BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Vera Susman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Credit union merupakan salah satu lembaga keuangan yang bergerak di bidang simpan pinjam. Dana dihimpun, dikelola, dan digunakan oleh anggotanya sendiri. Credit union pertama kali diperkenalkan di Jerman oleh Friedrich Wilhem Raiffeisen dan menyebar ke seluruh dunia. Organisasi credit union tingkat dunia dikenal dengan World Organization Credit Union (WOCCU). Credit union memiliki tiga pilar utama yaitu; asas swadaya, asas solidaritas, dan asas pendidikan (Prima Danarta Credit Union, 2016). Ketiga asas tersebut mengarahkan masyarakat, khususnya anggota credit union supaya dapat lebih sejahtera dengan mengelola keuangan mereka. Di Indonesia sendiri, credit union resmi masuk setelah terbentuknya Credit Union Counseling Office (CUCO) atau yang dikenal sebagai Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia (BK3I) pada awal Januari 1970 (Sejarah Credit Union di Indonesia, 2014). Laporan statistik WOCCU mencatat jumlah credit union di Indonesia mencapai 912 unit dengan total jumlah anggota mencapai anggota (WOCCU, 2015). Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 1992 yang mengatur tentang perkoperasian menyatakan bahwa sebuah koperasi memiliki empat fungsi dan peran yaitu: (1) membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan 1
2 2 sosialnya, (2) berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat (3) memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya; (4) dan berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Credit union telah berkembang keseluruh dunia, bahkan menjadi pilihan pertama bagi bisnis kecil-menengah di Kanada. Di Indonesia sendiri tercatat total asset credit union di Kalimantan Barat mencapai Rp 8,5 triliun. Bahkan angka tersebut diakui oleh Penasehat Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (PERBARINDO) telah melampaui asset BPR (Maskartini, dkk., 2016). Terdapat dua jenis koperasi yaitu; koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi sekunder bertugas untuk memastikan kualitas pelayanan dan meningkatkan kepercayaan anggota koperasi primer tetap terjamin. Salah satu koperasi primer yang berada di Surabaya adalah Prima Danarta CU yang terletak di Jalan Pulo Wonokromo Koperasi sekunder yang diikuti adalah BKCU Kalimantan yang merupakan PUSKOPDIT terbesar di Indonesia (Petebang, dkk., 2014). Hingga Desember 2016, anggota Prima Danarta CU tercatat sebanyak anggota yang tersebar di Surabaya, Jember, Magelang dan Semarang. Terbentuknya Prima Danarta CU berawal dari kerjasama antara Yayasan Purba Danarta dan PLAN Indonesia. Kedua organisasi Non Government Organization (NGO) tersebut memiliki program pendidikan pengelolaan ekonomi rumah tangga dan pengembangan usaha. Prima Danarta CU sendiri diarahkan
3 3 untuk memberdayakan ekonomi masyarakat kecil. Kinerja Prima Danarta CU dinilai baik dan memuaskan. Terbukti pada tahun 2015, Dinas Koperasi Surabaya memberikan penghargaan kepada Prima Danarta CU sebagai Koperasi Berprestasi ke dua se kota Surabaya. Dalam memastikan kualitas layanan dan kepercayaan anggotanya, Prima Danarta CU menggunakan Access Branding yang dikeluarkan oleh Association of Asian Confederation of Credit Union (ACCU) sebagai acuan penilaian kualitas credit union. Perspektif yang dinilai yaitu; perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Dalam perspektif pelanggan, salah satu pengukurannya adalah produk dan pelayanan yang berkualitas. Dimana presentasi produk menjadi ukuran kualitas sebuah credit union. Dalam ACCESS BRANDING menurut ACCU indikator pengukuran standar mengenai presentasi produk dijelaskan bahwa credit union dikatakan baik (good) apabila telah menggunakan katalog produk, brosur dan phamflet yang profesional dengan kriteria lengkapnya (ACCU, 2009). Usaha promosi lain yang telah dilakukan oleh Prima Danarta CU adalah personal selling dalam bentuk sosialisasi rutin kepada individu atau kelompok oleh petugas lapangan. Kegiatan tersebut dilakukan 4 kali dalam satu bulan dengan menjelaskan mengenai pengenalan kelembagaan menggunakan brosur dan buku tabungan. Lokasi dan peserta biasanya didapat dari sahabat prima atau anggota. Program personal selling ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai credit union kepada masyarakat supaya masyarakat lebih mengetahui manfaat bergabung sebagai anggota Prima Danarta CU.
4 4 Berdasarkan observasi lapangan pada 12 Oktober 2016, petugas melakukan personal selling dengan membawa brosur produk dan buku tabungan. Sedangkan untuk produk pinjaman dan program solidaritas hanya disampaikan singkat karena keterbatasan waktu. Kegiatan tersebut hanya mengandalkan ingatan dari petugas lapangan yang melakukan usaha personal selling. Bukan tidak mungkin apabila terdapat ada informasi yang belum disampaikan. Suasana kegiatan personal selling juga tidak kondusif karena peserta kegiatan yang terlambat, berbincang sendiri dan tidak mendengarkan penjelasan petugas lapangan. Selain itu, ingatan peserta kegiatan juga menjadi salah satu hambatan dari usaha personal selling yang efektif. Disisi lain, tidak banyak masyarakat umum yang mengetahui mengenai keberadaan credit union. Diskusi pada 13 Januari 2016 bersama PJO dilakukan guna mengetahui akar masalah atau penyebab fenomena di atas. Disimpulkan bahwa akar permasalahan atau penyebabnya adalah usaha promosi kurang efektif karena belum adanya standarisasi alat bantu promosi belum dapat menarik perhatian peserta. Usaha personal selling dilakukan dalam upaya menjaga pertumbuhan Prima Danarta CU, mengingat pertumbuhan anggota merupakan sumber kehidupan CU dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dalam Credit Union Directors Competency Course (CUDCC) yang diikuti oleh pengurus atau calon pengurus koperasi primer Indonesia, credit union dikatakan ideal apabila jumlah masyarakat wilayah operasional yang menjadi anggota mencapai 30%. Namun hingga saat ini, jumlah masyarakat operasional yang menjadi anggota masih kurang dari 30%. Apabila permasalahan terkait dengan usaha personal selling tidak segera
5 5 ditangani, maka target capaian anggota Prima Danarta CU akan sulit dicapai. Oleh karenanya, perlu adanya usaha lebih dalam promosi yang dilakukan. Mengingat pertumbuhan anggota Prima Danarta CU belum dapat dikatakan stabil. Pertumbuhan cenderung menurun mulai tahun 2013 hingga 2015 dan mulai naik pada tahun Namun kenaikan pertumbuhan tersebut masih dibawah persentase pertumbuhan tahun 2013 yang mencapai 20%. Oleh karenanya, usaha personal selling perlu lebih ditingkatkan supaya pertumbuhan anggota dapat terus berkembang. Tabel 1.1 menunjukkan jumlah anggota serta persentase pertumbuhan anggota Prima Danarta CU tahun Tabel 1.1 Pertumbuhan Anggota Prima Danarta CU Tahun Jumlah % Pertumbuhan ,0% ,8% ,8% ,9% Sumber: Prima Danarta Credit Union Surabaya Saran yang diajukan adalah penerapan sistem personal selling berbasis katalog pemasaran sebagai alat bantu promosi. Harapannya, dengan usaha promosi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan calon anggota, memberdayakan anggota serta meningkatkan efektivitas personal selling Prima Danarta CU di Surabaya. Sehingga tujuan CU untuk membebaskan masyarakat dari masalah
6 6 pengelolaan dana rumah tangga dapat terlaksana dengan tepat. Selain itu, penggunaan katalog pemasaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Prima Danarta CU yang merupakan salah satu indikator penilaian Access Branding dalam aspek pelanggan. 1.2 Ruang Lingkup Proyek Prima Danarta CU merupakan tempat pelaksanaan yang dipilih untuk melaksanakan kuliah praktik bisnis selama 60 hari. Dalam kegiatan operasionalnya, Prima Danarta CU memiliki 1 kantor pusat dan 2 tempat pelayanan kas (TPK) yang terletak di SMK dan SMTB. Jumlah anggota Prima Danarta CU Surabaya dapat dilihat pada tabel 1.2 dibawah ini: Tabel 1.2 Jumlah Anggota Prima Danarta Credit Union Surabaya per Oktober 2016 Nama TP Jumlah Anggota Pulo Wonokromo TPK SMK 391 TPK SMTB 27 Total Sumber : Prima Danarta Credit Union Surabaya Kegiatan personal selling dilakukan dengan sosialisasi rutin secara individu dan kelompok. Usaha personal selling dilakukan empat kali dalam satu bulan oleh staff lapangan yang bertugas. Namun, dalam penerapannya masih belum ada alat bantu promosi yang efektif ketika melakukan usaha personal selling dengan
7 7 sosialisasi yang dapat meningkatkan minat dan pengetahuan mengenai Prima Danarta CU. Mengingat kendala yang ditemui tidak hanya berasal dari faktor internal saja, namun juga terdapat factor eksternal. Terkait dengan permasalahan di atas, kegiatan proyek yang diusulkan adalah penerapan sistem personal selling dengan menggunakan katalog pemasaran sebagai alat bantu promosi. Luaran atas hasil kuliah praktik bisnis yang dapat diberikan penulis kepada mitra usaha adalah sebuah katalog pemasaran yang dapat digunakan sebagai alat bantu promosi secara langsung di lapangan serta sebuah sistem tim personal selling. Sehingga dengan adanya alat bantu promosi ini diharapkan dapat mempermudah proses usaha personal selling dengan sosialisasi yang akan dilakukan baik di kantor operasional maupun di lingkungan masyarakat. 1.3 Tujuan Proyek Dengan adanya latar belakang di atas, tujuan proyek Kuliah Praktik Bisnis ini yaitu : 1. Membantu memecahkan masalah mengenai pengetahuan masyarakat umum terhadap CU. 2. Membantu memecahkan masalah mengenai peningkatan efektivitas usaha promosi, terutama personal selling. 3. Memberikan solusi dalam memberdayakan anggota-anggota CU agar turut berkembang aktif dalam kegiatan di Prima Danarta CU. 4. Mengetahui dan memberi solusi mengenai sistem personal selling berbasis katalog guna meningkatkan efektivitas usaha personal selling di Prima Danarta CU.
8 8 1.4 Manfaat Proyek Melalui kegiatan Kuliah Praktik Bisnis yang dilakukan di Prima Danarta CU selama 60 hari, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Akademis Diharapkan dengan adanya laporan Kuliah Praktik Bisnis ini dapat memberikan pengetahuan mengenai teknik personal selling, alat bantu promosi serta penerapan personal selling yang didukung dengan adanya katalog pemasaran. Serta dapat menjadi referensi dalam pemecahan kasus sejenis di lapangan. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Prima Danarta CU Surabaya: Laporan Kuliah Praktik Bisnis ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan serta referensi terkait dengan usaha promosi yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan CU, khsusnya usaha promosi personal selling dengan sosialisasi kepada masyarakat setempat. b. Bagi penulis: 1. Mengetahui lebih dalam mengenai penerapan ilmu manajemen pemasaran di lapangan secara langsung. 2. Mengetahui secara langsung proses bisnis yang ada di Prima Danarta CU. 3. Mengetahui dan mengerti mengenai sistem personal selling yang ada di Prima Danarta CU Surabaya. 4. Mengasah kamampuan pembuatan media promosi dalam bentuk katalog pemasaran. 5. Mengasah kemampuan menulis terkait dengan saran solusi yang diberikan, yaitu penerapan sistem personal
9 9 selling berbasis katalog pemasaran sebagai alat bantu promosi di Prima Danarta CU Surabaya. 1.5 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan isi mengenai gambaran laporan Kuliah Praktik Bisnis ini dapat dijelaskan dalam sistematika di bawah ini: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan secara singkat mengenai latar belakang, ruang lingkup proyek, tujuan proyek, manfaat proyek, dan sistematika penulisan BAB II : TINJAUAN KEPUSTAKAAN Bab ini menjelaskan secara singkat mengenai landasan teori yang digunakan penulis terkait dengan ruang lingkup proyek yang terdiri dari credit union, promosi, komunikasi pemasaran terpadu dan katalog pemasaran. BAB III : METODE PELAKSANAAN Bab ini menjelaskan mengenai jenis dan sumber data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini meliputi: (1) deskripsi profil mitra usaha; (2) kegiatan yang dilakukan di mitra usaha; (3) eksporasi akar masalah dan pendekatan yang dipilih; (4) pembahasan dan solusi. BAB V : SIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi simpulan spesifik atau implikasi dan saran berkelanjutan yang sesuai dengan permasalahan mitra usaha.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, jumlah penduduk Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian koperasi adalah badan usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan dengan berlandaskan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Koperasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Prioritas utama dalam pembangunan negara Indonesia yakni peningkatan kesejahteraan rakyat melalui mengembangkan perekonomian rakyat yang didukung pertumbuhan ekonomi
PENERAPAN SISTEM PERSONAL SELLING BERBASIS KATALOG PEMASARAN SEBAGAI ALAT BANTU PROMOSI PRIMA DANARTA CREDIT UNION DI SURABAYA
PENERAPAN SISTEM PERSONAL SELLING BERBASIS KATALOG PEMASARAN SEBAGAI ALAT BANTU PROMOSI PRIMA DANARTA CREDIT UNION DI SURABAYA OLEH : ADE AYU ANANTASYA NINGSIH 3103013116 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di Indonesia, terdapat beberapa bentuk badan usaha. Badan usaha sendiri dapat didefinisikan kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari
BAB I PENDAHULUAN. disebut dengan Credit Union. Credit Union (CU), diambil dari bahasa Latin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem perekonomian Negara Indonesia sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 menganut prinsip kekeluargaan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kedudukannya sebagai pemilik, simpanan sukarela), dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Partisipasi Anggota Sesuai dengan peran ganda yang ditandai oleh prinsip identitas, maka partisipasi anggota dapat dibagi menjadi dua, yaitu dapat berupa partisipasi kontributif
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Republik Indonesia merupakan suatu Negara yang terdiri dari berbagai macam jenis badan usaha. Badan usaha kerap kali disamakan dengan perusahaan, namun pada
BAB I PENDAHULUAN. perbankan, tetapi juga dapat dilakukan melalui Credit Union atau lembaga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pilihan menabung dewasa ini semakin banyak, tidak hanya pada lembaga perbankan, tetapi juga dapat dilakukan melalui Credit Union atau lembaga keuangan yang
BAB I PENDAHULUAN. khususnya dan masyarakat pada umumnya. Menurut Undang-undang. kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 1, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya
PERANAN CREDIT UNION SEBAGAI LEMBAGA PEMBIAYAAN MIKRO
PERANAN CREDIT UNION SEBAGAI LEMBAGA PEMBIAYAAN MIKRO Studi Kasus: Pada Usaha UMKM Di Desa Tumbang Manggo Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2013 Oleh: Monica
APLIKASI SISTEM SIMPAN PINJAM ANGSURAN PADA KOPERASI IKHLAS PALEMBANG
STMIK GI MDP Program Studi Komputerisasi Akuntansi Tugas Akhir Ahli Madya Komputer Semester Genap Tahun 2009/2010 APLIKASI SISTEM SIMPAN PINJAM ANGSURAN PADA KOPERASI IKHLAS PALEMBANG Agnes Vebriani.A.
BAB I PENDAHULUAN. mengalami banyak kendala dalam mempertahankan kelangsungan usahanya yang. disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Perkembangan ekonomi yang berjalan demikian pesat mempengaruhi keadaan masyarakat yang makin hari semakin sulit. Beberapa sektor usaha mengalami banyak kendala
BAB 1 PENDAHULUAN. popular bukan hanya di negara-negara Islam tapi bahkan juga di negara-negara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem ekonomi syariah atau biasa disebut dengan Ekonomi Islam, semakin popular bukan hanya di negara-negara Islam tapi bahkan juga di negara-negara barat. Banyak kalangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan di Indonesia sekarang ini sedang di perioritaskan pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat agar lebih maju dan merata. Kemajuan perekonomian
JURNAL KEDUDUKAN CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN
JURNAL KEDUDUKAN CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN Diajukan oleh: JOANNES TUWUH SAPUTRO NPM : 10 05 10411 Program Studi : Ilmu Hukum Program
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dalam menjalankan usaha ataupun produksinya. Namun dengan suku
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam sejarahnya rentenir atau tengkulak adalah pemodal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, atau dengan kata lain berada dalam lingkungan masyarakat. Kelompok
PENGURUS DEWAN PIMPINAN KETUA WAKIL KETUA SKRETARIS WAKIL SEKRETARIS BENDAHARA 3 ORANG ANGGOTA MENEJER KABID KEUANGAN ANGGOTA DILAYANI
RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) PENGURUS DEWAN PIMPINAN KETUA WAKIL KETUA SKRETARIS WAKIL SEKRETARIS BENDAHARA 3 ORANG ANGGOTA BADAN PENGAWAS KETUA SEKRETARIS ANGGOTA PENGURUS PARIPURNA KOMISARIS-KOMISARIS
BAB I PENDAHULUAN. sendiri, mengahapuskan pagu kredit dan memberi kebebasan bank-bank
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan di Indonesia memulai babak perkembangan baru sejak digulirkannya Paket Deregulasi 1 Juni 1983. Paket Deregulasi ini memberikan kewenangan kepada bank-bank
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu penunjang perkembangan perekonomian yang ada di Indonesia adalah dengan adanya koperasi. Menurut UU No. 25 Tahun 1992, Koperasi dapat diartikan sebagai badan
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KOPERASI. Usaha Mikro. Kecil. Menengah. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93)
No.4866 TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KOPERASI. Usaha Mikro. Kecil. Menengah. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR
LAPORAN KULIAH PRAKTIK BISNIS PENERAPAN SISTEM PENGAWASAN DAN REMINDER SEBAGAI SOLUSI TERHADAP PINJAMAN LALAI CU PRIMA DANARTA SURABAYA
LAPORAN KULIAH PRAKTIK BISNIS PENERAPAN SISTEM PENGAWASAN DAN REMINDER SEBAGAI SOLUSI TERHADAP PINJAMAN LALAI CU PRIMA DANARTA SURABAYA OLEH: RUTH MARSHELLA ARDYANTO 3103012314 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS
TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN Tinjauan Pustaka Dewasa ini banyak badan usaha yang berdiri di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi, misalnya perusahaan negara, perusahaan swasta lainnya.
I. PENDAHULUAN. Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional yang turut. maupun tidak langsung. Tujuan pembangunan nasional khususnya pada
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional yang turut membangun perekonomian di negara Indonesia. Koperasi berperan positif dalam pelaksanaan pembangunan nasional
BAB I PENDAHULUAN. dan komunikasi dari peristiwa-peristiwa ekonomi yang telah terjadi dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Akuntansi memiliki peran sebagai sistem yang mampu menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. Informasi tersebut berbentuk laporan
BAB I PENDAHULUAN. tumbuhnya perekonomian nasional. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang mendorong tumbuhnya perekonomian nasional. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian,
Koperasi. By :
Koperasi By : [email protected] Dasar Hukum Landasan Yuridis ada Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Pengaturan pertama diatur dalam UU
BAB IV EFEKTIVITAS KERJA SAMA KOPERASI SYARIAH BEN IMAN DENGAN YAYASAN YATIM MANDIRI DALAM PROGRAM BUNDA YATIM SEJAHTERA
BAB IV EFEKTIVITAS KERJA SAMA KOPERASI SYARIAH BEN IMAN DENGAN YAYASAN YATIM MANDIRI DALAM PROGRAM BUNDA YATIM SEJAHTERA A. Efektivitas Kerja sama Koperasi Syariah BEN IMAN Dengan Yayasan Yatim Mandiri
BAB I PENDAHULUAN. membentuk badan usaha. Salah satu badan usaha yang mendukung perekonomian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Salah satu usaha untuk membangun perekonomian negara adalah dengan membentuk badan usaha. Salah satu badan usaha yang mendukung perekonomian negara dengan
PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH I. UMUM Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur
BAB I PENDAHULUAN. Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menunjang keberhasilan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menunjang keberhasilan pembangunan di Indonesia, partisipasi dari semua sektor sangat diperlukan termasuk sektor swasta dan
BAB I PENDAHULUAN. dengan memiliki lembaga keuangan yang kuat dan modern. Dimana
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Dalam suatu Negara, lembaga keuangan berperan aktif dalam membantu pertumbuhan ekonomi. Salah satu hal yang menunjukkan bahwa sebuah Negara telah memiliki kemajuan
DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN... LEMBAR PENGESAHAN... ii. LEMBAR KEASLIAN TULISAN... iii. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR TABEL...
DAFTAR ISI HALAMAN COVER LEMBAR PERSETUJUAN... i LEMBAR PENGESAHAN... ii LEMBAR KEASLIAN TULISAN... iii BIOGRAFI...... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL...... ix BAB I PENDAHULUAN...
BAB I PENDAHULUAN. Tahun 1992 tentang pengkoperasian, koperasi merupakan badan usaha yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Koperasi merupakan salah satu faktor ekonomi yang mendorong tumbuhnya perekonomian nasional. Berasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang pengkoperasian,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Koperasi dikenal sebagai badan usaha yang dibangun dari dan untuk anggota. Hal ini dikarenakan modal pendirian koperasi berasal dari anggotanya dan beroperasi
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Koperasi merupakan salah satu pilar pembangunan ekonomi Indonesia yang berperan dalam pengembangan sektor pertanian. Koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada jaman sekarang dimana tingkat kebutuhan hidup semakin tinggi, maka tiap individu harus bekerja keras dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu wahana. angka pengangguran, UMKM juga memegang peranan penting bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu wahana yang baik untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Di samping mengurangi angka pengangguran, UMKM juga
BAB I PENDAHULUAN. Koperasi mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pelaku
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Koperasi mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pelaku ekonomi, pasal 33 ayat 1 UUD 1945 menetapkan bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan dari penelitian guna menjawab rumusan masalah mengenai strategi Integrated Marketing Communication (IMC) yang telah dilakukan PKPU Yogyakarta
BABI PENDAHULUAN. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan. usaha Lerperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang 'maju, adil dan
BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha Lerperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang 'maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila
I. UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH I. UMUM Penerapan otonomi daerah sejatinya diliputi semangat untuk mewujudkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis ritel di Indonesia mengalami perkembangan yang begitu pesat. Bukan hanya Supermarket atau Department Store saja, melainkan adanya lembaga lain, yakni Koperasi.
PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 10 TAHUN 2010 TENTANG PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 10 TAHUN 2010 TENTANG PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH I. UMUM Pembangunan Daerah bertujuan untuk mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN. anggotanya dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang umumnya diderita oleh mereka
BAB I PENDAHULUAN A. Later Belakang Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang berjuang dalam bidang ekonomi dengan menempuh jalan yang tepat dan mantap dengan tujuan membebaskan diri para anggotanya
BAB I PENDAHULUAN. informasi yang cukup mengenai produk tersebut. Komunikasi pemasaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan bagian yang terpenting dalam melakukan sebuah promosi. Komunikasi dilakukan untuk memberikan informasi mengenai produk yang ditawarkan kepada khayalak
BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan perekonomian masyarakat pedesaan pada umumnya ditandai dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan perekonomian masyarakat pedesaan pada umumnya ditandai dengan permodalan yang lemah. 1 Hal ini disebabkan oleh aktivitas ekonomi yang cenderung monoton,
ANALISIS PERKEMBANGAN MODAL SENDIRI DAN PEMBERIAN PINJAMAN UNTUK MENINGKATKAN SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI KREDIT CU MANDIRI TEBING TINGGI
ANALISIS PERKEMBANGAN MODAL SENDIRI DAN PEMBERIAN PINJAMAN UNTUK MENINGKATKAN SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI KREDIT CU MANDIRI TEBING TINGGI Oleh: Putri Dewi S1 Akuntansi Pinondang Nainggolan, Parman Tarigan,
PEMERINTAH KOTA KEDIRI
PEMERINTAH KOTA KEDIRI SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PEMBERDAYAAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KEDIRI, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN. juga bisa membantu membuka lapangan pekerjaan. Di Indonesia, koperasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Koperasi di Indonesia sebagai negara berkembang, mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Berbagai jenis koperasi yang ada sangat mendapat dukungan dari Pemerintah
BAB VII PENUTUP Kesimpulan. kualitas dan kuantitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya. Relawan
BAB VII PENUTUP 7.1. Kesimpulan Relawan Demokrasi merupakan program nasional dari KPU RI yang dirancang untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia dan ditempatkan di bawah supervisi KPU kabupaten/kota setempat.
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BLITAR SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 6 TAHUN 2012
4 Oktober 2012 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BLITAR SERI C 3/C PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
I. PENDAHULUAN. menampakan wujud dan peranannya. Sampai kini sektor swasta masih. mendominasi sektor perekonomian di Indonesia dan sektor koperasi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dan pertumbuhan koperasi selama ini belum sepenuhnya menampakan wujud dan peranannya. Sampai kini sektor swasta masih mendominasi sektor perekonomian di Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam lingkungan bisnis yang global sekarang ini, setiap perusahaan dituntut untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kinerja dan mampu menghasilkan laporan
BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) memiliki peran, dan fungsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Keberadaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) memiliki peran, dan fungsi yang strategis serta tanggung jawab terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
BAB I PENDAHULUAN. kekuatan tersebut adalah sektor negara, swasta dan koperasi. Untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia mempunyai tiga sektor kekuatan ekonomi yang melaksanakan berbagai kegiatan usaha dalam tata kehidupan. Ketiga sektor kekuatan tersebut adalah
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan sebuah bagian penting dari sebuah promosi agar dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan sebuah bagian penting dari sebuah promosi agar dapat memberikan sebuah kepastian bahwa khalayak dapat menerima berbagai informasi yang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bank syariah atau Bank Islam, merupakan salah satu bentuk dari perbankan nasional yang mendasarkan operasionalnya pada syariat (hukum) Islam. Bank Islam adalah sebuah
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana kegiatannya berlandaskan
BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Masalah Koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana kegiatannya berlandaskan pada prinsip-prinsip koperasi.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Ada tiga sektor kekuatan ekonomi untuk melaksanakan berbagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ada tiga sektor kekuatan ekonomi untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam tatanan kehidupan perekonomian di Indonesia. Ketiga sektor tersebut yaitu Badan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Upaya pemerintah Indonesia dalam pengembangan pertanian yang berbasis agribisnis dimasa yang akan datang merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan untuk
PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU
1 PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA (BUMdes) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KAPUAS HULU, Menimbang : a.
BAB 3 OBJEK PENELITIAN
BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1 Objek penelitian Objek penelitian yang akan diteliti adalah penerapan pengakuan pendapatan kontrak dengan menggunakan metode persentase penyelesaian berdasarkan pendekatan fisik
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH BMT AKBAR TAHUN BUKU
1 ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH BMT AKBAR TAHUN BUKU 2006-2007 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Sejarah Koperasi Di Indonesia Credit Union atau dikenal sebagai koperasi kredit ada di Indonesia sejak tahun 1970an dan mempunyai peranan penting dalam
BAB I PENDAHULUAN. Dunia bisnis senantiasa berjalan secara dinamis untuk mendukung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia bisnis senantiasa berjalan secara dinamis untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Aktivitas bisnis merupakan salah satu bagian dari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam menghadapi pasar bebas tahun 2015 dimana berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi pasar bebas tahun 2015 dimana berbagai negara bebas melakukan perdagangan ekspor dan impor antar negara sehingga menuntut pelaku ekonomi untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Bab 1 merupakan bab pendahuluan yang berisi latar belakang masalah,
BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1 merupakan bab pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika penulisan. 1.1. Latar
BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana termaktub dalam ideologinya, yaitu Pancasila. Kelima sila
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara dengan nilai-nilai yang mengakar sebagaimana termaktub dalam ideologinya, yaitu Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila tersebut,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan ekonomi merupakan masalah krusial bagi semua negara, setiap negara akan berusaha demi terciptanya pembangunan ekonomi yang maju dan berhasil. Keberhasilan
BAB 1 PENDAHULUAN. TB. Dua Dua berdiri pada tahun 1995, TB. Dua Dua merupakan toko. buku yang menjual buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA Negeri dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian TB. Dua Dua berdiri pada tahun 1995, TB. Dua Dua merupakan toko buku yang menjual buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta. Mekanisme penjualan
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN A. SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA KOPERASI SWADHARMA MEDAN.
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN A. SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA KOPERASI SWADHARMA MEDAN. Bank Negara Indonesia mulai diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1946 oleh Wakil Presiden Republik
