OPOSISI BUKAN MUSUH PEMERINTAH 1
|
|
|
- Ade Yuwono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TIDAK USAH MUNAFIK! OPOSISI BUKAN MUSUH PEMERINTAH 1 Oleh Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid, secara konsisten melontarkan pikiran-pikiran tentang perlunya partai oposisi. Di benak pikiran Cak Nur, sapaan akrabnya, esensi oposisi adalah check and balance, tidak berarti to oppose, tapi juga to support. Dengan formalitas check and balance itu, maka pent-up feeling atau perasaan-perasaan yang tersumbat akan tersalurkan. Dan itu bisa menjadi lebih produktif. Sebab orang-orang (yang tersumbat ed.) bisa dijadikan sumber ideide yang paling kreatif dan maksimal. Karena selama ini mereka tidak terlibat. Pikiran-pikiran tersebut tertuang dalam wawancara Nurcholish Madjid dengan wartawan Majalah TIRAS, A. Dhomiri dan Usman Sosiawan. Sebenarnya, bagaimana persisnya gagasan Anda tentang perlunya partai oposisi itu? Sebelumnya, saya harus menegaskan bahwa saya tidak akan mengklaim orisinalitas gagasan tersebut. Ini merupakan bagian discourse kita. Misalnya, kalau bertemu tokoh seperti Adnan Buyung Nasution, kami selalu bicara hal itu karena kebetulan saya memiliki garis pemikiran yang sama. Oleh karena itu, ini lebih tepat disebut 1 Majalah TIRAS, Oposisi Bukan Berarti Menjatuhkan Pemerintah, No. 34/bln. 1.1/21 September Pewawancara A. Dhomiri dan Usman Sosiawan. 1
2 NURCHOLISH MADJID lontaran. Dan, lontaran ini sebenarnya sudah dimulai sejak sebelum Sidang Umum MPR lalu. Pada sidang-sidang MPR, saya menyaksikan sendiri dalam pidato terakhir fraksi-fraksi umumnya menyebutkan bahwa di Indonesia tidak ada oposisi. Saya lihat hanya PDI yang agak lumayan. Tetapi, belakangan, saya merasa bahwa kecenderungan ini ada pada anak muda kita. Jadi, sebetulnya jika gagasan ini terlontar dari seseorang termasuk saya, itu tentu bukan lontaran secara individual. Maksudnya? Ini cuma konstatasi (hal melihat atau menetapkan gejala atau tanda-tanda dari suatu keadaan atau peristiwa) dari kecenderungan yang sudah ada. Dan ini antara lain karena bangsa ini bangsa yang sukses, dalam arti ekonomi dan pendidikan berbangsa. Peningkatan kemampuan di bidang ekonomi dan pendidikan akan mempunyai akibat peningkatan di bidang politik. Itu dengan sendirinya. Seperti artikulasi, wawasan, aspirasi, sekarang ini kan semakin kaya, karena orang semakin tinggi pendidikannya. Artinya, peningkatan ekonomi dan pendidikan itu harus dibarengi dengan deregulasi di bidang politik? Ya terang. Misalnya secara karikatural, kalau makannya sudah beres, dia akan bicara tentang sesuatu yang lain. Dan itu yang lebih tinggi termasuk aspirasi politik. Itu logis sekali. Makanya, menurut saya negeri ini akan semakin ribut dalam pengertian positif. Artinya, akan semakin banyak yang berani menuntut. Oleh karena itu, kita patut bersyukur. Bahwa pemerintah sendiri menyadari. Buktinya, buruh sekarang boleh berdemonstrasi, perizinan-perizinan akan dibuka. Saya pikir itu antisipasi yang bagus. 2
3 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH Lantas, bagaimana Anda mengaitkan sejumlah perkembangan tadi dengan kemungkinan adanya partai oposisi? Dengan back drop seperti itu, maka berbicara oposisi sebenarnya hanya membumbui kecil saja. Cuma, ini menjadi persoalan karena ada sejumlah orang yang trauma dengan istilah itu. Jadi, karena ada pengalaman-pengalaman spesifik bangsa ini pada tahun an, oposisi lantas dibayangkan sebagai sikap-sikap yang tidak bersahabat dan apriori. Dalam masyarakat yang belum dewasa, bisa saja begitu. Tapi, kita percaya bahwa masyarakat sudah semakin dewasa. Dalam masyarakat yang belum dewasa, masih kanak-kanak, maka mengingatkan trauma itu, berarti menghina. Ad hominim istilahnya. Tertuju pada orang, lalu character assassination atau pembunuhan karakter, dan sebagainya. Nah, kalau kita secara terbuka dan formal mengakui perlunya ekspresi check and balance, maka kritik-kritik yang kekanak-kanakan, ad hominim yang lalu merosot menjadi menghina, itu akan terhindari. Justru kalau ditutup-tutupi, orang akan cenderung ke arah negatif. Tampaknya ada nuansa pendewasaan masyarakat dalarn lontaran Anda itu? Ya, proses pendewasaan dan percepatan proses demokratisasi. Bisa saja kita secara optimistis membiarkan proses itu berlangsung secara alami. Tetapi, sesuatu yang dibiarkan menurut proses alam, bisa terlalu lama dan tidak terkontrol. Jadi harus ada deliberation, kesengajaan. Tidak boleh by accident, atau secara kebetulan. Revolusi? Kalau itu jangan, kita semua kan tidak menghendaki itu. Secara pribadi bolehlah saya mengakui trauma tahun Dalam arti, kita jangan lagi mengalami proses yang harus menumpahkan darah. 3
4 NURCHOLISH MADJID Ada pendapat, oposisi tidak sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Lantas, oposisi mana yang Anda maksud, formal atau informal? Karena perkataan oposisi itu sendiri bisa menimbulkan trauma, maka tidak usahlah kita memutlakkan kata oposisi. Yang lebih penting, tumbuhkan mekanisme pengawasan dan pengimbangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah check and balance itu. Kalau ditanyakan formal atau informal, jelas harus formal. Yang informal bukan berarti tidak perlu, jelas harus formal. Yaitu dalam perwujudan mekanisme politik yang terbuka dan legal. Dalam hal ini, tentu melalui partai. Oposisi yang informal memang sudah terjadi sekarang. LSM- LSM hampir semua begitu. Juga, misalnya, gambaran di balik kata-kata orang yang vokal. Tokoh vokal sebenarnya wujud dari check and balance yang informal. Tapi justru supaya hal ini tidak accident dengan segala eksesnya, maka lebih baik diformalkan. Sebab kita sendiri sering menggunakan metafor letupan, meletup. Artinya, suatu daya yang selama ini ditahan kemudian meletup. Kalau kecil meletup, kalau besar maka jadi ledakan. Sejauh mana formalitas itu penting dalam hal ini? Itu jelas. Dengan formalitas mekanisme check and balance itu, maka pent-up feeling atau perasaan-perasaan yang tersumbat itu akan tersalurkan. Dan itu bisa menjadi lebih produktif. Sebab orang-orang ini bisa dijadikan sumber ide-ide yang paling kreatif dan maksimal. Karena selama ini mereka tidak terlibat. Jadi ada kemampuan untuk menjaga jarak. Keep distances dari kenyataankenyataan. Sebaliknya, bagi mereka yang terlibat, keterlibatannya itu sendiri akan mewarnai pendapat dan sikapnya. Waktu saya berbicara di Salemba, ada yang bertanya, Apakah tidak perlu partai baru? Logikanya sederhana saja: kalau itu memang diakui hak politik, termasuk pelaksanaan kebebasaankebebasan asasi yaitu kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan 4
5 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH berserikat, dan berkumpul maka logikanya diperbolehkan lahirnya partai baru. Tapi, karena terbentur aturan formal yang notabene buatan kelompok yang sekarang memegang kekuasaan maka sekarang kita gunakan saja apa yang tersedia. Dan itu berarti PPP dan PDI. Tapi apakah itu mungkin, kalau melihat posisi PPP dan PDI yang tak lebih sebagai subordinasi kekuasaan? Itu kan sekadar langkah. PDI dan PPP posisinya memang canggung. Disebut partai pemerintah, bukan. Disebut partai oposisi, juga bukan. Nah, saya kira kecanggungan posisi inilah yang membuat mereka jadi tidak mampu berbuat. Tidak mampu mengambil inisiatif, yang kemudian diikuti oleh perasaan serbasalah. Dan kenyataannya memang begitu. Melangkah sedikit saja tegurannya sudah out of proportion. Kalau begitu, mengapa alternatifnya bukan partai baru? Memanfaatkan PPP dan PDI, itu yang paling mungkin. Orang bisa bicara, termasuk saya, bahwa yang paling ideal adalah membentuk partai baru. Itu memang bebas dari segala macam. Tetapi kenyataannya, kita terbentur pada aturan-aturan, kepada ini-itu, yang memakan waktu untuk mengubahnya. Misalnya, ada peraturan yang menyebutkan bahwa kontestan pemilu itu hanya ada tiga. Coba, bagaimana nanti mengubahnya? Tetapi, kalau PPP dan PDI itu sendiri yang memanfaatkan posisinya, maka apa yang kita harapkan sebagai check and balance itu akan terwujud. Dan, dari situ akan ada multiplying effect (efek penggandaan), termasuk mereka sendiri yang akan menyadari. Sehingga, begitu melihat aturannya tidak cocok, ya diubah. Jadi menurut saya, lebih praktis memfungsikan PPP dan PDI sebagai partai pengawas dan pengimbang, kalau kita masih harus menghindari perkataan oposisi. 5
6 NURCHOLISH MADJID Lalu, apa yang harus dilakukan. Mungkinkah dibatasi oposisi yang demikian itu merupakan lawan dari penguasa atau ruling party? Betul. Memang tidak selalu, apalagi kalau kita tangkap esensi oposisi adalah check and balance, tidak berarti to oppose tapi juga to support. Kalau kita bandingkan di Amerika, di sana kan formalnya ada partai pemerintah dan partai oposisi. Sekarang, misalnya partai pemerintah dari Partai Demokrat, maka oposisinya Partai Republik. Tapi dalam beberapa hal sering terjadi koalisi-koalisi. Sebagian Republik memihak sini, sebagian Demokrat memihak sana, dan sebagainya. Namun, itu semua dilakukan dengan inisiatif penuh dari orang-orang itu. Jadi, itu bukan masalah kebijakan golongan atau kelompok, me lainkan inisiatif penuh sebagai wakil rakyat. Nah, PPP dan PDI sebenarnya bisa seperti itu. Tapi, pertama, ada masalah mental, yaitu melepaskan diri dari stereotip bahwa mereka bukan ini bukan itu. Atau ya ini, ya itu. Maksudnya, bukan partai pemerintah, juga bukan partai oposisi. Konkretnya? Sekarang kita tegas saja, siapa mereka itu? Kalau mengaku partai pemerintah, tagih dong kepada pemerintah: mana bagian saya untuk memerintah. Coba, tahun 1970, PPP menang di Jakarta. Secara logika, PPP seharusnya yang memerintah Jakarta. Tapi, itu kan tidak logis. Di Aceh, PPP selalu menang, tidak pernah sekalipun PPP diberi kesempatan untuk memerintah Aceh. Itu kan tidak logis. Dalam hal ini, terus terang, Malasyia jauh lebih maju. Negara Bagian Kelantan dimenangkan oleh PAS dan selalu diperintah oleh PAS, meskipun Mahathir dari UMNO sengit sekali. Tapi, itu suatu mekanisme demokrasi yang logis. Masalahnya di Indonesia ini adalah kemandirian partai. Kita tahu bahwa ketergantungan parpol sudah sedemikian parah. 6
7 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH Lalu apa tindakan riil yang harus mereka lakukan dalam rangka memosisikan partai agar bisa mandiri? Yang riil adalah dimulai dengan suatu tindakan. Pada pemilu yang akan datang mereka harus berani menyatakan diri sebagai calon presiden. Ismail Hassan Metareum harus mulai tampil sebagai calon presiden. Megawati juga begitu. Ini kan tinggai dua tahun saja, harus mulai dicoba. Sesederhana itu? Kedengarannya memang sederhana, tetapi kompleks sekali. Karena apa? Kita sekarang dihadapkan kepada pertanyaan, Oke, saya akan pilih Anda, tetapi apa bedanya dengan ini? Harus ada proses redefinisi. Mendefinisikan kembali dirinya, siapa sebenarnya saya ini. Maksudnya wawasan, program dan sebagainya. Artinya, dengan dimulai sikap yang simbolik tadi, akan ada banyak redefinisi, multiplyng eff ect yang banyak. Partai dipaksa untuk mendefinisikan kembali wawasannya, visi politiknya apa. Dengan berdasar visi politik itu, lalu programnya apa. Dengan begitu an tisipasinya kalau mau menang. Misalnya, memperluas basis konstituensi, basis pemilihnya. PPP kan pemilihnya terbatas. Suatu partai dengan pemilih yang sudah terjatah. Saya berani taruhan, PPP tidak kampanye punya segitu perolehan suaranya. Turun tidak banyak, naik juga tidak banyak. Kalau seperti itu, lalu untuk apa berpartai? Berpartai itu kan untuk suatu saat menang dan memerintah. Logikanya kan begitu. Lalu, bagaimana kita bisa mengoposisikan kedua parpol itu sementara ABRI juga mempunyai wakil di DPR? Sebetulnya, adanya ABRI di DPR itu, karena tindakan-tindakan darurat. Itu ide awal Orba yang diotaki oleh almarhun Ali Moertopo. Tanpa mengurangi rasa hormat saya, ide seperti 7
8 NURCHOLISH MADJID ini sifatnya darurat. Saat itu kan ada ketakutan terhadap upaya mengubah ideologi negara. Di situ Pak Harto berpikir, sehingga pada akhirnya sampai pada asas tunggal. Seharusnya, kalau sudah ada asas tunggal, tindakan darurat segera ditinggalkan. Dan kita kembali kepada hal yang wajar. ABRI sendiri sekarang ada progres. Misalnya jumlah mereka di DPR dikurangi. Selain itu, statemen-statemen yang keluar dari ABRI seperti Menhankam Edi Sudradjat menurut saya itu luar biasa. Ketika seminar Sesko ABRI di Bandung pekan lalu, saya mempunyai kesan bahwa yang hadir itu mengerti dan bisa mengapresiasi apa yang saya kemukakan. Anda mengatakan bahwa peraturan itu dibuat dalam keadaan darurat. Bukankah itu berarti perlu perombakan? Kita tidak mengesampingkan begitu saja kegunaan dari peraturan-peraturan tersebut. Waktu itu ada istilah sloganeering, maka jadilah Golkar sebagai single majority. Memang, hal itu sudah terbukti baik karena negara ini selamat. Artinya, apa yang dikehendaki Ali Moertopo terwujud. Tetapi, karena sifatnya darurat kan bisa kontra produktif. Bukankah oposisi itu merupakan produk pemikiran liberal? Deregulasi sepuluh tahun yang lalu itu bagaimana? Itu kan pemikiran liberal. Ternyata sekarang diterima sebagai kenyataan. Baik. Tadi Anda juga mengatakan bahwa gagasan ini tidak baru. Benar. Gagasan seperti ini, sebenarnya sudah tercetus pada seminar-seminar Angkatan Darat. Misalnya, gagasan pemilu dengan sistem distrik. Pada waktu itu partai masih kuat dan mereka menen tang gagasan tersebut. Yah, kandaslah gagasan itu. Dalam 8
9 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH ekono misasi politik, tentu saja harus dihindari resiko yang terlalu besar, mengingat basis Orba masih fragile. Namun, bukan berarti ide itu tidak relevan. Dulu, di Angkatan Darat, banyak sekali orang yang berpikir demokratis. Misalnya, ide tentang dwi partai, seperti di Amerika yang menggambarkan adanya partai pemerintah dan oposisi. Itulah check and balance, kebebasan untuk mempertahankan atau mengganti pemerintah. Atau freedom to fire and hire the goverment. Tapi karena situasi yang tidak memungkinkan, maka gagasan itu dikesampingkan. Majulah solusi-solusi darurat, yang ternyata harus diakui terbukti kita bisa berjalan selama 30 tahun. Tetapi tidak benar juga, kalau ini lantas, sebagai solusi yang permanen. Bangsa ini makin maju, kok. Lalu apa komentar Anda tentang tanggapan Pak Harto, bahwa oposisi itu tidak dikenal dalam budaya bangsa Indonesia? Saya bisa melakukan empathy terhadap Pak Harto. Artinya, saya berusaha menempatkan diri pada posisi Pak Harto, beliau itu terlibat sebenar-benarnya dalam proses pembentukan negara ini. Jadi beliau melihat turun-naiknya bangsa ini. Karena itu, bagi saya, sangat masuk akal jika Pak Harto memberikan statemen itu. Tetapi saya membuat interpretasi di samping melakukan empathy tadi. Maksud Anda? Menurut saya, Pak Harto secara logis mewakili banyak orang yang memiliki trauma dengan eksperimen tahun1950-an. Menurut saya ketika itu Indonesia secara tidak realistis, menerapkan demokrasi liberal. Tidak realistis, karena orang banyak masih buta huruf. Nah, akhirnya gagal total. Lihat Filipina yang mencoba menerapkan demokrasi ala AS, akhirnya gagal juga. Jadi kaitannya dengan itu, memang relevan argumen mengenai siap atau belum siap. Itu bukan megada-ada. Di situ ada masalah 9
10 NURCHOLISH MADJID kenisbian. Artinya, mampu dan tidak mampu itu, apa dan bagaimana mengukurnya? Saya bisa melakukan interpretasi seperti itu, karena Pak Harto dengan tegas mengatakan bahwa perbedaan pendapat itu tidak saja boleh, tetapi juga baik. Dan kenyataannya memang demikian. Dalam perjalanan kepresidenannya, ada juga kemajuan. Hari demi hari menunjukkan bahwa dia mendengar pendapat-pendapat dari luar, dan kemudian mengambilnya. Kalau begitu, tanggapan Pak Harto bukan merupakan bantahan atas lontaran Anda itu? Saya tidak bilang begitu. Cuma, sekadar ilustrasi sekali lagi saya minta maaf dan jangan ditafsirkan seolah-olah saya mengklaim orisinalitas saya juga pernah berbicara mengenai ideologi terbuka. Ini pun merupakan wacana banyak kalangan. Beberapa tahun lalu, saya pernah mempunyai kesempatan untuk menyatakan hal itu secara umum. Ketika itu, saya diundang Menteri Sosial dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, yang dilaksanakan di Aula Museum Satria Mandala. Saat itu disebut bahwa yang hadir adalah angkatan muda. Tetapi ternyata yang datang adalah perwira muda. Yang bicara waktu itu adalah almarhum Soediro, yang mewakili Angkatan 28. Alamsjah mewakili Angkatan 45, dan saya disebut sebagai angkatan penerus. Apa yang Anda katakan dalam acara itu? Ketika mendengar uraian Soediro dan Alamsyah, terkesan asyik sekali karena penuh dengan cerita nostalgia. Giliran saya berbicara, kan tidak mungkin bercerita tentang masa lalu. Tidak enak karena di belakang saya ada Sarwo Edhi Wibowo. Saya katakan pada forum, bahwa saya tidak bisa bernostalgia. Saya mengajak hadirin, melihat ke masa depan. Saya tegaskan pula bahwa kita semua sepakat bahwa masa depan kita adalah demokrasi suatu tatanan sosial politik modern. Dan itu memerlukan ideologi modern, yang sifatnya open 10
11 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH ended, yaitu ideologi yang tidak dirumuskan sekali untuk selamanya, tetapi hanya rumusan aspirasi. Saya katakan, Pancasila adalah rumusan aspirasi. Kalau menyebut Pancasila sebagai ideologi, boleh-boleh saja. Tetapi menurut saya, itu kurang tepat dibanding Marxisme sebagai ideologi. Pancasila bisa menjadi ideologi modern, kalau kita biarkan open ended. Maksudnya, Pancasila jangan dirumuskan secara mendetail sekali, untuk selamanya atau once and for all. Sebab, hal itu akan menyebabkan ideologi menjadi ketinggalan zaman. Maksud Anda semacam doktrin? Ya, doktrin yang tertutup. Bisa Anda berikan bukti? Contohnya komunisme yang cuma bertahan 75 tahun dan akhirnya menjadi obsolete. Itu sebetulnya dalil Karl Meinnhem, yang menyebut ideology tends to be obsolete. Nah, dalam rangka itu, maka berarti tidak dibenarkan adanya satu kelompok atau perorangan yang mengklaim sebagai yang berhak merumuskan. Jadi serahkan saja kepada dinamika masyarakat. Inilah open ended ideology. Bagaimana reaksi masyarakat ketika itu? Wah, keras sekali. Saya dituduh macam-macam. Tapi, sekali lagi, ini merupakan ilustrasi bahwa Pak Harto mendengar suara dari bawah. Sebab, tak lama setelah itu, Pak Harto dalam pidatonya di Bogor, menyebut soal ideologi terbuka. Sekali lagi, saya tidak mengklaim orisinalitas, tetapi itu menunjukkan bahwa Pak Harto mendengar dan menerima. Beliau bisa menerima kritik dengan gayanya yang khas. 11
12 NURCHOLISH MADJID Termasuk lontaran gagasan tentang oposisi ini? Saya katakan tadi, selain melakukan empathy terhadap apa yang beliau sebutkan bahwa di Indonesia tidak mengenal oposisi saya juga melakukan interpretasi. Yang dimaksud Pak Harto dengan oposisi adalah oposisi seperti tahun 1950-an, yang konotasinya itu sikap-sikap bermusuhan dan obsesi menjatuhkan pemerintah. Sementara, kita yang kembali ke UUD 1945 harus mengakui itu sebagai rahmat. Idenya sendiri kan ide pemerintah kuat, seperti Amerika. Kita meniru Amerika, yaitu pemerintah yang periodik di Indonesia 5 tahun, di Amerika 4 tahun. Dan, selama itu, presiden tidak pernah dijatuhkan. Di Amerika baru sekali terjadi skandal Watergate. Namun, dia masih tetap dihormati. Jadi, oposisi yang terjadi di Indonesia, tidak seperti oposisi yang terjadi di tahun 1950-an. Ini di dalam kerangka UUD 1945, di mana pemerintah tidak bisa dijatuhkan di tengah jalan. Karena itu, oposisi hanya berarti pengawasan dan pengimbangan tadi. Dengan kata lain, Anda menganggap bahwa Pak Harto tidak sepenuhnya menentang oposisi? Exactly. Yang dimaksud oposisi oleh beliau adalah oposisi ala 1950-an. Jadi, ini adalah interpretasi saya yang berdasarkan empathy. Saya menempatkan diri pada posisi beliau, yang menempatkan diri pada posisi yang menjalani sejarah 1950-an. Jelas saja hal itu membekas dalam dirinya. Apalagi saat itu, beliau masih muda. Jadi menurut saya, beliau tidak menentang oposisi. Buktinya beliau juga menegaskan bahwa beda pendapat itu penting. Itu kan sama saja. Masalahnya sekarang, apakah hal ini akan dibiarkan terjadi by accident atau deliberation. Kalau by accident, maka akan terjadi letupan dan tidak terkontrol. Sebaliknya, jika deliberation yang artinya diarahkan dan diberikan pengakuan, semuanya akan bisa 12
13 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH lebih bertanggung jawab. Repotnya, kalau ini ditekan-tekan atau pent-up feeling itu tadi, maka yang muncul adalah greget atau emosi, yang kemudian akan muncul ad hominim. yang tertuju kepada orang tua. Dan gejala ad hominim itu sekarang sudah tampak? Sudah jelas sekali. Kalau nanti sudah dibuka semuanya, orang menghina akan tidak mendapat simpati. Sekarang orang menghina itu diberi tepukan, karena yang lain merasa tersalurkan. Lantas, bagaimana Anda mengaitkan oposisi itu dengan UUD Bertentangankah ide itu dengan konstitusi kita? Jelas tidak. Sama sekali tidak. Saya punya feeling bahwa Pak Harto referensinya adalah pengalaman tahun Kalau itu, memang benar sekali. Kita tidak akan pernah bisa mengulangi lagi kesalahan tahun 1950-an. Oposisi itu juga bersifat kekeluargaan. Artinya, conjugal values itu dipertahankan. Jadi tidak ada kesengitan. Atau istilahnya paguyuban. Tetapi tidak berarti dalam keluarga tidak ada saling mengingatkan. Ingat-mengingatkan itu bentuk sederhana dari check and balance dalam sebuah keluarga. Berarti, oposisi itu pun tidak bertentangan dengan asas musyawarah-mufakat? Musyawarah-mufakat sebenarnya berangkat dari istilah dalam kultur Minang, sesuai dengan pepatah: Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat. Lihat saja Muchtar Naim dalam melihat pola budaya. Dia menyatakan, bahwa pola budaya Indonesia ini ada dua, yaitu: Jawa dan luar Jawa. Eksponen luar Jawa itu kan Minang. Tapi sebetulnya tidak terlalu simetris. Kalau dilihat dari segi bahasa, kita menerima dengan enak, tenang, dan baik sekali. Dan bahasa 13
14 NURCHOLISH MADJID nasional itu dari bahasa Melayu. Dan itu berarti keluarjawaan, yang berarti pula budaya pantai. Maksud Anda? Artinya, Jawa yang pantai pun begitu. Pantai Jawa itu lebih dekat kepada budaya pesisir, bukan pedalaman atau inland culture. Ciri-cirinya adalah kosmopolit. Orang Semarang, Palembang, Surabaya, ya sama saja walau berpindah tempat. Kemudian, egaliter dan mobil. Mereka juga bersifat terbuka dan berkecenderungan pola ekonomi dagang. Prototipenya Sriwijaya. Kalau Majapahit itu masih maritim. Dengan demikian, kalau kita kaitkan antara oposisi dengan asas musyawarah-mufakat, memang bisa bertemu. Karena istilah itu diambil dari budaya Minang, yang juga merupakan pola budaya pantai. Dan kita ketahui masyarakat dengan budaya pantai itu lebih terbuka. Tetapi, di Indonesia terkenal juga budaya ewuh pakewuh, yang sering menjadi kendala untuk melakukan ini-itu? Begini. Itu juga banyak stereotip. Banyak sekali yang menganggap bahwa orang asing tidak mengenal budaya ewuh pakewuh. Padahal, orang Amerika itu sopan sekali. Mereka terkadang lebih sopan, lebih ewuh pakewuh daripada kita. Saya punya pengalaman ketika pertama kali ke Amerika. Saya diperkenalkan oleh teman, yang memang sudah mengenal saya betul, kepada orang-orang Amerika lainnya. Terus terang, saya merasa risi dan menganggap teman saya terlalu berlebihan. Tetapi, rupanya, memuji orang merupakan bagian dari budaya mereka. Orang Amerika itu memang pemuja. Jadi, kita tidak bisa mencap budaya ewuh pakewuh itu negatif. Hal itu bisa negatif jika ditempatkan tidak pada tempatnya. Contohnya? 14
15 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH Misalnya dalam masalah benar dan salah. Ewuh pakewuh itu mungkin yang punya andil, sehingga kita dianggap sebagai bangsa yang lembek dari segi etika, atau soft nation. Kita cenderung membiarkan. Ini menurut saya tidak pada tempatnya. Kita harus tegas, apalagi dalam Islam kita mengenal furqân, yang berarti ketegasan dalam menentukan baik-buruknya sesuatu. Artinya, tak perlu PPP dan PDI ewuh pakewuh untuk mencalonkan presiden dari partainya? Ya, itu sebagai contoh simbolik tadi. Dengan begitu kita harapkan akan menjadi multiplying effect, seperti keterpaksaan unruk mendefinisikan kembali siapa saya, merumuskan kembali program, dan sebagainya. Sebab, kalau tidak demikian, itu absurd namanya. Dan ini penting untuk mendidik orang atau rakyat dalam melihat alternatif. Selama ini kita tidak melihat banyak alternatif. Makanya, ketika Naro mencalonkan diri sebagai calon wapres, saya senang dan saya dukung, walaupun saya dari F-KP. Saya katakan itu secara terbuka. Hanya saya bilang, kalau hal ini berlanjut, dan terjadi pemilihan, saya tidak akan memilih Naro. Terus terang saya tidak suka. Jadi ini pemihakan terhadap sistem, bukan perorangan. Dan ini penting. Tadi Anda juga menyebut oposisi yang informal, sudah banyak di Indonesia. Bagaimana dengan Fordem (Forum Demokrasi), Petisi 50, Partai Rakyat Demokrat, dan lain-lain? Munculnya beragam kelompok itu jelas merupakan suatu hal yang positif. Itu merupakan bagian dari pertumbuhan demokrasi. Itu pula sebabnya mengapa pemikiran demokrasi merumuskan tentang perlunya kebebasan-kebebasan asasi, yaitu kebebasan berkumpul dan berserikat. Termasuk lahirnya PCPP yang membuat orang takut akan menjadi pesaing ICMI. Kalau ICMI demokratis, ya tidak usah mengkhawatirkan PCPP. Biarkan saja dia tumbuh. 15
16 NURCHOLISH MADJID Bukankah lahirnya kelompok-kelompok di luar sistem itu justru akan menambah letupan-letupan, seperti yang Anda sebut tadi? Memang benar. Itu bisa ditafsirkan sebagai letupan, kalau proses terbentuknya disertai dengan perasaan terpaksa. Tetapi kalau de ngan perasaan kebebasan, karena diakui, itu bukan merupakan letupan, melainkan suatu penyaluran yang wajar. Jadi kemunculan seperti itu berbeda dengan kemunculan dalam situasi yang ditekantekan, atau karena greget tadi. Kalau melihat kondisi PPP dan PDI, mana yang kira-kira lebih siap untuk mengoposisikan dirinya? Atau, perlukah mereka berkoalisi untuk menjadi kekuatan oposisi? Tidak perlu begitu, karena nantinya sangat artifisial. Kalau PPP dan PDI memang mau menyatu, biarkan saja secara alami. Memang menyedihkan kalau persoalan di tubuh PDI itu tidak habis-habisnya. Ini, menurut saya, karena banyak orang berpolitik hanya sebagai politisi, bukan sebagai negarawan. Kalau sebagai oposisi, maka obsesinya selalu kepentingan pribadi atau kedudukan. Makanya saya berpendapat, kalau memang mereka negarawan, mestinya mereka terjun dalam proses demokrasi meskipun mereka tidak memperoleh apa-apa. Termasuk itu tadi, mencalonkan diri sebagai presiden, walaupun dia nantinya tidak mendapat apaapa dan hanya mendapat kesulitan. Tetapi masyarakat akan melihat. Di situlah, saya menghargai sikap orang seperti Gus Dur. Cuma, kalau ditanya, mana yang lebih siap antara PPP dan PDI untuk dijadikan oposisi, saya kira itu hanya masalah teknis. Saya tidak tahu mana yang lebih siap. Kesannya, lontaran Anda tak lebih dari sekadar ajakan moral? Saya setuju dengan istilah ajakan moral. Dengan kata lain, ini semacam gerakan people empowerment. Ini menyangkut masalah 16
17 OPOSISI TIDAK BUKAN USAH MUSUH MUNAFIK! PEMERINTAH insiatif. Dan inisiatif itu menyangkut masalah penggunaan kesempatan. Persoalannya adalah, kesempatan itu harus diciptakan. Bukan ditunggu atau diberi orang. Coba bayangkan, jika tiga partai ini seimbang akan sangat bagus sekali kehidupan politik kita ini. Dan sekali lagi, saya yakin, masyarakat kita tidak akan mengulangi kesalahan seperti yang terjadi di tahun 1950-an. Karena itu, dalil Orba untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen itu sudah betul. Ini dalam kerangka UUD Makanya, oposisi bukan berarti menjatuhkan pemerintah. [ ] 17
OPOSISI SUATU KENYATAAN 1
TIDAK USAH MUNAFIK! OPOSISI SUATU KENYATAAN 1 Oleh Nurcholish Madjid Partai oposisi ternyata masih belum mendapat tempat di Indonesia. Buktinya, ketika cendekiawan Islam, Nurcholish Madjid, kembali melontarkan
OPOSISI TIDAK IDENTIK MELAWAN ARUS 1
TIDAK USAH MUNAFIK! OPOSISI TIDAK IDENTIK MELAWAN ARUS 1 Oleh Nurcholish Madjid Label oposisi, jika diterapkan dalam konstelasi politik di negeri ini, khusunya dalam sistem kepartaian kita, selalu bernada
Presiden Seumur Hidup
Presiden Seumur Hidup Wawancara Suhardiman : "Tidak Ada Rekayasa dari Bung Karno Agar Diangkat Menjadi Presiden Seumur Hidup" http://tempo.co.id/ang/min/02/18/nas1.htm Bung Karno, nama yang menimbulkan
Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Politik
Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Politik Kuliah ke-11 [email protected] 1 Latar Belakang Merajalelanya praktik KKN pada hampir semua instansi dan lembaga pemerintahan DPR dan MPR mandul, tidak mampu
PERAN POLITIK MILITER DI INDONESIA
PERAN POLITIK MILITER DI INDONESIA Materi Kuliah Sistem Politik Indonesia [Sri Budi Eko Wardani] Alasan Intervensi Militer dalam Politik FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL 1. Nilai dan orientasi perwira
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Partai politik merupakan elemen penting yang bisa memfasilitasi berlangsungnya sistem demokrasi dalam sebuah negara, bagi negara yang menganut sistem multipartai seperti
Pemilu 2009, Menjanjikan tetapi Mencemaskan
Pemilu 2009, Menjanjikan tetapi Mencemaskan RZF / Kompas Images Selasa, 6 Januari 2009 03:00 WIB J KRISTIADI Pemilu 2009 sejak semula dirancang untuk mencapai beberapa tujuan sekaligus. Pertama, menciptakan
LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA 1. BPUPKI dalam sidangnya pada 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 membicarakan. a. rancangan UUD b. persiapan kemerdekaan c. konstitusi Republik Indonesia Serikat
REFORMASI TENTANG UNDANG-UNDANG KEPARTAIAN DI INDONESIA. Drs. ZAKARIA
REFORMASI TENTANG UNDANG-UNDANG KEPARTAIAN DI INDONESIA Drs. ZAKARIA Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Pendahuluan Kehidupan Kepartaian selama
Apa reaksi Anda ketika tahun 1971 Cak Nur melontarkan gagasan Islam, yes! Partai Islam, No!?
Proses pembaruan pemahaman keislaman di Indonesia pada era 1970 dan 1980-an tidak pernah lepas dari peran Cak Nur (sapaan akrab Prof. Dr. Nurcholish Madjid). Gagasan-gagasan segar Cak Nur tentang keislaman,
BAB I PENDAHULUAN. dengan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat, dianggap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam negara demokrasi, Pemilu dianggap lambang, sekaligus tolak ukur, dari demokrasi. Hasil Pemilu yang diselenggarakan dalam suasana keterbukaan dengan kebebasan
BAB 2 DATA DAN ANALISA. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data antara lain: - Tinjauan Pustaka : Buku Mengapa Kami Memilih Golput.
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Metode yang digunakan untuk mendapatkan data antara lain: - Tinjauan Pustaka : Buku Mengapa Kami Memilih Golput. - Media Elektronik : Internet, tv, dan radio. - Survei
PANDUAN PENJURIAN DEBAT BAHASA INDONESIA. Disusun oleh: Rachmat Nurcahyo, M.A
PANDUAN PENJURIAN DEBAT BAHASA INDONESIA Disusun oleh: Rachmat Nurcahyo, M.A DAFTAR ISI Pengantar: Lomba Debat Nasional Indonesia 1. Lembar Penilaian hal.4 a. Isi hal. 4 b. Gaya hal.5 c. Strategi hal.5
PARTISIPASI PEMUDA DALAM MENGAWAL DEMOKRASI DI KALBAR
PARTISIPASI PEMUDA DALAM MENGAWAL DEMOKRASI DI KALBAR ANDI MURSIDI Ketua STKIP Singkawang Di Sampaikan Dalam Seminar Pemudan & MUSPIMDA PMII Kalimantan Barat dan Di Aula Kampus STKIP Singkawang Jumat 28
Pimpinan dan anggota pansus serta hadirin yang kami hormati,
PANDANGAN FRAKSI PARTAI DAMAI SEJAHTERA DPR RI TERHADAP PENJELASAN PEMERINTAH ATAS RUU TENTANG PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DPRD, DAN RUU TENTANG PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN Disampaikan Oleh : Pastor
PENGUATAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA MELALUI INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK Oleh: Muchamad Ali Safa at (Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya)
PENGUATAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA MELALUI INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK Oleh: Muchamad Ali Safa at (Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya) Apakah Sistem Demokrasi Pancasila Itu? Tatkala konsep
Demokrasi Sudah Digagas Jauh Sebelum Merdeka
Demokrasi Sudah Digagas Jauh Sebelum Merdeka Desain Negara Indonesia Merdeka terbentuk sebagai Negara modern, dengan kerelaan berbagai komponen pembentuk bangsa atas ciri dan kepentingan primordialismenya,
CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP
CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP 2013 Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP Perhatian : Jawaban tertera pada kalimat yang ditulis tebal. 1. Di bawah ini merupakan harapan-harapan
BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan dukungan teknik-teknik marketing, dalam pasar politik pun diperlukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia politik adalah suatu pasar, dalam pasar itu terjadi pertukaran informasi dan pengetahuan. Dan seperti halnya pertukaran dalam dunia bisnis yang perlu
GBHN = Demokrasi Mayoritas Muchamad Ali Safa at 1
GBHN = Demokrasi Mayoritas Muchamad Ali Safa at 1 Dengan menggunakan teori Arend Lijphart (1999) tentang pola negara demokrasi, Tulisan Yudi Latif berjudul Basis Sosial GBHN (Kompas,12/2/2016) memberikan
Pengarahan Presiden pada Peninjauan PT. Unilever Indonesia Tbk., Surabaya, 1 Mei 2013 Rabu, 01 Mei 2013
Pengarahan Presiden pada Peninjauan PT. Unilever Indonesia Tbk., Surabaya, 1 Mei 2013 Rabu, 01 Mei 2013 PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PENINJAUAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk, DI JLN RUNGKUT
JK: Tradisi Golkar di Pemerintahan
JK: Tradisi Golkar di Pemerintahan Daerah dan Ormas Partai Desak Munas Minggu, 24 Agustus 2014 JAKARTA, KOMPAS Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2004-2009 Jusuf Kalla mengatakan, tradisi Partai Golkar
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 33/PUU-X/2012
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 33/PUU-X/2012 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR
Bab II Pengembangan Area Emosional
Bab II Pengembangan Area Emosional Kompetensi Akhir 1. Mampu menentukan sikap dan gaya hidup serta merencanakan masa depan dan pekerjaannya. Kompetensi Dasar 1. Mampu berkomunikasi dengan orang tua dan
PENINGKATAN NILAI PARTISIPASI PEMILIH
Policy Brief [05] Kodifikasi Undang-undang Pemilu Oleh Sekretariat Bersama Kodifikasi Undang-undang Pemilu MASALAH Demokrasi bukanlah bentuk pemerintahan yang terbaik, namun demokrasi adalah bentuk pemerintahan
PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No.4801 LEMBAGA NEGARA. POLITIK. Pemilu. DPR / DPRD. Warga Negara. Pencabutan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemilu 1955 merupakan pemilihan umum pertama dengan sistem multi partai yang dilakukan secara terbuka,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemilu 1955 merupakan pemilihan umum pertama dengan sistem multi partai yang dilakukan secara terbuka, bebas dan jujur.tetapi pemilihan umum 1955 menghasilkan
Demokrasi di Indonesia
Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara
2008, No.2 2 d. bahwa Partai Politik merupakan sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokrasi untuk menjunjung tinggi k
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2, 2008 LEMBAGA NEGARA. POLITIK. Pemilu. DPR / DPRD. Warga Negara. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4801) UNDANG-UNDANG
BAB I PENDAHULUAN. adanya amandemen besar menuju penyelenggaraan negara yang lebih demokratis, transparan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berhentinya Presiden Soeharto di tengah-tengah krisis ekonomi dan moneter menjadi awal dimulainya era reformasi di Indonesia. 1 Dengan adanya reformasi, masyarakat berharap
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa idealnya mempunyai peran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemuda sebagai generasi penerus bangsa idealnya mempunyai peran dalam kemajuan bangsa. Pentingya peran generasi muda, didasari atau tidak, pemuda sejatinya memiliki
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Dalam bab ini disarikan kesimpulan penelitian Analisis Wacana Kritis
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dalam bab ini disarikan kesimpulan penelitian Analisis Wacana Kritis Iklan Kampanye Partai Politik Pemilu 2009. Secara tekstual, penggunaan kosakata, gaya bahasa,
Selanjutnya perkenankanlah kami, Fraksi Partai GOLKAR DPR RI, menyampaikan pendapat akhir fraksi atas RUU tentang Partai Politik.
FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DPR RI MENGENAI RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PARTAI POLITIK Disampaikan oleh : Hj.
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 21/PUU-IX/2011
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 21/PUU-IX/2011 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MPR, DPR, DPD DAN DPRD TERHADAP UNDANG-UNDANG
KEPERCAYAAN VERSUS PENGETAHUAN
KEPERCAYAAN VERSUS PENGETAHUAN Oleh Nurcholish Madjid Perlunya Penelitian atas Agama Sekalipun sebenarnya sudah merupakan kesepakatan umum, barang kali ada baiknya memulai pembahasan mengenai penelitian
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA KELOMPOK 2: 1. Hendri Salim (13) 2. Novilia Anggie (25) 3. Tjandra Setiawan (28) SMA XAVERIUS BANDAR LAMPUNG 2015/2016 Hakikat Warga Negara Dalam Sistem Demokrasi Warga Negara
Ringkasan Putusan. 1. Pemohon : HABEL RUMBIAK, S.H., SPN. 2. Materi pasal yang diuji:
Ringkasan Putusan Sehubungan dengan sidang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 130/PUU-VI/2008 tanggal 30 Desember 2009 atas Undang-undang 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan
BAB I PENDAHULUAN. diwujudkan dengan adanya pemilihan umum yang telah diselenggarakan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pada Bab 1 pasal 1 dijelaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara hukum dan negara
Siapa Wagub Ahok?
Siapa Wagub Ahok? http://politik.kompasiana.com/2014/11/29/justru-boy-sadikin-lah-yang-pertama-kali-menolak-ahok-689241.html Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. MI/Sumaryanto (Metrotvnews.com)
5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)
Nama : No HP : Alamat : Pendidikan Terakhir : 1. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam,
A. Pengertian Pancasila
PANCASILA SEBAGAI SISTEM NILAI A. Pengertian Pancasila Istilah nilai dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya keberhargaan atau kebaikan. Di samping itu juga untuk menunjuk kata kerja yang
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Bab ini berisi interpretasi penulis terhadap judul skripsi Penerimaan Asas
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab ini berisi interpretasi penulis terhadap judul skripsi Penerimaan Asas Tunggal Pancasila oleh Nahdlatul Ulama : Latar Belakang dan Proses 1983-1985 yang menjadi bahan
Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Munas IX GM FKPPI tahun 2012, Jakarta, 24 Februari 2012 Jumat, 24 Pebruari 2012
Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Munas IX GM FKPPI tahun 2012, Jakarta, 24 Februari 2012 Jumat, 24 Pebruari 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PERESMIAN PEMBUKAAN MUSYAWARAH NASIONAL
SANG PENARIK GERBONG ITU 1
TIDAK USAH MUNAFIK! SANG PENARIK GERBONG ITU 1 Oleh Nurcholish Madjid Rumah berukuran 122 m2 itu tergolong sederhana. Pekarangan berukuran 600 m2. Terletak di bilangan Tanah Kusir, Kebayoran Lama; rumah
Biografi Presiden Megawati Soekarnoputri. Oleh Otto Ismail Rabu, 05 Desember :20
Bernama Lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau akrab di sapa Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden
BAB I PENDAHULUAN. Pilgub Jabar telah dilaksanakan pada tanggal 24 Pebruari 2013, yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pilgub Jabar telah dilaksanakan pada tanggal 24 Pebruari 2013, yang dilaksanakan secara langsung, yang merupakan salah satu bentuk Demokrasi. Bagi sebuah bangsa
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil temuan lapangan, terdapat beberapa persoalan mendasar yang secara teoritis maupun praksis dapat disimpulkan sebagai jawaban dari pertanyaan penelitian.
Jl. Lembang Terusan No. D57, Menteng Jakarta Pusat, 10310, Indonesia Telp. (021) , Fax (021) Website:
WARISAN POLITIK SOEHARTO Jl. Lembang Terusan No. D57, Menteng Jakarta Pusat, 10310, Indonesia Telp. (021) 391-9582, Fax (021) 391-9528 Website: www.lsi.or.id, Email: [email protected] Latar belakang Cukup
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. beragam mempunyai perbedaan antar wilayah. Hubungan hidup antar sesama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara demokratis yang memiliki berbagai macam suku, agama, ras, adat-istiadat, dan budaya yang majemuk. Penduduk Indonesia yang beragam mempunyai
WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA
WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA Pada 11 September 2001, saya melihat wajah Islam yang sebenarnya. Saya melihat kegembiraan di wajah bangsa kami karena ada begitu banyak orang kafir yang dibantai dengan mudahnya...saya
PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
-1- PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 4/PUU-XI/2013
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 4/PUU-XI/2013 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
I. PENDAHULUAN. basis agama Islam di Indonesia Perolehan suara PKS pada pemilu tahun 2004
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai politik dengan basis agama Islam di Indonesia Perolehan suara PKS pada pemilu tahun 2004 mengalami
Mencari solusi untuk PSSI Posting oleh Bursa Internet - 26 May :50
Mencari solusi untuk PSSI Posting oleh Bursa Internet - 26 May 2011 17:50 Kompas_21-Mei-2011 menulis: Inilah Alasan Agum Menutup Kongres JAKARTA, KOMPAS.com Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar menilai
BAB II PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA YANG DITUANGKAN DALAM UNJUK RASA (DEMONSTRASI) SEBAGAI HAK DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT
37 BAB II PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA YANG DITUANGKAN DALAM UNJUK RASA (DEMONSTRASI) SEBAGAI HAK DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT A. Sejarah Perkembangan Demokrasi di Indonesia Demokrasi adalah bentuk
publik pada sektor beras karena tidak memiliki sumber-sumber kekuatan yang cukup memadai untuk melawan kekuatan oligarki politik lama.
BAB VI. KESIMPULAN Perubahan-perubahan kebijakan sektor beras ditentukan oleh interaksi politik antara oligarki politik peninggalan rezim Orde Baru dengan oligarki politik reformis pendatang baru. Tarik
: DR. H. Happy Bone Zulkarnaen, MS.
Disampaikan oleh Anggota DPR RI : A-451 : DR. H. Happy Bone Zulkarnaen, MS. Assalaamualaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua, Yang Terhormat Saudara Pimpinan Pansus, Yang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
172 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dipaparkan dalam bab ini merujuk pada jawaban atas permasalahan penelitian yang telah dikaji oleh penulis di dalam skripsi yang berjudul Peta
SISTEM POLITIK INDONESIA. 1. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi.
SISTEM POLITIK INDONESIA A. Pengertian sistem Politik 1. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. 2. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. (Kompas, Republika, dan Rakyat Merdeka) yang diamati dalam penelitian
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pertarungan wacana politik Kasus Bank Century di media massa (Kompas, Republika, dan Rakyat Merdeka) yang diamati dalam penelitian menunjukkan berbagai temuan penelitian yang
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Partai politik merupakan ciri utama sistem pemerintahan yang demokratis. Sedangkan salah satu fungsi dari partai politik adalah pendidikan politik, ini merupakan
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. dalam data pemilih pada pemilihan Peratin Pekon Rawas Kecamatan Pesisir
59 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden Responden dalam penelitian ini adalah para pemilih pemula yang tercatat dalam data pemilih pada pemilihan Peratin Pekon Rawas Kecamatan Pesisir Tengah
BAB I PENDAHULUAN. Partai politik merupakan fenomena modern bagi negara-negara di dunia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Partai politik merupakan fenomena modern bagi negara-negara di dunia. Istilah tersebut baru muncul pada abad 19 Masehi, seiring dengan berkembangnya lembaga-lembaga
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI --------------------------------- LAPORAN SINGKAT RAPAT KERJA KOMISI III DPR RI DENGAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI, MENTERI DALAM NEGERI DAN MENTERI PENDAYAGUNAAN
LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN
LAMPIRAN KUESIONER KEMANDIRIAN Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan dengan berbagai kemungkinan jawaban. Saudara diminta untuk memilih salah satu dari pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Demokrasi lebih dari sekedar seperangkat aturan dan prosedur konstitusional yang menentukan suatu fungsi pemerintah. Dalam demokrasi, pemerintah hanyalah salah
RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 48/PUU-VI/2008
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 48/PUU-VI/2008 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN
BAB I PENDAHULUAN. bentuk perwujudan dan bentuk partisipasi bagi rakyat Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setelah berakhirnya masa jabatan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden Republik Indonesia maka dimulai jugalah acara pesta demokrasi pemilihan umum untuk presiden
Pilpres 2019 Pertarungan Antar-Dinasti:
Pilpres 2019 Pertarungan Antar-Dinasti: Cikeas-Cendana-Kebagusan OLEH: DEREK MANANGKA SENIN, 14 AGUSTUS 2017, 05:11:00 WIB http://www.rmol.co/read/2017/08/14/302895/pilpres-2019-pertarungan-antar-dinasti:-cikeas-cendana-kebagusan-
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Modul ke: DEMOKRASI ANTARA TEORI DAN PELAKSANAANNYA Fakultas TEKNIK Martolis, MT Program Studi Teknik Mesin TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 1. MENYEBUTKAN PENGERTIAN, MAKNA DAN MANFAAT
INTELIJEN NEGARA DALAM NEGARA HUKUM YANG DEMOKRATIS 1. Oleh: Muchamad Ali Safa at 2
INTELIJEN NEGARA DALAM NEGARA HUKUM YANG DEMOKRATIS 1 Oleh: Muchamad Ali Safa at 2 Intelijen negara diperlukan sebagai perangkat deteksi dini adanya ancaman terhadap keamanan nasional, tidak saja ancaman
C. Konsep HAM dalam UU. No. 39 tahun 1999
6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan Hak mendapatkan pengajaran Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat C. Konsep
Tentu saja bukan hanya Amerika, menurut saya banyak negara, bahkan negara sekecil Singapura saja punya kepentingan.
Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Rakyat sengsara, karena selama ini presiden pilihannya menjadi boneka asing. Untuk meraup suara rakyat, maka menjelang Pileg 9 April lalu, calon presiden
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN Pada bab V, penulis memaparkan simpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan. Simpulan yang dibuat oleh penulis merupakan penafsiran terhadap analisis hasil
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. pada bab-bab terdahulu, terdapat tiga kesimpulan pokok yang dapat diungkapkan
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Dari kajian teoretis dan temuan penelitian sebagaimana telah disajikan pada bab-bab terdahulu, terdapat tiga kesimpulan pokok yang dapat diungkapkan
BAB II KONSEP SYURA DALAM ISLAM ATAS PELAKSANAAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL DI INDONESIA
18 BAB II KONSEP SYURA DALAM ISLAM ATAS PELAKSANAAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL DI INDONESIA A. Konsep Syura dalam Islam Kata syura berasal dari kata kerja syawara>> yusyawiru yang berarti menjelaskan, menyatakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 mengakui bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur
I. PILIHLAH JAWABAN YANG BENAR
I. PILIHLAH JAWABAN YANG BENAR I. Pilihlah jawaban yang benar 1. Demokrasi berasal dari kata demos dan kratos, demos artinya a. rakyat b. pemerintah c. berkuasa d. kekuasaan rakyat 2. Kratos artinya a.
Loyalitas Tanpa Batas, Elizabeth Catur Yulia Sri Wahyuni.
Loyalitas Tanpa Batas, Elizabeth Catur Yulia Sri Wahyuni. Tak ada yang paling berharga bagi kehidupan ini selain pengabdian pada kemanusiaan dan kehidupan itu sendiri. Demi kebaikan bersama, membesarkan
Hasil Wawancara Informan (Pembaca)
Hasil Wawancara Informan (Pembaca) 1. Sebagai pembaca, menurut anda apakah reshuffle harus dilakukan? Jawab Di negara kita yaitu indonesia memiliki presiden, dan presiden tersebut mempunyai hak prerogatif
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 44/PUU-XV/2017
rtin MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 44/PUU-XV/2017 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN UMUM TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Latar belakang TNI sebagai kekuatan Sosial Politik
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MATERI AUDIENSI DAN DIALOG DENGAN FINALIS CERDAS CERMAT PANCASILA, UUD NEGARA RI TAHUN 1945, NKRI, BHINNEKA TUNGGAL IKA, DAN KETETAPAN MPR Dr. H. Marzuki Alie
Konferensi Pers Presiden RI tentang RUU Keistimewaan DIY, di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 02 Desember 2010
Konferensi Pers Presiden RI tentang RUU Keistimewaan DIY, di Istana Negara, Jakarta, 2-12-2010 Kamis, 02 Desember 2010 KONFERENSI PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG RUU KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA
BAB I PENDAHULUAN. dan dasar negara membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila harus selalu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah mengungkapkan Pancasila sebagai jiwa seluruh rakyat Indonesia, memberi kekuatan hidup serta membimbing dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin
PENGGUNAAN HAK RECALL ANGGOTA DPR MENURUT PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MPR, DPR, DPD, DAN DPRD (MD3) FITRI LAMEO JOHAN JASIN
1 PENGGUNAAN HAK RECALL ANGGOTA DPR MENURUT PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MPR, DPR, DPD, DAN DPRD (MD3) FITRI LAMEO JOHAN JASIN NUR MOH. KASIM JURUSAN ILMU HUKUM ABSTRAK Fitri Lameo.
DEMOKRASI : TEORI DAN PRAKTIK
DEMOKRASI : TEORI DAN PRAKTIK ADIA ALGHAZIA 11121020000 FANDI KARAMI 1112102000029 IRHAM PRATAMA PUTRA 1112102000036 PUTRI HAYATI NUFUS 1112102000030 TANIA RIZKI AMALIA 1112102000100 FARMASI B/D 2012 HAKIKAT
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH,
17. Berikut ini yang bukan sebutan identik bahwa Pancasila sebagai dasar negara adalah... a. Ideologi negara
1. Suatu kumpulan gagasan,ide ide dasar serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang memberikan arah dan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu bangsa dan negara adalah pengertian... a. Ideologi c. Tujuan
