COST OF ILLNESS PASIEN STROKE

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "COST OF ILLNESS PASIEN STROKE"

Transkripsi

1 Submitted: Accepted : Published : p-issn: e-issn: Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi COST OF ILLNESS PASIEN STROKE COST OF ILLNESS OF STROKE PATIENT Sandi Purbaningsih 1), Djoko Wahyono 2) dan Endang Suparniati 3) 1) RSUD RA Kartini, Jepara 2) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 3) RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta ABSTRAK Stroke adalah penyakit gangguan otak yang dapat mengakibatkan kematian dan kecacatan dengan biaya perawatan yang besar. Studi Cost of Illness (COI) bertujuan untuk mengukur beban ekonomi suatu penyakit. Penelitian dimaksudkan untuk melihat gambaran total biaya penyakit stroke, mengetahui perbedaan biaya riil pasien stroke rawat jalan dan rawat inap ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional berdasarkan perspektif rumah sakit. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melalui catatan medik pasien, bagian penjaminan, dan dari bagian Unit Teknologi Informatika di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode bulan Januari sampai Juni Variabel bebas meliputi usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke meliputi stroke iskemik dan hemoragi, sedangkan variabel terikat adalah biaya riil pasien stroke rawat jalan dan rawat inap. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, Mann Whitney, dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya penyakit stroke untuk 606 pasien adalah sebesar Rp ,97. Biaya rawat jalan menunjukkan berbeda signifikan ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin dan cara bayar untuk stroke iskemik, sedangkan untuk stroke hemoragi menunjukkan beda signifikan ditinjau dari faktor jenis kelamin dan cara bayar. Biaya rawat inap menunjukkan beda signifikan ditinjau dari faktor usia, kelas perawatan, lama perawatan dan jumlah komorbid untuk stroke iskemik, sedangkan untuk stroke hemoragi menunjukkan beda signifikan ditinjau dari kelas perawatan, lama perawatan dan jumlah komorbid. Tipe stroke memberikan hasil perbedaan signifikan pada biaya stroke rawat jalan. Kata Kunci: Cost of Illness, stroke, perspektif rumah sakit ABSTRACT Stroke is an illness that causes of brain disorder that can lead to death and severe disability on individual, and the stroke medication costs are enormous. The study of the Cost of Illness (COI) measures the economic burden of an illness. The research goal is to identify the total cost portrait of stroke, to determine the difference in the real cost of outpatient and inpatient stroke patients terms of factors as age, gender, the class of treatment, length of stay, the number of comorbid, payment systems and type of stroke in Dr. Sardjito hospital. This research was analytic research with cross sectional study design based on the perspective of the hospital. The data were collected retrospectively through medical patients records from January to June 2014, from the insurance division, and from the Information Technology Unit at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. The variables in this study consist of the independent variables namely: age, gender, medication class, length of stay, number of comorbid, payment system and stroke type include ischemic and hemorrhagic stroke, while the dependent variables namely: the real cost of outpatient and inpatient stroke patients in Dr Sardjito hospital. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, Mann Whitney, and Kruskal Wallis. The total cost of stroke from January-June 2014 based on the perspective of the Dr. Sardjito hospital for 606 patients was Rp. 5,867,281,315,97. The cost of outpatient with ischemic stroke showed significant difference in terms of the age factor, sex, and payment system, while the cost of outpatient with hemorrhagic stroke showed a significant difference in terms of the factors gender and payment system. The cost of inpatient with ischemic stroke showed a significant difference in terms of age, class treatment, and length of stay and the number of comorbidities, while the cost of inpatient with hemorrhagic stroke showed significant differences in terms of class treatment, length of stay and the number of comorbidities. The type of stroke results significant differences in the cost of outpatient stroke. Keywords: The Cost of Illness, stroke, Dr. Sardjito hospital s perspective PENDAHULUAN Stroke adalah salah satu penyebab kecacatan berat di seluruh dunia pada usia di atas 60 tahun dengan biaya perawatan yang besar. Pada tahun 2004 diperkirakan 53,6 miliar dolar Amerika (Nasution, 2007), sehingga stroke Korespondensi Sandi Purbaningsih, S.Si., Apt RSUD RA Kartini [email protected] HP : disebut sebagai penyakit yang mahal baik untuk pasien sendiri dan keluarganya. Penelitian Finkelstein et al. (2014) memperkirakan penduduk Indonesia di atas usia 40 tahun diproyeksikan meningkat sebesar 34,4% dari 73,4 menjadi 98,7 juta pada 2020, sedangkan pertumbuhan penduduk total diperkirakan hanya 9,7%. Antara 2010 dan 2020 jumlah prevalensi hipertensi sebagai faktor 95

2 Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 resiko stroke diperkirakan akan meningkat sebesar 6,8%, sedangkan prevalensi stroke diperkirakan akan meningkat sebesar 20%. Berdasarkan prevalensi tersebut diperkirakan beban ekonomi stroke akan mengalami peningkatan dengan proporsi terbesar yaitu 56,9% dari $ 0,29 miliar menjadi $0,45 miliar. Studi Cost of Illness (COI) atau analisa biaya penyakit mengukur beban ekonomi penyakit dan memperkirakan jumlah maksimum yang berpotensi dapat disimpan atau dihemat jika penyakit itu bisa dicegah. Banyak penelitian COI telah dilakukan selama 30 tahun terakhir. Peran penting studi COI dapat dilihat dari seringnya penggunaan oleh para pembuat kebijakan. Sebagian besar dari studi ini telah berperan dalam debat kebijakan terkait kesehatan masyarakat karena studi ini menyoroti besarnya dampak dari penyakit di masyarakat. METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis Penelitian adalah penelitian analitik noneksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Data yang digunakan diambil secara retrospektif melalui catatan medik pasien yang mengalami stroke yang memenuhi kriteria inklusi selama periode bulan Januari sampai Juni 2014, bagian Unit Teknologi Informatika dan bagian Penjaminan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mengetahui biaya perawatan pasien. Analisis biaya ini dilakukan berdasarkan perspektif rumah sakit. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data retrospektif dari catatan medik pasien; rincian biaya medik riil pasien stroke; data klaim INA CBG s pasien stroke periode Januari-Juni 2014 Subjek Penelitian Subjek yang digunakan adalah seluruh populasi pasien stroke di RSUP Dr. Sardjito periode bulan Januari-Juni 2014 yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah semua pasien yang mengalami stroke baik stroke iskemik dan stroke haemoragik baik rawat inap maupun rawat jalan di RSUP. Dr. Sardjito; pasien dengan data rekam medik dan pembiayaan yang lengkap. Kriteria eksklusi subyek penelitian adalah pasien stroke dengan komorbid penyakit yang tidak ada hubungannya dengan sistem vaskuler meliputi kanker, TBC, dan HIV-AIDS. Variabel Penelitian Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang meliputi: usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke. Sedangkan variabel tergantung adalah biaya riil pasien rawat jalan dan biaya riil pasien rawat inap. Analisis Data Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif untuk memaparkan besar total biaya penyakit stroke, komponen-komponen biaya yang menyusun total biaya penyakit stroke: analisis uji beda biaya pasien stroke di RSUP Dr. Sardjito ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke dilakukan dengan metode analisis Mann Whitney untuk uji beda 2 kelompok, dan Kruskal Wallis untuk uji beda lebih dari 2 kelompok pada taraf kepercayaan 95% (α=5%). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Biaya Pasien Stroke Rawat Jalan Analisis biaya pada penelitian ini dilakukan dengan memperhitungkan faktorfaktor yang mempengaruhi biaya penyakit stroke di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Januari-Juni Total biaya penyakit pasien stroke rawat jalan merupakan perhitungan total biaya penyakit pasien stroke iskemik dan hemoragi dengan cara bayar fee for service dan prospective payment system. Hasil perhitungan total biaya pasien stroke rawat jalan untuk 246 episode kunjungan sebesar Rp ,72. Dengan rata-rata perawatan per episode sebesar Rp ,5± ,13. Tabel I menunjukkan bahwa usia memberikan hasil berbeda secara signifikan 96

3 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi terhadap biaya riil yang ditimbulkannya, dengan nilai p= 0,01 (<0,05). Dilihat dari nilai rata-rata biaya, semakin lanjut usia pasien, maka biaya yang ditimbulkannya juga semakin besar. Hal ini disebabkan semakin lanjut usia pasien fungsi dan metabolisme tubuh semakin menurun dan seringkali pasien lanjut disertai beberapa komorbid (penyakit penyerta), sehingga biaya pengobatan tidak hanya untuk mengobati penyakit stroke saja tapi juga penyakit komorbid. Jenis kelamin juga memberikan hasil beda yang signifikan terhadap biaya riil yang ditimbulkan dengan signifikansi p= Hasil ini sesuai dengan penelitian Gnonlonfoun et al. (2013) yang menyebutkan bahwa biaya stroke dipengaruhi oleh jenis kelamin. Biaya untuk pasien laki-laki lebih besar dari pada biaya untuk pasien perempuan, karena pada laki-laki cenderung memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit vascular, sehingga pada laki-laki kemungkinan menderita stroke lebih besar. Hasil analisis berdasarkan jumlah komorbid tidak menunjukkan hasil beda secara signifikan terhadap biaya riil yang ditimbulkan (p=0,057). Hal tersebut kemungkinan karena yang lebih berpengaruh terhadap biaya riil adalah tingkat keparahan penyakit dan jumlah komorbid tidak cukup untuk menentukan tingkat keparahan. Untuk menentukan tingkat keparahan diperlukan komponen lain yaitu prosedur (tindakan) yang diperlukan untuk menangani penyakit tersebut sesuai sistem grouper casemix. Tabel I. Hasil Uji Beda Karakteristik Pasien Stroke Iskemik Rawat Jalan terhadap Biaya Riil Variasi Kelompok n Jumlah Rata-rata SD p (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) Usia (tahun) < , , , , , , , , ,70 > , , ,44 Jenis Kelamin Laki-laki , , ,79 Perempuan , , ,89 Jumlah Komorbid Tanpa , , , , , , , , ,74 > , , ,58 Cara Bayar Fee for service , , ,42 Prospective payment system , , ,08 0,010 0,030 0,057 0,000 97

4

5 Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 Tabel II. Hasil Uji Beda Karakteristik Pasien Stroke Hemoragi Rawat Jalan dengan Biaya Riil Variasi Kelompok Usia (tahun) n (episode) Jumlah Rata-rata SD P (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) < , , , , , ,27 > , ,69 Jenis Kelamin Laki-laki , ,16 Perempuan , ,33 Jumlah Komorbid Tanpa , , , , , , , , ,74 > 2 0 0,00 0,00 0,00 0,061 0,032 0,054 Cara bayar Fee for service , , ,68 0,000 Prospective payment system , , ,32 Dari hasil analisis pada Tabel II diketahui bahwa pada pasien stroke hemoragi rawat jalan faktor yang memberikan hasil beda signifikan terhadap biaya rill hanya jenis kelamin (p=0,032). Hal ini karena pasien stroke hemoragi rawat jalan yang berjenis kelamin perempuan rata-rata berusia lanjut (di atas 50 tahun) yang kemungkinan sudah mengalami postmenstruasi. Menurut penelitian Haast et al., (2012), kejadian postmenstruasi dan usia yang lebih panjang pada perempuan, menyebabkan perempuan mendapatkan serangan stroke pada usia lanjut dan biasanya terjadi dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, karena perbedaan jenis hormonal mempengaruhi patofisiologi dan sirkulasi darah di otak. Hasil analisis untuk faktor usia dan jumlah komorbid tidak memberikan hasil beda yang signifikan terhadap biaya riil (p>0,05). Pasien yang memiliki 2 komorbid mempunyai rata-rata biaya tertinggi sebesar Rp ,02. Tabel III. Uji Beda Tipe Stroke Pasien Rawat Jalan terhadap Biaya Riil Tipe Stroke n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) Stroke Iskemik , , ,27 Stroke Hemoragi , , ,46 0,006 98

6

7 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi Berdasarkan Tabel III, diketahui bahwa tipe stroke memberikan hasil berbeda secara signifikan terhadap biaya riil yang ditimbulkan (p<0,05), meskipun rata-rata pada stroke hemoragi lebih rendah dari rata-rata pada stroke iskemik. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Nordin et al., (2012) yang menyatakan bahwa biaya stroke kurang dipengaruhi oleh tipe stroke akan tetapi lebih dipengaruhi oleh tingkat keparahan stroke. Program JKN yang diterapkan pemerintah mulai 1 Januari 2014, memberlakukan perhitungan biaya perawatan pasien dengan cara bayar prospective payment system didasarkan pada tarif INA-CBGs menyebabkan analisis tentang biaya yang terkait dengan tarif INA-CBGs adalah aktual untuk dilakukan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara biaya riil pasien stroke dengan cara bayar prospective payment system dengan klaim tarif INA-CBGs yang ditetapkan berdasarkan grouping. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh selisih negatif untuk biaya pasien stroke iskemik sejumlah 110 episode sebesar Rp ,00 dan untuk pasien stroke hemoragi rawat jalan sejumlah 6 episode sebesar Rp ,00. Selisih negatif antara biaya riil pasien stroke rawat jalan dengan cara bayar PPS memberi gambaran tentang kemungkinan kerugian biaya yang ditanggung rumah sakit dalam perawatan pasien stroke rawat jalan. Analisis Biaya Pasien Stroke Rawat Inap Perhitungan total biaya pasien stroke rawat inap adalah sebesar Rp ,25 untuk 424 episode perawatan, merupakan penjumlahan dari total biaya pasien stroke rawat inap dengan cara bayar fee for service dan total biaya pasien stroke rawat inap dengan cara bayar prospective payment system. Total biaya riil yang dibutuhkan untuk perawatan pasien rawat inap dengan cara bayar fee for service selama periode Januari-Juni 2014 adalah sebesar Rp ,57 akumulasi dari biaya riil pasien stroke iskemik dan stroke hemoragi rawat inap sebanyak 42 episode. Ratarata perawatan per episode sebesar Rp ,18± ,95. Hasil perhitungan total biaya pasien stroke rawat inap dengan cara bayar prospective payment system dengan menjumlahkan biaya medik langsung rawat inap pasien stroke iskemik dan hemoragi. Dari hasil perhitungan diperoleh total biaya sebesar Rp ,68 untuk 382 episode. Hasil uji beda karakteristik pasien stroke iskemik terhadap biaya riil dalam Tabel IV menunjukkan bahwa usia memberikan hasil berbeda sangat signifikan terhadap biaya riil rawat inap, ditunjukkan dengan nilai p= 0,000 (<0,05). Hasil ini sesuai dengan penelitian Chow et al., (2004), yang menyimpulkan bahwa usia, kelas perawatan, dan lama perawatan berpengaruh signifikan terhadap total biaya perawatan. Pada uji beda jenis kelamin memberikan hasil tidak berbeda secara signifikan dengan biaya riil (p=-0,300). Penelitian Damayanti (2010) juga menyimpulkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap biaya riil pasien stroke. Hal ini kemungkinan disebabkan variasi kondisi kesehatan pasien laki-laki dan perempuan yang berkunjung ke rumah sakit pada periode tersebut hampir sama. Kelas Perawatan juga memberikan hasil berbeda yang sangat signifikan terhadap biaya dengan nilai p= (<0.05). Perbedaan tersebut karena adanya perbedaan fasilitas yang diperoleh pasien. Selain itu tiap kelas perawatan ada perbedaan jenis obat yang diberikan. Pada kelas menengah ke bawah banyak menggunakan obat-obat generik dengan harga yang relatif murah, sedangkan pada kelas yang lebih tinggi sering masih menggunakan obatobat branded atau branded generik dengan harga yang relatif lebih mahal. Uji perbedaan lama perawatan memiliki nilai signifikansi yang jauh dibawah 0,05 (p=0,000), berarti semakin lama perawatan pasien di ruang rawat inap maka semakin besar biayanya. Karena semakin lama perawatan, minimal ada penambahan biaya akomodasi, pelayanan medik, dan obat serta barang medik 99

8 Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 Tabel IV. Hasil Uji Beda Karakteristik Pasien Stroke Iskemik Rawat Inap terhadap Biaya Variasi Komponen Usia (tahun) n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) < , , , , , , , , ,78 > , , ,64 Jenis Kelamin Laki-laki , , ,25 Perempuan , , ,10 Kelas perawatan III , , ,88 II , , ,07 I , , ,52 VIP , , ,66 VVIP , , ,73 Suite Room , , ,21 Lama Perawatan (hari) < , , , , , , , , ,56 > , , ,68 Jumlah Komorbid Tanpa , , , , , , , , ,98 > , , ,81 Cara Bayar Fee for service , , ,95 Prospective payment system , , ,58 0,000 0,300 0,000 0,000 0,008 0,553 Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Huang et al., (2013) bahwa lama perawatan berpengaruh terhadap biaya riil rawat inap. Efisiensi biaya perawatan pasien stroke rawat inap dengan cara memberikan terapi yang efektif. Salah satu usaha rumah sakit untuk memberikan perawatan yang efektif bagi pasien stroke adalah dengan cara mendirikan unit stroke. Studi meta analisis yang diadakan oleh Stroke Unit Trialists Collaboration (2007) menunjukkan adanya penurunan angka kematian pasien stroke 18% ketika dirawat di Unit stroke daripada pasien yang dirawat di bangsal. Hal ini karena di Unit stroke pasien ditangani oleh dokter-dokter spesialis yang saling berkolaborasi. Hasil uji perbedaan kelompok jumlah komorbid terhadap biaya riil penyakit stroke di dapatkan p=0,000 (<0,05), berarti perbedaan jumlah komorbid akan menyebabkan perbedaan biaya yang ditimbulkan. Berdasarkan penelitian Aouinti et al. (2013) jumlah komorbid akan meningkatkan biaya terutama biaya obatobatan. Pada tabel VI dapat dilihat bahwa biaya riil menunjukkan beda signifikan ditinjau dari lama perawatan (p=0,000), kemudian jumlah komorbid (p=0,036) dan kelas perawatan memberikan pengaruh yang kurang signifikan (p=0,049) Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata biaya meningkat secara signifikan dengan bertambahnya lama perawatan pasien. Demikian juga halnya dengan biaya rata-rata pada kelompok jumlah komorbid, dimana biaya rata-rata meningkat dengan 100

9 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi semakin banyaknya jumlah komorbid yang dimiliki pasien stroke. Hasil ini sesuai dengan kesimpulan Specogna dkk., (2013) bahwa biaya terapi stroke dipengaruhi salah satunya dengan adanya faktor komorbiditas. Untuk kategori kelas perawatan, tampak juga adanya peningkatan rata-rata biaya perawatan dengan kenaikan kelas, meskipun terlihat bahwa rata-rata biaya pasien untuk kelas I lebih tinggi dibandingkan dengan biaya ratarata pasien VIP, karena ada beberapa pasien kelas I dengan tingkat keparahan yang berat sehingga membutuhkan beberapa tindakan operatif dengan biaya tinggi seperti tracheotomy dan craniotomy, serta perawatan yang lama di ICU sampai 20 hari. Dari hasil uji beda tipe stroke terhadap biaya (Tabel V), menunjukkan bahwa tipe stroke tidak memberikan beda yang signifikan terhadap biaya penyakit stroke dengan signifikansi (>0.05). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nordin et al., (2012), bahwa biaya stroke tidak dipengaruhi oleh tipe stroke akan tetapi lebih dipengaruhi oleh tingkat keparahan stroke. Dari hasil perhitungan selisih antara biaya riil dengan klaim tarif INA-CBG s diketahui bahwa pada penyakit stroke iskemik rawat inap didapatkan perbedaan positif sebesar Rp ,00, sedangkan untuk kasus stroke hemoragi diperoleh selisih negatif sebesar Rp ,60, sehingga ada kemungkinan rumah sakit menanggung kerugian. selisih negatif pada kelas perawatan diluar tanggungan BPJS (VIP, VVIP, suite room) otomatis menjadi tanggung jawab pasien. Penetapan kode diagnosis oleh petugas koding rumah sakit mempunyai peran strategis untuk menentukan besarnya tarif INA-CBG s yang bisa diklaim ke pihak BPJS. Sehingga ketepatan penulisan diagnosa dan prosedur medik yang lengkap menjadi salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan. Tabel V. Hasil Uji beda Tipe Stroke terhadap Biaya Riil Rawat Inap Tipe Stroke n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) Stroke Iskemik , , ,75 Stroke Hemoragi , , ,40 0,

10 Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 Tabel VI. Hasil Uji beda Karakteristik Pasien Stroke Hemoragi Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito terhadap Biaya Variasi Kelompok Usia (tahun) n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) < , , , , , , , , ,93 > , , ,10 Jenis Kelamin Laki-laki , , ,65 Perempuan , , ,78 Kelas perawatan III , , ,65 II , , ,93 I , , ,80 VIP , , ,70 VVIP , ,00 0,00 Suite Room , ,00 0,00 Lama Perawatan (hari) < , , , , , , , , ,22 > , , ,24 Jumlah Komorbid Tanpa , , , , , , , , ,61 > , , ,77 Cara Bayar Fee for service , , ,81 Prospective payment system , , ,10 0,923 0,579 0,049 0,000 0,036 0,163 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Cost of Illness Pasien Stroke di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dapat diambil kesimpulan bahwa total biaya penyakit stroke iskemik dan hemoragi dalam periode Januari-Juni 2014 (6 bulan) berdasarkan perspektif RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta adalah sebesar Rp ,97. Biaya tersebut merupakan penjumlahan dari total biaya rawat jalan untuk 198 pasien (246 episode) sebesar Rp ,72 dan total biaya rawat inap untuk 408 pasien (424 episode) sebesar Rp ,25. Pada biaya riil stroke iskemik rawat jalan terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin, dan cara bayar pasien (p<0,05), sedangkan pada biaya riil stroke hemoragi rawat jalan terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor jenis kelamin dan cara bayar (p<0,05). 102

11 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi Pada biaya riil pasien stroke rawat jalan terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari tipe stroke (p<0,05). Pada biaya riil stroke iskemik rawat inap terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor usia, kelas perawatan, lama perawatan dan jumlah komorbid (p<0,05), sedangkan pada biaya riil stroke hemoragi rawat inap terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor kelas perawatan, lama perawatan, dan jumlah komorbid (p<0,05). DAFTAR PUSTAKA Aouinti, S., Malouche, D., Mallek, H. o., Saidi, O., Lassaoud, O., Hentati, F., et al., 2013, Predictive Risk Factors for Increased Direct Medical Cost of Stroke in Tunisia, ive_risk_factors_for_increased_direct_med ical_cost_of_stroke_in_tunisia, diakses 31 Maret Chow, W.L., Tin, A.S., Meyyappan, A., 2010, Factor Influencing Cost of Inpatient Ischaemic Stroke Care in Singapura, SingHealth Centre for Healyh Services Research, 19 (4): Damayanti, 2010, Analisis Biaya Terapi Pasien Stroke Rawat Inap di RSUP Dr. Sardjito tahun 2007, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Finkelstein, E.A., Chay, J., dan Bajpai, S., 2014, The Economic Burden of Self-Reported and Undiagnosed Cardiovascular Diseases and Diabetes on Indonesian Households. PLoS ONE, 9 (6): 1-3. Gnonlonfoun, D.D., Adoukonou, T., Adjien, C., Nkouei, E., Houinato, D., Avode, D.G., et al., 2013, Factors Associated with Stroke Direct Cost in Francophone West Afirca, Benin Example, World Journal of Neuroscience, 3 (4): Haast, R.A.M., Gustafson, D.R., dan Kiliaan, A.J., 2012, Sex Differences in Stroke, Journal of Cerebral Blood Flow and Metabolism, 32 (12): Huang, Y.-C., Hu, C.-J., Lee, T.-H., Yang, J.-T., Weng, H.-H., Lin, L.C., et al., 2013, The Impact Factors on the Cost and Length of Stay among Acute Ischemic Stroke, Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, 22 (7): e152 e158. Nasution, D.K., 2007, Strategi Pencegahan Stroke Primer, / /20531/1/ppgb_2007_darul_kutn i.pdfhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/ /20531/1/ppgb_2007_darul_kutni. pdf, diakses 2 September Nordin, N.., Ajunid, S.., Aziz, N.A., Nur, A.M., Sulong, S., 2012, Direct Medical Cost of Stroke: Finding from a Tertiary Hospital in Malaysia, Medical Journal Malaysia, 67 (5): Specogna, A.V., Patten, S.B., Turin, T.C., dan Hill, M.D., 2013, Cost of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage in Canada During 1 Decade, Stroke, 45 (1): Stroke Unit Trialists Collaboration, 2007, Organised Inpatient (Stroke Unit) Care for Stroke, The Cochrane Database of Systematic Reviews, CD

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Stroke merupakan gangguan aliran darah pada suatu bagian otak

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Stroke merupakan gangguan aliran darah pada suatu bagian otak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan gangguan aliran darah pada suatu bagian otak yang disebabkan oleh adanya bekuan (gumpalan) maupun pendarahan. Suplai darah berkurang atau tidak ada

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA TERAPI STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA

ANALISIS BIAYA TERAPI STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA ANALISIS BIAYA TERAPI STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA Faridah Baroroh, Lailla Affianti Fauzi Universitas Ahmad Dahlan Email : [email protected] ABSTRAK Stroke

Lebih terperinci

SELISIH LAMA RAWAT INAP PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELLITUS TIPE 2 ANTARA RILL DAN PAKET INA-CBG

SELISIH LAMA RAWAT INAP PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELLITUS TIPE 2 ANTARA RILL DAN PAKET INA-CBG INTISARI SELISIH LAMA RAWAT INAP PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELLITUS TIPE 2 ANTARA RILL DAN PAKET INA-CBG s SERTA HUBUNGAN BIAYA RAWAT INAP TERHADAP BIAYA RILL DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2013 Ary Kurniawan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... ABSTRAK... ABSTRACT... i ii

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Karakteristik Subjek Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Karakteristik Subjek Penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Subjek Penelitian 1. Gambaran karakteristik Pasien Hasil penelitian diperoleh jumlah subjek sebanyak 70 pasien. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria

Lebih terperinci

HUBUNGAN BIAYA OBAT TERHADAP BIAYA RIIL PADA PASIEN RAWAT INAP JAMKESMAS DIABETES MELITUS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2013

HUBUNGAN BIAYA OBAT TERHADAP BIAYA RIIL PADA PASIEN RAWAT INAP JAMKESMAS DIABETES MELITUS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2013 HUBUNGAN BIAYA OBAT TERHADAP BIAYA RIIL PADA PASIEN RAWAT INAP JAMKESMAS DIABETES MELITUS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2013 Wahyudi 1, Aditya Maulana P.P, S.Farm.M.Sc., Apt.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menurut World Health Organization tahun 2011 stroke merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menurut World Health Organization tahun 2011 stroke merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut World Health Organization tahun 2011 stroke merupakan penyebab kematian ketiga (10%) di dunia setelah penyakit jantung koroner (13%) dan kanker (12%) dengan

Lebih terperinci

COST OF ILLNESS PASIEN HEMOFILIA A DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA. Abstrak

COST OF ILLNESS PASIEN HEMOFILIA A DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA. Abstrak COST OF ILLNESS PASIEN HEMOFILIA A DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Umi Nafisah Program Studi Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta Jl. KH. Samanhudi 31, Mangkuyudan, Surakarta Abstrak Hemofilia merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 18 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prevalensi penyakit tidak menular (non communicable diseases) diprediksi akan terus mengalami peningkatan di beberapa negara berkembang. Peningkatan penderita penyakit

Lebih terperinci

BIAYA RIIL DAN ANALISIS KOMPONEN BIAYA YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA KASUS SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RSJ SAMBANG LIHUM

BIAYA RIIL DAN ANALISIS KOMPONEN BIAYA YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA KASUS SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RSJ SAMBANG LIHUM INTISARI SELISIH TARIF PAKET INA-CBGs DENGAN BIAYA RIIL DAN ANALISIS KOMPONEN BIAYA YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA KASUS SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RSJ SAMBANG LIHUM Noormila Sari 1 ; Ratih Pratiwi Sari

Lebih terperinci

PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF PAKET INA-CBG S DAN ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA PASIEN DIABETES MELITUS

PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF PAKET INA-CBG S DAN ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA PASIEN DIABETES MELITUS JURNAL SPREAD APRIL 2014, VOLUME 4 NOMOR 1 PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF PAKET INA-CBG S DAN ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT INAP JAMKESMAS DI RSUP

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE ISKEMIK

ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE ISKEMIK p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE ISKEMIK COST ANALYSIS OF ISCHEMIC STROKE DISEASE Ferdy Firmansyah 1), Tri Murti Andayani 1), Rizaldy

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia berkembang cukup

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia berkembang cukup BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia berkembang cukup pesat. Hal ini sesuai dengan kebutuhan akan layanan rumah sakit yang meningkat. Selain sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan diambil melalui

Lebih terperinci

PERBANDINGAN BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBG s PENYAKIT STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA

PERBANDINGAN BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBG s PENYAKIT STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 PERBANDINGAN BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBG s PENYAKIT STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA COMPARISON OF REAL COSTS AGAINST THE PRICE OF INA-CBG's ISCHEMIC STROKE

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI

LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI Nama Rumpun Ilmu: Farmasi Klinik LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT DENGAN PREVALENSI TINGGI SEBAGAI PERTIMBANGAN DALAM PENETAPAN PEMBIAYAAN KESEHATAN BERDASAR INA-CBGs

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. desain penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara

BAB III METODE PENELITIAN. desain penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara cross sectional retrospektif

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2009

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2009 ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI 2009-31 DESEMBER 2009 Muhammad Randy, 2010 Pembimbing I : Sri Nadya J. Saanin, dr., M.Kes. Pembimbing II : DR. Felix Kasim,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. fisik, mental, sosial dan ekonomi bagi penderitanya (Satyanegara et al, 2009)

BAB I PENDAHULUAN UKDW. fisik, mental, sosial dan ekonomi bagi penderitanya (Satyanegara et al, 2009) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang cukup besar di dunia. Stroke adalah gangguan fungsi otak fokal maupun secara menyeluruh yang terjadi

Lebih terperinci

Abstract ASSOCIATION OF ATRIAL FIBRILLATION AND ISCHEMIC STROKE ANALYSIS FROM RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Abstract ASSOCIATION OF ATRIAL FIBRILLATION AND ISCHEMIC STROKE ANALYSIS FROM RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Abstract ASSOCIATION OF ATRIAL FIBRILLATION AND ISCHEMIC STROKE ANALYSIS FROM RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Arya Widyatama 1, Imam Rusdi 2, Abdul Gofir 2 1 Student of Medical Doctor, Faculty of Medicine,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya mengenai jaminan social (Depkes RI, 2004). Penyempurna dari. bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. khususnya mengenai jaminan social (Depkes RI, 2004). Penyempurna dari. bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Disahkannya Undang-Undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional memberikan landasan hukum terhadap kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial

Lebih terperinci

ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015

ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 Diabetes melitus tipe 2 didefinisikan sebagai sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemik

Lebih terperinci

ABSTRAK HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN PENDERITA RAWAT INAP STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

ABSTRAK HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN PENDERITA RAWAT INAP STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014 ABSTRAK HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN PENDERITA RAWAT INAP STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2013 - DESEMBER 2014 Fitriana Andiani, 2015 : Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE PERDARAHAN DI RUMAH SAKIT

ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE PERDARAHAN DI RUMAH SAKIT p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE PERDARAHAN DI RUMAH SAKIT ANALYSIS OF HEMORRHAGE STROKE DISEASE AT HOSPITAL Irfanianta Arif Setyawan

Lebih terperinci

E. Keaslian Penelitian Beberapa penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini antara lain: 1. Ng et al (2014) dengan judul Cost of illness

E. Keaslian Penelitian Beberapa penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini antara lain: 1. Ng et al (2014) dengan judul Cost of illness 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan dunia karena di berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya peningkatan angka insidensi dan prevalensi

Lebih terperinci

ANALISIS LAMA RAWAT DAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN PADA SISTEM PEMBAYARAN INA DRG DAN NON INA DRG DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

ANALISIS LAMA RAWAT DAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN PADA SISTEM PEMBAYARAN INA DRG DAN NON INA DRG DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA ANALISIS LAMA RAWAT DAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN PADA SISTEM PEMBAYARAN INA DRG DAN NON INA DRG DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1

Lebih terperinci

ANGKA KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT DAN HUBUNGANNYA DENGAN HIPERTENSI DI RSUP H. ADAM MALIK, MEDAN PADA TAHUN 2011 KARYA TULIS ILMIAH

ANGKA KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT DAN HUBUNGANNYA DENGAN HIPERTENSI DI RSUP H. ADAM MALIK, MEDAN PADA TAHUN 2011 KARYA TULIS ILMIAH ANGKA KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT DAN HUBUNGANNYA DENGAN HIPERTENSI DI RSUP H. ADAM MALIK, MEDAN PADA TAHUN 2011 KARYA TULIS ILMIAH Oleh : YASMEEN BINTI MOHAMMED AKRAM 100100270 FAKULTAS KEDOKTERAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kejadian gagal jantung di Amerika Serikat mempunyai insidensi yang besar dan tetap stabil selama beberapa dekade terakhir, yaitu >650.000 kasus baru didiagnosis setiap

Lebih terperinci

*) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. **) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

*) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. **) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro ANALISIS DESKRITIF LAMA PERAWATAN, KARAKTERISTIK PASIEN DAN PEMBIAYAAN PADA KASUS HEMATOLOGI DENGAN TINDAKAN KEMOTERAPI PASIEN BPJS NON PBI PADA TAHUN 2015 DI RSUP DR KARIADI SEMARANG Dwi Ratna Yuliyanti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Stroke adalah penyakit multifaktorial dengan berbagai penyebab disertai manifestasi klinis mayor, dan penyebab utama kecacatan dan kematian di negara-negara berkembang

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIS RAWAT INAP DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT

ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIS RAWAT INAP DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIS RAWAT INAP DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT COST ANALYSIS OF INPATIENT HEMODIALYSIS

Lebih terperinci

HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI

HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI Submitted : 12 Agustus 2015 Accepted : 31 Agustus 2015 Published : 30 September 2015 p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan diwajibkan melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatannya dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen

Lebih terperinci

ABSTRAK. GAMBARAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2010

ABSTRAK. GAMBARAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2010 ABSTRAK GAMBARAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2010 Ezra Endria Gunadi, 2011 Pembimbing I : Freddy Tumewu Andries, dr., MS Pembimbing

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan teknik pendekatan secara cross sectional dengan mengambil data

BAB III METODE PENELITIAN. dengan teknik pendekatan secara cross sectional dengan mengambil data BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian analitik observasional dengan teknik pendekatan secara cross sectional dengan mengambil data retrospektif

Lebih terperinci

AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN (Jl. Flamboyan 3 No.

AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN (Jl. Flamboyan 3 No. PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN PERIODE 10 APRIL 30 MEI 2015 Halisah 1, Riza Alfian

Lebih terperinci

ANALISIS PERBEDAAN PEMBIAYAAN BERBASIS TARIF INA-CBG

ANALISIS PERBEDAAN PEMBIAYAAN BERBASIS TARIF INA-CBG ANALISIS PERBEDAAN PEMBIAYAAN BERBASIS TARIF INA-CBG s DENGAN TARIF RIIL RUMAH SAKIT PADA PASIEN PESERTA JKN KASUS DIABETES MELLITUS TIPE II RAWAT INAP KELAS III DI RUMAH SAKIT KALISAT JEMBER PERIODE JANUARI

Lebih terperinci

PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELITUS RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN TAHUN

PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELITUS RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN TAHUN INTISARI PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF INA-CBG`s PADA PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELITUS RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN TAHUN 2013 Yulli Yanti 1 ; Aditya Maulana Perdana P 2

Lebih terperinci

COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISIS

COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISIS Submitted : 12 Agustus 2015 Accepted : 31 Agustus 2015 Published : 30 September 2015 p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE

Lebih terperinci

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Fitri Maulidia 1 ; Yugo Susanto 2 ; Roseyana

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014 ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE Evan Anggalimanto, 2015 Pembimbing 1 : Dani, dr., M.Kes Pembimbing 2 : dr Rokihyati.Sp.P.D

Lebih terperinci

PREVALENSI TERJADINYA TUBERKULOSIS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG) LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

PREVALENSI TERJADINYA TUBERKULOSIS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG) LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH PREVALENSI TERJADINYA TUBERKULOSIS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG) LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran

Lebih terperinci

AZIMA AMINA BINTI AYOB

AZIMA AMINA BINTI AYOB Kejadian Anemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Jalan dan Ruang Rawat Inap Divisi Endokrinologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP H. Adam Malik, Medan Pada Tahun 2011-2012 AZIMA

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012 ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012 Dwi Nur Pratiwi Sunardi. 2013. Pembimbing I : Dedeh Supantini, dr.,

Lebih terperinci

JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN VOLUME 16 No. 01 Maret 2013 Halaman 30-36 Manna, dkk.: Analisis Biaya Jamkesmas dan Askes Artikel Penelitian ANALISIS BIAYA JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT DAN ASURANSI

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral secara

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral secara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral secara fokal maupun global, yang berlangsung cepat, lebih dari 24 jam, atau berakhir kematian, tanpa

Lebih terperinci

BIAYA PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL YANG MENJALANI SEKSIO SESAREA DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

BIAYA PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL YANG MENJALANI SEKSIO SESAREA DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Adi Rahmawan et., Biaya Pasien Jaminan Kesehatan Nasional yang Menjalani Seksio Sesarea di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta BIAYA PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL YANG MENJALANI SEKSIO SESAREA DI RSUP DR.

Lebih terperinci

COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISIS

COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISIS Submitted : 12 Agustus 2015 Accepted : 31 Agustus 2015 Published : 30 September 2015 p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Demam thypoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi dan Salmonella para thypi. Demam thypoid biasanya mengenai saluran

Lebih terperinci

PerBedaan TariF RIIL dengan TariF INA-CBG S Pasien Jkn rawat inap TYPHOID FEVER di rsud kabupaten sukoharjo TriWulan i TaHun 2014

PerBedaan TariF RIIL dengan TariF INA-CBG S Pasien Jkn rawat inap TYPHOID FEVER di rsud kabupaten sukoharjo TriWulan i TaHun 2014 PerBedaan TariF RIIL dengan TariF INA-CBG S Pasien Jkn rawat inap TYPHOID FEVER di rsud kabupaten sukoharjo TriWulan i TaHun 2014 septiana retno arimbi 1, antik Pujihastuti 2, Bambang Widjokongko 3 mahasiswa

Lebih terperinci

Gambaran Jenis dan Biaya Obat pada Pasien Rawat Inap dengan. Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Pusat. Haji Adam Malik Medan pada Tahun 2011

Gambaran Jenis dan Biaya Obat pada Pasien Rawat Inap dengan. Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Pusat. Haji Adam Malik Medan pada Tahun 2011 Gambaran Jenis dan Biaya Obat pada Pasien Rawat Inap dengan Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada Tahun 2011 Oleh : Raisa Khairuni 100100115 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2012

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2012 ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI 2012-31 DESEMBER 2012 Erfina Saumiandiani, 2013 : Pembimbing I : dr. Dani,M.Kes.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Universal Health Coverage merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua orang dapat menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa harus mengalami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Insidensi stroke hampir mencapai 17 juta kasus per tahun di seluruh dunia. 1 Di

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Insidensi stroke hampir mencapai 17 juta kasus per tahun di seluruh dunia. 1 Di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke masih menjadi pusat perhatian dalam bidang kesehatan dan kedokteran oleh karena kejadian stroke yang semakin meningkat dengan berbagai penyebab yang semakin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Stroke yang disebut juga sebagai serangan otak atau brain attack ditandai

BAB 1 PENDAHULUAN. Stroke yang disebut juga sebagai serangan otak atau brain attack ditandai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke yang disebut juga sebagai serangan otak atau brain attack ditandai dengan hilangnya sirkulasi darah ke otak secara tiba-tiba, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Empat jenis utama penyakit tidak menular menurut World Health Organization (WHO) adalah

Lebih terperinci

kesatuan yang tidak terpisahkan dari manajemen operasi RS. Manajemen operasi yang efisien (lean management) adalah manajemen operasi yang

kesatuan yang tidak terpisahkan dari manajemen operasi RS. Manajemen operasi yang efisien (lean management) adalah manajemen operasi yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai 1 Januari 2014, telah mengubah paradigma pembiayaan kesehatan di Indonesia. Pelayanan kesehatan dalam era

Lebih terperinci

STUDI PENGGUNAAN ANTIPLATELET (CLOPIDOGREL) PADA PENGOBATAN STROKE ISKEMIK DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN ANTIPLATELET (CLOPIDOGREL) PADA PENGOBATAN STROKE ISKEMIK DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO STUDI PENGGUNAAN ANTIPLATELET (CLOPIDOGREL) PADA PENGOBATAN STROKE ISKEMIK DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO FAUZIAH PRASTIWI 2443011016 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Lebih terperinci

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di Amerika Serikat. Pada 2002, stroke membunuh sekitar orang. Jumlah tersebut setara

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di Amerika Serikat. Pada 2002, stroke membunuh sekitar orang. Jumlah tersebut setara BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Sehat secara jasmani dan rohani adalah keinginan setiap manusia moderen, di era pembangunan di segala bidang yang kini sedang digalakkan pemerintah dituntut sosok manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit kanker merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel jaringan tubuh yang tidak terkontrol sehingga berubah menjadi sel kanker (1). Data Riset

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. WHO pada tahun 2002, memperkirakan pasien di dunia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. WHO pada tahun 2002, memperkirakan pasien di dunia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang WHO pada tahun 2002, memperkirakan 783 000 pasien di dunia meninggal akibat sirosis hati. Sirosis hati paling banyak disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan infeksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan masyarakat menjadi tugas utama dari pemerintah. Perihal ini tercantum jelas dalam pasal 34 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Dasar Republik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3. 1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif melalui seluruh

Lebih terperinci

Agus Tri Widiyantara 1* & Arlina Dewi 2 *Penulis Korespondensi: 1

Agus Tri Widiyantara 1* & Arlina Dewi 2 *Penulis Korespondensi: 1 Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 5 (1): 35-39, Januari 2016 Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mrs DOI: 10.18196/jmmr.5104. Perbandingan Efisiensi Penatalaksanaan Apendisitis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Yogyakarta tahun Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 65

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Yogyakarta tahun Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 65 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengkaji analisis biaya pada pasien rawat inap yang terdiagnosa kegagalan jantung dengan atau tanpa penyakit penyerta di RS Yogyakarta tahun 2015. Sampel yang

Lebih terperinci

PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER

PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Sampul Dalam... i. Lembar Persetujuan... ii. Penetapan Panitia Penguji... iii. Kata Pengantar... iv. Pernyataan Keaslian Penelitian...

DAFTAR ISI. Sampul Dalam... i. Lembar Persetujuan... ii. Penetapan Panitia Penguji... iii. Kata Pengantar... iv. Pernyataan Keaslian Penelitian... DAFTAR ISI Sampul Dalam... i Lembar Persetujuan... ii Penetapan Panitia Penguji... iii Kata Pengantar... iv Pernyataan Keaslian Penelitian... v Abstrak... vi Abstract...... vii Ringkasan.... viii Summary...

Lebih terperinci

PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI

PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI Submitted : 21 Maret 2014 Accepted : 25 Juni 2014 Published : 30 Desember 2014 p-issn : 2088-8139 e-issn : 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan adalah dengan memantapkan penjaminan kesehatan melalui. jaminan kesehatan. Permenkes No. 71 tahun 2013 tentang Pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan adalah dengan memantapkan penjaminan kesehatan melalui. jaminan kesehatan. Permenkes No. 71 tahun 2013 tentang Pelayanan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah dalam pembiayaan kesehatan adalah dengan memantapkan penjaminan kesehatan melalui jaminan kesehatan. Permenkes No. 71 tahun

Lebih terperinci

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik An ounce of prevention is worth a pound of cure Pencegahan kecil mempunyai nilai yang sama dengan pengobatan yang banyak

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan 34 III. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan desain retrocpective cross sectional. Penelitian retrospektif adalah pengumpulan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Ratna Murti Ariyani

SKRIPSI. Oleh : Ratna Murti Ariyani ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI HEPARIN DAN FONDAPARINUX PADA PENDERITA INFARK MIOKARD TANPA ELEVASI SEGMEN ST DI RSUD ADHYATMA MPH SEMARANG TAHUN 2013 SKRIPSI Oleh : Ratna Murti Ariyani 095010500 FAKULTAS

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH PASIEN DENGAN JENIS STROKE DI RUANG RAWAT INTENSIF RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH PASIEN DENGAN JENIS STROKE DI RUANG RAWAT INTENSIF RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH PASIEN DENGAN JENIS STROKE DI RUANG RAWAT INTENSIF RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar

Lebih terperinci

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr SAIFUL ANWAR MALANG

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr SAIFUL ANWAR MALANG STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr SAIFUL ANWAR MALANG SITI RUKIA 2443009141 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Lebih terperinci

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER ABSTRAK PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2010 Shiela Stefani, 2011 Pembimbing 1 Pembimbing

Lebih terperinci

Peran PERSI dalam upaya menyikapi Permenkes 64/2016 agar Rumah sakit tidak bangkrut. Kompartemen Jamkes PERSI Pusat Surabaya, 22 Desember 2016

Peran PERSI dalam upaya menyikapi Permenkes 64/2016 agar Rumah sakit tidak bangkrut. Kompartemen Jamkes PERSI Pusat Surabaya, 22 Desember 2016 Peran PERSI dalam upaya menyikapi Permenkes 64/2016 agar Rumah sakit tidak bangkrut Kompartemen Jamkes PERSI Pusat Surabaya, 22 Desember 2016 KESEIMBANGAN KEPENTINGAN : Pemerintah: Derajat kesehatan masyarakat

Lebih terperinci

GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK. Oleh : YULI MARLINA

GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK. Oleh : YULI MARLINA GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2010 Oleh : YULI MARLINA 080100034 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 GAMBARAN FAKTOR RISIKO

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan swasta. Upaya untuk meningkatkan derajat

BAB I PENDAHULUAN. individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan swasta. Upaya untuk meningkatkan derajat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan suatu komponen vital bagi setiap individu karena kesehatan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama setiap

Lebih terperinci

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN ANAK TB PARU RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN ANAK TB PARU RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012 POLA PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN ANAK TB PARU RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012 SKRIPSI OLEH: ZAFIRAH RUMALIA NASUTION NIM 111524043 PROGRAM EKSTENSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut UU No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna

Lebih terperinci

STUDI PENGGUNAAN ANGIOTENSIN RESEPTOR BLOKER (ARB) pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

STUDI PENGGUNAAN ANGIOTENSIN RESEPTOR BLOKER (ARB) pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr. SAIFUL ANWAR MALANG STUDI PENGGUNAAN ANGIOTENSIN RESEPTOR BLOKER (ARB) pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr. SAIFUL ANWAR MALANG RUTH AGUSTINA R. 2443009171 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjalankan program Indonesia Case Based Groups (INA-CBG) sejak

BAB I PENDAHULUAN. menjalankan program Indonesia Case Based Groups (INA-CBG) sejak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sukoharjo telah menjalankan program Indonesia Case Based Groups (INA-CBG) sejak tanggal 1 Oktober 2010 sebagai landasan perhitungan

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Caplan, L.R., Stroke: A Clinical Approach. Boston: Butterworth Heinemann.

DAFTAR PUSTAKA. Caplan, L.R., Stroke: A Clinical Approach. Boston: Butterworth Heinemann. 91 DAFTAR PUSTAKA Adibhatla, R.M., Hatcher, J.F., dan Dempsey, R.J., 2002. Citicoline : Neuroprotective Mechanisms in Cerebral Ischemia. Journal of Neurochemistry, 80: 12 23. Aliah, A., Kuswara, F., Limoa,

Lebih terperinci

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF) Journal of Management and Pharmacy Practice

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF) Journal of Management and Pharmacy Practice Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF) Journal of Management and Pharmacy Practice DAFTAR ISI Formulir Untuk Berlangganan Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi iii Analisis Biaya Terapi pada Pasien

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Saraf.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Saraf. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Saraf. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Bagian Rekam Medik RSUP Dr. Kariadi

Lebih terperinci

PENGARUH KODE TINDAKAN MEDIS OPERATIF DAN NON MEDIS OPERATIF PADA DIAGNOSIS APPENDICITIS, FRAKTUR EKSTREMITAS, KATARAK

PENGARUH KODE TINDAKAN MEDIS OPERATIF DAN NON MEDIS OPERATIF PADA DIAGNOSIS APPENDICITIS, FRAKTUR EKSTREMITAS, KATARAK PENGARUH KODE TINDAKAN MEDIS OPERATIF DAN NON MEDIS OPERATIF PADA DIAGNOSIS APPENDICITIS, FRAKTUR EKSTREMITAS, KATARAK TERHADAP BESARAN BIAYA PELAYANAN PADA SISTEM PEMBAYARAN INA CBG DI BANGSAL BEDAH RSUP

Lebih terperinci

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Perbedaan Faktor Lingkungan, Perilaku Ibu dan Faktor Sosiodemografi Pasien Diare Anak di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Al Islam Bandung pada Peserta BPJS dan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PASIEN FRAKTUR TERBUKA GRADE III DALAM FASE GOLDEN PERIOD DENGAN OVER GOLDEN PERIOD SKRIPSI

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PASIEN FRAKTUR TERBUKA GRADE III DALAM FASE GOLDEN PERIOD DENGAN OVER GOLDEN PERIOD SKRIPSI PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PASIEN FRAKTUR TERBUKA GRADE III DALAM FASE GOLDEN PERIOD DENGAN OVER GOLDEN PERIOD SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran RIMA AGHNIA

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JOGJA PERIODE TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JOGJA PERIODE TAHUN 2015 KARYA TULIS ILMIAH ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JOGJA PERIODE TAHUN 2015 Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Farmasi pada Fakultas

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN DI ICU DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK, MEDAN PERIODE BULAN JULI 2014 HINGGA OKTOBER

HUBUNGAN PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN DI ICU DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK, MEDAN PERIODE BULAN JULI 2014 HINGGA OKTOBER HUBUNGAN PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN DI ICU DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK, MEDAN PERIODE BULAN JULI 2014 HINGGA OKTOBER 2014 Oleh : Thanaletchumy A/P Veranan 110100318 FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggambarkan unit cost yang berhubungan dengan pelayanan rawat inap

BAB III METODE PENELITIAN. menggambarkan unit cost yang berhubungan dengan pelayanan rawat inap BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancang Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif di sini bertujuan menggambarkan

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA HEPATITIS B DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP BANDUNG TAHUN 2014

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA HEPATITIS B DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP BANDUNG TAHUN 2014 ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA HEPATITIS B DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP BANDUNG TAHUN 2014 Jeanatasia Kurnia Sari, 2015. Pembimbing I : July Ivone, dr.,mkk.,mpd.ked dan Pembimbing II : Teresa Lucretia Maria

Lebih terperinci

DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG

DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG 2010-2014 Leonardo Budi Kusuma*), Kriswiharsi Kun Saptorini**) *) Alumni Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN

INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Herlyanie 1, Riza Alfian 1, Luluk Purwatini 2 Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terdapat dalam Undang-undang No.40 Tahun 2004 pasal 19 ayat1. 1

BAB I PENDAHULUAN. terdapat dalam Undang-undang No.40 Tahun 2004 pasal 19 ayat1. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada awal tahun 2014 di Indonesia menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi seluruh rakyatnya yakni Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dan BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dan pengambilan data dilakukan dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran terhadap

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU KECAMATAN BARAT II PALEMBANG

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU KECAMATAN BARAT II PALEMBANG AISYAH: JURNAL ILMU KESEHATAN 2 (1) 2017, 23 30 Available online at http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/eja FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU KECAMATAN

Lebih terperinci