BAB I PENDAHULUAN. repository.unisba.ac.id
|
|
|
- Sudirman Tedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN Kota menurut Bintarto (1989) dalam Pramono (2006) disebutkan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya materialistis. Dapat juga diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar disertai corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah di belakangnya. Kota identik dengan kepadatan populasi penduduknya. Populasi dari Kota tersebut berisikan penduduk yang bersifat heterogen dalam jenis kegiatan dan tingkat sosial ekonomi. Dilihat dari sudut pandang lain, Kota menurut Landry (1995) dalam Manisyah (2009) merupakan tempat bagi penduduknya untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mengembangkan potensi, aspirasi, mimpi serta ide-ide. Aktivitas yang dilakukan didalam kota akan menciptakan sebuah interaksi antar indidvidu yang heterogen tadi. Interaksi yang terjadi di dalam kota ini dapat menciptakan ide-ide baru yang tentunya dapat memicu kekreativitasan. Hal ini seperti tersurat dalam hadist riwayat muslim: م ن س ن س نة ح س ن ة ف ل ه أ ج ر ه ا و أ ج ر م ن ع م ل ب ه ا Barang siapa melakukan hal baru yang baik maka ia mendapat pahalanya dan mendapat pula pahala orang lain yang mengerjakan hal baru yang baik itu. (HR. Muslim) Pesan ini mengandung motivasi untuk kreatif. Dalam bahasa Arab, sanna berarti melakukan hal baru, ketika hal yang baru itu bersifat baik maka kita harus memiliki inovasi dalam berbagai hal yang disebut kreatifitas. Hadits ini adalah salah satu kebanggaan ummat Islam karena mengandung konsep modern, dan itu berarti sebenarnya pemikiran ummat Islam sudah modern sejak empat belas abad yang silam. Dari hadist tersebut Islam sudah mengajarkan manusia untuk melakukan hal baru yang baik seperti memiliki kreatifitas. 1
2 2 1.1 Latar Belakang Pada tahun 2007, Bandung dipilih sebagai proyek percontohan Kota Kreatif se-asia timur dalam pertemuan Internasional Berbasis Ekonomi di Yokohama, Jepang. Survei Channel News Asia di Singapura pada tahun 2011 menyebutkan Bandung masuk dalam lima besar kota kreatif se-asia. Indikator survei dilihat dari branding yang dilakukan, pengaruh terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Siapa sangka, kota Bandung akan menjadi titik sentral pada perkembangan ekonomi masa depan yang berbasis industri kreatif. Setidaknya, tak hanya menjadi barometer bagi kawasan Indonesia, tetapi juga kawasan Asia Timur. Hal tersebut berawal dari pertemuan internasional kota berbasis ekonomi kreatif, yang dilaksanakan di Yokohama Jepang pada akhir Juli Pada pertemuan itu, Bandung memperoleh penghargaan sekaligus tantangan, dengan terpilih sebagai projek rintisan (pilot project) Kota Kreatif se-asia Timur. Pemilihan Bandung sebagai kota percontohan bukanlah tanpa alasan, mengingat dalam 10 tahun terakhir, industri kreatif di Bandung menunjukkan perkembangan signifikan dan memengaruhi tren anak muda di berbagai kota. Perkembangan tersebut menjadi daya tarik bagi para pelaku ekonomi kreatif di dunia, sehingga melalui projek percontohan ini, Bandung diharapkan mampu mempopulerkan semangat kota kreatif di dunia global. Projek yang bernama Bandung Creative City (BCC) itu direncanakan berjalan selama tiga tahun mulai Agustus 2008." Ada beberapa faktor menurut Landry dan Hyams (2012) yang membuat sebuah kota dapat dikatakan sebagai kota yang kreatif. Faktor-faktor tersebut meliputi adanya ruang-ruang kreatif di berbagai sudut kota, kalangan terdidik yang sadar untuk mengekspresikan ide kreativitasnya, adanya pemimpin dan kebijakan yang memberi ruang bagi terbukanya kemudahan mengembangkan berbagai industri kreatif, adanya pengaturan kewilayahan, toleransi, dan aksesibilitas termasuk bagaimana agar para penghuni kota dapat melakukan perjalanan mudah, murah, dan nyaman. Salah satu faktor pembentuk kota kreatif, seperti yang disebutkan Landry di atas adanya ruang kreatif di berbagai sudut kota. Salah satu bentuk ruang kreatif yang mulai dikembangkan di Kota Bandung saat ini adalah kampung kreatif. Salah satu wadah berkumpulnya creative class tersebut adalah golongan atau individu kreatif. Kampung kreatif tersebut lahir dari gagasan komunitas-
3 3 komunitas serta individu-individu kreatif di Kota Bandung yang menginginkan lebih banyak ruang kreatif. Setidaknya menurut penuturan Rahmat Djabaril, sudah ada 5 (lima) kampung yang dirintis dan diresmikan sebagai kampung kreatif, hasil kerja sama antara tokoh lokal dengan BCCF. Kampung tersebut antara lain Kampung Seni di Dago Pojok, Kampung Eksperimen Kreatif di Cicukang, Kampung Wisata Akustik di Cicadas, Kampung Kreatif Pasundan dan Kampung Taman Hewan. Lokasi yang dipilih sebagai wilayah studi ini adalah Kampung Kreatif Pasundan, Kampung Taman Hewan, dan Kampung Wisata Akustik di Cicadas. lokasi ini dipilih karena wilayah ini memiliki karakteristik yang berbeda dari segi pengembangan kampung dan memiliki lokasi yang berjauhan selain itu dua kampung yang lain Merupakan Kampung Kreatif Dago Pojok dan Kampung Eksperimen Kreatif di Cicukang sudah pernah dikaji sebelumnya. Wilayah kampung yang dijadikan ruang pengembangan kreativitas, menurut Patton dan Subanu (1988), terdiri dari dua macam. Pertama, wilayah yang terus menerus mengalami kemiskinan, sangat padat penduduk, dan terletak di tengah kota. Kedua adalah wilayah yang tidak terlalu padat, terletak di pinggiran kota, dan masyarakatnya berpendapatan lebih tinggi. Kampung jenis yang pertama dapat dikategorikan sebagai permukiman informal. Kampung yang ada di Kota Bandung termasuk dari dua macam kampung tersebut. Masalah-masalah yang terdapat pada permukiman padat di tengah kota terlihat amat kompleks, mulai dari wilayah pragmatis praktis hingga masalahmasalah yang lebih konseptual. Seperti masalah-masalah sosial, kultural, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Warga kampung seringkali menjadi bulanbulanan pembangunan, mereka terlantar dan cenderung tidak dilihat sebagai komunitas yang memiliki signifikasi yang pantas dilihat, padahal, mereka ikut mengembangkan roda perekonomian kota. Mengembalikan rasa kepemilikan warga dapat diwujudkan dengan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh sebuah kampung. Hal ini tersurat dalam firman Allah SWT. إ ن االله لاي غ ي ر م ا ب ق و م ح تى ي غ ي ر و ا م ا ب ا ن ف س ه م Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada suatu kaum hingga mereka merubahnya sendiri. [QS. Ar-Ra d : 11]
4 4 Berdasarkan ayat diatas disebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah sesuatu sampai kaum tersebut mau merubahnya sendiri. Secara tidak langsung Allah memerintahkan untuk manusia menciptakan suatu motivasi untuk kreatif dengan merubah manajemen sistem agar tidak tertinggal ketika yang lain maju. Bahkan dengan suatu permukiman yang kumuh kita dapat menjadi yang terdepan dengan menciptakan sesuatu yang kreatif. dengan kreatifitas yang tumbuh dari masyarakat. Kampung kreatif merupakan salah satu bentuk ruang kreatif faktor pembentuk kota kreatif di Kota Bandung. Proses pengembangan suatu kampung hingga dapat disebut sebagai kampung kreatif, merupakan suatu tahapan pengembangan bagi masyarakat kampung tersebut. Tahapan pengembangan yang dimaksud adalah fase bagi masyarakat untuk dapat ikut serta mengenali permasalahan di dalam wilayahnya hingga setelahnya diharapkan dapat ikut berpartisipasi melakukan pengembangan sesuai potensi kampungnya masingmasing. Pada setiap kampung rata-rata mempunyai permasalahan yang sama yaitu terdapat anak-anak muda yang sering nongkrong di pinggir jalan, mabukmabukan, dan pengangguran. Saat ini sudah banyak dilakukan penelitian mengenai keberadaan kreativitas dalam konsep perkotaan, namun masih sedikit yang membahas mengenai transformasi ruang kreatif di perkotaan. Oleh karena itu peneliti ingin memberikan alternatif referensi dengan meneliti lebih jauh mengenai "Transformasi Permukiman Kumuh-Kreatif di Kota Bandung (Studi Kasus: Kampung Wisata Akustik di Cicadas, Kampung Kreatif Pasundan, dan Kampung Taman Hewan)" 1.2 Rumusan Masalah Untuk memperkaya referensi mengenai transformasi permukiman kumuhkreatif di Kota Bandung, maka rumusan masalah penelitian ini adalah "Bagaimana proses transformasi dari kampung kumuh menuju kampung kreatif" 1.3 Tujuan,Sasaran, dan Manfaat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan proses transformasi dari kampung kumuh menuju kampung kreatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini memiliki beberapa sasaran, yaitu:
5 5 1. Untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong terjadinya perubahan dari permukiman kumuh menjadi kampung kreatif 2. Untuk mengetahui berapa lama dimensi waktu terjadinya perubahan dari permukiman kumuh menjadi kampung kreatif 3. Untuk mengetahui faktor yang dominan dalam mendukung terbentuknya kampung kreatif 4. Untuk mengetahui Bagaimana pandangan masyarakat terhadap adanya kampung kreatif Manfaat Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh manfaat yang didapat dari tujuan tersebut adalah: a. Manfaat akademis dari penelitian ini untuk disiplin ilmu perencanaan wilayah dan kota diharapkan agar hasil studi ini dapat menambah wawasan dan menjadi salah satu referensi dalam pengetahuan mengenai bagaimana proses transformasi perwujudan kampungkampung kreatif di Kota bandung sebagai salah satu perbaikan kampung kumuh melalui perwujudan kampung kreatif b. Manfaat bagi pemerintah adalah memberikan contoh nyata mengenai bagaimana proses tersebut menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat perkotaan 1.4 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini terbagi atas ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup materi Ruang Lingkup Wilayah Wilayah studi dalam penelitian ini adalah tiga kampung kreatif yang berada diwilayah berbeda, yaitu Kampung Akustik di Cicadas di wilayah RW 04, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kampung Taman Hewan berada diwilayah RW 08, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong dan Kampung kreatif Pasundan RW 04, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Jl. Pasundan no 51 Bandung. Alasan pemilihan ketiga wilayah tersebut adalah karena ketiganya merupakan kampung kreatif yang sudah lebih dulu terbentuk,
6 6 diresmikan dan masih akan terus dikembangkan. Ketiga kampung kreatif tersebut juga memiliki karakter yang berbeda Ruang Lingkup Materi Ruang lingkup materi dalam penelitian ini akan membahas beberapa hal meliputi: a. Tahapan pembentukan ruang kegiatan kreatif berupa kampung kreatif. Untuk dapat menguraikan tahapan tersebut, teori yang digunakan adalah "The Cycle of Urban Creativity" oleh Charles Landry. dalam teori tersebut terdapat lima tahapan yang dilakukan untuk membentuk suatu siklus kreativitas masyarakat perkotaan b. Tahapan dimensi waktu dalam terbentuknya suatu kampung kreatif. khususnya mengenai kampung kreatif yang sedang dikembangkan di Kota Bandung. c. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Analisis ini digunakan sebagai metode dalam penelitian ini karena mempertimbangkan bentuk data dan informasi yang dikumpulkan berupa hasil literatur, wawancara, dan hasil observasi yang memerlukan teknik untuk memahami dan menginterpretasikan data tersebut.
7 7
8 8
9 9
10 Sistematika Penulisan Sistematika pembahasan dalam penelitian ini secara garis besar adalah sebagai berikut: BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang dan rumusan masalah. berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut selanjutnya disusun tujuan dan sasaran dari penelitian ini. Pada bab ini juga dibahas ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini membahas tinjauan pustaka yang menjadi dasar acuan dalam penelitian ini. Pertama akan dibahas mengenai definisi permukiman, kumuh, permukiman kumuh, kota kreatif, kampung kreatif, serta teori urban creativity. BAB 3 KERANGKA BERFIKIR DAN METODOLOGI Pada bab ini akan membahas mengenai kerangka pemikiran dan metodologi yang menjadi dasar acuan untuk melakukan penelitian ini. BAB 4 GAMBARAN UMUM Pada bab ini dijelaskan mengenai program akupuntur kota milik BCCF serta profil Kelurahan Cikutra, Kelurahan Balonggede dan Kelurahan Lebak Siliwangi, wilayah dimana Kampung Wisata Akustik Cicadas, Kampung Kreatif Pasundan dan Kampung Taman Hewan. BAB 5 TAHAPAN SIKLUS URBAN CREATIVITY PADA PEMBENTUKAN KAMPUNG KREATIF Bab ini berisi analisis implementasi teori siklus urban creativity yang diterapkan pada tahapan pembentukan kampung kreatif di Kota Bandung, merujuk pada kondisi yang terjadi di Kampung Wisata Akustik Cicadas, Kampung Kreatif Pasundan dan Kampung Taman Hewan. BAB 6 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab terakhir ini, berisi tiga bagian, yaitu kesimpulan, temuan studi dan rekomendasi. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Setelah dilakukan pemaparan hasil analisis pada bab lima, maka ada beberapa hal penting terkait transformasi permukiman kumuh kreatif di Kota Bandung. Pemaparan akan dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. secara sistematis dan terencana dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kualitas manusia yang dalam pelaksanaanya merupakan suatu proses yang berkesinambungan pada setiap jenis
Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota ISSN:
Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota ISSN: 24606480 Transformasi Permukiman Kumuh Kreatif Di Kota Bandung (Studi Kasus: Kampung Wisata Akustik Di Cicadas, Kampung Kreatif Pasundan, Dan Kampung Taman
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan lewat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan lewat pendidikan diharapkan akan dapat dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Yakni sumber
BAB IV PEMBAHASAN. segala hal yang akan dijalankan dalam usahanya. dan tidak dapat melihat pasar yang sesungguhnya benar - benar ada.
BAB IV PEMBAHASAN A. Motivasi Pelaku Usaha di Lingkungan Pusat Pengembangan Bisnis UIN Sunan Ampel Surabaya 1. Percaya Diri Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden, diketahui bahwa kepercayaan
BAB I PENDAHULUAN. persaingan di berbagai negara. Dengan bantuan dari berbagai media, pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pendidikan yang saat ini sedang berkembang pesat membuat persaingan di berbagai negara. Dengan bantuan dari berbagai media, pengetahuan dapat di peroleh dengan
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH SD MUHAMMADIYAH NGLUWAR MAGELANG SKRIPSI. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH SD MUHAMMADIYAH NGLUWAR MAGELANG SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) strata Satu pada Prodi Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan. dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara 1
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu kebanggaan bagi setiap orang tua adalah memiliki anak-anak
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu kebanggaan bagi setiap orang tua adalah memiliki anak-anak yang mandiri. Kemandirian yang diharapkan oleh orang tua untuk anaknya yaitu kemandirian
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan masyarakat adalah orang-orang dewasa, orang-orang yang. dan para pemimpin formal maupun informal.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan pendidikan. Pendidikan dalam lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. Selain ayat al-qur an juga terdapat sunnah Rasulallah SAW yang berbunyi:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah al-qur an merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril, sebagai kitab suci bagi umat Islam yang berisi pedoman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pembelajaran. Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan
BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat ialah tentang kejahatan. Kejahatan adalah suatu
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu persoalan yang sering muncul ke permukaan dalam kehidupan bermasyarakat ialah tentang kejahatan. Kejahatan adalah suatu gejala politik. Apa yang dirumuskan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Firman Allah SWT. Dalam Surat Al-Mujaadilah [58:11]:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Firman Allah SWT. Dalam Surat Al-Mujaadilah [58:11]: ي ا أ ي ه ا آم ن وال إ ذ ا ق يل ل ك م ت ف س ح وا ف ي ل م ج ال س ف اف س ح وا ي ف س ح الل ه ل ك م و إ ذ ا ق يل ان
BAB I PENDAHULUAN. haliniberdasarkanpendapat yang telahdikemukakanolehsahabat Umar bin Khattab. Dan padakesempatanlainseorangpenyairpernahberkata:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mempelajaribahasa Arabmerupakansalahsatuanjuran agama islam, haliniberdasarkanpendapat yang telahdikemukakanolehsahabat Umar bin Khattab RA: 1 أ ح ر ص و ا ع لى ت ع لم
BAB I PENDAHULUAN. sebagai upaya kaum muslimin untuk mendasari segenap aspek kehidupan. ekonominya berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bank Syariah merupakan lembaga keungan layaknya Bank Konvensional tetapi menggunakan prinsip syariah yaitu keadilan, keseimbangan dan kemaslahatan. Kegiatan utama bank
BAB I PENDAHULUAN. akan pentingnya pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan, dimana pendidikan sendiri tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sifatnya mutlak baik dalam
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi seseorang. Dengan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTIMACY PASANGAN SUAMI ISTRI (Studi Kasus Pada Pasangan Suami Istri Di Fase Dewasa Madya)
i FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTIMACY PASANGAN SUAMI ISTRI (Studi Kasus Pada Pasangan Suami Istri Di Fase Dewasa Madya) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar S-1 Fakultas Psikologi
BAB I PENDAHULUAN. Proses pembangunan yang sedang berlangsung di negara ini disertai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembangunan yang sedang berlangsung di negara ini disertai pula dengan pembangunan dalam pendidikan. Karena pendidikan salah satu tolak ukur kelancaran dan kemampuan
BAB I PENDAHULUAN. selesai sampai kapanpun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini, karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapanpun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini, karena pendidikan
BAB V PEMBAHASAN. bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengembangan karir dan
BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti telah terbukti bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap komitmen
BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian. Tugas utama siswa di sekolah adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menumbuhkan dan mengamalkan sikap dalam kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. telepon, bahkan sekarang beralih ke internet atau media sosial.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan teknologi di Indonesia semakin melesat beberapa tahun terakhir. Ini semua mengakibatkan berubahnya pola berfikir dan berperilaku manusia. Contohnya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Definisi Operasional. membudayakan manusia. Melalui pendidikan segala potensi sumber daya manusia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Definisi Operasional 1. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar bertujuan yang pada hakikatnya adalah membudayakan manusia. Melalui pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. sering dilakukan oleh banyak orang Islam, beberapa diantaranya adalah dengan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kehidupan spiritual setiap orang seringkali mengalami pasang surut, ada kalanya mengalami kehampaan sehingga timbul hasrat ingin mengisi kekosongan qalbunya.
BAB I PENDAHULUAN. Belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah berhenti dilakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah berhenti dilakukan manusia selama hidupnya. Melalui proses belajar, manusia dapat memperoleh berbagai pengetahuan.
BAB I PENDAHULUAN. rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam UUD RI Tahun 1945 pasal 31 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat 3 menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan
BAB I PENDAHULUAN. tertentu saja, melainkan seluruh individu yang mengaku dirinya muslim. 1
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dakwah merupakan bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan hidup agama Islam, tidak mungkin Islam dapat bertahan di tengah masyarakat bila tidak
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sudah dirasakan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini telah berjalan begitu pesat. Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ISMUBA PADA ANAK YANG ORANG TUANYA BERCERAI DI SMP MUHAMMADIYAH KASIHAN BANTUL
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ISMUBA PADA ANAK YANG ORANG TUANYA BERCERAI DI SMP MUHAMMADIYAH KASIHAN BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menumbuh kembangkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi peserta didik melalui kegiatan pengajaran. Menurut Sugiyono (2013:42) pendidikan adalah
BAB I PENDAHULUAN. dapat menghadapi segala tantangan yang akan timbul, lebih-lebih dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan masalah fundamental dalam pembangunan bangsa dan merupakan bekal yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda agar kelak dapat menghadapi
BAB I PENDAHULUAN. siswa untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik lisan maupun
BAB I PENDAHULUAN. maju. Dalam Al-qur an surah ar-ra du ayat 11 Allah SWT berfirman:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan mutu pendidikan terus dilaksanakan, terutama untuk menunjang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi mewujudkan suatu bangsa yang maju. Dalam Al-qur
BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah diajarkannya cara menulis Al-Quran dan Hadits. Pembelajaran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mampu dan terampil menulis dengan baik dan benar menjadi salah satu tujuan pembelajaran di sekolah, baik yang formal maupun informal. Salah satu yang diajarkan di
BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN
BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN A. Analisis dari Aspek Akadnya Sebagaimana yang telah penulis jelaskan
Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang. disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar dijadikan sebagai
BAB VI PERUBAHAN YANG TERJADI PASCA PENDAMPINGAN. A. Kondisi Kemandirian Masyarakat Karang Rejo Gang 6
108 BAB VI PERUBAHAN YANG TERJADI PASCA PENDAMPINGAN A. Kondisi Kemandirian Masyarakat Karang Rejo Gang 6 Masyarakat Karang Rejo Gang 6 sebagai masyarakat yang tinggal di tengah sempitnya keadaan lahan
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang menghasilkan nilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. interaksi yang bernilai
BAB I PENDAHULUAN. Atau dalam istilah lain yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur luar sekolah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan merupakan suatu proses yang panjang diselenggarakan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, baik secara formal maupun
BAB I PENDAHULUAN. agama. Sistem ekonomi Islam merupakan suatu sistem ekonomi yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah agama yang universal yang sangat memperhatikan segala aspek kesetaraan masalah egiologi, politik, ekonomi spiritual di dalam kehidupan. Masyarakat
إ ن أ ح س ن ت م أ ح س ن ت م لا ن ف س ك م و إ ن أ س ا ت م ف ل ه ا
Majalah MATAN edisi 129, April 2017 Memanfaatkan Diri untuk Orang Lain Oleh: Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag. Kaprodi PBA Universitas Muhammadiyah Malang إ ن أ ح س ن ت م أ ح س ن ت م لا ن ف س ك م و إ ن أ س ا ت
BAB I PENDAHULUAN. bangsa yang maju.pada Al-qur an surah ar-ra d ayat 11 Allah SWT berfirman:
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan mutu pendidikan terus dilaksanakan, terutama untuk menunjang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi mewujudkan suatu bangsa yang maju.pada
BAB I PENDAHULUAN. Sehubungan dengan itu Allah Swt berfirman dalam Alquran surah At-Tahrim
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diperoleh melalui jalur sekolah dan luar sekolah, salah satu jalur pendidikan luar sekolah adalah keluarga. Keluarga merupakan penanggung jawab pertama
A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan Mahar Dalam Pernikahan Gadis dan. 1. Analisis prosesi tradisi standarisasi penetapan mahar
49 BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI STANDARISASI PENETAPAN MAHAR DALAM PERNIKAHAN GADIS DAN JANDA DI DESA GUA-GUA KECAMATAN RAAS KABUPATEN SUMENEP A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengaruh kehidupan modern, wanita semakin hari semakin
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengaruh kehidupan modern, wanita semakin hari semakin disibukan untuk memegang peranan penting di luar rumah, padahal bersamaan dengan itu mereka dituntut
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan, bahkan termuat dalam undang-undang pendidikan nasional, karena pendidikan agama mutlak
BAB I PENDAHULUAN. Kemiskinan merupakan tantangan utama yang dihadapi negara-negara. Asia-Afrika. Jika menggunakan indikator Bank Dunia, yang mematok
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemiskinan merupakan tantangan utama yang dihadapi negara-negara Asia-Afrika. Jika menggunakan indikator Bank Dunia, yang mematok penghasilan penduduk di bawah US$ 1
BAB I LATAR BELAKANG. kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya,
BAB I LATAR BELAKANG A. Latar Belakang Pendidikan yaitu mengajarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya, maupun terhadap ketajaman
BAB I PENDAHULUAN. samawi lain yang datang sebelumnya. Allah Swt. mewahyukan al-quran kepada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Agama Islam merupakan agama samawi yang sempurna diantara agama samawi lain yang datang sebelumnya. Allah Swt. mewahyukan al-quran kepada Nabi Muhammad saw sebagai
SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Matematika
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER GENAP MTs USWATUN HASANAH MANGKANG TAHUN PELAJARAN
BAB I PENDAHULUAN. sering diterjemahkan dengan tarbiyah yang berarti pendidikan. 1 Istilah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Dalam bahasa arab sering diterjemahkan dengan
BAB I PENDAHULUAN. mental, emosional, sosial dan fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Masa remaja merupakan masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosial-emosional (Santrock, 2003). Menurut
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan hidup secara tepat dimasa akan datang atau dapat juga didefinisikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar yang dikakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang
BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN UPAH DENGAN KULIT HEWAN KURBAN DI DESA JREBENG KIDUL KECAMATAN WONOASIH KABUPATEN PROBOLINGGO
BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN UPAH DENGAN KULIT HEWAN KURBAN DI DESA JREBENG KIDUL KECAMATAN WONOASIH KABUPATEN PROBOLINGGO Setelah memberikan gambaran tentang praktik pengupahan kulit
MERAIH KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN MENELADANI RASULULLAH
MERAIH KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN MENELADANI RASULULLAH OLEH : DR. HJ. ISNAWATI RAIS, MA RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA (RSIJ) CEMPAKA PUTIH FISIKA SELASA, DEPARTMENT 14 FEBRUARI 2012 State Islamic
BAB I PENDAHULUAN. Pesantren merupakan pusat pendidikan Islam di Indonesia, tempat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesantren merupakan pusat pendidikan Islam di Indonesia, tempat orang berkumpul untuk mempelajari agama Islam dengan sistem asrama atau pondok, di mana Kyai
YANG HARAM UNTUK DINIKAHI
YANG HARAM UNTUK DINIKAHI حفظه هللا Ustadz Kholid Syamhudi, Lc Publication : 1437 H_2016 M RINGHASAN FIKIH ISLAM: Yang Haram Untuk Dinikahi حفظه هللا Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi Disalin dari web Beliau
Adalah Sebagian Dari IMAN حفظو هللا Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-sidawi
Hadits PALSU: Cinta Tanah Air Adalah Sebagian Dari IMAN حفظو هللا Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-sidawi Re-Publication : 1437 H_2016 M Hadits Palsu: Cinta Tanah Air Adalah Sebagian Dari Iman حفظو
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan sebagaimana hadist Rasulullah S.AW yang berbunyi: Artinya : Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sangatlah penting untuk menunjang masa depan seseorang. Pendidikan tujuannya adalah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, yang mana ilmu pengetahuan ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. dalam kesehariannya. Dalam al-qur an dan al-hadist telah menjelaskan bahwa Allah SWT
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan manusia di bumi ini tidak lepas dari orang lain, setiap orang saling membutuhkan satu sama lain, setiap orang saling
KLONING FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000. Tentang KLONING
15 FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 23-27 Rabi ul Akhir 1421 H./25-29
BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pendidikan adalah usaha sadar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum atau lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan merupakan bentuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan dan tindakan yang diambil akan bertentangan dengan normanorma
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik dalam berkeluarga, bermasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan
BAB I PENDAHULUAN. hukum Islam. Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan syariah adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam. Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam
BAB IV ANALISIS PERTANGGUNG JAWABAN PEMERIKSAAN TERSANGKA PENGIDAP GANGGUAN JIWA MENURUT HUKUM PIDANA POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM
BAB IV ANALISIS PERTANGGUNG JAWABAN PEMERIKSAAN TERSANGKA PENGIDAP GANGGUAN JIWA MENURUT HUKUM PIDANA POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM A. Persamaan dalam Pertanggung Jawaban Tersangka yang Diduga Mengidap
BAB I PENDAHULUAN. yang dalam ensiklopedia islam diartikan sebagai ajakan kepada islam. Jadi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara bahasa dakwah berasal dari bahasa arab yakni da
Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR
Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR حفظه هللا Ustadz Abu Ismail Muslim al-atsari Publication 1436 H/ 2015 M MENZHALIMI RAKYAT TERMASUK DOSA BESAR Sumber: Majalah As-Sunnah, No.08 Thn.XVIII_1436H/2014M
BAB I PENDAHULUAN. menghayati kandungan isinya. Buta aksara membaca al-qur an ini
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur an merupakan kitab suci ummat Islam yang diharapkan menjadi pembimbing dan pedoman dalam kehidupan. Didalamnya terkandung berbagai nilai dan konsep
BAB I PENDAHULUAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Al-Qur an menganjurkan manusia untuk beriman dan berilmu pengetahuan sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al- Mujadalah ayat 11: ي أ ه ي اا ذ ل ي ن ا م ن و ا ا ذ اق
BAB I PENDAHULUAN. Mulai meningkatnya angka kejahatan di Indonesia semakin marak dan terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mulai meningkatnya angka kejahatan di Indonesia semakin marak dan terjadi beragam kasus. Dewasa ini, kejahatan yang bersifat kriminal memang sering terjadi. Pada kebanyakan
SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan Matematika
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING SECARA BERKELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK FUNGSI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs NEGERI 1 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI
memberikan gairah dan motivasi kepada para siswa. Sesuai dengan Undang dengan visi misi pendidikan nasional dan reformasi pendidikan menyebutkan
2 Seorang guru harus bisa menciptakan suasana kelas yang dapat memberikan gairah dan motivasi kepada para siswa. Sesuai dengan Undang undang RI No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS)
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu masalah yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Selama ini dalam proses pembelajaran siswa kurang mendapat
BAB I PENDAHULUAN. negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar
negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki perundang-undangan sebagai kitab hukumnya.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Allah Swt. menciptakan manusia di bumi ini dengan dua jenis yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Allah Swt. menciptakan manusia di bumi ini dengan dua jenis yang berbeda yaitu laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia agar
BAB I PENDAHULUAN. Allah swt Berfirman. dalam surat Al-Mujadallah ayat 11.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan dunia pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dalam pembangunan nasional. Melalui pendidikan inilah diharapkan akan lahir manusia Indonesia
BAB VI REFLEKSI PENDAMPINGAN (MEMBANGUN KESADARAN PENGRAJIN BATU MERAH TERHADAP BELENGGU JURAGAN) A. Melepas Belenggu Monopoli Modal Juragan
95 BAB VI REFLEKSI PENDAMPINGAN (MEMBANGUN KESADARAN PENGRAJIN BATU MERAH TERHADAP BELENGGU JURAGAN) A. Melepas Belenggu Monopoli Modal Juragan Problem terbesar pengrajin batu merah Pelem adalah terbelenggunya
BAB I PENDAHULUAN. dan mendidik hingga pada akhirnya terjadi keseimbangan antara fisik dan mental.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah masalah yang penting untuk diperhatikan bersama oleh semua pihak, baik pemerintah, orang tua maupun masyarakat. Pendidikan merupakan suatu
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan tidak dapat diukur dengan uang ataupun harta kekayaan yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan sebuah anugerah Allah yang tak ternilai bagi manusia. Dengan kesehatan manusia dapat beraktivitas maupun bekerja secara optimal. Kesehatan tidak
BAB I PENDAHULUAN. Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan yang sah, pergaulan laki-laki dan perempuan terjadi secara terhormat
