BAB III Software AVEVA PDMS versi 12.0.SP5
|
|
|
- Suparman Setiabudi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III Software AVEVA PDMS versi 12.0.SP5 3.1 Pengenalan PDMS (Plant Design Management System) Plant Design Management System atau dikenal dengan PDMS adalah sebuah software design dengan multi user yang mengakses database dengan memberikan informasi berupa detail sebuah rancangan. Adapun kelebihan atau keunggulan dari software PDMS antara lain kemampuannya untuk menampilkan desain sebuah rancangan atau pemodelan dalam bentuk 3D melalui menu design, mengefisiensikan waktu dalam mengumpulkan informasi material dan komponen yang digunakan melalui report, gambar kerja untuk fabrikasi melalui menu isodraft, spooler dan draft, tampilan review yang sangat membantu dalam presentasi proyek dan banyak fasilitas serta keunggulan lainnya dengan menggunakan software ini. Disamping itu keunggulan lain yang dimiliki PDMS adalah dapat berinteraksi dengan aplikasi perancangan atau software lainnya seperti AutoCAD, MicroStation, Xsteel, Caesar, Spoolgen. PDMS dibagi menjadi beberapa modul antara lain: 1. Modul Design Adalah modul yang dipilih untuk perancangan model-model tertentu dengan tampilan 3D, perancangan tersebut meliputi sistem pemipaan, struktur, equipment, cable trays, HVAC, dan sistem penopangan (supporting). Hasil akhir dari modul design antara lain: a. 3D graphic solid. b. Material Take Off (MTO) komponen-komponen melalui report. c. Check clash report. d. Gambar kerja, baik berupa gambar isometrik (melalui modul Isodraft) atau output 2D lainnya. Untuk flowchart input dan output PDMS modul design ditunjukkan seperti pada gambar
2 27 Gambar 3.1 Flowchart input dan output PDMS modul design (Munir,2012) 2. Modul Draft Umumnya modul ini digunakan untuk menghasilkan gambar kerja dua dimensi (2D drawing) yang mencakup penarikan atau memberikan informasi ukuran, lokasi, anotasi baik berupa nama equipment, pipa, instrument, kolom struktur dan informasi berupa penamaan lainnya. Pada gambar kerja seperti Piping arrangement, pipe support location, penetration, instrument tagging, electrical or instrument tray routing akan menggunakan PDMS modul draft dibanding dengan software 2D lainnya. Untuk flowchart input dan output PDMS modul draft ditunjukkan seperti pada gambar 3.2. Gambar 3.2 Flowchart input dan output PDMS modul draft (Munir, 2012)
3 28 3. Modul Isodraft Untuk menghasilkan gambar kerja atau dikenal dengan isometric drawing tersebut dapat dilakukan melalui modul isodraft. Isodraft menghasilkan bentuk simbolik dari sebuah sistem pemipaan baik untuk pengerjaan di fabrikasi (shop) atau pengerjaan langsung dilapangan (erection) seperti pemasangan valve, gasket ataupun komponen yang menggunakan ulir sebagai metode penyambungan (threaded connection). Hasil berupa gambar kerja melalui modul isodraft menyediakan beberapa informasi antara lain: a. Deskripsi dan material dari komponen-komponen pemipaan. b. Jumlah komponen yang digunakan dalam sebuah pipa. c. Panjang pipa (Cut length) yang digunakan. d. Informasi pengerjaan, seperti field weld atau field fit weld. e. Proses perlakuan pipa ataupun catatan khusus untuk perlakuan pada sebuah pipa. f. Penomoran spool dan welding joint number (pada modul spooler). 3.2 Pengoperasian PDMS Pada bagian ini akan dipaparkan spesifikasi yang harus dimiliki komputer untuk menjalankan PDMS dan juga akan dibahas cara mengakses PDMS. Langkahlangkah yang akan dibahas disini merupakan standar penggunaan PDMS tanpa melakukan proses editing atau modifikasi, yang berarti sama untuk semua versi PDMS. Sistem operasi standar untuk menjalankan PDMS 11.5 SP3 atau PDMS SP4 adalah Micrrosoft Windows 2000 SP4 dan Windows XP SP2 atau SP3, dengan Microsoft.NET Framework 1.1 PDMS 11.6 tidak dapat di jalankan atau dioperasikan untuk UNIX, Vista atau Windows 7. Jika menggunakan Windows 7 profesional (32 bit atau 64 bit) dengan Microsoft.NET Framework 3.5 gunakan PDMS versi 12.0 SP6 atau versi diatasnya. Rekomendasi memori minimum 512MB, resolusi setidaknya 1024 x 768 pixels.
4 29 Untuk menjalankan program ini dapat melalui Run PDMS yang terdapat pada Start > All program > AVEVA > Run PDMS 12.0 SP5, setelah mengeksekusi file tersebut PDMS login form akan muncul seperti pada gambar 3.3. Gambar 3.3 Tampilan PDMS login form Pada saat login dapat memilih Sample sebagai project, SAMPLE sebagai username dan password, biasanya untuk memudahkan username dan password di buat sama, tetapi ada beberapa project terutama dengan banyak pengguna, user dan password akan dibedakan. Pilih SAMPLE untuk MDB, berikutnya adalah pemilihan modul, seperti telah diuraikan ada beberapa modul yang digunakan dalam aplikasi PDMS. Pada bagian ini dapat memilih Design sebagai modul, bila tanda tick diaktifkan pada bagian Read Only berarti tidak dapat meng-creat atau memodifikasi sesuatu pada proses pengoperasian PDMS, kemudian klik OK untuk masuk ke aplikasi PDMS. Tampilan PDMS modul design ditunjukkan seperti pada gambar 3.4.
5 30 Gambar 3.4 Tampilan PDMS modul Design Dari melihat tampilan PDMS modul design sperti gambar diatas didapat keterangan sebagai berikut: 1. Tittle Bar Merupakan daerah yang digunakan untuk membuat pilihan menu atau merupakan kumpulan perintah utama yang akan sering digunakan dalam pengoperasian PDMS. 2. Main Menu Bar Merupakan kumpulan perintah utama yang akan sering digunakan dalam pengoperasian PDMS. 3. Main Tool Bar Main Tool Bar memiliki sejumlah tombol ikon dan drop-down yang menawarkan jalan pintas untuk pilihan PDMS umum dan pengaturan standar. 4. 3D Graphical View Merupakan tampilan model yang dikerjakan. 5. Status Bar Menampilkan informasi tentang status operasi.
6 Penggunaan Main Menu Bar Pengoperasian dapat dilakukan dengan memilih salah satu menu yang terdapat pada main bar, arahkan kursor pada salah satu pilihan menu, klik kiri pada mouse. Untuk melihat bagian lain dari menu tersebut melalui pull down menu, seperti contoh pilihan untuk modify pada gambar 3.5. Gambar 3.5 Pull-down menu dan submenu dari main bar Menu Umum Dengan alasan lebih mengoptimalkan pemahaman seputar PDMS, pendekatan pada pengenalan tidak akan membahas satu-persatu menu pada main menu bar, akan tetapi akan dibahas bertahap sesuai dengan fungsinya, beberapa menu yang umum digunakan antara lain adalah: 1. Members Member tool box adalah salah satu menu utama, ada tiga menu utama, dimana masing-masing mempunyai beberapa pull-down menu: a. Control dengan pull-down menu antara lain; Advanced, Resize, Drawlist, Show Extract Claim. Diantara menu pull-down ini yang paling sering diakses adalah Drawlist, sedangkan show Extract Claim, banyak digunakan pada PDMS global, begitu juga dengan resize banyak digunakan pada PDMS dengan versi lebih rendah sebelum menggunakan versi Control dan pull-down menu ditunjukkan seperti pada gambar 3.6.
7 32 Gambar 3.6 Control dan pull-down menu b. GoTo, merupakan menu untuk mendapatkan informasi dari sebuah komponen atau item yang diseleksi. c. Drawlist, berbeda dengan drawlist yang terdapat pada menu control, drawlist disini mempunyai pull-down menu yang berfungsi sebagai penunjuk atau penanda, memunculkan dan menghilangkan grafik dari screen view. Add CE akan menampilkan apapun yang anda klik saat ini pada member, Add owner akan menampilkan owner, sedangkan Add CE with colour adalah menampilkan sesuatu yang diklik dengan penandaan warna. Berikutnya adalah menghilangkan, baik menghilangkan yang diklik saat ini (remove CE) maupun menghilangkan semua dari sreen (Remove All) menghilangkan disini bukan berarti men-delete. Drawlist dan pull-down menu ditunjukkan seperti pada gambar 3.7. Gambar 3.7 Drawlist dan pull-down menu
8 33 2. Design Menu Beberapa pull-down menu untuk bagian ini seperti dilihat pada gambar 3.8. Gambar 3.8 Design dan pull-down menu a. Save work, fungsinya sama seperti proses penyimpanan data pada program-program umum lainnya, untuk menjalankan fungsi ini dapat melalui klik pada save icon yang terdapat pada main menu bar, atau dapat juga dengan mengklik SAVEWORK pada command tool box. b. Get Work, hanya berfungsi pada pdms dengan sistem network, aksudnya database disimpan pada sebuah server yang dapat diakses oleh user, get work berarti menampilkan apapun modifikasi atau pekerjaan yang dilakukan oleh user lainnya setelah user bersangkutan melakukan langkah savework. c. Equipment, adalah salah satu mode dari menu design yang digunakan untuk mengerjakan pemodelan equipment. Setelah memilih menu equipment, akan terlihat tampilan menu yang berbeda dengan sebelumnya. Tampilan header modul equipment ditunjukkan seperti pada gambar 3.9.
9 34 Gambar 3.9 Tampilan header modul equipment d. Pipework, Cable Trays, HVAC, Structure, Hanger & Support, merupakan menu design dengan disiplin yang akan dikerjakan tentunya dengan tampilan yang berbeda pula seperti halnya pada equipment. Berbeda dengan Design Temples bila masuk pada bagian ini akan disuguhkan dengan temple yang tersedia. e. Modules, mempunyai beberapa pilihan seperti ditunjukkan pada gambar Gambar 3.10 Submenu Modules Monitor, digunakan untuk mengganti akses user ataupun MDB yang digunakan, sedangkan submen lainnya digunakan untuk berpindah ke modul yang dipilih pada sub menu tersebut. 3. View Menu Beberapa menu yang sering di akses pada modul design, pada bagian ini antara lain seperti pada gambar 3.11.
10 35 Gambar 3.11 Pull-down menu Walk To Walk To, submenu Entire draw list, berfungsi hampir sama seperti Add CE pada drawlist dimana telah dibahas sebelumnya, untuk memunculkan model pada screen monitor dapat dilakukan dengan menu ini. Kemudian klik kanan pada mouse, maka akan muncul tool box seperti pada gambar 3.12 dibawah ini. Gambar 3.12 Tampilan tool box dengan klik kanan pada mouse Pilih Walk To kemudian klik Entire Draw List, maka model yang diinginkan akan muncul di screen monitor. Jika dibandingkan antara Viewpull-down menu dengan menu pada klik kanan mouse ada beberapa fungsinya yang sama dan salah satu menu yang paling sering digunakan pada menu ini adalah Middle Button Drag.
11 36 Gambar 3.13 Sub menu Middle Button Drag Selain memilih melalui submenu tersebut, juga dapat menggunakan fungsi tombol pada keyboard antara lain: a. F2, sebagai Zoom In/Out b. F3, untuk fungsi Pan c. F5, sebagai fungsi Rotate d. F7, untuk menampilkan view sebagai eye model e. F8, fungsi Shaded f. F9, untuk memunculkan Status Area g. F10, untuk view prespective View elevation dapat diakses melalui menu View kemudian pilih Look, atau dengan menu klik kanan mouse, dapat menampilkan pandangan dengan melihat arah yang dipilih. Plan, patokan yang digunakan adalah sumbu Y, setiap pilihan yang digunakan akan menghadap arah sumbu Y, contoh Plan kemudian pilih Nort maka arah Nort akan menghadap kearah sumbu Y, Plan kemudian pilih West maka arah west adalah yang terdapat pada sumbu Y, begitu juga seterusnya. Isometrik, mempunyai pilihan dimulai dari Iso 1 sampai dengan Iso 4, view disini merupakan arah yang selalu menuju ke arah North, sebagai
12 37 contoh Iso 3 arah north akan mengarah ke sudut kiri atas, lihat gambar 3.14 berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Gambar 3.14 Iso dengan empat pilihan arah (Munir, 2012) Berikutnya yang sering digunakan yaitu Set Centre of View, dengan mengklik komponen yang akan dijadikan sebagai pusat rotasi atau benda yang menjadi acuan pada screen pilih Set Centre of View kemudian pilih Selection atau dapat juga dengan klik pada icon Centre on Selection. 3.3 Prinsip Dasar Pemodelan Equipment Sebelum memulai bagian create equipment terlebih dahulu harus diketahui beberapa point penting antara lain: 1. Hierarchy dalam sebuah equipment. 2. Bentuk-bentuk primitive element. 3. Orientasi dan posisi equipment ataupun elemennya 4. Manipulasi representasi dan setting untuk level atrribute. Hierarchy merupakan suatu susunan posisi antar element didalam sebuah struktur atau kerangka member PDMS, dengan kata lain hal ini dapat diibaratkan susunan file-file didalam sebuah folder pada direktori tertentu, ilustrasi seperti gambar 3.15.
13 38 Gambar 3.15 Ilustrasi sebuah hierarchy (Munir, 2012) Hierarchy pada PDMS Sebelum pembuatan model di PDMS diharapkan mengerti akan hierarchy pada PDMS, karena hierarchy adalah dasar atau basic yang paling penting pada PDMS. Berikut gambar 3.16 dibawah ini adalah struktur yang ada pada PDMS:
14 39 WORL SITE ZONE STRUCTURE EQUIPMENT PIPE FRAMEWORK SUB-EQUIPMENT BRANCH SUB-FRAME SECTION PANEL Etc. NOZZLE BOX CYLINDER PYRAMID CONE DISH Etc. GASKET FLANGE ELBOW TEE VALVE CAP Etc. Gambar 3.16 Hierarchy pada PDMS Hierarchy didalam PDMS pada level tertinggi adalah WORL dengan kata lain semua folder untuk penyimpanan data baik struktur, piping, equipment dan lain semuanya akan berada dibawah level WORL. Level berikutnya adalah SITE dimana SITE tersebut akan tersimpan ZONE, sedangkan dalam ZONE sendiri terdapat EQUIPMENT, didalamnya dapat langsung meng-create PRIMITIVE akan tetapi akan lebih teratur bila untuk penyimpanan Primitive-primitive tersebut diletakkan didalam SUBEquipment. Bentuk hierarchy ini sendiri bila langsung dilihat susunannya dalam Member tool box adalah seperti gambar 3.17 dibawah ini.
15 40 Gambar 3.17 Equipment hierarchy Equipment Equipment tersusun atas beberapa primitive yang berpadu sehingga membentuk sebuah model sesuai dengan gambar kerja yang disediakan. Secara default equipment menyimpan beberapa informasi seperti deskripsi, orientasi, posisi, ukuran dan dapat juga ditambahkan informasi seperti berat, letak COG ataupun informasi vendor lainnya. Attribute informasi tersebut ditambahkan melalui sistem penandaan atau disebut User Defined Attributes (UDAs) melalui modul Lexicon Primitive Primitive merupakan elemen-elemen pembentuk sebuah equipment, primitive mempunyai bentuk-bentuk yang umum ditemukan, seperti silinder, kotak, kerucut, bentuk piramid, nozzle dan lain-lain. Dalam penggunaan primitive sebagai pembentuk equipment terlebih dahulu didefinisikan bentuk dari equipment tersebut, sebagai contoh bentuk sederhana dari sebuah vessel seperti gambar 3.18.
16 41 Gambar 3.18 Ilustrasi equipment terdiri dari beberapa primitive (Munir, 2012) Gambar tersebut terdiri dari 2 Dish, 1 Cylinder dan 2 Box, dimana masingmasing primitive berpadu membentuk sebuah equipment. Untuk lebih jelasnya membuat sebuah equipment dengan bentuk sederhana, menggunakan ilustrasi vessel diatas sebagai gambar kerja, dan harus masuk ke modul Equipment, dari Design selanjutnya pilih Equipment, seperti gambar 3.19 berikut jika akan masuk kedalam aplikasi equipment. Gambar 3.19 Pemilihan mode untuk aplikasi equipment 3.4 Pengukuran Untuk memastikan ukuran pada equipment apakah sudah sesuai dengan gambar kerja, user dapat mengaksesnya melalui Query kemudian pilih Measure Distance atau dapat langsung dengan mengklik icon pada main menu bar, selanjutnya Measure tool box akan muncul. Berikut measure tool box ditunjukkan pada gambar 3.20.
17 42 Gambar 3.20 Measure tool box Pemilihan menu pick type dengan sendirinya akan muncul ada bagian main menu bar seperti gambar 3.21 dibawah ini. Gambar 3.21 Pick Type pull down menu Pilihannya antara lain adalah: 1. Any = Dapat untuk memilih element apa saja P-line atau P-point. 2. Element = Pengukuran langsung hanya pada element. 3. Aid = Digunakan pada drawing aid. 4. Pline = Digunakan untuk pengukuran P-line pada struktur. 5. Ppoint = Pengukuran pada P-point. 6. Screen = Memungkinkan pengukuran dimana saja terhadap model yang terdapat pada screen view. 7. Graphics = Memungkinkan untuk menukur element (termasuk aid, contruction pins) dimana saja pada model yang ada pada screen view.
18 Piping Modeling Piping modeling adalah salah satu aktivitas yang paling sering dikerjakan dengan menggunakan PDMS. Pada sebuah project yang menggunakan PDMS sebagai software perancangan, piping modeling menempatkan diri pada penggunaan data yang lebih komplek, akan tetapi disini tidak membahasnya secara detail dengan alasan untuk lebih memfokuskan pada dasar-dasar pemodelan perpipaan dimana diharapkan dapat mencangkup beberapa sasaran yaitu: 1. Memahami konsep yang disebut dengan Pipe dan Branch. 2. Memahami yang dimaksud dengan branch head dan branch tail juga mengetahui arah aliran (flow) pemodelan komponen-komponen tersebut. 3. Dapat memodelkan komponen sesui dengan posisinya, seperti arah flow pada P&ID. 4. Memahami dan dapat menggunakan fungsi standar tool box PDMS untuk pemodelan. 5. Dapat merevisi bila suatu waktu ternyata ada perubahan baik komponen, flow, ataupun orientasi dari komponen sebuah sistem perpipaan. 6. Dapat memodelkan sebuah sistem perpipaan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan Hierarchy piping modeling Secara garis besar hierarchy untuk equipment dan piping hampir sama, dengan ilustrasi dibawah ini dapat memberi gambaran apa yang dimaksud dengan hierarchy sistem pemipaan pada PDMS. Berikut ilustrasi sebuah hierarchy dalam piping PDMS ditunjukkan pada gambar 3.22.
19 44 Gambar 3.22 Ilustrasi sebuah hierarchy dalam piping PDMS (Munir, 2012) Piping design modul Dari main menu bar PDMS pada bagian kiri atas terdapat menu Pipework (design kemudian pilih Pipework), dengan mengklik Pipework secara langsung akan masuk pada aplikasi piping PDMS. Posisi default pada member tool box adalah Worl atau ditunjukkan dengan lambang *. Pada saat pertama mengakses aplikasi ini secara automatis default specifications tool box akan muncul, kemudian pilih salah satu Piping spec defaultnya seperti contoh A3B, lalu klik tombol OK dimana nantinya setiap memulai memodelkan pipa spesifikasi yang akan digunakan akan selalu A3B, begitu juga sebaliknya bila langsung memilih tombol Cancel, setiap saat bila anda hendak memodelkan sebuah pipa terlebih dahulu harus menentukan spesifikasi yang akan digunakan. Insulation dan Tracing sebaiknya dikosongkan dengan kata lain tidak menconteng aktif kotak sebelah kanan. Hal ini untuk mencegah agar pipa yang dimodelkan tidak menggunakan Insulation, tentunya penggunaan harus berpedoman pada P&ID project yang dikerjakan.
20 45 Tampilan tool box tersebut seperti gambar 3.23 dibawah ini. Gambar 3.23 Default specifcation tool box Langkah pertama adalah meng-create-piping hierarcy, pada main menu bar pilih menu Create kemudian pilih Site. Pada screen monitor akan muncul tool box seperti gambar dibawah ini, ketik nama SITE seperti contoh, MAINDECK-PIPE. Create site Tool Box ditunjukkan seperti gambar Gambar 3.24 Create site Tool Box Sangat disarankan untuk memberikan info pada Purpose hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam aktifitas report atau fuungsi lain yang memerlukan sesuatu yang unik sebagai penanda. Misalnya untuk purpose adalah PIPE. Berikutnya meng-create ZONE, melalui Create kemudian pilih Zone. Berikan nama MAINDECK-PIPE-PROCESS. Tampilan members tool box akan seperti gambar 3.25.
21 46 Gambar 3.25 Tampilan hierarcy setelah ceate Zone Sebelum memulai meng-create pipa pastikan bahwa telah mempunyai beberapa dokumen atau model pada PDMS, antara lain: 1. Equipment model pada PDMS yang sesuai dengan layout drawing. 2. P&ID drawing. 3. Pipe Specefication atau biasa disebut pipe spec. Ketiga jenis dokumen ini wajib disiapkan sebelum memulai pemodelan sistem perpipaan. Dari equipment layout dan P&ID akan memberikan referensi darimana dan kemana sebuah sistem perpipaan. Dengan berpatokan pada pipe spec tentunya akan mengetahui spesifikasi material yang digunakan Branch Branch digunakan untuk menentukan titik awal dan akhir sebuah aliran pipa (dikenal dengan nama HEAD dan TAIL) dan juga sebagai owner untuk piping komponen. Pada pemodelan akan menentukan sendiri arah aliran dari branch yang diinginkan antara Head-Tail tersebut. Head atau Tail setting mempunyai beberapa pilihan dapat langsung dikoneksikan dengan referensi Head dan Tail atau dengan menentukan titik koordinat tertentu. Tool box untuk Create Branch seperti gambar 3.26.
22 47 Gambar 3.26 Pilih koneksi untuk Branch Percabangan pipa di PDMS dibuat dengan 2 jenis: 1. Create Branch > Connect 2. Create Branch > Explecity Sehingga dapat dijelaskan bahwa branch coonect digunakan untuk perpipaan yang menghubungkan secara point to nozzle equipment terhadap yang lainnya atau nozzle terhadap piping component yang lainnya. Sedangkan branch explecity digunakan untuk perpipaan yang tidak mempunyai point to point. Misalnya pemipaan diatas rack yang head dan tailnya perlu diberikan spesifikasi dari tiap-tiap keterangan attribute (bore, connection, position dan direction) Head dan Tail pada branch Branch mempunyai titik Head dan Tail untuk memulai sebuah arah aliran, titik-titik tersebut mempunyai koordinat tertentu, yang mungkin saja berawal atau berakhir dari sebuah nozzle, olet, tee atau titik koneksi dari branch pada pipa lain atau bahkan pada pipa yang sama, ilustrasinya seperti gambar 3.27.
23 48 Gambar 3.27 Routing branch dengan Head dan Tail (Munir, 2012) Dari gambar diatas terlihat Head pada nozzle 1 dan Tail pada nozzle 2, pada pemodelan untuk membuat sebuah komponen boleh saja mulai dari Head Head ataupun sebaliknya. Setelah menentukan Head dan Tail maka akan muncul garis lurus yang menghubungkan kedua titik tersebut berupa garis putus-putus, jika diinginkan perubahan posisi titik Tail dan Head juga dapat dilakukan. Gambar 3.28 Titik sambungan Head dan Tail (Munir, 2012) Pada saat meng-create komponen, tidak perlu mengkhawatirkan dimensi dari masing-masing komponen karena hal ini sudah didefinisikan melalui katalog PDMS. Salah satu kelebihan lainnya dari software ini adalah semua komponenkomponen telah terhubung secara automatis dengan pipe spec yang dipilih pada saat menentukan spec pada branch. Contoh lainnya adalah bila hendak menghubungkan Head atau Tail pada sebuah nozzle akan tetapi misalnya saja lupa memberikan gasket sebelum flange, tentunya hal ini tidak boleh terjadi sebab akan terjadi kebocoran antara nozzle dan flange tersebut. Untuk mencegah hal itu PDMS akan memberikan peringatan berupa tool box error.
24 Komponen branch Pada saat meng-create-fitting dari sebuah pipa (komponen) hanya perlu memilih komponen mana yang akan di buat dengan mengklik pada item tersebut, beberapa fitting atau komponen yang sering digunakan adalah gasket, flange, elbow, tee, valve, reducer dan olet. Untuk memunculkan menu tersebut dengan memilih Create kemudian pilih Component. Sebelum lebih jauh membahas langkah ini sebaiknya dilakukan penyetingan tampilan agar deskripsi komponen dan materialnya dapat diketahui, langkah setting dapat diakses melalui Setting kemudian pilih Choose Options. Pada bagian ini disediakan tiga criteria antara lain: 1. BASIC : Memberikan basic informasi 2. TEXT : Hanya deskripsi material yang tersedia 3. ALL : Semua data yang tersedia akan ditampilkan Choose Option tool box ditunjukkan seperti gambar Gambar 3.29 Choose Option tool box Dengan mengaktifkan Auto Connect, komponen-komponen yang di create akan langsung terkoneksi antara satu dengan yang lainnya. Pilih All pada bagian Criteria. Sebelumnya telah diakses Create > Components. Tool box berikutnya yang akan muncul seharusnya seperti gambar 3.30 dibawah ini.
25 50 Gambar 3.30 Piping Components tool box Pada bagian bawah piping component tool box terdapat pilihan Spool dan Distance. Opsi spool adalah jarak yang diberikan antara titik P-Leave (Plea) satu komponen dengan P-arrive (Parr) komponen berikutnya. Sedangkan opsi Distance adalah jarak sebenarnya antara titik P0 kedua komponen, seperti ditujukkan pada gambar Gambar 3.31 Perbedaan pengukuran antara Spool dan Distance (Munir, 2012) P-point komponen P-point dapat dikategorikan menjadi dua, yang pertama dapat didefinisikan sebagai titik koneksi dan yang kedua diartikan sebagai arah aliran pada sebuah
26 51 komponen dimana titik masuk disebut dengan P-arrive dan titik keluar dengan P- leave. PDMS secara automatis akan menyesuaikan arah yang telah ditentukan. P-arrive ataupun P-leave juga dapat dimodifikasi, untuk lebih memahami berikut ditampilkan gambar-gambar komponen lengkap dengan P-point masingmasing. Gambar 3.32 Titik-titik koneksi pada sebuah Reducer (Munir, 2012) Pada Gambar titik koneksi reducer dapat dilihat titik akhiran P1 dan titik akhiran yang lain pada P2. Dapat didefinisikan P1 sebagai awalan (P-arrive) atau dapat juga dimodifikasikan sebagai titik akhiran (P-leave) demikian pula halnya dengan titik P2, default P1 sebagai P-arrive dan P2 sebagai P-leave. Untuk mengetahui informasi dari titik-titik tersebut didapat dengan cara memasukkan syntax command Q P1P2. Dengan menggunakan command tersebut akan diperoleh beberapa informasi lainnya seperti diameter, arah, posisi dan jenis koneksi. Komponen lain dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah ini. Gambar 3.33 Titik-titik koneksi pada Coupling (Munir, 2012)
27 52 Gambar 3.34 Titik-titik koneksi pada Elbow/Blend (Munir, 2012) Gambar 3.35 Titik-titik koneksi pada Nozzle (Munir, 2012) Gambar 3.36 Titik-titik koneksi pada Cap/Plug/Blind Flange (Munir, 2012) Gambar 3.37 Titik-titik koneksi pada Tee (Munir, 2012) Dan masih banyak komponen pemipaan yang belum dicantumkan pada contoh diatas, pada Tee terdapat 3 titik koneksi, beberapa komponen ada yang menggunakan multiway connection seperti Bleed ring, Flow-meter dan beberapa komponen seperti dalam kategori Pcom (general component).
28 Reports Report merupakan salah satu fungsi yang dapat diakses melalui berbagai modul, seperti pada modul design, isodraft, paragon atau draft. Seperti yang telah diketahui bahwa PDMS menyimpan banyak data mengenai informasi berkenaan dengan project yang dijalankan pada PDMS tersebut, contohnya informasi berupa visual yang ditunjukkan dengan model. Disamping itu informasi lainnya berupa data, yaitu seperti data material, ukuran, berat dan lainnya. Salah satu cara menampilkan atau mengambil informasi tersebut dapat dilakukan dengan cara menggunakan report. Penggunaan PDMS dapat menjalankan report melalui template yang telah tersedia atau menentukan sendiri sesuai dengan keinginan user. Untuk mengakses report ada dua jenis pilihan yaitu dengan Quick Report dan Report. Dari masing-masing cara tersebut mempunyai karakteristik tersendiri. Pada quick report pengguna PDMS mendapatkan hasil report yang diinginkan akan tetapi hanya diberikan format dasar saja dan kelemahan dari quick report ini adalah template report tidak dapat disimpan (save) apabila pengguna PDMS akan menggunakan dan menjalankan report dengan format yang sama. Berbeda halnya dengan report yang digunakan untuk cakupan yang lebih luas, pengambilan data yang lebih kompleks, dan hasil akhir dapat diolah atau diteruskan menggunakan software lain seperti microsoft exel. Kelebihan report dibandingkan quick report adalah dapat menggunakan template report yang tersedia, dan dapat memodifikasi template tersebut sesuai dengan kebutuhan atau membuat template baru. 3.7 PDMS Review Modul yang dapat digunakan untuk mendapatkan file data PDMS review adalah dengan modul design, dari main menu bar pilih Ultilites > Export > Create. Toolbox export data untuk review file dapat dilihat seperti gambar 3.38.
29 54 Gambar 3.38 Export data untuk review file Setelah melakukan tahap tersebut sehingga akan muncul export tool box, dapat dilihat pada gambar Gambar 3.39 Tampilan export tool box
30 55 Kemudian dapat menentukan model-model pada modul design yang akan di export ke dalam file review. Sebelum melakukan hal tersebut dapat ditentukan representation ataupun bentuk tampilan yang diinginkan. Setting ini didapat dari tombol Representation pada bagian kiri bawah dari Export too box. Gambar 3.40 Tool box untuk pengaturan tampilan pada review Jika tampilan pada export representation tool box tidak ada perubahan maka dapat langsung klik OK. Untuk sistem pewarnaan atau rule yang akan di-export ke PDMS Review dapat melalui Rule Class. Tool box ini terdapat pada bagian kiri bawah dari export tool box. Tampilan pilihan Rule Class ditunjukkan seperti pada gambar Gambar 3.41 Tampilan pilihan Rule Class
31 56 Tampilan pemilihan rule class memberikan tiga opsi, jika ingin setting sendiri untuk rule class dapat menggunakan User Defined Export Rules, dan kemudian klik tombol Add. Berikutnya Add rule class tool box akan muncul, berikan nama untuk rule class ini dan deskripsikan apa saja bagian yang akan diexport dengan menggunakan rules tersebut. Seperti contoh rule untuk PIPE dengan kode pewarnaan 15 (15 untuk warna offwhite) kemudian klik Insert After, lihat contoh pada gambar Gambar 3.42 Tool box untuk create rule class Kode nomor pada masing-masing warna dapat dilihat pada gambar tabel 2 kode warna PDMS review berikut. Tabel 2. Kode warna untuk PDMS review (Munir, 2012) Colour No Colour No Colour No Black 1 Tan 18 Springgreen 35 Red 2 Gold 19 Forestgreen 36 Orange 3 MediumBlue 20 Darkgreen 37 Yellow 4 Olive 21 Aquamarine 38 Green 5 HotPink 22 Royalblue 39 Cyan 6 MediumGreen 23 Navyblue 40 Blue 7 Orange 24 Powderblue 41 Violet 8 Cream 25 Midnight 42 Brown 9 Russet 26 Steelblue 43 White 10 Azure 27 Beige 44 Pink 11 White 28 Wheat 45 LighGrey 12 Boots 29 Tan 46 DarkGrey 13 Suit 30 Sandybrown 47 BlueGray 14 Flesh 31 Khaki 48 Offwhite 15 Toolbox 32 Chocolate 49 Maroon 16 Lightgold 33 Darkbrown 50 MedumGreen 17 Yellowgreen 34
32 57 Kemudian lanjutkan aktifitas ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dengan mengganti deskripsi pada bagian rule, rule description dan colour index kemudian klik kembali tombol insert after lakukan langkah-langkah ini untuk masing-masing colour rule EQUI, STRUC, HVAC dan lainnya. Hasilnya dapat dilihat pada gambar Gambar 3.43 Rule untuk beberapa bagian dalam model Setelah mendeskripsikan bagian apa saja dalam rule ini yang akan di-export ke review berikutnya tekan OK dan klik TRA-RULES, yaitu rule yang telah dibuat pada Selecting a Rules Class tool box, dapat dilihat pada gambar Gambar 3.44 Pemilihan Rule Berikutnya tentukan model apa saja yang akan di export untuk file review, sebagai contoh akan meng-export model pada SITE/STABILIZER, dengan
33 58 memilih SITE masing-masing pada member tool box (CE), kemudian klik tombol Add pada Export tool box, tentukan direktori penempatan file. Pada nama file review berikan ekstensi.rvm selanjutnya klik tombol Export. Gambar 3.45 Export tool box dengan bagian yang akan di export
BAB III. Software AVEVA PDMS Versi 12.0 SP 6
BAB III Software AVEVA PDMS Versi 12.0 SP 6 3.1. Pengenalan PDMS Pada awal lahirnya Plant Design Management System (PDMS) ini tidak terlepas dari nama-nama software seperti AutoCAD, Pro-Engineer, CATIA
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
DESAIN DAN LAYOUTING INSTALASI SISTEM PERPIPAAN DENGAN SOFTWARE PLANT DESIGN MANAGEMENT SYSTEM (PDMS) VERSI 12.0.SP5 (STUDI KASUS PADA MODULE PDMS 2017) TUGAS AKHIR Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk
= Optional A. HIERARCHY DESAIN. Gotten_z ( ) Sumber: World. Site. Zone. Pipe. Equipment. Structure. Branch.
A. HIERARCHY DESAIN World Site Zone Structure Equipment Pipe Framework Sub-Equip Branch Sub-Frame Section Panel etc Nozzle Box Cylinder etc Gasket Flange Elbow etc Sumber: www.aveva.com = Optional 1 A.1.
BAB 7 PIPE INSULATION. 7.1 Terminologi
BAB 7 7.1 Terminologi PIPE INSULATION Pipe Insulation atau Isolasi Pipa digunakan untuk mencegah terjadinya perubahan temperatur baik penambahan maupun pengurangan yang tidak diinginkan. Keuntungan atau
BAB III PROSES PERANCANGAN PIPA
Laporan Kerja Praktek Proses Perancangan Sistem Jalur Pipa dengan Software PDMS BAB III PROSES PERANCANGAN PIPA 3.1 Landasan Teori 3.1.1 Pengertian Pipa Pipa berfungsi sebagai transportasi fluida dari
Modul 2 1. MEMBUAT STRUCTURE. Klik icon Start > AVEVA > VANTAGE PDMS 11.5 SP1 Seperti terlihat pada windows berikut: Lalu klik Run PDMS
Modul 2 1. MEMBUAT STRUCTURE Klik icon Start > AVEVA > VANTAGE PDMS 11.5 SP1 Seperti terlihat pada windows berikut: Lalu klik Run PDMS Akan muncul seperti gambar berikut: Klik SAMPLE pada password lalu
BAB 2 LANDASAN TEORI. adalah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Visual Basic 6.0 Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Visual Basic 6.0 Bahasa pemograman Visual Basic 6.0 dapat digunakan untuk menyusun dan membuat program aplikasi pada sistem operasi windows. Program aplikasi dapat berupa program
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
54 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Program 4.1.1 Spesifikasi Kebutuhan Program Spesifikasi Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan untuk merancang sistem ini adalah : Processor
Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe
Epi Info Instalasi File Installer Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe File installer versi terbaru dapat diperoleh melalui situs
Mengoperasikan Dasar-Dasar Basis Data (Database)
2011 LSP TELEMATIKA Mengoperasikan Dasar-Dasar Basis Data (Database) Modul KKPI 3 Mengoperasikan Dasar-Dasar Basis Data - (20110523-R1) 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 BAB I Mempersiapkan Piranti Lunak Basis
MICROSOFT POWERPOINT. Pendahuluan
MICROSOFT POWERPOINT Pendahuluan Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah. Microsoft Power Point akan membantu
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Pera ngkat Lunak. program aplikasi dengan baik adalah sebagai berikut:
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Pera ngkat Lunak 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi minimum hardware yang digunakan untuk menjalankan program aplikasi dengan
Membuat File Database & Tabel
Membuat File Database & Tabel Menggunakan MS.Office Access 2010 Database merupakan sekumpulan data atau informasi yang terdiri atas satu atau lebih tabel yang saling berhubungan antara satu dengan yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sekilas Mengenai Microsoft Visual Basic Versi 6 Microsoft Visual Basic adalah sebuah bahasa pemograman komputer. Bahasa pemograman adalah perintah perintah atau instruksi yang
BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008
BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008 Pembahasan Materi : Mengenal IDE Visual Studio.NET 2008. Pembuatan project pada Visual Studio.NET 2008. Pengenalan kontrol yang sering digunakan, menulis kode program
BAB VII PERANGKAT LUNAK PENGOLAH TEKS
BAB VII PERANGKAT LUNAK PENGOLAH TEKS 7.1 Pendahuluan A. Deskripsi Singkat Pada bab ini akan dijelaskan tentang beberapa penerapan dari perangkat lunak pengolah teks. Di dalamnya akan diuraikan bagaimana
MEMBUAT LAPORAN (DATA REPORT)
1 MEMBUAT LAPORAN (DATA REPORT) Data Report merupakan sebuah desain untuk mencetak laporan dimana memiliki bagian-bagian seperti terlihat pada gambar 1 berikut : Gambar 1. Tampilan Data Report Maksud dari
PENGENALAN MICROSOFT OFFICE 2007
PENGENALAN MICROSOFT OFFICE 2007 Microsoft Office 2007 ini memiliki perbedaan mendasar dengan Microsoft versi sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada tampilannya, terutama menu. Microsoft Office 2007
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. informasi telah digunakan oleh pengguna. Sebelum benar-benar bisa digunakan
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Tujuan Implementasi Sistem Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi adalah tahap dimana sistem
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perangkat keras yang dibutuhkan sebagai berikut: a. Processor Intel Pentium 4 atau lebih tinggi;
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Spesifikasi Sistem Spesifikasi sistem informasi geografi untuk aplikasi ini terbagi menjadi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). 4.1.1 Perangkas
LAMPIRAN MODUL 3 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
LAMPIRAN MODUL 3 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI TI3205 PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 2 PENGENALAN MICROSOFT ACCESS 2007 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2011 LAMPIRAN : PENGENALAN MICROSOFT
1. MENGENAL VISUAL BASIC
1. MENGENAL VISUAL BASIC 1.1 Mengenal Visual Basic 6.0 Bahasa Basic pada dasarnya adalah bahasa yang mudah dimengerti sehingga pemrograman di dalam bahasa Basic dapat dengan mudah dilakukan meskipun oleh
Mengenal Microsoft Word 2010
Mengenal Microsoft Word 2010 Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan perangkat lunak (software) pengolah kata yang bernama Microsoft Word (MS Word). Sejak pertama kali dirilis tahun 1983 dengan nama
Buka Start -> All Programs -> Microsoft Visual Studio - > Microsoft Visual Fox Pro 6.0
PAKET PEMROGRAMAN II Buka Start -> All Programs -> Microsoft Visual Studio - > Microsoft Visual Fox Pro 6.0 A. Menu Bar B. Standar ToolBar E. Jendela Command D. Jendela Kode C. Form Designer F. Form Controls
Pengenalan. Microsoft Access. TI3007 Praktikum Perancangan Sistem Terintegrasi III. Perancangan Basis Data
Pengenalan Microsoft Access TI3007 Praktikum Perancangan Sistem Terintegrasi III Perancangan Basis Data PENDAHULUAN Microsoft Access adalah sebuah program aplikasi untuk mengolah database (basis data)
Merancang Project. Form Module Class Module Report. Form 1, Form 2, Minimarket (NamaProject) Gambar 4.1 Flowchart Project Sistem Informasi Minimarket
Merancang Project Setelah desain database dan tabel selesai, langkah berikutnya adalah desain project menggunakan Visual Basic 6.0. Berikut tahap-tahap yang harus kita lakukan untuk merancang program sesuai
Konsep Sistem Informasi B
MICROSOFT ACCESS FORM Form digunakan untuk merepresentasikan ke user atau menerima inputan dari user data-data dalam tabel atau query dalam bentuk interface grid, tombol, dan lain-lain kontrol windows.
Praktikum 6 SubForm dan Kode VBA
Praktikum 6 SubForm dan Kode VBA A. TUJUAN Dapat mengkaitkan antara Form Utama dan SubForm Dapat menghubungkan antar Form secara manual Memahami arti dari Non-Synchronized Form Dapat memodifikasi properti
BAB I MENGENAL PLANNER
Bab I Mengenal Planner BAB I MENGENAL PLANNER Planner adalah tool manajemen proyek yang general purpose dan menyediakan berbagai fitur, yang tersedia melalui 4 layar terpisah yang disebut layout views.
Aplikasi Document Imaging untuk PT. XYZ dapat diakses melalui web browser
4.3.4 Petunjuk Pemakaian Sistem Aplikasi Document Imaging untuk PT. XYZ dapat diakses melalui web browser yang terhubung dengan internet. Berikut ini adalah detail prosedur pemakaian dari aplikasi tersebut.
MICROSOFT POWERPOINT
MICROSOFT POWERPOINT Pendahuluan Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah. Microsoft Power Point akan membantu
PENGOPERASIAN SISTEM OPERASI
APLIKASI KOMPUTER Modul ke: PENGOPERASIAN SISTEM OPERASI Fakultas Psikologi I b r a h i m, S.T, M.T. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pengertian Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris komputer berasal dari kata to compute yang artinya
Mempersiapkan Presentasi Profil Perusahaan
Mempersiapkan Presentasi Profil Perusahaan 1 Presentasi Pengertian Presentasi Presentasi adalah sebuah kegiatan yang menunjukkan atau menyajikan sebuah informasi atau gagasan kepada orang lain. Tujuan
Mengatur Tampilan AutoCAD
Mengatur Tampilan AutoCAD Untuk berinteraksi dengan sebuah program, Anda pasti akan disuguhkan dengan sebuah tampilan (interface) program tersebut. Ini tentunya untuk memudahkan Anda sebagai user dalam
Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop
Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop Bab ini akan membahas tentang: - Pengenalan ArcGIS Desktop - Pembuatan project pada ArcMap - Penambahan layer pada ArcMap 1.1 Sekilas tentang ArcGIS Desktop ArcGIS Desktop
BAB I. 1 P e m r o g r a m a n V i s u a l B a s i c - J a t i L e s t a r i
BAB I Konsep Visual Basic: Penerapan di dunia Usaha, Instalasi serta Pengenalan IDE (Integrated Development Environment) VB dan konsep pemrograman visual I. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa mengenal VB, penerapan
Bab 15 Menggunakan Menu Navigasi Berupa Switchboard dan Form
Bab 15 Menggunakan Menu Navigasi Berupa Switchboard dan Form Pokok Bahasan Membuat dan Menggunakan Switchboard Membuat Menu Navigasi Berupa Form Untuk memudahkan navigasi semua obyek pada file database
Membuat File Database & Tabel
Membuat File Database & Tabel Menggunakan MS.Office Access 2013 Database merupakan sekumpulan data atau informasi yang terdiri atas satu atau lebih tabel yang saling berhubungan antara satu dengan yang
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PENGERJAAN Pada perancangan proyek yang dilakukan di perusahaan Pt.Wijaya Karya devisi Departemen Industrial Plant diawali dengan konsep dari bentuk
PEMROGRAMAN DELPHI 7.0
PEMROGRAMAN DELPHI 7.0 Delphi merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi berbasis Windows. Delphi digolongkan ke dalam bahasa pemrograman visual yang menitik beratkan pada pemrograman berorientasi
Modul Pelatihan Media Pembelajaran Microsoft Powerpoint
Modul Pelatihan Media Pembelajaran Microsoft Powerpoint Disusun Oleh : Ilmawan Mustaqim, S.Pd.T.,M.T. Eko Prianto, M.Eng. Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Anggaran 2015 Sesuai
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. mempersiapkan kebutuhan system (baik hardware maupun software), persiapan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Di dalam tahap implementasi ini terdapat 3 sub tahap, yaitu mempersiapkan kebutuhan system (baik hardware maupun software), persiapan instalasi aplikasi,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Perangkat lunak adalah perintah ( program komputer ) yang bila dieksekusi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perangkat Lunak Perangkat lunak adalah perintah ( program komputer ) yang bila dieksekusi memberikan fungsi dan unjuk kerja seperti yang diinginkan, struktur data yang
BAB I PENDAHULUAN. orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat sejak permulaannya.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tes psikometrik telah ada sejak awal abad ke 20 dalam 25-30 tahun terakhir ini, tes psikometrik ini banyak digunakan secara luas dikalangan industri karena
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Pembahasan mengenai hasil mencakup spesifikasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta tampilan output perangkat lunak. IV.1.1.
MICROSOFT ACCESS. Pengenalan Microsoft Office Access 2003
MICROSOFT ACCESS Pengenalan Microsoft Office Access 2003 Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat menbantu kita membuat aplikasi database dalam waktu relatif singkat, Biasanya digunakan untuk
MICROSOFT ACCESS. Tombol Office/menu Tittle bar Close.
MICROSOFT ACCESS Microsoft Access merupakan salah satu program pengolah database yang canggih yang digunakan untuk mengolah berbagai jenis data dengan pengoperasian yang mudah. Banyak kemudahan yang akan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak. aplikasi dengan baik adalah sebagai berikut:
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi minimum hardware yang digunakan untuk menjalankan program aplikasi dengan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
141 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Perancangan Aplikasi 1. Form Login Form Login ini muncul pertama kali saat aplikasi dijalankan. Untuk menjaga keamanan pengaksesan informasi, hanya mereka yang memiliki
Ruang Kerja DREAMWEAVER MX 2004 :
1.1 Pengertian Macromedia Dreamweaver : merupakan sebuah HTML editor Profesional untuk mendesain secara visual dan mengelola situs web beserta halaman- web. 1.2 Spesifikasi PC untuk menjalankan DREAMWEAVER
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Program Aplikasi Program adalah kombinasi yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan
Produksi Iklan Audio _ Visual
Modul ke: Produksi Iklan Audio _ Visual Pengenalan Adobe Premiere Fakultas ILMU KOMUNIKASI Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom Program Studi MARCOMM & ADVERTISING www.mercubuana.ac.id Adobe Premiere Adobe Premiere
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Spesifikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk aplikasi ini dibagi menjadi dua, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). 4.1.1
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa Latin Computare yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda untuk orang yang berbeda. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa Latin Computare yang berarti
Modul Praktikum Basis Data 11 Membuat Menu dengan Form
Modul Praktikum Basis Data 11 Membuat Menu dengan Form Pokok Bahasan : - Membuat dan menggunakan switchboard - Membuat Menu Navigasi Berupa Form Tujuan : - Mahasiswa mampu membuat dan menggunakan switchboard
BAB 2 LANDASAN TEORI. Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol,
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data dan Informasi Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, bilangan-bilangan, uraian karakter yang mempunyai
KSI B ~ M.S. WULANDARI
1 MODUL I : TABEL Microsoft Access adalah perangkat lunak database management system (DBMS). Database dalam Microsoft Access dapat terdiri atas satu atau beberapa tabel, query, form, report, makro, dan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. sistem aplikasi basis data pada CV. Lumbung Rejeki yaitu : Monitor : SVGA 17. : Optical Mouse.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi perangkat keras yang direkomendasikan untuk menerapkan sistem aplikasi basis data pada CV. Lumbung Rejeki
BAB PENDAHULUAN Microsoft Visio 2003
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bagian ini akan dibahas mengenai Microsoft Visio 2003 dan IDE (Integrated Development Environment) atau lingkungan kerja Microsoft Visio 2003. Pembahasan juga meliputi beberapa tool-tool
I. KEGIATAN BELAJAR 1
I. KEGIATAN BELAJAR 1 1.1. TUJUAN PEMELAJARAN Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan untuk dapat : 1.1.1 Memahami proses penginstalan Microsoft Office 1.1.2. Memahami cara operasi Microsoft
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa inggris dari kata computer yang berarti menghitung. Dapat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Aplikasi Program aplikasi adalah program komputer yang dibuat untuk mengerjakan atau menyelesaikam masalah masalah khusus, seperti penggajian. 1 2.2 Pengertian Visualisasi
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang sulit untuk diimplementasikan dalam RDBMS (Relational Data Base Management
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Penelitian melakukan pengembangan terhadap opsi-opsi pemecahan masalah yang sulit untuk diimplementasikan dalam RDBMS (Relational Data Base Management System)
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. akan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan aplikasi. Untuk itulah,
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Program Aplikasi Dengan aplikasi perangkat lunak yang dibuat dalam skripsi ini, implementasi akan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan aplikasi.
KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari Ir. Sofi Ansori Penulis
KATA PENGANTAR Sebagai prakata, pertama kali yang sangat ingin penulis sampaikan adalah ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu proses penulisan
Microsoft PowerPoint 2003
Microsoft PowerPoint 2003 Cakupan Panduan : Menjalankan Software presentasi Memulai Microsoft PowerPoint Menggunakan menu-menu beserta shortcut Memanggil, menyimpan, mencetak file Membuat file presentasi
DATABASE SQL SERVER. Database SQL Server Halaman 1
1 DATABASE SQL SERVER Objektif: Mengetahui sejarah SQL Server 7.0 Mengengetahui perbedaan SQL Server dengan Microsoft Access Mengenal program bantu yang ada di SQL Server 7.0 Mengetahui cara membuat database
BAB 2 FASILITAS BANTU GAMBAR
BAB 2 FASILITAS BANTU GAMBAR 2.1 Quick Properties Quick Properties adalah fasilitas untuk menampilkan informasi properties yang terdapat pada tiap-tiap objek secara umum, sehingga bisa mempermudah untuk
Aplikasi Komputer. Microsoft Office 2010 Microsoft Office Access 2010 Bag 1. Miftahul Fikri, M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Modul ke: Microsoft Office 2010 Microsoft Office Access 2010 Bag 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Miftahul Fikri, M.Si Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Microsoft Access adalah sebuah program program
Database Management Pengenalan MS. Access 2003
4 Yang dibahas pada bab ini :: Mengenal MS. Access 2003 Komponen Utama MS. Access 2003 Memulai MS. Access 2003 Mengenal Lembar Kerja MS. Access 2003 Mengatur Regional Settings Mengakhiri MS. Access 2003
BAB 8 QUERY DATA. , untuk mengidentifikasi dan mendapatkan informasi mengenai feature, untuk melakukan query feature pada ArcMap melalui atributnya
BAB 8 QUERY DATA Selain melihat peta, pada tampilan ArcMap untuk kepentingan tertentu dibutuhkan informasi mengenai data-data apa saja yang tercakup dalam peta tersebut. Untuk mengetahui secara khusus
BAGIAN IV MICROSOFT POWER POINT
BAGIAN IV MICROSOFT POWER POINT 1. Pendahuluan Microsoft powerpoint merupakan salah satu bagian terintegrasi dari suatu paket system operasi Microsoft Office. Pada umumnya tampilan dan penggunaan Microsoft
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. dari Sistem Informasi Geografi(SIG) ini adalah sebagai berikut:
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Hardware Spesifikasi minimum hardware yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi dari Sistem Informasi Geografi(SIG) ini adalah
Microsoft Power Point 2003
Microsoft Power Point 2003 A. Mengenal Microsoft Power Point Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi dengan baik adalah : a. Prosesor Intel Pentium IV atau lebih tinggi
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi perangkat keras minimum yang digunakan untuk dapat menjalankan aplikasi dengan baik adalah : a. Prosesor
Aplikasi Komputer. Bekerja Dengan Microsoft Excel Access (1) Ita Novita, S.Kom, M.T.I. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER. Program Studi Informatika
Modul ke: Aplikasi Komputer Bekerja Dengan Microsoft Excel Access (1) Fakultas ILMU KOMPUTER Ita Novita, S.Kom, M.T.I Program Studi Informatika www.mercubuana.ac.id Pengenalan MS. Access 2010 Aplikasi
Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 68 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Februari 2005 Sinopsis singkat:
Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 68 hlm Harga: Rp 14.800 Terbit pertama: Februari 2005 Sinopsis singkat: Buku ini berisi tip dan trik tentang pemrograman aplikasi database dengan Microsoft Access 2000,
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 IMPLEMENTASI Agar kios informasi ini dapat diimplementasikan pada haromoni central busway maka harus disediakan sarana-sarana pendukung berupa perangkat keras dan perangkat
Heryzal Heryandi
Tutorial Adobe Premiere Pro Heryzal Heryandi [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial
BAB 1 PENGENALAN MICROSOFT POWERPOINT 2007
BAB 1 PENGENALAN MICROSOFT POWERPOINT 2007 Microsoft PowerPoint 2007 yang untuk selanjutnya disingkat Power Point 2007 adalah program aplikasi presentasi yang paling popular dan paling banyak digunakan
LAYOUT. A. Membuat Layout dari sebuah View. B. Membuat Layout melalui Window Project
LAYOUT Layout merupakan salah satu fasilitas pada ArcView yang digunakan untuk menggabungkan semua dokumen, baik itu dokumen view, tabel ataupun chart ke dalam satu dokumen yang siap cetak (hardcopy).
Dasar Perancangan 2012
Pendahuluan CATIA-PART DESIGN dapat membantu dalam melakukan desain suatu komponen dalam bentuk 3 dimensi (solid) dengan sangat mudah, cepat dan tepat (sesuai dengan bentuk dan dimensi yang diinginkan)
TUTORIAL BAGIAN 2 DARI 5 Ada bebarapa hal yg perlu diketahui dan difahami dengan baik agar baik dalam melakukan penggambaran jaringan,
TUTORIAL BAGIAN 2 DARI 5 Ada bebarapa hal yg perlu diketahui dan difahami dengan baik agar baik dalam melakukan penggambaran jaringan, JOINT NODE : Dalam kondisi ini ada beberapa yang dapat didefinisikan
MODUL MICROSOFT OFFICE POWERPOINT 2010 KKL STMIK AMIKOM PURWOKERTO
MODUL MICROSOFT OFFICE POWERPOINT 2010 KKL STMIK AMIKOM PURWOKERTO Mari mengenal Power Point. Apa itu Powerpoint? Ms Powerpoint adalah salah satu program aplikasi microsoft office yang berguna untuk membuat
Microsoft Access 2007
BAHAN AJAR Microsoft Access 2007 Reporting with Microsoft Access 2012 MICROSOFT ACCESS 2007 A. Pengertian Report Report dapat diartikan dengan sebuah kata: laporan. Report merupakan salah satu fungsi pada
DASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0
DASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Apa itu Visual Basic? Kata Visual menunjukkan cara yang digunakan untuk membuat Graphical User Interface (GUI). Dengan cara ini Anda tidak lagi menuliskan instruksi pemrograman
BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer berasal dari bahasa Latin computare yang artinya menghitung. Jadi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer berasal dari bahasa Latin computare yang artinya menghitung. Jadi komputer dapat diartikan sebagai alat untuk menghitung. Perkembangan teknologi dan
Registrasi Image dengan ARC VIEW
MODUL 5 DIGITASI dengan Arc View Registrasi Image dengan ARC VIEW Aktifkan extension image analysis, TIFF or JPEG Add Theme, pilih gambar yang mau didigitasi. Tool Align akan aktif. Pilih Tool Align Klik
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi perangkat keras minimum yang digunakan untuk dapat menjalankan aplikasi dengan baik adalah : a. Prosesor
KONFIGURASI MAIL SERVER DENGAN MERCURY
KONFIGURASI MAIL SERVER DENGAN MERCURY SETTING MAIL SERVER (MERCURY) XAMPP sampai saat ini masih umum digunakan sebagai web server dan database server, padahal sesunggunhnya xampp memiliki empat komponen
Konfigurasi Desktop BAB 2
Konfigurasi Desktop BAB 2 Pada Bab ini Anda akan mempelajari cara: Konfigurasi Display Konfigurasi Keyboard Konfigurasi Mouse Konfigurasi Sound Konfigurasi CD Device Konfigurasi Folder Konfigurasi Asosiasi
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah analisis pengembangan sistem telah dilakukan, tahap selanjutnya dilakukan proses implementasi sistem. Implementasi diterapkan dengan maksud supaya
MICROSOFT OFFICE ACCESS 2007
MICROSOFT OFFICE ACCESS 2007 Cakupan Panduan : Dasar-dasar Microsoft Access : Pengenalan software berbasis data, Memulai Microsoft Access Pengoerasian Microsoft Access : Menyiapkan table, mengisi table,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Teknologi komputer sesungguhnya telah banyak merubah sistem tata kerja yang digunakan oleh manusia yang bergerak di bidang informasi. Istilah komputer mempunyai
Setting local IP address dan subnet mask dari VoIP Gateway tersebut. Berikut adalah cara mengkonfigurasi modem ADSL:
113 Masukkan username dan password Gambar 4.45 Konfigurasi VoIP Gateway 3 Setting service DHCP untuk membagikan IP ke komputer yang terkoneksi ke port LAN VoIP Gateway Setting local IP address dan subnet
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari semua aspek produksi dalam suatu proses perancangan suatu perangkat lunak /
TABEL DATABASE TABEL - KODE BARANG TOKO INFOMART BARANG - NAMA BARANG - HARGA
TABEL Dalam pembuatan database, data yang pertama dibuat adalah tabel. Tabel merupakan kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu dan merupakan komponen utama pada database. Table disusun dalam
