Rona Almos, Reniwati, Pramono, dan. Wasana 2
|
|
|
- Sudomo Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGENALAN DAN PELATIHAN MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU KEPADA GURU-GURU BUDAYA ALAM MINANGKABAU (BAM) DI KECAMATAN PAUH PADANG 1 Rona Almos, Reniwati, Pramono, dan. Wasana 2 ABSTRACT Minangkabau have many traditional arts. They connects with the music instrument. There are many kinds of them, for example: saluang, bansi, talempong, and gendang. The teacher who teach BAM (Budaya Alam Minangkabau) should has comprehension of them. In fact, many of those teachers are not fulfill that. This activity have purpose in brighten teachers comprehension about the Minangkabau s traditional art. For that, we give a lecture that followed by a practice to play that music instruments. PENDAHULUAN Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra Universitas Andalas pada tanggal 27 November 2008 mengadakan semiloka yang membahas permasalahan pembelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM). Peserta semiloka tersebut adalah guru-guru yang mengajar BAM di sekolah dasar dan menengah di Kota Padang. Selain mendiskusikan makalah yang disampaikan oleh narasumber, semiloka tersebut juga menjadi sarana curah pendapat tentang beragam permasalahan yang dihadapi guru-guru dalam pembelajaran BAM. Banyak catatan dari semiloka tersebut, terutama persoalan dalam pembelajaran BAM. Pertama, kurikulum yang terlalu sarat dengan materi serta tidak cocok dengan kemampuan dan perkembangan anak didik. Padahal tujuannya agar siswa mengenal, memahami, menghayati, mengapresiasi dan menerapkan nilai-nilai budaya alam Minangkabau dalam kehidupan sehari- 1 Dibiayai oleh Dana DIPA Unand Program Berbasis Program Studi TA Staf Pengajar Fakultas Sastra Universitas Andalas
2 Pengenalan dan Pelatihan Musik 189 hari (Depdikbud Wilayah Propinsi Sumatra Barat, 1994). Kedua, guru yang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Guru yang mengajarkan BAM mendapatkan ilmu tidak dengan teoretis tetapi hanya dibesarkan dan hidup di lingkungan Minangkabau. Ketiga, minimnya bahan ajar yang ditemui di sekolah. Bahan ajar yang berupa informasi, alat dan teks yang diperlukan oleh guru untuk perencanaan dan penelaahan pembelajaran serta digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sangat tidak memadai. Sementara itu keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari bahan ajar tersebut. Minimnya pengetahuan guru tentang materi BAM diperparah lagi dengan minimnya sarana dan prasarana pembelajaran. Berangkat dari banyaknya permasalahan tersebut, seluruh peserta semiloka menumpukan harapan kepada Jurusan Sastra Daerah untuk melakukan serangkaian kegiatan yang bertujuan peningkatan kompetensi guru-guru BAM. Kompetensi yang diharapkan oleh sebagian guru adalah kompetensi yang terkait langsung dengan bahan ajar untuk BAM. Salah satu di antaranya adalah pengetahuan tentang musik tradisional Minangkabau dan kemampuan untuk memainkan alat musiknya. Berdasarkan kenyataan itulah program pengabdian kepada masyarakan ini diusulkan. Agar lebih terfokusnya program pengabdian kepada masyarakat ini, maka masalah dibatasi menjadi rumusan masalah berikut ini. 1. Oleh karena yang menjadi guru BAM tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan yang terkait dengan keminangkabauan, maka banyak guru-guru BAM belum memahami tentang khasanah budaya Minangkabau. Salah satu khasanah kebudayaan Minangkabau adalah seni tradisionalnya yang di dalamnya berkenaan dengan alat-alat musiknya, tempat terdapatnya, filofosi yang dikandungnya dan lain-lain. Dalam konteks ini penting
3 190 Warta Pengabdian Andalas Volume XVI, Nomor 24 Juni 2010 adanya pembekalan yang tekait dengan musik tradisional Minangkabau kepada guru-guru BAM. 2. Sebagian besar guru BAM tidak terampil memainkan alat musik tradisional. Terdapat beberapa tulisan yang terkait dengan permasalahan pembelajaran BAM di Sumatera Barat, seperti tulisan Satya Gayatri (2005, 2008), Satya Gayatri dan Herry Nur Hidayat (2008) serta Silvia Rosa dkk. (1999 dan 2000). Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas tentang tulisantulisan tersebut. Dalam tulisannya yang berjudul Dilema Pengajaran Budaya Alam Minangkabau, Satya Gayatri (2005) menjelaskan dilematisnya masalah pembelajaran BAM. Di satu sisi mata pelajaran BAM dianggap penting, tetapi di sisi lain pemerintah daerah tidak serius dalam mempersiapkan guru dan kurikulumnya. Mata pelajaran BAM bertujuan salah satunya untuk mengenalkan budaya Minangkabau sejak dini kepada mereka yang masih duduk di sekolah dasar. Akan tetapi tujuan mulia ini akan terbentur pada ketersediaan guru dan bahan ajarnya. Dalam tulisan yang lain yang berjudul Pengajaran Budaya Alam Minangkabau dan Permasalahannya, Satya Gayatri (2008) secara luas menjelaskan masalah-masalah yang dihadapi dalam pengajaran BAM di Sumatera Barat. Permasalahan tersebut seperti: (1) guru yang mengajarkan materi BAM tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya; (2) bahan ajar keminangkabuan yang minim; dan (3) kurikulum BAM yang telah dilaksanakan selama ini belum direvisi. Padahal kurikulum BAM hendaknya sudah ada peninjauan kembali guna memperbaiki pelaksanaan pengajaran BAM yang telah dilaksanakan selama ini. Kurikulum BAM baik untuk tingkat SD maupun SLTP ada materi-materi yang tidak sesuai dengan tingkat
4 Pengenalan dan Pelatihan Musik 191 kematangan anak. Di samping itu, ada juga materinya yang diberikan sama pada suatu tingkat. Dari laporan penelitian yang dilakukan oleh Silvia Rosa dkk. (1999) yang berjudul Faktor-Faktor yang Menghambat Pelaksanaan Program Pendidikan Muatan Lokal di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Padang Panjang juga menyatakan beberapa persolan pembelajaran BAM. Penelitian yang lain yang dilakukan pada tahun 2000 yang berjudul Pengelolaan Mata Pelajaran Budaya Alam Minangkabau di SLTP Kotamadya Padang juga mengemukakan persoalan tentang BAM. Penelitian yang dilakukan di SLTP di Kota Padang disimpulkan pertama, pembelajaran BAM telah diajarkan sejak tahun ajaran 1994/1995. Kedua, selama pembelajaran empat tahun mempunyai kendala diantaranya tidak tersedianya tenaga pengajar yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Ketiga, ketidaksesuaian ilmu ini menyebabkan keterbatasan persepsi konseptual tentang budaya Minangkabau yang menjadi pengayaan wawasannya dalam menyajikan materi BAM. Keempat, pembelajaran BAM masih dikelola oleh guru secara konvensional. Kelima, persiapan pembelajaran guru terpaut pada buku BAM yang hanya tersedia di toko. Laporal pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Satya Gayatri dan Herry Nur Hidayat di SMP Negeri 1 Padang tahun 2008 berjudul Menumbuhkembangkan Minat dan Pemahaman Siswa Terhadap Kebudayaan Minangkabau Dengan Media Audio Visual di SMP Negeri 1 Padang mengemukakan bahwa pembelajaran BAM cukup diminati oleh siswa juga dilakukan dengan variatif dan tidak bersifat monoton. Cara menjelaskan materi dengan mengunakan media audio visual dapat menumbuhkembangkan minat siswa terhadap pelajaran BAM. Terbukti dengan memberikan materi pelajaran dengan menggunakan media audio visual peserta didik cukup antusias mengikuti proses pembelajaran ini. Peserta didik
5 192 Warta Pengabdian Andalas Volume XVI, Nomor 24 Juni 2010 langsung diperkenalkan dengan objek yang sedang dijelaskan seperti, bentuk permainan rakyat, kesenian tradisional, bentuk surau. Tulisan-tulisan di atas menunjukan banyaknya permasalahan tentang penyelenggaraan pembelajaran BAM di Sumatera Barat. Tulisan-tulisan di atas sekaligus bermanfaat sebagai pengetahuan atau informasi yang berharga untuk kegiatan pengabdian. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai berikut. 1. Mengadakan ceramah dan tanya jawab yang terkait dengan musik tradisional Minangkabau. 2. Mengadakan pelatihan memainkan alat musik tradisi Minangkabau. METODE PENGABDIAN Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahap-tahap berikut ini. a. Persiapan Persiapan ini mencakup konsulidasi tim dan persiapan-persiapan dalam hal surat menyurat. b. Ceramah dan tanya jawab tentang musik tradisional Minangkabau. Pada tahap ini, tim menunjuk narasumber yang mempunyai kompetensi tentang materi pengabdia kepada masyarakat ini. c. Pelatihan musik tradisional Minangkabau kepada guru-guru BAM. Kegiatan ini memanfaatkan alat-alat musik tradisional Minangkabau yang terdapat di Fakultas Sastra Universitas Andalas. Tim juga menunjuk pelatih yang memberikan pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum at tanggal 14 Agustus 2009 pada pukul WIB dan hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2009 pada
6 Pengenalan dan Pelatihan Musik 193 pukul WIB. Penyelenggaraan bertempat di Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra Unand. Sebelum waktu kegiatan, ada prakegiatan yang dilakukan tim pengabdian dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan, yaitu menyurati kepala sekolah SD dan SMP di Kota Padang untuk memberi tahu tentang kegiatan ini. Setelah guru-guru BAM mengikuti kegiatan ini, mereka akhirnya mendapat pengetahuan dan pemahaman lebih baik tentang seni dan musik tradisional Minangkabau dari pada pengetahuan dan pemahaman mereka sebelumnya. Selain itu, mereka akhirnya mengenal lebih dekat dengan alat musik tersebut. Selama ini, pengenalan terhadap alat musik tradisional mereka peroleh dari buku. Artinya, mereka mengenalnya dalam bentuk gambar. Dalam kegiatan ini, mereka juga ditunjukkan cara memainkan alat musik tersebut. Tentu saja kemampuan memainkan alat musik ini tidak terpenuhi karena kegiatan ini berlangsung hanya dalam dua hari. Setidak-tidaknya, ketika mereka mengajar BAM di sekolah mereka mempunyai pengalaman memainkan alat musik tradisional Minangkabau. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru yang mengajarkan BAM. Pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai seni dan musik tradisional Minangkabau menjadi jauh lebih baik. Hal ini terbukti dari komentar mereka tentang kegiatan ini dan dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan pada sesi tanya jawab. Setelah melaksanakan kegiatan ini kami menyarankan agar kegiatan yang sama dilakukan kembali dengan khalayak sasaran yang berbeda (guru dari sekolah yang berbeda). Kegiatan ini juga sepatutnya juga dilakukan oleh
7 194 Warta Pengabdian Andalas Volume XVI, Nomor 24 Juni 2010 dinas pendidikan Kota Padang agar kompetensi tentang BAM para guru menjadi lebih baik. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional RI Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bahan Sosialisasi. Gayatri, Satya Dilema Pengajaran Budaya Alam Minangkabau Makalah Seminar Internasional Kebudayaan Minangkabau dan Potensi Etnik dalam Paradigma Multikultural di Padang, Sumatra Barat tanggal Agustus Gayatri, Satya Pengajaran Budaya Alam Minangkabau dan Permasalahannya. Makalah dalam Semiloka Ptret Pengajaran BAM yang diselenggarakan oleh Jurusan Sastra Daerah Prodi Sastra, Bahasa, dan Budaya Minangkabau Fak. Sastra Unand pada tanggal 27 November 2008 di Gedung E Universitas Andalas. Padang. Gayatri, Satya dan Herry Nur Hidayat Menumbuhkembangkan Minat dan Pemahaman Siswa Terhadap Kebudayaan Minangkabau dengan Media Audio Visual di Sekolah Menengah Negeri 1 Padang. Laporan Pengabdian Pada Masyarakat. Padang : LPM Unand. Rosa, Silvia, dkk Faktor-Faktor yang Menghambat Pelaksanaan Program Pendidikan Muatan Lokal di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Kotamadya Padang Panjang. Artikel Penelitian. Padang : Lembaga Penelitian Universitas Andalas. Rosa, Silvia Pengelolaan Mata Pelajaran Budaya Alam Minangkabau di SLTP Kotamadya Padang. Laporan Penelitian. Padang : Lembaga Penelitian Universitas Andalas.
MENUMBUHKEMBANGKAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KEBUDAYAAN MINANGKABAU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DI SMP NEGERI I PADANG 1
MENUMBUHKEMBANGKAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KEBUDAYAAN MINANGKABAU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DI SMP NEGERI I PADANG 1 Satya Gayatri dan Herry Nur Hidayat 2 ABSTRACT The problem experienced in
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resti Handayani, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah. Kegiatan belajar mengajar hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan halhal
CURRICULUM VITAE IDENTITAS DIRI : Dra. Satya Gayatri, M.Hum NIP/NIK : Tempat dan Tanggal Lahir : Ampang Gadang, 30 Juli 1964
CURRICULUM VITAE IDENTITAS DIRI Nama : Dra. Satya Gayatri, M.Hum NIP/NIK : 19640730 1989032 001 Tempat dan Tanggal Lahir : Ampang Gadang, 30 Juli 1964 Jenis Kelamin : Perempuan Status Perkawinan : Kawin
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya perubahan pada
BAB I PENDAHULUAN. dalam melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas
Monika Rianti, Yanita dan Arrival Rince Putri 2
SOSIALISASI OLIMPIADE MATEMATIKA DI SMP NEGERI 1 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN 1 Monika Rianti, Yanita dan Arrival Rince Putri 2 ABSTRACT Public servant is one of mission that it must run by a
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Tarigan dalam Munthe (2013:1), dalam silabus pada KD 13.1 disebutkan, bahwa salah satu kompetensi yang harus
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengajaran bahasa Indonesia bertujuan agar siswa terampil berbahasa dan mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan siswa berkomunikasi
I. PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan ruang lingkup penelitian.
I. PENDAHULUAN Pembahasan pada bab ini difokuskan pada beberapa hal pokok yang berupa latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Untuk memberikan arah pembahasan yang lebih fokus
BAB I PENDAHULUAN. dan kognitif yang diperlukan, tetapi menekankan perkembangan karakter.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah. Pengajaran bahasa Indonesia haruslah berisi usaha-usaha
BAB I PENDAHULUAN. Prinsip pendidikan seni dan budaya meliputi pengembangan dimensi
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Prinsip pendidikan seni dan budaya meliputi pengembangan dimensi kepekaan rasa, peningkatan apresiasi, dan pengembangan kreativitas. Struktur kurikulum pada
CURRICULUM VITAE. Status Perkawinan : Kawin Belum Kawin Duda/Janda
CURRICULUM VITAE IDENTITAS DIRI Nama : Dra. Reniwati, M.Hum Nomor Peserta : 091100615210150 NIP/NIK : 131802833 Tempat dan Tanggal Lahir : Teluk Kuantan, 3-2-1964 Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Status
BAB I PENDAHULUAN. melibatkan berbagai pihak yang terkait secara bersama-sama dan bersinergi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Oleh karena itu pembangunan dalam bidang pendidikan harus melibatkan berbagai
BAB I PENDAHULUAN. seperti kebudayaan Minang, Sumba, Timor, Alor dan lain-lain). Dalam Ilmu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia dibangun dari berbagai kebudayaan dan berbagai etnis, yang berbeda kualitas dan kuantitasnya. Setiap etnis (kebudayaan-kebudayaan lokal seperti kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan aspek penting untuk membangun suatu bangsa dan negara yang maju. Peran penting pendidikan di Indonesia terletak pada upaya peningkatan mutu dan
Chairatul Umamah dan Sitti Mukamilah. Bahan Sisa sebagai Media Pembelajaran IPA
PEMANFAATAN BAHAN SISA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA MELALUI GELAR AKSI TAMAN PINTAR BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA KADUARA BARAT KECAMATAN LARANGAN 1 Chairatul Umamah, 2 Sitti Mukamilah Universitas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menulis merupakan salah satu keterampilan dari empat aspek kebahasaan.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menulis merupakan salah satu keterampilan dari empat aspek kebahasaan. Keterampilan yang tidak hanya dipahami hanya sekedar proses pengungkapan gagasan atau cara
SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB)
Program PPM PROGRAM STUDI Sumber Dana DIPA Universitas Andalas Besar Anggaran Rp 3.750.000,- Tim Pelaksana Tititn Fatimah, Lerri Pattra, Delfina Gusman, Delfianti dan Geri Radityo Fakultas Hukum Lokasi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 PANTAI CERMIN KABUPATEN SOLOK ARTIKEL ILMIAH Diajukan sebagai salah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Kurikulum yang dipergunakan sebagai acuan pembelajaran sekarang ialah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP dikembangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip
Listiani dan Kusuma. Memperkenalkan Penerapan Strategi 1
MEMPERKENALKAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KEPADA GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN SINGKAT Introducing the Implementation of Scientific Teaching Method to Elementary
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM) DOSEN
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM) DOSEN PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU-GURU GEOGRAFI SMA DI KABUPATEN PURWOREJO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Oleh: Nurhadi,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pembelajaran bahasa Indonesia meliputi empat aspek keterampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Salah satu aspek keterampilan berbahasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia bergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 MAGELANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 MAGELANG Disusun oleh : Nama : Danu Sumowongso NIM : 2501409134 Program Studi : Pend. Seni Musik FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, di mana pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, di mana pendidikan merupakan usaha dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam membimbing, memimpin,
BAB V KESIMPULAN. mempunyai satu UKM yakni Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas (UKS-UA), dan delapan
BAB V KESIMPULAN Universitas Andalas mempunyai tujuh belas UKM dan enam puluh enam UKMF yang tersebar pada tiga belas fakultas. Khusus untuk kegiatan kesenian, Universitas Andalas mempunyai satu UKM yakni
BAB I PENDAHULUAN. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya perubahan pada
Biodata. 1. Historiografi Indonesia. S-1 S-2 S-3 Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada
Biodata A. Identitas Diri 1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Lindayanti, M. Hum. 2 Jabatan Fungsional Lektor Kepala 3 Jabatan Struktural Kaprodi S2 Pascasarjana Unand 4 NIP/NIK/No. Identitas lainnya 195609261985032003
NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DENGAN KTSP DI SD SE-KABUPATEN KULONPROGO.
NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DENGAN KTSP DI SD SE-KABUPATEN KULONPROGO Oleh: Ermawan Susanto, S.Pd., M.Pd. NIP. 19780702 200212 1 004 Dibiayai
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah cara yang dianggap paling strategis untuk mengimbangi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat. Dengan berkembangnya jaman, pendidikan turut serta berkembang. Pendidikan
NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI BAGI GURU PENJASORKES SD SE KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN KLATEN Oleh: Ermawan Susanto,
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang diikuti, sehingga setelah lepas dari ikatan akademik di perguruan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk keterampilan dan kecakapan seseorang untuk memasuki dunia kerja. Pendidikan yang dilakukan di
BAB I PENDAHULUAN. agar berperan secara aktif serta partisipatif.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai misi untuk membentuk warga negara yang cerdas, kreatif, dan partisipatif. (Cholisin, 2000: 23). Berdasarkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
125 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil temuan yang didapat dari hasil penelitian yang telah dianalisis dan dikaji dengan berbagai pendapat para ahli dan penelitian terdahulu yang
BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan perkembangan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
JPBSI 5 (2) (2016) Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN BERMAIN PERAN UNTUK SISWA SMP Lenny Sisiliya Rahmawati Suseno Jurusan
LAPORAN KEGIATAN. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN ANGGARAN Judul PkM:
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN ANGGARAN 2014 Judul PkM: PELATIHAN PEMBELAJARAN AKTIVITAS LUAR KELAS BAGI GURU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Oleh: F. Suharjana, M.Pd. Sriawan, M.Kes.
NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PENYUSUNAN MODEL SPORT EDUCATION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH Oleh: Ermawan Susanto, S.Pd.,
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keterampilan berbahasa (language skills) meliputi empat aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut antara lainnya saling
BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum yang sekarang banyak digunakan oleh sekolah yaitu Kurikulum
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum merupakan sumber acuan dalam proses belajar mengajar. Kurikulum yang sekarang banyak digunakan oleh sekolah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG DI TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA SEMARANG
PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG DI TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA SEMARANG Syafii, M.Ibnan Syarif, Syakir Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang Abstrak. Wayang merupakan
Doni Setiawan, Arum Setiawan, Mustafa Kamal, Erwin Nofyan, Nita Aminasih Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya ABSTRAK
PELATIHAN PENGUNAAN ALAT- ALAT LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PRAKTIKUM IPA-BIOLOGI BAGI GURU SMP DI KECAMATAN INDRALAYA UTARA, KABUPATEN OGAN ILIR Doni Setiawan, Arum Setiawan, Mustafa Kamal,
PANDUAN HIBAH PENULISAN DAN PENCETAKAN BUKU AJAR TAHUN ANGGARAN 2016
PANDUAN HIBAH PENULISAN DAN PENCETAKAN BUKU AJAR TAHUN ANGGARAN 2016 LEMBAGA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU (LP3M) UNIVERSITAAS ANDALAS PADANG, 2016 Panduan Hibah Penulisan dan Percetakan
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD) Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ANALISIS PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN DI SDN GADINGKEMBAR 2 KECAMATAN JABUNG MALANG Ratih Kartika Werdiningtiyas 1, Cicilia Ika Rahayunita 2, Universitas Kanjuruhan Malang Email: [email protected],
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan wahana yang penting dalam upaya meningkatkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan wahana yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan
BAB I PENDAHULUAN. mempelajari IPA tidak terbatas pada pemahaman konsep-konsep IPA, tetapi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk menciptakan kegiatan belajar. Upaya-upaya tersebut meliputi penyampaian ilmu pengetahuan, pengorganisasian
BAB I PENDAHULUAN. adalah lembaga formal yang kita kenal dengan sekolah. guru sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasainya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan sangat diperlukan oleh peserta didik dalam meningkatkan wawasan, dan intelektual, sehingga akan menciptakan seseorang yang berkualitas, karena nantinya pendidikan
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BAGI GURU SMP DI KABUPATEN BANTUL
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BAGI GURU SMP DI KABUPATEN BANTUL Oleh: Edy Supriyadi, Hartoyo, Zamtinah Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektri FT UNY BAB I PENDAHULUAN
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PADA FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNIVERSITAS ANDALAS.
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PADA FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNIVERSITAS ANDALAS Ahadiyah Yuniza a, Hery Bachrizal Tanjung b, dan Adrizal a a Dosen Fakultas Peternakan Universitas
PELATIHAN MANAJEMEN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLA LABORATORIUM IPA TINGKAT SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO
PELATIHAN MANAJEMEN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLA LABORATORIUM IPA TINGKAT SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO Oleh: Nurita Apridiana Lestari 1, Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah 2, Utama Alan Deta 3
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan pondasi utama dalam upaya memajukan bangsa. Suatu bangsa dapat dikatakan maju apabila pendidikan di negara tersebut dapat mengelola sumber
Arrizal dan Syafrizal 2
PELATIHAN MANAJEMEN PEMASARAN BAGI PENGUSAHA INDUSTRI KECIL KERUPUK LABU DI KECAMATAN MATUR, KABUPATEN AGAM, PROVINSI SUMATERA BARAT 1 Arrizal dan Syafrizal 2 ABSTRACT This marketing management training
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya fikir
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN GERAK TARI BERDASAR POLA LANTAI DENGAN METODE DISCOVERY. Erlin Sofiyanti
Dinamika Vol. 5, No. 4, April 2015 ISSN 0854-2172 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN GERAK TARI BERDASAR POLA LANTAI SMP 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Abstrak Tujuan penelitian yaitu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan dalam
2016 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IRAMA PAD O-PAD O
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saluang merupakan alat musik tradisional Minangkabau sejenis suling yang terbuat dari bambu (talang). Alat musik tradisional yang termasuk dalam klasifikasi aerophone
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan sekolah mempunyai peranan yang penting dalam kerangka pendidikan sebagai salah satu penentu mutu hasil pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas anak didik,
BAB I PENDAHULUAN. secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan, dan pendapat
IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMA, SMK, MA, DAN MAK DI WILAYAH KOTA KEBUMEN
IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMA, SMK, MA, DAN MAK DI WILAYAH KOTA KEBUMEN Akhmad Khawasi&Liana Aisyah Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Sains dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah adalah siswa memiliki keterampilan berbahasa Indonesia, pengetahuan yang memadai mengenai penguasaan struktur bahasa,
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Perkembangan suatu bangsa erat hubungannya dengan masalah pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan,
ARTIKEL ILMIAH OLEH ELITA DWI RAHMAWATI NIM
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI TOPENG PATIH SENGGRENG DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI KELAS VIII KOMPETENSI EKSPRESI BERUPA VCD DI SMP NEGERI 2 SUMBERPUCUNG ARTIKEL ILMIAH OLEH ELITA DWI RAHMAWATI NIM
BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran seni musik sebagai bagian dari budaya dalam rangka menggali serta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Musik dewasa ini menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Pada beberapa refrensi, musik dianggap sebagai penyeimbang kemampuan otak kanan dan otak kiri. Musik
BAB I PENDAHULUAN. dan guru yang menerapkan komponen-komponen pembelajaran seperti strategi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan aktivitas siswa dan guru yang menerapkan komponen-komponen pembelajaran seperti strategi pembelajaran,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai oleh manusia, baru setelah itu berbicara, membaca, dan menulis. Dalam kegiatan berbahasa
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI NEGERI
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI NEGERI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2016 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 1 MAGELANG. Disusun oleh : Nama : Dewi Prasetyo Susanti NIM : Prodi : PPKn
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 1 MAGELANG Disusun oleh : Nama : Dewi Prasetyo Susanti NIM : 3301409122 Prodi : PPKn FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012 HALAMAN PENGESAHAN
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI GURU BAGI GURU-GURU GEOGRAFI SMA DI KABUPATEN BANTUL
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM) DOSEN PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI GURU BAGI GURU-GURU GEOGRAFI SMA DI KABUPATEN BANTUL Oleh: Dr. Hastuti, M.Si. Sriadi
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan seni di sekolah umum SMA pada dasarnya diarahkan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan seni di sekolah umum SMA pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif dan kreatif
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu wahana yang dapat mewujudkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu wahana yang dapat mewujudkan peningkatan sumber daya manusia sebagai tenaga terdidik dan terampil. Pendidikan juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN. terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Guru merupakan personil yang menduduki posisi strategis dalam rangka pengembangan
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ketua Peneliti 1. Keterangan Pribadi a. Nama Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum b. Tempat/Tgl lahir Simpang Tj.IV, 26-10-1963 c. Agama Islam d. Jenis Kelamin Laki-laki e. NIP 19631026199031001
KEMAMPUAN MEMBACAKAN BERITA SISWA KELAS XI SMA N 1 PAINAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL E- JURNAL ILMIAH
KEMAMPUAN MEMBACAKAN BERITA SISWA KELAS XI SMA N 1 PAINAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL E- JURNAL ILMIAH diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (Strata I) RIRIT VEMBRIWAZI
berbahasa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi secara lisan maupun tulisan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia yang dilaksanakan seumur hidup. Pendidikan ini harus terus dilaksanakan untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Marfuah, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa digunakan manusia sebagai sarana berkomunikasi dengan sesamanya. Kegiatan berkomunikasi merupakan
BAB I PENDAHULUAN. dan persaingan kualitas dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang penting bagi masyarakat, karena dengan pendidikan akan terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kecakapan dalam
DESAIN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINTIFIK PROBLEM SOLVING TEORI SEMIKONDUKTOR
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang penting karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara pada kurikulum. Kurikulum dikatakan
