BAB II KAJIAN PUSTAKA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II KAJIAN PUSTAKA"

Transkripsi

1 BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini menjelaskan mengenai pustaka-pustaka yang digunakan sebagai acuan dalam pembuatan Game Perang Pandan. Kajian pustaka meliputi State of The Art, Fish Bone, informasi mengenai Game beserta Genre Game, sejarah Perang Pandan beserta atribut busana untuk Perang Pandan, metode Dynamic Difficulty Adjustment, Pemodelan Sistem, dan Corona SDK. 2.1 State of the Art Game Perang Pandan pada platform Android merupakan sebuah game yang mengacu pada kebudayaan daerah Perang Pandan. Perang Pandan merupakan salah satu kebudayaan daerah yang terdapat di Bali khususnya di Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem. Perang Pandan merupakan sebuah prosesi yang dilakukan dengan menggunakan pandan berduri sebagai senjata dan rotan yang telah dianyam sebagai tameng. Perang Pandan tetap dilakukan karena berkaitan dengan nilai keagamaan dan filosofi yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan (Purnamawati, Adnyani & Suastika 2015). Game Perang Pandan memberikan informasi atribut busana yang digunakan saat prosesi Perang Pandan. Game Perang Pandan dapat menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk melestarikan dan memberikan informasi tentang kebudayaan Perang Pandan. Game Perang Pandan diilhami dari jurnal dengan judul AI for Dynamic Difficulty Adjustment in Games oleh Robin Hunicke dan Vernell Chapmandan. Jurnal tersebut menerangkan bahwa game membosankan ketika game tersebut terlalu mudah dimainkan dan biasanya membuat penggunanya frustasi ketika level pada game terlalu sulit. Sementara sebagian besar permainan tunggal atau singleplayer game memungkinkan pemain untuk menyesuaikan tingkat kesulitan pada game dengan menyertakan pilihan level yaitu easy, medium, dan hard. Kekurangan fleksibilitas ini dapat menyebabkan ketidaksuaian antara kemampuan pemain dengan keseluruhan kesulitan dalam permainan. 6

2 7 Jurnal dengan judul A Temporal Data-Driven Player Model for Dynamic Difficulty Adjustment oleh Alexander E. Zook dan Mark O. Riedl membahas bahwa bagian yang menyenangkan dari game adalah untuk menguasai keterampilan yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu permainan. Tantangannya adalah bagaimana menyesuaikan tingkat kesulitan berbasis kejadian selama permainan untuk kemampuan spesifik pemain. Jurnal A Temporal Data-Driven Player Model for Dynamic Difficulty Adjustment menyajikan pendekatan faktorisasi tensor untuk memprediksi kinerja pemain dalam permainan komputer berbasis keterampilan. Faktorisasi tensor yang digunakan dapat memprediksi kemampuan yang dimiliki pemain seperti penguasaan atas waktu. Jurnal dengan judul Rancang Bangun Aplikasi Game Tajen Berbasis Android Menggunakan Artificial Intelligence oleh Made Gandhi Arsawiguna, A. A. Kt. Agung Cahyawan Wiranatha dan Kadek Suar Wibawa membahas mengenai Tajen sebagai salah satu kebudayaan daerah Bali yang disalahkan gunakan untuk kegiatan perjudian. Tujuan utama pembuatan game Tajen adalah untuk mengenalkan fungsi utama dari Tajen itu sendiri yaitu sebagai ritual untuk upacara Tabuh Rah. Game Tajen memiliki genre fighting dimana pengguna dapat memilih ayam yang digunakan serta Taji yaitu senjata yang dikaitkan pada kaki ayam. Game Tajen juga menerapkan pemilihan hari baik dimana keberuntungan yang dimiliki oleh ayam semakin besar bila pemilihan ayam sesuai dengan hari baik. Penerapan Artificial Intelligence pada Game Perang Pandan terdapat pada karakter lawan yang dihadapi oleh pengguna. Jurnal dengan judul Aplikasi Game Edukasi Busana Tari Bali Pada Smartphone Berbasis Android oleh Ni Kadek Yuliastin membahas mengenai pengenalan budaya daerah Bali melalui sebuah game edukasi. Game edukasi yang dibuat adalah game edukasi busana tari Bali, karena melalui game edukasi dapat mengenalkan dan menciptakan rasa bangga tentang salah satu budaya daerah. Aplikasi game Busana Tari Bali ini merupakan aplikasi game yang memasangkan satu persatu atribut tari yang digunakan pada suatu jenis tari tertentu. Aplikasi

3 8 game Busana Tari Bali ini menyajikan 14 jenis busana Tari Bali yang dapat dimainkan. Game Perang Pandan merupakan penelitian yang diilhami dari penelitian sebelumnya mengenai pengenalan serta pelestarian kebudayaan daerah melalui media game. Game Perang Pandan menerapkan metode Dynamic Difficulty Adjustment. Metode Dynamic Difficulty Adjustment merupakan metode yang bertujuan untuk menyesuaikan tingkat kesulitan pada game secara dinamis sesuai dengan tingkat kemampuan pengguna. 2.2 Fish Bone Diagram Fish Bone atau diagram yang bentuknya menyerupai tulang ikan sering juga disebut Diagram Cause-and-Effect atau Diagram Ishikawa, diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli pengendalian kualitas dari Jepang, sebagai satu dari tujuh alat kualitas dasar (7 basic quality tools). Diagram Fish Bone digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab dari suatu permasalahan (Tague 2005, hh ). Gambar 2.1 Fish Bone Gambar 2.1 merupakan diagram Fish Bone yang dibuat untuk mempermudah penelitian yang dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi permasalahan sehingga dapat dengan mudah mencari solusi dari permasalahan

4 9 tersebut. Diagram Fish Bone merupakan solusi yang dapat digunakan untuk menentukan pola pikir dari rancangan, sistem, dan perangkat pendukung baik hardware maupun software yang digunakan dalam sebuah pembuatan sistem. 2.3 Game Game berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti dasar permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual (intellectual playability). Kelincahan intelektual pada tingkat tertentu merupakan ukuran sejauh mana Game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Dengan kata lain, segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran, kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu dapat dikatakan sebagai game (Satria & Paryono 2012). Perkembangan video game yang sangat pesat dan menjadikannya sebagai media efektif yang interaktif dan banyak dikembangkan di perindustrian. Game harus memiliki desain antarmuka yang interaktif dan mengandung unsur menyenangkan (Hurd & Jenuings 2009). Game dapat dibedakan menjadi dua yaitu game fisik dan game elektronik. Game fisik merupakan game nyata yang melibatkan aktifitas fisik penggunanya. Contohnya seperti bermain kelereng maupun bermain sepakbola. Game elektronik merupakan game yang dimainkan dengan perangkat elektronik yang menghasilkan visual secara maya atau tidak nyata. Contohnya yaitu game pada komputer maupun pada smartphone. 2.4 Genre Game Game dapat dikelompokkan menjadi beberapa genre atau jenis. Jenis-jenis game diantaranya Adventure Games, Action Games, Action-Adventure Games, Platform Games, Fighting Games, Firts-Person Shooter Games, Real-Time Strategy Games, Turn-Based Strategy Games, Role Playing Games, Massively Multiplayer Online Games, Rythm Games, Puzzle Games, Simulation Games, Racing Games, Sport Game, Board Games, Educational Games, dan Serious Games (Hanna n.d.).

5 10 1. Adventure Games Game dengan genre ini biasanya menjadikan pengguna tokoh protagonis pada sebuah cerita dimana untuk melanjutkan permainan atau menuju level selanjutnya dari permainan tersebut pengguna harus menyelesaikan suatu misi. Pengguna dalam menyelesaikan misi tersebut berinteraksi dengan objek yang ada pada game. Contoh game genre ini antaralain Zork dan King s Quest. 2. Action Games Game dengan genre ini biasanya ditandai dengan peristiwa yang serba cepat dan membutuhkan ketangkasan dari penggunanya dalam melakukan refleks terhadap gerakan pada game. Contoh game genre ini yaitu Space Invander. 3. Action-Adventure Games Game dengan genre ini dapat digambarkan sebagai gabungan dari dua genre game dimana game jenis ini menyajikan petualangan sekaligus dilengkapi dengan aksi. Contoh game genre ini yaitu Spider-Man: Ultima Power dan Gangstar City. 4. Platform Games Game dengan genre ini biasanya ditandai dengan sebuah tokoh protagonis yang nantinya digun oleh pengguna untuk melompat atau berjalan pada sebuah permukaan yaitu platform sementara pengguna juga akan berinteraksi dengan objek yang ada pada game. Game dengan genre ini pada awalnya populer dengan animasi dua dimensi (2D), namun seiring perkembangannya kini game dengan genre ini telah ada dengan animasi tiga dimensi (3D). Contoh game genre ini antaralain Mario Bross, Minion, Subway Surfers dan Temple Runs. 5. Fighting Games Game dengan genre ini biasanya pengguna melakukan pertarungan baik dengan komputer maupun dengan pengguna lainnya. Contoh game genre ini antaralain Ninja Shadow dan Mortal Combat. 6. Firts-Person Shooter Games Game dengan genre ini biasanya pengguna berperan sebagai tokoh protagonis dimana pengguna memerankan karakter pada game dalam sudut pandang orang pertama, meskipun beberaba game dengan genre ini juga

6 11 mendukung sudut pandang orang ketiga. Contoh game genre ini antaralain Call of Duty, Battlefield dan Counter Strike. 7. Real-Time Strategy Games Game dengan genre ini biasanya disediakan beberapa misi yang harus dituntaskan oleh pengguna dengan cara melibatkan objek yang terdapat pada game tersebut. Contoh game genre ini antaralain Class of Clans dan DomiNations. 8. Turn-Based Strategy Games Game dengan genre ini hampir sama dengan real-time strategy games hanya saja peran pemain demi selesainya misi yang ada sangat berperan penting. Contoh game genre ini yaitu Age of Empire. 9. Role Playing Games Game dengan genre ini biasanya pengguna diberikan kebebasan memilih karakter yang digunakan. Sehingga pengguna bebas menentukan bagaimana karakter yang digunakan tersebut pada game. Contoh game genre ini yaitu Dungeon Hunter. 10. Massively Multiplayer Online Games Genre ini merupakan game yang menyediakan sebuah ruang untuk para pengguna role playing game. Sehingga antar pengguna dapat saling berinteraksi satu dengan lainnya. Contoh game genre ini antaralain World of Warcraft dan DOTA. 11. Rythm Games Genre ini merupakan game yang berfokus pada kecerdikan penggunanya untuk memecahkan setiap misi yang disediakan pada game. Selain itu yang termasuk dalam genre ini adalah game bertema musik. Contoh game genre ini yaitu Splinter Cell dan Guitar Hero. 12. Puzzle Games Game dengan genre ini pengguna biasanya diminta untuk memecahkan teka-teki atau masalah yang dapat melibatkan logika, pencocokan pola serta waktu reaksi. Contoh game genre yaitu Tetris.

7 Simulation Games Genre ini merupakan game yang mensimulasikan sesuatu dimana penggunanya berperan langsung dalam game. Contoh game genre ini yaitu Truck Simulator dan Microsoft Flight Simulator. 14. Racing Games Game dengan genre ini pengguna biasanya berperan sebagai karakter dalam game yang dapat mengendalikan alat transportasi. Alat transportasi tersebut nantinya digunakan untuk beradu baik kecepatan dan waktu dengan objek lain pada game. Contoh game genre ini yaitu Asphalt dan Need for Speed. 15. Sport Games Genre ini merupakan game yang mensimulasikan kegiatan olahraga pada dunia nyata yang dibawa ke dalam game digital. Contoh game genre ini yaitu PES 2015 dan FIFA Board Games Genre ini merupakan permainan tradisional yang dibawa kedalam format game digital. Contoh game genre ini yaitu Chess, Mah-jong dan Backgamon. 17. Educational Games Game dengan genre ini biasanya memberikan informasi pembelajaran sekaligus melatih penggunanya dengan permainan yang disediakan. Contoh game genre yaitu Kids Educational Game Free. 2.5 Perang Pandan Perang Pandan merupakan kebudayaan daerah yang berasal dari Desa Tenganan Pegringsingan. Berikut ini dijelaskan mengenai sejarah Perang Pandan, bagaimana awal mula kisah terjadinya perayaan Perang Pandan dan atribut yang digunakan saat prosesi Perang Pandan Sejarah Perang Pandan Perang Pandan merupakan salah satu tradisi yang perlu dilestarikan keberadaannya. Tradisi Perang Pandan masih dilakukan, karena beberapa nilainilai agama dan filsafat yang dianggap penting dan layak untuk ditanamkan dalam sistem kehidupan masyarakat Bali. Arti penting dari tradisi Perang Pandan terletak

8 13 pada sejarah yang merupakan salah satu bentuk terima kasih dari Desa Tenganan Pegringsingan untuk berkah dari Dewa Surya yang telah memberikan kesejahteraan, keamanan, dan kenyamanan (Purnamawati, Adnyani & Suastika 2015). Porsesi Perang Pandan dilakukan menggunakan pandan berduri yang diikat sehingga menyerupai gada dan digunakan sebagai senjata. Peserta Perang Pandan juga dibekali dengan rotan yang dianyam sehingga berbentuk tameng yang digunakan untuk bertahan Atribut Tradisi perang pandan, dilakukan dengan menggunakan pandan berduri sebagai alat atau senjata untuk berperang. Pandan berduri yang digunakan adalah pandan yang sudah diikat sehingga berbentuk seperti gada. Peserta perang pandan juga diberikan sebuah tameng. Tameng tersebut digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan. Tameng yang digunakan pada perang pandan terbuat dari rotan yang dianyam. Gambar 2.2 Tradisi Perang Pandan (Sumber: Perang pandan diiringi musik gamelan seloding. Seloding adalah alat musik di daerah Tenganan yang hanya boleh dimainkan oleh orang yang disucikan. Alat musik ini juga tidak sembarangan dimainkan, melainkan hanya pada acara tertentu saja. Alat tersebut memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar yaitu tidak boleh menyentuh tanah.

9 14 Peserta perang pandan memakai pakaian adat Tenganan yang bernama kain tenun Pegringsingan. Masyarakat pria hanya menggunakan Kamen, Saput, dan ikat kepala berupa Udeng. Pria tersebut tidak mengenakan baju alias bertelanjang dada. 2.6 Pemodelan Sistem Pemodelan sistem merupakan langkah-langkah untuk menggambarkan secara umum game yang dibangun. Gambaran umum digambarkan dengan flowchart dan activity diagram Use Case Diagram Use Case Diagram merupakan gambaran aktifitas apa saja yang dapat dilakukan oleh suatu sistem dari sudut pandang pengamatan luar, yang menjadi persoalan itu apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya. Use Case Diagram dekat kaitannya dengan kejadian atau skenario yang merupakan contoh apa yang terjadi pada saat seseorang berinteraksi dengan sistem (Sudarsono n.d.) Flowchart Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif lain dalam pengoperasian (Sudarsono n.d.). Simbol yang dapat digunakan dalam membuat flowchart dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2.1 Simbol Flowchart SIMBOL ARTI CONTOH Input/ Output Mempresentasikan input data atau output data yang diproses dari suatu informasi. Cek Waktu Permainan

10 (sambungan) Process Mempresentasikan operasi. Hitung Waktu Pertandingan Penghubung Keluar ke atau masuk dari bagian lain flowchart khususnya halaman yang sama. Keluar Masuk Anak Panah Mempresentasikan kerja alur Hitung Waktu Pertandingan 3 Penjelasan Digunakan untuk komentar tambahan pada suatu proses. Hitung Waktu Pertandin gan Dalam detik Keputusan Mempresentasikan keputusan dalam program. Apakah <45 detik? Predefined Process Mempresentasikan rincian operasi berada di tempat lain. Hitung Waktu Pertandingan Preparation Mempresentasikan pemberian harga awal. S = 2

11 (sambungan) Terminal Points Mempresentasikan atau akhir flowchart. awal Start Penghubung Keluar ke atau masuk dari bagian lain flowchart B khususnya halaman yang berbeda. Flowchart digunakan untuk menggambarkan alur proses pengerjaan Game Perang Pandan dari awal sampai akhir. Flowchart membantu dalam pengerjaan pertahap prosedur dalam pembuatan Game Perang Pandan juga sebagai landasan alur perancangan game Activity Diagram Activity Diagram berfokus pada aktifitas yang terjadi terkait dengan suatu proses tunggal (Albertus 2005). Activity Diagram menunjukkan bagaimana aktifitas yang terdapat pada Game Perang Pandan saling bergantung satu dengan yang lainnya. Activity Diagram memberikan informasi mngenai suatu objek yang bertanggung jawab terhadap suatu aktifitas. 2.7 Dynamic Difficulty Adjustment Game membosankan ketika Game tersebut terlalu mudah dimainkan dan biasanya membuat penggunanya frustasi ketika level pada game terlalu sulit. Sebagian besar permainan tunggal atau single-player game memungkinkan pemain untuk menyesuaikan tingkat kesulitan pada game dengan menyertakan pilihan level yaitu easy, medium, dan hard. Kekurangan fleksibilitas ini dapat menyebabkan ketidaksuaian antara kemampuan pemain dengan keseluruhan kesulitan dalam permainan (Hunicke & Chapmandan 2012). Dynamic Difficulty Adjustment atau lebih dikenal dengan DDA merupakan sebuah metode dari Artificall Inteligence (AI). Metode Dynamic Difficulty Adjustment merupakan metode yang bertujuan untuk menyesuaikan tingkat

12 17 kesulitan pada game dengan kemampuan pengguna. metode Dynamic Difficulty Adjustment telah banyak digunakan pada beberapa game terkenal seperti Resident Evil, Ghost Recon hingga game sepak bola seperti FIFA dan PES. Dynamic Difficulty Adjustment menggunakan proses otomatis mengubah parameter, skenario, dan perilaku dalam video game secara real-time, berdasarkan kemampuan pemain, hal ini bertujuan untuk menghindari pemain menjadi bosan (jika permainan terlalu mudah) atau frustrasi (jika permainan terlalu sulit). Tujuan dari Dynamic Difficulty Adjustment adalah untuk menjaga pengguna tertarik dari awal sampai akhir dan untuk memberikan tingkat tantangan yang baik bagi pengguna. Metode Dynamic Difficulty Adjustment dapat diimplementasikan pada semua genre game tapi yang paling sering didiskusikan adalah konten dari genre MMOG (Massive Multiplayer Online Games), hal ini disebabkan besarnya ukuran dari game dan bahkan sedikit ketidakseimbangan dapat berdampak sangat negatif pada pengalaman pemain secara keseluruhan Elemen pada Metode Dynamic Difficulty Adjustment Metode Dynamic Difficulty Adjustment memiliki beberapa elemen yang dapat digunakan sebagai tolak-ukur dalam menyesuaikan tingkat kesulitan pada game tersebut yaitu: 1. Kecepatan musuh 2. Kesehatan musuh 3. Frekuensi musuh 4. Frekuensi powerups 5. Kekuatan pemain 6. Kekuatan musuh 7. Durasi pengalaman animasi Flow pada Game Penerapan metode Dynamic Difficulty Adjustment tidak semudah menambahkan darah ketika pemain mengalami masalah melainkan bagaimana

13 18 merancang dan membangun perkiraan kapan serta bagaimana konten pada game membantu pemain. Tujuan utamanya adalah memberikan pemain tantangan dengan konten yang interaktif (LeBlanc et al, ). Gambar 2.3 Contoh Flow pada Game (Sumber: Robin Hunicke dan Vernell Chapmandan 2012) Gambar 2.3 merupakan contoh Flow pada game dengan pengalaman yang dinamis. Tantangan yang ada harus sesuai dengan kemampuan atau skill dari pengguna. 2.8 Corona SDK Corona SDK atau Software Development Kit merupakan sebuah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Walter Luh dari Corona Labs Inc. Corona SDK dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi maupun game untuk perangkat multiplatform seperti ios, Android, dan Windows Phone. Gambar 2.4 Logo Corona SDK (Sumber:

14 19 Corona Labs diciptakan pada tahun 2008 sebagai usaha yang didukung perusahaan di Palo Alto, California. Sebelum Corona, tim Corona Labs bertanggung jawab untuk menciptakan banyak alat-alat standar yang sering dijumpai pengguna (Burton 2013). Corona SDK menggunakan Lua sebagai bahasa pemrogramannya. Lua merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan sejak tahun Lua memiliki lisensi gratis yang didistribusikan dibawah lisesnsi MIT dan secara luas digunakan sebagai bahasa pemrograman dalam pengembangan game maupun aplikasi mobile (Burton 2011). Corona SDK sebagai Software Development Kit memiliki beberapa kelebihan di dalam penggunaannya, yaitu: 1. Corona SDK berlisensi gratis, meskipun tersedia juga versi berbayar dari Corona SDK. 2. Corona SDK mendukung Cross Platform Development, artinya aplikasi atau game yang dikembangkan dapat berjalan di banyak platform yang didukung oleh Corona SDK. 3. Corona SDK memiliki emulator yang dapat secara real-time menampilkan hasil dari aplikasi maupun game yang dibuat. Corona SDK sebagai Software Development Kit selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan, yaitu: 1. Proses debugging terkadang tidak akurat. 2. Corona SDK tidak memiliki GUI (Guest User Interface) untuk proses layouting sehingga semua proses harus dilakukan dengan kode. 2.9 Inkscape Inkscape merupakan proyek hasil yang berasal dari program Gill (GNU Network Object Model Environment Illustrator Application) yang dibuat oleh Raph Levian (Bah 2011). Inkscape adalah perangkat lunak pengolah grafis vektor berkualitas yang berjalan pada sistem operasi Windows, Mac OSX, dan GNU atau Linux. Inkscape memiliki kemampuan yang sebanding dengan software pengolah grafis vektor sejenis seperti Adobe Illustrator, CorelDRAW, dan Xara Xtreme.

15 20 Kelebihan Inkscape adalah perangkat lunak ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya penggunaan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai Latar Belakang, Rumusan Masalah yang mendasari penelitian yang dilakukan, Tujuan, Manfaat, Batasan Masalah, dan Sistematika Penulisan. 1.1 Latar Belakang Masalah

Lebih terperinci

GAME PERANG PANDAN MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC DIFFICULTY ADJUSTMENT

GAME PERANG PANDAN MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC DIFFICULTY ADJUSTMENT GAME PERANG PANDAN MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC DIFFICULTY ADJUSTMENT Dewa Gede Anom Surya Praktiyasa, A. A. Kt. Agung Cahyawan Wiranatha, Ni Kadek Dwi Rusjayanthi Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Game tidak hanya dapat dijadikan sebagai sarana hiburan pada era sekarang, tetapi juga dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran, mencari teman baru, melatih

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Makanan Sehat Makanan yang sehat yaitu makanan yang higienis dan bergizi. Makanan yang higienis adalah makanan yang tidak mengandung kuman penyakit dan tidak mengandung racun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Budaya atau kebudayaan merupakan kata yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Kata ini diartikan

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH MERPATI

JURNAL ILMIAH MERPATI JURNAL ILMIAH MERPATI Vol. 4, No. 2, Agustus 2016 ISSN: 2252-3006 Media Pembelajaran Molymod Senyawa Hidrokarbon Teknologi Augmented Reality Berbasis Android (Cardian Althea Stephanie Lahallo, A. A. Kt.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Game Android, Bangunan Suci Bali, Aplikasi Android, Smartphone

ABSTRAK. Kata kunci: Game Android, Bangunan Suci Bali, Aplikasi Android, Smartphone ABSTRAK Bali terkenal dengan memiliki banyak bangunan suci yang dibangun sebagai simbol dari manifestasi Tuhan Yang Maha Kuasa menurut kepercayaan umat Hindu. Bangunan suci tersebut dibangun sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembuatan Game Petualangan Menggunakan Construct Identifikasi Masalah 1.3 Tujuan Tugas Akhir

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembuatan Game Petualangan Menggunakan Construct Identifikasi Masalah 1.3 Tujuan Tugas Akhir BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab ini menjelaskan mengenai latar belakang tugas akhir, identifikasi masalah, tujuan tugas akhir, lingkup tugas akhir, metodologi serta sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Saat ini para pemain game (gamers) di dunia semakin bertambah banyak. Bermain game dapat menyegarkan pikiran setelah bekerja atau melakukan aktifitas yang lainnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Membicarakan tentang teknologi mobile sekarang ini tentu sudah sangat digemari. Pesatnya perkembangan berbagai program aplikasi yang dibutuhkan sangat cepat dan menarik,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 1. TINJAUAN PUSTAKA Dilihat dari perkembangan dunia game saat ini sangat berkembang, selain itu game juga banyak disenangi oleh semua kalangan. Oleh karena itu,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dilihat dari perkembangan informasi saat ini, industri game sudah sangat

BAB I PENDAHULUAN. Dilihat dari perkembangan informasi saat ini, industri game sudah sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dilihat dari perkembangan informasi saat ini, industri game sudah sangat berkembang pesat dan banyak menarik perhatian masyarakat luas, membuat game menjadi suatu bagian

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI GAME MOBILE WAYANG FIGHTER PADA PLATFORM ANDROID MENGGUNAKAN ALGORITMA BASIC PROBABILITY

RANCANG BANGUN APLIKASI GAME MOBILE WAYANG FIGHTER PADA PLATFORM ANDROID MENGGUNAKAN ALGORITMA BASIC PROBABILITY RANCANG BANGUN APLIKASI GAME MOBILE WAYANG FIGHTER PADA PLATFORM ANDROID MENGGUNAKAN ALGORITMA BASIC PROBABILITY TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1.Analisis Masalah Penelitian ini bertujuan menghasilkan aplikasi yang menarik, dan mengedukasi masyarakat terhadap object koleksi Museum Aceh. Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya teknologi pada era ini telah membuat banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya teknologi pada era ini telah membuat banyak BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya teknologi pada era ini telah membuat banyak perubahan terutama didalam gaya hidup pada masyarakat. Salah satu perubahan yang mencolok dapat dilihat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aplikasi interaktif online dalam bentuk game merupakan layanan hiburan digital yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Pemenuhan kepuasan pengguna akan sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini game merupakan hiburan yang digemari oleh banyak masyarakat. Game berkembang sangat pesat, baik dari segi grafik maupun jenisnya. Dilihat dari perkembangan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI GAME TAJEN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

RANCANG BANGUN APLIKASI GAME TAJEN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE RANCANG BANGUN APLIKASI GAME TAJEN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan Sarjana Strata Satu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecepatan perkembangan software saat ini cukup pesat, tidak hanya dalam hal software aplikasi saja, tetapi juga didalam dunia game. Game dibuat untuk digunakan sebagai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi elektronik dan komputer yang semakin pesat saat ini, memudahkan kehidupan manusia dalam banyak bidang. Beberapa bidang yang terdorong seiring

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas mengenai teori penunjang yang mendasari dalam pembahasan yaitu state of the art, metode dan pemodelan sistem. 2.1 State of the Art Game Tradisional Engklek merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sejak lama peranan permainan dirasakan cukup efektif dalam membantu menghilangkan

BAB 1 PENDAHULUAN. sejak lama peranan permainan dirasakan cukup efektif dalam membantu menghilangkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permainan merupakan sesuatu yang banyak digemari oleh semua kalangan. Sudah sejak lama peranan permainan dirasakan cukup efektif dalam membantu menghilangkan kepenatan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 1.1 Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka dalam pembuatan game Sunlana, penulis mengambil dua judul karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah pertama yang ditulis oleh

Lebih terperinci

APLIKASI PERMAINAN PETUALANGAN RENAL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE RPG MAKER MV BERBASIS ANDROID : RENALDI AGUNG NUGROHO NPM :

APLIKASI PERMAINAN PETUALANGAN RENAL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE RPG MAKER MV BERBASIS ANDROID : RENALDI AGUNG NUGROHO NPM : APLIKASI PERMAINAN PETUALANGAN RENAL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE RPG MAKER MV BERBASIS ANDROID NAMA : RENALDI AGUNG NUGROHO NPM : 16112102 PEMBIMBING : Dr. Novrina Latar Belakang Masalah Dewasa ini video

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1 Game Game bisa diartikan sebagai aktivitas terstruktur atau semi struktur, yang biasanya dilakukan untuk bersenang-senang dan kadang digunakan sebagai alat pembelajaran (Wibisono

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini game telah menjadi hal yang biasa di keseharian kita. Awalnya,

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini game telah menjadi hal yang biasa di keseharian kita. Awalnya, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini game telah menjadi hal yang biasa di keseharian kita. Awalnya, game hanya dijadikan sebagai sarana hiburan dan mengisi waktu luang, tapi sekarang semakin

Lebih terperinci

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Perancangan aplikasi game bola pantul menggunakan Eclipse Galileo sebagai desain pengembang aplikasi. Eclipse memiliki sifat Multi-platform

Lebih terperinci

GAME EDUKASI DEWATA NAWA SANGA BERBASIS ANDROID

GAME EDUKASI DEWATA NAWA SANGA BERBASIS ANDROID GAME EDUKASI DEWATA NAWA SANGA BERBASIS ANDROID TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Teknologi Informasi

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN GAME EDUKASI WISATA DAN BUDAYA BALI

RANCANG BANGUN GAME EDUKASI WISATA DAN BUDAYA BALI RANCANG BANGUN GAME EDUKASI WISATA DAN BUDAYA BALI TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Teknologi Informasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkembangan teknologi sangat sulit dijauhkan dari kehidupan manusia. Khususnya bermunculannya smartphone yang membantu pekerjaan manusia atau

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. industri game dan semakin banyaknya game yang dihasilkan untuk berbagai macam

BAB 1 PENDAHULUAN. industri game dan semakin banyaknya game yang dihasilkan untuk berbagai macam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan game dibuktikan dengan semakin menjamurnya industri game dan semakin banyaknya game yang dihasilkan untuk berbagai macam platform. Game saat ini

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk mensimulasikan bentuk atau model tampak secara visual (modeling), bahkan

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk mensimulasikan bentuk atau model tampak secara visual (modeling), bahkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Derasnya arus Perkembangan dunia IT dewasa ini tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia bisnis, industri dan perfilman namun telah menyeluruh ke semua bidang. Hal yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Bab I ini akan membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah, dan sistematika penulisan sebuah laporan tugas akhir. 1.1 Latar Belakang Indonesia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Game merupakan jenis hiburan yang disukai oleh semua orang di semua usia, baik anak-anak sampai dewasa ataupun tua. Selain digunakan untuk menghilangkan kepenatan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Multimedia Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menampilkan informasi yang merupakan gabungan dari teks, grafik, audio dan video sehingga membuat pengguna dapat bernavigasi,

Lebih terperinci

PERNYATAAN. Denpasar, Juli Swastika Widya Mahasena

PERNYATAAN. Denpasar, Juli Swastika Widya Mahasena PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan sepanjang pengetahuan saya tidak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. saat ini sedang mengalami kemajuan yang pesat. Sehingga video game kini tidak

BAB II LANDASAN TEORI. saat ini sedang mengalami kemajuan yang pesat. Sehingga video game kini tidak BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Game Game mempunyai arti permainan dalam bahasa Indonesia. Permainan merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuatu yang baru. Contoh multimedia interaktif adalah multimedia. pembelajaran interaktif, aplikasi game, kios informasi, dll.

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuatu yang baru. Contoh multimedia interaktif adalah multimedia. pembelajaran interaktif, aplikasi game, kios informasi, dll. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi dan informasi telah berkembang dengan pesat dan sangat berperan besar dalam kehidupan manusia. Banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan adanya teknologi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini, perkembangan dunia teknologi sudah sangat pesat.

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini, perkembangan dunia teknologi sudah sangat pesat. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini, perkembangan dunia teknologi sudah sangat pesat. Komputer dan berbagai macam gadget / smartphone sudah dengan mudah didapatkan. Dengan teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dalam pembuatan sistem untuk mempersempit ruang lingkup pembahasan dan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelusuran Referensi B. Game 1. Pengertian Game Game merupakan istilah yang berarti permainan, di dalam dunia teknologi informasi istilah ini digunakan untuk sarana hiburan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Defianti dkk. (2012) membuat penelitian yang berjudul Games Edukasi

BAB II LANDASAN TEORI. Defianti dkk. (2012) membuat penelitian yang berjudul Games Edukasi BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Defianti dkk. (2012) membuat penelitian yang berjudul Games Edukasi Adaptif Berbasis Karakter Bubu & Baba Adventures Menggunakan Platform Blackberry. Pembuatan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA KABUPATEN NGANJUK BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN CORONA SDK SKRIPSI

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA KABUPATEN NGANJUK BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN CORONA SDK SKRIPSI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA KABUPATEN NGANJUK BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN CORONA SDK SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer ( S.Kom. ) Pada Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan teknologi informasi, Perkembangan game. mempunyai prospek yang luar biasa. Era modernisasi dimana teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan teknologi informasi, Perkembangan game. mempunyai prospek yang luar biasa. Era modernisasi dimana teknologi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan teknologi informasi, Perkembangan game mempunyai prospek yang luar biasa. Era modernisasi dimana teknologi komputerisasi berkembang dengan pesat,

Lebih terperinci

Rancang Bangun Aplikasi Game Tajen Berbasis Android menggunakan Artificial Intelligence

Rancang Bangun Aplikasi Game Tajen Berbasis Android menggunakan Artificial Intelligence Rancang Bangun Aplikasi Game Tajen Berbasis Android menggunakan Artificial Intelligence Made Gandhi Arsawiguna, A. A. Kt. Agung Cahyawan Wiranatha, Kadek Suar Wibawa Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas

Lebih terperinci

1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permainan atau game merupakan suatu kebutuhan hiburan yang kini semakin digemari oleh semua kalangan. Peranan game cukup efektif untuk menghilangkan kejenuhan, kepenatan,

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI GAME EDUKASI RINDIK PADA PLATFORM ANDROID

RANCANG BANGUN APLIKASI GAME EDUKASI RINDIK PADA PLATFORM ANDROID RANCANG BANGUN APLIKASI GAME EDUKASI RINDIK PADA PLATFORM ANDROID TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Teknologi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Ika Zulhidayati, 2013

DAFTAR ISI Ika Zulhidayati, 2013 DAFTAR ISI PERNYATAAN... iv KATA PENGANTAR... vi UCAPAN TERIMA KASIH... vii ABSTRAK... viii ABSTRACT... ix DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR ISTILAH... xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Adapun perancangan dari Program Permainan Mewarnai Gambar Untuk Balita adalah dengan menggunakan desain yang dibuat pada software Macromedia Flash

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dilihat dari perkembangan teknologi informasi saat ini, industri game merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Dilihat dari perkembangan teknologi informasi saat ini, industri game merupakan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dilihat dari perkembangan teknologi informasi saat ini, industri game merupakan salah satu yang berkembang pesat dan menarik perhatian masyarakat luas. Tidak dapat

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini, akan dibahas teori, bahasa pemrograman, platform, serta software yang digunakan untuk membuat game Creatures Adventure. 3.1. Game Game adalah sistem dimana pemain berpartisipasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal. Berdasarkan

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN GAME EDUKASI PENGENALAN WARNA MULTIPLAYER BERBASIS MOBILE

PEMBANGUNAN GAME EDUKASI PENGENALAN WARNA MULTIPLAYER BERBASIS MOBILE PEMBANGUNAN GAME EDUKASI PENGENALAN WARNA MULTIPLAYER BERBASIS MOBILE TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Sarjana Teknik Informatika Oleh: Joko Adi Hartono 13 07 07192 PROGRAM

Lebih terperinci

BAB III TINJUAN PUSTAKA

BAB III TINJUAN PUSTAKA BAB III TINJUAN PUSTAKA 3.1 Pengertian Game Pengertian game menurut Fajar zikri (2013) : 1. Game merupakan permainan komputer yang dibuat dengan teknik dan metode animasi. Jika ingin mendalami pengunaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini, perangkat berbasis sistem operasi Android adalah yang paling populer di kalangan masyarakat. Berdasarkan data dari perusahaan 'Net Applications'

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era komputerisasi abad terkini, perkembangan teknologi komputer sedang memuncak dan terus berkembang dengan pesat sampai pada hari ini. Perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1. 1 Tabel Perkembangan Jaringan Perangkat Mobile (C.S. Patil, 2012: 1)

BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1. 1 Tabel Perkembangan Jaringan Perangkat Mobile (C.S. Patil, 2012: 1) BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi telah mengubah pola hidup masyarakat saat ini, dengan adanya perangkat-perangkat teknologi yang mempermudah segala hal dalam aktivitas masyarakat. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Teknologi merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Teknologi merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Teknologi lahir untuk membuat hidup manusia menjadi semakin praktis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dalam bidang komputer, banyak digunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dalam bidang komputer, banyak digunakan dalam BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi dalam bidang komputer, banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk bidang hiburan. Salah satunya penggunaan komputer dalam bidang hiburan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Khususnya bermunculannya smartphone yang membantu pekerjaan manusia atau

BAB I PENDAHULUAN. Khususnya bermunculannya smartphone yang membantu pekerjaan manusia atau BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi sangat sulit dijauhkan dari kehidupan manusia. Khususnya bermunculannya smartphone yang membantu pekerjaan manusia atau sekedar mengenalkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. game hanya dijadikan sarana hiburan semata namun sekarang game telah. dan console tetapi sekarang sudah memasuki era mobile game.

BAB 1 PENDAHULUAN. game hanya dijadikan sarana hiburan semata namun sekarang game telah. dan console tetapi sekarang sudah memasuki era mobile game. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Game telah menjadi satu hal yang ada di dalam keseharian kita. Dahulu, game hanya dijadikan sarana hiburan semata namun sekarang game telah menjadi luas fungsinya,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Tahapan analisis permasalahan terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan permasalahan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Pengertian Game Menurut Ma'ruf Harsono (2014: 3) di dalam bukunya yang berjudul "Pengaruh Bermain Game Terhadap Perkembangan Remaja" dijelaskan bahwa: 1. Game adalah lingkungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan menghasilkan musik. Segala sesuatu yang memproduksi suara dan dengan cara tertentu bisa

Lebih terperinci

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Sistem Game merupakan kata yang berasal dari dari bahasa inggris yang berarti permainan. Memainkan game dikomputer sangat menyenangkan. Namun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini telah membuat banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini telah membuat banyak BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini telah membuat banyak perubahan dalam gaya hidup masyarakat. Salah satu perubahannya adalah banyaknya penggunaan smartphone,

Lebih terperinci

Muhamad Zulkhaidir Faruqi APLIKASI GAME EDUKASI VIRTUAL ANGKLUNG BERBASIS DEKSTOP

Muhamad Zulkhaidir Faruqi APLIKASI GAME EDUKASI VIRTUAL ANGKLUNG BERBASIS DEKSTOP Muhamad Zulkhaidir Faruqi 10108309 APLIKASI GAME EDUKASI VIRTUAL ANGKLUNG BERBASIS DEKSTOP LATAR BELAKANG Angklung Alat musik multitonal (bernada ganda) yang berkembang di Jawa Barat. Alat musik ini dibuat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Android Android adalah sebuah sistem operasi dari google yang banyak digunakan di perangkat bergerak layar sentuh khususnya handphone atau telpon pintar (smartphone). Sistem operasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Tetris. Salah satu game yang populer sejak tahun Tetris masih merupakan produk

BAB 1 PENDAHULUAN. Tetris. Salah satu game yang populer sejak tahun Tetris masih merupakan produk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hampir semua orang mengetahui terminostacking game yang dikenal dengan Tetris. Salah satu game yang populer sejak tahun 1984. Tetris masih merupakan produk komersial

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dengan baik, diperlukan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut :

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dengan baik, diperlukan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut : BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Game 4.1.1 Perangkat Keras (Hardware) Agar game Android Igor Vasilev : The Lost Power ini dapat berjalan dengan baik, diperlukan spesifikasi perangkat keras

Lebih terperinci

Teknologi Game. ratnokustiawan.wordpress.com. Game Genres / Aliran Permainan

Teknologi Game. ratnokustiawan.wordpress.com. Game Genres / Aliran Permainan Game Genres / Aliran Permainan Digunakan untuk mengkategorikan game berdasarkan pada perbedaan cara bermain daripada perbedaan secara visual atau naratif. Sebuah aliran dari permainan didefinisikan oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi belakangan ini semakin pesat dan sudah mencakup di segala bidang. Segala aspek yang menyentuh kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini teknologi telah berkembang pesat, sehingga penggunaan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini teknologi telah berkembang pesat, sehingga penggunaan teknologi BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Saat ini teknologi telah berkembang pesat, sehingga penggunaan teknologi dapat ditemukan pada hampir setiap aspek kehidupan manusia. Salah satu teknologi yang paling

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1. Aplikasi Pengertian aplikasi adalah program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan mendapatkan hasil yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa hal yang menjadi latar belakang pembangunan sistem, dan metode yang digunakan untuk menghasilkan solusi yang mampu menyelesaikan masalah yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. intelektual (intellectual playability). Sementara kata game bisa diartikan

BAB II LANDASAN TEORI. intelektual (intellectual playability). Sementara kata game bisa diartikan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PERMAINAN (GAME) 2.1.1 Permainan Dalam bahasa Indonesia Game memiliki arti permainan. Permainan yang dimaksud dalam game juga merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual

Lebih terperinci

GAME SIMULASI MASAKAN KHAS INDONESIA DENGAN ADOBE FLASH CS3

GAME SIMULASI MASAKAN KHAS INDONESIA DENGAN ADOBE FLASH CS3 GAME SIMULASI MASAKAN KHAS INDONESIA DENGAN ADOBE FLASH CS3 Strina Bessie 1) 1) Program Studi infomatika, sekolah tinggi & computer Indonesia (STIKI) Malang Email: [email protected] ABSTRAK Indonesia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kemajuan berbagai bidang di dunia. Salah satu bidang tersebut adalah teknologi

BAB 1 PENDAHULUAN. kemajuan berbagai bidang di dunia. Salah satu bidang tersebut adalah teknologi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini perkembangan zaman sudah begitu cepat dan begitu juga dengan kemajuan berbagai bidang di dunia. Salah satu bidang tersebut adalah teknologi komputer. Sudah

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Program ini dibuat dengan menggunakan software 3D Max. Software 3D Max ini lebih berorientasi kepada pembuatan animasi 3D presentasi dan juga dapat

Lebih terperinci

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Berdasarkan makalah Andhika yang berjudul Tujuh Keajaiban Dunia meberikan informasi dan sejarah tentang keajaiban dunia yang ada di dunia ini Andhika

Lebih terperinci

Genre dalam Game PC. Faisal aditya. Abstrak. Pendahuluan.

Genre dalam Game PC. Faisal aditya. Abstrak. Pendahuluan. Genre dalam Game PC Faisal aditya [email protected] Abstrak Nah sekarang saya akan menjelaskan bagi pecinta / yang suka bermain game khususnya, tentang genre apa aja yang ada di dalam sebuah game

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, segala sesuatu yang menyangkut informasi tidak dapat terlepas dari teknologi. Teknologi ini dapat dilihat dari perkembangan komputer

Lebih terperinci

3.1.3 Target Pemain Target pemain pada game Cari Kata Indonesia ini adalah semua umur, sehingga segala usia dapat memainkan game ini.

3.1.3 Target Pemain Target pemain pada game Cari Kata Indonesia ini adalah semua umur, sehingga segala usia dapat memainkan game ini. BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN GAME 3.1 Konsep Dasar Proyek Pengembangan Game 3.1.1 Konsep Dasar Game Game Cari Kata Indonesia ini bergenre puzzle kata. Pada game ini pemain ditugaskan untuk mencari

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Konsep Dasar Proyek Pengembangan Game 3.1.1 Konsep Dasar Game Game Tangkap Koruptor ini adalah permainan yang dimainkan oleh 1 orang (single player). Player akan berlari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan untuk kesenangan dan kadang-kadang digunakan sebagai sarana

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan untuk kesenangan dan kadang-kadang digunakan sebagai sarana BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Permainan atau game adalah suatu struktur kegiatan, yang biasanya dilakukan untuk kesenangan dan kadang-kadang digunakan sebagai sarana pendidikan. Permainan

Lebih terperinci

APLIKASI PENGENALAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF

APLIKASI PENGENALAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF APLIKASI PENGENALAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF 1 Andrie Wahyudi Saputra, 2 R. Yadi Rakhman Alamsyah S.T., 1 Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta No. 456

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Konsep Dasar Pengembangan Multimedia 3.1.1 Konsep Dasar Multimedia 3.1.1.1 Virtual Reality/Realitas Maya Konsep Virtual Reality (VR) merujuk pada prinsip,metode

Lebih terperinci

MEMBANGUN GAME ARENA OF TIMES DENGAN MENGGABUNGKAN GENRE ARTS DAN SURVIVAL SKRIPSI. Oleh :

MEMBANGUN GAME ARENA OF TIMES DENGAN MENGGABUNGKAN GENRE ARTS DAN SURVIVAL SKRIPSI. Oleh : MEMBANGUN GAME ARENA OF TIMES DENGAN MENGGABUNGKAN GENRE ARTS DAN SURVIVAL SKRIPSI Oleh : Edwin Ruska Wiganda 1401116990 Yoga Adya Pratama 1401117072 Gregorius Ongo 1401119563 School of Computer Science

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Kartu, Domino, Poin, Smartphone, Android

ABSTRAK. Kata kunci: Kartu, Domino, Poin, Smartphone, Android ABSTRAK Permainan kartu sudah terkenal di kalangan masyarakat, banyak permainan kartu yang dimainkan di masyarakat. Permainan kartu yang sering dimainkan oleh masyarakat di Bali salah satunya adalah Kartu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian yang sudah dilakukan dan yang akan dirancang oleh peneliti. Beberapa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian yang sudah dilakukan dan yang akan dirancang oleh peneliti. Beberapa 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Penelitian Telaah penelitian ini digunakan sebagai bahan perbandingan antara penelitian yang sudah dilakukan dan yang akan dirancang oleh peneliti. Beberapa telaah penelitian

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 16 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Perancangan Proses pembuatan media belajar ini diawali dengan menetapkan tujuan, pencarian ide, penetapan target audience, pengambilan data dengan melakukan observasi

Lebih terperinci

Implementasi Artificial Intelligence pada game Defender of Metal City dengan menggunakan Finite State Machine

Implementasi Artificial Intelligence pada game Defender of Metal City dengan menggunakan Finite State Machine JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-717 Implementasi Artificial Intelligence pada game Defender of Metal City dengan menggunakan Finite State Machine Billy, Imam

Lebih terperinci

Game Edukasi Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Game Edukasi Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal INFORM Vol. 1, No. 1, (2016) ISSN: 2502-3470 1 Game Edukasi Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Anik Vega Vitianingsih Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Dr. Soetomo

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Tahapan analisis permasalahan terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan permasalahan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap

Lebih terperinci