BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Siska Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perubahan Fisiologis Kehamilan yang Mempengaruhi Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil A.1. Janin Pertumbuhan janin dibagi menjadi tiga fase pertumbuhan sel yang berurutan. Fase awal hiperplasi terjadi selama 16 minggu pertama dan ditandai oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. Fase kedua, yang berlangsung sampai minggu ke-32, meliputi hiperplasi dan hipertofi sel. Setelah usia gestasi 32 minggu, pertumbuhan janin berlangsung melalui hipertrofi sel dan pada fase inilah sebagian besar deposisi lemak dan glikogen terjadi. Laju pertumbuhan janin yang setara selama tiga fase pertumbuhan sel ini adalah dari 5 g/hari pada usia 15 minggu, g/hari pada minggu ke-24 dan g/hari pada usia gestasi 34 minggu. 12 A.2 Plasenta Plasenta adalah organ yang sangat penting bagi janin karena plasenta berfungsi sebagai respirasi, nutrisi, ekskresi, dan produksi hormone yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandung. Pertumbuhan plasenta semakin lama semakin membesar dan luas, umumnya mencapai pembentukan lengkap pada usia kehamilan 16 minggu. Plasenta memiliki bentuk bundar atau oval dengan diameter cm dan tebal 3-5 cm. Berat rata-rata gram. Pada kehamilan aterm arus darah pada tali pusat berkisar 350 ml/menit. Arus darah uteroplasenta pada kehamilan aterm diperkirakan ml/menit. 13 8
2 A.3. Cairan amnion Sejak awal kehamilan cairan amnion telah dibentuk. Cairan amnion merupakan pelindung dan bantalan untuk proteksi sekaligus menunjang pertumbuhan. 12,13 Selaput amnion yang meliputi permukaan plasenta akan mendapatkan difusi dari pembuluh darah korion di permukaan. Volume cairan amnion pada kehamilan aterm rata-rata ialah 800 ml, cairan amnion mempunyai ph 7,2 dan massa jenis 1,008. Setelah 20 minggu produksi cairan ini berasal dari urin janin. Sebelumnya cairan amnion juga berasal dari rembesan kulit, selaput amnion, dan plasenta. Janin juga meminum cairan amnion diperkirakan 500 ml/hari. Selain itu, cairan ada yang masuk ke dalam paru-paru sehingga penting untuk perkembangannya. 12,13 A.4. Uterus Rahim yang semula besarnya seibu jari atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hiperplasia, sehingga beratnya menjadi gram saat akhir kehamilan. Perubahan pada isthmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak, sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh, tanda ini disebut sebagai tanda hegar. 12 A.5. Mammae/payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara dipengaruhi oleh hormon estrogen, progesterone, dan somatotropin. Pemben-tukan payudara akan terasa lebih lembut, kenyal, dan berisi, serta jalur-jalur pembuluh darah disekitar dada akan terlihat jelas dari biasanya, hal ini untuk persiapan saat menyusui. 12 A.6. Darah Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi adanya sirkulasi darah ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula, mammae, dan organ-organ lain yang memang berfungsi 9
3 berlebihan dalam kehamilan. 13 Perubahan sistem sirkulasi selama kehamilan dapat terlihat dari 13 : 1. Volume darah Volume darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologi dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, di ikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak 30%. 2. Sel darah Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam darah, tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah, sehingga hemodilusi akan disertai dengan anemia fisiologis. Anemia atau kurang darah terjadi karena kebutuhan darah pada saat kehamilan lebih besar sekitar dua atau tiga kali lipat dari biasanya. A.7. Cairan ekstraseluler Peningkatan jumlah cairan selama kehamilan adalah suatu hal yang fisiologis. Hal ini disebabkan oleh penurunan osmolalitas dari 10 mosm/kg yang diinduksi oleh makin rendahnya ambang rasa haus dan sekresi rasa haus dan sekresi vasopressin. 13 A.8. Lemak Energi yang dibutuhkan oleh ibu hamil tertuma diperoleh dari pembakaran karbohidrat khususnya setelah kehamilan 20 minggu ke atas. Akan tetapi bila dibutuhkan, maka dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan energi untuk aktifitas sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam hal pemakaian tenaganya. Pembentukan lemak pada ibu hamil dipengaruhi oleh hormon somatomammotropin. Selain membentuk lemak hormon ini juga berperan dalam pembentukan mamae/ payudara. Lemak ibu akan terhimpun pada badan, paha, dan lengan. Kadar kolesterol dapat meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 ml
4 B. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil B.1. Karakteristik Ibu Hamil B.1.1. Umur ibu hamil Umur seorang ibu berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya. Umur reproduksi yang sehat dan aman adalah umur tahun. Kehamilan kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal, emosinya cenderung labil, mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilan, sehingga akan dapat mempengaruhi pertambahan berat badan ibu selama kehamilan. Sedangkan kehamilan lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit. 1,11. B.1.2. Jarak Kehamilan/Kelahiran Jarak dua kehamilan yang terlalu pendek akan mempengaruhi daya tahan dan gizi ibu yang selanjutnya akan berpengaruh pada reproduksi. Jarak kehamilan yang dianjurkan adalah lebih dari sama dengan dua tahun dari kehamilan sebelumnya. Seorang wanita yang melahirkan berturut-turut dalam jangka waktu pendek, maka tidak akan sempat memulihkan kesehatannya serta harus membagi perhatiannya kepada kedua anak dalam waktu yang sama. 1,11 B.1.3. Paritas Paritas merupakan jumlah persalinan yang dialami ibu sebelum persalinan atau kehamilan sekarang. Bila seorang ibu melahirkan anak ke empat atau lebih maka dapat dikatakan paritas tinggi. Seorang wanita yang sudah mempunyai tiga anak dan terjadi kehamilan lagi maka keadaan kesehatannya akan mulai menurun, sering mengalami anemia, 11
5 terjadi perdarahan lewat jalan lahir dan letak bayi sungsang ataupun melintang. 1,11 B.1.4. Sosial Ekonomi Hubungan pekerjaan dengan pendapatan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan kuantitas dan kualitas makanan. Dan jelas terdapat hubungan antara pendapatan dengan gizi yang didorong oleh pendapatan yang meningkat. Tingkat pendapatan yang tinggi maka memberi peluang lebih besar bagi keluarga dalam memilih makanan baik jumlah maupun jenisnya. Pendidikan ibu merupakan salah satu faktor yang penting. Tinggi rendahnya pendidikan ibu erat hubungannya dengan tingkat perawatan kesehatan, hygiene, kesadaran terhadap keluarga, disamping berpengaruh pada faktor sosial ekonomi lainnnya seperti pendapatan, pekerjaan, makanan, dan perumahan. Ibu memegang peran penting pada pengelolaan rumah tangga. Tingkat pendidikan dapat menentukan sikap pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan makanan keluarga. B.2. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan, dan aktivitas. Kekurangan gizi dapat terjadi dari beberapa akibat yaitu ketidakseimbangan asupan zat gizi, faktor penyakit pencernaan, absorpsi, dan penyakit infeksi. Kebutuhan zat gizi pada masa kehamilan meningkat untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan janin, pemeliharaan, dan kesehatan ibu, serta persediaan untuk masa laktasi, baik untuk janin maupun ibu. Makanan yang dikonsumsi harus seimbang dan mengandung semua zat gizi. Makanan yang dibutuhkan pada saat hamil adalah makanan yang mengandung zat pembakar, zat pengatur, zat pembangunan, vitamin, dan mineral (zat besi dan kalsium). 12
6 Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, oleh karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan tidak maksimal dan janin tumbuh tidak sempurna. 11,12 Kebutuhan gizi selama hamil akan terjadi peningkatan sesuai dengan usia kehamilan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi gizi selama kehamilan. selain kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu pemberian pada ibu hamil maka perlu disesuaikan juga dengan kecepatan pertumbuhan janin pada masing-masing trimester. Trimester I terjadi pertambahan jumlah sel dan pembentukan organ. Proses ini perlu didukung dengan asupan gizi terutama protein, asam folat, vitamin B 12, zinc, dan yodium. Meskipun pertumbuhan janin belum pesat dalam trimester I, semua zat gizi yang dibutuhkan harus dicukupi sebagai persiapan untuk pertumbuhan yang lebih cepat pada trimester selanjutnya. 11,12,13 Kehamilan trimester II dan III janin tumbuh cukup pesat yang mencapai 90% dari seluruh proses tumbuh kembang selama kehamilan. zat gizi yang dibutuhkan adalah protein, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin B komplek serta asam lemak omega 3 dan omega 6. 11,12,13 Tingkat konsumsi makanan tingkat individu dapat diketahui dan diukur dengan menggunakan metode food recall 24 jam
7 Tabel 2.1. Kecukupan gizi yang dianjurkan/akg ibu hamil. Zat gizi Wanita tidak hamil Wanita hamil Energi 1900 kal (19-24 tahun) Trimester I kal 1800 kal (30-49 tahun) Trimester II kal Protein 50 g +17g Vitamin A 500 mikrogram retinol ekivalen/re +300 mikrogram RE Vitamin D 5 mikrogram/hari - Vitamin B1 0,5 mg/1000kal +0,4 mg Niasin 14 mg +4 mg Vitamin B6 1,3 mg +0,4 mg Vitamin B12 2,4 mikrogram +0,2 mikrogram Asam folat 400 mikrogram 200 mikrogram Vitamin C IOM 75 mg/hari +10 mg Zat besi (Fe) 26 mg Trimester I +9,0 mg Trimester II + 13,0 mg Seng (Zn) 9 mg Trimester I +1,7 mg Trimester II +4,2 mg Trimester III +9,8 mg Selenium (Se) 30 mikrogram +5 mikrogram Kalsium (Ca) 800 mg +150 mg Sumber 3 B.2.1. Energi Kebutuhan energi untuk kehamilan normal membutuhkan tambahan kira-kira kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama kehamilan. Kebutuhan energi pada trimeseter I meningkat secara minimal. Kemudian selama trimester II dan III 3, 11, 12, 14 kebutuhan energi semakin meningkat hingga akhir kehamilan. Selama proses kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan kalori sejalan dengan adanya peningkatan laju metabolik basal dan penambahan berat badan. Selain itu juga selama kehamilan, ibu membutuhkan tambahan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, dan cadangan lemak. Kebutuhan energi kira-kira sekitar 15% dari energi normal. Tambahan energi yang diperlukan selama hamil yaitu Kkal/hari. Sedangkan energi yang dibutuhkan oleh janin sendiri untuk tumbuh dan 14
8 berkembang adalah Kkal/kg/hari atau sekitar Kkal/hari pada janin dengan berat badan 3,5 kg. Awal kehamilan trimester I kebutuhan energi masih sedikit dan terjadi sedikit peningkatan pada trimester II, serta peningkatan energi yang lebih besar yaitu pada trimester III. Berdasarkan rekomendasi yang dilakukan oleh NRC (National Reseacrh Council) pemberian tambahan energi untuk 2000 Kkal/hari bagi wanita berumur tahun dengan tambahan 300 Kkal bagi ibu hamil. 1,14 B.2.2. Protein Potein adalan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat lain yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Protein merupakan zat pembangun jaringan, membentuk struktur tubuh, pertumbuhan, transportasi oksigen, membentuk sistem kekebalan tubuh. Sumber protein yang baik yaitu berasal dari protein hewani dan nabati. Protein pada ibu hamil berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, uterus, payudara, 1, 14, 16 serta peningkatan volume darah ibu. Perubahan protein yang dibutuhkan pada masa kehamilan untuk menutupi perkiraan 925 gram protein yang dideposit dalam janin, plasenta, dan jaringan ibu. Kebutuhan protein pada wanita tidak hamil sebesar 50 gram, sedangkan wanita hamil membutuhkan penambahan 1, 3, 14 asupan protein sebesar 17 gram. B.2.3. Lemak Lemak atau yang disebut juga lipid adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi dan cadangan energi. Selain sebagai sumber dan cadangan energi lemak juga berfungsi sebagai alat pengangkut vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Lemak juga digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai bahan 15
9 pembentukan mebran sel. Lemak yang berada di jaringan bawah kulit 1, 14, 16 berfungsi sebagai pelindung tubuh dari hawa dingin. B.2.4. Mineral Selama proses pertumbuhan, sangat diperlukan berbagai mineral. Misalnya kalsium yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan bakal gigi janin yang dimulai sejak usia kehamilan 8 minggu. Zat besi (Fe) bagi ibu hamil penting untuk pembentukan dan mempertahankan sel darah merah, sehingga sirkulasi oksigen dan metabolisme zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil menjadi lancar. Selain itu, dengan zat besi yang cukup maka dapat menghindarkan ibu hamil 1, 14, 16 dari anemia. B.2.5. Vitamin Vitamin sangat berperan dalam berbagai proses tubuh. Dalam proses pertumbuhan janin, kebutuhan terhadap zat vitamin selama proses kehamilan meningkat. Misalnya vitamin A (penting untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup), vitamin B kompleks (penting dalam metabolisme protein dan dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu mengatasi mual dan muntah) dan vitamin C (mempunyai 1, 14, 16 banyak fungsi di dalam tubuh sebagai koenzim). B.3. Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care) Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang timbul selama kehamilan, sehingga kesehatan ibu selama hamil dapat terpelihara dan yang terpenting ibu dan janin yang dikandung akan baik dan sehat sampai saat persalinan, serta bila didapatkan gangguan selama kehamilan maka dapat segera mendapat pertolongan tenaga kesehatan. Pemeriksaan kehamilan disini disebut dengan Antenatal Care (ANC). Antenatal care dapat dilakukan secara berkala, yaitu 12, 13, 17 : 1. Setiap 4 minggu sekali selama kehamilan 28 minggu (trimester I) 16
10 2. Setiap 2 minggu sekali selama kehamilan minggu (trimester II) 3. Setiap minggu atau satu kali seminggu selama kehamilan 36 minggu sampai masa melahirkan. Selain dari waktu yang ditentukan tersebut ibu hamil harus memeriksakan diri apabila terdapat keluhan lain yang merupakan kelainan yang ditemukan. Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar minimal pelayanan pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang disingkat 7T, antara lain 12, 17 : 1. Timbang berat badan. 2. Ukur tekanan darah. 3. Ukur fundus uteri. 4. Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toksoid) lengkap. 5. Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis 1 tablet setiap harinya. 6. Lakukan tes penyakit menular seksual (PMS). 7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. Depkes RI (2003) menyatakan bahwa Standar Pelayanan Antenatal yang berkualitas antara lain 17 : 1. Memberikan pelayanan kepada ibu hamil minimal 4 kali, 1 kali pada trimester I, 1 kali trimester II, dan 2 kali pada trimester III untuk memantau keadaan ibu dan janin dengan seksama sehingga dapat mendeteksi secara dini dan dapat memberikan intervensi secara cepat dan tepat. 2. Melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LLA) secara teratur mempunyai arti klinis penting karena ada hubungan yang erat antara pertambahan berat badan selama kehamilan dengan berat badan lahir bayi. Pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan janin dalam rahim. Dengan mengetahui berat badan dan lingkar lengan atas maka akan diketahui pula status gizi ibu hamil. 17
11 3. Penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan darah harus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap terjadinya tiga gejala pre-eklampsi yaitu tekanan darah tinggi, protein urine positif, dan pandangan kabur atau oedema pada ekstremitas atas. 4. Pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk mendetekasi secara dini terhadap berat badan janin. 5. Melaksanakan palpasi abdominal setiap kunjungan untuk mengetahui usia kehamilan, letak, bagian terendah, letak punggung, menentukan janin tunggal atau kembar, dan mendengarkan denyut jantung janin untuk menentukan asuhan selanjutnya. 6. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) kepada ibu hamil sebanyak 2 kali dengan jarak 4 minggu, diharapkan dapat menghindari terjadinya tetanus neonatorum dan tetanus pada ibu bersaln dan nifas. 7. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) pada kunjungan pertama dan pada kehamilan 30 minggu. 8. Memberikan tablet zat besi, 90 tablet selama 3 bulan, diminum setiap hari, ingatkan ibu hamil untuk tidak minum teh atau kopi. 9. Pemeriksaan urine jika ada indikasi (tes protein dan glukosa) pemeriksaan penyakit infeksi misalnya infeksi HIV/AIDS dan PMS. 10. Memberikan penyuluhan tentang perawatan payudara, gizi ibu selama hamil, tanda-tanda bahaya pada kehamilan dan pada janin sehingga ibu dan keluarga dapat segera mengambil keputusan dalam perawatan selanjutnya. 11. Bicarakan tentang persalinan kepada ibu hamil, suami/keluarga pada trimester III, memastikan bahwa persalianan bersih, aman, dan suasana yang menyenangkan, persiapan transportasi, dan biaya. Tersedianya alat-alat pelayanan kehamilan dalam keadaan baik dan dapat digunakan, obat-obatan yang diperlukan, waktu pencatatan kehamilan, 18
12 dan mencatat semua temuan pada KMS ibu hamil untuk menentukan tindakan selanjutnya. 17 B.4. Status Kesehatan Ibu Hamil Status kesehatan adalah kondisi kesehatan yang dilihat dari keadaan fisik dan kesakitan individu. Permasalahan utama dalam kesehatan ibu saat ini adalah tingginya angka kematian ibu. Status kesehatan ibu hamil dapat ditingkatkan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). 11 Status kesehatan ibu juga dipengaruh oleh pola konsumsi, dimana pola konsumsi yang kurang baik dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau penyakit pada ibu. Penyakit infeksi dapat bertindak sebagai pemula terjadinya kurang gizi sebagai akibat menurunnya nafsu makan, adanya gangguan absorbsi dalam saluran pencernaan atau peningkatan kebutuhan zat gizi oleh adanya penyakit. Kaitan penyakit infeksi dengan keadaan gizi kurang merupakan hubungan timbal balik yaitu hubungan sebab akibat. Penyakit infeksi dapat memperburuk keadaan gizi dan keadaan gizi yang jelek dapat mempermudah infeksi. 15 Meningkatnya kebutuhan, baik dari peningkatan kebutuhan akibat sakit dan parasit yang terdapat dalam tubuh. Ada lima tahapan patogenesis terjadinya gizi kurang. Pertama, akibat dari ketidakcukupan gizi, apabila ketidakcukupan gizi ini berlangsung lama maka persediaan/cadangan jaringan akan digunakan untuk memenuhi ketidakcukupan tersebut. Kedua, apabila berlangsung lama, maka akan terjadi kemerosotan jaringan yang ditandai dengan penurunan berat badan. Ketiga, terjadi perubahan biokimia yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Keempat, terjadi perubahan fungsi yang ditandai dengan tanda yang khas. Kelima, terjadi perubahan anatomi yang dapat dilihat dari munculnya tanda yang klasik
13 Sehingga berdasarkan uraian tersebut maka sementara dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status kesehatan ibu dengan pertambahan berat badan ibu hamil. Karena dengan status kesehatan yang baik maka asupan makanan yang masuk dalam tubuh tidak akan mengalami gangguan sehingga pertumbuhan dan perkembangan baik ibu maupun janin yang dikandung akan berjalan dengan baik. B.5. Berat Badan Ibu Hamil Laju pertumbuhan dalam kandungan pada masa kehamilan dapat digambarkan dengan adanya peningkatan berat badan ibu hamil. Trimester I pertumbuhan janin belum pesat, sehingga laju pertambahan berat badan ibu belum tampak nyata, namun saat memasuki trimester II laju pertumbuhan janin dan pertambahan berat badan ibu mulai pesat dan mulai terlihat. 1 Sebagian besar penambahan atau peningkatan berat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraseluler. Kenaikan berat badan yang baik bagi ibu selama kehamilan adalah 10-12,5 kg, agar terhindar dari berat bayi lahir rendah (BBLR). Kehamilan trimester II dan III pada wanita dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara pada wanita dengan gizi kurang dianjurkan menambah berat badan per minggu sebesar 0,5 kg, dan atau wanita dengan gizi lebih dianjurkan menambah berat 1, 11, 12,13 badan per minggu sebesar 0,3 kg. Proporsi penambahan berat badan ini dapat terlihat dari komposisi tubuh selama kehamilan yaitu janin 25-27%, plasenta 5%, cairan amnion 6%, ekspansi volume darah 10%, peningkatan lemak tubuh 25-27%, peningkatan cairan ekstra seluler 13%, pertumbuhan uterus dan payudara 11%. 12,13 Periode kehamilan dibedakan menjadi 3 trimester yaitu masa kehamilan trimester I (0-12 minggu), masa kehamilan trimester II (13-27 minggu), dan masa kehamilan trimester III (28-40 minggu). 1 20
14 A. Trimester I Awal-awal kehamilan biasanya ibu hamil mengeluh mual dan muntah. Mual dan muntah ini berkurang pada bulan keempat. Bahkan bila mual dan muntah terjadi berlebihan dapat menyebabkan hiperemis gravidarum. Pada kehamilan trimester I, biasanya terjadi peningkatan berat badan yang tak berarti yaitu sekitar 1-2 kg. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. WHO menganjurkan penambahan energi 10 kkal untuk trimester I. B. Trimester II dan III Trimester ini terjadi peningkatan berat badan yang ideal selama kehamilan. Perencanaan gizi untuk wanita hamil sebaiknya mengacu pada RDA (Recommended Daily Allowance atau Asupan Harian yang Dianjurkan). Tabel 2.2. Rekomendasi penambahan berat badan selama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Kategori IMT Rekomendasi Rendah <19,8 12,5 18 Normal 19, ,5 16 Overweight ,5 Obesitas >29 7 Gemeli/bayi kembar 16 20,5 Sumber 12 Tabel 2.3. Kenaikan berat badan ibu hamil per trimester berdasarkan indeks massa tubuh pra-hamil. IMT pra hamil Status gizi Kenaikan berat badan (kg) Jumlah (kg) I II III < 18,5 KEK 1,5 2,0 4,5 6,5 6,5 9,5 12,5 18,0 18,5 25 Normal 1,5 2,0 4,0 6,0 6,0 8,0 11,5 16,0 > BB lebih 1,0 1,5 2,5 4,0 3,5 6,0 7,0 11,5 > 29 Obesitas 0,5 1,0 2,0 4,0 3,5 5,0 6,0 10,0 Sumber 14 Kedua tabel tersebut menunjukkan penambahan berat badan ibu selama kehamilan tergantung status gizi ibu sebelum hamil. Pertambahan berat badan ibu hamil dapat dipantau dengan menimbang berat badan ibu 21
15 hamil paling sedikit 1 kali tiap akhir trimester. Pertambahan berat badan ibu hamil sesuai dengan tabel diatas merupakan salah satu upaya untuk mencegah gangguan persalinan, BBLR, menjaga keselamatan ibu, dan persiapan laktasi. 12,14 Tabel 2.4. Penambahan berat badan selama kehamilan dalam gram. Jaringan dan cairan 10 minggu 20 minggu 30 minggu 40 minggu Janin Plasenta Cairan amnion Uterus Mammae Darah Cairan ekstraseluler Lemak Total , 13 Sumber Selama kehamilan ibu akan mengalami perubahan fisik dan fisiologis, pada kehamilan normal perubahan ini antara lain tampak pada penambahan berat badan ibu sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan janin, tambahan cadangan lemak, pembentukan dan perkembangan plasenta, peningkatan cairan tubuh serta pembesaran payudara. Selain itu, karena adanya perubahan hormonal ibu hamil juga mengalami perubahan psikologis, sosiologis, dan emosional. Janin yang tumbuh optimal akan lahir dengan berat gram, dalam mencapai tujuan tersebut berat badan ibu harus bertambah selama kehamilan berkisar 7 12,5 kg. Pertambahan berat badan ibu hamil normal pada umur kehamilan 10 minggu secara fisiologis akan terjadi penambahan jaringan dan cairan tubuh sebesar 650 gram. Umur kehamilan 20 minggu akan terjadi penambahan jaringan dan cairan sebesar 4000 gram. Umur kehamilan 30 minggu akan terjadi penambahan jaringan dan cairan sebesar 8500 gram. Masa akhir kehamilan yaitu pada umur kehamilan 40 minggu penambahan jaringan dan cairan tubuh mencapai gram. 12,13 22
16 C. Kerangka Teori Karakteristik ibu hamil: 1. Umur ibu 2. Jarak kehamilan/ kelahiran 3. Paritas 4. Pendidikan 5. Pekerjaan 6. Pendapatan keluarga Frekuensi periksa kehamilan (Antenatal care) Tingkat konsumsi: 1. Energi 2. Protein 3. Vitamin 4. Air dan mineral Status kesehatan : 1. Penyakit infeksi selama kehamilan 2. Kesehatan lingkungan PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRIMESTER II 23
17 D. Kerangka Konsep Variabel bebas Karakteristik ibu hamil: 1. Umur ibu 2. Jarak kehamilan/ kelahiran 3. Paritas 4. Pendidikan Tingkat konsumsi: 1. Energi 2. Protein Variabel terikat PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRIMESTER II Frekuensi periksa kehamilan (Antenatal care) E. Hipotesis 1. Ada hubungan antara karakteristik (umur ibu hamil, jarak kehamilan/ kelahiran, paritas, dan pendidikan) dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II. 2. Ada hubungan antara tingkat kon sumsi energi dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II. 3. Ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II. 4. Ada hubungan antara frekuensi periksa kehamilan (antenatal care) dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II. 24
BAB Ι PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada setiap
BAB Ι PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada setiap wanita, menurut Depkes RI kehamilan merupakan masa kehidupan yang penting. Pada masa ini ibu harus
BAB I PENDAHULUAN. panjang badan 50 cm (Pudjiadi, 2003). Menurut Depkes RI (2005), menyatakan salah satu faktor baik sebelum dan saat hamil yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bayi dilahirkan setelah dikandung kurang lebih 40 minggu dalam rahim ibu. Pada waktu lahir bayi mempunyai berat badan sekitar 3 Kg dan panjang badan 50 cm (Pudjiadi,
Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan.
Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut dibutuhkan untuk
BAB II TINJUAN PUSTAKA. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme, karena itu kebutuhan
BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Status Gizi Status gizi sangat berkaitan erat dengan status kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu faktor yang menenutkan kualitas sumber daya manusia, status gizi yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemahaman Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham yang artinya mengerti benar tentang sesuatu hal. Pemahaman merupakan tipe belajar yang lebih tinggi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kehamilan Kehamilan pada ibu akan terjadi apabila terjadi pembuahan yaitu bertemunya sel telur (ovum) dan spermatozoa. Yang secara normal akan terjadi di tuba uterina. Selanjutnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Asupan Gizi Ibu Hamil 1. Kebutuhan Gizi Gizi adalah suatu proses penggunaan makanan yang dikonsumsi secara normal oleh suatu organisme melalui proses digesti, absorbsi, transportasi,
KEBUTUHAN NUTRISI PADA MASA KEHAMILAN
KEBUTUHAN NUTRISI PADA MASA KEHAMILAN Pendahuluan Masa hamil: masa sangat penting Keadaan ibu dan janin terkait satu dengan yang lain Keadaan kesehatan ibu sebelum dan sesudah hamil sangat menentukan Ibu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kehamilan Kehamilan pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir pada saat permulaan persalinan (Sarwono, 2007). Menurut Sylviati (2008)
BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat dilakukan. pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat 2010-2015 dilakukan pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa. Pemerintah memiliki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berkedudukan di masyarakat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, hlm. 215).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Peran Suami 1. Pengertian Peran adalah perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, hlm. 215). Peran
BAB I PENDAHULUAN. spermatozoa dan ovum kemudian dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum kemudian dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Pertumbuhan dan perkembangan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tingkat Pendidikan Pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memberikan perubahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Kehamilan Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memberikan perubahan pada ibu maupun lingkungannya. Dengan adanya kehamilan maka seluruh sistem genetalia wanita mengalami
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Kehamilan a. Pengertian Kehamilan merupakan fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum yang dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Kehamilan normal
BAB 1 PENDAHULUAN. anemia pada masa kehamilan. (Tarwoto dan Wasnidar, 2007)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah gizi dan pangan merupakan masalah yang mendasar karena secara langsung dapat menentukan kualitas sumber daya manusia serta derajat kesehatan masyarakat. Salah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang
Kehamilan Resiko Tinggi. Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013
Kehamilan Resiko Tinggi Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013 Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
TINJAUAN PUSTAKA Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Definisi Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 2.1.1. Definisi Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Menurut Saifuddin (2001), Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir
B. Status Obstetrikus (meliputi : paritas ibu dan jarak kelahiran) 1. Paritas Ibu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Berat Bayi Lahir (BBL) Berat bayi lahir adalah hasil penimbangan bayi dalam 24 jam pertama kehidupan yang dinyatakan dalam gram. 4) Seorang bayi mulai menyesuaikan diri terhadap
BAB I PENDAHULUAN. proses selanjutnya. Proses kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan pemilihan metode keluarga berencana merupakan suatu mata rantai yang berkesinambungan dan berhubungan dengan kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh pada proses laktasi. Dalam prosesnya kemungkinan keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di mulai dari kehamilan, persalinan bayi baru lahir dan nifas yaang secara berurutan berlangsung secara fisisologis dan diharapkan ibu pasca melahirkan menggunakan
STATUS GIZI IBU HAMIL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BAYI YANG DILAHIRKAN
2003 Zulhaida Lubis Posted: 7 November 2003 STATUS GIZI IBU HAMIL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BAYI YANG DILAHIRKAN Oleh :Zulhaida Lubis A561030051/GMK e-mail: [email protected] Pendahuluan Status gizi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Berat Badan Lahir Cukup (BBLC) a. Definisi Berat badan lahir adalah berat badan yang didapat dalam rentang waktu 1 jam setelah lahir (Kosim et al., 2014). BBLC
BAB I PENDAHULUAN. Masa kehamilan merupakan masa yang dihitung sejak Hari Pertama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa kehamilan merupakan masa yang dihitung sejak Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati, yang menandai awal masa sebelum menjelang persalinan.
Lantin sulistyorini, Erti Ikhtiarini Program studi Ilmu Keperawatan Program studi Ilmu Keperawatan
KULIAH KERJA NYATA PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) GERAKAN SAYANG IBU DAN BAYI (GeSIB) SEBAGAI SOLUSI MASALAH KURANG ENERGI KALORI (KEK) PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN JELBUK KABUPATEN JEMBER Lantin
BAB 1 PENDAHULUAN. hamil perlu dilakukan pelayanan antenatal secara berkesinambungan, seperti
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya proses kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu kejadian yang fisiologis/alamiah, namun dalam prosesnya
Penting Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui
Penting Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui 1 / 11 Gizi Seimbang Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui Perubahan Berat Badan - IMT normal 18,25-25 tambah : 11, 5-16 kg - IMT underweight < 18,5 tambah : 12,5-18 kg - IMT
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Kehamilan Risiko Tinggi Kehamilan berisiko adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar, baik terhadap ibu maupun terhadap janin
BAB II TINJAUAN TEORI. dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Status Gizi Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan
3. plasebo, durasi 6 bln KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
persisten, RCT 2. Zn + Vit,mineral 3. plasebo, durasi 6 bln BB KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS BB, PB Zn dan Zn + vit, min lebih tinggi drpd plasebo Kebutuhan gizi bayi yang tercukupi dengan baik dimanifestasikan
BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan baik, bayi tumbuh sehat sesuai yang diharapkan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan suami istri. Setiap pasangan menginginkan kehamilan berlangsung dengan baik, bayi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan 2.1.1 Pengertian Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Antenatal care adalah pengawasan sebelum anak lahir untuk persiapan dalam
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Antenatal Care 2.1.1 Definisi Antenatal Care Antenatal care adalah pengawasan sebelum anak lahir untuk persiapan dalam menghadapi persalinan (Manuaba, 2009). Antenatal care adalah
BAB I PENDAHULUAN. Di Era Globalisasi seharusnya membawa pola pikir masyarakat kearah yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Era Globalisasi seharusnya membawa pola pikir masyarakat kearah yang lebih modern. Dimana saat ini telah berkembang berbagai teknologi canggih yang dapat membantu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutritute dalam bentuk. variabel tertentu ( Istiany, 2013).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Status Gizi a. Definisi Status Gizi Staus gizi merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutritute dalam
BAB I PENDAHULUAN. tahun Konsep pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan, yaitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Millenium Development Goals (MDGs) merupakan sasaran pembangunan milenium yang telah disepakati oleh 189 negara yang tergabung dalam PBB pada tahun 2000. Konsep pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan suami istri. Masa kehamilan adalah suatu fase penting dalam pertumbuhan anak karena calon
makalah KEK dalam kehamilan
makalah KEK dalam kehamilan BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Empat masalah gizi utama di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Kepuasaan 1. Kepuasaan Klien Kepuasan pelanggan adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan dan kebutuhan pelanggan dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan
KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS. Ante Partum : keguguran, plasenta previa, solusio Plasenta
KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS 1. Ketuban pecah Dini 2. Perdarahan pervaginam : Ante Partum : keguguran, plasenta previa, solusio Plasenta Intra Partum : Robekan Jalan Lahir Post Partum
energi yang dibutuhkan dan yang dilepaskan dari makanan harus seimbang Satuan energi :kilokalori yaitu sejumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan
KESEIMBANGAN ENERGI Jumlah energi yang dibutuhkan dan yang dilepaskan dari makanan harus seimbang Satuan energi :kilokalori yaitu sejumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu air sebesar 1 kg sebesar
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENDIDIKAN KESEHATAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PEMANTAUAN KESEJAHTERAAN JANIN
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENDIDIKAN KESEHATAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PEMANTAUAN KESEJAHTERAAN JANIN Disusun Oleh : MUHAMMAD JAMAL MISHBAH 6143027 STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS S1 Keperawatan 3A Tahun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Status Gizi Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan antropometri (berat badan, tinggi badan, atau ukuran tubuh lainnya) dari waktu ke waktu, tetapi lebih
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anemia pada remaja putri merupakan salah satu dampak masalah kekurangan gizi remaja putri. Anemia gizi disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan. Tujuan ANC menurut Manuaba (2009) adalah :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Antenatal Care (ANC) 1. Pengertian ANC Menurut Prawirohardjo (2002), ANC adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil sehingga mampu
BAB 1 PENDAHULUAN. instrumental. Orang menghargai kesehatan karena kesehatan ikut mendasari
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan bukanlah suatu nilai akhir melainkan lebih merupakan nilai instrumental. Orang menghargai kesehatan karena kesehatan ikut mendasari tercapainya tujuan yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Asuhan Kebidanan merupakan penerapan fungsi dan kegiatan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuhan Kebidanan merupakan penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam
BAB I PENDAHULUAN. Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang bersangkutan. Hemoglobin merupakan protein berpigmen
GIZI WANITA HAMIL SEMESTER VI - 6 DAN 7
GIZI WANITA HAMIL SEMESTER VI - 6 DAN 7 METABOLISME MINERAL PADA WANITA HAMIL : KALSIUM DAN FOSFOR Selama kehamilan metabolisme kalsium dan fosfor mengalami perubahan. ABSORBSI kalsium dalam darah menurun
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jawa Tengah kotamadya Salatiga. Lokasi puskesmas Sidorejo
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Puskesmas Sidorejo Kidul Salatiga, terletak di Propinsi Jawa Tengah kotamadya Salatiga. Lokasi puskesmas Sidorejo
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Motivasi 1. Defenisi motivasi Istilah motivasi berasal dari bahasa latin, yakni movere yang berarti menggerakan (Winardi, 2007). Swanburg 2002 mendefenisikan motivasi sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ibu hamil merupakan penentu generasi mendatang, selama periode kehamilan ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ibu hamil merupakan penentu generasi mendatang, selama periode kehamilan ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk memenuhi tumbuh kembang janinnya. Saat ini
BAB I PENDAHULUAN. kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat
BAB 1 PENDAHULUAN. setiap saat yang dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi (Marmi, 2011:11).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan LTA Pada dasarnya proses kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu kejadian yang fisiologis/alamiah, namun
BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut Manuaba (2010),
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anemia pada kehamilan merupakan masalah yang umum karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan masa dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Lama hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid
BAB I PENDAHULUAN. Anemia gizi besi pada ibu hamil masih merupakan salah satu masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anemia gizi besi pada ibu hamil masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia karena prevalensinya cukup tinggi. Penyebab utama anemia ini adalah kekurangan
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu maka salah satu indikator
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tergolong tinggi. Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu maka salah satu indikator terpenting untuk menilai kualitas
BAB I. sel darah normal pada kehamilan. (Varney,2007,p.623) sampai 89% dengan menetapkan kadar Hb 11gr% sebagai dasarnya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin di dalam sirkulasi darah. Perubahan fisiologis alami yang terjadi
kekurangan energi kronik (pada remaja puteri)
kekurangan energi kronik (pada remaja puteri) BAB I PENDAHALUAN A. LATAR BELAKANG Masalah gizi masih merupakan beban berat bagi bangsa, hakekatnya berpangkal dari keadaan ekonomi dan pengetahuan masyarakat,
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015 Resa Valentri*, Dessy Hertati, Nobella Kristia Angelina Akademi Kebidanan Betang Asi Raya, Jln.Ir.Soekarno No.7
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Air merupakan komponen terbesar tubuh kita, yaitu sekitar 60% berat badan. Komposisi cairan tubuh terdiri dari cairan intraseluler 65% dan cairan ekstraseluler
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan mempunyai arti yang sangat penting bagi manusia, karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan mempunyai arti yang sangat penting bagi manusia, karena tanpa kesehatan yang optimal manusia tidak dapat melakukan semua aktifitas kesehariannnya dengan sempurna.perilaku
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.konsep pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan, yaitu pembangunan yang telah memperhitungkan
BAB 1 PENDAHULUAN. sehat (Pantikawati dan Saryono,2010:1). Namun, dalam prosesnya terdapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat (Pantikawati dan Saryono,2010:1). Namun, dalam prosesnya terdapat kemungkinan suatu keadaan
BAB I PENDAHULUAN. defisiensi vitamin A, dan defisiensi yodium (Depkes RI, 2003).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah gizi seimbang di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup berat. Pada hakikatnya berpangkal pada keadaan ekonomi yang kurang dan terbatasnya pengetahuan
HASIL DAN PEMBAHASAN
49 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Sampel Hasil pemilahan data dari sebanyak 2.822 rumah tangga yang mempunyai anak usia 6-11 bulan yang berasal dari 10 provinsi di Sumatera, hanya 1.749 rumah tangga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan cukup bulan / aterm (Nazriah, 2011). Lama kehamilan yaitu 280 hari atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kehamilan 1. Defenisi Kehamilan adalah suatu proses pembuahan mulai dari kontrasepsi sampai dengan cukup bulan / aterm (Nazriah, 2011). Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Zat besi Besi (Fe) adalah salah satu mineral zat gizi mikro esensial dalam kehidupan manusia. Tubuh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi di ASEAN. Menurut data SDKI tahun 2007 didapatkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Rumah Sakit RSUD dr. Moewardi. 1. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Rumah Sakit RSUD dr. Moewardi 1. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi RSUD dr. Moewardi adalah rumah sakit umum milik pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia kematian ibu melahirkan masih merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan. Sampai saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menempati teratas di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Karakteristik Menurut Azwar (1996), karakteristik adalah suatu ciri khas yang dimilki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Karakteristik Menurut Azwar (1996), karakteristik adalah suatu ciri khas yang dimilki oleh seseorang, dengan karakteristik yang dimilki seseorang akan mendorong suatu
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA BIDAN DESA TENTANG PELAYANAN ANTENATAL DI KABUPATEN PIDIE TAHUN 2014
77 KUESIONER PENELITIAN SETELAH UJI VALIDITAS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA BIDAN DESA TENTANG PELAYANAN ANTENATAL DI KABUPATEN PIDIE TAHUN 2014. Responden :... (Diisi peneliti) Petunjuk pengisian
BAB I PENDAHULUAN. kehamilan. Dalam periode kehamilan ini ibu membutuhkan asupan makanan sumber energi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Periode Kehamilan merupakan masa dimulainya konsepsi (pembuahan) hingga permulaan persalinan. Ibu yang sedang hamil mengalami proses pertumbuhan yaitu pertumbuhan fetus
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Persalinan sectio caesaria adalah proses melahirkan janin melalui insisi pada
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Persalinan Sectio caesaria Persalinan sectio caesaria adalah proses melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi).(william,
BAB 1 PENDAHULUAN. makanan dan penggunaan zat-zat gizi diikuti dengan keseimbangan antara jumlah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah menetapkan rencana aksi pembinaan gizi yang sangat erat kaitannya dengan status gizi masyarakat karena dengan status gizi yang baik akan menghasilkan manusia
GIZI DAUR HIDUP: Gizi Ibu Hamil
GIZI DAUR HIDUP: Gizi Ibu Hamil By Suyatno,, Ir., MKes. Contact: E-mail: [email protected] Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp Telp: : 08122815730 / 024-70251915 Fisiologis Kehamilan Kehamilan:
BAB IV PEMBAHASAN. minggu sampai bersalin, nifas serta asuhan pada bayi selama masa neonatus.
BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini penulis melakukan analisis asuhan kebidanan pada Ny. A 32 tahun G2P1A0. Penulis melakukan asuhan mulai dari usia kehamilan 27 minggu sampai bersalin, nifas serta asuhan pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Wiknjosastro (2002, hal 154), Antenatal Care ialah Pengawasan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemeriksaan kehamilan 1. Defenisi Menurut Wiknjosastro (2002, hal 154), Antenatal Care ialah Pengawasan sebelum anak lahir terutama ditujukan pada anak. Setiap wanita hamil menghadapi
BAB IV PEMBAHASAN. Pada bab ini berisi pembahasan asuhan kebidanan pada Ny.S di
BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini berisi pembahasan asuhan kebidanan pada Ny.S di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdadap Kabupaten Pekalongan, ada beberapa hal yang ingin penulis uraikan, dan membahas asuhan
HASIL DAN PEMBAHASAN
27 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Sosial Ekonomi Sampel dalam penelitian ini adalah wanita dewasa dengan rentang usia 20-55 tahun. Menurut Hurlock (2004) rentang usia sampel penelitian ini dapat dikelompokkan
BAB 1 PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh keadaan gizi (Kemenkes, 2014). Indonesia merupakan akibat penyakit tidak menular.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi
BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap
Nutrition in Elderly
Nutrition in Elderly Hub gizi dg usia lanjut Berperan besar dalam longevity dan proses penuaan Percobaan pada tikus: restriksi diet memperpanjang usia hidup Menurunkan peny kronis Peningkatan konsumsi
BAB 1 PENDAHULUAN. tidak kalah penting dalam memberikan bantuan dan dukungan pada ibu. bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan (Sumarah, dkk. 2008:1).
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Peranan
BAB I PENDAHULUAN. tinggi, menurut World Health Organization (WHO) (2013), prevalensi anemia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi
Upaya Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Penelitian yang berjudul Hubungan Pengetahuan Ibu tentang gizi dengan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III di Poli Kebidanan RSUD kota Langsa Tahun 2014.
BAB I PENDAHULUAN. Masa Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Millenium Development
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Millenium Development Goal s (MDG s) Sesuai target Nasional menurut MDGs yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar
PENGERTIAN ASUHAN ANTENATAL. Asuhan antenatal adalah : Asuhan yang diberikan untuk ibu sebelum kelahiran. (Depkes, 2003).
ASUHAN ANTENATAL PENGERTIAN ASUHAN ANTENATAL Asuhan antenatal adalah : Asuhan yang diberikan untuk ibu sebelum kelahiran. (Depkes, 2003). Tujuan asuhan antenatal : Memantau kemajuan kehamilan Mempertahankan
PELAYANAN KESEHATAN DASAR
Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi
Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai
Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat
BAB 1 PENDAHULUAN. kapasitas/kemampuan atau produktifitas kerja. Penyebab paling umum dari anemia
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu penentu kualitas sumberdaya manusia adalah gizi yang seimbang. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan,
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan sistem reproduksi
HASIL DAN PEMBAHASAN
23 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Contoh Karakteristik contoh meliputi usia, pendidikan, status pekerjaan, jenis pekerjaan, riwayat kehamilan serta pengeluaran/bulan untuk susu. Karakteristik contoh
