BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Surya Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memiliki kemampuan berbahasa telah memungkinkan manusia memikirkan suatu masalah secara terus-menerus. Dengan bahasa, manusia dapat mengkomunikasikan apa yang sedang dipikirkannya dan dapat pula mengekspresikan sikap dan perasaannya. Informasi yang disampaikan harus ditunjang oleh pemakaian kalimat yang efektif. Sebuah kalimat yang tidak bisa diidentifikasikan mana yang subjek dan mana yang predikat, serta bagaimana kaitan subjek dan predikat, kemungkinan besar informasi yang disampaikan tidak jelas. Pada hal ini penguasaan bahasa memegang peranan. Tata bahasa merupakan ekspresi logika berpikir. Pemakaian tata bahasa yang kurang cermat, mencerminkan logika berpikir yang kurang cermat pula. Oleh karena itu seorang pembicara harus pula menggunakan tata bahasa secara baik, sehingga pesan pun diterima secara tepat. Sekolah merupakan salah satu institusi pendidikan yang mempunyai peran untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Para penerus pemimpin bangsa ini mulai dilahirkan disini. Melahirkan para calon-calon penerus pemimpin bangsa bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, diperlukan suatu perjuangan dan kapasitas seorang pendidik yang mumpuni. Kemampuan dalam menyampaikan ilmu kepada peserta didik sangat diperlukan agar tercapainya keefektifan belajar. Guru dalam hal ini dituntut harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi adalah faktor yang amat penting dalam kehidupan. Komunikasi juga memberikan implikasi yang besar jika kita dapat menggunakan dengan baik. Pada dasarnya komunikasi berarti penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media yang dapat menimbulkan efek. Tujuan komunikasi itu sendiri pada akhirnya adalah 1
2 2 persamaan makna. Dengan persamaan makna tersebut, maka komunikasi dapat dikatakan efektif. Dalam berteman, belajar, berdagang, dan lain sebagainya mementingkan komunikasi dengan lainnya. Tak pelak jika kemudian komunikasi harus dilakukan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan komunikator kepada komunikan. Meskipun proses komunikasi kurang menjadi perhatian lebih oleh komunikator ataupun komunikan dalam proses penyampaian pesan, tak dapat dipungkiri jika terjadi komunikasi yang kurang baik, maka akan berdampak kepada tujuan keduanya (komunikator dan komunikan) yakni makna pesan yang mungkin tidak akan tercapai. Utamanya dalam dunia pendidikan, proses pengajaran guru kepada siswa. Transfer pengetahuan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan untuk menggunakan komunikasi yang baik dan efektif. Agar pesan mampu tersampaikan dan mampu diterima baik oleh siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar terjadilah komunikasi timbal balik atau komunikasi dua arah antara guru dan siswa atau antara siswa dengan siswa. Semua kegiatan yang terjadi ini merupakan kegiatan berbahasa, maksudnya guru bukan hanya sekedar menguasai materi yang diajarkannya, tetapi guru tersebut juga berperan sebagai guru bahasa. Melalui bahasa seorang pengajar berusaha melatih anak didiknya memakai istilah-istilah dalam bidang disiplin ilmu tertentu, membentuk pemikiran yang logis, dan melatih memahami buku yang digunakan. Proses belajar-mengajar akan berjalan dengan efektif kalau bahasa yang digunakan betul-betul berfungsi dalam proses interaksi antara guru dan siswa. Terkadang, sering kita mengira bahwa komunikasi sebagai sesuatu yang disengaja, bertujuan dan dimotivasi secara sadar. Padahal dalam keadaan tertentu kita tidak mengira bahwa kita sedang berkomunikasi. Peran guru sama pentingnya dengan peran orang tua dalam proses pendampingan belajar. Seorang guru sekolah dasar diharapkan mampu menjalin komunikasi dan interaksi yang baik dengan siswa agar tercipta keselarasan dalam proses belajar. Guru haruslah berperan aktif untuk senantiasa membimbing sisws
3 3 agar mampu menentukan apa yang harus dilakukan dan membentuk pribadi yang baik serta santun. Guru dan siswa merupakan dua komponen yang dapat dianalogikan seperti teori simbiosis mutualisme yaitu peran yang saling menguntungkan satu dengan yang lain. Jika salah satu komponen saja yang aktif tentunya tidak akan menghasilkan dampak yang maksimal. Sebagai timbal balik kemampuan komunikasi yang baik dari guru, siswa sebagai peserta didik hendaknya juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik kepada guru. Interaksi komunikatif seperti inilah yang akan mendatangkan kenyamanan siswa dalam belajar dan guru dalam mengajar sehingga mendatangkan dampak positif salah satunya menambah kemauan siswa untuk aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga prestasi yang dicapai siswa akan maksimal. Guru sebagai seorang pendidik akan mengutamakan untuk menggunakan cara yang baik saat berinteraksi dengan siswa, baik didalam maupun diluar sekolah. Tanggung jawab yang harus diemban oleh guru adalah mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa yang dapat dilakukan dengan menggunakan tatabahasa yang benar kosakata yang dapat dipahami, dan tepat pada perkembangan siswa, melakukan penekanan pada kata-kata kunci, atau dengan mengulang penjelasan, berbicara dengan, berbicara dengan tempo yang tepat, tidak menyampaikan hal-hal yang kabur, dan menggunakan perencanaan dan pemikiran yang logis sebagai dasar berbicara yang jelas dikelas. Guru kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu dalam mengajar telah berusaha semaksimal mungkin untuk selalu mengajar dengan penuh antusias. Output yang diharapkan yaitu siswa yang kondusif dan menyenangkan. Kenyataan yang didapati dilapangan walau guru telah mengajar dengan penuh antusias, keadaan siswa kelas IV dalam kelas belum mencerminkan keberhasilan guru memunculkan keaktifan siswa. Kondisi seperti ini jika tetap dibiarkan dapat menghambat proses belajar mengajar dan sangat mungkin berdampak pada tingkat prestasi siswa yang akan semakin
4 4 menurun. Siswa yang tidak aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar pastilah ada penyebabnya. Proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik salah satunya jika didukung dengan media belajar mengajar yang memadai. Media belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu yang mendukung proses belajar mengajar masih sangat minim. Hal ini terlihat dari seringnya guru kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu yang hanya menggunakan media papan tulis dan kapur dalam mengajar dan jarang sekali ditemui guru menggunakan media mengajar yang lain, kalaupun ada media mengajar yang lain hanya sekedar poster yang telah usang. Proses belajar mengajarpun menjadi monoton dan akhirnya berdampak pada kebosanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kondisi lingkungan yang kurang mendukung juga bisa menjadi penyebab kepasifan siswa. Ruang kelas Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu hampir semuanya tidak dilengkapi dengan kipas angin atau alat pendingin ruangan lainnya. Suasana kelas yang gerah dapat mengganggu jalannya proses kegiatan belajar mengajar karena dapat membuat siswa tidak fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Untuk menyelesaikan permasalahan kepasifan siswa ini, dapat diatasi dengan melengkapi fasilitas dan media belajar mengajar yang masih kurang. Menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman untuk belajar dan tentunya sekolah harus mengeluarkan dana untuk merealisasikannya. Melengkapi segala fasilitas dan media yang ada mungkin menjadi hal yang berat untuk dilakukan namun ada cara lain untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kuncinya adalah pada guru itu sendiri. Guru yang interaktif dan bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan siswa dapat membangun suasana belajar yang menyenangkan. Suasana belajar yang menyenangkan berdampak pada kondisi psikologi dan prestasi yang dicapai siswa. Siswa lebih bisa berkonsentrasi dan aktif dalam proses belajar mengajar di kelas ketika secara psikologi dia merasa nyaman dan senang. Berarti seorang guru memang harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan dalam hal ini
5 5 kemampuan komunikasi interpersonal perlu dimiliki oleh seorang guru karena ini adalah faktor utama yang berdampak pada keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Berdasarkan uraian di atas telah dipaparkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi adalah kepasifan siswa dalam belajar. Kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk sesegera mungkin melengkapi segala fasilitas dan media kegiatan belajar mengajar yang masih kurang karena memang kondisi finansial yang tidak mendukung maka diperlukan solusi lain untuk memecahkan permasalahan ini. Solusi yang paling memungkinkan untuk memecahkan permasalahan ini adalah dengan kemampuan komunikasi interpersonal guru yang baik. Baiknya relasi guru dan siswa menjadi prasyarat utama terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Disekolah, guru dan siswa merupakan pelaku utama dalam proses pembelajaran. Kedua pelaku ini menjalankan peran penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilangsungkan disekolah. Oleh sebab itu, diantara kedua pelaku utama ini sudah semestinya terjalin relasi edukasi yang baik dengan meningkatkan komunikasi interpersonal antara guru dan siswa agar prestasi yang diinginkan tercapai dengan apa yang diharapkan. Berawal dari sini penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu Tahun Ajaran 2014/2015. B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu Tahun Ajaran 2014/2015?
6 6 C. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Karanglo Tawangmangu tahun ajaran 2014/2015. D. Manfat Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian di atas, maka hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi: 1. Manfaat Teoritis a. Sebagai sarana untuk menambah refrensi dan bahan kajian dalam khasanah ilmu pengetahuan di bidang pendidikan mengenai komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. b. Sebagai sumbangan penelitian bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. c. Sebagai tambahan kepustakaan yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber karya ilmiah lebih lanjut. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Pembaca Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam proses kegiatan belajar mengajar. b. Bagi SDN 03 Karanglo Tawangmangu Untuk membantu siswa-siswi SDN 03 Karanglo Tawangmangu khususnya kelas IV, supaya dapat meningkatkan prestasi belajar mereka dengan menjalin komunikasi yang baik dengan guru guna meningkatkan prestasi belajar.
7 7 E. Daftar Istilah Dari uraian dan penjelasan latar belakang di atas, maka dapat dirinci beberapa daftar istilah atau kata kunci dari judul yang diangkat oleh penulis dengan penjelasan sebagai berikut : 1. Komunikasi Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, yang memberikan informasi, pesan, atau gagasan pada orang lain dengan maksud agar orang lain tersebut memiliki kesamaan informasi, pesan atau gagasan dengan pengirim pesan. 2. Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi interpersonal sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima alat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. 3. Guru Dari bahasa aslinya Sansekerta, kata guru adalah gabungan dari kata gu dan ru. Gu artinya kegelapan, kejumudan dan kekelaman. Sedangkan Ru artinya melepaskan, menyingkirkan atau membebaskan. Jadi guru adalah manusia yang berjuang terus menerus dan secara gradual, untuk melepaskan manusia dari kegelapan. 4. Belajar Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka jadi lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.
8 8 5. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran dan penilaian usaha belajar. Prestasi belajar siswa adalah hasil yang dicapai oleh seorang siswa dalam beiajarnya. Keberhasiian dari belajar ini dapat dilihat dari adanya perubahan ke hal yang lebih baik atau bertambahnya kecakapan atau keahliannya. 6. Siswa Siswa adalah orang yang sedang belajar atau menuntu ilmu dalam bimbingan seorang atau beberapa guru. Siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal..
BAB I PENDAHULUAN. penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Dengan kata lain, guru memegang peranan yang strategis dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membaca merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. Siswa belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGDOWO KLATEN TAHUN AJARAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGDOWO KLATEN TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi Salah
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI ASSESSMENT FOR LEARNING (AFL) DENGAN PENDEKATAN UMPAN BALIK
0 PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI ASSESSMENT FOR LEARNING (AFL) DENGAN PENDEKATAN UMPAN BALIK ( PTK Di SMP Muhammadiyah 4 Sambi kelas VII Tahun Ajaran 2009
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial, senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa
I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang semakin modern pada era globalisasi menuntut adanya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin modern pada era globalisasi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ade Liana, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku peserta didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan dari guru dalam proses belajar mengajar. Kegiatan belajar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di lingkungan formal atau sekolah bahasa sudah diajarkan sejak dini. Proses belajar mengajar dilakukan siswa dan guru di sekolah. Siswa mendapatkan ilmu pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada
BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat agar terjalin suatu kehidupan yang nyaman. komunitas selalu terlibat dalam pemakaian bahasa, baik dia bertindak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan proses interaksi manusia satu dengan yang lainnya. Komunikasi bertujuan memberikan informasi atau menyampaikan pesan kepada mitra tutur.
BAB I PENDAHULUAN. Seorang Guru bahasa Sunda memiliki cara tersendiri dalam berinteraksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seorang Guru bahasa Sunda memiliki cara tersendiri dalam berinteraksi kepada muridnya. Karena seorang guru bahasa sunda harus menyampaikan pesan yang disengaja dan
ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA ARTIKEL SURAT KABAR SOLOPOS EDISI APRIL - MEI 2010
ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA ARTIKEL SURAT KABAR SOLOPOS EDISI APRIL - MEI 2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita setiap bangsa di dunia. Salah satu faktor pendukung utama bagi kemajuan suatu negara adalah
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan sehari-hari di negara
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan sehari-hari di negara Inggris untuk berkomunikasi serta bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa Internasional,
SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh:
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI JURUSAN IPS SMK MUHAMMADIYAH DELANGGU TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Disusun Untuk
BAB I PENDAHULUAN. syarat terjadinya proses pembelajaran yang di dalamnya tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran terjadi apabila terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan lingkungannya dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan
I. PENDAHULUAN. lain. Menurut Supratiknya (1995:9) berkomunikasi merupakan suatu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Hakikat manusia adalah sebagai makhluk sosial, oleh karena itu setiap manusia tidak lepas dari kontak sosialnya dengan masyarakat, dalam pergaulannya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan Banyak sekali penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai etnografi komunikasi. Untuk mendukung penelitian ini, penelitian yang sudah
BAB I PENDAHULUAN. berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pelajaran Bahasa Indonesia mengandung empat aspek ketrampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran ketrampilan mendengarkan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia dalam memperoleh bekal dalam kehidupan. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya kegiatan, peradaban kebudayaan manusia. Bahasa adalah alat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hubungan bahasa dengan manusia sangat erat, sebab tumbuh dan berkembangnya bahasa senantiasa bersama dengan berkembang dan meningkatnya kegiatan, peradaban kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang. dan pengalaman masing-masing dalam percakapan tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal. Dalam komunikasi interpersonal, setiap
I. PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena bahasa
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena bahasa digunakan manusia sebagai alat untuk berkomunikasi, bersosialisasi, dan beradaptasi. Melalui bahasa,
BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Sebaik apapun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berimplikasi pada kemajuan suatu daerah bahkan bangsa. Kualitas pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. berwujud bahasa. Setiap anggota masyarakat selalu terlibat dalam komunikasi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan salah satu sarana komunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Setiap orang dalam sepanjang hidupnya hampir tidak pernah terlepas dari peristiwa
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sehari hari, maupun dalam kehidupan suatu perusahaan/organisasi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari hari, maupun dalam kehidupan suatu perusahaan/organisasi. Komunikasi sangat
I. PENDAHULUAN. penelitian, kegunaan penelitian, dan diakhiri dengan ruang lingkup penelitian.
I. PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian,
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS X3 SMAN 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh: Hardani Endarwati
Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Konseling Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61033 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai Ketrampilan Dasar Konseling:
BAB I PENDAHULUAN. lebih mudah mengarahkan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, akhirnya akan berpengaruh pada hasil belajar.
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan ruang lingkup penelitian. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. dapat menyampaikan gagasan, keyakinan, pesan, pandangan hidup, cita-cita, serta
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang pokok selain menyimak, berbicara, dan membaca. Melalui menulis akan berjalan hubungan komunikatif
BAB I PENDAHULUAN. sebagai interaksi antara dirinya dan lingkungannya. Keseluruhan proses
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan pembelajaran merupakan proses perubahan dalam perilaku sebagai interaksi antara dirinya dan lingkungannya. Keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. kesehariannya manusia saling membutuhkan interaksi dengan sesama untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial, maka dalam kesehariannya manusia saling membutuhkan interaksi dengan sesama untuk melangsungkan hidup mereka.
BAB I PENDAHULUAN. tergantung pada konteks dan situasi. Untuk memahami makna dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam komunikasi, sering sekali muncul berbagai macam penafsiran terhadap makna sesuatu atau tingkah laku orang lain. Penafsiran tersebut, tergantung pada konteks dan
BAB I PENDAHULUAN. mutu pendidikan nasional dan menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional dan menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif dan
BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang
BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi Komunikasi antarpribadi disebut juga dengan komunikasi interpersonal (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah Negara. Lewat pendidikan, sebuah Negara bisa dinilai tingkat kemakmurannya. Makin baik pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya, serta mampu
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kunci pokok pembangunan suatu bangsa dimasa mendatang, termasuk Indonesia adalah pendidikan, sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. Asep Resa Baehaki,2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BahasaIndonesia memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang
BAB I PENDAHULUAN. Sesuai kodratnya manusia adalah makhluk pribadi dan sosial dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai kodratnya manusia adalah makhluk pribadi dan sosial dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Dalam usaha untuk memenuhi kebutuhankebutuhan tersebut manusia memerlukan
BAB 1 PENDAHULUAN. Ia memiliki dunia dan karakteristik sendiri yang jauh berbeda dari orang dewasa.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Ia memiliki
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWIT Skripsi Untuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari masalah belajar. Pada dasarnya, prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam kehidupan besosialisasi manusia sangat dituntut untuk dapat
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Dalam kehidupan besosialisasi manusia sangat dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, baik lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan sarana menuntut ilmu yang disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta. Tentunya setiap sekolah itu diharapkan menjadi yang terbaik dan
BAB I PENDAHULUAN. kebijakan-kebijakan tersebut. Di awal kemerdekaan republik ini, dunia pendidikan
15 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebijakan sistem pendidikan di Indonesia berdampak pada penyusunan kurikulum yang menjadi landasan pengajaran dan penyusunan materi ajar di Indonesia. Semakin sering
BAB I PENDAHULUAN. berdampak positif dalam pencapaian prestasi belajar yang optimal. Hasil
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk menciptakan proses pembelajaran yang baik maka perlu adanya suatu tujuan yang jelas. Tujuan dalam kegiatan pembelajaran yaitu menciptakan suasana belajar yang
I PENDAHULUAN. datang. Pada undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003,
1 I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan suatu bangsa melalui kegiatan pembelajaran sebagai bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang. Pada
BAB I PENDAHULUAN. semakin ketat dan tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi. Manusia sebagai sumber
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan yang serba modern ini setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat mengatasi persaingan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN. Keterampilan berhitung merupakan aspek yang sangat penting dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berhitung merupakan aspek yang sangat penting dalam pembelajaran matematika bahkan sebelum disebut matematika, pembelajaran ini dinamakan pelajaran
BAB I PENDAHULUAN. Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena komunikasi merupakan alat manusia untuk saling berinteraksi satu sama lain. Manusia
BAB I PENDAHULUAN. Kualitas sumber manusia itu tergantung pada kualitas pendidikan. Peran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber manusia itu tergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. dalam merangkai kata. Akan tetapi, dalam penerapannya banyak orang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah. Kegiatan menulis menjadikan siswa aktif dalam kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. diperlukan adanya pembinaan dan bimbingan yang dapat dilaksanakan oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan suatu bangsa merupakan proses yang berkesinambungan dan melibatkan keseluruhan lapisan masyarakat. Generasi muda sebagai salah satu unsur lapisan
PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE SCRAMBLE PADA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT
0 PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE SCRAMBLE PADA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT (PTK Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Kudus) SKRIPSI Untuk Memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. guru, siswa, orang tua, pengelola sekolah bahkan menjadi tujuan pemerintah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekolah memiliki keunggulan dan berkualitas adalah dambaan bagi guru, siswa, orang tua, pengelola sekolah bahkan menjadi tujuan pemerintah. Sebagai kepala sekolah sudah
BAB I PENDAHULUAN. ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan
2 matematika itu lebih mudah dipelajari dan lebih menarik (Soviawati, 2011:84). Pemberian materi pembelajaran kepada siswa, pertama harus melihat dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Sekolah Dasar merupakan pendidikan formal di laksanakan selama 6 tahun, dimulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Siswa selama berada pada jenjang ini
BAB I PENDAHULUAN. karakter dan kreativitas siswa. Pendidikan memegang peranan penting dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya merupakan faktor penting dalam membentuk karakter dan kreativitas siswa. Pendidikan memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber
BAB I PENDAHULUAN. tingkah laku yang baik. Pada dasarnya pendidikan merupakan proses untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan masalah yang penting, sebab maju atau tidaknya suatu bangsa tergantung pada pendidikan. Siapa pun yang mendapat pendidikan yang baik akan
BAB I PENDAHULUAN. selalu menemukan masalah-masalah. Namun, berbagai masalah dalam. dalam satu konsep keilmuan human behavior, semua perilaku manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia, sebagai mahluk sosial yang selalu mencoba berinteraksi, akan selalu menemukan masalah-masalah. Namun, berbagai masalah dalam berinteraksi, baik antar individu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Salah satu indikasi bahwa manusia sebagai mahluk sosial, adalah perilaku berkomunikasi antarmanusia. Manusia tidak dapat hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain.
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE RESITASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) AL-ISLAM 3 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI
I. PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi memegang peran penting dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Tanpa
BAB I PENDAHULUAN. penulis) maupun sebagai komunikan (mitra-bicara, penyimak, atau pembaca).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia dalam sepanjang hidupnya hampir tidak pernah terlepas dari peristiwa komunikasi. Setiap anggota masyarakat dan komunitas tertentu selalu terlibat dalam komunikasi,
BAB I PENDAHULUAN. setiap individu atau kelompok untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar pada setiap individu atau kelompok untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu sepanjang
BAB I. bekerjasama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan. melalui belajar matematika karena matematika memiliki struktur dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat, dan mudah dari berbagai sumber dan tempat
BAB I PENDAHULUAN. terbatasnya waktu dan daya tempuh, banyak orang sepulang kerja pergi ke fitness
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Olah raga saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan. Mengingat terbatasnya waktu dan daya tempuh, banyak orang sepulang kerja pergi ke fitness center yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayat senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa tidak hanya berasal dari kata-kata yang dikeluarkan oleh ucapan (vokal)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bahasa tidak hanya berasal dari kata-kata yang dikeluarkan oleh ucapan (vokal) namun juga menggunakan, isyarat atau bahasa gambar. Peradapan manusia kuno sebelum mengenal
BAB I PENDAHULUAN. keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Empat aspek keterampilan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu proses komunikasi manusia memunculkan adanya keterampilan yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Empat aspek keterampilan ini saling
