RANCANGAN RENCANA INDUK PENANGGULANGAN BENCANA (RIPB) TAHUN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RANCANGAN RENCANA INDUK PENANGGULANGAN BENCANA (RIPB) TAHUN"

Transkripsi

1 RANCANGAN RENCANA INDUK PENANGGULANGAN BENCANA (RIPB) TAHUN Rapat Kerja Nasional BNPB Tahun 2018 Tim Penyusunan RIPB Nusa Dua, Bali, 21 Februari 2018

2 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang RIPB 1.2. Landasan Hukum RIPB dalam Kerangka UU 24/ Capaian Pelaksanaan UU 24/2007 dan Implikasinya dalam Jangka Panjang 2

3 3

4 BENCANA ALAM DI INDONESIA ,35% (11.648) bencana hidrometeorologi 24,65% (3.810) bencana geologi bencana banjir, gelombang ekstrim, kebakaran lahan dan hutan, kekeringan, dan cuaca esktrim. gempabumi, tsunami, letusan gunungapi, dan tanah longsor Korban AAAAAA dan Kerugian AAAAAA AEkonomi Lebih ABesar bencana periode Sumber : DIBI BNPB 4

5 5

6 6

7 BAB II. VISI DAN MISI PB JANGKA PANJANG 2.1. Kerangka Jangka Panjang PB dalam RPJPN 2.2. Kerangka SDGs dan SFDRR dalam PB Indonesia 2.3. Visi dan Misi Penanggulangan Bencana Jangka Panjang

8 8

9 9

10 KERANGKA PIKIR RIPB

11 11

12 FOKUS SUBSTANSI RIPB

13 BAB III. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PB JANGKA PANJANG 3.1. Arah Kebijakan Penanggulangan Bencana 3.2. Strategi Penanggulangan Bencana 3.3. Program Prioritas

14 14

15 15

16 16

17 17

18 BAB IV. KERANGKA PELAKSANAAN RENCANA INDUK PB JANGKA PANJANG 4.1. Pemantapan kerangka regulasi penanggulangan bencana 4.2. Penguatan Kerangka Kelembagaan penanggulangan bencana 4.3. Peningkatan Kerangka Investasi dalam penanggulangan bencana 18

19 19

20 20

21 21

22 22

23 23

24 BAB V. PROYEKSI SASARAN DAN DAMPAK PB JANGKA PANJANG 5.1 Proyeksi Dampak Bencana dalam Pembangunan Nasional dan Wilayah 5.2. Proyeksi Sasaran Penanggulangan Bencana menurut jenis Ancaman Bencana 5.3. Proyeksi Sasaran Penanggulangan Bencana menurut Wilayah dan Daerah

25 PEMBANGUNAN NASIONAL DAN KERENTANAN TERHADAP BENCANA Sumber: Kepala BMKG, Januari

26 RENCANA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN PRAKIRAAN INVESTASI PRB Hampir ~ 75 % infrastruktur industri dasar dan konektivitas, termasuk prasarana pendukungnya dibangun pada zona rentan/bahaya Investasi 1 US$ pada sistem peringatan dini, dapat memitigasi 10 US$ Dalam kondisi normal, setiap tahun bencana di Indonesia menelan rata-rata sekitar 30 T-Rp. Sumber: Kepala BMKG, Januari

27 TARGET UTAMA: PENURUNAN INDEKS RISIKO BENCANA Baseline indeks risiko bencana secara nasional adalah rata2 indeks risiko bencana dari 497 kabupaten/kota berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2013 yaitu 156,3 Baseline indeks risiko bencana pusat-pusat wilayah pertumbuhan yang dimaksud dalam RPJMN adalah rata2 indeks risiko bencana dari 136 kabupaten/kota, yaitu 169,5 NO. TINGKAT JUMLAH KAB/ KOTA INDEKS RATA- RATA (BASELINE 2013) TARGET PENURUNAN INDEKS (15%) TAHUN TARGET INDEKS (TAHUN 2019) 1 NASIONAL KAB/KOTA PRIORITAS NASIONAL

28 TARGET PERTUMBUHAN EKONOMI WILAYAH 2045 Pertumbuhan ekonomi harus mempertimbangkan risiko bencana tinggi sesuai dengan karakteristik di setiap wilayah Peningkatan peran wilayah SUMATERA sebagai pintu gerbang kawasan Asia serta pusat produksi dan pengolahan hasil bumi Peningkatan daya saing PULAU KALIMANTAN sebagai beranda negara serta pusat pertambangan dan kehutanan 6,4 % PER TAHUN 6,9% PER TAHUN 7,4% PER TAHUN Wilayah PULAU SULAWESI pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia dan pusat industri pangan penggerak ekonomi, sumber kebudayaan Indonesia, maupun sumber keanekaragaman hayati Indonesia 9% PER TAHUN Peningkatan daya saing wilayah KEPULAUAN MALUKU melalu pendayagunaan sumberdaya kelautan, daratan, serta pengembangan kawasan perbatasan berwawasan lingkungan Menjaga momentum pertumbuhan PULAU JAWA sebagai pusat industri dan jasa nasional serta penghubung antara kegiatan pertanian dengan non pertanian 6,1% PER TAHUN 7,2% PER TAHUN Peningkatan daya saing wilayah BALI DAN NUSA TENGGARA sebagai sentra pertanian, peternakan, perikanan, dan pusat pariwisata 8,3% PER TAHUN Peningkatan daya saing wilayah PULAU PAPUA sebagai sentra perikanan, pertanian/ perkebunan, industri agro dan pangan, pariwisata bahari dan alam, serta pertambangan 28

29

30 30

31 31

32 PROFIL PERMASALAHAN PENANGGULANGAN BENCANA PER WILAYAH FAKTOR BENCANA SUMATERA JAWA-BALI KALIMANTAN SULAWESI NUSA TENGGARA ANCAMAN BENCANA MALUKU PAPUA INDEKS KAPASITAS 1. Perkuatan kebijakan dan kelembagaan 2. Pengkajian risiko dan perencanaan terpadu 3. Pengembangan sistem informasi diklat dan logistik 4. Penanganan tematik kawasan rawan bencana 5. Peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana 6. Perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana 7. Pengembangan sistem pemulihan bencana INDEKS KERENTANAN :Tinggi :Sedang :Rendah *Simbol untuk indeks kapasitas berlaku kebalikan 32

33 MATRIKS KEBENCANAAN WILAYAH SUMATERA (1) Wilayah Pulau Kab Prioritas Ancaman Jenis Bencana Jumlah Kejadian per Tahun Isu Permasalahan Kapasitas Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Internalisasi PRB Penurunan Tingkat Kerentanan Peningkatan Kapasitas Sumatera Banjir, Gempa bumi dan Tsunami, Kota Lhokseumawe Karhutla, dan Puting Beliung Kota Banda Aceh Kota Medan Langkat Deli Serdang Karo Simalungun Kota Padang Padang Pariaman Gempa Bumi, Kekeringan, dan Puting Beliung Banjir, Tanah Longsor, Karhutla, dan Puting Beliung Banjir, Tanah Longsor, Gempa Bumi, Kebakaran Hutan, dan Puting Beliung Puting Beliung, Banjir, Banjir dan Tanah Longsor, Karhutla, dan Gempa Bumi Banjir, Letusan Gunungapi, Tanah Longsor, Banjir dan Tanah Longsor, Puting Beliung, dan Karhutla Banjir, Tanah Longsor, dan Puting Beliung Banjir, Puting Beliung, Tanah Longsor, Gelombang Pasang/Abrasi Banjir, Puting Beliung, Tanah Longsor, Gelombang Pasang/Abrasi, Gempa Bumi, dan Karlahut RR pasca bencana masif Erupsi Gn. Sinabung, Gempa bumi Pidie, dan Kepulauan Mentawai belum terselesaikan 2. DAS Kritis penyebab banjir dan tanah longsor 3. Rawan Karhutla di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung 4. Kapasitas pemerintah daerah yang minim 5. Penyebaran informasi peringatan dini yang belum optimal Sedang (0,5) Rendah (0,35) Sedang (0,46) Rendah (0,38) Sedang (0,42) Rendah (0,28) Integrasi Kajian dan Peta risiko bencana dalam penyusunan RTRW Penyusunan rencana kontinjensi di kab/kota Sosialisasi PRB Rehabilitasi dan rekonstrukti letusan Gunungapi Sinabung, Gempa bumi Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kepulauan Mentawai, dan daerah pasca bencana alam lainnya Pemeliharaan dan penataan lingkungan pada beberapa DAS kritis di Pulau Sumatera Penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur penanggulangan bencana daerah. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami di pesisir pantai barat Pulau Sumatera Melaksanakan simulasi dan gladi kesiapsiagaan bencana gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) Monitoring hot spot kebakaran hutan dan lahan Pengembangan Desa Tangguh Bencana di 21 kabupaten/kota risiko tinggi bencana Peningkatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, melalui pembangunan pusat logistik kebencanaan di Wilayah Sumatera 33

34 MATRIKS KEBENCANAAN WILAYAH SUMATERA (2) Wilayah Pulau Sumatera Kab /Kota Prioritas Kepulauan Mentawai Kota Jambi Sarolangun Kerinci Jenis Bencana Ancaman Banjir, Tanah Longsor, dan Gelombang Pasang/Abrasi Karhutla, Banjir, dan Puting Beliung Banjir, Banjir dan Tanah Longsor, Puting Beliung Banjir, Tanah Longsor, Banjir dan Tanah Longsor, Gempa bumi dan Tsunami, Kekeringan, Letusan Gunungapi, dan Puting Beliung Jumlah Kejadian per Tahun Kota Bengkulu Banjir dan Puting Beliung 3 Mukomuko Banjir, Puting Beliung, Gempa Bumi, dan Tanah Longsor 6 Puting Beliung, Banjir, dan Tanah Rejang Lebong Longsor 7 Banyuasin Puting Beliung, Banjir, dan Tanah Longsor Lahat Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor Kota Bandar Banjir, Kekeringan, Tanah Longsor, Lampung dan Puting Beliung Banjir, Tanah Longsor, Banjir dan Lampung BaratTanah Longsor, Puting Beliung, dan Kekeringan Tanggamus Banjir, Kekeringan, Puting Beliung, dan Tanah Longsor 6 19 Isu Permasalahan Kapasitas 106. Rendah (0,28) RR pasca bencana masif 25 Erupsi Gn. Sinabung, Gempa bumi Pidie, dan Kepulauan Mentawai Rendah (0,27) belum terselesaikan 7. DAS Kritis penyebab banjir dan tanah longsor 8. Rawan Karhutla di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung 359. Kapasitas pemerintah daerah yang minim Rendah (0,31) Penyebaran informasi peringatan dini yang belum optimal Sedang (0,5) 9 13 Rendah (0,25) Sedang (0,45) Internalisasi PRB Integrasi Kajian dan Peta risiko bencana dalam penyusunan RTRW Penyusunan rencana kontinjensi di kab/kota Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Penurunan Tingkat Kerentanan Sosialisasi PRB Rehabilitasi dan rekonstrukti letusan Gunungapi Sinabung, Gempa bumi Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kepulauan Mentawai, dan daerah pasca bencana alam lainnya Pemeliharaan dan penataan lingkungan pada beberapa DAS kritis di Pulau Sumatera Peningkatan Kapasitas Penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur penanggulangan bencana daerah. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami di pesisir pantai barat Pulau Sumatera Melaksanakan simulasi dan gladi kesiapsiagaan bencana gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan ramburambu evakuasi) Monitoring hot spot kebakaran hutan dan lahan Pengembangan Desa Tangguh Bencana di 21 kabupaten/kota risiko tinggi bencana Peningkatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, melalui pembangunan pusat logistik kebencanaan di Wilayah Sumatera 34

35 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH SUMATERA 19 Kab/Kota dari 21 Kab/Kota Prioritas Penanggulangan Bencana di Wilayah Sumatera dalam RPJMN memiliki Indeks Risiko Bencana Tinggi Batas IRB Sedang/Tinggi 144,4 Daerah yang telah memiliki kapasitas Sedang dalam menghadapi bencana di Wilayah Pulau Sumatera, yaitu Kota Medan, Kab. Lahat, Deli Serdang, Simalungun, dan Tanggamus. Sementara daerah lainnya masih memiliki kapasitas rendah dalam menghadapi bencana. 35

36 PROFIL PROYEKSI KEBENCANAAN WILAYAH SUMATERA Jenis Bencana yang mendominasi Wilayah Pulau Sumatera antara lain banjir, tanah longsor, dan puting beliung 36

37 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH SUMATERA LAINNY A BANDARA PELABUHAN PERTAMBANGA N BADAN AIR LAHAN KOSONG PERMUKIMAN SAWA H PERTANIAN NON SAWAH SEMAK BELUKAR HUTAN TANAMAN HUTAN SEKUNDER HUTAN PRIMER 37

38 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU SUMATERA Jenis bencana: banjir, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung api dan kebakaran hutan dan lahan 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Mendorong dan menumbuhkan budaya sadar bencana dan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan b. sosialisasi dan diseminasi PRB kepada masyarakat di 21 kabupaten/kota risiko tinggi. c. rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana di Pulau Sumatera, yaitu: letusan gunung api Sinabung, Kabupaten Karo, Kepulauan Mentawai, Aceh Tengah, Bener Meriah, Sumatera Barat dan daerah pasca bencana alam lainnya. d. Pemeliharaan dan penataan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) kritis dan daerah rawan bencana alam di Pulau Sumatera. e. Membangun dan menumbuhkan kearifan lokal dalam membangun dan mitigasi bencana. 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur penanggulangan bencana daerah. b. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami pada kabupaten/kota di pesisir pantai barat Pulau Sumatera, sistem peringatan dini erupsi gunung api di Pulau Sumatera c. Melaksanakan simulasi dan gladi kesiapsiagaan secara berkala dan berkesinambungan terhadap bencana banjir, gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. d. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. e. Meningkatkan monitoring hot spot kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu dan Lampung. f. Pengembangan Desa Tangguh Bencana di 21 kabupaten/kota risiko tinggi bencana untuk mendukung Gerakan Desa Hebat. g. Peningkatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, melalui pembangunan 2 (dua) unit pusat logistik kebencanaan di wilayah Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Selatan yang dapat menjangkau wilayah pasca bencana yang terpencil. 38

39 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH JAWA BALI Wilayah Pulau JA WA BAL I Kabupaten Ancaman Jenis Bencana 5 Tahun Terakhir Jumlah Kejadian per 5 Tahun BADUNG kekeringan, puting beliung, tanah longsor 9 Isu Permasalahan Kapasitas BANDUNG BARAT Banjir, Kekeringan, puting beliung, tanah longsor BANGKALAN banjir, puting beliung, tanah longsor 34 - BANYUWANGI BEKASI banjir, gempa, karhutla, puting beliung, tsunami puting beliung, tanah longsor Kerawanan Hidrometeorol ogi Tinggi BOJONEGORO banjir, tanah longsor, kekeringan, puting beliung Banyaknya abrasi, karhutla, kekeringan, puting beliung, tanah BULELENG 87 DAS Kritis 0.44 longsor 3. RR banjir, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, puting CIAMIS 112 Pascabencan 0.4 beliung banjir, tanah longsor, karhutla, kekeringan, puting a: Banjir CIANJUR 65 Bandang Kab. - beliung CILACAP CIREBON banjir, tanah longsor, abrasi, kekeringan, puting beliung kekeringan, puting beliung, tanah longsor Garut 4. Penyebaran Informasi DEMAK puting beliung, tanah longsor 34 Peringatan 0.44 Dini Belum DKI JAKARTA banjir, puting beliung, tanah longsor 125 Optimal 0.44 JEMBER gempa bumi, karhutla, puting beliung, tanah longsor KEBUMEN banjir, tanah longsor, kekeringan, puting beliung KENDAL kekeringan, puting beliung, tanah longsor KOTA BANDUNG gempa bumi, puting beliung Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Internalisasi PRB o Integrasi Kajian dan Peta risiko bencana dalam penyusunan RTRW o Penyusunan rencana kontinjensi di kab/kota Penurunan Tingkat Kerentanan o Menumbuhkan budaya sadar bencana o Sosialisasi dan diseminasi PRB o Pemeliharaan dan Penataan DAS Kritis di Ciliwung, Citarum, Bengawan Solo, dan Cisadane o Peningkatan Kapasitas Penyediaan EWS Tsunami di pesisir selatan Pulau Jawa-Bali yang rawan; o Penyediaan Pemantau Gunungapi di daerah yang memiliki ancaman Letusan Gunungapi; o Penyediaan infrastruktur dan shelter evakuasi untuk bencana Gempa bumi, Tsunami, Letusan Gunungapi, dan banjir o Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui Destana 39

40 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH JAWA BALI Wilayah Pulau JA WA BAL I Kabupaten Ancaman Jenis Bencana 5 Tahun Terakhir Jumlah Kejadian per 5 Tahun KOTA BOGOR banjir, karhutla, puting beliung, tanah longsor 29 Isu Permasalahan KOTA DENPASAR banjir, puting beliung, tanah longsor Kapasitas KOTA DEPOK banjir, Puting beliung, tanah longsor KOTA SEMARANG banjir, tanah longsor, gelombang pasang/abrasi, letusan gunungapi, puting beliung KOTA SURABAYA banjir, puting beliung, tanah longsor 9 - KOTA YOGYAKARTA LAMONGAN MAGELANG banjir, puting beliung, tanah longsor banjir, kekeringan, puting beliung, tanah longsor banjir, gempa bumi, kekeringan, puting beliung, tanah longsor Kerawanan Hidrometeorolo gi Tinggi 2. Banyaknya DAS Kritis MALANG PACITAN banjir, tanah longsor, abrasi, gempa bumi, karhutla, puting beliung, 3. RR 55 tanah longsor Pascabencana: banjir, tanah longsor, kekeringan, karhutla, puting beliung, tanah Banjir Bandang 46 longsor Kab. Garut - - PANGANDARAN SIDOARJO SLEMAN banjir, tanah longsor, puting beliung banjir, kekeringan, puting beliung, tanah longsor banjir, letusan gunungapi, puting beliung, tanah longsor Penyebaran Informasi Peringatan Dini Belum Optimal SUKABUMI banjir, tanah longsor, gempa bumi, karhutla, kekeringan, puting beliung TABANAN banjir, kekeringan, puting beliung, tanah longsor TANGERANG banjir, kekeringan, puting beliung, tanah longsor TASIKMALAYA banjir, tanah longsor, abrasi, gempa bumi, kekeringan, puting beliung, 98 - Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Internalisasi PRB o Integrasi Kajian dan Peta risiko bencana dalam penyusunan RTRW o Penyusunan rencana kontinjensi di kab/kota Penurunan Tingkat Kerentanan o Menumbuhkan budaya sadar bencana o Sosialisasi dan diseminasi PRB o Pemeliharaan dan Penataan DAS Kritis di Ciliwung, Citarum, Bengawan Solo, dan Cisadane Peningkatan Kapasitas o Penyediaan EWS Tsunami di pesisir selatan Pulau Jawa-Bali yang rawan; o Penyediaan Pemantau Gunungapi di daerah yang memiliki ancaman Letusan Gunungapi; o Penyediaan infrastruktur dan shelter evakuasi untuk bencana Gempa bumi, Tsunami, Letusan Gunungapi, dan banjir o Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui Destana 40

41 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH JAWA-BALI Wilayah Jawa-Bali memiliki 2 daerah yang tergolong ke dalam risiko bencana sedang, yaitu Kota Denpasar dan Kota Semarang, sedangkan sisanya tergolong ke dalam risiko tinggi Batas IRB Sedang/Tinggi 144,4 Daerah yang telah memiliki kapasitas Rendah dalam menghadapi bencana di Wilayah Pulau Jawa Bali, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bekasi, Jember, Kendal, Lamongan, Pangandaran, Tabanan, Tangerang. Sementara daerah lainnya masih memiliki kapasitas Sedang dalam menghadapi bencana. 41

42 PROFIL PROTENSI KEBENCANAAN WILAYAH JAWA BALI Jenis Bencana yang mendominasi Wilayah Pulau Jawa- Bali antara lain banjir, tanah longsor, dan puting beliung 42

43 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH JAWA HUTAN TANAMA N SEMAK BELUKAR SAWA H LAHAN KOSON G PERTAMBANGA N LAINNY A HUTAN PRIMER HUTAN SEKUNDER PERTANIAN NON SAWAH PERMUKIMAN BADAN AIR BANDARA PELABUHAN 43

44 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU JAWA-BALI Jenis Bencana : banjir, tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung api, tsunami 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Mendorong dan menumbuhkan budaya sadar bencana serta meningkatkan pengetahuan masyarakat b. sosialisasi dan diseminasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat c. kerjasama dengan mitra pembangunan, OMS dan dunia usaha untuk mengurangi kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat; d. Pemeliharaan dan penataan lingkungan disekitar daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, Citarum, Bengawan Solo, Cisadane dan daerah rawan bencana alam lainnya; e. Membangun dan menumbuhkan kearifan lokal dalam membangun dan mitigasi bencana. 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami di kabupaten/kota di pesisir selatan Pulau Jawa Bali yang rawan bencana tsunami; b. Penyediaan sistem pemantauan gunung api di Cilegon, Tasikmalaya, Wonosobo, Magelang, Kediri, Blitar, Klaten, Sleman, Bangli, Karangasem c. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan banjir; d. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana yang difokuskan pada daerah yang berisiko tinggi bencana di Pulau Jawa-Bali; e. Penguatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, di Wilayah Jawa-Bali f. Melaksanakan simulasi dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat secara berkala dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan banjir. 44

45 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH KALIMANTAN WILAYAH PULAU Kab Prioritas Jenis Bencana Ancaman # Kejadian Bencana Kota Pontianak Banjir, putting beliung, tanah longsor 9 Kota Singkawang Banjir, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor Isu Permasalahan Kapasitas Internalisasi PRB Strategi Penanganan (existing) Penurunan Tingkat Kerentanan Peningkatan Kapasitas Bengkayang Banjir, tanah longsor Sambas Banjir, putting beliung KALIMANTAN Sintang Banjir dan Kebakaran Hutan 2 Kebakaran hutan Kapuas Hulu Ketapang Putting Beliung dan lahan Kerusakan Landak Banjir, putting beliung 8 lingkungan akibat 0.41 illegal logging dan Banjir, kebakaran hutan dan lahan, Kota Baru 14 pertambangan 0.43 putting beliung Banjir, kebakaran hutan dan lahan, Kapasitas Barito Kuala putting beliung pemerintah daerah Tanah Laut Banjir, gelombang pasang/abrasi, blm optimal 10 putting beliung Masyarakat belum 0.29 Kota Banjir, Kebakaran hutan dan Lahan, 6 memiliki kesadaran Palangkaraya putting beliung dan pemahaman 0.41 Kapuas Banjir dan Putting Beliung 2 mengenai bencana 0.47 Banjir, Kebakaran hutan dan lahan, Kota Samarinda 122 kebakaran hutan 0.4 putting beliung dan tanah longsor dan lahan. Kota Banjir, kebakaran hutan dan lahan, Balikpapan putting beliung dan tanah longsor Kutai Banjir, kebakaran hutan dan lahan, Kertanegara putting beliung dan tanah longsor Kajian risiko bencana melalui penyusunan kajian dan peta risiko 2. Inrtegrasi PRB dalam perencanaan pembangunan 3. Penyusuan Rencana kontinjensi 1. Restorasi lahan gambut. 2. Pemulihan kawasan DAS kritis. 3. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara structural maupun non-structural di kab/kota rawan karhutla 1. Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan 2. Pemberdayaan masyarakat peduli api Kota Tarakan Gempa bumi Nunukan Banjir, kebakaran hutan dan lahan, putting beliung dan tanah longsor

46 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH KALIMANTAN Wilayah Kalimantan memiliki 3 kabupaten yang tergolong risiko sedang yaitu Kota Pontianak, Kab. Landak, dan Kota tarakan sedangkan kabupaten sisanya tergolong ke dalam risiko bencana tinggi Batas IRB Sedang/Tinggi 144,4 Wilayah Kalimantan memiliki 8 daerah yang memiliki kapasitas Sedang dalam hal penanggulangan bencana, terdiri dari Kota Singkawang, Kab. Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Kotbaru, Kota palangkaraya, Kapuas, dan Kota Balikpapan, Sedangkan kabupaten/kota lainnya tergolong ke dalam kapasitas rendah. 46

47 PROFIL POTENSI BENCANA DI WILAYAH PULAU KALIMANTAN ANALISIS KEJADIAN BENCANA Jenis bencana yang paling sering terjadi di wilayah Pulau Kalimantan: 1. Banjir : 24% 2. Kebakaran hutan dan lahan : 24% 3. Tanah longsor : 18% 4. Puting beliung : 17% Kota yang paling sering dilanda bencana adalah 1. Kota Samarinda : 122 kejadian 2. Kota Balikpapan: 96 kejadian 3. Kutai Kertanegara : 77 kejadian 47

48 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH KALIMANTAN LAINNY A BANDARA PELABUHAN PERTAMBANGA N BADAN AIR LAHAN KOSONG PERMUKIMAN SAWA H PERTANIAN NON SAWAH SEMAK BELUKAR HUTAN TANAMAN HUTAN SEKUNDER HUTAN PRIMER 48

49 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU KALIMANTAN Bencana alam : kebakaran hutan dan lahan, banjir, dan kekeringan 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Menumbuhkan budaya sadar bencana serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan.; b. sosialisasi dan diseminasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat c. Pemeliharaan dan penataan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, Mahakam dan Barito maupun daerah rawan bencana alam lainnya; d. Membangun dan menumbuhkan kearifan lokal dalam membangun dan mitigasi bencana 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur penanggulangan bencana di pusat dan daerah, b. Meningkatkan monitoring hot spot di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara; c. Monitoring dan pemantauan ancaman bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan serta meningkatkan penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat; d. Simulasi dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat secara berkala dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan; e. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana di 18 Kabupaten/Kota; f. Peningkatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, melalui pembangunan 1 (satu) unit pusat logistik kebencanaan di wilayah pulau Kalimantan yang dapat menjangkau wilayah terpencil. 49

50 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH SULAWESI Wilayah Pulau SULA WESI Kabupaten Ancaman Jenis Bencana 5 Tahun Terakhir Jumlah Kejadian per 5 Tahun BANTAENG Abrasi, karhutla, kekeringan, puting beliung 21 Isu Permasalahan Kapasitas 0.27 Rendah DONGGALA Banjir, tanah longsor, abrasi, kekeringan, letusan gunungapi, GORONTALO Banjir, tanah longsor, puting beliung Sedang 0.45 Sedang KEPULAUAN SANGIHE banjir, abrasi, puting beliung, tanah longsor Rendah KOLAKA KONAWE banjir, karhutla, kekeringan, puting beliung, 21 tanah longsor 1. Tingkat banjir, tanah longsor, kekeringan, puting kerawanan banjir 21 beliung dan longsor tinggi Rendah Rendah KOTA BITUNG KOTA GORONTALO tanah longsor banjir Wilayah kerawanan Rendah Rendah KOTA KENDARI banjir, tanah longsor, puting beliung 15 bencana gempa 0.49 Sedang KOTA MAKASSAR banjir, puting beliung, tanah longsor 4 bumi berada 0.48 Sedang banjir, tanah longsor, gempa bumi, puting pada pusat KOTA MANADO 20 pertumbuhan Rendah beliung KOTA PALU banjir, tanah longsor 5 3. Minimnya 0.45 Sedang kesadaran pemda LUWU TIMUR banjir, puting beliung Sedang dan masyarakat MAMUJU TENGAH banjir Rendah terhadap MAROS banjir, puting beliung Rendah penanggulangan MINAHASA SELATAN banjir, tanah longsor, puting beliung 5 bencana 0.47 Sedang MINAHASA UTARA banjir, tanah longsor Rendah MOROWALI UTARA banjir, tanah longsor PARIGI MOUTONG banjir, tanah longsor, gempa bumi, puting beliung POLEWALI MANDAR banjir, puting beliung, kekeringan POSO banjir, tanah longsor, puting beliung SIGI banjir, tanah longsor TAKALAR banjir, abrasi, kekeringan, puting beliung Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Penurunan Tingkat Peningkatan Internalisasi PRB Kerentanan Kapasitas o Penyediaan EWS bencana banjir, longsor, gempa bumi, tsunami,da Letusan Gn. o Api o Integrasi kajian dan peta risiko bencana dalam RPJMD dan RTRW o Pengenalan, pengkajian, dan pemantauan risiko bencana o o Menumbuhka n budaya sadar bencana Rehab rekons pascabencan a banjir bandang di manado Pemeliharaan dan penataan lingkungan di DAS mamasa, Tondano, Limboto, dan Tempe o o o Pembentukan dan pengembang an destana di 24 Kab/Kota prioritas Pembanguna n 2 unit depo logistik untuk manajemen kebencanaan Pelaksanaan simulasi dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, dan Letusan Gn. Api 50

51 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH SULAWESI Wilayah sulawesi memiliki 3 kabupaten yang tergolong ke dalam risiko bencana sedang, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Sigi, dan Kota Manado, sedangkan sisanya tergolong ke dalam risiko tinggi Wilayah Sulawesi memiliki 7 daerah yang memiliki kapasitas sedang dalam hal penanggulangan bencana, terdiri dari kabupaten mamuju tengah, polewali mandar, Bantaeng, Sigi, Poso, Parigi Moutong, dan Kabupaten Kolaka. Sedangkan kabupaten/kota lainnya tergolong kapasitas rendah Batas IRB Sedang/Tinggi 144,4 Sumber: dibi.bnpb.go.id, diolah Sumber: BNPB,

52 PROYEKSI POTENSI BENCANA WILAYAH PULAU SULAWESI Jenis Bencana yang mendominasi Wilayah Pulau Sulawesi antara lain banjir, tanah longsor, dan puting beliung 52

53 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH SULAWESI LAINNY A BANDARA PELABUHAN PERTAMBANGA N BADAN AIR LAHAN KOSONG PERMUKIMAN SAWA H PERTANIAN NON SAWAH SEMAK BELUKAR HUTAN TANAMAN HUTAN SEKUNDER HUTAN PRIMER 53

54 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU SULAWESI Jenis bencana: banjir, longsor, gempa bumi, letusan gunung api dan kekeringan 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Menumbuhkan budaya sadar bencana dan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan b. Sosialisasi dan diseminasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat baik melalui media cetak, radio dan televisi pada 24 kabupaten/kota risiko tinggi bencana. c. Rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana banjir bandang di Manado dan daerah pasca bencana alam lainnya. d. Pemeliharaan dan penataan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Mamasa, Tondano, Limboto, Tempe maupun daerah rawan bencana alam lainnya. 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penguatan kapasitas kelembagaan, melalui penyediaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di kabupaten/kota risiko tinggi di Pulau Sulawesi. b. Penyediaan sistem peringatan dini bencana banjir, longsor, gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api c. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) menghadapi bencana gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api. d. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, melalui pembentukan dan pengembangan Desa Tangguh Bencana di 24 kabupaten/kota sasaran di Wilayah Sulawesi. e. Peningkatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan serta pembangunan 2 (dua) unit depo logistik di Wilayah Sulawesi yang dapat menjangkau wilayah bencana secara cepat. f. Melaksanakan simulasi dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat secara berkala dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, longsor, gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api 54

55 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH NUSA TENGGARA WILAYAH PULAU NUSA TENGGARA Kab Prioritas Kota Mataram Lombok Barat Lombok Timur Lombok Tengah Lombok Utara Kota Bima Dompu Bima Kota Kupang Jenis Bencana Ancaman Banjir, Abrasi, Putting Beliung dan Tanah Longsor Banjir, putting beliung, tanah longsor, abrasi, gempa bumi Banjir, putting beliung, gempa bumi, kekeringan Banjir, putting beliung, tanah longsor Banjir, putting beliung, gempa bumi, Abrasi Banjir, putting beliung, tanah longsor Banjir, putting beliung, gempa bumi, kekeringan Banjir, Abrasi, kekekeringan, putting beliung, tanah longsor Banjir, putting beliung, tanah longsor. # Kejadian Bencana Isu Permasalahan Kapasitas Penyelesaian 16 rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir 21 bandang di Kota Bima dan Kab. Bima Penataan bangunan dan lingkungan di sempadan sungai Kapsitas pemerintah dan masyarakat yang masih minim Masyarakat belum mendapatkan informasi bencana dengan baik Masyarakat belum memiliki kesadaran dan pemahaman mengenai bencana Masyarakat di daerah rawan bencana belum siap menghadapi bencana Ngada 0.45 Ende Sikka Banjir, Abrasi, putting beliung Banjir, abrasi, letusan gunung api, putting beliung Manggarai Putting Beliung Alor Belu Banjir, abrasi, putting beliung, tanah longsor Banjir, kekeringan, putting beliung Internalisasi PRB 1. Penyusunan master plan tata ruang kawasan rawan bencana di Kota Bima dan Kab.Bima 2. Kajian risiko bencana 3. Penyusunan rencana kontijenci bencana gempa bumi, leltusan gunung api. Strategi Penanganan (existing) Penurunan Tingkat Kerentanan 1. Percepatan penyelesaian RR Kota Bima dan Kab. Bima 2. Penataan lingkungan dan bangunan di sekitar sempadan sungai 3. Penyediaan sistem peringatn dini bencana letusan gunung api 4. Pembangunna jalur evakuasi Peningkatan Kapasitas 1. Pembentukan desa tangguh bencana 2. Sosialisasi PRB kepada masayrakat 3. Simulasi dan pelatihan pennggulangan bencana

56 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH NUSA TENGGARA Wilayah Nusa Tenggara memiliki 1 kabupaten yang tergolong risiko sedang yaitu Kabupaten Bima sedangkan kabupaten sisanya tergolong ke dalam risiko bencana tinggi Wilayah Kalimantan memiliki 1 kabupaten yang tergolong risiko tinggi yaitu Kabupaten Lombok Tengah sedangkan kabupaten sisanya tergolong ke dalam kapasitas bencana sedang 56

57 PROYEKSI POTENSI BENCANA DI WILAYAH PULAU NUSA TENGGARA ANALISIS KEJADIAN BENCANA Jenis bencana yang paling sering terjadi di wilayah Pulau Nusa Tenggara: 1. Puting beliung : 44% 2. Banjir : 33% 3. Tanah longsor : 8% Kota yang paling sering dilanda bencana adalah 1. Alor : 54 kejadian 2. Bima: 22 kejadian 3. Lombok Timur : 21 kejadian 57

58 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH BALI NUSA TENGGARA HUTAN TANAMA N SEMAK BELUKAR SAWA H LAHAN KOSON G PERTAMBANGA N LAINNY A HUTAN PRIMER HUTAN SEKUNDER PERTANIAN NON SAWAH PERMUKIMAN BADAN AIR BANDARA PELABUHAN 58

59 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU NUSA TENGGARA Jenis Bencana alam : gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, kekeringan, banjir dan longsor 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Mendorong dan menumbuhkan budaya sadar bencana serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan; b. sosialisasi dan diseminasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat c. rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana alam gempa bumi di Lombok Utara, Lombok Timur, letusan gunung api Rokatenda di Kabupaten Sikka dan daerah pasca bencana alam lainnya d. Pemeliharaan, penataan bangunan dan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Dodokan dan Moyosari di NTB dan DAS Benain Aisessa di NTT e. Menumbuhkan kearifan lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, kekeringan, banjir dan longsor 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penguatan kapasitas apratur dan kelembagaan penanggulangan bencana di daerah b. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami, banjir dan letusan gunung di 15 kabupaten/kota sasaran di Kepulauan Nusa Tenggara c. Simulasi dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat secara berkala dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, kekeringan, banjir dan longsor; d. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) pada kawasan rawan dan risiko tinggi bencana tsunami dan letusan gunung api; e. Pengembangan Desa Tangguh Bencana di 15 kabupaten/kota sasaran di Kepulauan Nusa Tenggara; f. Peningkatan kapasitas manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, melalui pembangunan 1 (satu) unit pusat logistik kebencanaan di wilayah Nusa Tenggara yang dapat menjangkau wilayah terpencil 59

60 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH MALUKU Ancaman Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Wilayah Pulau Kabupaten Jenis Bencana 5 Tahun Terakhir Jumlah Kejadian per 5 Tahun Isu Permasalahan Kapasitas Internalisasi PRB Penurunan Tingkat Kerentanan Peningkatan Kapasitas MAL UKU BURU BANJIR 3 HALMAHERA TIMUR Akses daerah yang minim - HALMAHERA UTARA KEPULAUAN SULA Banjir, Letusan gunungapi, puting beliung Banjir, tanah longsor Minimnya kapasitas pemda KOTA TERNATE terhadap PB Banjir, gempa bumi, karhutla, letusan 8 gunungapi, puting beliung, tsunami 3. Minimnya kesadaran dan 0.42 KOTA TIDORE KEPULAUAN - pengetahuan - MALUKU TENGAH masyarakat banjir, tanah longsor, abrasi, kekeringan, 9 terhadap PB puting beliung 4. Belum 0.39 MALUKU TENGGARA PULAU MOROTAI SERAM BAGIAN BARAT banjir, abrasi, puting beliung, tanah longsor Puting beliung banjir, gempa bumi, tanah longsor optimalnya penyebaran informasi peringatan dini bencana SERAM BAGIAN TIMUR banjir, tanah longsor, puting beliung o o Integrasi Kajian dan Peta Risiko dalam RPJMD dan RTRW Harmonisas i kebijakan PB Pusatdaerah o Rehabrekon pascabncan a banjir bandang di Way Ela Kab. Maluku Tengah o Pemelihara an, penataan bangunan dan lingkungan di DAS Wae Hatu Merah Apur Efir o o o Penyediaa n sistem peringatan dini tsunami, letunas Gn. Api, longsor, dan banjir Pengemba ngan destana di 12 Kab/Kota Pembangu nan 1 unit pusat logistik kebencana an 60

61 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH MALUKU Wilayah Maluku memiliki seluruh kabupaten yang tergolong ke dalam risiko bencana tinggi Batas IRB Sedang/Tinggi 144,4 Sumber: dibi.bnpb.go.id, diolah Wilayah Maluku memiliki 4 daerah yang memiliki kapasitas rendah dalam hal penanggulangan bencana, terdiri dari, kabupaten seram bagian barat, maluku tengah, maluku tenggara, halmahera utara. Sedangkan kabupaten/kota lainnya tergolong kapasitas sedang. Indeks Kapasitas Daerah Lokpri Wilayah Maluku Sumber: BNPB,

62 PROYEKSI POTENSI BENCANA WILAYAH PULAU MALUKU Jenis Bencana yang mendominasi Wilayah Pulau Maluku antara lain banjir dan puting beliung 62

63 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH MALUKU LAINNY A BANDARA PELABUHAN PERTAMBANGA N BADAN AIR LAHAN KOSONG PERMUKIMAN SAWA H PERTANIAN NON SAWAH SEMAK BELUKAR HUTAN TANAMAN HUTAN SEKUNDER HUTAN PRIMER 63

64 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU MALUKU Jenis ancaman dominan: banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrim dan abrasi 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Mendorong dan menumbuhkan budaya sadar bencana dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. b. sosialisasi dan diseminasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat yang difokuskan di 12 kabupaten/kota. c. Rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana alam banjir bandang di Way Ela Kabupaten Maluku Tengah dan daerah pasca bencana alam lainnya. d. Pemeliharaan, penataan bangunan dan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Wae Hatu Merah Apur Efir maupun daerah rawan bencana alam lainnya. e. Membangun dan menumbuhkan kearifan lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi, banjir, longsor dan letusan gunung api 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur penanggulangan bencana di pusat dan daerah. b. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami, letusan gunung api, longsor dan banjir. c. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) menghadapi bencana gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api. d. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana di 12 kabupaten/kota sasaran di wilayah Kepulauan Maluku. e. Manajemen dan pendistribusian logistik kebencanaan, melalui pembangunan 1 (satu) unit pusat logistik di wilayah Pulau Maluku yang dapat menjangkau wilayah pasca bencana yang terpencil. f. Melaksanakan simulasi dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat secara berkala dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di di 12 kabupaten/kota sasaran. 64

65 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH PAPUA Ancaman Kondisi Pelaksanaan (Fakta berdasarkan asumsi dan data) Wilayah Pulau Kabupaten Jenis Bencana 5 Tahun Terakhir Jumlah Kejadian per 5 Tahun Isu Permasalahan Kapasitas Internalisasi PRB Penurunan Tingkat Kerentanan Peningkatan Kapasitas PAP UA KOTA JAYAPURA Banjir, tanah longsor 10 KOTA SORONG MANOKWARI MERAUKE NABIRE RAJA AMPAT SARMI TELUK BINTUNI Banjir, tanah longsor Banjir, gempa bumi, puting beliung Kekeringan Banjir, tanah longsor, puting beliung Banjir, puting beliung Banjir Aksesbilitas daerah minim 2. Kapasitas pemda terkait PB minim 3. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap PB masih minim 4. Penyebaran informasi peringatan dini bencana belum optimal 5. Sos-ek masyarakat kurang TELUK WONDAMA Banjir o Pemanfaata n kajian dan peta risiko untuk penyusunan RPJMD dan RTRW o Penyusunan rencana kontinjensi pada kab/kota o Sosialisasi dan diseminasi PRB di Kota o Penyediaan Sorong, EWS Jayapura, tsunami, Manokwari, longsor, Kab. Nabire, banjir Merauke, o Penyediaan Sarmi, Teluk infrastruktur Bintuni, dan mitigasi dan Raja Ampat kesiapsiagaa o Rehab n rekons (Shelter/TES pascabenca ) na di o Kegiatan Wasior, Kab. PRB Teluk Wondama, Yapen, dan Waropen 65

66 PROFIL KEBENCANAAN WILAYAH PAPUA Wilayah Papua memiliki 1 kabupaten yang tergolong risiko sedang yaitu kab. Kepulauan Yapen, sedangkan kabupaten sisanya tergolong ke dalam risiko bencana tinggi Indeks Risiko Bencana Lokpri Wilayah Papua Tahun 2015 Batas IRB Sedang/Tinggi 144,4 Sumber: dibi.bnpb.go.id, diolah Wilayah Papua memiliki 3 daerah yang memiliki kapasitas Sedang dalam hal penanggulangan bencana, terdiri dari kabupaten Kepulauan Yapen, Manokwari, Raja Ampat, Sedangkan kabupaten/kota lainnya tergolong ke dalam kapasitas rendah. Indeks Kapasitas Daerah Lokpri Wilayah Papua Sumber: BNPB,

67 PROYEKSI POTENSI KEBENCANAAN WILAYAH PAPUA Jenis Bencana yang mendominasi Wilayah Pulau Papua merupakan bencana hidrometeorologi, antara lain banjir, tanah longsor, dan puting beliung 67

68 PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH PAPUA LAINNY A BANDARA PELABUHAN PERTAMBANGA N BADAN AIR LAHAN KOSONG PERMUKIMAN SAWA H PERTANIAN NON SAWAH SEMAK BELUKAR HUTAN TANAMAN HUTAN SEKUNDER HUTAN PRIMER 68

69 STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA WILAYAH PULAU PAPUA Jenis ancaman bencana yang dominan di Pulau Papua : banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami 1. Internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan 2. Penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana a. Penguatan sosialisasi dan diseminasi pengurangan risiko bencana di Kota Sorong, Jayapura, Manokwari, Kabupaten Nabire, Merauke, Sarmi, Teluk Bituni dan Raja Ampat. b. Penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana alam di Wasior Kabupaten Teluk Wondama, Yapen dan Waropen dan pasca bencana alam lainnya. c. Penataan bangunan dan lingkungan permukiman yang berada di lokasi rawan bencana. d. Mendorong dan menumbuhkan kearifan lokal masyarakat Papua untuk pengurangan risiko bencana 3. Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, a. Penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur penanggulangan bencana daerah. b. Penyediaan sistem peringatan dini bencana tsunami, longsor, banjir di Sorong, Manokwari, Nabire dan Sarmi serta memastikan berfungsinya sistem peringatan dini dengan baik. c. Penyediaan infrastruktur mitigasi dan kesiapsiagaan (shelter/tempat evakuasi sementara, jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi) menghadapi bencana, yang difokuskan pada kawasan rawan dan risiko tinggi bencana. d. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana di Kota Sorong, Jayapura, Manokwari, Kabupaten Nabire, Merauke, Sarmi, Teluk Bintuni dan Raja Ampat. e. Pembangunan 1 unit pusat logistik kebencanaan di Wilayah Papua, yang dapat menjangkau wilayah terpencil. f. Melaksanakan simulasi tanggap darurat secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana di Sorong, Manokwari, Nabire, Teluk Bituni, Teluk Wondama dan Sarmi 69

70 BAB VI. PENUTUP 6.1. Kaidah Pelaksanaan RIPB Tindak Lanjut Penjabaran RIPB di tingkat Wilayah dan Daerah

71 KESINAMBUNGAN IMPELEMENTASI DAN RANCANGAN TEMA DAN PRIORITAS NASIONAL RKP

72 PRIORITAS NASIONAL 2: PENGURANGAN KESENJANGAN ANTARWILAYAH MELALUI PENGUATAN KONEKTIVITAS DAN KEMARITIMAN DALAM RKP

73 Tahapan Penyusunan RIPB Finalisasi Proses Penyusunan RIPB Pembahasan Tema Outline Jangka Waktu Dokumen RIPB (September 2017 ) FGD lintas stakeholders (Cemara, November 2017) Tindak lanjut Pusgen ITB (16 Januari 2018) Rapat Koordinasi Penyusunan Proyek Prioritas Bencana RKP 2019 (6 Februari 2018 di Bappenas & BNPB) Pertemuan Es 1 2 Bappenas terkait RIPB (Selasa, 13 Februari 2017) Finalisasi Draft RIPB Februari Maret 2018 PERPRES (APRIL 2018) Pembentukan Tim Perumus Tim Teknis Tim Asistensi (Agustus 2017) FGD Investasi PRB terkait RIPB (Bappenas, Oktober 2017) Seminar Hazards Geo Hidro Non Alam (11 12 Jan 2018) Tindak lanjut konsultasi ke K/L (23 31 Jan 2018 Tindak lanjut konsultasi ke K/L (23 31 Jan 2018 Sosialisasi RIPB (21 Feb 2018): Menteri PPN/Bappenas Kepala BNPB Kepala BMKG Menteri PUPR Launching RIPB (Maret 2018) 73

74 TINDAK LANJUT PROSES RAPERPRES RIPB 74

75 TERIMA KASIH DAN MOHON MASUKAN 75

NO. JUMLAH PENCA BERAT NO. JUMLAH PENCA BERAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA

NO. JUMLAH PENCA BERAT NO. JUMLAH PENCA BERAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31/HUK/2010 TANGGAL : 26 APRIL 2010 TENTANG : PENETAPAN NAMA-NAMA PENYANDANG CACAT BERAT PENERIMA BANTUAN DANA JAMINAN SOSIAL TAHUN 2010 NO.

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar (Perbatasan) No Provinsi No Kabupaten / Kota Status 1 Sambas Perbatasan 2 Bengkayang Perbatasan 1 Kalimantan Barat

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa guna mendukung

Lebih terperinci

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 212 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 KEMENTERIAN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 1 IKHTISAR MENURUT SATKER

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar () No Provinsi Kabupaten / Kota Status Sambas Bengkayang 1 Kalimantan Barat Sanggau Sintang Kapuas Hulu Nunukan 2

Lebih terperinci

NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014

NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014 NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014 NO NAMA SATKER BADAN KETAHANAN PANGAN, KEMENTERIAN PERTANIAN DKI JAKARTA 1 DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN PROVINSI DKI JAKARTA

Lebih terperinci

Daftar Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T)

Daftar Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) Page 1 of 7 Daftar Daerah, Terdepan dan Terluar (3T) Daftar Daerah, Terdepan dan Terluar No Provinsi Kabupaten / Kota Status 1 Kalimantan Barat 2 Kalimantan Timur 3 Sulawesi Utara 4 Nusa Tenggara Timur

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (T) Daftar Daerah T [LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN] DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar () No 6 7 Provinsi

Lebih terperinci

PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016

PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat 5 Aceh 5 BNN Kab. Subulussalam

Lebih terperinci

DAERAH PENGHASIL DAN RENCANA PENERIMAAN SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2003

DAERAH PENGHASIL DAN RENCANA PENERIMAAN SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2003 I Nanggroe Aceh Darusallam 27,000,000 1,201,858,630 1,228,858,630 27,000,000 30,670,630 0 1,085,445,000 0 85,743,000 1 Kab. Nagan Raya KK 0 309,348,000 309,348,000 0 0 0 309,348,000 0 0 2 Kab. Aceh Barat

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016)

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) NO PER 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat

Lebih terperinci

KAWASAN PERKEBUNAN. di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014

KAWASAN PERKEBUNAN. di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014 KAWASAN PERKEBUNAN di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014 FOKUS KOMODITI 1. Tebu 2. Karet 3. Kakao 4. Kopi (Arabika dan Robusta) 5. Lada 6. Pala 7. Sagu KAWASAN TEBU

Lebih terperinci

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 213 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 KEMENTERIAN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 1 IKHTISAR MENURUT SATKER

Lebih terperinci

DAERAH JUMLAH PROPINSI (A)

DAERAH JUMLAH PROPINSI (A) RINCIAN DANA KONTINJENSI UNTUK BANTUAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG MENGALAMI SURPLUS MARJINAL SETELAH PENGALIHAN PERSONIL, PERALATAN, PEMBIAYAAN DAN DOKUMEN (P3D) Lampiran I NO DAERAH JUMLAH PROPINSI

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Utara 4 4 BNN Kab. Aceh Besar 5 Aceh 5 BNN Kab. Aceh Barat 6 6 BNN Kab. Subulussalam 7 7 BNN Kab.

Lebih terperinci

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016 Provinsi Bali 1. Kabupaten Badung 2. Kabupaten Bangli 3. Kabupaten Buleleng 4. Kabupaten Gianyar 5. Kabupaten Jembrana 6. Kabupaten Karangasem 7. Kabupaten Klungkung 8. Kabupaten Tabanan 9. Kota Denpasar

Lebih terperinci

PERAN KEDEPUTIAN PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA

PERAN KEDEPUTIAN PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA PERAN KEDEPUTIAN PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG PENANGGULANGAN B. Wisnu Widjaja Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan TUJUAN PB 1. memberikan perlindungan kepada masyarakat

Lebih terperinci

KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara

KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL 2012 REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara 2 Bali Kabupaten Badung 1 Kabupaten Bangli 1 Kabupaten Buleleng

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH AFIRMASI LPDP TAHUN 2018

DAFTAR DAERAH AFIRMASI LPDP TAHUN 2018 DAFTAR DAERAH AFIRMASI LPDP TAHUN 2018 No. Kabupaten / Kota Provinsi 1 Aceh Singkil Aceh 2 Nias Sumatera Utara 3 Nias Selatan Sumatera Utara 4 Nias Utara Sumatera Utara 5 Nias Barat Sumatera Utara 6 Kepulauan

Lebih terperinci

KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012

KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012 KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012 NAMA DAERAH Kabupaten Kota Total Bali NT 19 2 21 Bali 7 1 8 Kabupaten Badung 1 1 Kabupaten Bangli 1 1 Kabupaten Buleleng 1 1 Kabupaten

Lebih terperinci

Tabel 2 Perkembangan dan Proyeksi Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Tertinggal KODE KABUPATEN

Tabel 2 Perkembangan dan Proyeksi Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Tertinggal KODE KABUPATEN 1101 Simeulue 62,52 62,70 62,75 62,84 62,91 62,98 63,05 63,12 63,21 63,29 63,38 63,46 63,55 63,63 63,72 1102 Aceh Singkil 63,16 64,00 64,27 64,46 64,69 64,92 65,10 65,28 65,58 65,89 66,19 66,49 66,79 67,10

Lebih terperinci

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003 DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM UNTUK

Lebih terperinci

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten NAD (Nangroe Aceh Darussalam) Aceh Barat 246.087 Aceh Besar 15.652 Aceh Jaya 110.251 Aceh Singkil 3162.965 Aceh Tamiang 9919.959 Aceh Timur 5466.242 Kota Banda Aceh

Lebih terperinci

UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011

UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011 UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mengundang calon penyedia barang/jasa guna berpartisipasi mengajukan penawaran

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Utara 4 4 BNN Kab. Aceh Besar 5 Aceh 5 BNN Kab. Aceh Barat 6 6 BNN Kab. Subulussalam 7 7 BNN Kab.

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL

DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL LAMPIRAN A1 : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 09/PRT/M/2009 TANGGAL : 17 APRIL 2009 DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA KET 1 N A D KABUPATEN ACEH TIMUR

Lebih terperinci

Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki / Unit

Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki / Unit Nama Penyedia : PT Suzuki Indomobil Sales Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 19 - Pulogadung, Jakarta Merk : Suzuki Type : DT 15A Periode : 1 Januari 2016-31 Desember 2016 Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013 PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013 SATKER PAGU REALISASI % DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN PROVINSI DKI JAKARTA 3,025,650,000 2,207,781,900 72.97 BADAN KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

FORMULIR 3 RENCANA KERJA KEMENTRIAN/LEMBAGA (RENJA-KL) TAHUN ANGGARAN 2016

FORMULIR 3 RENCANA KERJA KEMENTRIAN/LEMBAGA (RENJA-KL) TAHUN ANGGARAN 2016 FORMULIR 3 RENCANA KERJA KEMENTRIAN/LEMBAGA (RENJA-KL) TAHUN ANGGARAN 2016 1. Kementrian/Lembaga : KEMENTERIAN PERTANIAN 2. Program : Program Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan Berkelanjutan 3.

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA NO PROVINSI DK KABUPATEN JUMLAH PESERTA JML PESERTA PROVINSI 1 A C E H 1 Kab. Aceh Besar 30 180 2 Kab. Aceh Jaya 30 3 Kab. Bireuen 30 4 Kab. Pidie 30 5 Kota Banda Aceh 30 6 6 Kota Lhokseumawe 30 2 BANGKA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.39/MEN/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL DAFTAR DAERAH TERTINGGAL DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN DAN TERLUAR (PERBATASAN) TAHUN 0 Dalam rangka pelaksanaan Beasiswa Afirmasi, Khususnya pemilihan Daerah yang termasuk dalam katagori Daerah

Lebih terperinci

Daftar Daerah Tertinggal

Daftar Daerah Tertinggal DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN DAN TERLUAR (PERBATASAN) TAHUN 2015 Dalam rangka pelaksanaan Beasiswa Afirmasi, Khususnya pemilihan Daerah yang termasuk dalam katagori Daerah Tertinggal, Terdepan dan

Lebih terperinci

SARANA PRASARANA PENGOLAHAN YANG DIBANGUN DITJEN P2HP,

SARANA PRASARANA PENGOLAHAN YANG DIBANGUN DITJEN P2HP, SARANA PRASARANA PENGOLAHAN YANG DIBANGUN DITJEN P2HP, 2009-2014 Rumah Kemasan Bangsal Pengoalhan 4 Unit / 110 Ton 5 Unit / 50 Ton / 3 Ton Rumah Kemasan Bangsal Pengolahan 7 Unit / 320 Ton 9 Unit / 100

Lebih terperinci

Lampiran : Keputusan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor : 339/KEP/M-PDT/XII/2012

Lampiran : Keputusan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor : 339/KEP/M-PDT/XII/2012 Lampiran : Keputusan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor : 339/KEP/M-PDT/XII/2012 Tanggal : 20 Desember 2012 RINCIAN LOKASI DAN ALOKASI DAERAH PENERIMA BANTUAN SOSIAL BIDANG PENGEMBANGAN DAERAH

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN LOKASI

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN LOKASI 2013, No.1161 4 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN DESA YANG BERBASIS PENGURANGAN RISIKO BENCANA

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN DESA YANG BERBASIS PENGURANGAN RISIKO BENCANA KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN DESA YANG BERBASIS PENGURANGAN RISIKO BENCANA DISAMPAIKAN OLEH : EKO PUTRO SANDJOJO MENTERI DESA, PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014

Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014 Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014 NO WILAYAH KERJA KANTOR REGIONAL I YOGYAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH Pemerintah

Lebih terperinci

PENATAAN RUANG KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

PENATAAN RUANG KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS) SERI REGIONAL DEVELOPMENT ISSUES AND POLICIES (14) PENATAAN RUANG KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS) November 2011 1 KATA PENGANTAR Buklet nomor

Lebih terperinci

PENURUNAN INDEKS RISIKO BENCANA DI INDONESIA

PENURUNAN INDEKS RISIKO BENCANA DI INDONESIA PENURUNAN INDEKS RISIKO BENCANA DI INDONESIA 14 DESEMBER 2016 DISIAPKAN OLEH : DIREKTORAT PRB, BNPB INDONESIA DAN BENCANA Secara geografis Indonesia terletak pada rangkaian cincin api yang membentang sepanjang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN 2015-2019 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015 REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015 No. SATKER PAGU ANGGARAN (RP.) REALISASI (RP.) % 1 019032 DINAS KELAUTAN, PERTANIAN DAN KETAHANAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN XIX PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XIX PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 1 Provinsi Sumatera Utara 39.666.323 2 Provinsi Sumatera Barat 41.853.286

Lebih terperinci

TRIWULAN IV (Oktober-Desember 2014)

TRIWULAN IV (Oktober-Desember 2014) Total 33 JAWA TENGAH 2 3375 KOTA PEKALONGAN 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100,00 Sangat Mendukung 14 RIAU 1 1471 KOTA PEKAN BARU 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 95,00 Sangat Mendukung 21 KEPULAUAN RIAU 1 2171 KOTA BATAM 2 1

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota 1 2 3 4 1. Aceh 12 5 1 Kabupaten Aceh Barat Aceh 2 Kabupaten Nagan Raya Aceh 3 Kabupaten

Lebih terperinci

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 211 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 DEPARTEMEN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 SEMULA SETELAH 1 IKHTISAR

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH DAN JUMLAH PIUTANG AWAL DANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011

DAFTAR DAERAH DAN JUMLAH PIUTANG AWAL DANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011 6 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor 5/PMK.07/2014 TENTANG PENYELESAIAN PIUTANG PEMERINTAH KEPADA PEMERINTAH DAERAH ATAS SISA DANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH

Lebih terperinci

TARGET PROGRES BULANAN PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014

TARGET PROGRES BULANAN PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014 ROMS - 1 (kumulatif) 216 212 4 4 212 2 0 214 0 0 214 2 0 1 Nanggroe Aceh Darussalam 16 16 0 0 16 0 0 16 0 0 16 0 0 1 Aceh Besar 4 4 0 0 4 0 0 4 0 0 4 0 0 2 Pidie 4 4 0 0 4 0 0 4 0 0 4 0 0 3 Bireuen 8 8

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Jenis Bencana Jumlah Kejadian Jumlah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Jenis Bencana Jumlah Kejadian Jumlah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bencana banjir berdasarkan data perbandingan jumlah kejadian bencana di Indonesia sejak tahun 1815 2013 yang dipublikasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan

Lebih terperinci

Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya

Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Nanggroe Aceh Drslm 30 17 11 2 Rp 4,971,210,858.00 1 Kab. Pidie 3 3 - - Rp 504,893,559.00 2 Kab. Aceh Utara 6 5 1 - Rp

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31 / HUK /2010 TENTANG

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31 / HUK /2010 TENTANG SALINAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31 / HUK /2010 TENTANG PENETAPAN NAMA NAMA PENYANDANG CACAT BERAT PENERIMA BANTUAN DANA JAMINAN SOSIAL TAHUN

Lebih terperinci

M E M O R A N D U M NO. 072 /Dt.2.3.M/05/2017

M E M O R A N D U M NO. 072 /Dt.2.3.M/05/2017 Yth. Dari Perihal KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA : Daftar Terlampir M E M O R A N D U M NO. 072 /Dt.2.3.M/05/2017 : Direktur Daerah,

Lebih terperinci

Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality)

Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) 1100 Prov. Dista Aceh 1100 Prov. Dista Aceh 1105 Kab. Aceh Barat 1105 Kab. Aceh Barat 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1102 Kab. Aceh Tenggara

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO. DK KABUPATEN/KOTA 1 DKI 1 Kota Jakarta Selatan 50 250 2 Kota Jakarta Barat 50 3 Kota Jakarta Timur 50 4 Kota Jakarta

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN DAERAH DI KABUPATEN RAWAN BENCANA

KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN DAERAH DI KABUPATEN RAWAN BENCANA KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN DAERAH DI KABUPATEN RAWAN BENCANA Dinamika Bumi sejak 180 Jt th Yang Lalu 2 Bumi Bumi selalu bergerak dinamis, menyebabkan gempa

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 kd_ prov PROVINSI kd_ kota KOTA/KABUPATEN NILAI FASILITASI NILAI OUTPUT NILAI AKHIR 35 JAWA TIMUR 3501 KAB. PACITAN 90,2 100,0

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 PROVINSI KOTA/KABUPATEN P P M Pelatihan Sosiali sasi RLF MK Infrastruktur LOCAL GOV'T BLM NILAI KINERJA

Lebih terperinci

Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019)

Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019) Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019) No Provinsi Akhir Masa Jabatan 1. Sumut 17-06-2018 2. Sumsel

Lebih terperinci

ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM

ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM (dalam ribuan rupiah) RUPIAH MURNI NO. SATUAN KERJA NON PENDAMPING PNBP PINJAMAN

Lebih terperinci

PENYUSUNAN PROFIL PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016

PENYUSUNAN PROFIL PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 PENYUSUNAN PROFIL PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 Depok, 29-31 Agustus 2016 PUSAT KRISIS KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PENDAHULUAN Pusat Krisis Kesehatan pada

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI Manual Prosedur Edisi Pertama September 2013 1 Banten Banten Banten 1. Barat 2. Barat Daya 3. Besar 4. Jaya 5. Selatan 6. Singkil 7. Tamiang 8. Tengah 9. Tenggara 10.

Lebih terperinci

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab.

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab. ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882,904.00 2 Kab. Bangka DBH SDA 57,289,532,092.00 3 Kab. Bangka DAU

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO 1 DKI JAKARTA 6 630 1 Jakarta Pusat 110 2 Jakarta Utara 110 3 Jakarta Barat 110 4 Jakarta Selatan 135 5 Jakarta Timur 135

Lebih terperinci

PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI BAGI NELAYAN

PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI BAGI NELAYAN PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI BAGI NELAYAN NO Provinsi No Kabupaten/Kota 1 Aceh 12,991 7,812 1 Kab. Aceh Barat 175 139 2 Kab. Aceh Besar 278 230 3 Kab. Aceh Selatan 1,881 1,261 4 Kab. Aceh Singkil 754

Lebih terperinci

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jl. Tentara Pelajar No.3 A, Bogor 16111 Tel. 0251-337975 Fax. 0251-338820 E-mail.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 TENTANG PENETAPAN SIMPUL JARINGAN TRANSPORTASI JALAN UNTUK TERMINAL PENUMPANG TIPE A DI SELURUH INDONESIA DIREKTUR JENDERAL

Lebih terperinci

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012 KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012 No. Provinsi Kab/Kota 1 Provinsi Nangroe Aceh Kab. Aceh Barat Darussalam Kab. Aceh Barat Daya Kab. Aceh Jaya Kab. Aceh

Lebih terperinci

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten

Lebih terperinci

PERTEMUAN TIGA PIHAK PENYUSUNAN RKP 2018 BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA

PERTEMUAN TIGA PIHAK PENYUSUNAN RKP 2018 BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERTEMUAN TIGA PIHAK PENYUSUNAN RKP 2018 BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Ph.D Direktur Daerah

Lebih terperinci

DAFTAR SATUAN KERJA TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

DAFTAR SATUAN KERJA TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DAFTAR SATUAN KERJA DAN TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM NO. KAB/KOTA 1 PENATAAN RUANG - - 32 32 2 SUMBER DAYA AIR 28 132-160 3 BINA MARGA 31 - - 31 59 132 32 223 E:\WEB_PRODUK\Agung\Pengumuman\NAMA

Lebih terperinci

DAFTAR PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH AKHIR JABATAN AKHIR JABATAN

DAFTAR PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH AKHIR JABATAN AKHIR JABATAN DAFTAR PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 Jambi 3/8/2010 2 Kalimantan Tengah 4/8/2010 5/6/2010 3 Kalimantan Selatan 5/8/2010 4 Sulawesi Utara 13/08/2010 5 Sumatera Barat

Lebih terperinci

PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) SERENTAK Tingkat provinsi (7 daerah) Tingkat kabupaten / kota. Aceh (Kota, 4 daerah dan Kabupaten, 16 daerah)

PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) SERENTAK Tingkat provinsi (7 daerah) Tingkat kabupaten / kota. Aceh (Kota, 4 daerah dan Kabupaten, 16 daerah) PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) Pemilihan umum Gubernur Aceh 2017 (Banda Aceh) Pemilihan umum Gubernur Bangka Belitung 2017 (Sungai Liat) Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 (Jakarta) Pemilihan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN PENETAPAN ALOKASI DANA STIMULAN

Lebih terperinci

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAFTAR NAMA PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI (UPDATED 30 MARET 2017) NO 1 Provinsi Kalimantan Utara 2 Provinsi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK.07/2001 TENTANG PENETAPAN RINCIAN JUMLAH DANA KONTINJENSI UNTUK BANTUAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG MENGALAMI SURPLUS MARJINAL SETELAH PENGALIHAN

Lebih terperinci

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAFTAR NAMA PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI (UPDATED 17 APRIL 2017) NO 1 Provinsi Maluku Utara 2 Kabupaten

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI SELAMAT DATANG

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI SELAMAT DATANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI SELAMAT DATANG WORKSHOP Koordinasi Rekomendasi Kebutuhan Penanganan Daerah Rawan di Daerah Tertinggal Hotel Aston Marina Ancol, Pademangan

Lebih terperinci

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan No.1864, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Perwakilan. Orta. Perubahan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN

Lebih terperinci

C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN)

C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) DAFTAR ISI No. 01. Propinsi Nangroe Aceh Darussalam 10 / 136 23 1. Kabupaten Aceh Selatan 14 24 2. Kabupaten Aceh Sungkil

Lebih terperinci

RANGKUMAN CAPAIAN TAHUN 2016 DAN RENCANA TAHUN 2017 DALAM PENGEMBANGAN DAERAH TERTENTU

RANGKUMAN CAPAIAN TAHUN 2016 DAN RENCANA TAHUN 2017 DALAM PENGEMBANGAN DAERAH TERTENTU Kementerian Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RANGKUMAN CAPAIAN TAHUN 2016 DAN RENCANA TAHUN 2017 DALAM PENGEMBANGAN DAERAH TERTENTU Jakarta, Januari 2017 CAPAIAN BANTUAN PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 414/K/81/MEM/2002 TENTANG PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PERHITUNGAN BAGIAN

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 414/K/81/MEM/2002 TENTANG PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PERHITUNGAN BAGIAN KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 414/K/81/MEM/22 TENTANG PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PERHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL MINYAK BUMI DAN GAS ALAM SERTA PERTAMBANGAN UMUM

Lebih terperinci

KEBUTUHAN FORMASI CPNS BNN TAHUN 2013

KEBUTUHAN FORMASI CPNS BNN TAHUN 2013 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEBUTUHAN FORMASI CPNS BNN TAHUN 2013 LAMPIRAN PENGUMUMAN NOMOR : PENG/01/IX/2013/BNN TANGGAL : 4 SEPTEMBER 2013 No. 1 ACEH BNNP Aceh Perawat D-3 Keperawatan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.10/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN HUTAN LINDUNG DENGAN

Lebih terperinci

LAPORAN MINGGUAN (WEEKLY REPORT) PEKAN KE-3 JUNI KESIAPAN PENYELENGGARAAN PENGAWASAN PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA SERENTAK 2015

LAPORAN MINGGUAN (WEEKLY REPORT) PEKAN KE-3 JUNI KESIAPAN PENYELENGGARAAN PENGAWASAN PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA SERENTAK 2015 LAPORAN MINGGUAN (WEEKLY REPORT) PEKAN KE-3 JUNI KESIAPAN PENYELENGGARAAN PENGAWASAN PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA SERENTAK BAGIAN ANALISIS TEKNIS PENGAWASAN DAN POTENSI PELANGGARAN BIRO HUKUM

Lebih terperinci

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 No 1 Kab. Aceh Selatan 2 Kab. Aceh Singkil 3 Kab. Aceh Tengah

Lebih terperinci

Berikut tempat uji kompetensi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2014 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut tempat uji kompetensi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2014 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tabel Wilayah Tempat Uji Kompetensi Berikut tempat uji kompetensi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2014 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Wila yah Unit Kerja TUK Provinsi Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAFTAR NAMA PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI (UPDATED 08 MEI 2017) NO 1 Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 PROVINSI KOTA/KABUPATEN PARTS MISKIN PARTS PERP PEMILU BKM REALISASI DDUB TRIDAYA SELESAI KUALITAS INFRA

Lebih terperinci

Jakarta, 7 Februari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian PPN/BAPPENAS

Jakarta, 7 Februari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian PPN/BAPPENAS Jakarta, 7 Februari 2011 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian PPN/BAPPENAS Direktif Presiden tentang Penyusunan Masterplan Visi Indonesia 2025 Kedudukan Masterplan dalam Kerangka

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-61/K/SU/2012 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR KEP-06.00.00-286/K/2001

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROGRAM Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan

PELAKSANAAN PROGRAM Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan PELAKSANAAN PROGRAM Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Bidakara Hotel Jakarta, 9 Maret 2014 PROGRAM DALAM RENAS

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, - 1 - PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.79/MENLHK/SETJEN/OTL.0/9/2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN NOMOR P. 10/MENLHK/SETJEN/OTL.0/1/2016

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21 /PRT/M/2010 TANGGAL : 31 Desember 2010 BALAI PEMETAAN TEMATIK DAN PRASARANA DASAR

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21 /PRT/M/2010 TANGGAL : 31 Desember 2010 BALAI PEMETAAN TEMATIK DAN PRASARANA DASAR LAMPIRAN A.1 : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM BALAI PEMETAAN TEMATIK DAN PRASARANA DASAR 110 LAMPIRAN A.2 : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM BALAI INFORMASI LITERAL 111 LAMPIRAN A.3 : PERATURAN MENTERI

Lebih terperinci

LAPORAN PENETAPAN NIP PER INSTANSI

LAPORAN PENETAPAN NIP PER INSTANSI LAPORAN PENETAPAN NIP PER INSTANSI NO LOKASI NAMA INSTANSI FORMASI USUL MASUK DITETAPKAN SISA PENYELESAIAN SISA FORMASI 1 Pusat Kementerian Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan 17 16 16 0 1 2 Pusat Kementerian

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, NTERI AGAMA RI KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM PERCEPATAN MELALUI PENYELENGGARAAN LAYANAN UNGGULAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci