BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI
|
|
|
- Irwan Hartono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Telah berhasil dikembangkan program e-training konten fisika untuk meningkatkan kemampuan memahami dan menganalisis guru fisika SMK melalui serangkaian kegiatan analisis kebutuhan dan studi kebijakan, perancangan program berdasarkan hasil analisis kebutuhan, studi kebijakan serta studi literatur, dan pengembangan program yang meliputi validasi dan uji implementasi program. Program e-training akhir dikonstruksi atas dasar saran perbaikan dan rekomendasi yang diperoleh dari hasil judgement pakar maupun dari uji implemetasi rancangan program. Dari hasil perancangan dan uji implementasi program e-training dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian, sebagai berikut: 1) Program e-training Fisika yang dikembangkan untuk kegiatan diklat guru Fisika SMK yang berorientasi pada pembekalan kemampuan memahami dan menganalisis memiliki karakteristik sebagai berikut: (a) menggunakan modus pembelajaran jarak jauh berbantuan website, (b) menggunakan pendekatan blended learning yaitu perpaduan tatap muka dan online dengan sistem in-onin yang terdiri atas in-service 1, on-servis, dan in-service 2, (c) berorientasi pada pembekalan kemampuan memahami dan menganalisis, (d) berlandaskan pada teori belajar orang dewasa (andragogi) yang mempertimbangkan pengalaman guru, (e) menggunakan paham konstruktivisme yang mencakup proses asimilasi dan akomodasi, (f) materi ajar yang disajikan bersifat konseptual dan dikemas dalam format bahan belajar mandiri yang interaktif, (g) aktivitas pada kegiatan on-service terdiri atas mempelajari materi ajar dan mengerjakan tugas mandiri yang dipandu oleh lembar kerja guru yang bersifat inkuiri, (h) menggunakan bantuan media simulasi virtual untuk materi ajar yang bersifat mikroskopis, (i) dilengkapi dengan kegiatan video conference, dan (j) menggunakan alokasi waktu 100 jam pelajaran.
2 2) Implementasi program e-taining Fisika yang dikembangkan untuk kegiatan diklat guru-guru Fisika SMK dapat meningkatkan kemampuan memahami materi ajar Rangkaian Listrik Arus Searah dan materi ajar Sifat Mekanik Bahan guru-guru Fisika SMK dengan kategori peningkatan tinggi. Hal ini ditandai dengan capaian rerata N-gain untuk kemampuan memahami materi Rangkaian Listrik Arus Searah sebesar 0,76 dan materi Sifat Mekanik Bahan sebesar 0,75. Profil peningkatan tiap indikator kemampuan memahami materi ajar Rangkaian Listrik Arus Searah yang ditinjau dalam penelitian sebagai dampak implementasi program e-training adalah sebagai berikut:indikator menjelaskan meningkat sebesar 0,69 dalam kategori sedang, indikator menginferensi 0,78 dalam kategori tinggi, indikator membandingkan 0,83 dalam kategori tinggi, dan indikator menginterpretasi 0,75 dalam kategori tinggi. Sedangkan profil peningkatan tiap indikator kemampuan memahami materi ajar Sifat Mekanik Bahan yang ditinjau dalam penelitian sebagai dampak implementasi program e-training adalah sebagai berikut: indikator menjelaskan meningkat sebesar 0,71 dalam kategori tinggi, indikator menginferensi 0,74 dalam kategori tinggi, indikator membandingkan 0,81 dalam kategori tinggi, dan indikator menginterpretasi 0,72 dalam kategori tinggi. 3) Implementasi program e-training Fisika yang dikembangkan untuk kegiatan diklat guru-guru Fisika SMK dapat meningkatkan kemampuan menganalisis materi ajar Rangkaian Listrik Arus Searah dan materi ajar Sifat Mekanik Bahan guru-guru Fisika SMK dengan kategori peningkatan sedang dan tinggi secara berturut-turut. Hal ini ditandai oleh capaian rerata N-gain kemampuan menganalisis materi ajar Rangkaian Listrik Arus Searah sebesar 0,68 dan materi ajar Sifat Mekanik Bahan sebesar 0,71. Profil peningkatan tiap indikator kemampuan menganalisis materi ajar Rangkaian Listrik Arus Searah yang ditinjau dalam penelitian ini sebagai dampak implementasi program e-training adalah sebagai berikut: indikator menemukan pesan tersirat meningkat sebesar 0,74 dalam kategori tinggi, indikator mengorganisasi 0,61 dalam kategori sedang, dan indikator membedakan 0,70
3 dalam kategori tinggi. Sedangkan profil peningkatan tiap indikator kemampuan menganalisis materi ajar Sifat Mekanik Bahan yang ditinjau dalam penelitian ini sebagai dampak implementasi program e-training adalah sebagai berikut: indikator menemukan pesan tersirat meningkat sebesar 0,74 dalam kategori tinggi, indikator mengorganisasi 0,64 dalam kategori sedang, dan indikator membedakan 0,67 dalam kategori sedang. 4) Implementasi program e-training Fisika mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta diklat. Hampir seluruh peserta diklat menyatakan persetujuan bahwa program e-training merupakan modus program diklat yang baru bagi mereka, tidak banyak mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah, memberikan keleluasaan untuk belajar kapan saja dan dimana saja, mendorong mereka untuk aktif belajar, materi sesuai dengan yang mereka butuhkan, membekalkan kemampuan memahami, membekalkan kemampuan menganalisis, penggunaan media simulasi virtual membantu mereka dalam memahami fenomena-fenomena mikroskopis yang abstrak, telekonferensi dapat membantu memahamkan konten Fisika yang sulit dipahami. Secara umum menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta diklat memberikan persetujuan bahwa program e-training Fisika cukup potensial digunakan untuk kegiatan diklat penguatan konten Fisika bagi guru-guru Fisika SMK. 5) Kekuatan dari program e-training Fisika yang ditemukan dari implementasinya antara lain: (1) dalam pelaksanaannya tidak mengganggu guru dalam melaksanakan tugas mengajar di sekolah (2) untuk mengikuti diklat peserta tidak perlu menempuh perjalanan yang jauh dan menginap dengan meninggalkan siswa di sekolah dan keluarga di rumah, (3) berorientasi pada pemahaman konseptual, (4) dapat membangkitkan motivasi peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (5) menggunakan alat bantu media simulasi virtual yang dapat memvisualkan fenomenafenomena mikroskopis yang abstrak menjadi kelihatan nyata, (6) kegiatan diklat berpusat pada peserta, (7) ada kegiatan telekonferensi yang dapat memantapkan pemahaman materi ajar yang mereka konstruk dari hasil kegiatan on-servis, (8) membekalkan pengetahuan dan kemampuan ICT, dan
4 (9) melatihkan keterampilan menggunakan dan mengemas media simulasi virtual (lab virtual) dalam suatu pembelajaran. Keterbatasan dari program e-training yang ditemukan dari implementasinya antara lain, (1) memerlukan perangkat TIK yang memadai untuk implementasinya,misalnya fasilitas bandwidth yang tersedia yang relatif kecil akan menyulitkan peserta diklat dalam membuka file tertentu seperti video, terutama bila peserta diklat secara bersamaan mengakses alamat webyang sama, keadaan ini juga akan terjadi pada saat sesi tele conference atau pengiriman tugas-tugas secara online, (2) memerlukan pengetahuan dan keterampilan prasyarat terutama dalam bidang TIK yang memadai, (3) kemajuan belajar tidak dapat dicapai secara bersama oleh peserta diklat, karena kegiatan belajar online disesuaikan dengan kesempatan yang dimiliki masing-masing peserta, dan (4) sangat mungkin banyak ditemukan gangguan teknis dalam pelaksanaan sesi on-service secara online, dan (5) sulit melakukan pengontrolan jika aktivitas online dilakukan oleh bukan peserta diklat. B. Saran Berdasarkan kesimpulan dan temuan dalam penelitian ini, diajukan beberapa saran untuk perbaikan proses dan hasil implementasi e-training sebagai berikut: 1) Untuk lebih mengoptimalkan pencapaian peningkatan kemampuan memahami materi ajar fisika yang bersifat abstrak (mikroskopis), hendaknya sajian media simulasi virtual untuk suatu konsep digunakan dalam konteks, situasi, fenomena atau kondisi yang lebih beragam, sehingga pemahaman materi ajar peserta dapat lebih kokoh lagi. 2) Untuk lebih mengoptimalkan pencapaian peningkatan kemampuan menganalisis materi ajar fisika yang dikaji, hendaknya tugas mandiri yang harus diselesaikan oleh peserta lebih diperkaya lagi, terutama dengan tugastugas yang diorientasikan pada kemampuan analisis.
5 3) Sebelum melaksanakan kegiatan tugas mandiri pada sesi on-service, pastikan terlebih dahulu bahwa peserta diklat telah terampil mengoperasikan media simulasi virtual (lab virtual) PhET, jika masih ada yang belum terampil ada baiknya dilakukan pelatihan penggunaan media simulasi virtual bagi peserta 4) Sebelum melakukan implementasi program e-training Fisika dalam kegiatan diklat konten Fisika, pastikan terlebih dahulu bahwa perangkat TIK yang digunakan kondisinya memadai, sehingga kendala-kendala teknis yang dapat mengganggu proses dan hasil diklat dapat dihindari. 5) Sebelum melakukan implementasi program e-training Fisika dalam kegiatan diklat konten Fisika, tumbuhkan terlebih dahulu motivasi pada para peserta untuk mengikuti diklat dan yakinkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan kebutuhan pokok bagi mereka, sehingga mereka dapat mengikuti program diklat dengan sungguh-sungguh dan antusias. C. Rekomendasi Atas dasar hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini, diajukan rekomendasi untuk kegiatan tidak lanjut di masa mendatang sebagai berikut : 1) Program e-training dapat dipertimbangkan untuk diterapkan dalam kegiatan diklat bagi guru-guru fisika sekolah menengah, tidak terbatas pada sekolah menengah kejuruan, tentu harus ada penyesuaian-penyesuaian dengan karakteristik sekolah tempat mereka bertugas. 2) Untuk penelitian selanjutnya dapat dipertimbangkan pengembangan program e-training untuk membekalkan kompetensi dan keterampilan-ketrampilan lainnya baik hands-on maupun minds-on, terutama keterampilan berpikir tingkat tinggi.
I. PENDAHULUAN. fisika. Aspek kognitif merupakan aspek utama dalam pembelajaran, aspek ini
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran yang ideal pada hakekatnya harus memenuhi tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, tak terkecuali pembelajaran fisika.
BAB I PENDAHULUAN. peralatan praktik, penyempurnaan kurikulum maupun peningkatan. profesionalisme guru yang dilakukan secara nasional.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kualitas pendidikan sebagai tuntutan akan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang dapat berkompetisi di era globalisasi akan terus berlangsung diupayakan. Perhatian
BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran fisika masih menjadi pelajaran yang tidak disukai oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mata pelajaran fisika masih menjadi pelajaran yang tidak disukai oleh siswa di sekolah. Menurut Komala (2008:96), ternyata banyak siswa menyatakan bahwa pembelajaran
2016 PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL PERPINDAHAN KALOR DAN PENGGUNAANNYA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA YANG BERORIENTASI PENGUBAHAN KONSEPSI SISWA SMA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati. Tujuan dari mempelajari
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam (Holil, 2009).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar secara
BAB I PENDAHULUAN. menyiapkan peserta didik guna memasuki dunia kerja, serta mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan kejuruan adalah pendidikan khusus yang direncanakan untuk menyiapkan peserta didik guna memasuki dunia kerja, serta mengembangkan sikap profesional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Herman S. Wattimena,2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pembelajaran dalam pendidikan sains seperti yang diungkapkan Millar (2004b) yaitu untuk membantu peserta didik mengembangkan pemahamannya tentang pengetahuan
I. PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi pada masa ini mempengaruhi perkembangan dalam
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi pada masa ini mempengaruhi perkembangan dalam bidang lain. Salah satu bidang yang memanfaatkan perkembangan teknologi adalah bidang pendidikan.
Kata Kunci : kurikulum berbasis kompetensi, manajemen perkantoran, teknologi informasi.
PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MANAJEMEN PERKANTORAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Hengky Pramusinto 1 Abstrak: Kurikulum 2004 yang berorientasi pada kompetensi, mensyaratkan agar peserta didik menguasai dan
BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI
161 BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil-hasil pengolahan dan analisis data penelitian dapat ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut : 1) MPK yang dikembangkan untuk
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini telah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini telah membawa perubahan pesat dalam aspek kehidupan manusia, perkembangan tersebut telah mengubah
TUGAS I PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MATRIKS JURNAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
TUGAS I PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MATRIKS JURNAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT Oleh REFNITA 14175056 Dosen Pembimbing Prof. Dr. Festiyed, MS Dr. Usmeldi,
BAB I PENDAHULUAN. sebagai pelajaran yang sulit dan tidak disukai, diketahui dari rata-rata nilai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Telah menjadi fenomena umum bahwa sains, terutama fisika, dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan tidak disukai, diketahui dari rata-rata nilai mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal, baik aspek
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Suryosubroto, 2009:2).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu proses dengan cara-cara tertentu agar seseorang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan tingkah laku yang sesuai. Sanjaya
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB KEPADA GURU IPA SMP KOTA MATARAM
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB KEPADA GURU IPA SMP KOTA MATARAM Muhammad Taufik*, Sutrio, Syahrial A, Hairunnisyah Sahidu, Hikmawati Jurusan Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Mataram *Email:
BAB I PENDAHULUAN. bidang keahlian ini terdapat jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). memuat materi pengalamatan jaringan dan subnetting.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 15 menyebutkan bahwa salah satu jenis pendidikan di Indonesia adalah pendidikan kejuruan. Sekolah
PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP PENGUASAAN KONSEP MATERI LAJU REAKSI SISWA SMK KELAS XI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan teknik yang bertujuan mempersiapkan lulusan menjadi tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. globalisasi dan teknologi informasi. Pendidikan merupakan sarana penting untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sains memiliki potensi besar dan peranan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi era globalisasi dan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
BAB I PENDAHULUAN. baik, tidak hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi manusia lainnya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan saat ini semakin berkembang, berbagai macam pembaharuan dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Untuk meningkatkan
METODE PENGEMBANGAN. Metode penelitian yang digunakan yaitu research and development atau
24 III. METODE PENGEMBANGAN A. Model Pengembangan Metode penelitian yang digunakan yaitu research and development atau penelitian dan pengembangan. Desain pengembangan dilaksanakan dengan memodifikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara adalah bidang pendidikan. Pendidikan dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan teknologi. Ketika perkembangan zaman dan
ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMAKASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMAKASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
PANDUAN PENERAPAN E-LEARNING BERBASIS RUMAH BELAJAR (JEJAK BALI) PROVINSI BALI
PANDUAN PENERAPAN E-LEARNING BERBASIS RUMAH BELAJAR (JEJAK BALI) PROVINSI BALI 2018 0 0 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...1 PENGENALAN...2 Langkah-langkah membuat account guru di jejak bali..9 Langkah-langkah login
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Ada beberapa hal yang dibahas dalam metode penelitian, diantaranya adalah lokasi dan subyek penelitian, metode penelitian, diagram alir penelitian, instrumen penelitian, teknik
Mengapresiasi e-learning Berbasis MOODLE Basori 1
Mengapresiasi e-learning Berbasis MOODLE Basori 1 A. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem e-learning untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hanifah Rahmatillah,2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pembangunan negara, hal ini terlihat dari tujuan pendidikan nasional (Kemediknas) menurut undang-undang
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah research and development atau penelitian
21 III. METODE PENELITIAN A. Setting Pengembangan Metode penelitian ini adalah research and development atau penelitian pengembangan. Tujuan pengembangan ini adalah membuat produk berupa LKS berbasis penemuan
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SEBAGAI MEDIA DALAM BELAJAR MANDIRI MATERI BUNYI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SEBAGAI MEDIA DALAM BELAJAR MANDIRI MATERI BUNYI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ninda Ekawati, Supurwoko, Daru Wahyuningsih Pendidikan Fisika, FKIP, UNS Jl. Ir. Sutami No. 36A,
BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi ironisnya sampai sekarang pelajaran
1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Fisika sebagai salah satu mata pelajaran yang memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan
PENGENALAN SISTEM DIKLAT ONLINE / E-TRAINING GURU MELEK IT POLA 16 HARI
1 PENGENALAN SISTEM DIKLAT ONLINE / E-TRAINING GURU MELEK IT POLA 16 HARI Pengantar Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidik. Oleh karena itu kualitas
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (research
30 III. METODE PENELITIAN A. Desain Pengembangan Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan yang dimaksud adalah membuat paket pemanfaatan program
OHM LABVIKA : PRAKTIKUM FISIKA DENGAN APLIKASI KOMPUTER. Oleh : Drs. Agus Dwi Basuki SMA Negeri 2 Kendal
OHM LABVIKA : PRAKTIKUM FISIKA DENGAN APLIKASI KOMPUTER Oleh : Drs. Agus Dwi Basuki SMA Negeri 2 Kendal [email protected] Latar Belakang Saya seorang guru mata pelajaran fisika di SMA N 2 Kendal,
Usaha Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Internet dan E-Learning Sekolah
Usaha Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Internet dan E-Learning Sekolah Rifiana Arief, Erlina [email protected] Dosen Universitas Gunadarma Depok ABSTRAK : Kegiatan pelatihan
BAB I PENDAHULUAN. siswa (membaca, menulis, ceramah dan mengerjakan soal). Menurut Komala
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rumit, sulit dipahami dan membosankan, tiga kata yang menjadi gambaran betapa pelajaran fisika kurang disukai oleh siswa pada umumnya. Pemahaman konsep, penafsiran grafik,
PANDUAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI MATA PELAJARAN FISIKA
PANDUAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK GURU PANDUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI UNTUK GURU 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah multimedia pembelajaran senyawa karbon menggunakan konteks obat herbal khas Indonesia. Bahan kajian materi senyawa
III. METODE PENGEMBANGAN. memvalidasi produk. Pengembangan yang dilakukan adalah pembuatan
III. METODE PENGEMBANGAN A. Desain Pengembangan Pengembangan ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang berorientasi untuk mengembangkan dan memvalidasi produk.
Slamet Riyanto 1 dan Fatim Nugrahanti 2 1,2
Pengembangan Pembelajaran Statistika Berbasis Praktikum Aplikasi Software SPSS dengan Bantuan Multimedia untuk Mempermudah Pemahaman Mahasiswa terhadap Ilmu Statistika Slamet Riyanto 1 dan Fatim Nugrahanti
LKPD PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
LKPD PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2017 LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) Satuan pendidikan : SMA Kelas/Semester : XII/1 Hari/Tanggal :. /... 2017
Variasi Proses Pembelajaran melalui Penerapan E-learning
Variasi Proses Pembelajaran melalui Penerapan E-learning Marfuatun, M.Si Jurdik Kimia FMIPA UNY A. Pendahuluan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN. Berpikir kritis mencakup sejumlah keterampilan kognitif dan disposisi
BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma Penelitian Berpikir kritis mencakup sejumlah keterampilan kognitif dan disposisi intelektual yang diperlukan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi
Kegiatan Belajar-3 Belajar Berbasis Aneka Sumber
Kegiatan Belajar-3 Belajar Berbasis Aneka Sumber A. Petunjuk Belajar Perkembangan teknologi informasi yang pesat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aktivitas kehidupan manusia termasuk
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DAN EVALUASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI LECTORA BAGI GURU SD MUHAMMADIYAH AMBARBINANGUN
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DAN EVALUASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI LECTORA BAGI GURU SD MUHAMMADIYAH AMBARBINANGUN Taufik Muhtarom Prodi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
BAB I PENDAHULUAN. Aplikasi Pengelolaan Bantuan Sosial
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan diadakannya kegiatan bantuan sosial adalah untuk memberikan perlindungan, pemulihan dan pengembangan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) serta
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fisika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Communication Technology/ICT) telah mengubah model dan pola pembelajaran pada dunia pendidikan.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan peserta didik. Proses komunikasi yang terjadi tidak selamanya berjalan dengan lancar, bahkan
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
DAFTAR ISI JUDUL... i LEMBAR PERSETUJUAN... ii ABSTRAK... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv HALAMAN PERNYATAAN... v HALAMAN MOTTO & PERSEMBAHAN... vi KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL...
BAB I PENDAHULUAN. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini. berkembang sangat pesat terutama dalam bidang pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berkembang sangat pesat terutama dalam bidang pendidikan. Seperti yang dikemukakan Arsyad (2014) Perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, penggunaan komputer telah merambah ke berbagai bidang kehidupan, dan dalam berbagai penyelesaian pekerjaan.
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, fitur dan layanan teknologi komunikasi sudah demikian maju.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, fitur dan layanan teknologi komunikasi sudah demikian maju. Teknologi komunikasi dapat membawa seorang individu melintasi batas ruang dan waktu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mei Indah Sari, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kecenderungan abad XXI yang ditandai oleh peningkatan kompleksitas peralatan teknologi, dan munculnya gerakan restrukturisasi korporatif yang menekankan kombinasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah Negara. Lewat pendidikan, sebuah Negara bisa dinilai tingkat kemakmurannya. Makin baik pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. banyaknya tujuan pendidikan. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan didesain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Prospek masa depan pendidikan teknologi memunculkan orientasi kuat pada banyaknya tujuan pendidikan. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan didesain sedemikian
III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (penelitian dan
31 III. METODE PENELITIAN A. Desain Pengembangan Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (penelitian dan pengembangan), sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2013: 297) bahwa metode
BAB I PENDAHULUAN. pencapaian tujuan pembelajaran yakni membentuk peserta didik sebagai pebelajar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan paradigma pembelajaran menuntut langkah kreatif guru sebagai fasilitator pembelajaran. Esensi perubahan tersebut berorientasi pada usaha pencapaian tujuan
BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Indonesia dalam pasal 19, satu diantaranya mengatakan bahwa standar proses adalah adanya
Makalah. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pendidikan Fisika
Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Fisika Peran Program PhET dalam Pembelajaran Fisika Nama Kelompok: Thoha Firdaus (1208041073) Irnin Agustina D.A (1208041076) Dessy Wahyuningrum (1208041082)
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN MENERAPKAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN
19 DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN MENERAPKAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN Hamonangan Tambunan Abstrak Tujuan pembelajaran kelistrikan akan dapat dicapai dengan efektif
PEMBELAJARAN BERBASIS VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI LISTRIK DINAMIS
Proceedings of The 4 th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI Bandung, Indonesia, 8-10 November 2010 PEMBELAJARAN BERBASIS VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Ringkasan Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akan meningkatkan
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis 3D ebook sebagai Buku Penunjang Siswa SMP/ MTs Materi Fisika Listrik Dinamis
1 Pengembangan Bahan Ajar Berbasis 3D ebook sebagai Buku Penunjang Siswa SMP/ MTs Materi Fisika Listrik Dinamis Ari Safitri Dani Sukma, Sulur, Widjianto Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected];
I. PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia, memiliki peranan penting guna meningkatkan kualitas
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia, memiliki peranan penting guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015 dan mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Johan Ramadhan, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berkembang pesat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pendidikan di era globalisasi ini, mengakibatkan guru dan siswa dituntut untuk terampil dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
45454545 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian Penelitian ini mengkaji courseware multimedia pembelajaran interaktif pada sub materi pengaruh suhu terhadap laju reaksi yang dikembangkan untuk
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia pendidikan, tercapainya suatu tujuan dari pendidikan kepada siswa sangat ditentukan oleh seorang guru sebagai pusat pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran
I. PENDAHULUAN. Penyelenggaraan pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha dalam
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyelenggaraan pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha dalam menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi lingkungan hidup yang selalu mengalami perubahan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Sebagaimana dikemukakan oleh Rusman dan Dewi (2009 : 174) menurut
Muhammad Amil Busthon Universitas Negeri Malang Kata kunci: simulasi, sketchup, fisika zat padat, model tiga dimensi
PENGEMBANGAN SIMULASI MODEL TIGA DIMENSI STRUKTUR KRISTAL DAN SIMETRI KRISTAL BERBASIS SKETCHUP UNTUK MENUNJANG PERKULIAHAN FISIKA ZAT PADAT DI JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Muhammad Amil Busthon
BAB I PENDAHULUAN. adanya kecenderungan masyarakat Indonesia yang ingin menimba ilmu diluar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini semakin berkembang sejalan dengan kompetisi ditingkat internasional atau global, serta adanya kecenderungan masyarakat
Upaya Mengomunikasikan Gagasan atau Konsep Melalui Presentasi Digital Bahan ajar ini dapat diunduh gratis di
S i m u l a s i D i g i t a l S M K S e m e s t e r 1 0 SIMULASI DIGITAL PENDAHULUAN Upaya Mengomunikasikan Gagasan atau Konsep Melalui Presentasi Digital Bahan ajar ini dapat diunduh gratis di http://burgerone.wordpress.com
I. PENDAHULUAN. Berdasarkan data hasil belajar di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung kelas
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan data hasil belajar di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung kelas VIII C Tahun Pelajaran 2013/2014 diketahui persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan
BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI
175 BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Telah berhasil dikembangkan Program Perkuliahan Fisika Sekolah Berorientasi Kemampuan Berargumentasi (PPFS-BKB) melalui serangkaian kegiatan analisis
Sisdiknas No. 20/2003. Pendidikan Tinggi Jarak Jauh. PP No. 66/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (perbaikan atas PP 17/2010)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN 2011 Aturan yang digunakan Sisdiknas No. 20/2003 SK Mendiknas No. 107/U/2001 tentang Penyelenggaraan
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Ismail, 2016
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upayaupaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut
ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LECTORA INSPIRE PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK SISWA KELAS XI SMAN 4 KOTA JAMBI
ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LECTORA INSPIRE PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK SISWA KELAS XI SMAN 4 KOTA JAMBI OLEH : ELSA YANTI MALA RSA1C110010 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan kajian-kajian teoritis dan hasil penelitian serta pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Hasil Penelitian Berdasarkan kajian-kajian teoritis dan hasil penelitian serta pembahasan hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa tes pemahaman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Irwandani, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fisika merupakan salah satu bagian dari ilmu alam yang penting untuk dipelajari di sekolah. Hal ini dikarenakan fisika dipandang sebagai ilmu dasar (pondasi) bagi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Era komunikasi interaktif merupakan salah satu bentuk dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era komunikasi interaktif merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi. Era komunikasi interaktif ini kemudian semakin berkembang pesat sejak kehadiran internet.
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Materi program perkuliahan fisika
APLIKASI CISCO PACKET TRACER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DASAR JARINGAN KOMPUTER DALAM KONTEKS BLENDED LEARNING
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi ini banyak tersebar berbagai media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Media pembelajaran adalah
