Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
|
|
|
- Adi Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: Studi Hidrologi dan Hidrogeologi untuk Mendukung Desain Penambangan di PT Alamjaya Bara Pratama Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur 1 Rendy Saputera Kasim, 2 Yuliadi, 3 Dudi Nasrudin Usman 1,2,3 Prodi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Jl. Tamansari No. 1 Bandung [email protected] Abstract: PT Alamjaya Bara Pratama is one of coal companies operating in Jembayan Village, Loa Kulu Subdistrict, Kutai Kartanegara Regency, East Borneo. This year, PT Alamjaya Bara Pratama plans to manufacture pit with 5 years old mining with pit area of ,74 m2. The planing of pit opening will be changing morphological conditions will cause runoff, rainwater, and ground water to enter the pit openings that are feared to be going to disrupt mining activities. Catchment area is divided into six main parts, namely CA1 with an area of 318, m2, CA 2 with an area of 20, m2, CA 3 with an area of 51, m2, CA 4 with an area of 108, m2, CA 5 with an area of 765,138, 47 m2, and CA 6 with an area of 73, m2 with a total water discharge of 2.79 m3/sec on average daily rainfall mm/day and rainfall intensity of mm/hour. The area of the pit is divided into 4, namely pit 1A with an area of 405, m2, pit 1B with an area of 493, m2, pit 2A with an area of 337, m2, and pit 2B with an area of 599, m3 with total impermeabel layer 128,555 M2. Total water discharge directly entering into the pit and the ground water is 5.62 m3/sec. The runoff water that affects the pits can be minimized by creating the channel design design. The channel is divided into 6 segments with a surface width of 2 m, and a base width of 1.5 m. Unprotected water such as water entering the pit and groundwater must be solved by pumping water accumulated on the sump located at each different pit. The sump dimension are designed to accommodate the direct flow of water into the pits. The total volume to be overcome in sump 1A, 1B, 2A, and 2B of 107,496 m3, m3, 89,390 m3, and 158,616 m3 respectively, using 1 Multiflo MFC-420 pump with m3/hour pumping discharge working 22 hours for each sump. Keywords: Debit, Catchment Area, Channel, Sump, Pump, Prevention, Control Water. Abstrak: PT Alamjaya Bara Pratama merupakan salah satu perusahaan batubara yang beroperasi di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tahun ini PT Alamjaya Bara Pratama merencanakan pembuatan pit dengan umur tambang 5 tahun dengan luasan pit sebesar ,74 m2. Pembukaan pit dan perubahan kondisi morfologi akan menyebabkan air limpasan, air hujan, dan air tanah masuk ke dalam bukaan pit yang dikhawatirkan akan menggangu kegiatan penambangan. Catchment area dibagi menjadi enam bagian utama, yaitu CA1 dengan luas ,17 m2, CA 2 dengan luas ,20 m2, CA 3 dengan luas ,40 m2, CA 4 dengan luas ,69 m2, CA 5 dengan luas ,47 m2, dan CA 6 dengan luas ,68 m2 dengan total debit air limpasan 2,79 m3/detik pada rata-rata curah hujan harian makasimal 24 32,2 mm/hari dengan intensitas curah hujan 12,23 mm/jam. Daerah luasan pit terbagi menjadi 4, yaitu pit 1A dengan luas ,77 m2, pit 1B dengan luas ,52 m2, pit 2A dengan luas ,68 m2, dan pit 2B dengan luas ,39 m3 dengan total luas lapisan impermeabel m2. Total debit air yang langsung masuk ke pit dan air tanah sebesar 5,62 m3/detik. Air limpasan yang mempengaruhi pit dapat diminimalisir dengan membuat desain saluran pengaliahan. Saluran pengalihan yang dibuat dibagi menjadi 6 segmen dengan lebar permukaan 2 m, lebar dasar 1,5 m. Air yang tidak dapat dicegah seperti air yang langsung masuk ke pit dan air tanah harus ditanggulangi dengan dengan melakukan pemompaan pada air yang terakumulasi pada sump yang berada pada tiap pit yang berbeda. Dimensi sump didesain agar dapat menampung debit air yang langsung masuk ke pit. Total volume yang harus ditanggulangi pada sump 1A adalah sebesar m3, sump 1B m3, sump 2A m3, dan sump 2B sebebsar m3 dengan menggunakan 1 buah pompa Multiflo MFC-420 dengan debit pemompaan 826,03 m3/jam yang bekerja 22 jam untuk tiap sump. Kata Kunci : Debit, Catchment Area, Saluran, Sump, Pompa, Pencegahan, Penanggulangan. A. Pendahuluan 408
2 Studi Hidrologi dan Hidrogeologi untuk Mendukung Desain 409 Latar Belakang PT Alamjaya Bara Pratama sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara merencanakan pembuatan pit dan disposal di suatu lahan yang belum dibuka, oleh karena itu diperlukan suatu studi hidrologi dan hidrogeologi agar dapat memperkirakan model sistem penyaliran tambang pada dan sekitar tambang, dan karakteristik aliran dan atau rembesan air tanah yang potensial akan masuk ke area bukaan tambang. Berdasarkan kondisi dan sifat aliran air, sistem pengendalian air tambang dapat didesain agar tidak menggangu kegiatan penambangan. Demikian juga, sistem untuk mengontrol tekanan air tanah di sekitar lereng bukaan tambang dapat direkomendasikan untuk menjaga kemantapan lereng pada bukaan tambang. Tujuan Penlitian 1. Menghitung jumlah debit air limpasan yang akan masuk ke pit rencana. 2. Menghitung jumlah debit air yang langsung masuk ke pit rencana. 3. Menghitung jumlah debit air tanah yang harus ditanggulangi dari hasil pengujian falling head test. 4. Merencanakan dimensi saluran untuk mencegah air limpasan masuk ke pit rencana. 5. Merencanakan dimensi sump untuk menampung air hujan yang langsung masuk ke pit. 6. Menghitung debit pemompaan untuk menanggulangi air yang masuk ke pit rencana. B. Landasan Teori 1. Debit Air Debit air yang mempengaruhi pit terbagi menjadi tiga bagian, yaitu debit air limpasan, debit air yang langsung masuk ke pit, dan debit air tanah. Metode yang digunakan untuk memperkirakan dabit air limpasan dan debit air yang langsung masuk ke pit yaitu Metode Rasional, sedangkan untuk menghitung debit air tanah menggunakan Hukum Darcy. 2. Perencanaan Saluran Pengalihan Sistem penambangan tambang terbuka memiliki hal yang perlu di perhatikan terutama dalam penanganan air yang melimpas di permukaan tanah, baik air yang berasal karena hujan maupun karena air tanah. Kedua itu dapat mengakibatkan penurunan produktifitas kerja alat - alat mekanis serta dapat pula mempengaruhi kestabilan lereng. Penanggulangan masalah air terutama dalam hal keperluan untuk merancang suatu penirisan tambang dapat dibagi menjadi dua macam metode yakni mine drainage (pencegahan) dan mine dewatering (Penanngulangan) 3. Perencanaan Saluran Pengalihan Saluran berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air ke tempat penampungan. Pada umumnya terdapat 3 bentuk penampang saluran air yaitu bentuk penampang segi tiga, bentuk penampang segiempat, dan bentuk penampang trapezium. Bentuk penampang saluran air umumnya dipilih berdasarkan debit air, tipe material pembentuk saluran serta kemudahan dalam pembuatannya. Penentuan dimensi paritan dapat dihitung dengan persamaan Manning (Sulistyana, 2010). Dalam rumus Manning, debit (Q) dipengaruhi oleh nilai kemiringan dasar paritan (S) dimana nilai tersebut dipengaruhi oleh kecepatan aliran air (v) yang melewati paritan. Dengan demikian, maka Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik
3 410 Rendy Saputera Kasim, et al. harus ditentukan terlebih dahulu nilai kecepatan aliran mana yang sesuai dengan debit yang masuk ke dalam paritan. 4. Perencanaan Dimensi Sump Sump (kolam penampung) merupakan kolam penampungan air yang dibuat untuk penampung air limpasan yang dibuat sementara sebelum air itu dipompakan serta dapat berfungsi sebagai pengendap lumpur. Pengaliran air dari sump dilakukan dengan cara pemompaan atau dialirkan kembali melalui saluran pelimpah. Tata letak sump akan dipengaruhi oleh sistem drainase tambang yang disesuaikan dengan geografis daerah tambang dan kestabilan lereng tambang. Ada dua sistem penirisan tambang, yaitu sistem penirisan memusat dan sistem penirisan tidak memusat. 5. Perencanaan Pemompaan Pompa merupakan alat yang berfungsi untuk memindahkan atau mengangkat zat cair dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi. Untuk mengetahui debit pompa yang dibutuhkan, dapat dilakukan dengan cara menghitung total dynamic head pada pompa untuk mengetahui kemampuan pompa untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lainnya. Setelah mengetahui nilai total dynamic head pompa maka untuk menghitung nilai debit pemompaan dapat menggunakan persamaan head kuantitas. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Debit Air Limpasan dan Debit Air yang Langsung Masuk Ke Pit Daerah tangkapan hujan (catchment area) pada PT ABP dibagi menjadi 6 bagian berdasarkan peta water devide. Setelah diketahui nilai koefisien limpasan (C), koefisien, intensitas curah hujan (I), dan luasan catchment area (A) (Gambar 1), maka debit air limpasan dapat diketahui dengan menggunakan rumus rasional. Berikut ini adalah hasil perhitungan debit air limpasan : Kategori Kemiringan Tabel 1. Debit Air Limpasan yang Mempengaruhi Pit Kategori Tata Guna Lahan C I (m/jam) A (m²) Q (m³/jam) Q (m³/detik) CA % Hutan 0,40 0, , ,82 0,43 CA % Hutan 0,40 0, ,20 99,82 0,03 CA % Hutan 0,40 0, ,40 250,57 0,07 CA4 > 15% Hutan 0,60 0, ,69 795,49 0,22 CA5 > 15% Tambang 0,90 0, , ,86 1,88 CA6 > 15% Tambang 0,60 0, ,68 539,73 0,15 Total 3,30 0, , ,30 2,79 Bersasarkan Tabel 1, maka debit air limpasan yang harus dicegah masuk ke dalam pit adalah 2,79 m 3 /debit. Debit air yang langsung masuk ke pit merupakan dabit air hujan yang langsung masuk ke bukaan pit. Perhitungan debit air yang langsung ke pit berbeda-beda sesuai dengan luasan tiap pit seperti pada Gambar 1. Berikut ini adalah hasil perhitungan debit air yang langsung masuk ke pit : Tabel 2. Debit Air yang Langsung Masuk ke Pit Kategori Kemiringan Kategori Tata Guna Lahan C I (m/jam) A (m²) Q (m³/jam) Q (m³/detik) Volume 3, No.2, Tahun 2017
4 Studi Hidrologi dan Hidrogeologi untuk Mendukung Desain 411 PIT 1A > 15% Tambang 0,9 0, , ,56 1,24 PIT 1B > 15% Tambang 0,9 0, , ,67 1,51 PIT 2A > 15% Tambang 0,9 0, , ,05 1,03 PIT 2B > 15% Tambang 0,9 0, , ,32 1,83 Gambar 1. Peta Catchment Area 2. Perencanaan Saluran Pengalihan Pembuatan saluran ini bertujuan untuk mengalirkan air limpasan yang berasal dari catchment area secara teratur ke daerah yang memiliki topografi lebih rendah dari saluran. Bentuk penampang paritan yang digunakan adalah bentuk penampang trapesium. Berdasarkan peta catchment area, pembagian saluran pengalihan dibagi menjadi 6 segmen. Untuk mempermudah pengerjaan saat di lapangan dibuat seragam berbentuk trapesium dengan tinggi 1,7 m, lebar permukaan 2 m, lebar dasar 1,5 m dan kemiringan dinding saluran sebesar 63,5 o. Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik
5 412 Rendy Saputera Kasim, et al. Gambar 2. Perencanaan Saluran Pengalihan 3. Debit Air Tanah Debit air tanah atau volume air tanah per satuan waktu adalah air yang masuk ke dalam bukaan tambang (Pit) dari rembesan melalui lapisan batuan permeable pada dinding lereng bukaan tambang. Gambar 3. Moder dan Arah Aliran Air Tanah Setelah diketahui nilai koefisien permeabilitas, gradien hidrolik, dan luas penampang basah maka debit air tanah dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Darcy. Berikut ini adalah debit air air tanah : Volume 3, No.2, Tahun 2017
6 Studi Hidrologi dan Hidrogeologi untuk Mendukung Desain 413 Tabel 3. Debit Air Tanah Kode PIT OPT_PIT7_S R8 Batuan Panjang Segmen (m) Tebal (m) Luas (m 2 ) I Koefisien Permeabilitas (m/detik) Q (m³/detik) Batupasir 3.883,84 5, ,27 x ,45 x 10-3 IPD_C_4 Batupasir - 5, ,97 x Total Debit Air yang Hasur Ditanggulangi Debit yang masuk untuk setiap pit merupakan akumilasi dari air hujan yang langsung masuk ke pit dan juga air tanah. Berikut ini adalah hasil perhitunhan total debit air yang harus ditanggulangi : Tabel 4. Total Debit Air yang Harus Ditanggulangi Panjang Segmen (m) Tebal (m) I Koefisien Permeabilitas [m/detik) Qa (m³/detik) Qa (m³/jam) Qa (m³/hari) PIT 1A 1.782,63 5, ,27 x ,66 x ,4 57,58 PIT 1B 1.624,47 5, ,27 x 10-5 PIT 2A 1.657,75 5, ,27 x 10-5 PIT 2B 1.412,01 5, ,27 x ,07 x ,19 52,47 6,19 x ,23 53,55 5,27 x ,90 45,61 5. Desain Sump Untuk sump dengan bentuk trapesium kemiringan sump adalah sebesar 60 o dengan kedalaman sump rencana adalah 5 m dengan letak sump untuk pit 1A pada elevasi -60 mdpl, untuk pit 1B pada elevasi -65 mdpl, untuk pit 2A pada elevasi -15 mdpl dan untuk pit 2B pada elevasi -54 mdpl. Tabel 5. Dimensi Sump Elevasi Sump (mdpl) Panjang Permukaan (m) Lebar Permukaan (m) Panjang Dasar (m) Lebar Dasar (m) PIT 1A Sump PIT 1B Sump -65 PIT 2A Sump -15 PIT 2B Sump Dari perhitungan volume maksimal sump didaptkan selisi antara volume yang harus ditanggulangi dan volume sump seperti pada Tabel 6. Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik
7 414 Rendy Saputera Kasim, et al. Tabel 6. Selisi Volume Yang Harus Ditanggulangi dan Volume Sump Volume Yang Harus Ditanggulangi (m 3 ) Volume Sump (m 3 ) PIT 1A PIT 1B PIT 2A PIT 2B Desain Sump Aspek yang penting untuk menunjang rencana penanggulangan air dalam pit yaitu dengan melakukan pemompaan dengan debit yang besar. Rencana penanggulangan air dalam tambang menggunakan 1 pompa. Dengan penggunaan pompa yang minimal, air yang masuk ke dalam tambang tidak akan terkuras seluruhnya dari total debit yang masuk. Pompa yang digunakan memiliki jam kerja 22 jam, maka debit pompa yang didapatkan adalah sebagai berikut : Tabel 7. Volume Sisa Air Dalam Sump Jumlah Pompa Q Pompa (m³/jam) Q (m³/hari) Jam Kerja Pompa Sisa Air dalam Sump (m³) PIT 1A 1 800, , ,05 PIT 1B 1 800, , ,66 PIT 2A 1 800, , ,83 PIT 2B 1 800, , ,27 D. Kesimpulan 1. Total debit air limpasan yang akan masuk ke area penambangan dan perlu dilakukan pencegahan (mine drainage) untuk periode ulang 5 tahun adalah 2,79 m 3 /detik atau 10027,30 m 3 /jam. 2. Total Debit air hujan yang langsung masuk ke area penambangan untuk periode ulang 5 tahun adalah 5,61 m 3 /detik atau 20221,60 m 3 /jam. 3. Debit air tanah yang masuk ke pit saat terjadi pemindahan overburden adalah 1,45 x 10-3 m 3 /detik atau 5,23 m 3 /jam. 4. Paritan dibuat berbentuk trapesium dengan tinggi 1,7 m, lebar dasar 1,5 m, lebar permukaan 2 m, dan kemiringan dinding saluran 63,5 0. Saluran dibuat untuk mencegah debit yang akan masuk ke pit dari daerah tangkapan hujan atau catchment area. 5. Sump dirancang dengan kedalam 5 m dengan luasan yang berbeda-beda untuk tiap Pit. Luasan dari sump teresebut disesuaikan dengan debit akumulasi dari air tanah dan air yang langsung masuk ke pit pada tiap bagian pit dengan elevasi permukaan yang berbeda pula. 6. Pompa yang direcanakan untuk menanggulangi air yang masuk ke pit adalah Multiflo 420 sebanyak 1 unit dengan kapasitas pemompaan 800,27 m 3 /jam dengan jam kerja pompa 22 jam. Volume 3, No.2, Tahun 2017
8 Studi Hidrologi dan Hidrogeologi untuk Mendukung Desain 415 Daftar Pustaka Anonim, 2003, "Dirt Mud and Density, Engineering Tool box, New York. Binder, Raymond C, 1973, Fluid Mechanics, New York. Chow, Ven Te, 1964, Handbook of Applied Hydrology, McGraw-Hill Book Company, New York. Binder, Raymond C, 1973, Fluid Mechanics, New York. Basuki, Iis, dan Noor, 2009, Analisis Periode Ulang Hujan Maksimum Dengan Berbagai Metode, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jakarta. Baradja, U.A., 2015, Perencanaan Paritan untuk Menanggulangi Air Limpasan yang Masuk ke Penambangan Batubara Pit 1 Wara PT Adaro Indonesia, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Universitas Islam Bandung, Bandung. Boro, P., 2011, Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang Di Bukit TLF Tambang Tengah PT. Aneka Tambang Tbk, Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara, Universitas Negeri Papua, Manokwari. Christhoper, J. Keylock, 2004, Area, Royal Geographical Society, London. Djaendi, 2013, Pengantar Sistem Penyaliran Tambang, Yellow Energi Selaras, Bandung. Janna, William, 2013, "Design of Fluid Thermal System", New York, United Stated. Manning and Delp, 1991, Major Diagnosis Fisik, Jakarta. Mudjonarko, Sri, Wiwoho, 2009, Aplikasi Metode Nakayasu Guna Prediksi Debit dan Pencegahan Rencana Banjir di Kali Batan Purwoasri, Kediri, Kediri. Moody, L. F. 1944, "Friction Factors for Pipe Flow, Transactions of the American Society of Mechanical Engineers, New York. Potter, Merle C., Wiggert, David C, 2008, "Schaum's Otline of Fluid Mechanics", The McGraw-Hill Companies, Inc., New York. Wentworth, C.K., 1922, A Scale Of Grade and Class Terms for Clastics Sediments, University Of Chicago Press, Chicago. Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Teknis Sistem Penyaliran Tambang Batubara Tahun 2016 untuk Menentukan Kebutuhan Pompa Pada Pit Timur (Studi Kasus : PT Kuansing Inti Makmur, Kecamatan
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Simulasi Penyaliran Tambang Melalui Optimasi Elevasi Muka Air Kolam Untuk Menjaga Front Kerja Penambangan (Studi Kasus : Penambangan Batubara Pit 1 Wara, PT
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Pencegahan dan Penanggulangan Air Limpasan yang Masuk ke Kolam Blok Barat terhadap Pit Blok Timur Penambangan Batubara PT. Indoasia Cemerlang (PT. IAC) Desa
BAB V PEMBAHASAN. menentukan tingkat kemantapan suatu lereng dengan membuat model pada
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Kajian Geoteknik Analisis kemantapan lereng keseluruhan bertujuan untuk menentukan tingkat kemantapan suatu lereng dengan membuat model pada sudut dan tinggi tertentu. Hasil dari analisis
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang dan Upaya Perbaikan Sistem Pemompaan di Tambang Terbuka (Studi Kasus: Penambangan Batubara Site Kelubir Mine Operation PT.
KATA PENGANTAR. Penulis, Efrilia Wardani. vii
RINGKASAN Pit Lisat merupakan proyek penambangan batubara milik PT. Gunung Bayan Resources yaitu PT. Teguh Sinar Abadi (TSA) dan PT. Firman Ketaun Perkasa (FKP) dimana tempat penelitian yang dilakukan
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... x
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 2 1.2 Maksud Dan Tujuan... 2 1.2.1 Maksud...
DAFTAR ISI. BAB III TEORI DASAR Lereng repository.unisba.ac.id. Halaman
DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN SARI... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR GRAFIK... xi DAFTAR TABEL... xii DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN...
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA. Muhammad Endriantho*, Muhammad Ramli*
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA Muhammad Endriantho*, Muhammad Ramli* *) Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin **) Teknik Geologi Universitas Hasanuddin SARI: Operasi penambangan
PERENCANAAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PT. BARA ANUGRAH SEJAHTERA LOKASI PULAU PANGGUNG MUARA ENIM SUMATERA SELATAN
PERENCANAAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PT. BARA ANUGRAH SEJAHTERA LOKASI PULAU PANGGUNG MUARA ENIM SUMATERA SELATAN Tumpol Richardo Girsang 1, Eddy Ibrahim 2, dan Mukiat 3 1,2,3 Jurusan
BAB IV DATA DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV DATA DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Kegiatan Lapangan 4.1.1 Kondisi Lapangan PT Cipta Kridatama memiliki luas IUP sebesar 4.642 Ha. Lokasi penelitian mengenai system penyaliran tambang (mine dewatering)
SKRIPSI WENDY SURYO WIDAYAT NPM : Oleh
RANCANGAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BUKIT O1 TAMBANG SELATAN DI PT. ANEKA TAMBANG (PERSERO) Tbk UNIT BISNIS PERTAMBANGAN NIKEL POMALAA SULAWESI TENGGARA SKRIPSI Oleh WENDY SURYO WIDAYAT NPM : 112070084
BAB V PEMBAHASAN. lereng tambang. Pada analisis ini, akan dipilih model lereng stabil dengan FK
98 BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan analisis terhadap lereng, pada kondisi MAT yang sama, nilai FK cenderung menurun seiring dengan semakin dalam dan terjalnya lereng tambang. Pada analisis ini, akan dipilih
Analisis Kebutuhan Pompa pada Sistem Penyaliran Tambang Terbuka dengan Persamaan Material Balance (Studi Kasus pada PT TIA)
Analisis Kebutuhan Pompa pada Sistem Penyaliran Tambang Terbuka dengan Persamaan Material Balance (Studi Kasus pada PT TIA) Riswan 1, Dimas Aditya 2 Abstrak. Tambang terbuka menghasilkan daerah bukaan
LAMPIRAN A PETA TOPOGRAFI
LAMPIRAN A PETA TOPOGRAFI 70 71 LAMPIRAN B PETA CACTHMENT AREA 72 PETA CATCHMENT AREA LOKASI PENELITIAN KEC. MEUREBO, KAB. ACEH BARAT PROVINSI ACEH 73 LAMPIRAN C PETA CACTHMENT AREA DAN ARAH ALIRAN 74
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang Di Pit Tutupan Pt. Pamapersada Nusantara Jobsite Adaro Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang Di Pit Tutupan Pt. Pamapersada Nusantara Jobsite Adaro Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan Fahrizal Ardy Kurniawan 1, Peter Eka Rosadi 2 Mahasiswa Jurusan
Kajian Teknis Sistem Penyaliran dan Penirisan Tambang Pit 4 PT. DEWA, Tbk Site Asam-asam Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan
Kajian Teknis Sistem Penyaliran dan Penirisan Tambang Pit 4 PT. DEWA, Tbk Site Asam-asam Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Uyu Saismana 1, Riswan 2 1,2 Staf Pengajar Prodi Teknik Pertambangan,
Analisis Keputusan Hidrogeologi : Optimasi Sump pada Sistem Tambang Terbuka. Hydrogeological Decision Analysis : Sump Optimization at an Open Pit Mine
Analisis Keputusan Hidrogeologi : Optimasi Sump pada Sistem Tambang Terbuka Hydrogeological Decision Analysis : Sump Optimization at an Open Pit Mine Aris Rinaldi Program Studi Teknik Airtanah, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. dengan aliran sungai mempunyai masalah dengan adanya air tanah. Air tanah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tambang terbuka khususnya tambang batubara yang berada di dekat dengan aliran sungai mempunyai masalah dengan adanya air tanah. Air tanah merupakan salah satu
EVALUASI SISTEM PENIRISAN TAMBANG BLOK AIR GETUK GARUK PT DANAU MASHITAM BENGKULU TENGAH
EVALUASI SISTEM PENIRISAN TAMBANG BLOK AIR GETUK GARUK PT DANAU MASHITAM BENGKULU TENGAH THE EVALUATION OF DRAINING SYSTEM AIR GETUK GARUK MINE PT DANAU MASHITAM CETRAL BENGKULU David Junisa 1, Marwan
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Sistem Penyaliran Tambang dalam Mencegah dan Menanggulangi Air Limpasan Alami dan Air Limpasan Terganggu di Void T2 Blok B West Sambarata Mine Operation (SMO)
SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PIT AB EKS PADA PT. ANDALAN MINING JOBSITE KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KALIMANTAN TIMUR
SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PIT AB EKS PADA PT. ANDALAN MINING JOBSITE KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KALIMANTAN TIMUR Khairuddin Yusran 1, Djamaluddin 2, Agus Ardianto Budiman 1 1. Jurusan Teknik Pertambangan
WATER MANAGEMENT SYSTEM TAMBANG PADA PIT PT ULIMA NITRA JOBSITE PT MENAMBANG MUARA ENIM WATER MANAGEMENT SYSTEM OF MINE ON PIT PT ULIMA NITRA
WATER MANAGEMENT SYSTEM TAMBANG PADA PIT PT ULIMA NITRA JOBSITE PT MENAMBANG MUARA ENIM WATER MANAGEMENT SYSTEM OF MINE ON PIT PT ULIMA NITRA JOBSITE PT MENAMBANG MUARA ENIM Arie Saputra 1,Restu Juniah
BAB I PENDAHULUAN. lereng, hidrologi dan hidrogeologi perlu dilakukan untuk mendapatkan desain
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perencanaan sistem tambang terbuka, analisis kestabilan lereng, hidrologi dan hidrogeologi perlu dilakukan untuk mendapatkan desain tambang yang aman dan ekonomis.
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Pengembangan dan Kelayakan Laboratorium Geomekanika di Balai Pengujian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat Study on Development
KAJIAN TEKNIS PENIRISAN TAMBANG NIKEL LATERIT MENGUNAKAN METODE MINE DEWATERING
KAJIAN TEKNIS PENIRISAN TAMBANG NIKEL LATERIT MENGUNAKAN METODE MINE DEWATERING Marwan 1, Sri Widodo 2, Nurliah Jafar 1* 1. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia 2. Program Studi Teknik
ANALISA PENYALIRAN AIR TAMBANG BATU KAPUR PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) DI PABRIK BATURAJA
Jurnal Desiminasi Teknologi, Volume 2, No. 1, Januari 2014 ANALISA PENYALIRAN AIR TAMBANG BATU KAPUR PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) DI PABRIK BATURAJA Yuliantini Eka Putri 1 Abstrak : Operasi penambangan
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PT RIMAU ENERGY MINING SITE JAWETEN, KECAMATAN KAROSEN JANANG, KABUPATEN BARITO TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PT RIMAU ENERGY MINING SITE JAWETEN, KECAMATAN KAROSEN JANANG, KABUPATEN BARITO TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Alpian Nafarin 1*, Agus Triantoro 1, Riswan 1, Freddy Aditya
Evaluasi Teknis Sistem Penyaliran Tambang Studi Kasus: PT. Bara Energi Lestari Kabupaten Nagan Raya, Aceh
Evaluasi Teknis Sistem Penyaliran Tambang Studi Kasus: PT. Bara Energi Lestari Kabupaten Nagan Raya, Aceh Rahmadi Siahaan, Pocut Nurul Alam, Febi Mutia Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik,
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Geoteknik dan Geohidrologi untuk Rencana Pit Extend PT Mandiri Nusa Pratama, Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera
Analisis Teknis Mine Dewatering terhadap Rencana Tiga bulan Penambangan Batubara di Pit B Kec. Meurebo Kab. Aceh Barat, Provinsi Aceh
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Analisis Teknis Mine Dewatering terhadap Rencana Tiga bulan Penambangan Batubara di Pit B Kec. Meurebo Kab. Aceh Barat, Provinsi Aceh Mine Dewatering Technical
Kajian Teknis Sistem Penyaliran pada Tambang Batubara PIT 1 Utara Banko Barat PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Tanjung Enim Sumatera Selatan
Kajian Teknis Sistem Penyaliran pada Tambang Batubara PIT 1 Utara Banko Barat PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Tanjung Enim Sumatera Selatan Subiakto 1, Peter Eka Rosadi 2, Hartono 3 Mahasiswa Jurusan Teknik
RANCANGAN PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DI AREA TIMBUNAN Q03 SITE LATI
RANCANGAN PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DI AREA TIMBUNAN Q03 SITE LATI Muhammad Sonny Abfertiawan (1), Firman Gunawan (2), Ria Irene Vince (1), dan Rudy Sayoga Gautama (1), (1) Program Studi Teknik Pertambangan,
DAFTAR ISI. Halaman RINGKASAN... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI RINGKASAN... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Tujuan Penelitian...
Besar, Palembang, 30139, Indonesia PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, 31712, Indonesia ABSTRAK ABSTRACT
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG BANKO BARAT GUNA MENANGGULANGI DAN MENGOPTIMALISASI SISTEM PEMOMPAAN AIR TAMBANG DI PIT III BARAT PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK TANJUNG ENIM THE RECITATION TECNICS
EVALUASI KAPASITAS POMPA PADA SISTEM PENIRISAN TAMBANG BANKO BARAT PIT
EVALUASI KAPASITAS POMPA PADA SISTEM PENIRISAN TAMBANG BANKO BARAT PIT 1 TIMUR PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK UNIT PENAMBANGAN TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Yohannes Gultom 1, Maulana Yusuf 2, Abuamat 3 1,2,3
KAJIAN DIMENSI PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA PT BATURONA ADIMULYA KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROPINSI SUMATERA SELATAN
KAJIAN DIMENSI PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA PT BATURONA ADIMULYA KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROPINSI SUMATERA SELATAN Oleh : Diyah Ayu Purwaningsih 1 dan Suhariyanto 2 ABSTRAK Metode yang biasa digunakan
KAJIAN SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
KAJIAN SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Syarifuddin 1, Sri Widodo 2*, Arif Nurwaskito 1 1. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia
EVALUASI POMPA SULZER 385 KW (ENGINE) SISTEM PENIRISAN TAMBANG DI MAIN SUMP PIT 1 BARAT BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK TANJUNG ENIM
EVALUASI POMPA SULZER 385 KW (ENGINE) SISTEM PENIRISAN TAMBANG DI MAIN SUMP PIT 1 BARAT BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK TANJUNG ENIM SULZER PUMP EVALUATION 385 KW (ENGINE) DRAINING SYSTEM IN MINE
Prabumulih Km. 32 Indralaya, 30662, Indonesia ABSTRAK
KAJIAN TEKNIS PENGERINGAN SUMP SITU PATENGGANG UNTUK MENAMBANG BATUBARA LAPISAN C DI PIT TAMBANG AIR LAYA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOB SITE TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN TECHNICAL STUDY OF SUMP SITU PATENGGANG
STUDI INTENSITAS CURAH HUJAN MAKSIMUM TERHADAP KEMAMPUAN DRAINASE PERKOTAAN ( Studi Kasus Jl.Ir.H. Juanda Kota Bandung ) YUDHA ARTIKA ( )
STUDI INTENSITAS CURAH HUJAN MAKSIMUM TERHADAP KEMAMPUAN DRAINASE PERKOTAAN ( Studi Kasus Jl.Ir.H. Juanda Kota Bandung ) TUGAS AKHIR Disusun untuk Memenuhi Syarat Kurikuler Program Sarjana di Program Studi
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL... vii. DAFTAR GAMBAR... ix. A Latar Belakang...1
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... ix BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang...1 B Rumusan Masalah...6 C Tujuan Penelitian...6 D Manfaat Penelitian...7
Desain Main Sumppada Rencana Penambangan Tahun 2015 di PT Jambi Prima Coal, Desa Pamusiran,Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun,Provinsi Jambi
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Desain Main Sumppada Rencana Penambangan Tahun 2015 di PT Jambi Prima Coal, Desa Pamusiran,Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun,Provinsi Jambi Main Sump
BAB V ANALISA DATA. Analisa Data
BAB V ANALISA DATA 5.1 UMUM Analisa data terhadap perencanaan jaringan drainase sub sistem terdiri dari beberapa tahapan untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Sebelum tahapan analisa dilakukan, terlebih
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Setelah melakukan perhitungan terhadap kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan Colombo, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Dalam pengujian
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Karakteristik Hujan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Karakteristik Hujan Curah hujan adalah volume air yang jatuh pada suatu areal tertentu (Arsyad, 2010). Menurut Tjasyono (2004), curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendahuluan Analisa sistem drainase dan penangulangan banjir Kota Semarang sebenarnya telah menjadi perhatian sejak zaman kolonial Belanda, dengan dibangunnya dua banjir
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Daur Hidrologi Bumi terdapat 1,3 sampai dengan 1,4 milyar km 3 air yang meliputi 97,5 % adalah air laut, 1,75 % berbentuk es, 0,73 % berada di daratan sebagai air sungai, air
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN PADA PIT TAMBANG BATUBARA PT. DIZAMATRA POWERINDO, KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN PADA PIT TAMBANG BATUBARA PT. DIZAMATRA POWERINDO, KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN TECHNICAL ASSESSMENTDRAINAGE SYSTEM AT COAL MINING AREA PT. DIZAMATRA POWERINDO,
KAJI ULANG SISTEM DRAINASE UNTUK MENGATASI BANJIR GENANGAN DI PERUMAHAN VILLA JOHOR, KEC. MEDAN JOHOR. Elgina Febris Manalu 1, Ir. Terunajaya, M.
KAJI ULANG SISTEM DRAINASE UNTUK MENGATASI BANJIR GENANGAN DI PERUMAHAN VILLA JOHOR, KEC. MEDAN JOHOR Elgina Febris Manalu 1, Ir. Terunajaya, M.Sc 2 1 Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara,
Analisis Drainasi di Saluran Cakung Lama Akibat Hujan Maksimum Tahun 2013 dan 2014
JURNAL ILMIAH SEMESTA TEKNIKA Vol. 17, No. 2, 91-97, Nov 214 91 Analisis Drainasi di Saluran Cakung Lama Akibat Hujan Maksimum Tahun 213 dan 214 (Micro Drainage Analysis in Cakung Lama River Due to The
PENERAPAN SISTEM SEMI POLDER SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN LIMPASAN PERMUKAAN DI KOTA BANDUNG
PENERAPAN SISTEM SEMI POLDER SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN LIMPASAN PERMUKAAN DI KOTA BANDUNG ALBERT WICAKSONO*, DODDI YUDIANTO 1 DAN JEFFRY GANDWINATAN 2 1 Staf pengajar Universitas Katolik Parahyangan 2 Alumni
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Siklus Hidrologi Air memiliki susunan molekul yang sangat sederhana. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, H-O-H atau yang ditulis dengan rumus H 2 O. Air juga mempunyai sifat
KAJIAN SISTEM DRAINASE PATUKANGAN-PEGULON KABUPATEN KENDAL
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL, Volume 6, Nomor 2 Tahun 2017, Halaman 276 285 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkts KAJIAN SISTEM DRAINASE PATUKANGAN-PEGULON KABUPATEN KENDAL Bustan Fadhilsyah
BAB III METODE ANALISIS
BAB III Bab III Metode Analisis METODE ANALISIS 3.1 Dasar-dasar Perencanaan Drainase Di dalam pemilihan teknologi drainase, sebaiknya menggunakan teknologi sederhana yang dapat di pertanggung jawabkan
Berfungsi mengendalikan limpasan air di permukaan jalan dan dari daerah. - Membawa air dari permukaan ke pembuangan air.
4.4 Perhitungan Saluran Samping Jalan Fungsi Saluran Jalan Berfungsi mengendalikan limpasan air di permukaan jalan dan dari daerah sekitarnya agar tidak merusak konstruksi jalan. Fungsi utama : - Membawa
RANCANGAN SUMP D1 BLOK D1-D2 PIT ROTO SELATAN PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK KIDECO BATU KAJANG KALIMANTAN TIMUR
Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 1 Periode: Maret-Agustus 2015 RANCANGAN SUMP D1 BLOK D1-D2 PIT ROTO SELATAN PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK KIDECO BATU KAJANG KALIMANTAN TIMUR Fauzan S
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses produksi penambangan dipengaruhi oleh keadaan genangan pada sump pit. Dengan tanpa penirisan yang menerus terutama pada saat kejadian hujan, air pada sump pit
EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DESA SARIHARJO NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA
Volume 14, No. 1, Oktober 2016, 47-52 EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DESA SARIHARJO NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Bambang Sulistiono 1 dan Aditya Ferry Ardiyanto 2 1 Program Studi Teknik Sipil FTSP UII,
PENELITIAN HYDROGEOLOGI TAMBANG UNTUK RENCANA DRAINASE TAMBANG BATUBARA BAWAH
PENELITIAN HYDROGEOLOGI TAMBANG UNTUK RENCANA DRAINASE TAMBANG BATUBARA BAWAH Oleh : Budi Islam, Nendaryono, Fauzan, Hendro Supangkat,EkoPujianto, Suhendar, Iis Hayati, Rakhmanudin, Welly Gatsmir, Jajat
III. METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah di saluran Ramanuju Hilir, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
39 III. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah di saluran Ramanuju Hilir, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. PETA LOKASI PENELITIAN Gambar 7. Lokasi
KAJIAN DRAINASE TERHADAP BANJIR PADA KAWASAN JALAN SAPAN KOTA PALANGKARAYA. Novrianti Dosen Program Studi Teknik Sipil UM Palangkaraya ABSTRAK
KAJIAN DRAINASE TERHADAP BANJIR PADA KAWASAN JALAN SAPAN KOTA PALANGKARAYA Novrianti Dosen Program Studi Teknik Sipil UM Palangkaraya ABSTRAK Pertumbuhan kota semakin meningkat dengan adanya perumahan,
PERENCANAAN DRAINASE TAMBANG TERBUKA PIT SOUTH PINANG PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KALIMANTAN TIMUR PERIODE TAMBANG
PERENCANAAN DRAINASE TAMBANG TERBUKA PIT SOUTH PINANG PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KALIMANTAN TIMUR PERIODE TAMBANG 2014-2017 JURNAL ILMIAH PERENCANAAN TEKNIK BANGUNAN AIR Diajukan untuk memenuhi persyaratan
Prosiding Seminar Nasional XII Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi 2017 Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
Kajian Teknis Sistem Penyaliran Tambang Batubara Pada Pit 71n Dan Inpitdump 71 Di Pt. Perkasa Inakakerta Site Bengalon Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur Pangestu Nugeraha 1, Muhammad Bahtiyar
DAERAH ALIRAN SUNGAI
DAERAH ALIRAN SUNGAI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI Limpasan (Runoff) Dalam siklus hidrologi, bahwa air hujan yang jatuh dari atmosfer sebelum air dapat mengalir di atas permukaan
Rt Xt ...(2) ...(3) Untuk durasi 0 t 1jam
EVALUASI DAN PERENCANAAN DRAINASE DI JALAN SOEKARNO HATTA MALANG Muhammad Faisal, Alwafi Pujiraharjo, Indradi Wijatmiko Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang Jalan M.T Haryono
CAPACITY CALCULATION OF RIVER FOR PADDY FIELDS SECTIONAL KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
CAPACITY CALCULATION OF RIVER FOR PADDY FIELDS SECTIONAL KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA H. Achmad Kusasi 1) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Perancangan Saluran Berdasarkan Konsep Aliran Seragam
Perancangan Saluran Berdasarkan Konsep Aliran Seragam Perancangan saluran berarti menentukan dimensi saluran dengan mempertimbangkan sifat-sifat bahan pembentuk tubuh saluran serta kondisi medan sedemikian
BAB IV PEMBAHASAN. muka air di tempat tersebut turun atau berkurang sampai batas yang diinginkan.
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data Curah Hujan Drainase adalah ilmu atau cara untuk mengalirkan air dari suatu tempat, baik yang ada dipermukaan tanah ataupun air yang berada di dalam lapisan tanah, sehingga
BAB VI ANALISIS KAPASITAS DAN PERENCANAAN SALURAN
BAB VI ANALISIS KAPASITAS DAN PERENCANAAN SALURAN 6.1 KAPASITAS TAMPUNG SALURAN EKSISTING Pada bab sebelumnya, telah diperoleh debit banjir rencana saluran drainase. Untuk mengetahui kapasitas tampung
TEKNOLOGI KONSERVASI AIR TANAH DENGAN SUMUR RESAPAN
TEKNOLOGI KONSERVASI AIR TANAH DENGAN SUMUR RESAPAN Oleh Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair Direktorat Teknologi Lingkungan, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah drainase kota sudah menjadi permasalahan utama pada daerah perkotaan. Masalah tersebut sering terjadi terutama pada kota-kota yang sudah dan sedang berkembang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Daerah Aliran Sungai Dalam konteksnya sebagai sistem hidrologi, Daerah Aliran Sungai didefinisikan sebagai kawasan yang terletak di atas suatu titik pada suatu sungai yang oleh
TATA CARA PEMBUATAN RENCANA INDUK DRAINASE PERKOTAAN
1. PENDAHULUAN TATA CARA PEMBUATAN RENCANA INDUK DRAINASE PERKOTAAN Seiring dengan pertumbuhan perkotaan yang amat pesat di Indonesia, permasalahan drainase perkotaan semakin meningkat pula. Pada umumnya
STUDI PENGEMBANGAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS SUB SISTEM DRAINASE MAGERSARI KOTA MOJOKERTO)
112 Jurnal Teknik Pengairan, Volume 3, Nomor 2, Desember 2012, hlm 112 121 STUDI PENGEMBANGAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS SUB SISTEM DRAINASE MAGERSARI KOTA MOJOKERTO)
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN... 93
DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN... v ABSTRAK... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1
PERENCANAAN SALURAN PENANGGULANGAN BANJIR MUARA SUNGAI TILAMUTA
PERENCANAAN SALURAN PENANGGULANGAN BANJIR MUARA SUNGAI TILAMUTA Rike Rismawati Mangende Sukarno, Alex Binilang Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Email : [email protected] ABSTRAK
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN GRAND SUKATI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN GRAND SUKATI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Dewi Larasati 1, Johnny, MTS 2, Yulisa Fitrianingsih 1 1 Program Studi Teknik Lingkungan,
DESIGN OF DISPOSAL AREA FOR MINNING PLAN OF INUL EAST PIT DURING JULI 2013 TO DESEMBER 2014 IN HATARI DEPARTEMENT AT PT KALTIM PRIMA COAL
RANCANGAN LOKASI DISPOSAL UNTUK RENCANA PENAMBANGAN PIT INUL EAST SELAMA BULAN JULI 2013 SAMPAI DESEMBER 2014 DI DEPARTEMEN HATARI PT KALTIM PRIMA COAL DESIGN OF DISPOSAL AREA FOR MINNING PLAN OF INUL
RENCANA TEKNIS PENIMBUNAN MINE OUT PIT C PADA TAMBANG BATUBARA DI PT. AMAN TOEBILLAH PUTRA SITE LAHAT SUMATERA SELATAN
RENCANA TEKNIS PENIMBUNAN MINE OUT PIT C PADA TAMBANG BATUBARA DI PT. AMAN TOEBILLAH PUTRA SITE LAHAT SUMATERA SELATAN PLANNING TECHNIC MINE OUT DUMP PIT C IN COAL MINE AT PT. AMAN TOEBILLAH PUTRA SITE
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Penutupan Lubang Bekas Tambang Pada Area Void P3000 Bk01a North Block PT Trubaindo Coal Mining, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barai, Provinsi Kalimantan
PEMANFAATAN SIKLUS PEMBUANGAN AIR TERHADAP SISTEM DRAINASE PERUMAHAN KOTA. Azwarman Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Batanghari Jambi
PEMANFAATAN SIKLUS PEMBUANGAN AIR TERHADAP SISTEM DRAINASE Azwarman Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Batanghari Jambi Abstrak Banjir sebagai salah satu masalah besar di Kota Jambi biasanya dikendalikan
ANALISA DEBIT BANJIR SUNGAI BATANG LUBUH KABUPATEN ROKAN HULU PROPINSI RIAU
ANALISA DEBIT BANJIR SUNGAI BATANG LUBUH KABUPATEN ROKAN HULU PROPINSI RIAU Rismalinda Prodi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian Email : rismalindarisdick@gmailcom Abstrak Kabupaten Rokan Hulu terletak
KAJIAN PENATAAN SALURAN DRAINASE BERDASARKAN RENCANA TATA GUNA LAHAN KOTA KEPANJEN KABUPATEN MALANG
KAJIAN PENATAAN SALURAN DRAINASE BERDASARKAN RENCANA TATA GUNA LAHAN KOTA KEPANJEN KABUPATEN MALANG Dwi Adi Cahyono a, Aniek Masrevaniah b, Dwi Priyantoro b a Mahasiswa Program Magister Teknik Pengairan,
PERENCANAAN DRAINASE KELURAHAN KAMPUNG PONDOK KECAMATAN PARIAMAN TENGAH KOTA PARIAMAN
PERENCANAAN DRAINASE KELURAHAN KAMPUNG PONDOK KECAMATAN PARIAMAN TENGAH KOTA PARIAMAN Apri Yeko, Mawardi Samah, Nazwar Djali Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Bumi terdiri dari air, 97,5% adalah air laut, 1,75% adalah berbentuk es, 0,73% berada didaratan sebagai air sungai, air danau, air tanah, dan sebagainya. Hanya 0,001% berbentuk uap
PROSEDUR DALAM METODA RASIONAL
PROSEDUR DALAM METODA RASIONAL 1. Mulai hitung dari titik terawal (hulu) dari lateral tertinggi dan diteruskan ke titik pertemuan 1. 2. Lanjutkan perhitungan untuk akhir cabang yang masuk ke pertemuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berikut ini beberapa pengertian yang berkaitan dengan judul yang diangkat oleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian pengertian Berikut ini beberapa pengertian yang berkaitan dengan judul yang diangkat oleh penulis, adalah sebagai berikut :. Hujan adalah butiran yang jatuh dari gumpalan
SISTEM DRAINASE UNTUK MENANGGULANGI BANJIR DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL (STUDI KASUS : JL. PDAM SUNGGAL DEPAN PAM TIRTANADI)
SISTEM DRAINASE UNTUK MENANGGULANGI BANJIR DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL (STUDI KASUS : JL. PDAM SUNGGAL DEPAN PAM TIRTANADI) Raja Fahmi Siregar 1, Novrianti 2 Raja Fahmi Siregar 1 Alumni Fakultas Teknik
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB vi vii ix xi xiii I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang.... 1 1.2 Perumusan Masalah... 2 1.3 Tujuan Penelitian...
EVALUASI DESAIN MASTERPLAN SISTEM DRAINASE KOTA TANJUNG SELOR. The Design Evaluation of Tanjung Selor City Drainage System Masterplan SKRIPSI
EVALUASI DESAIN MASTERPLAN SISTEM DRAINASE KOTA TANJUNG SELOR The Design Evaluation of Tanjung Selor City Drainage System Masterplan SKRIPSI Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menempuh Gelar Sarjana Pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pencapaian penelitian secara optimal sangat ditentukan pada kadar pemahaman
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendekatan Pencapaian penelitian secara optimal sangat ditentukan pada kadar pemahaman dalam pelaksanaan kajian, sehingga dengan demikian bahwa pola pendekatan dalam
BAB III METODOLOGI. Gambar 3.1 Diagram Alir Penyusunan Tugas Akhir
III-1 BAB III METODOLOGI 3.1. Tinjauan Umum Metodologi yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir dapat dilihat pada Gambar 3.1. Gambar 3.1 Diagram Alir Penyusunan Tugas Akhir III-2 Metodologi dalam perencanaan
Analisis Hidrologi untuk Pendugaan Debit Banjir dengan Metode Nakayasu di Daerah Aliran Sungai Way Besai
TekTan Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian Analisis Hidrologi untuk Pendugaan Debit Banjir dengan Metode Nakayasu di Daerah Aliran Sungai Way Besai Hydrological Analysis For Prediction of Flood Discharge By
3.1 Metode Pengumpulan Data
BAB III METODOLOGI 3.1 Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada perencanaan drainase sistim Kali Tenggang dilakukan sebagai berikut : Untuk data-data yang berkaitan dengan perencanaan non teknis
TINJAUAN PERENCANAAN DRAINASE KALI GAJAH PUTIH KODIA SURAKARTA
TINJAUAN PERENCANAAN DRAINASE KALI GAJAH PUTIH KODIA SURAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada program D-III Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan Jurusan
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI Heri Giovan Pania H. Tangkudung, L. Kawet, E.M. Wuisan Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi email: [email protected]
BAB IV METODOLOGI DAN ANALISIS HIDROLOGI
BAB IV METODOLOGI DAN ANALISIS HIDROLOGI 4.1 Umum Secara umum proses pelaksanaan perencanaan proses pengolahan tailing PT. Freeport Indonesia dapat dilihat pada Gambar 4.1 Gambar 4.1 Bagan alir proses
TUGAS AKHIR. Perencanaan Sistem Drainase Pembangunan Hotel di Jalan Embong sawo No. 8 Surabaya. Tjia An Bing NRP
TUGAS AKHIR Perencanaan Sistem Drainase Pembangunan Hotel di Jalan Embong sawo No. 8 Surabaya Tjia An Bing NRP. 3109 100 112 Dosen Pembimbing : Mahendra Andiek M, ST.MT. Ir. Fifi Sofia Jurusan Teknik Sipil
