Ratna Dewi Surtikanti, Fahrul Ismaeni
|
|
|
- Suhendra Setiabudi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kajian Aspek Finansial pada Analisis Kelayakan Investasi Lahan dan Budidaya Perkebunan Singkong oleh PT.Usaha Tani Sejahtera dengan Harga Jual Singkong yang Ditentukan Pabrik Bio Ethanol Ratna Dewi Surtikanti, Fahrul Ismaeni S1-Ekstensi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia,Kampus FEUI Salemba, Jl.Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat, 10430, Indonesia [email protected] Abstrak Skripsi ini membahas kajian aspek finansial pada analisis kelayakan investasi lahan dan budidaya perkebunan singkong yang dilakukan PT.Usaha Tani Sejahtera dengan harga jual singkong yang ditetapkan oleh pabrik bio ethanol yang akan memberikan pinjaman modal untuk berinvestasi sekaligus tambahan modal kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pada penelitian ini juga akan dilakukan analisis sensitifitas pada faktor-faktor produksi sehingga dapat diwaspadai faktor-faktor apa saja yang dapat membuat usaha menjadi tidak layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi tersebut layak untuk dijalankan; perkebunan dapat mengembalikan pinjaman dan bunga, mendapat laba, meskipun dengan harga jual singkong yang dibatasi, dan faktor penurunan produktifitas adalah faktor yang sensitif terhadap perubahan kelayakan usaha tersebut. Kata kunci : Studi Kelayakan; Investasi; Perkebunan Financial Feasibility Analysis on Land Investment and Cassava Cultivation by PT.Usaha Tani Sejahtera with Cassava Price Pre-Determined by a Bio Ethanol Plant. Abstract This essay studies the financial aspect of a feasibility study on land investment and cassava cultivation by PT.Usaha Tani Sejahtera with Cassava price pre-determined by a Bio Ethanol plant, a company who will provide fundings needed for investment and additional working capital. This is a descriptive quantitative research. Sensitivity analysis of its production variables is done to alert management which variables significantly influence feasibility. The result shows that the investment is feasible; the company can pay itsdebts, generate returns eventhough the selling price of its end-product is pre-determined, and determine that decrease in productivity is a sensitive variable to the project s feasibility. Key words: Feasibility study; investment; Plantation 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbarui dan apabila dikelola dengan baik, sumber daya itu tidak akan habis 1. Salah satu jenis energi terbarukan adalah bioenergi 1 Djajadiningrat (2011) 1
2 2 yang dihasilkan dari bahan organik yang berbasis tumbuhan atau hewan yang disebut biomassa 2. Indonesia sebagai negara agraris, tentu memiliki potensi energi biomassa yang besar dan harus dikembangkan. Salah satu contoh renewable energi yang sedang dikembangkan di Indonesia dan sudah berjalan adalah biofuels yaitu bahan bakar dengan bahan dasar tanaman seperti bioethanol dan biodiesel. Pemerintah melalui Departemen ESDM menargetkan pada tahun 2015 penggunaan bioetanol mencapai 3,08 juta kilo liter (kl) atau 15% dari total konsumsi bensin (Prihandana, 2007). Berdasarkan target di atas, direncanakan pendirian pabrik etanol hingga tahun 2010 sebanyak 104 pabrik berkapasitas 60kl/hari. Selanjutnya, dari tahun 2010 sampai dengan 2015 ditargetkan pendirian 62 pabrik dengan kapasitas yang sama. Hal tersebut jelas memicu para pengusaha swasta untuk mendirikan pabrik bioethanol. Bagi perusahaan yang mendirikan pabrik bioethanol, tantangan yang dihadapi bukan hanya masalah pengembangan penelitian dan teknologi mengubah bahan dasar menjadi energi. Pemenuhan bahan baku juga menjadi kendala mengingat bahan dasar tanaman memerlukan waktu untuk tumbuh dan dipanen sesuai dengan kriteria yang diperlukan. Persaingan mendapatkan bahan baku, membuat ketidakpastian jalannya produksi, apalagi dengan kondisi pabrik yang tidak memiliki kebun inti. Belum lagi harga bahan baku yang cenderung meningkat seiring dengan permintaan pasar. Singkong merupakan salah satu bahan baku bioethanol. Selain harga yang cukup murah, tanaman ini juga tersedia sepanjang tahun. Selain itu, singkong juga terkenal sebagai tanaman yang tahan banting dan tidak sulit untuk membudidayakannya (membutuhkan teknologi khusus, dan sebagainya). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekomendasikan kapasitas minimal pabrik bioethanol adalah 60kl/hari 3. Sedangkan produktivitas singkong adalah liter etanol per ha. Maka diperlukan kebun singkong seluas ha untuk memenuhi kebutuhan pabrik bioethanol yang beroperasi 330 hari dalam setahun. Menurut hasil penelitian BPPT dalam buku Bioetanol Ubi Kayu : Bahan Bakar Masa Depan juga disebutkan pada pabrik bioethanol yang berkapasitas 60kl/hari membutuhkan sekitar 390 ton singkong/hari. Hal ini menunjukkan peluang yang sangat baik untuk para petani atau pengusaha singkong. Peluang tersebut juga dilihat oleh PT. Usaha Tani Sejahtera (UTS), salah satu perusahaan yang berlokasi di wilayah Lampung Utara dan bergerak di bidang perkebunan, termasuk budidaya singkong. PT. UTS merupakan salah satu vendor yang mensuplai Prihandana, dkk (2007)
3 3 singkong untuk pabrik bioethanol X sejak tahun Kendala bagi PT.UTS adalah selama ini kebun mereka beroperasi pada lahan sewa. Meskipun Banyak lahan yang belum terjamah di wilayah lampung, biaya yang diperlukan untuk membeli lahan tidak sedikit. Keinginan untuk mengatasi masalah bahan baku di pabriknya dan kondisi PT.UTS yang ingin memiliki lahan sendiri menimbulkan gagasan penawaran kerja sama antara pihak pabrik dengan PT.UTS. Dimana pihak pabrik akan memberikan pinjaman modal untuk berinvestasi dan pinjaman modal kerja bagi PT.UTS, sedangkan PT.UTS akan menjual hasil produksinya, yaitu singkong, terutama untuk pihak pabrik dengan harga yang ditentukan oleh pihak pabrik. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk membuat kajian aspek finansial pada analisis kelayakan investasi lahan dan budidaya perkebunan singkong oleh PT.Usaha Tani Sejahtera apabila menjual singkongnya dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pihak pabrik bioethanol. Melihat usaha kebun singkong PT.UTS yang sudah berjalan, apakah layak keinginan berinvestasi akan lahan dan perluasan budidaya apabila harga jual singkong dibatasi dan bahkan ditentukan oleh pihak pabrik. Apabila layak, faktor-faktor produksi apa saja yang berpengaruh dalam merubah proyek tersebut menjadi tidak layak Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan diuji pada penelitian ini adalah : 1. Apakah dengan menjual hasil panen (singkong) sesuai harga yang ditetapkan pabrik bioethanol X, PT.UTS mampu tetap memberikan profit dan membayar pinjaman modal untuk investasi lahan dan budidaya kebun singkongnya. 2. Perubahan faktor produksi apa yang paling berpengaruh terhadap hasil kelayakan investasi PT.UTS, yang membuat hasil layak menjadi tidak layak Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk menjawab pertanyaan apakah investasi yang akan dilakukan PT.UTS dengan cara menerima pinjaman modal dari pihak pabrik bioethanol X layak dilakukan, sehubungan dengan keharusan PT.UTS untuk menjual hasil produksinya dengan harga yang sudah ditetapkan juga oleh pihak pabrik. Apabila layak, maka dapat diuji kepekaan kelayakan investasi tersebut terhadap faktor produksinya, sehingga dapat membantu pihak manajemen PT.UTS untuk waspada terhadap perubahan faktor yang membuat usaha menjadi tidak layak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan evaluasi bagi PT.UTS dalam mengambil keputusan berinvestasi/menerima tawaran kerjasama dari pihak Bioethanol.
4 4 Keputusan layak atau tidaknya tawaran tersebut akan menentukan keberlangsungan PT.UTS yang selama ini menggantungkan nasibnya dari lahan sewa. Apabila penelitian ini layak, tentu dapat pula membuka lahan pekerjaan di tempat perusahaan berada dan sekitarnya. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi gambaran dan bahan pertimbangan bagi masyarakat luas yang ingin melakukan investasi dalam usaha perkebunan singkong. 2. Tinjauan Teoritis Analisis proyek dikenal juga dengan istilah studi kelayakan proyek/usaha yaitu suatu studi yang juga bertujuan mengukur profitabilitas sumber-sumber yang digunakan dalam suatu usaha (Zubir, p.1). Perhitungan benefit dan biaya proyek dapat dilakukan melalui dua pendekatan, tergantung pihak mana yang berkepentingan langsung dalam proyek 4. Perhitungan dengan analisis privat/analisis finansial adalah apabila yang berkepentingan langsung dalam benefit dan biaya proyek adalah individu atau pengusaha. Sedangkan analisis ekonomi atau sosial adalah apabila yang berkepentingan langsung dalam manfaat dan biaya adalah pemerintah atau masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini hanya dibatasi pada pengkajian aspek finansial pada analisis kelayakan usaha/proyek yang akan dilakukan PT.UTS saja, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya analisis ekonomi/sosial secara deskriptif Aliran Kas sebagai Alat Pengukur Kelayakan Finansial Sebelum masuk ke dalam suatu bidang usaha, pemodal (investor) akan menilai terlebih dahulu apakah kas yang dikeluarkannya untuk membangun dan mengoperasikan usaha tersebut dapat menghasilkan kas yang lebih besar (Zubir, 2006). Arus kas usaha terdiri dari Arus kas keluar (cash outflow) dan arus kas masuk (cash inflow). Selisih antara keduanya disebut sebagai arus kas bersih (net cash flow). Laporan arus kas yang biasa dipakai menggunakan metode langsung (Direct Method) karena menginformasikan besarnya kas yang tersedia pada akhir periode. Arus kas kelayakan usaha merupakan proyeksi beberapa tahun ke depan yang terdiri dari arus kas keluar dan arus kas masuk, sesuai dengan umur proyek. Arus kas masuk terdiri atas laba operasi dikurangi dengan pajak atas laba operasi tersebut setiap periode, ditambah biaya depresiasi dan amortisasi, nilai sisa harta tetap dan sisa modal kerja. Sedangkan untuk arus kas keluar terdiri atas pembelian aktiva tetap dan kenaikan modal kerja Biaya Modal (Cost of Capital) 4 Gray, Clive; et al. (2002)
5 5 Biaya modal usaha merupakan rata-rata tertimbang dari biaya pinjaman (cost of debt) dan modal sendiri (cost of equity) atau disebut juga weighted average cost of capital (WACC). Perhitungan WACC adalah sebagai berikut: WACC 5 = (D/D+E) (Kd*(1-t) + (E/D+E) Ke (2.1) Di mana : D : Besarnya pinjaman berbunga E : modal sendiri Kd : cost of debt Ke : cost of equity t : pajak Jika pinjaman terdiri dari berbagai sumber dengan tingkat bunga yang berbeda, maka WACC dapat dinyatakan sebagai berikut : WACC = (D1/D+E)(Kd1*(1-t) + (D2/D+E)(Kd2*(1-t) + (E/D+E) Ke (2.2) Di mana : D1 : besarnya pinjaman berbunga 1 D2 : besarnya pinjaman berbunga 2 D E Kd Ke : D1+D2 : modal sendiri : cost of debt : cost of equity T : pajak Cost of capital terdiri dari komponen cost of debt (pinjaman) dan cost of equity (modal sendiri). Besarnya cost of debt adalah sesuai dengan tingkat bunga pinjaman perusahaan. Biasanya tingkat bunga tersebut diseusaikan dengan tingkat kesehatan dan rating perusahaan. Cost of debt yang digunakan harus disesuaikan dengan resiko usaha yang bersangkutan. Apabila pinjaman digunakan untuk mendanai usaha lain, maka haruslah usaha yang sama resikonya dengan usaha sebelumnya. Cost of equity lebih sulit untuk ditentukan karena merupakan opportunity cost dari pemilik perusahaan jika dana tersebut diinvestasikan pada usaha atau proyek lain 6. Rumusannya adalah sebagai berikut : K e = R f + (R m R f )β (2.3) 5 Zubir, p.22 (2006) 6 Zubir, p.24 (2006)
6 6 Di mana : K e R f R m β : Biaya modal sendiri (cost of equity) : tingkat bunga bebas resiko (risk free rate) : tingkat pengembalian pasar (market rate of return) : koefisien Pada praktiknya, besarnya tingkat suku bunga bebas resiko (risk free rate) ditaksir melalui pendekatan terhadap variabel pasar yang dapat dijadikan pedoman seperti misalnya tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Sedangkan Risk premium yang dinyatakan oleh (R m R f )β dapat diperoleh dari asumsi besaran tertentu, misalnya setara dengan spread yang dikenakan atas pinjaman bank kepada nasabahnya Metode Penilaian Kelayakan Investasi Dalam menentukan apakah suatu proyek layak atau tidak diperlukan beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas proyek tersebut. Ukuran-ukuran tersebut dinamakan kriteria investasi. Kriteria investasi yang diperlukan adalah kriteria investasi yang dapat memperhitungkan faktor perubahan nilai uang di masa yang akan datang yang disebabkan oleh adanya inflasi, resiko dan reinvestasi. Hal-hal tersebut menyebabkan nilai uang pada masa sekarang dalam jumlah yang sama cenderung lebih tinggi daripada nilai uang pada masa yang akan datang. Salah satu cara yang telah dikembangkan adalah teknik diskonto, yaitu teknik penghitungan yang mengkonversi nilai uang pada masa yang akan datang menjadi nilai uang pada masa sekarang. Kriteria investasi yang menggunakan teknik diskonto diantaranya adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Returns (IRR) dan Profitability Index (PI) dan Payback Period. Net Present Value (NPV) adalah nilai sekarang dari arus kas usaha pada masa yang akan datang yang didiskontokan dengan biaya modal rata-rata yang digunakan (weighted average cost of capital) (Zubir, 2006). Atau lebih sederhananya, selisih dari present value arus kas masuk (manfaat) dan present value arus keluar (biaya). Proyek yang layak adalah proyek yang memiliki nilai NPV lebih besar dari nol. Artinya proyek memberikan manfaat lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Internal Rate of Return (IRR) adalah discount rate yang menyamakan nilai sekarang (present value) dari arus kas masuk dan nilai investasi suatu usaha. (Zubir, 2006). Dapat dikatakan juga IRR adalah nilai discount rate yang membuat nilai NPV sama dengan nol. IRR menunjukkan kemampuan suatu proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman. Proyek dikatakan layak bila nilai IRR lebih besar atau sama dengan discount rate yang berlaku. Artinya keuntungan proyek tiap tahun memiliki kemampuan untuk mengembalikan bunga
7 7 pinjaman. Nilai IRR lebih kecil dari discount rate yang berlaku menunjukkan proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Profitability Index (PI) adalah rasio dari present value arus manfaat terhadap present value biaya. Nilai PI menunjukkan berapa kemampuan proyek mengembalikan manfaat untuk tiap satu rupiah yang diinvestasikan. Proyek dikatakan layak apabila nilai PI lebih besar atau sama dengan satu. Proyek dikatakan menguntungkan apabila nilai PI lebih besar dari satu. Bila nilai PI lebih kecil dari satu maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Nilai NPV yang positif akan menghasilkan nilai PI yang lebih besar dari satu, dan nilai NPV yang negatif akan menghasilkan nilai PI kurang dari satu 7. Analisis masa pengembalian investasi (Payback Period) menghitung berapa waktu yang diperlukan oleh suatu proyek untuk mengembalikan seluruh biaya investasi yang dikeluarkan untuk proyek tersebut. Semakin cepat masa pengembaliannya, semakin baik karena artinya semakin cepat modal yang dikembalikan dapat dialokasikan untuk kegiatan lain. Apabila proyek dapat mengembalikan biaya investasi dalam jangka waktu yang lebih pendek dari umur proyek, maka proyek dapat dilaksanakan Analisis Sensitivitas Analisis Sensitivitas disebut juga sebagai what-if analysis. Analisis sensitivitas menyangkut pengujian terhadap kelayakan suatu usaha terkait dengan berbagai kondisi dan asumsi yang digunakan. (Zubir, 2006). Pengujian sensitivitas terutama dilakukan terhadap asumsi-asumsi yang berada di luar kendali manajemen perusahaan yang mungkin saja berubah. Misalnya, harga jual barang sejenis di pasar, biaya bahan baku, dan lain-lain. Kenaikan atau penurunan faktor-faktor tersebut akan dimasukkan dalam asumsi pembentukan NPV dan kriteria kelayakan lainnya, lalu dilihat bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi kelayakan proyek, terutama perubahan nilai NPV. Ide dasarnya adalah membekukan semua variabel kecuali satu (variabel yang akan diuji), dan kemudian dilihat seberapa sensitive perkiraan NPV tersebut terhadap perubahan dalam satu variabel yang diuji tadi Metode Penelitian 3.1. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif (descriptive quantitative research), yaitu penelitian yang mencoba menjelaskan 7 Adelman & Marks (2007) 8 Ross, et al. (2008)
8 8 hubungan antar variabel menggunakan data-data nilai dan angka yang dianalisis sesuai tujuan penelitian. Pada penelitian ini, penelitian deskriptif kuantitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah proyek yang akan diambil PT.Usaha Tani Sejahtera layak atau tidak untuk dijalankan sesuai dengan skenario yang ditentukan yaitu harga jual produk yang ditentukan pihak pemberi bantuan modal. Karena sifat penelitian yang cenderung berupa prediksi akan masa depan, maka ketika hasil analisis kelayakan menunjukkan proyek tersebut layak, dilakukan lagi pengujian seberapa besar kepekaan kriteria kelayakan yang diuji sebelumnya terhadap perubahan faktor-faktor produksi yang tidak dapat dikendalikan manajemen. Metode pengumpulan data yang dilakukan Penulis adalah Studi Kepustakaan untuk mendapatkan data yang sifatnya teoritis melalui buku-buku kuliah, catatan serta sumber literature yang berhubungan, Pengumpulan data primer dari PT.Usaha Tani yang berupa dokumen maupun wawancara dan diskusi dengan pihak terkait, serta pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari instansi lain yang terkait dan mendukung penelitian seperti Biro Pusat Statistik, Bank Indonesia, dan sebagainya Metode Pengolahan dan Analisis Data Analisis data dilakukan secara kuantitatif yaitu membuat simulasi berupa analisis kelayakan dengan menggunakan berbagai kriteria kelayakan investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta Profitability Index (PI), serta Payback Period, yang dilakukan setelah data-data yang diperoleh dikelompokkan ke dalam arus kas masuk dan keluar. Setelah arus kas bersih proyek didapatkan, maka dapat dicari nilai dari NPV, IRR, PI dan payback period dari proyek tersebut., setelah arus kas didiskontokan dengan rate atau suku bunga yang ditentukan. Rate yang digunakan pada penelitian ada dua. Pertama, kelayakan akan diuji menggunakan rate yang didapatkan dari rata-rata suku bunga deposito lima Bank di Indonesia (Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga). Suku bunga deposito digunakan untuk membandingkan apabila investor menempatkan dananya pada kegiatan investasi yang lebih rendah resikonya (deposito). Kedua, kelayakan akan diuji dengan mendiskontokan arus kas bersih proyek dengan rate yang didapat dari perhitungan cost of capitalnya atau disebut juga perhitungan weighted average cost of capital (WACC). Hasilnya nanti akan dibandingkan, dimana IRR yang didapat harus lebih besar dari rate yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas bersih proyek tersebut. Pada penelitian ini perhitungan kriteria kelayakan proyek tidak dihitung secara manual, melainkan dengan rumus-rumus yang dihitung secara otomatis menggunakan program komputer Microsoft Excel. Penulis pertama kali akan memasukkan data-data harga
9 9 dan biaya yang digunakan sebagai asumsi awal (Lampiran 21) perhitungan arus kas masuk dan keluar. Data harga dan biaya adalah data dari PT.UTS pada akhir tahun 2013 yang diolah oleh penulis sesuai dengan kebutuhan proyek. Asumsi-asumsi tersebut akan membentuk biaya-biaya yang diperlukan PT.UTS dalam proyek ini, seperti biaya Investasi Fixed Asset, Biaya Upah/gaji, Biaya Budidaya, Biaya Overhead, Biaya Operasional, dan perhitungan bunga pinjaman modal investasi dan modal kerja. Biaya-biaya akan membentuk arus kas keluar, sedangkan arus kas masuk akan dihitung berdasarkan penjualan singkong yang dilakukan PT.UTS dengan harga yang ditetapkan oleh pihak pabrik yaitu sebesar Rp.650/kg singkong. Setelah itu, dari data diatas penulis menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan proyeksi perhitungan Rugi Laba proyek tersebut. Dari data yang sudah terbentuk di atas, maka dapat mulai dihitung arus kas proyek setiap tahun sampai perhitungan masa proyek berakhir yaitu dua puluh (20) tahun, diasumsikan dari tahun 2014 sampai dengan tahun Setelah arus kas bersih dari tiap tahun didapat, maka dapat dihitung NPV, IRR, Profitability Index (PI), dan payback period nya dengan cara mendiskontokan arus kas bersih tersebut dengan kedua rate yang ditentukan di atas. Setelah proyek/usaha tersebut terbukti layak untuk dilakukan, maka penelitian dilanjutkan dengan melakukan analisis sensitivitas usaha tersebut terhadap perubahan faktorfaktor produksinya. Faktor-faktor yang dipilih adalah kenaikan harga pupuk, kenaikan harga bahan bakar, kenaikan nilai fixed asset, kenaikan upah/gaji, dan penurunan produktifitas atau jumlah hasil panen. Perubahan faktor-faktor tersebut akan diuji terhadap kriteria kelayakan proyek terutama seberapa besar perubahan tersebut mempengaruhi nilai NPV (mengubah proyek yang tadinya layak menjadi tidak layak). Penghitungan menggunakan simulasi kelayakan proyek yang dibuat dengan program excel di atas, dengan cara mengubah asumsi awal dengan asumsi kenaikan dan penurunan faktor produksi yang akan diuji, sementara faktor dan asumsi lain dibiarkan tetap. Secara otomatis, hasil pada perhitungan kriteria kelayakan proyek akan berubah sesuai dengan perubahan asumsi yang diuji. Tabel hasil analisis sensitivitas akan dibuat sehingga akan terlihat perubahan kriteria kelayakan proyek terhadap perubahan faktor produksi yang diuji tersebut. Untuk lebih jelas, konsep pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut:
10 10 4. Hasil Penelitian
11 11 Untuk menguji kelayakan suatu proyek, terlebih dulu dikelompokan dan dihitung berapa biaya yang diperlukan proyek dan berapa manfaat yang diterima PT.Usaha Tani Sejahtera dengan semua asumsi yang sesuai dengan scenario harga jual hasil produksi yang ditentukan pihak pabrik Bioethanol selaku pemberi pinjaman modal. Setelah itu dihitung berapa pinjaman, cicilan dan bunga yang harus dibayar oleh perusahaan, Harga pokok Penjualan, dan Laba Rugi yang akan diterima. Maka akan dapat dibentuk arus kas bersih proyek yang akan didiskontokan dengan rate yang ditentukan. Rate yang digunakan untuk mendiskontokan kelayakan proyek ada dua. Yang pertama digunakan suku bunga simpanan deposito dari lima bank di Indonesia yang dirata2 kan sesuai tabel 4.1.berikut yaitu sebesar 6,65%. Tabel 4.1.: Rata-Rata Suku Bunga Kredit dan Deposito, Maret 2014 Rate kedua yang digunakan adalah hasil dari perhitungan weighted average cost of capital (WACC). Rate WACC dapat digunakan karena proyek yang akan dilakukan memiliki resiko yang sama dengan usaha PT.Usaha Tani Sejahtera sebelumnya. Sesuai tabel 4.2. maka rate sesuai WACC yang dipakai adalah 7.62%. Arus kas bersih proyek yang sudah dihitung sebelumnya akan didiskontokan masing-masing dengan kedua rate diatas untuk kemudian dihitung berapa NPV, IRR, PI dan Payback Period dari proyek tersebut.
12 12 Tabel 4.2. : Weighted Average Cost of Capital Hasil pengujian kedua rate tadi terhadap kriteria kelayakan proyek adalah sebagai berikut: Tabel 4.3. NPV,IRR, PI dan Payback Period dengan rate 6,65% Cash Inflow Laba Operasional *(1-tax) ( ) Biaya Penyusutan Nilai Sisa FA Total Inflow 0 ( ) Cash Outflow Fixed Asset Incremental WC Total OutFlow Net CashFlow ( ) ( ) PVIF 1,0000 0,9376 0,8792 0,8244 0,7730 0,7248 0,6796 0,6372 0,5975 0,5602 0,5253 PV ( ) ( ) NPV ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) IRR 20% Payback Period 5,14 Profitability Index 4,5 Net B/C 4, Cash Inflow Laba Operasional *(1-tax) Biaya Penyusutan Nilai Sisa FA Total Inflow Cash Outflow Fixed Asset Incremental WC Total OutFlow Net CashFlow PVIF 0,4925 0,4618 0,4330 0,4060 0,3807 0,3570 0,3347 0,3138 0,2943 0,2759 PV NPV IRR 20% Payback Period 5,14 Profitability Index 4,5 Net B/C 4,38 Tabel 4.4. NPV, IRR, PI dan Payback Period dengan rate sesuai WACC 7,62%
13 Cash Inflow Laba Operasional *(1-tax) ( ) Biaya Penyusutan Nilai Sisa FA Total Inflow 0 ( ) Cash Outflow Fixed Asset Incremental WC Total OutFlow Net CashFlow ( ) ( ) PVIF 1,0000 0,9292 0,8634 0,8023 0,7455 0,6927 0,6436 0,5981 0,5557 0,5164 0,4798 PV ( ) ( ) NPV ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) IRR 20% Payback Period 5,14 Profitability Index 4,5 Net B/C 4, Cash Inflow Laba Operasional *(1-tax) Biaya Penyusutan Nilai Sisa FA Total Inflow Cash Outflow Fixed Asset Incremental WC Total OutFlow Net CashFlow PVIF 0,4458 0,4143 0,3849 0,3577 0,3324 0,3088 0,2870 0,2666 0,2478 0,2302 PV NPV IRR 20% Payback Period 5,14 Profitability Index 4,5 Net B/C 4,38 Setelah pengujian kelayakan, maka analisis sensitivitas dibuat, untuk menguji kembali kelayakan tersebut terhadap perubahan faktor-faktor produksi yang tidak dapat dikendalikan manajemen perusahaan. Faktor-faktor tersebut adalah kenaikan harga pupuk, kenaikan harga bahan bakar, kenaikan nilai fixed asset, kenaikan upah/gaji, dan penurunan produktifitas atau jumlah hasil panen. Hasil dari analisis sensitifitas adalah sesuai tabel berikut :
14 14 Tabel 4.5.: Analisis Sensitivitas perubahan Faktor Produksi terhadap NPV,IRR, PP,PI, dan Net B/C dengan rate 6.65% Harga Pupuk Bahan Bakar Fixed Asset Upah/Gaji Produktivitas Produktivitas Produktivitas Asumsi Asumsi Uraian Asumsi Awal Asumsi kenaikan Asumsi Kenaikan Asumsi Kenaikan Asumsi Kenaikan Asumsi penurunan penurunan penurunan Harga bahan baku (pupuk KCL) % (12000) Harga bahan bakar (solar) % (22400) kenaikan mark up investasi FA 0% 7% Kenaikan upah/gaji 7% 3% Produktifitas ton 22,5 ton 22,1 ton NPV , , , , , , IRR 20,10% 19,65% 19,98% 19,18% 19,91% 15,59% 7% 6,69% Payback Period 5,14 5,24 5,17 5,33 5,15 6,24 9,94 10 Profitability Index 4,50 4,38 4,46 4,17 4,35 3,19 1,2 1,09 Net B/C 4,38 4,27 4,34 4,18 4,26 3,38 1,89 1,80 Tabel 4.6.: Analisis Sensitivitas perubahan Faktor Produksi terhadap NPV,IRR, PP,PI, dan Net B/C dengan rate 7.62% 5. Pembahasan 5.1. Analisis Finansial Kelayakan Proyek Sesuai tinjauan teori mengenai analisis kelayakan proyek/usaha, suatu proyek/usaha dinyatakan layak apabila memenuhi kriteria kelayakan proyek yaitu NPV > 0, IRR > dari rate yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas bersih proyek, PI > 1, Net B/C kurang lebih sama dengan PI, yaitu rasio benefit dan cost dari proyek tersebut, yang hasilnya juga harus >1, dan payback period harus lebih cepat dibanding umur proyek yang dalam penelitian ini adalah 20 tahun. Berdasarkan hasil pada tabel 4.3 dan 4.4 dimana NPV sebesar 274,886,763,617 dan 239,059,160,012, IRR adalah 20%, PI adalah sebesar 4,5, Net B/C sebesar 4,38, dan Payback Period dari proyek adalah 5 tahun 2 bulan, maka proyek ini layak untuk diterima/dilanjutkan oleh PT.Usaha Tani Sejahtera, meskipun dengan kondisi harga
15 15 jual singkong yang ditentukan oleh pihak pabrik yaitu sebesar Rp.650,-/kg singkong. Perubahan rate yang digunakan hanya berpengaruh terhadap perubahan nilai NPV. Sementara nilai IRR, PI dan payback period adalah tetap Analisis Sensitivitas Setelah Proyek dinyatakan layak, Analisis sensitivitas perlu dilakukan untuk melihat seberapa sensitif kelayakan proyek terhadap perubahan faktor-faktor produksi yang tidak dapat dikendalikan manajemen. Hal ini dilakukan mengingat setiap proyek mengandung ketidakpastian akan apa yang bisa terjadi di masa yang akan datang 9. Faktor-faktor yang diuji adalah kenaikan harga pupuk, kenaikan harga bahan bakar, kenaikan nilai fixed asset, kenaikan upah/gaji, dan penurunan produktifitas atau jumlah hasil panen. Pada penelitian ini, karena harga jual telah ditetapkan oleh pihak pabrik, maka variabel tersebut tidak diuji dalam analisis sensitivitas. Kenaikan harga bahan bakar diambil contoh kenaikan harga solar karena memberikan kontribusi besar dalam biaya bahan bakar dibandingkan bensin. Kenaikan bahan baku juga diambil kenaikan pupuk KCL saja, karena memberikan kontribusi biaya pembelian pupuk yang terbesar diantara pupuk lainnya. Satu variabel lagi yang sangat penting adalah jumlah hasil panen, karena besar tonase mempengaruhi pendapatan penjualan bagi PT.UTS. Pada tabel 4.5 dan 4.6 diatas, dapat dilihat analisis sensitivitas beberapa faktor produksi perkebunan UTS terhadap kriteria kelayakan proyek yaitu NPV, IRR, PP, PI dan Net B/C. Dari hasilnya dapat disimpulkan bahwa kebun UTS paling sensitif terhadap penurunan hasil produksi (jumlah hasil panen). Sedangkan faktor kenaikan bahan bakar paling tidak berpengaruh terhadap perubahan jumlah NPV, sehingga bisa dikatakan kebun PT.UTS tidak sensitif terhadap perubahan kenaikan bahan bakar. Pada hasil analisis sensitivitas dengan menggunakan rate 6.65%, penurunan jumlah panen sebanyak 5 ton saja (dari asumsi awal 35 ton menjadi 30 ton) memberi penurunan pada NPV sebesar ,48. Ketika jumlah panen dicoba diturunkan lagi menjadi 22,5 ton, nilai NPV berubah menjadi Angka tersebut diambil berdasarkan keterangan kepala kebun PT.UTS bahwa kebunnya pernah mengalami penurunan jumlah hasil panen sampai dengan 22 ton. Batas maksimal penurunan jumlah panen adalah 22,1 ton, dibawah jumlah itu akan merubah nilai NPV menjadi negatif. Pada perhitungan analisis sensitivitas dengan menggunakan rate WACC, perubahan pada penurunan produktifitas menjadi 22,5 ton, merubah NPV menjadi negatif. Sehingga apabila perhitungan kelayakan menggunakan rate WACC sebesar 7.62%, dengan jumlah hasil 9 Zubir (2006)
16 16 panen 22,5 ton, proyek menjadi tidak layak. Tidak seperti hasil analisis sensitivitas sebelumnya dengan menggunakan rate suku bunga deposito sebesar 6.65%, dimana penurunan jumlah hasil panen sebesar 22,5 ton hanya mengurangi nilai NPV saja, dengan kata lain proyek masih menghasilkan, tidak merubah proyek menjadi tidak layak. Batas maksimal penurunan jumlah panen tidak lagi sebesar 22.1 ton, akan tetapi menjadi 22,7 ton. 6. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian kriteria kelayakan yang dibuat sebelumnya, terbukti bahwa investasi pembelian lahan dan budidaya yang akan dilakukan PT.UTS layak untuk dilakukan. Bahkan dengan harga yang ditetapkan pihak pabrik sebesar Rp.650,00/kg, masih dapat memberikan nilai NPV sebesar , IRR sebesar 20%, Profitability index sebesar 4,5 (>1), Net B/C sebesar 4,38, dan periode pengembalian investasi 5 tahun 2 bulan. Apabila PT.UTS dapat menjual harga sesuai harga pasar yang sekarang mencapai Rp.850,00/kg, menaikkan NPV menjadi sebesar ; IRR naik menjadi 31%; sehingga masa pengembalian investasi juga menjadi lebih singkat yaitu tiga tahun tujuh bulan. Akan tetapi, apabila dilihat penetapan harga jual oleh pabrik juga melindungi PT.UTS, apabila pada kondisi real terjadi penurunan harga singkong di pasar. Pada penelitian ini dilakukan juga pengujian kriteria kelayakan proyek dengan menggunakan discount rate yang diambil dari weighted average cost of capitalnya yaitu sebesar 7.62%. Pengujian tersebut menghasilkan NPV sebesar 239,059,160,012; IRR sebesar 20%; Payback Period selama 5 tahun 2 bulan; profitability index sebesar 4,5 dan Net B/C sebesar Semakin tinggi IRR dibandingkan dengan biaya modalnya (WACC), semakin baik usaha tersebut untuk dipilih 10. Dari Hasil analisis sensitivitas, proyek ini tidak peka terhadap tiga dari lima variabel yang diuji, yaitu Harga bahan bakar, kenaikan nilai Fixed asset, dan kenaikan upah gaji. Akan tetapi peka terhadap perubahan Harga pupuk (bahan baku) dan penurunan jumlah produksi singkong (hasil panen). Tingkat penurunan atau kenaikan Harga pupuk dan jumlah hasil panen membawa perubahan pada nilai NPV. Terutama untuk jumlah hasil panen karena sepenuhnya bergantung terhadap perlakuan budidaya tanaman singkong. Termasuk di dalamnya pemberian pupuk. Selain itu, perlakuan tanaman memilik banyak faktor resiko yang dapat menyebabkan penurunan jumlah hasil panen. seperti serangan hama dan gulma, kondisi cuaca ekstrem, dan faktor-faktor budidaya lainnya. 10 Zubir, p (2006)
17 17 7. Saran Saran yang dapat diberikan bagi manajemen PT.UTS adalah agar mempertahankan produktifitas hasil perkebunan singkongnya, dengan lebih memperhatikan faktor-faktor dalam melakukan budidaya singkong agar hasil panen maksimal. Angka 35 ton per hektar bukan tidak mungkin untuk ditingkatkan menjadi 40 ton per hektar, agar proyek mendapatkan keuntungan yang maksimal. Perlu diwaspadai juga untuk mempertahankan produktifitasnya di angka 22,7 ton, dibawah itu, proyek akan menjadi tidak layak. Departemen Keuangan dan Administrasi PT.UTS agar lebih memperhatikan penyimpanan data keuangan dengan lebih baik. Sebaiknya data yang dibuat secara manual dapat lebih tertata, sehingga dapat dilihat kembali di masa yang akan datang sebagai referensi. Kesadaran akan pentingnya sumber data keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan tampaknya perlu ditingkatkan, apalagi mengingat akan masuknya investor yang tentunya menginginkan keuntungan maksimal. Apabila PT.UTS memutuskan untuk menerima tawaran pihak Pabrik untuk berinvestasi membeli lahan dan budidaya, maka perlu dilihat kembali klausul dalam perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak. Salah satunya, pihak pabrik perlu mengetahui batas atas harga pembelian singkong. Seberapa tinggi pihak pabrik mampu membeli singkong dari PT.UTS. Hal tersebut berkaitan dengan kepekaan proyek ini terhadap jumlah hasil panen yang sangat terpengaruh oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan yaitu alam. Dan juga mengingat PT.UTS pernah mengalami penurunan hasil panen sampai dengan 22 ton, yang membuat NPV menjadi negatif, maka diperlukan pengecualian terhadap kondisi tersebut terhadap kesepakatan harga jual, sehingga pihak PT.UTS tetap dapat beroperasi dan memiliki keuntungan, tanpa merugikan pihak pabrik. Daftar Referensi Adelman, Philip J., Marks, Alan M.(2007).Entrepreneurial Finance (4th ed.).new Jersey :Pearson Prentice Hall. Cooper, Donald R., Schindler, Pamela S.(2008).Business Research Methods(10th ed.).new York: McGraw-Hill Companies, Inc. Djajadiningrat, Surna Tjahja; dkk.(2011).ekonomi Hijau/Green Economy. Bandung: Rekayasa Sains.
18 18 Gray, Clive; et al.(2002).pengantar Evaluasi Proyek (2nd ed.).jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. The Pembina Institute, Energy Source : Bioenergy, (n.d.). Prihandana, Rama; dkk.(2007). Bioetanol Ubi Kayu : Bahan Bakar Masa Depan. Jakarta: AgroMedia Pustaka. Ross, Stephen A., Westerfield, Randolph W., Jordan, Bradford D.(2008). Corporate Finance Fundamentals(8th ed.).new York: McGraw-Hill Companies, Inc. Zubir, Zalmi, SE., MBA.(2006).Studi Kelayakan Usaha. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Kerangka pemikiran penelitian ini diawali dengan melihat potensi usaha yang sedang dijalankan oleh Warung Surabi yang memiliki banyak konsumen
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Untuk menjawab pertanyaan dari studi ini banyak digunakan acuan teori keuangan. Teori yang digunakan untuk landasan perhitungan studi ini adalah teori proses bisnis, financial planning
Landasan Teori BAB II. Kelayakan Usaha
BAB II Landasan Teori Kelayakan Usaha James C. Van Horne (1989:303) mengemukakan bahwa Feasibility is allocations of capital to long term capital investment used in the production of goods or services.
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Budget Budget adalah ungkapan kuantitatif dari rencana yang ditujukan oleh manajemen selama periode tertentu dan membantu mengkoordinasikan apa yang dibutuhkan untuk diselesaikan
METODOLOGI PENELITIAN. (Purposive) dengan alasan daerah ini cukup representatif untuk penelitian yang
IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2011, bertempat di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor,
VIII. ANALISIS FINANSIAL
VIII. ANALISIS FINANSIAL Analisis aspek finansial bertujuan untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.
ASPEK KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.
ASPEK KEUANGAN Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. PENDAHULUAN Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran
VII. PEMBAHASAN ASPEK FINANSIAL
VII. PEMBAHASAN ASPEK FINANSIAL 7.1. Proyeksi Arus Kas (Cashflow) Proyeksi arus kas merupakan laporan aliran kas yang memperlihatkan gambaran penerimaan (inflow) dan pengeluaran kas (outflow). Dalam penelitian
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang.
42 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam upaya mengembangkan usaha bisnisnya, manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Langkah pertama
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1.Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Proyek Menurut Husnan dan Suwarsono (2000), proyek pada dasarnya merupakan kegiatan yang menyangkut pengeluaran modal (capital
VII ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL
VII ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan pembesaran ikan lele sangkuriang kolam terpal. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam aspek finansial
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT Mekar Unggul Sari, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha yang semakin berkembang saat ini, di mana ditunjukkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia usaha yang semakin berkembang saat ini, di mana ditunjukkan dengan meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai sektor industri baik dalam industri yang
IV METODOLOGI PENELITIAN
IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di sebuah lokasi yang berada Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Propinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada akhirnya setelah penulis melakukan penelitian langsung ke perusahaan serta melakukan perhitungan untuk masing-masing rumus dan mencari serta mengumpulkan
IV. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Peternakan Maju Bersama, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si PENDAHULUAN Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaan,
III. METODOLOGI PENELITIAN
16 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Usaha pengembangan kerupuk Ichtiar merupakan suatu usaha yang didirikan dengan tujuan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Melihat dari adanya peluang
Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1)
M a n a j e m e n K e u a n g a n 96 Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1) Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menghitung, dan menjelaskan mengenai penggunaan teknik penganggaran modal yaitu Payback
METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengumpulan Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian dilakukan di Usaha Mi Ayam Bapak Sukimin yang terletak di Ciheuleut, Kelurahan Tegal Lega, Kota Bogor. Lokasi penelitian diambil secara sengaja (purposive)
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan peternakan sapi perah di CV. Cisarua Integrated Farming, yang berlokasi di Kampung Barusireum, Desa Cibeureum, Kecamatan
BAB I PENDAHULUAN. Bergesernya pola hidup masyarakat secara global yang semakin hari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bergesernya pola hidup masyarakat secara global yang semakin hari semakin menginginkan pola hidup yang sehat, membuat adanya perbedaan dalam pola konsumsi
12/23/2016. Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA
Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA Bagaimana kesiapan permodalan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis dan apakah bisnis yang akan dijalankan dapat memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan?
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab empat, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Sebelum melakukan analisis
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Proyek Proyek memiliki beberapa pengertian. Menurut Kadariah et al. (1999) proyek ialah suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Analisis Kelayakan Usaha Analisis Kelayakan Usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan permasalahan serta maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut: 1. Estimasi incremental
ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO
ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO ASPEK INVESTASI UU & PERATURAN BIDANG USAHA STRATEGI BISNIS KEBIJAKAN PASAR LINGKUNGAN INVESTASI KEUANGAN TEKNIK & OPERASI ALASAN INVESTASI EKONOMIS Penambahan Kapasitas
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Peternakan Domba Tawakkal, yang terletak di Jalan Raya Sukabumi, Desa Cimande Hilir No.32, Kecamatan Caringin, Kabupaten
III. METODE PENELITIAN
17 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Gula merah tebu merupakan komoditas alternatif untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula. Gula merah tebu dapat menjadi pilihan bagi rumah tangga maupun industri
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI 6.1 Pendahuluan Industri surimi merupakan suatu industri pengolahan yang memiliki peluang besar untuk dibangun dan dikembangkan. Hal ini didukung oleh adanya
EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN TEKNIK CAPITAL BUDGETING (Studi Kasus Pada Po. Pion Transport Malang)
EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN TEKNIK CAPITAL BUDGETING (Studi Kasus Pada Po. Pion Transport Malang) Arief Budiman Nengah Sudjana Raden Rustam Hidayat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis mengemukakan teori-teori terkait penelitian. Teori-teori tersebut antara lain pengertian proyek, keterkaitan proyek dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Penelitian oleh Dwi Susianto pada tahun 2012 dengan judul Travel AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian
BAB I PENDAHULUAN. baik agar penambangan yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian baik. dari segi materi maupun waktu. Maka dari itu, dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri pertambangan membutuhkan suatu perencanaan yang baik agar penambangan yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian baik dari segi materi maupun waktu. Maka dari
Investasi dalam aktiva tetap
Investasi dalam aktiva tetap Investasi dalam aktiva tetap Secara konsep Investasi dalam aktiva tetap tidak ada perbedaan dengan Investasi dalam aktiva lancar Perbedaannya terletak pada waktu dan cara perputaran
BAB I PENDAHULUAN. Kondisi suatu pasar yang dapat menjanjikan tingkat profitabilitas yang cukup
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kondisi suatu pasar yang dapat menjanjikan tingkat profitabilitas yang cukup menarik dan menguntungkan tentu saja akan mendorong para pengusaha untuk masuk
Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11
Aspek Ekonomi dan Keuangan Pertemuan 11 Aspek Ekonomi dan Keuangan Aspek ekonomi dan keuangan membahas tentang kebutuhan modal dan investasi yang diperlukan dalam pendirian dan pengembangan usaha yang
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Data dan Instrumentasi 4.3. Metode Pengumpulan Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian mengambil tempat di kantor administratif Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Jawa Barat yang berlokasi di Kompleks Pasar Baru Lembang
PENILAIAN INVESTASI. Bentuk investasi dibedakan 1. Berdasarkan asset yang dimiliki 2. Berdasarkan lamanya waktu investasi
PENILAIAN INVESTASI I. Pengertian Investasi Investasi adalah penanaman (pengeluaran) modal (uang) waktu sekarang yang hasilnya baru diketahui diwaktu kemudian. Bentuk investasi dibedakan. Berdasarkan asset
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Restoran Pastel and Pizza Rijsttafel yang terletak di Jalan Binamarga I/1 Bogor. Pemilihan tempat penelitian ini dilakukan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KERANGKA TEORI 2.1.1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Studi Kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang kegiatan atau usaha atau bisnis
Bab 5 Penganggaran Modal
M a n a j e m e n K e u a n g a n 90 Bab 5 Penganggaran Modal Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan mengenai teori dan perhitungan dalam investasi penganggaran modal dalam penentuan keputusan
VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL
VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan dapat mengunakan. Analisis finansial. Adapun kriteria kriteria penilaian investasi yang dapat digunakan yaitu
KERANGKA PEMIKIRAN. 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Studi kelayakan merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Dian Layer Farm yang terletak di Kampung Kahuripan, Desa Sukadamai, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan
KERANGKA PEMIKIRAN. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang konsep dan teori yang
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual Pada bagian ini akan dijelaskan tentang konsep dan teori yang berhubungan dengan penelitian studi kelayakan usaha pupuk kompos pada Kelompok Tani
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Pengertian Investasi Kasmir dan Jakfar (2009) menyatakan bahwa investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Usaha warnet sebetulnya tidak terlalu sulit untuk didirikan dan dikelola. Cukup membeli beberapa buah komputer kemudian menginstalnya dengan software,
III. KERANGKA PEMIKIRAN. Menurut Kadariah (2001), tujuan dari analisis proyek adalah :
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Analisis Kelayakan Investasi Pengertian Proyek pertanian menurut Gittinger (1986) adalah kegiatan usaha yang rumit karena penggunaan sumberdaya
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Kota depok yang memiliki 6 kecamatan sebagai sentra produksi Belimbing Dewa. Namun penelitian ini hanya dilakukan pada 3 kecamatan
5.3 Keragaan Ekonomi Usaha Penangkapan Udang Net Present Value (NPV)
5.3 Keragaan Ekonomi Usaha Penangkapan Udang 5.3.1 Net Present Value (NPV) Usaha penangkapan udang, yang dilakukan oleh nelayan pesisir Delta Mahakam dan sekitarnya yang diproyeksikan dalam lima tahun
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu 4.2. Metode Pengambilan Responden 4.3. Desain Penelitian
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Desa Blendung, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini ditentukan secara sengaja (purposive)
IV. ANALISA FAKTOR KELAYAKAN FINANSIAL
32 IV. ANALISA FAKTOR KELAYAKAN FINANSIAL 4.1. Identifikasi Indikator Kelayakan Finansial Pada umumnya ada enam indikator yang biasa dipertimbangkan untuk dipakai dalam penilaian kelayakan finansial dari
ABSTRAK Kata Kunci: capital budgeting, dan sensitivity analysis.
ABSTRAK PT. Usaha Panca Samitra merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor umum. Didirikan pada november tahun 2003 oleh beberapa pengusaha. Pada saat ini PT. Usaha Panca Samitra berencana
pendekatan rasional, yang pembuktiannya mudah dilakukan, sedangkan pertimbangan kualitatif
A. PENDAHULUAN Terlaksananya suatu proyek investasi, seringkali tergantung kepada pertimbangan manajemen yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Pertimbangan kuantitatif lebih bersifat kepada pendekatan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis/Desain Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif dan tipe data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Sehingga penelitian ini bersifat deskriptif
MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M
MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M TIME VALUE OF MONEY Nilai uang saat ini lebih berharga dari pada nanti. Individu akan memilih menerima uang yang sama sekarang daripada nanti, dan lebih
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikirian Teoritis Penelitian tentang analisis kelayakan yang akan dilakukan bertujuan melihat dapat tidaknya suatu usaha (biasanya merupakan proyek atau usaha investasi)
MATERI 7 ASPEK EKONOMI FINANSIAL
MATERI 7 ASPEK EKONOMI FINANSIAL Analisis kelayakan finansial adalah alat yang digunakan untuk mengkaji kemungkinan keuntungan yang diperoleh dari suatu penanaman modal. Tujuan dilakukan analisis kelayakan
VII. KELAYAKAN ASPEK FINANSIAL
VII. KELAYAKAN ASPEK FINANSIAL Kelayakan aspek finansial merupakan analisis yang mengkaji kelayakan dari sisi keuangan suatu usaha. Aspek ini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah usaha budidaya nilam
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Penentuan Narasumber
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di peternakan milik Bapak Sarno yang bertempat di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Pemilihan lokasi
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Pemilihan lokasi secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa
PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING)
Modul ke: PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING) Fakultas FEB MEILIYAH ARIANI, SE., M.Ak Program Studi Akuntansi http://www.mercubuana.ac.id Penganggaran Modal ( Capital Budgeting) Istilah penganggaran
METODE PERBANDINGAN EKONOMI. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada
METODE PERBANDINGAN EKONOMI METODE BIAYA TAHUNAN EKIVALEN Untuk tujuan perbandingan, digunakan perubahan nilai menjadi biaya tahunan seragam ekivalen. Perhitungan secara pendekatan : Perlu diperhitungkan
METODE PENELITIAN. ini yang dianalisis adalah biaya, benefit, serta kelayakan usahatani lada putih yang
III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yang merupakan suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini penulis menjelaskan tinjauan teori-teori yang terkait yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini penulis menjelaskan tinjauan teori-teori yang terkait yang digunakan dalam analisa dan pembahasan penelitian ini satu persatu secara singkat dan kerangka berfikir
DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xii
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai perusahaan yang bergerak di bidang makloon konveksi. Karena kapasitas produksi yang tidak mencukupi, maka perusahaan bermaksud untuk melakukan ekspansi berupa penambahan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikirian Teoritis 3.1.1 Studi Kelayakan Proyek Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi)
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Teori Manfaat dan Biaya Dalam menganalisa suatu usaha, tujuan analisa harus disertai dengan definisi-definisi mengenai biaya-biaya dan manfaat-manfaat.
ANALISIS CAPITAL BUDGETING UNTUK MENILAI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP (Studi Pada CV. Alfa 99 Malang)
ANALISIS CAPITAL BUDGETING UNTUK MENILAI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP (Studi Pada CV. Alfa 99 Malang) Erika Kuncahyani Achmad Husaini Maria Goretti Wi Endang Fakuktas Ilmu Administrasi Universitas
Oleh : Ani Hidayati. Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi
Oleh : Ani Hidayati Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Keputusan Investasi (capital investment decisions) Berkaitan dengan proses perencanaan, penentuan tujuan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoretis Kerangka pemikiran teoretis merupakan suatu penalaran peneliti yang didasarkan pada pengetahuan, teori, dalil, dan proposisi untuk menjawab suatu
BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN
23 BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN 4.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 4.1.1 Studi Kelayakan Usaha Proyek atau usaha merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat (benefit) dengan menggunakan sumberdaya
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Menurut Surakhmad, (1994: ), metode deskriptif analisis, yaitu metode
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Metodelogi Penelitian Menurut Surakhmad, (1994:140-143), metode deskriptif analisis, yaitu metode yang memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa
BAB I PENDAHULUAN. telah dibuka maka investasi harus terus dilanjutkan sampai kebun selesai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bisnis perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu bisnis yang dinilai prospektif saat ini. Karakteristik investasi dibidang perkebunan kelapa sawit teramat berbeda
DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1
ABSTRAK Seorang investor pemilik PT X menilai permintaan dan pangsa pasar di kota Bandung terlihat masih menjanjikan untuk bisnis Depot air Minum isi ulang AMIRA. Tetapi sebelum investor menanamkan modalnya
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Bisnis Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Penentuan Responden
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Elsari Brownies and Bakery yang terletak di Jl. Pondok Rumput Raya No. 18 Bogor. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Bisnis Gittinger (1986) menyebutkan bahwa proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Bisnis 2.1.1 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris busy yang artinya sibuk, sedangkan business artinya kesibukan. Bisnis dalam
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA TOKO BIN AGIL DI JALAN RAYA CONDET, JAKARTA TIMUR : MUAMMAL IRZAD NPM :
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA TOKO BIN AGIL DI JALAN RAYA CONDET, JAKARTA TIMUR NAMA : MUAMMAL IRZAD NPM : 14212737 JURUSAN : MANAJEMEN DOSEN PEMBIMBING : BUDI UTAMI, SE., MM Latar Belakang Perdagangan
BAB 4 PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB 4 PEMBAHASAN PENELITIAN Berdasarkan pada data-data yang telah diperoleh pada bab-bab sebelumnya, maka pada bab ini akan dilakukan pengolahan data dan analisis terhadap data-data tersebut. 4.1. Biaya
METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengumpulan Data
VI METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian dilakukan di Wisata Agro Tambi, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive
ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI PENILAIAN EKSPANSI USAHA (Studi Kasus pada PT. Wijaya Karya Beton, Tbk)
ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI PENILAIAN EKSPANSI USAHA (Studi Kasus pada PT. Wijaya Karya Beton, Tbk) Aditya Satriawan Topowijono Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
A Modal investasi Jumlah (Rp) 1 Tanah Bangunan Peralatan Produksi Biaya Praoperasi*
A Modal investasi Jumlah (Rp) 1 Tanah 150.000.000 2 Bangunan 150.000.000 3 Peralatan Produksi 1.916.100.000 4 Biaya Praoperasi* 35.700.000 B Jumlah Modal Kerja 1 Biaya bahan baku 7.194.196.807 2 Biaya
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI A. Metode Kelayakan Investasi Evaluasi terhadap kelayakan ekonomi proyek didasarkan pada 2 (dua) konsep analisa, yaitu analisa ekonomi dan analisa finansial. Analisa ekomoni bertujuan
Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
Capital Budgeting Penganggaran Modal (Capital Budgeting) Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas
BAB V HASIL ANALISA. dan keekonomian. Analisis ini dilakukan untuk 10 (sepuluh) tahun. batubara merupakan faktor lain yang juga menunjang.
BAB V HASIL ANALISA 5.1 ANALISIS FINANSIAL Untuk melihat prospek cadangan batubara PT. XYZ, selain dilakukan tinjauan dari segi teknis, dilakukan juga kajian berdasarkan aspek keuangan dan keekonomian.
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Proyek Proyek adalah suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit),
BAB 6 ASPEK KEUANGAN
BAB 6 ASPEK KEUANGAN Mengelola keuangan suatu usaha bukan hanya dilakukan oleh usaha yang besar saja, tetapi usaha kecil dan menengah juga harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Karena
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian kelayakan Usaha pembenihan dan pembesaran ikan lele Sangkuriang dilakukan di Perusahaan Parakbada, Katulampa, Kota Bogor, Provinsi Jawa
INTISARI. Kata-kata Kunci: Investasi, Studi Kelayakan, Penganggaran Modal, Analisis Sensitifitas. Universitas Kristen Maranatha
INTISARI Pada studi kasus ini, saya ingin mengidentifikasikan kelayakan investasi PT Satu Hati di Purwokerto. Perusahaan ini ingin membeli lima unit tangki minyak tanah untuk mendukung operasional pemasarannya.
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI 4.1. KONSEP INVESTASI Penganggaran modal adalah merupakan keputusan investasi jangka panjang, yang pada umumnya menyangkut pengeluaran yang besar yang akan memberikan
BAB I PENDAHULUAN. agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, persaingan yang terjadi di dalam dunia usaha begitu ketat, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk dapat mengambil tindakan yang tepat agar
ANALISA KELAYAKAN BISNIS PT. SUCOFINDO UNIT PELAYANAN DONDANG. Sahdiannor, LCA. Robin Jonathan, Suyatin ABSTRACT
ANALISA KELAYAKAN BISNIS PT. SUCOFINDO UNIT PELAYANAN DONDANG Sahdiannor, LCA. Robin Jonathan, Suyatin Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia. ABSTRACT SAHDIANNOR,
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI. Nama : Aji Tri Sambodo NPM : Kelas : 3EA18
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI Nama : Aji Tri Sambodo NPM : 10210466 Kelas : 3EA18 Pendahuluan Penilaian investasi / studi kelayakan sangat diperlukan oleh orang atau badan yang
VIII. ANALISIS FINANSIAL
VIII. ANALISIS FINANSIAL Analisis finansial bertujuan untuk menghitung jumlah dana yang diperlukan dalam perencanaan suatu industri melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan
BAB III METODE PENELITIAN. Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara. Pemilihan lokasi
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di industri pembuatan tempe UD. Tigo Putro di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara. Pemilihan
