Pidato Bung Karno, 27 Oktober 1965
|
|
|
- Bambang Budiman
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pidato Bung Karno, 27 Oktober 1965 by Hersri Setiawan on Wednesday, June 13, 2012 at 6:20am Penerbitan Chusus 389 DEPARTEMEN PENERANGAN R.I Amanat Presiden Sukarno dihadapan wakil-wakil Partai Politik di Guesthouse Istana, Djakarta, tanggal 27 Oktober 1965 Bismillah, sidang saja buka. Saudara-saudara, Pada saat ini kita sekalian, seluruh bangsa Indonesia, seluruh negara Indonesia, bahkan seluruh Revolusi Indonesia mengalami saat- saat jang amat kritik. Jang saja maksudkan ialah sedjak terdjadinja peristiwa 30 September. Saudara-saudara mengetahuinja, bahwa saja, Presiden, dihadapkan kepada tugas mengatasi, membereskan segala akibat-akibat daripada peristiwa 30 September itu. Saudara-saudara telah mengetahui dan oleh karenanja tidak perlu lagi saja sebutkan disini segala kedjadian-kedjadian jang terdjadi diantara 30 September itu sampai hari sekarang. Semua Saudara-saudara telah mengikuti kedjadian-kedjadian itu. Dan Saudara mengetahui, bahwa sajapun ditempatkan kepada bermatjam-matjam desakan. Desakan, desakan dari beberapa golongan, desakan daripada sebagian daripada Rakjat, djuga desakan-desakan daripada tugas-kewadjiban saja sebagai putjuk daripada negara. Desakan-desakan itu saudara semuanja sudah mengetahui, karenanjapun saja tidak akan sebutkan kepada Saudara-saudara desakan apa. Saudara-saudara semuanja telah mengetahui sikap saja, bahkan mengetahui komando-komando jang telah saja perintahkan sedjak terdjadinja 30 September itu, jang pada pokoknja ialah bahwa Insja Allah saja akan mengambil tindakan-tindakan untuk 1
2 mengatasi segala akibat-akibat daripada kedjadian 30 September itu. Baik, tindakantindakan dilapangan hukum, maupun tindakan-tindakan jang mengenai penjelesaian daripada segala sesuatu jang bersangkutan dengan 30 September. Pokok-pokok inti komando saja jang pertama ialah bahwa saja menghendaki ketenangan. Dan didalam suasana ketenangan itulah saja dapat kemudian mendjalankan tugas saja sebagai hakim tertinggi dan sebagai penjelamat negara dan Revolusi. Komando saja untuk ditjiptakan selekas mungkin ketenangan kadang-kadang kurang diperhatikan orang, sehingga ketenangan jang saja kehendaki itu sampai pada saat sekarang ini belum terlaksana. Sudah saja katakan pada umum, bahwa saja tidak membenarkan kedjadian 30 September itu dan bahwa saja akan menghukum siapapun jang pembuat daripada kedjadian 30 September itu. Tetapi agar supaja saja bisa bertindak tepat maka saja komandokan ketenangan. Didalam ketenangan itu akan saja kumpulkan semua fakta-fakata mengenai 30 September itu, agar supaja nanti saja bisa bertindak sebagai hakim tertinggi dan agar supaja saja bisa mengadakan penjelesaian daripada peristiwa ini. Jang saja maksudkan ialah penjelesaian politik, oleh karena menurut kejakinan saja kedjadian 30 September bukan sekedar kedjadian 30 September, tetapi adalah suatu kedjadian politik didalam Revolusi kita. Saja mendapat kesan, bahwa sebagian daripada bangsa kita dalam amarahnja terhadap kepada orang-orang jang mendjalankan 30 September itu melupakan keselamatan negara kita dan keselamatan Revolusi kita. Terlalu sebagian daripada bangsa kita itu alam fikirannja, perasaan-perasaannja, dikonsentrirkan hanja kepada kedjadian 30 September tok. Dan djikalau kita berbuat, berpikir, bersikap demikian, kita kadang-kadang melupakan keselamatan negara dan keselamatan Revolusi. Saja mendapat kesan, bahwa sebagian daripada bangsa kita ini bersikap sebagai berikut: Kita ini mempunjai rumah, didalam rumah kita itu kita mempunjai kuweh besar, katakanlah kuweh spekkoek atau kuweh talam. Kuweh spekkoek atau kuweh talam atau kuweh getuk. Kuweh ini pada satu saat digrogoti atau dimakan oleh tikus, oleh segerombolan tikus. Kemudian kita sudah barang tentu marah kepada tikus ini, dan kita mau sedikitnja menangkap tikus ini, kalau bisa malahan membunuh tikus ini. Tetapi dalam usaha kita untuk menangkap tikus ini atau membunuh tikus ini kita berbuat satu kesalahan besar. Jaitu ada golongan-golongan jang mau membakar rumah ini sama sekali. Mau menangkap tikus atau mau membunuh tikus, seluruh rumahnja dibakar. Nah ini sudah njata satu sikap jang salah sekali. Kita dalam hendak menangkap tikus itu harus tetap menjelamatkan rumah, djangan kita merusak rumah, djangan kita membakar rumah ini. 2
3 Inilah tamsil jang saja pakai untuk menggambarkan suasana dan kedjadian-kedjadian dikalangan rakjat jang Saudara-saudara pimpin sesudah 30 September itu. Oleh karena itu maka saja kumpulkan Saudara-saudara pada hari ini... Marilah kita bersama-sama menjelamatkan rumah ini! Marilah kita djangan membakar-bakar rumah kita ini! Wadjarnja, marilah kita bersama-sama menjelamatkan negara kita ini! dan marilah kita bersama-sama menjelamatkan Revolusi kita ini! Djangan kita dalam kita hendak menangkap tikus itu membakar negara sendiri dan menjelewengkan Revolusi kita sendiri. Itulah keprihatinan saja diwaktu-waktu jang belakangan ini. Dikalangan rakjat banjak sekali orang-orang jang hanja memikirkan tikus sadja.. Memikirkan hendak menangkap tikus itu sadja, tetapi tidak memperhatikan keselamatan rumah kita, negara kita, Revolusi kita. Tadinja -- dan bukan sadja tadinja, tetapi sampai sekarangpun dan Insja Allah seterusnja -- maka saja sendiri baik sebagai politikus, maupun sebagai Panglima Tertinggi, maupun sebagai Pemimpin Besar Revolusi, saja lebih mengutamakan jang ini: Negara dan Revolusi. Kedjadian 30 September itu adalah satu kedjadian jang salah sekali dan harus dikoreksi. Tetapi kedjadian itu "is er al geweest". "Is er al geweest" artinja sudah terdjadi dan kita sekarang harus bertindak agar supaja negara kita dan Revolusi kita tetap selamat dalam kita mendjalankan tindakan pula untuk menghukum kedjadian jang "is al geweest" itu tadi, malahan bagi saja, untuk dapat menghukum kedjadian "is al geweest" itu sebagai satu orang jang bidjaksana, demikianlah streven saja. Saja akan dipersalahkan oleh Tuhan dan sedjarah, djikalau saja tidak bidjaksana. Tadi misalnja saja didatangi oleh utusan-utusan dari Nahdatul Ulama dan dari Muhammadijah, jang saja mengutjap terima-kasih kepada mereka, bahwa mereka itu memperingatkan kepada saja akan firman Tuhan. Firman Tuhan jang berbunji: tiap-tiap kita ini adalah pemimpin. ada jang pemimpin negara, ada jang pemimpin famili, ada jang pemimpin sekolah, ada jang pemimpin kebun, ada jang pemimpin ini, ada jang pemimpin itu. Djadi tiap-tiap kita ini adalah pemimpin dan tiap-tiap kita ini nanti diachirat akan dilandrad oleh Tuhan tentang kepemimpinan kita. Saja akan dilandrad tentang kepemimpinan saja. Ali akan dilandrad tentang kepemimpinannja. Chaerul akan dilandrad tentang kepemimpinan Chaerul. Suharto akan dilandrad tentang kepemimpinannja. Kita semuanja akan dilandrad tentang kepemimpinan kita. Oleh karena itu, jang memang itulah pendirian saja sedjak sebelum saja tadi diperingatkan oleh Nahdatul Ulama dan Muhammadiajah, saja selalu berhati-hati. Saja selalu mau bidjaksana. Saja tidak mau gegabah. Karena itu saja minta ketenangan. Dan didalam ketenangan itu saja akan selidiki dan peladjari sedalam-dalamnja segala fakta-fakta jang 3
4 bersangkutan dengan 30 September ini. Fakta-fakta sebelumnja, fakta-fakta pada 30 September sendiri dan mengenai 30 September sendiri, fakta-fakta sesudahnja. Itu jang saja namakan proloog daripada 30 September, kemudian fakta 30 September itu sendiri, kemudian naloog atau epiloog daripada 30 September itu. Proloognja, het feit op zich zelfnja, dan naloog atau epoloognja daripada 30 September itu. Dan itu sedang saja selidiki, sedang saja peladjari. Dan saja hanja mungkin mendapat fakta-fakta dalam penjelidikan itu setjermat-thermatmja, djikalau keadaan tenang dan djikalau kita tidak membuat keadaan itu tidak tenang dengan tjara membakar-bakar sentimen, membakar-bakar emosi. Saja sebagai Pemimpin Besar Revolusi, terutama sekali sebagai Pemimpin Besar revolusi, amat sedih dengan terdjadinja 30 September ini, sebab het feit 30 September op zich zelf adalah satu kedjadian, adalah satu perbuatan, adalah satu hal jang amat merugikan kepada Revolusi. Ketambahan pula didalam melihat epiloog, naloog daripada kedjadian 30 September ini, saja tambah sedih lagi. Het feit 30 September op zich zelf sudah membuat saja sedih naloog atau epiloog daripada 30 September ini membuat saja lebih sedih lagi. Sebab apa? Sebabnja ialah, bahwa ada golongan-golongan dikalangan Rakjat kita ini jang hanja memikirkan si tikus itu tadi, hendak menumpas sitikus itu tadi dan melupakan keselamatan negara dan Revolusi. Terutama sekali mengenai Revolusi kita. Dengan sedih saja melihat, bahwa Revolusi kita jang telah beberapa kali saja katakan, bahwa Revolusi kita adalah Revolusi kiri. Kiri karena apa? Pantjasila op zich zelf is al kiri! Apalagi djikalau kita memperhatikan Sila kelima daripada Pantjasila: Keadilan Sosial. Maka dengan tegas dan djelas saja katakan, bahwa Revolusi kita adalah revolusi kiri. Tetapi saja melihat sebagai epiloog daripada kedjadian 30 September itu, kalau kita tidak waspada, Revolusi ini menggeser kekanan. Dan djikalau Revolusi kita ini menggeser kekanan, maka saja berkata itulah malapetaka, jang besar sebesar-besarnja, lebih besar daripada kedjadian 30 September sendiri. Karena itu saja memanggil Saudara-saudara, pemimpin-pemimpin daripada Rakjat Indonesia ini. Mari kita bersama-sama menjelamatkan kita-punja negara! Mari kita bersama-sama menjelamatkan Revolusi kita! Mari kita bersama-sama mendjaga djangan Revolusi kita ini menggeser kekanan. Mari kita bersama-sama menetapkan Revolusi kita itu Revolusi kiri. Didalam pidato saja kepada Pantja Tunggal seluruh Indonesia jang saja kumpulkan di Istana Negara beberapa hari jang lalu, saja telah djelaskan, bahwa sebagaimana biasa, sebagaimana biasa, bukan hanja di Indonesia, tetapi seluruh dunia, sesuatu kedjadian jang hebat membangunkan sentimenten, sentimenten pro, sentimenten tegen. Manusia adalah machluk jang mempunjai sentimen. Karena itu dimanapun, didjaman apapun, tiap-tiap kedjadian hebat disesuatu masjarakat membangunkan dimasjarakat itu sentimenten jang meluap-luap, sentimenten pro, sentimenten tegen. Dan djuga, 4
5 Saudara-saudara, saja katakan didalam pidato saja terhadap Pantja Tunggal itu jang masing-masing Saudara mendapat bukunja, risalahnja, selalu orang, ada orang, ada golongan jang menunggangi kedjadian itu. Menunggangi untuk kepentingan pribadi, menunggangi untuk kepentingan golongan, menunggangi untuk kepentingan ideologi misalnja, Saudara-saudara, dan ini adalah satu hal jang normal. Bahkan boleh saja katakan satu hal jang baik, bahwa sekarang ini boleh dikatakan tiap-tiap orang memveroordeel 30 September itu. Tapi tjelakanja ialah bahwa veroordelen 30 September ini sering dipertunggangkan kepada kepentingan diri sendiri atau kepentingan golongannja atau kepentingan ideologi. Tjontoh jang saja sebutkan didalam pidato saja pada Panja Tunggal itu, bahwa orang menunggangi kedjadian ini untuk kepentingan diri sendiri, saja mengenal satu perusahaan besar, jang oleh karena perusahaan itu adalah perusahaan negara, maka Presiden Direkturnja ditetapkan atau diangkat oleh Pemerintah. Didalam perusahaan itu jang Presiden Direkturnja sudah ditetapkan atau diangkat oleh Pemerintah, ada orang lain jang sebenarnja dia ingin sekali mendjadi Presiden Direktur daripada perusahaan itu. Banjak terdjadi. Zo'n abnormaal geval is het niet. Tetapi begitu 30 September terdjadi, begitu tiap-tiap orang mengatakan, 30 September adalah perbuatan jang djahat, begitu keluar dengan pernjataan-pernjataan, seorang jang ingin mendjadi Presiden Direktur ini terus sadja melantjarkan tuduhan kepada Presiden Direktur jang sudah ada ini, bahwa dia tersangkut, bahwa dia dus harus dienjahkan sedikitnja, atau kalau bisa ja didjebloskan dalam pendjara. Ini adalah satu geval jang saja sendiri harus membereskan. Saja tahu, ini sebagai satu tjontoh bagi Saudara-saudara, penunggangan kedjadian 30 September untuk persoonlijk gewin atau persoonlijk belang. Bahkan saja tahu satu kedjadian jang lebih lutju lagi, djuga satu perusahaan. Disitu ada dua orang jang bertentangan satu sama-lain. Pertentangannja itu apa? Si A dan si B ini bertentangan satu sama-lain didalam pimpinan daripada perusahaan ini oleh karena patjar si A ini is overgelopen naar B. Djadi A dan B sebetulnja rebutan awewek. Begitu 30 September ini terdjadi, si A jang kehilangan patjar itu mengadakan mengadakan pengaduan bahwa si B tersangkut 30 September. Satu tjontoh penunggangan lagi. Apalagi didalam kalangan golongan-golongan atau didalam kalangan politik. Wat is politiek? Politiek is een ideeënstrijd. Nah, didalam ideeënstrijd ini saja melihat gedjala-gedjala bahwa orang -- untuk memenangkan ideenja -- menunggangi kedjadian 30 September, dengan akibat jang amat merugikan pada negara ini. Karena itu saja selalu dari mulanja selalu berkata, djanganlah kita membakar-bakar sentimen, djanganlah kita membakar-bakar emoties. Saja minta ketenangan, ketenangan, ketenangan, ketenangan dan didalam 5
6 ketenangan itu saja kumpulkan semua fakta-fakta, proloog, het feit op zich zelf, epiloog, dan Insja Allah sesudah daripada itu saja bisa mengadakan pendjelasan politik. Dan sekarang saja mengundang Saudara-saudara, Pemimpin-pemimpin dari partai-partai, untuk membantu saja didalam hal ini, sebab Saudara-saudara bertanggung-djawab kepada partai-partai Saudara-saudara, 'tetapi lebih daripada itu' Saudara-saudara bertanggungdjawab kepada keselamatan Negara dan keselamatan Revolusi. Negara kita harus tetap tegak-kuat, terutama sekali manakala kita sekarang ini berhadap-hadapan dengan nekolim, terutama sekali manakala kita sekarang ini sedang mendjalankan konfrontasi, jang konfrontasi itu betul-betul adalah satu vivere pericoloso. Kita harus djaga djangan negara ini mendjadi retak atau mendjadi lemah atau mendjadi kurang kuat. Dan kekuatan negara mutlak tergantung daripada kesatuan antara kita dengan kita. Untuk itulah, Saudara-saudara, agar supaja negara kita ini kuat dan agar supaja Revolusi ini berdjalan lantjar, saja sedjak tahun '26 telah lanceren idee Nasakom. Tatkala saja masih pemuda, umur 25 tahun, saja telah menulis artikelenreeks saja jang sekarang termasjur, tertjetak dalam kitab "Dibawah Bendera Revolusi", jang pokoknja adalah Nasakom. Tetapi, Saudara-saudara, sebagai epiloog daripda kedjadian 30 September ini saja melihat bahwa Nasakom itu terantjam bahaja. Tetapi sjukur Alhamdulillah, sesudah saja memberi penerangan, bahaja petjahnja Nasakom ini sudah berkurang, jaitu tatkala saja memberi penerangan bahwa Nas itu tidak berarti Ali Sastroamidjojo atau P.N.I, atau Asmarahadi atau Partindo, A itu tidak berarti Idham Chalid atau Nahdatul Ulama, atau Frans Seda atau Partai Katolik, atau Badawi atau Muhammadijah, atau Jo Leimena atau Parkindo, dan bahwa Kom itu tidak berarti Aidit atau P.K.I.. Nas dan A dan Kom, ketiga-tiganja adalah roman-muka realitas daripada Revolusi kita ini. Revolusi kita jang kita namakan revolusi pantjamuka -- revolusi nasional, revolusi politik, revolusi ekonomi, revolusi sosial, revolusi kultur, bahkan revolusi pembangunan manusia baru Indonesia -- Revolusi ini tidak bisa lain daripada beroman-muka Nas dan A dan Kom. Revolusi nasional tidak bisa berdjalan dan tidak bisa ada sebagai revolusi nasional tanpa rasa-rasa nasionalisme. Revolusi kultur dalam arti bukan sadja kultur jang berkepribadian, tetapi dalam arti keigamaan, sebab igama adalah sebagian daripada kultur, tak mungkin ada djikalau tidak ada A. Ikut sertanja A didalam Revolusi kita itu adalah satu realitas dan satu Notwendigheid, oleh karena Revolusi kita menghendaki kultur baru, kultur dalam arti jang seluas-luasnja, jaitu mengenai agama djuga. Demikian pula Revolusi kita ini, sebagai hasil kebangkitan daripada rakjat jang tertindas perutnja, rakjat jang tertindas kehidupan materiil sehari-harinja, tidak bisa lain daripada satu revolusi jang mempunjai socialistische aspiraties. Revolusi kita bukan satu revolusi 6
7 burgerlijk, tidak, Revolusi kita adalah revolusi rakjat jang perutnja tertindas, revolusi rakjat jang materiilnja tertindas. Dan rakjat jang perutnja tertindas, materiilnja tertindas, tidak bisa lain daripada mempunjai, berangan-angan sosialisme. Ingin perutnja penuh, ingin materieele verhoudingennja lajak. Dus Kom atau Marxisme atau Sosialisme adalah satu unsur roman-muka-riil daripada Revolusi kita ini. Oleh karena itu, als geheel genomen, saja berkata, Revolusi kita ini adalah revolusi kiri. Tetapi dengan sedih saja melihat, sekarang ini ada gedjala-gedjala penggeseran Revolusi kita ini kearah kanan dan sebagai kukatakan tadi, djikalau penggeseran ini berlangsung terus, itu adalah satu malapetaka jang terbesar, bagi bangsa Indonesia. Saudara-saudara sebagai pemimpin daripada Rakjat Indonesia, pemimpin dari partai-partai Indonesia, saja undang Saudara-saudara untuk mendjaga djangan Revolusi kita ini verrechtst atau verrechtsen, djangan revolusi kita ini mendjadi satu revolusi jang tidak mentjerminkan Amanat Penderitaan Rakjat. Nou, sesudah saja memberi keterangan ini, Saudara-saudara, sedjak beberapa hari jang lalu saja melihat, nou beginnen de meesten het een beetje te snappen. Ketenangan sudah mulai, mulai terdjadi, tetapi belum seluruhnja, malahan dibeberapa aspek menjala-njala kekatjauan. Tjoba, Saudara-saudara, apa kata Saudara-saudara tentang kedjadian-kedjadian di Djawa Timur, di Djawa tengah, mengenai pembakaran-pembakaran? Misalnja -- saja bilang misalnja oleh karena tidak hanja mereka jang kena -- misalnja orang-orang Tionghoa. Entah siapa jang dari Djawa Timur. Saja dapat laporan, misalnja dari Surabaja sampai ke Banjuwangi -- dat is me nog al een afstand, saudara-saudara -- dibeberapa tempat terdjadi rasialisme, malah agak setjara overdreven Panglima Safiudin dari bali berkata: Pak, antara Surabaja dan Banjuwangi dimana-mana plat gebrand. Saja tadi berkata, ini rupanja ja sedikit overdreven, tetapi sedikitnja benar bahwa antara Banjuwangi dan Surabaja itu dibeberapa tempat, dibanjak tempat terdjadi rasialisme. Apa jang Saudara katakan, tentang kedjadian di Sala? Siapa dari Sala, saja tidak tahu. Djendral Harto sendiri, Achmadi, Muljono Herlambang. Kalau Achmadi itu sudah mendjadi orang Tjibulan... Tjoba di Sala, Saudara-saudara, apa jang terdjadi beberapa hari jang lalu? Verschrikkelijk, rasialisme berkobar-kobar disana dan apa jang dinamakan wraak op muizen, verschrikkelijk. Nah, karena itu saja minta kepada Saudara-saudara, apa jang saja katakan kepada Menteri-menteri, dan kepada semua Pantja Tunggal, saja ulangi padamu: Pemimpinpemimpin partai, verlies je kop niet, verlies je kluts niet, tetaplah djaga keselamatan negara dan keselamatan Revolusi! Segala usaha daripada nekolim dan C.I.A. harus kita awasi, 7
8 Saudara-saudara, sebab nekolim dan C.I.A. is daarom nekolim en C.I.A. Artinja, kalau mereka tidak berusaha untuk menghantjurkan kita, merugikan kita, memetjahkan kita, bukan nekolim, bukan C.I.A. Awas, Saudara-saudara, awas, djangan kitapun ditunggangi oleh nekolim atau C.I.A. ini. Dan saja berkata kepada Saudara-saudara, mereka itu begitu lihaynja sehingga kalau umpamanja, kita ini ditunggangi, dat wij niet eens voelen, bahwa kita ini ditunggangi. Tjara menungganginja itu bukan main lihaynja. Saudara-saudara, mereka mempunjai pengalaman puluhan tahun tentang hal ini. Sedikitnja kalau kita tidak sedar ditunggangi, kita ini er fijn ingelopen. Nah itu, perkataan je bent er in gelopen. Nah ini kita mesti djaga, djangan kita er in lopen, djangan kita ditunggangi. Paling berbahaja itu, kita ditunggangi tanpa kta merasa dan mengetahui bahwa kita ditunggangi. Batja kitab-kitab jang membeberkan segala rahasia nekolim, batja "The Invisible Government", batja "C.I.A." tulisan Andrew Tulley, batja "The Ambassador" tulisan Maurice West. O, disitu kelihatan betul kelihayan mereka itu. Dan kita sebagai pemimpin Rakjat, Saudara-saudara, kita harus hati-hati dan waspada sekali. Sekarang Bandrio ini misalnja, o God, o God, o God, dia sekarang sudahlah, dikatakan ini dikatakan itu oleh nekolim. Saja bisa kata ini, oleh karena saja bergaul, bertemu dengan ambassador-ambassador di Djakarta ini. Tidak sedikit ambassador datang kepada saja, apakah benar Presiden, is it true that you are going to dismiss Subandrio? Bahwa Tuan akan melepas Subandrio? Malahan ada jang berkata, Roeslan; that you are going to dismiss and make Roeslan Abdulgani Foreign Minister? Apa sebab? Oleh karena nekolim memang sering mendapat tentangan dari dia, boleh dikatakan djarang ada Menteri Luar negeri didunia ini lho jang begitu gigih menentang nekolim, sebagai kita-punja Menteri Luar negeri Subandrio. Nah, sudah barang tentu, nekolim wenst hem er uit, nekolim mengatakan segala sesuatu jang tidak baik tentang Subandrio. Pendek kata, Saudara-saudara, saja minta kepada Sudara-saudara, marilah kita semuanja merasa bertanggung-djawab kepada negara dan kepada Revolusi. Saja telah berkata, saja minta ketenangan, saja kumpulkan semua fakta-fakta proloog, het feit op zich zelf, epiloog atau naloog, dan Insja Allah, djikalau Tuhan memberi kepada saja, saja adakan nanti tindakan berdasarkan atas penjelidikan jang objectif dan njata ini. Saja harap, Saudara-saudara semuanjapun berdiri tegak dibelakang saja. Apa sebab? Saudara-saudara sendiri menulis didalam pernjataan Saudara-saudara, berdiri tegak dibelakang Pemimpin Besar Revolusi, setia kepada Pemimpin Besar Revolusi. Wel, saja sekarang nagih kepada Saudara-saudara, kalau Saudara-saudara benar-benar berdiri dibelakang saja ta at kepada saja, setia kapada saja, djalankan perintah saja. Bukan sadja itu, djangan djegal perintah saja. Sebab saja Pantja Tunggal seluruh Indonesia djuga sudah berkata dengan tegas, kadang-kadang saja ini mendapat indruk, kesan, ja orang berkata: Bung Karno, Bung Karno, setia kepada Bung Karno, berdiri dibelakang Bung Karno, tetapi 8
9 perintah Bung Karno, komando Bung Karno dikentuti, kataku. Ja, perkataan kentut itu sampai-sampai Presiden mau tjoret daripada buku ini. Saja minta Saudara-saudara betul-betul berdiri dibelakang saja, oleh karena Saudarasaudara mengangkat saja sebagai Pemimpin Besar revolusi, oleh karena Saudaralah jang mengangkat saja via M.P.R.S. mendjadi Presiden seumur hidup, oleh karena Saudara-saudarapun menjatakan recently ini berdiri dibelakang Bang Karno, setia kepada Bung Karno, saja nagih sekarang. Djalankan komando saja, bantulah saja, djangan djegal kepada saja. Semua komando saja, djalankan! Saudara-saudara, dan sebagai kalimat terachir daripada uraian saja ini nanti, jang nanti akan saja minta ditambah oleh anggota Presidium, saja ulangi, sajapun selalu takut kepada hari kemudian, sajapun selalu in me zelf prenten: Sukarno, engkau adalah pemimpin, sebagaimana semua orang pemimpin, nanti dihari kemudian engkau akan dilandrad tentang kepemimpinannmu. Tentang hal itu, Saudara-saudara, bolehlah Saudara-saudara jakin, saja tidak gegabah, saja betul-betul takut kepada laatste oordeel itu nanti, takut kepada landrad jang akan didjalankan atas diri saja di hari achirat
TRANSKRIP Kuliah/Tanja-Djawab/ Pendjelasan J.M. Menko D.N. Aidit Dimuka Peserta Pendidikan Kader Revolusi Angkatan Dwikora Tanggal 18 Oktober 1964
TRANSKRIP Kuliah/Tanja-Djawab/ Pendjelasan J.M. Menko D.N. Aidit Dimuka Peserta Pendidikan Kader Revolusi Angkatan Dwikora Tanggal 18 Oktober 1964 Harian Rakjat Djum at, 30 Oktober 1964 Para Sdr. Kuliah
Jahja pertama 1 Kenjataan hidup jang kekal, salam doa Nasehat akan hidup ditengah terang dengan kebenaran, mendjadi tanda persekutuan dengan Allah
Jahja pertama 1 Kenjataan hidup jang kekal, salam doa 1 Maka barang jang sudah ada daripada mulanja, barang jang telah kami dengar, barang jang telah kami tampak dengan mata kami, barang jang telah kami
Varia No. 406 Hal (26 Januari) Usmar Ismail tentang kesenian nasional Kegairahan untuk mentjipta harus di-kobar2kan lagi
Hasil ketik ulang dari dokumen asli (dokumen asli terlampir di bawah) : Varia No. 406 Hal. 4 1966 (26 Januari) Usmar Ismail tentang kesenian nasional Kegairahan untuk mentjipta harus di-kobar2kan lagi
SUMBANGAN ARTIS FILM TERHADAP PEMBANGUNAN DJIWA BANGSA
Kencana, No. 2 Hal. 6 Th I - 1958 Drs. Asrul Sani SUMBANGAN ARTIS FILM TERHADAP PEMBANGUNAN DJIWA BANGSA Tjatatan: Drs. Asrul Sani adalah terkenal sebagai seorang essays jang djuga termasuk salah seorang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 1958 TENTANG PENGGUANAAN LAMBANG NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 1958 TENTANG PENGGUANAAN LAMBANG NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa perlu diadakan peratuaran tentang penggunaan Lambang Negara
DJANGAN MENDERITA TANI-PHOBI! >itas Indonesia iltas Sastra pustakaan...^ y! ,08 j. f - /;, \ f. ' P!! r ^ s ^ S T R X JfcV. ' -.-r
DJANGAN MENDERITA TANI-PHOBI! >itas Indonesia iltas Sastra pustakaan....^ y! F o F,08 j. f - /;, \ f -.-r v Q : ' P!! r ^ s ^ S T R X JfcV. ' jd E P A R T E JiE N TENTIRANGAN R.I. JfP... 1! S/
Undang-undang 1946, No. 22 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Undang-undang 1946, No. 22 PENTJATATAN NIKAH. Peraturan tentang pentjatatan nikah, talak dan rudjuk. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : 1) bahwa peraturan pentjatatan nikah, talak dan rudjuk seperti
Kutipan dari Lembaran Kota Besar Ska. No. 3 th. II tg. 27 Des PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA No. 2 tahun TENTANG PEMADAM API
Kutipan dari Lembaran Kota Besar Ska. No. 3 th. II tg. 27 Des.1952. PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA No. 2 tahun 1952. TENTANG PEMADAM API DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH SEMENTARA KOTA BESAR SURAKARTA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1958 TENTANG PENEMPATAN TENAGA ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1958 TENTANG PENEMPATAN TENAGA ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: bahwa untuk mendjamin bagian jang lajak dari
KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1964 TENTANG PERATURAN PEMUNGUTAN SUMBANGAN IURAN UNTUK MEMBANTU PEMBIAJAAN PENJELENGGARAAN RADIO REPUBLIK INDONESIA KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Surat-Surat Buat Dewi
Surat-Surat Buat Dewi Di bawah ini kami turunkan surat-surat Presiden Soekarno, yang ditulis dan dikirim kepada istrinya, Ratna Sari Dewi, selama hari-hari pertama bulan Oktober 1965. Surat-surat ini berhasil
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 215 TAHUN 1963 TENTANG PEMBENTUKAN JAJASAN TELEVISI REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 215 TAHUN 1963 TENTANG PEMBENTUKAN JAJASAN TELEVISI REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. Bahwa dalam penjelesaian Revolusi Indonesia
Presiden Seumur Hidup
Presiden Seumur Hidup Wawancara Suhardiman : "Tidak Ada Rekayasa dari Bung Karno Agar Diangkat Menjadi Presiden Seumur Hidup" http://tempo.co.id/ang/min/02/18/nas1.htm Bung Karno, nama yang menimbulkan
Aneka No. 31 Th. VIII/1958 MASAALAH KEDUDUKAN SASTRA DALAM FILM (I) ASRUL SANI
Aneka No. 31 Th. VIII/1958 MASAALAH KEDUDUKAN SASTRA DALAM FILM (I) ASRUL SANI Menurut surat undangan jang diedarkan, maka tugas jang harus saja pikul hari ini, ialah: membitjarakan Kedudukan sastra dalam
KONSEPSI SENDIRI - DJANGAN MENDJIPLAK!
PRESIDEN SUKARNO PADA PERXNGATAN DE tit 5 DJULI:.» ' ** \ V ' * * - *v, 1. KONSEPSI SENDIRI - DJANGAN MENDJIPLAK! Perpustakaan Fakultas Sastra LTniversitas Indonesia DEPARTBMEN PENERANGAN R.l. P / y A
FILM & SENSOR. Ditindjau dari sudut kreasi
Sumber : Aneka No. 25/VIII/1957 Berikut ini dihidangkan buat para pembatja Aneka sebuah naskah jang tadinja adalah prasarana jang di utjapkan oleh sdr. Asrul Sani dalam diskusi besar masalah sensor, diselenggarakan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN No. 180 TAHUN 1953 TENTANG PERATURAN TENTANG PEMERIKSAAN-KAS PADA PARA BENDAHARAWAN JANG MENERIMA UANG UNTUK DIPERTANGGUNG DJAWABKAN DARI KANTOR-KANTOR PUSAT PERBENDAHARAAN OLEH PARA
Dimuat dalam Lembaran Daerah Djawa Tengah Tahun 1972 Seri B Nomor 8
Dimuat dalam Lembaran Daerah Djawa Tengah Tahun 1972 Seri B Nomor 8 No.10/ 1971 DENGAN RACHMAT TUHAN JANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG KOTAMADYA SURAKARTA Menetapkan Peraturan
Tambahan Lembaran Kota Besar Ska. No. 1 th. Ke V tgl. 1 Djan PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA. No. 1 TAHUN 1955.
Tambahan Lembaran Kota Besar Ska. No. 1 th. Ke V tgl. 1 Djan. 1955. PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA No. 1 TAHUN 1955. Tentang TANDA-NOMOR DAN SURAT-TANDA-NOMOR BAGI KENDARAAN BERMOTOR DEWAN PERWAKILAN
Kolose 1 Salam doa Utjapan sjukur karena iman sidang djumaat Doa rasul supaja sidang djumaat makin kenal kemuliaan Keristus
Kolose 1 Salam doa 1 Daripada Paulus, rasul Keristus Jesus dengan kehendak Allah, beserta Timotius saudara kita, 2 kepada segala saudara jang sutji dan beriman didalam Keristus, jang di-kolose, turunlah
KETETAPAN R A K J A T SEMENTARA R E P U B U K IN D O N ESIA. *. N o. I/M P R S / m a d j e l i s p e r m u s j a w a r a t a n
KETETAPAN m a d j e l i s p e r m u s j a w a r a t a n R A K J A T SEMENTARA d R E P U B U K IN D O N ESIA *. N o. I/M P R S /1 960 -------------------- M.».R.S. dan DEP^RTEMEN PENERANGAN 2013 I n /
Timotius pertama 1 Salam doa Nasehat supaja tetap didalam pengadjaran jang benar Sjariat Torat jang sebenarnja
Timotius pertama 1 Salam doa 1 Daripada Paulus, rasul Keristus Jesus menurut firman Allah, Djuruselamat kita, dan Jesus Kristus jang mendjadi pengharapan kita, 2 datang kepada Timotius, jang sebenar-benar
HUBUNGAN PELA DI MALUKU-TENGAH DAN DI NEDERLAND
HUBUNGAN PELA DI MALUKU-TENGAH DAN DI NEDERLAND Suatu tindjauan singkat oleh Dr. Dieter Bartels Karangan ini adalah berdasarkan penelitian anthropologis jang dilaksanakan oleh penulis selama tahun 1974-75
POIITIK KITA. ADALAH P0L1TIK konfrontasi!
PRESIDEN SUKARNO PAD A RAPAT RAKSASA FRONT NASIONAli POIITIK KITA ADALAH P0L1TIK konfrontasi!.., > s'* / i > t - Cf'j 7^ PENERBITAN CHUSUS 278 POLITIK KITA ADALAH POLITIK KONFRONTASI! Amanat Presiden
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Terdapat beberapa hal yang penulis simpulkan berdasarkan permasalahan yang
168 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dipaparkan dalam bab ini merujuk pada jawaban atas permasalahan penelitian yang telah dikaji oleh penulis di dalam bab sebelumnya. Terdapat
UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERDJA DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERDJA DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerdja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannja
LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI ( PENGUMUMAN RESMI DAERAH PROPINSI BALI )
LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI ( PENGUMUMAN RESMI DAERAH PROPINSI BALI ) NO. 7/1963 27 Pebruari 1963 No. : 6/DPRD-GR/1962,- Keputusan :Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Gotong Rojong Daerah Tingkat II Buleleng
Tesalonika pertama 1. Tesalonika pertama 2
Tesalonika pertama 1 Salam doa 1 Daripada Paulus dan Silwanus dan Timotius datang kepada sidang djemaat orang Tesalonika pertama jang didalam Allah, jaitu Bapa kita, dan didalam Tuhan Jesus Keristus. Turunlah
KEPUTUSAN-KEPUTUSAN KONGRES NASIONAL LEKRA I
KEPUTUSAN-KEPUTUSAN KONGRES NASIONAL LEKRA I I Resolusi atas Lapiran Umum Setelah bersidang 5 hari lamanja dan mempertimbangkan setjara mendalam dan seksama Laporan Umum Pimpinan Pusat Lekra jang disampaikan
Peterus kedua 1 Salam doa Beberapa hal jang menjebabkan rasul memberi nasehat
Peterus kedua 1 Salam doa 1 Daripada Simon Petrus, hamba dan rasul Jesus Keristus, kepada segala orang jang sudah beroleh iman, jang sama indahnja dengan iman kami oleh karena keadilan Allah, Tuhan kita,
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERDJA DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERDJA DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerdja berhak mendapat
LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI (PENGUMUMAN RESMI DAERAH PROPINSI BALI) DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG PROPINSI BALI
LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI (PENGUMUMAN RESMI DAERAH PROPINSI BALI) No. :18/1969. 2 Mei 1969 No.5/DPRD-GR/1966 DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG PROPINSI BALI Menetapkan Peraturan Daerah sebagai
Salam doa 1 Salam daripada aku, Jakub, hamba Allah dan hamba Tuhan Jesus Keristus, kepada kedua belas suku bangsa jang bertaburan.
Jakub 1 Salam doa 1 Salam daripada aku, Jakub, hamba Allah dan hamba Tuhan Jesus Keristus, kepada kedua belas suku bangsa jang bertaburan. Faedah bertekun didalam kehidupan iman 2 Hai saudara-saudaraku,
LEMBARAN DAERAH PROVINSI BALI
LEMBARAN DAERAH PROVINSI BALI ( PENGUMUMAN RESMI DAERAH PROVINSI BALI ) No. 22/1968 18 Nopember 1968 No. 1/SK/DPRD-GR/1968 DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG KABUPATEN GIANYAR K E P U T U S A
Mendajung Antara Dua Karang: Peletakan Sebuah Dasar. Oleh: Shohib Masykur
Mendajung Antara Dua Karang: Peletakan Sebuah Dasar Oleh: Shohib Masykur (Seorang diplomat muda sederhana jang memiliki tjita-tjita besar tentang Indonesia) Dalam tulisan ini saja ingin mengulas sebuah
MADJALAH KRISTEN KEBANGUNAN ROCHANI A P I M E N J A L A
MADJALAH KRISTEN KEBANGUNAN ROCHANI A P I M E N J A L A * Untuk segala aliran Geredja (Interdenominational). * Disebarkan dengan tjuma2 (Gratis). Terbit 2 {dua) bulan sekali. Diterbitkan oleh: Badan Kristen
Tambahan Lembaran Kota Besar Ska. No. 4 th. Ke IV tgl. 1 Djuni PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA. No. 4 TAHUN 1954.
Tjetakan ke 2 tgl. Mei 1958. Tambahan Lembaran Kota Besar Ska. No. 4 th. Ke IV tgl. 1 Djuni 1954. PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA No. 4 TAHUN 1954. Tentang PERIZINAN MEMBUAT REKLAME DAN PEMUNGUTAN
Timotius kedua 1 Salam doa Utjapan sjukur Nasehat kepada Timotius supaja berusaha Teladan rasul dan Onesiporus
Timotius kedua 1 Salam doa 1 Daripada Paulus, rasul Keristus Jesus dengan kehendak Allah memberitakan djandji kehidupan jang ada didalam Keristus Jesus, 2 datang kepada Timotius, anakku jang dikasihi.
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1970 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATAKERDJA BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENTJANA NASIONAL
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1970 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATAKERDJA BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENTJANA NASIONAL PREISDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa Program
SERI AMANAT 50 PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DJENDERAL SOEHARTO DIDEPAN SIDANG DPR-GR 16 AGUSTUS 1971 REPUBLIK INDONESIA
SERI AMANAT 50 PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DJENDERAL SOEHARTO DIDEPAN SIDANG DPR-GR 16 AGUSTUS 1971 REPUBLIK INDONESIA Presiden Soeharto :..djangan kita silau dengan kemenangan-kemenangan
Peterus pertama 1 Salam doa Utjapan sjukur kepada Allah karena pengharapan akan Keristus Dari hal ibadat jang benar
Peterus pertama 1 Salam doa 1 Daripada Petrus, rasul Jesus Keristus, kepada segala orang pilihan, jaitu musafir jang bertaburan di-pontus dan Galatia dan Kapadokia dan Asia dan Betinia, 2 jang terpilih
mm\uñ MANIFESTO POLITIK
PEBOHAR- - PEDOMIN mm\uñ MANIFESTO POLITIK REPUBLIK INDONESIA lonesi a ;tra in 7T I 'fi \> a DEPARTEMEN PENERANGAN R. I. V /H*) n>m t*j#*, PENERBITAN CHUSLLS 166 PEDOMAN - PEDOMAN PELAKSANAAN MANIFESTO
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa untukk memantapkan harga beras dan mentjukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri, perlu menetapkan kebidjaksanaan
SEGI-SEGI DJURNALISTIK D4KIPADA PERS
SEMINAR PERS KEDUA LEMBAGA PERS DAN PENDAPAT UMUM DJAKARTA HAL O FLAHERTY^ SEGI-SEGI DJURNALISTIK D4KIPADA PERS rchmbaga PERS DAN PENDAPAT UMUM DJAKARTA Perpustaiasn Soedirnan Kartohadiprodjo FHUI Buka
AKSARA ARAB MELAYU (JAWI) DAN NASKAH MELAYU
AKSARA ARAB MELAYU (JAWI) DAN NASKAH MELAYU Universitas Gadjah Mada 1 PELADJARAN I 1. Huruf Arab Indonesia, semula dinamai huruf Melaju Arab. Sesuai dengan perkembangan bahasa Melaju hingga mendjadi bahasa
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1969 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1969 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa agar segala kegiatan jang akan menundjang pengembangan kepariwisataan jang merupakan faktor potensiil
PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DJENDERAL SOEHARTO DI DEPAN SIDANG DPR-GR 16 AGUSTUS 1969 REPUBLIK INDONESIA
PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DJENDERAL SOEHARTO DI DEPAN SIDANG DPR-GR 16 AGUSTUS 1969 REPUBLIK INDONESIA Presiden Republik Indonesia Djenderal Soeharto PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Saudara
RESOLUSI KONFERNAS II LEKRA. Laksanakan Tavip, djebol terus jang lama, bangun terus jang baru.
RESOLUSI KONFERNAS II LEKRA Laksanakan Tavip, djebol terus jang lama, bangun terus jang baru. Konfernas ke-ii LEKRA jang bersidang di Djakarta pada 24 dan 25 Agustus 1964, telah mempeladjari dan mendiskusikan
Pilipi 1 Salam doa Utjapan sjukur kepada Allah karena persekutuan sidang djumaat Berita tentang keadaan rasul waktu ia terbelenggu
Pilipi 1 Salam doa 1 Daripada Paulus dan Timotius, hamba-hamba Keristus Jesus, kepada segala orang sutji didalam Keristus Jesus dinegeri Pilipi, serta dengan segala pemimpin dan pembela sidang, 2 turunlah
UNDANG-UNDANG 1950 No. 4 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN UNDANG-UNDANG 1950 No. 4 Berita Negara RI No... Tahun 1950 PENGADJARAN. Peraturan tentang dasar pendidikan dan pengadjaran disekolah. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:bahwa perlu ditetapkan
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR Seri A DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG PROPINSI DJAWA TIMUR
30 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR Seri A Oktober 1968 6 Peraturan Daerah Propinsi Djawa Timur Nomor 3 tahun 1966 DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG PROPINSI DJAWA TIMUR Menimbang
Pandangan kita hanja terbatas pada kebaktian Minggu.
- 3 - Salah satu tugas geredja ialah mengindjil keseluruh dunia. Jesus berkata: "Pergilah kamu keseluruh bumi; beritakanlah Indjil itu kepada sekalian alam (Mar. 16:15), namun hingga saat ini kita belum
Bung Karno dan Komando Trisakti
Bung Karno dan Komando Trisakti http://www.bergelora.com/opini-wawancara/artikel/2111-bung-karno-dan-komando-trisakti.html Kamis, 18 Juni 2015 Bung Karno pada Pidato Pertama setelah Proklamasi 17 Agustus
THAIB ADAMY. Atjeh itnendakwa. (Pidaio pembelaan jang diuljapkan didepan Pengadilan Negeri Sigli, 12 September J963) Comité PKI Atjeh 1964
THAIB ADAMY Atjeh itnendakwa (Pidaio pembelaan jang diuljapkan didepan Pengadilan Negeri Sigli, 12 September J963) Comité PKI Atjeh 1964 KATA SAMBUTAN Comité PKI Aljeh dan saja sendiri menjambut hangat
---~---~ , - - DJIWA DAN SEMANGAJ BENTUKLAH KABINET PRESIDENTIL JANG BERMUTU OLEH: PRAWOTO MANGKUSASMIl'O ;
---~---~- - ----.---- - - - -, - -. DJIWA DAN SEMANGAJ 1945 BENTUKLAH KABINET PRESIDENTIL JANG BERMUTU OLEH: PRAWOTO MANGKUSASMIl'O ; '-1-"-'-,--Mono:... Assalamu'alaikum w.w. MASJUMI menolak suatu "Machtsstaat"
Tap XXXIII/MPRS/1967
Tap XXXIII/MPRS/1967 KETIKA memberi sambutan dalam rangka 100 Tahun Bung Karno di Blitar, Rachmawati Soekarnoputri mengusul-kan agar Ketetapan Tap XXXIII/MPRS/1967 dicabut. Menurut Rachmawati, Tap itu
Epesus 1 Salam doa Doa sjukur kepada Allah karena anugerahnja didalam Tuhan Jesus Keristus
Epesus 1 Salam doa 1 Daripada Paulus rasul Keristus Jesus dengan kehendak Allah, kepada segala orang sutji jang ada di-epesus dan jang beriman kepada Keristus Jesus, 2 turunlah kiranja atas kamu anugerah
DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH SEMENTARA KOTA BESAR SURAKARTA Menetapkan peraturan daerah sebagai berikut :
TJETAKAN KE II TANGGAL 1 MARET 1958 Tambahan Lembaran Kota Besar Ska. No. 1 th. Ke III tg. 1 2-1953. PERATURAN DAERAH KOTA BESAR SURAKARTA No. 1 TAHUN 1953. DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH SEMENTARA KOTA
KESATUAN BANGSA PEMBIIVAAPV. Lembaga Pembinaan Kesatuan Bangsa. C a p it a S e le c t a : ( 28 Oktober Oktober 1964)
C a p it a S e le c t a : PEMBIIVAAPV KESATUAN BANGSA ( 28 Oktober 1928 28 Oktober 1964) D A L A M R A N G K A NATION-BUILDING & CHARACTER-BUILDING * j ^ ^ ^ n, p e r h u b u n g a n d e n g a n r a k
Madjalah Kristen Kebangunan Rochani A P I M E N J A L A
Madjalah Kristen Kebangunan Rochani A P I M E N J A L A * Untuk segala aliran Geredja (Interdenominational) * Disebarkan dengan tjuma2 (Gratis). Terbit: 2 (dua) bulan sekali. Diterbitkan oleh: Jajasan
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA No. 237 TAHUN 1960 KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN No. 237 TAHUN 1960 KAMI, PRESIDEN Menimbang : a. bahwa berhubung dengan keanggotaan Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, dianggap perlu untuk mengirimkan suatu Delegasi
G30S dan Kejahatan Negara
Telah terbit Buku: G30S dan Kejahatan Negara Catatan Penyunting Pada tanggal 1 Oktober 1965, sekitar pukul 7 pagi, saya bermain catur dengan ayah saya, Siauw Giok Tjhan di beranda depan rumah. Sebuah kebiasaan
8 t o i a * H, 3 1 OCT 2WI* 114 DEC tti- SEP 2o,2
ftan U.l- 2 H 8 t o i a * H, 3 1 OCT 2WI* 114 DEC 2011 tti- SEP 2o,2 CAPITA SELECTA M. NATSIR l & 7 0 CAPITA SELECTA 2 PUSTAKA PENDIS DJAKARTA Dihitnpunkan oleh : D. P. SATI ALIMIN H ak pengarang dilindungi
I. PENDAHULUAN. sejak jaman kemerdekaan berkali-kali menghadapi ujian. Pada tahun
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perjuangan bangsa Indonesia untuk menciptakan keadilan bagi masyarakatnya sejak jaman kemerdekaan berkali-kali menghadapi ujian. Pada tahun 1950-1959 di Indonesia berlaku
Galatia 1 Salam doa Dari hal jang menjebabkan rasul berkirim suratnja Pemberitaan Paulus asal daripada Allah
Galatia 1 Salam doa 1 Daripada Paulus, seorang rasul (bukannja daripada manusia, dan bukan pula dengan djalan seorang manusia, melainkan jang ditetapkan oleh Jesus Keristus serta Allah Bapa, jang telah
