RETNO SAWITRIAVI F
|
|
|
- Widyawati Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN ATAS PENGHARGAAN (REWARD) YANG DITERIMA DARI PERUSAHAAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN Skripsi Disusun Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana S-1 Disusun Oleh : RETNO SAWITRIAVI F FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2008
2 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengetahuan pihak manajemen akan kepuasan kerja pegawai mempunyai banyak manfaat bagi kepentingan pegawai itu sendiri, organisasi, dan masyarakat. Bagi pegawai, salah satu manfaat adanya pengetahuan pihak manajemen tentang kepuasan kerja pegawai terhadap organisasi yang selanjutnya akan mendorong individu tersebut berusaha untuk meningkatkan kinerjanya. Manfaat berikutnya akan dirasakan oleh organisasi, yaitu peningkatan produktivitas dan efisiensi melalui perbaikan sikap dan perilaku para pegawai. Keadaan ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas masyarakat di sekitar organisasi. Kepuasan kerja merupakan salah satu unsur yang ada pada setiap bidang pekerjaan, dan termasuk persoalan yang tidak bisa diabaikan dalam bidang psikologi industri. Kepuasan kerja sangat erat kaitannya dengan situasi dan kondisi perusahaan, apabila dalam suatu perusahaan atau perindustrian keadaannya sesuai dengan harapan karyawan, maka akan menimbulkan suasana yang dapat menyenangkan karyawan, sehingga karyawan akan merasa puas dan betah untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Sebaliknya apabila tanpa adanya kepuasan kerja seseorang tidak akan bekerja seperti yang diharapkan, sehingga tujuan organisasi tidak tercapai. As'ad (2001) mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap yang positif dan menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan 1
3 2 terhadap kondisi kerja dan situasi kerja, termasuk di dalamnya masalah finansial, kondisi sosial, kondisi fisik dan kondisi psikologis. Kepuasan kerja adalah indikator utama untuk kesesuaian. Seseorang yang dapat memenuhi tuntutan lingkungan kerja disebut orang yang memuaskan yang dapat tercermin pada unjuk kerjanya (performance), dan sebaliknya seseorang yang tuntutannya terpenuhi oleh lingkungan kerja disebut orang yang puas akan kerjanya. Hal ini menunjukkan adanya kesesuaian antara individu dengan lingkungan kerjanya. Kepuasan kerja yang dimaksud adalah sikap karyawan terhadap pekerjaannya yang didasarkan atas aspek-aspek pekerjaannya. Kepuasan kerja ini adalah sesuatu evolusi terhadap hubungan saling bergantung (korespondensi) secara kognitif dan afektif antara individu dengan lingkungan kerjanya. Pengetahuan pihak manajemen akan kepuasan kerja pegawai mempunyai banyak manfaat bagi kepentingan pegawai itu sendiri, organisasi dan masyarakat (Mardalis, 1999). As ad (2001) mengatakan kepuasan kerja menjadi masalah yang cukup menarik dan penting, karena terbukti manfaatnya baik bagi kepentingan individu, industri dan masyarakat. Bagi individu, penelitian tentang sebab-sebab dan sumber-sumber kepuasan kerja memungkinkan timbulnya usaha-usaha peningkatan kebahagiaan hidup mereka. Bagi industri, penelitian tentang kepuasan kerja dilakukan dalam usaha peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Selanjutnya, masyarakat tentu akan hasil kapasitas maksimum dari industri serta naiknya nilai menulis didalam konteks pekerjaan.
4 3 Moekijat (2002) berpendapat bahwa salah satu faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja adalah faktor finansial, meliputi: gaji, pemberian jasa produksi atau jasa, macam-macam tunjangan, jaminan sosial. Kepuasan kerja ini akan lebih berarti bagi karyawan apabila perusahaan memberikan tanggapan yang positif bagi karyawan. Masalah finansial yang berupa gaji, saat ini banyak dibicarakan. Banyak buruh atau karyawan yang tidak puas dengan kebijakan pemberian gaji dari perusahaan. Masih banyak perusahaan-perusahaan yang membayar gaji karyawan di bawah ketentuan Upah Minimum Regional (UMR) tanpa ada tunjangantunjangan lain. Perusahaan yang bersikap demikian akan menguntungkan perusahaan, sebab perusahaan tidak akan menambah upah karyawan berdasarkan lama kerja. Perusahaan hanya membayar upah karyawan dengan upah masa percobaan. Selain itu, perusahaan yang mempekerjakan karyawan dengan perjanjian waktu tertentu juga tidak memasukkan karyawan tersebut dalam Jamsostek sehingga jaminan kesejahteraan sosial tidak dapat diperoleh oleh karyawan (Fadli, 2006). Moekijat (2002) menyatakan bahwa selain faktor finansial yang berupa gaji atau tunjangan, kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh penghargaan perusahaan kepada karyawan. Pemberian penghargaan dari organisasi dapat menimbulkan kebanggaan bagi penerimanya. Penghargaan mempunyai daya tarik bagi pegawai yang dapat menimbulkan persaingan sehat diantara pegawai untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi.
5 4 Penghargaan (Reward) juga merupakan komponen lain bagi struktur pengendalian manajemen selain struktur organisasi dan jaringan organisasi, sebagai komponen struktur, reward (penghargaan) berfungsi sebagai motivator personel dalam mewujudkan tujuan organisasi melalui perilaku yang diharapkan organisasi (Susanto, 2002) Organisasi menggunakan berbagai bentuk penghargaan untuk menarik dan mempertahankan karyawan dan untuk memotivasi agar karyawan dapat bertindak dengan tujuan organisasi. Organisasi dapat memberikan penghargaan dalam bentuk gaji, promosi, pengakuan dan pujian. Penghargaan ini merupakan faktor penting bagi karyawan, sehingga pemberian penghargaan ini akan berdampak pada perilaku dan kinerja karyawan. Kebutuhan akan penghargaan merupakan kebutuhan untuk berbuat lebih baik dari orang lain, yang mendorong individu untuk menyelesaikan tugas lebih sukses, untuk mencapai prestasi yang tinggi. Apabila individu dapat mencapai prestasi tinggi akan timbul rasa kepuasan dalam hatinya. Sebab manusia ingin mengembangkan kapasitas mentalis dan kapasitas kerjanya melalui pengembangan pribadinya, mengembangkan diri dan berbuat yang paling baik. Budiman (2005) mengatakan bahwa penghargaan merupakan hal yang diberikan organisasi guna mendorong individu untuk menunjukkan perilaku dalam bentuk partisipasi dan unjuk kerja dalam organisasi tersebut. Seberapa jauh keberadaan seseorang dalam organisasi memberikan dampak kepada organisasi tersebut dapat diukur dengan hasil kerja yang ditampilkan maka dapat diberikan penghargaan sesuai dengan apa yang telah perusahaan berikan.
6 5 Reward (penghargaan) dapat memberikan kepuasan kepada karyawan. Lawler (dalam Susanto, 2002) menyatakan bahwa reward (penghargaan) dapat memberi kepuasan pada karyawan jika memenuhi beberapa kondisi. Seperti dalam pencapaian target pada suatu pekerjaan, perusahaan memberikan penghargaan berupa bonus. Karyawan yang merasa tidak puas dengan kebijakan perusahaan dalam penerima penghargaan dapat dimengerti sebab karyawan dalam menerima penghargaan minimal sama dengan penghargaan yang diterima karyawan lain pada posisi dan kondisi yang sama. Karyawan cenderung membandingkan usaha yang mereka lakukan, keahlian, senioritas, dan kinerja mereka dengan karyawan lainnya, kemudian mereka bandingkan dengan penghargaan yang diterima. Karyawan akan merasa puas jika penghargaan relatif sama dengan penghargaan karyawan lain. Ketidakpuasan karyawan dalam menerima penghargaan dari perusahaan dapat menimbulkan persepsi negatif karyawan tentang penghargaan yang diberikan oleh perusahaan. Akibatnya, kepuasan kerja dalam diri karyawan menurun. Kepuasan kerja bukanlah merupakan suatu hal yang terjadi secara sepihak, dalam hal ini organisasi dan pegawai (individu) harus secara bersamasama menciptakan kondisi yang kondusif untuk mencapai kepuasan kerja yang dimaksud. Sebagai contoh : seorang pegawai yang semula kurang puas dengan pekerjaannya, namun setelah mendapatkan imbalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ternyata didapati adanya hal-hal yang menarik dan memberinya kepuasan. Apalagi jika tersedia faktor-faktor yang dapat memberikan kesejahteraan hidup
7 6 atau jaminan keamanan, misalnya ; ada koperasi, ada fasilitas transportasi, ada fasilitas yang mendukung kegiatan kerja maka dapat dipastikan ia dapat bekerja dengan semangat, lebih produktif, dan efisien dalam menjalankan tugasnya. Sebaliknya jika kondisi perusahaan atau organisasi kurang menunjang, maka secara otomatis kepuasan kerja individu terhadap organisasi menjadi semakin luntur atau bahkan mungkin ia cenderung menjelek-jelekkan tempat kerjanya. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan berbagai gejolak seperti korupsi, mogok kerja, unjuk rasa, pengunduran diri, terlibat tindakan kriminal, dan sebagainya ( 2004). Contoh konkrit seperti diberitakan Harian SOLOPOS (2006), dimana sekitar 25 karyawan pabrik PT. Kemilau Warna Ceria (Kenaria) Sragen, melakukan unjuk rasa menuntut tambahan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 150% dari gaji, selain itu terjadinya aksi mogok kerja yang dilakukan sekitar 600-an karyawan PT. Mega Safe Tyre Industries (MSTI) Salatiga yang menuntut kenaikan gaji, karyawan merasa pihak manajemen tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan dan tidak pernah mau diajak dialog. Hal ini dapat menyebabkan kepuasan kerja karyawan semakin menurun. Karyawan tidak merasakan kepuasan kerja karena dipengaruhi oleh pemberian tunjangan yang tidak sesuai harapan. Faktor lain yang dapat menimbulkan ketidakpuasan kerja karyawan menurut Krisnawati (2006) adalah tindakan semena-mena yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada karyawan dalam menempatkan karyawan di bidang yang kurang dikuasai oleh karyawan secara sepihak. Karyawan yang terbiasa bekerja di suatu bidang tertentu dan atas perintah pimpinan untuk dipindahkan ke bidang lain yang tidak sesuai dengan
8 7 kemampuan dapat menimbulkan tekanan kerja pada karyawan sehingga berpengaruh terhadap kinerja karyawan menurun dan hasil kerja kurang bagus. Hasil kerja yang kurang baik dan bekerja di bidang yang kurang sesuai dengan kemampuan membuat karyawan merasakan ketidakpuasan kerja. Suyanto (2006) menjelaskan bahwa ketidakpuasan kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh keadaan sarana kerja yang kurang mendukung efektivitas dan efesiensi kerja. Saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan sarana mesin yang sudah kuno atau diistirahatkan tetapi masih dipergunakan. Di sisi lain, perusahaan mengharapkan karyawan dapat bekerja maksimal. Kondisi yang kontra antara harapan perusahaan dan sarana yang disediakan membuat hasil kerja tidak semakin baik tetapi semakin menurun. Kualitas hasil kerja yang menurun membuat perusahaan dan karyawan merasakan ketidakpuasan kerja dan menurunkan motivasi kerja karyawan. Kepuasan kerja dapat menurun dipengaruhi oleh motivasi kerja dalam diri karyawan. Ahmadi dan Supriyono (1999) berpendapat bahwa motivasi adalah suatu kekuatan dari dalam untuk mencapai tujuan tertentu. Semua motivasi manusia berpangkal pada 3 macam motivasi, yaitu (1) motivasi mempertahankan diri, (2) motivasi mempertahankan jenis dan (3) motivasi mengembangkan diri. Motivasi yang dimiliki oleh individu untuk memenuhi kebutuhan akan prestasi kerja adalah motivasi untuk mengembangkan diri sehingga dapat mencapai rasa kepuasan kerja sesuai dengan tujuan yang diinginkan disebut motivasi berprestasi. Motivasi dalam manajemen organisasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi kerja. Dikatakan oleh Wijono (2003) bahwa motivasi kerja
9 8 dapat ditimbulkan oleh komunikasi yang positif dan harmonis dalam organisasi. Motivasi kerja ini dapat menimbulkan motivasi berprestasi dalam kerja sehingga antara atasan dan bawahan dalam organisasi secara bersama-sama untuk prestasi kerja lebih baik sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Semakin tinggi motivasi kerja, semakin tinggi juga prestasi yang diperlihatkan sehingga dalam diri karyawan atau pengawai akan memiliki motivasi berprestasi dalam kerjanya. Motivasi tinggi yang dimiliki seorang karyawan dibutuhkan oleh setiap perusahaan dalam mencapai tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perkembangan perusahaan dapat maju membutuhkan tenaga manusia yang terampil dan cekatan dalam menyelesaikan tugas-tugas atau tanggung jawabnya. Tenaga kerja yang terampil dan cekatan dalam menyikapi perubahan masyarakat dalam bidang ekonomi akan mampu bersaing dengan Sumber Daya Manusia (SDM) lain dalam bisnis di bidang ekonomi. Anoraga dan Widiyanti (2003) menyatakan bahwa berhasilnya suatu perusahaan sangat ditentukan oleh orang-orang yang berada di dalam organisasi, baik yang digerakkan maupun yang menggerakkan. Suatu organisasi tidak akan berhasil mencapai tujuan apabila tenaga kerja tidak memenuhi persyaratanpersyaratan yang ditentukan oleh kerjasama tersebut. Jadi manusia sebagai tenaga kerja yang pencipta ide-ide dalam pekerjaan merupakan faktor penentu atau produktivitas yang paling besar dalam aktivitas suatu perusahaan. Untuk itu, supaya manusia yang bekerja sesuai dengan tuntutan perusahaan, maka harus ada integrasi antara karyawan dan perusahaan. Pemahaman yang baik terhadap karyawan sangat diperlukan untuk menciptakan semangat kerja yang tinggi pada
10 9 karyawan dalam melakukan pekerjaan dan tugasnya. Pemahaman dari perusahaan atau pimpinan akan membuat karyawan termotivasi untuk berprestasi demi dirinya dan perusahaan. Masalah motivasi kerja yang dimiliki oleh karyawan dapat memberikan sumbangan yang tidak dapat dihitung dengan imbalan, karena hal ini dapat meningkatkan produktivitas yang akan berpengaruh perkembangan suatu perusahaan sehingga perusahaan memperoleh keuntungan serta dapat menjaga kelangsungan hidup dan masa depan. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan karyawan yang mempunyai motivasi tinggi sehingga dapat mempertahankan kualitas kerja tinggi dan bersaing melalui usaha-usaha yang ditemui dapat diselesaikan dengan baik sehingga produktivitas kerja dapat meningkat lebih tinggi dan dapat memuaskan perusahaan ataupun karyawan. Perilaku karyawan dalam aktivitas kerja untuk meningkatkan produktivitas memerlukan dorongan-dorongan tertentu, salah satu dorongan tersebut adalah dengan memberikan penghargaan bagi karyawan. Moekijat (2002) berpendapat bahwa penghargaan merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan dalam organisasi, sebab dengan pemenuhan kebutuhan akan penghargaan seorang individu dapat merasa dihargai, dihormati, dan dapat memberikan simbol status yang positif bagi karyawan. Beberapa permasalahan yang terjadi di PT. WIKA antara lain yaitu keputusan pihak manajemen melakukan perampingan karyawan dengan alasan efektivitas biaya operasional, akibatnya banyak karyawan pada level bawah yang dikenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kemudian keputusan pihak
11 10 manajemen untuk mengurangi tunjangan insentif dan jaminan sosial bagi karyawan kontrak yang dapat menimbulkan ketidakpuasan pada karyawan. Berdasarkan pada permasalahan tentang karyawan yang kurang puas pada hasil kerja karena perusahaan tidak dapat menepati kebijakan yang dikeluarkan dalam memberikan tunjangan sebagai penghargaan tidak tepat waktu berdampak pada persepsi negatif karyawan tentang penghargaan. Karyawan yang merasa dibedakan dalam pemberian penghargaan menurunkan motivasi kerjanya sehingga prestasi kerja yang lebih baik belum dapat tercapai. Adanya masalah-masalah ini diajukan pertanyaan penelitian, yaitu: Apakah ada hubungan antara persepsi karyawan atas penghargaan (reward) yang diterima dari perusahaan dan motivasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan? Searah dengan pertanyaan penelitian di atas, maka diambil judul penelitiannya sebagai berikut: Hubungan Antara Persepsi Karyawan Atas Penghargaan (Reward) Yang Diterima Dari Perusahaan dan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Karyawan. B. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mengetahui tingkat persepsi karyawan atas penghargaan (reward) yang diterima dari perusahaan. 2. Mengetahui tingkat motivasi kerja karyawan. 3. Mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan.
12 11 4. Mengetahui ada tidaknya hubungan persepsi karyawan atas penghargaan (reward) yang diterima dari perusahaan dengan kepuasan kerja karyawan. 5. Mengetahui ada tidaknya hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan. 6. Untuk mengetahui besar hubungan persepsi karyawan atas penghargaan (reward) yang diterima dari perusahaan dan motivasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan. C. Manfaat Penelitian Melalui penelitian ini diharapkan dapat diambil manfaatnya yaitu sebagai berikut: 1. Bagi pimpinan perusahaan dapat lebih memperhatikan pribadi dan perilaku anggotanya sehingga dapat mengarahkannya pada tindakan positif untuk meningkatkan motivasinya dalam bekerja, khususnya dalam memahami karyawan mengenai kepuasan akan penghargaan yang diterima dari perusahaan. 2. Bagi karyawan perusahaan sebagai tambahan pengetahuan untuk memahami pribadi diri sendiri dan orang lain dengan cara melihat dan membandingkan perilaku karyawan lain sehingga akan memudahkan memahami diri sendiri dalam pemenuhan kepuasan akan penghargaan. 3. Sebagai tambahan khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang psikologi industri dan organisasi bagi ilmuwan.
13 12 4. Bagi peneliti selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi empiris tentang hubungan persepsi karyawan atas penghargaan (reward) yang diterima dari perusahaan dan motivasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya psikologi industri.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN VISIONER DENGAN KOMITMEN ORGANISASI S K R I P S I
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN VISIONER DENGAN KOMITMEN ORGANISASI S K R I P S I Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Meraih Gelar Sarjana S-1 Psikologi Oleh Doddy Agus S. F 100
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat sarjana S-1 Diajukan
PENGARUH UPAH DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA CV. RIMBA SENTOSA DI SUKOHARJO
PENGARUH UPAH DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA CV. RIMBA SENTOSA DI SUKOHARJO S K R I P S I Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana pada Fakultas
PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN
PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN S K R I P S I Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana S-1
BAB I PENDAHULUAN. sampai-sampai beberapa organisasi sering memakai unsur komitmen sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia kerja, komitmen seseorang terhadap organisasi/perusahaan seringkali menjadi isu yang sangat penting. Saking pentingnya hal tersebut, sampai-sampai
BAB 1 PENDAHULUAN. manusia, sumber daya alam dan sumber-sumber ekonomi lainnya untuk
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan pada dasarnya merupakan organisasi dari sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber-sumber ekonomi lainnya untuk mencapai suatu tujuan. Untuk
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEMANGAT KERJA KARYAWAN TETAP DAN KARYAWAN KONTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEMANGAT KERJA KARYAWAN TETAP DAN KARYAWAN KONTRAK SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. tercantum dalam maksud dan tujuan perusahaan. Misi tidak akan tercapai tanpa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semua perusahaan apapun jenisnya, mempunyai misi yang biasanya tercantum dalam maksud dan tujuan perusahaan. Misi tidak akan tercapai tanpa diemban oleh sumber
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kinerja Setiap manusia mempunyai potensi untuk bertindak dalam berbagai bentuk ativitas. Brahmasari (2004) mengemukakan bahwa kinerja adalah pencapaian atas tujuan organisasi
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKAN PENGHARGAAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN. Oleh : RASI GRA VIDEKA NIM F
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKAN PENGHARGAAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Mencapai Derajat Sarjana-S1 Bidang Psikologi dan Fakultas
B A B I P E N D A H U L U A N
1 B A B I P E N D A H U L U A N 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap lembaga pemerintah didirikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bagi Lembaga Pemerintah yang berorientasi sosial, tujuan utamanya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. yang di kemukakan oleh Martoyo (2000), bahwa kepuasan kerja adalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam setiap pekerjaan. Kepuasan kerja merupakan sisi afektif atau emosi. Seperti yang di kemukakan oleh Martoyo
BAB I PENDAHULUAN. untuk memproduksi barang-barang yang berkualitas demi meningkatkan daya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perusahaan atau organisasi di Indonesia semakin lama semakin pesat, terutama pada era globalisasi saat ini. Hal ini menuntut setiap perusahaan
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. HANIL INDONESIA DI BOYOLALI
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. HANIL INDONESIA DI BOYOLALI Skripsi Diajukan kepada fakultas psikologi untuk memenuhi sebagian
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia industri merupakan dunia yang berisikan perusahaan-perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia industri merupakan dunia yang berisikan perusahaan-perusahaan yang dijadikan sebagai tempat terjadinya kegiatan produksi dan selain sebagai tempat terjadinya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan baik perusahaan besar, swasta maupun pemerintah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan baik perusahaan besar, swasta maupun pemerintah mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Pada dasarnya yang menjadi tujuan utama perusahaan adalah
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dengan seefektif mungkin. suatu tujuan perusahaan. Pengertian kepemimpinan adalah kemampuan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan sebagai suatu organisasi bisnis akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan, yaitu mengoptimalkan laba.
BAB V PEMBAHASAN MASALAH. karyawan. Jenis-jenis kompensasi yang dibahas adalah kompensasi finansial baik
BAB V PEMBAHASAN MASALAH 5.1 Kompensasi Kompensasi yang dibahas dalam penelitian ini terdiri dari jenis kompensasi yang diberikan perusahaan dan pemberian kompensasi kepada karyawan. Jenis-jenis kompensasi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan demikian dalam menggunakan tenaga kerja perlu adanya insentif yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Insentif 2.1.1. Pengertian Insentif Suatu perusahaan di dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan tenaga kerja, oleh karena itu faktor tenaga kerja perlu mendapat perhatian
Niken Kartikasari F
KEPUASAN KERJA KARYAWAN DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT-INTROVERT DAN PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL S k r i p s i Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat
BAB I PENDAHULUAN. karyawan, adanya pengembangan karir sampai faktor kepemimpinan.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia bisnis sekarang dituntut untuk menciptakan kinerja karyawan yang tinggi. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan kinerja di dalam organisasinya. Kinerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia bisnis sekarang dituntut menciptakan kinerja karyawan yang tinggi untuk pengembangan perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan
PENGARUH PEMBERIAN UPAH, JAMINAN SOSIAL DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PO. ROSALIA INDAH PALUR
PENGARUH PEMBERIAN UPAH, JAMINAN SOSIAL DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PO. ROSALIA INDAH PALUR SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. tergantung pada tenaga kerja yang dimiliki oleh organisasi. yang lebih serius dibandingkan dengan sumber daya lainnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sukses atau tidaknya sebuah organisasi sangat tergantung pada tenaga kerja yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Sumber daya manusia memegang peranan yang
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan insentif material dan Non-material sebagai alat untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN Suatu perusahaan memerlukan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Para manajer dan departemen SDM dapat menggunakan insentif
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kerja karyawan. Perusahaan dan karyawan pada hakekatnya saling
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan harus menyadari bahwa manusia pada dasarnya memiliki berbagai macam kebutuhan yang semakin lama semakin bertambah, untuk itu perusahaan harus memperhatikan
BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap perusahaan didirikan dengan tujuan tertentu untuk dapat memberikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap perusahaan didirikan dengan tujuan tertentu untuk dapat memberikan manfaat bagi lingkungan internal dan eksternal. Dalam menjalankan setiap aktivitasnya,
BAB I PENDAHULUAN. Manusia dalam sebuah organisasi memiliki peran sentral dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam sebuah organisasi memiliki peran sentral dalam perkembangan dan laju organisasi. Mengingat peran yang cukup penting tersebut, maka segala upaya
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KESEJAHTERAAN DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PT.HAMUDHA PRIMA MEDIA
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KESEJAHTERAAN DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PT.HAMUDHA PRIMA MEDIA NASKAH PUBLIKASI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai gelar sarjana S1 Psikologi Diajukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sebaik mungkin. Keberhasilan sebuah perusahaan atau organisasi tidak hanya dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi seperti saat ini, sumber daya manusia (SDM) sangat menentukan keberhasilan perusahaan, maka selayaknya SDM tersebut dikelola sebaik mungkin.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu ciri kehidupan modern dapat dilihat dari semakin kompleknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu ciri kehidupan modern dapat dilihat dari semakin kompleknya organisasi pada bidang industri. Setiap hari manusia melakukan berbagai kegiatan, bergabung dan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia perusahaan atau dunia bisnis menunjukkan frekuensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perkembangan dunia perusahaan atau dunia bisnis menunjukkan frekuensi yang semakin tinggi, dengan persaingan yang menyangkut metoda, produk, konsep dan
BAB 1 PENDAHULUAN. organisasi. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan mendorong
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karyawan sebagai sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan mendorong organisasi ke arah pencapaian
PENGARUH UPAH DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SAFARI JUNIE TEXTINDO INDUSTRI DI BOYOLALI
PENGARUH UPAH DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SAFARI JUNIE TEXTINDO INDUSTRI DI BOYOLALI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap
PENGARUH UPAH INTENSIF DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT DAN LIRIS DI SUKOHARJO
PENGARUH UPAH INTENSIF DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT DAN LIRIS DI SUKOHARJO S K R I P S I Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
HUBUNGAN ANTARA JOB ENRICHMENT DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PD. BPR BKK PURWODADI PALEMBANG
HUBUNGAN ANTARA JOB ENRICHMENT DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PD. BPR BKK PURWODADI PALEMBANG SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana S-1 Psikologi Disusun Oleh : HANIF
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia bisnis yang sangat pesat dan persaingan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis yang sangat pesat dan persaingan yang semakin ketat menjadikan setiap organisasi harus menghadapi tantangan yang menuntut sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. bersaing dan salah satu alat yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini dengan semakin ketatnya tingkat persaingan bisnis, mengakibatkan perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup. Oleh karena
BAB I PENDAHULUAN. dapat menjadi aset penting yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia usaha saat ini semakin bertambah pesat, hal ini mengakibatkan sebuah perusahaan diharapkan mampu menggunakan sumber daya manusia dengan baik dan
BAB I PENDAHULUAN. kompetitif seperti sekarang ini, para pengusaha yang progresif akan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan sumber daya organisasional yang berharga untuk mencapai kinerja tinggi secara berkelanjutan oleh karena itu bakat seseorang tidak boleh di sia-sia
BAB VI SIMPULAN DAN IMPLIKASI. Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: akan semakin tinggi pula komitmen organisasional pegawai.
BAB VI SIMPULAN DAN IMPLIKASI 6.1 Simpulan Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional pegawai Pengadilan Negeri sewilayah Yogyakarta.
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. AR-RAHMAN PAJANG SURAKARTA
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. AR-RAHMAN PAJANG SURAKARTA SKRIPSI SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat guna Mencapai
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai suatu organisasi mempunyai tujuan yang ingin dicapai,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan sebagai suatu organisasi mempunyai tujuan yang ingin dicapai, misalnya meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Dalam usaha merealisasikan tujuan
BAB I PENDAHULUAN. peran karyawan yang sangat penting bagi setiap organisasi atau perusahaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten merupakan aset yang tidak ternilai harganya bagi setiap organisasi ataupun perusahaan. Mengingat peran karyawan
BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan usaha yang semakin ketat membuat perusahaan diharapkan mampu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha saat ini semakin bertambah pesat. Hal ini disebabkan karena, perekonomian dunia bergerak ke arah perekonomian terbuka dan global.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menjalankan kegiatan usaha, suatu perusahaan tentunya membutuhkan berbagai sumber daya, seperti tenaga kerja (karyawan), modal, material dan mesin. Karyawan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. semakin meningkat baik yang bergerak di bidang produksi barang maupun jasa.
BAB I PENDAHULUAN 1.I Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan pembangunan di Indonesia, jumlah perusahaan semakin meningkat baik yang bergerak di bidang produksi barang maupun jasa. Kondisi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Gejala globalisasi mengakibatkan semakin banyaknya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gejala globalisasi mengakibatkan semakin banyaknya perusahaan multinasional yang masuk dan ikut berperan dalam kancah perekonomian. Hal ini tentu saja menimbulkan
Bisma, Vol 1, No. 4, Agustus 2016 KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT SIME INDO AGRO DI SANGGAU
KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT SIME INDO AGRO DI SANGGAU Robertus Robet [email protected] Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Untuk upaya mendapatkan sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN. (SDM) yang dapat diandalkan. SDM memegang peranan yang sangat penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap organisasi atau perusahaan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan. SDM memegang peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi
Kuesioner. Saya Edwin Hargono dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan
Lampiran1 : kuesioner Kuesioner Responden yang terhormat, Saya Edwin Hargono dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen angakatan 200 Unika Soegijapranata, memohon kesediaan bapak / ibu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era persaingan global, keberadaan sumber daya manusia yang handal memiliki peran yang lebih strategis dibandingkan sumber daya yang lain. Sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada era globalisasi saat ini, perusahaan-perusahaan di tuntut untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, perusahaan-perusahaan di tuntut untuk menumbuhkan keunggulan daya saing global bagi produk-produk maupun layananlayanan yang dihasilkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yang mempunyai peranan penting bagi kelangsungan organisasi tersebut, sehingga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia kerja merupakan dunia tempat sekumpulan individu dalam melakukan suatu aktivitas kerja, baik di dalam perusahaan maupun organisasi. Masyarakat menyadari
BAB I PENDAHULUAN. akhir-akhir ini adalah perusahaan jasa di bidang transportasi. Sektor
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Bidang usaha perekonomian yang mengalami persaingan ketat akhir-akhir ini adalah perusahaan jasa di bidang transportasi. Sektor transportasi merupakan salah
BAB 1 PENDAHULUAN. membutuhkan sumber daya manusia dalam melibatkan proses kegiatan untuk. organisasi sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan ataupun dalam suatu organisasi, disamping faktor lain modal. Setiap perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia dari waktu ke waktu masih menjadi topik menarik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia dari waktu ke waktu masih menjadi topik menarik bagi para peneliti karena memberikan beberapa manfaat baik bagi perusahaan, karyawan maupun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen.
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan UU No. 3 tahun 1982, perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Berdasarkan UU No. 3 tahun 1982, perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang tetap dan terus menerus yang didirikan serta
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja non fisik terhadap
160 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil keseluruhan penelitian yang dilakukan oleh penulis untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kinerja 2.1.1 Defenisi Kinerja Kinerja berasal dari pengertian performance. Ada pula yang memberikan pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya
BAB I PENDAHULUAN. akan datang. Setiap perusahaan akan melakukan berbagai upaya dalam. sumber daya, seperti modal, material dan mesin.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi, suatu perusahaan dituntut untuk selalu bekerja keras dalam menyelesaikan segala tantangan baik yang sudah ada maupun yang akan datang.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, GAJI, DAN KONDISI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. ASURANSI KESEHATAN SURAKARTA
0 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, GAJI, DAN KONDISI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. ASURANSI KESEHATAN SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan
BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, kompetisi global dan perdagangan bebas menuntut sumber daya manusia yang
PENGARUH UPAH DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TRI MANUNGGAL TEKSTILE SALATIGA
PENGARUH UPAH DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TRI MANUNGGAL TEKSTILE SALATIGA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana Ekonomi (S1) Fakultas Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. saling bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama yang telah di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebuah instansi pada hakekatnya adalah sekelompok manusia yang saling bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama yang telah di tetapkan sebelumnya. Dari
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP DISIPLIN DALAM BERLALU LINTAS DENGAN KINERJA
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP DISIPLIN DALAM BERLALU LINTAS DENGAN KINERJA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Mencapai Derajat Sarjana-S1 Bidang Psikologi dan Fakultas Psikologi Universitas
BAB I. kualitas maupun kuantitas. Menurut Rivai (2006) kinerja adalah perilaku nyata yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kinerja pada dasarnya adalah aktivitas yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak karyawan tersebut
B A B I P E N D A H U L U A N
Bab I Pendahuluan 1 B A B I P E N D A H U L U A N 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era perdagangan bebas abad 21 terjadi iklim kompetisi yang tinggi disegala bidang yang menuntut untuk bekerja dengan
BAB I PENDAHULUAN. pembagian karyawan menjadi karyawan tetap dan karyawan kontrak, baik perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini, banyak perusahaan yang telah menetapkan pembagian karyawan menjadi karyawan tetap dan karyawan kontrak, baik perusahaan swasta maupun
Karyawan merupakan satu-satunya sumber daya organisasi (perusahaan) yang tidak bisa digantikan oleh kemajuan teknologi. Faktor karyawan dalam
BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Karyawan merupakan satu-satunya sumber daya organisasi (perusahaan) yang tidak bisa digantikan oleh kemajuan teknologi. Faktor karyawan dalam
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Teori Two Factor Theory yang dikemukakan oleh Frederick Herzberg mengusulkan bahwa
2.1 Landasan Teori BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN Teori Two Factor Theory yang dikemukakan oleh Frederick Herzberg mengusulkan bahwa faktor-faktor intrinsik terkait dengan kepuasan kerja,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berawal dari Krisis ekonomi Amerika Serikat akhir tahun 2008,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berawal dari Krisis ekonomi Amerika Serikat akhir tahun 2008, mengakibatkan krisis global yang berdampak pula pada Indonesia. Krisis ekonomi global di Indonesia
