LAPORAN PENDAHULUAN CHF
|
|
|
- Ivan Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAPORAN PENDAHULUAN CHF A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Saat ini Cngestive Hearth Failure (CHF) atau yang biasa disebut gagal jantung kngestif merupakan satu-satunya penyakit kardivaskuler yang terus meningkat insiden dan prevalensinya. Risik kematian akibat gagal jantung berkisar antara 5-10% pertahun pada gagal jantung ringan yang akan meningkat menjadi 30-40% pada gagal jantung berat. Selain itu, gagal jantung merupakan penyakit yang paling sering memerlukan perawatan ulang di rumah sakit (readmissin) meskipun pengbatan rawat jalan telah diberikan secara ptimal (R. Miftah Suryadipraja). CHF adalah ketidakmampuan jantung untuk memmpa darah ke seluruh tubuh (Ebbersle, Hess, 1998). Risik CHF akan meningkat pada rang lanjut usia(lansia) karena penurunan fungsi ventrikel akibat penuaan. CHF ini dapat menjadi krnik apabila disertai dengan penyakit-penyakit seperti: hipertensi, penyakit katub jantung, kardimipati, dan lain-lain. CHF juga dapat menjadi kndisi akut dan berkembang secara tiba-tiba pada mikard infark. CHF merupakan penyebab tersering lansia dirawat di rumah sakit (Miller,1997). Sekitar 3000 penduduk Amerika menderita CHF. Pada umumnya CHF diderita lansia yang berusia 50 tahun, Insiden ini akan terus bertambah setiap tahun pada lansia berusia di atas 50 tahun (Arnw et al,1998). Menurut penelitian, sebagian besar lansia yang dididiagnsis CHF tidak dapat hidup lebih dari 5 tahun (Ebbersle, Hess,1998). B. TINJAUAN TEORI 1
2 1. Pengertian Gagal jantung, sering disebut juga gagal jantung kngestif, adalah ketidakmampuan jantung untuk memmpa aadarah yang adekuat untuk memnuhi kebutuhan jaringan akan ksigen dan nutrisi. Istilah gagal jantung kngestif paling sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan sisi kanan. ( Brunner & Syddarth, 2002 ) Gagal jantung adalah suatu keadaan patfisilgis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memmpa darah untuk memnuhi kebutuhan etablisme jaringan dan / atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian vlume diastlik secara abnrmal. (Arif Mansjer, 2001) Gagal jantung Kngsetif adalah ketidakmampuan jantung untuk memmpa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap ksigen dan nutrient dikarenakan adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memmpa darah untuk memenuhi kebutuhan metablisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri (Smeltzer & Bare, 2001). Etilgi Kelainan tt jantung Gagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan tt jantung, disebabkan menurunnya kntraktilitas jantung. Kndisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi tt jantung mencakup aterslersis krner, hipertensi arterial dan penyakit degeneratif atau inflamasi Atersklersis krner mengakibatkan disfungsi mikardium karena terganggunya aliran darah ke tt jantung. Terjadi hipksia dan asidsis (akibat penumpukan asam laktat). Infark mikardium (kematian sel jantung) biasanya mendahului terjadinya gagal jantung. Peradangan dan penyakit mikardium degeneratif berhubungan dengan gagal jantung karena 2
3 kndisi yang secara langsung merusak serabut jantung menyebabkan kntraktilitas menurun. Hipertensi Sistemik atau pulmunal (peningkatan after lad) meningkatkan beban kerja jantung dan pada gilirannya mengakibatkan hipertrfi serabut tt jantung. Peradangan dan penyakit mycardium degeneratif, berhubungan dengan gagal jantung karena kndisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kntraktilitas menurun. Penyakit jantung lain, terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya, yang secara langsung mempengaruhi jantung. Mekanisme biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah yang masuk jantung (stensis katub semiluner), ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (tampnade, pericardium, perikarditif knstriktif atau stensis AV), peningkatan mendadak after lad Faktr sistemik Terdapat sejumlah besar factr yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung. Meningkatnya laju metablisme (missal : demam, tirtksiksis). Hipksia dan anemi juga dapat menurunkan suplai ksigen ke jantung. Asidsis respiratrik atau metablic dan abnrmalita elektrnik dapat menurunkan kntraktilitas jantung. Grade gagal jantung menurut New Yrk Heart Assciatin, terbagi dalam 4 kelainan fungsinal : I. Timbul sesak pada aktifitas fisik berat II. Timbul sesak pada aktifitas fisik sedang III. Timbul sesak pada aktifitas fisik ringan IV. Timbul sesak pada aktifitas fisik sangat ringan / istirahat 3
4 3. Faktr predispsisi Kelebihan Na dalam makanan Kelebihan intake cairan Tidak patuh minum bat Iatrgenic vlume verlad Aritmia : flutter, aritmia ventrikel Obat-batan: alkhl, antagnis kalsium, beta blker Sepsis, hiper/hiptirid, anemia, gagal ginjal, defisiensi vitamin B, embli paru. Setiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa penyakit dapat mengenai tt jantung dan mempengaruhi kemampuannya untuk berkntraksi dan memmpa darah. Penyebab paling sering adalah penyakit arteri krner, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tt jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung. Kerusakan tt jantung bisa disebabkan leh: Mikarditis (infeksi tt jantung karena bakteri, virus atau mikrrganisme lainnya) Diabetes Kelenjar tirid yang terlalu aktif Kegemukan (besitas). 4
5 Penyakit katup jantung bisa menyumbat aliran darah diantara ruang-ruang jantung atau diantara jantung dan arteri utama. Selain itu, kebcran katup jantung bisa menyebabkan darah mengalir balik ke tempat asalnya. Keadaan ini akan meningkatkan beban kerja tt jantung, yang pada akhirnya bisa melemahkan kekuatan kntraksi jantung. Penyakit lainnya secara primer menyerang sistem knduksi listrik jantung dan menyebabkan denyut jantung yang lambat, cepat atau tidak teratur, sehingga tidak mampu memmpa darah secara efektif. Jika jantung harus bekerja ekstra keras untuk jangka waktu yang lama, maka ttttnya akan membesar; sama halnya dengan yang terjadi pada tt lengan setelah beberapa bulan melakukan latihan beban. Pada awalnya, pembesaran ini memungkinkan jantung untuk berkntraksi lebih kuat; tetapi akhirnya jantung yang membesar bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan memmpa jantung dan terjadilah gagal jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa menyebabkan jantung bekerja lebih berat. Jantung juga bekerja lebih berat jika harus mendrng darah melalui jalan keluar yang menyempit (biasanya penyempitan katup arta). Penyebab yang lain adalah kekakuan pada perikardium (lapisan tipis dan transparan yang menutupi jantung). Kekakuan ini menghalangi pengembangan jantung yang maksimal sehingga pengisian jantung juga menjadi tidak maksimal. Penyebab lain yang lebih jarang adalah penyakit pada bagian tubuh yang lain, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan ksigen dan zat-zat makanan, sehingga jatung yang nrmalpun tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut dan terjadilah gagal jantung. 5
6 Penyebab gagal jantung bervariasi di seluruh dunia karena penyakit yang terjadipun tidak sama di setiap negara. Misalnya di negara trpis sejenis parasit tertentu bisa bersemayam di tt jantung dan menyebabkan gagal jantung pada usia yang jauh lebih muda. 4. Patfisilgi Jantung yang nrmal dapat berespn terhadap peningkatan kebutuhan metablisme dengan menggunakan mekanisme kmpensasi yang bervariasi untuk mempertahankan kardiak utput, yaitu meliputi : Respn system saraf simpatis terhadap barrreseptr atau kemreseptr b. Pengencangan dan pelebaran tt jantung untuk menyesuaikan terhadap peningkatan vlume Vaskntriksi arterirenal dan aktivasi system rennin angitensin d. Respn terhadap serum sdium dan regulasi ADH dan reabsrbsi terhadap cairan Kegagalan mekanisme kmpensasi dapat dipercepat leh adanya vlume darah sirkulasi yang dipmpakan untuk melawan peningkatan resistensi vaskuler leh pengencangan jantung. Kecepatan jantung memperpendek waktu pengisian ventrikel dari arteri crnaria. Menurunnya COP dan menyebabkan ksigenasi yang tidak adekuat ke mikardium. Peningkatan dinding akibat dilatasi menyebabkan peningkatan tuntutan ksigen dan pembesaran jantung (hipertrphi) terutama pada jantung iskemik atau kerusakan yang menyebabkan kegagalan mekanisme pemmpaan. 6
7 5. Tanda dan Gejala Tanda dminan : Meningkatnya vlume intravaskuler Kngestif jaringan akibat tekanan arteri dan vena meningkat akibat penurunan curah jantung. Manifestasi kngesti berbeda tergantung pada kegagalan ventrikel mana yang terjadi. Gagal Jantung Kiri : Kngesti paru mennjl pada gagal ventrikel kiri karena ventrikel kiri tak mampu memmpa darah yang dating dari paru. Manifestasi klinis yang terjadi yaitu : Dispnea, Terjadi akibat penimbunan cairan dalam alveli dan mengganggu pertukaran gas. Dapat terjadi rtpne. Beberapa pasien dapat mengalami rtpne pada malam hari yang dinamakan Parksimal Nkturnal Dispnea (PND) Batuk Mudah lelah, Terjadi karena curah jantung yang kurang yang menghambat jaringan dan sirkulasi nrmal dan ksigen serta menurunnya pembuangan sisa hasil katablisme. Juga terjadi karena meningkatnya energi yang digunakan untuk bernafas dan insmnia yang terjadi karena distress pernafasan dan batuk Kegelisahan atau kecemasan, Terjadi karena akibat gangguan ksigenasi jaringan, stress akibat kesakitan bernafas dan pengetahuan bahwa jantung tidak berfungsi dengan baik 7
8 Gagal jantung Kanan : Kngestif jaringan perifer dan visceral Oedema ekstremitas bawah (edema dependen), biasanya edema pitting, penambahan BB. Hepatmegali dan nyeri tekan pada kuadran kanan atas abdmen terjadi akibat pembesaran vena hepar Anreksia dan mual, terjadi akibat pembesaran vena dan statis vena dalam rngga abdmen Nkturia Kelemahan 6. Pemeriksaan penunjang Ft trax dapat mengungkapkan adanya pembesaran jantung, edema atau efusi pleura yang menegaskan diagnsa CHF EKG dapat mengungkapkan adanya tachicardi, hipertrfi bilik jantung dan iskemi (jika disebabkan AMI), Ekkardigram Pemeriksaan Lab meliputi : Elektrlit serum yang mengungkapkan kadar natrium yang rendah sehingga hasil hemdelusi darah dari adanya kelebihan retensi air, K, Na, Cl, Ureum, gula darah 8
9 7. Pathway Disfungsi micard beban sistl kebutuhan metablisme Kntraktilitas prelad beban kerja jantung Hambatan pengsngan ventrikel Beban jantung Gagal jantung kngestif Gagal pmpa ventrikel Frward failuer Curah jantung ( COP) back ward failure Tekanan vena pulm Suplai drh kejaringan renal flw tekanan kapiler paru Nutrisi & O 2 sel pelepasan RAA edema paru Metablisme sel retensi Na & air Gg. Pertukaran gas Lemah & letih edema Intleransi aktifitas kelebihan vlume cairan 9
10 8. Pengkajian 1. Pengkajian Primer a. Airway : batuk dengan atau tanpa sputum, penggunaan bantuan tt pernafasan, ksigen, dll b. Breathing : Dispnea saat aktifitas, tidur sambil duduk atau dengan beberapa bantal c. Circulatin : Riwayat HT IM akut, GJK sebelumnya, penyakit katub jantung, anemia, syk dll. Tekanan darah, nadi, frekuensi jantung, irama jantung, nadi apical, bunyi jantung S3, gallp, nadi perifer berkurang, perubahan dalam denyutan nadi juguralis, warna kulit, kebiruan punggung, kuku pucat atau siansis, hepar ada pembesaran, bunyi nafas krakles atau rnchi, edema 2. Pengkajian Sekunder Aktifitas/istirahat Keletihan, insmnia, nyeri dada dengan aktifitas, gelisah, dispnea saat istirahat atau aktifitas, perubahan status mental, tanda vital berubah saat beraktifitas. Integritas eg : Ansietas, stress, marah, takut dan mudah tersinggung Eliminasi Gejala penurunan berkemih, urin berwarna pekat, berkemih pada malam hari, diare / knstipasi Makanan/cairan Kehilangan nafsu makan, mual, muntah, penambahan BB signifikan. Pembengkakan ekstremitas bawah, diit tinggi garam penggunaan diuretic distensi abdmen, edema umum, dll 10
11 Hygiene : Keletihan selama aktifitas perawatan diri, penampilan kurang. Neursensri Kelemahan, pusing, lethargi, perubahan perilaku dan mudah tersinggung. Nyeri/kenyamanan Nyeri dada akut- krnik, nyeri abdmen, sakit pada tt, gelisah Interaksi scial : penurunan aktifitas yang biasa dilakukan 9. Diagnsa keperawatan yang mungkin muncul 1. Diagnsa keperawatan : Curah Jantung, Menurun - Perubahan Kntraktilitas mikardial/perubahan intrpik - Perbahan frekuaensi, irama, knduksi listrik - Perubahan struktural (mis, kelainan katup, aneurisme ventrikular) 2. Diagnsa keperawatan : Intleran aktivitas - Ketidakseimbangan antara suplai ksigen / kebutuhan - Kelebihan Kelemahan umum - Tirah baring lama / imbilisasi 3. Diagnsa keperawatan : Kelebihan vlume cairan 11
12 - Menurunnya laju filtrasi glmerulus ( menurunnya curah jantung)/ meningkatnya prduksi ADH dan retensi natrium / air 4. Diagnsa keperawatan : pertukaran gas, kerusakan, resik tinggi - Perubahan membran kapiler alvelus 5. Diagnsa keperawatan : integritas kulit, kerusakan, resik tinggi terhadap - Tirah baring lama - Edema, penurunan perfusi jaringan 6. Diagnsa keperawatan : kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), menegenai kndisi, prgram pengbatan - Kurang pemahaman / kesalahan persepsi tentang hubungan fungsi jantung / penyakit / gagal. 12
13 10. Renacana Asuhan Keperawatan 1. Diagnsa keperawatan : Curah Jantung, Menurun - Perubahan Kntraktilitas mikardial/perubahan intrpik - Perbahan frekuaensi, irama, knduksi listrik - Perubahan struktural (mis, kelainan katup, aneurisme ventrikular) Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama...x 24 jam masalah gangguan curah jantung dapat teratasi Kriteria : - Menunjukan tanda vital dalam batas yang dapat diterima - Ikut serta dalamaktivitas yang mengurangi beban kerja jantung TINDAKAN / INTERVENSI Mandiri - Auskultasi nadi apikal : kaji frekuensi, irama jantun - Catat bunyi jantung - Palpasi Nadi perifer - Pantau TD RASIONAL - Biasanya terjadi takikardi (meskipun pada saat istirahat) untuk mengknpensasi penurunan kntraktilitas ventrikuler - S1 dan S2 mungkin lemah karena menurunnya kerja pmpa. Irama galp umum (S3 dan S4) dihasilkan sebagai aliran darah ke dalam serambi yang distensi. - Penurunan curah jantung dapat menunjukan menurunnya nadi radial, ppliteal, drsalis pedis dan pstibial. - Pada GJK dini, sedang atau krnis TD dapat meningkat sehubungan 13
14 - Kaji kulit terhadap pucat dan siansis - Tinggikan kaki, hindari tekanan pada bawah lutut. Drng lahraga aktif/pasif. Klabrasi - Berikan ksigen tambahan dengan kanula nasal / masker sesuai indikasi - Berikan bat sesuai indikasi dengan SVR. - Pucat menunjukan menurunnya perfusi perifer sekunder terhadap tidak adekuatnya curah jantung - Menurunkan statis vena dan dapat menurunkan insiden trmbus / pembentukan emblus. - Meningkatkan sediaan ksigen untuk kebutuhan mikard untuk melawan efek hipksia / iskemia. - Banyaknya bat dapat digunakan untuk meningkatkan vlume sekuncup, memperbaiki kntraktilitas, dan menurunkan kngesti. 2. Diagnsa keperawatan : Intleran aktivitas - Ketidakseimbangan antara suplai ksigen / kebutuhan - Kelebihan Kelemahan umum - Tirah baring lama / imbilisasi Tujuan : Terjadi peningkatan tleransi pada klien setelah dilaksanakan tindakan keperawatan. Kriteria : Frekuensi jantung X/mnt, TD 120/80 mmhg 14
15 TINDAKAN / INTERVENSI Mandiri - Periksa tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas - Catat respn kardipulmnal terhadap aktivitas, catata takikardi, disritmik, dispnea, berkeringat, pucat - Kaji penyebab kelemahan cnth pengbatan, nyeri, bat - Evaluasi peningkatan intleransi aktivitas - Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan dirisesuai indikasi RASIONAL - Hiptensi rtstatik dapat terjadi dengan aktivitas karena efek bat ( vasdilasi), perpindahan cairan ( diuretik ) atau pengaruh fungsi jantung. - Penurunan / ketidakmampuan mikardium untuk meningkatkan vlume sekuncup selama aktivitas, dapat menyebabkan peningkatan segera pada frekuensi jantung. - Kelemahan adalah efek samping beberapa bat. Nyeri dan prgram penuh stress juga memerlukan energi dan menyebabkan kelemahan. - Dapat menunjukan peningkatan dekmpensasi jantung daripada kelebihan aktivitas.. - Pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien tanpa mempengaruhi stress mikard/kebutuhan ksigen berlebihan. 3. Diagnsa keperawatan : Kelebihan vlume cairan - Menurunnya laju filtrasi glmerulus ( menurunnya curah jantung)/ meningkatnya prduksi ADH dan retensi natrium / air Tujuan : Keseimbangan vlume cairan dapat dipertahankan selama dilakukan tindakan keperawatan selama di rawat di RS 15
16 Kriteria : Mempertahankan keseimbangan cairan seperti dibuktikan leh tekanan darah dalam batas nrmal, tidak ada distensi vena perifer/vena dan edema dependen. TINDAKAN / INTERVENSI Mandiri - Pantau haluaran urine, catat jumlah dan warna - Pantau / hitung keseimbangan pemasukan dan pengeluaran selama 24 jam - Pertahankan duduk atau tirah baring dengan psisi semifwler selama fase akut. - Auskultasi bunyi nafas - Berikan makanan yang mudah dicerna, prsi kecil tapi sering. Klabrasi - Pemberian bat sesuai indikasi : diuretik RASIONAL - Haluaran urine mungkin sedikit dan pekat karena penurunan perfusi ginjal. - Terapi diuretik dapat dapat disebabkan leh kehilangan cairan tiba-tiba/kelebihan meskipun edema / asites masih ada. - Psisi terlentang meningkatkan filtrasi ginjal dan menurunkan prduksi ADH sehingga meningkatkan diuresis. - Kelebihan vlume cairan sering menimbulkan kngesti paru. - Penurunan mtilitas gaster dapat berefek merugikan pada digestif dan absrpsi. Makan sedikit dan sering meningkatkan digesti / mencegah ketidaknyamanan abdmen. - Meningkatkan laju aliran urine dan dapat menghambat reabsrpsi natrium/klrrida pada tubulus ginjal. - 16
17 4. Diagnsa keperawatan : pertukaran gas, kerusakan, resik tinggi - Perubahan membran kapiler alvelus TINDAKAN / INTERVENSI Mandiri - Auskultasi bunyi nafas - Anjurkan pasien batuk efektif, napas dalam - Drng perubahan psisi sering - Pertahankan duduk di kursi / tirah baring dengan kepala tempat tidur tinggi derajat, psisi semi fwler. Skng bantal dengan bantal. RASIONAL - Menyatakan adanya kngesti paru / pengumpulan sekret menunjukan kebutuhan untuk intervensi lanjut.. - Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran ksigen - Membantu mencegah atelektasis dan pneumnia. - Menueunkan knsumsi ksigen / kebutuhan dan meningkatkan inflamasi paru maksimal. Klabrasi - Berikan ksigen tambahan sesuai indikasi - Meningkatkan knsentrasi ksigen alvelar, yang dapat memperbaiki / menurunkan hipksemia jaringan. 5. Diagnsa keperawatan : integritas kulit, kerusakan, resik tinggi terhadap - Tirah baring lama - Edema, penurunan perfusi jaringan 17
18 TINDAKAN / INTERVENSI Mandiri - Lihat kulit, catat pennjlan tulang, adanya edema, area sirkulasinya terganggu/pigmentasi, atau kegemukan/kururs - Ubah psisi sering di tempat tidur / kursi - Berikan perawatan kulit RASIONAL - Kulit beresik karena gangguan sirkulasi perifer, imbilisasi fisik, dan gangguan status nutrisi. - Memperbaiki sirkulasi - Terlalu kering atau lembab merusak kulit dan mempercepat kerusakan. 6. Diagnsa keperawatan : kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), menegenai kndisi, prgram pengbatan - Kurang pemahaman / kesalahan persepsi tentang hubungan fungsi jantung / penyakit / gagal. TINDAKAN / INTERVENSI Mandiri - Diskusikan fungsi jantung nrmal. Meliputi infrmasi sehubungan dengan perbedaan pasien dari fungsi nrmal. Jelaskan perbedaan antara serangan jantung dan GJK. - Kuatkan rasinal pengbatan - Diskusikan bat, tujuan dan efek samping. Berikan instruksi verbal dan tertulis RASIONAL - Pengetahuan prses penyakit dan harapan dapat memudahkan ketaatan pada prgram pengbatan. - Pasien percaya bahwa pengubahan prgram pascapulang diblehkan bila merasa baik dan bebas gejala atau merasa lebih sehat yang dapat menigkatkan resik eksaserbasi gejala. Pemahaman prgram, bat, dan pembatasan dapat meningkatkan kerjasama untuk mengntrl gejala. - Pemahaman kebutuhan terapeutik dan pentingnya upaya pelapran efek samping dapat mencegah terjadinya kmplikasi bat. 18
19 - Anjurkan makan diet pada pagi hari - bha ulang tanda/gejala yang memerlukan perhatian medik cepat, edema, napas pendek, peningkatan kelelahan, batuk, hemptisis, demam - Memberikan waktu adekuat untuk efek bat sebelum waktu tidur untuk mencegah/membatasi mengehentikan tidur. - Pemantauan sendiri meningkatkan tanggung jawab pasien dalam emeliharaan kesehatan dan alat mencegah kmplikasi, cnth edema paru, pneumnia. 19
20 DAFTAR PUSTAKA 1. Denges, Marilyn C, Rencana Asuhan Keperawatan: Pedman untuk perencanaan dan pendkumentasian perawatan pasien, Edisi 3 Jakarta: EGC, Hudak, Gall, Keperawatan Kritis: Pendekatan Hlistik, Edisi IV, Jakarta, EGC: Mansjer, A. Kapita Selekta kedkteran. Edisi Ketiga Jilid 1, Media, Price, Sylvia, Patfisilgi: Knsep Klinis Prses Prses Penyakit, Edisi 4, Jakarta: EGC, Smeltzer, Bare, Buku Ajar keperawatan Medical Bedah, Bruner & Suddart, Edisi 8, Jakarta, EGC,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Gagal jantung kongestif (CHF) adalah keadaan patofisiologis berupa
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Gagal Jantung Kongestif 1.1 Defenisi Gagal Jantung Kongestif Gagal jantung kongestif (CHF) adalah keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung, sehingga jantung tidak
Data Demografi. Ø Perubahan posisi dan diafragma ke atas dan ukuran jantung sebanding dengan
ASUHAN KEPERAWATAN 1. Pengkajian Data Demografi Nama Umur Pekerjaan Alamat a. Aktifitas dan istirahat Ø Ketidakmampuan melakukan aktifitas normal Ø Dispnea nokturnal karena pengerahan tenaga b. Sirkulasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dari sekian banyak kasus penyakit jantung, Congestive Heart Failure
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dari sekian banyak kasus penyakit jantung, Congestive Heart Failure (CHF) menjadi yang terbesar. Bahkan dimasa yang akan datang penyakit ini diprediksi akan terus bertambah
BAB I TINJAUAN TEORI. Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diastolic>90
1 BAB I TINJAUAN TEORI A. Pengertian Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diastolic>90 mmhg,yang terjadi pada seseoang paling sedikit tiga waktu terakhir yang berbeda (who 1978,komisi
LAPORAN PENDAHULUAN HEPATOMEGALI
LAPORAN PENDAHULUAN HEPATOMEGALI A. KONSEP MEDIK 1. Pengertian Hepatomegali Pembesaran Hati adalah pembesaran organ hati yang disebabkan oleh berbagai jenis penyebab seperti infeksi virus hepatitis, demam
LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA
LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA A. KONSEP MEDIK 1. Pengertian Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar darah Hemoglobin (Hb) atau hematokrit di bawah normal. (Brunner & Suddarth, 2000:
PATENT DUCTUS ARTERIOSUS (PDA)
PATENT DUCTUS ARTERIOSUS (PDA) DEFENISI PDA kegagalan menutupnya duktus arteriosus ( arteri yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal ) pd minggu pertama kehidupan, yang menyebabkan mengalirnya darah
VENTRIKEL SEPTAL DEFECT
VENTRIKEL SEPTAL DEFECT 1. Defenisi Suatu keadaan abnormal yaitu adanya pembukaan antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan 2. Patofisiologi Adanya defek ventrikel, menyebabkan tekanan ventrikel kiri
Disusun Oleh : Kelompok III
Disusun Oleh : Kelompok III 1. Saepuloh 2. Endri R. 3. Caca 4. Warini 5. Nursaidah 6. Nurhaenah SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CIREBON PROGRAM STUDI KEPERAWATAN 2011 SATUAN ACARA PENYULUHAN Masalah : Kurangnya
PATHWAY THALASEMIA. Mutasi DNA. Produksi rantai alfa dan beta Hb berkurang. Kelainan pada eritrosit. Pengikatan O 2 berkurang
PATHWAY THALASEMIA Penyebab primer: - Sintetis Hb A
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perktaan pada Pasien dengan Gangguan Kardivaskuler: Cngestive heart failure, di Ruang Rawat Kardivaskuler, Lantai 6 Zna B,
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN. Setiawan, S.Kp., MNS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN SHOCK HYPOVOLEMIK Setiawan, S.Kp., MNS KLASIFIKASI SHOCK HYPOVOLEMIC SHOCK CARDIOGENIC SHOCK SEPTIC SHOCK NEUROGENIC SHOCK ANAPHYLACTIC SHOCK TAHAPAN SHOCK TAHAP INISIAL
PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan
PENGANTAR KESEHATAN DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY PENGANTAR Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan meningkatkan kesehatan, cara mencegah penyakit, cara menyembuhkan
5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan
5. Pengkajian a. Riwayat Kesehatan Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam. Anoreksia, sukar menelan, mual dan muntah. Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gagal jantung adalah keadaan patofisiologi dimana jantung gagal mempertahankan sirkulasi adekuat untuk kebutuhan tubuh meskipun tekanan pengisian cukup. Gagal jantung
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN N DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL O 1 Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan produk mucus berlebihan dan kental, batuk tidak efektif. Mempertahankan jalan
Kekurangan volume cairan b.d kehilangan gaster berlebihan, diare dan penurunan masukan
F. KEPERAWATAN Kekurangan volume cairan b.d kehilangan gaster berlebihan, diare dan penurunan masukan Kaji TTV, catat perubahan TD (Postural), takikardia, demam. Kaji turgor kulit, pengisian kapiler dan
haluaran urin, diet berlebih haluaran urin, diet berlebih dan retensi cairan beserta natrium ditandai dengan - Pemeriksaan lab :
E. Analisa data NO DATA MASALAH PENYEBAB DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. DO : Kelebihan volume Penurunan Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan - Terlihat edema derajat I pada kedua kaki cairan haluaran
BAB II TINJAUAN TEORI. Hipertensi didefinisikan sebagai kenaikan secara pasti tekanan darah arteri
BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Hipertensi didefinisikan sebagai kenaikan secara pasti tekanan darah arteri pada angka 140/90 mmhg atau lebih. Dibedakan bahwa hipertensi sistolik mengarah pada tekanan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS) ANGINA PECTORIS I. PENGERTIAN Angina pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada
Chronic Hearth Disease (CHD)/ Gagal Jantung
Chronic Hearth Disease (CHD)/ Gagal Jantung I. DEFINISI Chronic Hearth Disease (CHF)/gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan
BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance base dan
BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan Bab ini membahas tentang gambaran pengelolaan terapi batuk efektif bersihan jalan nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance
Thalassemia. Abdul Muslimin Dwi Lestari Dyah Rasminingsih Eka Widya Yuswadita Fitriani Hurfatul Gina Indah Warini Lailatul Amin N
Thalassemia Abdul Muslimin Dwi Lestari Dyah Rasminingsih Eka Widya Yuswadita Fitriani Hurfatul Gina Indah Warini Lailatul Amin N Maiyanti Wahidatunisa Nur Fatkhaturrohmah Nurul Syifa Nurul Fitria Aina
ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIFOID
ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIFOID Definisi: Typhoid fever ( Demam Tifoid ) adalah suatu penyakit umum yang menimbulkan gejala gejala sistemik berupa kenaikan suhu dan kemungkinan penurunan kesadaran. Etiologi
Materi 13 KEDARURATAN MEDIS
Materi 13 KEDARURATAN MEDIS Oleh : Agus Triyono, M.Kes Pengertian Kedaruratan medis adalah keadaan non trauma atau disebut juga kasus medis. Seseorang dengan kedarutan medis dapat juga terjadi cedera.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Asia saat ini terjadi perkembangan ekonomi secara cepat, kemajuan industri, urbanisasi dan perubahan gaya hidup seperti peningkatan konsumsi kalori, lemak, garam;
Mahasiswa mampu: 3. Melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan kateterisasi jantung
Wantiyah Mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan tentang arteri koroner 2. Menguraikan konsep keteterisasi jantung: pengertian, tujuan, indikasi, kontraindikasi, prosedur, hal-hal yang harus diperhatikan 3. Melakukan
1. ASUHAN IBU SELAMA MASA NIFAS
1. ASUHAN IBU SELAMA MASA NIFAS Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, berlangsung kirakira 6 minggu. Anjurkan
SIROSIS HEPATIS R E J O
SIROSIS HEPATIS R E J O PENGERTIAN : Sirosis hepatis adalah penyakit kronis hati oleh gangguan struktur dan perubahan degenerasi fungsi seluler dan selanjutnya perubahan aliran darah ke hati./ Jaringan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ASIDOSIS RESPIRATORI
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ASIDOSIS RESPIRATORI A. PENGAKAJIAN. 1. Teliti Riwayat Klinis Dari Perjalanan Penyakit Yang Dapat Mengakibatkan Asidosis Respiratorik. 2. Teliti Tanda Dan Gejala Klinis Yang
BAB I KONSEP DASAR. sepanjang saluran usus (Price, 1997 : 502). Obstruksi usus atau illeus adalah obstruksi saluran cerna tinggi artinya
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Obstruksi usus atau ilieus adalah gangguan aliran normal isi usus sepanjang saluran usus (Price, 1997 : 502). Obstruksi usus atau illeus adalah obstruksi saluran cerna
Topik : Infark Miokard Akut Penyuluh : Rizki Taufikur R Kelompok Sasaran : Lansia Tanggal/Bln/Th : 25/04/2016 W a k t u : A.
Topik : Infark Miokard Akut Penyuluh : Rizki Taufikur R Kelompok Sasaran : Lansia Tanggal/Bln/Th : 25/04/2016 W a k t u : 09.30 A. LATAR BELAKANG Dengan bertambahnya usia, wajar saja bila kondisi dan fungsi
BAB I KONSEP DASAR. saluran usus (Price, 1997 : 502). Obserfasi usus aiau illeus adalah obstruksi
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Obstruksi usus atau illeus adalah gangguan aliran normal isi usus sepanjang saluran usus (Price, 1997 : 502). Obserfasi usus aiau illeus adalah obstruksi saluran cerna
BAB I KONSEP DASAR. dalam kavum Pleura (Arif Mansjoer, 1999 : 484). Efusi Pleura adalah
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Efusi Pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan di rongga pleura selain cairan dapat juga terjadi penumpukan pus atau darah (Soeparman, 1996 : 789).
KELOMPOK 4 ASUHAN KEPERAWATAN EMERGENCY DAN KRITIS
KELOMPOK 4 ASUHAN KEPERAWATAN EMERGENCY DAN KRITIS Bunuh diri merupakan kematian yang diperbuat oleh sang pelaku sendiri secara sengaja (Haroid I. Kaplan & Berjamin J. Sadock, 1998). Bunuh diri adalah
CATATAN PERKEMBANGAN. vital. posisi semi fowler. tenang.
LAMPIRAN 1 CATATAN PERKEMBANGAN No. Dx Hari/ Tanggal 1. Rabu, 01 Juni Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP) 08.00 1. Mengkaji skala nyeri : 4 S : Pasien mengatakan
BAB 1 PENDAHULUAN. Beberapa penyakit yang dapat menggangu sistem oksigenasi yaitu seperti TBC,
1 BAB 1 A. Latar Belakang PENDAHULUAN Beberapa penyakit yang dapat menggangu sistem oksigenasi yaitu seperti TBC, PPOK, ISPA, dan lain-lain. WHO melaporkan bahwa 0,5% dari penduduk dunia terserang Penyakit
BAB I PENDAHULUAN. Gagal ginjal kronis atau End Stage Renal Desease (ESRD) merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gagal ginjal kronis atau End Stage Renal Desease (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan
RENCANA KEPERAWATAN NO DIANGOSA KEPERAWATAN DAN KOLABORASI NOC NIC
RENCANA KEPERAWATAN NO DIANGOSA KEPERAWATAN DAN KOLABORASI NOC NIC 1. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menyusui yang benar Setelah diberikan tindakan keperawatan
SYOK/SHOCK SITI WASLIYAH
SYOK/SHOCK SITI WASLIYAH SYOK sebagai kondisi kompleks yang mengancam jiwa, yang ditandai dengan tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan dan sel-sel tubuh (Rice 1991). Komponen-komponen aliran darah
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA A. PENGKAJIAN 1. IDENTITAS No. Rekam Medis : 55-13-XX Diagnosa Medis : Congestive Heart Failure
LAPORAN PENDAHULUAN Konsep kebutuhan mempertahankan suhu tubuh normal I.1 Definisi kebutuhan termoregulasi
LAPORAN PENDAHULUAN I. Konsep kebutuhan mempertahankan suhu tubuh normal I.1 Definisi kebutuhan termoregulasi Termoregulasi adalah suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADIA PASIEN GANGGUAN KEBUTUHAN SUHU TUBUH (HIPERTERMI)
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADIA PASIEN GANGGUAN KEBUTUHAN SUHU TUBUH (HIPERTERMI) A. Masalah Keperawatan Gangguan kebutuhan suhu tubuh (Hipertermi) B. Pengertian Hipertermi adalah peningkatan
BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 )
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina.
Derajat 2 : seperti derajat 1, disertai perdarah spontan di kulit dan atau perdarahan lain
Demam berdarah dengue 1. Klinis Gejala klinis harus ada yaitu : a. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlagsung terus menerus selama 2-7 hari b. Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan
[BUKU SAKU UNTUK JEMAAH HAJI]
2015 copyright@saricipta2015 [BUKU SAKU UNTUK JEMAAH HAJI] Buku saku ini berisi informasi terkait Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang sangat bermanfaat dalam rangka pengendalian mandiri oleh jamaah
BAB I PENDAHULUAN. yang progresif dan lambat yang biasanya berlangsung beberapa tahun.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gagal Ginjal Kronik merupakan perkembangan dari gagal ginjal akut yang progresif dan lambat yang biasanya berlangsung beberapa tahun. Gagal Ginjal Kronik menyebabkan
Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE
Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu
BAHAN AJAR PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSIF DAN
BAHAN AJAR PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSIF DAN 18 JANTUNG KORONER Penyakit Jantung Sampai sekarang penyakit jantung tetap sebagai pemegang rekor pembunuh nomor satu. Kalau dilihat dari berbagai kasus kematian
ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMONIA
ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMONIA Konsep Medik : 1. Pengertian Pneumonia adalah suatu peradangan atau inflamasi pada paru-paru yang umumnya disebabkan oleh agent infeksi. 2. Tanda dan Gejala 1. Secara khas
LAPORAN PENDAHULUAN. PADA PASIEN DENGAN KASUS CKR (Cedera Kepala Ringan) DI RUANG ICU 3 RSUD Dr. ISKAK TULUNGAGUNG
LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN KASUS CKR (Cedera Kepala Ringan) DI RUANG ICU 3 RSUD Dr. ISKAK TULUNGAGUNG A. DEFINISI CKR (Cedera Kepala Ringan) merupakan cedera yang dapat mengakibatkan kerusakan
ASKEP KEGAWATDARURATAN KARDIOVASKULAR. Yoani Aty
ASKEP KEGAWATDARURATAN KARDIOVASKULAR Yoani Aty Infark miocardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang. (Brunner
TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi)
TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi) DEFINISI Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASKEP AN. R DENGAN BISITOPENIA DI RUANG HCU ANAK RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASKEP AN. R DENGAN BISITOPENIA DI RUANG HCU ANAK RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Oleh : Dewi Rahmawati 201420461011056 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
Etiologi penyebab edema dapat dikelompokan menjadi empat kategori umum:
Syifa Ramadhani (2013730182) 4. Jelaskan mekanisme dan etiologi terjadinya bengkak? Mekanisme terjadinya bengkak Secara umum, efek berlawanan antara tekanan hidrostatik (gaya yg mendorong cairan keluar
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GASTRITIS PADA LANSIA
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GASTRITIS PADA LANSIA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GASTRITIS PADA LANSIA PENGERTIAN Suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan sub mukosa lambung. (Mizieviez). ETIOLOGI 1. Faktor
BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dalam pleura berupa transudat atau eksudat yang diakibatkan terjadinya ketidakseimbangan
MONITORING DAN ASUHAN KEPERAWATANA PASIEN POST OPERASI
MONITORING DAN ASUHAN KEPERAWATANA PASIEN POST OPERASI Oleh : Furkon Nurhakim INTERVENSI PASCA OPERASI PASE PASCA ANESTHESI Periode segera setelah anesthesi à gawat MEMPERTAHANKAN VENTILASI PULMONARI Periode
BAB 1 PENDAHULUAN. Ginjal kiri letaknya lebih tinggi dari ginjal kanan, berwarna merah keunguan.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Ginjal sering disebut buah pinggang. Bentuknya seperti kacang dan letaknya disebelah belakang rongga perut, kanan dan kiri dari tulang punggung. Ginjal kiri letaknya
PENYAKIT KATUP JANTUNG
PENYAKIT KATUP JANTUNG DEFINISI Kelainan katup jantung adalah kelainan pada jantung yang menyebabkan kelainan kelainan pada aliran darah yang melintasi katup jantung. Katup yang terserang penyakit dapat
DAFTAR TABEL JUDUL. Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan usia. Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan jenis kelamin
DAFTAR TABEL NO JUDUL HAL 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 3.11 3.12 3.13 3.14 3.15 3.16 Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan usia Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan jenis kelamin Distribusi
BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah. 1.3 Tujuan MAKALAH INFARK MIOKARD AKUT
MAKALAH INFARK MIOKARD AKUT BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infark miokard akut mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibart suplai darah yang tidak adekuat, sehingga aliran darah koroner
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bangsa Indonesia sedang berkembang dan terus mencanangkan
15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bangsa Indonesia sedang berkembang dan terus mencanangkan pembangunan menuju masyarakat industri. Salah satu tujuan pembangunan yang ingin dicapai adalah peningkatan
2. Pengkajian Kesehatan. a. Aktivitas. Kelemahan. Kelelahan. Malaise. b. Sirkulasi. Bradikardi (hiperbilirubin berat)
. KOMPLIKASI Ensefalopai hepaic terjadi pada kegagalan hai berat yang disebabkan oleh akumulasi amonia serta metabolik toksik merupakan stadium lanjut ensefalopai hepaik. Kerusakan jaringan paremkin hai
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KANKER TESTIS
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KANKER TESTIS 1. Definisi Kanker Testis adalah pertumbuhan sel sel ganas didlam testis yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjlan di dalam skrtum.
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 6. SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIALATIHAN SOAL
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 6. SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIALATIHAN SOAL 1. Penyakit keturunan di mana penderitanya mengalami gangguan dalam pembekuan darah disebut... Leukopeni Leukositosis Anemia Hemofilia
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MATERNITAS: EKLAMPSIA
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MATERNITAS: EKLAMPSIA NIKEN ANDALASARI Pengertian Eklampsia Eklampsia adalah suatu keadaan dimana didiagnosis ketika preeklampsia memburuk menjadi kejang (Helen varney;
BAB I KONSEP DASAR. Selulitis adalah infeksi streptokokus, stapilokokus akut dari kulit dan
1 BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Selulitis adalah infeksi streptokokus, stapilokokus akut dari kulit dan jaringan subkutan biasanya disebabkan oleh invasi bakteri melalui suatu area yang robek pada kulit,
OBAT KARDIOVASKULER. Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung. Kadar lemak di plasma, ex : Kolesterol
OBAT KARDIOVASKULER Kardio Jantung Vaskuler Pembuluh darah Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung Jenis Obat 1. Obat gagal jantung 2. Obat anti aritmia 3. Obat anti hipertensi 4. Obat anti angina
MONITORING HEMODINAMIK TIM ICU INTERMEDIATE ANGKATAN I
MONITORING HEMODINAMIK TIM ICU INTERMEDIATE ANGKATAN I Hemodinamik Aliran darah dalam sistem peredaran tubuh kita baik sirkulasi magna/ besar maupun sirkulasi parva/ sirkulasi dalam paru paru. Monitoring
Author : Liza Novita, S. Ked. Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau Doctor s Files: (http://www.doctors-filez.
Author : Liza Novita, S. Ked Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau 2009 0 Doctor s Files: (http://www.doctors-filez.tk GLOMERULONEFRITIS AKUT DEFINISI Glomerulonefritis Akut (Glomerulonefritis
GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Dr. Suparyanto, M.Kes GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT CAIRAN TUBUH Cairan tubuh adalah larutan isotonik yang tersusun atas air dan zat terlarut (mineral)
BAB III PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan membahas tentang permasalahan yang
27 BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan membahas tentang permasalahan yang ditemukan pada pasien An.T adapun permasalahan tersebut sebagai berikut: A. Diagnosa 1 Bersihan jalan nafas tidak efektif
APPENDISITIS. Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh: a. Fekalis/ massa keras dari feses b. Tumor, hiperplasia folikel limfoid c.
APPENDISITIS I. PENGERTIAN Appendisitis adalah inflamasi akut pada appendisits verniformis dan merupakan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Brunner & Suddart, 1997) II. ETIOLOGI Appendisitis
BAB I PENDAHULUAN. berfungsi penuh sejak janin berada dalam rahim(kira-kira pada. gestasi minggu ke-8). Tanpa adanya jantung yang berdenyut dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem kardiovaskular adalah sistem organ pertama yang berfungsi penuh sejak janin berada dalam rahim(kira-kira pada gestasi minggu ke-8). Tanpa adanya jantung yang
Karna posisi ini mengurangi aliran balik vena dan tekanan kapiler paru (isselbacher,2012)
1e. patofisiologi sesak Penyebab: kardiovaskular : gagal jantung Peningkatan vena pulomonalis dan tekana kapiler pembendungan pembuluh darah paru dan edema paru intentisial peningkatan kerja otot untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gangguan pada sistem pernafasan merupakan penyebab utama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan pada sistem pernafasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Infeksi pada saluran pernafasan jauh lebih sering terjadi dibandingkan dengan infeksi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA OLEH : MEYRIA SINTANI NIM : 2012.C.04a.0314 YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA SEKOLAH TINGGI ILMU
BAB 1 PENDAHULUAN. Koroner dan penyakit Valvular ( Smeltzer, et., al. 2010). Gangguan
BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Gagal Jantung adalah ketidakmampuan Jantung untuk memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan tubuh. Kegagalan fungsi pompa Jantung ini disebabkan
ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG. OLEH : Ns. ANISA
ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG OLEH : Ns. ANISA 1 Review Anatomi Aliran darah melalui jantung 2 Review Fisiologi Sistem Mekanik Jantung Sistolik Diastolik Curah jantung Kardiak indeks Preload Afterload
ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga
5 2.2. Cara Kerja Jantung Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kemajuan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kemajuan industri, urbanisasi dan perubahan gaya hidup, peningkatan konsumsi kalori, lemak dan garam, peningkatan
BAB I PENDAHULUAN. didefenisikan sebagai kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan berupa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gagal ginjal merupakan suatu kondisi dimana fungsi ginjal mengalami penurunan, sehingga tidak mampu lagi untuk melakukan filtrasi sisa metabolisme tubuh dan
BAB III ANALISA KASUS
BAB III ANALISA KASUS 3.1 Pengkajian Umum No. Rekam Medis : 10659991 Ruang/Kamar : Flamboyan 3 Tanggal Pengkajian : 20 Mei 2011 Diagnosa Medis : Febris Typhoid a. Identitas Pasien Nama : Nn. Sarifah Jenis
SISTEM CARDIOVASCULAR
SISTEM CARDIOVASCULAR Forewords Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti
PENGKAJIAN PRIMER DAN SEKUNDER
PENGKAJIAN PRIMER DAN SEKUNDER A. Pengertian Asuhan keperawatan gawat darurat adalah rangkaian kegiatan praktek keperawatan kegawatdaruratan yang diberikan pada klien oleh perawat yang berkompeten untuk
HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS
HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS I. DEFINISI Hipoglikemia adalah batas terendah kadar glukosa darah puasa (true glucose) adalah 60 mg %, dengan dasar tersebut maka penurunan kadar glukosa darah
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan sistem simbol (Wilkinson, 2012) keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG KASUS Hambatan komunikasi verbal adalah penurunan, keterlambatan, atau tidak adanya kemampuan untuk menerima, memproses, menghantarkan, dan menggunakan sistem simbol
BAB I PENDAHULUAN. menghambat kemampuan seseorang untuk hidup sehat. Penyakit penyakit
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah usaha yang diarahkan agar setiap penduduk dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Upaya tersebut sampai saat
LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTEK KOMPREHENSIF I DENGAN DIAGNOSA MEDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)
LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTEK KOMPREHENSIF I DENGAN DIAGNOSA MEDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) A. Definisi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik dengan karakteristik
Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx. Tindakan dan Evaluasi
Lampiran 1 Senin/ 17-06- 2013 21.00 5. 22.00 6. 23.00 200 7. 8. 05.00 05.30 5. 06.00 06.30 07.00 3. Mengkaji derajat kesulitan mengunyah /menelan. Mengkaji warna, jumlah dan frekuensi Memantau perubahan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DIABETES INSIPIDUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DIABETES INSIPIDUS Ny. Sunia 45 tahun masuk Rs.A dengan keluhan banyak kencing malam hari (nokturia), banyak minum 4-5 liter/hari. Keluarga mengatakan keluhan ini terjadi
LAPORAN PENDAHULUAN ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Anak. Di Ruang HCU Anak RSSA
LAPORAN PENDAHULUAN ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) Untuk Memenuhi Tugas Prfesi Ners Departemen Anak Di Ruang HCU Anak RSSA OLEH : Sanda Prima Dewi 125070201131017 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
BAB I PENDAHULUAN. fungsi ginjal dengan cepat sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan
19 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang menyebabkan ginjal tidak dapat membuang racun dan produk sisa dari darah, ditandai adanya protein dalam urin
Ns. Furaida Khasanah, M.Kep Medical surgical department
Ns. Furaida Khasanah, M.Kep Medical surgical department Survey WHO, 2009 : angka kematian akibat penyakit kardiovaskular terus meningkat, thn 2015 diperkirakan 20 juta kematian DKI Jakarta berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Artritis reumatoid/rheumatoid Arthritis (RA) adalah
1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Artritis reumatoid/rheumatoid Arthritis (RA) adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit ginjal kronik (PGK) disebut sebagai penyakit renal tahap akhir yang merupakan gangguan fungsi renal yang progesif dan irreversibel dimana terjadinya
LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RS ROEMANI RUANG AYUB 3 : ANDHIKA ARIYANTO :G3A014095
LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RS ROEMANI RUANG AYUB 3 NAMA NIM : ANDHIKA ARIYANTO :G3A014095 PROGRAM S1 KEPERAWATAN FIKKES UNIVERSITAS MUHAMMADIAH SEMARANG 2014-2015 1 LAPORAN
BAB IV METODE PENELITIAN. khususnya nefrologi dan endokrinologi.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam khususnya nefrologi dan endokrinologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah
BAB I KONSEP DASAR A.
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Gastroenteritis adalah radang dari lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa muntah (muntah berak) (Junaedi, dkk. 1995:585). Diare adalah buang air
