PERFORMANCE KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR TEKSTIL DAN GARMENT YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE
|
|
|
- Handoko Susanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERFORMANCE KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR TEKSTIL DAN GARMENT YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE Dania Yunitasari Sunardi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Jalan Nakula 1 No Semarang [email protected] Telp: (024) Fax: (024) ABSTRAK Kinerja keuangan adalah salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan untuk menggambarkan data keuangan pada laporan periode tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kinerja perusahaan, mengetahui nilai rata-rata semua rasio, mengetahui nilai terendah dan tertinggi dari semua rasio. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rasio likuiditas, aktivitas dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan perusahaan tekstil dan garment periode sebagai objek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata industri dengan rata-rata semua perusahaan dalam keadaan baik. Kata kunci: kinerja keuangan, laporan keuangan, rasio likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas ABSTRACT The financial performance is one measure that can be used to describe a company's financial condition. The financial statements describe the financial data on a particular periode report. The purpose of this study was to determine the growth rate of the company's performance, determine the value of the average of all ratios, determine the lowest and highest value of all ratios. The analytical method used in this research is quantitative descriptive analysis using liquidity ratios, activity and solvency. This study uses the textile and garment companies in as an object of research. The results showed the industry average with the average of all companies in a good condition. Keywords: financial performance, financial statements, liquidity ratio, activity and solvency PENDAHULUAN Di era globalisasi, perkembangan pasar modal di Indonesia berjalan cukup pesat. Aktivitas pasar modal merupakan salah satu satu potensi untuk berkembangnya perekonomian Indonesia. Kehadiran pasar modal memberikan peluang investasi bagi investor untuk menanamkan modal jangka pangjangnya di pasar modal. Industri manufaktur merupakan salah satu bidang industri yang turut bersaing di perekonomian global. Di Indonesia, telah berdiri berbagai jenis perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Mengingat peran sektor manufaktur yang penting yaitu sebagai penyedia berbagai jenis barang kebutuhan manusia, maka sudah seharusnya sektor industri tersebut perlu diberi perhatian khusus untuk mengembangkan produknya guna kelangsungan dan perkembangan usaha sektor manufaktur di Indonesia. Sektor tekstil dan garment saat ini sedang mengalami kritis. Banyak buruh yang di PHK oleh perusahaannya. Seperti yang dilangsir oleh (HarianTerbit.com,Jakarta), menyatakan bahwa Asosiasi Pertekstilan Indonesian (API) mencatat sampai 02 Oktober 2015 sudah ada sebanyak 1
2 buruh pabrik dan tekstil yang dirumahkan oleh perusahaannya karena industri tekstil sedang mengalami kesulitan pemasukan akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Di samping itu sektor tekstil dan garment sangat penting karena sektor tekstil dan garment mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingakn dengan sektor lain. Seperti yang dilangsir oleh (Liputan6.com,Semarang), menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani industri kecil dapat menjadi industri yang dapat diandalkan. Pasalnya, industri tekstil ini mampu menyerap tenaga kerja jauh lebih banyak dibandingkan dengan industri sektor lain. Beliau mengatakan bahwa di Semarang, Jawa Tengah daya serap tenaga sektor tekstil 6,5 kali lipat dibandingkan dengan sektor lain. Penelitian mengenai kinerja keuangan perusahaan sudah banyak yang dilakukan, terutama pada perusahaan dagang, manufaktur dan koperasi. Berdasarkan penelitian Kartini Rezki Anwar (2011), hasil penelitian pada PT. Mega Indah Sari Makassar menunjukkan rasio aktivitas dan rasio profitabilitas mengalami peningkatan. Pada perhitungan rasio aktivitas yang meliputi receivable turnover, inventory turnover, dan total asset turnover. Pada perhitungan rasio profitabilitas yang meliputi gross profit margin, net profit margin dan return on investment. Pada penelitian Swita Angelina Kaunang (2013), hasil penelitian pada PT. Cipta Daya Nusantara Manado menunjukkan rasio likuiditas untuk perhitungan current ratio dan quick ratio dalam keadaan baik, sedangkan cash ratio dalam keadaan kurang baik karena uang kas yang dimiliki perusahaan belum mampu melunasi hutang perusahaan. Dan untuk rasio solvabilitas dapat dilihat bahwa debt to asset ratio cukup meningkat dan untuk debt to equity ratio, LTDtER mengalami penurunan. Selanjutnya untuk rasio rentabilitas mengalami penurunan. Sedangkan pada penelitian Finolitha Yulieth Lahonda, Ventje Ilat, Victorina Z. Tirayoh (2014), hasil penelitian pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Suluttenggo Area Manado menunjukkan rasio likuiditas dalam keadaan kurang baik. Dan untuk rasio solvabilitas dalam keadaan cukup baik. sedangkan untuk rasio profitabiltas dalam keadaan baik. Penelitian ini mensintesa penelitian Swita Angelina Kaunang (2013), dan Finolitha Yulieth Lahonda, Ventje Ilat, Victorina Z. Tirayoh (2014). Terdapat persamaan dan perbedaan pada penelitian Swita Angelina Kaunang (2013) dan Finolitha Yulieth Lahonda, Ventje Ilat, Victorina Z. Tirayoh (2014) dengan penelitian ini. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah menganalisa kinerja keuangan suatu perusahaan. Dan perbedaannya adalah pada objek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan. mengetahui nilai rata-rata dari semua rasio, mengetahui nilai terendah dari semua rasio. Dan mengetahui nilai tertinggi dari semua rasio. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Kinerja Keuangan (Muchlis, 2000), kinerja keuangan adalah prestasi keuangan yang tergambar dalam laporan keuangan perusahaan yaitu neraca rugi-laba dan kinerja keuangan menggambarkan usaha perusahaan (operation income). Profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan asset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Pengertian Analisis Laporan Keuangan 2
3 (Agus, 2001), analisis rasio merupakan hasil dari penganalisaan laporan keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi perusahaan serta struktur modal yang sehat dengan tujuan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat tercapai Rasio Likuiditas Terdapat dua rasio likuiditas yaitu rasio cepat dan rasio kas. Rasio cepat menurut (Kasmir, 2008), menunjukan likuiditas perusahaan yang diukur menggunakan unsur-unsur aktiva lancar yang likuid. Sedangkan rasio kas menurut (Bambang Riyanto, 2001), untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan. Rasio Aktivitas Terdapat dua rasio aktivitas yaitu rasio perputaran piutang dan rasio periode perputaran piutang. Rasio perputaran piutang menurut (Dwi Prastowo dan Rifka Juliaty, 2008), biasanya digunakan dalam hubungannya dengan analisis terhadap modal kerja, karena memberikan ukuran kasar tentang seberapa cepat piutang perusahaan berputar menjadi kas. Sedangkan rasio periode perputaran piutang menurut Werner R. Murhadi (2012), periode pengumpulan piutang mengindikasikan rata-rata lamanya piutang perusahaan yang diberikan kepada konsumennya. Rasio Solvabilitas Terdapat lima rasio solvabilitas yaitu debt ratio, long-term debt to equity, time interestearned ratio, debt service coverage ratio, solvency ratio. Debt ratio menurut (Kasmir, 2008), merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Long-term debt to equity menurut (Kasmir, 2008), merupakan rasio antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Time interest-earned ratio menurut (Kasmir, 2008), menunjukkan besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga hutang jangka panjang. Debt service coverage ratio menurut (Werner R. Murhadi, 2012), menggambarkan jumlah kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban bunga dan pokok utang termasuk di dalamnya alokasi singking fund (yaitu dana yang disisihkan tiap tahun untuk pembayaran kewajiban obligasi pada saat jatuh tempo). Sedangkan solvency ratio menurut (Werner R. Murhadi, 2012), mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Kerangka Pemikiran Data Akuntansi Keuangan Perusahaan- Perusahaan Sektor Tekstil dan Garment yang terdaftar di BEI Performance Kinerja Keuangan Rasio Likuiditas Rasio Aktivitas Rasio Solvabilitas 3 Pembahasan
4 METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi Menurut Mardalis (1989), populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun Sampel Menurut Mardalis (1989), sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan objek dengan kriteria tertentu. Metode Analisis Data Menurut Hasan (2006), analisis data adalah memperkirakan atau dengan menentukan besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu (beberapa) kejadian terhadap suatu (beberapa) kejadian lainnya, serta memperkirakan atau meramalkan kejadian lainnya. Kejadian dapat dinyatakan sebagai perubahan nilai variabel. Analisa Kuantitatif Menurut (Sugiyono 2008), analisis kuantitatif merupakan metode analisis yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu. Analisis data bersifat kuantitatif atau lebih dikenal dengan statistik dilakukan dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Analisa Deskriptif Menurut Sugiyono (2012), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. PEMBAHASAN Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutang jangka pendeknya. Pengukuran rasio likuiditas, dikatakan sebagai pengukuran paling utama bagi para kreditor maupun calon kreditor. Untuk mengetahui besarnya tingkat likuiditas perusahaan, maka digunakan dua rasio yaitu: Rasio Cepat (Quick Ratio) Besarnya nilai rasio cepat pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 1: Tabel 1. Perhitungan Rasio Cepat (Quick Ratio) pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun
5 Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 1 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 0.91 (91%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 0.12 (12%). Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 0.92 (92%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.11 (11%). Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 1.19 (119). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Fibers Tbk sebesar 0.12 (12%). Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 2.03 (203%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.11 (11%). Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 2.80 (280%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar (-928%). 5
6 Rata-rata semua perusahaan 5,00 0,00-5,00-10, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 1. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan rasio cepat tahun Dari gambar 1 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh perusahaan Pan Brothers Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2014 dimiliki oleh perusahaan Polychem Indonesia Tbk. Rasio Kas (Cash Ratio) Besarnya nilai rasio kas pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 2: Tabel 2. Perhitungan Rasio Kas (Cash Ratio) pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 2 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 6
7 Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar 0.36 (36%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk dan perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.01 (1%). Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar 0.26 (26%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar (0.3%). Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 1.19 (119%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Fibers Tbk sebesar 0.12 (12%). Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.75 (75%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar (0.5%). Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 1.74 (174%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar (0.6%). 2,00 1,50 1,00 0,50 Rata-rata semua perusahaan 0, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 2. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan rasio kas tahun Dari gambar 2 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh perusahaan Pan Brothers Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2011 dimiliki oleh perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk. Rasio Aktivitas Rasio ini menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya dalam hal ini mengubah asset nonkas menjadi asset kas. Artinya dalam hal ini adalah mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola persediaan bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi serta kebijakan manajemen dalam mengelola aktiva lainnya dan kebijakan pemasaran. Rasio manajemen aktiva menganalisis hubungan antara laporan laba-rugi, khususnya penjualan dengan unsur-unsur yang ada pada neraca, khususnya unsur-unsur aktiva. Untuk mengetahui besarnya tingkat aktivitas perusahaan, maka digunakan dua rasio yaitu: Receivables Turnover Ratio (RTR) 7
8 Besarnya nilai RTR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 3: Tabel 3. Perhitungan RTR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 3 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 21.17x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 3.86x. Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 16.43x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 3.85x. Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 16.88x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 3.97x. Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 15.81x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 1.12x. Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 16.76x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 2.85x. 8
9 Rata-rata semua perusahaan 25,00 20,00 15,00 10,00 5,00 0, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 3. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan RTR tahun Dari gambar 3 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2010 dicapai oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2013 dimiliki oleh perusahaan Ricy Putra Globalindo Tbk. Days of Sales Outstanding (DSO) Besarnya nilai DSO pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 4: Tabel 4. Perhitungan DSO pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 4 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 9
10 Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar hari. Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar hari. Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar hari. Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar hari. Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar hari. Rata-rata semua perusahaan 350,00 300,00 250,00 200,00 150,00 100,00 50,00 0, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 4. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan DSO tahun Dari gambar 4 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2013 dicapai oleh perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2010 dimiliki oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi segala kewajiban finansialnya seandainya perusahaan tersebut pada saat itu dilikuidasi. Dengan demikian solvabilitas berarti kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya, baik hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek. Untuk mengetahui besarnya tingkat solvabilitas perusahaan, maka digunakan lima rasio yaitu: Debt Ratio (DR) Besarnya nilai DR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 5: Tabel 5. Perhitungan DR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun
11 Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 5 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 2.98 (298%). Rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora sebesar 0.23 (23%). Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 2.99 (299%). Rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti CorporaTbk sebesar 0.21 (0.21%). Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 2.98 (298%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 0.37 (37%). Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk dimiliki sebesar 3.34 (334%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 0.43 (43%). Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 4.30 (430%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk dan Eratex Djaya Tbk sebesar 0.37 (37%). 11
12 Rata-rata semua perusahaan 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 5. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan DR tahun Dari gambar 5 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2011 dimiliki oleh perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk. Long-Term Debt to Equity (LTDE) Besarnya nilai LTDE pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 6: Tabel 6. Perhitungan LTDE pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 6 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 12
13 Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya sebesar Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Panasia Indo Resource Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan perusahaan Argo Pantes sebesar Rata-rata semua perusahaan ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 6. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan LTDE tahun Dari gambar 6 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2011 dicapai oleh perusahaan Argo Pantes Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2014 dimiliki oleh perusahaan Argo Pantes Tbk. Time Interest-Earned Ratio (TIER) Besarnya nilai TIER pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 7: Tabel 7. Perhitungan TIER pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk
14 Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 7 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ever Shine Tex Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar Rata-rata semua perusahaan 100,00 50,00 0,00-50,00-100,00-150, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 7. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan TIER tahun Dari gambar 7 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2013 dicapai oleh perusahaan Ever Shine Tex Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2011 dimiliki oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk. Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 14
15 Besarnya nilai DSCR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 8: Tabel 8. Perhitungan DSCR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 8 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Panasia Indo Resource Tbk sebesar Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar
16 Rata-rata semua perusahaan 0,30 0,20 0,10 0,00-0,10-0, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 8. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan DSCR tahun Dari gambar 8 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2011 dicapai oleh perusahaan Polychem Indonesia, sedangkan nilai terendah pada tahun 2013 dimiliki oleh perusahaan Panasia Indo Resource Tbk. Solvency Ratio (SR) Besarnya nilai SR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 9: Tabel 9. Perhitungan SR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun Nama Perusahaan Rata-rata Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk Century Textile Industry Tbk Eratex Djaya Tbk Ever Shine Tex Tbk Panasia Indo Resource Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tbk Asia Pasific Fibers Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 9 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun , yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 16
17 Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Ever Shine Tex Tbk sebesar Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar Rata-rata semua perusahaan 0,40 0,30 0,20 0,10 0,00-0,10-0,20-0, ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata Gambar 9. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan SR tahun Dari gambar 9 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2011 dicapai oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2014 dimiliki oleh perusahaan Argo Pantes Tbk. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian analisis laporan keuangan perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Berdasarkan analisis likuiditas perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode dengan menggunakan rasio cepat dapat dilihat kinerja perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Sedangkan 17
18 dengan menggunakan rasio kas dapat dilihat kinerja perusahaan Pan Brothers Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. 2. Berdasarkan analisis aktivitas perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode dengan menggunakan RTR dan DSO dapat dilihat kinerja perusahaan Argo Pantes Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. 3. Berdasarkan analisis solvabilitas perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode dengan menggunakan DR dapat dilihat kinerja perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Dengan menggunakan rasio LTDE dapat dilihat kinerja perusahaan Century Textile Industry Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Untuk TIER dapat dilihat kinerja perusahaan Argo Pantes Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Sedangkan dengan menggunakan rasio DSCR dan SR dapat dilihat kinerja perusahaan Pan Brothers Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Saran Saran yang dapat diberikan penulis, antara lain: 1. Bagi calon investor dalam melakukan investasi pada perusahaan tekstil dan garment harus memperhatikan kinerja perusahaannya, agar investasi yang dilakukan nantinya dapat mendatangkan keuntungan yang lebih baik. 2. Bagi peneliti yang akan datang hendaknya mengupas lebih dalam laporan keuangan sehingga dapat diketahui penyebab rasio itu baik atau buruk dan hendaknya menambah referensi. DAFTAR PUSTAKA Anwar, K. R. (2011). Analisis Kinerja Keuangan Pada PT Mega Indah Sari Makassar. Darminto, D. P. (2008). Analisis Laporan Keuangan dan Aplikasi. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manejemen YKPN. Kaunang, S. A. (2013, Desember). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Cipta Daya Nusantara Manado. Jurnal Emba, Vol 1, Lahonda, F. Y. (2014, Maret). Analisis Kinerja Keuangan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Suluttenggo Area Manado. Jurnal Emba, Vol 2, Murhadi, W. R. (Jakarta). Analisis Laporan Keuangan, Proyeksi dan Valuasi Saham. Salemba Empat. 18
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Nia Kania Nur aeni, 2014
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan ekonomi yang pesat mengakibatkan dunia usaha menghadapi permasalahan yang semakin kompleks dan dinamis, khususnya dalam hal manajemen keuangan.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perkembangan industri manufaktur memicu perkembangan sektor
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan industri manufaktur memicu perkembangan sektor industri jasa dan perdagangan, perkembangan industri yang pesat membawa implikasi pada persaingan
Perusahaan Tekstil & Garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Lampiran 1 Perusahaan Tekstil & Garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) KRITERIA PENENTUAN SAMPEL EMITEN 1 2 3 1 PT. Roda Vivatex Tbk RDTX 2 PT. Apac Citra Centretex Tbk MYTX 3 PT. Argo Pantes
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil perhitungan variable independen model Altman ( Z-Score )
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil perhitungan variable independen model Altman ( Z-Score ) Uraian pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa model Altman (Z-Score) yang telah dikemukakan Altman
BAB I PENDAHULUAN. para stakeholder. Adapun tujuan perusahaan antara lain untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para stakeholder.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Indofarma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan
Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode
Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode tertentu. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada hakekatnya laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukomunikasikan
ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO KEUANGAN PADA PT. INDOSAT, Tbk YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE
ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO KEUANGAN PADA PT. INDOSAT, Tbk YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009-2013 Sutoro, Arna Suryani, Evi Adriani Abstract This research aims to identify
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Data yang diperlukan berupa laporan keuangan perusahaan Tekstil 2008-2012. Namun sebagian
BAB III METODE PENELITIAN. angka-angka yang menunjukan jumlah atau banyaknya sesuatu, yaitu laporan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Efek Indonsia. Penelitian ini di lakukan pada Perusahaan Tekstil Yang Terdaftar di Bursa 3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Jenis Analisis Rasio Keuangan 2.1.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan tertentu antara elemen
Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan pada PT Kalbe Farma Tbk
Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan pada PT Kalbe Farma Tbk Oleh : Febriani Asmorowati Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro Semarang email
ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK.
ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK. Nama : Annisa Damayanti Puspitasari NPM : 21213127 Kelas : 3EB03 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dini
BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Simpulan rinci yang didapatkan dari perhitungan analisis rasio keuangan yang telah dilakukan sebagai salah satu dasar penilaian kinerja keuangan pada PT Ace Hardware Indonesia
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Industry) dan produk yang dihasilkan pun bermacam-macam dengan semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada saat ini begitu banyak perusahaan manufaktur yang berkembang di Indonesia, terutama perusahaan disektor barang konsumsi (Consumer Goods Industry) dan
BAB I LATAR BELAKANG
BAB I LATAR BELAKANG A. Latar Belakang Penelitian Pasar modal merupakan alternatif investasi yang semakin memasyarakat namun banyak hal yang harus diketahui oleh investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Analisis Rasio Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Analisis rasio adalah suatu metode Analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi
Lampiran 1 Kode Nama Emiten Tanggal IPO No. Saham
Lampiran 1 Daftar perusahaan yang memenuhi kriteria sampel pada sektor industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2013 adalah : No. Kode Saham Nama Emiten Tanggal IPO
Manajemen Keuangan. Memahami Kondisi dan Kinerja Keuangan Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Manajemen Keuangan Modul ke: Memahami Kondisi dan Kinerja Keuangan Perusahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Basharat Ahmad Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Analisa Rasio Keuangan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk. yang selanjutnya dibandingkan dengan PT. PP London Sumatra Tbk. dengan menggunakan
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TOKO GUNUNG AGUNG, Tbk TAHUN
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TOKO GUNUNG AGUNG, Tbk TAHUN 2008-2012 NAMA : DEWI KUSUMASTUTI KELAS : 3EB15 NPM : 21210905 FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : AKUNTANSI Latar Belakang Masalah Analisis laporan
Bab 9 Teori Rasio Keuangan
D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 123 Bab 9 Teori Rasio Keuangan Mahasiswa diharapkan dapat memahami mengenai jenis dan pembagian laporan keuangan serta mengerti tentang perhitungan tentang rasio
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Keuangan 2.1.1 Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan antara elemen satu dengan elemen lain dalam suatu laporan keuangan
BAB II LANDASAN TEORI
20 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Keuangan Pengertian manajemen keuangan menurut beberapa pendapat, yaitu: Segala aktifitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Laba Setiap perusahaan pasti menginginkan memproleh laba yang maksimal atas usaha yang dikelolanya sehingga perusahaan dapat terus maju
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Norma Ayu Kartika ([email protected]) Siti Khairani ([email protected]) MANAJEMEN STIE MDP ABSTRAK :
MODUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
BAB IV Analisis Rasio A. Tujuan Instruksional : 1. Umum : Mahasiswa dapat memahami teknik dan aspek dalam menilai kinerja suatu perusahaan 2. Khusus : - Mahasiswa dapat menghitung berdasarkan ratio likuiditas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Laba didefinisikan dengan pandangan yang berbeda-beda. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas
ANALISIS Z-SCORE UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMENT
ANALISIS Z-SCORE UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMENT Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana [email protected] ABSTRACT The purpose of this research is to find
2016 PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Industri tekstil dan garmen merupakan salah satu jenis industri primer bagi masyarakat, karena industri tersebut menghasilkan kebutuhan sandang bagi kebutuhan
PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS BERDASARKAN ANALISIS Z-SCORE PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMENT
PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS BERDASARKAN ANALISIS Z-SCORE PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMENT Yuli Kurnia Firdausia [email protected] Erlyana Andikasari [email protected] Fakultas Ekonomi, Prodi Akuntansi,
Analisis Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Aktivitas pada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk
Analisis Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Aktivitas pada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk Latar Belakang Masalah 1. Keuangan merupakan sarana yang penting bagi suatu perusahaan untuk tetap bertahan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Mayora Tbk maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil kinerja Likuiditas dilihat dari rasio
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis terhadap laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. adalah di bawah ini. Berdasarkan analisis rasio likuiditas,
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Laporan keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat mengambil suatu keputusan
Analisa Rasio Keuangan
1 MODUL 3 Analisa Rasio Keuangan Tujuan Pembelajaran : 1. Bagaimana analisa laporan keuangan dapat membantu menejer untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan 2. Menghitung ratio profitabilitas, likuiditas,
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT KALBE FARMA TBK. : DWI PRATIWI NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Rino Rinaldo, SE.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT KALBE FARMA TBK Nama : DWI PRATIWI NPM : 22213689 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Rino Rinaldo, SE., MMSI LATAR BELAKANG RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan memberikan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. : Joko Prayitno NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. Nama : Joko Prayitno NPM : 24213668 Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani Latar Belakang Masalah Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN FARMASI DI BEI
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN FARMASI DI BEI Lilis Tri Jayanti [email protected] Budhi Satrio [email protected] Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Saham 2.1.1 Pengertian Saham Saham merupakan salah satu instrumen pasar modal yang paling diminati investor karena memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Saham dapat didefinisikan
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN GUNA MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. UNILEVER INDONESIA TBK DI BURSA EFEK INDONESIA
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN GUNA MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. UNILEVER INDONESIA TBK DI BURSA EFEK INDONESIA Dwi Setia Wati, Kusni Hidayati, Achmad Usman Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laba Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
ABSTRAK. Kata kunci : Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Pasar.
ABSTRAK Setiap kegiatan usaha yang dijalankan oleh setiap perusahaan, wajib membuat laporan keuangan. Laporan keuangan ini menunjukkan kondisi dari kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan tertentu antara elemen yang satu dengan elemen yang lain dalam suatu laporan
WARMING UP : Buatlah Neraca dan Laba Rugi
PENJUALAN 3000$ HPP 30% PENJUALAN BIAYA ADMINISTRASI = HPP KAS = 30% MODAL PAJAK 10% LABA DITAHAN 30% TOTAL MODAL = LABA DITAHAN X2 BIAYA BUNGA 30% HPP PERSEDIAAN = 3 X KAS PIUTANG = KAS HUTANG LANCAR
PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk.
PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk. Eldoris Cho [email protected] Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma ABSTRAKSI Laporan keuangan
ANALISIS RASIO KEUANGAN PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK. BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN PERIODE
107 ANALISIS RASIO KEUANGAN PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK. BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN PERIODE 2010 2014 Oleh : Yosefa Program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Laporan Keuangan Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 2012 dikemukakan laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, DAN AKTIVITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. BARATA INDONESIA (PERSERO) CABANG TEGAL
ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, DAN AKTIVITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. BARATA INDONESIA (PERSERO) CABANG TEGAL Oleh : Nor Semi Setyowati Program Studi Akuntansi
Bab II. Tinjauan Pustaka
Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampauan perusahaan-perusahaan membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada
ANALISIS RASIO UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ROKOK (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode )
ANALISIS RASIO UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ROKOK (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2013) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-syarat Guna
TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT GAJAH TUNGGAL DAN PT MULTISTRADA ARAH SARANA
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT GAJAH TUNGGAL DAN PT MULTISTRADA ARAH SARANA Tya Laras Satyastri e-mail : [email protected] Program Studi Akuntansi, Universitas
Daftar Populasi Perusahaan
Lampiran i Daftar Populasi Perusahaan 1 ADMG Polychem Indonesia Tbk. 2 ARGO Argo Pantes Tbk 3 CNTX PT Century Textile Industry (CENTEX) Tbk 4 DOID PT Delta Dunia Makmur Tbk (Sebelumnya: PT Delta Dunia
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MELALUI RASIO LIKUIDITAS, LAVERAGE, DAN PROFITABILITAS PT
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MELALUI RASIO LIKUIDITAS, LAVERAGE, DAN PROFITABILITAS PT. HOLCIM INDONESIA TBK CILACAP Shinta Ayu Pramita, Siti Rosyafah, Mahsina Prodi
BAB II TELAAH PUSTAKA Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan
BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1. Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan Penilaian kinerja keuangan bagi manajemen dapat diartikan sebagai pengukiran atas kontribusi yang dapat diberikan oleh suatu bagian pencapaian
BAB I PENDAHULUAN. berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan dapat dikatakan mencapai kesuksesan dan berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang maksimal (Mahaputra, 2012). Di samping
Oleh : VENTI LINDA VERAWATI NPM :
PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA, PERPUTARAN PIUTANG, DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Oleh : VENTI LINDA VERAWATI NPM : 09.1.02.04180
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, menimbulkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, menimbulkan banyaknya perusahaan sejenis bermunculan dan mengakibatkan semakin ketatnya persaingan. Perusahaan-perusahaan
TIALONY. Bina Nusantara University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Kebon Jeruk - Jakarta Barat MURNIADI PURBOATMODJO
ANALISIS PENERAPAN RASIO KEUANGAN DAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA, TBK PERIODE 2008-2010 TIALONY Bina Nusantara University, Jl. Kebon
ANALISA KEUANGAN Rasio Keuangan. Sumber : Syafarudin Alwi BamBang Riyanto
ANALISA KEUANGAN Rasio Keuangan Sumber : Syafarudin Alwi BamBang Riyanto 1 Analisa Keuangan Analisa rasio keuangan Analisa kekuatan dan kelemahan finansial 2 Analisa Ratio Keuangan Pengertian Rasio merupakan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam dunia bisnis, tingginya tingkat persaingan membuat setiap perusahaan akan senantiasa meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan selalu berusaha memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Globalisasi merupakan hal yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Perubahan telah masuk ke semua negara,tak heran globalisasi membawa dampak yang baik dan
TINJAUAN PUSTAKA. Koperasi (cooperative) bersumber dari kata co-operation yang artinya
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Koperasi Koperasi (cooperative) bersumber dari kata co-operation yang artinya kerja sama. Dalam hal ini, kerja sama tersebut dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai
Bisma, Vol 1, No. 7, Nopember 2016 RASIO KEUANGAN UNTUK EVALUASI KENERJA KEUANGAN PADA CREDIT UNION KELING KUMANG
RASIO KEUANGAN UNTUK EVALUASI KENERJA KEUANGAN PADA CREDIT UNION KELING KUMANG ABSTRAKSI Nita [email protected] Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan keuangan Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari pembuatan ringkasan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Hutang Hutang sering disebut juga sebagai kewajiban, dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh perusahaan
Disusun Oleh : ENDANG DWIASTUTI B
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN RASIO PROFITABILITAS DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) Pada PT. Astra Otoparts Tbk. Periode 2014-2016 Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan
Analisis Laporan Keuangan PT. UNILEVER Indonesia, Tbk Periode Tahun
Analisis Laporan Keuangan PT. UNILEVER Indonesia, Tbk Periode Tahun 2007-2010 Tugas Manajemen Keuangan Lanjutan Dosen: Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME Oleh: Junita Nelly Panjaitan NIM. 127019020 Kelas A Pararel
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis rasio keuangan PT Gudang Garam Tbk tahun 2012-2014 pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk tahun 2012-2014
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan pada dasarnya karena ingin mengetahui posisi keuangan perusahaan saat
Eka Puji Purnama Sari, Nurul Qomari, Widya Susanti Progam Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Bhayangkara Surabaya
ANALISIS RASIO KEUANGAN LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFITABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA LAPORAN KEUANGAN PADA PT. SUPARMA, Tbk YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Eka Puji Purnama Sari,
LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Elvira Jayanti Panutupani [email protected] Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAKSI Tujuan
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. ASTRA INTERNATIONAL,Tbk (PERIODE )
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. ASTRA INTERNATIONAL,Tbk (PERIODE 2012-2014) Nama : Yogie Pratama NPM : 29213478 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Lana Sularto, SE, MMSI LATAR BELAKANG MASALAH Laporan
MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO
MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO PENGERTIAN Rasio dapat dihitung berdasarkan financial statement yang telah tersedia yang terdiri dari : Balance sheet atau neraca, yang menunjukkan posisi finansial
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK Nama : Bella Kandi NPM : 21213695 Jurusan : Akuntansi Dosen Pembimbing : Erna Kustyarini SE., MMSI Pendahuluan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hal yang sangat membantu terhadap suatu keputusan yang diambil karena kinerja keuangan akan menunjukkan
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai akhir dari penelitian ini, disampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil
KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk.
KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk. Lisa Rusdian Gunawan email: [email protected] Program Studi Akuntansi STIE
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek yang dipilih adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk. PT Mitra Adiperkasa Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam operasi berbagai merek toko ritel
ANALISA RASIO LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT ASTRA AGRO LESTARI TBK
ANALISA RASIO LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT ASTRA AGRO LESTARI TBK Denny Erica Program Studi Manajemen Informatika AMIK BSI Jakarta [email protected] ABSTRACT As one of the largest
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Pengertian laporan keuangan menurut Feriansya (2015:4) : Laporan keuangan merupakan tindakan pembuatan ringkasan dan keuangan perusahaan. Laporan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kinerja Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Sawir (2008:67) kinerja keuangan adalah penilaian tingkat efisiensi dan produktifitas perusahaan di bidang keuangan yang dilakukan secara berkala atas
Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014.
L A M P I R A N 41 Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014. 2013 MARKET RATIO PER 31,09 31,56 DY 2% 3% PBV 1,58 6,52 2014
2015 PENGARUH STRUKTUR MOD AL D AN PROFITABILITAS TERHAD AP HARGA SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR ANEKA IND USTRI YANG TERD AFTAR D I BURSA EFEK IND ONESIA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan dan perkembangan industri manufaktur saat ini menyebabkan semakin pesatnya laju perekonomian dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGETAHUI KINERJA KEUANGAN PT.ASTRA INTERNATIONAL, Tbk
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGETAHUI KINERJA KEUANGAN PT.ASTRA INTERNATIONAL, Tbk Nama Npm : 22209237 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Jonathan Lingga Saputra : Bertilia Lina Kusrina, SE., MM. LATAR
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI PRESTASI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI PRESTASI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Melvi Yansi Program Studi Manajemen Universitas Prof.Dr.Hazairin,SH Bengkulu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini dalam suatu periode tertentu (Kasmir,
ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT NIAGARAYA KREASI LESTARI BANJARBARU
ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT NIAGARAYA KREASI LESTARI BANJARBARU Ibnu Sutomo Dosen Tetap STIE Pancasetia Banjarmasin ABSTRAKSI Tujuan dari penelitian ini adalah
RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GRAHAMAS CITRAWISATA, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GRAHAMAS CITRAWISATA, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Sofia Email: [email protected] Program Study Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAKSI Analisis
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk Nama : R. Hudy Adinurwijaya Npm : 25210478 Kelas : 4EB23 Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi Universitas Gunadarma
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk Nama : Stephanie Octaviani Npm : 21209655 Jurusan : S1 - Akuntansi Latar Belakang Masalah Sebagaimana
