3.1 Metode yang digunakan. gunakan dalam penelitian.
|
|
|
- Dewi Susanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 METODE PENELITIAN 3.1 Metode yang digunakan Menurut Sujoko, Stevanus, dan Yuliawati (2007:7) Metode penelitian merupakan bagian dari metodologi yang secara khusus mendeskripsikan tentang cara mengumpulkan data dan menganalisis data. Berdasarkan pernyataan diatas dapat diketahui bahwa metode penelitian merupakan suatu cara untuk dapat memahami suatu objek penelitian dengan memandu peneliti dengan urutan-urutan bagaimana penelitian dilakukan yang meliputi teknik dan prosedur yang di gunakan dalam penelitian. Metode utama yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, menurut Metode eksperimen merupakan bagian dari metode kuantitatif, dan memiliki ciri khas tersendiri terutama dengan adanya kelompok kontrol. Dalam bidang sains, penelitian-penelitian dapat menggunakan desain eksperimen karena variabel-variabel dapat dipilih dan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi proses eksperimen itu dapat dikontrol secara ketat. Sehingga dalam metode ini, peneliti memanipulasi paling sedikit satu variabel, mengontrol variabel lain yang relevan, dan mengobservasi pengaruhnya terhadap variabel terikat. Manipulasi variabel bebas inilah yang merupakan salah satu karakteristik yang membedakan penelitian eksperimental dari penelitian-penelitian lain. Sedangkan pendekatan kualitatif ini digunakan untuk merumuskan kajian yang
2 mengambil contoh situs web pada wisata bahari berbasis kelautan. Secara garis besar penelitian dibagi kedalam empat tahapan penelitian dan dilengkapi dengan berbagai metodologi seperti yang dapat digambarkan pada diagram rancangan penelitian berikut ini: Destinasi Wisata Bahari Kepulauan Seribu Riset Awal dan Penggolongan Observasi Pra Riset Literatur & Deskriptif Riset Eksperimen di Kelas Menstimuli Responden Classical Conditioning Rekomendasi Strategis Eksperimen Pada Wisatawan Remaja Rekomendasi Pengaruh Web Pada Sikap Wisatawan Remaja terhadap Destinasi Kepulauan MANOVA GLM Gambar 3.1 Diagram Rancangan Penelitian
3 Penelitian ini merupakan penelitian ilmiah yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ilmiah tersebut dapat diartikan sebagai suatu upaya pengamatan secara sistematis terhadap suatu objek penelitian untuk memperoleh fakta-fakta atau falsafah-falsafah baru. Prosedur bagi suatu penelitian dikenal sebagai metode ilmiah (scientific method), yang meskipun sulit didefinisikan secara tegas, menurut Hanafiah (2010) biasanya meliputi unsurunsur: 1. Fakta Observasi: Suatu ilmu dikatakan berawal dari observasi (pengamatan) yang kemudian dimantapkan sebagai suatu ilmu setelah cukup fakta-fakta yang dihasilkan lewat observasi tersebut untuk mendukungnya. 2. Hipotesis: Merupakan suatu pertanyaan sementara (tentative idea) yang menjadi dasar tentang bagaimana fakta-fakta itu akan diinterpretasikan dan dijelaskan. 3. Percobaan: Percobaan adalah suatu tindakan coba-coba (trial) yang dirancang untuk menguji keabsahan (validity) dari hipotesis yang diajukan. Percobaan merupakan suatu alat penelitian yang digunakan untuk menyelidiki sesuatu yang belum diketahui atau untuk menguji suatu teori (principle) atau hipotesis. Percobaan ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang mendasari suatu percobaan diselidiki untuk dijawab atas dasar penerimaan atau penolakan hipotesis yang diajukan.
4 Desain penelitian memberikan rancangan dan struktur bagi peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian secara sahih, obyektif dan akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami pertanyaan penelitian yang harus dijawab dan mengidentifikasi faktor atau variabel yang ingin kita pahami (variabel dependen). Langkah kedua adalah memilih variabel independen yang akan digunakan untuk mengembangkan hipotesis. Langkah ketiga adalah menetralisir pengaruh hipotesis rival sebanyak mungkin dengan cara mengontrol pengaruh extraneous variable (variabel yang mungkin berpengaruh terhadap variabel dependen tetapi tidak menjadi perhatian utama dari penelitian tersebut). Dengan kata lain, ingin mengetahui pengaruh variabel independen yang kita pilih terhadap variabel dependen. Variabel yang kita manipulasi dan perubahannya diduga menghasilkan perubahan terhadap variabel lainnya disebut variabel independen (sering disingkat IV). Variabel yang levelnya tergantung dari level variabel sebelumnya disebut dengan variabel dependen atau disingkat DV. 3.4 Tujuan dan Kelebihan Desain Eksperimen Tujuan yang ingin dicapai dari desain eksperimen adalah untuk memperoleh atau mengumpulkan informasi yang sebanyak-banyaknya yang diperlukan dan berguna dalam melakukan penyelidikan persoalan yang akan dibahas. Perencanaan yang baik harus bersifat:
5 digariskan. b. Terkelola yaitu berkenaan dengan kenyataan adanya berbagai keterbatasan atau kendala yang terdapat dalam pelaksanaan percobaan maupun analisis data. c. Efisien yaitu berkenaan dengan dana, sumberdaya, dan waktu. d. Dapat dipantau, dikendalikan, dan dievaluasi. (Suwanda. 2011) Ada dua kelebihan utama dari penelitian eksperimental (Christensen, 2001), yaitu: (1) kemampuan untuk membuktikan hubungan sebab akibat, dan (2) kemampuan untuk memanipulasi secara tepat satu atau lebih variabel yang diinginkan peneliti. (Seniati et al : 2011) Kelebihan pertama, dalam penelitian eksperimental kesimpulan mengenai hubungan sebab akibat yang diperoleh bahwa VB menyebabkan VT, lebih kuat dibandingkan hasil penelitian non eksperimental. Artinya bahwa VT yang terjadi atau muncul dalam atau faktor-faktor lainnya. Kelebihan kedua, dalam penelitian eksperimental, peneliti dapat memanipulasi VB untuk dilihat pengaruhnya terhadap VT. Manipulasi dapat dilakukan dengan bermaca-macam cara. ((Seniati et al : 2011)) 3.5 Eksperimen psikologis (psychological experiment) Menurut Seniati et al (2011) yang mengkutip dari Christensen (2001) menyebutkan bahwa eksperimen psikologis adalah observasi yang objektif yang
6 yaitu penyelidikan dimana minimal salah satu variabel dimanipulasi untuk Randomisasi adalah memasukkan subjek penelitian secara acak ke dalam masing- mempelajari hubungan sebab akibat. Manipulasi maksudnya adalah peneliti memberikan sesuatu kepada subjek penelitian. Sesuatu yang diberikan ini disebut sebagai VB (variabel bebas). Suatu variabel disebut VB karena peneliti punya kebebasan untuk dimaksudkan untuk dilihat pengaruhnya kepada sesuatu yang akan terjadi subjek. Manipulasi adalah memberikan perlakuan atau mengkondisikan keadaan/kejadian yang berbeda kepada subjek penelitian. Dalam penelitian eksperimental, peneliti mempunyai kuasa atau kontrol untuk memberikan sejumlah VB kepada suatu kelompok subjek dan memberikan sejumlah VB yang berbeda pada kelompok subjek lainnya. Dalam situasi yang terkontrol ketat dimaksudkan bahwa dalam penelitian eksperimental diusahakan agar suatu akibat (VT) hanya ditimbulkan oleh penyebab (VB) yang sedang diteliti, bukan oleh faktor-faktor lain. Untuk itu, dilakukan kontrol yang kuat dalam penelitian eksperimental. Faktor-faktor diluar VT disebut sebagai variabel sekunder (disingkat VS). Hal ini disebabkan VS tersebut tidak bisa atau sulit untuk dikontrol, selain juga karena VS sudah terjadi sebelum penelitian dilakukan. Teknik kontrol yang merupakan salah satu karakteristik penelitian eksperimental adalah dilakukannya randomisasi atau random assignment.
7 (KE) dan kelompok yang tidak akan mendapat perlakuan, yang disebut kelompok kontrol (KK). Agar kedua kelompok ini setara dalam hal VS, maka perlu dilakukan randomisasi. Randomisasi merupakah salah cara untuk mengontrol VS dan harus ada dalam setiap penelitian eksperimental. Seringkali randomisasi disamakan dengan random sampling. Meskipun demikian, random sampling dalam penelitian eksperimental tidak harus dilakukan karena seringkali jumlah populasi tidak ketahui. Dalam penelitian eksperimental, randomisasi lebih penting dibandingkan random sampling. 3.6 Prinsip-prinsip dalam Eksperimen psikologis Untuk menjawab masalah penelitian atau menguji hipotesis pada penelitian eksperimental, peneliti menggunakan perhitungan statistik untuk membandingkan kelompok-kelompok yang mendapat perlakuan berbeda. Perhitungan statistik yang digunakan adalah kecenderungan tengah (central tendency) seperti nilai rata-rata (mean), nilai median, atau nilai modus dan varians. Kecenderungan tengah yang paling sering digunakan adalah nilai ratarata (mean). Nilai rata-rata diperlukan karena nilai ini merupakan nilai yang dapat mewakili sejumlah nilai yang ada dalam satu kelompok tertentu. Dengan demikian bila ingin membandingkan mana dari dua kelompok memiliki nilai ratarata dari masing-masing kelompok pada tes matematika yang sama, kita dapat menentukan kelompok mana memiliki nilai rata-rata lebih kecil/besar.
8 Maksimalkan varians eksperimental atau varians antar kelompok dengan merancang, merencanakan, dan melaksanakan penelitian sedemikian rupa sehingga kondisi eksperimen sangat berbeda satu dengan lain. Minimalkan varians kesalahan atau varians dalam kelompok dengan cara: (a) mengurangi kesalahan pengukuran dengan melakukan control terhadap kondisi eksperimen dan (b) meningkatkan reliabilitas alat ukur. Kontrol dilakukan terhadap variabel sekunder (VS) yang mungkin berpengaruh terhadap VT. Kontrol terhadap variabel sekunder ini secara tidak langsung juga memperkecil varians dalam kelompok. Cara-cara melakukan kontrol terhadap variabel sekunder ini akan dibicarakan secara lebih rinci pada bagian berikut. 3.7 Kontrol dalam Eksperimen psikologis Seperti telah dikemukakan sebelumnya, kontrol merupakan salah satu ciri penelitian ilmiah. Dibandingkan dengan jenis penelitian yang lain, penelitian eksperimental memiliki kontrol yang paling kuat. Dalam konteks ini, kontrol berarti peneliti dapat memunculkan atau tidak memunculkan apa yang diinginkannya dalam melaksanakan penelitian. Kontrol peneliti dalam sebuah penelitian eksperimental menyangkut dua variabel, yaitu VB dan VS. Seperti telah diketahui, manipulasi terhadap variabel bebas (VB) merupakan ciri khas dari penelitian eksperimental yang tidak dapat dilakukan
9 merupakan manipulasi yang dilakukan peneliti terhadap VB sedemikian rupa sehingga perbedaan kondisi antara KE dan KK semaksimal mungkin (perinsip pertama dari maksminkon). Kontrol terhadap VS dilakukan untuk lebih memperjelas adanya hubungan sebab akibat antara VB dan VT. Seperti telah diketahui, ada variabel-variabel lain diluar VB (yaitu VS) yang dapat mempengaruhi VT. VS yang tidak dikontrol dapat mempengaruhi VT ataupun berinteraksi dengan VB dan secara bersama mempengaruhi VT. Dengan kata lain, semakin dapat peneliti melakukan kontrol terhadap VS semakin kuat kesimpulan yang dapat diambil tentang hubungan sebab akibat antara VB dan VT. Kontrol terhadap VS merupakan penerapan dari prinsip maksminkon yang ketiga. Walaupun kontrol terhadap varians sekunder tidak terbatas pada penelitian eksperimental saja, kontrol VS pada penelitian eksperimental jauh lebih kuat dibandingkan jenis penelitian lain. Namun, dibandingkan dengan penelitian eksperimental laboratorium, kontrol terhadap VS pada penelitian eksperimental lapangan relatif lebih lemah karena VS pada penelitian eksperimental lapangan jauh lebih banyak yang tidak dapat dikontrol secara ketat. Satu-satunya variabel yang tidak dikontrol dalam penelitian eksperimental adalah VT karena variabel inilah yang merupakan variabel yang inging dijelaskan oleh peneliti dengan melakukan manipulasi terhadap VB dan melakukan kontrol terhadap VS.
10 ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebuah VS dapat dikontrol dengan teknik tertentu pada suatu penelitian eksperimental, namun pada penelitian eksperimental yang lain VS yang sama mungkin saja dikontrol dengan teknik yang berbeda. Misalnya VS inteligensi pada suatu penelitian eksperimental dikontrol dengan randomisasi namun pada penelitian eksperimental yang lain dikontrol dalam konstansi. Secara umum ada enam teknik kontrol VS dalam penelitian eksperimental, yaitu: randomisasi, eliminasi, konstansi, VS dijadikan VB kedua, kontrol statistik, dan counterbalancing. 3.8 Randomisasi Randomisasi atau random assignment adalah prosedur memasukkan secara acak subjek pada sampel penelitian ke dalam setiap kelompok penelitian (dalam hal ini KK dan KE) sehingga KK dan KE dapat diasumsikan setara sebelum manipulasi dilakukan. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah. SAMPEL KK KE KK KE Gambar 3.2 Proses Randomisasi
11 mengkontrol VS yang sudah ada pada subjek sebelum penelitian dilakukan seperti misalnya inteligensi, motivasi, minat, dan jenis kelamin. Dengan memasukkan subjek secara acak ke dalam KE dan KK maka secara statistic dapat diasumsikan bahwa sebelum manipulasi dilakukan KK dan KK setara dalam variabel-variabel sekunder yang ingin dikontrol. Dengan demikian, bila terjadi perbedaan antara KE dan KK setelah manipulasi, maka penelitian lebih dapat memastikan bahwa perbedaan tersebut disebabkan oleh hasil manipulasi dan bukan disebabkan oleh VS yang telah dikontrol. 3.9 True Experimental Desain penelitian yang akan digunakan adalah True Experimental karena memenuhi syarat: 1) mampu secara eksplisit memanipulasi satu atau lebih variable independen, 2) mengelompokan subjek atau partisipan kedalam kelompok control atau eksperimen pada umumnya untuk mencapai randomisasi (Ghozali, 2008) Desain Partisipan Setiap partisipan dibebankan pada semua level variabel independen dan metode ini disebut within subjects karena variabel independen dimanipulasi dalam subyek tunggal atau partisipan. Sedangkan penelitian ini dimaksudkan agar setiap partisipan dibebankan hanya satu level variable independen, dimana variabel dimanipulasi diantara
12 within subject. (Absence) 3.11 Randomized Block Factorial Design Dibentuk dari dua randomized block design atau disingkat RBF-pq. Desain ini diperoleh dengan menggabungkan level dari desain RB-p dengan level dari desain RB-q sehingga setiap level RB-p muncul sekali bersamaan dengan setiap level desain RB-q dan begitu juga sebaliknya. Desain ini menggunakan teknik blocking dimaksudkan untuk mengisolasi variasi yang berhubungan dengan variabel nuisance dan sekaligus secara simultan menguji dua atau lebih treatment dan interaksinya. Tabel 3.1 Randomized Block Factorial Design Attitude Toward Attitude Visit Knowledge Advertising Toward Brand Intent Experimental Group Classical Conditioning (Presence) - Forward - Backward Control Procedure
13 Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian kuantitatif, kriteria utama terhadap data hasil penelitian adalah valid, reliabel dan obyektif. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Kalau dalam obyek penelitian terdapat warna merah, maka peneliti akan melaporkan warna merah; kalau dalam obyek penelitian para pegawai bekerja dengan keras, maka peneliti membuat laporan yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada obyek, maka data tersebut dapat dinyatakan tidak valid. Sugiyono (2005). Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai. Kalau dalam desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja pegawai, maka data yang diperoleh seharusnya adalah data yang akurat tentang etos kerja pegawai. Penelitian menjadi tidak valid, apabila yang ditemukan adalah motivasi kerja pegawai. Validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau ditetapkan pada populasi di mana sample tersebut diambil. Bila sampel penelitian representatif, instrument penelitian valid dan reliabel, cara mengumpulkan dan analisis data benar, maka penelitian akan
14 temuan. Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. Kalau peneliti satu menemukan data berwarna merah, maka sekarang atau besok akan tetap berwarna merah. Karena reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi, maka bila ada peneliti lain mengulangi atau mereplikasi maka akan menghasilkan data yang sama. Suatu data yang reliabel atau konsisten akan cenderung valid, walaupun belum tentu valid. Orang yang berbohong secara konsisten akan terlihat valid, walaupun sebenarnya tidak valid. Dalam penelitian kuantitatif, untuk mendapatkan data yang valid, reliabel dan obyektif, maka penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, dilakukan pada sampel yang mendekati jumlah populasi dan pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara yang benar. Dalam penelitian kuantitatif, untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannya, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Desain Studi Percobaan 3.13 Studi Eksperimen Untuk mengetahui jenis dan bentuk informasi dalam format manakah yang paling sesuai untuk merubah sikap wisatawan remaja sesuai tingkat pengetahuannya di situs web destinasi wisatawan pulau tidung, apakah berbentuk
15 kemasan isi video dan musik Y1 + Y2 + Y3 + Y4 = X1 + X2 +X3 Metode Stimuli/Treatment = Classical Conditoning (Pavlov Smith. 2009) Identifikasi Masalah Seberapakah tingkat pengaruh (stimuli) promosi website (pada prosedur pengkondisian X1 forward conditioning, X2 backward conditioning serta X3 Control Procedure terhadap Y1 sikap pada iklan, Y2 sikap pada merek, Y3 intensi berkunjung, Y4 Pengetahuan? Untuk mengetahui tingkat pengaruh 2 jenis/tipe promosi website pada sikap wisatawan? Stimuli (Independent Variable) Dependent Variable Forward Attitude toward brand Attitude toward Backward Visit Intention Knowledge Control Procedure
16 Salah satu jenis pembelajaran yang menjadi alternatif penyampaian promosi web dan pembentukan sikap konsumen adalah prosedur pengkondisian klasik (classical conditioning). Teori pengkondisian klasik sudah digunakan untuk menjelaskan efek informasi web pada berbagai studi (Grossman & Brian, 1998). Penelitian pengkondisian klasik pada informasi web yang sudah dilakukan selama ini yaitu melakukan pengujian efek informasi web yang dirancang berdasarkan prosedur pengkondisian klasik, diantaranya adalah forward conditioning, longdelayed conditioning, trace conditioning, simultaneous conditioning dan backward conditioning. Beberapa ahli melakukan pengujian efek pengkondisian klasik dengan membandingkan 2 kondisi dalam penelitian efek prosedur pengkondisian klasik, umumnya efek pengkondisian klasik ini dibandingkan dengan prosedur kontrol, salah satunya adalah prosedur kontrol secara random (Domjan, 2003). Gorn (dalam Grossman & Brian, 1998) melakukan studi yang menarik dimana dalam penelitiannya membuktikan bahwa sikap dan perilaku konsumen mudah dikenali melalui prosedur pengkondisian klasik. Penelitian eksperimen Stuart, et al. (1987) menunjukkan kekuatan prosedur forward conditioning lebih baik dari prosedur backward conditioning dalam pembentukan sikap terhadap merek. Shimp, et al. (1991) didukung Grossman & Brian (1998) dari hasil penelitiannya menyatakan bahwa sikap menetap terhadap suatu produk dan merek dapat dibangkitkan melalui prosedur pengkondisian klasik pada informasi web.
17 pengkondisian klasik dalam suatu konteks merek produk dalam informasi web. Beberapa penelitian menggunakan pendekatan pengkondisian klasik untuk mempengaruhi sikap terhadap merek produk (Engel, et al, 1995). Lebih lanjut, Grossman & Brian (1998) menyatakan bahwa pengkondisian klasik merupakan mekanisme yang dapat digunakan untuk membangkitkan respon pada stimulus informasi web. Proses pengkondisian klasik dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kajian, diantaranya dalam psikologi konsumen dan perinformasi weban. Suatu pencitraan yang baik dalam suatu informasi web akan menghasilkan evalusi yang positif. Apabila suasana tersebut hadir bersama dengan merek produk, maka merek produk tersebut akan dievaluasi positif pula (Schiffman & Kanuk, 2004; Engel, et al., 1995). Salah satu faktor penting yang menentukan terjadinya pengkondisian klasik adalah pertalian waktu antara stimulus bersyarat dan stimulus tak bersyarat. Sebagian besar situasi pengkondisian memiliki variasi dalam pemasangan stimulus bersyarat dan stimulus tak bersyarat, masing-masing variasi memiliki kekuatan afek terjadi respon yang dikondisikan. Dalam forward conditioning, CS muncul mendahului US. Delayed Conditioning CS disajikan terlebih dahulu daripada US tetapi dengan persinggungan langsung dengan waktu.backward Conditioning,US diberikan terlebih dahulu daripada CS, kadang dengan cara delayed, kadang dengan cara trace, CS berfungsi sebagai
18 dihambat. Desain Faktorial : Studi Eksperimen : 3 x 4 = (Classical Conditioning) (Attitude) (Knowledge)
19 Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep variabel Dimensi Indikator Sumber kap Pada lan dan formasi Web Kemampuan iklan untuk 1. Attitude toward online -Secara keseluruhan, informasi dari Nasir & Kirain menciptakan sikap yang advertising (ATOA) web (2011) mendukung terhadap produk sering tergantung pada sikap konsumen dengan adanya iklan-iklan yang -Informasi web penting bagi perusahaan -Saya selalu konsentrasi pada konten diminati, dievaluasi secara web menguntungkan dapat -Infromasi web membantu saya menghasilkan sikap yang lebih memilih merek dan harga positif terhadap produk. 2. Attitude toward -Web mempermudah relasi dengan perusahaan -Saya akan mengunjungi web ini -Saya puas dengan ketersediaan jasa website -Saya merasa surfing di web ini adalah kegiatan yang baik -Saya semakin familiar pada web ini -Relatif bagus dibandingkan dengan Lee et all (2004)
20 web lain kap Pada 1.Impresi keseluruhan -Suka/tidak suka Till & Baack erek terhadap merek -Tertarik/tidak tertarik -Positif/negative (2005) -Unggul/tidak unggul -Baik/unggul 2.Model sikap -Sangat baik/sangat buruk Aizen dan multiatribut -Sangat mungkin/sangat tak mungkin Fishbein (1997), Lutz (1975) 3. Model sikap angka -Sangat berguna/sangat tak berguna Ginter (1974), ideal -Sangat baik/sangat buruk -Positif/negative Aizen (1991)
21 tensi Sesuatu yang berhubungan dengan 1. Jika kesempatan untuk -Tidak mungkin/kemungkinan Till dan Busler mbelian atau rkunjung rencana konsumen untuk membeli membeli, kemungkinan produk tertentu serta berapa banyak akan melakukannya. -Pasti tidak akan/pasti akan (2000) unit produk yang dibutuhkan pada 2. Model sikap maksud periode tertentu. Dapat dikatakan perilaku. bahwa niat beli merupakan pernyataan mental dari konsumen 3. Kesediaan untuk yang merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan membeli. merek tertentu. Intensi merupakan -Mau/tak mau -Ingin sekali/tak mau lagi -Saya harus/saya tak boleh -Pengalaman -Preferensi Jeong et all (2008) Chi et all (2011) unit dasar dalam jaringan rencana yang akan muncul ketika individu -Citra merek melakukan aktivitas kognitif yang berorientasi ke masa depan, seperti perencanaan, berangan-angan, perenungan, simulasi mental. Intensi dibuat berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan.
22 engetahuan Suatu proses dimana pengalaman 1. Pengetahuan - Kelas Produk Ujang akan membawa kepada perubahan, sikap dan atau perilaku konsumen. Produk - Bentuk Produk Sumarwan (2003) - Merek - Model/Fitur 2. Pengetahuan - Pengetahuan tentang toko Aoyagi et al Pembelian - Lokasi produk (2003) - Penempatan produk 3. Pengetahuan - Pengetahuan tentang cara Sumarwan Pemakaian penggunaan (2003)
23 Sampling Pengertian Sampel menurut Uma Sekaran (2006) yaitu sebagian dari populasi. Sampel terdiri dari atas sejumlah anggota yang di pilih dari populasi. Dengan kata lain, sejumlah, tapi tidak semua, elemen populasi yang membentuk sampel, peneliti akan mampu menarik kesimpulan yang dapat di generalisasi terhadap populasi penelitian. Pengambilan sampel (sampling) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga peneliti terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau karekteristiknya akan dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan control eksperimen yang ketat ( match pair, dan sebagainya), penelitian yang sukses adalah mungkin dengan sampel ukuran antara 10 hingga 20. Dilaksanakan secara cross sectional interaksi dalam komunitas online pada website destinasi wisatawan n = 60 (mahasiswa) menggunakan percobaan di kelas pada mahasiswa Binus University Analisis Data MANOVA (GLM Multivariat) Perbedaan MANOVA dengan ANOVA sebenarnya hanya terletak pada jumlah variabel dependen. Jika pada ANOVA hanya ada satu dependent variable, maka MANOVA justru mensyaratkan adanya lebih dari satu dependent variable yang dianalisis secara bersama-sama.
24 56 Karena jumlah variabel dependen lebih dari satu, maka MANOVA bisa dikategorikan sebagai alat analisis multivariat. Variat di sini adalah kombinasi linier dari variabel-variabel dependen. Hipotesis pada ANOVA dan MANOVA Pada ANOVA, Hipotesis adalah: Atau Ho berarti semua RATA-RATA (Means) tiap Grup (Grup 1,2 dan 3) adalah sama. Pada MANOVA, Hipotesis adalah: Atau Ho berarti semua RATA-RATA tiap Grup adalah sama, sedang adalah ratarata dari variabel p, grup k. Jumlah Sampel pada MANOVA: Pada umumnya, untuk setiap grup sebaiknya ada 20 kasus (20 baris pada terminology SPSS) Proses MANOVA sebenarnya sederhana, dengan proses dasar: Menguji asumsi-asumsi pada data MANOVA. Menguji perbedaan antar grup (inti dari MANOVA). Interpretasi Output serta proses validasi hasil. MANOVA Y1 + Y2 + Y Yn = X1 +X2 + X Xn (metric) (nonmetric)
25 57 Uji Asumsi Pra Analisis Sebagai statistika parametric, maka analisis data dalam rancangan percobaan ini harus memenuhi asumsi sesatan berdistribusi NID (0,σ 2 ). Secara garis besar sesatan suatu model linear tersebut harus memenuhi asumsi: 1) Linearitas, 2) Independensi, 3) Normalitas, dan 4) Homogenitas Prosedur Analisis 1. Rumuskan Masalah - Pengelompokkan subjek bertujuan untuk melihat adakah perbedaan sikap wisatawan remaja mahasiswa berdasarkan kelompok presence yang diberi stimuli dan sikap wisatawan mahasiswa berdasarkan kelompok absence yang tidak diberi stimuli dalam memilih promosi situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. - Variabel bebas yang berupa data non metrik (Kategorikal/Nominal) dalam penelitian ini adalah : dari promosi situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung dan dilakukan stimuli/treatment dari variabel presence dan absence melalui indikator dibawahnya. - Variabel terikat yang berupa data metrik (Interval) terdiri dari sikap wisatawan remaja yang didapat dari promosi situs web destinasi wisatawan pulau tidung yang dibagi dalam 4 bagian yaitu : sikap pada iklan/informasi, sikap pada merek, intensi berkunjung, dan pengetahuan
26 Rancangan Uji Hipotesis Rancangan uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan tujuan penelitian, dengan tingkat keprcayaan 95 %, sehingga tingkat presisi atau batas ketidakakuratan (alpha) sebesar 5 % atau 0,05. Dasar uji hipotesis ini yaitu : sig 0,05 maka Ho diterima, dan Ha ditolak sig 0,05 maka Ho ditolak, dan Ha diterima Berdasarkan judul penelitian, yaitu : Studi Eksperimen Pengaruh Promosi Web Destinasi Wisata Bahari Terhadap Sikap dan Pengetahuan Wisatawan Remaja Pada pulautidungdino.com Yang Dikondisikan Secara Klasik, maka dapat ditentukan bahwa : X1 = Forward X2 = Backward X3 = Control Procedure Y1 = Sikap pada iklan/informasi Y2 = Sikap pada merek Y3 = Intensi berkunjung Y4 = Pengetahuan 1. Tujuan Penelitian 1 (T-1) Untuk mengetahui pengaruh Forward terhadap sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung.
27 59 Forward (X1) Px1y1 Sikap Pada Iklan (Y1) Struktur T-1 Hipotesis T-1 Ho : Variabel X1 (Forward) ada perbedaan terhadap variabel Y1 (sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung.) Hɑ : Variabel X1 (Forward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y1 (sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 2. Tujuan Penelitian 2 (T-2) Untuk mengetahui pengaruh Forward terhadap sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Forward (X1) Px1y2 Sikap Pada Merek (Y2) Struktur T-2 Hipotesis T-2 Ho : Variabel X1 (Forward) ada perbedaan terhadap variabel Y2 (sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X1 (Forward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y2 (sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung)
28 60 3. Tujuan Penelitian 3 (T-3) Untuk mengetahui pengaruh Forward terhadap intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Forward (X1) Px1y3 Intensi Berkunjung (Y3) Struktur T-3 Hipotesis T-3 Ho : Variabel X1 (Forward) ada perbedaan terhadap variabel Y3 (intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X1 (Forward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y3 (intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 4. Tujuan Penelitian 4 (T-4) Untuk mengetahui pengaruh Forward terhadap pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Forward (X1) Px1y4 Pengetahuan (Y4) Struktur T-4
29 61 Hipotesis T-4 Ho : Variabel X1 (Forward) ada perbedaan terhadap variabel Y4 (pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X1 (Forward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y4 (pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 5. Tujuan Penelitian 5 (T-5) Untuk mengetahui pengaruh Backward terhadap sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Backward (X2) Px2y1 Sikap Pada Iklan (Y1) Struktur T-5 Hipotesis T-5 Ho : Variabel X2 (Backward) ada perbedaan terhadap variabel Y1 (sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung.) Hɑ : Variabel X2 (Backward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y1 (sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 6. Tujuan Penelitian 6 (T-6) Untuk mengetahui pengaruh Backward terhadap sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Backward (X2) Struktur T-6 Px2y2 Sikap Pada Merek (Y2)
30 62 Hipotesis T-6 Ho : Variabel X2 (Backward) ada perbedaan terhadap variabel Y2 (sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X2 (Backward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y2 (sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 7. Tujuan Penelitian 7 (T-7) Untuk mengetahui pengaruh Backward terhadap intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Backward (X2) Px2y3 Intensi Berkunjung (Y3) Struktur T-3 Hipotesis T-7 Ho : Variabel X2 (Backward) ada perbedaan terhadap variabel Y3 (intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X2 (Backward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y3 (intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 8. Tujuan Penelitian 8 (T-8) Untuk mengetahui pengaruh Backward terhadap pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung.
31 63 Hipotesis T-8 Backward (X2) Struktur T-8 Px2y4 Pengetahuan (Y4) Ho : Variabel X2 (Backward) ada perbedaan terhadap variabel Y4 (pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X2 (Backward) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y4 (pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 9. Tujuan Penelitian 9 (T-9) Untuk mengetahui pengaruh Control Procedure terhadap sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Control Procedure (X3) Struktur T-9 Px3y1 Sikap Pada Iklan (Y1) Hipotesis T-9 Ho : Variabel X3 (Control Procedure) ada perbedaan terhadap variabel Y1 (sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X3 (Control Procedure) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y1 (sikap pada iklan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung)
32 Tujuan Penelitian 10 (T-10) Untuk mengetahui pengaruh Control Procedure terhadap sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Control Procedure (X3) Struktur T-10 Px3y2 Sikap Pada Merek (Y2) Hipotesis T-10 Ho : Variabel X3 (Control Procedure) ada perbedaan terhadap variabel Y2 (sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X3 (Control Procedure) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y2 (sikap pada merek di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 11. Tujuan Penelitian 11 (T-11) Untuk mengetahui pengaruh Control Procedure terhadap intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Control Procedure (X3) Px3y3 Intensi Berkunjung (Y3) Struktur T-11 Hipotesis T-11 Ho : Variabel X3 (Control Procedure) ada perbedaan terhadap variabel Y3 (intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung)
33 65 Hɑ : Variabel X3 (Control Procedure) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y3 (intensi berkunjung di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 12. Tujuan Penelitian 12 (T-12) Untuk mengetahui pengaruh Control Procedure terhadap pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung. Control Procedure (X3) Struktur T-12 Px3y4 Pengetahuan (Y4) Hipotesis T-12 Ho : Variabel X3 (Control Procedure) ada perbedaan terhadap variabel Y4 (pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) Hɑ : Variabel X3 (Control Procedure) tidak ada perbedaan terhadap variabel Y4 (pengetahuan di situs web destinasi wisatawan remaja pulau tidung) 3.18 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian Sesuai dengan judul yang telah ditetapkan oleh penulis yaitu : Studi Eksperimen Pengaruh Promosi Web Destinasi Wisata Bahari Terhadap Sikap Dan Pengetahuan Wisatawan Remaja Pada pulautidungdino.com Yang Dikondisikan Secara Klasik, maka dalam penelitian ini akan diadakan pengumpulan data atau informasi dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner berisikan pertanyaan atau pernyataan yang kemudian diberikan kepada individu pengguna situs web
34 66 destinasi wisatawan remaja pulau tidung, dengan jumlah sampel yang telah ditentukan. Selanjutnya hasil dari kuesioner tersebut diolah dengan sedemikian rupa dengan menggunakan metode MANOVA (GLM Multivariat) yang merupakan program SPSS V.16. Dari hasil yang telah diolah tersebut, dapat diperoleh hasil yang berupa angka-angka, yang menggambarkan hubungan antara variabelvariabel yang telah diukur. Hasil tersebut akan disajikan dalam kesimpulan, yang disimpulkan berdasarkan pertanyaan yang terdapat dalam identifikasi masalah. Rancangan implikasi untuk penelitian ini adalah mengevaluasi apakah Forward, Backward dan Control Procedure di situs web destinasi wisatawan pulau tidung pada pulautidungdino.com sudah berhasil membentuk sikap wisatawan remaja mahasiswa yang diharapkan, sehingga dapat mempengaruhi dalam keputusan pembelian konsumen. Kemudian saran juga akan diberikan, guna membantu pihak manajemen Dino Tour & Travel agar dapat memberikan peningkatan di masa yang akan datang.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya
44 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bandung. Dalam penelitian ini terdapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Salah satu bagian yang terpenting dalam kegiatan penelitian adalah mengenai cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atas suatu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL Desain penelitian eksperimental merupakan bagian penting dalam metode penelitian eksperimental karena menunjukkan bagaimana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yaitu metode
Desain Eksperimen. Lia Aulia Fachrial
Desain Eksperimen Lia Aulia Fachrial Rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (Christensen, 2001). Diperlukan sebelum melakukan atau membuat sesuatu agar hasilnya sesuai dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada wilayah Bandar Lampung yang merupakan salah satu
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada wilayah Bandar Lampung yang merupakan salah satu kota yang ada di provinsi Lampung. Sampel akan diambil secara acak di seluruh
VARIANS DAN CONTROL DALAM PENELITIAN EKSPERIMENTAL LIA AULIA FACHRIAL, M.SI
VARIANS DAN CONTROL DALAM PENELITIAN EKSPERIMENTAL LIA AULIA FACHRIAL, M.SI VARIANS Kegunaan varians adalah untuk menentukan apakah perbedaan antara nilai rata-rata kelompok yang dibandingkan signifikan
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian eksperimen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisis bagaimana pengaruh Pengetahuan, Objek Fisik Bank, pelayanan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek dan Subyek Penelitian Penelitian menggunakan data yang diperoleh dengan cara survey lapangan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di lingkungan Kampus Terpadu
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan, dan dikembangkan
Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental. Semester genap
Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental Semester genap Pendahuluan Penelitian eksperimental merupakan suatu metode penelitian yang meliputi delapan tahap, yaitu: 1. Memilih ide atau topik penelitian 2. Merumuskan
Bab 3 METODE PENELITIAN
Bab 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan dan Metodologi Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Dengan metode kuantitatif ini diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai perilaku
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Perbedaannya adalah untuk variabel bebas, Tangmanee & Prapakornkiat (2012)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendahuluan Penelitian ini adalah sebuah penelitian replikasi dengan modifikasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tangmanee & Prapakornkiat (2012). Perbedaannya
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitiian Berdasarkan pendapat Sugiyono (2007,p10), jenis penelitian menurut tingkat eksplanasinya ada 3 yaitu penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif yang mempunyai tujuan untuk menguji hipotesa dari data-data yang dikumpulkan sesuai teori
BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu
BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk
Bab III. Metodologi penelitian
Bab III Metodologi penelitian 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan penelitian asosiatif ini dapat diketahui hubungan antara variabel dan bagaimana
III. METODE PENELITIAN. merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Menurut azwar (2005 : 5)
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian berdasarkan pendekatan analisisnya dapat diklasifisikan kedalam dua jenis yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dan penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran tentang hal-hal yang akan dilakukan. 1 Rancangan penelitian bertujuan untuk memberi
BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional. Variabel penelitian adalah atribut atau sifat yang dimiliki oleh objek,
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel penelitian dan definisi operasional Variabel penelitian adalah atribut atau sifat yang dimiliki oleh objek, individu, ataupun
III. METODE PENELITIAN. verifikatif. Sugiyono (2012:206) menyatakan bahwa Statistik deskriptif adalah
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Sugiyono (2012:206) menyatakan bahwa Statistik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan eksperimen. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. keputusan berkunjung wisatawan di Wana Wisata Penangkaran Buaya Blanakan.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini menganalisis pengaruh media iklan terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Wana Wisata Penangkaran Buaya Blanakan. Adapun yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pengamatan dilakukan terhadap karyawan PT. Inhutani I Kantor Direksi Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Dengan penelitian asosiatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara kelas eksperimen yang menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode Penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari tahap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang menempatkan subyek penelitian ke dalam dua kelas yaitu kelas kontrol
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitaif adalah metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pada penelitian ini pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif. Penelitian kuantitaif adalah metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti
horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono (2007, p.11) mengatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif, melalui penyebaran kuesioner (angket) kepada responden. Teknik penggunaan angket adalah
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menjawab suatu permasalahan yang dihadapi dalam suatu penelitian agar tercapai suatu tujuan yang diinginkan.
BAB III METODE PENELITIAN. Objek yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEB
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEB Universitas Lampung yang pernah berkunjung di tempat wisata Lembah Hijau. 3.2
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Eksperimen 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Merujuk pada pendapat Sugiyono
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif.
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendefinisikan nilai dari variaelvariabel
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL Desain penelitian eksperimental merupakan bagian penting dalam metode penelitian eksperimental karena menunjukkan bagaimana suatu penelitian eksperimental dilakukan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menganalisis pengaruh pengembangan diversifikasi produk crispy baby fish dengan tiga macam sambal (sambal kencur,
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan melakukan perbandingan antara dua kelompok data mengenai pengaruh Design dalam memenuhi Consumer Satisfaction. Dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan akhir yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan penelitian ini merupakan jenis metode penelitian eksperimen. Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2012:3) Metode penelitian pada dasarnya merupakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Rancangan Penelitian Menurut Sugiyono (2012:3) Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, yang dilakukan melalui
BAB III METODE PENELITIAN. pijakan dari serangkaian pelaksanaan kegiatan dalam penelitian. Memilih
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian memerlukan sebuah pendekatan yang digunakan sebagai pijakan dari serangkaian pelaksanaan kegiatan dalam penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),
BAB III METODE PENELITIAN Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity), anak selalu bertanya tentang hal hal yang dilihat, didengar, diraba, dicecap bahkan dirasakan (Sukmadinata,
Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimental a. Pengertian Penelitian Eksperimental Desain penelitian adalah rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (menguji hipotesis) dan mengontrol variabel
BAB III METODE PENELITIAN. yang pernah berkunjung dan membeli motor Yamaha.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di dealer motor Yamaha yang berada di Yogyakarta. Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah mereka yang pernah berkunjung dan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengenai pengaruh keragaman tenaga kerja (workforce diversity) terhadap kinerja karyawan bagian pemeliharaan (maintenance section)
BAB III. Metode Penelitian. diamati dan diukur untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain. Singkatnya
BAB III Metode Penelitian 3.1. Definisi Operasional 1. Indentifikasi Variabel A. Variabel Independen Variabel Bebas atau disebut dengan variabel Independent yaitu variabel yang diduga sebagai penyebab
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini dapat digolongkan penelitian kuantitatif asosiatif kausal. Sugiyono (2010:56) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian komparatif dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian komparatif dan penelitian asosiatif. Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Arikunto (2006: 3) penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Karanganyar yang beralamat di Jl. R. W. Monginsidi Karanganyar. Alasan dipilihnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisikan pernyataan penelitian, hipotesis penelitian, variabel penelitian, responden penelitian, alat ukur penelitian, prosedur penelitian, dan metode analisis data.
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif dengan metode komparasi. Kata komparasi dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasi. Kata komparasi dalam bahasa Inggris comparation,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian Di dalam sub bab ini akan memberikan penjelasan mengenai jenis penelitian yang dilakukan peneliti serta tempat / lokasi pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Metodologi penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan dengan tujuan dan kegunaan tertentu, Sugiyono (2013:01).
BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research). Eksperimen adalah prosedur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang
A. Rancangan Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang mengikuti aturan atau prosedur tertentu. Ruseffendi mengemukakan bahwa: Penelitian adalah
III. METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik
III. METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Online shop atau Toko online adalah sebuah toko yang menjual barang-barang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian 1. Gambaran Obyek Penelitian Obyek pada penelitian ini adalah produk fashion pada online shop. Online shop atau Toko online
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka suatu penelitian sangat memerlukan suatu metode penelitian. Sugiono (009:3) mengemukakan bahwa Metode
BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan-kekuatan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan
BAB III METODE PENELITIAN. hasil pengamatan dikonversikan ke dalam angka-angka yang dianalisis
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena gejalagejala hasil pengamatan dikonversikan ke dalam angka-angka yang dianalisis menggunakan statistik.
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Merujuk pada pendapat Sugiyono
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, tipe disain penelitian yang digunakan bersifat
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini, tipe disain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-asosiatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Yang Digunakan Penulis menggunakan jenis penelitian asosiatif untuk mencari korelasi antar variabel yang digunakan. Unit analisis yang digunakan untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment atau Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment atau Penelitian Semu. Jenis penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis tentang efektif atau tidaknya
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Adapun yang
39 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Adapun yang menjadi variabel bebas (independent variabel) dalam penelitian ini
III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan adalah penelitian deskriptif asosiatif. Dimana
III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dasar yang digunakan adalah penelitian deskriptif asosiatif. Dimana menggabungkan antara dua metode, yaitu metode deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui
BAB 3 METODE PENELITIAN. Disesuaikan dengan tujuan penelitian dan tingkat eksplenasinya, jenis
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Disesuaikan dengan tujuan penelitian dan tingkat eksplenasinya, jenis penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian deskriptif. Penelitian dekriptif merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Metode penelitian eksperimen merupakan metode yang sesuai dengan judul penelitian ini. Menurut Sugiyono (2010: 107) metode
BAB III METODE PENELITIAN. penelitan berupa survei deskriptif inferensial yaitu teknik statik yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitan berupa survei deskriptif inferensial yaitu teknik statik yang digunakan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Objektif Berdasarkan buku Teknik Praktis Riset Komunikasi (Kriyantono, 2010 : 54) pendekatan objektif menganggap perilaku manusia
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen. Sugiyono, (2010: 107) penelitian Eksperimental (Experimental Research),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang mana merupakan penelitian yang menggunakan data yang berupa data statistik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam kelangsungan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini karena
Experimental (Melihat faktor dan akibat, namun faktor dibuat oleh peneliti secara sengaja)
Experimental (Melihat faktor dan akibat, namun faktor dibuat oleh peneliti secara sengaja) a. Quasi Experimental (Eksperimental semu). Contoh dari 50 bayi, 25 dari RSHS, dan 25 sisanya dari Sardjito. b.
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah deskriptif (explanatory) dengan verifikatif
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah deskriptif (explanatory) dengan verifikatif (quantitative). Adapun tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penerapan pembelajaran berbasis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penerapan pembelajaran berbasis komputer model tutorial terhadap hasil belajar siswa, maka metode
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo yang
III. METODE PENELITIAN. data dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Metode yang akan
32 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk memperoleh data dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Metode yang akan digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dimana tujuannya untuk menganalisa pengaruh variabel motivasi, persepsi, dan sikap
BAB III METODE PENELITIAN. (Sugiyono, 2008). Subyek dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek dan Obyek Penelitian Subyek adalah target populasi yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka suatu penelitian memerlukan suatu metode penelitian. Menurut Sugiyono (2008:2) Metode penelitan pada dasarnya
BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan penelitian asosiatif ini dapat diketahui hubungan antara variabel dan tingkat ketergantungan
BAB III METODE PENELITIAN. Adapun jenis data yang digunakan dalam uraian ini adalah sebagai berikut:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Adapun jenis data yang digunakan dalam uraian ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian Kuantitatif Merupakan data yang berbentuk angka atau
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah explanatory research.
42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah explanatory research. Menurut Singarimbun dan Effendi (2006), explanatory research
