TUGAS MANAJEMEN LINTAS BUDAYA
|
|
|
- Inge Atmadja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TUGAS MANAJEMEN LINTAS BUDAYA Kelompok IV 1. Haritsya Khulud Ragil Yuda Wigih Sarono FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011
2 Bab I PENDAHULUAN BAGAIMANA NORMA-NORMA ETIKA MENJADI DIDIRIKAN DALAM BUDAYA DAN APA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENGUBAHNYA? Keadaan saat ini penelitian tentang etika bisnis dan etika bisnis internasional tidak dapat menjawab tentang bagaimana norma etika berkembang dan berubah. Analisis bagaimana norma etika yang digabungkan dengan bagian budaya lain akan mengarahkan pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana norma berkembang dan menjadi mengeras. Contohnya, Trompenaars dimensi universalisme dan particularisme mengacu pada kecenderungan dari budaya untuk focus pada aturanaturan(universalisme) daripada hubungan (partikularisme). Trompenaars bersikap mengikuti hipotesis situasi: Kamu naik mobil yang dikendarai oleh teman dekatmu. Dia menabrak pejalan kaki. Kamu tau dia melaju kurang dari 35 km/jam di area kota dimana kecapatan maksimum yang dobolehkan 20 km/jam. Disana juga tak ada saksi. Pengacaranya mengatakan bila kamu meberikan kesaksian dibawah sumpah bila dia hanya mengendarai 20 km/jam itu mungkin menyelamatkannya dari konsekuensi yang serius. Apa hak teman Anda untuk mengarapkan Anda untuk melindunginya? (Trompenaars, 1994: 34) Trompenaars menemukan pada budaya universalisme, seperti US, banyak responden mersakan kecil atau tidak ada kewajiban untuk bersaksi pada kepentingan teman mereka. Tetapi pada budaya partikularisme, seperti Korea Utara atau Rusia, dimana hubungan dengan teman adalah lebih penting mempertimbangkan hubungan. Responden akan berbohong tentang kesaksiannya untuk melindungi temannya. Di US, diri Anda bersumpah palsu untuk melindungi teman anda dianggap tidak etis, tapi di budaya particularisme, menolak untuk menunjukkan kesetiaan Anda dan tidak berbohong untuk teman Anda dianggap pelanggaran lebih tidak etis. Satu dapat memeriksa konsep etika seperti persetujuan moral dan hubungannya dengan dimensi budaya(jones and Ryan, 1997). Persetujuan moraldidefinisikan sebagai "keinginan untuk persetujuan moral dari diri sendiri atau lainnya". Jones dan Ryan berpendapat bahwa moral tentang persetujuan moral adalah factor penting sebagai aktor menghadapi suatu situasi di mana keputusan tentang kursus etika tindakan yang diperlukan. Menurut Trompenaars, satu akan mengharapkan untuk memiliki makna yang kurang dalam budaya di mana hubungan tidak terlalu penting. Oleh perluasan sikap etis perusahaan mungkin lebih penting dalam kebudayaan di mana hubungan adalah penting. Efek reputasi dan persepsi konsumen dari sikap etis perusahaan mungkin lebih penting dalam kebudayaandi mana hubungan adalah penting. Akan menarik untuk mengambil contoh-contoh lebih lanjut dari konsep etika, banyak yang telah dikembangkan di AS dan untuk memeriksa kesesuaian dalam budaya lain. Sama pentingnyaakan studi konsep etika yang dikembangkan dalam budaya lain.
3 Bab II PEMBAHASAN TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN ETIKA BISNIS DI NEGARA YANG BERBEDA Suatu bagian awal bab ini menyatakan bahwa salah satu bentuk penelitian empiris dalam Internasional etika bisnis adalah penelitian yang memberikan informasi tentang bagaimana negaranegara yang berbeda dan budaya yang berbeda melihatbidang etika bisnis. Ilustrasi dari tiga negaranegara tertentufokus pada apa yang diketahui tentang etika bisnis di setiap negara. Tiga negara adalah Jepang, Denmark, dan Nigeria, terpilih karena perbedaan tahap perkembangan etika bisnis. A. JAPAN Ada banyak dokumentasi tentang kondisi di bidang etika bisnis di beberapa negara berkembang seperti Jepang (Badaracco, 1993; Carpenter, 1991; taka, 1994, 1997). DeGoerge(1994) Jepang salah satu dari empat negara diluar US dan Eropa di mana bidang etika bisnis taken hold (mengakar). Taka(1997) dijelaskan bahwa mayoritas di Jepang Etika bisnis lebih mendefinisikan etika bisnis sebagai suatu disiplin yang bersangkutan dengan hubungan antara aktivitas perusahaan dan realisasi keadilan baik didalam dan di luar perusahaan. Sehingga hanya focus pada perusahaannya. Lebih luas mencapai isu social, serta pemerintah dan isu keluarga, dianggap diluar etika bisnis. Selanjutnya, Jepang memahami etika bisnis dapat dicapai hanya dengan pemahaman sejajar pada dimensi social dan kepercayaan budaya(taka, 1994). Jepang norma perilaku yang sesuai dipengaruhi baik kepercayaan tradisional dan modern, dan cenderung menekankan pentingnya tanggungjawab kelompok dan moral, serta moral individu. Hubungan yang dimiliki individu ke kelompok sangat penting, seperti Jepang adalah masyarakat kolektivis. Pada prinsip etika seperti kesetiaan ke perusahaan memilki perbedaan tersendiri di Jepang daripada prinsip etika daripada yang dilakukan di negara individual. Di US, Mahasiswa MBA biasanya memegang harapan tinggal dalam pekerjaan pertama, berbeda dengan mahasiswa Jepang mengharapkan tetap setia kepada perushaan, mungkin sampai waktu yang lama, dan berpikir tentang karir mereka dalam hubungan dengan perusahaan. Perbedaan pandangan pada etika bisnis antara US dan Jepang yaitu pada sikap manajerial. Contohnya, Manager Amerika cenderung mengandalkan etika individual yang dimilki dalam mengambil keputusan bisnis, namun Manager Jepang lebih percaya mengikuti kebijakan perusahaan. B. DENMARK Peneltian terakhir diinformasikan telah memberitahukan kami keadaan etika bisnis di Denmark (Pruzan, 1998). Pruzan mengidentifikasikan lima pokok tema yang menarik dalam focus topic: Politik Konsumen (konsumen yang sangat prihatin tentang lingkungan danresponsobily sosial perusahaan), etika investor, Corporate Social Responsibility, social dan etika akun. Pruzan hanya outlined menarik di etika bisnis di Copenhagen. Business School. Tentu saja, sulit untuk menemukan skandal yang terkait dengan bisnis di Denmark. Topik dari tanggungjawab sosial perusahaantelah menerima banyak perhatian, sehingga kesadaran masyarakat dan tindakan sepanjang tahun 1990-an. misalnya,pada tahun 1996, Carlsberg membuat keputusan untuk tidakmelaksanakan rencana untuk membangun tempat pembuatan birdi Burma, setelah lobi-lobi intensif oleh aktivis hak asasi manusiayang proted rekor againts Burma hak asasi manusia. similary,cheminova, juga tahu produsen pestisida Denmark, telah terlibatdalam produksi dan penjualan produk-produk beracun yang digunakan oleh terlindungi, pekerja terlatih di Kosta Rika. Ketikapraktek
4 ini diungkapkan pada tahun 1997, manajemen senior di Cheminova menghentikan semua penjualan lebih lanjut dariproduk sampai dapat diberikan dalam bentuk yang lebih aman(pruzan, 1998). C. NIGERIA Nigeria adalah mitra dagang terbesar AS di sub-sahara Afrika dan yang menarik untuk studi tentang etika bisnis internasional untuk sebuah alasan nomor. Ingat bahwa Nigeria menerima peringkat sangat rendah oleh Transparency International, peringkat nomor 98 dari 99 negara. Selain itu, Nigeria memiliki catatan buruk hak asasi manusia serta sistem ekonomi danpolitik yang tidak stabil. Akhirnya, Shell Group Keterlibatan di Nigeria telah meminta perhatian terhadap isuisu perusahaan multinasional 'tanggung jawab etis di negara-negaraberkembang. Shell telah dikritik karena tidak berusaha untuk menghindari excution sembilan aktivis lingkungan olehpemerintah Nigeria pada tahun Aktivis itu memprotes Shellagaints untuk merusak lingkungan dugaan ke tanah air mereka. Pengkritik menunjukkan kurangnya Shell dari kecaman publik pemerintah sebagai indikasi dukungan bagi rezim militer yang brutal. Sebagai perusahaan minyak paling menonjol operting di Nigeria, Shell menemukan dirinya menjadi target kemarahan Internasional. Shell dipertahankan seluruh kontroversi bahwa perusahaan tidak harus menggunakan pengaruh ekonomimereka untuk "menopang" atau menjatuhkan pemerintah. JIKA ETIKA BISNIS ADALAH SAMPAI BATAS TERTENTU PROSES DIFUSI, SIAPA YANG CENDERUNG MENGADOPSI STANDAR ETIKA DAN SIAPA YANG TIDAK? Jika kita berfikir tentang proses difusi, kita dapat melihat pada pertanyaan yang menarik tidak hanya tentang siapa yang akan mengadopsi standar dari etika bisnis, tapi juga siapa yang kemungkinan tidak akan mengadopsinya. Mari kita ambil sekolah jurusan etika bisnis sebagai contoh. Jurusan ini berawal mula dari US dan lambat laun mulai diadopsi oleh negara lainnya. Mahoney (1990) mendokumentasikan eksistensi dari tumbuh kembangnya jurusan etika bisnis di UK dan negara Eropa lainnya. Bahkan sekolah yang tidak memiliki jurusan etika bisnis memasukkan materi etika bisnis dalam pelajaran lainnya. Hal ini dapat dijumpai di sekolah bisnis Eropa, yang mana lebih cenderung untuk memasukkan lebih banyak pelajaran ilmu sosial daripada sekolah bisnis di US. Sebagai tambahan, terdapat inisiatif etika bisnis yang bertempat di berbagai universitas di berbagai belahan dunia. Sebagai contoh, program MBA (ESEADE) dari Universitas Francisco Maroquin di Guatemala melakukan survey untuk mengadakan seminar etika bisnis pada manajer perusahaan menengah dan besar (1998). (Transparasi Internasional meranking Guatemala pada posisi 68 dalam index Persepsi Korupsi. Universitas ini melakukan interview secara tatap muka terhadap 77 senior manajer. Para peneliti mulai bertanya dengan beberapa pertanyaan yang menyangkut tantang bagaimana pentingnya etika menurut mereka, lalu menanyai tentang kemungkinan ketertarikan mereka untuk hadir dalam seminar etika. Hasilnya menunjukkan keinginan yang kuat, dimana 86 persen manajer merangking etika sebagai hal yang Sangat Penting. Manajer diminta untuk menyebutkan aspek yang seseorang harus miliki agar dapat memberikan kontribusi terhadap kesuksesan perusahaan. Diantara 6 faktor paling penting yang disebutkan, ada 3 yang berhubungan dengan etika : tanggung jawab, etika kerja, dan kejujuran. Studi seperti yang satu ini di Guatemala mengindentifikasikan bahwa disana ada kepentingan dalam kursus etika bisnis di seluruh dunia baik pada pihak institusi akademis dan pada pihak orang bisnis. Jika itu benar bahwa sekolah bisnis program MBA mengadopsi program etika bisnis, maka masa depan dari penelitian diperlukan untuk mendokumentasikan cara-cara di mana proses adopsi ini telah disesuaikan dengan masing-masing negara.
5 Bab III KESIMPULAN Keadaan saat ini penelitian tentang etika bisnis dan etika bisnis internasional tidak dapat menjawab tentang bagaimana norma etika berkembang dan berubah. Analisis bagaimana norma etika yang digabungkan dengan bagian budaya lain akan mengarahkan pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana norma berkembang dan menjadi mengeras. Beberapa negara bahkan memiliki berbedaan dalam mengartikan etika bisnis, seperti Jepang, US, Denmark, Nigeria. Di Jepang mereka negara dengan yang termasuk Etika bisnis Jepang lebih mendefinisikan etika bisnis sebagai suatu disiplin yang bersangkutan dengan hubungan antara aktivitas perusahaan dan realisasi keadilan baik didalam dan di luar perusahaan. Sehingga hanya focus pada perusahaannya. Lebih luas mencapai isu social, serta pemerintah dan isu keluarga, dianggap diluar etika bisnis. US terkenal dengan negara universalisme banyak orang mersakan kecil atau tidak ada kewajiban untuk bersaksi pada kepentingan teman mereka. Dengan melihat contohnya etika bisnis yang ada pada beberapa negara, kita bisa mengetahui etika bisnis yang baik apabila bekerja sama dengan negara yang memiliki budaya yang berbeda. Kepentingan dalam kursus etika bisnis di seluruh dunia baik pada pihak institusi akademis dan pada pihak orang bisnis. Jika itu benar bahwa sekolah bisnis program MBA mengadopsi program etika bisnis, maka masa depan dari penelitian diperlukan untuk mendokumentasikan cara-cara di mana proses adopsi ini telah disesuaikan dengan masing-masing negara
6
PROGRAM STUDI BISNIS INTERNASIONAL JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KONTRIBUSI PENELITIAN PADA ETIKA BISNIS INTERNASIONAL DISUSUN OLEH : KELOMPOK 5 BAYU BAJRA (105030307111001) ALFA AMALIA (105030307111016) INDRA JAYA (105030307111014) RIEZKYNA DEA (105030307111005) PROGRAM
Etika bisnis internasional: strategi dan tanggung jawab Iraj Mahdavi, Universitas Nasional
Etika bisnis internasional: strategi dan tanggung jawab Iraj Mahdavi, Universitas Nasional ABSTRAK Makalah ini membahas pentingnya tanggung jawab global bisnis yang etis. Skandal publik baru-baru ini perusahaan
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan
BAB I PENDAHULUAN. Isu etika dalam dunia bisnis dan profesi mulai semakin menjadi perhatian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Isu etika dalam dunia bisnis dan profesi mulai semakin menjadi perhatian publik saat ini. Terungkapnya kasus-kasus pelanggaran etika yang terjadi berdampak pada menurunnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
0 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan berisi informasi internal penting perusahaan yang akan digunakan oleh pihak-pihak berkepentingan seperti pemegang saham, manajemen perusahaan,
BAB V TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN
BAB V TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN T U J U A N 1. Mengetahui tanggung jawab sosial yang dihadapi oleh organisasi bisnis 2. Mengetahui konsep dasar etika manajemen dan kaitannya dengan tanggung
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen. Manajemen Proyek
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen Manajemen Proyek Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap
BAB I PENDAHULUAN. jawab sosial dan peningkatkan kesejahteraan sosial. Sehingga perusahaan bukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan tidak hanya bertujuan untuk memaksimalkan laba yang diperoleh. Namun dalam menjalankan perusahaannya diperlukan sebuah tanggung jawab sosial
Tri Suswanto Saptadi Tujuan
Tri Suswanto Saptadi http://trisaptadi.uajm.ac.id Tujuan Mengetahui tanggung jawab sosial yang dihadapi oleh organisasi bisnis. Mengetahui konsep dasar etika manajemen dan kaitannya dengan tanggung jawab
Kode Etik. Etika Profesi dan Rekayasa #3 Dian Retno Sawitri
Kode Etik Etika Profesi dan Rekayasa #3 Dian Retno Sawitri Proyek Rapid Transport (Case Bay Area di California) Bulan Maret 1972, tiga insinyur Holger Hsortvang, Max Blakenzee, dan Robert Bruder, Bekerja
BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya skandal keuangan yang dilakukan oleh pihak-pihak internal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Banyaknya skandal keuangan yang dilakukan oleh pihak-pihak internal perusahaan mengindikasikan pentingnya pengajaran etika bisnis kepada para mahasiswa fakultas
BAB I PENDAHULUAN. langsung atau Foreign Direct Investment-FDI. Investasi yang dilakukan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi dalam dunia industri memacu perkembangan yang pesat pada bisnis internasional. Salah satunya ditandai dengan maraknya investasi asing langsung atau Foreign
KEBIJAKAN ANTIKORUPSI
Kebijakan Kepatuhan Global Maret 2017 Freeport-McMoRan Inc. PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Antikorupsi ini ("Kebijakan") adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan Inc ("FCX")
Etika & Tanggung Jawab Sosial
Manajemen Bisnis Internasional Etika & Tanggung Jawab Sosial Adhiatma Nanda Wardhana Irfan Dwi Nurfianto Etika itu apa ya? Studi atas proses pembelajaran yang melibatkan pemahaman moralitas, sementara
ETIKA BISNIS & TANGGUNG JAWAB SOSIAL
ETIKA BISNIS & TANGGUNG JAWAB SOSIAL By Nina Triolita, SE, MM. Pengantar Bisnis Pertemuan Ke 6 TUJUAN PEMBELAJARAN Menjelaskan tentang Etika Bisnis Menjelaskan tentang akibat dari bisnis yang tidak etis
Etika Profesi Public Relations
Modul ke: Etika Profesi Public Relations KESALAHAN ETIKA Fakultas FIKOM Syerli Haryati, S.S, M.IKom Program Studi Public Relations Kesalahan Etika Modul 5 Syerli Haryati, SS. M.Ikom 0812-966 2614 Email:
MAKALAH Etika bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial
MAKALAH Etika bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial BAB I PNEDAHULUAN A. Latar Belakang Apakah bisnis merupakan profesi etis? Atau sebaliknya ia menjadi profesi kotor? Kalau profesi kotor penuh tipu menipu,
MAKALAH HAM UNTUK STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN SERTA PEMBANGUNAN SOSIAL DAN EKONOMI
FOCUS GROUP DISCUSSION DAN WORKSHOP PEMBUATAN MODUL MATERI HAM UNTUK SPN DAN PUSDIK POLRI Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 17 18 Maret 2015 MAKALAH HAM UNTUK STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN SERTA PEMBANGUNAN
KELOMPOK 2. Materi Pokok Pembahasan : Pengertian Stakeholders Etika Bisnis Pengertian Tanggungjawab Sosial Perusahaan Areal Tanggungjawab Sosial
KELOMPOK 2 Materi Pokok Pembahasan : Pengertian Stakeholders Etika Bisnis Pengertian Tanggungjawab Sosial Perusahaan Areal Tanggungjawab Sosial PEMBAHASAN A. Stakeholders 1. Pengertian Stakeholders Stakeholders
Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN
Modul ke: 13 Eko Fakultas EKONOMI & BISNIS Kewirausahaan I Kewirausahaan dan Lingkungan Global; Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian negara; Kebersamaan, etika dan tanggung jawab sosial kewirausahaan
KUESIONER. Pengaruh Tingkat Kesesuaian Antara Persepsi Tentang Suatu Keinginan Untuk
KUESIONER Pengaruh Tingkat Kesesuaian Antara Persepsi Tentang Suatu Keinginan Untuk Ikut Berpartisipasi Dengan Suatu Kesempatan Untuk Berpartisipasi Terhadap Kinerja Manajerial : Komitmen Organisasi Sebagai
ETIKA BISNIS INTERNASIONAL. Week 5
ETIKA BISNIS INTERNASIONAL Week 5 Bisnis Internasional Bisnis internasional yakni bisnis yang kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini termasuk perdagangan internasional, pemanufakturan diluar
BAB I PENDAHULUAN. kode etik akuntan. Kode etik akuntan, yaitu norma perilaku yang mengatur
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam melaksanakan profesinya, seorang akuntan diatur oleh suatu kode etik akuntan. Kode etik akuntan, yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan dengan
LAMPIRAN PENGUJIAN HIPOTESIS
LAMPIRAN PENGUJIAN HIPOTESIS KUESIONER PENELITIAN Dalam rangka penelitian tentang FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT JUDGMENT : DILIHAT DARI ASPEK KARAKTERISTIK DIRI DAN LINGKUNGAN, kami memohon bantuan
12. KEBIJAKAN ATAS MITRA DAGANG DAN KREDITUR
IVL Indonesia 12. KEBIJAKAN ATAS MITRA DAGANG DAN KREDITUR 1. Mitra dagang dan Kebijakan Kreditur Indorama Ventures percaya bahwa dalam proses pengadaan barang dan jasa oleh mitra dagang dan hubungan dengan
BAB I PENDAHULUAN. keuangan adalah relevan (relevance) dan dapat diandalkan (reliable). Kedua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laporan keuangan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan sebagai sarana pengambilan keputusan baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Sudah
PENTINGKAH COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY?
PENTINGKAH COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY? Ade Parlaungan Nasution Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Riau Kepulauan Batam Secara terminology Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu
BAB I PENDAHULUAN. tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility
Lingkungan Eksternal : Sesuatu yang berada diluar batasan organisasi yang sangat mempengaruhi.
ETIKA MANAJEMEN Lingkungan Eksternal : Sesuatu yang berada diluar batasan organisasi yang sangat mempengaruhi. Lingkungan Internal : Kondisi serta kekuatan yang berada dalam suatu organisasi Organisasi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Teori II.1.1. Pengertian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap
Anti-Suap dan Korupsi (ABC) Prosedur ini tidak boleh diubah tanpa persetujuan dari kantor Penasihat Umum dan Sekretaris Perusahaan Vesuvius plc.
VESUVIUS plc Kebijakan Anti-Suap dan Korupsi PERILAKU BISNIS UNTUK MENCEGAH SUAP DAN KORUPSI Kebijakan: Anti-Suap dan Korupsi (ABC) Tanggung Jawab Perusahaan Penasihat Umum Versi: 2.1 Terakhir diperbarui:
6. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
50 6. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN Berdasarkan analisis data penelitian yang dilakukan dengan teknik statistik, maka didapatkan hasil-hasil yang membantu peneliti dalam menjawab permasalahan dalam penelitian
BAB I PENDAHULUAN. keuangan juga harus memenuhi karakteristik kualitatif sehingga laporan keuangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Tujuan dari laporan keuangan yaitu untuk memberikan
Kode Etik Insinyur (Etika Profesi)
Kode Etik Insinyur (Etika Profesi) Dewan Akreditasi Rekayasa dan Teknologi (ABET) Kode Etik Insinyur ATAS DASAR PRINSIP Insinyur menegakkan dan memajukan integritas, kehormatan dan martabat profesi engineering
PROFESIONALITAS UMUM DAN PROFESIONALITAS KERJA NAMA : HADI DENGGAN OKTO (M1A114001)
PROFESIONALITAS UMUM DAN PROFESIONALITAS KERJA NAMA : HADI DENGGAN OKTO (M1A114001) THEOFILLUS P SITANGGANG GIANFRANCO MARVIN GERALD ESTHY ANGELIA (M1A114005) (M1A114007) (M1A114023) P E N G E R T I A
BAB I PENDAHULUAN UKDW. Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility mungkin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility mungkin masih kurang populer di kalangan pelaku bisnis di Indonesia. Namun, tidak berlaku
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia di era sekarang ini, keadaan ekonomi selalu mengalami
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia di era sekarang ini, keadaan ekonomi selalu mengalami perubahan menciptakan arus persaingan yang semakin ketat dan kondisi keuangan yang tidak menentu.
TUGAS BAHAS TUGAS 1 CEK TUGAS 2 PENENTUAN DESA UNTUK DITELITI
TUGAS BAHAS TUGAS 1 CEK TUGAS 2 PENENTUAN DESA UNTUK DITELITI Pertemuan ke-4 ARAH BISNIS DAN TUJUAN PENERAPAN ETIKA DALAM ASPEK BISNIS, NORMA DAN HUKUM Historis Bisnis dan Perubahan Etika Bisnis Istilah
Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial
Tatap Muka Pengantar Bisnis 3 Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Fakultas Ekonomi Bahan Kajian Pengertian Etika Bisnis Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan etika bisnis Tanggung jawab
Perpsepsi terhadap etika bisnis antara akuntan pendidik, akuntan publik dan mahasiswa akuntansi (studi kasus di Surakarta dan Yogyakarta) Oleh:
Perpsepsi terhadap etika bisnis antara akuntan pendidik, akuntan publik dan mahasiswa akuntansi (studi kasus di Surakarta dan Yogyakarta) Oleh: Tri Yuliyanto Hari Prabowo NIM. F 0300079 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN. biasa disebut academic dishonesty sudah tidak dapat terelakkan lagi di kalangan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perilaku terhadap pelanggaran, ketidakjujuran, dan penyimpangan akademik atau biasa disebut academic dishonesty sudah tidak dapat terelakkan lagi di kalangan
BAB I PENDAHULUAN. diperbaiki melihat kurangnya good corporate governance (Yulianti, 2006). Salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kinerja perusahaan dilihat dari laporan keuangan apakah memperoleh laba atau tidak. Laporan keuangan sangat mempengaruhi keberlangsungan perusahaan karena laporan
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan isu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Saat ini International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan isu hangat yang sedang marak diperbincangkan di berbagai negara. IFRS merupakan standar
BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE
Modul ke: BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE Fakultas Pascasarjana Ethics and Business: Concept and Theory (PERKULIAHAN) Dr. Anik Tri Suwarni, MM. Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Bagian Isi
TUGAS MANAJEMEN LINTAS BUDAYA
TUGAS MANAJEMEN LINTAS BUDAYA Kelompok IV 1. Haritsya Khulud 105030300111047 2. Ragil Yuda 1050303001110 3. Wigih Sarono 105030300111063 4. Muhammad Dhyahulhaq 1050303001110 FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
Pengantar Bisnis. Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PERKULIAHAN Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi & Bisnis Akuntansi 03 MK84014 Abstract Etika bisnis dan faktor-faktor yang mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. kepada pemeriksaan keterangan saksi sekurang-kurangnya disamping. pembuktian dengan alat bukti keterangan saksi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tidak ada suatu perkara pidana yang lepas dari pembuktian alat bukti keterangan saksi. Hampir semua pembuktian perkara pidana, selalu didasarkan kepada pemeriksaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Signal Theory Teori sinyal atau signal theory menjelaskan mengenai bagaimana manajemen mampu memberikan sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan yang akan
BAB I PENDAHULUAN. membuat informasi yang dibutuhkan dapat diakses dengan cepat, dan memiliki tampilan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Masyarakat kian tergantung dengan media massa, yang menjadi salah satu sumber informasi yang sangat dibutuhkan khalayak. Terlebih dengan kecanggihan teknologi di mana
ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL
ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL 1 STRATEGI OPERASI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL Manajemen Operasional di lingkungan global dan pencapaian keunggulan kompetitif melalui operasional 2 APA
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan pemiliknya atau pemegang saham, atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu tujuan penting pendirian suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pemiliknya atau pemegang saham, atau memaksimalkan kekayaan pemegang saham
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan berdasarkan nilainilai
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan berdasarkan nilainilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral
BAB I PENDAHULUAN. akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Profesi akuntan publik dikenal oleh masyarakat dari jasa audit yang disediakan bagi pemakai informasi keuangan. Timbul dan berkembangnya profesi akuntan
MATA KULIAH ETIKA BISNIS
MATA KULIAH ETIKA BISNIS [KODE/SKS : IT023270/ 2 SKS] TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ETIKA BISNIS & TANGGUNG JAWAB SOSIAL Etika Bisnis : Suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan
Disarikan dari Ashur, dan Berbagai Sumber Yang Relevan
Disarikan dari Ashur, dan Berbagai Sumber Yang Relevan MACAM-MACAM HAK PEKERJA Hak Atas Pekerjaan Hak atas pekerjaan merupakan hak azasi manusia,karena.: Pertama: kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja
ARAH BISNIS DAN TUJUAN PENERAPAN ETIKA DALAM ASPEK BISNIS, NORMA DAN HUKUM. Week 4
ARAH BISNIS DAN TUJUAN PENERAPAN ETIKA DALAM ASPEK BISNIS, NORMA DAN HUKUM Week 4 Historis Bisnis dan Perubahan Etika Bisnis Istilah etika bisnis sudah dimulai sejak tahun 1960-an. Hal tersebut ditandai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama dari sekian banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama dari sekian banyak sumber potensi yang mendukung keberhasilan sebuah organisasi. Sumber Daya Manusia (SDM) yang
PERATURAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-026/A/JA/10/2013 TENTANG
PERATURAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-026/A/JA/10/2013 TENTANG PENANGANAN DAN PERLINDUNGAN TERHADAP PELAPOR PELANGGARAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB 1 PENDAHULUAN. internasional. Sustainable development maupun green business merupakan. untuk menyelamatkan lingkungan dari ancaman dunia bisnis.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Dunia bisnis Indonesia tengah mengalami proses perubahan. Arus globalisasi yang semakin deras tengah menekan dunia bisnis Indonesia untuk mengadopsi standar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan dinamika kerja saat ini menimbulkan tantangan baru bagi mental pekerja, salah satunya adalah ancaman stres. Diuraikan dalam Harvey et al. (2012), dari beberapa
BAB V KESIMPULAN. asing. Indonesia telah menjadikan Jepang sebagai bagian penting dalam proses
BAB V KESIMPULAN Dinamika hubungan diplomatik Indonesia dengan Jepang telah mengalami berbagai perkembangan, mulai dari masa penjajahan, kerjasama ekonomi hingga bidang politik dan keamanan. Politik luar
Kode Etik PT Prasmanindo Boga Utama
Kode Etik PT Prasmanindo Boga Utama POL-GEN-STA-010-00 Printed copies of this document are uncontrolled Page 1 of 9 Kode Etik PT PBU & UN Global Compact Sebagai pelopor katering di Indonesia, perusahaan
MENGHARGAI SESAMA DAN MASYARAKAT PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA
DAN MASYARAKAT 24 08 2010 PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA DAFTAR ISI PENDAHULUAN 3 BAGAIMANA KAMI MENERAPKAN STANDAR KAMI 4 STANDAR HAK ASASI MANUSIA KAMI 4 SISTEM MANAJEMEN KAMI 6 3 PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN. memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pemilik (investor) serta sebagai pimpinan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pemilik perusahaan skala kecil seperti perusahaan perseorangan biasanya memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pemilik (investor) serta sebagai pimpinan dan
Ringkasan Eksekutif-Global Corruption Barometer 2007
Ringkasan Eksekutif-Global Corruption Barometer 2007 Setelah analisa selama bertahun-tahun yang dilakukan Transparency International (TI) dan lembaga lain, tidak diragukan lagi efek buruk korupsi terhadap
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendapatkan sejumlah laba yang diinginkan. Dalam melakukan kegiatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis saat ini mempunyai berbagai macam kegiatan untuk mendapatkan sejumlah laba yang diinginkan. Dalam melakukan kegiatan perusahaan menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi saat ini akuntan dituntut untuk profesional
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini akuntan dituntut untuk profesional dalam menjalankan perannya. Peran akuntan sebagai penyedia informasi keuangan sangat mempengaruhi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Kecenderungan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Kecenderungan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Menurut Gray et al., (1995) teori kecenderungan pengungkapan
02FEB. Template Standar Business Ethics and Good Governance
Modul ke: Fakultas 02FEB Template Standar Business Ethics and Good Governance Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Cecep Winata
Pertemuan 2 Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern
Pertemuan 2 Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern Tiga Aspek Pokok dari Bisnis 1. Sudut Pandang Ekonomis 2. Sudut Pandang Moral 3. Sudut Pandang Hukum Sudut Pandang Ekonomis Bisnis adalah kegiatan ekonomis
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kewirausahaan merupakan salah satu bidang ekonomi yang penting bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kewirausahaan merupakan salah satu bidang ekonomi yang penting bagi suatu negara dalam membantu laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ketika krisis moneter
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan yang berdiri pasti pernah mengalami krisis, entah itu krisis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang berdiri pasti pernah mengalami krisis, entah itu krisis yang disebabkan oleh internal maupun eksternal, entah itu krisis yang diakibatkan
bagi kehidupan modern, khususnya bisnis.
profesi profesioanl profesionalisme semacam istilah kunci bagi kehidupan modern, khususnya bisnis. Istilah Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Meski bukan lagi menjadi isu baru, CSR dapat menjembatani
INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK
2016 PT ELNUSA TBK PIAGAM AUDIT INTERNAL (Internal Audit Charter) Internal Audit 2016 Daftar Isi Bab I PENDAHULUAN Halaman A. Pengertian 1 B. Visi,Misi, dan Strategi 1 C. Maksud dan Tujuan 3 Bab II ORGANISASI
BAB I PENDAHULUAN. selama beberapa tahun terakhir ini. Banyak orang berbicara tentang CSR dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang selanjutnya disebut CSR menjadi topik hangat yang sering dibicarakan selama beberapa
