan laporan penilaian saham yang disusun oleh KJPP TOH, dengan nomor laporan No. 71/LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011 proyeksi keuangan WIN (dengan SWAP), diasumsikan memiliki potensi dalam penjualan yang lebih tinggi dan hutang WIN pada Perseroan telah berkurang. Sedangkan dalam proyeksi keuangan tanpa transaksi diasumsikan memiliki pendapatan yang lebih rendah, selain itu jumlah beban pinjaman dan beban bunganya semakin tinggi. Berikut proyeksi keuangan WIN : Proyeksi Keuangan WIN Dengan SWAP (dalam juta rupiah) PENJUALAN Harga Pokok Penjualan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) LABA KOTOR Beban Usaha (8.570) (9.356) (10.212) (11.147) (12.165) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR Depresiasi & Amortisasi (5.052) (10.105) (11.405) (14.005) (14.384) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Beban Pinjaman ke WIKA Tbk (11.104) (793) Beban Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (20.863) (5.900) (6.300) (10.000) (11.798) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.980) Penghasilan (Beban) Pajak - (3.874) (9.521) (14.070) (18.907) LABA (RUGI) BERSIH (7.980) Rasio Net Profit Margin -1,42% 1,42% 2,88% 3,72% 4,94% Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP (dalam juta rupiah) PENJUALAN HARGA POKOK PENJUALAN ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) LABA KOTOR Biaya Usaha Pusat (6.800) (7.400) (8.100) (8.900) (9.800) BEBAN USAHA (8.568) (9.350) (10.201) (11.132) (12.149) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA, PAJAK & DEPR DEPRESIASI & Amortisasi (6.293) (12.587) (13.237) (14.537) (13.616) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA DAN PAJAK PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga pinjaman ke WIKA Tbk. (15.464) (18.234) (18.234) (18.234) (18.234) Bunga Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (25.223) (23.340) (24.534) (28.234) (30.032) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.612) (839) PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK - - (263) (899) (2.177) LABA (RUGI) BERSIH (7.612) (839) Rasio Net Profit Margin -1,43% -0,13% 0,11% 0,35% 0,87% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 55

73 Seperti terlihat pada tabel diatas, bahwa dengan melakukan SWAP, secara umum kinerja WIN menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah perusahaan melakukan debt to equity swap, maka beban pengeluaran untuk bunga pinjaman berkurang cukup besar, dengan demikian WIN lebih memiliki keleluasaan cash flow yang dapat digunakan untuk melakukan ekspansi dengan menambah produk baru atau menambah kapasitas produksi. Dimana secara umum pada awal ekspansi tingkat efisiensinya belum sampai pada tahap optimal, maka sebagaimana terlihat pada proyeksi keuangan dengan SWAP laba kotor tahun 2012 lebih rendah dibandingkan dengan laba kotor tanpa SWAP. Namun memasuki tahun 2013 laba kotor dengan SWAP lebih meningkat dibandingkan tanpa SWAP. Perbandingan antara dengan SWAP dan tanpa SWAP juga dapat digambarkan sebagaimana grafik berikut ini HISTORIS PROYEKSI Dalam Juta Rupiah Juni Pendapatan Bersih Dengan SWAP Pendapatan Bersih Tanpa SWAP Harga Pokok Penjualan Dengan SWAP Harga Pokok Penjualan Tanpa SWAP Dalam Juta Rupiah HISTORIS PROYEKSI (20.000) (40.000) (60.000) Juni Laba (Rugi) Kotor Dengan SWAP (32.456) Laba (Rugi) Kotor Tanpa SWAP Laba (Rugi) Usaha Dengan SWAP (38.973) Laba (Rugi) Usaha Tanpa SWAP Laba (Rugi) Bersih Dengan SWAP (36.106) 382 (20.293) Laba (Rugi) Bersih Tanpa SWAP (7.612) (839) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 56

74 Secara akumulasi dalam periode , perbandingan proyeksi keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP dapat dilihat pada tabel dibawah, dimana terlihat laba bersih WIN tanpa SWAP secara akumulasi selama 5 tahun sebesar Rp juta, dengan rasio net profil margin minus -0,23%. Sedangkan dengan SWAP laba bersih WIN tercatat memiliki akumulasi laba bersih sebesar Rp juta, dan akumulasi rasio net profit margin sebesar 11,54%. Perbandingan Akumulasi Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Tahun (dalam juta rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP PENJUALAN Harga Pokok Penjualan ( ) ( ) LABA KOTOR Beban Usaha (51.450) (51.400) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR Depresiasi & Amortisasi (54.951) (60.270) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga Pinjaman ke WIKA Tbk (11.897) (88.400) Bunga Pinjaman Bank (37.304) (37.304) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (54.861) ( ) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK Penghasilan (Beban) Pajak (46.372) (3.339) LABA (RUGI) BERSIH Rasio Net Profit Margin 11,54% -0,23% 3. Perbandingan Indikasi Nilai Ekuitas Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode discounted cash flow / diskonto arus kas mendatang tanpa memperhitungkan Discount For Lack of Marketibility (DLOM). Nilai Perusahaan (Corporate Value) tanpa SWAP sebesar Rp 181,74 milyar, Nilai Perusahaan dengan SWAP sebesar Rp 245,97 milyar, sehingga nilai perusahaan dengan SWAP lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah dikurangi dengan total pinjaman bank, maka nilai perusahaan menjadi Rp 136,74 milyar tanpa SWAP dan Rp 200,97 milyar dengan SWAP. Indikasi nilai ekuitas WIN setelah dikurangi dengan total pinjaman pada PT Wika Tbk adalah negatif sebesar - Rp 9,12 milyar tanpa SWAP, sedangkan dengan SWAP nilai ekuitas positif sebesar Rp 55,10 milyar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan SWAP memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa SWAP dan lebih menguntungkan bagi Perseroan. (dalam ribu rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP Nilai Perusahaan (Corporate Value) Total Pinjaman Bank (IBD) Total Pinjaman Wika (IBD) INDIKASI NILAI EKUITAS ( ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 57

75 4. Kewajaran Konversi Hutang WIN menjadi Penyertaan Saham Berdasarkan penilaian harga saham WIN dengan Laporan No. 071/LP/KJPP-TOH/X/XXII/2011 tanggal 11 Nopember 2011, dengan dasar asumsi WIN melakukan debt to equity swap, nilai pasar wajar WIN adalah sebesar Rp atau sebesar Rp 125 per saham. Sedangkan rencana pelaksanaan konversi hutang WIN kepada Perseroan sebesar Rp , dengan nilai konversi sebesar Rp 100 (seratus rupiah) per saham, maka rencana transaksi konversi hutang menjadi saham dinyatakan wajar 5. Peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Penuh WIN Berdasarkan rencana manajemen Perseroan yang akan melakukan penambahan penyertaan Perseroan pada WIN melalui konversi piutang Perseroan pada WIN, sejumlah pokok piutang sebesar Rp (seratus tiga puluh sembilan milyar lima ratus dua puluh juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu delapan ratus rupiah) atau sejumlah (satu milyar tiga ratus sembilan puluh lima juta dua ratus delapan belas ribu Sembilan ratus delapan belas rupiah), sedangkan jumlah modal dasar WIN sampai dengan laporan keuangan per 31 Juni 2011 adalah sebesar lembar saham (satu milyar delapan puluh juta rupiah), atau sebesar Rp (seratus depan puluh milyar rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp 100 (seratus rupiah), maka manajemen WIN harus meningkatkan modal dasar terlebih dahulu agar rencana konversi piutang Perseroan pada WIN dapat diakomodir pada struktur permodalan WIN. 6. Kewajaran Pengambil Alihan 40% Saham WIN yang ada di WINER Manajemen Perseroan merencanakan untuk mengambil alih 40% saham WIN yang ada di WINER, dimana rencana ini merupakan bagian atau satu kesatuan dari rencana restrukturisasi WIN dengan nilai transaksi sebesar nilai buku WINER per 30 Juni Nilai ekuitas WINER per 30 Juni 2011 sebesar Rp dengan jumlah lembar saham yang telah disetor dan ditempatkan penuh sejumlah lembar, maka nilai buku ekuitas per lembar saham adalah Rp Kepemilikan 40% saham WIN pada WINER adalah ekuivalen dengan lembar saham, maka nilai rencana transaksi pengambil alihan saham adalah sebesar Rp Nilai rencana transaksi lebih rendah daripada hasil penilaian saham WINER yang dilakukan KJPP TOH, No 70./LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011, dimana nilai pasar wajar 40% saham WIN di WINER per tanggal 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp (empat puluh sembilan milyar delapan ratus tiga puluh tiga juta empat ratus sepuluh ribu rupiah) atau dengan nilai per lembar saham sebesar Rp (delapan ratus empat ribu rupiah) angka pembulatan. Dengan nilai rencana transaksi lebih rendah dari nilai pasar wajar, maka dapat dikatakan rencana transaksi tersebut adalah wajar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 58

76 7. Analisa Proforma Keuangan Perseroan Perseroan telah menunjuk KAP Hadori & Rekan untuk melakukan review atas proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi. Ikhtisar proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: Penyesuaian WIP Audited dan Transaksi Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi WIN Proforma setelah Transaksi Historis ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 750,261,499 (869,677) - 749,391, ,391,822 Piutang Usaha - bersih Pihak Berelasi 282,539, ,539, ,539,686 Pihak Ketiga 799,929,764 - (4,198,754) 795,731, ,731,010 Piutang Retensi 440,944,148 (612,870) - 440,331, ,331,278 Tagihan Bruto Pemberi Kerja 1,053,471, ,053,471,244-1,053,471,244 Pendapatan Yang Akan Diterima 44,805,852 - (198,677) 44,607,175-44,607,175 Piutang Lain-Lain 85,105,290 - (5,109,368) 79,995,922-79,995,922 Persediaan 569,706,490 - (66,847) 569,639, ,639,643 Uang Muka 337,241,714 - (3,500,000) 333,741, ,741,714 Pajak Dibayar Dimuka 162,991,105 - (9,330,622) 153,660, ,660,483 Biaya Dibayar Dimuka 132,182,629 - (1,417,983) 130,764, ,764,646 Jaminan Usaha 11,448,656-3,500,000 14,948,656-14,948,656 Investasi Lain-Lain 2,708,294 1,582,416-4,290,710-4,290,710 Jumlah Aset Lancar 4,673,336,371 4,653,113,988 4,653,113,988 ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan 31,924, ,970 32,803,690-32,803,690 Investasi Pada Perusahaan 151,733, , ,260, ,260,846 Asosiasi Aset Real Estate Tanah Belum Dikembangkan 66,509, ,509,730-66,509,730 Persediaan Real Estate 209,303, ,303, ,303,852 Aset Tetap - bersih 583,645, ,645, ,645,246 Setoran Dana Kerja Sama Operasi 709,124,134 (1,839,048) - 707,285, ,285,086 Goodwill 4,847,052 2,129,249-6,976,301 3,565,128 10,541,429 Aset Lain-Lain 65,331,096 - (307,385) 65,023,711-65,023,711 Jumlah Aset Tidak Lancar 1,822,419,011 1,823,808,462 1,827,373,590 JUMLAH ASET 6,495,755,382 6,476,922,450 6,480,487,578 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 59

77 Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi Proforma setelah Transaksi Historis LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Pinjaman Jangka Pendek ( ) Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak Berelasi ( ) ( ) Hutang Lain-lain Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Hutang Pajak (54.079) ( ) Uang Muka Dari Pelanggan (0) (0) Biaya Yang Masih Harus Dibayar ( ) Pendapatan Yang Diterima Dimuka Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Uang Muka Proyek Jangka Panjang Pinjaman Jangka Panjang Jumlah Liabilitas Jangka Panjang EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal Saham Modal Dasar saham, nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Modal ditempatkan dan disetor sejumlah ) Modal Saham yang diperoleh kembali disajikan dengan nilai nominal saham ( ) - - ( ) - ( ) Tambahan Modal Disetor Perubahan ekuitas pada Perusahaan Anak Saldo Laba ( ) ( ) Sub Jumlah Kepentingan Non Pengendali ( ) Total Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Pengaruh Rencana Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan konsolidasi berdasarkan laporan keuangan proforma yang telah direview oleh KAP Hadori & Rekan adalah : 1. Dampak transaksi setelah debt to equity swap senilai Rp (nilai penuh) dan penjualan saham WINER senilai Rp (nilai penuh).. 2. Debt equity swap senilai Rp berpengaruh pada bertambahnya goodwill posisi setelah transaksi WIP dan Audit WIN dari Rp (dalam ribuan) menjadi Rp (dalam ribuan) setelah transaksi WIN dan non pengendali bertambah dari setelah transaksi WIP dan Audit WIN Rp (dalam ribuan) menjadi Rp (dalam ribuan) setelah transaksi WIN. 3. Penjualan Saham Winer senilai Rp tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasian Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 60

78 PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, maka kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa : 1. Pernyataan dalam laporan Penilaian ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan akurat. 2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Penilaian ini dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Penilaian, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan. 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap properti yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap properti yang dinilai. 4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas. 5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau gambaran nilai yang diinginkan oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan dimaksud. 6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan professional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). 7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau jenis industri yang dinilai. 8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut : a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian dan tanggal Penilaian); b. Pengumpulan data dan wawancara; c. Analisis data; d. Estimasi nilai dengan menggunakan Pendekatan Penilaian; e. Penulisan Laporan 9. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini. 10. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Yang Melakukan Penilaian : No. Nama Kualifikasi Profesional Tanda Tangan 1. Ir. Okky Danuza, M.Sc., MAPPI (Cert) Penilai Publik, Izin Penilai PB Penanggung Jawab, MAPPI 93-S-0334 Reviewer 2. Nuhfendi, SE Penilai, MAPPI 01-T Assistant Reviewer & Finance Analyst 3. Wawan Purnawan,SE Research Analyst

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Yang menjadi objek penelitian karya akhir ini adalah beban pajak dan kinerja keuangan dari perusahaan usaha jasa konstruksi selama suatu periode tertentu.

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TERKAIT DENGAN TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI MATERIAL PT MODERNLAND REALTY Tbk

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TERKAIT DENGAN TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI MATERIAL PT MODERNLAND REALTY Tbk KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TERKAIT DENGAN TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI MATERIAL PT MODERNLAND REALTY Tbk INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING DAN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI Tbk

PENGUMUMAN TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI Tbk PENGUMUMAN TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI Tbk Keterbukaan Informasi ini ditujukan kepada Pemegang Saham Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan IX.E.2 Lampiran Keputusan

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI

KETERBUKAAN INFORMASI KETERBUKAAN INFORMASI Dalam rangka memenuhi Peraturan Bapepam LK No. IX.E.1 Tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu ALAMAT Kantor Pusat: Jl. Industri No. 5 POBOX 14 Cilegon

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terbentuk dari hasil proses nasionalisasi perusahaan

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI

KETERBUKAAN INFORMASI KETERBUKAAN INFORMASI Dalam Rangka Memenuhi Peraturan Bapepam & L.K. No. IX.E.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam LK No. Kep. 412/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan

Lebih terperinci

PT INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk Berkedudukan di Jakarta Pusat

PT INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk Berkedudukan di Jakarta Pusat PT INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk Berkedudukan di Jakarta Pusat Bidang Usaha: Industri Kertas Budaya, Pulp dan Kertas Industri KANTOR PUSAT Sinar Mas Land Plaza Tower II Lantai 7 Jl. M.H. Thamrin No. 51 Jakarta

Lebih terperinci

BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1 BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 LATAR BELAKANG PERUSAHAAN Kerja Praktik dilaksanakan di Perusahaan PT.Wijaya Karya, perusahaan ini bergerak di bidang jasa perancangan, pengadaan, konstruksi dan investasi

Lebih terperinci

PERBANDINGAN AD WIKA DAN USULAN AD WIKA ANGGARAN DASAR PADA SAAT INI PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR REFERENSI

PERBANDINGAN AD WIKA DAN USULAN AD WIKA ANGGARAN DASAR PADA SAAT INI PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR REFERENSI Usulan AD WIKA (Matriks) (12-06-2015) 1 PERBANDINGAN AD WIKA DAN USULAN AD WIKA -MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA- ------- ---------------------- Pasal 3 ----------------------------------- 1. Maksud

Lebih terperinci

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI

KETERBUKAAN INFORMASI KETERBUKAAN INFORMASI Dalam Rangka Memenuhi Peraturan Bapepam & L.K. No. IX.E.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam LK No. Kep. 412/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

30 Juni 31 Desember

30 Juni 31 Desember LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

JUMLAH ASET LANCAR

JUMLAH ASET LANCAR LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750

Lebih terperinci

30 September 31 Desember Catatan

30 September 31 Desember Catatan LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 30 September 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, 4, 30, 33 59998597270 63710521871 Investasi 2c, 5, 30, 33 2068611000

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan

Lebih terperinci

INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT PROVIDENT AGRO TBK ( PERSEROAN )

INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT PROVIDENT AGRO TBK ( PERSEROAN ) INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT PROVIDENT AGRO TBK ( PERSEROAN ) Informasi ini penting untuk diperhatikan oleh Pemegang Saham Perseroan. Jika Anda mengalami

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

INFORMASI UNTUK PEMEGANG SAHAM Sehubungan dengan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk ( Perseroan )

INFORMASI UNTUK PEMEGANG SAHAM Sehubungan dengan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk ( Perseroan ) INFORMASI UNTUK PEMEGANG SAHAM Sehubungan dengan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Persetujuan atas rencana pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27. BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1 Sejarah Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. ( Perusahaan ) didirikan di Indonesia pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo,

Lebih terperinci

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

PT. GOLDEN PLANTATION Tbk. Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Selatan ( Perseroan )

PT. GOLDEN PLANTATION Tbk. Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Selatan ( Perseroan ) KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI PT. GOLDEN PLANTATION Tbk. Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Selatan ( Perseroan ) Kegiatan Usaha Bergerak dalam bidang perkebunan dan

Lebih terperinci

ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 1.429.755 1.314.091 1.020.730 Investasi jangka pendek 83.865 47.822 38.657 Investasi mudharabah - - 352.512 Piutang usaha Pihak berelasi 14.397 20.413 30.670 Pihak ketiga

Lebih terperinci

PT Indo Straits Tbk Paparan Publik/Public Expose Insidentil

PT Indo Straits Tbk Paparan Publik/Public Expose Insidentil PT Indo Straits Tbk Paparan Publik/Public Expose Insidentil 7 Desember 2016 Gedung Graha Kirana Lantai 2 Ruang Sabha Kirana Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta 13450 Penilaian Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.B.1 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.B.1 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.B.1 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-49/PM/1996, Tanggal 17 Januari 1996 Suatu Pernyataan Pendaftaran

Lebih terperinci

PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010

PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 ASET Catatan 30 Juni 2011 31 Desember 2010 Kas dan Setara Kas 2.d, 2.e.,2.n, 3, 29 887.194.955 758.054.399 Investasi Saham 2.c,

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI

KETERBUKAAN INFORMASI KETERBUKAAN INFORMASI Dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat, Visi, dan Misi Perusahaan Waskita Karya adalah salah satu Perusahaan Negara (PN) yang lahir dari sebuah perusahaan asing bernama

Lebih terperinci

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisa Perlakuan Akuntansi pada Penggabungan Usaha

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisa Perlakuan Akuntansi pada Penggabungan Usaha BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisa Perlakuan Akuntansi pada Penggabungan Usaha 1. Bentuk Penggabungan Usaha Penggabungan usaha yang dilakukan oleh PT MB Tbk, PT KS, PT MS dan PT TS, merupakan

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.38/POJK.04/2014 tentang Penambahan

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI DALAM RANGKA MEMENUHI PERATURAN NOMOR IX.E.1. TENTANG TRANSAKSI AFILIASI DAN BENTURAN KEPENTINGAN TRANSAKSI TERTENTU, LAMPIRAN DARI KEPUTUSAN

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 54 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("Perseroan )

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. (Perseroan ) KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("Perseroan ) Keterbukaan Informasi ini penting untuk diperhatikan oleh para Pemegang Saham Perseroan untuk mengambil keputusan yang

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA

Lebih terperinci

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA No.45, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Prospektus. Efek Bersifat Ekuitas. Bentuk dan Isi. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6029) PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te No.298, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Perusahaan Publik. Pernyataan Pendaftaran. Bentuk dan Isi. Pedoman (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6166)

Lebih terperinci

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2016 DAN 2015 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016

Lebih terperinci

BAB I LATAR BELAKANG

BAB I LATAR BELAKANG 1 BAB I LATAR BELAKANG 1.1. Latar Belakang Dalam pengalokasian sumber dana untuk pelaksanaan proyek, material merupakan sumber daya yang mengadopsi terbesar sumber dana proyek. Manajemen material di bidang

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI PT SARANACENTRAL BAJATAMA Tbk

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI PT SARANACENTRAL BAJATAMA Tbk KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI PT SARANACENTRAL BAJATAMA Tbk Bidang Usaha: Industri untuk berbagai pekerjaan khusus terhadap logam dan barang-barang dari logam. KANTOR PUSAT:

Lebih terperinci

PROSPEKTUS RINGKAS PEMBELI SIAGA. Akan ditentukan kemudian

PROSPEKTUS RINGKAS PEMBELI SIAGA. Akan ditentukan kemudian PROSPEKTUS RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN

Lebih terperinci

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Kinerja Unit Usaha Secara umum, kinerja unit-unit usaha Perseroan selama tahun 2014 baik, yang secara konsolidasi kinerja Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan tahun

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 9 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DAN PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM EFEK

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 7 TAHUN : 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PERSEROAN TERBATAS SELO ADIKARTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

Catatan 31 Maret Maret 2010

Catatan 31 Maret Maret 2010 NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang

Lebih terperinci

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DAN PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM EFEK

Lebih terperinci

- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 74 /POJK.04/2016 TENTANG PENGGABUNGAN USAHA ATAU PELEBURAN USAHA PERUSAHAAN TERBUKA

- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 74 /POJK.04/2016 TENTANG PENGGABUNGAN USAHA ATAU PELEBURAN USAHA PERUSAHAAN TERBUKA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 74 /POJK.04/2016 TENTANG PENGGABUNGAN USAHA ATAU PELEBURAN USAHA PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar,

Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar, LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar, Jakarta, 29 Maret 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk. (Stock Code: AGII.IJ) merilis laporan keuangan yang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-38/PM/1996 TENTANG LAPORAN TAHUNAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL,

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-38/PM/1996 TENTANG LAPORAN TAHUNAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-38/PM/1996 TENTANG Peraturan Nomor VIII.G.2 LAPORAN TAHUNAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, Menimbang : bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR

SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2/POJK.04/2013 Tahun 2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk L1 ASET PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2008, 2009, DAN 2010 Periode Analisis Horizontal

Lebih terperinci

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan

BAB I PENDAHULUAN. bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang akan bermanfaat bagi sejumlah besar

Lebih terperinci

Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar

Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih Kuartal 1 2018 AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar Jakarta, 1 Mei 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk (Stock Code:

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN NOMOR IX.E.1. TENTANG TRANSAKSI AFILIASI DAN BENTURAN KEPENTINGAN TRANSAKSI TERTENTU, YANG MERUPAKAN

Lebih terperinci

Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD

Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia

Lebih terperinci

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f, NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) AKTIVA Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4,43 10.942.829 10.828.433 Penyertaan sementara 2c,2f,43 182.685 188.139 Piutang usaha 2c,2g,5,36,43 Pihak

Lebih terperinci

No. 108/OJK/BEI/VII/2014 Jakarta, 2 Juli 2014

No. 108/OJK/BEI/VII/2014 Jakarta, 2 Juli 2014 No. 108/OJK/BEI/VII/2014 Jakarta, 2 Juli 2014 Kepada Yth, Otoritas Jasa Keuangan Gedung Sumitro Djojohadikusumo Lapangan Banteng Timur 1-4 Jakarta Up. Perihal Ibu Nurhaida Kepala Eksekutif Bidang Pasar

Lebih terperinci

PT CATUR SENTOSA ADIPRANA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2012 (Tidak Diaudit)

PT CATUR SENTOSA ADIPRANA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2012 (Tidak Diaudit) PT CATUR SENTOSA ADIPRANA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2012 (Tidak Diaudit) Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasi... 1-3 Laporan Laba Rugi Konsolidasi... 4 Laporan Perubahan

Lebih terperinci

PROSPEKTUS RINGKAS. Berkedudukan Di Jakarta Timur, Indonesia

PROSPEKTUS RINGKAS. Berkedudukan Di Jakarta Timur, Indonesia PROSPEKTUS RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP

Lebih terperinci

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris

Lebih terperinci

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Profil Perusahaan Pada 1992 Pemerintah Indonesia mengeluarkan deregulasi sector ketenagalistrikan. Proses ini berawal dengan diterbitkannya Keputusan Presiden

Lebih terperinci

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.03/2015 TENTANG TRANSPARANSI DAN PUBLIKASI

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Enterprice (DICE) dan telah memiliki kapasitas produksi terpasang tahunan

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Enterprice (DICE) dan telah memiliki kapasitas produksi terpasang tahunan BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan Sejarah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk diawali pada tahun 197 dengan rampungnya pendirian pabrik Indocement yang

Lebih terperinci

PAPARAN PUBLIK TAHUNAN Gedung Graha Kirana, Lantai 2 Ruang Sabha Kirana Jl.Yos Sudarso Kav.88 Jakarta Utara

PAPARAN PUBLIK TAHUNAN Gedung Graha Kirana, Lantai 2 Ruang Sabha Kirana Jl.Yos Sudarso Kav.88 Jakarta Utara PAPARAN PUBLIK TAHUNAN 2016 Gedung Graha Kirana, Lantai 2 Ruang Sabha Kirana Jl.Yos Sudarso Kav.88 Jakarta Utara Jakarta 7 Desember 2016 Didirikan pada tahun 1985, PT Indo Straits Tbk (PTIS) telah beroperasi

Lebih terperinci

LAMPIRAN. 1. Ikhtisar Laporan Keuangan PT. Holcim Indonesia Tbk

LAMPIRAN. 1. Ikhtisar Laporan Keuangan PT. Holcim Indonesia Tbk LAMPIRAN 1. Ikhtisar Laporan Keuangan PT. Holcim Indonesia Tbk Tabel 1.1 Neraca Konsolidasi PT. Holcim Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan (Disajikan dalam Jutaan Rupiah) AKTIVA ASET LANCAR Kas dan Setara

Lebih terperinci

Jumlah Aset Lancar 12,926,477,

Jumlah Aset Lancar 12,926,477, PT Pembangunan Graha Lestari Indah, Tbk Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali dinyatakan lain) ASET

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan BAB II LANDASAN TEORI II.1. Penjualan II.1.1. Definisi Penjualan Penjualan secara umum memiliki pengertian kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan

Lebih terperinci

Kamus Istilah Pasar Modal

Kamus Istilah Pasar Modal Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 7 TAHUN 2002 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 7 TAHUN 2002 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 7 TAHUN 2002 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa perizinan usaha jasa konstruksi merupakan salah

Lebih terperinci

Kinerja Operasional TINS Lebih Baik

Kinerja Operasional TINS Lebih Baik UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 2352 8000 faksimili : +62 (21) 344 4012 e mail : [email protected] website

Lebih terperinci

PERBAIKAN DAN/ATAU PENAMBAHAN INFORMASI ATAS INFORMASI TAMBAHAN

PERBAIKAN DAN/ATAU PENAMBAHAN INFORMASI ATAS INFORMASI TAMBAHAN PERBAIKAN DAN/ATAU PENAMBAHAN INFORMASI ATAS INFORMASI TAMBAHAN INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN DAN/ATAU PENAMBAHAN INFORMASI ATAS INFORMASI TAMBAHAN YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE BURSA EFEK INDONESIA

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SKYBEE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT SKYBEE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL SERTA POSISI KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan L1 AKTIVA Aktiva Lancar : Kas dan setara kas Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan piutang raguragu sebesar Rp 2.293.762 (2005), Rp 5.920.887 (2006), Rp 3.627.125 (2007) Piutang lainlain Persediaan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, Menimbang : bahwa dengan

Lebih terperinci

ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SURABAYA 2016 Lapora Laba Rugi PT Gudang

Lebih terperinci

Nilai Nominal Rp100,- per saham Sebelum Penawaran Umum. Setelah Penawaran Umum Keterangan Jumlah Nilai % Jumlah Nilai Jumlah Saham

Nilai Nominal Rp100,- per saham Sebelum Penawaran Umum. Setelah Penawaran Umum Keterangan Jumlah Nilai % Jumlah Nilai Jumlah Saham PENAWARAN UMUM Jumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebanyak 766.000.000 (tujuh ratus enam puluh enam juta) saham baru atas nama atau sebanyak 35,00% (tiga puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor

Lebih terperinci

URAIAN KETERBUKAAN INFORMASI ATAS TRANSAKSI AFILIASI

URAIAN KETERBUKAAN INFORMASI ATAS TRANSAKSI AFILIASI URAIAN KETERBUKAAN INFORMASI ATAS TRANSAKSI AFILIASI PENDAHULUAN Keterbukaan Informasi atas Transaksi Afiliasi memuat informasi mengenai transaksi pembelian tanah kavling antara Perseroan dan Entitas Anak,

Lebih terperinci

PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK.

PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK. PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK TERKAIT RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 34 /POJK.05/2015 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 34 /POJK.05/2015 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 34 /POJK.05/2015 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PT BFI FINANCE INDONESIA TBK

PT BFI FINANCE INDONESIA TBK INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT BFI FINANCE INDONESIA TBK ( PERSEROAN ) INFORMASI INI PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN Jika

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.E.2 : TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA

PERATURAN NOMOR IX.E.2 : TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PERATURAN NOMOR IX.E.2 : TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA 1. KETENTUAN UMUM a. Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1) Perusahaan adalah Emiten yang telah melakukan Penawaran

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN. 1.1 Identitas Pemberi Tugas

1 PENDAHULUAN. 1.1 Identitas Pemberi Tugas 1 PENDAHULUAN 1.1 Identitas Pemberi Tugas KANTOR JASA PENILAI PUBLIK YANUAR BEY DAN REKAN ( Y&R ) ditunjuk oleh [ ] berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran [ ] tanggal [ ] dengan maksud untuk melakukan

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN IMBALAN KERJA DI PT. PGN (Persero) Tbk.

BAB 3 GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN IMBALAN KERJA DI PT. PGN (Persero) Tbk. BAB 3 GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN IMBALAN KERJA DI PT. PGN (Persero) Tbk. 3.1. Sejarah Pendirian Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) ( Perusahaan ) berasal dari perusahaan swasta Belanda yang bernama

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.9, 2016 EKONOMI. Penjaminan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5835) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 28/POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 28/POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 28/POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa BAB IV ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk IV.1 Analisis Laporan Arus Kas Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya.

Lebih terperinci

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. Perusahaan adalah perusahan pembiayaan dan perusaha

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. Perusahaan adalah perusahan pembiayaan dan perusaha LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.363, 2014 OJK. Perusahaan Pembiyaan. Kelembagaan. Perizinan Usaha. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5637) PERATURAN OTORITAS JASA

Lebih terperinci