DRAFT PER TGL 22 OKT 2008

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DRAFT PER TGL 22 OKT 2008"

Transkripsi

1 DRAFT PER TGL 22 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 47 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENGELOLA KEUANGAN DAN ASSET DAERAH BUPATI PURWAKARTA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dinas Daerah, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3893); 3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 1

2 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4750); 8. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2004 Nomor 3); 9. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Purwakarta (Lembaran Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2008 Nomor 7); 10. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2008 Nomor 10); M E M U T U S K A N : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENGELOLA KEUANGAN DAN ASSET DAERAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud : 1. Daerah adalah Kabupaten Purwakarta; 2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten Purwakarta; 4. Bupati adalah Bupati Purwakarta; 5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta; 6. Dinas adalah Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Purwakarta; 7. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Purwakarta; BAB II RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI Bagian Kesatu Kepala Dinas Pasal 2 (1) Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. 2

3 (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang penggalian potensi dan penetapan, penagihan dan pengendalian, anggaran, pengelolaan asset daerah, penatausahaan dan perbendaharaan; d. penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan Dinas; dan e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan (3) Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Kepala Dinas mempunyai rincian tugas : 1. menetapkan rencana strategis dan rencana kerja Dinas; 2. menetapkan program dan kegiatan Dinas; 3. menyelenggarakan pengolahan data dalam perumusan program dan kegiatan tahunan Dinas; 4. menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas; 5. menetapkan Dokumen Pelaksanaan/Perubahan Anggaran (DPA/DPPA) SKPD selaku Bendahara Umum Daerah (BUD); 6. menetapkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) SKPD selaku Bendahara Umum Daerah (BUD); 7. menunjuk pejabat dilingkungan Dinas selaku Kuasa BUD yang ditetapkan oleh keputusan kepala daerah; 8. menetapkan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja Dinas; 9. menetapkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas; 10. menyusun formasi pegawai sesuai kebutuhan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan; 11. membina dan mengendalikan administrasi ketatausahaan yang meliputi urusan program, keuangan, umum dan kepegawaian; 12. mengkaji dan merumuskan bahan kebijakan teknis urusan pengelolaan keuangan dan asset daerah yang meliputi bidang penggalian potensi dan penetapan, penagihan dan pengendalian, anggaran, pengelolaan asset daerah, penatausahaan dan perbendaharaan; 13. melakukan koordinasi dalam perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah; 14. menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah; 15. menyelenggarakan bimbingan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah; 16. memberi informasi dan saran serta pertimbangan kepada Bupati dalam urusan pengelolaan keuangan dan asset daerah sebagai bahan penetapan dan penerapan kebijakan daerah; 17. menetapkan penyusunan pencapaian standar pelayanan minimal bidang pengelolaan keuangan dan asset daerah; 18. menetapkan pedoman dan petunjuk teknis bidang penggalian potensi dan penetapan; 19. menetapkan pedoman dan petunjuk teknis bidang penagihan dan pengendalian; 20. menetapkan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas bidang anggaran; 21. menetapkan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas bidang pengelolaan asset daerah; 3

4 22. menetapkan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas bidang penatausahaan dan perbendaharaan; 23. menyelenggarakan kegiatan penyuluhan, penggalian potensi, pendaftaran, pendataan, perhitungan dan penetapan di bidang penggalian potensi dan penetapan; 24. menyelenggarakan pengelolaan penagihan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan di bidang penagihan dan pengendalian; 25. menyelenggarakan pengelolaan perencanaan, penetapan dan pengendalian di bidang anggaran; 26. menyelenggarakan pengelolaan perencanaan, pencatatan, mutasi, pemberdayaan dan pemeliharaan di bidang pengelolaan asset daerah; 27. menyelenggarakan pengelolaan penatausahaan, perbendaharaan dan akuntansi di bidang penatausahaan dan perbendaharaan; 28. melaksanakan fasilitasi penyelenggaraan bidang penggalian potensi dan penetapan, penagihan dan pengendalian, anggaran, pengelolaan asset daerah, penatausahaan dan perbendaharaan; 29. melaksanakan koordinasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan bidang penggalian potensi dan penetapan, penagihan dan pengendalian, anggaran, pengelolaan asset daerah, penatausahaan dan perbendaharaan; 30. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan bidang penggalian potensi dan penetapan, penagihan dan pengendalian, anggaran, pengelolaan asset daerah, penatausahaan dan perbendaharaan; 31. menyelenggarakan hubungan kerjasama dan koordinasi dengan instansi pemerintah dan lembaga swasta dalam rangka pelaksanaan tugas; 32. membina dan mengendalikan kegiatan perbendaharaan, verifikasi dan pembukuan keuangan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung; 33. mengelola retribusi yang menjadi kewenangan Dinas; 34. menetapkan rencana target penerimaan retribusi yang menjadi kewenangan Dinas; 35. melaksanakan pembinaan administrasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD); 36. merumuskan kebijakan pengelolaan keuangan BLUD; 37. mengkoordinasikan penyusunan kebijakan teknis mengenai sistem dan prosedur pengelolaan keuangan dan asset daerah; 38. mengkoordinasikan penyusunan kebijakan teknis mengenai akuntansi pemerintahan daerah yang mencakup : a. kerangka konseptual kebijakan akuntansi pemerintahan daerah; b. kebijakan akuntansi mengenai penyajian laporan keuangan; c. kebijakan akuntansi mengenai laporan realisasi anggaran; d. kebijakan akuntansi mengenai neraca keuangan; e. kebijakan akuntansi mengenai laporan arus kas; f. kebijakan akuntansi mengenai catatan atas laporan keuangan; g. kebijakan akuntansi mengenai akuntansi pendapatan; h. kebijakan akuntansi mengenai akuntansi belanja; i. kebijakan akuntansi mengenai akuntansi pembiayaan; j. kebijakan akuntansi mengenai akuntansi asset; k. kebijakan akuntansi mengenai akuntansi kewajiban; l. kebijakan akuntansi mengenai akuntansi ekuitas dana; m. kebijakan akuntansi mengenai koreksi kesalahan, perubahan kebijakan akuntansi dan peristiwa luar biasa; n. kebijakan akuntansi mengenai laporan keuangan konsolidasi; o. kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan; 4

5 39. mengkoordinasikan penyusunan kebijakan teknis mengenai sistem prosedur penatausahaan dan akuntansi keuangan dan asset daerah; 40. mengkoordinasikan penyusunan kebijakan teknis mengenai modul akuntansi keuangan dan asset daerah; 41. mengkoordinasikan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD); 42. menetapkan laporan prognosis realisasi keuangan; 43. menetapkan penyusunan laporan keuangan semesteran; 44. menetapkan penyusunan laporan keuangan akhir tahun; 45. menyelenggarakan pengendalian, evaluasi dan pelaporan dalam pengelolaan keuangan; 46. membina dan mengendalikan urusan keprotokolan, hubungan masyarakat, penyiapan rapat-rapat dinas dan pendokumentasian kegiatan Dinas; 47. membina kearsipan dan perpustakaan Dinas; 48. membina dan mengendalikan urusan rumah tangga, ketertiban, keamanan dan kebersihan lingkungan kerja; 49. membina dan mengendalikan kegiatan pemeliharaan dan perawatan kendaraan dinas, peralatan dan perlengkapan kantor dan asset lainnya; 50. menetapkan rencana kebutuhan pengadaan sarana dan prasarana di lingkungan Dinas; 51. membina, mengawasi dan mengendalikan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan inventarisasi barang-barang inventaris; 52. membina dan mengendalikan pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan dan pemeliharaan data dan kartu kepegawaian di lingkungan Dinas; 53. menetapkan pengusulan pegawai yang akan pensiun, serta pemberian penghargaan; 54. menetapkan bahan kenaikan pangkat, daftar penilaian pekerjaan, daftar urut kepangkatan, sumpah/janji pegawai, gaji berkala dan peningkatan kesejahteraan pegawai; 55. menetapkan daftar pegawai untuk mengikuti pendidikan/pelatihan kepemimpinan, teknis dan fungsional; 56. menetapkan rencana pegawai yang akan mengikuti ujian dinas; 57. menetapkan bahan pembinaan kepegawaian dan disiplin pegawai; 58. menetapkan bahan standar kompetensi pegawai, tenaga teknis dan fungsional; 59. menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah; dan 60. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedua Sekretariat Pasal 3 (1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok mengelola urusan kesekretariatan yang meliputi administrasi urusan program, keuangan, umum dan kepegawaian. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat mempunyai fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan program; 5

6 b. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan; c. pelaksanaan pengelolaan urusan umum dan kepegawaian yang meliputi surat-menyurat, kearsipan, kepegawaian, pengadaan perlengkapan kerumahtanggaan, hubungan masyarakat dan keprotokolan Dinas; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan Sekretariat mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Sekretariat, sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengelola penyusunan rencana dan program kerja Dinas, sebagai pedoman pelaksanaan tugas Dinas; 3. mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan administrasi kearsipan, naskah dinas baik yang masuk maupun keluar; 4. mengatur pelaksanaan layanan di bidang kesekretariatan kepada unit organisasi di lingkup Dinas; 5. mengelola pengadaan dan perlengkapan serta rumah tangga yang menjadi kebutuhan Dinas; 6. mengelola hubungan masyarakat dan keprotokolan Dinas; 7. mengelola administrasi dan penatausahaan keuangan Dinas; 8. mengelola administrasi kepegawaian Dinas; 9. melaksanakan koordinasi dalam menunjuk Pejabat Pembuat Komitmen; 10. melaksanakan pengusulan/penunjukan Bendahara dan Pembantu Bendahara; 11. melaksanakan pembinaan, pengarahan dan pengawasan kepada Bendahara; 12. memantau, mengoordinasikan dan melaporkan setiap kegiatan Dinas kepada Kepala Dinas; 13. mengelola perencanaan dan program Dinas; 14. mengelola dan mengoordinasikan penyusunan rencana anggaran dan pelaksanaan anggaran lingkup Dinas; 15. menyiapkan bahan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Kerja (RENJA), Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) serta penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP); 16. mengelola retribusi yang menjadi kewenangan Dinas; 17. menyusun rencana target penerimaan retribusi yang menjadi kewenangan Dinas; 18. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan kesekretariatan kepada Atasan; 19. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Sekretariat; 20. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 21. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan, 22. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesuai 6

7 Paragraf 1 Subbagian Program Pasal 4 (1) Subbagian Program dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan program yang meliputi perencanaan, evaluasi dan pelaporan. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Program mempunyai fungsi : b. penyusunan perencanaan program Dinas; c. pelaksanaan koordinasi kegiatan perencanaan, evaluasi dan pelaporan kegiatan Dinas; d. pelaksanaan pemantauan kegiatan Dinas; dan e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris, sesuai Subbagian Program mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Program, sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan program kepada unit organisasi di lingkup Dinas; 3. menyusun konsep Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Kinerja (RENJA) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas; 4. menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA); 5. mengkoordinasikan penyusunan pelaksanaan standar pelayanan minimal dengan unit organisasi lainnya dilingkup dinas; 6. menyusun usulan rencana anggaran pembangunan sesuai perencanaan dan program Dinas; 7. menyusun konsep pembuatan profil Dinas; 8. menyusun rencana target penerimaan retribusi yang menjadi kewenangan Dinas; 9. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan perencanaan dan program kepada Atasan; 10. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Subbagian Program; 11. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 12. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan, 13. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai Paragraf 2 Subbagian Keuangan Pasal 5 (1) Subbagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan administrasi dan penatausahaan keuangan. 7

8 (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Subbagian Keuangan mempunyai fungsi : a. pengelolaan urusan administrasi dan penatausahaan keuangan Dinas; b. pelaksanaan koordinasi kegiatan administrasi keuangan Dinas; c. pelaksanaan penatausahaan keuangan; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris, sesuai Subbagian Keuangan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan, sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan keuangan kepada unit organisasi di lingkup Dinas; 3. melaksanakan kegiatan administrasi keuangan selaku pejabat penatausahaan keuangan di lingkup Dinas sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 4. menyusun dan mengusulkan nama-nama calon Bendahara dan Pembantu Bendahara di lingkup Dinas; 5. membina dan mengawasi bendahara sesuai ketentuan yang berlaku; 6. memimpin dan mengatur pengadministrasian dan pelaksanaan pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil dan honor Non Pegawai Negeri Sipil; 7. mengkoordinasikan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pertanggungjawaban dan pembukuan keuangan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 8. meneliti kelengkapan SPP-LS pengadaan barang dan jasa yang disampaikan oleh bendahara pengeluaran dan diketahui/disetujui oleh PPTK; 9. meneliti kelengkapan SPP-UP, SPP-GU, SPP-TU dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan yang diajukan oleh Bendahara Pengeluaran; 10. meneliti kelengkapan SPP-UP dan SPP-GU kegiatan yang dibiayai oleh APBD di lingkup Dinas; 11. menyiapkan dokumen SPM berdasarkan usulan SPP; 12. meneliti kelengkapan SPJ dan laporan keuangan lainnya; 13. melakukan verifikasi harian atas penerimaan Dinas; 14. menyelenggarakan akuntansi keuangan, meliputi akuntansi penerimaan kas, akuntansi pengeluaran kas, akuntansi asset tetap dan akuntansi selain kas; 15. menyusun laporan berkala realisasi fisik dan keuangan kegiatan APBD di lingkup Dinas; 16. menyusun laporan neraca keuangan Dinas setiap triwulan dan akhir tahun; 17. memantau pelaksanaan/penggunaan anggaran belanja Dinas; 18. mengkoordinasikan pelaksanaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi (TPTGR); 19. melaksanakan koordinasi/konsultasi masalah keuangan dengan satuan/unit kerja lain yang terkait; 20. melaksanakan pengendalian dan pengawasan keuangan lingkup Dinas; 21. menyusun usulan rencana anggaran pembangunan sesuai perencanaan dan program Dinas; 22. meremajakan data dalam system informasi manajemen keuangan Dinas; 23. mengelola penerimaan retribusi yang menjadi kewenangan Dinas; 8

9 24. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan keuangan kepada Atasan; 25. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Subbagian Keuangan; 26. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 27. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 28. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris, sesuai Paragraf 3 Subbagian Umum dan Kepegawaian Pasal 6 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan administrasi umum dan kepegawaian yang meliputi kehumasan dan dokumentasi, kepegawaian, perlengkapan, perbekalan, keperluan alat tulis kantor dan keprotokolan. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi : a. pengelolaan urusan administrasi umum yang meliputi kehumasan dan dokumentasi, perlengkapan, perbekalan, keperluan alat tulis kantor dan keprotokolan; b. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian; c. pelaksanaan koordinasi kegiatan administrasi umum dan kepegawaian Dinas; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris, sesuai Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian, sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan umum dan kepegawaian kepada unit organisasi di lingkup Dinas; 3. mengatur administrasi dan pelaksanaan surat masuk dan surat keluar sesuai dengan ketentuan Tata Naskah Dinas (TND) yang berlaku; 4. melaksanakan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam penguasaan dinas; 5. melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pegawai dan pembinaan hukum serta ketatalaksanaan pegawai di lingkup Dinas; 6. mengelola administrasi kerumahtanggaan dan perjalanan Dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 7. melaksanakan administrasi hubungan masyarakat dan protokoler Dinas; 8. melaksanakan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan, perbekalan dan keperluan Alat Tulis Kantor (ATK) di lingkup Dinas; 9. melaksanakan pemeliharaan bangunan, pekarangan, kebersihan, ketertiban dan keamanan Kantor; 9

10 10. mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pengetikan, penggandaan dan kearsipan; 11. menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU); 12. menyiapkan usulan Bendaharawan Barang dan Petugas Inventaris Barang; 13. menyiapkan usulan Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan Panitia Pemeriksa Barang/Jasa; 14. melaksanakan urusan administrasi kepegawaian di lingkup Dinas yang meliputi layanan administrasi kenaikan pangkat, Kenaikan Gaji Berkala (KGB), Daftar Urut Kepangkatan (DUK), data pegawai, Kartu Pegawai (Karpeg), Karis/Karsu, tunjangan anak/keluarga, askes, taspen, taperum, pensiun, membuat usulan formasi pegawai, membuat usulan izin belajar, membuat usulan diklat, kesejahteraan pegawai, penyesuaian ijazah, usulan memberi penghargaan dan tanda kehormatan, memberikan layanan Penilaian Angka Kredit (PAK) Jabatan Fungsional, pembinaan/teguran disiplin pegawai, membuat konsep usulan cuti pegawai sesuai aturan yang berlaku, membuat konsep memberi izin nikah dan cerai, membuat usulan pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan, membuat dan atau mengusulkan perpindahan / mutasi pegawai sesuai dengan peraturan yang berlaku, melaksanakan pengelolaan daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP- 3); 15. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan umum dan kepegawaian kepada Atasan; 16. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Subbagian Umum dan Kepegawaian; 17. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 18. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 19. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris, sesuai Bagian Ketiga Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan Pasal 7 (1) Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; b. pengelolaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; c. pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas bidang penyuluhan, penggalian potensi, pendaftaran, pendataan, perhitungan dan penetapan; dan 10

11 d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan tugas tugas internal di lingkup Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan; 3. menyusun bahan perumusan kebijaksanaan teknis sebagai pedoman operasional penyelenggaraan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 4. menyusun bahan penetapan kebijakan bidang urusan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 5. memfasilitasi, sosialisasi, pembinaan teknis, advokasi, supervise dan konsultasi pelaksanaan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 6. menyusun perumusan rencana penerimaan, pengumpulan dan pengolahan data sumber-sumber pendapatan berdasarkan potensi objek pajak dan subjek pajak/restribusi Daerah; 7. merumuskan penyusunan bahan petunjuk teknis serta pelaksanaan penyuluhan dan penyampaian informasi tentang pajak/retribusi Daerah, pendapatan lain-lain dan pemungutan PBB kepada para wajib pajak dan wajib retribusi; 8. melaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan di lingkungan perangkat daerah Kabupaten Purwakarta dan/atau instansi terkait; 9. melaksanakan pembinaan dan bimbingan kegiatan penyuluhan wajib pajak dan retribusi; 10. melaksanakan sosialisasi peraturan perundang-undangan mengenai pendapatan pajak dan retribusi daerah; 11. melaksanakan penggalian potensi pendapatan yang meliputi pajak daerah dan retribusi daerah; 12. melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan penyuluhan dan penggalian potensi; 13. mendistribusikan dan penerimaan kembali serta mengadministrasikan formulir pendaftaran yang telah diisi oleh wajib pajak daerah dan retribusi daerah; 14. menetapkan, menertibkan dan mendistribusikan kartu pengenal nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD) dan nomor pokok wajib retribusi daerah (NPWRD) kepada wajib pajak; 15. mengadministrasikan dan pemeliharaan daftar induk wajib pajak dan retribusi; 16. menyusun, mengolah dan mencatat data subyek pajak dan obyek pajak serta retribusi; 17. melaksanakan pemeriksaan lapangan / lokasi terhadap wajib pajak guna penetapan pajak yang sebaik-baiknya dan mencegah pengunduran diri dari wajib pajak; 18. mendistribusikan dan penerimaan kembali serta mengadministrasikan surat pemberitahuan pajak daerah (SPTPD) dan surat pemberitahuan retribusi daerah (SPTRD) yang telah diisi oleh wajib pajak dan wajib retribusi; 19. melaksanakan penerbitan kartu data; 20. melaksanakan penyimpanan arsip yang berkaitan dengan pendaftaran dan pendataan wajib pajak dan retribusi; 21. melaksanakan program pendaftaran Objek dan Wajib Pajak Daerah dan Wajib Retribusi Daerah; 11

12 22. melaksanakan penyusunan, pengolahan Data Objek dan Wajib Pajak/Retribusi Daerah melalui Surat Pemberitahuan Pajak/ Retribusi Daerah (SPTPD/SPTRD); 23. melaksanakan penyusunan daftar STP yang harus diterbitkan Wajib Pajak yang tidak mengembalikan SPTPD/SPTRD; 24. melaksanakan penyebaran dan penghimpunan SPOP-PBB dari petugas pemungut PBB dan Wajib Pajak sebagai bahan untuk Direktorat Jenderal Pajak/Direktur PBB dalam menentukan ketetapan PBB; 25. melaksanakan pembinaan teknis dan pelaksanaan koordinasi kepada instansi terkait dalam rangka pelaksanaan pendaftaran dan pendataan Objek dan Wajib Pajak/Retribusi Daerah serta penyebaran dan penghimpunan SPOP-PBB; 26. menghimpun dan mengolah data sebagai dasar perhitungan penetapan besarnya Pajak dan Retribusi Daerah; 27. melaksanakan penelitian, perhitungan dan penetapan, penerbitan dan mendistribusikan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT), Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar (SKPDLB), Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil (SKPDN) kepada wajib pajak serta penetapan secara jabatan; 28. melaksanakan penelitian, perhitungan dan penetapan, penerbitan dan mendistribusikan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Kurang Bayar (SKRDKB), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKRDKBT), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar (SKRDLB), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Nihil (SKRDN) kepada wajib retribusi serta penetapan secara jabatan; 29. melaksanakan penerbitan daftar Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan Surat Kepetapan Retribusi Daerah (SKRD); 30. melaksanakan pemeriksaan lapangan / lokasi terhadap wajib pajak dan wajib retribusi yang berkaitan dengan penetapan pajak / retribusi daerah; 31. melaksanakan perhitungan jumlah angsuran pemungutan / pembayaran penyetoran atas permohonan wajib pajak yang disetujui; 32. melaksanakan pendistribusian dan penyimpanan arsip yang berkaitan dengan masalah ketetapan pajak dan retribusi yang meliputi SPPT, DHKP, STP dan Dokumen PBB lainnya; 33. melaksanakan koordinasi dan pembinaan teknis dengan instansi terkait dalam pelaksanaan perhitungan, penerbitan dan pendistribusian Surat Ketetapan Pajak/Retribusi Daerah serta Ketetapan PBB; 34. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah kepada Atasan; 35. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan; 36. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 37. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 38. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesuai 12

13 Paragraf 1 Seksi Penyuluhan dan Penggalian Potensi Pasal 8 (1) Seksi Penyuluhan dan Penggalian Potensi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan penyuluhan dan penggalian potensi pajak dan retribusi daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Penyuluhan dan Penggalian Potensi mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang pengelolaan kegiatan penyuluhan dan penggalian potensi pajak dan retribusi daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan kegiatan penyuluhan dan penggalian potensi pajak dan retribusi daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan penyuluhan dan penggalian potensi pajak dan retribusi daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Penyuluhan dan Penggalian Potensi mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Penyuluhan dan Penggalian Potensi sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan kegiatan penyuluhan dan penggalian potensi pajak dan retribusi daerah; 3. menyusun bahan perumusan kebijaksanaan teknis sebagai pedoman operasional penyelenggaraan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 4. menyusun bahan penetapan kebijakan bidang urusan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 5. memfasilitasi, sosialisasi, pembinaan teknis, advokasi, supervise dan konsultasi pelaksanaan penggalian potensi dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 6. menyusun perumusan rencana penerimaan, pengumpulan dan pengolahan data sumber-sumber pendapatan berdasarkan potensi objek pajak dan subjek pajak/retribusi Daerah; 7. merumuskan penyusunan bahan petunjuk teknis serta pelaksanaan penyuluhan dan penyampaian informasi tentang pajak/retribusi Daerah, pendapatan lain-lain dan pemungutan PBB kepada para wajib pajak dan wajib retribusi; 8. melaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan di lingkungan perangkat daerah Kabupaten Purwakarta dan/atau instansi terkait; 9. melaksanakan pembinaan dan bimbingan kegiatan penyuluhan wajib pajak dan retribusi; 10. melaksanakan sosialisasi peraturan perundang-undangan mengenai pendapatan pajak dan retribusi daerah; 11. melaksanakan penggalian potensi pendapatan yang meliputi pajak daerah dan retribusi daerah; 12. melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan penyuluhan dan penggalian potensi; 13. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan kegiatan penyuluhan dan penggalian potensi pajak dan retribusi daerah kepada Atasan; 13

14 14. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Penyuluhan dan Penggalian Potensi; 15. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 16. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 17. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Paragraf 2 Seksi Pendaftaran dan Pendataan Pasal 9 (1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan pendaftaran dan pendataan objek wajib pajak dan retribusi daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang urusan pengelolaan pendaftaran dan pendataan objek wajib pajak dan retribusi daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan pendaftaran dan pendataan objek wajib pajak dan retribusi daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan pendaftaran dan pendataan objek wajib pajak dan retribusi daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Pendaftaran dan Pendataan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Pendaftaran dan Pendataan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan pendaftaran dan pendataan objek wajib pajak dan retribusi daerah; 3. mendistribusikan dan penerimaan kembali serta mengadministrasikan formulir pendaftaran yang telah diisi oleh wajib pajak daerah dan retribusi daerah; 4. menetapkan, menertibkan dan mendistribusikan kartu pengenal nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD) dan nomor pokok wajib retribusi daerah (NPWRD) kepada wajib pajak; 5. mengadministrasikan dan pemeliharaan daftar induk wajib pajak dan retribusi; 6. menyusun, mengolah dan mencatat data subyek pajak dan obyek pajak serta retribusi; 7. melaksanakan pemeriksaan lapangan / lokasi terhadap wajib pajak guna penetapan pajak yang sebaik-baiknya dan mencegah pengunduran diri dari wajib pajak; 8. mendistribusikan dan penerimaan kembali serta mengadministrasikan surat pemberitahuan pajak daerah (SPTPD) dan surat pemberitahuan retribusi daerah (SPTRD) yang telah diisi oleh wajib pajak dan wajib retribusi; 9. melaksanakan penerbitan kartu data; 14

15 10. melaksanakan penyimpanan arsip yang berkaitan dengan pendaftaran dan pendataan wajib pajak dan retribusi; 11. melaksanakan program pendaftaran Objek dan Wajib Pajak Daerah dan Wajib Retribusi Daerah; 12. melaksanakan penyusunan, pengolahan Data Objek dan Wajib Pajak/Retribusi Daerah melalui Surat Pemberitahuan Pajak/ Retribusi Daerah (SPTPD/SPTRD); 13. melaksanakan penyusunan daftar STP yang harus diterbitkan Wajib Pajak yang tidak mengembalikan SPTPD/SPTRD; 14. melaksanakan penyebaran dan penghimpunan SPOP-PBB dari petugas pemungut PBB dan Wajib Pajak sebagai bahan untuk Direktorat Jenderal Pajak/Direktur PBB dalam menentukan ketetapan PBB; 15. melaksanakan pembinaan teknis dan pelaksanaan koordinasi kepada instansi terkait dalam rangka pelaksanaan pendaftaran dan pendataan Objek dan Wajib Pajak/Retribusi Daerah serta penyebaran dan penghimpunan SPOP-PBB; 16. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan pendaftaran dan pendataan objek wajib pajak dan retribusi daerah kepada Atasan; 17. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Pendaftaran dan Pendataan; 18. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 19. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 20. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Paragraf 3 Seksi Perhitungan dan Penetapan Pasal 10 (1) Seksi Perhitungan dan Penetapan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan perhitungan dan penetapan pajak dan retribusi daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Perhitungan dan Penetapan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang pengelolaan perhitungan dan penetapan pajak dan retribusi daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan perhitungan dan penetapan pajak dan retribusi daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan perhitungan dan penetapan pajak dan retribusi daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Perhitungan dan Penetapan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Perhitungan dan Penetapan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 15

16 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan perhitungan dan penetapan pajak dan retribusi daerah; 3. menghimpun dan mengolah data sebagai dasar perhitungan penetapan besarnya Pajak dan Retribusi Daerah; 4. melaksanakan penelitian, perhitungan dan penetapan, penerbitan dan mendistribusikan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT), Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar (SKPDLB), Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil (SKPDN) kepada wajib pajak serta penetapan secara jabatan; 5. melaksanakan penelitian, perhitungan dan penetapan, penerbitan dan mendistribusikan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Kurang Bayar (SKRDKB), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKRDKBT), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar (SKRDLB), Surat Ketetapan Retribusi Daerah Nihil (SKRDN) kepada wajib retribusi serta penetapan secara jabatan; 6. melaksanakan penerbitan daftar Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan Surat Kepetapan Retribusi Daerah (SKRD); 7. melaksanakan pemeriksaan lapangan / lokasi terhadap wajib pajak dan wajib retribusi yang berkaitan dengan penetapan pajak / retribusi daerah; 8. melaksanakan perhitungan jumlah angsuran pemungutan / pembayaran penyetoran atas permohonan wajib pajak yang disetujui; 9. melaksanakan pendistribusian dan penyimpanan arsip yang berkaitan dengan masalah ketetapan pajak dan retribusi yang meliputi SPPT, DHKP, STP dan Dokumen PBB lainnya; 10. melaksanakan koordinasi dan pembinaan teknis dengan instansi terkait dalam pelaksanaan pehitungan, penerbitan dan pendistribusian Surat Ketetapan Pajak/Retribusi Daerah serta Ketetapan PBB; 11. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik, kependidikan dan kelembagaan di bidang pendidikan dasar kepada Atasan; 12. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Perhitungan dan Penetapan; 13. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 14. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 15. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Bagian Keempat Bidang Penagihan dan Pengendalian Pasal 11 (1) Bidang Penagihan dan Pengendalian dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah. 16

17 (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penagihan dan Pengendalian mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah; b. pengelolaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah; c. pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas bidang penagihan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan Bidang Penagihan dan Pengendalian mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Bidang Penagihan dan Pengendalian sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan tugas tugas internal di lingkup Bidang Penagihan dan Pengendalian; 3. menyusun bahan perumusan kebijaksanaan teknis sebagai pedoman operasional penyelenggaraan penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah; 4. menyusun bahan penetapan kebijakan bidang urusan penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah; 5. memfasilitasi, sosialisasi, pembinaan teknis, advokasi, supervise dan konsultasi pelaksanaan penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah; 6. melaksanakan pembuatan buku kendali surat ketetapan dan pembayaran Pajak/Retribusi Daerah, Pendapatan lain-lain dan PBB; 7. melaksanakan pembuatan daftar surat penagihan pasif (Surat Peringatan, Surat Teguran I, Surat Teguran II), serta pembuatan daftar surat penagihan aktif (Surat Paksa, Sita dan Kesempatan Terakhir); 8. melaksanakan pendistribusian serta pengarsipan dokumen suratsurat penagihan; 9. melaksanakan pemberian sanksi hukum bagi Wajib Pajak/Retribusi Daerah yang melalaikan kewajiban pembayaran Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya serta PBB; 10. melaksanakan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan lainnya; 11. melaksanakan tugas membantu petugas dari Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Wajib Pajak PBB yang menunggak; 12. melaksanakan penyetoran hasil penagihan pajak dan retribusi dalam waktu 1x 24 jam; 13. menerima dan melayani surat keberatan dan surat permohonan banding atas materi penetapan pajak dan retribusi daerah serta pendapatan lainnya sekaligus meneruskan penyelidikan permohonan keberatan tersebut; 14. menyiapkan keputusan menerima atau menolak keberatan atas materi penetapan pajak dan retribusi daerah; 15. melaksanakan penagihan pasif dan aktif melalui prosedur pemeriksaan, peringatan, teguran dan surat tagihan pajak sampai kepada penindakan penyitaan; 16. menyusun rumusan petunjuk teknis dan pengendalian operasional di bidang pendataan, penetapan dan penagihan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, pendapatan Daerah lainnya dan PBB; 17

18 17. melaksanakan koordinasi pengendalian operasional di bidang pendataan, penetapan dan penagihan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, pendapatan Daerah lainnya dan PBB; 18. melaksanakan pemeriksaan lokasi/lapangan atas data objek dan wajib pajak/retribusi Daerah; 19. menghimpun dan mengolah data pelaksanaan pemantauan dan pengendalian penagihan pajak dan retribusi daerah; 20. melaksanakan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan pemungutan pendapatan daerah di lapangan; 21. melaksanakan analisa, evaluasi dan pelaporan pendapatan pendapatan; 22. melaksanakan pengkajian atas realisasi penerimaan pendapatan pajak dan retribusi daerah; 23. melaksanakan evaluasi penerimaan pendapatan pajak dan retribusi daerah; 24. melaksanakan penyampaian laporan target/rencana penerimaan dan realisasi pendapatan pajak dan retribusi daerah; 25. membuat penyusunan evaluasi secara periodik mengenai realisasi penerimaan, tunggakan dan penerimaan hasil pemungutan benda berharga kepada unit pelaksana pemungutan dan petugas pemungut; 26. menyusun laporan berkala mengenai realisasi penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta realisasi dari Benda Berharga (BB); 27. menyusun laporan berkala mengenai realisasi penerimaan dari sumber-sumber pendapatan lainnya diluar Pajak dan Retribusi Daerah; 28. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan penagihan dan pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi daerah kepada Atasan; 29. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Penagihan dan Pengendalian; 30. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 31. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 32. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesuai Paragraf 1 Seksi Penagihan Pasal 12 (1) Seksi Penagihan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan penagihan pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Penagihan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang pengelolaan kegiatan penagihan pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan kegiatan penagihan pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; 18

19 c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan penagihan pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Penagihan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Penagihan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan kegiatan penagihan pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; 3. melaksanakan pembuatan buku kendali surat ketetapan dan pembayaran Pajak/Retribusi Daerah, Pendapatan lain-lain dan PBB; 4. melaksanakan pembuatan daftar surat penagihan pasif (Surat Peringatan, Surat Teguran I, Surat Teguran II), serta pembuatan daftar surat penagihan aktif (Surat Paksa, Sita dan Kesempatan Terakhir); 5. melaksanakan pendistribusian serta pengarsipan dokumen suratsurat penagihan; 6. melaksanakan pemberian sanksi hukum bagi Wajib Pajak/Retribusi Daerah yang melalaikan kewajiban pembayaran Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya serta PBB; 7. melaksanakan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan lainnya; 8. melaksanakan tugas membantu petugas dari Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Wajib Pajak PBB yang menunggak; 9. melaksanakan penyetoran hasil penagihan pajak dan retribusi dalam waktu 1x 24 jam; 10. menerima dan melayani surat keberatan dan surat permohonan banding atas materi penetapan pajak dan retribusi daerah serta pendapatan lainnya sekaligus meneruskan penyelidikan permohonan keberatan tersebut; 11. menyiapkan keputusan menerima atau menolak keberatan atas materi penetapan pajak dan retribusi daerah; 12. melaksanakan penagihan pasif dan aktif melalui prosedur pemeriksaan, peringatan, teguran dan surat tagihan pajak sampai kepada penindakan penyitaan; 13. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan kegiatan penagihan pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah kepada Atasan; 14. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Penagihan; 15. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 16. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 17. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai 19

20 Paragraf 2 Seksi Pengendalian Pasal 13 (1) Seksi Pengendalian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan pengendalian pendataan, penetapan dan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan daerah lainnya dan PBB. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Pengendalian mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang urusan pengelolaan kegiatan pengendalian pendataan, penetapan dan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan daerah lainnya dan PBB; b. pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana di bidang pengelolaan kegiatan pengendalian pendataan, penetapan dan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan daerah lainnya dan PBB; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan pengendalian pendataan, penetapan dan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan daerah lainnya dan PBB; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Pengendalian mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Pengendalian sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan kegiatan pengendalian pendataan, penetapan dan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan daerah lainnya dan PBB; 3. melaksanakan koordinasi pengendalian operasional di bidang pendataan, penetapan dan penagihan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, pendapatan Daerah lainnya dan PBB; 4. melaksanakan pemeriksaan lokasi/lapangan atas data objek dan wajib pajak/retribusi Daerah; 5. menghimpun dan mengolah data pelaksanaan pemantauan dan pengendalian penagihan pajak dan retribusi daerah; 6. melaksanakan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan pemungutan pendapatan daerah di lapangan; 7. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan kegiatan pengendalian pendataan, penetapan dan penagihan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan daerah lainnya dan PBB kepada Atasan; 8. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Pengendalian; 9. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 10. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 11. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai 20

21 Paragraf 3 Seksi Evaluasi dan Pelaporan Pasal 14 (1) Seksi Evaluasi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengevaluasian kegiatan dan penyusunan pelaporan setoran pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang pengevaluasian kegiatan dan penyusunan pelaporan setoran pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; b. pelaksanaan urusan pengevaluasian kegiatan dan penyusunan pelaporan setoran pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengevaluasian kegiatan dan penyusunan pelaporan setoran pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Evaluasi dan Pelaporan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengevaluasian kegiatan dan penyusunan pelaporan setoran pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah; 3. melaksanakan analisa, evaluasi dan pelaporan pendapatan pendapatan; 4. melaksanakan pengkajian atas realisasi penerimaan pendapatan pajak dan retribusi daerah; 5. melaksanakan evaluasi penerimaan pendapatan pajak dan retribusi daerah; 6. melaksanakan penyampaian laporan target/rencana penerimaan dan realisasi pendapatan pajak dan retribusi daerah; 7. membuat penyusunan evaluasi secara periodik mengenai realisasi penerimaan, tunggakan dan penerimaan hasil pemungutan benda berharga kepada unit pelaksana pemungutan dan petugas pemungut; 8. menyusun laporan berkala mengenai realisasi penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta realisasi dari Benda Berharga (BB); 9. menyusun laporan berkala mengenai realisasi penerimaan dari sumber-sumber pendapatan lainnya diluar Pajak dan Retribusi Daerah; 10. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengevaluasian kegiatan dan penyusunan pelaporan setoran pajak, retribusi, PBB dan pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan daerah kepada Atasan; 11. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Evaluasi dan Pelaporan; 21

22 12. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 13. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 14. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Bagian Kelima Bidang Anggaran Pasal 15 (1) Bidang Anggaran dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang pengelolaan anggaran daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Anggaran mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah; b. pengelolaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengelolaan anggaran daerah; c. pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas bidang perencanaan, penetapan dan pengendalian anggaran daerah; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan Bidang Anggaran mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Bidang Anggaran sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan tugas tugas internal di lingkup Bidang Anggaran; 3. memfasilitasi, sosialisasi, pembinaan teknis, advokasi, supervise dan konsultasi pelaksanaan pengelolaan anggaran daerah; 4. mengelola dan menganalisa urusan pengelolaan anggaran daerah; 5. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan APBD; 6. melaksanakan analisis pendapatan dan pembiayaan anggaran; 7. menyusun rencana kebutuhan anggaran belanja yang meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung; 8. menyusun perubahan rencana kebutuhan anggaran belanja yang meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung; 9. menyusun penetapan evaluasi Rancangan Peraturan Desa (Raperdes) tentang APB Desa; 10. menyusun penetapan kebijakan pendanaan urusan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab bersama (urusan concurrent) antara kabupaten dan desa; 11. menyusun penetapan kebijakan pendanaan kerjasama pemerintahan antar desa; 12. melaksanakan koordinasi penyusunan KUA dan PPAS; 13. menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi penyelenggaraan penyusunan APBD; 14. menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi penyelenggaraan penyusunan perubahan APBD; 22

23 15. merumuskan dan menyelenggarakan penyusunan anggaran kas (cash budget); 16. menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi penyelenggaraan penelitian RKA-SKPD, DPA-SKPD dan DPPA-SKPD; 17. menghimpun, menganalisa, mengkoordinasikan dan mengevaluasi laporan-laporan dan penyelenggaraan penyusunan APBD; 18. menyusun penetapan jumlah anggaran kebutuhan belanja tidak langsung dan belanja langsung; 19. melaksanakan penyusunan penetapan dokumen rincian perencanaan kebutuhan belanja anggaran yang meliputi belanja tidak langsung dan belanja langsung yang berupa Dokumen Pelaksanaan/ Perubahan Anggaran (DPA/DPPA) SKPD; 20. menyusun penetapan Surat Penyediaan Dana (SPD), pejabat pengelola pemungutan penerimaan daerah, pejabat pengelola utang dan piutang daerah, bendahara penerimaan dan atau bendahara pengeluaran, pejabat pengelola barang/asset milik daerah; 21. menghimpun dan menyimpan seluruh bukti ASLI kepemilikan kekayaan daerah; 22. melaksanakan koordinasi pembinaan realisasi APBD; 23. melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah; 24. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Anggaran; 25. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 26. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesuai dengan tugas dan fungsinya; Paragraf 1 Seksi Perencanaan Pasal 16 (1) Seksi Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Anggaran yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan perencanaan anggaran daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Perencanaan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis pengelolaan kegiatan perencanaan anggaran daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan kegiatan perencanaan anggaran daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan perencanaan anggaran daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Perencanaan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Perencanaan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan kegiatan perencanaan anggaran daerah; 3. melaksanakan analisis pendapatan dan pembiayaan anggaran; 23

24 4. menyusun rencana kebutuhan anggaran belanja yang meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung; 5. menyusun perubahan rencana kebutuhan anggaran belanja yang meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung; 6. melaksanakan koordinasi penyusunan KUA dan PPAS; 7. menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi penyelenggaraan penyusunan APBD; 8. menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi penyelenggaraan penyusunan perubahan APBD; 9. merumuskan dan menyelenggarakan penyusunan anggaran kas (cash budget); 10. menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi penyelenggaraan penelitian RKA-SKPD, DPA-SKPD dan DPPA-SKPD; 11. menghimpun, menganalisa, mengkoordinasikan dan mengevaluasi laporan-laporan dan penyelenggaraan penyusunan APBD; 12. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan kegiatan perencanaan anggaran daerah kepada Atasan; 13. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Perencanaan; 14. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 15. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 16. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai Paragraf 2 Seksi Penetapan Pasal 17 (1) Seksi Penetapan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Anggaran yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan penetapan pelaksanaan kegiatan anggaran daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Penetapan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis pengelolaan penetapan pelaksanaan kegiatan anggaran daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan penetapan pelaksanaan kegiatan anggaran daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan penetapan pelaksanaan kegiatan anggaran daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Penetapan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Penetapan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan penetapan pelaksanaan kegiatan anggaran daerah; 3. menyusun penetapan jumlah anggaran kebutuhan belanja tidak langsung dan belanja langsung; 24

25 4. melaksanakan penyusunan penetapan dokumen rincian perencanaan kebutuhan belanja anggaran yang meliputi belanja tidak langsung dan belanja langsung yang berupa Dokumen Pelaksanaan/Perubahan Anggaran (DPA/DPPA) SKPD; 5. menyusun penetapan Surat Penyediaan Dana (SPD), pejabat pengelola pemungutan penerimaan daerah, pejabat pengelola utang dan piutang daerah, bendahara penerimaan dan atau bendahara pengeluaran, pejabat pengelola barang/asset milik daerah; 6. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan penetapan pelaksanaan kegiatan anggaran daerah kepada Atasan; 7. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Penetapan; 8. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 9. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 10. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Paragraf 3 Seksi Pengendalian Pasal 18 (1) Seksi Pengendalian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Anggaran yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan pengendalian pelaksanaan anggaran daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Pengendalian mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis pengelolaan pengendalian pelaksanaan anggaran daerah; b. pelaksanaan urusan pengelolaan pengendalian pelaksanaan anggaran daerah; c. pelaksanaan pembinaan tugas bidang pengelolaan pengendalian pelaksanaan anggaran daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Pengendalian mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Pengendalian sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman operasional pengelolaan pengendalian pelaksanaan anggaran daerah; 3. melaksanakan koordinasi pembinaan realisasi APBD; 4. melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah; 5. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan pengendalian pelaksanaan anggaran daerah kepada Atasan; 6. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Pengendalian; 7. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 25

26 8. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 9. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Bagian Keenam Bidang Pengelolaan Asset Daerah Pasal 19 (1) Bidang Pengelolaan Asset Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang pengelolaan asset daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengelolaan Asset Daerah mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan asset daerah; b. pengelolaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengelolaan asset daerah; c. pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas bidang perencanaan, pencatatan, mutasi, pemberdayaan dan pemeliharaan asset daerah; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan Bidang Pengelolaan Asset Daerah mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Bidang Pengelolaan Asset Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan tugas tugas internal di lingkup Bidang Pengelolaan Asset Daerah; 3. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman penyelenggaraan urusan pengelolaan asset daerah yang meliputi perencanaan, pencatatan, mutasi, pemberdayaan dan pemeliharaan asset daerah; 4. melaksanakan kebijakan teknis dan analisa kebutuhan, pengadaan, perolehan dan distribusi bidang aset daerah; 5. melaksanakan penelitian dan pengkajian kebutuhan barang daerah yang diajukan SKPD; 6. menyusun Daftar Kebutuhan Barang milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD), sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah; 7. melaksanakan pengadaan dan penyediaan barang dan aset daerah; 8. melaksanakan distribusi barang dan aset ke masing-masing unit pengguna sesuai dengan kebutuhan; 9. melakukan penatausahaan serta menyiapkan bahan dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang sesuai ketentuan yang berlaku; 10. meneliti, memeriksa barang-barang yang akan dikeluarkan dari gudang berdasarkan SPPB untuk yang didisenrtralisasi; 11. mengikuti pelaksanaan pelelangan barang dan bangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui pelaksana dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang sesuai ketentuan yang berlaku; 12. menerima barang dari pemenuhan kewajiban Pihak Ketiga berdasarkan perjanjian dan/atau pelaksanaan dari suatu perijinan tertentu; 26

27 13. menerima barang dari Pihak Ketiga yang merupakan sumbangan, hibah, wakaf dan penyerahan dari masyarakat; 14. melaksankan pencatatan hasil penerimaan barang daerah dalam Daftar Barang Milik Daerah; 15. menyajikan dan menyampaikan data kebutuhan aset daerah; 16. mengolah dokumentasi data pengadaan aset daerah; 17. melaksanakan pengadaan kebutuhan aset daerah; 18. melaksanakan administrasi penerimaan dan pengeluaran aset daerah; 19. melaksanakan pendistribusian dan penyimpanan aset daerah; 20. melaksanakan administrasi barang daerah dan administrasi penghapusan dan mutasi barang daerah; 21. merumuskan standar harga tertinggi barang; 22. melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang; 23. melaksanakan pencatatan barang milik daerah dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A, B, C, dan D; 24. melaksanakan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD); 25. melaksanakan sensus barang milik daerah setiap 5 (lima) tahun sekali untuk menyusun Buku Inventaris dan Buku Induk Inventaris beserta rekapitulasi barang milik pemerintah daerah; 26. menghimpun hasil inventarisasi barang milik daerah; 27. menyusun dan menghimpun laporan barang semesteran dan tahunan menjadi Laporan Barang Milik Daerah (LBMD); 28. mengkoordinasikan inventarisasi data Asset Daerah; 29. menghimpun dan meneliti data inventaris barang dan aset daerah yang diusulkan untuk dihapus dari kekayaan Daerah; 30. melakukan penelitian secara fisik terhadap status barang inventaris dan perubahan status barang inventaris; 31. memproses dan melakukan penghapusan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku; 32. menyiapkan konsep Surat Keputusan tentang penghapusan dan mutasi barang; 33. menyimpan, memeriksa dan memelihara barang-barang yang akan dikeluarkan dari gudang; 34. melaksanakan pencatatan data barang bergerak dan tidak bergerak milik pemerintah daerah; 35. menyiapkan bahan penyebaran Laporan Semesteran dan Tahunan Barang Daerah; 36. melaksanakan Evaluasi Daftar Hasil Pengadaan Barang Daerah; 37. menyiapkan bahan administrasi penghapusan dan mutasi aset; 38. melaksanakan pemeliharaan aset daerah; 39. melaksanakan pemeriksaan dan penerimaan barang daerah; 40. melaksanakan penelitian dan pengkajian penghapusan dan mutasi aset daerah; 41. menyusun kebijakan teknis penghapusan dan mutasi barang daerah; 42. melaksanakan sosialisasi kebijakan penghapusan dan mutasi barang; 43. melaksanakan penilaian dan penyusutan aset daerah; 44. melaksanakan dokumentasi kepemilikan aset berupa kendaraan, tanah dan bangunan; 45. menyusun konsep kebijakan pola pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah; 46. melaksanakan kajian dan analisis pemanfaatan dan pemberdayaan barang/asset daerah; 27

28 47. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pemanfaatan dan pemberdayaan barang/asset daerah di bidang investasi, jual beli dan sewa; 48. melaksanakan pemeliharaan barang/asset daerah; 49. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pengelolaan Asset Daerah; 50. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 51. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 52. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesuai dengan tugas dan fungsinya; Paragraf 1 Seksi Perencanaan Pasal 20 (1) Seksi Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengelolaan Asset Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Perencanaan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang urusan pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah; b. penyelenggaraan urusan pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah; c. pelaksanaan dan pembinaan tugas bidang pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Perencanaan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Perencanaan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah; 3. merumuskan kebijakan teknis analisa kebutuhan, pengadaan, perolehan dan distribusi aset; 4. melaksanakan kebijakan teknis dan analisa kebutuhan, pengadaan, perolehan dan distribusi bidang aset daerah; 5. melaksanakan penelitian dan pengkajian kebutuhan barang daerah yang diajukan SKPD; 6. menyusun Daftar Kebutuhan Barang milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD), sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah; 7. melaksanakan pengadaan, penyediaan dan distribusi barang dan aset daerah untuk yang didisentralisasi; 28

29 8. melakukan distribusi barang dan aset ke masing-masing unit pengguna sesuai dengan kebutuhan dan permintaan untuk yang didisenrtralisasi; 9. melakukan penatausahaan serta menyiapkan bahan dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang sesuai ketentuan yang berlaku; 10. meneliti, memeriksa barang-barang yang akan dikeluarkan dari gudang berdasarkan SPPB untuk yang didisenrtralisasi; 11. mengikuti pelaksanaan pelelangan barang dan bangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui pelaksana dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang sesuai ketentuan yang berlaku; 12. menerima barang dari pemenuhan kewajiban Pihak Ketiga berdasarkan perjanjian dan/atau pelaksanaan dari suatu perijinan tertentu; 13. menerima barang dari Pihak Ketiga yang merupakan sumbangan, hibah, wakaf dan penyerahan dari masyarakat; 14. melaksankan pencatatan hasil penerimaan barang daerah dalam Daftar Barang Milik Daerah; 15. menyajikan dan menyampaikan data kebutuhan aset daerah; 16. mengolah dokumentasi data pengadaan aset daerah; 17. melaksanakan pengadaan kebutuhan aset daerah; 18. melaksanakan administrasi penerimaan dan pengeluaran aset daerah; 19. melaksanakan pendistribusian dan penyimpanan aset daerah; 20. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah kepada Atasan; 21. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Perencanaan; 22. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 23. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 24. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Paragraf 2 Seksi Pencatatan dan Mutasi Pasal 21 (1) Seksi Pencatatan dan Mutasi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengelolaan Asset Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan pencatatan, mutasi dan penghapusan barang/asset daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Pencatatan dan Mutasi mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang pengelolaan pencatatan, mutasi dan penghapusan barang/asset daerah; b. penyelenggaraan urusan pengelolaan pencatatan, mutasi dan penghapusan barang/asset daerah; c. pelaksanaan dan pembinaan tugas bidang pengelolaan pencatatan, mutasi dan penghapusan barang/asset daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan 29

30 Seksi Pencatatan dan Mutasi mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Pencatatan dan Mutasi sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan pencatatan, mutasi dan penghapusan barang/asset daerah; 3. melaksanakan administrasi barang daerah dan administrasi penghapusan dan mutasi barang daerah; 4. melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang; 5. melaksanakan pencatatan barang milik daerah dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A, B, C dan D; 6. melaksanakan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD); 7. melaksanakan sensus barang milik daerah setiap 5 (lima) tahun sekali untuk menyusun Buku Inventaris dan Buku Induk Inventaris beserta rekapitulasi barang milik pemerintah daerah; 8. menghimpun hasil inventarisasi barang milik daerah; 9. menyusun dan menghimpun laporan barang semesteran dan tahunan menjadi Laporan Barang Milik Daerah (LBMD); 10. mengkoordinasikan inventarisasi data Asset Daerah; 11. menghimpun dan meneliti data inventaris barang dan aset daerah yang diusulkan untuk dihapus dari kekayaan Daerah; 12. melakukan penelitian secara fisik terhadap status barang inventaris dan perubahan status barang inventaris; 13. memproses dan melakukan penghapusan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku; 14. menyiapkan konsep Surat Keputusan tentang penghapusan dan mutasi barang; 15. melakukan pemeriksaan barang-barang yang akan dikeluarkan dari gudang; 16. menyimpan barang di tempat tertentu menurut berat, ukuran, jenis, sifat, serta ferkwensi penggunannya; 17. melakukan pemeliharaan barang dan perawatan barang-barang di dalam gudang; 18. melaksanakan pencatatan data barang bergerak dan tidak bergerak milik pemerintah daerah; 19. menyiapkan bahan penyebaran Laporan Semesteran dan Tahunan Barang Daerah; 20. melaksanakan Evaluasi Daftar Hasil Pengadaan Barang Daerah; 21. menyiapkan bahan administrasi penghapusan dan mutasi aset; 22. melaksanakan pemeliharaan aset daerah; 23. melaksanakan pemeriksaan dan penerimaan barang daerah; 24. melaksanakan penelitian dan pengkajian penghapusan dan mutasi aset daerah; 25. menyusun kebijakan teknis penghapusan dan mutasi barang daerah; 26. melaksanakan sosialisasi kebijakan penghapusan dan mutasi barang; 27. melaksanakan penilaian dan penyusutan aset daerah; 28. menghimpun dan menganalisa data serta menyajikan laporan hasil kegiatan; 29. melaksanakan dokumentasi kepemilikan aset berupa kendaraan, tanah dan bangunan; 30. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan pencatatan, mutasi dan penghapusan barang/asset daerah kepada Atasan; 30

31 31. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Pencatatan dan Mutasi; 32. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 33. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 34. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Paragraf 3 Seksi Pemberdayaan dan Pemeliharaan Pasal 22 (1) Seksi Pemberdayaan dan Pemeliharaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengelolaan Asset Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kajian dan analisis pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Pemberdayaan dan Pemeliharaan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang urusan kajian dan analisis pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah; b. penyelenggaraan urusan kajian dan analisis pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah; c. pelaksanaan dan pembinaan tugas bidang kajian dan analisis pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Pemberdayaan dan Pemeliharaan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Pemberdayaan dan Pemeliharaan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan kajian dan analisis pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah; 3. menyusun konsep kebijakan pola pemanfaatan, pemberdayaan dan pemeliharaan barang/asset daerah; 4. melaksanakan kajian dan analisis pemanfaatan dan pemberdayaan barang/asset daerah; 5. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pemanfaatan dan pemberdayaan barang/asset daerah di bidang investasi, jual beli dan sewa; 6. melaksanakan pemeliharaan barang/asset daerah; 7. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan sarana dan prasarana di bidang kepemudaan dan olahraga kepada Atasan; 8. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Pemberdayaan dan Pemeliharaan; 9. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 10. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 31

32 11. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Bagian Ketujuh Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan Pasal 23 (1) Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang penatausahaan dan perbendaharaan. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang penatausahaan dan perbendaharaan; b. pengelolaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang penatausahaan dan perbendaharaan; c. pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas bidang penatausahaan, perbendaharaan dan akuntansi; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. mengkoordinasikan tugas tugas internal di lingkup Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan; 3. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman penyelenggaraan urusan penatausahaan dan perbendahanaan yang meliputi penatausahaan, perbendaharaan dan akuntansi; 4. melaksanakan pembukuan secara sistematis dan kronologis realisasi penerimaan dan pengawasan anggaran belanja publik dan aparatur; 5. melaksanakan pembukuan administrasi berupa perhitungan, pemindahan, perubahan dalam bentuk pemindahan/ pembukuan administrasi; 6. membuat surat teguran/peringatan kepada Kuasa Pengguna Anggaran, Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu, dan atau pengembalian SPJ yang tidak sesuai dengan dokumen dan ketentuan yang berlaku; 7. memberikan data pelaksanaan penyampaian SPJ UYHD/UUDP sebagai dasar penerbitan SP2D berikutnya; 8. menyusun laporan pembuktian secara berkala mengenai pelaksanaan anggaran; 9. mengoordinasikan penyusunan pokok-pokok pengelolaan keuangan, sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah; 10. memberikan arahan penyusunan Anggaran Kas Belanja (AKB), pelaksanaan penempatan uang pada rekening umum kas daerah, pengelolaan dan penatausahaan investasi kas daerah; 11. memantau pelaksanaan pengeluaran APBD oleh bank atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk; 12. memantau pelaksanaan penelitian kelengkapan dokumen surat perintah membayar yang diajukan pengguna anggaran; 13. mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD; 14. memantau pelaksanaan penerbitan surat perintah pencairan dana; 32

33 15. memantau pelaksanaan penerbitan daftar gaji satuan kerja perangkat daerah; 16. menyusun bahan penetapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D); 17. melaksanakan penelitian/pengujian semua tagihan, Surat Perintah Pembayaran (SPP) dengan berdasarkan syarat wetmatigheid dan doelmatigheid serta menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) atas dasar Surat Penyediaan Dana (SPD); 18. melaksanakan pembinaan administrasi keuangan terhadap pemegang Kas sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 19. menyiapkan bahan laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan realisasi Dana Alokasi Umum (DAU); 20. menyiapkan bahan penerbitan surat keterangan pemberhentian pembayaran (SKPP) gaji pegawai; 21. melaksanakan penelitian/pengujian tagihan SPP atas beban belanja administrasi umum, Belanja Operasi dan Pemeliharaan dan Belanja Modal serta menerbitkan SP2D atas dasar Surat Penyediaan Dana (SPD); 22. melaksanakan penelitian bukti kas penerimaan dan pengeluaran, pengujian kebenaran, kelengkapan bukti dan keabsahan SPJ atau tanda bukti pengeluaran uang; 23. melaksanakan pembukuan secara sistematis dan kronologis mengenai realisasi penerimaan / pengeluaran anggaran; 24. melaksanakan pembukuan yang sifatnya administratif, berupa perhitungan / pemindahan bukuan / perubahan dengan bentuk pemindah bukuan/pembukuan administratif; 25. menyiapkan bahan penyusunan laporan secara berkala baik bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan mengenai pelaksanaan anggaran; 26. menyiapkan bahan pemberian peringatan atau teguran kepada pimpinan unit kerja, dan Pemegang Kas atas keterlambatan pengiriman surat pertanggungjawaban (SPJ); 27. melaksanakan pemeriksaan dan penelitian Surat Pertanggung Jawaban (SPJ); 28. melaksanakan pengelolaan arsip surat pertanggungjawaban (SPJ); 29. menyusun laporan realisasi APBD dan mempersiapkan perhitungan APBD; 30. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan asset daerah kepada Atasan; 31. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan; 32. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 33. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 34. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesuai dengan tugas dan fungsinya; Paragraf 1 Seksi Penatausahaan Pasal 24 (1) Seksi Penatausahaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan penatausahaan keuangan daerah. 33

34 (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Penatausahaan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang urusan pengelolaan kegiatan penatausahaan keuangan daerah; b. penyelenggaraan urusan pengelolaan kegiatan penatausahaan keuangan daerah; c. pelaksanaan dan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan penatausahaan keuangan daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Penatausahaan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Penatausahaan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan kegiatan penatausahaan keuangan daerah; 3. membuat surat teguran/peringatan kepada Kuasa Pengguna Anggaran, Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu, dan atau pengembalian SPJ yang tidak sesuai dengan dokumen dan ketentuan yang berlaku; 4. memberikan data pelaksanaan penyampaian SPJ UYHD/UUDP sebagai dasar penerbitan SP2D berikutnya; 5. menyusun laporan pembuktian secara berkala mengenai pelaksanaan anggaran; 6. menyiapkan bahan pemberian peringatan atau teguran kepada pimpinan unit kerja, dan Pemegang Kas atas keterlambatan pengiriman surat pertanggungjawaban (SPJ); 7. melaksanakan pemeriksaan dan penelitian Surat Pertanggung Jawaban (SPJ); 8. melaksanakan pengelolaan arsip surat pertanggungjawaban (SPJ); 9. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan rencana analisa kebutuhan pengadaan dan distribusi barang/asset daerah kepada Atasan; 10. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Penatausahaan; 11. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 12. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 13. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai Paragraf 2 Seksi Perbendaharaan Pasal 25 (1) Seksi Perbendaharaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan perbendaharaan keuangan daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Perbendaharaan mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang pengelolaan kegiatan perbendaharaan keuangan daerah; 34

35 b. penyelenggaraan urusan pengelolaan kegiatan perbendaharaan keuangan daerah; c. pelaksanaan dan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan perbendaharaan keuangan daerah; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Perbendaharaan mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Perbendaharaan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan kegiatan perbendaharaan keuangan daerah; 3. mengoordinasikan penyusunan pokok-pokok pengelolaan keuangan, sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah; 4. memberikan arahan penyusunan Anggaran Kas Belanja (AKB), pelaksanaan penempatan uang pada rekening umum kas daerah, pengelolaan dan penatausahaan investasi kas daerah; 5. memantau pelaksanaan pengeluaran APBD oleh bank atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk; 6. memantau pelaksanaan penelitian kelengkapan dokumen surat perintah membayar yang diajukan pengguna anggaran; 7. mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD; 8. memantau pelaksanaan penerbitan surat perintah pencairan dana; 9. memantau pelaksanaan penerbitan daftar gaji satuan kerja perangkat daerah; 10. menyusun bahan penetapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D); 11. melaksanakan penelitian/pengujian semua tagihan, Surat Perintah Pembayaran (SPP) dengan berdasarkan syarat wetmatigheid dan doelmatigheid serta menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) atas dasar Surat Penyediaan Dana (SPD); 12. melaksanakan pembinaan administrasi keuangan terhadap pemegang Kas sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 13. menyiapkan bahan laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan realisasi Dana Alokasi Umum (DAU); 14. menyiapkan bahan penerbitan surat keterangan pemberhentian pembayaran (SKPP) gaji pegawai; 15. melaksanakan penelitian/pengujian tagihan SPP atas beban belanja administrasi umum, Belanja Operasi dan Pemeliharaan dan Belanja Modal serta menerbitkan SP2D atas dasar Surat Penyediaan Dana (SPD); 16. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan kegiatan perbendaharaan keuangan daerah kepada Atasan; 17. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Perbendaharaan; 18. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 19. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 20. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai 35

36 Paragraf 3 Seksi Akuntansi Pasal 26 (1) Seksi Akuntansi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penatausahaan dan Perbendaharaan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan kegiatan pembukuan dan verifikasi keuangan. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Seksi Akuntansi mempunyai fungsi : a. penyusunan bahan kebijakan teknis bidang urusan pengelolaan kegiatan pembukuan dan verifikasi keuangan; b. penyelenggaraan urusan pengelolaan kegiatan pembukuan dan verifikasi keuangan; c. pelaksanaan dan pembinaan tugas bidang pengelolaan kegiatan pembukuan dan verifikasi keuangan; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang sesuai dengan Seksi Akuntansi mempunyai rincian tugas : 1. menyusun rencana dan program kerja Seksi Akuntansi sebagai pedoman pelaksanaan tugas; 2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan kegiatan pembukuan; 3. melaksanakan penelitian bukti kas penerimaan dan pengeluaran; 4. melaksanakan pembukuan secara sistematis dan kronologis mengenai realisasi penerimaan / pengeluaran anggaran; 5. melaksanakan pembukuan yang sifatnya administratif, berupa perhitungan / pemindahan bukuan / perubahan dengan bentuk pemindah bukuan/pembukuan administratif; 6. menyiapkan bahan penyusunan laporan secara berkala baik bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan mengenai pelaksanaan anggaran; 7. melaksanakan pembukuan secara sistematis dan kronologis realisasi penerimaan dan pengawasan anggaran belanja publik dan aparatur; 8. melaksanakan pembukuan administrasi berupa perhitungan, pemindahan, perubahan dalam bentuk pemindahan/ pembukuan administrasi; 9. menyusun laporan realisasi APBD dan mempersiapkan perhitungan APBD; 10. memberikan saran dan pertimbangan teknis urusan pengelolaan sarana dan prasarana di bidang kepemudaan dan olahraga kepada Atasan; 11. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Akuntansi; 12. melaksanakan koordinasi dengan Instansi Pemerintah/OPD lain 13. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan 14. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang, sesuai 36

37 BAB III TATA KERJA Pasal 27 Setiap pimpinan satuan organisasi dan kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Dinas serta dengan instansi lain di luar Dinas sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 28 (1) Apabila Kepala Dinas berhalangan dalam melaksanakan tugasnya, maka dapat diwakili oleh Sekretaris. (2) Apabila Sekretaris berhalangan dalam melaksanakan tugasnya, maka dapat diwakili oleh Kepala Bidang dalam lingkungan Dinas dengan memperhatikan senioritas kepangkatan. Pasal 29 Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 30 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 31 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern, pembinaan dan pengawasan kepada bawahannya masing-masing, dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 32 Uraian tugas jabatan pejabat struktural, fungsional dan pelaksana pada Dinas diatur lebih lanjut dengan peraturan Kepala Dinas setelah mendapat persetujuan tertulis dari Kepala SKPD yang bertanggung jawab di bidang organisasi dan tatalaksana. 37

38 BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 33 Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 19 Tahun 2005 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta dan Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2005 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 34 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Purwakarta. Ditetapkan di Purwakarta pada tanggal 18 Desember 2008 BUPATI PURWAKARTA, DEDI MULYADI 38

DRAFT PER TGL 22 OKT 2008

DRAFT PER TGL 22 OKT 2008 DRAFT PER TGL 22 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 37 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA BUPATI PURWAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

DRAFT PER TGL 22 OKT 2008

DRAFT PER TGL 22 OKT 2008 DRAFT PER TGL 22 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 46 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL BUPATI PURWAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

DRAFT PER TGL 17 OKT 2008

DRAFT PER TGL 17 OKT 2008 DRAFT PER TGL 17 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 48 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI PURWAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

DRAFT PER TGL 27 OKT 2008

DRAFT PER TGL 27 OKT 2008 DRAFT PER TGL 27 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 44 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN

Lebih terperinci

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 43 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 43 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 43 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS TENAGA KERJA, SOSIAL DAN TRANSMIGRASI BUPATI PURWAKARTA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 44 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BUPATI BEKASI Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 22 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN BUPATI BEKASI Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya

Lebih terperinci

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 57 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR ARSIP DAERAH

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 57 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR ARSIP DAERAH DRAFT PER TGL 27 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 57 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR ARSIP DAERAH BUPATI PURWAKARTA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 56 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 56 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH DRAFT PER TGL 14 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 56 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH BUPATI PURWAKARTA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUMBAWA

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUMBAWA PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 8 TAHUN 2011

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 8 TAHUN 2011 BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 8 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN ORGANISASI INSPEKTORAT KABUPATEN MAJALENGKA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 12 TAHUN 2008 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA. BAB I KETENTUAN UMUM

MEMUTUSKAN : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA. BAB I KETENTUAN UMUM BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH Menimbang KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUBANG

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUBANG PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

INSPEKTORAT KOTA. 1. Penyelenggaraan perencanaan program pengawasan; 2. Penyelenggaraan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan;

INSPEKTORAT KOTA. 1. Penyelenggaraan perencanaan program pengawasan; 2. Penyelenggaraan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan; LAMPIRAN : PERATURAN WALIKOTA CIMAHI Nomor : 28 Tahun 2008 Tanggal : 28 Nopember 2008 Tentang : TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS PADA LEMBAGA TEKNIS DAERAH DAN KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA

Lebih terperinci

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 34 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR : LAMPIRAN : 3 (TIGA) TENTANG TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN KEUANGAN DAERAH

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR : LAMPIRAN : 3 (TIGA) TENTANG TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN KEUANGAN DAERAH BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR : LAMPIRAN : 3 (TIGA) TENTANG TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 21 TAHUN : 2008 SERI : D PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR : 71 TAHUN 2008 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 21 TAHUN : 2008 SERI : D PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR : 71 TAHUN 2008 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 21 TAHUN : 2008 SERI : D PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR : 71 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS PADA UNSUR ORGANISASI TERENDAH DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 84 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PAJAK DAERAH DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA,

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 21 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PENDAPATAN BUPATI TASIKMALAYA B U P A T I TASIKMALAY A

KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 21 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PENDAPATAN BUPATI TASIKMALAYA B U P A T I TASIKMALAY A B U P A T I TASIKMALAY A KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 21 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PENDAPATAN KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 24 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PENDAPATAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 19 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 329 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 19 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 329 TAHUN 2010 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 19 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 329 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 9 TAHUN 2011

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 9 TAHUN 2011 BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 9 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN ORGANISASI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH,

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN KOTA BATU

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN KOTA BATU SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 55 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 55 TAHUN 2008 TENTANG DRAFT PER TGL 15 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 55 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT BUPATI

Lebih terperinci

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 110 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 110 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 110 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 14 TAHUN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 14 TAHUN SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 70 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG TUGAS, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA UNSUR-UNSUR ORGANISASI BADAN PENGELOLAAN PAJAK DAN RETRIBUSI

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA BADAN PENDAPATAN, PENGELOLAAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN SUMEDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 73 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN,

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENDAPATAN, KEUANGAN DAN ASET DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Qeqno. Mbllo \ G BER1TA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 76 TAHUN 2016, SERI D. 25

Qeqno. Mbllo \ G BER1TA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 76 TAHUN 2016, SERI D. 25 Qeqno Mbllo \ G BER1TA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 76 TAHUN 2016, SERI D. 25 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR : 91 Tahun 2016 TENTANG FUNGSI, TUGAS POKOK DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LANGKAT A. SEJARAH SINGKAT DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LANGKAT A. SEJARAH SINGKAT DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LANGKAT A. SEJARAH SINGKAT DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LANGKAT. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.061/7200/SJ Tanggal 21 Maret

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH BUPATI MADIUN,

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH BUPATI MADIUN, BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KEBUMEN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

TUGAS, POKOK DAN FUNGSI BADAN PENDAPATAN DAERAH KAB. SERDANG BEDAGAI

TUGAS, POKOK DAN FUNGSI BADAN PENDAPATAN DAERAH KAB. SERDANG BEDAGAI TUGAS, POKOK DAN FUNGSI BADAN PENDAPATAN DAERAH KAB. SERDANG BEDAGAI Adapun tugas pokok dan fungsi dari masing-masing jabatan yang ada pada struktur organisasi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Serdang

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI BUPATI BANYUWANGI Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN, BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN

Lebih terperinci

BUPATI KERINCI PERATURAN BUPATI KERINCI NOMOR 5 TAHUN

BUPATI KERINCI PERATURAN BUPATI KERINCI NOMOR 5 TAHUN BUPATI KERINCI PERATURAN BUPATI KERINCI NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN KERINCI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN DENGAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 32 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET BUPATI BEKASI Menimbang : a.

Lebih terperinci

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 89 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 89 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA SALINAN BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 89 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG,

Lebih terperinci

BUPATI KENDAL PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI KENDAL PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI KENDAL Menimbang : PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL, DAN TATA KERJA PADA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 65 TAHUN 2012 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KABUPATEN

Lebih terperinci

- 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 62 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT

- 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 62 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT - 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 62 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIREBON, Menimbang : a. bahwa untuk menindaklanjuti

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA Diubah dengan Perwal Nomor 93Tahun 2012 WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PENDAPATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN PAJAK DAN

Lebih terperinci

- 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 46 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN

- 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 46 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN - 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 46 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIREBON, Menimbang : a. bahwa sesuai

Lebih terperinci

BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN SALINAN BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LAMONGAN, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS BADAN KEUANGAN DAERAH

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS BADAN KEUANGAN DAERAH BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS BADAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA A L I K O T A G Y A K A R PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 82 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PAJAK DAERAH DAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 80 TAHUN 2011 T E N T A N G

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 80 TAHUN 2011 T E N T A N G PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 80 TAHUN 2011 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 48 TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 48 TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 1291 TAHUN 2016 T E N T A N G

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 1291 TAHUN 2016 T E N T A N G BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 1291 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 61 TAHUN : 2013 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 61 TAHUN 2013 TENTANG URAIAN TUGAS UNSUR ORGANISASI TERENDAH PADA DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 26 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL BUPATI BEKASI Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG BH INNEKA TU NGGAL IKA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 65 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 65 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 65 TAHUN 20122 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

GUBERNUR SULAWESI UTARA

GUBERNUR SULAWESI UTARA Draf 1 16-09-2008 GUBERNUR SULAWESI UTARA PERATURAN GUBERNUR SULAWESI UTARA NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

TUGAS POKOK DAN FUNGSI TUGAS POKOK DAN FUNGSI Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sijunjung ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 45 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT BUPATI BEKASI Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

-4- (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

-4- (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 96 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG B U P A T I S R A G E N PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN, DAN ASET DAERAH KABUPATEN SRAGEN DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT 1 BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI KUANTAN SINGINGI NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR : 19-A TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR : 19-A TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR : 19-A TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH WALIKOTA SURAKARTA, Menimbang : a. bahwa sebagai tindaklanjut

Lebih terperinci

Bupati Majalengka PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG

Bupati Majalengka PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG Bupati Majalengka PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON wo* NOMOR 89 TAHUN 2016, SERI D. 38 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR : 89 Tahun 2016 TENTANG FUNGSI, TUGAS POKOK DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR m BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL - 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

: PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEMBRANA.

: PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEMBRANA. BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang

Lebih terperinci

Masing-masing Sub Bagian sebagaimana dimaksud dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

Masing-masing Sub Bagian sebagaimana dimaksud dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sekretaris mempunyai fungsi : a. penyusunan program kerja di bidang kesekretariatan Dinas; b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang Perhubungan, Komunikasi dan

Lebih terperinci

- 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 63 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

- 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 63 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH - 1 - Bupati Cirebon PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 63 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIREBON, Menimbang

Lebih terperinci