BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Leony Yuwono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 60 A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Best (1982:119) Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Metode penelitian deskriptif berpusat pada pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nana Syaodih Sukmadinata (2007:72): Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian ini mengkaji bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaannya dengan fenomena lain. Tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Metode berasal dari Bahasa Yunani Methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh berhubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Sebagaimana yang diungkapkan Rosdy Ruslan (2003:24): Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Metode deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan atau melukiskan secara sistematis fakta yang akurat, sifat, karakteristik objek dan subjek, serta hubungan antar fenomena yang terjadi saat sekarang atau sedang berlangsung yang berpusat pada masalah yang aktual dan diteliti secara tepat. Metode penelitian ini ditujukan untuk menggali data mengenai manfaat hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo dengan teknologi sebagai kesiapan menjadi beauty operator madya pada peserta didik kelas XII Program Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 9 Bandung.
2 61 B. Lokasi, Populasi, dan Sampel Lokasi merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu penelitian. Pada saat melakukan penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, agar data dan informasi tersebut dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau tujuan penelitian. Data diperoleh dari sejumlah lokasi, populasi, dan sampel penelitian. 1. Lokasi Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna mendapatkan yang berasal dari responden. Lokasi penelitian ini bertempat di SMK Negeri 9 Jalan Soekarno-Hatta KM.10 Bandung. 2. Populasi Populasi menurut Sugiyono (2009:117) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII yang berjumlah 27 orang pada Program Keahlian Tata Kecantukan Kulit SMK Negeri 9 Bandung yang telah mengikuti pembelajaran melakukan perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo dengan teknologi. Daftar jumlah peserta didik (terlampir hal 128). 3. Sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel total, dimana seluruh objek dalam populasi dijadikan sampel penelitian yaitu peserta didik kelas XII Program Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 9 Bandung sejumlah 27orang. Sebagaimana yang diungkapkan Sugiyono (2010:124) bahwa Sampling total adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. C. Definisi Operasional Definisi operasional dalam penelitian digunakan untuk menghindari kesalah pahaman antara penulis dan pembaca. Definisi operasional yang perlu dijelaskan dalam judul penelitian Manfaat Hasil Belajar Perawatan Kulit Wajah
3 62 Berjerawat/Berkomedo dengan Teknologo Sebagai Kesiapan Menjadi Beauty Operator Madya sebagai berikut: 1. Manfaat Manfaat diartikan sebagai guna atau faedah suatu hal (W.J.S Poerwadarminta, 2008:912). 2. Hasil Belajar Hasil belajar menurut Oemar Hamalik ( 2006 : 30 ) bahwa Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti rangkaian pembelajaran atau pelatihan akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. 3. Perawatan Kulit Wajah Berjerawat/berkomedo dengan Teknologi Perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo dengan teknologi merupakan salah satu mata diklat pada bidang keahlian tata kecantikan kulit yang materinya mencakup pengertian kulit wajah berjerawat/berkomedo, diagnosis kulit wajah, ciri-ciri kulit wajah berjerawat/berkomedo, faktor-faktor penyebab kulit wajah berjerawat/berkomedo, kelainan kulit wajah berjerawat/berkomedo, pengetahuan alat, bahan, lenan, dan kosmetik, macam-macam alat kecantikan listrik untuk perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo, teknik pengoperasian alat listrik untuk kulit berjerawat/berkomedo, persiapan (alat, bahan, kosmetik, lenan, dan area kerja), teknik melakukan perawatan kulit wajah dengan teknologi, merapikan (alat, bahan, kosmetik, lenan dan area kerja) dilakukan sesuai dengan SOP. Manfaat hasil belajar melakukan perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo dengan teknologi yang dimaksud dalam penelitian ini mengacu pada pengertian di atas guna dari hasil belajar tersebut dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ada pada setiap individu dalam menguasai materi pembelajaran perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo dengan teknologi yang mencakup teori dan praktek. 4. Kesiapan Kesiapan menurut Slameto (2010:113), yaitu Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi yang mencakup 3 aspek, yaitu fisik,
4 63 mental, dan emosional sebagai kesiapan internal yaitu kebutuhan motif dan tujuan dan sebagai kesiapan eksternal yaitu keterampilan dan pengetahuan. 5. Beauty Operator Madya Beauty operator madya sebagaimana tertuang dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Tata Kecantikan kulit pada jenjang SMK (2004:12) Beauty operator madya adalah seorang tenaga kerja tingkat terampil yang bertugas untuk melayani dan melakukan perawatan di bidang kecantikan. Beauty Operator Madya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peserta didik yang siap bekerja menjadi beauty operator madya di salon kecantikan dengan kemampuan yang dimiliki meliputi penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam melakukan perawatan kulit, wajah, tubuh, dan rambut mulai dari proses persiapan hingga proses pelaksanaannya dengan baik dan benar. D. Alat Pengumpul Data Alat Pengumpul data merupakan hal yang paling penting dalam suatu penelitian, karena tujuan utama dari penelitian itu adalah untuk memperoleh data yang memenuhi standar yang ditetapkan. Pengumpulan data adalah suatu proses penerapan metode penelitian pada masalah yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Angket (kuesioner) Angket (kuesioner) adalah Sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui (Suharsimi Arikunto, 1999:140). Angket digunakan untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner. Sebagaimana yang diungkapkan Sutopo (2006: 87): Angket (kuesioner) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden.
5 64 Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya, karena angket dijawab atau diisi oleh responden dan peneliti tidak bertemu langsung dengan responden, maka dalam menyusun angket perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, sebelum butir-butir pertanyaan atau peryataan ada pengantar atau petunjuk pengisian. Kedua, butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan kata-kata yang lazim digunakan (popular), kalimat tidak terlalu panjang. dan ketiga, untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan berstruktur disesuaikan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari responden secukupnya. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai manfaat hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat/berkomedo dengan teknologi sebagai kesiapan menjadi beauty operator madya pada peserta didik kelas XII Program Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 9 Bandung. 2. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi yaitu teknik dokumen merupakan teknik pengumpulan data dengan sumber bukan manusia (non human resources) diantaranya dokumen, dan bahan statistik. Menurut Burhan Bungin (2007 : 121) Metode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial untuk menelusuri data histories. Sedangkan Sugiyono (2007 : 329) menyatakan Bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumentasi dalam penelitian ini dignakan untukmemperoleh daftar nama peserta didik kelas XII Program Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 9 Bandung. E. Teknik Pengolahan Data Data yang akan diolah yaitu data berdasarkan hasil angket yang telah disebarkan kepada responden. Pengolahan data bertujuan untuk mengubah data mentah dari hasil pengukuran menjadi data yang dapat diinterpretasikan, sehingga dapat memberikan arah dalam pengkajian lebih lanjut. Teknik pengolahan data dalam penelitian yang digunakan berupa statistik sederhana dengan cara menjabarkan hasil perhitungan persentase jawaban masing-masing item sesuai dengan jawaban yang
6 65 telah terkumpul. Pengolahan data penelitian dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membuat instrumen Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian berupa angket/kuesioner dengan mengajukan beberapa bentuk pertanyaan pada responden. Pertanyaan yang dibuat dalam angket harus mendeskripsikan atau menggambarkan permasalahan dalam penelitian agar hasil jawaban dari responden sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 2. Penyebaran dan pengumpulan instrumen Angket yang telah selesai dibuat dan diperbanyak sesuai jumlah responden kemudian dibagikan kepada seluruh responden untuk dijawab. Angket yang telah diisi dengan lengkap oleh responden pada setiap item sesuai dengan pedoman, kemudian setelah pengisian selesai, angket dikembalikan pada penulis. 3. Mengecek data Penulis melakukan pemeriksaan atau pengecekan angket terhadap kemungkinan adanya kesalahan atau ketidaklengkapan dalam pengisian angket yang telah diisi responden, kemudian menghitung jumlah angket yang dikembalikan serta memeriksa kelengkapan jawaban dan cara pengisiannya. 4. Tabulasi data Tabulasi data yaitu proses pengelompokan data dengan cara menjumlahkannya kemudian memasukkan data ke dalam table-tabel. Tabulasi data dilakukan untuk mengolah dan mengetahui frekuensi jawaban responden.terdapat dua kriteria untuk menentukan jawaban. Pertama, responden hanya menjawab salah satu alternatif jawaban, sehingga jumlah frekuensi jawaban sama dengan jumlah responden (n). Kedua, responden dapat menjawab lebih dari satu jawaban sehingga jumlah jawaban dalam kriteria ini menunjukkan jumlah frekuensi jawaban yang bervariasi. 5. Menganalisis data Menganalisis data yaitu proses analisis data atau mengolah data dengan menggunakan uji statistik yang bertujuan untuk menginterpretasikan data supaya diperoleh kesimpulan. Pengolahan data dilakukan untuk menghitung persentase
7 66 jawaban responden dengan tujuan untuk melihat perbandingan besar kecilnya frekuensi jawaban angket yang diberikan responden, karena setiap jumlah jawaban responden pada setiap itemnya akan berbeda. Pengolahan data yang digunakan dalam bentuk table persentase (percentage table) atau tabel distribusi frekuensi relatif. Rumusan persentase sebagaiman yang dikemukakan oleh Anas Sudijono (2003:43) yaitu: Keterangan: P = Persentase f = Frekuensi n = Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya responden) 100% = Bilangan tetap Rumusan persentase digunakan untuk mendapatkan angka persentase Jawaban responden pada angket, dengan alternatif jawaban lebih dari satu, data yang telah dipersentasekan kemudian dianalisis dan ditafsirkan dengan menggunakan kriteria sebagaimana menurut pernyataan di atas yaitu: 100% = Seluruhnya 76%-99% = Sebagian besar 51%-75% = Lebih dari setengahnya 50% = Setengahnya 26%-49% = Kurang dari setengahnya 1%-25% = Sebagian kecil 0% = Tidak seorangpun Keterangan data yang ditafsirkan adalah data yang persentasenya paling besar. F. Prosedur dan Tahap Penelitian Prosedur penelitian merupakan tahapan yang akan dilakukan dalam kegiatan penelitian mulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian akhir. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:
8 67 1. Tahap persiapan a. Obeservasi dan wawancara ke lapangan untuk mendapatkan data mengenai masalah yang ada untuk dapat dijadikan sebagai permasalahan serta untuk mempelajari literatur yang menjadi acuan untuk pembuatan outline penelitian. b. Pemilihan masalah dan merumuskan masalah. c. Pembuatan outline penelitian, dimana data yang diperlukan dalam penyusunan outline terdiri dari latar belakang, identifikasi dan perumusan masalah, tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, metode penelitian, dan daftar pustaka. d. Membuat surat-surat untuk pengajuan dan persetujuan dosen pembimbing e. Proses bimbingan f. Menyusun desain skripsi dimulai dari BAB I, BAB II, BAB III dan instrumen penelitian sebagai bahan seminar tahap I g. Seminar tahap I (desain skripsi) 2. Tahap pelaksanaan Tahap selanjutnya setelah dilakukan seminar 1 dan hasil perbaikan desain skripsi seluruhnya telah disetujui, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan sebagai berikut: a. Penyebaran instrument penelitian untuk pengambilan data dari responden b. Pengumpulan kembali instrument penelitian c. Pengecekan data dan pengolahan data penelitian d. Penyusunan dan pembahasan hasil penelitian serta kesimpulan dan saran e. Proses bimbingan untuk seminar II f. Penyusunan draft skripsi mulai dari BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV, BAB V dan instrumen penelitian g. Seminar II (draft skripsi) h. Tahap perbaikan draft skripsi hasil seminar II 3. Tahap akhir
9 68
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat
1 A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan nasional di era globalisasi.
BAB III METODE PENELITIAN. Restoran Jurusan Tata Boga SMK Negeri 3 Cimahi, Jl. Sukarasa No. 136 Cimahi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah di Program Keahlian Restoran Jurusan Tata Boga SMK, Jl. Sukarasa No. 136 Cimahi. Peneliti memilih lokasi
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari fenomena yang terjadi dimasa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat melakukan kegiatan penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan dari responden.
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif,
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, cirinya adalah data yang dikumpulkan mulanya disusun, dijelaskan atau dibahas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah kegiatan sistematis terencana yang dilakukan
52 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah kegiatan sistematis terencana yang dilakukan penulis guna untuk memecahkan suatu permasalahan. Metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan salah satu cara yang diharapkan dapat
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu cara yang diharapkan dapat memudahkan teknik pengumpulan data sesuai dengan metode pendekatan yang sudah ditetapkan.
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Keberadaan metode penelitian sangat penting artinya dalam suatu
26 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Keberadaan metode penelitian sangat penting artinya dalam suatu kegiatan penelitian. Penggunaan metode yang relevan sangat mendukung terhadap keobjektivan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian mengenai faktor yang menyebabkan terjadinya kerawanan sosial ekonomi serta harapan PRSE ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Mahasiswa kerjasama Kabupaten Landak adalah putera daerah dari Kalimantan Barat, khususnya dari Kabupaten
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tri Juliana, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Globalisasi yang berkembang sangat cepat menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan berkualitas tinggi dalam bidang kecantikan. Kebutuhan manusia akan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi Penelitin tentang analisis minat siswa untuk menjadi penyuluh pertanian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan
Tabel 3.1 Populasi Penelitian No Nama Grup Jumlah 1. Grup 1 16
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian untuk memperoleh data yang berasal dari reponden.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang tepat sangat diperlukan dalam pelaksanaan suatu penelitian. Metode penelitian dapat digunakan sebagai pedoman
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang berkaitan dengan hubungan fungsional menyangkut peristiwa yang sudah terjadi dengan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang saat ini sedang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang saat ini sedang melaksanakan program pembangunan. Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan kehidupan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kunci yang perlu diperhatikan dalam pengertian metodologi penelitian yaitu, cara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Sugiyono (2010:2). Dari buku Sugiyono
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan tujuan untuk mendapatkan data atau gambaran tentang masalah
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sample Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian ini adalah SMK Negeri 2 Indramayu yang terletak di jalan Raya Pabean No. 15 kelurahan Pabean Udik kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang terjadi pada masa sekarang. Metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian dapat dibedakan berdasarkan tujuan, pendekatan,
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian dapat dibedakan berdasarkan tujuan, pendekatan, bidang ilmu dan tempat penelitian itu sendiri. Metode penelitian juga dapat dibedakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu cara yang teratur dalam menggunakan alat
50 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang teratur dalam menggunakan alat atau teknik tertentu untuk kepentingan suatu penelitian. Metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif. Sugiyono (2008:9) mengemukakan bahwa: metode kualitatif adalah metode yang berlandaskan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi merupakan tempat atau unit analisa yang dijadikan sebagai tempat pelaksana penelitian atau tempat pengumpulan data
dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi permainan ular tangga 1) Penggunaan strategi permainan ular tangga pada mata pelajaran
25 dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi permainan ular tangga pada pembelajaran Matematika siswa kelas II di Madrasah Ibtidaiyah Sullamut Taufiq Banjarmasin. C. Data dan Sumber Data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis bertempat di SMK Negeri 9 Bandung yang bertempat di Jl. Soekarno
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di PG-TK Marhamah Hasanah (MARHAS) yang beralamat di jl. Terusan Kopo No. 301, Kecamatan Margahayu,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas
61 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas masalah yang ada saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan mengenai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Waktu, Populasi dan Sampel Penelitian Pada bagian ini, peneliti akan menguraikan mengenai lokasi, waktu, populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian. 1.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu, metode-metode penelitian yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Menurut Nawawi (2003:64) metode deskriptif yaitu,
BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Mendapatkan data dalam penelitian ini lokasi penggambilan data dilakukan disatu tempat, hal ini untuk mendapatkan data yang akurat. Lokasi penggambilan
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2012: 80) bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Tata Boga PKK FPTK UPI yang terletak di Jalan Dr. Setiabudi No. 207 Bandung, Jawa Barat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMK Negeri 9 Garut, Jl. Raya Bayongbong Km.7 Desa Panembong Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian merupakan bagian yang harus diperhatikan bagi peneliti
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian merupakan bagian yang harus diperhatikan bagi peneliti supaya dapat mempermudah proses pengambilan data.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat pelaksanaan pada proses penelitian yang dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
30 BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 006: ). Penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas Jasa Boga IV
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian adalah tempat melakukan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden. Penelitian yang akan dilakukan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis respon pedagang
20 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis respon pedagang kaki lima pasar Cendrawasih terhadap pembangunan Metro Mega Mall (M3) Kota Metro,
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
BAB III METODE PEELITIA A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif memungkinkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Sentra industri sepatu Cibaduyut terletak di kota Bandung bagian selatan ± 5km dari pusat kota, dan kabupaten Bandung bagian tengah ±15 km dari ibukota
