RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL SEBAGAI ALAT PERAGA
|
|
|
- Sri Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL SEBAGAI ALAT PERAGA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Diploma III (Ahli Madya) Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang Oleh: Nama : Muhammad Aulia Rahman Nomor. Bp : Program Studi : Teknik Mesin Konsentrasi : Produksi KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI PADANG JURUSAN TEKNIK MESIN 2016
2 LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL SEBAGAI ALAT PERAGA Disusun Oleh : Nama : Muhammad Aulia Rahman Nomor. Bp : Prodi : Teknik Mesin Konsentrasi : Produksi Telah Lulus Sidang Pada Tanggal : 28 September 2016 Pembimbing I Disetujui Oleh : Pembimbing II Zulhendri,ST.,MT Nip Asmed,ST.,MT Nip Kepala Progam Studi Teknik Mesin Disahkan Oleh : Kepala Konsentrasi Produksi Sir Anderson,ST.MT Nip Drs.Mulyadi,ST.,MT Nip Ketua Jurusan Teknik Mesin Hanif,ST.,MT Nip
3 LEMBAR PENGESAHANTUGAS AKHIR RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL SEBAGAI ALAT PERAGA Tugas Akhir Ini Telah Diujidan Dipertahankan di Depan Tim Penguji Tugas Akhir Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang PadaTanggal :28 September 2016 Tim Penguji : Ketua/Penguji I Sekretaris/Penguji II Asmed,ST.,MT Drs.Dt Zuliardie Nip Nip Anggota I / Penguji III Anggota II / Penguji IV Drs. Yusri.,MT Nasirwan,ST.,MP Nip Nip
4 No. Politeknik MUHAMMAD AULIA RAHMAN BIODATA (a) Tempat/TglLahir: Padang/ 27Januari 1995 (b) Nama Orang Tua : H.Efrizal dan Hj.Nurmiswati (c) Jurusan: TeknikMesin. (d) NIM : (e) Tanggal Lulus: 29 September 2016 (g) Predikat Lulus: Sangat Memuaskan (h) IPK: 3,43 (i) Lama Studi: 3 Tahun (j) Alamat Orang Tua: Jl. Widuri Blok B1 No.28 Komplek Cimpago Permai,Kelurahan Koto Lua,Kecamatan Pauh. RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL SEBAGAI ALAT PERAGA TugasAkhir D-III Oleh : Muhammad Aulia Rahman PembimbingI : Zulhendri,ST.,MTdanPembimbing II: Asmed,ST.,MT ABSTRAK Untuk tercapainya pemahaman mengenai suatu materi pembelajaran, selain dari kompetensi dari tenaga pengajar yang betugas, keberadaan alat bantu peraga dapat menunjang pemahaman mengenai materi yang diajarkan, karena alat peraga dapat lansung diterapkan dalam proses pembelajaran. Maka dari itu tujuan dari pembuatan tugas akhir ini selain dapat merancang dan membuat press tool serta dapat memperlihatkan proses pemotongan juga dapat membuat press tool yang ringan agar mudah dibawa bawa.dimana proses dari tugas akhir diawali dari tahap perancangan kemudian dilanjutkan pada tahap pemilihan bahan untuk komponen, setelah bahan di tentukan barulah dilanjutkan pada tahap pembuatan alat dan terakhir pengujian alat yang sudah dibuat. Alat bantu press tool sebagai alat peraga dibuat dari bahan yang ringan dan mudah diproses pemesinan, oleh karena itu resin polimer tipe 108 diplih karena bersifat ringan sehingga mudah untuk dibawa bawa, sementara untuk punch dan dies terbuat dari bahan stainless steel, produk yang dihasilkan oleh alat peraga ini berupa washing ring M10 yang bermaterialkan kertas karton tipe bond.untuk tahap perancangan penulis menggunakan ST 37 sebagai bahan alat dan ST60 sebagai bahan dari punch. Kata Kunci :Press tool, Alat Peraga, Rancang bangun, Resin. Tugas akhir ini telah dipertahankan di depan sidang penguji dan dinyatakan lulus pada tanggal: 28 September 2016 Abstrak telah disetujui oleh penguji: Tanda Tangan Nama Terang Asmed,ST.,MT Drs.Dt Zuliardie Drs.Yusri Mura,MT Nasirwan,ST., MP Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Mesin Hanif, ST., MT Nip Tanda Tangan Alumnus telah mendaftar ke PoliteknikNegeri Padang dan mendapat nomor alumnus: Petugas Nomor Alumni Nama Tanda Tangan
5
6 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Tak lupa pula shalawat serta salam, penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad saw yang membuka tabir keilmuan dan membimbing manusia kejalan yang benar. Penulisan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program Diploma III (D III) Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. Oleh karena itu penulisan tugas akhir ini diharuskan setiap mahasiswa pada semester VI, pada kesempatan ini penulis mengambil judul Tugas Akhir (TA) tentang RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL SEBAGAI ALAT PERAGA. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis banyak mengalami kesulitan dan hambatan, namun berkat bantuan dari berbagai pihak maka tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan lancar dan baik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ayah, Ibu, Kakak, Adik, dan Sahabatku yang telah memberikan dorongan, doa-doa dan nasehat serta kasih sayangnya kepada penulis sehingga selesainya Tugas Akhir ini dengan baik dan lancar. 2. Bapak Zulhendri,ST.,MT selaku Dosen Pembimbing I Tugas AkhirPenulis di Politeknik Negeri Padang. 3. Bapak Asmed, ST.,M T selaku Dosen Pembimbing II Tugas Akhir Penulis di Politeknik Negeri Padang. 4. Bapak Aidil Zamri,ST.,MT selaku Direktur Politeknik Negeri Padang. 5. Bapak Hanif,ST.,MT selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. 6. Bapak Rakiman ST.,MT selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. 7. Bapak Sir Anderson ST,MT selaku Kepala Prodi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. iii
7 8. Bapak Drs,Mulyadi,ST.,MT selaku Kepala Konsentrasi Produksi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. 9. Seluruh Staf Pengajar dan Karyawan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. Rekan-rekan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Himpunan Mahasiswa Mesin yang telah memberikan dukungan semangat kepada Penulis. Serta seluruh pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga semua dukungan, bantuan, dan do anya serta bimbingan yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan pahala dari Allah SWT. Amin. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih banyak terdapat kekurangankekurangandalam penulisan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis untuk masa yang akan datang. Penulis berharap agar tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua.demikian penulisan tugas akhir ini, atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih. Padang, September 2016 Penulis iv
8 DAFTAR ISI HALAMAN KULIT LEMBAR PENGESAHAN I LEMBAR PENGESAHAN II KATA MUTIARA ABSTRAK LEMBAR TUGAS AKHIR ASISTENSI KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... viii BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Tujuan Umum Tujuan Khusus Batasan Masalah Metoda Pemgumpulan Data Sistematika Penulisan Laporan Manfaat Bagi Mahasiswa Bagi Masyarakat Bagi Dunia Pendidikan... 4 BAB II. TEORI DASAR 2.1 Defenisi Klasifikasi Jenis jenis pengerjaan pada press tool... 8 v
9 2.4 Komponen Press Tool Rumus gaya gaya perencanaan BAB III. METODOLOGI 3.1 Diagram alir Tempat dan waktu Alat dan bahan yang digunakan BAB IV. PEMBAHASAN 4.1 Perhitungan Perancangan material strip Tahap perhitungan Tahap pembuatan alat Tahap perawatan BAB VI. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi
10 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Simple tool... 6 Gambar 2.2 Compound tool... 7 Gambar 2.3 Progressive tool... 7 Gambar 2.4 Proses pierching... 9 Gambar 2.5 Proses blanking... 9 Gambar 2.6 Proses notching... 9 Gambar 2.7 Proses parting Gambar 2.8 Proses shaving Gambar 2.9 Proses trimming Gambar 2.10 Proses cropping Gambar 2.11 Proses Lanzing Gambar 2.12 Proses bending Gambar 2.13 Proses flanging Gambar 2.14 Proses deep drawing Gambar 2.15 Proses curling Gambar 2.16 Proses embossing Gambar 2.17 Komponen Press Tool Gambar 4.1 Ring M Gambar 4.2 Layout Gambar 4.3 Dimensi ring plat M Gambar 4.4 Center of gravity Gambar 4.5 Kelonggaran punch terhadap dies vii
11 DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Harga Elastisitas pada Rumus Tetmejer Tabel 2.2 Kelonggaran punch dan dies untuk beberapa bahan Tabel 2.3 Rekomendasi kelonggaran(clearance)(% x ketebalan) Tabel 2.4 Rekomendasi kelonggaran menurut Sharma P.C Tabel 4.1 Center of gravity Tabel 4.2 Spesifikasi bahan produk Tabel 4.3 Spesifikasi bahan alat viii
12 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini manusia berlomba-lomba dalam menciptakan alat yang memiliki efisiensi kerja yang maksimal dalam membuat produk dengan kosumsi waktu yang sedikit. Press tool merupakan salah satu dari alat yang dapat menciptakan produk dengan waktu yang relatif singkat, dikarenakan press tool adalah alat dengan prinsip kerja penekanan untuk pemotongan, pembentukan ataupun gabungan dari keduanya untuk membuat produk dengan output yang sama dalam waktu yang singkat. Maka dari itu perlu kiranya seorang mahasiswa teknik mesin memahami teori mengenai press tool, mulai dari prinsip kerja sampai pada komponen yang terdapat pada press tool. Untuk itu diperlukan sebuah alat peraga yang dapat mempermudah proses pembelajaran dan pemahaman materi mengenai press tool tersebut. Alat peraga pendidikan diperlukan sebagai wadah untuk menambah pemahaman mengenai suatu materi yang tengah dipelajari, selain mempermudah mahasiswa dalam memahami, alat peraga juga dapat mempermudah dosen atau pengajar dalam menjelaskan prinsip kerja, maupun komponen yang terdapat pada alat tersebut. Maka dari itu penulis tertarik mengambil judul mengenai Rancang Bangun Alat Bantu Press Tool Sebagai Alat Peraga, yang diharapkan nantinya dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar dalam mata kuliah press tool. 1.2 Perumusan Masalah Dalam penulisan Tugas Akhir mengenai Rancang Bangun Alat Bantu Press Tool Sebagai Alat Peraga, penulis merumuskan masalah dengan penjabaran sebagai berikut : 1. Perancangan press tool 2. Pembuatan alat. 1
13 1.3 Tujuan Tujuan Umum Adapun tujuan umum dari tugas akhir ini adalah: 1. Untuk memenuhi salah satu syarat lulus program Diploma III (DIII) Jurusan Teknik Mesin di Politeknik Negeri Padang. 2. Mengasah kemampuan mahasiswa untuk berfikir analitis dan memecahkan masalah berdasarkan hal yang telah dipelajari baik dibangku perkuliahan maupun dilapangan. 3. Membuka wawasan mahasiswa mengenai aplikasi dan implementasi bidang ilmu yang telah dipelajari pada dunia nyata Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari tugas akhir ini adalah: 1. Dapat merancang press tool 2. Dapat membuat press tool yang diperuntukan sebagai alat peraga. 3. Dapat memperlihatkan proses pemotongan yang sedang berlansung. 4. Membuat alat peraga yang dapat dibawa bawa / portable. 1.4 Batasan Masalah Dari masalah inilah penulis merencanakan press tool (alat tekan) ini, disamping masalah lain yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan tugas akhir ini, antara lain : 1. Membuat rancang press tool yang sudah tersedia pada pelajaran pratek semester Menentukan bahan alat yang ringan. 1.5 Metoda Pengumpulan Data. Dalam penulisan Tugas Akhir ini, semua data dan informasi penulis peroleh melalui beberapa metode, yaitu : 2
14 1. Metode Interview Yaitu melakukan konsultasi langsung dengan pembimbing mengenai kendala yang dihadapi dan penulisan Laporan Tugas Akhir. 2. Metode Literatur Yaitu metode pengumpulan informasi berdasarkan referensi-referensi yang terkait dengan pokok permasalahan dari berbagai sumber. 1.6 Sistematika Penulisan Laporan Untuk mempermudah proses pembahasan, penyusunan serta pembahasan dalam Tugas Akhir ini, penulis menguraikan semuanya dalam beberapa BAB, yaitu sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tahap awal dari penulisan berupa latar belakang, batasan masalah, metode penulisan tugas akhir dan sistematika penulisan, tujuan dan manfaat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi tentang : Definisi press tool, klasifikasi press tool, prinsip kerja, pengerjaan yang dilakukan press tool, serta komponen yang terdapat pada press tool. BAB III METODOLOGI Bab ini berisikan tentang : Alur kerja pembuatan alat, waktu dan perancanaan pengerjaan, serta alat dan bahan yang diperlukan. BAB IV PEMBAHASAN Bab ini berisikan tentang : Hasil dari perencanaan,tahap pembuatan dan perawatan alat. 3
15 BAB V PENUTUP Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran dari laporan tugas akhir yang penulis buat. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1.7 Manfaat Bagi Mahasiswa a. Merupakan proses belajar secara nyata dalam mengembangkan, memodifikasi dan menciptakan suatu alat yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. b. Sebagai proses pembentukan karakter kerja mahasiswa dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. c. Sarana dalam menerapkan ilmu yang didapat selama kuliah untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ). d. Membangkitkan minat dalam mengamati, mempelajari dan mengembangkan alat tersebut serta melatih untuk bekerja dalam sebuah tim Bagi Masyarakat a. Mendorong masyarakat umum agar berfikir ilmiah, dinamis dan berperan aktif dalam dunia teknologi yang semakin berkembang pesat. b. Membantu dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi. c. Mengurangi biaya produksi Bagi Dunia Pendidikan a. Memberikan masukan yang positif terhadap pengembangan dan pemberdayaan teknologi tepat guna. b. Memberikan pemahaman mengenai presstool. 4
16 BAB II TEORI DASAR 2.1 Defenisi Press Tool adalah peralatan yang mempunyai prinsip kerja penekanan dengan melakukan pemotongan pembentukkan atau gabungan dari keduanya. Peralatan ini digunakan untuk membuat produk secara massal dengan produk output yang sama dalam waktu yang relatif singkat. 2.2 Klasifikasi Press Tool dapat dklasifikasikan menjadi beberapa macam menurut proses pengerjaan yang dilakukan pada die yaitu: simple tool, compound tool dan progressive tool, sementara dari produk yang dihasilkan tipenya adalah group tool dan gang tool. Berdasarkan proses pengerjaan pada die 1. Simple Tool Simple Tool adalah jenis dari press tool yang paling sederhana, dimana hanya terjadi satu proses pengerjaan dan satu station dalam satu alat. Pemakaian jenis simple tool ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungan simple tool : Dapat melakukan proses pengerjaan tertentu dalam waktu yang singkat. Kontruksinya relatif sederhana Harga alat relatif murah Kerugian simple tool: Hanya mampu melakukan proses-proses pengerjaan untuk produk yang sederhana sehingga untuk jenis pengerjaan yang rumit tidak dapat dilakukan oleh jenis press tool ini. Proses pengerjaan yang dapat dilakukan hanya satu jenis saja. 5
17 Gambar 2.1Simple Tool Sumber : 2. Compound Tool Pada press tool jenis ini, dalam satu penekanan pada satu station terdapat lebih dari satu pengerjaan, dimana proses pengerjaannya dilakukan secara serentak. Pemakaian jenis compound tool ini juga mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungan compound tool : Dapat melakukan beberapa proses pengerjaan dalam waktu yang bersamaan pada station yang sama. Kerataan dan kepresisian dapat dicapai. Hasil produksi yang dicapai mempunyai ukuran yang lebih teliti. Kerugian compound tool: Konstruksi dies menjadi lebih rumit. Terlalu sulit untuk mengerjakan material yang tebal. Dengan beberapa proses pengerjaan dalam satu station menyebabkan perkakas cepat rusak. 6
18 Gambar 2.2Compound Tool 3. Progressive Tool Progressive Tool merupakan peralatan tekan yang menggabungkan sejumlah operasi pemotongan atau pembentukkan lembaran logam pada dua atau lebih station kerja, selama setiap langkah kerja membentuk suatu produk jadi. Keuntungan progressive tool: Dapat diperoleh waktu pengerjaan produksi yang relatif singkat dibandingkan simple tool. Pergerakkan menjadi lebih efektif. Dapat melakukan pemotongan bentuk yang rumit pada langkah yang berbeda. Kerugian progressive tool : Ukuran alat lebih besar bila dibandingkan simple tool dan compound tool. Biaya perawatan besar. Harga relatif lebih mahal karena bentuknya rumit. Gambar 2.3 Progressive Tool 7
19 Berdasarkan jenis pemotongan 1. Gang tool Gang tool atau yang lebih dikenal juga dengan gang die adalah jenis presstool yang mana menghasil 2 atau lebih komponen yang mirip dalam satu tool dan dalam sekali langkah penekanan. Keuntungan gang tool : Dapat memproduksi dalam skala besar. Bahan produk menjadi lebih irit karna memanfaatkan sisa produk sebelumnya. Kerugian gang tool : Kontruksi yang besar. 2. Group tool Dari beberapa sumber buku group tool juga disebut dengan combination tool karena pada tool jenis ini menggabungkan dua proses pengerjaan pemotongan dan pembentukan pada satu station. 2.3 Jenis - Jenis Pengerjaan Pada Press Tool Berdasarkan proses pengerjaannya, press tool dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu : 1. Cutting Tool Yaitu suatu proses pengerjaan yang dilakukan dengan cara menghilangkan sebagian material atau pemotongan menjadi bentuk yang sesuai dengan keinginan. Adapun proses yang tergolong dalam cutting tool ini adalah sebagai berikut : a. Pierching Pierching adalah proses pemotongan material oleh punch dengan prinsip kerjanya sama dengan proses blanking, namun seluruh sisi potong punch melakukan proses pemotongan. Pada alat ini proses pierching adalah punch untuk membuat lubang. 8
20 Gambar 2.4Proses Pierching b. Blanking Merupakan proses pengerjaan material dengan tujuan mengambil hasil produksi yang sesuai dengan punch yang digunakan untuk menembus atau dengan sistem langkah penekanan. Pada umumnya proses ini dilakukan untuk membuat benda kerja dengan cepat dan berjumlah banyak dengan biaya murah. Gambar 2.5Proses Blanking c. Notching Notching adalah proses pemotongan oleh punch, dengan minimal dua sisi yang terpotong, namun tidak seluruh sisi punch melakukan pemotongan. Tujuan dalam pemotongan ini adalah untuk menghilangkan sebagian material pada tempat-tempat tertentu yang diinginkan. Gambar 2.6Proses Notching d. Parting Parting adalah proses pemotongan untuk memisahkan blank melalui satu garis potong atau dua garis potong antara komponen yang satu dengan komponen 9
21 yang lain. Biasanya proses ini digunakan pada pengerjaan bentuk-bentuk blank yang tidak rumit atau bentuk material yang sederhana. Gambar 2.7Proses Parting e. Shaving Shaving merupakan proses pemotongan material dengan sistem mencukur, dengan maksud untuk menghaluskan permukaan hasil proses blanking atau pierching guna mendapatkan ukuran teliti dari hasil pemotongan yang dilakukan terlebih dahulu. Punch Scrap Die Gambar 2.8 Proses Shaving f. Trimming Trimming adalah merupakan proses pemotongan material sisa, guna mendapatkan fininshing ini digunakan untuk memotong sisa penarikan dalam maupun benda hasil penuangan. 10
22 Excessive Material Trimmed Gambar 2.9 Proses Trimming g. Cropping Cropping adalah merupakan proses pemotongan material atau benda kerja tanpa meninggalkan sisa. Proses yang terjadi pada Cropping ini sama dengan proses yang terjadi pada Blanking, akan tetapi dalam Cropping tidak ada bagian yang tertinggal. Benda kerja akan terpotong dan cenderung sudah mempunyai ukuran lebar yang sama dengan ukuran yang diminta serta mempunyai panjang material sesuai dengan jumlah komponen yang diminta. Proses Cropping ini digunakan untuk membuat komponen Blanking berbentuk sederhana, tidak rumit dan teratur. Cropped Part Scrap Stock Strip Gambar 2.10Proses Cropping h. Lanzing Lanzing adalah merupakan proses pengerjaan gabungan antara penekukan (bending)dan pemotongan (cutting). Hasil proses ini berupa suatu tonjolan. Sedangkan punch yang digunakan sedemikian rupa, sehingga punch dapat memotong pelat pada dua sisi sampai tiga sisi serta pembengkokannya pada sisi punch yang keempat. 11
23 Gambar 2.11Proses Lanzing 2. Forming Tool Yaitu proses pengerjaan material yang dilakukan tanpa pengurangan atau penghilangan, akan tetapi hanya mengubah bentuk geometris benda kerja. Yang tergolong dalam forming tool adalah bending, flanging, deepdrawing, curling dan embossing. a. Bending Proses bending merupakan proses pembengkokkan material sesuai dengan yang dikehendaki. Proses pembendingan dapat dilakukan pada proses dingin ataupun pada proses panas. Perubahan yang terjadi pada proses ini hanya bentuknya saja namun volume material yang dibendingkan akan tetap. Gambar 2.12Proses Bending b. Flanging Flanging adalah proses yang menyerupai proses bending hanya perbedaanya terletak pada garis bengkok yaitu bukan merupakan garis lurus namun merupakan radius. 12
24 Shrink flange Gambar 2.13Proses Flanging c. Deep Drawing Deep Drawing merupakan proses penekanan benda yang diinginkan dengan kedalaman cetakan sampai batas deformasi plastis. Tujuannya adalah untuk memperoleh bentuk tertentu dan biasanya tebal material akan berubah setelah proses ini. Gambar 2.14 Proses Deep Drawing d. Curling Merupakan pembentukkan profil yang dilakukan pada salah satu ujung material. Gambar 2.15Proses Curling 13
25 e. Embossing Embossing merupakan proses pembentukkan contour material pada salah satu sisi material tersebut. Gambar 2.16Proses Embossing 2.4 Komponen Press Tool Adapun komponen-komponen yang terdapat pada press tool dapat dilihat seperti gambar dibawah ini: Gambar 2.17Komponen Press tool 1. Shank Merupakan pemegang yang digunakan sebagai tempat pengikat antara press tool yang digunakan dengan mesin press tetap yang dipasang pada plat atas. 2. Plat atas (Top Plate) Biasanya digunakan sebagai dudukan plat pemegang punch, poros pemegang (shank) dan juga dudukan bush pengarah dan pillar. 14
26 3. Pressure plate Komponen ini digunakan untuk menahan tekanan balik dari punch untuk menghindari cacat dari plat atas. 4. Punch holder Plat ini berfungsi sebagai pemegang punch yang dipasang pasang pada plat atas. 5. Bush pengarah Merupakan sarung pengarah dari pillar. 6. Punch Punch merupakan bagian laki laki dari press tool yang akan menembus plat.punch dipasang tetap pada plat atas atau plat bawah. 7. Plat stripper Komponen ini berfungsi untuk melepas plate strip dari punch agar bahan yang menjepit punch setelah proses pemotongan/pembentukan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari dari lekukkan atau lipatan. 8. Dies Merupakan bagian perempuan dari press tool yang membatasi dan mengelilingi punch yang dipasang pada plat dasar atau plat atas. 9. Tiang pengarah (guide pillar) Komponen ini bertujuan untuk mendapatkan ketepatan suaian posisi antara plat atas dan plat bawah. 10. Plat bawah Komponen ini merupakan dudukan daripada die dan guide pillar (tiang pengarah). 2.5 Rumus Gaya-Gaya Perencanaan Dalam perencanaan ini dibutuhkan dasar-dasar perhitungan yang menggunakan teori dan rumus-rumus tertentu. Adapun teori dan rumus-rumus tersebut antara lain untuk mecari gaya-gaya perencanaan terlebih dahulu mengetahui gaya-gaya yang bekerja pada suatu rancang bangun benda. Adapun gaya-gaya yang terjadi: 15
27 a. Gaya Pemotongan (Blanking, Pierching,Notching) Untuk menentukan gaya dibawah ini : Keterangan : U t Fp = 0,8 U t t = panjang sisi potong (mm) = tebal material proses (mm) t = tegangan tarik bahan (N/mm 2 ) Fp = gaya (blanking, perching, notching) (N) pierching dapat digunakan rumus seperti 0,8 merupakan konversi dari tegangan tarik ke tegangan geser untuk bahan yang mempunyai tegangan tarik kurang dari 900 N/mm 2. b. Gaya Forming (Deep Drawing) Gaya pembentukan yang terjadi dapat dicari dengan menggunakan rumus : Keterangan : F = d t t ( D d - K) F = Gaya pembentukan (N/mm 2 ) d = Diameter pembentukan benda kerja (mm) t = Tegangan Tarik (N/mm 2 ) D t = Diameter bentangan benda kerja sebelum dibentuk (mm) = Tebal Pelat (mm) K = Konstanta (0,6 0,7) c. Gaya Pegas Stripper Pada perencanaan ini posisi stripper terletak pada unit bawah dan tebal spesimen yang akan dibentuk adalah 1 mm, maka langkah untuk menentukan gaya pegas stripper adalah sebagai berikut: Keterangan : Fps = 5 20% x F Total Fps = Gaya pegas stipper (N) F = Gaya Total (N) 16
28 d. Perhitungan Gaya Pegas Pelontar Untuk mencari gaya pegas pelontar ini dihitung terlebih dahulu volume pena pelontar dengan rumus: V=. D 2. t 4 Keterangan : V = Volume pena pelontar (mm 3 ) D = Diameter pena pelontar (mm) t = Tinggi pena pelontar (mm) Kemudian dicari jumlah massa totalnya dengan rumus : Keterangan : M = V. = massa jenis bahan (kg/m 3 ) V = Volume pena pelontar (mm 3 ) M = massa total (kg) Baru didapat gaya pegas pelontar, yaitu : F= m. g Keterangan : F = Gaya pegas (N) m = Massa bahan (kg) g = Gravitasi bumi (9,81 m/s 2 ) e. Rumus mencari tebal Die Rumus Empiris mencari tebal pelat untuk mencari tebal Die berdasarkan gaya total yang di butuhkan untuk perencanaan press tool adalah : H 3 F tot g Keterangan : H = Tebal Die (mm) g = Gravitasi bumi (9,81 m/det 2 ) Ftot = Gaya total (N) 17
29 f.rumus Mencari Panjang Punch Maksimum Dalam mencari panjang Punch maksimum dipakai punch yang memiliki diameter terkecil/yang paling kritis.dimana penjabaran rumusnya berawal dari gaya buckling dikarnakan batang punch yang ramping cendrung untuk melengkung dan akibatnya akan timbul momen. Besar gaya buckling menurut rumus euler sebagai berikut : Fb = E I min π²... ( Budiarto. 2001,hal 81 ) L² L 2. E. I Fb Keterangan : Fb = Gaya Buckling ( N ) E = Modulus Elastisitas ( N/mm² ) Imin = Momen Inersia ( mm ) L = Panjang Punch ( mm ) Gaya bucklimg dapat juga dicari berdasarkan kerampingannya, yaitu : λ λ0 λ < λo Digunakan untuk rumus euler Digunakan untuk rumus tetmejer λ = S/i i = I A Keterangan : S = Panjang Batang (mm ) A = Luas penampang ( mm² ) i λ I = jari- jari girasi = kerampingan = Momen Inersia Apabila menggunakan rumus tetmejer maka rumusnya adalah sebagai berikut: 18
30 Tabel 2. 1Harga Elastisitas pada Rumus Tetmejer Bahan E( N /mm²) λ0 Rumus tetmejer ST δb = 310 1,14 λ ST 50 dan ST δb = 335 0,6 λ Besi tuang δb = λ + 0,053λ g. Rumus Titik Berat Gaya X F. xi F Y F. yi F Keterangan : X = Titik berat terhadap sumbu x Y = Titik berat terhadap sumbu y xi = Titik berat ke-i terhadap sumbu x yi = Titik berat ke-i terhadap sumbu y ΣF = Gaya proses pada satu bidang (N) h. Perhitungan Pelat Atas Pada pelat atas akan terjadi tegangan bengkok yang diakibatkan gaya-gaya reaksi dari Punch. Besarnya tegangan yang terjadi adalah: i = Mb Wb dimana b. h Wb 6 2 h = 6. Mbmax b. i σi =σt / v Keterangan : h = Tebal pelat (mm) MB maks = Momen bengkok maksimum b = Panjang pelat atas yang direncanakan (mm) 19
31 σi = Tegangan tarik izin (N/ mm 2 ) v = Faktor keamanan i. Perhitungan Kedalaman Sisi Potong H = 3 x s bila s < 2 mm Keterangan : H = Kedalaman kelonggaran (mm) S = Tebal pelat (mm) j. Kelonggaran (Clearance) Kelonggaran atau clearance adalah suatu ukuran antara punch dan dies. Ada beberapa fungsi kelonggaran (clearance) diantaranya adalah : 1. Mencegah terjadinya gesekan antara punch dan dies saaat operasi pemotongan, gesekan semakin besar bila kelonggaran antara punch dan dies terlalu kecildan sebaliknya gesekan kecil bila kelonggaran besar. 2. Menentukan kualitas sisi potong yang diharapkan, kelonggaran yang lebih kecil menghasilkan hasil yang lebih halus dan lebih baik. 3. Menentukan ketepatan toleransi produk hasil yang diperoleh, kelonggaran yang lebih kecil dan membentuk beberapa toleransi produk yang lebih baik. 4. Berpengaruh terhadap burr yang terjadi beralur lebih kecil bila kelonggaran lebih kecil. Kelonggaran clearance diklasifikasikan dalam tiga bagian besar, yaitu : 1. Excesive clearance (kasar) Excesive clearance terjadi akibat beberapa hal diantaranya : a. Kelonggaran antara punch dan dies besar membentuk burr yang besar. b. Bibir plat pada permukaan yang terpotong membentuk radius yang cukup besar. c. Permukaan bawah bibir blan membentuk radius. d. Penetrasi pemotongan kecil. 20
32 2. Proper clearance (normal) Proper clearance terjadi akibat beberapa hal berikut ini : a. Kelonggaran antara punch dan dies normal atau medium. b. Bentuk burr relatif kecil. c. Radius pada bibir plat terpotong relatif kecil. d. Penetrasi pemotongan dapat mencapai ½ tebal plat. 3. Insufficient clearance (halus) Kelonggaran ini disebabkan oleh : a. Kelonggaran relatif kecil. b. Membentuk dua bidang sisi potong pada patahan. c. Burr sangat kecil. d. Tahanan pemotongan lebih besar. Ada beberapa rekomendasi dari beberapa pakar dan literatur untuk menentukan besar kelonggaran antara punch dan dies untuk bahan logam. Dari beberapa rekomendasi inilah perencanaan menentukan ukuran punch dan dies. Untuk memperjelas maksud diatas, maka uraiannya dapat dilihat berikut ini : 1) Groover M. P., menetapkan kelonggaran sebagai berikut : c = a.t (mm) Keterangan : c = kelonggaran (clearance) (mm) a = konstanta, harganya dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini. t = tebal plat (mm) Tabel 2. 2Kelonggaran punch dan dies untuk beberapa bahan Metal Group a And 50,25 Aluminium Alloys, All Tempers 0, and 6061 ST Alloys, Brass All Tempers, Solf 0,060 Cold Rolled Steel, Stainless Steel Cold Rolled Steel, Half Hard, Stainless Steel Half hard 0,075 and full Hard Sumber : Groover M.P.,2002, Fundamentals Of Modern Manufacturing, p,
33 2) Kalpakjian S., Menetapkan kelonggaranya secara umum adalah 2 s.d 10 % dari tebal plat. Untuk pemotongan yang halus (fine Blanking) 1% dari tebal plat (untuk kecepatan pons yang rendah / slow punching speeds). 3) Sckey J.A., menetapkan kelonggaran yang dianjurkan adalah sebesar 0,04 s.d 0,12 h, h adalah ketebalan dari material yang dipotong. 4) Luchsinger H.R., secara umum untuk menentukan kelonggaran (C) antara punch dan dies adalah sebagai berikut : a. Untuk ketebalan plat s 3 mm C = k. s T B. b. Untuk ketebalan s 3 mm C = (1,5 k. s 0,015) T B. Keterangan : C = clearance (mm) k = konstanta 0,005 untuk permukaan halus 0,010 untuk permukaan normal 0,035 untuk permukaan kasar S = tebal plat yang dipotong (mm) TB = tegangan geser (shear stress) bahan (kg/mm 2 ) Tegangan geser 0,8 tegangan tarik bahan. 5) Alamsyah A., untuk menentukan kelonggaran direkomendasikan berdasarkan Tabel 2.3 berikut ini : Tabel 2. 3RekomendasiKelonggaran (Clearance) (% x ketebalan) Kekuatan material Jenis material % x Tebal pelat (kg/mm 2 ) Mild steel > 25 2 s.d 3 Mild steel 25 s.d 40 3 s.d 5 Steel 40 s.d 80 5 s.d 9 Jenis material Kekuatan material (kg/mm 2 ) % x Tebal pelat 22
34 Al, Brass, Copper - 2 s.d 4 Sumber : Alamsyah A., 1993, Pemilihan Baja Perkakas dan Perlakuan 6) Sharma P. C., kelonggaran punch dan dies untuk beberapa macam metal adalah C = % tebal pelat atau % x t (lihat Tabel 2.4) Tabel 2. 4Rekomendasi Kelonggaran Menurut Sharma P.C Jenis Material Kelonggaran C = % x tebal pelat Brass 5 Soft Steel 5 Medium Steel 6 Hard Steel 7 Aluminium 10 Sumber : Sharma P.C., 2003 Production Engineering. S, Cand & Company LTD. Ram Nagar, New Delhi ) Sharma P.C., juga menentukan kelonggaran dengan melakukan perhitungan memakai rumus : C = 0,0032. t τ g. Keterangan : C = Kelonggaran (mm) t = tebal pelat (mm) τg = tegangan geser material (kg/mm 2 ) 23
35 BAB III METEODOLOGI 3.1 Diagram Alir Mulai Pendahuluan Tinjauan pustaka Menentukan Lay-out produk Perancangan alat Pemilihan bahan dan peralatan Sesuai Proses pembuatan alat Tidak Pengujian alat Selesai 24
36 3.2 Tempat dan waktu Tempat : Laboratorium mekanik Politeknik Negeri Padang. Waktu : Agustus s/d September Alat dan bahan yang digunakan Peralatan : Mesin bubut Mesin milling Mesin bor Wadah cetakan Spatula pengaduk Sarung tangan Bahan : Resin tipe 108 Katalistor 25
37 BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Perhitungan Ring adalah pelat tipis (biasanya berbentuk disk) dengan lubang ditengah yang biasanya digunakan untuk mendistribusikan beban yang diterima oleh sebuah pengikat seperti sekrup dan mur. Ring juga penting digunakan untuk mencegah terdinya korosi galvanik, khususnya dengan isolasi sekrup baja dari permukaan alumunium. Ring pada saat ini tidak hanya digunakan pada industri otomotif tetapi banyak juga digunakan pada industri bangunan dan baja. Untuk menjamin kerataan pada penyambungan pada saat perakitan maka digunakan ring sebagai pendistribusi gaya dari mur ke baut. Selain itu ring juga dapat mencegah keausan permukaan dari benda pada saat penguncian sambungan dengan baut atau sekrup. Gambar 4.1 Ring M10 Ring M 10 direncanakan dibuat dari plat ST 37 dengan tebal plat 1mm.Proses pembuatan ring M 10 dilakukan dengan pierching dan blanking tool, Gambar 4.2 Layout 26
38 dimana proses pierching dilakukan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan proses blanking Perancangan material strip Sebagai alat peraga bahan dari produk hasil nantinya terbuat dari kertas karton dengan ketebalan 0,097 mm,tetapi untuk perhitungan digunakan bahan umum untuk pembuatan washing ring yaitu plat ST 37 dengan ketebalan 1 mm Tahap Perhitungan Gaya Yang Dibutuhkan Gaya yang bekerja pada press tool adalah gaya pierching, gaya blanking, dan gaya pegas pembalik. Gambar 4.3 Dimensi Ring Plat M 10 Dari dimensi dan bahan Ring Plat dapat dihitung gaya pierching dan blanking yang terjadi dengan menggunakan rumus: - Gaya Pierching ( Fp ) : Fp = 0,8. U. t. σt = 0.8 x (π x 10 mm) x 1mm x 370 N/mm 2 = 9294,4 N - Gaya Blanking ( Fb ) Fb = 0,8. U. t. σt = 0,8 x( π x 20 mm) x 1 mm x 370 N/mm 2 = 18588,8 N 27
39 Keterangan : Pierching Blanking Total Fp = Gaya Pierching ( N ) Fb = Gaya Blanking ( N ) U = Luas sisi potong t = Tebal plat ( mm ) σ t = Tegangan tarik bahan ( ST 37 Tegangan tarik = 370 N/mm 2 ) Maka diperoleh gaya total proses : : 9294,4 N : 18588,8 N : 27833,2 N Gaya pegas yang dibutuhkan antara 5% - 20% dari proses kerja. Gaya pegas dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain gesekan dari material dengan punch dan kondisi potong die dengan punch.gaya Pegas pembalik ( Fps ) dapat dihitung dengan kekuatan pegas yang diambil 10 % dari total : - Gaya pegas stripper Fps = 10 %. Ftotal = 10 % x 27833,2 N = 2783,32 N Jadi gaya pegas yang bekerja pada proses adalah 2783,32 N Dies - Tebal dies Tebal dies dapat dihitung dengan persamaan 7 yaitu : 3 H = Ft g 3 H = Ftotal g ,2 N = 9,81 mm = 14,15 mm, ukuran yang dipakai 15 mm 28
40 Keterangan : H = Tebal Dies Ftotal = Gaya total ( N ) g = Gravitasi bumi ( 9,81 m/det 2 ) Perhitungan panjang dan lebar die - Jarak kritis (s) : (1,5-2) x tebal die = 2 x 14,15 mm = 28,3 mm - Lebar die : s + lebar stock strip = 28, mm = 51,3 mm - Panjang die : s + panjang proses = 28,3 + 56,5 = 84,8 mm Maka diperoleh : Panjang die : 84,8 mm ukuran yang diambil : 90 mm Lebar die : 51,3 mm ukuran yang diambil : 52 mm Tebal : 14,15 mm ukuran yang diambil : 15 mm Panjang Punch Perhitungan punch maksimal dimaksudkan agar tidak terjadi pembengkokan atau efek buckling pada saat melakukan pemotongan maupun pembendingan. Untuk menentukan panjang punch maksimal dan menghindari efek buckling maka dipilih punch dengan potongan terkecil. Dalam pembuatan punch yang terkecil adalah punch pierching dengan gaya sebesar 9294,4 N maka panjang punch dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Lmak = π2.e.i Fb Bahan Punch yang digunakan adalah besi ST 60 dengan modulus elastisitasnya adalah Gpa ( Norton, 2005 ) : 340 Gpa = 340 x 1000 Mpa = Mpa = ( N/mm 2 ) 29
41 Momen inersia untuk penampang punch yang berbentuk bulat pejal dapat dihitung sebagai berikut : I = π 64 d4 = 3, = 490,625 mm 4 Panjang Punch maximum dapat dihitung sebagai berikut : = 3,142 x N/mm 2 x 490,625 mm ,4 N N/mm2 = 9294,4 N = ,503 mm 2 = 420,6 mm Jadi panjang punch maksimal dari perhitungan yang didapat sebesar 420,6 mm, untuk ukuran yang diambil adalah 27 mm. Titik berat (Center of grafity) Penentuan titik berat ini diperlukan sebagai pedoman untuk meletakkan shank pada posisi yang dapat mendistribusikan gaya secara merata sehingga dapat menghemat tenaga. y x Gambar 4.4Center of Grafity 30
42 Tabel 4.1 Center Of Gravity No. F(Gaya) X Y F.x F.y N Mm mm Nmm Nmm Jumlah(Σ) X F. xi F ,2 70,62mm Y F. yi F ,2 40,07mm Perhitungan Plat Atas Pada pelat atas akan terjadi tegangan bengkok yang diakibatkan gaya-gaya reaksi dari Punch. Besarnya tegangan yang terjadi adalah: i = Mb Wb dimana b. h Wb 6 2, Mb = Ftotal. COG h = 6. Mbmax b. i σi =σt / v Keterangan : h MB maks b = Tebal pelat (mm) = Momen bengkok maksimum = Panjang pelat atas yang direncanakan (mm) σi = Tegangan tarik izin (N/ mm 2 ) v = Faktor keamanan,(5) bahan plat atas ST 60 diperoleh, σt = 600 N/mm² σi = 600 N/mm² 5 = 120 N/mm² Mb max = 27833,2 N x 70,62 mm = ,58 Nmm 31
43 maka, h = = = 6. Mbmax b. i ,58 Nmm 2 150mm.120N / mm ,4 8 Nmm N / mm = 655,193 mm 2 = 25,59 mm Maka diperoleh tebal plat atas ialah 25,59 mm,namun ukuran yang diambil adalah 26 mm. Maka diperoleh ukuran dari plat atas sebagai berikut: Panjang : 150 mm Lebar Tebal : 90 mm : 26 mm Clearence Punch dan Dies Clearence punch terhadap die merupakan jarak clearence batang punch terhadap lubang dies. Untuk mendapatkan clearence antara punch dan dies digunakan rumus: U s = c. t. σ B Untuk t < 3 mm U s = (1,5. c. t 0,0015) σ B Untuk t > 3 mm Keterangan : Us = Clearence ( mm ) c = Faktor kerja 0,005 untuk permukaan halus 0,010 untuk permukaan normal 0, 035 untuk permukaan kasar s = Tebal Plat TB = Tegangan Geser ( Shear Stress ) bahan ( kg/mm 2 ) 32
44 Gambar 4.5 Kelonggaran Punch terhadap Dies Faktor kerja yang dipakai pada perencanaan ini adalah faktor kerja untuk pengerjaan normal yaitu c = 0,01 Us = c. s. T B = 0,01 x 1 x 310 = 0,176 mm Dari perhitungan clearence antara dies terhadap punch didapat 0,176 mm per sisi.setelah clearence didapatkan maka dapat diperoleh ukuran punch dan dies, agar didapatkan hasil pemotongan yang baik dan sesuai ekspektasi perancangan, dengan mengacu pada konsep dasar sebagai berikut: - Untuk proses pierching, ukuran punch tetap sementara ukuran dies mengikuti, maka diperoleh ukuran dies pierching 10,176 mm. - Untuk proses blanking, ukuran dies tetap sementara ukuran punch mengikuti, maka diperoleh ukuran punch blanking 19,824 mm. Pressure Plate Plat penahan berguna untuk melindungi sisi bagian bawah dari plat atas dan gaya aksial yang sebabkan oleh punch. Pada plat penekan akan mengalami tegangan tekan pada setiap penampang bidang kontak punch. Untuk bahan perhitungan pressure plate menggunakan bahan ST37 dengan tegangan tarik 370 N/mm² dan faktor keamanan 6. τ izin > τp τ izin = 370 N/mm² 6 = 61,6 N/mm² Untuk menghitung tebal pressure plate digunakan rumus : f h = l τt 33
45 dimana : h f l = tebal plat penahan (mm) = gaya punch terbesar (N) = keliling sisi potong (mm) τt = tegangan tarik izin bahan (N/mm²) Maka, N h = 62,8 mm. 61,6 N/mm² = 4,82 mm Maka diperoleh ketebalan minimum dari pressure plate adalah sebesar 4,82 mm,sementara untuk ukuran yang diambil adalah sebesar 5 mm,dan diperoleh dimensi dari pressure plate yakni: Panjang = 90 mm Lebar Tebal = 52 mm = 5 mm Sementara itu bahan washing ring ini nantinya akan menggunakan kertas karton dari jenis bond dengan spesifikasi sebagai berikut: Tabel 4.2Spesifikasi bahan produk Subjek Penjelasan Standar TAPPI Nama kertas karton jenis bond (75gram/m²) T 410 Ketebalan 0,0097 mm T 411 Kecerahan 0-90 % ISO T 452 Tegangan tarik bahan 0,0036 N/mm² (MD), 0,0026 N/mm² (CD) T 414 Tegangan geser 0,0028 kg/mm² T 404 Tearing resistance 100 mn T 404 Sumber: Keterangan: TAPPI : Technical Association of the Puld and Paper Industry Dan untuk komponen press tool sendiri nantinya menggunakan dua bahan bahan yaitu resin(fenol-formaldehida) dan stainless steel untuk bagian punch dan dies, dengan spesifikasi sebagai berikut: 34
46 Tabel 4.3Spesifikasi Bahan Alat Subjek Penjelasan Nama Resin 108 (buatan) Katalisator (pengeras) Methyl ethyl ketone peroxide Bahan resin Reaksi phenol dengan formaldehida Sifat fisik Plastis, transparan, keras, dan lembek/leleh Sifat kimia Asam resinal Alkohol resinal Resino tannol Ester-ester Sedikit mengandung oksigen dengan banyak mengandung karbon (Anonim,2010) Sumber: dari berbagai sumber 4.2 Tahap Pembuatan Alat Tahap ini dimulai dari proses perancangan yang mulai dari perhitungan gaya yang akan terjadi sampai pada pehitungan dimensi setiap komponennya, dengan perincian sebagai berikut: 1. Perancangan Alat Pembuatan bentuk lay out Lay out sangat penting dalam proses perencanaan press tool karena perhitugan pada plat atas tergantung dari bentuk lay out, juga sebagai pedoman dalam pembuatan press tool. Pemilihan bahan Pemilihan bahan disini mencakup untuk komponen press tool dan bahan dari produk press tool, untuk bahan dari komponen press tool sendiri dipilih bahan resin tipe 108 dikarnakan sifatnya yang keras namun elastis,campuran fenol dan formaldehida ini juga dapat dibentuk sesuai cetakan yang diinginkan. 35
47 Resin adalah senyawa polymer rantai karbon. Polymer berasal dari kata poly (banyak) dan mer (ikatan). Senyawa polymer rantai karbon dapat didefinisikan sebagai senyawa yang mempunyai banyak ikatan rantai karbon. Resin merupakan bahan pembuat Fiberglass yang berujud cairan kental seperti lem, berkelir hitam atau bening. Berfungsi untuk mengeraskan semua bahan yang akan dicampur. Agar resin dapat mengeras maka diperlukan campuran katalis yang mana cairan ini bisa dibilang pendamping setia resin, cairan ini berwarna bening dan berbau agak menyengat. Cairan ini berfungsi untuk mempercepat proses pengerasan adonan fiber, semakin banyak katalis maka akan semakin cepat adonan mengeras tetapi hasilnya kurang bagus. Cairan ini jika mengenai kulit akan terasa panas, seperti cairan air zuur. Untuk pemilihan bahan produk disesuaikan dengan gaya yang dapat dihasilkan oleh press tool ini, kertas dinilai cocok karna memiki spesifikasi yang dapat diproses pada alat ini. 2. Pembuatan dan Permesinan A. Tahap penyetakan Pada tahap penyetakan alat penulis menggunakan bahan-bahan sebagai berikut: a) Cairan resin. b) Mal/cetakan. c) Katalisator(Methyl ethyl ketone peroxide). d) Wadah pengaduk. Tahap tahap yang dilakukan pada proses penyetakan meliputi: a) Buat bentuk mal/cetakan sesuai dengan dimensi alat yang akan dibuat,dengan ukuran yang di lebihkan untuk tindakan pencegahan bila terjadi kesalahan dalam proses permesinan. 36
48 b) Campurkan cairan resin dengan katalisator dengan perbandingan 10 : 1, untuk volume yang digunakan ditentukan dengan volume bidang cetak. c) Setelah campuran diaduk hingga timbul gelembung udara kecil,maka tuangkan ke wadah cetakan. d) Tunggu dalam beberapa menit hingga cairan mengeras, lamanya pengeraskan tergantung dari dimensi yang akan dibuat, semakin besar maka akan semakin lama. e) Khusus untuk bidang silinder,pakailah cetakan yang bersifat tetap dan mudah dibuka,seperti pipa plastik. f) Untuk proses pengeringan,alat dapat ditempatkan ditempat yang kering yang tidak terpapar lansung oleh sinar matahari. B. Tahap permesinan Pada tahap permesinan penulis menggunakan mesin milling dan mesin bubut untuk dengan penjabaran sebagai berikut : 1. Mesin milling Komponen yang dibuat dengan menggunakan pengerjaan milling adalah : a) Plat atas b) Plat bawah c) Punch holder d) Stripper e) Dies f) Shank 2. Mesin bubut Komponen yang dibuat dengan menggunakan pengerjaan bubut adalah: a) Shank b) Bush pengarah c) Tiang pengarah d) Punch blanking dan pierching 37
49 4.3 Tahap Perawatan Tahap perawatan untuk material resin yang dilakukan untuk menjaga umur dan performa alat dapat dilakukan perlakukan perawatan sebagai berikut: 1. Preventive maintenance : Menghidari alat berbenturan keras dengan bidang keras karna dapat menyebabkan alat pecah dan rusak. 2. Corrective maintenance : Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pembersih sederhana seperti kain dan tisu. 3. Overhaul : Bila terdapat bagian yang pecah dapat ditambal dengan tahap sebagai berikut: - Bersihkan komponen yang pecah. - Buat mal/cetakan sesuai dengan bidang yang akan di tambal. - Campurkan resin dengan katalisator dengan rata. - Kemudian tuang kebagian yang rusak. 38
50 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian - uraian penulisan dari bab bab sebelumnya dan sesudah melalui beberapa tahapan proses pembuatan alat press tool ini, penulis dapat menyimpulkan: 1. Dapat merancang press tool. 2. Dapat membuat press tool yang diperuntukan sebagai alat peraga pendidikan. 3. Dapat memperlihatkan proses pemotong bahan. 4. Alat dapat dibawa bawa karna komponen berbahankan resin polimer. 5.2 Saran Adapun saran yang diberikan disini setelah melihat hasil dari pembuatan press tool ini adalah : 1. Tentukan gaya yang dibutuhkan dan dimensi alat yang akan dibuat. 2. Buat gambar alat yang sudah direncanakan. 3. Dalam proses pembuatan pastikan ukuran alat sesuai dengan yang direncanakan, karena dapat mempengaruhi hasil produk yang dibuat. 4. Pergunakanlah alat ini sesuai dengan fungsi dan prinsip kerjanya, serta perhatikanlah perawatan dan perbaikannya agar alat ini bisa bekerja secara maksimal dan tahan lama. 5. Harapan penulis semoga alat ini dapat bekerja dengan baik agar berguna untuk masa yang akan datang. 39
51 DAFTAR PUSTAKA Luchsinger,H.R.1994.Tool design 2.Swiss:Polyteknik Mekanik Swiss Prakash,H.Joshi..Press tools design and constructions.india:wheeler Publishing. Groover,M.P.2002.Fundamentals of Modern Manufacturing:Materials,Processes and Systems.USA:Jhon Willey & Son,Incorporated. Alamsyah A., 1993, Pemilihan Baja Perkakas dan Perlakuan Sharma P.C., 2003 Production Engineering. S, Cand & Company LTD. Ram Nagar, New Delhi
52 Lampiran 1 Standar untuk tiang pengarah dan bush pengarah
53 Lampiran 2 Standar shank
54 Lampiran 3 Standar baut imbus
55 Lampiran 4 Mal /cetakan resin Hasil cetakan resin
56 Lampiran 5 Proses pembuatan komponen press tool
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jig and Fixtures 2.1.1 Definisi jig Menurut Laporan Akhir (Pajri Husaini 2012, hal 5) Jig adalah suatu peralatan yang digunakan untu menuntun satu atau beberapa alat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Press Tool Press tool adalah salah satu alat gabungan Jig dan Fixture yang dapat digunakan untuk membentuk dan memotong logam dengan cara penekanan. Bagian atas dari
BAB II PERTIMBANGAN DESAIN
BAB II PERTIMBANGAN DESAIN 2.1 Pertimbangan Desain Hal hal penting dalam pertimbangan desain untuk merancang press tool sendok cocor bebek, hal hal tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pemilihan metode
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jig and Fixtures Jig adalah peralatan yang digunakan untu mengarahkan satu atau lebih alat potong pada posisi yang sama dari komponen yang serupa dalam suatu operasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan mesin ini dilakukan tidak lain agar sedikit banyak mampu mengatasi lambatnya proses pembuatan sebuah box laci lemari, terkhusus pada waktu pemotongan plat serta penekukan
PERANCANGAN PRESS TOOL
TUGAS PERANCANGAN ALAT BANTU PRODUKSI II DOSEN : MUH. ARSYAD SAYUTI, S.ST., M.T PERANCANGAN PRESS TOOL RING KUNCI TANAM PADA GRANDEL PINTU OLEH: SUHANDRI : 34109016 MUHAMMAD DAUD : 43109015 PROGRAM STUDI
ABSTRAK. Drs. Dt. Zuliardie Sekretaris. Nip Alumni telah mendaftarkan Fakultas / Universitas dan mendapat Nomor Alumni:
No. Alumni Universitas... RINALDI BIODATA No. Alumni Fakultas... (a). Tempat / Tanggal Lahir : Sungai Nyalo / 07 Januari 1994 (b). Nama Orang Tua : Rahmadi (c). Fakultas : Politeknik Negeri Padang (d).
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL UNTUK MEMPRODUKSI LANDASAN LUBANG KUNCI (PROSES PENGUJIAN)
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL UNTUK MEMPRODUKSI LANDASAN LUBANG KUNCI (PROSES PENGUJIAN) LAPORAN AKHIR Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Mesin Politeknik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Press Tool Press Tool adalah peralatan yang mempunyai prinsip kerja penekanan dengan melakukan pemotongan atau pembentukkan atau gabungan dari keduanya. Peralatan ini
BAB III PERHITUNGAN DAN PEMILIHAN BAHAN BAKU
BAB III PERHITUNGAN DAN PEMILIHAN BAHAN BAKU Perhitungan dan pemilihan bahan baku rancangan press tool sendok cocor bebek dari bahan stainless steel tebal 0,5 milimeter dengan sistem progresif akan diuraikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jig and Fixtures 2.1.1 Definisi jig Jig adalah peralatan yang digunakan untu mengarahkan satu atau lebih alat potong pada posisi yang sama dari komponen yang serupa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Press Tool Press tool adalah salah satu alat gabungan Jig dan Fixture yang dapat digunakan untuk membentuk dan memotong logam dengan cara penekanan. Bagian atas dari alat ini
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL UNTUK MEMPRODUKSI LANDASAN LUBANG KUNCI (PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI)
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL UNTUK MEMPRODUKSI LANDASAN LUBANG KUNCI (PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI) LAPORAN AKHIR Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik
Gambar 2.1 Mesin Press Pin
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Press Pin dan Pin 2.1.1 Definisi Mesin Press Pin Mesin Press Pin atau mesin cetak Pin ini adalah alat yang digunakan untuk melekatkan gambar yang sudah dipotong bulat menggunakan
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL PLAT KLEM U TIANG PIPA ANTENA 1 INCI (PENGUJIAN)
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL PLAT KLEM U TIANG PIPA ANTENA 1 INCI (PENGUJIAN) LAPORAN AKHIR Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Program Studi
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PEMASANGAN TUTUP BOTOL KECAP JENIS KROP (CROP) DENGAN MENGGUNAKAN 2 PUNCH SECARA KONVENSIONAL ( BIAYA PRODUKSI )
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PEMASANGAN TUTUP BOTOL KECAP JENIS KROP (CROP) DENGAN MENGGUNAKAN 2 PUNCH SECARA KONVENSIONAL ( BIAYA PRODUKSI ) LAPORAN AKHIR Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1 Pengertian Rak Rak adalah suatu tempat yang berfungsi untuk meletakan barang-barang seperti menyimpan pakaian, buku-buku, arsip-arsip kantor, dokumendokumen atau alat-alat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Press Tool Press tool adalah salah satu alat gabungan Jig dan Fixture yang dapat digunakan untuk membentuk dan memotong logam dengan cara penekanan. Bagian atas dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Die Press / Press Tool Die press atau press tool adalah suatu alat yang digunakan untuk melakukan proses pemotongan atau pembetukan pelat menjadi produk yang dikehendaki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan mesin ini dilakukan tidak lain agar sedikit banyak mampu mengatasi lambatnya proses pembuatan sebuah box laci lemari, terkhusus pada waktu pemotongan pelat serta penekukan
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT SIDE RUBBER SEBAGAI KOMPONEN CHUTE DI PT.BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. DENGAN POWER HIDROLIK (PROSES PEMBUATAN)
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT SIDE RUBBER SEBAGAI KOMPONEN CHUTE DI PT.BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. DENGAN POWER HIDROLIK (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Side Rubber 2.1.1 Definisi Side Rubber Side rubber adalah rubber yang dipasang di pinggiran impact chute untuk menghalangi tanah yang telah dicurahkan ke impact chute agar tidak
ANALISIS HASIL PEMOTONGAN PRESS TOOL PEMOTONG STRIP PLAT PADA MESIN TEKUK HIDROLIK PROMECAM DI LABORATORIUM PEMESINAN
ANALISIS HASIL PEMOTONGAN PRESS TOOL PEMOTONG STRIP PLAT PADA MESIN TEKUK HIDROLIK PROMECAM DI LABORATORIUM PEMESINAN Abstrak Carli Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto,
RANCANG BANGUN PRESS TOOL
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT SIDE RUBBER SEBAGAI KOMPONEN CHUTE DI PT.BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. DENGAN POWER HIDROLIK (PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI) LAPORAN AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Dalam
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL PLAT KLEM U TIANG PIPA ANTENA 1 INCI (PROSES PEMBUATAN)
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL PLAT KLEM U TIANG PIPA ANTENA 1 INCI (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Program
PERANCANGAN DAN SIMULASI PRESS TOOL PEMBUAT PART SUPPORT PADA DONGKRAK PANTOGRAPH DENGAN SISTEM PROGRESSIVE TOOL TUGAS AKHIR
PERANCANGAN DAN SIMULASI PRESS TOOL PEMBUAT PART SUPPORT PADA DONGKRAK PANTOGRAPH DENGAN SISTEM PROGRESSIVE TOOL TUGAS AKHIR Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Program
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jig dan fixture Jig adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengarahkan sebuah atau lebih alat potong pada posisi yang sesuai dengan proses pengerjaan suatu produk. Dalam proses
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Desain Dial Plate XYZ Dial plate merupakan salah satu bagian utama dari speedometer. Dial plate berbentuk lembaran plastik yang terdapat berbagai skala indikator
RANCANG BANGUN PUNCH DAN DIES UNTUK AVOR WASHTAFEL PADA PROSES DEEP DRAWING DAN TRIMMING
RANCANG BANGUN PUNCH DAN DIES UNTUK AVOR WASHTAFEL PADA PROSES DEEP DRAWING DAN TRIMMING PROYEK AKHIR Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) Program Studi DIII Teknik
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL PLAT KLEM U TIANG PIPA ANTENA 1 INCI (BIAYA PRODUKSI)
RANCANG BANGUN PROGRESSIVE TOOL PLAT KLEM U TIANG PIPA ANTENA 1 INCI (BIAYA PRODUKSI) LAPORAN AKHIR Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Program
BAB II LANDASAN TEORI. tapi pengertian filter disini lebih khusus lagi yaitu sebagai alat yang digunakan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Filter Secara umum filter banyak dikenal orang sebagai alat penyaring kotoran, tapi pengertian filter disini lebih khusus lagi yaitu sebagai alat yang digunakan untuk
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT LACI BERBAHAN PELAT ST.30 DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROLIK Disusun Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Mesin Program Studi
II-1 BAB II DASAR TEORI
II-1 BAB II DASAR TEORI 2.1 Pemanfaatan Daun Pisang Untuk Alas Piring Rotan Daun pisang adalah daun dari pohon pisang yang digunakan sebagai bahan dekoratif pada berbagai kegiatan atau sebagai bahan pelengkap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kursi Roda 2.1.1 Pengertian Kursi Roda Kursi roda adalah alat bantu yang digunakan oleh orang yang mengalami kesulitan berjalan menggunakan kaki, baik dikarenakan oleh penyakit,
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT BOX LACI FURNITURE (BIAYA PRODUKSI)
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT BOX LACI FURNITURE (BIAYA PRODUKSI) Disusun Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III PadaJurusan TeknikMesin Program Studi Teknik Mesin Produksi Politeknik
BAB II Landasan Teori
BAB II Landasan Teori 2.1 Pengenalan Mengenai Punching Tool Dalam dunia industri manufactur ada beberapa jenis proses produksi, salah satunya adalah proses pengerjaan sheet metal yang menggunakan seperangkat
PERANCANGAN DIE PRESS SISTEM PROGRESSIVE UNTUK MEMBUAT PRODUK DIAL PLATE TIPE XYZ
TUGAS AKHIR Diajukan Guna Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Tugas Akhir Pada Program Sarjana Strata Satu (S1) PERANCANGAN DIE PRESS SISTEM PROGRESSIVE UNTUK MEMBUAT PRODUK DIAL PLATE TIPE XYZ Disusun
PERANCANGAN COMPOUND DIES UNTUK PROSES BLANKING DAN PIERCING CYLINDER HEAD GASKET TIPE TVS - N54
PERANCANGAN COMPOUND DIES UNTUK PROSES BLANKING DAN PIERCING CYLINDER HEAD GASKET TIPE TVS - N54 Soeleman, Jumadi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jurusan Teknik Mesin ABSTRAK Pada setiap mesin kendaraan
TUGAS AKHIR. Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat. Dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :
TUGAS AKHIR Analisa Modifikasi Konstruksi Dies Tangki Radiator Kuningan dari Dua Kali Proses dalam Dua Dies menjadi Satu Langkah (drawing-trimming) dalam Satu Dies Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat
TUGAS AKHIR PERANCANGAN COUMPOUND DIES DENGAN SISTEM DRAWING PADA PEMBUATAN CETAKAN PP CAP
TUGAS AKHIR PERANCANGAN COUMPOUND DIES DENGAN SISTEM DRAWING PADA PEMBUATAN CETAKAN PP CAP Diajukan guna melengkapi syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Di Susun Oleh: NAMA : Dwi Atmaji
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG FLAT
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG FLAT GASKET TEBAL 3 MM UNTUK UKURAN 6 SAMPAI 20 PADA FLANGE PIPA DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK ( PROSES PEMBUATAN DAN PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI) LAPORAN AKHIR Disusun Sebagai
TUGAS AKHIR DESAIN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT RULY SETYAWAN NIM
TUGAS AKHIR DESAIN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT RULY SETYAWAN NIM. 201354049 DOSEN PEMBIMBING Qomaruddin, ST., MT. Ir., Masruki Kabib, MT. PROGRAM STUDI
PENGUJIAN MESIN PRESS MEKANIK SEMI OTOMATIS DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK 0.5 HP
20 PENGUJIAN MESIN PRESS MEKANIK SEMI OTOMATIS DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK 0.5 HP Ahmad Yunus Nasution *, Muhamad Nur Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta * Email:
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Politeknik Negeri Sriwijaya merupakan lembaga pedidikan vokasional terkemuka, berkualitas, inovatif, adaptif terhadap ilmu pengetahuan dan seni (IPTEKS) yang mampu
MODIFIKASI ALAT PRESS PIN (PROSES PEMBUATAN)
MODIFIKASI ALAT PRESS PIN (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya Disusun Oleh: Aji
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT GANTUNGAN MULTIFUNGSI DENGAN SISTEM PROGRESSIVE (PENGUJIAN)
RANCANG BANGUN PRESS TOOL PEMBUAT GANTUNGAN MULTIFUNGSI DENGAN SISTEM PROGRESSIVE (PENGUJIAN) Laporan Akhir Ini Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Penyelesaian Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik
RANCANG BANGUN PRESS TOOL SISTEM COMPOUND UNTUK MEMBUAT CYLINDER HEAD GASKET SEPEDA MOTOR RX KING
RANCANG BANGUN PRESS TOOL SISTEM COMPOUND UNTUK MEMBUAT CYLINDER HEAD GASKET SEPEDA MOTOR RX KING Abstrak Bambang Sumiyarso Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl.Prof.H. Sudarto, S.H. Tembalang,
PERENCANAAN MESIN PELUBANG PLAT ALUMUNIUM. Oleh : Siswanto ABSTRACT. Pelubang machine is a very important equipment in the electronics shop and other
PERENCANAAN MESIN PELUBANG PLAT ALUMUNIUM Oleh : Siswanto ABSTRACT Pelubang machine is a very important equipment in the electronics shop and other technical workshop. Research and design of the pelubang
BAB IV PENGUMPULAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DATA Pada penelitian tugas akhir ini, diberikan data-data perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk.,yang akan menjadi sumber informasi. Data yang akan diberikan berupa gambar dan tabel-tabel
RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG UNTUK CAMPURAN PAKAN TERNAK SAPI KAPASITAS PRODUKSI 30 kg/jam
RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG UNTUK CAMPURAN PAKAN TERNAK SAPI KAPASITAS PRODUKSI 30 kg/jam LAPORAN AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Pada bab ini adalah bagian dari proses Metal Stamping yang meliputi Stamping Fundamental Die, membahas tentang bentuk operasi yang berbeda. Bagian
RANCANG BANGUN PUNCH DAN DIES UNTUK AVOR WASTAFEL PADA PROSES DEEP DRAWING DAN PIERCHING
RANCANG BANGUN PUNCH DAN DIES UNTUK AVOR WASTAFEL PADA PROSES DEEP DRAWING DAN PIERCHING PROYEK AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) Disusunoleh : KELOMPOK
Perancangan Dies Progressive Komponen X
TUGAS AKHIR Perancangan Dies Progressive Komponen X Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : Nama : STEFANUS SAPTO AJI PRABOWO NIM : 41306120031
BAB III METODOLOGI. sebagian besar digambarkan dalam diagram alir, agar mempermudah proses
BAB III METODOLOGI 3.1. Langkah Kerja Penelitian Pada bab ini perancang menjelaskan tentang langkah kerja penelitian yang sebagian besar digambarkan dalam diagram alir, agar mempermudah proses perancangan.
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Mulai
32 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 DIAGRAM ALIR PERANCANGAN PRESS TOOL Mulai 1.Data analisa a. Gambar dan ukuran produk b. Kapasitas mesin c. Proses kerja 2. Penentuan layout scarp trip Wide run
ANALISA PENGARUH CLEARANCE
ANALISA PENGARUH CLEARANCE PADA PUNCH, BLANK HOLDER DAN DIES TERHADAP KERUSAKAN PRODUK PADA MESIN DRAWING Eko Edy Susanto Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang
RANCANG BANGUN POSITIONER UNTUK ALAT BANTU PENGELASAN DENGAN BEBAN MAKSIMUM 250KG (BIAYA PRODUKSI) LAPORAN AKHIR
RANCANG BANGUN POSITIONER UNTUK ALAT BANTU PENGELASAN DENGAN BEBAN MAKSIMUM 250KG (BIAYA PRODUKSI) LAPORAN AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin
Edi Sutoyo 1, Setya Permana Sutisna 2
PERANCANGAN DIES POTONG DAN DIES TEKUK PADA PRESS BRAKE Edi Sutoyo 1, Setya Permana Sutisna 2 1 Program Studi Teknik Mesin, FakultasTeknik, Universitas Ibn Khaldun Jalan KH. Sholeh Iskandar Km. 2, Bogor,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pandangan Umum 2.1.1 Definisi Paving-Block Paving-block merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaan
BAB III METODE PENELITIAN. 3 bulan. Tempat pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Program Teknik Mesin,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal pengesahan usulan oleh pengelola program studi sampai dinyatakan selesai yang direncanakan berlangsung
PERANCANGAN PRESS TOOL PEMBUAT WASHER AS RODA BELAKANG UNTUK SEPEDA MOTOR HONDA CB 150R TUGAS AKHIR OLEH FAUZAN FILFAJRI
PERANCANGAN PRESS TOOL PEMBUAT WASHER AS RODA BELAKANG UNTUK SEPEDA MOTOR HONDA CB 150R TUGAS AKHIR Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan Program Studi DIV Teknik Manufaktur
DESAIN DAN ANALISIS RANGKA LENGAN CNC SUMBU Y PADA HYBRID POWDER SPRAY CNC 2 AXIS
DESAIN DAN ANALISIS RANGKA LENGAN CNC SUMBU Y PADA HYBRID POWDER SPRAY CNC 2 AXIS PROYEK AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelarahli Madya (A. Md) Disusun oleh : KIBAGUS MUHAMMAD
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PENEKUK BEGEL CINCIN SEGIEMPAT UNTUK KONSTRUKSI BETON (PENGUJIAN) LAPORAN AKHIR
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PENEKUK BEGEL CINCIN SEGIEMPAT UNTUK KONSTRUKSI BETON (PENGUJIAN) LAPORAN AKHIR Disusun untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik
Proses Lengkung (Bend Process)
Proses Lengkung (Bend Process) Pelengkuan (bending) merupakan proses pembebanan terhadap suatu bahan pada suatu titik ditengah-tengah dari bahan yang ditahan diatas dua tumpuan. Dengan pembebanan ini bahan
MODIFIKASI ALAT PRESS PIN (PENGUJIAN) LAPORAN AKHIR
MODIFIKASI ALAT PRESS PIN (PENGUJIAN) LAPORAN AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya Disusun Oleh: Muhammad
BEARING STRESS PADA BASEPLATE DENGAN CARA TEORITIS DIBANDINGKAN DENGAN PROGRAM SIMULASI ANSYS
BEARING STRESS PADA BASEPLATE DENGAN CARA TEORITIS DIBANDINGKAN DENGAN PROGRAM SIMULASI ANSYS TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas tugas dan melengkapi syarat untuk menempuh Ujian Sarjana Teknik
PROGRESSIVE DIES UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK PENGUNCI SABUK. Bambang Setyono, Mrihrenaningtyas Dosen Jurusan Teknik Mesin - ITATS ABSTRAK
PROGRESSIVE DIES UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK PENGUNCI SABUK Bambang Setyono, Mrihrenaningtyas Dosen Jurusan Teknik Mesin - ITATS ABSTRAK Progressive dies adalah sistem Punching tool yang mampu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 Perancangan Mesin Pemisah Biji Buah Sirsak Proses pembuatan mesin pemisah biji buah sirsak melalui beberapa tahapan perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah,
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Radiator Radiator merupakan alat penukar panas dari satu media ke media lain dengan tujuan untuk menjaga suhu mesin dengan cara sirkulasi agar sesuai dengan spesifikasi
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT MIE SKALA RUMAH TANGGA (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT MIE SKALA RUMAH TANGGA (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya
RANCANG BANGUN BAGIAN RANGKA MESIN PENEPUNG SINGKONG
RANCANG BANGUN BAGIAN RANGKA MESIN PENEPUNG SINGKONG PROYEK AKHIR Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna Memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) Program Studi DIII Teknik Mesin Disusun oleh: HADIS SANJAYANTO
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRODUKSI BENDA BENTUK LINGKARAN MENGGUNAKAN LAS ASETILEN SEMI OTOMATIS (PENGUJIAN ALAT)
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRODUKSI BENDA BENTUK LINGKARAN MENGGUNAKAN LAS ASETILEN SEMI OTOMATIS (PENGUJIAN ALAT) LAPORAN AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Alat rumah tangga sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi masyarat pada umumnya. Ini merupakan suatu indikasi perubahan tatanan hidup, yaitu alat rumah tangga yang
REDESAIN CUTTING BIT DIES TUTUP BOTOL KECAP
REDESAIN CUTTING BIT DIES TUTUP BOTOL KECAP LAPORAN PROYEK AKHIR Diajukan guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A. Md) pada Program-Program Studi Teknik Universitas Jember
PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK MESIN MEDAN TUGAS SARJANA MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
18 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. PENDAHULUAN Die Casting adalah sebuah proses pada industri pembuatan mesin di mana baja cair dicetak/dicor menggunakan tekanan tingkat tinggi ke dalam mold/dies (semacam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Mesin Press Mesin press adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk dan memotong suatu bahan atau material dengan cara penekanan. Proses kerja daripada
DESAIN DIES CHASIS LONG MEMBER MENGUNAKAN SPRING DAN PAD PADA MINI TRUCK ESEMKA SANG SURYA
TUGAS AKHIR DESAIN DIES CHASIS LONG MEMBER MENGUNAKAN SPRING DAN PAD PADA MINI TRUCK ESEMKA SANG SURYA Disusun Sebagai Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Dari konsep yang telah dikembangkan, kemudian dilakukan perhitungan pada komponen komponen yang dianggap kritis sebagai berikut: Tiang penahan beban maksimum 100Kg, sambungan
Gambar 2.1 Baja tulangan beton polos (Lit 2 diunduh 21 Maret 2014)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Baja Tulangan Beton Baja tulangan beton adalah baja yang berbentuk batang berpenampang lingkaran yang digunakan untuk penulangan beton,yang diproduksi dari bahan baku billet
ANALISYS TITIK KRITIS DESAIN DIE FENDER DEPAN BAGIAN LUAR MOBIL MINITRUCK ESEMKA
TUGAS AKHIR ANALISYS TITIK KRITIS DESAIN DIE FENDER DEPAN BAGIAN LUAR MOBIL MINITRUCK ESEMKA Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata Satu Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Press tool Press tool adalah salah satu alat gabungan Jig dan Fixture yang dapat digunakan untuk membentuk dan memotong logam dengan cara penekanan ( Budiarto, 2005
RANCANG BANGUN SIMULASI BUCKET WHEEL EXCAVATOR (B.W.E) DENGAN TENAGA LISTRIK (PROSES PEMBUATAN)
RANCANG BANGUN SIMULASI BUCKET WHEEL EXCAVATOR (B.W.E) DENGAN TENAGA LISTRIK (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III pada Jurusan Teknik Mesin
Jurnal Flywheel, Volume 1, Nomor 2, Desember 2008 ISSN :
ANALISIS SIMULASI PENGARUH SUDUT CETAKAN TERHADAP GAYA DAN TEGANGAN PADA PROSES PENARIKAN KAWAT TEMBAGA MENGGUNAKAN PROGRAM ANSYS 8.0 I Komang Astana Widi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,
Perancangan Dan Pembuatan Batang Torak Dengan Daya 100 PS Dan Putaran 3500 RPM Dengan Proses Pengecoran Logam
Perancangan Dan Pembuatan Batang Torak Dengan Daya 100 PS Dan Putaran 3500 RPM Dengan Proses Pengecoran Logam SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik ARIMAN
RANCANG BANGUN ALAT PEPENGUPAS KULIT BUAH NANAS (PROSES PEMBUATAN)
RANCANG BANGUN ALAT PEPENGUPAS KULIT BUAH NANAS (PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya Disusun
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa
SKRIPSI PEMBUATAN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANGKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT
SKRIPSI PEMBUATAN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANGKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT HELIN CANDRA ISTANTO NIM. 201354053 DOSEN PEMBIMBING Qomaruddin, ST., MT. Ir., Masruki Kabib, MT. PROGRAM
TEORI SAMBUNGAN SUSUT
TEORI SAMBUNGAN SUSUT 5.1. Pengertian Sambungan Susut Sambungan susut merupakan sambungan dengan sistem suaian paksa (Interference fits, Shrink fits, Press fits) banyak digunakan di Industri dalam perancangan
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flowchart Perencanaan Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Proses Perancangan mesin pemotong umbi seperti yang terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai mm Studi Literatur
PERANCANGAN MESIN NOTCHING UNTUK PROSES SHEET METAL FORMING. Franz Norman Azzy
PERANCANGAN MESIN NOTCHING UNTUK PROSES SHEET METAL FORMING Franz Norman Azzy Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogakarta Jl. Kalisahak No. 28, Komp. Balapan
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Untuk mempermudah perancangan Tugas Akhir, maka dibuat suatu alur
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Bagan Alir Perancangan Untuk mempermudah perancangan Tugas Akhir, maka dibuat suatu alur sistematika perancangan struktur Kubah, yaitu dengan cara sebagai berikut: START
Mengenal Proses Deep Drawing
Definisi Drawing Mengenal Proses Deep Drawing Deep Drawing atau biasa disebut drawing adalah salah satu jenis proses pembentukan logam, dimana bentuk pada umumnya berupa silinder dan selalu mempunyai kedalaman
PEMASANGAN STRUKTUR RANGKA ATAP YANG EFISIEN
ANALISIS PROFIL CFS (COLD FORMED STEEL) DALAM PEMASANGAN STRUKTUR RANGKA ATAP YANG EFISIEN Torkista Suadamara NRP : 0521014 Pembimbing : Ir. GINARDY HUSADA, MT FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS
CORRECTIVE MAINTENANCE BANTALAN LUNCUR LORI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKUT 2,5 TON TBS MENGGUNAKAN ANALISA KEGAGALAN
CORRECTIVE MAINTENANCE BANTALAN LUNCUR LORI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKUT 2,5 TON TBS MENGGUNAKAN ANALISA KEGAGALAN SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar
BAB I PENDAHULUAN. bentuk suatu benda kerja dengan menggunakan sepasang alat. perencanaan peralatan, diameter yang akan dipotong, material alat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi sangat pesat terutama dibidang manufaktur dalam proses pembentukan dan pemotongan. Proses Pembentukan dan pemotongan lembaran pelat
MODIFIKASIPROGRESSIVETOOLPLAT PENYANGGABAUT GEAR BELAKANG PADA SEPEDA MOTOR YAMAHAJUPITER KAPASITAS 300BUAH /JAM
MODIFIKASIPROGRESSIVETOOLPLAT PENYANGGABAUT GEAR BELAKANG PADA SEPEDA MOTOR YAMAHAJUPITER KAPASITAS 300BUAH /JAM Susanto Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Malang ABTRAK: Modifikasi progressive tool
MODIFIKASI DESAIN MODEL DIE CUSHION PADA MESIN PRESS CERLEI MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 DI PT.XXX
MODIFIKASI DESAIN MODEL DIE CUSHION PADA MESIN PRESS CERLEI MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 DI PT.XXX AGUS SAFAAT NIM: 41313110015 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi pemesinan saat ini telah berkembang sangat pesat, bermula pada tahun 1940-an dimana pembuatan produk benda masih menggunakan mesin perkakas konvensional
