EKTERNALITAS. Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY
|
|
|
- Ivan Kartawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EKTERNALITAS Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY
2 Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mahasiswa mampu: Menjelaskan kegagalan pasar Mengkontruksi makna eksternalitas Menjelaskan biaya transaksi Menjelaskan kurva MPC, MEC dan MSC Menjelaskan kurva MPB, MEB, MSB
3 EKTERNALITAS NEGATIF
4 EKTERNALITAS NEGATIF sensor MUI: Air Kali Surabaya Mutanajis Suarabaya,Greenpress Air Kali Surabaya saat ini dikategorikan mutanajis atau air suci yang terkontaminasi kotoran dan limbah pabrik yang najis. Kesimpulan itu adalah hasil musyawarah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dan Universitas Airlangga (Unair) kemarin.
5 EKTERNALITAS NEGATIF
6 EKTERNALITAS NEGATIF Ikan paus jenis abu-abu (Eschrichtius robustus) di perairan Ojo de Liebre, California di bawah ini tentu tidak mengerti apa-apa tentang emisi karbon, pencemaran, pembuangan zat kimia, asam, atau limbah kimia lain ke habitatnya. Tapi paus abu-abu merasakan dampaknya secara langsung. Emisi zat karbon bahkan mengancam kepunahan paus jenis lain dan beberapa spesies laut lainnya
7 EKTERNALITAS POSITIF
8 EKTERNALITAS POSITIF
9 EKTERNALITAS POSITIF
10 Nilai-nilai pendidikan karekter Ketaatan beribadah Orang taat menjalankan perintah agama akan menghasilkan eksternalitas yang positif, oleh karena itu saya akan taat dalam menjalankan perintah agama Orang yang melanggar larangan agama akan menghasilkan eksternalitas yang negatif, oleh karena itu saya akan menjauhi perbuatanperbuatan yang dilarang agama
11 Bermain Peran Danau yang merana
12 Tokoh: Skenario 1: Keluarga Joko: Bapak & Ibu Joko serta 2 orang anaknya Skenario 2: Keluarga Joko Tuan Takur dan Istrinya Skenario 3 : Keluarga Joko & 15 Tetangga Bapak Joko
13 Danau yang Merana Bagian I: Keluarga Joko tinggal di dekat danau dan memiliki semua tanah disekitar danau. Pak Joko menyuruh anaknya membuang sampah di tempat pembuangan sampah, tapi karena anaknya malas mereka malah membuang sampah didanau. Ketika ketahuan pak Joko marah dan menyuruh anaknya membersihkan danau.
14 Danau yang Merana Bagian II: Ketika anak-anaknya dewasa dan mulai kuliah diluar kota dan membutuhkan biaya yang banyak pak Joko menjual seluruh tanahnya kepada tuan Takur. Tuan takur membangun rumah didekat danau dan mulai membuang sampah di danau tersebut. Melihat danau mulai kotor Bapak Joko menemui tuan takur untuk menyelesaikan masalah tersebut
15 Danau yang Merana Bagian III: 2 Tahun kemudian Tuan Takur berusaha menjual 15 petak tanahnya dan mulai membersihkan danau dan pindah ke kota lain. 2 keluarga mulai membuang sampah kedanau, 3 keluarga yang lain ikut-ikutan membuang sampah kedanau dan danau mulai kotor dan bau. Keluarga joko mengumpulkan semua warga untuk membicarakan masalah ini, tapi tidak ada seorangpun yang mau mengaku dan mereka saling tuduh dan melempar tanggung jawab.
16 DISKUSIKAN 1. Pada waktu hanya keluarga joko yang tinggal, Apakah masalah yang dihadapi keluarga Joko dan bagaimana menyelesaikannya. Adakah eksternalitasnya? 2. Apakah ada masalah eksternalitas ketika tuan Takur tinggal didekat danau? Bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan? Mengapa akhirnya tuan takur mau membersihkan danaunya, apakah hal ini termasuk eksternalitas?
17 DISKUSIKAN 3. Karena tanah tuan Takur lebih luas dari pada tanah bapak Joko sehingga tuan takur memiliki hak lebih besar terhadap keputusan atas danau tersebut apa yang dapat dilakukan oleh keluarga joko agar danaunya tetap bersih. 4. Ketika sudah ada 15 keluarga atau lebih banyak lagi disekitar danau, dapatkah keluarga Joko menyelesaikan masalah dengan cara yang sama ketika hanya ada 1 atau 2 keluarga saja? Jelaskan?
18 Nilai-nilai pendidikan karakter Bertanggungjawab Apabila perbuatan saya merugikan orang lain saya bersedia mengganti kerugian tersebut atau memberikan kompensasi atas kerugian tersebut Saya selalu siap menerima semua konsekuensi dari keputusankeputusan yang saya ambil
19 Jalan Kegelapan
20
21 Study Kasus Lampu Jalan Seharga Rp Tambahan manfaat (dalam Rp. untuk setiap tambahan lampu jalan), dalam ribuan Lampu ke-1 Lampu ke-2 Lampu ke-3 Lampu ke-4 Harry Paty Mary MSB Pada harga Rp 125 untuk setiap lampu, berapa lampu yang dapat dibeli.
22 MSC (Kurva Penawaran) MSB (Kurva Permintaan) Harga X 4500 MPC (S) E MPB (D) Kuantitas X
23 MPC < MSC (Kurva Penawaran) (Eksternalitas Negatif) Harga MSC (S) MEC MPC (S) E2 E1 Ketika eksternalitas negatif muncul, hal ini tidak tercatat oleh kurva biaya privat marjinal (MPC) dari produksi. Biaya tercatat lebih rendah, dibandingkan dengan biaya sosial secara keseluruhan yang sebenarnya. Hasilnya terlalu banyak yang diproduksi. MPB (D) Kuantitas
24 Eksternalitas Positif MPB < MSB Harga X E1 Ketika eksternalitas positif muncul, hal ini tidak tercatat oleh kurva yang menunjukkan MPC keuntungan (S) marjinal privat (MPB) dari konsumsi. Hal ini berarti bahwa manfaat marjinal (marginal benefits) tercatat lebih rendah, dibandingkan dengan tambahan manfaat sosial keseluruhan yang sebenarnya. Hasilnya terlalu sedikit yang diproduksi. MSB (D) MPB (D) MEB Kuantitas X
25 MPC & MSC Pabrik Baja Harga MSC (S) MPC (S) E MPB (D) Kuantitas Pabrik baja menghasilkan biaya eksternal bagi masyarakat berupa polusi. Tunjukan perubahan apapun dalam penawaran dan permintaan pada grafik diatas dan jawab pertanyaan berikut: 1. Akan lebih banyak atau lebih sedikit baja yang di produksi? 2. Akan lebih tinggi atau lebih rendahkah harga baja? 3. Mengapa produk-produk yang melibatkan biaya pihak ketiga menjadi diproduksi lebih banyak?
26 Harga MSC (S) E1 MPC (S) 7000 MPB (D) Kuantitas
27 Apa itu kegagalan pasar? Kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar tidak efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen.
28 Apa itu biaya transaksi? Biaya transaksi adalah seluruh ongkos yang timbul karena pertukaran dengan pihak lain
29 Apa itu Eksternalitas? Eksternalitas adalah biaya atau manfaat yang dirasakan oleh pihak yang tidak terlibat secara langsung dengan suatu transaksi. Karena mempengaruhi pihak ketiga, eksternalitas sering merujuk pada biaya atau manfaat pihak ketiga, atau disebut dampak ikutan (spillovers).
30 TUGAS KELOMPOK APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN? 1. Sebuah pabrik manufaktur mengotori sungai di dekatnya, menyebabkan kejengkelan penduduk di daerah hilir. Dalam sebuah pertemuan sekota, penduduk mendiskusikan tiga proposal untuk penyelesaian masalah. Berdasarkan pemahaman anda tentang eksternalitas, pilihlah proposal terbaik menurut anda dan pertahankan jawaban anda. Proposal 1: Karena penduduk daerah hilir akan menerima keuntungan dari adanya pengendalian polusi, mereka harus membayar untuk itu. Jelas ini adalah kasus manfaat eksternal eksternalitas positif. Pajak kekayaan harus dikenakan atas penduduk daerah hilir. Proposal 2: Pemerintah harus memaksa pabrik penyebab polusi tersebut ditutup. Itu adalah satu-satunya jalan untuk menghentikan semua polusi. Tidak ada alasan bagi penduduk hilir untuk menderita. Semua solusi lain hanya akan tetap meninggalkan air yang kotor. Proposal 3: Perusahaan tidak menghitung semua biaya produksinya. Seharusnya menjaga kebersihan sungai termasuk dalam biaya-biaya tersebut. Sebuah pajak, yang disebut pajak atas aliran kotor, harus dikenakan atas perusahaan untuk setiap kubik air terpolusi yang dilepaskan ke sungai.
EKSTERNALITAS POSITIF DAN NEGATIF PRODUSEN L Suparto LM
EKSTERNALITAS POSITIF DAN NEGATIF PRODUSEN L Suparto LM PENGANTAR Dalam suatu perekonomian modern, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan antara aktifitas satu dengan aktivitas lainnya. Keterkaitan ini
MARGINALISM Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY Orang Rasional Berpikir pada Suatu Margin
MARGINALISM [email protected] Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY Orang Rasional Berpikir pada Suatu Margin TUJUAN [email protected] Mengerti hukum manfaat marjinal yang semakin menurun. Mengerti pentingnya
Fenomena Eksternalitas:
Beberapa contoh negatif lingkungan sungai Eksternlitas sampah di pantai Akibat penambangan kebisingan Fenomena : adalah fenomena yang pervasif (selalu terjadi di mana-mana) Fenomena ini terjadi karena
EFISIENSI EKONOMI dan PASAR
EFISIENSI EKONOMI dan PASAR Kuliah Ekonomi Lingkungan Sesi 5 Efisiensi Ekonomi (1) Efisiensi Ekonomi keseimbangan antara nilai produk dengan nilai dari input yang digunakan untuk memproduksinya (dgn kata
Fenomena Eksternalitas:
Fenomena : adalah fenomena yang pervasif (selalu terjadi di mana mana) Fenomena ini terjadi karena tindakan satu pihak tidak memperhitungkan akibatnya pada pihak lain. Eskternalitas terjadi manakala melibatkan
BARANG PUBLIK & FREE RIDER
BARANG PUBLIK [email protected] & FREE RIDER Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY TUJUAN: Mahasiswa mampu: [email protected] Menjelaskan bagaimana barang publik berbeda dengan barang privat dan mengapa pihak
Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY DEMAND & SUPPLY
[email protected] Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY DEMAND & SUPPLY TUJUAN: [email protected] Peserta mampu mengkontruksi makna permintaan dan penawaran Mampu membuat kurva permintaan dan penawaran Mampu
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pencemaran Air Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi mahluk hidup dan tanpa air maka tidak akan ada kehidupan. Dalam Pasal 5 UU No.7 tahun 2004 tentang sumberdaya air
. harga atas barang/jasa sulit/ tidak dapat ditentukan oleh pasar (market)
EKSTERNALITAS EKSTERNALITAS Manfaat (Benefit) dan/atau Biaya (Cost) yang tidak dapat diperhitungkan secara langsung dalam proses produksi barang/jasa. harga atas barang/jasa sulit/ tidak dapat ditentukan
EVALUASI Metode COURSE REVIEW HORAY (CRH) Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY
EVALUASI [email protected] Metode COURSE REVIEW HORAY Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY (CRH) Kuis Horay Jawablah setiap nomor dibalik kotak Pemilihan nomor berdasarkan tim yang mendapat lemparan bola.
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA I IDENTIFIKASI AIR TERCEMAR
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA I IDENTIFIKASI AIR TERCEMAR Tabel Hasil Pengamatan Sampel Warna Endapan Suhu ph Ikan Jumlah gerak mulut ikan dalam 1 menit Keadaan akhir Jernih Tidak Tanpa 25-7 35-75 Hidup sumur
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK PENGANTAR RIVAL NON-RIVAL KHUSUS TIDAK-KHUSUS 1 RIVALRY (PERSAINGAN) TINGKAT PERSAINGAN ANTAR INDIVIDU UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT DARI SUATU EXCLUDABILITY (PENGKHUSUSAN) TINGKAT PENGKHUSUSAN
ll. TINJAUAN PUSTAKA cepat. Hal ini dikarenakan tahu merupakan makanan tradisional yang dikonsumsi
ll. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Industri Tahu Industri tahu di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang cepat. Hal ini dikarenakan tahu merupakan makanan tradisional yang dikonsumsi setiap hari
Eksternalitas & Barang Publik
Eksternalitas & Barang Publik Rus an Nasrudin Kuliah ke-13 May 21, 2013 Rus an Nasrudin (Kuliah ke-13) Eksternalitas & Barang Publik May 21, 2013 1 / 21 Outline 1 Pendahuluan 2 Definisi Eksternalitas 3
II. TINJAUAN PUSTAKA. kelangsungan hidup manusia karena lahan merupakan input penting yang
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sumberdaya Lahan Lahan merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia karena lahan merupakan input penting yang diperlukan untuk mendukung
(GOODS) Anang Muftiadi
RIVAL NON-RIVAL KHUSUS TIDAK-KHUSUS JENIS BARANG (GOODS) Anang Muftiadi Program Pascasarjana STIA-LAN Bandung RIVALRY (PERSAINGAN) TINGKAT PERSAINGAN ANTAR INDIVIDU UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT DARI SUATU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 8 TAHUN 2009 SERI : E NOMOR : 2
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 8 TAHUN 2009 SERI : E NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN
KELANGKAAN DAN BIAYA OPORTUNITAS
KELANGKAAN DAN BIAYA OPORTUNITAS [email protected] Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY VS [email protected] [email protected] Kelangkaan & Biaya oportunitas [email protected] KOMPETENSI DASAR Menganalisis masalah
TAS BAGIAN V: TEORI EKSTERNALIT. a, SE., MAppEc. Dosen: Ferry Prasetyia JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
BAGIAN V: TEORI EKSTERNALIT TAS Dosen: Ferry Prasetyia a, SE., MAppEc JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA i I. PENDAHULUAN... 2 II.DEFINISI EKSTERNALITAS... 4 III. MACAM
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai potensi besar dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai potensi besar dalam pengembangan usaha dibidang sumber daya perairan. Menurut Sarnita dkk. (1998), luas perairan umum
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan, teknologi, politik, dan budaya yang selalu berkembang memberikan pengaruh yang besar terhadap kegiatan produksi suatu perusahaan. Seluruh
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 10. PELESTARIAN LINGKUNGANLaihan soal 10.3
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 10. PELESTARIAN LINGKUNGANLaihan soal 10.3 1. Meningkatnya permukiman kumuh dapat menyebabkan masalah berikut, kecuali... Menurunnya kualitas kesehatan manusia Meningkatnya
kuantitas sungai sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan iklim komponen tersebut mengalami gangguan maka akan terjadi perubahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sungai merupakan sumber air yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia. Sungai juga menjadi jalan air alami untuk dapat mengalir dari mata air melewati
INSTRUMEN EKONOMI UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KULIAH VALUASI ESDAL PERTEMUAN KE
INSTRUMEN EKONOMI UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KULIAH VALUASI ESDAL PERTEMUAN KE 13 2015 2016 PENDAHULUAN (1) Permintaan akan pembangunan berkelanjutan serta kebutuhan akan
PERDAGANGAN DAN SPESIALISASI
PERDAGANGAN DAN SPESIALISASI [email protected] Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY 9/22/2014 1 Tujuan Pembelajaran [email protected] Mahasiswa dapat menjelaskan: Manfaat dari spesialisasi dan perdagangan Keunggulan
PERANAN PEMERINTAH DI BIDANG PEREKONOMIAN : PILIHAN PUBLIK DAN EKSTERNALITAS
PERANAN PEMERINTAH DI BIDANG PEREKONOMIAN : PILIHAN PUBLIK DAN EKSTERNALITAS DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM Pemerintah tidak selamanya bisa mempengaruhi aktivitas perekonomian dengan menghimbau masyarakat
Q1 ( Apakah konsumen pernah mendengar istilah Green Product ) Pernyataan Frekuensi % Pernah 61 61% Belum Pernah 39 39% Total %
Q1 ( Apakah konsumen pernah mendengar istilah Green Product ) Pernyataan Frekuensi % Pernah 61 61% Belum Pernah 39 39% Total 100 100% Q2 ( Arti Green Product menurut persepsi konsumen ) No Pernyataan Pemaknaan
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PRODUKTIVITAS. Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY
PRODUKTIVITAS [email protected] Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY Investasi kualitas SDM Investasi barang modal Produktivitas Spesialisasi/pembagian kerja Tujuan Pembelajaran Menjelaskan investasi kualitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kota Surabaya menunjukkan perkembangannya pada aspek ekonomi dan sosial. Peningkatan aktivitas perekonomian berbagai sektor baik industri dan riil seirama
TIN206 - Pengetahuan Lingkungan. Materi # T a u f i q u r R a c h m a n
Materi #4 Bahasan 2 Penipisan Ozon (Ozone Depletion). Pemanasan global dan Perubahan Iklim Global. Hujan Asam. Penyebaran Kehidupan (Biological Magnification). Dampak manusia pada Air, Udara, dan Perikanan.
PASAR APEL Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY Institusi ekonomi paling penting dalam ekonomi pasar, adalah pasar.
[email protected] PASAR APEL Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY Institusi ekonomi paling penting dalam ekonomi pasar, adalah pasar. Schedule dan kurva permintaan apel kelas Tingkat kesukaan Jumlah Demand
Kegagalan Pasar Dan Peran Sektor Publik. Wahyudi Kumorotomo
Kegagalan Pasar Dan Peran Sektor Publik Wahyudi Kumorotomo Jenis Kegagalan Pasar 1. Eksternalitas negatif 2. Barang publik 3. Monopoli 4. Ketiadaan jaminan & skala ekonomi yg tepat 5. Informasi asimetris.
TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #4 Genap 2016/2017. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan
Materi #4 Bahasan 2 Penipisan Ozon (Ozone Depletion). Pemanasan global dan Perubahan Iklim Global. Hujan Asam. Penyebaran Kehidupan (Biological Magnification). Dampak manusia pada Air, Udara, dan Perikanan.
SOAL PILIHAN GANDA LITERASI SAINS TEMA LIMBAH DAN USAHA PENANGGULANGANNYA. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
LAMPIRAN B.2 151 SOAL PILIHAN GANDA LITERASI SAINS TEMA LIMBAH DAN USAHA PENANGGULANGANNYA Pilihlah jawaban yang paling tepat! Untuk menjawab soal nomor 1 dan 2 bacalah teks di bawah! Pemerintah daerah
Perancangan Sistem Penilaian pada Model Kematangan Pengelolaan Lingkungan Berdasarkan Kajian Metode Proper
Perancangan Sistem Penilaian pada Model Kematangan Pengelolaan Lingkungan Berdasarkan Kajian Metode Proper Disusun Oleh : Mustika Sukmasari 2507 100 118 Dosen Pembimbing Dosen Ko-Pembimbing : Dr. Maria
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA TENGAH, Menimbang
III. KERANGKA PEMIKIRAN. Contingent Valuation Method (CVM), eksternalitas, biaya produksi dan metode
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis meliputi konsep ekonomi pencemaran, Contingent Valuation Method (CVM), eksternalitas, biaya produksi dan metode valuasi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Tema : Lingkungan
PENCEMARAN LINGKUNGAN. Purwanti Widhy H, M.Pd
PENCEMARAN LINGKUNGAN Purwanti Widhy H, M.Pd Pengertian pencemaran lingkungan Proses terjadinya pencemaran lingkungan Jenis-jenis pencemaran lingkungan PENGERTIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN Berdasarkan UU Pokok
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa Sungai Citarum
ETIKA BISNIS INTERNASIONAL. Week 5
ETIKA BISNIS INTERNASIONAL Week 5 Bisnis Internasional Bisnis internasional yakni bisnis yang kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini termasuk perdagangan internasional, pemanufakturan diluar
Peran Pemerintah dalam Perekonomian
Peran Pemerintah dalam Perekonomian 1. Sistem ekonomi atau Politik Negara 2. Pasar dan peran Pemerintah 3. Jenis Sistem Ekonomi 4. Peran Pemerintah 5. Sumber Penerimaan Negara week-2 ekmakro08-ittelkom-mna
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2008 NOMOR
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2008 NOMOR 02 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG Menimbang NOMOR 02 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DI KABUPATEN TABALONG
Keputusan Menteri Agama R.I. Nomor 518 Tahun 2001 Tanggal 30 Nevember 2001 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PEMERIKSAAN DAN PENETAPAN PANGAN HALAL
Keputusan Menteri Agama R.I. Nomor 518 Tahun 2001 Tanggal 30 Nevember 2001 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PEMERIKSAAN DAN PENETAPAN PANGAN HALAL MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam
I. PENDAHULUAN. sumber daya alam yang bersifat mengalir (flowing resources), sehingga
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sungai menjadi salah satu pemasok air terbesar untuk kebutuhan mahluk hidup yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. Sungai adalah sumber daya alam yang bersifat
Komponen Ekosistem Komponen ekosistem ada dua macam, yaitu abiotik dan biotik. hujan, temperatur, sinar matahari, dan penyediaan nutrisi.
MINGGU 3 Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 1 Sub Pokok Bahasan : a. Pengertian ekosistem b. Karakteristik ekosistem c. Klasifikasi ekosistem Pengertian Ekosistem Istilah ekosistem merupakan kependekan dari
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 29 TAHUN 2003 T E N T A NG KEBERSIHAN, KEINDAHAN DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 29 TAHUN 2003 T E N T A NG KEBERSIHAN, KEINDAHAN DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dalam upaya
BAB I PENDAHULUAN. bersih, cakupan pemenuhan air bersih bagi masyarakat baik di desa maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air adalah materi essensial didalam kehidupan. Tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak memerlukan dan tidak mengandung air. Sel hidup, baik tumbuhan maupun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumberdaya alam yang mutlak diperlukan untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya diantaranya adalah air. Selain itu, air merupakan komponen penyusun terbesar
Standart Kompetensi Kompetensi Dasar
POLUSI Standart Kompetensi : Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungan Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja 2. Polusi Air Polusi Air Terjadinya polusi
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH DI PELABUHAN
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH DI PELABUHAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam upaya
SILABUS (Kelas Eksperimen)
56 1 SILABUS (Kelas Eksperimen) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi : SMP Negeri 2 Punggur : IPA (Biologi) : VII A/2 (Genap) : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
kabel perusahaan telekomunikasi dan segala macam (Setiawan, 2014).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi yang sangat pesat menyebabkan kemajuan di segala bidang, dan sekaligus menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Dampak kemajuan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), peran masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 9 TAHUN TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 9 TAHUN 2012 009 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU, Menimbang : a. bahwa air
BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi bagi negara. Seiring bertambahnya pembangunan perusahaan, sumbersumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan sektor industri di Indonesia memberikan sumbangan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi bagi negara. Seiring bertambahnya pembangunan perusahaan, sumbersumber
MANAJEMEN BIAYA LINGKUNGAN
1 MANAJEMEN BIAYA LINGKUNGAN Kinerja lingkungan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap posisi keuangan perusahan. Hal ini juga menunjukkan perlunya informasi biaya lingkungan yang memadai. Bagi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN ( Pertemuan ke-1)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN ( Pertemuan ke-1) Satuan Sekolah : SMP Negeri 1 Cigasong Mata Pelajaran : IPA Biologi Kelas / Semester : VII / 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam pelajaran)
I. PENDAHULUAN. mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA, Menimbang : a. bahwa sebagai akibat bertambahnya
BAB III DESKRIPSI UMUM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48 TAHUN 2014 TENTANG BIAYA NIKAH DAN EFEKTIVITAS PENERAPANNYA
BAB III DESKRIPSI UMUM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48 TAHUN 2014 TENTANG BIAYA NIKAH DAN EFEKTIVITAS PENERAPANNYA A. Latar belakang ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014 tentang Biaya Nikah
PENGGUNAAN FUNGSI LINEAR DALAM EKONOMI
PENGGUNAAN FUNGSI LINEAR DALAM EKONOMI Agar fungsi permintaan dan fungsi penawaran dapat digambarkan grafiknya, maka faktor-faktor selain jumlah yang diminta dan harga barang dianggap tidak berubah selama
Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, tak terkecuali bagi manusia. Setiap hari kita mengkonsumsi dan memerlukan air
LEMBAR KERJA SISWA 1 Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, tak terkecuali bagi manusia. Setiap hari kita mengkonsumsi dan memerlukan air Apakah air yang kamu gunakan dalam memenuhi kebutuhan
VI. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN
VI. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN 6.1 Kesimpulan 1. Model DICE ( Dinamic Integrated Model of Climate and the Economy) adalah model Three Boxes Model yaitu suatu model yang menjelaskan dampak emisi
Kuesioner Penelitian
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN ANGGOTA KOMUNITAS PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN SEI KERA HILIR I KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA
ekonomi Kelas X INTERVENSI PEMERINTAH DALAM KESEIMBANGAN PASAR K-13 Semester 1 Kelas X IPS SMA/MA Kurikulum 2013 A.
K-13 Kelas X ekonomi INTERVENSI PEMERINTAH DALAM KESEIMBANGAN PASAR Semester 1 Kelas X IPS SMA/MA Kurikulum 2013 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan menjelaskan
INTERAKSI PASAR Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY
[email protected] INTERAKSI PASAR Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY Kompetensi Dasar [email protected] Mendeskripsikan konsep pasar dan terbentuknya harga pasar dalam perekonomian Tujuan Pembelajaran [email protected]
BUPATI LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG
BUPATI LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN SUMBER DAYA IKAN DAN LARANGAN PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT SETRUM, TUBA DAN BAHAN KIMIA
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN. Peningkatan jumlah industri ini diikuti oleh penambahan jumlah limbah, baik
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Analisis Eksternalitas Negatif yang Timbul dari Pencemaran Sungai Musi Akibat Kegiatan Industri Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah penerima air hujan yang dibatasi oleh
TEORI PERMINTAAN KONSUMEN PENDEKATAN UTILITY
TEORI PERMINTAAN KONSUMEN PENDEKATAN UTILITY TIU : Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan pengertian utilitas, menerangkan pengaruh utilitas dan permintaan serta menganalisisnya. TIK:
ETIKA DAN LINGKUNGAN
ETIKA DAN LINGKUNGAN edited by Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta, 2010 Etika Ekologi Sistem ekologi adalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan primer bagi semua makhluk hidup. Di bumi terdapat dua jenis air yaitu air tawar dan air laut. Air tawar tersedia dalam jumlah yang terbatas
Nama : Achmad Sofwan Yusuf Kelas : 3 ID02 NPM :
Nama : Achmad Sofwan Yusuf Kelas : 3 ID02 NPM : 30408016 SOAL : 1. Jelaskan alasan perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan! Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa etika? 2. Beri
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN IDE USAHA
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN IDE USAHA Oleh: Tejo Nurseto, M.Pd NIP. 197403242001121001 [email protected] FAKULTAS EKONOMI PENDIDIKAN EKONOMI YOGYAKARTA 2012 PENGEMBANGAN IDE USAHA Di Sampaikan
Dinamika Pelanggaran Hukum
Dinamika Pelanggaran Hukum 1. Berbagai Kasus Pelanggaran Hukum Pelanggaran hukum disebut juga perbuatan melawan hukum, yaitu tindakan seseorang yang tidak sesuai atau bertentangan dengan aturanaturan yang
BAB I PENDAHULUAN. bersejarah, flora, fauna dan masih banyak kekayaan alam yang lainnya. Namun semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan alamnya. Hutan, laut, bangunan bersejarah, flora, fauna dan masih banyak kekayaan alam yang lainnya. Namun semakin
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULELENG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULELENG,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULELENG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULELENG, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam rangka mewujudkan tata kehidupan Kabupaten
HUKUM PERDAGANGAN BEBAS MULTILATERAL Perdagangan Internasional Dan Lingkungan Hidup
BAHAN KULIAH HUKUM PERDAGANGAN BEBAS MULTILATERAL Perdagangan Internasional Dan Lingkungan Hidup Prof. Sanwani Nasution, SH Dr. Mahmul Siregar, SH.,M.Hum PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM SEKOLAH PASCASARJANA
Air bagi Kehidupan Manusia
Air bagi Kehidupan Manusia Oleh: R.D Ambarwati, ST.MT. Manfaat Air Kehidupan manusia tidak lepas dari tanah, air dan udara, tanah merupakan tempat berpijak dan sumber dari segala bahan makanan yang ditanam
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang
Penebangan Pohon di Hutan, Produk, Desainer, Limbah & Produk Daur Ulang
Dewi Pugersari, NIM: 27109009 1 Penebangan Pohon di Hutan, Produk, Desainer, Limbah & Produk Daur Ulang Kata Kunci: Desain, Kreativitas, ekologi, keberlanjutan, lingkungan Indonesia merupakan negara yang
BAB II PENGATURAN MENGENAI KAWASAN TANPA ROKOK
BAB II PENGATURAN MENGENAI KAWASAN TANPA ROKOK D. Pengertian Kawasan Tanpa Rokok Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk melakukan kegiatan produksi, penjualan, iklan,
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 18 TAHUN 1999 T E N T A N G KETERTIBAN DAN KEBERSIHAN KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 18 TAHUN 1999 T E N T A N G KETERTIBAN DAN KEBERSIHAN KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. dipikirkan mengingat dampak dari buruknya pengelolaan lingkungan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Permasalahan lingkungan di Indonesia merupakan faktor penting yang harus dipikirkan mengingat dampak dari buruknya pengelolaan lingkungan yang semakin nyata.
PENDAHULUAN. lingkungan adalah industri kecil tahu. Industri tahu merupakan salah satu industri
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu industri kecil yang banyak mendapat sorotan dari segi lingkungan adalah industri kecil tahu. Industri tahu merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah
BAB I PENDAHULUAN. penduduk yang banyak dan terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk yang banyak dan terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk sebanyak 255.993.674 jiwa atau
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN AR RANIRY SILABUS BERBASIS KKNI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN AR RANIRY SILABUS BERBASIS KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/Indonesian Qualification Frame Work) Nama Matakuliah : Ekonomi Sumber & Lingkungan
EKONOMI KUALITAS LINGKUNGAN
EKONOMI KUALITAS LINGKUNGAN Pertemuan 6 MK.EKONOMI LINGKUNGAN DEPARTEMEN EKONOMI & SUMBERDAYA LINGKUNGAN 1 Pendahuluan (1) Sistem pasar cenderung mengalami malfungsi sampai taraf tertentu ketika terjadi
EKONOMI KUALITAS LINGKUNGAN
EKONOMI KUALITAS LINGKUNGAN Pertemuan 6 MK.EKONOMI LINGKUNGAN DEPARTEMEN EKONOMI & SUMBERDAYA LINGKUNGAN 1 Pendahuluan (1) Sistem pasar cenderung mengalami malfungsi sampai taraf tertentu ketika terjadi
