Rancang bangun penghitung dan pengidentifikasi kendaraan menggunakan Multiple Object Tracking
|
|
|
- Glenna Sanjaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Youngster Physics Journal ISSN: Vol. 6, No. 1, Januari 2017, Hal Rancang bangun penghitung dan pengidentifikasi kendaraan menggunakan Multiple Object Tracking Laila Rahmawati dan Kusworo Adi Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRACT Detection of a vehicle with a video camera is one accurate technology for detecting vehicles efficiently and can be used for large-scale data collection. This study has been conducted implementation of counters and identifiers vehicles on the highway using multiple object tracking. The system uses an algorithm Gaussian mixture models and Kalman filter to detect and track the position, speed, direction of motion and size of vehicles from time to time in each image frame. The process of counting and identifying the vehicle consists of several stages of image acquisition, object detection using a Gaussian mixture models, morphology, object tracking using a Kalman filter and counting as well as the identification of the vehicle. The results of system performance is obtained by calculating the value of accuracy. Best performance results from the system counters and identifiers of vehicles on the highway using multiple object tracking obtained by the time of the morning and the worst at night. The results of the performance measurement system and vehicle identifiers using multiple object tracking accuracy of the results obtained on the morning of 94%, by 90% during the day, in the afternoon by 85%, and the evenings of 59%. Keywords: Counters and vehicle identifiers, multiple object tracking, Gaussian mixture models, Kalman Filter ABSTRAK Deteksi kendaraan dengan kamera video merupakan salah satu teknologi yang menjanjikan untuk mendeteksi kendaraan secara efisien serta dapat digunakan untuk pengumpulan data skala besar. Pada penelitian ini telah dilakukan implementasi sistem penghitung dan pengidentifikasi kendaraan di jalan tol menggunakan multiple object tracking. Sistem tersebut menggunakan algoritma Gaussian mixture model dan Kalman filter untuk mendeteksi dan melacak posisi, kecepatan, arah gerak dan ukuran kendaraan dari waktu ke waktu pada tiap frame citra. Proses penghitungan dan identifikasi kendaraan terdiri dari beberapa tahap yaitu akuisisi citra, deteksi objek menggunakan Gaussian mixture model, morfologi, pelacakan objek menggunakan Kalman filter dan penghitungan serta identifikasi kendaraan. Hasil kinerja sistem diperoleh dengan menghitung nilai akurasinya. Hasil kinerja terbaik dari sistem penghitung dan pengidentifikasi kendaraan di jalan tol menggunakan multiple object tracking yang diperoleh yaitu saat pagi hari dan yang terburuk pada malam hari. Hasil kinerja sistem penghitungan dan pengidentifikasi kendaraan menggunakan multiple object tracking memperoleh hasil akurasi pada pagi hari sebesar 94%, siang hari sebesar 90%, sore hari sebesar 85%, dan malam hari sebesar 59%. Kata kunci: Penghitung dan pengidentifikasi kendaraan, multiple object tracking, Gaussian mixture model, Kalman filter. PENDAHULUAN Penghitungan kendaraan secara manual memiliki banyak kelemahan, diantaranya yaitu tingkat keakuratan data yang rendah, membutuhkan waktu relatif lama untuk mengakumulasikan data serta membutuhkan banyak sumber daya manusia. Deteksi kendaraan dengan kamera video merupakan salah satu teknologi yang menjanjikan untuk mendeteksi kendaraan serta dapat digunakan untuk pengumpulan data skala besar [1]. Sebuah teknik berbasis pengolahan citra untuk mendeteksi objek yang bergerak dapat digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi kendaraan secara efisien dan lebih akurat dibanding penghitungan kendaraan secara manual. Berdasarkan beberapa hal tersebut, penelitian ini dilakukan implementasi penghitungan dan identifikasi kendaraan dengan 70
2 Laila Rahmawati dan Kusworo Adi Rancang bangun penghitung... rancangan multiple object tracking menggunakan metode Gaussian mixture model dan Kalman filter. Pengolahan Citra Digital Pengolahan citra adalah pemrosesan citra dua dimensi dengan berbagai teknik untuk memanipulasi dan memodifikasi citra [2].Citra adalah suatu gambaran, kemiripan atau imitasi dari suatu objek. Citra terbagi menjadi dua yaitu citra analog dan citra digital. Citra analog adalah citra yang bersifat kontinyu seperti gambar pada monitor televisi, foto sinar X, dan hasil CT Scan. Sedangkan citra digital adalah citra yang dapat diolah oleh komputer. Sebuah citra digital dapat diwakili oleh sebuah matriks yang terdiri dari M kolom N baris, dengan perpotongan antara kolom dan baris disebut piksel (piksel = picture element), yaitu elemen terkecil dari sebuah citra [3]. Background Subtraction Background substraction adalah teknik yang digunakan untuk identifikasi objek bergerak dari rangkaian video. Background substraction mengidentifikasi objek bergerak dari tiap frame yang berupa nilai piksel yang berbeda pada tiap frame. Ada beberapa tantangan dalam menerapkan algoritma background substraction. Pertama algoritma harus tahan tehadap perubahan pencahayaan (illumiation). Kedua, algoritma dapat menghindari deteksi objek yang non-stasioner pada background seperti daun bergerak, hujan, salju dan bayangan dari objek [4]. Gaussian Mixture Model Gaussian Mixture Model (GMM) adalah fungsi kepadatan probabilitas yang direpresentasikan sebagai jumlah terukur dari kepadatan Gaussian Mixture. Pada pengolahan citra GMM digunakan untuk subtraksi background, terdapat langkah-langkah diterapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan Ketika terdapat distribusi K Gaussian pada kumpulan piksel tersebut akan diberikan fungsi probabilitas yang ditunjukkan pada Persamaan (1). K i=1 w i,t η (X t, μ i,t, i,t ) (1) P X t = dengan, w i,t adalah bobot kovarian ke- i dari pemodelan Gaussian pada waktu t, μ i,t adalah nilai rata-rata.ke- i dari pemodelan Gaussian pada waktu t, Σ i,t adalah matriks kovarian ke- i dari pemodelan Gaussian pada waktu t, serta η adalah fungsi probabilitas kepadatan yang dinyatakan pada Persamaan (2). η( X t, μ, Σ ) = 1 n e 1 2 (X t μ t ) T 1 (X t μ t ) (2π) 2 Σ (2) dengan, X adalah variabel yang menunjukkan jumlah piksel dalam frame. Setiap nilai piksel yang baru dicek terhadap distribusi Gaussian sehingga ditemukan kesesuaian model background [5]. Kalman Filter Kalman filter adalah seperangkat persamaan matematika yang menyediakan komputasi yang efisien (rekursif) untuk memperkirakan keadaan sebuah proses dalam beberapa aspek [6]. Proses Kalman filter terdiri dari dua aspek yaitu proses prediksi dan proses koreksi. Berikut proses prediski dinyatakan dalam persamaan 3 dan 4. X k = A X k 1 + B U k 1 (3) P k = A P k 1 A T + Q (4) X k adalah vektor dari proses suatu keadaan dalam waktu k. X adalah sebuah vektor 4 dimensi (x, y, dx, dy), dengan x dan y adalah koordinat dari pusat objek, sedangkan dx dan dy mewakili kecepatan. X k 1 adalah vektor dari proses suatu kondisi dalam waktu k 1. A adalah sebuah proses matriks transisi 4 x 4. U k adalah sebuah vektor kendali dan B terhubung secara opsional dengan vektor kendali U k dalam kondisi ruang. P k adalah kovariansi error pada waktu k. P k 1 adalah sebuah matriks yang mewakili kovarian error dalam kondisi prediksi 71
3 Youngster Physics Journal ISSN: Vol. 6, No. 1, Januari 2017, Hal pada waktu k 1, dan Q adalah proses kovarian derau. Sedangkan untuk langkah koreksi dituliskan dalam Persamaan (5), Persamaan (6) dan Persamaan (7). K k = P k H T ( H P k H T + R) 1 (5) X k = X k + K k (Z k H X k ) (6) P k = (1 K k H) P k (7) dengan, K k adalah penguat Kalman, H merupakan matriks yang merubah kondisi ruang menjadi ruang pengukuran dan R adalah kovarian pengukuran derau, X k adalah sebuah proses kondisi sebenarnya. Dengan menggunakan K k dan pengukuran Z k, kondisi proses X k dapat dilakukan pembaruan. Z k yang paling memungkinkan adanya koordinat x dan y objek target dalam frame. Langkah terakhir dari Kalman filter adalah memperbarui kovarian error P k yang dinyatakan pada Persamaan (7) [1]. Morfologi Morfologi atau mathematical morphology adalah alat untuk mengekstrak komponenkomponen citra digital yang berguna dalam representasi dan deskripsi dari suatu citra. Morfologi adalah satu cabang dari pengolahan citra yang sangat bermanfaat dalam analisis bentuk dalam citra [7]. Operasi morfologi terdiri dari beberapa jenis yaitu operasi dilasi, erosi, opening dan closing. Operasi opening merupakan kombinasi operasi erosi dan dilasi. Operasi opening digunakan untuk menghilangkan objek-objek kecil yang terdapat dalam citra. Sedangkan operasi closing dilakukan operasi dilasi terlebih dulu kemudian baru diikuti dengan operasi erosi. Operasi closing digunakan untuk menutup celah pada objek yang terdeteksi [3]. Penggolongan Kendaraan MKJI Khusus jalan tol, klasifikasi jenis kendaraan hanya digolongkan menjadi tiga jenis yaitu kendaraan ringan (KR) kendaraan sedang (KS) dan kendaraan berat (KB) [8]. Klasifikasi kendaraan di jalan tol ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Penggolongan Kendaraan MKJI No Klasifikasi Jenis Kendaraan 1. KR Sedan, jeep, station wagon, opelet, minibus, mikrobus), pick-up, truk kecil, semua kendaraan yang panjangnya < 5,5 m 2. KS Bus dan truk 2 sumbu, semua kendaraan yang panjangnya 5,5 s.d 9 m 3. KB Truk 3 sumbu dan truk kombinasi (truk gandengan dan truk tempelan), semua kendaraan yang panjangnya > 9 m METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kamera Webcame Logitech C920 sebagai perekam video, komputer sebagai pengolah video digital dan tripod sebagai penyangga kamera. Pada penelitian ini telah dilakukan akuisisi data berupa data video. Data video digital direkam menggunakan kamera Logitech C920 dengan resolusi 1920 x Kamera dipasang pada tripot dan diletakkan pada kondisi stabil. Kamera difokuskan pada jalan tol untuk memperoleh citra kendaraan yang terbaik. Pengambilan video dilakukan pagi, siang, sore dan malam untuk melakukan perbandingan hasil pelacakan berdasarkan pencahayaan. Data video yang diperoleh selanjutnya akan diproses menggunakan sistem visi komputer. Perancangan aplikasi penghitung dan pengidentifikasi kendaraan dengan multiple object tracking terdiri dari beberapa tahap yaitu akuisisi citra, deteksi objek menggunakan 72
4 Laila Rahmawati dan Kusworo Adi Rancang bangun penghitung... GMM dan operasi morfologi, pelacakan objek menggunakan Kalman filter serta klasifikasi dan penghitungan kendaraan sehingga diperoleh hasil akhir berupa data jumlah kendaraan dan jenis kendaraan. Alur perancangan aplikasi tersebut ditunjukkan pada Gambar 1. Akuisisi citra Deteksi objek (GMM dan morfologi) Pelacakan objek Klasifikasi dan penghitungan kendaraan Jumlah dan jenis kendaraan Gambar 1. Diagram blok multiple object tracking HASIL DAN PEMBAHASAN Segmentasi citra menggunakan teknik background subtraction dengan metode Gaussian mixture model. Citra hasil segmentasi dideteksi menggunakan objek detektor, kemudian dilakukan operasi morfologi untuk merepresentasikan piksel-piksel pembentuk foreground sesuai dengan objek yang sebenarnya pada proses biner. Citra hasil ekstraksi disegmentasi menggunakan metode GMM untuk memisahkan background dengan foreground. Background adalah bagian pada citra yang yang tidak bergerak. Sebaliknya foreground merupakan citra objek berupa kelompok piksel terhubung yang bergerak pada setiap frame. Setiap piksel dalam gambar dimodelkan dengan campuran distribusi K Gaussian. Nilai piksel yang bernilai 1 maka diasumsikan sebagai piksel foreground dan nilai piksel 0 diasumsikan sebagai piksel background. Namun hasil deteksi masih terdapat celah dan objek-objek kecil disekitar foreground. Hal ini diatasi dengan proses morfologi sehingga diperoleh deteksi objek yang mendekati dengan objek yang sesungguhnya. Hasil deteksi objek ditunjukkan pada Gambar 2. Akuisisi Data Video yang diambil terdapat tiga variasi waktu pengambilan video yang berbeda yaitu pagi, siang, sore dan malam hari. Tujuan variasi ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pencahayaan terhadap kinerja multiple object tracking. Data video tersebut diinputkan ke dalam sistem pendeteksi dan penghitung kendaraan secara otomatis. Selanjutnya sistem akan mengekstraksi video menjadi citra - citra yang disebut sebagai serangkaian frame. Deteksi Objek Pada pendeteksian objek dilakukan proses segmentasi citra, deteksi objek dan morfologi. (a) (b) Gambar 2. Hasil deteksi objek (a) Citra asli, (b) Hasil deteksi 73
5 Youngster Physics Journal ISSN: Vol. 6, No. 1, Januari 2017, Hal Pada hasil training deteksi objek diketahui parameter GMM dengan nilai number of gaussian sebesar 3, number of training sebesar 40 dan minimum background ratio sebesar 0,7 memiliki fraction correct yang relatif tinggi pada setiap variasi video. Pelacakan Objek Kalman filter digunakan untuk melacak sebuah objek yaitu kendaraan. Keluaran yang dihasilkan dari Kalman filter adalah informasi fitur objek terbaik berupa posisi, arah gerak objek, area, kecepatan, dan histogram warna pada setiap objek setiap frame. Kalman filter memprediksi lokasi berikutnya dari suatu objek, dengan asumsi bahwa objek bergerak sesuai dengan model gerakan, yakni kecepatan atau percepatan antar frame konstan. Setiap objek yang terlacak memiliki inisial berupa ID yang ditandai dengan kotak pembatas (bounding box) yang membatasi foreground dengan warna berbeda untuk membedakan ID. Foreground yang terlacak ditentukan letak centroid-nya kemudian dihitung jarak antara centroid citra asli dengan centroid prediksi dari Kalman filter. Jarak antara centroid yang telah diketahui akan diperoleh nilai-nilai yang digunakan untuk proses pengambilan kesimpulan dengan menggunakan probability density function (pdf). Berdasarkan probability density function dapat diketahui tingkat akurasi dari Kalman filter. Parameter untuk menenentukan pdf terdapat konfigurasi Kalman filter dengan hasil training terbaik yaitu matrik state covariance [1,1], process noise [25,10], dan measurement noise sebesar 25 menghasilkan fraction correct tertinggi. Penghitungan dan Identifikasi Jenis Kendaraan Hasil pengujian multiple object tracking untuk menghitung jumlah kendaraan berdasarkan parameter Gaussian dan konfigurasi Kalman filter dengan nilai fraction correct tertinggi digunakan sebagai parameter pengujian aplikasi multiple object tracking, sehingga diperoleh akurasi penghitungan kendaraan berdasarkan ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Akurasi pengujian jumlah kendaraan Waktu Jumlah kendaraan Terdeteksi Sebenarnya Akurasi (%) Pagi Siang Sore KESIMPULAN Pada penelitian ini telah dilakukan implementasi sistem penghitung dan pengidentifikasi kendaraan di jalan tol menggunakan multiple object tracking. Sistem tersebut mendeteksi kendaraan menggunakan algoritma Gaussian mixture model dan Kalman filter yang berguna untuk mendeteksi dan melacak posisi, kecepatan, arah gerak dan ukuran kendaraan dari waktu ke waktu pada tiap frame citra. Hasil kinerja sistem diperoleh dengan menghitung nilai akurasinya. Hasil kinerja sistem penghitung dan pengidentifikasi kendaraan dengan multiple object tracking memperoleh hasil akurasi pada pagi hari sebesar 94%, siang hari sebesar 90%, sore hari sebesar 85%, dan malam hari sebesar 59%. DAFTAR PUSTAKA [1] Triyani, K dan Shirisa B.L. (2015) Moving Vehicle Detection and Tracking using GMM and Kalman Filter on Highway Traffic, International Journal of Enginering Tecnology, Management and Applied Sciences, VR Siddhartha Enginering College, Kanuru Vijayawada , Andhra Pradesh, India. 74
6 Laila Rahmawati dan Kusworo Adi Rancang bangun penghitung... [2] Efford, N. (2000) Digital Image Processing a Practical Introduction Using Java, Essex: Pearson Educaiona Limited. [3] Kadir, A. dan Susanto, A. (2012) Teori dan Aplikasi Pengolahan Citra, Yogyakarta: Andi Yogyakarta. [4] Toyama, K., Krumm J, Brumitt B. dan Meyers B. (1999) Wallflower:Principles and Practice of Background Maintenance, International Conference on Computer Vision, Corfu, Greece. [5] Wang, X., Sun J. Dan Peng H.Y. (2013) Foreground Objet Detecting Algoritm based on Mixture of Gaussian and Kalman Filter in Video Surveillance, College of Computer Science and Information Engeneering Zhejiang Gongshang University, Hangzhou, China. [6] Wahyudi, S.A., Pramono S. dan Widada W. (2013) Simulasi Filter Kalman untuk Estimasi Sudut dengan Menggunakan Sensor Gyroscope, Teknik, [7] Gonzalez, R.C. dan Woods R.E. (2001) Digital Image Processing, Boston, MA, USA:Addison-Wesley Longman Publishing Co., Inc. [8] Iskandar H. (2014) Pedoman Kapasitas Jalan Beas Hambatan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementrian Pekerjaan Umum, Bandung. 75
MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING Muahamd Syukur¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
III. PERANCANGAN SISTEM Flowchart Proses System Berikut ini adalah gambaran umum sistem yang akan dibangun pada Tugas Akhir ini.
Penghitungan Kepadatan Kendaraan Di Jalan Tol Menggunakan Metode Gaussian Mixture Model dan Kalman Filter Counting Density of Vehicle Based on Gaussian Mixture Model and Kalman Filter in Highway Muhammad
Youngster Physics Journal ISSN : Vol. 5, No. 1, Januari 2016, Hal 13-20
IMPLEMENTASI OBJECT TRACKING UNTUK MENDETEKSI DAN MENGHITUNG JUMLAH KENDARAAN SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE KALMAN FILTER DAN GAUSSIAN MIXTURE MODEL Havez Vazirani Al Kautsar dan Kusworo Adi Jurusan
PENGHITUNGAN KEPADATAN KENDARAAN DI JALAN TOL MENGGUNAKAN METODE GAUSSIAN MIXTURE MODEL DAN KALMAN FILTER
PENGHITUNGAN KEPADATAN KENDARAAN DI JALAN TOL MENGGUNAKAN METODE GAUSSIAN MIXTURE MODEL DAN KALMAN FILTER Muhammad Jendro Yuwono 1, Bedy Purnama 2, Febryanti Sthevanie 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Informatika,
IP TRAFFIC CAMERA PADA PERSIMPANGAN JALAN RAYA MENGGUNAKAN METODE LUASAN PIKSEL
IP TRAFFIC CAMERA PADA PERSIMPANGAN JALAN RAYA MENGGUNAKAN METODE LUASAN PIKSEL OLEH : ANDI MUHAMMAD ALI MAHDI AKBAR Pembimbing 1: Arief Kurniawan, ST., MT Pembimbing 2: Ahmad Zaini, ST., M.Sc. Page 1
IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Bambang Hermanto¹, Koredianto Usman², Iwan Iwut Tirtoasmoro³
Analisis Perbandingan Algoritma Optical Flow dan Background Estimation untuk Pendeteksian Objek pada Video
Analisis Perbandingan Algoritma Optical Flow dan Background Estimation untuk Pendeteksian Objek pada Video Ety Sutanty dan Ari Rosemala Jurusan Sistem Informasi, Universitas Gunadarma Depok, Indonesia
Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel
1 Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel Andi Muhammad Ali Mahdi Akbar, Arief Kurniawan, Ahmad Zaini Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut
SIMULASI DAN ANALISIS SISTEM PENGHITUNG KEPADATAN LALU LINTAS DAN KLASIFIKASI KENDARAAN BERBASIS WEBCAM DENGAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION
SIMULASI DAN ANALISIS SISTEM PENGHITUNG KEPADATAN LALU LINTAS DAN KLASIFIKASI KENDARAAN BERBASIS WEBCAM DENGAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION SIMULATION AND ANALYSIS SYSTEM COUNTERS TRAFFIC DENSITY AND
Sistem Pengukur Kecepatan Kendaraan Berbasis Pengolahan Video
IJEIS, Vol.5, No.2, October 2015, pp. 177~186 ISSN: 2088-3714 177 Sistem Pengukur Kecepatan Kendaraan Berbasis Pengolahan Video Satrio Sani Sadewo* 1, Raden Sumiharto 2, Ika Candradewi 3 1 Prodi Elektronika
Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter. Roslyn Yuniar Amrullah
Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter Roslyn Yuniar Amrullah 7406040026 Abstrak Computer Vision merupakan disiplin ilmu perpanjangan dari pengolahan citra digital dan kecerdasan buatan.
Analisis Perbandingan Algoritma Optical Flow dan Background Estimation untuk Pendeteksian Objek pada Video
Analisis Perbandingan Algoritma Optical Flow dan Background Estimation untuk Pendeteksian Objek pada Video 1 Ety Sutanty, 2 Ari Rosemala 1,2 Universitas Gunadarma, Jurusan Sistem Informasi, Depok, Indonesia
Object Tracking Berbasis Background Substraction dan Kalman Filter. Kata kunci: object tracking, Kalman filter, Substraction background.
Object Tracking Berbasis Background Substraction dan Kalman Filter Nasrulloh Ratu B.S.L 115060800111076 [email protected] Deby Faisol Akbar 115060800111065 [email protected] Abstrak Dalam proses pendeteksian
DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL
DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL Muhammad Affandes* 1, Afdi Ramadani 2 1,2 Teknik Informatika UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kontak Person : Muhammad
Sistem Penghitung Jumlah Objek di Jalan Raya Menggunakan Background Subtraction dan Tracking
Sistem Penghitung Jumlah Objek di Jalan Raya Menggunakan Background Subtraction dan Tracking Devina Christabela S. 0722041 Email : [email protected] Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Jl. Prof.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Citra Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan atau imitasi dari suatu objek. Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa
Analisa Perbandingan Algoritma Histogram of Oriented Gradient (HOG) dan Gaussian Mixture Model (GMM) Dalam Mendeteksi Manusia
Analisa Perbandingan Algoritma Histogram of Oriented Gradient (HOG) dan Gaussian Mixture Model (GMM) Dalam Mendeteksi Manusia Yolinda Fatimah Munawaroh 1), Ciksadan 2), Irma Salamah 3) 1),2),3 ) Program
1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada saat ini pengamatan atau pemantauan suatu kondisi tempat ataupun ruangan melalui video sudah banyak diterapkan. Pengembangan dari sistem pengamatan berbasis video
Implementasi Morphology Concept and Technique dalam Pengolahan Citra Digital Untuk Menentukan Batas Obyek dan Latar Belakang Citra
Implementasi Morphology Concept and Technique dalam Pengolahan Citra Digital Untuk Menentukan Batas Obyek dan Latar Belakang Citra Eddy Nurraharjo Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank
PENGOLAHAN CITRA DIGITAL ( DIGITAL IMAGE PROCESSING )
FAKULTAS TEKNIK INFORMATIKA PENGOLAHAN CITRA DIGITAL ( DIGITAL IMAGE PROCESSING ) Pertemuan 1 Konsep Dasar Pengolahan Citra Pengertian Citra Citra atau Image merupakan istilah lain dari gambar, yang merupakan
PEMANFAATAN KAMERA CCTV SEBAGAI ALAT BANTU TRAFFIC SURVEY BIDANG : TRAFFIC ENGINEERING. Ressi Dyah Adriani NPP
PEMANFAATAN KAMERA CCTV SEBAGAI ALAT BANTU TRAFFIC SURVEY BIDANG : TRAFFIC ENGINEERING Ressi Dyah Adriani NPP 10529 [email protected] ABSTRAK Data kepadatan lalu-lintas merupakan kebutuhan
1BAB I. 2PENDAHULUAN
1BAB I. 2PENDAHULUAN 2.1. Latar Belakang Pelacak objek (object tracking) pada saat ini merupakan penelitian yang menarik dalam bidang computer vision. Pelacak objek merupakan langkah awal dari berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akhir akhir ini teknologi yang berbasis " Sound and Video Capture Device " telah banyak berkembang. Para ilmuwan ataupun perusahaan yang bergerak di bidang IT memanfaatkan
ANALISIS PELACAKAN OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND ESTIMATION PADA KAMERA DIAM DAN BERGERAK (Hasil Penelitian)
ANALISIS PELACAKAN OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND ESTIMATION PADA KAMERA DIAM DAN BERGERAK ( Penelitian) Oleh : Wahyu Supriyatin 1, Yeniwarti Rafsyam 2, Jonifan 3 1,3 Universitas Gunadarma Jakarta, Jalan
PELACAKAN LEVEL KETINGGIAN AIR BERDASARKAN WARNA DENGAN BACKGROUND SUBSTRACTION
PELACAKAN LEVEL KETINGGIAN AIR BERDASARKAN WARNA DENGAN BACKGROUND SUBSTRACTION Adhadi Kurniawan 1), I Wayan Mustika 2), dan Sri Suning Kusumawardani 3) 1),2), 3) Laboratorium Sistem Elektronis, Jurusan
Klasifikasi Kendaraan Menggunakan Gaussian Mixture Model (GMM) dan Fuzzy Cluster Means (FCM)
19 Klasifikasi Kendaraan Menggunakan Gaussian Mixture Model (GMM) dan Fuzzy Cluster Means (FCM) Fitroh Amaluddin, M. Aziz Muslim, Agus Naba Abstract This paper describes how to record a moving object and
IDENTIFIKASI INDIVIDU BERDASARKAN CITRA SILUET BERJALAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN JARAK KONTUR TERHADAP CENTROID ABSTRAK
IDENTIFIKASI INDIVIDU BERDASARKAN CITRA SILUET BERJALAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN JARAK KONTUR TERHADAP CENTROID Disusun Oleh : Robin Yosafat Saragih (1022076) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN JUMLAH OBJEK PADA CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATHEMATICAL MORPHOLOGY
PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN JUMLAH OBJEK PADA CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATHEMATICAL MORPHOLOGY DAN TEKNIK CONNECTED COMPONENT LABELING Oleh I Komang Deny Supanji, NIM 0815051052 Jurusan
GLOSARIUM Adaptive thresholding Peng-ambangan adaptif Additive noise Derau tambahan Algoritma Moore Array Binary image Citra biner Brightness
753 GLOSARIUM Adaptive thresholding (lihat Peng-ambangan adaptif). Additive noise (lihat Derau tambahan). Algoritma Moore : Algoritma untuk memperoleh kontur internal. Array. Suatu wadah yang dapat digunakan
ANALISIS PELACAKAN OBJEK MOBIL DENGAN OPTICAL FLOW PADA KAMERA DIAM DAN BERGERAK
ANALISIS PELACAKAN OBJEK MOBIL DENGAN OPTICAL FLOW PADA KAMERA DIAM DAN BERGERAK Wahyu Supriyatin 1), Winda Widya Ariestya 2) 1, 2) Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma
Analisis dan Simulasi Sistem Penilaian Kualitas Gaya Berjalan untuk Sekolah Model Berbasis Video Processing dengan Metode Variable Module Graph
Analisis dan Simulasi Sistem Penilaian Kualitas Gaya Berjalan untuk Sekolah Model Berbasis Video Processing dengan Metode Variable Module Graph Ines Visyeri Yuliani 1,*, Bambang Hidayat 1, Suci Aulia 2
Pengenalan Objek Berdasarkan Warna Merah Menggunakan Metode Subtraction dan Blobanalysis Pada Canal Rgb Melalui Real-Time Video
Pengenalan Objek Berdasarkan Warna Merah Menggunakan Metode Subtraction dan Blobanalysis Pada Canal Rgb Melalui Real-Time Video Abstrak Mochamad Faisol Baharun¹, T.Sutojo, SSi., M.Kom² Program Studi S1
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Gasal 2015/2016
MKB3383 - Teknik Pengolahan Citra Pengolahan Citra Digital Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Gasal 2015/2016 CITRA Citra (image) = gambar pada bidang 2 dimensi. Citra (ditinjau dari sudut pandang matematis)
SISTEM IDENTIFIKASI POSISI PELAT NOMOR KENDARAAN SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN HOUGH TRANSFORM
SISTEM IDENTIFIKASI POSISI PELAT NOMOR KENDARAAN SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN HOUGH TRANSFORM Billy Buana Putra NRP : 1122055 Email : [email protected] ABSTRAK Pengenalan pelat nomor kendaraan secara
Rancang Bangun Sistem Penghitung Laju dan Klasifikasi Kendaraan Berbasis Pengolahan Citra
Rancang Bangun Sistem Penghitung Laju dan Klasifikasi Kendaraan Berbasis Pengolahan Citra M Agus Taksiono, Dr. Ronny Mardiyanto, ST., MT.dan Ir. Joko Purwanto M.Eng, Ph.d Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
ANALISA ALGORITMA PENGHITUNG KENDARAAN RODA EMPAT DALAM KONDISI SIANG DAN MALAM HARI DENGAN METODE FRAME INTERSECTION
ANALISA ALGORITMA PENGHITUNG KENDARAAN RODA EMPAT DALAM KONDISI SIANG DAN MALAM HARI DENGAN METODE FRAME INTERSECTION Brillian Bagus Pakerti Utama 1), Ratri Dwi Atmaja 2), Azizah 3) 1),2),3) S1 Teknik
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN
Jurnal Teknik Informatika Vol. 1 September 2012 1 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN Wahyu Saputra Wibawa 1, Juni Nurma Sari 2, Ananda 3 Program Studi
Tenik Informatika S1,Institut Teknologi Nasional Malang Jalan Raya Karanglo Km 2 Malang
Jurnal Teknologi Informatika dan Terapan Vol. 04, No 02, Juli Desember 2017 ISSN: 235-838X Mira Orisa #1, Karina Auliasari *2, Rofila El Maghfiroh #3 # Tenik Informatika S1,Institut Teknologi Nasional
PENDETEKSI TEMPAT PARKIR MOBIL KOSONG MENGGUNAKAN METODE CANNY
PENDETEKSI TEMPAT PARKIR MOBIL KOSONG MENGGUNAKAN METODE CANNY Minati Yulianti 1, Cucu Suhery 2, Ikhwan Ruslianto 3 [1] [2] [3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Jl. Prof.
PERANCANGAN SISTEM PENGENAL DIGIT ANGKA METER AIR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN KOHONEN
PERANCANGAN SISTEM PENGENAL DIGIT ANGKA METER AIR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN KOHONEN Teguh Triantoro, F. Rizal Batubara, Fahmi Konsentrasi Teknik Komputer, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik
SIMULASI DAN ANALISIS SISTEM SMART TRAFFIC LIGHT BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN METODE DETEKSI TEPI DAN SEGMENTASI
SIMULASI DAN ANALISIS SISTEM SMART TRAFFIC LIGHT BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN METODE DETEKSI TEPI DAN SEGMENTASI Simulation and Analysis of System Smart Traffic Light Based on Digital Image
Model Sistem Akses Tempat Parkir Berdasarkan Pengenalan Plat Nomor Kendaraan. Andry Jonathan ( )
Model Sistem Akses Tempat Parkir Berdasarkan Pengenalan Plat Nomor Kendaraan Andry Jonathan (1122041) Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri
Penerapan Algoritma Particle Filter pada Face Tracking
pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 1 Penerapan Algoritma Particle Filter pada Face Tracking Very Rahmawan, David Oktavian, Derry Alamsyah STMIK GI MDP, Jalan Rajawali No.14 Palembang, 0711-376400 Jurusan Teknik Informatika,
Aplikasi Mendeteksi Gerakan Tangan untuk Bermain Game Pingpong dengan Teknik Pengolahan Citra
Citec Journal, Vol. 4, No. 1, November 2016 Januari 2017 ISSN: 2460-4259 Aplikasi Mendeteksi Gerakan Tangan untuk Bermain Game Pingpong dengan Teknik Pengolahan Citra Application to Detect Hand Movements
PERANCANGAN PROGRAM PENGHITUNG JUMLAH KENDARAAN DI LINTASAN JALAN RAYA SATU ARAH MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN C++ DENGAN PUSTAKA OPENCV
PERANCANGAN PROGRAM PENGHITUNG JUMLAH KENDARAAN DI LINTASAN JALAN RAYA SATU ARAH MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN C++ DENGAN PUSTAKA OPENCV Publikasi Jurnal Skripsi Disusun Oleh : FAJAR MIT CAHYANA NIM :
DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS WEBCAM SECARA REALTIME DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS WEBCAM SECARA REALTIME DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Ari Sutrisna Permana 1, Koredianto Usman 2, M. Ary Murti 3 Jurusan Teknik Elektro - Institut Teknologi Telkom - Bandung
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Citra Citra (image) sebagai salah satu komponen multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh
BAB III METODE PENELITIAN. tracking obyek. Pada penelitian tugas akhir ini, terdapat obyek berupa bola. Gambar 3.1. Blok Diagram Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah studi literatur, pembuatan program serta melakukan deteksi dan tracking obyek. Pada
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem penglihatan manusia merupakan suatu system yang sangat kompleks,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Sistem penglihatan manusia merupakan suatu system yang sangat kompleks, tetapi sangat dapat diandalkan. Sistem ini memberikan sarana pengenalan obyek yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem Sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah Implementasi Algoritma Template Matching dan Feature Extraction untuk Pengenalan Pola Angka Untuk
DETEKSI PLAT KENDARAAN MENGGUNAKAN HOG DAN LVQ. Muhammad Imron Rosadi 1
DETEKSI PLAT KENDARAAN MENGGUNAKAN HOG DAN LVQ Muhammad Imron Rosadi 1 Prodi Teknik Informatika, Universitas Yudharta Pasuruan Purwosari 67162 Pasuruan Jawa Timur 1 Email : [email protected] ABSTRAK
Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt
Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt Sulfan Bagus Setyawan 1, Djoko Purwanto 2 Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1 [email protected]
APLIKASI OPERASI HIMPUNAN DAN MATEMATIKA MORFOLOGI PADA PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Desember 2016 Volume 10 Nomor 2 Hal. 83 96 APLIKASI OPERASI HIMPUNAN DAN MATEMATIKA MORFOLOGI PADA PENGOLAHAN CITRA DIGITAL V. Y. I. Ilwaru 1, Y. A. Lesnussa 2, E. M.
IMPLEMENTASI METODE ADAPTIVE BACKGROUND EXTRACTION UNTUK PENGHITUNG KEPADATAN LALU LINTAS MELALUI FILE VIDEO DENGAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODELS
IMPLEMENTASI METODE ADAPTIVE BACKGROUND EXTRACTION UNTUK PENGHITUNG KEPADATAN LALU LINTAS MELALUI FILE VIDEO DENGAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODELS Endang Setyati Dosen Teknik Informatika, Sekolah Tinggi
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA EIGENFACE DAN EUCLIDEAN DISTANCE
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA EIGENFACE DAN EUCLIDEAN DISTANCE Widodo Muda Saputra, Helmie Arif Wibawa, S.Si, M.Cs, dan Nurdin Bahtiar, S.Si, M.T Fakultas Sains dan Matematika, Jurusan Ilmu Komputer
Pengolahan Citra INTERACTIVE BROADCASTING. Yusuf Elmande., S.Si., M.Kom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Penyiaran
INTERACTIVE BROADCASTING Modul ke: Pengolahan Citra Fakultas Ilmu Komunikasi Yusuf Elmande., S.Si., M.Kom Program Studi Penyiaran www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Istilah citra digital sangat populer pada
ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE
ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE HANANTO DHEWANGKORO A11.2009.04783 Universitas Dian Nuswantoro. Semarang, Indonesia Email: [email protected]
IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS(PCA) DAN IMPROVED BACKPROPAGATION
J~ICON, Vol. 3 No. 2, Oktober 2015, pp. 89 ~ 95 89 IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS(PCA) DAN IMPROVED BACKPROPAGATION Rini Miyanti Maubara 1, Adriana Fanggidae
1. Pendahuluan Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Meningkatnya kebutuhan manusia akan sistem keamanan berbasis tracking yang dapat bekerja secara otomatis membuat ilmuwan mulai menciptakan berbagai macam teknologi dan
SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 )
SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 ) Pramuda Akariusta Cahyan, Muhammad Aswin, Ir., MT., Ali Mustofa, ST., MT. Jurusan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER Dalam analisis dan perancangan sistem program aplikasi ini, disajikan mengenai analisis kebutuhan sistem yang digunakan, diagram
DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM
DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM Charles Edison Chandra; Herland Jufry; Sofyan Tan Computer Engineering Department, Faculty of Engineering, Binus University
Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 3, Maret 2018, hlm. 1313-1317 http://j-ptiik.ub.ac.id Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengenalan Pola Pengenalan pola adalah suatu ilmu untuk mengklasifikasikan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengukuran kuantitatif fitur (ciri) atau sifat utama dari suatu
Perancangan dan Pengujian Piranti Pemantauan Visual untuk Menentukan Volume Lalu Lintas
54 Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 12, No. 2, Agustus 2016, hal. 54-59 Perancangan dan Pengujian Piranti Pemantauan Visual untuk Menentukan Volume Lalu Lintas Alfina 1, Yuwaldi Away 1, dan Muhammad Isya
IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS) Inung Wijayanto¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Salah satu cara untuk berkomunikasi adalah dengan cara melakukan interaksi langsung. Dengan interaksi maka setiap orang dapat mengerti maksud pernyataan ataupun perintah
Analisa dan Pemodelan Kerumunan Orang pada Video Digital
Sidang Tugas Akhir Analisa dan Pemodelan Kerumunan Orang pada Video Digital Oleh: Nick Darusman (2209106015) Dosen Pembimbing Dr. Ir. Wirawan, DEA Jumat, 24 Januari 2012 Surabaya 1 Latar Belakang Angka
Pengantar Pengolahan Citra. Ade Sarah H., M. Kom
Pengantar Pengolahan Citra Ade Sarah H., M. Kom Pendahuluan Data atau Informasi terdiri dari: teks, gambar, audio, dan video. Citra = gambar adalah salah satu komponen multimedia yang memegang peranan
PENGEMBANGAN SISTEM ESTIMASI KECEPATAN PADA KENDARAAN BERGERAK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
TESIS SM 142501 PENGEMBANGAN SISTEM ESTIMASI KECEPATAN PADA KENDARAAN BERGERAK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Danang Wahyu Wicaksono 1215201008 Dosen Pembimbing: Dr. Budi Setiyono, S.Si., M.T. PROGRAM
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Citra Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi suatu objek. Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa
BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut sudah terintegrasi dengan komputer, dengan terintegrasinya sistem tersebut
Pengembangan Prototype Sistem Untuk Manajemen Lahan Parkir Dengan Jaringan Sensor Kamera Nirkabel
Pengembangan Prototype Sistem Untuk Manajemen Lahan Parkir Dengan Jaringan Sensor Kamera Nirkabel ALDELLA PUTRA A. NRP 070006 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Citra Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Citra sebagai keluaran suatu system perekaman data dapat bersifat optik berupa foto,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Citra Digital
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Bab ini berisi tentang teori yang mendasari penelitian ini. Terdapat beberapa dasar teori yang digunakan dan akan diuraikan sebagai berikut. 2.1.1 Citra Digital
PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK MENGKLASIFIKASI GOLONGAN KENDARAAN DENGAN METODE PARAMETER DASAR GEOMETRIK
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.1 April 2017 Page 115 PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK MENGKLASIFIKASI GOLONGAN KENDARAAN DENGAN METODE PARAMETER DASAR GEOMETRIK (IMAGE PROCESSING
PENGENALAN BILANGAN ARAB MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) PENGENALAN BILANGAN ARAB MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING Muhammad Hanif Dwiadi¹, Sofia Naning Hertiana², Gelar Budiman³ ¹Teknik Telekomunikasi,, Universitas Telkom Abstrak
PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAP KINERJA SEGMENTASI
PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAP KINERJA SEGMENTASI Iman H. Kartowisatro Computer Engineering Department, Faculty of Engineering, BINUS University Jln. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480 [email protected]
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana 2209 105 042 Pembimbing I : Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST., MT. NIP. 196907301995121001 Pembimbing II : Muhtadin, ST., MT. NIP. 198106092009121003 Latar belakang Banyaknya
IDENTIFIKASI FOKUS MIKROSKOP DIGITAL MENGGUNAKAN METODE OTSU
Berkala Fisika ISSN : 1410-9662 Vol. 17, No.4, Oktober 2014, hal 139-144 IDENTIFIKASI FOKUS MIKROSKOP DIGITAL MENGGUNAKAN METODE OTSU Ari Bawono *, Kusworo Adi dan Rahmat Gernowo Jurusan Fisika, Universitas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen, dengan tahapan penelitian sebagai berikut: 3.1 Pengumpulan Data Tahap ini merupakan langkah awal dari penelitian. Dataset
KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS
Ikhwan Ruslianto KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS IKHWAN RUSLIANTO Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Berikut adalah beberapa definisi dari citra, antara lain: rupa; gambar; gambaran (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebuah fungsi dua dimensi, f(x, y), di mana x dan y adalah
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA Syahrul 1, Andi Kurniawan 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.116,
Febrianty Winda Pratiwi¹, Bambang Hidayat², Gelar Budiman³. ¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom
DETEKSI KEMATANGAN DAN KELAYAKAN BUAH PEPAYA MENGGUNAKAN WEBCAM DENGAN PENGOLAHAN CITRA SECARA REAL-TIME DETECTION OF MATURITY AND FEASIBILITY OF PAPAYA USING WEBCAM WITH IMAGE PROCESSING FOR REAL-TIME
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus
BAB II DASAR TEORI 2.1 Meter Air Gambar 2.1 Meter Air Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor,
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Program Aplikasi Dalam proses identifikasi karakter pada plat nomor dan tipe kendaraan banyak menemui kendala. Masalah-masalah yang ditemui adalah proses
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Computer Vision terutama dalam bidang pengenalan wajah berkembang pesat, hal ini tidak terlepas dari pesatnya
SYSTEMIC Vol. 1, No. 1, Agustus 2015, PENGENALAN CATATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN PENGENALAN ANGKA BERBASIS KORELASI.
SYSTEMIC Vol. 1, No. 1, Agustus 2015, 14-19 PENGENALAN CATATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN PENGENALAN ANGKA BERBASIS KORELASI Ahmad Yusuf 1) 1) Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
OPTIMASI ALGORITMA IDENTIFIKASI STRABISMUS
OPTIMASI ALGORITMA IDENTIFIKASI STRABISMUS PADA MATA MANUSIA BERBASIS IMAGE PROCESSING DENGAN EUCLIDEAN DISTANCE PADA SISTEM MEKANIKAL AUTOMATED OPTICAL INSPECTION (AOI) AHMAD RIFA I RIF AN NRP. 2106 100
Pendahuluan Pengantar Pengolahan Citra. Bertalya Universitas Gunadarma, 2005
Pendahuluan Pengantar Pengolahan Citra Bertalya Universitas Gunadarma, 2005 Definisi Citra Citra (Image) adalah gambar pada bidang dua dimensi. Secara matematis, citra merupakan fungsi terus menerus (continue)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari semakin banyak masalah yang terjadi seiring meningkatnya populasi di daerah perkotaan, akibatnya lalu lintas menjadi lebih padat karena
Deteksi Citra Objek Lingkaran Dengan Menggunkan Metode Ekstraksi Bentuk Circularity
54 Integer Journal, Vol 1, No 1, Maret 2016: 54-59 Deteksi Citra Objek Lingkaran Dengan Menggunkan Metode Ekstraksi Bentuk Circularity Hendro Nugroho Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut
Morphological Image Processing
Morphological Image Processing Muhammad Kusban Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Surakarta Abstrak -- Proses morphologi terutama digunakan untuk menghilangkan ketidaksempurnaan bentuk yang ada dalam
FAKULTAS TEKNIK (FT) PROGRAM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016
DETEKSI KEMUNCULAN BULAN SABIT MENGGUNAKAN METODE CIRCULAR HOUGH TRANSFORM ARTIKEL Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Pada Program
Jobsheet 3 Cara Kerja Sistem CCTV
Jobsheet 3 Cara Kerja Sistem CCTV I. Tujuan Praktikum 1.Mahasiswa mengetahui cara mengoperasikan CCTV. 2.Mahasiswa dapat mengoperasikan CCTV. 3.Mahasiswa mengetahui cara kerja sistem CCTV. II. Deskripsi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari
48 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari 2012. Pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium
Copyright Tabratas Tharom 2003 IlmuKomputer.Com
Pengolahan Citra Pada Mobil Robot Tabratas Tharom [email protected] Copyright Tabratas Tharom 2003 IlmuKomputer.Com BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. PERANCANGAN PENGOLAHAN CITRA SEBUAH MOBIL ROBOT Perancangan pengolahan
