PEMERIKSAAN REFLEK REGRESI
|
|
|
- Deddy Kartawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMERIKSAAN REFLEK REGRESI Tujuan Umum Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan reflek-reflek regresi pada usia lanjut. Tujuan Khusus 1. Mahasiswa mampu mendeteksi kemunduran kualitas fungsi (regresi) pada usia lanjut. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan pemeriksaan reflek regresi pada usia lanjut. Pengertian Penurunan fungsi kognitif ringan dibagi mild cognitif impairment (MCI) dan vascular cognitif impairment (VCI), yang sebagian berkembang menjadi demensia. Demensia dapat dibagi dalam demensia reversibel dan tidak reversibel. Kerusakan yang merata pada neuron-neuron kortikal kedua belah hemisferium, yang mencakup daerah persepsi primer, korteks motorik, dan semua daerah asosiatif menimbulkan demensia. Apabila manifestasi gangguan korteks piramidal dan ekstrapiramidal tidak nyata, tanda-tanda lesi organik masih dapat ditimbulkan. Pada umumnya tanda-tanda tersebut mencerminkan gangguan pada korteks premotorik atau prefrontal. Tanda tersebut diungkapkan dengan jalan membangkitkan reflek-reflek, yang disebut reflek regresi (yang merupakan petanda keadaan regresi/kemunduran kualitas fungsi). REFLEKS REGRESI Refleks regresi disebut juga refleks demensia muncul akibat terjadinya kerusakan sel saraf pusat di otak, baik yang bersifat terlokalisir maupun difus. Penyebab kerusakan tersebut bisa berasal dari kelainan vaskuler, trauma, gangguan metabolik, infeksi, dan sebagainya. Selain itu, refleks regresi juga merupakan tanda proses degeneratif di otak. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan proses degeneratif tersebut adalah demensia vaskuler dan demensia Alzheimer, pasca hipoksia serebri, pasca meningitis, dll. Pemeriksaan reflek regresi ini bisa dilakukan pada posisi penderita duduk atau berbaring. Beberapa pemeriksaan refleks regresi yang penting adalah: 1. Sucking Reflex. Sucking reflex dapat dilakukan dengan menyentuhkan benda seperti ujung pena, palu refleks atau jari pemeriksa secara ringan dan lembut pada bibir penderita. Jawaban refleks berupa gerakan bibir seolah-olah akan menetek atau menyusu. 2. Grasping Reflex. Grasping reflex (refleks menggenggam) dilakukan dengan meletakkan jari pemeriksa secara lembut pada telapak tangan penderita, dimana secara refleks tangan penderita akan menggenggam jari pemeriksa tersebut. 3. Palmomental Reflex. Refleks palmomental dilakukan dengan menggores telapak tangan penderita pada bagian otot hipotenar. Goresan dilakukan dengan cepat dari proksimal (bagian pergelangan tangan penderita) menuju ke distal (bagian pangkal ibu jari). Jawaban dari rangsangan ini berupa gerakan otot-otot mental (dagu). 4. Glabellar Reflex. Glabellar reflex (refleks glabella) dilakukan dengan mengetuk glabella (pertengahan dahi diantara kedua alis mata) penderita dengan ujung jari atau palu refleks. Pada orang normal, respon berkedip
2 hanya timbul dua sampai tiga kali saja. Sedangkan pada penderita demensia, kedipan mata akan timbul setiap kali glabella diketuk. Catatan: pengetukan glabella dilakukan dari arah belakang pasien, sehingga tidak diartikan sebagai refleks ancam oleh pasien. 5. Snout Reflex. Snout reflex dilakukan dengan mengetuk bibir atas penderita secara lembut dengan menggunakan ujung jari pemeriksa atau palu refleks. Jawaban dari rangsangan ini berupa kontraksi otot orbikularis oris, sehingga sudut bibir penderita akan tertarik pada daerah yang diketuk. 6. Refleks Kaki Tonik (Foot Grasping Reflex). Refleks kaki tonik dilakukan dengan menggores telapak kaki penderita menggunakan ujung palu refleks. Pada penderita demensia, penggoresan telapak kaki menyebabkan kontraksi tonik telapak kaki berikut jari-jarinya. 7. Corneomandibular Reflek. Positif bila penggoresan kornea menimbulkan pemejaman mata ipsilateral dan disertai gerakan mandibula kesisi kontralateral.
3 PENILAIAN SKILLS LAB PEMERIKSAAN REFLEK REGRESI Nama : Nim : No Aspek yang Dinilai Memberi salam dan memperkenalkan diri. 1= melakukan Menjelaskan pada pasien/keluarganya tentang prosedur kerja dan pentingnya tindakan yang akan dilakukan. 2= melakukan dengan sempurna (2 item) 1= melakukan tidak dengan sempurna (1 item) Meminta persetujuan 1= melakukan Mempersiapkan alat (handscoon dan reflex hammer) 2= menyebutkan dan melakukan dengan sempurna (2 item) dan melakukan tidak dengan sempurna (1 item) dan melakukan Meminta pasien untuk berbaring ditempat tidur dengan posisi terlentang. 2= melakukan dengan sempurna (2 item) 1= melakukan tidak dengan sempurna (1 item) Mencuci tangan dan memakai sarung tangan dengan steril. 2= melakukan dengan sempurna (2 item) 1= melakukan tidak dengan sempurna (1 item) Melakukan pemeriksaan Glabellar reflex (mengetuk glabella pasien dengan palu reflex dari arah belakang pasien sehingga tidak diartikan sebagai reflex ancaman oleh pasien). 2= melakukan dengan sempurna 1= melakukan tidak dengan sempurna Interpretasi: respon berkedip hanya timbul setiap kali glabella diketuk. Melakukan pemeriksaan Corneomandibular Reflex (menggoreskan kapas secara lembut ke kornea pasien). Interpretasi: positif bila terjadi pemejaman mata ipsilateral dan disertai gerakan mandibula kesisi kontralateral. Nilai 0 1 2
4 Melakukan pemeriksaan Suck Reflex (menyentuhkan jari pemeriksa secara ringan dan lembut pada bibir pasien). 2= melakukan dengan sempurna 1= melakukan tidak dengan sempurna Interpretasi: gerakan bibir seolah-olah akan menyusu. Melakukan pemeriksaan Snout Reflex (mengetuk bibir atas pasien secara lembut dengan menggunakan ujung jari pemeriksa). 2= melakukan dengan sempurna 1= melakukan tidak dengan sempurna Interpretasi: kontraksi otot orbikularis oris sehingga sudut bibir pasien akan tertarik pada daerah yang diketuk. Melakukan pemeriksaan Grasping Reflex (meletakkan jari pemeriksa secara lembut pada telapak tangan pasien). 2= melakukan dengan sempurna 1= melakukan tidak dengan sempurna Interpretasi: tangan pasien akan menggenggam jari pemeriksa. Melakukan pemeriksaan Palmomental Reflex (menggores telapak tangan pasien pada bagian otot hipotenar dengan cepat dari bagian pergelangan tangan penderita/proksimal menuju kebagian pangkal ibu jari/distal). 2= melakukan dengan sempurna 1= melakukan tidak dengan sempurna Interpretasi: gerakan otot-otot mental (dagu). Melakukan pemeriksaan Foot Grasping Reflex (menggores telapak kaki pasien menggunakan ujung palu reflex). 2= melakukan dengan sempurna 1= melakukan tidak dengan sempurna Interpretasi: kontraksi tonik telapak kaki berikut jarijarinya. Memberi tahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai. 1= melakukan
5 Melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan. 2= melakukan dengan sempurna (2 item) 1= melakukan tidak dengan sempurna (1 item) Melaporkan hasil pemeriksaan. 1= melakukan Mencatat dalam rekam medik. 1= melakukan Nilai = total skor x 100% = 35 Mengetahui Instruktur (....) NIP.
6 TATA CARA PENULISAN DAN PEMBACAAN RESEP Resep didefinisikan sebagai permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai perundang undangan yang berlaku. Resep ditulis dalam blanko resep dengan ukuran ideal (lebar cm, panjang cm). Resep yang telah dilayani di apotek sesuai dengan peraturan yang berlaku merupakan dokumen yang harus disimpan sekurang kurangnya 3 tahun di apotek. Tidak ada ketentuan baku di seluruh dunia tentang tatanan menulis resep yang benar karena setiap Negara mempunyai aturan sendiri. Resep harus ditulis secara jelas, mudah dibaca, dan mengungkapkan dengan jelas apa yang harus diberikan sesuai kaidah sehingga memenuhi syarat untuk dilayani di apotek. Contoh resep yang benar adalah sebagai berikut : dr. Setiabudhi SIP : 016/X/2013 Alamat praktek : Jl. Subrantas no. 35 C Pekanbaru Telp : (0761) Pekanbaru, 29 Januari 2013 R/ Paracetamol 100 mg Sacch. Lactis q.s. mf. l.a. pulv. D. t. d. No. VI S p r n tdd pulv I Pro : Algia (3 tahun) Alamat : jl. Garuda Sakti 123 Pekanbaru 1.1 Unsur Resep. No Unsur resep Keterangan 1. Identitas dokter Meliputi : nama, nomor surat izin praktek, alamat lengkap rumah dan praktek dokter dilengkapi nomor telepon, hari dan jam praktek. Biasanya sudah tercetak dalam blanko resep 2. Nama kota dan Hal ini diperlukan dalam pelayanan resep berkaitan dengan tanggal penulisan persyaratan perundang undangan. resep 3. Superscriptio Ditulis dengan symbol R/ (Recipe = harap diambil) 4. Inscriptio Merupakan inti resep dokter Berisi nama obat, dosis dan jumlah obat yang diperlukan serta ditulis dengan jelas. Penulisan nama obat menggunakan nama generic, nama standar atau nama paten. Penulisan dosis obat
7 dalam satuan berat dan volume dengan system metrik (mg, g, ml, l) dan dengan angka arab. Penulisan jumlah obat dalam satuan biji (tablet, kapsul, botol, bungkus, tube dll) dengan angka romawi. 5. Subscriptio Mencantumkan bentuk sediaan obat dan jumlahnya. Cara penulisan (dengan singkatan bahasa latin) tergantung macam formula resep yang digunakan 6. Signatura Berisi informasi tentang aturan penggunaan obat untuk pasien yaitu meliputi frekuensi, jumlah obat dan cara pemakaian obat serta informasi lainnya. Symbol yang digunakan adalah S (signatura = tandailah) Walaupun aturan penggunaan obat sudah ditulis dalam resep, dokter berkewajiban menjelaskan secara lisan pada pasien saat menyerahkan resep. 7. Penutup Berisi tanda tangan atau paraf dokter. Merupakan syarat syah resep untuk dilayani oleh apotek. Bila resep dokter mengandung obat narkotika maka dibutuhkan tanda tangan dokter, untuk obat golongan lain cukup paraf dokter saja. 8. Identitas pasien Meliputi nama pasien dan alamatnya. Bila pasien anak dan lansia perlu dituliskan umurnya. 2.2 Macam Formula Resep Dokter. Ada tiga macam formula yang disusun dalam resep: 1. Formula magistralis atau lebih dikenal dengan nama resep racikan. Untuk menyusun resep racikan, dokter perlu memahami sifat obat, interaksi farmasetik dan bahan tambahan yamg diperlukan dalam menyususn formula tersebut 2. Formula officinalis. Obat yang ditulis merupakan obat baku / standar dalam buku / formularium resmi atau obat jadi generik berlogo 3. Formula spesialistis. Obat yang dituliskan dengan nama paten. Dalam menuliskannya perlu diketahui ada berapa macam sediaan dan dosis serta spesifikasi dari macam macam sediaan. 2.3 Resep Cito. Kadang dokter memerlukan obat agar SEGERA didapat oleh pasiennya, maka dokter dapat menuliskan CITO! disebelah kanan atas blanko resep. Untuk itu resep cito harus didahulukan pembuatannya dari resep resep lain. Dengan demikian dokter yang meminta resep cito hendaknya betul betul jika pasien dalam keadaan darurat dan penundaan pemberian obat dapat membahayakannya. Istilah lain dalam bahasa latin: statim, urgen, P.I.M (amat segera). 2.4 Resep Rasional. Penulisan resep yang rasional berpedoman falsafah 5 tepat yaitu tepat obat, tepat dosis, tepat BSO (Bentuk Sediaan Obat), tepat cara dan waktu pemberian, serta tepat penderita. Oleh karena itu penulisan resep harus memenuhi kaidah: 1. Nama obat.
8 Ditulis sesuai dengan nomenklatur internasional dan dipilih sesuai terapi, sifat obat dan kondisi obat. 2. Dosis obat. Ditetapkan secara individual diperhitungkan secara seksama baik untuk orang dewasa, lansia, anak, dll. 3. BSO disesuaikan dengan tujuan terapi, kepentingan penderita dan spesifikasi BSO tersebut. 4. Cara dan waktu pemberian. Ditetapkan secara jelas dan dipahami oleh penderita, agar meningkatkan ketaatan penderita. 5. Kondisi penderita. Meliputi keadaan fisik, ekonomi, dan sosial perlu diperhatikan agar meningkatkan ketaatan pasien dan tujuan terapi tercapai. 2.4 Edukasi Pengobatan kepada Pasien. Seringkali dijumpai, pasien tidak menggunakan dengan benar obat yang diresepkan, minum obat tidak teratur atau bahkan tidak meminumnya sama sekali. Alas an yang dikemukakan biasanya gejala penyakitsudah hilang, timbul efek samping, obat dirasa tidak manjur dan jadwal dosis yang terlalu rumit. Untuk meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, dapat dilakukan dengan tiga cara: 1. Resepkan obat yang dipilih dengan baik. 2. Ciptakan hubungan dokter dan pasien yang baik. 3. Sempatkan memberi informasi, instruksi, dan peringatan. Ada 6 perkara yang merupakan informasi minimal yang harus diberikan kepada pasien: 1. Efek obat : indikasi pemberian obat. 2. Efek samping : efek samping yang mungkin timbul dan atau bagaimana mengenai efek samping. 3. Instruksi : bagaimana cara minum obat, waktu minum obat, berapa lama harus minum obat, dan apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat (missal obat KB, OAT). 4. Peringatan : berapa dosis terbanyak, kapan obat harus dihentikan, mengapa obat harus diminum sampai habis (misal : antibiotika). 5. Kunjungan berikutnya : kapan pasien harus kembali (tidak perlu kembali). 6. Sudah jelaskah semuanya? : tanyakan apakah informasi sudah dimengerti, minta pasien mengulang informasi terpenting, dan tanyakan apakah ada yang ingin ditanyakan pasien. Contoh edukasi pada pasien : Nama obat : ANTASIDA. 1. Efek obat : menetralkan asam lambung sehingga bias mengurangi gejala dyspepsia (nyeri ulu hati, kembung, dan mual). 2. Efek samping : gangguan saluran cerna seperti diare. 3. Instruksi : diminum 4 kali sehari diantara waktu makan dan sebelum tidur. 4. Peringatan : pemberian antasida bersama obat lain dapat mengganggu absorpsi obat lain. 5. Kunjungan berikutnya : tidak perlu kembali jika gejala sudah hilang dan control bila gejala tidak membaik bahkan memberat. 6. Sudah jelaskah semuanya?
9 2.5 Langkah Preskripsi 1. Pemilihan bahan obat yang tepat 2. Penetapan dosis yang tepat 3. Pengaturan jadwal pemberian obat 4. Pemilihan BSO yang tepat 5. Pemilihan formula resep yang tepat 6. Penulisan preskripsi yang lege artis SINGKATAN SINGKATAN BAHASA LATIN YANG SERING DIPAKAI DALAM RESEP Singkatan Kepanjangan Arti Aa Ana Sama banyak a.c. Ante coenam Sebelum makan Ad Ad Sampai add. Adde Tambahkan ad lib. / ad. Libit Ad libitum Sesuka hati a.u.i.(ad.us.int.) Ad usum internum Untuk obat dalam a.u.e. (ad.us.ext.) Ad usum externum Untuk obat luar a.u.p. (ad.us.prop.) Ad usum propium Untuk dipakai sendiri u.p. Usum propium Untuk dipakai sendiri m.i. Mihi ipsi Untuk dipakai sendiri aq. dest. Aqua destilasta Air suling aq. bidest. Aqua bidestilata Air yang 2 kali disuling aq. Steril Aqua sterilata Air steril c. Cum Dengan C. Cochlear, cibarium Sendok makan (=15 ml) c.p. Cochlear pultis Sendok bubur (=8 ml) cth. Cochlear theae Sendok teh (= 5 ml) c.c. Centrimetrum cubitum Sentimeter kubik caps. Capsul Kapsul clysm. Clysma Klisma. Lavement collut. Collutorium Obat kumur (cuci mulut) collut. or. Collutorio oris Obat kumur (cuci mulut) collyr. Collyria Obat cuci mata comp. Compositum Obat campuran cr. Cremor Krim d.i.d. Da in dim / da in dimido Berikan sepenuhnya d.in 2 plo. Da in duplo Berikan 2 kali banyaknya d.in 3 plo. Da in triplo Berikan 3 kali banyaknya d.in 4 plo. Da in quarduplo Berikan 4 kali banyaknya d.c. Durante coenam Sedang makan d.c.form. Da cum formula Tuliskan dengan resepnya
10 c.form. Cum formula Dengan resepnya form. Formula Resepnya dur.dol. Durante dolore Selagi sakit d.d. De die Sehari, setiap hari 1.d.d. Smel de die Sekali sehari 2.d.d. (b.d.d.) Bis de / in die Dua kali sehari 3.d.d. (t.d.d.) Ter de/in die Tiga kali sehari 4.d.d. (q.d.d.) Quarter de /in die Empat kali sehari dext. Dexter Kanan dext.et sin. Oculus dexter et oculus Mata kanan dan mata kiri o.d./o.s. sinister d.t.d. Da tale doses Berikan sebanyak dosis tsb epith. Epithema Obat kompres extend. Extende Ulaskan extend. cr. Extende crass Ulaskan tebal tebal (0,6 mm) extend. ter. Extende termiter Ulaskan tipis tipis (0,2 mm) empl. Emplstrum Pleister enem. Enema Lavement extr. Extractum Ekstrak extr.aquos. Extractum aquosum Ekstrak dengan air extr.fl. Extractum fluidum Ekstrak encer extr. liq. Extractum liquidum Ekstrak encer extr.sicc. Extractum siccum Ekstrak kering extr. spir. Extractum spirituosum Ekstrak dengan spiritus extr. spiss. Extractum spissum Ekstrak kental f. Fac, flat Buat, harap dibuat feb.dur. Febri durante Sewaktu demam f.l.a Fac lege artis Buat menurut cara semestinya l.a. Lege artis Cara semestinya F.I. Formularium Indonesia Nama buku resep standar F.M.I Form Medicantorum Indicum Nama buku resep standar F.M.S. FormMedicantorum Selectum Nama buku resep standar filtr. Filtra,filretur Sering, harap disaring fol. Folia Daun fol.digit. Folia digitalis Daun digitalis fol.pip.betl. Folia piperis betle Daun sirih g.gm. Gramma Gram gi.arab. Gummi arabicum Gum arab garg. Gargarisma Obat kumur gtt. Guttae Tetes gtt.ad.aur. Guttae ad aures Obat tetes telinga gtt.auric. Guttae auriculares Obat tetes telinga gtt.nasal. Guttae nasals Obat tetes hidung
11 gtt.ophth. Guttae ophthalmicae Obat tetes mata h. Hora Jam h.m. Hora matutina Pagi hari h.s. Hora somni Sebelum tidur h.v. Hora vespertina Pada sore hari i.m.m. In manum medici Berikan ke tangan dokter inj. Injection Obat suntik inj.hypod. Injectio hypodermica Obat suntik di bawah kulit inj.subc. Injectio subcutan inj. i.v. Injectio intravena Obat suntik intravena Iter Iteretur Harap diulang iter 1 x Iteretur 1x Harap diulang 1 x lin. Linimentum Obat gosok lc. Loco Pengganti lit.or. Litus oris Cairan untuk dioles di mulut lot. Lotio Lotio liq. Liquid Cair m. Mane Pagi m.et v. Mane et vespere Pagi dan sore m. Misce, misceatur Campurlah, harap dicampur m.f. Misce fac Campur dan buatlah m.f.l.a. Misce fac lege artis Campur dan buatlah menurut cara semestinya mg.; mgm. Miligramma Milligram mixt. Mixture Campuran muc. Gi arab. Mucillago gummi arabici Lendir dari acacia n. Noctum Malam N.I. Ne iteretur Harap jangan diulang non.rep Non repetetur Harap jangan diulang o.h Omni hora Tiap jam o.b.h Omni bi horio Tiap dua jam o.t.h Omni tri horio Tiap tiga jam o.4 h. Omni quarter horio Tiap empat jam o.m Omni mane Tiap pagi o.n Omni nocte Tiap malam p.p Pro pauper Untuk si miskin p.c Post coenam Sesudah makan pil. Pilula Pil P.I.M Periculum in mora Berbahaya bila ditunda ppt. Praecipitatus Diendapkan sulfur ppt. Sulfur praecipitatus Sulfur yang dibuat dengan diendapkan p.r.n Pro re nata Kalau perlu
12 s.n.s Si necease sit Kalau perlu s.o.s Si opus sit Kalau perlu pot. Potio Cairan untuk obat dalam pulv. Pulvis Serbuk tunggal pulv. Pulveres Serbuk terbagi (puyer) pulv.adsp. Pulvis adspersorius Serbuk tabor q.s Quantum satis / sulficit Secukupnya R/ Recipe Ambillah rec. Recep Baru, segar rec.par Recentus paratus Dibuat baru s. Signa Tandailah, tulislah sol. Solution Larutan spir. Spiritus Spiritus steril. Sterilisatus Yang disterilkan supp. Suppositoria Supositoria supp.rect. Suppositoria rectal Supositoria rectum syr. Syrup Sirop tab. Tabulae Tablet tct.(tinct.) Tincture Tinctuur tinct.bellad. Tinctura belladona Tinctuur belladonna tuss. Tussis Batuk tuss.urg. Tussi urgente Jika batuk amat mengganggu u.c Usus cognitus Aturan pakai diketahui u.n Usus notus Aturan pakai diketahui u.e Usus externus Obat luar ungt. Unguentum Salep ungt.opth. Unguentum ophtalmicae Salep mata DOSIS OBAT YANG SERING DIGUNAKAN Parasetamol Amoksisilin Metronidazol Kloramfenikol Kotrimoksasol Ampisilin Eritromisin Chlorpheniramin maleat (CTM) Dexamethason : 10 mg/kgbb/kali. : mg/kgbb/hari. : 50 mg/kgbb/hari (amubiasis = 3 dosis). : 100 mg/kgbb/hari (meningitis pada bayi), mg/kgbb/hari (infeksi lain). : 3-8 mg/kgbb/hari. : mg/kgbb/hari. : mg/kgbb/hari. : 0,35 mg/kgbb/hari. : 0,023 mg/kgbb/hari.
13 Aminophilin Teophilin Phenobarbital Diazepam INH Rifampisin : 2-6 mg/kgbb/dosis. : mg/kgbb/hari. : 8 mg/kgbb/hari. : 0,12-0,8 mg/kgbb/hari. : mg/kgbb/hari. : mg/kgbb/hari. Note : dosis tersebut merupakan dosis lazim untuk anak dari berbagai sumber.
Contoh-contoh resep sirup tablet dan puyer. dr. Anugerah Sehat. SIP No: 14/ KANDEP / IJIN / XII / Jl. Maluku I / 100 Semarang.
Contoh-contoh resep sirup tablet dan puyer dr. Anugerah Sehat SIP No: 14/ KANDEP / IJIN / XII / 1988 Jl. Maluku I / 100 Semarang Semarang, R/ OBB syrup fl I Telp: 024-6712345 Adde pro cth Cod HCl 5 mg
Mahral Effendi.S.S.Si.M.M.,Apt
RESEP Mahral Effendi.S.S.Si.M.M.,Apt RESEP Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dan dokter hewan, kepada apoteker untuk memberikan obat kepada pasien sesuai hasil analisis apoteker
R E S E P. By. H. Zuhhad, S. Kep. Ns
R E S E P By., S. Kep. Ns Resep arti sempit : suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan kpd apoteker utk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya kepada
BAB 10: RESEP DAN SALINAN RESEP
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 FARMASI BAB 10: RESEP DAN SALINAN RESEP Nora Susanti, M.Sc, Apk KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2016 BAB X RESEP
Preskripsi dokter perlu disusun secara benar dan rasional. Benar artinya ditulis secara jelas dapat dibaca,lengkap dan memenuhi peraturan perundangan
Preskripsi dokter perlu disusun secara benar dan rasional. Benar artinya ditulis secara jelas dapat dibaca,lengkap dan memenuhi peraturan perundangan serta kaidah yg berlaku Rasional yaitu berpedoman pada
KATA SAMBUTAN DIREKTUR
KATA SAMBUTAN DIREKTUR Assalamu'alaikum WW. RSUD KARDINAH merupakan rumah sakit tipe B Non Pendidikan, rumah sakit yang akan selalu menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan. Oleh karenanya kita sambut dengan
SOFI NURMAY STIANI, M.Sc, Apt YUSRANSYAH, M.Sc, Apt AADC3 (ALL ABOUT DRUG COMPONENT, CALCULATION AND CONTRIBUTION FOR HEALTH)
SOFI NURMAY STIANI, M.Sc, Apt YUSRANSYAH, M.Sc, Apt AADC3 (ALL ABOUT DRUG COMPONENT, CALCULATION AND CONTRIBUTION FOR HEALTH) Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com AADC 3 (ALL ABOUT DRUG COMPONENT,
BLOK 2.1 TOPIK: PENULISAN RESEP I
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Jl. Perintis Kemerdekaan Padang 25127. Telp.: 0751-31746. Fax.: 0751-32838 e-mail : [email protected] PENUNTUN
LAMPIRAN HANDOUT TOPIK/POKOK BAHASAN MATA KULIAH ILMU FARMASI KEDOKTERAN. Universitas Gadjah Mada 1
LAMPIRAN HANDOUT TOPIK/POKOK BAHASAN MATA KULIAH ILMU FARMASI KEDOKTERAN Universitas Gadjah Mada 1 Lampiran 1 Topik/Pokok Bahasan : Pengantar Ilmu Farmasi Kedokteran & resep dokter Pengampu : Dra. Sri
PRINSIP PENULISAN RESEP DOKTER Oleh : Wiwik Kusumawati
Pendahuluan PRINSIP PENULISAN RESEP DOKTER Oleh : Wiwik Kusumawati Penulisan resep dokter dilaksanakan setelah dokter melakukan suatu rangkaian tindakan yaitu pemeriksaan, menentukan diagnosa klinis diikuti
Preskripsi dokter sangat penting bagi seorang dokter dalam proses peresepan
PEDOMAN PELAYANAN PENULISAN RESEP Preskripsi dokter sangat penting bagi seorang dokter dalam proses peresepan obat bagi pasiennya. Dokter dalam mewujudkan terapi yang rasional, memerlukan langkah yang
PROSES TERAPI. P-Drugs & P-Treatment
PROSES TERAPI P-Drugs & P-Treatment Contoh kasus: Seorang wanita 20 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan giginya geraham bawah yang paling belakang terasa cekot-cekot. Pada pemeriksaan intra oral
dr. Sarah Ayu SIP. 087/2007 Jl. Kenanga No.10 Surakarta m.f.l.a. pulv.d.t.d. No. VI Alamat: Penumping 1/2 Surakarta
PRESKRIPSI DOKTER (KAIDAH PENULISAN RESEP) PENDAHULUAN Preskripsi dokter sangat penting bagi seorang dokter dalam proses peresepan obat bagi pasiennya. Dokter dalam mewujudkan terapi yang rasional, memerlukan
JURNAL PRAKTIKUM ILMU RESEP II
JURNAL PRAKTIKUM ILMU RESEP II NAMA NIM Mira Ria Andriani J1E111036 TANGGAL PRETEST TANGGAL PRAKTIKUM KELOMPOK VI NILAI LAPORAN AWAL PERCOBAAN KE I NILAI REVISI NO RESEP ASISTEN 1 ACC ASISTEN Fadlillaturrahmah,
Menerapkan pembuatan sediaan obat sesuai resep dokter di bawah pengawasan Apoteker HILMA HENDRAYANTI, S.Si., Apt.
STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan pembuatan sediaan obat sesuai resep dokter di bawah pengawasan Apoteker HILMA HENDRAYANTI, S.Si., Apt. Menjelaskan kelengkapan resep dokter, etiket, dan salinan resep Resep
RESEP DAN SALINAN RESEP. Farmasetika Dasar II
RESEP DAN SALINAN RESEP Farmasetika Dasar II PENGERTIAN UMUM TENTANG RESEP Resep ----- "prescription dari bahasa Latin "praescriptus : "prae", before + scribere, to write = to write before. Definisi resep
TUGAS CARA PENULISAN RESEP
0 TUGAS CARA PENULISAN RESEP OLEH: DWI MAYANGSARI, S.KG. NIM. 04124707037 PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013 1 CARA PENULISAN RESEP A. Pengertian Resep Resep merupakan
PENGGUNAAN BAHASA LATIN DALAM PENULISAN RESEP. Prisca Deviani Pakan, S.Si, M.Sc.Stud, Apt.
PENGGUNAAN BAHASA LATIN DALAM PENULISAN RESEP Prisca Deviani Pakan, S.Si, M.Sc.Stud, Apt. RESEP Menurut Kepmenkes RI No.1197/MENKES/SK/X/2004 adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter
SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DIREKTUR RS HARAPAN BUNDA MENIMBANG
SURAT KEPUTUSAN No. TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DIREKTUR RS HARAPAN BUNDA MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Harapan Bunda, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Resep 2.1.1 Definisi Resep Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi, dokter hewan yang diberi izin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
TEKNIK PEMBUATAN BERMACAM-MACAM SEDIAAN
TEKNIK PEMBUATAN BERMACAM-MACAM SEDIAAN Teknik Dasar Pembuatan Potio Potio atau sirup obat yang diminum dalam pembuatannya pada praformulasi umumnya dilakukan hal-hal berikut : 1. Melarutkan zat aktif
Pedoman Penulisan Resep. EM Sutrisna
Pedoman Penulisan Resep EM Sutrisna Resep Menurut UU: permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek (APA) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi
PENYIMPANAN OBAT Tujuan penyimpanan Agar obat tidak menguap Agar khasiat obat tidak berubah Agar obat tetap dalam keadaan baik dan bersih Agar obat ti
PENYIMPANAN OBAT Tujuan penyimpanan Agar obat tidak menguap Agar khasiat obat tidak berubah Agar obat tetap dalam keadaan baik dan bersih Agar obat tidak rusak mis. Berubah warna, menjadi hancur. Cara
Niken Nur W., S.Farm., Apt. Page 1
Dear praktikan di lab MFFM, Saya merasa metode saya berupa penjelasan ketika postes antara 3-10 orang setiap hari 4-6 kali sehari terhadap resep yang sudah dilakukan is sooo time-consuming and not effective.
SURVEI KESALAHAN DALAM PENULISAN RESEP DAN ALUR PELAYANANNYA DI 4 APOTEK KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO SKRIPSI
SURVEI KESALAHAN DALAM PENULISAN RESEP DAN ALUR PELAYANANNYA DI 4 APOTEK KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO SKRIPSI Oleh : SUSI AMBARWATI K100 040 111 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
OTC (OVER THE COUNTER DRUGS)
OTC (OVER THE COUNTER DRUGS) Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis,
BLOK 4.1 PENUNTUN SKILLS LAB
.. UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN Alamat : Jl.Perintis Kemerdekaan. Padang 25127. Indonesia Telp.: +62 751 31746. Fax.: +62 751 32838 e-mail : [email protected] BLOK 4.1 EL PENUNTUN SKILLS
PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK TOPIK : PENULISAN RESEP I
.. UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN Alamat : Jl.Perintis Kemerdekaan. Padang 25127. Indonesia Telp.: +62 751 31746. Fax.: +62 751 32838 e-mail : [email protected] BLOK 2.1 EL PENUNTUN KETERAMPILAN
Resep. Penggunaan obat berlabel dan tidak berlabel Aspek legal. Pengertian Unsur resep Macam-macam resep obat
Resep Pengertian Unsur resep Macam-macam resep obat Penggunaan obat berlabel dan tidak berlabel Aspek legal Kewenangan bidan dalam pemberian obat selama memberikan pelayanan kebidanan pada masa kehamilan,
AGAR OBAT MEMBERIKAN MANFAAT DAN KEAMANAN BAGI ANDA
DAGU SIBU AGAR OBAT MEMBERIKAN MANFAAT DAN KEAMANAN BAGI ANDA INGATLAH... DA GU SI BU Kami Para Apoteker siap membantu masyarakat DAPATKAN OBAT DENGAN BENAR GUNAKAN OBAT DENGAN BENAR SIMPAN OBAT DENGAN
LEBIH DEKAT DENGAN OBAT
BUKU PANDUAN LEBIH DEKAT DENGAN OBAT LAILATURRAHMI 0811012047 FAKULTAS FARMASI KKN-PPM UNAND 2011 Bab DAFTAR ISI Halaman I. Pengertian obat 2 II. Penggolongan obat 2 1. Obat bebas 2 2. Obat bebas terbatas
SERBUK F A R M A S E T I K D A S A R
SERBUK F A R M A S E T I K D A S A R DEFENISI Serbuk adalah campuran obat atau bahan kimia yang halus terbagi-bagi dalam bentuk kering ( FI III). Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang
Menulis Resep. Hendra T Hartono Dwi Diandini
Menulis Resep Hendra T Hartono Dwi Diandini Penulisan resep LENGKAP Penulisan resep yang lengkap harus terdiri dari: 1. Inscriptio nama dokter, alamat, SIP, kota, tanggal, R/ (recipe) 2. Prescriptio nama
STUDI KELENGKAPAN RESEP OBAT PADA PASIEN ANAK DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN SUKOHARJO BULAN OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2008 SKRIPSI
STUDI KELENGKAPAN RESEP OBAT PADA PASIEN ANAK DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN SUKOHARJO BULAN OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2008 SKRIPSI Oleh : FITRIA DYAH AYU PRIMA DEWI K 100050019 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Dari latar belakang masalah di atas, maka pada bab ini akan dibahas lebih lanjut tentang ketaatan pasien dan obat serta resep dokter yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini.
SURVEI KESALAHAN DALAM PENULISAN RESEP DAN ALUR PELAYANANNYA DI APOTEK KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI SKRIPSI
SURVEI KESALAHAN DALAM PENULISAN RESEP DAN ALUR PELAYANANNYA DI APOTEK KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI SKRIPSI Oleh : DWI KURNIYAWATI K 100 040 126 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
RESEP DAN KELENGKAPAN RESEP DR. APRILITA RINA YANTI EFF., M.BIOMED PRODI FARMASI-FIKES
RESEP DAN KELENGKAPAN RESEP DR. APRILITA RINA YANTI EFF., M.BIOMED PRODI FARMASI-FIKES KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mahasiswa mampu menguraikan tentang resep, persyaratan dan kelengkapan resep, mampu
BAHASA LATIN DALAM RESEP. Yeni Farida S.Farm., M.Sc., Apt
BAHASA LATIN DALAM RESEP Yeni Farida S.Farm., M.Sc., Apt dr. Ade S. SIP No. 6789112 Jl. Ir. Sutami No.26 Kentingan Surakarta (0271) 564564 Surakarta, 11-06-2014 R/ Ciprofloxacin 500 mg Iter 1x Ranitidin
PEMBERIAN OBAT RASIONAL (POR) dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed
PEMBERIAN OBAT RASIONAL (POR) dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed PRE TEST 1. Sebutkan macam-macam bentuk sediaan obat! 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan formula magistralis, formula officinalis, dan formula
Pembelajaran E-learning
Pembelajaran E-learning Baca modul bab 9 buku farmakologi, Kemudian selesaikan soal sebanyak 25 soal dengan ditulis tangan. Tugas dikumpulkan pada hari senin jam 15.20 wib. Jika lebih dari pukul ini maka
Pembelajaran E-learning
Pembelajaran E-learning Baca modul bab 9 buku farmakologi, Kemudian selesaikan soal sebanyak 25 soal dengan ditulis tangan. Tugas dikumpulkan pada hari jum`at jam 11.00 wib. Jika lebih dari pukul ini maka
Pembelajaran E-learning
Pembelajaran E-learning Baca modul bab 9buku farmakologi, Kemudian selesaikan soal sebanyak 25 soal dengan ditulis tangan. Tugas dikumpulkan pada hari jum`at, pukul 108.00 wib. Jika lebih dari pukul ini
LAMPIRAN A PETA WILAYAH SURABAYA TIMUR
LAMPIRAN A PETA WILAYAH SURABAYA TIMUR 62 LAMPIRAN B CONTOH RESEP DOKTER 63 LAMPIRAN C CONTOH SURAT PERNYATAAN APOTEK 64 LAMPIRAN D No Resep Skrining Resep Aspek Farmasetik (Bentuk Sediaan) Aspek Terapetik
Seni Menulis Resep. dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed
Seni Menulis Resep dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed Pre test Susunlah Resep lengkap bila terapi sbb : - Amoxicilin - Paracetamol Pro : An. Indah (2 th, 12 kg) Jika diketahui : Dosis Lazim Amoxicilin (anak)
LAMPIRAN 2 FORMULIR PENILAIAN DAN CONTOH-CONTOH TUGAS. Universitas Gadjah Mada 1
LAMPIRAN 2 FORMULIR PENILAIAN DAN CONTOH-CONTOH TUGAS Universitas Gadjah Mada 1 FORMULIR PENILAIAN PRESENTASI KASUS FARMASI KEDOKTERAN II REGU : Hari, Tanggal : Penilai :... No No. Nama Mahasiswa Penyusunan
Dept.Farmakologi dan Terapeutik, Universitas Sumatera Utara
Dept.Farmakologi dan Terapeutik, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara PENGANTAR OBAT D.S. Hidayat PERIHAL OBAT 1. Obat 2. Bahan Obat 3. Penamaan Obat 4. Bentuk Sediaan Obat 5. Cara Pemberian
INGATLAH... DA GU SI BU. Kami Para Apoteker siap membantu masyarakat
INGATLAH... DA GU SI BU Kami Para Apoteker siap membantu masyarakat DAPATKAN OBAT DENGAN BENAR SIMPAN OBAT DENGAN BENAR GUNAKAN OBAT DENGAN BENAR BUANG OBAT DENGAN BENAR DAPATKAN OBAT DENGAN BENAR APOTIK
BUKU ACUAN FARMAKOPE EDISI III FARMAKOPE EDISI IV ILMU MERACIK OBAT FARMASETIKA SAINS JURNAL DLL
BUKU ACUAN FARMAKOPE EDISI III FARMAKOPE EDISI IV ILMU MERACIK OBAT FARMASETIKA SAINS JURNAL DLL SEJARAH KEFARMASIAN Ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat-obatan menjadi
Bentuk Sediaan Obat (BSO)
Bentuk Sediaan Obat (BSO) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan BSO 1. Obat, misal : rasanya pahit :kapsul atau emulsi dapat dirusak oleh asam lambung : injeksi atau suppositoria. 2. Penderita, Misal:
TINJAUAN ASPEK ADMINISTRASI PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KABUPATEN PEMALANG PERIODE JANUARI - JUNI 2008 SKRIPSI
TINJAUAN ASPEK ADMINISTRASI PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KABUPATEN PEMALANG PERIODE JANUARI - JUNI 2008 SKRIPSI Oleh : LINDA WIDYA RETNA NINGTYAS K 100 050 110 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
Seni Menulis Resep. dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed
Seni Menulis Resep dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed Macam-Macam Formula dalam Resep Dalam menulis resep, ada 3 macam formula : Formula Magistralis Resep yg obat, dosis dan BSO disusun sendiri oleh dokter
Konsep Dasar Pemberian Obat. Basyariah Lubis, SST, MKes
Konsep Dasar Pemberian Obat Basyariah Lubis, SST, MKes PENGERTIAN OBAT Obat adalah senyawa atau campuran senyawa untuk mengurangi gejala atau menyembuhkan penyakit. JENIS DAN BENTUK OBAT 1. Obat obatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Apotek RSU
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Apotek RSU Monompia Kotamobagu. Apotek RSU Monompia merupakan satu-satunya Apotek
PULVIS, PULVERES, TABLET dan KAPSUL
PULVIS, PULVERES, TABLET dan KAPSUL TUJUAN UMUM Mampu memilih bentuk sediaan obat secara rasional yang didasari oleh kenyamanan, dengan harga yang terjangkau Tujuan Khusus : mampu menyebutkan contoh-contoh
FR-MPA 03 : PERTANYAAN TERTULIS PILIHAN GANDA. Perangkat asesmen : Daftar Pertanyaan Tertulis Pilihan Ganda Nama peserta sertifikasi
FR-MPA 03 : PERTANYAAN TERTULIS PILIHAN GANDA Perangkat asesmen : Daftar Pertanyaan Tertulis Pilihan Ganda Nama peserta sertifikasi : Nama asesor : Tanggal uji kompetensi : Sifat uji : (tutup buku /buka
LIMA TEPAT tepat obat, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, tepat penerima Seri Ars Prescribendi
LIMA TEPAT tepat obat, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, tepat penerima Seri Ars Prescribendi HALAMAN SAMPUL Edisi 1.0 Rodri Tanoto (FKUI 2006; SOLID!) ii KATA PENGANTAR Kitab silat ini merupakan rangkaian
KERANGKA ACUAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS CILEDUG
KERANGKA ACUAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS CILEDUG a. PENDAHULUAN Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan termasuk didalamnya pelayanan kefarmasian di Puskesmas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. ke pasien yang mengacu kepada pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care). Kegiatan pelayanan
MODUL PEMBELAJARAN DAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI DISUSUN OLEH TIM
MODUL PEMBELAJARAN DAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI DISUSUN OLEH TIM PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES GORONTALO TAHUN 2013 DAFTAR ISI Daftar Isi... 2 Pendahuluan... 3 Kegiatan Belajar
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengetahuan 2.1.1. Defenisi Pengetahuan Menurut Notoadmodjo (2003), pengetahuan atau (knowledge) merupakan hasil dari tahu dan pengalaman seseorang dalam melakukan penginderaan
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SOSIALISASI MENGENAL OBAT AGAR TAK SALAH OBAT PADA IBU-IBU PENGAJIAN AISYIYAH PATUKAN AMBARKETAWANG GAMPING
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SOSIALISASI MENGENAL OBAT AGAR TAK SALAH OBAT PADA IBU-IBU PENGAJIAN AISYIYAH PATUKAN AMBARKETAWANG GAMPING Oleh : Sri Tasminatun, M.Si., Apt NIK 173 036 PROGRAM STUDI PROFESI
Perpustakaan Unika LAMPIRAN- LAMPIRAN
LAMPIRAN- LAMPIRAN Perkiraan Biaya Istalasi dan Operasional Sistem Informasi akuntansi Berbasis Komputer Apotek Fatma Medika A. Investasi 1 Set Komputer Pentium IV Rp. 2.500.000,- 1 Set Printer Epson LX
Salinan Resep (2/3/2014)
Salinan Resep (2/3/2014) Menurut Kepmenkes no. 280 th 1981: Salinan resep adalah salinan yang dibuat apoteker, selain memuat semua keterangan yang terdapat dalam resep asli harus memuat pula: nama dan
STUDI KELENGKAPAN RESEP OBAT UNTUK PASIEN ANAK DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN KARTASURA BULAN OKTOBER - DESEMBER 2008 SKRIPSI
STUDI KELENGKAPAN RESEP OBAT UNTUK PASIEN ANAK DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN KARTASURA BULAN OKTOBER - DESEMBER 2008 SKRIPSI Oleh : SANDY RIA APRILANI K 100 050 159 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
2. Bentuk setengah Padat contohnya salep,krim,pasta,cerata,gel,salep mata. 3. Bentuk cair/larutan contohnya potio,sirop,eliksir,obat tetes,dan lotio.
Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau
KISI-KISI Bidang Lomba
LOMBA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT NASIONAL KE XXV TAHUN 2017 KISI-KISI Bidang Lomba FARMASI (PEMBUATAN OBAT BERDASARKAN RESEP) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DIREKTUR RS BAPTIS BATU MENIMBANG
SURAT KEPUTUSAN No. 96/25/III/SK_DIR_KEB/2014 TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DIREKTUR RS BAPTIS BATU MENIMBANG MENGINGAT : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Baptis Batu, maka
Stabat dalam rangka pembinaan Puskesmas. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pusat Kesehatan Masyarakat yang disingkat puskesmas adalah unit
Puskesmas dan sebagai bahan masukan kepada Dinas Kesehatan Kota Stabat dalam rangka pembinaan Puskesmas. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat yang disingkat puskesmas
PERESEPAN OBAT YANG RASIONAL
PERESEPAN OBAT YANG RASIONAL Yunita Sari Pane, Aznan Lelo Dep. Farmakologi & Terapeutik, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tujuan pembelajaran Memudahkan dokter dalam pelayanan kesehatan di
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI PRAKTIS KAJIAN ADMINISTRASI RESEP
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI PRAKTIS KAJIAN ADMINISTRASI RESEP Dosen Pengampu : Yardi, Ph.D., Apt Nelly Suryani, M.Si., Ph.D., Apt Dr. Azrifitria, M.Si., Apt Puteri Amelia, M.Si., Apt Dra. Delina Hasan, M.Kes
Soal Farmasetika Dasar Kelas B
Soal Farmasetika Dasar Kelas B 1. Apa yang dimaksud dengan resep? 2. Sebutkan bagian-bagian dari resep! 3. Apa yang membedakan resep dengan salinan resep? 4. Apa maksud tanda det dan nedet dalam salinan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Apotek Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tenpat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker (PP no. 51 tahun 2009) Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengertian sakit (illness) berbeda dengan penyakit (disease). Sakit merupakan keluhan yang dirasakan seseorang (bersifat subjektif), berbeda dengan penyakit yang terjadi
KATA PENGANTAR. Ilham Niawan
SEDIAAN OBAT Namira Ilham Niawan Saputra Fossa Sacci Lacrimalis 201110410311156 Orbita Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Tahun Akademi 2011/2012 KATA PENGANTAR Puji
BAB 11 KELUMPUHAN OTOT WAJAH
BAB 11 KELUMPUHAN OTOT WAJAH A. Tujuan pembelajaran 1. Melaksanakan anamnesis pada pasien Bell's kelumpuhan otot wajah. 1. Menerangkan mekanisme terjadinya kelumpuhan otot wajah. 2. Membedakan klasifikasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pelayanan Farmasi Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien,
PROSEDUR PEMBERIAN MEDIKASI (OBAT)
PROSEDUR PEMBERIAN MEDIKASI (OBAT) A. Definisi Prosedur dan pemeriksaan khusus dalam keperawatan merupakan bagian dari tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dilaksanakan secara rutin. Perawatan
Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) Edukasi terkait OBAT pada Remaja dan Dewasa
Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) Edukasi terkait OBAT pada Remaja dan Dewasa Samakah minum obat 3x1 dengan 1x3? Kadang masih ada pertanyaan dari masyarakat baik remaja maupun orang
TINJAUAN ASPEK ADMINISTRATIF PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KOTA SURAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI TAHUN 2008 SKRIPSI
TINJAUAN ASPEK ADMINISTRATIF PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KOTA SURAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI TAHUN 2008 SKRIPSI Oleh : MAYA DAMAYANTI K 100 050 191 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat
Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Waktu memeriksa ke dokter menerangkan secara jelas beberapa hal dibawah ini 1.Menjelaskan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Izin Apotek Pasal 1 ayat (a): Apotek adalah tempat tertentu, tempat dilakukan
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Apotek Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1332/Menkes/SK/X/2002 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 922/Menkes/Per/X/1993
Definisi Bell s palsy
Definisi Bell s palsy Bell s palsy adalah penyakit yang menyerang syaraf otak yg ketujuh (nervus fasialis) sehingga penderita tidak dapat mengontrol otot-otot wajah di sisi yg terkena. Penderita yang terkena
MEDICAL RECORD FOR GERIATRIC
NomerPMR : G.5221 Nama Pasien MEDICAL RECORD FOR GERIATRIC : Vicky Ztatuzizasi Usia 50 thn Jenis Kelamin laki-laki Tanggal : 25 Desember 2013 Alasan berkunjung Flu sudah berlangsung 2 hari KONDISI AWAL
LAMPIRAN A DENAH APOTEK TIRTA FARMA
LAMPIRAN A DENAH APOTEK TIRTA FARMA Keterangan : I : Lahan Parkir. 9 : Lemari Generik P-Z, Obat Tetes II : Musholla. Mata, Hidung dan Telinga, SalepS-Z. III : Ruang Praktek Dokter. 10 : Lemari Obat-obat
KUESIONER PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN OBAT TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENERAPAN PRINSIP SEPULUH BENAR PEMBERIAN OBAT DI RSI IBNU SINA PADANG
Lampiran 0 KUESIONER PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN OBAT TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENERAPAN PRINSIP SEPULUH BENAR PEMBERIAN OBAT DI RSI IBNU SINA PADANG No. Kode : Petunjuk pengisian:. Bacalah setiap
Tujuan Instruksional:
Oleh: Isnaini Tujuan Instruksional: Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1.menjelaskan definisi obat sesuai SK. Menkes RI No.193/Kab/B.VII/71 dan memahami 5 macam pengertian obat
PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc
PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK ppkc Terapi Sentuh (Touch Therapy) Metode sentuh untuk sehat adalah pendekatan atau terobosan baru dalam pemeliharaan kesehatan. Metode inipun bisa digabungkan dengan
PERAWATAN NEONATAL ESENSIAL PADA SAAT LAHIR
PERAWATAN NEONATAL ESENSIAL PADA SAAT LAHIR 1. Penilaian Awal Untuk semua bayi baru lahir (BBL), dilakukan penilaian awal dengan menjawab 4 pertanyaan: Sebelum bayi lahir: Apakah kehamilan cukup bulan?
PEMERIKSAAN FISIK SYARAF
PEMERIKSAAN FISIK SYARAF. PEMERIKSAAN NERVUS KRANIALIS. PEMERIKSAAN FUNGSI MOTORIK DAN CEREBELLUM 3. PEMERIKSAAN REFLEK FISIOLOGIS 4. PEMERIKSAAN REFLEK PATHOLOGIS 5. TEST RANGSANG MENINGEAL DISUSUN OLEH
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam hal ini memerlukan suatu variabel yang dapat digunakan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam analisis kepuasan pasien, erat hubungannya dengan suatu kinerja, yaitu proses yang dilakukan dan hasil yang dicapai oleh suatu organisasi dalam menyediakan produk
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 3 MENENTUKAN TINDAKAN DAN MEMBERI PENGOBATAN
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 3 MENENTUKAN TINDAKAN DAN MEMBERI PENGOBATAN Oleh : Dr. Azwar Djauhari MSc Disampaikan pada : Kuliah Blok 21 Kedokteran Keluarga Tahun Ajaran 2011 / 2012 Program
Medication Errors - 2
Medication error Masalah dalam pemberian obat Pencegahan injury (error) pengobatan Tujuan, manfaat pemberian obat Standar obat Reaksi obat, faktor yang mempengaruhi reaksi obat Medication Errors - 2 Medication
TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KELENGKAPAN RESEP DI 5 APOTEK KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007 SKRIPSI
TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KELENGKAPAN RESEP DI 5 APOTEK KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007 SKRIPSI Oleh: DIAH PRAWITOSARI K 100 040 193 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009 1 BAB I PENDAHULUAN
Heru Sasongko, M.Sc.,Apt. 3/24/2015 Farmasi UNS
Heru Sasongko, M.Sc.,Apt. 1 Ilmu Etika Praktik Kefarmasian Hukum 2 PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI (MANAGERIAL) PELAYANAN FARMASI KLINIK PROMOSI DAN EDUKASI 3 Resep datang Skrining resep Resep diberi harga
TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KELENGKAPAN RESEP DI LIMA APOTEK KOTA SURAKARTA SKRIPSI
TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KELENGKAPAN RESEP DI LIMA APOTEK KOTA SURAKARTA SKRIPSI Oleh : TANTRI RAHATNAWATI K100 040 196 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2010 1 BAB I PENDAHULUAN
Maria Ulfa Pjt Maria Lalo Reina Fahwid S Riza Kurnia Sari Sri Reny Hartati Yetti Vinolia R
BATUK Butet Elita Thresia Dewi Susanti Fadly Azhar Fahma Sari Herbert Regianto Layani Fransisca Maria Ulfa Pjt Maria Lalo Reina Fahwid S Riza Kurnia Sari Sri Reny Hartati Yetti Vinolia R BATUK Batuk adalah
LAMPIRAN 1 DENAH APOTEK TIRTA FARMA
LAMPIRAN 1 DENAH APOTEK TIRTA FARMA Keterangan : I : Lahan Parkir. 9 : Lemari Generik P-Z, Obat Tetes II : Musholla. Mata, Hidung dan Telinga, SalepS-Z. III : Ruang Praktek Dokter. 10 : Lemari Obat-obat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penemuan obat baru telah banyak ditemukan seiring dengan perkembangan dunia kesehatan dan informasi yang berkaitan dengan perkembangan obat tersebut juga semakin
TINJAUAN ASPEK KLINIS PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KOTA SURAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI 2008 SKRIPSI
TINJAUAN ASPEK KLINIS PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KOTA SURAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI 2008 SKRIPSI Oleh : HAPSARI MIFTAKHUR ROHMAH K 100 050 252 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA
