Pedoman Pola Pengasuhan Taruna 2014

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pedoman Pola Pengasuhan Taruna 2014"

Transkripsi

1 3. Program latihan fisik semester 3-6 Tabel Latihan fisik semester 3-6 (minggu 1) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) - Jogging 5 mnt., Releksasi, Stretching - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Jalan di Atas Garis Lurus (10mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Stretching Seluruh Tubuh (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll (Sendiri & Berpasangan) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 76

2 Tabel Latihan fisik semester 3-6 (minggu 2) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (15mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (15mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Lader (3x7 jns). (20mnt) JUMAT - Hijau-Hitam (10x) (10mnt) - Renang (60') - Side Step (multi bench) 4x1' (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - In-Out Step to the Box (20mnt) Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 77

3 Tabel Latihan fisik semester 3-6 (minggu 3) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Body Twist Walk (20m) 2x3.* (10mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Russian Dance (5x30") (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - One Leg Lateral Box (3x1') (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Walking on the block (20m) (10mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 78

4 Tabel Latihan fisik semester 3-6 (minggu 4) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Jalan Jinjit di Atas Garis (10mnt) - Renang (60') - Jalan Tumuit di Atas Garis (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Stretching Seluruh Tubuh (Sendiri & Berpasangan) Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Catatan: Intensitas dan volume latihan fisik selama semester 3-6 bersifat fleksibel Program latihan bulanan adalah pengulangan latihan mingguan Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 79

5 4. Program latihan fisik semester 7-8 Tabel Latihan fisik semester 7-8 (minggu 1) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Jalan di Atas Garis Lurus (10mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Stretching Seluruh Tubuh (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 80

6 Tabel Latihan fisik semester 7-8 (minggu 2) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (15mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (15mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Lader (3x7 jns). (20mnt) JUMAT - Hijau-Hitam (10x) (10mnt) - Renang (60') - Side Step (multi bench) 4x1' (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - In-Out Step to the Box (20mnt) Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 81

7 Tabel Latihan fisik semester 7-8 (minggu 3) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Body Twist Walk (20m) 2x3.* (10mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Russian Dance (5x30") (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - One Leg Lateral Box (3x1') (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Walking on the block (20m) (10mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 82

8 Tabel Latihan fisik semester 7-8 (minggu 4) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Jalan Jinjit di Atas Garis (10mnt) - Renang (60') - Jalan Tumuit di Atas Garis (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Stretching Seluruh Tubuh Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. Catatan : Jumlah hari latihan wajib min. 2x seminggu; Terdiri dari 1 hari latihan fisik, dan 1 hari latihan game cabang olahraga. Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 83

9 Kegiatan penutup 1. Setelah selesai melaksanakan latihan kebugaran jasmani, dilakukan gerakan pendinginan yang berguna untuk menormalkan kembali aliran darah. Gerakan pendinginan dapat dilakukan melalui relaksasi dan gerakan peregangan otot sesudah latihan. 2. Tutuplah gerakan pendinginan dengan melakukan gerakan ambil nafas bebas. Posisi tubuh berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan dijulurkan ke bawah, badan membungkuk lalu angkat ke atas sambil tarik nafas kemudian buang nafas saat badan dibungkukkan ke bawah. Lakukan gerakan ambil nafas bebas sebanyak 3x. 3. Pengakhiran. a. Setelah selesai melaksanakan latihan fisik, Taruna/i berkumpul di tempat yang tentukan untuk dilakukan pengecekan personel. b. Pelatih membuat laporan mengenai kegiatan kebugaran jasmani Evaluasi kebugaran jasmani Pelaksanaan evaluasi/tes kebugaran jasmani dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kebugaran yang dimiliki oleh Taruna/i. Pelaksanaan tes kebugaran jasmani dibagi berdasarkan kelompok, yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sebelum pelaksanaan tes kebugaran jasmani, Taruna/i harus dipastikan dalam keadaan sehat. Tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1. Sprint Sprint atau lari cepat bertujuan untuk mengukur kecepatan. Kategori jarak yang harus ditempuh adalah sprint sejauh 60 meter dengan ketentuan pencatatan waktu dilakukan dalam satuan detik dengan satu angka dibelakang koma. Kriteria penilaian tesnya adalah: Tabel Kriteria penilaian sprint Nilai Taruna Taruni 5 s/d 7.2 detik s/d 8.4 detik detik detik detik detik detik detik detik keatas 13.5 detik keatas BPSDM PERHUBUNGAN 84

10 2. Pull up Pull up bertujuan untuk mengukur kekuatan otot lengan dan bahu. Gerakan pull up dilaksanakan selama 1 menit. Penilaian untuk Taruna dihitung frekuensinya, sedangkan untuk Taruni yang dihitung adalah waktunya. Sebelum tes dimulai pelatih memberikan contoh tata cara pelaksanaan pull up yang benar. Gerakan pull up yang dihitung adalah gerakan yang dilaksanakan secara benar. Kriteria penilaian pull up adalah sebagai berikut: Tabel Kriteria penilaian pull up Nilai Taruna Taruni 5 19 keatas 40 detik keatas kali detik kali 8-19 detik kali 2-7 detik kali 0-2 detik 3. Sit up Sit up bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut. Sebelum tes dimulai pelatih memberikan contoh tata cara pelaksanaan sit up yang benar. Sit up dilaksanakan secara bergilir per kelompok orang peserta yang pelaksanaannya selama 1 menit. Gerakan sit up yang dihitung hanya jika gerakan dilaksanakan dengan benar. Kriteria penilaian sit up yaitu: Tabel Kriteria penilaian sit up Nilai Taruna Taruni 5 41 keatas 29 keatas kali kali kali kali kali 3-9 kali kali 0-2 kali BPSDM PERHUBUNGAN 85

11 4. Vertical jump Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak otot tungkai. Ukuran papan skala selebar 30 cm dan panjang 150 cm, dimana jarak antara garis skala satu dengan yang lainnya masing-masing 1 cm. Papan sekala ditempelkan di tembok dengan jarak skala nol (0) dengan lantai 150 cm. Pertama berdiri menyamping papan skala dengan mengangkat tangan keatas ukur tinggi yang didapat, kemudian lakukan lompatan setinggi mungkin sebanyak tiga kali, tiap lompatan dicatat tinggi yang diperoleh kemudian ambil yang tertinggi, selisih antara raihan tertinggi dengan pengukuran yang pertama saat tidak melompat adalah hasil vertical jump. Dengan kreteria penilaiannya Tabel Kriteria penilaian vertical jump Nilai Taruna Taruni 5 73 cm keatas 50 cm keatas cm cm cm cm cm cm 1 Dibawah 39 cm Dibawah 23 cm 5. Lari jarak sedang a. Lari jarak sedang dilakukan untuk mengukur daya tahan paru, jantung, dan pembuluh darah. Tes yang dilakukan adalah lari sejauh 1200 meter. Pada tes ini nilai kebugaran didasarkan kepada waktu tempuh. Lari dilaksanakan mulai dari garis start sampai dengan garis finish tanpa henti. Apabila terasa lelah dapat diselingi dengan jalan akan tetapi tidak diperbolehkan untuk berhenti. b. Urutan pelaksanaan tes: 1) Taruna/i melaksanakan pemanasan dan peregangan sebelum melaksanakan tes 2) Taruna/i menuju garis start yang telah ditentukan sambil memperhatikan aba-aba dari pelatih 3) Taruna/i lari sejauh 1200 meter setelah mendengar aba-aba ya atau peluit 4) Setelah sampai di garis finish, pelatih mencatat waktu yang ditempuh oleh Taruna/i. BPSDM PERHUBUNGAN 86

12 c. Kriteria penilaiannya sebagai berikut: Tabel Kriteria penilaian Lari jarak sedang Nilai Taruna Taruni 5 Sd 3 14 Sd Dibawah 6 33 Dibawah Penilaian tes kebugaran jasmani Kriteria katergori kebugaran dilakukan dengan menjumlahkan semua nilai dari lima item tes tersebut, kemudian dicocokkan dengan tabel berikut: Tabel Kriteria tes kebugaran jasmani No Jumlah Nilai Klasifikasi Baik Sekali (BS) Baik (B) Sedang (S) Kurang (K) Kurang Sekali (KS) BPSDM PERHUBUNGAN 87

13 BAB VIIA KRAMA STANDAR PRILAKU / TATA KRAMA 7.1. Hubungan Antar Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan yang tingkatnya lebih tinggi harus : a. Dapat dijadikan contoh bagi Taruna/i yang tingkatnya lebih rendah dalam ketaatan terhadap aturan, sopan santun dan tingkah laku serta kerapihan dan kebersihan dalam penampilan. b. Selalu memberikan bimbingan dan bantuan kepada Taruna/i yang tingkatnya lebih rendah, untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi terutama di bidang akademis. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan yang tingkatnya lebih rendah harus: a. Menghargai perintah dan nasihat dari Taruna/i yang lebih tinggi tingkatannya. b. Sopan santun dalam tutur kata dan tindak tanduk, berpenampilan rapih serta menjaga kebersihan badan maupun perlengkapan atau atribut. c. Mencontoh dan meneladani serta mengembangkan hal-hal positif yang telah dicontohkan Taruna/i yang lebih tinggi tingkatannya. 3. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sesama tingkat harus saling bekerja sama dan menghormati. 4. Semua Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus berusaha menegakkan dan menghidupkan korps Taruna/i yang sehat, kreatif dan dinamis Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dengan Generasi Muda Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dalam menjalin hubungan dengan generasi muda senantiasa menjunjung tinggi budaya bangsa, pemegang teguh Pancasila dan UUD Bentuk hubungan Taruna/ dengan generasi muda berupa kemitraan dalam mengembangkan program pendidikan melalui kerjasama di bidang agama, olah raga, seni budaya, ilmu pengetahuan teknologi yang bersifat konstruktif dengan prinsip saling menghargai dan menghormati. BPSDM PERHUBUNGAN 88

14 7.3. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dengan Para Pejabat dan Tenaga Pendidik Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus selalu menjaga hubungan baik dengan para tenaga pendidik didalam maupun diluar kampus Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dengan Masyarakat 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus senantiasa menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat dan kesadaran ini perlu dibina serta ditingkatkan setiap saat. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sebagai generasi muda dan calon insan perhubungan di masa datang perlu saling mengenal sesama generasi. Dalam menjalankan hubungan tersebut Taruna/i harus menjunjung tinggi peraturan tata tertib Taruna/i. 3. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib mengikuti perkembangan masyarakat melalui media cetak dan elektronik yang sifatnya konstruktif dan edukatif. 4. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dilarang mengeluarkan pernyataan resmi yang berhubungan dengan kedinasan maupun perseorangan, terutama yang tidak ada kaitannya dengan statusnya sebagai Taruna/i Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan Dengan Sesama Peserta Diklat Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus selalu menjaga hubungan baik dengan sesama peserta diklat termasuk dengan Taruna/i penjenjangan, di dalam maupun di luar kampus Panggilan dan Sebutan 1. Panggilan terhadap Taruna/i laki-laki adalah Taruna 2. Panggilan terhadap Taruna/i perempuan adalah Taruni 3. Sebutan dan panggilan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan terhadap tenaga pendidik beserta BPSDM PERHUBUNGAN 89

15 manajemen adalah dengan menyebut pangkat, jabatan, profesinya atau dengan sebutan bapak yang disingkat pak atau ibu dengan disingkat bu. 4. Panggilan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan terhadap masyarakat umum adalah dengan menyebut bapak, ibu, kakak, adik, jabatan atau profesinya 7.7. Berdiri, Berjalan dan Duduk Ketentuan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan saat berdiri, jalan dan duduk adalah sebagai berikut: 1. Apabila berdiri di tempat umum, Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus memilih tempat berdiri yang pantas dan sesuai dengan pakaian dinas yang dipakai dengan menjunjung tinggi Kode Kehormatan Taruna/i. 2. Apabila berbicara dengan orang yang lebih tua sambil berdiri, lakukan dengan bersikap sopan. 3. Pada saat berdiri dan berjalan tidak memasukkan tangan ke dalam saku dan tidak meletakkan tangan di depan dada (bersedekap). 4. Berjalan dengan langkah yang wajar, lengan dilenggangkan secukupnya dan tidak boleh menoleh ke kanan atau kiri lebih dari 45 serta telapak tangan menggenggam. 5. Jika berjalan bersama orang lain, sesuaikan langkah dan temponya serta tidak berbicara berlebihan. Apabila berjalan bersama Taruna/i yang lebih tinggi tingkatannya, pengasuh atau pegawai Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, tempatkanlah diri di sebelah kiri. Apabila berjalan dengan wanita atau orang lain yang pantas dilindungi, tempatkanlah diri di sebelah kanan atau posisi yang melindungi mereka. 6. Apabila akan melewati sekumpulan orang, perhatikan sopan santun dan adat istiadat atau kebiasaan setempat tanpa mengurangi sikap ketarunaan. 7. Duduklah dengan badan yang tegak, sikap yang baik dan sopan di tempat yang pantas Berbicara 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib menggunakan Bahasa Indonesia dengan sopan. Tidak diperbolehkan menggunakan bahasa daerah. BPSDM PERHUBUNGAN 90

16 2. Pada waktu-waktu tertentu Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, seperti pada saat melaksanakan kegiatan/berkomunikasi dengan tamu asing dan English day. 3. Dilarang berbicara tentang masalah suku,agama, ras dan antar golongan (SARA) Berkenalan 1. Berkenalan dengan seseorang dilakukan dengan berjabat tangan secara sungguh-sungguh dan menghadap ke arah orang tersebut. 2. Sebutkan nama dengan ucapan yang jelas dan lengkap. 3. Berpisah dengan kenalan harus mengucapkan salam dengan: selamat pagi, selamat siang atau selamat malam Bertamu dan Menerima Tamu 1. Usahakanlah bertamu tidak lebih dari 4 orang, kecuali mendapat undangan. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus mengetuk pintu atau menekan bel terlebih dahulu, memberi hormat, senyum, salam dan sapa kepada tuan rumah. 3. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dapat menerima tamu pada hari pesiar di tempat yang telah ditentukan (ruang tamu yang disediakan). 4. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dilarang menerima tamu pada saat jam kuliah, jam wajib belajar, jam pengasuhan, kecuali hal yang mendesak dengan seizin pengasuh. 5. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib melapor pada pengasuh, mengisi buku tamu dan menunggu di ruang tungu. 6. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dilarang membawa tamu memasuki ruang tidur asrama. 7. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus mengantarkan tamu yang hendak pulang sampai ke depan ruang jaga atau ke kendaraannya. BPSDM PERHUBUNGAN 91

17 7.11. Mendampingi Tamu Resmi 1. Sebelum tamu datang, harus diusahakan mendapat petunjuk yang berhubungan dengan kegiatan yang dihadapi. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus mengetahui acara atau kegiatan yang akan dilakukan oleh tamu tersebut. 3. Berusaha mengetahui sebanyak mungkin identitas tamu, antara lain: nama, pangkat, jabatan, riwayat jabatan, keluarga, hobi dan sebagainya. 4. Apabila naik mobil, Taruna/i mengambil tempat di sebelah kanan tamu atau di samping pengemudi apabila tamu didampingi pejabat lain. 5. Apabila tamu akan pulang, Taruna/i mengantarkan sampai tempat yang telah ditentukan Bersama Rekan Wanita atau Pria 1. Apabila hendak bepergian dengan rekan wanita atau rekan pria, Taruna/i harus mendapat izin dari orang tua atau wali dan rekan wanita atau rekan pria tersebut harus berpakaian sopan. 2. Untuk menjaga sopan santun, sebaiknya rekan wanita tidak menggandeng lengan Taruna. 3. Untuk keselamatan pada saat naik tangga eskalator, Taruna berada di samping belakang rekan wanita dan pada waktu turun tangga berada satu anak tangga di samping depan rekanitanya. Bila menggunakan lift maka rekan wanita masuk/keluar terlebih dahulu. 4. Apabila bepergian menggunakan kendaraan umum maka rekan wanita naik terlebih dahulu dan turun belakangan dan senantiasa memperhatikan keselamatan. 5. Apabila Taruna/i bertemu dengan Taruna/i lain yang membawa rekan pria atau rekan wanita, maka Taruna/i tersebut memberikan salam terhadap rekan pria atau rekanita dari Taruna/i lain. 6. Berilah penghormatan terlebih dahulu apabila bertemu dengan Taruna/i lain sesama pangkat yang sedang bersama rekan pria atau rekan wanita Berbelanja 1. Apabila Taruna/i berbelanja, hendaklah di tempat yang bersih dan pantas sesuai petunjuk pengasuh serta tidak diperbolehkan berbelanja di tempat yang berdesakan. 2. Di dalam toko, tutup kepala tetap dipakai. 3. Belilah barang-barang yang dianggap perlu BPSDM PERHUBUNGAN 92

18 7.14. Makan 1. Apabila akan melaksanakan kegiatan makan, badan dan tangan dalam keadaan bersih dan berpakaian rapi. 2. Wajib makan di ruang makan Taruna/i, dilaksanakan bersama-sama secara terpimpin, dalam suasana hikmat, kekeluargaan dan komunikatif. 3. Berangkat ke ruang makan dengan berbaris secara tertib. 4. Masuk ke ruang makan dengan tertib dengan melakukan penghormatan. 5. Tutup kepala diletakkan di atas pangkuan atau tempat yang ditentukan. 6. Sebelum mengambil tempat duduk dengan tertib, melakukan penghormatan kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya di meja tersebut. 7. Petugas piket menyiapkan seluruh Taruna/i dan laporan kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya tentang jumlah Taruna/i yang makan saat itu dan bahwa makan siap dilaksanakan. 8. Taruna/i lebih tinggi tingkatnya memimpin untuk berdoa. 9. Semua Taruna/i mengucapkan SELAMAT MAKAN 10. Apabila Taruna/i yang lebih rendah tingkatnya ingin mendahului menambah makanan, maka ia wajib minta izin terlebih dahulu kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya di meja tersebut. 11. Ketertiban makan pada tiap meja adalah tanggung jawab Taruna/i yang paling tinggi tingkatnya di meja tersebut. 12. Sebelum dan sesudah makan selalu didahului dengan doa. 13. Dekatkan makanan yang akan diambil ke piring, bukan sebaliknya. 14. Apabila menggunakan pisau dengan menggunakan tangan kanan. 15. Jangan berbicara dan jangan minum pada waktu mulut berisi makanan. 16. Apabila ingin minum ketika sedang makan letakkan sendok dan garpu dalam posisi terlentang. 17. Apabila sedang makan kedatangan orang yang kita hormati, berhenti sejenak untuk memberikan salam. 18. Jangan membersihkan sisa makanan di rongga mulut dihadapan orang lain tanpa menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan. 19. Kembalikan kursi ke tempat semula setelah makan. Setelah selesai makan petugas piket meyiapkan dan laporan kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya bahwa makan sudah selesai dilaksanakan. 20. Semua Taruna/i mengucapkan TERIMA KASIH. 21. Selesai makan Taruna/i berdiri, merapikan kursi dan meninggalkan ruang makan dengan tertib. BPSDM PERHUBUNGAN 93

19 7.15. Kantin Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan 1. Taruna/i Diklat diperkenankan ke kantin pada jam istirahat 2. Kantin yang diperbolehkan adalah yang berdasarkan instruksi pengasuh 3. Pakaian yang digunakan pada saat berada di kantin adalah pakaian dinas yang berlaku pada hari itu 4. Selama di kantin selalu menjaga sopan santun, tata tertib, tidak gaduh, dan duduk pada tempat yang telah disediakan Integrasi Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan 1. Integrasi Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan diselenggarakan dengan maksud untuk mempererat persaudaraan antar sesama Taruna/i, masyarakat dan untuk melatih kemampuan Taruna/i dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang pelaksannaanya atas petunjuk Pengasuh. 2. Maksud lain dari intregasi Taruna/i ini adalah dalam rangka sosialisasi Taruna/i dengan masyarakat sekaligus untuk mengembangkan pergaulan dengan sesama generasi muda melalui media seni atau hiburan. 3. Intregasi Taruna/i yang dilaksanakan pada malam hari, pelaksanaannya dibatasi sampai pukul WIB Undangan Mengundang 1. Undangan paling sedikit harus memuat informasi tentang acara, waktu, tempat penyelenggaraan, pakaian yang digunakan. 2. Perhatikan waktu pengiriman undangan supaya yang diundang tidak merasa mendadak Menghadiri Undangan 1. Taruna/i hadir tepat pada waktunya. 2. Pakaian yang digunakan adalah pakaian dinas Taruna/i yang disesuaikan dengan ketentuan dalam undangan atau macam dan sifat acara. BPSDM PERHUBUNGAN 94

20 7.18. Menonton 1. Pada saat menonton bioskop atau pertunjukan seni dan lain-lain, pilihlah tempat yang dipandang pantas untuk Taruna/i. 2. Pakaian yang digunakan adalah pakaian dinas Membuat Janji 1. Taruna/i jangan mudah membuat janji. Bila membuat janji perhatian tanggal, waktu dan tempat. 2. Usahakan datang di tempat yang telah disepakati sebelum waktu yang telah dtentukan. 3. Jika mendadak tidak bisa menepati janji, secepat mungkin memberitahukan dengan permohonan maaf Meminjam Usahakan untuk tidak meminjam sesuatu dari orang lain, apabila terpaksa meminjam agar bertanggungjawab penuh atas barang yang dipinjam Merokok, Berzina, Judi, Miras, Mencuri dan Narkoba 1. Taruna/i dilarang merokok, berzina, judi, minum minuman keras, mengambil barang milik orang lain tanpa izin serta menyimpan atau menggunakan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya. 2. Taruna/i dilarang membawa atau menyimpan senjata api atau senjata tajam Berobat 1. Taruna/i yang sakit wajib berobat di klinik yang disediakan. 2. Waktu berobat diatur oleh masing-masing lembaga pendidikan dan pelatihan. 3. Taruna/i mengisi buku berobat yang telah disediakan Mengunjungi Orang Sakit 1. Perhatikan ketentuan waktu berkunjung 2. Batasi jumlah pengunjung atau bergiliran 3. Batasi perbuatan dan pembicaraan yang dapat mengganggu ketenangan Melayat 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sedapat mungkin meluangkan waktu untuk melayat teman, BPSDM PERHUBUNGAN 95

21 kerabat atau keluarga yang meninggal khususnya pada waktu sedang cuti dan pesiar. 2. Apabila pergi melayat sebaiknya dilakukan sebelum dikebumikan dan diusahakan dapat ikut mengantar sampai tempat tujuan. 3. Sebaiknya tidak menanyakan sebab-sebab kematiannya pada sanak keluarga. 4. Taruna/i menggunakan pakaian dinas Pemakaman dan Ziarah 1. Menyesuaikan dengan ketentuan adat istiadat setempat. 2. Tabur bunga dilakukan secara khidmat, menghadap penuh ke pusara, mengambil sikap jongkok dan menabur bunga mulai dari kepala ke arah kaki. 3. Memberikan penghormatan sebelum dan sesudah meletakkan karangan bunga Berkendaraan Menunggu kendaraan 1. Perhatikan sikap dan kesopanan pada waktu menunggu kendaraan, baik dalam pesiar maupun bepergian 2. Menunggu kendaraan di tempat yang sudah disediakan dan tidak bergerombolan 3. Jangan berbuat sesuatu yang tidak pantas, sehingga dapat menimbulkan perhatian umum 4. Turun kendaraan tidak berebut dan dilakukan dengan tertib Naik jenis kendaraan Naik kendaraan agar memperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. Bus atau kendaraan sejenis, usahakan memilih kendaraan yang baik dan mengambil tempat duduk yang sesuai dengan aturan yang berlaku, selama dalam perjalanan dilarang membeli keperluan apapun lewat jendela, naik atau turun kendaraan tetap mengenakan pakaian dinas 2. Kereta api, mematuhi semua peraturan yang berlaku, menempati tempat duduk sesuai dengan aturan, membeli keperluan apapun sebaiknya di restorasi atau kantin stasiun 3. Becak, dilakukan hanya dalam keadaan terpaksa, tidak boleh naik lebih dari dua orang, duduk yang sopan, jika bersama rekan wanita, BPSDM PERHUBUNGAN 96

22 persilakan naik terlebih dahulu dan tempatkan di sebelah kiri. Pada waktu turun, Taruna/i mendahului dan beri pertolongan pada rekan wanita. Apabila dipandang perlu hindari tawar-menawar yang berkepanjangan 4. Pesawat terbang, tetap memperhatikan sikap, naik dan turun pesawat tetap menggunakan pakaian dinas dan aturan yang berlaku, perhatikan dan ikutilah petunjuk yang berlaku 5. Kapal laut dan sejenisnya, perhatikan tata cara naik dan turun kapal, perhatikan petunjuk dan larangan yang ada di dalam kapal, naik dan turun kapal tetap menggunakan pakaian dinas 6. Ojek, sepeda, andong atau bendi dan sejenisnya dilakukan dalam keadaan terpaksa, ikuti aturan yang berlaku Di dalam kendaraan 1. Harus tetap menjaga sopan santun, tata tertib dan mentaati peraturan 2. Tutup kepala di lepas 3. Taruna/i sebaiknya tidak berdiri di dalam kendaraan, apabila terpaksa berdiri agar tetap menjaga sopan santun 4. Bila ada orang sakit, orang tua, wanita hamil yang tidak mendapatkan tempat duduk, sebaiknya Taruna/i memberikan tempat duduknya kepada orang tersebut 5. Usahakan jangan tertidur dan jika terpaksa agar tetap menjaga sopan santun Lagu Kebangsaan dan Lagu Wajib 1. Taruna/i wajib menunjukkan sikap hormat pada saat menyanyikan dan mendengarkan secara langsung lagu kebangsaan Indonesia Raya. 2. Taruna/i wajib menguasai lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib lainnya Bertunangan, Menikah dan Perbuatan Asusila 1. Taruna/i dilarang bertunangan atau menikah selama pendidikan. 2. Taruna/i dilarang keras berbuat asusila atau berhubungan badan diluar nikah serta menyimpan atau menonton film, gambar, atau barang/alat yang mengandung unsur pornografi. BPSDM PERHUBUNGAN 97

23 7.29. Tata cara penghormatan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan Tata cara penghormatan adalah diatur sebagai berikut: 1. Jarak minimal penghormatan adalah 10 langkah 2. Dalam keadaan berlari atau jalan, penghormatan dilakukan dalam keadaan berhenti dengan mengambil sikap sempurna dan dilanjutkan dengan memberi hormat 3. Dalam sikap duduk penghormatan dilakukan dengan mengambil sikap duduk siap 4. Orang perorang: wajib melakukan penghormatan baik sesama pangkat, maupun kepada yang lebih tinggi sebaliknya Taruna/i yang lebih tinggi status akademiknya wajib membalas 5. Pada saat pasukan berpapasan, yang memimpin barisan memberikan hormat kepada barisan yang berpapasan baik tingkatnya selevel dan terlebih dengan Taruna/i yang lebih tinggi status akademiknya 6. Penghormatan layaknya diberikan kepada pejabat lembaga pendidikan dan pelatihan serta pejabat di lingkungan KEMENHUB yang berada dalam kendaraan apabila berpapasan 7. Penghormatan wajib dibalas dan tata cara pembalasan penghormatan tidak harus dengan mengangkat tangan, tetapi bisa dengan anggukan kepala, dan atau sapaan. 8. Taruna/i memberikan penghormatan kepada siswa diklat yang sedang melaksanakan diklat atau berkunjung ke kampus. BPSDM PERHUBUNGAN 98

24 BAB VIII KEHIDUPAN TARUNA/I DIKLAT PEMBENTUKAN PADA UPT DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN KEHIDUPAN TARUNA/I DIKLAT PEMBENTUKAN PADA UPT DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN Kegiatan Harian 1. Kegiatan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan pada hakekatnya merupakan pelaksanaan tugas yang harus dilaksanakan dengan mempergunakan waktu sebaik-baiknya. 2. Alokasi kegiatan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sehari-hari disusun dalam jadwal yang ditunjukkan pada tabel 8.1 sampai dengan tabel 8.4, dengan catatan bahwa kondisi waktu disesuaikan dengan keadaan masing-masing lembaga pendidikan dan pelatihan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala UPT yang bersangkutan. a. Hari Senin, Selasa,Kamis: Tabel 8. 1 Kegiatan harian Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan hari Senin s.d. Kamis Pukul Kegiatan Bangun pagi dan sholat subuh Olahraga Pagi (Strecthing/Pemanasan), Pembersihan/penataan lingkungan kamar/asrama Mandi dan persiapan makan pagi Apel Penaikan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga Makan pagi Apel pagi Kegiatan perkuliahan Ishoma Kegiatan ekstrakurikuler Sholat ashar dan Persiapan Olahraga Sore Olahraga sore Mandi dan Persiapan sholat Maghrib Apel Penurunan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga Makan malam Sholat isya BPSDM PERHUBUNGAN 99

25 Wajib belajar Apel malam Persiapan Istirahat malam Istirahat malam Catatan: 1. Jadwal Pesiar Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan ditentukan oleh Pengasuh Taruna/i dan dilaksanakan pada hari Rabu (Pk s.d WIB) 2. Hari Kamis setelah sholat isya dilaksanakan pengajian di mesjid. b. Jum at: Tabel 8. 2 Kegiatan harian Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan hari Jum at Pukul Kegiatan Bangun pagi dan sholat subuh Olahraga Pagi (Strecthing/Pemanasan), Pembersihan/penataan lingkungan kamar/asrama Mandi dan persiapan makan pagi Apel Penaikan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga Makan pagi Apel pagi Kegiatan perkuliahan Shalat Jum at dan makan siang Kegiatan ekstrakurikuler Sholat ashar dan Persiapan Olahraga Sore Olahraga sore Mandi dan Persiapan sholat Maghrib Apel Penurunan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga Makan malam Sholat isya Wajib belajar Apel malam Persiapan Istirahat malam Istirahat malam BPSDM PERHUBUNGAN 100

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2017/2018

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2017/2018 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2017/2018 A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah pukul 07.10 Wib. 2. Tanda masuk berbunyi,

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG Nama Siswa :... Sekolah Asal :... A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah pukul 07.15. 2. Tanda masuk berbunyi,

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017 Nama Siswa :... Sekolah Asal :... A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah sebelum

Lebih terperinci

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) Pengantar : Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) telah disepakati dan ditetapkan menjadi instrumen

Lebih terperinci

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) Pengantar : Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) telah disepakati dan ditetapkan menjadi instrumen

Lebih terperinci

Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI)

Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Pengertian Tes Kebugaran Jasmani Tes kebugaran jasmani adalah suatu instrument yang digunakan untuk mendapatkan suatu informasi tentang individu atau objek-objek.

Lebih terperinci

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) Lampiran 4. TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) Pengantar : Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) telah disepakati dan ditetapkan

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP 19830127 200604 2 001 Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 Tes Kesegaran Jasmani

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA POSTER 2016

TATA TERTIB PESERTA POSTER 2016 TATA TERTIB PESERTA POSTER 2016 1. Peserta wajib datang tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan (06.00 WIB). 2. Peserta yang terlambat mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin. 3. Peserta

Lebih terperinci

3. Tata tertib ini wajib ditaati oleh semua siswa selama mereka masih berlajar di SMK. BONAVITA TANGERANG.

3. Tata tertib ini wajib ditaati oleh semua siswa selama mereka masih berlajar di SMK. BONAVITA TANGERANG. TATA TERTIB SISWA SMK BONAVITA I. PENDAHULUAN 1. Tata tertib ini disusun untuk menciptakan disiplin peserta didik sebagai syarat utama terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif. 2. Tata tertib

Lebih terperinci

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa BUKU SAKU Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Kewajiban Siswa Setiap siswa wajib : 1. Mempunyai dan membawa buku saku setiap mengikuti kegiatan di sekolah 2. Memahami, menghayati, dan melaksanakan semua ketentuan

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS (SPESIVIK) XI 2016

JADWAL KEGIATAN STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS (SPESIVIK) XI 2016 JADWAL KEGIATAN STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS (SPESIVIK) XI 2016 Hari/ tanggal Ketentuan dan atribut Tempat Keterangan Kamis, 11 Agustus 2016 1. Wajib hadir pada pukul 07.00 WIB 2. Pakaian

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN 29 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Proses suatu penelitian hendaknya dapat ditentukan suatu metode penelitian yang akan digunakan, hal ini berdasarkan pada suatu pemahaman bahwa metode

Lebih terperinci

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X () A. TATA TERTIB SPESIVIK 1. Mematuhi peraturan dan tata tertib SPESIVIK 2. Hadir tepat waktu 30 menit sebelum acara dimulai. 3. Menerapkan

Lebih terperinci

Ditulis oleh Administrator Selasa, 21 Desember :32 - Terakhir Diperbaharui Senin, 27 Desember :28

Ditulis oleh Administrator Selasa, 21 Desember :32 - Terakhir Diperbaharui Senin, 27 Desember :28 Tata Tertib SMP Negeri 5 Amlapura Meliputi beberapa Aspek antara lain : 1. Tata Tertib Guru 2. Tata Tertib Pegawai 3. Tata Tertib Siswa Berikut Penjelasan masing - masing tata tertib tersebut : TATA TERTIB

Lebih terperinci

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas Kekuatan otot adalah tenaga, gaya, atau tegangan yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi dengan beban maksimal. Otot-otot tubuh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan dasar terpenting dalam system nasional yang menentukan kemajuan bangsa. Dalam hal ini Pendidikan nasional sangat berperan penting untuk mengembangkan kemampuan dan

Lebih terperinci

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 SIDOARJO Jl. Jenggolo No. 1 Telp. (031) 8941493 8946606 Fax. (031) 8946606 SIDOARJO - 61251 TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI Jalan KH. Agus Salim No. 181 Telp Fax Bekasi 17112

PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI Jalan KH. Agus Salim No. 181 Telp Fax Bekasi 17112 Rev. : 0/051009 SMAN 1 Bekasi PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI Jalan KH. Agus Salim No. 181 Telp. 8802538 Fax. 8803854 Bekasi 17112 FM-KSW-01 TATA TERTIB SEKOLAH I. KEWAJIBAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di sekolah SMP Pasundan 1 kota Bandung dan SMP Pasundan 2 kota Bandung Jalan Pasundan 32 Balong

Lebih terperinci

PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB

PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB 1. Membawa peralatan dan perlengkapan sesuaidengan ketentuan. 2. Menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. 3. Memperhatikan materi yang disampaikan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan LAMPIRAN 7 Prosedur Pelaksanaan Tes 1. Tes Daya Tahan (Endurance) menggunakan Balke Test Prosedur tes : a. Tujuan untuk mengukur daya tahan kerja jantung dan pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2

Lebih terperinci

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117 BAB V KEBUGARAN JASMANI Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117 Kebugaran jasmani merupakan alat pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, juga merupakan upaya untuk meningkatkan dan

Lebih terperinci

1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan

1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS 1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan kampus, yaitu : a. Merokok

Lebih terperinci

PENERAPAN ETIKET PERSIAPAN Waktu menghubungi yang tepat 3. Lama pembicaraan. 5. Kuasai masalah yang di bicarakan

PENERAPAN ETIKET PERSIAPAN Waktu menghubungi yang tepat 3. Lama pembicaraan. 5. Kuasai masalah yang di bicarakan PENERAPAN ETIKET A. ETIKET BERTELEPON PERSIAPAN... 1. Tekan nomor telepon yang tepat 2. Waktu menghubungi yang tepat 3. Lama pembicaraan 4. Siapkan alat alat pendukung 5. Kuasai masalah yang di bicarakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 1 PURI KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR: / 660 / / 2017 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 1 PURI KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR: / 660 / / 2017 TENTANG PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PURI Jalan Jayanegara No. 2 Mojokerto, Jawa Timur Kode Pos 61363 Telp. ( 0321 ) 322636 Fax ( 0321 ) 322636 Website : www.sman1puri.sch.id

Lebih terperinci

INGAT: DIISI DITANDATANGANI DIKEMBALIKAN KE SEKOLAH

INGAT: DIISI DITANDATANGANI DIKEMBALIKAN KE SEKOLAH ISI 1. Foto 3x4 dua lembar berwarna 2. Bukti Pendaftaran 3. Hasil printout formulir Online 4. F.C. SKHUS yang telah dilegalisir 1 lembar 5. Lembar pernyataan orang tua yang sudah diisi dan bermaterai 6000

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan Asrama PPLP Sumatera Utara di Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal 2.

Lebih terperinci

PERATURAN SISWA. Setiap siswa/ siswi Madrasah Aliyah YATPI wajib mengikuti ketentuanketentuan

PERATURAN SISWA. Setiap siswa/ siswi Madrasah Aliyah YATPI wajib mengikuti ketentuanketentuan PERATURAN SISWA Setiap siswa/ siswi Madrasah Aliyah YATPI wajib mengikuti ketentuanketentuan sebagai berikut: A. KEWAJIBAN 1. Kehadiran Siswa a. Siswa/i hadir di madrasah pada hari-hari madrasah atau hari-hari

Lebih terperinci

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI 2015 PROSEDUR PELAKSANAAN DAN RUBRIK PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN BIDANG KEOLAHRAGAAN 1. MATERI UJIAN Uji Keterampilan

Lebih terperinci

Kecakapan Antar Personal

Kecakapan Antar Personal Kecakapan Antar Personal Essay Sopan santun dalam Komunikasi Oleh : Andrian Ramadhan Febriana 10512318 Sistem Informasi 8 Berkomunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam melaksanakan kehidupan

Lebih terperinci

PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Tata Tertib Rusunawa Mahasiswa Universitas Sriwijaya 1 BAGIAN I PENDAHULUAN 1. Rusunawa adalah kawasan yang terdiri dari kamar - kamar

Lebih terperinci

TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 PADANG TP 2007/2008

TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 PADANG TP 2007/2008 TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 PADANG TP 2007/2008 BAB I PASAL 1-121 12 SEBELUM DAN SELAMA PBM BERLANGSUNG Piket kelas datang ke sekolah paling lambat 15 menit sebelum bel masuk dibunyikan yang bertugas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Lokasi yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah di Lapangan Gasmin yang beralamat di Jln. Kuningan Antapani, Bandung.

Lebih terperinci

PANDUAN. PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) Tahun 2017/2018

PANDUAN. PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) Tahun 2017/2018 PANDUAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) Tahun 2017/2018 SEKOLAH TINGGI MA HAD ALY AL-HIKAM MALANG 2017 PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) SEKOLAH TINGGI AGAMA

Lebih terperinci

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 06 TAHUN 2013

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 06 TAHUN 2013 INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 06 TAHUN 2013 UPH Surabaya Festival 06 adalah acara yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya dalam rangka penerimaan mahasiswa baru UPH

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. membuktikan sesuatu atau untuk mencari sebuah jawaban.

BAB III METODE PENELITIAN. membuktikan sesuatu atau untuk mencari sebuah jawaban. 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah salah satu cara yang ditempuh dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian adalah penyelidikan yang dilakukan untuk membuktikan sesuatu

Lebih terperinci

OKK TAHUN 2010 UNDIKSHA PANITIA PELAKSANA 0KK TAHUN 2010 BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA TERSEDIA:

OKK TAHUN 2010 UNDIKSHA PANITIA PELAKSANA 0KK TAHUN 2010 BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA TERSEDIA: UNDIKSHA OKK TAHUN 2010 PANITIA PELAKSANA 0KK TAHUN 2010 TERSEDIA: Jadwal Acara Tata tertib Form Minat dan Bakat Contact Person: WIJAYA : 085739088874 SARASWATI : 081805339217 BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

Lebih terperinci

2. Tata tertib ini sifatnya mengikat dan wajib ditaati oleh seluruh siswa

2. Tata tertib ini sifatnya mengikat dan wajib ditaati oleh seluruh siswa TATA TERTIB SISWA BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 1. Untuk mewujudkan ketertiban di sekolah dan menjamin terselenggaranya Kegiatan Proses Belajar Mengajar di sekolah, dipandang perlu ditetapkan peraturan tata

Lebih terperinci

Mencetak manusia yang unggul dalam intelektual dan keterampilan dalam bidang akuntansi serta terpuji dalam moral

Mencetak manusia yang unggul dalam intelektual dan keterampilan dalam bidang akuntansi serta terpuji dalam moral VISI PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI Mencetak manusia yang unggul dalam intelektual dan keterampilan dalam bidang akuntansi serta terpuji dalam moral MISI PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI SMK BONAVITA TANGERANG 1.

Lebih terperinci

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot Kebugaran jasmani harus dipenuhi oleh setiap orang. Kebugaran jasmani merupakan pendukung keberhasilan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Latihan kebugaran jasmani meliputi daya tahan, kekuatan, kelenturan,

Lebih terperinci

PERATURAN PESERTA OSMARU COR 2015

PERATURAN PESERTA OSMARU COR 2015 PERATURAN PESERTA OSMARU COR 2015 BAB I KEHADIRAN Pasal 1 : Seluruh Peserta WAJIB hadir dalam rangkaian kegiatan Osmaru 2015 sesuai dengan ketentuan waktu, jadwal, serta tugas masing-masing dengan tertib

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat yang menjadi acuan sebuah penelitian dan penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas

Lebih terperinci

PERATURAN ASRAMA SMP PRESIDEN

PERATURAN ASRAMA SMP PRESIDEN PERATURAN ASRAMA SMP PRESIDEN 1. Kegiatan Harian Setiap siswa asrama SMP Presiden diwajibkan mengikuti jadwal kegiatan harian seperti berikut: Senin Jumat NO WAKTU AKTIVITAS 1 04.30 Bangun Pagi 2 04.45

Lebih terperinci

tempat umum gambar 1

tempat umum gambar 1 tema 4 di biasanya berlaku aturan aturan juga berlaku di rumah dan di sekolah bagaimana menerapkan aturan di masyarakat berikut kalian pelajari tata tertib dan aturannya coba kalian lihat gambar 1 anak

Lebih terperinci

PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS NEGERI PADANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014

PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS NEGERI PADANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014 PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS NEGERI PADANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014 BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan kampus memer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Penggunaan metode dalam penelitian adalah syarat mutlak untuk dapat melihat kedalaman dari sebuah permasalahan. Ketepatan penggunaan metode dalam penelitian

Lebih terperinci

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015 INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015 UPH Surabaya Festival adalah acara yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya dalam rangka penerimaan mahasiswa baru UPH Tahun

Lebih terperinci

Suplemen untuk mendukung Perut Sixpack Anda

Suplemen untuk mendukung Perut Sixpack Anda Apakah memiliki perut sixpack tanpa lemak adalah hal yang sangat Anda idamkan? Bagaimana Cara Mendapatkan Perut Sixpack? Konsep untuk mendapatkan perut sixpack sebenarnya mudah dan singkat. Anda perlu

Lebih terperinci

PERATURAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 78 JAKARTA NOMOR 165 TAHUN 2011 TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 78 JAKARTA NOMOR 165 TAHUN 2011 TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 78 JAKARTA NOMOR 165 TAHUN 2011 TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 78 Jakarta, Menimbang : a.

Lebih terperinci

LEMBAR KESEDIAAN DALAM PENELITIAN. Penelitian yang berjudul : Hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran pada siswa kelas XI SMAN 1 Palimanan.

LEMBAR KESEDIAAN DALAM PENELITIAN. Penelitian yang berjudul : Hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran pada siswa kelas XI SMAN 1 Palimanan. Lampiran 1. LEMBAR KESEDIAAN DALAM PENELITIAN Penelitian yang berjudul : Hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran pada siswa kelas XI SMAN 1 Palimanan. Bahwa : Saya... Kelas... Menyatakan : Bersedia

Lebih terperinci

Suplemen untuk mendukung Perut Sixpack Anda

Suplemen untuk mendukung Perut Sixpack Anda Apakah memiliki perut sixpack tanpa lemak adalah hal yang sangat Anda idamkan? Bagaimana Cara Mendapatkan Perut Sixpack? Konsep untuk mendapatkan perut sixpack sebenarnya mudah dan singkat. Anda perlu

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA TERTIB KERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA TERTIB KERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA TERTIB KERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Casady, Mabes, dan Alley :1971) yang dikutip oleh Sudarno,SP (1992:9)

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Casady, Mabes, dan Alley :1971) yang dikutip oleh Sudarno,SP (1992:9) II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kebugaran Jasmani Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Karpovich dalam (Casady, Mabes, dan Alley :1971) yang dikutip oleh Sudarno,SP (1992:9) Kebugaran Jasmani didefinisikan sebagai

Lebih terperinci

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut di atas diperlukan tata tertib siswa yang terdiri dari hak, kewajiban, larangan dan sanksi.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut di atas diperlukan tata tertib siswa yang terdiri dari hak, kewajiban, larangan dan sanksi. PEMERINTAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 19 JAKARTA Jalan Perniagaan No 31, Tambora Telepon (021) 6904454 Email : [email protected] JAKARTA Kode

Lebih terperinci

TATA TERTIB SEKOLAH SD NEGERI 01 DUKUH

TATA TERTIB SEKOLAH SD NEGERI 01 DUKUH Lampiran PEMERINTAH KABUPATEN KARANGANYAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA UPT PUD, NFI DAN SEKOLAH DASAR KECAMATAN NGARGOYOSO SEKOLAH DASAR NEGERI 01 DUKUH Alamat : Karangrejo, Dukuh, Kec.Ngargoyoso,

Lebih terperinci

KEWAJIBAN Setiap peserta didik mempunyai kewajiban sebagai berikut : 1. Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta mentaati semua ketentuan

KEWAJIBAN Setiap peserta didik mempunyai kewajiban sebagai berikut : 1. Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta mentaati semua ketentuan TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMK METHODIST 8 MEDAN BAB I KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib Peserta Didik tahun pelajaran 2016/2017 yang dimaksud dengan : Tata tertib peserta didik adalah ketentuan-ketentuan

Lebih terperinci

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna tema 5 ketertiban gambar 5.1 masuk kelas dengan tertib biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna kamu harus mampu setelah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian adalah salah satu cara dalam mencari suatu kebenaran melalui cara-cara ilmiah atau metode ilmiah. Metode ilmiah itu, berarti kegiatan penelitian

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.524, 2015 BASARNAS. Pakaian Dinas. Pegawai. Penggunaan PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK.9 TAHUN 2015 TENTANG PENGGUNAAN PAKAIAN DINAS PEGAWAI NEGERI BADAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian dengan tujuan untuk menguji serangkaian

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMP N 1 Klaten Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / 1 (Ganjil ) Materi Pokok : Aktivitas Kebugaran Alokasi

Lebih terperinci

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG KODE ETIK MAHASISWA FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG SURTAT KEPUTUSAN DEKAN NOMOR: 24/PP/2012 Tentang KODE ETIK MAHASISWA FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG 2012 MUKADIMAH

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai Lampiran Petunjuk Pelaksanaan TKJI Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Petunjuk Pelaksanaan Tes 1. Lari 40 meter a. Tujuan Tes lari ini adalah untuk mengetahui atau mengukur kecepatan.

Lebih terperinci

Template Standar Powerpoint Etik UMB

Template Standar Powerpoint Etik UMB Modul ke: Template Standar Powerpoint Etik UMB Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Fakultas FEB Cecep Winata Program Studi

Lebih terperinci

Memelihara kebersihan lingkungan merupakan salah satu contoh aturan yang ada di masyarakat.

Memelihara kebersihan lingkungan merupakan salah satu contoh aturan yang ada di masyarakat. Memelihara kebersihan lingkungan merupakan salah satu contoh aturan yang ada di masyarakat. Bagaimana jika kelasmu kotor? Sampah berserakan di manamana? Tentu kalian tidak senang! Dalam menerima pelajaran

Lebih terperinci

INFORMASI ACARA UPH FESTIVAL 19 TAHUN /UPHFes19/VII/2012

INFORMASI ACARA UPH FESTIVAL 19 TAHUN /UPHFes19/VII/2012 INFORMASI ACARA UPH FESTIVAL 19 TAHUN 2012 014/UPHFes19/VII/2012 UPH Festival adalah acara yang diselenggarakan oleh Universitas & Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (UPH) dalam rangka penerimaan

Lebih terperinci

TATA TERTIB PENGENALAN PROGRAM STUDI (PPS) STIKES JENDERAL A. YANI CIMAHI TAHUN 2017/2018

TATA TERTIB PENGENALAN PROGRAM STUDI (PPS) STIKES JENDERAL A. YANI CIMAHI TAHUN 2017/2018 TATA TERTIB PENGENALAN PROGRAM STUDI (PPS) STIKES JENDERAL A. YANI CIMAHI TAHUN 2017/2018 A. TATA TERTIB UMUM 1. Peserta PPS tidak diperkenankan membawa kendaraan (roda dua maupun roda empat) ke wilayah

Lebih terperinci

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PERATURAN PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2015 TENTANG PENDAFTARAN CALON PESERTA

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menciptakan suasana

Lebih terperinci

Lampiran 1. Data Siswi Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Putri SMP Negeri 2 Pengasih Tahun 2012

Lampiran 1. Data Siswi Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Putri SMP Negeri 2 Pengasih Tahun 2012 LAMPIRAN 63 Lampiran 1. Data Siswi Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Putri SMP Negeri 2 Pengasih Tahun 2012 DAFTAR SISWI PESERTA TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA USIA13-15 TAHUN No Nama Tempat Tanggal Lahir

Lebih terperinci

Denah Lokasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Langsa KANTOR PU TEMPAT TEMU BESUK KANTIN

Denah Lokasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Langsa KANTOR PU TEMPAT TEMU BESUK KANTIN Lampiran 1 Denah Lokasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Langsa KANTOR PU POS (3) P I N T U U T A M A AULA TANGGA MENUJU L.II PINTU II TEMPAT TEMU BESUK KANTIN PINTU III BLOK KAMAR NAPI / TAHANAN

Lebih terperinci

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan.

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan. Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia 13-15 Tahun 1. Lari 50 meter a. Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan. b. Alat dan fasilitas 1) Lintasan lurus, datar, rata, tidak licin,

Lebih terperinci

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Fakultas

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Fakultas 36 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian dari DIY 37 Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian dari Pemerintah Kabupaten Magelang 38 Lampiran 4. Surat Keterangan Melakukan

Lebih terperinci

Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya?

Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya? Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya? Coba kamu praktikkan gerakan membersihkan papan tulis, membersihkan

Lebih terperinci

TATA TERTIB PKK MABA BAGI MAHASISWA BARU FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 BAB I PESERTA PKK MABA FIA UB 2015.

TATA TERTIB PKK MABA BAGI MAHASISWA BARU FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 BAB I PESERTA PKK MABA FIA UB 2015. TATA TERTIB PKK MABA BAGI MAHASISWA BARU FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 BAB I PESERTA PKK MABA FIA UB 2015 Pasal 1 Peserta PKK MABA FIA UB 2015 adalah mahasiswa baru tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 2002: 108). Sedangkan menurut (Sudjana, 1996: 6) populasi adalah totalitas

BAB III METODE PENELITIAN. 2002: 108). Sedangkan menurut (Sudjana, 1996: 6) populasi adalah totalitas BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah populasi bersyarat yaitu atlet putra berprestasi klub renang METAL SC Metro 013 yang berjumlah 8 atlet.

Lebih terperinci

MENDIDIK (Educating), MENGINSPIRASI (Inspiring) dan MEMBENTUK (Transforming) Siswa untuk menjadi yang terbaik dalam dunia media

MENDIDIK (Educating), MENGINSPIRASI (Inspiring) dan MEMBENTUK (Transforming) Siswa untuk menjadi yang terbaik dalam dunia media 1 VISI SMK VISI MEDIA INDONESIA MENDIDIK (Educating), MENGINSPIRASI (Inspiring) dan MEMBENTUK (Transforming) Siswa untuk menjadi yang terbaik dalam dunia media MISI SMK VISI MEDIA INDONESIA Upaya mewujudkan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian LAMPIRAN 51 Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian 52 Lampiran 2. Surat Ijin Riset/Survei/PKL 53 Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian dari Sekolah PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

SMA NEGERI 23 JAKARTA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT. KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 23 JAKARTA Nomor : 22 Tahun 2015 TENTANG

SMA NEGERI 23 JAKARTA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT. KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 23 JAKARTA Nomor : 22 Tahun 2015 TENTANG SMA NEGERI 23 JAKARTA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 23 JAKARTA Nomor : 22 Tahun 2015 TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 23 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/20116

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH

WALIKOTA YOGYAKARTA PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 41 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menciptakan suasana dan tata

Lebih terperinci

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA BAB I Pasal 1 Ketentuan Umum (1) Tata tertib kehidupan kampus bagi mahasiswa adalah ketentuan yang mengatur hak dan kewajiban mahasiswa,

Lebih terperinci

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA BAB I Pasal 1 Ketentuan Umum (1) Tata tertib kehidupan kampus bagi dosen adalah ketentuan yang mengatur hak dan

Lebih terperinci

Bentuk-bentuk latihan kebugaran bagi atlet Oleh : Teguh Santoso

Bentuk-bentuk latihan kebugaran bagi atlet Oleh : Teguh Santoso Bentuk-bentuk latihan kebugaran bagi atlet Oleh : Teguh Santoso Abstrak Ada banyak bentuk-bentuk latihan kebugaran yang dapat dipilih oleh seorang atlet. Bantuk-bentuk latihan diperlukan untuk menjaga

Lebih terperinci

Mitos Sixpack Orang menghabiskan uang jutaan setiap tahun untuk mendapatkan tubuh ideal. Sekarang ini terdapat sekitar 200 lebih alat-alat latihan untuk perut. Sebagian alat-alat ini tidak berguna sama

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060796 merupakan salah satu sekolah negeri yang beralamat di Jalan Medan Area Selatan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Sekolah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 3 WARUNGASEM KABUPATEN BATANG

BAB IV ANALISIS PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 3 WARUNGASEM KABUPATEN BATANG BAB IV ANALISIS PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 3 WARUNGASEM KABUPATEN BATANG A. Analisis Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 3 Warungasem

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 23 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam memecahkan suatu masalah diperlukan suatu cara atau metode, karena metode merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan suatu penelitian.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG PONDOK PESANTREN ROUDLOTUSSOLIHIN

UNDANG-UNDANG PONDOK PESANTREN ROUDLOTUSSOLIHIN UNDANG-UNDANG PONDOK PESANTREN ROUDLOTUSSOLIHIN BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Ketentuan dalam peraturan ini berlaku bagi setiap santri pondok pesantren roudlotussolihin Pasal 2 Santri yang melanggar peraturan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. perlakuan (treatment), seperti pendapat Thomas dan Nelson (1997:352).

METODE PENELITIAN. perlakuan (treatment), seperti pendapat Thomas dan Nelson (1997:352). 0 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, karena adanna perlakuan (treatment), seperti pendapat Thomas dan Nelson (1997:35). Bertujuan

Lebih terperinci

Lampiran 8. Petunjuk Pelaksanaan Tes Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Umur tahun TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA UNTUK UMUR TAHUN

Lampiran 8. Petunjuk Pelaksanaan Tes Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Umur tahun TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA UNTUK UMUR TAHUN Lampiran 8. Petunjuk Pelaksanaan Tes Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Umur 10-12 tahun TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA UNTUK UMUR 10 12 TAHUN A. Rangkaian Tes Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk

Lebih terperinci

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat Perkembangan gerakan kasar Bulan Pencapaian Titik Pencapaian 1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan 2 Setengah miring jika dalam posisi tengkurap, selalu meletakkan pipi ke alas secara bergantian disebut titik

Lebih terperinci

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PERATURAN PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2014 TENTANG PENDAFTARAN CALON PESERTA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang di gunakan selama berlangsungnya penelitian ini adalah bertempat di kampus FPO UPI, Padasuka, Bandung. 2. Populasi

Lebih terperinci

SMA NEGERI 10 SAMARINDA

SMA NEGERI 10 SAMARINDA PEDOMAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 SAMARINDA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SMAN 10 MELATI SAMARINDA Jl. H.A.M.M. Rifadin Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Telp. 0541-261829 website

Lebih terperinci

Perancangan Teknik Industri 2

Perancangan Teknik Industri 2 Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 2 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 2 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik

Lebih terperinci

Olahraga Bagi Orang yang Sibuk Di Kantor

Olahraga Bagi Orang yang Sibuk Di Kantor Olahraga Bagi Orang yang Sibuk Di Kantor Oleh: Yudik Prasetyo Staf Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan, UNY Pendahuluan Pada era globalisasi ini, orang semakin disibukan dengan berbagai pekerjaan untuk

Lebih terperinci

Lampiran 1: Lembar Permohonan Pembimbing Tugas Akhir Skripsi

Lampiran 1: Lembar Permohonan Pembimbing Tugas Akhir Skripsi 73 Lampiran 1: Lembar Permohonan Pembimbing Tugas Akhir Skripsi 74 Lampiran 2: Kartu Bimbingan Tugas Akhir Skripsi 75 Lampiran 3: Lembar Pengesahan Izin Penelitian 76 Lampiran 4: Surat Permohonan Izin

Lebih terperinci

MENINGKATKAN NILAI KEINDONESIAN MELALUI UPACARA BENDERA DI SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN NILAI KEINDONESIAN MELALUI UPACARA BENDERA DI SEKOLAH DASAR MENINGKATKAN NILAI KEINDONESIAN MELALUI UPACARA BENDERA DI SEKOLAH DASAR Bertika Kusuma Prastiwi, S.Pd.Jas, M.Or Dosen PJKR [email protected] Abstrak Tujuan dari artikel ini untuk menginformasikan

Lebih terperinci

AKTIVITAS PENGEMBANGAN DAN KESEHATAN

AKTIVITAS PENGEMBANGAN DAN KESEHATAN AKTIVITAS PENGEMBANGAN DAN KESEHATAN HAKEKAT KESEHATAN Acuan Sehat Rumusan Organisasi Kesehatan Dunia (Sehat Paripurna) : Sejahtera Jasmani, Rohani dan Sosial, bukan hanya bebas dari penyakit, cacat ataupun

Lebih terperinci