LAPORAN TAHUNAN BP3IP JAKARTA 2016
|
|
|
- Susanti Hartanti Sumadi
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II KEGIATAN POKOK A. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN LAUT 1. Target dan Realisasi a. Pelatihan Peningkatan Pelatihan Peningkatan (Upgrading Training) ini ditujukan untuk para pelaut yang sudah memenuhi syarat jam berlayar dan ingin meningkatkan sertifikat pelaut ke jenjang yang lebih tinggi, yang dibagi berdasarkan tingkat jenjang teknis profesi kepelautan yang mencangkup aspek manajemen dan operasional level, sesuai dengan persyaratan Standar Training Certificated Watchkeeping (STCW CODE). Ketentuan pelatihan, sertifikat, dan tugas jaga bagi pelaut juga merupakan ketentuan dari International Maritime Organization (IMO). Terdapat 10 Program Pelatihan Peningkatan yang diselenggarakan oleh BP3IP dapat dilihat pada tabel perbandingan target dan realisasi peserta diklat peningkatan sebagai berikut : Tabel II.a Target dan Realisasi Peserta PeningkatanError! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan Realisasi peserta program diklat peningkatan BP3IP tahun 2016 lebih rendah dari Target sebesar orang (87.8%) dari orang atau terdapat 523 orang yang tidak terserap. Alasannya karena ada perubahan yang ditetapkan oleh regulator terhadap silabus untuk kesesuaian STCW 2010 sangat mempengaruhi pelaksanaan periode diklat, adapun perubahan tersebut meliputi jumlah mata pelajaran dan jumlah penambahan jam pelajaran, hal ini menyebabkan bertambahnya waktu penyelesaian tiap periode dalam pembelajarannya sehingga penerimaan peserta diklat untuk kelas II, III, dan IV per-tahun di BP3IP menjadi berkurang dan hanya efektif menjadi 2 (dua) periode yang sebelumnya 3 (tiga) periode per-tahun. Capaian terbesar Diklat Peningkatan adalah Realisasi Ahli Nautika V (lima) sebesar orang dan capaian prosentase terbesar adalah Diklat Peningkatan Ahli Teknika - I sebesar 267 orang (98.89%) dari 270 Orang atau terdapat 3 orang yang tidak tercapai. Untuk capaian diklat peningkatan yang lain adalah sebagai berikut, ANT I Sebesar 98,61% dari target, ANT II sebesar 95% dari target, ATT II sebesar 88 persen dari target, ANT III sebesar 96% dari target, ATT III sebesar 93% dari target, II - 1 H a l
2 ANT IV sebesar 94% dari target, ATT IV sebesar 89% dari target, ANT V sebesar 86% dari target, ATT V sebesar 75% dari target. Untuk diklat peningkatan pada tahun 2016 mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya pengurangan kuota penerimaan pada diklat peningkatan untuk mengakomodasi ledakan peserta diklat pemutakhiran sebagai akibat dari batas akhir implementasi STCW Amandemen 2010 yang harus dilaksanakan per 01 januari 2017 Tabel II.b Target dan Realisasi Lulusan PeningkatanError! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan Realisasi lulusan program diklat peningkatan BP3IP tahun 2016 lebih rendah dari Target sebesar orang (88%) dari orang atau terdapat 508 orang yang tidak terserap. Alasannya karena ada perubahan yang ditetapkan oleh regulator terhadap silabus untuk kesesuaian STCW 2010 sangat mempengaruhi pelaksanaan periode diklat, adapun perubahan tersebut meliputi jumlah mata pelajaran dan jumlah penambahan jam pelajaran, hal ini menyebabkan bertambahnya waktu penyelesaian tiap periode dalam pembelajarannya sehingga penerimaan peserta diklat untuk kelas II, III, dan IV per-tahun di BP3IP menjadi berkurang dan hanya efektif menjadi 2 (dua) periode yang sebelumnya 3 (tiga) periode per-tahun. Untuk capaian lulusan diklat paling kecil adalah Ahli Teknika Tingkat IV dengan prosentase 60%. Prosentase ini tidak mencerminkan berapa besar prosentase lulusan karena target disusun berdasarkan prognosa capaian peserta diklat yang dibuat pada awal tahun sementara dalam perjalanannya untuk DP II, III dan IV realisasi peserta diklat mencapai target. Grafik II.a Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Peningkatan BP3IP tahun 2016 II - 2 H a l
3 Berdasarkan Grafik II.a dapat dilihat bahwa program pelatihan peningkatan dengan jumlah peserta dan lulusan terbanyak yaitu pada Program Diklat Peningkatan ANT V untuk peserta sebanyak Orang dan lulusan sebanyak Orang. Adapun peserta dan lulusan tidak mencerminkan rasio kelulusan dikarenakan antara peserta dan lulusan memiliki input tahun yang berbeda. Sehingga untuk lulusan pada tahun 2016 terdapat peserta diklat dari tahun b. Pelatihan Penyegaran SATKER Tabel II.c Target dan Realisasi Peserta Penyegaran PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Revalidasi Radar Simulator (RS) % Revalidasi Arpa Simulator (AS) % Revalidasi Medical Emergency First Aid (MEFA) L P , % Revalidasi Medical Care (MC) , % Revalidasi Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) % II - 3 H a l
4 SATKER PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Revalidasi Ship Security Officer (SSO) Revalidasi Bridge Resouces Management (BRM) Revalidasi Engine Resouces Management (ERM) Revalidasi Electronic Chart Display Course (ECDIS) , % % % JUMLAH 7,380 8, , % JUMLAH 7,380 8, , % Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi peserta program diklat penyegaran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar orang (110%) dari orang atau terdapat 728 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah peserta Penyegaran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Penyegaran. Capaian terbesar Diklat Penyegaran adalah Realisasi Revalidasi MEFA sebesar orang (109%) dan capaian prosentase terbesar adalah Revalidasi MC sebesar orang (119%) dari Orang atau terdapat 267 orang yang melebihi target. Untuk capaian diklat penyegaran yang lain adalah sebagai berikut, Revalidasi RS Sebesar 106% dari target, Revalidasi AS sebesar 94% dari target, Revalidasi MEFA sebesar 109% persen dari target, Revalidasi MC sebesar 119% dari target, Revalidasi GMDSS sebesar 100% dari target, Revalidasi SSO sebesar 114% dari target, Revalidasi BRM sebesar 103% dari target, Revalidasi ERM sebesar 106% dari target. Pada Revalidasi ECDIS tidak tercantum target peserta diklat karena dalam perencanaan yang disusun di awal tahun 2016 diprediksi belum memiliki calon peserta revalidasi ECDIS, hal ini disebabkan Diklat ECDIS di BP3IP dilaksanakan belum mencapai 5 tahun, yaitu dilaksanakan pada tahun namun pada II - 4 H a l
5 perjalanannya terdapat permintaan dari masyarakat yang memiliki diklat keterampilan ECDIS karena permintaan dari perusahaan tempat mereka bekerja meskipun umur sertifikat ECDIS nya belum genap 5 (lima) tahun. SATKER Tabel II.d Target dan Realisasi Lulusan Penyegaran PROGRAM PELATIHAN TARGET LULUSAN REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Revalidasi Radar Simulator (RS) % Revalidasi Arpa Simulator (AS) % Revalidasi Medical Emergency First Aid (MEFA) , % Revalidasi Medical Care (MC) , % Revalidasi Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) % Revalidasi Ship Security Officer (SSO) , % Revalidasi Bridge Resouces Management (BRM) Revalidasi Engine Resouces Management (ERM) Revalidasi Electronic Chart Display Course (ECDIS) % % JUMLAH 7,380 8, , % JUMLAH 7,380 8, , % Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi lulusan program diklat penyegaran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar orang (110%) dari orang atau terdapat 728 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah lulusan Penyegaran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Penyegaran. Durasi diklat penyegaran yang singkat (tidak lebih dari 1 minggu) menjadikan lulusan diklat penyegaran lulus di tahun yang sama sehingga antara peserta dan lulusan memiliki angka yang sama. Grafik II.b Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Penyegaran BP3IP tahun 2016 II - 5 H a l
6 2,000 1,800 1,600 1,743 1,743 1,667 1,667 1,525 1,525 1,400 1,200 1, Rev RS Rev AS Rev MEFA Rev MC Rev GMDSS Rev SSO Rev BRM Rev ERM Rev ECDIS PESERTA ,743 1, , LULUSAN ,743 1, , Berdasarkan Grafik II.b dapat dilihat bahwa realisasi lulusan mencapai 100% dari realisasi jumlah peserta disebabkan waktu pelaksanaan pelatihan dan waktu kelulusan ada pada tahun yang sama. Berdasarkan program pelatihan maka jumlah peserta dan lulusan terbesar yaitu Revalisasi MEFA sebesar Orang. c. Pelatihan Pemutakhiran Pelatihan pemutakhiran (Updating Training) diselenggarakan untuk penyesuaian sertifikat pelaut sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 2010 Manilla yang diberlakukan mulai 01 Januari Berdasarkan peraturan yang termuat dalam STCW 1978 Amandemen 2010 Manila, Pelaut pemegang sertifikat STCW 1978 AMandemen 1995 harus disesuaikan dengan STCW 1978 Amandemen 2010 dari tingkat rating sampai tingkat I. bagi pemegang sertifikat pelaut yang masih bersertifikat STCW 1978 Amandemen 1995 diberi kesempatan hingga 31 Desember 2016 untuk menyesuaikan sertifikatnya. Diharapkan dengan diselenggarakannya pelatihan pemutakhiran, pada tahun 2016 seluruh pelaut segera memperbaharui sertifikat yang telah dimiliki agar sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 2010 Manilla. II - 6 H a l
7 Program pelatihan pemutakhiran yang diselenggarakan di BP3IP terdapat 18 (delapan belas) program diklat. Realisasi peserta program pelatihan pemutakhiran BP3IP tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut: Tabel II.e Target dan Realisasi Peserta PemutakhiranError! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi peserta program diklat Pemutakhiran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar orang (102%) dari orang atau terdapat 372 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah peserta Pemutakhiran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran. Capaian terbesar Diklat Pemutakhiran adalah Realisasi Able Seafarer Deck sebesar orang dan capaian prosentase terbesar adalah Diklat Pemutakhiran Ahli Teknika - IV sebesar (113%) dari 1080 Orang atau terdapat 145 orang yang melebihi target. Untuk capaian diklat pemutakhiran yang lain adalah sebagai berikut, ANT I Sebesar 108% dari target, ATT I Sebesar 85% dari target, ANT II sebesar 107% dari target, ATT II sebesar 106% persen dari target, ANT III Manajemen sebesar 95% dari target, ATT III Manajemen sebesar 97% dari target, ANT IV sebesar 98% dari target, ATT IV sebesar 113% dari target, ANT V sebesar 97% dari target, ATT V sebesar 100% dari target, Able Seafarer Deck sebesar 110% dari target, Able Seafarer Mesin sebesar 105% dari target. Untuk pemutakhiran DP Tingkat III, IV dan V bisa dilihat pada tabel bahwa realisasinya tidak ada, hal ini dikarenakan calon peserta diklat untuk tingkat III, IV dan V lebih memilih memutakhirkan ijazah mereka pada diklat manajemen. Karena diklat manajemen memberikan lebih banyak kewenangan di atas kapal. SATKER Tabel II.f Target dan Realisasi Lulusan Pemutakhiran LULUSAN PROGRAM PELATIHAN REALISASI TARGET JUMLAH L P PERSEN TASE PESERTA II - 7 H a l
8 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Ahli Nautika Tingkat (ANT) I % Ahli Teknika Tingkat (ATT) I % Ahli Nautika Tingkat (ANT) II , % Ahli Teknika Tingkat (ATT) II % Ahli Nautika Tingkat (ANT) III % Ahli Teknika Tingkat (ATT) III % Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV % Ahli Teknika Tingkat (ATT) IV % Ahli Nautika Tingkat (ANT) V % Ahli Teknika Tingkat (ATT) V % Able Seaafarer Deck , % Able Seaafarer Mesin , % Ahli Nautika Tingkat (ANT) III Manajemen ,396 95% Ahli Teknika Tingkat (ATT) III Manajemen ,160 97% Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV Manajemen ,594 98% Ahli Teknika Tingkat (ATT) IV Manajemen , % Ahli Nautika Tingkat (ANT) V Manajemen ,156 97% Ahli Teknika Tingkat (ATT) V Manajemen , % JUMLAH 21,420 21, , % JUMLAH 21,420 21, , % Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi lulusan program diklat Pemutakhiran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target lulusan sebesar orang (102%) dari orang atau terdapat 372 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah lulusan Pemutakhiran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan lulusan diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran. Capaian terbesar Diklat Pemutakhiran adalah Realisasi Able Seafarer Deck sebesar orang dan capaian prosentase terbesar adalah Diklat Pemutakhiran Ahli Teknika - IV sebesar (113%) dari 1080 Orang atau terdapat 145 orang yang melebihi target.durasi diklat pemutakhiran yang singkat (tidak lebih dari 1 minggu) menjadikan lulusan II - 8 H a l
9 diklat penyegaran lulus di tahun yang sama sehingga antara peserta dan lulusan memiliki angka yang sama. Grafik II.c Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Pemutakhiran BP3IP tahun 2016 Berdasarkan Grafik II.c dapat dilihat bahwa realisasi lulusan mencapai 100% dari realisasi jumlah peserta disebabkan waktu pelaksanaan pelatihan dan waktu kelulusan ada pada tahun yang sama. Berdasarkan program pelatihan maka jumlah peserta dan lulusan terbesar yaitu Able Seafarer Deck sebesar Orang. d. Pelatihan Teknis ( Keterampilan ) Pelatihan Teknis atau Pelatihan Keterampilan Khusus Pelaut BP3IP diselenggarakan sebanyak 18 program diklat keterampilan. Realisasi peserta program pelatihan teknis BP3IP tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut SATKER Tabel II.g Target dan Realisasi peserta Pelatihan Teknis (Keterampilan) PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) L P II - 9 H a l
10 SATKER PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Radar Simulator (RS) 2,000 2, , % Arpa Simulator (AS) 1,200 1, , % Medical Emergency First Aid (MEFA) 1,440 1, ,207 84% Medical Care (MC) 3,080 3, , % Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) % International Safety Code Management (ISM Code) Ship % Handling Ship Security Officer (SSO) 2,900 2, ,872 99% Bridge Resouces Management (BRM) Ship Stability 3,460 3, , % Engine Resouces Management (ERM) 3,180 3, , % Electronic Chart Display Course (ECDIS) 1,440 1, ,321 92% Security Awarenes Training (SAT) 3,000 3, , % SAT-Seaferers With Designated Security Duties (SDSD) 3,080 2, ,918 95% Forming Rating Deck 1,560 1, , % Forming Rating Mesin 1,160 1, ,010 87% Able Seaafarer Deck 20 0% Able Seaafarer Mesin 20 0% Ship Handling % IMDG Code % JUMLAH 29,260 28, ,792 98% TOTAL 29,260 28, ,792 98% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa perbandingan jumlah realisasi peserta diklat teknis BP3IP tahun 2016 sebesar orang (98%) kurang dari target peserta orang atau terdapat 468 orang yang tidak terserap. Alasannya mengalami penurunan jumlah peserta Diklat Pelatihan Teknis karena terdapat perbedaan cara perhitungan dengan tahun sebelumnya,dimana pada tahun lalu diklat pelatihan teknis dimasukan ke perhitungan diklat pemutakhiran dan juga terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran. II - 10 H a l
11 Capaian terbesar pelatihan teknis adalah Realisasi BRM sebesar orang dan capaian prosentase terbesar juga terdapat pada BRM sebesar (110%) dari Orang atau terdapat 348 orang yang melebihi target. Untuk capaian pelatihan teknis yang lain adalah sebagai berikut, RS Sebesar 105% dari target, AS Sebesar 101% dari target, MEFA sebesar 84% dari target, MC sebesar 100% persen dari target, GMDSS sebesar 109% dari target, ISM Code sebesar 47% dari target, SSO sebesar 99% dari target, BRM sebesar 110% dari target, ERM sebesar 103% dari target, ECDIS sebesar 92% dari target, SAT sebesar 95% dari target, Rating Deck sebesar 100% dari target, Rating Mesin sebesar 87% dari target, Ship Handling sebesar 47% dari target, IMDG Code sebesar 92% dari target. Jika dilihat pada tabel. Untuk diklat MC, SSO, BRM, ERM, SAT dan SDSD. Maka baik jumlah target maupun realisasi berada pada angka yang jauh lebih tinggi daripada diklat keterampilan lainnya. Hal ini disebabkan karena diklat tersebut menjadi syarat wajib dimiliki bagi calon peserta diklat yang ingin mengikuti diklat peningkatan. Untuk Diklat ISM Code dan Ship Handling yang capaian realisasinya berada cukup jauh dari target dikarenakan kedua diklat tersebut bukanlah diklat primer yang harus dimiliki pelaut sehingga terdapat pergeseran prioritas diklat keterampilan yang diambil oleh pelaut. sedangkan perencanaan disusun mempertimbangkan time series pada tahun sebelumnya dimana untuk kedua diklat tersebut masih memiliki potensi pada angka an. SATKER Tabel II.h Target dan Realisasi lulusan Pelatihan Teknis (Keterampilan) PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Radar Simulator (RS) 2,000 2, , % Arpa Simulator (AS) 1,200 1, , % Medical Emergency First Aid (MEFA) 1,440 1, ,207 84% Medical Care (MC) 3,080 3, , % Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) % International Safety Code Management (ISM Code) Ship % Handling Ship Security Officer (SSO) 2,900 2, ,872 99% Bridge Resouces Management (BRM) Ship Stability 3,460 3, , % II - 11 H a l
12 Engine Resouces Management (ERM) 3,180 3, , % Electronic Chart Display Course (ECDIS) 1,440 1, ,321 92% Security Awarenes Training (SAT) 3,000 3, , % SAT-Seaferers With Designated Security Duties (SDSD) 3,080 2, ,918 95% Forming Rating Deck 1,560 1, , % Forming Rating Mesin 1,160 1, ,010 87% Able Seaafarer Deck 20 0% Able Seaafarer Mesin 20 0% Ship Handling % IMDG Code % JUMLAH 29,260 28, ,792 98% TOTAL 29,260 28, ,792 98% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa perbandingan jumlah realisasi lulusan diklat teknis BP3IP tahun 2016 sebesar orang (98%) kurang dari target lulusan orang atau terdapat 468 orang yang tidak terserap. Alasannya mengalami penurunan jumlah lulusan Diklat Pelatihan Teknis karena terdapat perbedaan cara perhitungan dengan tahun sebelumnya,dimana pada tahun lalu diklat pelatihan teknis dimasukan ke perhitungan diklat pemutakhiran dan juga terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran.durasi pelatihan teknis yang singkat (tidak lebih dari 1 minggu) menjadikan lulusan diklat pelatihan teknis lulus di tahun yang sama sehingga antara peserta dan lulusan memiliki angka yang sama. II - 12 H a l
13 Grafik II.d Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Pelatihan Teknis BP3IP tahun 2016 Berdasarkan Grafik II.d dapat dilihat bahwa realisasi lulusan mencapai 100% dari realisasi jumlah peserta disebabkan waktu pelaksanaan pelatihan dan waktu kelulusan ada pada tahun yang sama. Berdasarkan program pelatihan teknis maka jumlah peserta dan lulusan terbesar yaitu BRM sebesar Orang. Dari seluruh jenis program pendidikan dan pelatihan BP3IP yang diselenggarakan, target dan realisasi peserta pendidikan dan pelatihan BP3IP tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel II.i Target dan Realisasi peserta keseluruhan diklaterror! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi peserta keseluruhan program diklat BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar orang (100,2%) dari orang atau terdapat 109 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah peserta Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis. II - 13 H a l
14 Diagram II.a Realisasi target peserta keseluruhan diklat Sebagaimana pada table II.g serta diagram II.a dapat dilihat bahwa BP3IP telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk orang dari target sebesar (1005) dengan komposisi peserta untuk pendidikan peningkatan sebesar 6.03%, pelatihan pemutakhiran sebesar 34.89%, pelatihan penyegaran sebesar 12.98%, dan pelatihan teknis sebesar 46.10%. Tabel II.j Target dan Realisasi lulusan keseluruhan diklaterror! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi lulusan keseluruhan program diklat BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target lulusan sebesar orang (100,2%) dari orang atau terdapat 124 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah lulusan Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan II - 14 H a l
15 pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan lulusan diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis. Diagram II.a Realisasi target lulusan keseluruhan diklat Sebagaimana pada table II.g serta diagram II.a dapat dilihat bahwa BP3IP telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk orang dari target sebesar (1005) dengan komposisi peserta untuk pendidikan peningkatan sebesar 5.92%, pelatihan pemutakhiran sebesar 34.93%, pelatihan penyegaran sebesar 13.00%, dan pelatihan teknis sebesar 46.15%. e. Sarana dan Prasarana Pada tahun 2016 terdapat beberapa pengadaaan untuk lab / simulator yang dimaksud untuk meningkatkan kualitas pembelajaran diklat di BP3IP, dan pengadaan unit baru ini dilaksanakan untuk pemenuhan kegiatan pembelajaran kompetensi peserta diklat yang harus ditambahkan karena kebutuhan pembelajaran praktikum terkait persyaratan kerja diatas kapal yang ditetapkan oleh Regulator yaitu dirjen perhubungan laut sebagai implementasi dari persyaratan International Maritime Organisation, adapun jenis Laboratorium dan Simulator tersebut antara lain; - CBT - GMDSS - High Voltage II - 15 H a l
16 Dari ketiga penambahan sarana praktikum diatas seluruhnya berkaitan dengan pembelajaran ilmu Navigasi bidang Nautika yang harus dipelajari secara mendalam karena kebutuhan standard kopetensi yang harus dipenuhi dan juga penambahan Laboratorium dan Simulator ini sangat dibutuhkan karena animo masyarakat yang meningkat sangat tinggi terkait implementasi STCW ammandement Manila 2010 yang akan diberlakukan mulai 1 Januari Dalam strategi kedepan BP3IP akan selalu meningkatkan kualitas pendidikan kepelautan Indonesia yaitu dengan mempertahan kondisi fasilitas pembelajaran praktikum baik perawatan dan penambahan fasilitas, serta meningkatkan kompetensi para pengampu pembelajaran dengan kegiatan-kegiatan improvement dibidang kompetensi masing masing pengampu sebagai program kerja Sumber Daya Manusia di lingkungan BP3IP. II - 16 H a l
17 GMDSS Simulator Gambar II.a Ruang sebagai control pembelajaran alat pembelajaran bagi Peserta Diklat II - 17 H a l
18 CBT Gambar II.b II - 18 H a l
19 High Voltage Gambar II.c II - 19 H a l
20 II - 20 H a l
21 f. Utilitas Sarana dan Prasarana Tahun 2016 Perhitungan utilisasi sarana dan prasarana yang dilaksanakan di BP3IP dimana data yang disajikan adalah fasilitas utama yang terdiri dari kelas, laboratorium dan simulator, adapun realisasi utilitas pendidikan dan pelatihan BP3IP adalah sebagai berikut: Tabel II.k Utilitas sarana dan prasarana NO fasilitas Jumlah (unit) kapasitas total (org) jam operasional kapasitas terpasang sat. rencana % volume Rencana realisasi utilitas Realisasi volume % KELAS Gedung Aldebaran OH % % Gedung Bellatrix OH % % Gedung Canopus OH % % JUMLAH OH % % LABORATORIUM 1 SHIP CONTRUCTION LABORATORY jam % % 2 SHIP OPERATION LABORATORY jam % % 3 ELECTRONIC LABORATORY jam % % 4 ELECTRICAL LABORATORY jam % % 5 DIESEL ENGINE PLANT jam % % 6 BOILER REAL EQUIPMENT jam % % 7 WORKSHOP jam % % 8 GENERATOR jam % % 9 CHAMBER / REFRIGATOR jam % % 10 SAFETY EQUIPMENT jam % % 11 AUTOMATIC CONTROL LABORATORY jam % % II - 21 H a l
22 NO fasilitas rencana realisasi utilitas Jumlah kapasitas jam kapasitas sat. % Realisasi (unit) total (org) operasional terpasang volume volume Rencana % 12 CHEMISTRY LABORATORY jam % % 13 GMDSS REAL EQUIPMENT jam % % 14 SHIP STABILITY jam % % 15 CHART ROOM jam % % 16 PHYSIC LABORATORY jam % % 17 LANGUAGE LABORATORY jam % % SIMULATOR COMPUTER BASED TRAINING (CBT II) COMPUTER BASIC TRAINING (Ship Analytic /CBT I) jam % % jam % % LEARNING MANAGEMENT SYSTEM jam % % 20 (LMS) 21 ENGINE GRAPHIC SIMULATOR jam % % GAS AND STEAM TURBINE jam % % 22 SIMULATOR 23 RADAR SIMULATOR jam % % CUBICAL SHIP HANDLING 24 SIMULATOR jam % % 25 CARGO HANDLING LABORATOTY jam % % OIL CARGO HANDLING 26 SIMULATOR jam % % 27 LNG HANDLING SIMULATOR jam % % 28 RADAR ARPA SIMULATOR jam % % II - 22 H a l
23 NO fasilitas Jumlah (unit) kapasitas total (org) jam operasional kapasitas terpasang sat. rencana % volume Rencana realisasi utilitas Realisasi volume % COMPUTER BASED TRAINING (CBT 29 III) jam % % 30 NAVIGATION AIDS SIMULATOR jam % % 31 SHIP MANUEVERING SIMULATOR jam % % 32 ENGINE ROOM SIMULATOR jam % % 33 ECDIS SIMULATOR jam % % 34 GMDSS SIMULATOR jam % % AULA II - 23 H a l
24 Utilisasi beberapa Laboratorium dan simulator mengalami penurunan bahkan ada beberapa Lab/Simulator yang sama sekali tidak dipergunakan karena beberapa factor penyebab, dan BP3IP berusaha untuk selalu melayani kebutuhan pembelajaran kompetensi secara optimal, adapun factor penyebab kendala utilisasi terhadap beberapa Lab/simulator adalah adanya kerusakan software operasional dan kerusakan Hardware computer yang karena sebab tertentu sangat sulit dilakukan perbaikan ( computer sudah terinstal tahun 2003 ). Jenis Laboratorium dan Simulator yang mengalami kerusakan antara lain; 1. Liquid Cargo Handling Simulator 2. Full mission Manuvering Simulator 3. English Laboratorium Dengan melihat kondisi Lab/Simulator diatas BP3IP melakukan proses penghapusan untuk ketiga lab/simulator tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran praktikum BP3IP juga melakukan jenis kegiatan pengadaan baru Lab/Simulator di tahun 2016 yaitu antara lain; 1. GMDSS Simulator 2. CBT 3. High Voltage Dengan demikian utilisasi lab/simulator unit baru yang diadakan ditahun 2016 baru mencapai 20% penggunaan pembelajaran. g. Kurikulum Kurikulum yang digunakan BP3IP mengacu kepada : 1. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor : PK.01/BPSDMP/-2013 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepelautan sesuai STCW 1978 Amandemen 2010 Manila; 2. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor : PK.02/BPSDMP/-2013 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Khusus Pelaut Kompetensi Kepelautan sesuai STCW 1978 Amandemen 2010 Manila 3. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor : PK.03/BPSDMP/-2013 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan II - 24 H a l
25 Pemutakhiran Kompetensi Kepelautan sesuai STCW 1978 Amandemen 2010 Manila. 2. PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam tahun 2016 pada BP3IP adalah kurangnya jumlah tenaga pengajar dosen pendidikan profesi kepelautan. Upaya pemecahan terhadap permasalahan yang terjadi pada BP3IP dalam rangka memenuhi pengajar yang sesuai dengan Standar IMO maka akan dilakukan perekrutan tenaga pengajar dari luar, yang diikat melalui surat keputusan direktur. II - 25 H a l
TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN. No. Jenis Layanan Satuan Tarif (Rp)
5 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29/PMK.05/2014 TENTANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN
B A B II PERENCANAAN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN
B A B II PERENCANAAN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN A. RENCANA KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PERHUBUNGAN Pusat Pengembangan SDM Perhubungan laut telah menetapkan Visi
V/ k PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK. 09/BPSDMP-2017 TENTANG
V/ k PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK. 09/BPSDMP-2017 TENTANG KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KETERAMPILAN PELAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
V/ k PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.04/BPSDMP-2017 TENTANG
V/ k PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.04/BPSDMP-2017 TENTANG KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KETERAMPILAN PELAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN
,. MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK. 05/2018 TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ILMU PELAYARAN
TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185/PMK.05/2016 TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN
-2- c. bahwa usulan perubahan tarif layanan Badan Layanan Umum Politeknik Pelayaran Surabaya pada Kementerian Perhubungan, telah dibahas dan dikaji ol
No.541, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. BLU. Poltek Pelayaran. Surabaya. Tarif. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58/PMK.05/2016 TENTANG TARIF LAYANAN BADAN
TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 9 I p MK 0 5 I 2 0 1 4 TENTANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR. PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAY ARAN PADA KEMENTERIAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.2062, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. BLU. Politeknik Ilmu Pelayanan Makassar. Tarif Layanan. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 262/PMK.05/2015 TENTANG
2015, No c. bahwa Menteri Perhubungan melalui Surat Nomor: PR.306/1/3 PHB 2015 tanggal 26 Maret 2015, telah mengajukan usulan perubahan terhad
No.2060, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. BLU. Tarif Layanan. Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Kementerian Perhubungan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 262/PMK.05/2015
MENTER! KEUANGAN REPUBUK INDONES!A SALIN AN
MENTER! KEUANGAN REPUBUK INDONES!A SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 /PMK.05/2016 TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA PADA KEMENTERIAN
MENTEHI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN
, I MENTEHI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO MOR 25/PMK. 05/2018 TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ILMU PELAYARAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Badan Layanan Umum. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Tarif.
No.260, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Badan Layanan Umum. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Tarif. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 106/PMK.05/2010 TENTANG
TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK l A ;A FORLAYlA1/ A N ct A l 4 UMUM SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. MENTERI KEUANGAN TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM SEKOLAH TINGGI
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/PMK. 05/2018 TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALA! PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ILMU PELAYARAN TANGERANG
PROGRAM STUDI NAUTIKA
PROGRAM STUDI NAUTIKA V I S I Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan profesional dalam bidang Kenautikaan dan IPTEK Kelautan yang berstandar Internasional pada tahun 2016 M I S I - Menyelenggarakan
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.16/BPSDMP-2017 TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.16/BPSDMP-2017 TENTANG PEDOMAN STANDARISASI PENYELENGGARAAN SIMULATOR UNTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPELAUTAN DENGAN RAHMAT
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 134/PMK.05/2014 TENTANG
of 5 06/11/2014 12:04 MENTERI KEUANGAN SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 134/PMK.05/2014 TENTANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN
BAB VIII PENGAWAKAN. Pasal 144. Pasal 145
Lampiran : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Nomor : UM.008/9/20/DJPL - 12 Tanggal : 16 FEBRUARI 2012 BAB VIII PENGAWAKAN Pasal 144 (1) Pengawakan kapal Non-Convention terdiri dari : a. Seorang
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarh Singkat PT. Pelnas Lestari Indoma Bahari 1
18 BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarh Singkat PT. Pelnas Lestari Indoma Bahari 1 Melalui akta tertanggal 02 November 1979 No 90 yang dikeluarkan NOTARIS dan Penjabat Pembuat Akta Tanah, telah
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan karena dengan sumber daya manusia yang baik maka perusahaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan asset terpenting dalam suatu perusahaan karena dengan sumber daya manusia yang baik maka perusahaan akan mampu bersaing
Magelang, 14 Juli Hal: Lamaran pekerjaan. Kepada Yth:
Magelang, 14 Juli 2017 Hal: Lamaran pekerjaan Kepada Yth: PANITIA REKRUITMENT DAN SELEKSI TENAGA KHUSUS CALON PANDU KANTOR PUSAT PT.PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) JL. PERAK TIMUR 610 SURABAYA 60165
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1089, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Pendidikan. Pelatihan. Sertifikasi. Pelaut. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 70 TAHUN 2013
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT PROFICIENCY IN GMDSS / GENERAL RADIO OPERATOR S COURSE
Lampiran XL Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
INFORMASI DIKLAT KETERAMPILAN PELAUT (DKP) 2017
INFORMASI DIKLAT KETERAMPILAN PELAUT (DKP) 2017 BIAYA PER DIKLAT (lm rupih) 1 BASIC SAFETY TRAINING 9 HARI F. Ijzh SLTP tu srjt F.Surt kshtn ri polklinik n s ut wrn 2.150.000 F.Surt Knl Lhir / Akt Klhirn
4 PROFIL PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
4 PROFIL PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 4.1 Pendidikan Menengah Kejuruan Kelautan dan Perikanan Pendidikan menengah kejuruan kelautan dan perikanan merupakan program pendidikan yang
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
Lampiran XLVI Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT INTERNATIONAL MARITIME DANGEROUS GOODS (IMDG) CODE
Lampiran XLI Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/2011 TENTANG
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/2011 TENTANG SISTEM STANDAR MUTU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, UJIAN, SERTA SERTIFIKASI PELAUT KAPAL PENANGKAP IKAN DENGAN RAHMAT
KKOONSPKO KONSEP KO PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK. 10/BPSDMP-2017 TENTANG
KKOONSPKO KONSEP KO PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK. 10/BPSDMP-2017 TENTANG KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ELECTRO-TECHNICAL OFFICER (ETO), ELECTRO-TECHNICAL
2016, No Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 13, Tambahan Lemba
No.1870, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Diklat Sertifikat. Dinas Jaga Pelaut. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 140 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) terbesar di dunia, terdiri dari 17.508 pulau yang tersebar di seluruh wilayah, 2/3 bagian wilayahnya merupakan
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT ELECTRONIC CHART DISPLAY AND INFORMATION SYSTEM (ECDIS)
Lampiran XXXVII Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
Ijazah yang diberikan untuk jurusan Teknika adalah : - Ijazah Akademik : Diploma III (A.Md) - Ijazah Profesi : ATT III (Ahli Teknika Tingkat III)
Tujuan umum jurusan Teknika adalah mendidik dan melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi Perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Mesin Kapal. Tugas dan tanggung jawab untuk jurusan Teknika
2011, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Ne
No.132, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KOMUNIKASI dan Informatika. Sertifikasi. Radio Elektronika. Operator Radio. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR
KATA PENGANTAR. Studi Pengembangan Kemitraan Lembaga Pendidikan Pemerintah & Swasta Dalam Meningkatkan Kualitas & Kuantitas Tenaga Pelaut
KATA PENGANTAR Dengan segala kerendahan hati kami panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Akhir Studi Pengembangan Kemitraan
PROSEDUR PENGAJUAN PEMBAYARAN GAJI PADA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG
PROSEDUR PENGAJUAN PEMBAYARAN GAJI PADA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG TUGAS AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Diploma III pada Program Diploma III Fakultas Ekonomika
BAB IV DATA PENELITIAN
BAB IV DATA PENELITIAN A. MEDAN Medan memiliki pelabuhan terbesar di Pulau Sumatra dalam volume kegiatannya, yaitu Pelabuhan Belawan. Pelabuhan ini merupakan pintu gerbang perekonomian di Pulau Sumatera
BAB V ANALISIS. Gambar 5.1. Pola Pengembangan Kemitraan Diklat Kepelautan Pemerintah dan Diklat Kepelautan Masyarakat
BAB V ANALISIS Pada Bab V ini disampaikan analisis dengan mengacu ruang lingkup studi. Adapun model kemitraan diklat kelautan pemerintah dan diklat masyarakat dalam analisis ini berdasarkan pola sebagaimana
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.5931 PENGESAHAN. Konvensi. 2006. Maritim. Ketenagakerjaan. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 193) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan (Archipelagic State) memiliki lebih kurang 17.500 pulau, dengan total panjang garis pantai mencapai 95.181 km
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT SURVIVAL CRAFT AND RESCUE BOAT (SCRB)
Lampiran XXVI Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
Tujuan umum dari jurusan Nautika adalah melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Nautika.
Tujuan umum dari jurusan Nautika adalah melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Nautika. Tugas dan Tanggung Jawab untuk lulusan jurusan Nautika adalah
RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA
RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG SERTIFIKASI RADIO ELEKTRONIKA DAN OPERATOR RADIO GLOBAL MARITIME DISTRESS AND SAFETY SYSTEM DENGAN RAHMAT
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG K E P E L A U T A N PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG K E P E L A U T A N PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran diatur
KEAHLIAN PELAUT YANG HARUS DIMILIKI PERWIRA DEK DI KAPAL NIAGA Ade Chandra Kusuma Dosen Akademi Maritim Yogyakarta
KEAHLIAN PELAUT YANG HARUS DIMILIKI PERWIRA DEK DI KAPAL NIAGA Ade Chandra Kusuma Dosen Akademi Maritim Yogyakarta ABSTRAK In the world of the distribution industry is accepted as a commercial implementation
DAFTAR DIKLAT KOMPETENSI DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN
DAFTAR DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN Jakarta, April 2015 DAFTAR YANG DIHASILKAN OLEH PPSDMP DARAT NO 1 DIKLAT PPNS LLAJ POLA 400 JAM 2 DIKLAT PPNS LLAJ POLA 200 JAM 3 DIKLAT PPNS LLASDP POLA 400 JAM
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.11/BPSDMP-2017 TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.11/BPSDMP-2017 TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOMPETENSI KEPELAUTAN PERWIRA DAN RATING KAPAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA ACARA HASIL RAPAT EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN. Nomor : 08 / UP.SIM /BP2IP.SRG-2015
BERITA ACARA HASIL RAPAT EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pekerjaan : Pengadaan Upgrade Peralatan Diklat (Upgrading GMDSS dan Full Mission Ship Handling Simulator) Satuan Kerja : Balai Pendidikan dan Ilmu Pelayaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif menurut Faisal (2010:84) adalah
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif menurut Faisal (2010:84) adalah penelitian
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PENGESAHAN MARITIME LABOUR CONVENTION, 2006 (KONVENSI KETENAGAKERJAAN MARITIM, 2006)
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PENGESAHAN MARITIME LABOUR CONVENTION, 2006 (KONVENSI KETENAGAKERJAAN MARITIM, 2006) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2162/HK.208/XI/DIKLAT-2010 TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2162/HK.208/XI/DIKLAT-2010 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPELAUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
SILABUS MATA PELAJARAN
SILABUS MATA PELAJARAN 1. PROGRAM STUDI : TEKNIKA 2. PROGRAM DIKLAT : DIKLAT PELAUT IV ( DP IV ) 3. SERTIFIKAT KEPELAUTAN : AHLI TEKNIKA TINGKAT IV 4. KELOMPOK MATA PELAJARAN : PROFESI 5. MATA PELAJARAN
Pengembangan Tenaga Pendidik pada Perguruan Tinggi Maritim/Pelayaran: Ideal versus Faktual*)
Pengembangan Tenaga Pendidik pada Perguruan Tinggi Maritim/Pelayaran: Ideal versus Faktual*) Oleh: Sahudiyono *)Makalah dipresentasikan pada Indonesia Maritime Lecturer Seminar (IMLS) 2014 Politeknik Pelayaran
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PROFESI NON FORMAL DIKLAT PELAUT V (DP-V) UNTUK TINGKAT SERTIFIKAT ANT-V
Lampiran XIX Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PROFESI NON FORMAL DIKLAT
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PROFESI FORMAL DIKLAT PELAUT DASAR (DP-D) PEMBENTUKAN UNTUK TINGKAT SERTIFIKAT ANT-D
Lampiran XXI Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PROFESI FORMAL DIKLAT PELAUT
PENGANTAR. Kepada Yth. : Bapak/Ibu/Saudara Karyawan Polimarin Semarang. Dengan hormat,
LAMPIRAN 63 PENGANTAR Kepada Yth. : Bapak/Ibu/Saudara Karyawan Polimarin Semarang Dengan hormat, Dalam rangka penulisan skripsi yang bertujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam mencapai gelar
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 3.1. PROFIL PERUSAHAAN BP3IP adalah salah satu dari lembaga Diklat milik pemerintah yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga Pelaut yang profesional khususnya
NO. Score Klasifikasi Keterangan B Memenuhi Ketentuan Dengan Catatan (Masih ada kekurangan peralatan yang harus dipenuhi)
Lampiran XLVIII Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 NO. Obyek Verifikasi Persyaratan Kondisi Lapangan Score
Laporan Akhir Studi Penyusunan Kebutuhan Norma, Standar, Pedoman, dan Kriteria (NSPK)di Bidang Pelayaran KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Undang Undang 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dalam ketentuan umum dinyatakan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan
PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UMUM Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pelaut dimaksudkan untuk menciptakan
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.11/MEN/2012 TENTANG KURIKULUM SEKOLAH USAHA PERIKANAN MENENGAH EDISI 2012
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.11/MEN/2012 TENTANG KURIKULUM SEKOLAH USAHA PERIKANAN MENENGAH EDISI 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TRANSPORTASI DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) MANAJEMEN OPERASI
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TRANSPORTASI DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) MANAJEMEN OPERASI DISUSUN OLEH : M. CHUSNUL SYAICHUDIN (5518116) Universitas Mercu Buana
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT ADVANCED FIRE FIGHTING (AFF)
Lampiran XXXII Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.2162/HK.208/XI/Diklat-2010 Tanggal : 16 November 2010 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN NAUTIKA KAPAL NIAGA
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN NAUTIKA KAPAL NIAGA Standar Guru BK/Konselor (SKG) Inti Guru (KI) 1 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural,
2016, No Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kementerian Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 54)
No.2091, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPERIN. Impor Besi. Baja. Baja Paduan. Produk Turunan. Pertimbangan Teknis. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86/M-IND/PER/12/2016
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil simpulan yang berkenaan dengan pertanyaan penelitian yang hendak dijawab, yaitu
INSTRUKSI MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR IM 4 TAHUN 2018 TENTANG PENGAWASAN DOKUMEN KEPELAUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA INSTRUKSI MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR IM 4 TAHUN 2018 TENTANG PENGAWASAN DOKUMEN KEPELAUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN
- Recruitment Section PTI -
PT. INCO membuka penerimaan tenaga kerja untuk menempati 13 posisi guna mendukung operasi perusahaan. Kirimkan surat lamaran dengan ketentuan sebagai berikut: Ketentuan: Lowongan terbuka bagi seluruh penduduk
BAB I PENDAHULUAN. Tabel. 1.1 Supply dan Demand Tenaga Kerja Pelaut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Saat ini kebutuhan akan permintaan (demand) pelaut didunia cenderung meningkat, hal ini berakibat bahwa kebutuhan akan supply pelautpun juga cenderung
2012, No.635.
5 2012,.635 DAFTAR LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 11/MEN/2012 TENTANG KURIKULUM SEKOLAH USAHA PERIKANAN MENENGAH EDISI 2012 NOMOR LAMPIRAN I II III IV PROGRAM KEAHLIAN Nautika
PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK.18 TAHUN 2011 TENTANG STANDARDISASI PENGAWAKAN SARANA SAR DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL
KEPALA BADAN SAR NASIONAL PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK.18 TAHUN 2011 TENTANG STANDARDISASI PENGAWAKAN SARANA SAR DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran diatur ketentuan-ketentuan
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT GEDUNG KARYA LANTAI 12 S.D 17 JL. MEDAN MERDEKA BARAT No. 8 JAKARTA -10110 TEL. : 3811308,3505006,3813269,3447017 3842440 Pst. : 4213,4227,4209,4135
Bahari Jogja, Volume XIII Nomor 21, Juli 2015
Abstract STUDI KOMPETENSI PERWIRA DEK DALAM PENGOPERASIAN KAPAL NIAGA Oleh: Ade Chandra Kusuma Many accidents which are caused by disobedience to the standard rules lead to a lot of mistakes and inappropriate
ISPS CODE Seri: Manajemen Pelabuhan
Seri: Manajemen Pelabuhan Drs. Eko Hariyadi Budiyanto, Ak.MM.Msc Raja Oloan Saut Gurning, ST.Msc.CMarTech.GMRINA.MIMarEST Penerbit : PT. Andhika Prasetya Ekawahana Seri - Manajemen Pelabuhan Oleh : - Drs.
BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN. (SMKP) yang terletak di Jl. Batu Cermin, Samarinda, Kalimantan Timur. Adapun
28 BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam penulisan skripsi ini, objek penelitian yang dipilih penulis adalah sebuah institusi pendidikan yaitu Sekolah Menengah Kejuruan
Mudiyanto Jurusan Nautika, Program Diploma Pelayaran, Universitas Hang Tuah Surabaya
Pengaruh Kesiapan Sumber Daya Manusia Sehubungan Penerapan Amandemen Manila STCW 010 Terhadap Kompetensi Lulusan di Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya (Influence Readiness Human Resources
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2163/HK.208/XI/DIKLAT-2010
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2163/HK.208/XI/DIKLAT-2010 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KEAHLIAN PELAUT TINGKAT III NON DIPLOMA (CRASH PROGRAM/FAST
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian payung yang berjudul Pengembangan Model Link And Match dengan Pendekatan Competency Based Training pada Pembelajaran
Strategi Peningkatan Daya Saing Melalui Pendidikan Entrepreneurship Dalam Rangka Menghadapi AEC Benny Agus Setiono
Analisis Pengaruh Penggunaan Peralatan Navigasi Elekronik di Kapal dan Persyaratan Pengawakan Pada Kapal Niaga Terhadap Beban Kerja Awak Bagian Deck Kuncowati Pengembangan Sistem Informasi Pengendalian
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENDIDIKAN PELAUT DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL Pola pendidikan harus dilandaskan pada kebijakan pendidikan yang tepat. Kebijakan pendidikan merupakan rumusan dari berbagai
2016, No Keputusan Presiden Nomor 65 Tahun 1980 tentang Pengesahan International Convention For The Safety of Life at Sea, 1974 (SOLAS 74)
No.1396, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMHUB. Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 110 TAHUN 2016 TENTANG PEJABAT PEMERIKSA KESELAMATAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP. 271 TAHUN 2012
LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP. 271 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK DAN TATA CARA PERATURAN KESELAMATAN PENERBANGAN SIPIL BAGIAN 139-17 (ADVISORY CIRCULAR CASR PART 139-17)
BAB I PENDAHULUAN. keahlian dan keterampilan yang mereka miliki dalam dunia kerja dengan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
MENTERI PNDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM 25 TAHUN TENTANG
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM 25 TAHUN 2015 2014 TENTANG STANDAR KESELAMATAN TRANSPORTASI SUNGAI, DANAU DAN PENYEBERANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN
PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KEAHLIAN PELAUT NON FORMAL DIKLAT PELAUT I (DP-I) UNTUK TINGKAT SERTIFIKASI ANT-I
Lampiran I Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : SK.262/HK.208/XI/Diklat-200 Tanggal : 6 November 200 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KEAHLIAN PELAUT NON FORMAL DIKLAT
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.12/BPSDMP 2016 TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.12/BPSDMP 2016 TENTANG PENYEMPURNAAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR PK.04/BPSDMP-2014
BAB I PENDAHULUAN. Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015 memberikan tantangan tersendiri terhadap perkembangan bisnis dan persaingan pasar yang bergerak
BAB II JAWABAN-JAWABAN TUGAS MANDIRI TPK V & IV
BAB II JAWABAN-JAWABAN TUGAS MANDIRI TPK V & IV Jawaban jawaban dibawah ini tidak mutlak, tidak seperti matematika atau ilmu pasti, semua jawaban dapat berkembang dan dapat diperinci lagi per bagian-bagian
