BAB III PROSEDUR PENELITIAN
|
|
|
- Harjanti Sasmita
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 23 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subyek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian bertempat di Desa Badau merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. Berikut ini adalah batasbatas secara administratif lokasi penelitian, yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Belitung Timur Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Cerucuk Sebelah Selatan berbatatan dengan Desa Bukit Ibul Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Buluh Tumbang Alasan memilih Desa Badau dijadikan sebagai lokasi penelitian karena di Desa Badau ini mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani lada maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Desa Badau. Letak Desa Badau ditunjukkan dalam peta administratif Desa Badau pada gambar Populasi Sugiyono (2011:61) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan dari pengertian tersebut maka populasi yang akan diteliti meliputi populasi ruang fisik atau wilayah dan populasi ruang sosial atau manusia. a. Populasi Wilayah Populasi wilayah dalam Penelitian ini meliputi lahan dan budidaya perkebunan lada di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung yang telah Isron Al Sheh, 2014 Profil petani lada (piper nigrum l) di desa Badau kecamatan Badau kabupaten Belitung Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu v
2 24 dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan pemanfaatan atau pengolahan lahan perkebunan lada.
3 24 Isron Al Sheh, 2014 Profil petani lada (piper nigrum l) di desa Badau kecamatan Badau kabupaten Belitung Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu v
4 25 b. Populasi Manusia Populasi manusia dalam penelitian ini adalah petani lada di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung, adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 314 petani lada Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel Tabel 3.1 Jumlah dan Persebaran Petani Lada Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung No Dusun Jumlah Petani Badau 1 Badau 2 Kelekak Datuk Jumlah 314 Sumber : Monografi Desa Tahun Sampel Menurut Sugiyono (2011:62) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel yang di ambil dari populasi harus benar-benar refresentatif (mewakili). Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Sampel Wilayah Adapun yang menjadi sampel wilayah dalam penelitian ini adalah perkebunan lada yang terdapat di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. b. Sampel Manusia Dalam menentukan jumlah sampel yang harus diambil dari populasi tidak ada aturan tertentu yang mutlak. Arikunto (2006: 134) bahwa banyaknya sampel tergantung pada : kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga, dan dana, sempit Isron Al Sheh, 2014 Profil petani lada (piper nigrum l) di desa Badau kecamatan Badau kabupaten Belitung Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu v
5 26 luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyaknya data, dan terakhir besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini untuk petani lada di desa Badau adalah sampling aksidental. Menurut Sugiyono (2011:60) sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Alasan penggunaan sampel aksidental dikarenakan belum adanya data yang pasti dari nelayan yang mengalami perubahan orientasi mata pencaharian. Adapun penentuan jumlah sampel petani lada yang akan diambil adalah dengan menggunakan rumus Taro Yamane dalam Nureni (2011:30), yaitu : Keterangan : = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi d = Presisi yang ditetapkan Berdasarkan rumus tersebut dapat diperoleh jumlah sampel ( ) penelitiannya sebagai berikut, dengan nilai presisi 10% (0,1): = 75,845 dibulatkan menjadi 76 responden Berdasarkan dari uraian dan perhitungan tersebut maka diperoleh, sampel dari populasi sebanyak 76 responden. Jumlah sampel dari setiap dusun dilakukan
6 27 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara proportional random sampling dengan menggunakan rumus alokasi proportional dari sugiyono (dalam Riduwan 2009:66) yaitu: no Keterangan : ni : Banyaknya sampel dari setiap Dusun no : Banyaknya sampel yang diambil dari tiga Dusun Ni : Jumlah penduduk tiap Dusun No : Jumlah penduduk dari tiga Dusun Maka dapat diketahui : 1) Dusun Badau 1 mempunyai 80 petani lada, sehingga persentasenya yaitu : 76 = 19 Jadi untuk sampel petani dusun badau 1 sebanyak 19 petani lada. 2) Dusun Badau 2 mempunyai 134 orang petani lada, sehingga persentasenya yaitu : 76 = 33 Jadi untuk sampel petani lada dusun badau 2 sebanyak 33 petani lada. 3) Dusun Kelekak Datuk mempunyai 100 orang petani lada, sehingga persentasenya yaitu : 76 = 24 Jadi untuk sampel petani lada Dusun Kelekak Datuk sebanyak 24 petani lada. B. Metode dan Variabel Penelitian
7 28 1. Metode Penelitian Pemilihan metode penelitian yang tepat untuk suatu permasalahan yang akan diteliti sangatlah diperlukan, hal ini memudahkan peneliti dalam proses pengumpulan, mengolah, dan menampilkan data data dari hasil penelitian yang dilakukan. Sehingga bagi seorang peneliti, sudah seharusnya memilih metode yang tepat untuk dipakai dalam sebuah penelitian. Sugiyono (1999:1) mengemukakan metode penelitian adalah Sebuah cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian, metode penelitian atau metode pengumpulan data adalah cara ilmiah untuk mendapatkan dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Tika (2005:4) metode deskriptif merupakan metode yang mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan interprestasi atau analisis. Salah satu metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan metode ini. Seperti yang dikemukakan oleh Tika (2005:7) keuntungan survei diantaranya ialah sebagai : 1. Dilibatkan lebih banyak orang untuk mencapai generalisasi atau kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan; 2. dapat menggunakan berbagai teknik pengumpulan data; 3. sering tampil masalah yang sebelumnya tidak diketahui; 4. dapat dibenarkan atau mewakili teori tertentu; 5. biaya lebih rendah karena waktunya singkat. Untuk penelitian sosial kemasyarakatan, survei biasanya menggunakan teknik wawancara atau angket dalam penelitiannya. Sedangkan untuk penelitian fisik survei biasanya menggunakan observasi lapangan melalui suatu sampel. Penggunaaan metode ini bertujuan untuk dapat mengungkap dan mengkaji masalah-masalah yang dikemukakan, yaitu mengenai kondisi lingkungan yang cocok untuk budidaya lada, cara pengolahan lahan budidaya lada, serta keuntungan ekonomi yang bisa diperoleh dari budidaya lada di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung.
8 29 2. Variabel Penelitian Menurut Y. W. Best yang disunting oleh Sanpiah Faisal dalam Cholid Narbuko (2009:118) variabel penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristikserenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal, yaitu usaha budidaya lada dengan indikator meliputi kondisi lingkungan yang mendukung budidaya cengkeh, cara pengolahan pertanian lada, pendapatan petani lada, dan tingkat pendidikan keluarga petani lada. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.2. Gambar 3.2 DiagramVariabel Penelitian Variabel Profil Petani Lada Indikator : 1. Kondisi Lingkungan Yang Mendukung budidaya lada a. Faktor Fisik (1) Iklim (2) Tanah (3) Ketinggian tempat b. Faktor Manusia (1) Pendidikan (2) Pengalaman petani (3) Modal (4) Mata pencaharian 2. Cara Pengolahan Pertanian Lada 3. Keuntungan Ekonomi Yang Diperoleh Dari Budidaya Lada a. Pendapatan b. Pendidikan keluarga c. Kondisi rumah C. Definisi Operasional
9 30 Judul penelitian ini adalah Profil Petani Lada (Piper nigrum L) Di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung maka dari judul tersebut penulis memberi batasan pengertian Profil Petani ialah Petani Lada yang berada di Desa Badau. 1. Profil Petani Menurut kamus besar bahasa Indonesia online, profil adalah grafik atau ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal, dalam penelitian ini profil mengacu kepada hal-hal khusus yang berkaitan kepada petani budidaya Lada. Menurut Eric R.Wolf dalam Mutomimah (2009:25) petani merupakan sebagai orang desa yang bercocok tanam di daerah pedesaan, tidak di dalam ruangan-ruangan tertentu (green house) di tengah-tengah kota atau dalam kotakkotak aspistra yang diletakkan di atas ambang jendela. Profil Petani yang dimaksud di sini ialah gambaran petani lada yang berada di Desa Badau. 2. Lada Merupakan rempah-rempah berwujud biji-bijian yang dihasilkan oleh tumbuhan dengan nama yang sama. Lada merupakan komoditas ekspor tertua bagi indonesia, dan juga merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Memperhatikan dari definisi tersebut, judul penelitian ini bermaksud mengungkapkan profil petani budidaya lada serta keuntungan yang diperoleh dari petani lada di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Untuk mengumpulkan data tersebut penulis menggunakan beberapa teknik,diantara lain adalah : a. Data Primer Untuk memperoleh data primer dengan menggunakan 2 teknik yaitu :
10 31 1) Observasi Lapangan Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Penemuan ilmu pengetahuan selalu dimulai dengan observasi dan kembali kepada observasi untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan tersebut. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk mengamati langsung berbagai hal atau memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi petani lada Desa Badau Kecamatan Badau. 2) Wawancara Menurut Narbuko (2009:83) wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi atau keterangan. Wawancara ini dilakukan sebagai cara untuk memperoleh data secara lebih mendalam yang tidak bisa diperoleh dengan data dokumentasi, adapun orang yang dijadikan sebagai sumber data ialah petani lada Desa Badau Kecamatan Badau. b. Data Sekunder 1) Studi Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang ditujukan tidak kepada subjek penelitian melainkan dengan melihat dokumen. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam, tidak hanya dokumen resmi. Misalnya buku, laporan-laporan, surat-surat, dan lain-lain. 2) Literatur Sejumlah data dan informasi yang mempunyai kaitan dengan permasalahan yang diteliti sebagai landasan pemikiran dalam penulisan penelitian. Peneliti melakukan studi literatur yang berkaitan dengan mengumpulkan buku-buku, referensi, artikel, surat kabar dan hasil penelitian pihak lain yang berkaitan dengan penelitian yang dimaksudkan untuk menjadi petunjuk dan bahan pertimbangan sehingga dapat memperjelas analisis dalam pemecahan masalah penelitian. 2. Alat Pengumpul Data
11 32 a. Angket, menurut Narbuko (2009:76) menyatakan angket adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai suatu masalah atau bidang yang akan di teliti untuk memperoleh data. Angket memang mempunyai kebaikan sebagai instrumen pengumpul data. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (2002:200) menyatakan sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner atau angket sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Angket disebarkan kepada seluruh responden di daerah penelitian yang berjumlah 50 orang. b. Kamera digital, yang digunakan untuk mendokumentasikan kondisi objek penelitian di lapangan. c. Software Map Info 10 untuk membuat peta penelitian. d. Peta RBI Perawas Lembar dan Peta RBI Badau Lembar e. Monografi Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung beserta data sekunder lain yang diperoleh dari berbagai sumber yang berisi informasi informasi untuk menunjang penelitian. E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data 1. Teknik Pengolahan Data Menurut Sumaatmadja (1988:114) dalam Wildan (2011:38) analisis data merupakan pengolahan dan interpretasi data untuk menguji kebenaran hipotesis dan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Secara sistematis rangka-rangka untuk menganalisis data adalah sebagai berikut : a. Memeriksa perolehan data yang terdapat pada instrumen penelitian dengan mengecek kelengkapan jawaban responden. b. Klasifikasi data, penggolongan data berdasarkan kriteria yang ditentukan. c. Tabulasi data, berdasarkan klasifikasi yang dibuat. d. Menghitung frekuensi jawaban atau data. e. Menghitung persentase dengan teknik persentase dari setiap data yang diperoleh. f. Menampilkan data dalam bentuk tabel.
12 33 g. Mendeskripsikan data yang diperoleh sesuai dengan pertanyaan dan maksud dalam penelitian. 2. Teknik Analisis Data Penelitian a. Analisis Persentase Untuk mengolah data yang terkumpul dari hasil penelitian maka untuk menganalisis data tersebut dipergunakan teknik persentase dengan menggunakan rumus : Keterangan : P = Besaran persentase F = Frekuensi jawaban n = Jumlah total responden Untuk mengetahui jawaban responden, penulis menggunakan angka indeks untuk membandingkan suatu objek atau data, baik yang bersifat faktual maupun perkembangan. Adapun kriteria persentase yang digunakan ditunjukkan pada tabel 3.2. Tabel 3.2 Kriteria Persentase No Persentase Kriteria Seluruhnya Sebagian besar Setengahnya 4 50 Setengahnya Setengahnya Sebagian kecil
13 Tidak ada Sumber : Arikunto (dalam Nureni 2011)
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subyek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian bertempat di Kecamatan Sungailiat merupakan salah satu kecamatan yang berada
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2002:1) menyatakan bahwa penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam suatu penelitian diperlukan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Arikunto (1988:151) Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian, data yang dikumpulkan bisa berupa
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2009, hlm.2) menyatakan bahwa metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Lokasi dari penelitian ini terletak di Kecamatan Rancaekek Kabupaten
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi dari penelitian ini terletak di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dengan letak astronomis berada pada 6 o 56 20-7 o 00 45 LS dan 107 o 45 19-107
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian memerlukan metode untuk memudahkan penulis dalam proses pengumpulan dan menampilkan data hasil penelitian yang dilakukan. Penggunaan metode dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam
51 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya, data yang dikumpulkan berupa data primer dan data
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Menurut Arikunto (2006:151) metode penelitian adalah cara yang
BAB III PROSEDUR PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Menurut Arikunto (2006:151) metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian, data yang dikumpulkan bisa berupa
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Padalarang
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Padalarang yang secara administratif saat ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bandung
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Tika (2005:4) metode deskriptif adalah metode yang mengarah pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
29 A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam sebuah penelitian diperlukan suatu metode untuk memudahkan penulis untuk memecahkan masalah penelitian. Menurut Arikunto (2002,hlm.151), metode
BAB III METODE PENELITIAN. mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Tika (2005:4) mengemukakan penelitian deskriptif adalah penelitian yang mengungkapkan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian
31 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada cakupan wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Parongpong. Kecamatan Parongpong
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian memerlukan suatu metode untuk memudahkan penulisan untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian. Penelitian memerlukan suatu metode untuk memudahkan penulisan untuk proses pengumpulan dan menampilkan data hasil penelitian yang dilakukan. memperoleh
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III PROSEDUR PENELITIAN Agar penelitian ini lebih terarah, maka diperlukan adanya metode penelitian. Menurut Menurut Arikunto, (1988:14) Metode penelitian adalah cara yang digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Arikunto (1993:151) mengatakan bahwa metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan penelitian, penelitian. Data yang
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif. Menurut Tika (2005:4) metode deskriptif adalah metode yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Tika (2005:4) metode deskriptif adalah metode yang mengarah pada pengungkapan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. : Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Baleendah. : Kecamatan Kutawaringin dan Kecamatan Soreang
38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Katapang yang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung yang menjadi lokasi salah satu
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. memperoleh data penelitian. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini
22 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, memperoleh data penelitian. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat yang secara administratif
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat. Secara astronomis Kecamatan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Arikunto (2006: 26) mengemukakan metode penelitian adalah cara yang
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Arikunto (2006: 26) mengemukakan metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam menggunakan data penelitiannya. Selanjutnya menurut Surakhmad
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif yaitu mempelajari masalah dalam masyarakat,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survey dan analisis
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survey dan analisis deskriptif. Metode survey menurut Tika (2005:06) adalah Suatu penelitian yang bertujuan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian dengan baik dan benar. Surachman (1990: 7) mengemukakan bahwa
37 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan sebuah pedoman untuk merancang penelitian dengan baik dan benar. Surachman (1990: 7) mengemukakan bahwa metode merupakan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian memerlukan suatu metode untuk memudahkan penulis untuk
BAB III PROSEDUR PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian memerlukan suatu metode untuk memudahkan penulis untuk proses pengumpulan dan menampilkan data hasil penelitian yang dilakukan. Metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan oleh seorang peneliti untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan oleh seorang peneliti untuk mencapai tujuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah preferensi konsumen smartphone merek Blackberry. Adapun yang menjadi subjek dari penelitian ini, yaitu konsumen smartphone
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode survey. Menurut Singarimbun (1987:3) Metode penelitian survey adalah penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut The Liong Gie dalam Sumaatmadja (1988:75), Metode yaitu
41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut The Liong Gie dalam Sumaatmadja (1988:75), Metode yaitu studi mengenai asas-asas dasar dari penyelidikan, seringkali melibatkan masalahmasalah
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
60 BAB III PROSEDUR PENELITIAN 3.1.Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif. Menurut Suryabrata (1983), metode deskriptif eksploratif yaitu sebuah
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Menurut Sumaatmadja yang dikutip dari The Liang Gie ( ) suatu
31 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Sumaatmadja yang dikutip dari The Liang Gie (100-101) suatu konsepsi ke arah penerbitan bidang filsafat secara luas mengemukakan pengertian metodologi
METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian adalah ilmu yang memperbincangkan metode-metode
36 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metodologi penelitian adalah ilmu yang memperbincangkan metode-metode ilmiah dalam menggali kebenaran pengetahuan (Hadari Nawawi dalam Pabundu Tika, 2005:2).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Menurut Sugiyono (2012:29) metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini di kecamatan Cisurupan, kabupaten Garut. Kecamatan Cisurupan mempunyai luas wilayah sekitar 4.580 Ha 2. Kecamatan Cisurupan terletak
III. METODOLOGI PENELITIAN. secara seksama untuk mencapai suatu tujuan, Cholid Narbuko, (2007:1).
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Pengertian Metodologi Metodologi adalah cara untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan, Cholid Narbuko, (2007:1). Berdasarkan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Pabundu Tika (2005:4) menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah
27 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Pabundu Tika (2005:4) menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah
BAB III METODE PENELITIAN. Bandung. Secara astronomis kampus Unversitas Pendidikan Indonesi (UPI)
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan. DR.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sukabumi. Kecamatan Cisaat terdiri dari 13 Desa, meliputi Desa Nagrak, Desa
38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Lokasi Lokasi penelitian berada di Desa Selajambe Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Kecamatan Cisaat terdiri dari 13 Desa, meliputi Desa Nagrak, Desa Sukasari,
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan untuk menunjang hasil akhir dari masalah penelitian, yaitu bagaimana guru berperan dalam mengajak siswanya memanfaatkan perpustakaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Lokasi Penelitian Berdasarkan Monografi Kecamatan Kalijati merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Subang. Kecamatan ini terletak pada
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2012: 80) bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Tata Boga PKK FPTK UPI yang terletak di Jalan Dr. Setiabudi No. 207 Bandung, Jawa Barat.
BAB III METODE PENEITIAN
BAB III METODE PENEITIAN A. Metode Penelitian Pada sebuah penelitian terdapat sesuatu metode atau cara yang bersifat ilmiah yang di perlukan untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Menurut Surakhmad
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:3) secara umum metode penelitian diartikan sebagai
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode penelitian Menurut Sugiyono (2010:3) secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sejalan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bandung yang secara astronomis terletak di 6 50 38-6 58 50 LS dan 107 33 34-107 43 50 BT. Secara khusus penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian ini terletak di Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Kecamatan Cikarang Barat merupakan satu dari Sebelas kecamatan yang berada
BAB III METODE PENELITIAN. Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI, Jln. Dr. Setiabudi No. 207
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah di Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI, Jln. Dr. Setiabudi No. 207 Bandung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di kecamatan Sukahaji kabupaten Majalengka. Berdasarkan letak geografis Kecamatan Sukahaji terletak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tujuan yang diharapkan. Metode penelitian sebagai pengamatan yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Metode penelitian sebagai pengamatan yang sistematik atas gejala-gejala
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di Desa Tarikolot terletak antara 108 41 45-108 43 45 BT dan 07 00 40-07 02 40 LS. Desa Tarikolot merupakan salah satu desa yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subyek Populasi / Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang dilakukan bertempat di Desa Mekarmanik. Desa Mekarmanik merupakan salah satu desa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan survei. Menurut Tika (2005: 4) metode deskriptif adalah penelitian yang lebih
BAB III METODE PENELITIAN. Pabundu Tika, 2005:12). Desain penelitian bertujuan untuk memberi
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat dilaksanakan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
24 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Pacet, yang mengalami pemekaran menjadi Kecamatan Cipanas pada tahun 2003. Kecamatan Pacet secara Astronomis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berhasil tidaknya suatu penelitian. Arikunto (2006: 26) mengemukakan bahwa
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pemilihan dan penggunaan metode sangatlah berpengaruh terhadap berhasil tidaknya suatu penelitian. Arikunto (2006: 26) mengemukakan bahwa metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMK Negeri 9 Garut, Jl. Raya Bayongbong Km.7 Desa Panembong Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian Daya Dukung Cihampelas Sebagai
44 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian Daya Dukung Cihampelas Sebagai Daerah Tujuan Wisata Belanja adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya meneliti, mereka harus memulai membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Tujuan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Lokasi Penelitian berada di Kawasan Perkotaan Cianjur yang terdiri dari 6 Kelurahan dan 14 Desa yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai metode penelitian yang
56 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai metode penelitian yang digunakan secara berturut-turut akan diuraikan tentang jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, variabel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi pusat penelitian. Objek
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi pusat penelitian. Objek penelitian dalam hal ini adalah Mahasiswa, Dosen, dan Operator SIAT Universitas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian mengenai faktor yang menyebabkan terjadinya kerawanan sosial ekonomi serta harapan PRSE ini
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti dalam melakukan penelitian agar data dapat dikumpulkan secara. yang ingin dicapai (Moh. Pabundu Tika, 2005: 12).
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat dilaksanakan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian yang berjudul mobilitas penduduk di Kecamatan Bungbulang
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang berjudul mobilitas penduduk di Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu metode penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
60 A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Best (1982:119) Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Taman Lansia berlokasi di Kecamatan Bandung Wetan, Wilayah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Taman Lansia berlokasi di Kecamatan Bandung Wetan, Wilayah Pengembangan Cibeunying, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Taman ini secara umum berada pada
BAB III PROSSEDUR PENELITIAN. Lokasi penelitian yang dijadikan tempat penelitian ini berada di
39 BAB III PROSSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang dijadikan tempat penelitian ini berada di Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon yang terletak diantara 108 o 32 24-108 o 37 48 BT
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung,
41 BAB III PROSEDUR PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Baleendah dipilih karena merupakan salah satu kecamatan
BAB 3 METODE PENELITIAN
21 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran tentang
