BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
|
|
|
- Teguh Muljana
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis Dokumen Dokumen adalah bentuk atau wujud dari suatu data yang dicatat kedalam media kertas yang berisikan tantang informasi-informasi yang dibutuhkan. Adapun dokumen yang digunakan dalam sistem informasi gudang logistic Gizi, terdapat beberapa dokumen yang digunakan : 1. Permintaan Barang a. Fungsi : sebagai formulir permintaan barang b. Sumber : B gudang logistik c. Rangkap : 1 (satu) rangkap d. Distribusi : B perencanaan 2. Order Permintaan Barang a. Fungsi : sebagai bukti permintaan barang kepada rekanan b. Sumber : B Perencanaan c. Rangkap : 1 (satu) rangkap d. Disribusi : Rekanan 36
2 37 3. Faktur Data Barang a. Fungsi : sebagai bukti data barang yang dipesan b. Sumber : Rekanan c. Rangkap : 1 (satu) rangkap d. Distribusi : B Perncanaan, G Logistic dan G Harian 4. Laporan Barang Masuk a. Fungsi : sebagai laporan data barang masuk b. Sumber : B gudang logistik c. Rangkap : 2 (dua) rangkap d. Distribusi : B Koordinator 5. Formulir Permintaan Barang /10 Hari a. Fungsi : sebagai formulir permintaan barang dari gudang harian b. Sumber : B gudang harian c. Rangkap : 1 (satu) rangkap d. Distribusi : B koordinator 6. Laporan Barang Keluar a. Fungsi : sebagai laporan data barang keluar b. Sumber : B gudang c. Rangkap : 2 (dua) rangkap d. Distribusi : B. koordinasi
3 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan Dalam perancangan prosedur ini akan dijelaskan berbagai rangkaian aktivitas kerja pada masing-masing sumber daya manusia yang ada pada setiap proses yang ada Flow Map Pemasukan dan Pengeluaran Bahan Barang Makanan Kering (BMK) Prosedur dalam sistem informasi Gudang untuk proses pemasukan dan pengeluaran barang bahan makanan kering dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. Bagian gudang harian memberikan order kebutuhan barang kepada bagian perencanaan, bagian perencanaan akan membuat order permintaan barang dan diberikan kepada rekanan yang sudah ditetapkan oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. 2. Rekanan memberikan faktur data barang kepada bagian panitia penerimaan sebagai bukti pengiriman beserta barangnya. Bagian panitia kemudian mencatat dan menandatangani sebelum diserahkan kepada bagian gudang logistic. 3. Bagian gudang memeriksa faktur pengiriman data barang dengan barangnya apakah cocok atau tidak dan mencatat barang yang masuk ke gudang sebagai stok barang.
4 39 4. Berdasarkan data barang masuk, bagian gudang membuat laporan barang masuk untuk diberikan kepada bagian rumah tangga (bagian gudang logistic bertanggung jawab penuh ke bagian rumah tangga bukan ke bagian instalasi gizi). 5. Bagian gudang harian membuat faktur permintaan barang, yang akan diminta pada bagian gudang logistik. 6. Bagian gudang harian mencatat dan memeriksa barang yang masuk ke gudang harian.
5 40 Flow Map Berjalan Gambar 4.1 Flow Map Pemasukan dan Pengeluaran Barang Bahan Makanan Kering Yang Sedang Berjalan Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
6 Diagram Kontek Diagram kontek merupakna bagian dari data flowmap diagram, yang terdiri dari satu proses, dimana proses ini mewakili dari seluruh system. Diagram kontek ini menggambarkan hubungan input/output antara sistem dengan lingkungan luarnya. Ganbar 4.2 Diagram Kontek Yang Berjalan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Data Flow Diagram (DFD) Pemasukan dan Pengeluaran Bahan Barang Makanan Kering (BMK) Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan system sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama
7 42 Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. Gambar 4.3 Data Flow Diagram Level 0 Pemasukan dan Pengeluaran Barang Bahan Makanan Kering Yang Sedang Berjalan Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
8 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan Adapun kelemahan pada sistem yang sedang berjalan, adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Evaluasi Sistem Berjalan Dan Saran No Evaluasi Sistem Berjalan Saran 1 Proses Pendataan Barang -Membuat tabel untuk mendata barang Bahan Makanan Kering -Membuat proses untuk menangani penambahan dan pengurangan data barang 2 Tidak memiliki proses Membuat proses validasi data batas pengecekan persediaan persediaan minimum sehingga persediaan minimum secara akurat 3 Tidak memiliki proses pencarian data berdasarkan tetap ada sampai batas waktu 10 hari Membuat proses pencarian data Barang dan persediaan kriteria tertentu 4 Tidak memiliki proses pembuatan laporan -Membuat proses laporan pengeluaran barang -Membuat proses laporan penambahan barang -Membuat proses laporan persediaan barang 5 Tidak memiliki metode Membuat proses untuk pengeluaran pengeluaran barang barang dengan metode FIFO untuk mencegah barang yang kadaluarsa
9 Usulan Sistem Sistem yang diusulkan adalah sistem pengolahan data yang berbasis komputer, yaitu dengan pembuatan perangkat lunak tentang proses bertambahnya barang, berkurangnya barang dan persediaan barang yang diharapkan mampu memperbaiki sistem dan mempermudah dalam pengolahan data, antara lain : 1. Kemudahan dalam pencatatan data barang, data bertambahnya barang dan berkurangnya barang. 2. Kemudahan dalam pencarian data barang dan persediaan barang. 3. Kemudahan dalam pengeditan dan penghapusan data 4. Kemudahan dalam melihat informasi tentang barang dan pembuatan laporan. 4.2 Perancangan Sistem Sebagai tindak lanjut dari tahap analisis sistem dilakukan perancangan sistem untuk mendifinisikan kebutuhan fungsional yang menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Tahapan perancangan meliputi usulan sistem baru, rancangan proses, rancangan basis data dan rancangan antar muka program
10 Tujuan Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah penggambaran, perancangan dan pembuatan sketsa suatu sistem atau pengaturan elemen-elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh. Dapat merupakan perancangan total dari sistem yang ada ataupun merupakan perbaikan dari sistem yang sedang berjalan. Sistem perancangan sistem informasi barang ini, dibuat untuk membantu dalam pencatatan proses penambahan dan pengurangan barang serta persediaan akhir yang ada, menggantikan cara manual Gambaran Umum Sistem yang Berjalan Sistem yang diusulkan adalah dalam sistem informasi pemasukan dan pengeluaran barang dengan menggunakan sistem informasi khusus berbasis database maka data yang ada dapat disimpan dengan menggunakan kode sehingga kita dapat memperoleh data yang kita inginkan dengan mudah dan cepat. Selain itu data diolah dan disajikan secara cepat menjadi informasi yang akurat dan terpercaya bagi para pemakainya sehingga tepat dalam pengambilan keputusan. Data yang tersimpan akan aman dan tidak akan mudah hilang sewaktu - waktu. Dengan pertimbangan keuntungan dari sistem informasi menggunakan sistem informasi khusus yang berbasis database. Pengolahan data data pemasukan danpengeluaran, yang telah diproses dalam suatu sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan
11 46 suatu database yang terstruktur, akan menghasilkan informasi yang lebih akurat dan dapat dipercaya dengan waktu yang lebih cepat dari pengolahan data yang belum menggunakan sistem informasi khusus. Sistem informasi dengan menggunakan aplikasi khusus seperti Borland Delphi 7.0 yang berbasis database Ms.Access. akan menghasilkan suatu sistem informasi pengolahan data pemasukan dan pengeluaran barang yang cepat, akurat, efektif, efisien dan dapat dipercaya dalam melakukan pengolahan data Perancangan Prosedur Yang Diusukan Perancangan procedure kerja merupakan salah satu elemen dalam spesifikasi rancangan konseptual dari sistem baru (yang diusulkan ) yang meliputin urutan urutan operasi didalam sistem, kelemahan kelemahan sistem yang sedang berjalan diantaranya adalah dalam pengelolah datanya masih ditulis tangan dan masih menggunakan buku besar dalam pencarian barang dan laporannya juga belum menggunakan aplikasi khusus yang berbasis database, sehingga dalam melakukan pencarian data, pengolah data maupun pemnbuatan laporan mengenai pemasukan dan pengeluaran barang yang diperlukan baik oleh rumah sakit itu sendiri akan memakan waktu yang cukup lama, disamping itu juga masi sering terjadi kesalahan kesalahan dalam pembuatan laporan dikarenakan data data yang sudah
12 47 tersimpan belum cukup aman dalam peroses penyimpanaannya. sedangkan data tersebut akan sangat dibutukan setiap saat Flow Map Diusulkan Gambar 4.4 Flowmap Pemasukan dan Pengeluaran Barang Bahan Makanan Kering Yang diusulkan Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
13 Diagram Kontek Diagram kontek merupakna bagian dari data flowmap diagram, yang terdiri dari satu proses, dimana proses ini mewakili dari seluruh system. Diagram kontek ini menggambarkan hubungan input/output antara system dengan lingkungan luarnya. Ganbar 4.5 Diagram Kontek Yang diusulkan Berjalan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan system sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
14 49 Gambar 4.6 Data Flow Diagram Level 0 Pemasukan dan Pengeluaran Barang Bahan Makanan Kering Yang diusulkan Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Kamus Data Kamus data adalah catalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dapat mendefinisikan data yang mengalir disistem dengan lengkap sebagai berikut: 1. Nama Arus Data : Order PPK BMK Alias Aliran Data Struktur Data : Order Perkiraan Permintaan Bahan Makanan Kering : Proses 1-Rekanan : Tgl_Order, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Nama_Pegawai, Tgl_Rentang,
15 50 2. Nama Arus Data : SPP BMK Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, Jumlah_Order Alias : Surat Pengantar Pengiriman Bahan Makanan Kering Aliran Data : Rekanan-Proses 2 Struktur Data : Tgl_Order, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Nama_Pegawai, Tgl_Rentang, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, Jumlah_Order 3. Nama Arus Data : SPP BMK Tercatat Alias : Surat Pengantar Pengiriman Tercatat Aliran Data : Proses 2-Proses 3 Struktur Data : Tgl_Order, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Nama_Pegawai, Tgl_Rentang, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, Jumlah_Order 4. Nama Arus Data : Data Barang Masuk Alias : - Aliran Data Struktur Data : Proses 3- G Harian : Tgl_Order, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan,
16 51 Nama_Jabatan, Nama_Pegawai, Tgl_Rentang, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, Jumlah_Stok Nama Arus Data Alias : Bon Permintaan BMK : Bon Permintaan Bahan Makanan Kering Aliran Data : G Harian-Proses 4 Struktur Data : Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Bagian, Nama_Pegawai, Nama_Jabatan, No_Pakai, Tgl_Pakai, Kode_Barang, Nama_satuan, Nama_Barang, Jumlah_Pakai Perancangan Basis Data Perancangan basis data diperlukan, agar sistem informasi yang dibuat memiliki basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan dan cepat dalam pengaksesan Normalisasi Kroenke mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu kedalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut. Masalah yang disebut kroenke ini sering disebut. Masalah yang disebut kroenke ini sering disebut dengan anomali. Hasil dari proses normalisasi adalah himpunan himpunan data dalam bentuk normalisasi (normal form) ada beberapa bentuk normal sebagai berikut :
17 52 1. Bentuk tidak normal (Unnnormalized Form) Bentuk unnormal dari relasi sistem ini adalah sebagai berikut : { Tgl_Transaksi, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Pass, Nama_Pegawai, IDS, ket, Tgl_Transaksi, Tgl_Rentang, Nama_Order, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, kode_satuan, Ket, Jumlah_Order, Tgl_Transaksi, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Pass, Nama_Pegawai, IDS, ket, Tgl_Transaksi, Tgl_Rentang, Nama_Order, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, kode_satuan, Ket, Jumlah_Order, Tgl_Transaksi, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Pass, Nama_Pegawai, IDS, ket, Tgl_Transaksi, Tgl_Rentang, Nama_Order, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, kode_satuan, Ket, Jumlah_Order, Tgl_Transaksi, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Pegawai,
18 53 Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Pass, Nama_Pegawai, IDS, ket, Tgl_Transaksi, Tgl_Rentang, Nama_Order, Nama_Barang, No_Transaksi, Kode_Barang, Nama_Satuan, kode_satuan, Ket, Jumlah_Stok, Kode_Pegawai, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Bagian, Nama_Pegawai, Nama_Jabatan, No_Pakai, Tgl_Pakai, Kode_Barang, Nama_satuan, Nama_Barang, Jumlah_Pakai} 2. Bentuk normal ke satu (1NF /First Normal Form) Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal pertama jika dan hanya jika setiap barisnya sebagai berikut: { Tgl_Transaksi, No_Urut, Kode_Rekanan, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Nama_Jabatan, Pass, Nama_Pegawai, IDS, ket, Tgl_Rentang, Nama_Order, No_Transaksi, Jumlah_Order, Kode_Barang, Nama_Satuan, kode_satuan, Jumlah_Stok, Kode_Pegawai, Nama_Bagian, No_Pakai, Tgl_Pakai, Nama_Barang, Jumlah_Pakai } 3. Bentuk normal ke dua ( 2NF /Second Normal Form) Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal kedua jika dan hanya jika setiap barisnya sebagai berikut:
19 54 Status Pesan { IDS*, Ket } Transaksi { No_Transaksi*, No_Urut, Kode_Rekanan**, Kode_Pegawai**,IDS**, Tgl_Transaksi, Tgl_Rentang } Detail Transaksi {No_Transaksi**, Kode_Barang, Jumlah_Order} Bagian { Kode_Bagian**, Nama_Bagian } Barang { Kode_Barang*, Nama_Satuan, Nama-Barang, Jumlah_Stok} Jabatan { Id_Jabatan*, Nama_Jabatan } Pegawai { Kode_Pegawai*, Kode_Bagian, Id_Jabatan, Pass, Nama_pegawai } Satuan { Kode_Satuan*, Ket ] Pemakaian { No_Pakai*, Kode_Pegawai**, Tgl_Pakai } Detail Pemakaian { No_Pakai**, Kode_Barang**, Jumlah_Pakai} Rekanan { Kode_Rekanan*, Nama_Rekanan, Alamat, Tlp } Relasi Tabel Relasi antar tabel harus terlebih dahulu dirancang untuk mendukung kelancaran pengolahan data elektronis supaya dapat berjalan dengan baik. Dengan relasi yang baik akan diperoleh gambaran umum jalannya sistem yang dipersiapkan. Berikut adalah relasi antar tabel satu dengan yang lain:
20 55 Gambar 4.7 Relasi Tabel Pengolahan Data Pemasukan dan Pengeluaran Barang Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Entity Relationship Diagram ERD adalah bentuk bagan yang menggunakan relasi entitas suatu informasi. Entitas relasi diagram dibuat dengan menggunakan persepsi yang terdiri dari sekumpulan objek dasar yaitu entitas dan hubungan antar entitas. Derajat keterhubungan antar entitas pada suatu relasi tersebut dengan kardinalitas. Terdapat tiga jenis kardinalitas diantaranya:
21 : Menunjukan hubungan satu ke Satu 2. 1-N : Menunjukan hubungan satu ke banyak 3. N-N : Menunjukan hubungan banyak ke banyak Untuk lebih jelas ERD sistem informasi persediaan barang (perlengkapan kantor) pada bagian logistik adalah sebagai berikut: STATUS PESAN 1 N 1 TRANSAKSI N N Memiliki N DETAIL TRANSAKSI N Memiliki Memiliki 1 BARANG BAGIAN 1 N Melakukan Memiliki Memiliki Memiliki 1 1 JABATAN N PEGAWAI 1 1 REKANAN SATUAN N 1 Memiliki Melakukan Memiliki N DETAIL PEMAKAIAN N PEMAKAIAN 1 Gambar 4.8 Entity Relationship Diagram Pengolahan Data Pemasukan dan Pengeluaran Barang Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
22 Struktur File 1. Nama Tabel : Status Pesan Primary Key : IDS Tabel 4.2 Status Pesan No Nama File Tioe Size Ket 1 IDS Text 1 ID Status 2 Ket Text 2 Keterangan \ 2. Nama Tabel : Transaksi Primary Key : No_Transaksi Tabel 4.3 Transaksi No P Nama File Tioe Size Ket r 1 No_Transaksi Text 20 No_Transaksi 2 No_Urut Text 20 No_Urut 3 Kode_Rekanan Text 20 No_Urut 4 Kode_Pegawai Text 15 Kode_Pegawai 5 IDS Text 20 ID Status 6 Tgl_Transaksi Text 20 Tgl_Transaksi 7 Tgl_Rentang Text 20 Tgl_Rentang
23 58 3. Nama Tabel : Detail Transaksi Primary Key : No_Transaksi Tabel 4.4 Detail Transaksi No Nama File Tioe Size Ket 1 No_Transaksi Text 20 No_Transaksi 2 Kode_Barang Text 2 Kode_Barang 3 Jumlah Text 4 Jumlah 4. Nama Tabel : Bagian Primary Key : Kode_Bagian Tabel 4.5 Bagian No Nama File Tioe Size Ket 1 Kode_Bagian Text 2 Kode_Bagian 2 Nama_Bagian Text 15 Nama_Bagian 5. Nama Tabel : Jabatan Primary Key : Id_Jabatan Tabel 4.6 Jabatan No Nama File Tioe Size Ket 1 Id_Jabatan Text 15 Id_Jabatan 2 Nama_Jabatan Text 15 Nama_Jabatan
24 59 6. Nama Tabel : Pegawai Primary Key : Kode_Pegawai Tabel 4.7 Pegawai No Nama File Tioe Size Ket 1 Kode_Pegawai Text 15 Id_Jabatan 2 Kode_Bagian Text 2 Nama_Jabatan 3 Id_Jabatan Text 15 Id_Jabatan 4 Pass Text 6 Password 5 Nama_Pegawai Text 15 Nama_Pegawai 7. Nama Tabel : Satuan Primary Key : Kode_Satuan Tabel 4.8 Satuan No Nama File Tioe Size Ket 1 Kode_Satuan Text 1 Kode_Satuan 2 Ket Text 10 Keterangan 8. Nama Tabel : Pemakaian Primary Key : No_Pakai Tabel 4.9 Pemakaian No Nama File Tioe Size Ket 1 No_Pakai Text 20 No_Pakai 2 Kode_Pegawai Text 15 Kode_Pegawai
25 60 3 Tgl_Pakai Text 10 Tgl_Pakai 9. Nama Tabel : Detail Pemakaian Primary Key : No_Pakai Tabel 4.10 Detail Pemakaian No Nama File Tioe Size Ket 1 No_Pakai Text 20 No_Pakai 2 Kode_Barang Text 15 Kode_Barang 3 Jumlah Text 10 Jumlah 10. Nama Tabel : Barang Primary Key : Kode_Barang Tabel 4.11 Barang No Nama File Tioe Size Ket 1 Kode_Barang Text 2 Kode_Barang 2 Nama_Satuan Text 5 Nama_Satuan 3 Nama_Barang Text 30 Nama_Barang 4 Jumlah Text 10 Jumlah
26 Nama Tabel : Rekanan Primary Key : Kode_Rekanan Tabel 4.12 Rekanan No Nama File Tioe Size Ket 1 Kode_Rekanan Text 2 Kode_Rekanan 2 Nama_Rekanan Text 5 Nama_Rekanan 3 Alamat Text 30 Alamat 4 Tlp Text 10 Telepon Kodifikasi Tahap pengkodean ini berguna untuk memudahkan dalam pengelompokan data pemrosesannya. Selain itu pengkodean dapat membantu dalam mengidentifikasi suatu objek, sehingga kesalahan dalam identifikasi objek dapat dihindari. Pengkodean yang diguanakan dalam sistem informasi yang diusulkan ini dapat kita lihat sebagai berikut : 1. Nomor Induk Pegawai Nomor Induk Pegawai ( NIP ) pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 11, dimana 2 digit menyatakan tahun kelahiran, 2 digit menyatakan bulan kelahiran, 2 digit menyatakan tanggal kelahiran, 4
27 62 digit menyatakan tahun pengangkatan, dan 1 digit terakhir menyatakan jenis kelamin. Adapun pengkodeannya yaitu : XX - XX XX - XXXX - X = Jenis Klamin Tahun Pengangkatan Tanggal Lahir Bulan Lahir Tahun Lahir Contoh : Ket : 82 = 1982 Tahun Kelahiran 01 = 01 Bulan Kelahiran 15 = 15 Tanggal Kelahiran 2009 = Tahun Pengangkatan 1 = Jenis Kelamin Laki-Lak 2 = Jenis Kelamin Perempuan 2. ID Jabatan ID Jabatan pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 5, 2 digit pertama menyatakan kepala, 3 digit terakhir menyatakan bagian. Adapun pengkodeannya yaitu :
28 63 XX-XXX = KaB01 Bagian Kepala Contoh : Ka01 3. Kode Bagian Kode Bagian pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 3, dimana 1 digit menyatakan bagian, 2 digit terakhir menyatakan bagian tersebut. Adapun pengkodeannya yaitu : XXX = B01 Bagian Gizi Contoh : B01 Keterangan : Bagian Gizi 4. Kode Rekanan Kode Rekanan pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 3, dimana 2 digit menyatakan bentuk perusahaan, 1 digit terakhir menyatakan nama perusahaan.
29 64 Adapun pengkodeannya yaitu : XXX = CV1 CV. VIDIATAMA Contoh : CV1 Keterangan : CV. VIDIATAMA 5. Kode Barang Kode Barang pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 2, dimana Kode Barang menyatakan nama barang. Adapun pengkodeannya yaitu : XXX = 01 Beras Putih Contoh : 01 Keterangan : Beras Putih 6. Nomor Transaksi Nomor Transaksi pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 9, dimana 1 digit menyatakan nomor transaksi, 2 digit menyatakan tanggal transaksi, 2 digit menyatakan bulan transaksi, dan 4 digit terakhir menyatakan tahun transaksi. Adapun pengkodeannya yaitu :
30 65 X - XX XX - XXXX = 1-27/06/2010 Tahun Transaksi Bulan Transaksi Tanggal Transaksi Nomor Transaksi Contoh : 1-27/06/2010 Keterangan : 1 = Nomor Transaksi 27 = Tanggal Transaksi 06 = Bulan Transaksi 2010 =Tahun Transaksi 7. Nomor Pemakaian Nomor Pemakaian pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 9, dimana 1 digit menyatakan nomor transaksi, 2 digit menyatakan tanggal transaksi, 2 digit menyatakan bulan transaksi, dan 4 digit terakhir menyatakan tahun transaksi. Adapun pengkodeannya yaitu :
31 66 X - XX XX - XXXX = 1-27/06/2010 Tahun Pemakaian Bulan Pemakaian Tanggal Pemakaian Nomor Pemakaian Contoh : 1-27/06/2010 Keterangan : 1 = Nomor Pemakaian 27 = Tanggal Pemakaian 06 = Bulan Pemakaian 2010 = Tahun Pemakaian 8. Kode Satuan Kode Barang pada perancangan ini menggunakan type numeric dengan lebar 1, dimana Kode Barang menyatakan nama barang. Adapun pengkodeannya yaitu : X = 1 Kg Contoh : 1 Keterangan : Kg
32 Perancangan Antar Muka Struktur Menu Perancangan interface (antar muka) merupakan kegiatan guna membantu tampilan dari perangkat lunak yang akan berinterksi dengan pemakai. Perancangan ini menggunakan aturanaturan tertentu untuk menghasilkan antar muka yang baik dan benar. Dalam sub bab ini penulis akan menggambarkan mengenai strukrtur menu, perancangan input dan perancangan output: Gambar 4.9 Struktur Menu Diagram Pengolahan Data Pemasukan dan Pengeluaran Barang Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
33 Perancangan Input Rancangan masukan yaitu desain yang dirancang untuk menerima masukan dari pengguna sistem. Rancangan masukan data ini harus dapat memberikan penjelasan dari pemakai, baik dari bentuk maupun dari masukan masukan yang harus di isi. Untuk lebih jelasnya bentuknya dapat dilihat berikut : Gambar 4.10 Tampilan Login Tabel 4.13 Fungsi dan Keterangan Login No Nama Objek Keterangan 1 User Name Edit.Text Untuk input Username 2 Password Edit.text Untuk input password 3 Ok Button Untuk masuk ke aplikasi 4 Cancel Button Untuk membatalkan masuk ke aplikasi
34 69 1. Tampilan Form Utama 2. Tampilan Input Data Barang Gambar 4.11 Tampilan Menu Utama Gambar 4.12 Tampilan Data Barang Fungsi dan Keterangan Dari Input Data Barang sebagai berikut : Tabel 4.14 Tabel Input Data Barang No Nama Objek Keterangan 1. KODE BARANG Edit.Text Untuk Input Kode_Barang 2. NAMA BARANG Edit.Text Untuk Input Nama_ Barang
35 70 3. SATUAN Edit.Text Untuk Input Satuan 4. JUMLAH Edit.Text Untuk Input Jumlah 5. TAMBAH Button Untuk Menambah Data Barang 6. EDIT Button Untuk Merubah Data Barang 7. HAPUS Button Untuk Menghapus Data Barang 8. BATAL Button Untuk Membatalkan Input Barang 9. SIMPAN Button Untuk Menyimpan Data Barang 10. CARI KODE BARANG Edit.Text Untuk Mencari Data Barang Berdasarkan Kode_Barang 11. CLEAR Button Untuk Membersihkan Halaman 12. PRINT Button Untuk Mencetak Data Barang 13. KEMBALI Button Untuk Kembali Ke Menu Utama 3. Tampilan Input Data Pegawai Gambar 4.13 Tampilan Data Pegawai
36 71 Fungsi dan Keterangan Dari Input Data Barang sebagai berikut : Tabel 4.15 Tabel Input Data Pegawai No Nama Objek Keterangan 1. NIP Edit.Text Untuk Input Kode_Pegawai 2. NAMA PEGAWAI Edit.Text Untuk Input Nama_ Pegawai 3. JABATAN Edit.Text Untuk Input Kode_Jabatan 4. BAGIAN Edit.Text Untuk Input Kode_Bagian 5. PASSWORD Edit.Text Untuk Membuat Password 6. TAMBAH Button Untuk Menambah Data Pegawai 7. EDIT Button Untuk Merubah Data Pegawai 8. HAPUS Button Untuk Menghapus Data Pegawai 9. BATAL Button Untuk Membatalkan Input Pegawai 9. SIMPAN Button Untuk Menyimpan Data Pegawai 10. CARI KODE PEGAWAI Edit.Text Untuk Mencari Data Pegawai Berdasarkan Kode_Pegawai 11. CLEAR Button Untuk Membersihkan Halaman 12. PRINT Button Untuk Mencetak Data Pegawai 13. KEMBALI Button Untuk Kembali Ke Menu Utama
37 72 4. Tampilan Input Data Rekanan Gambar 4.14 Tampilan Data Rekanan Fungsi dan Keterangan Dari Input Data Barang sebagai berikut : Tabel 4.16 Tabel Input Data Rekanan No Nama Objek Keterangan 1. KODE REKANAN Edit.Text Untuk Input Kode_Rekanan 2. NAMA REKANAN Combo box Untuk Input Nama_ Rekanan 3. ALAMAT Edit.Text Untuk Input Alamat 4. TLP Edit.Text Untuk Input Telepon 6. TAMBAH Button Untuk Menambah Data Rekanan 7. EDIT Button Untuk Merubah Data Rekanan 8. HAPUS Button Untuk Menghapus Data Rekanan 9. BATAL Button Untuk Membatalkan Input Rekanan 10. SIMPAN Button Untuk Menyimpan Data Rekanan
38 CARI KODE REKANAN Edit.Text Untuk Mencari Data Pegawai Berdasarkan Kode_Rekanan 12. CLEAR Button Untuk Membersihkan Halaman 13. PRINT Button Untuk Mencetak Data Rekanan 14. KEMBALI Button Untuk Kembali Ke Menu Utama 5. Tampilan Form Pemesanan Belanja Bahan Makanan Kering Gambar 4.15 Tampilan Form Pemesanan Bahan Makanan Kering
39 74 Fungsi dan Keterangan Dari Input Data Barang sebagai berikut : Tabel 4.17 Pemesanan Belanja BMK No Nama Objek Keterangan 1. NO TRANSAKSI Edit.Text Untuk Input No_Transaksi 2. NAMA REKANAN Combo box Untuk Input Nama_ Rekanan 3. NAMA PEGAWAI Edit.Text Untuk Input Nama Pegawai 4. NO URUT Edit.Text Untuk Input No_Ururt 6. RENTANG WAKTU Button Untuk Input Lama Waktu 7. STATUS PEMESANAN Button Untuk Mengetahiu Status 8. TANGGAL Button Untuk Input Tanggal 9. BATAL Button Untuk Membatalkan Transaksi 9. SIMPAN Button Untuk Menyimpan Data Transaksi 10. CARI NO TRANSAKSI Edit.Text Untuk Mencari Data Transaksi Berdasarkan No_Transaksi 11. MASUKAN DETAIL BARANG Button Untuk Input Barang yang dipesan 12. TAMBAH Button Untuk Menambah data Transaksi 13. NO TRANSAKSI Edit.Text Untuk Menampilkan No_Transaksi 14. CETAK Button Untuk Mencetak Data Transaksi 15. KEMBALI Button Untuk Kembalai Ke Menu Utama
40 75 6. Tampilan Form Penerimaan Bahan Makanan Kering Gambar 4.16 Tampilan Form Penerimaan Bahan Makanan Kering Fungsi dan Keterangan Dari Input Data Barang sebagai berikut : Tabel 4.18 Penerimaan Data Barang No Nama Objek Keterangan 1. NO TRANSAKSI Edit.Text Untuk Input No_Transaksi 2. NAMA REKANAN Edit.Text Untuk Input Nama_ Rekanan 3. NAMA PEGAWAI Edit.Text Untuk Input Nama_Pegawai 4. NO URUT Edit.Text Untuk Input No_Urut 6. RENTANG WAKTU Button Untuk Input Tanggal_Rentang
41 76 7. STATUS PEMESANAN Button Untuk Input Status_Pemesanan 8. TANGGAL Button Untuk Input Tanggal-Belanja 9. TANGGAL TERIMA Button Untuk Input Tanggal_Terima 9. UPDATE Button Untuk Meupdate Data Barang 10. NO TRANSAKSI Edit.Text Untuk Menampilkan No_Transaksi 11. CLEAR Button Untuk Membersihkan Halaman 13. KEMBALI Button Untuk Kembali Ke Menu Utama Perancangan Output Pernacangan output mendefinisikan bagimana program aplikasi mengeluarkan hasil inputan data, perancangan output yang diusulkan adalah sebagai berikutini : 1. Tampilan Lporan Penerimaan Data Barang Gambar 4.17 Tampilan Laporan Data Barang
42 77 1. Tampilan Laporan Data Pegawai Gambar 4.18 Tampilan Laporan Data Pegawai 2. Tampilan Laporan Data Rekanan Gambar 4.19 Tampilan Laporan Data Rekanan
43 78 3. Tampilan Laporan Data Pemesanan Belanja BMK Gambar 4.20 Tampilan Laporan Data Pemesanan Belanja BMK 4. Tampilan Laporan Data Pemakain BMK Gambar 4.21 Tampilan Laporan Data Pemakain BMK
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan pada bengkel Mandiri Motor bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut
BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Analisia sistem yang sedang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih
43 BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisia sistem yang sedang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem yang berjalan pada PT. Rajawali Neon bertujuan untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan pada PT. Rajawali Neon bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Bab ini diterangkan secara singkat mengenai analisa sistem yang ada di toko sahabat teknik, untuk mempermudah dalam mengetahui kelemahan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang
44 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian bagian komponennya dengan maksud
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berikut ini adalah analisis dokumen yang digunakan di bagian penjualan pada
30 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Berkut ini adalah sistem yang sedang berjalan di bagian penjualan pada PT Kasta Timbul. 4.1.1 Analisis Dokumen Berikut ini adalah
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem penghitungan yang berjalan di Tata Cell masih menggunakan alat hitung
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Setelah penulis mengadakan penelitian di Tata Cell dan melihat langsung kegiatan yang berhubungan dengan transaksi penjualan dan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan ini dibuat untuk ditunjukkan kepada user, programmer, atau ahli
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. terhadap sistem yang sedang berjalan (Current sistem). Oleh karena itu kita perlu
39 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui gambaran persoalan terhadap sistem yang sedang berjalan (Current sistem). Oleh
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan beberapa elemen yang terpisah kedalam kesatuan yang utuh dan memiliki fungsi. Perancangan sistem ini ditujukan
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. sehingga menghambat kegiatan operasional dalam perusahaan.
22 BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1 Analisis Sistem Setelah dianalisis ada beberapa kelemahan dari sistem informasi yang sedang berjalan diantaranya : 1. Sistem pengolahan data yang sedang berjalan masih
BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna. Analisis ini diperlukan sebagai
BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan yang ada pada sistem dimana aplikasi dibangun yang meliputi perangkat keras,
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. itu analisis sistem yang berjalan merupakan tahapan penting dalam rangka
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem merupakan penggambaran dari prosedur yang sedang yang berjalan disuatu perusahaan. Tahapan ini digunakan untuk memenuhi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem merupakan tahap yang bertujuan untuk memahami sistem, mengetahui kekurangan sistem, dan menentukan kebutuhan dari
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis yang berjalan pada UPTD Puskesmas Cimanggung Kab. Sumedang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis yang berjalan pada UPTD Puskesmas Cimanggung Kab. Sumedang ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
41 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis dokumen Dalam analisis dokumen ini, akan menghasilkan beberapa dokumen yang digunakan dalam proses pengolahan data nilai. Tujuan dari analisis dokumen
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan yaitu penguraian dari suatu sistem yang berjalan kedalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Tujuan Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan. Perancangan sistem juga adalah
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem (system analysis) dapat didefiniskan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan sistem secara
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem adalah penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam
3 2 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem adalah penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem penjualan dan stok barang. Dengan menganalisis prosedur sistem yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai tahap yang bertujuan untuk memahami sistem, mengetahui kekurangan sistem dan menentukan kebutuhan
BAB IV. Analisis dan Perancangan Sistem Analisis sistem Informasi Pensiun yang sedang berjalan di Dinas
BAB IV Analisis dan Perancangan Sistem 4.1. Analisis sistem Informasi Pensiun yang sedang berjalan di Dinas Kesehatan Kota Bandung Analisis sistem didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis system adalah suatu proses yang dilakukan oleh peneliti agar dapat memahami
44 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis system adalah suatu proses yang dilakukan oleh peneliti agar dapat memahami system seperti apa yang sedang berjalan dengan cara menganalisa semua prosedur
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem yang sedang berjalan tentang pembelian dan penjualan barang secara tunai
41 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Tahap analisis yang sedang berjalan ini akan menguraikan mengenai Deskripsi prosedur, Flowmap, Diagram konteks dan DFD, serta
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. gerlong futsal yang sedang berjalan. Analisis sistem yang sedang berjalan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai Analisis Sistem pembokingan di gerlong futsal yang sedang berjalan. Analisis sistem yang
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
35 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem adalah penguraian dari suatu informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
45 BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Tujuan Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan. Perancangan sistem juga adalah
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Prosedur Usulan Perhitungan Harga Pokok Produk Di bawah ini adalah usulan prosedur perhitungan harga pokok produk dan pemberian label dengan menggunakan metode Specific Identification
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih baik mengenai sistem informasi penjualan dan pembelian alat bangunan TOKO VENUS JAYA khususnya untuk bagian
BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah apa sedang yang dihadapi
35 BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis terhadap sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. diketahui dan diidentifikasi sehingga dalam membangun perangkat lunak lebih
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem memberikan gambaran tentang sistem yang diamati yang saat ini sedang berjalan. Kelebihan dan kekurangan sistem tersebut
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem adalah penjelasan dari suatu sistem informasi kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. membentuknya. Selanjutnya mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Tahapan yang diperlukan dalam pembuatan suatu program yaitu menganalisa sistem yang telah ada, dimana analisa sistem merupakan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. pengadaan barang material di Unit Produksi Citarum PT. PLN (PERSERO) Jasa &
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Dalam penelitian ini objek yang penulis analisis adalah mengenai proses pengadaan barang material di Unit Produksi Citarum PT.
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. serta mengevaluasi masalah-masalah yang muncul, sehingga mengarah kepada
30 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem merupakan kegiatan menguraikan suatu sistem informasi yang utuh dan nyata ke dalam komponen yang bertujuan untuk
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Analisa sistem dilakukan guna mengetahui gambaran umum sistem informasi persediaan barang pada CV. BARUMUN. Yakni menganalisis
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. identifikasi masalah. Adapun penjelasannya sebagai berikut: beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain:
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Analisa Sistem Pada tahap ini penulis melakukan 2 langkah, yaitu prosedur penelitian dan identifikasi masalah. Adapun penjelasannya sebagai berikut: 4.2 Prosedur Penelitian
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan
BAB IV DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM. permasalahan yang ada di PT. Barata Indonesia (Persero). Untuk memperoleh
BAB IV DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Prosedur Kerja Praktek Di dalam pengumpulan sebuah data dalam penyelesaian kerja praktek ini dibutuhkan magang selama kurang lebih 1 bulan. Dengan adanya magang
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sebuah sistem pengolahan informasi dapat efektif jika sistem tersebut dapat memberikan gambaran secara detail dari karakteristik informasi
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. mengembangkan solusi yang terbaik bagi permasalahan. perancangan sistem
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah strategi untuk memecahkan masalah dengan mengembangkan solusi yang terbaik bagi permasalahan. perancangan sistem adalah termasuk
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Tahapan yang diperlukan dalam pembuatan sebuah sistem informasi yaitu menganalisa sistem yang telah ada. Analisa tersebut merupakan proses pembelajaran
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk merancang dan membuat Sistem Informasi Jurnal Penerimaan Siswa Baru jenjang Sekolah Menengah Atas di Kabupaten X untuk menggantikan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Sistem informasi perpustakaan merupakan suatu yang sangat penting di suatu perpustakaan. Karena kegiatan tersebut yang dilakukan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Sistem informasi persediaan merupakan sistem yang membahas bagian persediaan, khususnya laporan persediaan, laporan masuk, laporan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. sebelum melakuan pengkodean kedalam suatu bahasa pemograman. Dalam
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan tahap lanjutan dari analisis sistem, dimana pada perancangan sistem digambarkan rancangan sistem yang akan dibangun sebelum
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran informasi dari
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III.1. Analisis Sistem ng Sedang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. berjalan secara utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian sistem informasi yang sedang berjalan secara utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan merupakan bagian dari metodologi pengembangan suatu perangkat lunak yang dilakukan setelah melalui tahap analisis. Perancangan dapat didenifisikan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Tahap analisis sistem merupakan proses mempelajari suatu sistem dengan
52 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Tahap analisis sistem merupakan proses mempelajari suatu sistem dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. makanan dan catering yang sedang berjalan di Rumah Makan Mirasa. Dalam
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Bab ini menguraikan tentang prosedur sistem informasi penjualan makanan dan catering yang sedang berjalan di Rumah Makan Mirasa.
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan akan dimulai setelah tahap analisis terhadap sistem selesai dilakukan. Perancangan dapat didenifisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. Analisis Sistem ini merupakan penguraian dari suatu sistem pengolahan aplikasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Analisis Sistem Analisis Sistem ini merupakan penguraian dari suatu sistem pengolahan aplikasi yang utuh kedalam berbagai bagian-bagian komponennya serta hubungan antar
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh
33 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
47 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Sistem pengolahan pendapatan yang saat ini sedang berjalan di CV. Trembesi masih dilakukan secara semi komputerisasi yaitu dengan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis terhadap sistem yang sedang berjalan bertujuan untuk mengetahui
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis terhadap sistem yang sedang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas mengenai cara kerja sistem tersebut dan masalah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Sistem Sistem seperti yang ditulis dalam buku analisis dan disain sistem informasi Jogianto HM didefinisikan sebagai kumpulan dari elemenelemen yang berinteraksi untuk
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
40 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem ng Sedang Berjalan III.1.1 Formulir Input Bentuk yang digunakan PT. PS Maju Bersama, sebagai dasar Sistem Informasi Stok Barang yaitu berupa Daftar
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang atau mengganti output yang
48 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Analisis sistem memiliki tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem yang Berjalan Analisa sistem bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem yang sedang berjalan, apa saja kendala, hambatan, serta kelebihan dan kekurangan
BAB III PEMBAHASAN. Analisis merupakan suatu tahap untuk memperoleh kesimpulan persoalan
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis Analisis merupakan suatu tahap untuk memperoleh kesimpulan persoalan dan gambaran kebutuhan bagi pembuatan sistem yang diamati, dalam hal ini adalah sistem inventori barang.
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliranaliran
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. data, selanjutnya melakukan tahapan sebagai berikut: menyajikan suatu rancangan langkah kerja dari sistem yang baru.
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan proses penghimpunan data yang akan digunakan sebagai dasar kebutuhan sistem penjualan bahan kimia. Penghimpunan
BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Dalam pengembangan teknologi informasi saat ini, dibutuhkan analisa dan perancangan sistem pengolah data yang baik. Sistem pengolah data tersebut diharapkan mampu meningkatkan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem merupakan pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi, menggambarkan bagaimana
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan
/1. Flowmap Usulan Daftar Anggota
37 /1. Flowmap Usulan Daftar Anggota Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pendaftaran Anggota 38 Prosedur flowmap usulan pendaftaran anggota sebagai berikut : a. Pendaftar datang ke toko ingin menjadi anggota baru.
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah dari pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Sub bab ini berisikan tentang analisa sistem yang akan dibangun. Sub bab ini membahas teknik pemecahan masalah yang menguraikan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem Analisis sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada perusahaan. Analisis
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. Dalam pembahasan analisis system yang berjalan diperusahaan PT.
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Dalam pembahasan analisis system yang berjalan diperusahaan PT. Iconlife Medan sudah terkomputerisasi tetapi belum maksimal
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
76 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis sistem merupakan suatu kegiatan penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem informasi perpustakaan merupakan suatu sistem yang sangat
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Sistem informasi perpustakaan merupakan suatu sistem yang sangat penting di suatu perpustakaan atau organisasi karena sangat berpengaruh
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatanhambatan
48 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang untuk ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Proses Berbelanja Pada Minimarket Proses berbelanja merupakan langkah-langkah yang terjadi pada minimarket dalam melakukan kegiatan jual beli, dimana pihak
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. 4.1 Analisis Sistem Informasi Akademik yang sedang Berjalan
40 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Informasi Akademik yang sedang Berjalan Analisis sistem yang sedang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sebuah sistem pengolahan informasi dapat efektif jika sistem tersebut dapat memberikan gambaran secara detail dari karakteristik informasi
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan itu. Perancangan sistem adalah termasuk bagaimana mengorganisasi
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Pada PT.Bioli lestari,sistem yang dipelukan adalah sistem yang dapat membantu dan memenuhi kebutuhan dalam pihak manajemen yang terkomputerisasi dengan baik sehingga setiap informasi
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Setelah penulis melaksanakan penelitian di Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, dan seperti yang telah diuraikan penulis pada bab sebelumnya
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISEM. Tahapan analisis sistem akan menjelaskan gambaran tentang sistem
1 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Tahapan analisis sistem akan menjelaskan gambaran tentang sistem penjadwalan saat ini pada SMAK BPPK Bandung. Adapun tujuan analisis
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Akuntansi Pemesanan dan Penjualan Produk Sophie Martin Cabang BC. Rosida yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan
