USULAN PENELITIAN PEMBINA
|
|
|
- Fanny Setiawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kode/Nama Rumpun Ilmu : 452/ Teknik Tenaga USULAN PENELITIAN PEMBINA SIMULASI GENERATOR AXIAL FLUX PERMANENT MAGNET (AFPM) DENGAN MENGGUNAKAN ANSYS MAXWELL TIM PENGUSUL NUNDANG BUSAERI, MT (NIDN ) SUTISNA, MT (NIDN: ) UNIVERSITAS SILIWANGI Februari, Tahun 2017 i
2 HALAMAN PENGESAHAN PENELITIAN PEMBINA ii
3 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... iii 1.1. Latar Belakang Permasalahan Tujuan Khusus Urgensi Penelitian Kontribusi Penelitian...3 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA State of the Art Peta Jalan Penelitian (Road Maps)...7 BAB 3. METODE PENELITIAN Metodologi penelitian...8 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN Anggaran Biaya Jadwal Penelitian...11 DAFTAR PUSTAKA...12 LAMPIRAN... A Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian... A Lampiran 2. Dukungan sarana dan prasarana penelitian... C Lampiran 3. Susunan organisasi tim pengusul dan pembagian tugas... D Lampiran 4. Biodata ketua dan anggota tim pengusul... E Biodata Anggota I... I Lampiran 5. Surat pernyataan ketua pengusul... L iii
4 RINGKASAN Usulan penelitian ini bekaitan dengan simulasi model Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi ansys maxwell. Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan model atau simulasi Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan ansys maxwell, mencari pengaruh gap rotor dan stator motor terhadap tegangan keluar. Pengusul adalah Dosen dari prodi teknik elektro dengan kualifikasi keahlian bidang mesin elektrik. Durasi waktu kegiatan adalah 8 bulan. Masalah utama dari penelitian ini adalah bagaiman mensimulasikan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan Ansys Maxwell, bagaimana pengaruh gap rotor dan stator terhadap tegangan output. Metode penelitian yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah perancangan model menggunakan Ansys Maxwell kemudaian dilakukan kajian analisis gap stator rotor terhadap tegangan keluaran generator. Luaran dari penelitian ini adalah draft journal standar Internasional (International Review of Electrical Engineering (IREE)), model simulasi Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) dengan Ansys Maxwell. Keywords: Generator, Axial, Magnet, AFPM, Ansys Maxwell. iv
5 BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi pembangkit listrik semakin pesat, saat ini para peneliti berusaha bagaimana meningkatkan efesiensi penerator, beberapa fokus pada ekpesrimen generator dengan bentuk dan formasi yang berbeda. Generator axial merupakan salah satu jenis mesin listrik yang dapat membangkitkan energi listrik dengan arah aliran fluks aksial. Generator jenis ini terus dikembangkan dengan berbagai variasi agar didapat tingkat efisiensi yang baik sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Generator ini biasa disebut dengan AFPM (Axial Flux Permanent Magnet). Generator fluks aksial tipe rotor ganda stator tunggal tanpa inti besi adalah salah satu jenis generator yang seringkali digunakan untuk pembangkit listrik untuk putaran rendah. Generator jenis ini terus menerus dikembangkan dengan berbagai variasi agar di dapat tingkat efisiensi yang baik sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia. (Chatra, 2011) Pemodelan generator axial fluks magnet permanen 3 fasa tipe multi stator internal rotor diaplikasikan pada software ansys yang mempresentasikan objek nyata atau realita sebagai seperangkat persamaan matematika, grafis ataupun bagan agar mudah dipahami dalam penelitian yang akan dibuat. Axial Fluks Generator Magnet Permanen memiliki sejumlah keunggulan yang berbeda dari radial-fluks, yaitu dapat dirancang untuk memiliki Rasio Daya Tinggi, sehingga rasio bahan inti berkurang, planar dan mudah disesuaikan dengan kondisi udara, mengurangi kebisingan dan tingkat getaran menurut refersensi dari (Setiawan, 2011). Selain itu, arah jalan air gap fluks dapat bervariasi, sehingga mengurangi topologi tambahan. Menurut saya, Axial Fluks Generator Magnet Permanen memiliki keunggulan yang berbeda dari radial-fluks, diantaranya memiliki daya yang lebih besar di rpm rendah dengan kontruksi yang sama, memiliki celah antara magnet permanen, sehingga panas mesin listrik berkurang, dan mudah mengatur kerapatan celah udara, sehingga bisa memaksimalkan permanen magnet yang digunakan. 1
6 Dengan demikian diperlukan adanya analisis yang optimum untuk generator AFPM (Axial Flux Permanent Magnet) rotor ganda stator tunggal, sehingga akan memberikan hasil yang optimum pula. Desain keseluruhan dari generator aksialfluks kemudian dituangkan dalam pemodelan generator aksial tipe rotor ganda stator tunggal yang dibuat didalam software ansys Permasalahan 1. Bagaiaman merancang Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 2. Bagaimana pengaruh gap rotor dan stator Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa terhadap tegangan output 3. Bagaimana konfigurasi material dalam membentuk rancangan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 1.3. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Merancang Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 2. Pengaruh gap rotor dan stator Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa terhadap tegangan output 3. Konfigurasi material dalam membentuk rancangan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 1.4. Urgensi Penelitian Urgensi penelitian berdasarkan materi-materi sebagai berikut: 1. Generator axial merupakan generator yang sering digunakan pada pembangkit tenaga angin 2. Pengaruh gap dan rotor pada Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell, akan berdampak pada perancangan generator secara real 2
7 3. Simulasi Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa menjadi acuan dalam pembuatan generator pada skala lebih besar 4. Konfigurasi material dalam membentuk rancangan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 1.5. Kontribusi Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa kontribusi pada bindang ilmu elektro dan ilmu pendidikan olahraga, kontribusi dapat diuraikan sebagaimana berikut: 1. Bidang Ilmu Elektro: a) Implementasi ilmu mesin elektrik kuhusnys pada pembangit listrik kecepatan rendah b) Pengembangan penelitian berdampak langsung pada pwrancangan pembangkit listrik tenaga angin atau pembangit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) c) Pengaruh gap terhadap output memberikan kontribusi langsung pada perancangan generator low speed dengan efesiensi yang dapat diperkirakan. 3
8 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. State of the Art Generator adalah sebuah alat pembangkit listrik yang terdiri atas 2 bagian utama. Bagian rotor terdiri atas magnet permanen dan bagian stator terdiri atas beberapa kumparan kawat konduktor. Prinsip kerja generator menggunakan hukum Faraday. Stator pada dasarnya merupakan tempat penginduksian medan magnet terjadi. Rancangan stator tanpa inti besi biasanya digunakan pada generator putaran dan torsi beban yang rendah. Hal ini disebabkan tidak adanya inti besi pada kumparan. Keunggulan yang diperoleh yakni dapat meminimalisir rugi rugi fluks magnet yang terjadi karena efek tarik menarik antara inti besi dengan magnet permanen yang disebut dengan efek coging torque (Sofian, 2011). Pada stator tanpa inti besi susunan kumparannya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu tersusun secara overlapping dan nonoverlapping. Gambar 1. Tipe kumparan overlapping (kiri) dan non-overlapping (kanan) (Sumber: Rossouw, 2009) Perancangan bentuk kumparan terdiri dari 4 jenis bentuk kumparan. Bentuk pertama yaitu trapezoidal yang mempunyai flux linkage yang maksimum tetapi membutuhkan ujung sambungan yang panjang. Bentuk kedua yaitu rectangular atau rhomboidal yaitu memiliki ujung sambungan yang lebih pendek namum kemampuan flux linkage yang lebih kecil. Adapun gabungan dari kedua bentuk 4
9 trapezoidal dan rectangular yaitu hexagonal dan bentuk yang terakhir yaitu cicular yang tidak memiliki sudut sama sekali (Prisandi, 2011). Rotor terdiri dari 2 komponen utama yaitu magnet permanen dan tatakan penyangga magnet permanen (yoke). Rotor pada generator axial tidak memerlukan arus eksitasi dari luar dikarenakan medan magnet yang dihasilkan berasal dari magnet permanen (Atmojo, 2011). Neodynium-iron-boron (NdFeB) menjadi jenis magnet yang paling baik dibandingkan dengan jenis lainnya. Terdapat dua cara penempatan magnet permanen pada tatakan penyangga, yaitu surface mounted dan embedded. (a) (b) Gambar 3. (a) Surface mounted dan (b) embedded (Sumber: Rossouw, 2009) Celah udara (air gap) pada generator axial merupakan jarak antara rotor dan stator. Celah udara (air gap) juga menjadi tempat perpindahan medan magnet melewati kumparan pada stator sehingga menghasilkan nilai fluks magnet yang mempengaruhi tegangan induksi pada kumparan (Atmojo, 2011). 5
10 Gambar 4. Variabel air gap (Sumber: Mahmoudi et al., 2011) a) Prinsip Kerja Generator Sinkron Axial Konstruksi generator sinkron axial terdiri dari 3 bagian utama yaitu rotor, stator dan celah udara (air gap). Ketiga bagian konstruksi tersebut memiliki diameter yang melebar untuk memperbesar daya keluarannya (Prisandi, 2011). Hukum Faraday menjadi dasar dari prinsip kerja generator dalam mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Penelitian Faraday dan Henry membuktikan bahwa jika sebuah simpul atau kumparan kawat kondukor dilewati oleh fluks magnetik yang berubah terhadap waktu maka pada simpul atau kumparan kawat konduktor tersebut akan timbul gaya gerak listrik induksi dan arus induksi. Proses itu sendiri disebut sebagai induksi magnetik (Tipler, 2001). 6
11 2.2. Peta Jalan Penelitian (Road Maps) Peta penelitian yang akan dilakukan selama 3 tahun dimana tahapan penelitian diuarikan sebagaimana tabel berikut: Perancangan dan Simulasi Mesin Listrik - Simulasi genset dengna apliaksi ansys - Kajian mesin listrik - Kajian energi baru terbarukan - Rancangan dasar sistem - Identifikasi kerja sistem - Sistem tenaga listrik mandiri Prototype - Pembuatan motor axial dengna magnet permanet pada wilayah kerja low speed - Pembuatan generator axial dengna magnet permanet pada wilayah kerja low speed - Multi rotor dan stator low speed Uji Coba sistem Skala Lab - Pengujian mesin listrik sebagai motor axial dengna magnet permanen - Pengujian mesin listrik sebagai generator axial dengna magnet permanen - Uji Coba Skala Lapangan - Penerapan dan Pemasangan produk pada industri - Penerapan dan Pemasangan produk pada masyarakat Gambar 2.6 Road Maps Research jangka pendek Gambar 2.7 Menunjukan road maps jangka panjang penelitan yang akan dilaksanakan. Kegiatan penelitian ini merupakan bagian awal dari peta penelitian secara keseluruhan. Penelitian ini diawali dari perencanaan dan simulasi sistem tahun 2017, pembuatan prototype hasil simulasi dilaksanakan pada tahun , uji coba mesin dilaksanakan pada tahun , dan 202 adalah penerapan hasil penelitian pada industri dan masyarakat. 7
12 BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1. Metodologi penelitian Fluks Magnetik Fluks magnetik berkaitan dengan jumlah garis medan magnet yang melewati luasan yang diketahui. Dalam hal ini, fluks magnet (Φm) didefinisikan sebagai perkalian medan magnetik B dengan luasan A yang dibatasi oleh rangkaiannya. Jika garis garis medan magnet melewati suatu luasan yang terdiri atas sebuah kumparan dengan jumlah N lilitan, maka besar fluks magnet yang dihasilkan yaitu sebesar (Tipler, 2001) : Dimana : Φm = Fluks magnet (weber) N = Jumlah lilitan pada kumparan A = Luas penampang (meter) Φm = N.B.A (1) Perhitungan fluks magnet yang terdiri dari beberapa kumparan dan magnet permanen yang saling terhubung sebagai berikut (Nurhadi, 2012) : Dimana : B max = B r lm lm + δ Bmax = Medan magnet maksimal (tesla) Br = Madan magnet relatif (tesla) lm = Tinggi magnet (meter) δ = Panjang celah udara (meter) Generator sinkron axial dirancang untuk beroperasi pada putaran rotor yang rendah, yaitu pada kecepatan < 1000 rpm. Kecepatan putaran rotor tidak mempengarui besarnya nilai maksimun pada fluks magnet, tetapi kecepatan putaran rotor berpengaruh terhadap frekuensi yang dihasilkan (Budiman et al., 2013 dan Prisandi, 2011). 8
13 Dimana : f = np 120 f = Frekuensi yang dihasilkan (Hz) P =Jumlah kutub magnet pada rotor n = Kecepatan putaran rotor (rpm) Besar tegangan induksi yang dihasilkan dalam satu kumparan sebagai berikut : Dimana : ε = N d m dt ε = Tegangan induksi (volt) N = Jumlah lilitan d m dt = Perubahan fluks magnet terhadap satuan waktu (Wb/s) f= Tegangan induksi (volt) Tanda negatif pada rumus berkenaan dengan arah tegangan induksi dihasilkan. Jika memperhitungkan total keseluruhan tegangan induksi yang dihasilkan suatu generator dapat menggunakan rumus sebagai berikut (Tipler, 2001 dan Nurhadi, 2012) : E A = 4.44 x Nxfx max x Ns Nph (Volt) (7) Dimana : EA N f = Tegangan induksi yang dihasilkan (Volt) = Jumlah lilitan per kumparan = Frekuensi (Herz) Φmax = Fluks magnet (Weber) Ns = Jumlah kumparan Nph = Jumlah phasa Gambar 3.1 berikut adalah diagram fishbone penelitian. Pada diagram fishbone penelitian dibagi beberapa segmen kegiatan tiap tahunya selama 3 tahun. 9
14 Tahapan penelitian sebagaimana pada Gambar 3.1. Tahap awal dimulai dengan studi literatur mengenai magnet permanet, generator axial dan aplikasi Ansys Maxwell, tapah berikutnya adalah pemodelan, yaitu dilakukan pembuatan model generator axial 3 phasa dengan magnet permanen meliputi stator, rotor, penempatn magnet. Tahap berikutnya adalah evaluasi mengenai tegangan output dari model yang disimulasikan, kajian pengaruh gap stator dan rotor terhadap perubahan tegangan output, evaluasi daya motor. Tahap akhir adalah dokumentasi meliputi pembuatan daft jurnal standar internasional, laporan keuangan dan laporan penelitian Magnet Pemanent Generator Axial Ansys Maxwell Literatur Studi Rotor Stator Magnet Pemodelan Tegangan Output Gap Rotor Stator Daya Output Evaluasi Dokumentasi Draft Jurnal Laporan Keuangan Laporan Penelitian Gambar 3.1 Tahapan Proses Penelitian Gambar 3.2 Fishbone Penelitian 10
15 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4.1 Anggaran Biaya Penelitian ini dilakukan dengan 8 bulan dengan rekapitulasi biaya yang diusulkan adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Rekapitulasi Usulan Penelitian No Jenis Pengeluaran % Biaya yang di usulkan (Rp) 1 Gaji dan upah 20% 0 2 Bahan habis pakai dan peralatan Penunjang 55% 12,210,000 3 Perjalanan 15% 3,750,000 4 Lain2 (publikasi, seminar, laporan, dokumentasi, dll ) 10% 1,540,000 Jumlah 100% 17,500, Jadwal Penelitian AGENDA PENELITIAN TAHUN I Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian. Bulan No Kegiatan Pembentukan tim peneliti 2 Studi pustaka 3 Persiapan peralatan 4 Instalasi Ansys Maxwell 5 Pemodelan 6 Uji model 7 Evaluasi 8 Dokumentasi 11
16 DAFTAR PUSTAKA Atmojo, P.A Analisis Unjuk Kerja Rancang Bangun Generator Axial Cakram Tunggal sebagai Pembangkit Listrik Turbin Angin Poros Vertikal Tipe Sarvonius, Skripsi, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok. Mahmoudi, A., Rahim, N.A., and Hew, W.P Axial-flux Permanent Magnet Machine Modeling, Design, Simulation and Analysis, Full Length Research Paper, Electrical Engineering Department, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia Prisandi, H.C Studi Desain Kumparan Stator pada Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Axial Tanpa Inti Stator, Skripsi, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok. Rossouw, G.F Analysis and Design of Axial Fluks Permanent Magnet Wind Generator System for Direct Battery Charging Applications, thesis, Department of Electrical and Electronic Engineering Stellenbosch University, South Africa. Sofian, E Studi Bentuk Rotor Magnet pada Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Axial Tanpa Inti Stator, Skripsi, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok. Tipler, A.P Fisika untuk Sains dan Teknik, Penerbit Erlangga, Jakarta 12
17 LAMPIRAN Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian 1. Honor Honor Honor/Jam (Rp) Waktu (J/Mg) Minggu Honor per Tahun (Rp) Th I Ketua Anggota 2. Peralatan penunjang Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Memori komputer - - Upgrade komputer 2 Hardisk PC Tempat penyimpanan data SUB TOTAL (Rp) - Harga Satuan (Rp) 1,500,000 1,200,000 Harga Peralatan Penunjang (Rp) Th I 3,000,000 1,200,000 Tinta Printer Cetak laporan 4 720, ,000 SUB TOTAL (Rp) 4,920, Bahan Habis Pakai Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Internet browsing diluar kampus 8 Tinta Printer pencetakan laporan 2 Buku Mesin Elekrik 4. Perjalanan Harga Satuan (Rp) 200, ,000 Harga Peralatan Penunjang (Rp) Th I 1,600, ,000 referensi 1 300, ,000 SUB TOTAL (Rp) 7,290,000 Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Perjalanan luar kota Perjalanan dalam kota 5. Lain-lain Sewa kendaraan dan biaya Tol untuk belanja alat, banlanja buku, studi pustaka, koordinasi. Kegiatan Justifikasi Kuantitas 5 Harga Satuan (Rp) 400,000 Biaya per Tahun (Rp) Th I 2,000, ,750, ,000 SUB TOTAL (Rp) 3,750,000 Harga Satuan (Rp) Biaya per Tahun (Rp) Th I A
18 Biaya ATK dan photocopy Biaya ini digunakan untuk mendukung pengadaan ATK dan kebutuhan photocopy dan kegiatan pelaporan tahunan Laporan , , , ,000 draft jurnal biaya pembuatan draft jurnal, konsultasi pembuatan jurnal 1 500, ,000 SUB TOTAL (Rp) 1,540,000 TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SETIAP TAHUN (Rp) Th I 17,500,000 TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SELURUH TAHUN (Rp) 17,500,000 B
19 Lampiran 2. Dukungan sarana dan prasarana penelitian Sarana penunjang pada penelitian ini diantaranya adalah: 1. Internet 2. Ruang peneitian 3. Ruang diskusi 4. Perpustakaan 5. Komputer C
20 Lampiran 3. Susunan organisasi tim pengusul dan pembagian tugas Nama / NIDN Fakultas/Prodi Bidang Ilmu Alokasi Waktu (J/Mg) Uraian Tugas Nundang Busaeri, MT/ NIDN FT Elektro Elektro 6 Ketua Tim 1. Koordinasi tim 2. Menentukan target 3. Evaluasi kerja tim dan hasil percobaan 4. Bersama anggota membuat draf jurnal 5. kendali penggunaan anggaran Sutisna, MT/ NIDN FT Elektro Elektro 6 Anggota II 1. Melakukan bantuan kegiatan penelitian pada bidang sistem kendali dan instrumentasi. 2. Evaluasi kerja tim 3. Bersama tim membuat draf jurnal 4. Evaluasi penggunaan anggaran D
21 Lampiran 4. Biodata ketua dan anggota tim pengusul A. Keterangan Diri Biodata ketua 1 Nama Ir. Nundang Busaeri, MT 2 Jenis Kelamin Pria 3 Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala 4 NIP/NIK NIDN Tempat dan Tanggal Lahir Bandung / 30 Juni Alamat [email protected] 9 Nomor Telepon/HP Alamat Kantor Jl. Siliwangi No 24 Kota Tasikmalaya 11 Nomor Telepon/Faks Lulusan yang Telah Dihasilkan Keahlian 1. Energi Baru Terbarukan 2. Mesin Listrik 3. Kewirausahaan B. RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun Lulus S1 S2 Nama Perguruan Tinggi UNSRI (Palembang) ITB Bidang Ilmu Elektro Elektro Tahun Masuk-Lulus Nama Pembimbing Ir. Mahmud Hasyim, MSc Prof. Kodrat Sumintapura, Phd E
22 No. C. Kursus/Latihan di Dalam dan Luar Negeri Nama kursus/latihan Lamanya/tgl Bln/thn/s/d Tgl/bln/thn Ijazah/tanda Lulus/surat Keterangan Tahun Tempat Keterangan Proses Belajar Mengajar bagi Kopertis IV Lima Hari 1. dosen PTS Kopertis Wilayah 1996 Jatinangor (5 9 Agustus 1996) IV Sumedang Workshop Proposal Penelitian Lokakarya Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi Tiga Hari (13 15 Mei 1997) Dua Hari ( 8 s/d 9 Juli 2003 ) 4. Semiloka Sertifikasi Dosen 20 September TOT Pendidikan Kewirausahaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah E Learning Studio for Academic Workshop Lima Hari ( Mei 2009 ) Sertifikat 1997 LP ITB Sertifikat 2003 Kopertis IV Sertifikat 2009 Enam Hari 2010 Tiga Hari ( April 2011 ) 2011 Universitas Siliwangi Dirjen Dikti Jakarta Diklat PU Bandung ComLabs ITB Sertifikat Sertifikat TOT Sertifikat ( L4 ) Ahli Pengadaan Nasional Sertifikat NO. D. Riwayat kepangkatan golongan ruang penggajian PANGKAT GOL RUANG PENGGAJIAN BERLAKU TERHITUNG MULAI TANGGAL SURAT KEPUTUSAN PEJABAT NOMOR TGL Penata Muda III/a 1 Maret 1993 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 0449/C.1 /III/ Penata Muda Tingkat I III/b 1 April Penata III/c 1 April Penata Tingkat I III/d 5. Pembina IV/a 1 Oktober Oktober 2008 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menteri Pendidikan Nasional Menteri Pendidikan Nasional Mentri Pendidikan Nasional 0825/004/ KP.5/ /004/SK. KP.5/ /004/SK. KP. 5/ /A4.5/ KP/ Maret Mei Agustus Januari Desember 2008 F
23 E. Pengalaman jabatan Akademik/Pekerjaan MULAI GOL. RUANG SURAT KEPUTUSAN NO JABATAN DAN PENGGAJIAN SAMPAI PEJABAT NOMOR TANGGAL Menteri Assisten 1 Pebruari Pendidikan 29 Agustus 1. Ahli 1992 III/a 1249/C.5/VIII/1994 dan 1994 Madya 1 Juni 1994 Kebudayaan Assisten Ahli Lektor Muda 2 Juni September September September 2000 III/a III/b 3. Lektor III/b 4. Lektor Kepala 1 Juni 2006 III/c Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menteri Pendidikan Nasional Menteri Pendidikan Nasional Menteri Pendidikan Nasional 1431/004/KP.4/ /004/KP.4/ September November /004/SK.KP.6/ Juni /A.2.7/KP/ Mei 2006 F. Pengalaman Jabatan Struktural/Pekerjaan NO JABATAN MULAI SURAT KEPUTUSAN PEJABAT NOMOR TANGGAL Kepala Laboratorium 1 Oktober Ketua BP. Jurusan 1990 YUS T. Elektro SKEP.026/YUS/10/ Oktober Sekjur T. Elektro Ka. Lab & Sekjur T. Elektro Sekjur T. Elektro PD I Fatek Dekan FT Periode I 28 September Agustus September September November 2000 Ketua BP. YUS Ketua BP. YUS Rektor Ketua BP. YUS Ketua BP. YUS SKEP. 029/YUS/9/ September 1992 SKEP. 052/YUS/8/ Agustus SK/US- BU/P.3/IX/1998 SKEP. 078/YUS/09/1998 SKEP. 073/YUS/10/ September September Oktober 2000 G
24 H
25 Biodata Anggota I 1. Identitas Diri: 1 Nama Lengkap (Dengan Sutisna, ST., MT. gelar) 2 Jenis Kelamin Laki-laki 3 Jabatan Fungsional Lektor 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 5 NIDN Tempat dan Tanggal Tasikmalaya, 24 Nopember 1969 Lahir 7 [email protected] 8 Nomor Telepon/HP Lulusan yang Telah 21 orang Dihasilkan 10 Mata Kuliah yg Diampu 1. Sistem Distribusi 2. Transmisi Daya Elektrik 2. Riwayat Pendidikan Nama Perguruan Tinggi Bidang Ilmu S-1 S2 Universitas Siliwangi Institut Teknologi Bandung Teknik Elektro Tahun Lulus 2000 Judul Skripsi/Tesis Studi Pembuatan alat pengendali pengatur putaran motor induksi dengan mengasut tegangan untuk stator berubah dan tak tetap menggunakan SCR.(Silicon Controlled Rectiffier). Teknik Elektro 2007 Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Radial Menggunakan Metode Algoritma-Graph I
26 3. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Penelitian Program Kuliah Kerja Nyata (Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Penguasaan Ilmu dan Teknologi Tepat Guna dalam Upaya Mendukung Peningkatan IPM Kabupaten Tasikmalaya) Program Kuliah Kerja Nyata (Gerakan Pembangunan Desa Melalui Pengembangan Jiwa Kewirausahaan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna) Pendanaan Sumber Jumlah LPPM LPPM 4. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/ Nomor/Tahun Penentuan Path dengan Arah Aliran Daya Vol. 4/No. 1/Januari SITROTIKA Hasil Load-Flow 2008 Tegangan Kejut Kerangka Metal Peralatan pada Gardu Induk Tasikmalaya SITROTIKA Vol. 4/No. 2/Juli 2008 Analisis Penurunan Pasokan Daya Listrik Vol.6/No.1/Januari Pengaruh Perbaikan Faktor Daya di Asia SITROTIKA 2010 Toserba Tasikmalaya Analisis Rugi Daya Saluran Transmisi 150 kv Gardu Induk Tasikmalaya-Ciamis dengan Model Saluran Pendek (Short SITROTIKA Vol. 6/No. 2/Juli 2010 Line Model) Analisis Keandalan Sistem Distribusi Vol.7/No. 1/Januari Energi Listrik Penyulang Karang Tengah SITROTIKA 2011 dan Sekarwangi PT. PLN APJ Sukabumi Rugi Daya dan Efisiensi pada Transformator 150/20 kv, 60 MVA di SITROTIKA Vol. 7/No. 2/Juli 2011 Gardu Induk UPT Garut Kompensasi Reaktor Shunt dengan Aplikasi Konstanta ABCD pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 kv di SITROTIKA Vol. 8/No. 2/Juli 2012 Gardu Induk Tasikmalaya Analisis Gangguan Tunggal dari Saluran ke Tanah dengan Metode Komponen Simetris pada Saluran Udara Tegangan SITROTIKA Vol. 9/No. 2/Juli 2013 Ekstra Tinggi Gardu Induk Tasikmalaya Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari J
27 ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan ITGM 2017 Tasikmalaya, 24 Januari 2017 Pengusul, ( Sutisna, M.T. ) K
28 Lampiran 5. Surat pernyataan ketua pengusul L
29 Lampiran 6. Capaian output dari Penelitian Internal 2016 M
PERANCANGAN ELEMENTER GENERATOR AXIAL TIPE ROTOR GANDA ABSTRAK
PERANCANGAN ELEMENTER GENERATOR AXIAL TIPE ROTOR GANDA Satria Putra Mahasiswa Teknik Elektro, FT, UMRAH, [email protected] Ibnu Kahfi Bachtiar Dosen Pembimbing, Teknik Elektro, FT UMRAH, [email protected]
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah sebuah generator magnet permanen fluks axial yang dirangkai dengan keluaran 1 fase. Cara kerja dari generator axial ini adalah
USULAN PENELITIAN. SEARCH and SHARE RESEARCH GRANT
Kode/Nama Rumpun Ilmu* :.../... Bidang Fokus :... USULAN PENELITIAN SEARCH and SHARE RESEARCH GRANT JUDUL PENELITIAN TIM PENGUSUL (Nama ketua dan anggota tim, lengkap dengan gelar, dan NIDN) UNIVERSITAS
ANALISIS PERBANDINGAN REGULASI TEGANGAN GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI TANPA MENGGUNAKAN KAPASITOR KOMPENSASI DAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR
ANALISIS PERBANDINGAN REGULASI TEGANGAN GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI TANPA MENGGUNAKAN KAPASITOR KOMPENSASI DAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR KOMPENSASI (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi
Perancangan Prototype Generator Magnet Permanen 1 Fasa Jenis Fluks Aksial pada Putaran Rendah
Perancangan Prototype Generator Magnet Permanen 1 Fasa Jenis Fluks Aksial pada Putaran Rendah Leo Noprizal #1, Mahdi Syukri #2, Syahrizal Syahrizal #3 # Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Universitas
PERANCANGAN MINI GENERATOR TURBIN ANGIN 200 W UNTUK ENERGI ANGIN KECEPATAN RENDAH. Jl Kaliurang km 14,5 Sleman Yogyakarta
PERANCANGAN MINI GENERATOR TURBIN ANGIN 200 W UNTUK ENERGI ANGIN KECEPATAN RENDAH Wahyudi Budi Pramono 1*, Warindi 2, Achmad Hidayat 1 1 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
PEMBUATAN DAN UJI KELISTRIKAN GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL
PEMBUATAN DAN UJI KELISTRIKAN GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL SKRIPSI KARYAMAN HARTO ZEBUA 120801038 DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
PROTOTYPE GENERATOR MAGNET PERMANEN MENGGUNAKAN KUMPARAN STATOR GANDA
Berkala Fisika ISSN : 141-9662 Vol. 17, No. 4, Oktober 214, hal 115-12 PROTOTYPE GENERATOR MAGNET PERMANEN MENGGUNAKAN KUMPARAN STATOR GANDA Hartono *, Sugito dan Wihantoro Program Studi Fisika, Fakultas
HIBAH PENELITIAN/PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2017
HIBAH PENELITIAN/PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2017 A. SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN/PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
TEMPLATE HIBAH PENELITIAN DOSEN UNIVERSITAS SAHID JAKARTA
TEMPLATE HIBAH PENELITIAN DOSEN UNIVERSITAS SAHID JAKARTA Sistematika Usulan Penelitian Hibah Penelitian Dosen Universitas Sahid Jakarta Maksimum berjumlah 20 halaman (tidak termasuk halaman sampul, halaman
Lampiran 1. Format Justifikasi Anggaran
Lampiran. Format Justifikasi Anggaran Lampiran. Justifikasi Anggaran. Honor Pelaksana Jumlah Honor (Rp.). Ketua. Anggot a Sub total. Peralatan Penunjang dan bahan habis pakai ATK, dll Nama Barang Justifikasi
PROTOTIPE GENERATOR MAGNET PERMANEN AXIAL AC 1 FASA PUTARAN RENDAH SEBAGAI KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO
Techno, ISSN 141-867 Volume 15 No. 2 Oktober 214 Hal. 3 36 PROTOTIPE GENERATOR MAGNET PERMANEN AXIAL AC 1 FASA PUTARAN RENDAH SEBAGAI KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO Prototype of 1-Phase
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN AWAL GENERATOR AXIAL MAGNET PERMANEN KECEPATAN RENDAH
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN AWAL GENERATOR AXIAL MAGNET PERMANEN KECEPATAN RENDAH Aris Budiman, Dhanar Yuwono Aji, Hasyim Asy'ari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Rancang Bangun Generator Portable Fluks Aksial Magnet Permanen Jenis Neodymium (NdFeB)
Rancang Bangun Generator Portable Fluks Aksial Magnet Permanen Jenis Neodymium (NdFeB) Fithri Muliawati 1, Taufiq Ramadhan 2 1 Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun
BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar
BAB II DASAR TEORI 2.1 Umum Generator arus searah mempunyai komponen dasar yang hampir sama dengan komponen mesin-mesin lainnya. Secara garis besar generator arus searah adalah alat konversi energi mekanis
Aspek Perancangan Generator Magnet Permanen Fluks Aksial 1 Fasa Untuk Mengakomodir Kecepatan Putar RPM
Aspek Perancangan Generator Magnet Permanen Fluks Aksial 1 Fasa Untuk Mengakomodir Kecepatan Putar 500-600 RPM Azmi Alfarisi, Indra Yasri Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus
ANALISA PERBANDINGAN PENGARUH HUBUNGAN SHORT-SHUNT DAN LONG-SHUNT TERHADAP REGULASI TEGANGAN DAN EFISIENSI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI
ANALISA PERBANDINGAN PENGARUH HUBUNGAN SHORT-SHUNT DAN LONG-SHUNT TERHADAP REGULASI TEGANGAN DAN EFISIENSI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI ( APLIKASI PADA LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIK FT USU
BAB I PENDAHULUAN. maka semakin maju suatu negara, semakin besar energi listrik yang dibutuhkan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan suatu kebutuhan utama yang sangat dibutuhkan pada zaman modern ini. Jika dilihat dari kebutuhan energi listrik tiap negara, maka semakin maju
1. BAB I PENDAHULUAN
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat pada umumnya. Faktor yang paling berpengaruh pada peningkatan kebutuhan listrik adalah majunya teknologi
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA II.1 Umum Motor induksi merupakan motor arus bolak balik ( AC ) yang paling luas digunakan dan dapat dijumpai dalam setiap aplikasi industri maupun rumah tangga. Penamaannya
MAKALAH ANALISIS SISTEM KENDALI INDUSTRI Synchronous Motor Derives. Oleh PUSPITA AYU ARMI
MAKALAH ANALISIS SISTEM KENDALI INDUSTRI Synchronous Motor Derives Oleh PUSPITA AYU ARMI 1304432 PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN PASCASARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013 SYNCHRONOUS
BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT
38 BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT Bab ini membahas rancangan diagram blok alat, rancangan Konstruksi Kumparan Stator dan Kumparan Rotor, rancangan Konstruksi Magnet Permanent pada Rotor
1BAB I PENDAHULUAN. contohnya adalah baterai. Baterai memberikan kita sumber energi listrik mobile yang
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Dewasa ini penggunaan energi listrik berubah dari energi listrik yang statis (berasal dari pembangkitan) menjadi energi listrik yang dapat dibawa kemana saja, contohnya
Perancangan Generator Magnet Permanen dengan Arah Fluks Aksial untuk Aplikasi Pembangkit Listrik
Jurnal Reka Elkomika 2337-439X Juli 2016 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Teknik Elektro Itenas Vol.4 No.2 Perancangan Generator Magnet Permanen dengan Arah Fluks Aksial untuk Aplikasi Pembangkit
PANDUAN SISTEMATIKA PENGUSULAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
PANDUAN SISTEMATIKA PENGUSULAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL 2015 A. Pendahuluan BAB I PANDUAN PENELITIAN
BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA
BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA 2.1 Umum Motor listrik merupakan beban listrik yang paling banyak digunakan di dunia, motor induksi tiga fasa adalah suatu mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA II.1 UMUM Faraday menemukan hukum induksi elektromagnetik pada tahun 1831 dan Maxwell memformulasikannya ke hukum listrik (persamaan Maxwell) sekitar tahun 1860. Pengetahuan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Generator fluks radial yang telah dirancang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dan perakitan alat. Pada stator terdapat enam buah kumparan dengan lilitan sebanyak 650 lilitan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pembangkit Listrik Tenaga Angin Pembangkit Listrik Tenaga Angin memberikan banyak keuntungan seperti bersahabat dengan lingkungan (tidak menghasilkan emisi gas), tersedia dalam
RANCANG BANGUN GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL TIGA FASE BERDAYA KECIL
RANCANG BANGUN GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL TIGA FASE BERDAYA KECIL Agus Supardi 1*, Rahajeng Hafidz Bastian 2 1,2 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani
BAB II MOTOR ARUS SEARAH
BAB II MOTOR ARUS SEARAH 2.1 Umum Motor arus searah (motor DC) adalah mesin yang mengubah energi listrik arus searah menjadi energi mekanis. Pada prinsip pengoperasiannya, motor arus searah sangat identik
STUDI DESAIN KUMPARAN STATOR PADA GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL TANPA INTI STATOR
UNIVERSITAS INDONESIA STUDI DESAIN KUMPARAN STATOR PADA GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL TANPA INTI STATOR SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana CHATRA HAGUSTA
PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik
Nama : Gede Teguh Pradnyana Yoga NIM : 1504405031 No Absen/ Kelas : 15 / B MK : Teknik Tenaga Listrik PRINSIP KERJA MOTOR A. Pengertian Motor Listrik Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis
Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2)
Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2) Bagian 9: Motor Sinkron Ahmad Qurthobi, MT. Teknik Fisika Telkom University Outline Pendahuluan Konstruksi Kondisi Starting Rangkaian Ekivalen dan Diagram Fasor Rangkaian
GENERATOR LISTRIK MAGNET PERMANEN TIPE AKSIAL FLUKS PUTARAN RENDAH DAN UJI PERFORMA
GENERATOR LISTRIK MAGNET PERMANEN TIPE AKSIAL FLUKS PUTARAN RENDAH DAN UJI PERFORMA Mulyadi (1*), Priyo Sardjono (1), Djuhana (1), Karyaman H Z (2), M Situmorang (3) (1) Program Studi Teknik Mesin, Universitas
B A B 1 PENDAHULUAN. sebaliknya dari energi mekanik ke energi listrik. Alat yang dapat mengubah
1 B A B 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prinsip dasar dari sebuah mesin listrik adalah konversi energi elektromekanik, yaitu konversi dari energi listrik ke energi mekanik atau sebaliknya dari energi
BAB II DASAR TEORI. Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung
BAB II DASAR TEORI 2.1 Energi Listrik Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Salah satu bentuk energi adalah energi listrik. Energi listrik adalah energi yang berkaitan dengan akumulasi arus elektron,
1 BAB I PENDAHULUAN. energi alternatif yang dapat menghasilkan energi listrik. Telah diketahui bahwa saat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis energi yang melanda dunia khususnya di Indonesia, telah membuat berbagai pihak mencari solusi dan melakukan penelitian untuk mencari sumber energi
1 BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan permintaan konsumsi energi tidak diimbangi dengan
1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN Peningkatan permintaan konsumsi energi tidak diimbangi dengan tersedianya energi primer yang dapat dikonversi langsung menjadi energi listrik seperti batu bara, minyak
BAB I PENDAHULUAN. Pada suatu kondisi tertentu motor harus dapat dihentikan segera. Beberapa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini pada umumnya industri memerlukan motor sebagai penggerak, adapun motor yang sering digunakan adalah motor induksi,karena konstruksinya yang sederhana, kuat
Vol 9 No. 2 Oktober 2014
GENERATOR TURBIN ANGIN PUTARAN RENDAH Frasongko Budiyanto¹, Mustaqim², Hadi Wibowo³ ¹Mahasiswa Teknik Mesin_ ²,³ Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Pancasakti Tegal ABSTRAK Pemanfaatan
BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.
BAB II MOTOR ARUS SEARAH II.1. Umum (8,9) Motor arus searah adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dimana energi gerak tersebut berupa putaran dari motor. Ditinjau
BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang
BAB II HARMONISA PADA GENERATOR II.1 Umum Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang digunakan untuk menkonversikan daya mekanis menjadi daya listrik arus bolak balik. Arus
Pendahuluan Motor DC mengkonversikan energi listrik menjadi energi mekanik. Sebaliknya pada generator DC energi mekanik dikonversikan menjadi energi l
Mesin DC Pendahuluan Motor DC mengkonversikan energi listrik menjadi energi mekanik. Sebaliknya pada generator DC energi mekanik dikonversikan menjadi energi listrik. Prinsip kerja mesin DC (dan AC) adalah
Mesin Arus Bolak Balik
Teknik Elektro-ITS Surabaya share.its.ac.id 1 Mesin Arus Bolak balik TE091403 Institut Teknologi Sepuluh Nopember August, 2012 Teknik Elektro-ITS Surabaya share.its.ac.id ACARA PERKULIAHAN DAN KOMPETENSI
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasokan energi listrik yang cukup merupakan salah satu komponen penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara. Penyedia energi listrik dituntut
Mesin Arus Bolak Balik
1 Mesin Arus Bolak balik TE091403 Part 0 : PENDAHULUAN Institut Teknologi Sepuluh Nopember August, 2012 Informasi dan Letak mata Kuliah 2 TE091403 : Mesin Arus Bolak balik TE091403 : Alternating Current
PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK
PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK Zainal Abidin, Tabah Priangkoso *, Darmanto Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Wahid
Universitas WirarajA PEDOMAN USULAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TIM PENYUSUN
PEDOMAN USULAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Universitas WirarajA TIM PENYUSUN Alamat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wiraraja Sumenep Jl. Raya Sumenep-Pamekasan KM.5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Motor DC Motor DC adalah suatu mesin yang mengubah energi listrik arus searah (energi lisrik DC) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran rotor. [1] Pada dasarnya, motor
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motor Arus Searah Sebuah mesin yang mengubah energi listrik arus searah menjadi energi mekanik dikenal sebagai motor arus searah. Cara kerjanya berdasarkan prinsip, sebuah konduktor
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Umum. Motor arus searah (motor DC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah
BAB II DASAR TEORI 2.1 Umum Motor arus searah (motor DC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga listrik arus searah ( listrik DC ) menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik, dimana tenaga gerak
BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi
BAB II MOTOR ARUS SEARAH II.1 Umum Motor arus searah ialah suatu mesin listrik yang berfungsi mengubah energi listrik arus searah (listrik DC) menjadi energi gerak atau energi mekanik, dimana energi gerak
Generator Magnet Permanen Sebagai Pembangkit Listrik Putaran Rendah
Generator Magnet Permanen Sebagai Pembangkit Listrik Putaran Rendah Permanent Magnet Generator as Low Speed Electric Power Plant Hari Prasetijo #1, Ropiudin #, Budi Dharmawan #3 [email protected] #1
Dasar Teori Generator Sinkron Tiga Fasa
Dasar Teori Generator Sinkron Tiga Fasa Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk
PANDUAN SISTEMATIKA PENGUSULAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
PANDUAN SISTEMATIKA PENGUSULAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL 2015 A. Pendahuluan BAB I PANDUAN PENELITIAN
TUGAS PERTANYAAN SOAL
Nama: Soni Kurniawan Kelas : LT-2B No : 19 TUGAS PERTANYAAN SOAL 1. Jangkar sebuah motor DC tegangan 230 volt dengan tahanan 0.312 ohm dan mengambil arus 48 A ketika dioperasikan pada beban normal. a.
Mesin Arus Bolak Balik
Teknik Elektro-ITS Surabaya share.its.ac.id 1 Mesin Arus Bolak balik TE091403 Part 3 : Dasar Mesin Listrik Berputar Institut Teknologi Sepuluh Nopember August, 2012 Teknik Elektro-ITS Surabaya share.its.ac.id
MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK. Motor induksi
MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK Motor induksi Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik dan pembuatan mekanik turbin. Sedangkan untuk pembuatan media putar untuk
Optimasi Lebar Celah Udara Generator Axial Magnet Permanen Putaran Rendah 1 Fase
Optimasi Lebar Celah Udara Generator Axial Magnet Permanen Putaran Rendah 1 Fase Hari Prasetijo 1, Sugeng Waluyo 2 Abstract-- This study designs a 1-phase permanent magnet generator with double-sided axial
PEDOMAN USUL PENELITIAN SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN
SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN Usulan Penelitian Internal Univ Mercu Buana maksimum berjumlah 0 halaman (tidak termasuk halaman sampul, halaman pengesahan, dan lampiran), yang ditulis menggunakan font Times
PERBAIKAN REGULASI TEGANGAN
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER PERBAIKAN REGULASI TEGANGAN Distribusi Tenaga Listrik Ahmad Afif Fahmi 2209 100 130 2011 REGULASI TEGANGAN Dalam Penyediaan
NASKAH PUBLIKASI DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA
NASKAH PUBLIKASI DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA Diajukan oleh: JUMANTO D 400 100 041 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014 i LEMBAR PENGESAHAN Karya ilmiah
Momentum, Vol. 10, No. 2, Oktober 2014, Hal ISSN
Momentum, Vol. 10, No. 2, Oktober 2014, Hal. 62-68 ISSN 0216-7395 PERANCANGAN PARAMETER PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA TIPE ROTOR BELITAN UNTUK PENINGKATAN UNJUK KERJA Tejo Sukmadi Jurusan Teknik Elektro
ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START
ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START DAN ARUS START,DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGASUTAN AUTOTRAFO, STAR DELTA DAN DOL (DIRECT ON LINE) PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi
LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2
Halaman 1 LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2 SMP NEGERI 55 JAKARTA A. GGL INDUKSI Sebelumnya telah diketahui bahwa kelistrikan dapat menghasilkan kemagnetan.
M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan
M O T O R D C Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan motor induksi, atau terkadang disebut Ac Shunt Motor. Motor
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sebagai Sumber angin telah dimanfaatkan oleh manusaia sejak dahulu, yaitu untuk transportasi, misalnya perahu layar, untuk industri dan pertanian, misalnya kincir angin untuk
PEDOMAN USULAN RISET SISTEMATIKA USULAN RISET
SISTEMATIKA USULAN RISET Usulan Riset Internal Univ Mercu Buana maksimum berjumlah 0 halaman (tidak termasuk halaman sampul, halaman pengesahan, dan lampiran), yang ditulis menggunakan font Times New Roman
MOTOR DC. Karakteristik Motor DC
MOTOR DC Karakteristik Motor DC Karakteristik yang dimiliki suatu motor DC dapat digambarkan melalui kurva daya dan kurva torsi/kecepatannya, dari kurva tersebut dapat dianalisa batasanbatasan kerja dari
Universitas Medan Area
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan teori Generator listrik adalah suatu peralatan yang mengubah enersi mekanis menjadi enersi listrik. Konversi enersi berdasarkan prinsip pembangkitan tegangan induksi
Penelitian Kompetitif Nasional
4/30/05 Skim Penelitian Desentralisasi Oleh : Wurlina Meles Hp. 083008090 E-mail: [email protected] Disampaikan pada Workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bagi Pendidikan D-III Keperawatan. Diselenggarakan
STUDI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT DENGAN METODE WARD LEONARD (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)
STUDI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT DENGAN METODE WARD LEONARD (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU) Dimas Harind Yudha Putra,Riswan Dinzi Konsentrasi Teknik Energi Listrik,
STUDI PEMAKAIAN SUPERKONDUKTOR PADA GENERATOR ARUS BOLAK- BALIK
STUDI PEMAKAIAN SUPERKONDUKTOR PADA GENERATOR ARUS BOLAK- BALIK Tantri Wahyuni Fakultas Teknik Universitas Majalengka [email protected] Abstrak Pada suhu kritis tertentu, nilai resistansi dari
BAB II DASAR TEORI. commit to user
BAB II DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Chen, et al (2012) melakukan penelitian mengenai mekanisme munculnya cogging torque dari motor sinkron permanen magnet, dengan tujuan untuk meningkatkan performa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Tiga Bagian Utama Sistem Tenaga Listrik untuk Menuju Konsumen
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Distribusi Pada dasarnya, definisi dari sebuah sistem tenaga listrik mencakup tiga bagian penting, yaitu pembangkitan, transmisi, dan distribusi, seperti dapat terlihat
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA SIMULASI PENGARUH DISAIN MAGNET PERMANEN PADA GENERATOR SINKRON FLUKS AKSIAL ROTOR CAKRAM GANDA STATOR TANPA INTI SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana
PENGARUH KECEPATAN PUTAR PENGGERAK MULA MIKROHIDRO TERHADAP KELUARAN GENERATOR INDUKSI 1 FASE 4 KUTUB ABSTRAKSI
Jurnal Emitor Vol. 15 No. 01 ISSN 1411-8890 PENGARUH KECEPATAN PUTAR PENGGERAK MULA MIKROHIDRO TERHADAP KELUARAN GENERATOR INDUKSI 1 FASE 4 KUTUB Agus Supardi, Ardhiya Faris Rachmawan Jurusan Teknik Elektro
PENGARUH PENGATURAN TAHANAN SHUNT DAN SERI TERHADAP PUTARAN DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH KOMPON
PENGARUH PENGATURAN TAHANAN SHUNT DAN SERI TERHADAP PUTARAN DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH KOMPON (Aplikasi pada Laboratorium Departemen Listrik P4TK, Medan) Andri Sitorus,Syamsul Amien Konsentrasi Teknik
PENGUMUMAN NO.131/IT5.3/PG/2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR LEMBAGA PENELITIAN, PENGABDIAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LPMPP) Jln. Nusa Indah (06) 76 Fax. (06) 600 Denpasar
BAB I PENDAHULUAN. Dengan ditemukannya Generator Sinkron atau Alternator, telah memberikan. digunakan yaitu listrik dalam rumah tangga dan industri.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Generator Sinkron merupakan mesin listrik yang mengubah energi mekanis berupa putaran menjadi energi listrik. Energi mekanis diberikan oleh penggerak mulanya. Sedangkan
PENELITIAN HIBAH FAKULTAS TEKNIK UNPAS. Kegiatan penelitian Hibah Fakultas Teknik dilaksanakan sebagai
PENELITIAN HIBAH FAKULTAS TEKNIK UNPAS I. Pendahuluan Kegiatan penelitian Hibah Fakultas Teknik dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam mendukung dosen melaksanakan kegiatan penelitian seperti yang
PERBANDINGAN PENGARUH TAHANAN ROTOR TIDAK SEIMBANG DAN SATU FASA ROTOR TERBUKA : SUATU ANALISIS TERHADAP EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA
PERBANDINGAN PENGARUH TAHANAN ROTOR TIDAK SEIMBANG DAN SATU FASA ROTOR TERBUKA : SUATU ANALISIS TERHADAP EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA Wendy Tambun, Surya Tarmizi Kasim Konsentrasi Teknik Energi Listrik,
FORMULIR RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
FORMULIR RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK Q No.Dokumen 061.423.4.70.00 Distribusi Tgl. Efektif Judul Mata Kuliah : Mesin Arus Bolak-Balik Semester : 6 Sks : 3 Kode : 14034
PERANCANGAN GENERATOR INDUKSI MAGNET PERMANEN SATU FASE KECEPATAN RENDAH
Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 4 16 ISSN : 2339-028X PERANCANGAN GENERATOR INDUKSI MAGNET PERMANEN SATU FASE KECEPATAN RENDAH Agus Supardi, Aris Budiman, Sahid Sholihin Jurusan Teknik Elektro
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang vibration vibration unbalance air gap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemakaian dan pemanfaatan tenaga listrik terus berkembang. Satu diantaranya berbentuk motor AC, dalam prakteknya terdapat masalah yang perlu dicari solusinya agar penggunaannya
REWINDING MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS IMC (INDUCTION MOTOR CAGE) DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk CILACAP PLANT
REWINDING MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS IMC (INDUCTION MOTOR CAGE) DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk CILACAP PLANT Nama : Arif Andriansyah NPM : 11410068 Fakultas Jurusan Pembimbing : Teknologi Industri : Teknik
PANDUAN PROPOSAL PENELITIAN DANA DIPA PPNS. p3m.ppns.ac.id
PANDUAN PROPOSAL PENELITIAN DANA DIPA PPNS Email : [email protected] p3m.ppns.ac.id PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA 2017 1. Umum Program ini dimaksudkan sebagai
PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN PPM PRIORITAS UNIVERSITAS PADJADJARAN
PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN PPM PRIORITAS UNIVERSITAS PADJADJARAN Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan Laporan Akhir : I. Ketentuan Umum Penulisan Laporan Akhir:
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Perancangan Alat Perancangan merupakan suatu tahap yang sangat penting dalam pembuatan suatu alat, sebab dengan menganalisa komponen yang digunakan maka alat yang akan dibuat
1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi
perubahan medan magnetik dapat menimbulkan perubahan arus listrik (Michael Faraday) Fluks magnetik adalah banyaknya garis-garis medan magnetik yang menembus permukaan bidang secara tegak lurus GGL induksi
MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)
MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1) 1. 1. SISTEM TENAGA LISTRIK 1.1. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui
Induksi Elektromagnetik
Induksi Elektromagnetik GGL induksi Generator Dinamo Trafo Cara kerja Trafo Jenis-jenis Trafo Persamaan pada Trafo Efisiensi Trafo Kegunaan Trafo A. GGL induksi Hubungan Pergerakan garis medan magnetik
I. Maksud dan tujuan praktikum pengereman motor induksi
I. Maksud dan tujuan praktikum pengereman motor induksi Mengetahui macam-macam pengereman pada motor induksi. Menetahui karakteristik pengereman pada motor induksi. II. Alat dan bahan yang digunakan Autotrafo
Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan
Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan Hasyim Asy ari 1, Aris Budiman 2, Agus Munadi 3 1,2 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta E-mail
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK TENAGA LISTRIK NO LOAD AND LOAD TEST GENERATOR SINKRON EXPERIMENT N.2 & N.4
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK TENAGA LISTRIK NO LOAD AND LOAD TEST GENERATOR SINKRON EXPERIMENT N.2 & N.4 DOSEN PEMBIMBING : Bp. DJODI ANTONO, B.Tech. Oleh: Hanif Khorul Fahmy LT-2D 3.39.13.3.09 PROGRAM STUDI
Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar
Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No. 2, Mei 2010 57 Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar Isdiyarto Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Semarang
DA S S AR AR T T E E ORI ORI
BAB II 2 DASAR DASAR TEORI TEORI 2.1 Umum Konversi energi elektromagnetik yaitu perubahan energi dari bentuk mekanik ke bentuk listrik dan bentuk listrik ke bentuk mekanik. Generator sinkron (altenator)
BUKU PANDUAN PENELITIAN DIPA
BUKU PANDUAN PENELITIAN DIPA PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA 2016 1. Umum Program ini dimaksudkan sebagai kegiatan pembinaan penelitian yang mengarahkan
