Pemanfaatan basis data sekuen dalam riset bioinformatika pada tanaman perkebunan
|
|
|
- Lanny Atmadjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 21 Pemanfaatan basis data sekuen dalam riset bioinformatika pada tanaman perkebunan Genomika tanaman telah mengalami peningkatan jumlah data sekuen yang sangat pesat, terutama dikarenakan revolusi dalam teknologi sekuensing generasi berikutnya. Revolusi tersebut telah mendorong para peneliti biologi molekuler untuk memanfaatkan data yang menggunung tersebut dan memberikan makna lebih dibalik sekuen genomika. Saat ini, ketersediaan basis data besar seperti INSDC dan basis data spesifik dapat dimanfaatkan untuk mendorong riset terkait bioinformatika, terutama pada tanaman perkebunan. Genomika tanaman telah mengalami peningkatan jumlah data sekuen yang sangat pesat, terutama dikarenakan revolusi dalam teknologi sekuensing generasi berikutnya (Next Generation Sequencing, NGS). Dengan keberadaan data sekuen yang menggunung tersebut, peneliti biologi molekuler pada masa sekarang mendapatkan tantangan untuk dapat mengidentifikasi fitur dari DNA genomik serta memberikan deskripsi fungsi biologisnya. Tantangan tersebut dijawab oleh Konsorsium Internasional dari Kolaborasi Data Sekuen (The International Nucleotide Sequence Data Collaboration, INSDC dalam situs dengan menciptakan interkoneksi diantara basis-basis data sekuen yang ada di dunia seperti GenBank dari National Center for Biotechnology Information (NCBI dalam situs DNA Data Bank of Japan (DDBJ dalam situs dan European Nucleotide Archive (ENA dalam situs dari European Bioinformatics Institute (EBI) [1-4]. Ilustrasi interkoneksi antara tiga basis data besar dunia yaitu NCBI, DDBJ dan EBI-ENA. Gambar disadur dari Kolaborasi INSDC merupakan basis data yang tergolong umum, besar dan banyak digunakan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia. Saat ini, penambahan basis data sekuen terus terjadi dan akan terus bertambah dalam tahun-tahun mendatang, seiring dengan semakin turunnya biaya untuk melakukan sekuensing genomika, transkriptomika, epigenomika, serta
2 22 proteomika. Perkembangan riset yang spesifik pada tanaman tertentu juga memunculkan tipe basis data spesifik dimana informasi genomik yang dianotasi berasal dari 1 jenis kingdom, famili atau bahkan genus. Beberapa contoh basis data tersebut adalah Phytozome untuk basis data khusus tanaman (dalam situs [5], TropGeneDB untuk basis data khusus tanaman tropis (dalam situs [6], TAIR untuk basis data tanaman model biologi molekuler Arabidopsis thaliana (dalam situs [7], Banana Genome Hub untuk basis data khusus tanaman pisang (dalam situs [8], PeanutBase untuk basis data tanaman kacang (dalam situs [9] dan MaizeDB untuk basis data khusus tanaman jagung (dalam situs [10]. Lebih jauh dari itu, basis data spesifik dapat lebih disempitkan lagi luasan data yang dirangkum seperti mengutamakan tema riset tertentu. Tema riset ini umumnya terkonservasi pada beberapa tanaman seperti basis data terkait faktor transkripsi, faktor pemicu epigenomika, atau protein terkonservasi yang memiliki peran penting dalam sel. Beberapa contoh basis data semacam ini adalah TransportDB untuk basis data informasi terkait transporter membran dalam sekuen genomika (dalam situs [11], mirna Digger untuk basis data spesifik RNA mikro (dalam situs [12], PlantTFDB untuk basis data spesifik yang menyimpan faktor transkripsi pada tanaman (dalam situs [13], lncrnadb untuk basis data spesifik RNA panjang yang tidak menyandi protein (long non coding RNAs, lncrnas dalam situs [14], dan lain sebagainya. Keberadaan basis-basis data tersebut juga menunjukkan bahwa riset in silico atau riset laoratorium kering sedang menjadi tren serta mampu menjadi alat konfirmasi dan validasi untuk hasil riset basah yang dilakukan di laboratorium. Riset in silico dapat pula digunakan untuk mempercepat prediksi dan menajamkan riset basah, seperti desain marka untuk seleksi pemuliaan tanaman. Hal tersebut diperkuat dengan fakta bahwa perkembangan teknologi komputasi yang pesat sudah memberikan kemudahan analisis bioinformatika skala kecil pada komputer desktop atau laptop. Dalam riset pada tanaman perkebunan di dunia internasional, pemanfaatan basis data bioinformatika telah banyak digunakan dalam komparasi genomika seperti pada tanaman karet [15-17], tanaman kelapa sawit [18, 19], tanaman kurma [20], tanaman gula [21], tanaman kakao [22, 23], tanaman kopi [24, 25], dan tanaman teh [26, 27]. Komparasi famili gen telah didemonstrasikan sangat efektif menggunakan pendekatan bioinformatika pada tanaman karet. Aktor-aktor molekuler penting dalam respon terhadap etilen serta produksi tanaman karet telah berhasil diidentifikasi dan dikarakterisasi menggunakan metode tersebut [28]. Gen SHELL yang berperan vital menentukan ketebalan kulit mesokarp sawit diidentifikasi menggunakan pendekatan bioinformatika (perbandingan sekuen dari tiap varietas sawit) dan dikombinasikan dengan validasi pada tingkat laboratorium basah [29]. Seleksi dari ratusan ribu sekuen DNA pada tanaman teh telah berhasil menemukan banyak senyawa penting yang menyusun aroma teh [26]. Seleksi yang sama dilakukan pada tanaman kopi dan ditemukan satu famili protein N-metiltransferase (NMT) yang berperan spesifik dalam biosintesis kafein [25]. Pada tanaman gula, riset bioinformatika telah membantu mengidentifikasi hubungan kekerabatan yang sangat dekat antara tanaman
3 23 sorgo dan gula namun ekspresi gen-gen ortolognya (sejenis) sangat berbeda [21]. Tanaman gula telah berevolusi secara genomika untuk meningkatkan efektivitas dalam menyimpan sukrosa pada batang tebu yang akhirnya dimanfaatkan manusia untuk kebutuhannya [30]. Ilustrasi jumlah kunjungan, akses dan pemanfaatan situs NCBI untuk riset bioinformatika berdasarkan negara pengakses hingga tahun Gambar disadur dari Menilik dari beberapa kasus diatas, riset bioinformatika aplikatif sangat menjanjikan dan telah memberikan kontribusi dalam percepatan riset pada bidang perkebunan. Meskipun demikian, di Indonesia, laju akses traffic ke dalam NCBI masih dibawah 1% dari total traffic per tahunnya memperlihatkan masih minimnya penggunaan basis data seperti NCBI. Hal tersebut menunjukkan masih belum tingginya minat peneliti-peneliti di Indonesia untuk melaksanakan riset terkait bioinformatika. Satu fakta yang menarik bahwa INDSC mengajak negara-negara dengan akses di atas 6% untuk berkolaborasi dalam riset unggulan. Dengan kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia, terutama pada tanaman pertanian dan perkebunan, potensi kolaborasi tersebut tentu saja masih terbuka. Dalam beberapa tahun ke depan, sudah saatnya Indonesia terlibat lebih banyak lagi dalam riset-riset bioinformatika berskala internasional. Referensi 1. van Dijk A-J. Plant Genomics Databases. 1 ed. Dijk A-Jv, editor. New York: Humana Press; Benson DA, Cavanaugh M, Clark K, Karsch-Mizrachi I, Lipman DJ, Ostell J, et al. GenBank. Nucleic Acids Research. 2017; Toribio AL, Alako B, Amid C, Cerdeño-Tarrága A, Clarke L, Cleland I, et al. European Nucleotide Archive in Nucleic Acids Research. 2017; O'Leary NA, Wright MW, Brister JR, Ciufo S, Haddad D, McVeigh R, et al. Reference sequence (RefSeq) database at NCBI: current status, taxonomic expansion, and functional annotation. Nucleic Acids Research. 2016;44.
4 24 5. Goodstein DM, Shu S, Howson R, Neupane R, Hayes RD, Fazo J, et al. Phytozome: a comparative platform for green plant genomics. Nucleic Acids Research. 2012; Ruiz M, Sempere G, Hamelin C. Using TropGeneDB: a database containing data on molecular markers, QTLs, maps, genotypes, and phenotypes for tropical crops. In: Van Dijk Aalt DJ, editor. Plant genomics databases: methods and protocols. Methods in Molecular Biology. New York, USA: Springer; p Lamesch P, Berardini TZ, Li D, Swarbreck D, Wilks C, Sasidharan R, et al. The Arabidopsis Information Resource (TAIR): improved gene annotation and new tools. Nucleic Acids Research. 2012; Droc G, Larivière D, Guignon V, Yahiaoui N, This D, Garsmeur O, et al. The Banana Genome Hub. Database: The Journal of Biological Databases and Curation. 2013; Dash S, Cannon EKS, Kalberer SR, Farmer AD, Cannon SB. Chapter 8 - PeanutBase and Other Bioinformatic Resources for Peanut. In: Wilson RF, editor. Peanuts: AOCS Press; p Andorf CM, Cannon EK, Portwood JL, Gardiner JM, Harper LC, Schaeffer ML, et al. MaizeGDB update: new tools, data and interface for the maize model organism database. Nucleic Acids Research. 2016; Elbourne Liam DH, Tetu SG, Hassan KA, Paulsen IT. TransportDB 2.0: a database for exploring membrane transporters in sequenced genomes from all domains of life. Nucleic Acids Research. 2017; Yu L, Shao C, Ye X, Meng Y, Zhou Y, Chen M. mirna Digger: a comprehensive pipeline for genome-wide novel mirna mining. Scientific Reports. 2016;6: Zhang H, Jin J, Tang L, Zhao Y, Gu X, Gao G, et al. PlantTFDB 2.0: update and improvement of the comprehensive plant transcription factor database. Nucleic Acids Res. 2011; Amaral PP, Clark MB, Gascoigne DK, Dinger ME, Mattick JS. lncrnadb: a reference database for long noncoding RNAs. Nucleic Acids Research. 2011; Tang C, Yang M, Fang Y, Luo Y, Gao S, Xiao X, et al. The rubber tree genome reveals new insights into rubber production and species adaptation. Nature Plants. 2016: Lau N-S, Makita Y, Kawashima M, Taylor TD, Kondo S, Othman AS, et al. The rubber tree genome shows expansion of gene family associated with rubber biosynthesis. Scientific Reports. 2016;6: Rahman AYA, Usharraj A, Misra B, Thottathil G, Jayasekaran K, Feng Y, et al. Draft genome sequence of the rubber tree Hevea brasiliensis. BMC Genomics. 2013;14(1): Singh R, Ong-Abdullah M, Low E-TL, Manaf MAA, Rosli R, Nookiah R, et al. Oil palm genome sequence reveals divergence of interfertile species in Old and New worlds. Nature. 2013;500(7462): Jin J, Lee M, Bai B, Sun Y, Qu J, Rahmadsyah, et al. Draft genome sequence of an elite Dura palm and whole-genome patterns of DNA variation in oil palm. DNA Research Al-Mssallem IS, Hu S, Zhang X, Lin Q, Liu W, Tan J, et al. Genome sequence of the date palm Phoenix dactylifera L. Nat Commun. 2013; de Setta N, Monteiro-Vitorello C, Metcalfe C, Cruz GM, Del Bem L, Vicentini R, et al. Building the sugarcane genome for biotechnology and identifying evolutionary trends. BMC Genomics. 2014;15(1):540.
5 Motamayor JC, Mockaitis K, Schmutz J, Haiminen N, III DL, Cornejo O, et al. The genome sequence of the most widely cultivated cacao type and its use to identify candidate genes regulating pod color. Genome Biology. 2013;14(6):r Argout X, Salse J, Aury J-M, Guiltinan MJ, Droc G, Gouzy J, et al. The genome of Theobroma cacao. Nat Genet. 2011;43(2): Mueller L, Strickler S, Domingues D, Pereira L, Andrade A, Marraccini P, et al. Towards a better understanding of the Coffea arabica genome structure. Proceedings of the 25th international conference on coffee science: ASIC; p. p Denoeud F, Carretero-Paulet L, Dereeper A, Droc G, Guyot R, Pietrella M, et al. The coffee genome provides insight into the convergent evolution of caffeine biosynthesis. Science. 2014;345(6201): Shi C-Y, Yang H, Wei C-L, Yu O, Zhang Z-Z, Jiang C-J, et al. Deep sequencing of the Camellia sinensis transcriptome revealed candidate genes for major metabolic pathways of tea-specific compounds. BMC Genomics. 2011;12(1): Xia E-H, Zhang H-B, Sheng J, Li K, Zhang Q-J, Kim C, et al. The Tea Tree Genome Provides Insights into Tea Flavor and Independent Evolution of Caffeine Biosynthesis. Molecular Plant Putranto RA, Montoro P. The Hevea brasiliensis AP2/ERF superfamily: From ethylene signalling to latex harvesting and physiological disease response. Menara Perkebunan. 2016;84(1): Singh R, Low E-TL, Ooi LC-L, Ong-Abdullah M, Ting N-C, Nagappan J, et al. The oil palm SHELL gene controls oil yield and encodes a homologue of SEEDSTICK. Nature. 2013;500(7462): McCormick AJ, Cramer MD, Watt DA. Differential Expression of Genes in the Leaves of Sugarcane in Response to Sugar Accumulation. Tropical Plant Biology. 2008;1(2):
PENGENALAN BIOINFORMATIKA
PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) PENGENALAN BIOINFORMATIKA Oleh: Syubbanul Wathon, S.Si., M.Si. Pokok Bahasan Sejarah Bioinformatika Istilah-istilah biologi Pangkalan data Tools Bioinformatika
KARYA ILMIAH BIOINFORMATIKA MENJELMA MENJADI BISNIS BESAR
KARYA ILMIAH BIOINFORMATIKA MENJELMA MENJADI BISNIS BESAR Oleh: Nama : Novandy Pradana Nim : 10.11.3656 STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 ABSTRAK Ledakan informasi dari kemajuan bioteknologi seperti data sekuen
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat No. 52 Tahun 2011, ISSN:
55 PELATIHAN PENGGUNAAN GEN BANK NCBI (National Center for Biotechnology Information) DAN PROGRAM MEGA 4.0 (Molecular Evolutionary Genetics Analysis Version 4.0) UNTUK PENELITIAN DAN PENINGKATAN PEMBELAJARAN
I. PENGENALAN NATIONAL CENTRE FOR BIOTECHNOLOGY INFORMATION (NCBI)
I. PENGENALAN NATIONAL CENTRE FOR BIOTECHNOLOGY INFORMATION (NCBI) A. PENDAHULUAN NCBI (National Centre for Biotechnology Information) merupakan suatu institusi yang menyediakan sumber informasi terkait
Pengantar Bioinformatika. Hidayat Trimarsanto
Pengantar Bioinformatika Hidayat Trimarsanto Bioinformatika/Biologi (Molekuler) Komputasi Biologi molekuler Data Problema Hypothesis Teori + Computational Science + matematika,statistik,ilkom,
2015 ISOLASI DAN AMPLIFIKASI GEN PARSIAL MELANOCORTIN - 1 RECEPTOR (MC1R) PADA IKAN GURAME
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara mega biodiversity di dunia yang memiliki kekayaan ekosistem beragam, salah satunya adalah ekosistem perairan air tawar yang memiliki
BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Revolusi di bidang biologi molekuler yang terjadi pada dekade terakhir menyebabkan peningkatan dalam koleksi dan kemudahan dalam memperoleh data genetik berupa data
Penelusuran database bioinformatika. Lutfan Lazuardi
Penelusuran database bioinformatika Lutfan Lazuardi Spektrum dan hirarki dari informatika kesehatan Clinical nformatics ndividual Patients Public Health nformatics Populations maging nformatics Tissues,
POLA EKSPRESI GEN HbACO2 PADA KULIT BATANG DAN LATEKS KARET (Hevea brasiliensis) AKIBAT STRES EKSPLOITASI CHAIRUNISA
POLA EKSPRESI GEN HbACO2 PADA KULIT BATANG DAN LATEKS KARET (Hevea brasiliensis) AKIBAT STRES EKSPLOITASI CHAIRUNISA PROGRAM STUDI BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
Bioinformatika. Aplikasi Bioinformatika dalam Virologi
Bioinformatika Aplikasi Bioinformatika dalam Virologi Contents Klasifikasi virus Penentuan tingkat mutasi Prediksi rekombinasi Prediksi bagian antigen (antigenic sites) yang ada pada permukaan virus. Sebelum
Sequence Alignment Menggunakan Algoritma Smith Waterman 1
Sequence Menggunakan Algoritma Smith Waterman 1 1 Inte Christinawati Bu ulölö, 2 Nopelina Simamora, 3 Sabar Tampubolon, 4 Allan Pinem Politeknik Informatika Del Jl. Sisingamangaraja, Sitoluama Kabupaten
Gambar 1. Visualisasi elektroforesis hasil PCR (kiri) dan Sekuen Gen Hf1-exon 1 Petunia x hybrida cv. Picotee Rose yang berhasil diisolasi.
GTGGCCGGTGATCGG-3 ) dan reverse (5 -CCGATATGAGTCGAGAGGGCC-3 ). Hasil PCR dicek dengan elektroforesis pada agarose 1,5%. Sekuensing gen target dilakukan di 1st Base Malaysia. Hasil sekuensing berupa elektroferogram
Laporan Tahunan 2015: Inovasi Pertanian Bioindustri Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani
78 Laporan Tahunan 2015: Inovasi Pertanian Bioindustri Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Kemajuan teknologi genomika telah membuka khasanah baru dalam
BAB I PENDAHULUAN. Diabetes Mellitus (DM), atau lebih dikenal dengan istilah kencing manis,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Diabetes Mellitus (DM), atau lebih dikenal dengan istilah kencing manis, merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang
BAB I PENDAHULUAN. secara luas. Selain memiliki peran yang sangat penting dalam bidang ekologi,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Euphorbiaceae merupakan salah satu famili tumbuhan yang terdistribusi secara luas. Selain memiliki peran yang sangat penting dalam bidang ekologi, Euphorbiaceae pun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. setiap tahunnya terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan Selatan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Lebih dari 60% kasus baru dan sekitar 70% kematian akibat kanker di dunia setiap tahunnya terjadi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini adalah :
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini adalah : pengumpulan sampel data urutan nukleotida daerah Hipervariabel II (HVII) DNA mitokondria (mtdna) pada penderita
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Varietas unggul padi telah tersebar di seluruh dunia untuk dijadikan bibit yang digunakan oleh para petani. Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan lebih dari
Pengantar Komputasi Modern
Pengantar Komputasi Modern Komputasi pada bidang biologi Oleh: Wirya Ramadhan 53413245 FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA 2017 Komputasi Biologi Komputasi Komputasi
Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY 2012
MK. GENETIKA (BIOLOGI SEM 4) Kuswandi* FMIPA UNY 2012 Email *: [email protected] 2 1. From Mendel to DNA 2. The double helix 3. Genomics 4. The impact of genetic engineering 5. Model organisms 6. The
BAB I PENDAHULUAN. menarik untuk dipelajari, terutama dari aspek genetika dan nilai ekonomi. Melon
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Melon merupakan salah satu tumbuhan dikotil diploid (2n = 2x = 24) yang menarik untuk dipelajari, terutama dari aspek genetika dan nilai ekonomi. Melon merupakan produk
I. PENDAHULUAN. Kanker merupakan masalah utama bagi masyarakat karena menjadi salah
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kanker merupakan masalah utama bagi masyarakat karena menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Salah satu jenis kanker yang memiliki potensi kematian terbesar
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI MOLEKULER
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI MOLEKULER PENGENALAN SITUS BIOINFORMATIKA NCBI DAN PENGGUNAANNYA DALAM MEMAHAMI PROSES EKSPRESI GEN Oleh: Nabila Fatin Aisiah M0614026 S1 Farmasi 2014 Fakultas Matematika dan
BAB I PENDAHULUAN. unggul yang telah dihasilkan dibagi menjadi empat generasi, yaitu: Generasi-1 ( ) : Seedling selected
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian di Indonesia salah satunya dihasilkan dari pengembangan perkebunan karet. Fungsi dari perkebunan karet tidak hanya sebagai sumber devisa, sumber bahan
PERBANDINGAN POLA PITA AMPLIFIKASI DNA DAUN, BUNGA, DAN BUAH KELAPA SAWIT NORMAL DAN ABNORMAL ALFINIA AZIZAH
PERBANDINGAN POLA PITA AMPLIFIKASI DNA DAUN, BUNGA, DAN BUAH KELAPA SAWIT NORMAL DAN ABNORMAL ALFINIA AZIZAH PROGRAM STUDI BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
DYNAMMIC PROGRAMMING DALAM MENENTUKAN ARTI URUTAN UNTAIAN GEN
DYNAMMIC PROGRAMMING DALAM MENENTUKAN ARTI URUTAN UNTAIAN GEN David Soendoro Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Alamat: Jalan Ganeca No.
ANALISIS FILOGENETIK DAERAH D-LOOP DNA MITOKONDRIA MANUSIA PADA POPULASI PAPUA MELALUI PROSES MARKOV
KO-192 ANALISIS FILOGENETIK DAERAH D-LOOP DNA MITOKONDRIA MANUSIA PADA POPULASI PAPUA MELALUI PROSES MARKOV Epiphani I.Y. Palit, 1,*) Alvian Sroyer, 1) dan Hendrikus M.B. Bolly 2) 1) Bidang Biostatistika,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rizki Indah Permata Sari,2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah negara tropis yang dikelilingi oleh perairan dengan luas lebih dari 60% dari wilayah teritorialnya. Perairan Indonesia memiliki sumberdaya hayati
REGULASI EKSPRESI PROTEIN. Agustina Setiawati
REGULASI EKSPRESI PROTEIN Agustina Setiawati Pendahuluan DOGMA SENTRAL Pada proses apakah ekspresi suatu gen diatur? Pendahuluan Regulated genes Control cell growth and cell division. Expression is regulated
IDENTIFIKASI GEN PENANDA MOLEKULER KADAR ISOFLAVON KEDELAI HITAM ADAPTIF PERUBAHAN IKLIM
IDENTIFIKASI GEN PENANDA MOLEKULER KADAR ISOFLAVON KEDELAI HITAM ADAPTIF PERUBAHAN IKLIM IDENTIFICATION OF MOLECULAR MARKER GENES FOR ISOFLAVONE CONTENT ON BLACK SOYBEAN ADAPTIVE TO CLIMATE CHANGE Tati
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara mega biodiversitas karena memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara mega biodiversitas karena memiliki kawasan hutan tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi di dunia. Keanekaragaman
RESPON PRODUKSI LATEKS DALAM BERBAGAI WAKTU APLIKASI PADA BEBERAPA KLON TANAMAN KARET TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI SUMBER HORMON ETILEN SKRIPSI OLEH :
RESPON PRODUKSI LATEKS DALAM BERBAGAI WAKTU APLIKASI PADA BEBERAPA KLON TANAMAN KARET TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI SUMBER HORMON ETILEN SKRIPSI OLEH : HANTAR M. K. S. SINAMO/090301176 AGROEKOTEKNOLOGI PROGRAM
HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi DNA Genomik Sengon
HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi DNA Genomik Sengon DNA genomik sengon diisolasi dari daun muda pohon sengon. Hasil uji integritas DNA metode 1, metode 2 dan metode 3 pada gel agarose dapat dilihat pada Gambar
WORLD FOOD PRIZE 2016 DIBERIKAN PADA PIONIR BIOFORTIFIKASI
29 Juni 2016 GLOBAL WORLD FOOD PRIZE 2016 DIBERIKAN PADA PIONIR BIOFORTIFIKASI Drs. Maria Andrade, Robert Mwanga, Jan Low, dan Howarth Bouis, para ilmuwan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan
GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGORO
GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI- UNDIP GBPP 0.09.02 2 Revisi ke 0 Tanggal 28 Juni 203 Dikaji Ulang Oleh Ketua PS Magister Biologi Dikendalikan Oleh GPM Magister Biologi
Pengelompokan Tanaman berdasarkan manfaatnya bagi Manusia: Apa manfaatnya bagi Manusia?
Pengelompokan Tanaman berdasarkan manfaatnya bagi Manusia: a. Grain (biji-bijian) Tanaman yang menghasilkan biji yang keras, kering dan berukuran kecil (dengan atau tanpa lapisan buah), dengan tanaman
MK : Genetika Molekuler (sem 5) THE HUMAN GENOME. Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY *:
MK : Genetika Molekuler (sem 5) THE HUMAN GENOME Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY 2014 Email *: [email protected] I. The structure of the human genome Dalam genom manusia ( 65.000-80.000 gen
Panen, Pengolahan dan Disposisi Hasil. L. Setyobudi
Panen, Pengolahan dan Disposisi Hasil L. Setyobudi 2013 Sistem Management lapangan Produksi dalam hubungannya dengan Mutu Produksi Tanaman Perkebunan: Membahas berbagai proses kunci panen dan pengolahan
I. PENDAHULUAN. hayati sangat tinggi (megabiodiversity). Keanekaragaman hayati adalah. kekayaan plasma nutfah (keanekaragaman genetik di dalam jenis),
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi (megabiodiversity). Keanekaragaman hayati adalah ketersediaan keanekaragaman sumberdaya
METODE DESAIN VAKSIN (PENDEKATAN BIOINFORMATIKA)
METODE DESAIN VAKSIN (PENDEKATAN BIOINFORMATIKA) Bioinformatika merupakan suatu metode yang memadukan antara teknologi komputasi dengan biologi molekuler yang memungkinkan kita untuk melakukan sebuah simulasi
5. Cekaman Lingkungan Biotik: Penyakit, hama dan alelopati 6. Stirilitas dan incompatibilitas 7. Diskusi (presentasi)
5. Cekaman Lingkungan Biotik: Penyakit, hama dan alelopati 6. Stirilitas dan incompatibilitas 7. Diskusi (presentasi) 5. CEKAMAN LINGKUNGAN BIOTIK 1. PENYAKIT TANAMAN 2. HAMA TANAMAN 3. ALELOPATI PEMULIAAN
I. PENDAHULUAN. Iridoviridae yang banyak mendapatkan perhatian karena telah menyebabkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Megalocytivirus merupakan salah satu genus terbaru dalam famili Iridoviridae yang banyak mendapatkan perhatian karena telah menyebabkan kerugian ekonomi serta kerugian
BAB II Tinjauan Pustaka
BAB II Tinjauan Pustaka Pada bab ini dipaparkan penjelasan singkat mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu mengenai DNA mitokondria manusia, basis data GenBank, basis data MITOMAP,
BIOINFORMATIKA: Mengawinkan Teknologi Informasi dengan Bioteknologi Trendnya di Dunia dan Prospeknya di Indonesia 1
BIOINFORMATIKA: Mengawinkan Teknologi Informasi dengan Bioteknologi Trendnya di Dunia dan Prospeknya di Indonesia 1 Dr. Arief B. Witarto, M.Eng. Laboratorium Rekayasa Protein, Pusat Penelitian Bioteknologi
BAB VIII PEMBAHASAN UMUM
BAB VIII PEMBAHASAN UMUM Pengembangan tanaman pisang di Indonesia masih terus berlangsung walaupun menghadapi beberapa kendala baik kendala teknis maupun non teknis. Kendala non teknis berupa makin berkurangnya
HASIL DAN PEMBAHASAN. HSP 70 yang muncul pada sampel itik saat pengukuran menggunakan PCR harus
24 IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Susunan DNA Primer HSP 70 Pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar ekspresi gen HSP 70 yang muncul pada sampel itik saat pengukuran menggunakan PCR harus
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Indonesia menjadi produsen kakao terbesar ke-2 di dunia dengan produksi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2010 Indonesia menjadi produsen
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA SILABI Fakultas : FMIPA Program studi : Biologi Mata Kuliah / Kode : Genetika Molekuler / SBG 252 Jumlah SKS : Teori = 2 ; Praktek = 0 Semester : Gasal (5) Mata
BAB I PENDAHULUAN. Tanaman kakao (Theobroma cacao. l) merupakan salah satu komoditas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanaman kakao (Theobroma cacao. l) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan Indonesia yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Indonesia merupakan
1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumberdaya alam, setiap hasil sumberdaya yang ada dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk kegiatan lainnya,
NUCLEAR GENOME & CHROMOSOME PACKAGING
MK : Genetika Molekuler Prodi : Biologi (Sem 5) NUCLEAR GENOME & CHROMOSOME PACKAGING Paramita C. Kuswandi,/FMIPA UNY/2014 Email : [email protected] Jumlah total materi genetis pada suatu organisme =
3. Persempit pencarian anda hanya untuk gen terkait MDR pada M.tuberculosis dengan cara:
2A. ANALISIS DNA SEQUENCE I.DNA sequence database searching 1. Arahkan browser anda ke www.ncbi.nlm.nih.gov 2. Pada menu "Search", ganti "All Databases" menjadi "Nucleotide", masukkan keyword "Mycobacterium
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA SILABI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA SILABI FRM/FMIPA/063-01 18 Februari 2011 Fakultas : FMIPA Program studi : Biologi Mata Kuliah / Kode : Genetika Molekuler / SBG 252 Jumlah SKS : Teori = 2 ;
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Senyawa D-tagatosa merupakan suatu monosakarida hasil isomerisasi dari D- galaktosa. Monosakarida ini telah ditetapkan sebagai material GRAS (Generally Recognized as
KONTRAK PEMBELAJARAN (KP) MATA KULIAH
KONTRAK PEMBELAJARAN (KP) MATA KULIAH Kode MK: PAB 503 Program Studi Magister Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Pengajar : Dr. Jumari, S.Si, M.Si Semester : Gasal/Genap KONTRAK
DIAGRAM FILOGENIK HASIL SEKUENS BASA DNA MENGGUNAKAN PROGRAM MEGA-7 (MOLECULAR EVOLUTIONARY GENETICS ANALYSIS)
DIAGRAM FILOGENIK HASIL SEKUENS BASA DNA MENGGUNAKAN PROGRAM MEGA-7 (MOLECULAR EVOLUTIONARY GENETICS ANALYSIS) Harumi Yuniarti* ), Bambang Cholis S* ), Astri Rinanti** ) *) Jurusan Teknik Industri, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pupuk merupakan substansi / bahan yang mengandung satu atau lebih zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk mengandung zat zat yang dibutuhkan
atau Degree : Magister Sains (M.Si), Conferred July 2010
Study of MA-ACS Gene Family and MA-ACO Gene Expression During Vegetative Development and Fruit Ripening Stages of Pisang Ambon (Musa sp. AAA group) Using REALTIME PCR (qpcr) Method Student : Resnanti Utami
5 S u k u B u n g a 1 5 %
P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) U S A H A A B O N I K A N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) U S A H A A B O N I K A N B A N K I N D O N E S I A K A
ssssssss 753 Ulin Nuha 1, Mohamad Amin 2, Umie Lestari Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5, Malang
ANALISIS KEBUTUHAN BUKU AJAR BERBASIS PENELITIAN MATERI FILOGENETIK MOLEKULER UNTUK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS JEMBER BERDASARKAN MODEL PENGEMBANGAN ADDIE Ulin Nuha 1, Mohamad Amin 2,
Pemanfaatan bioinformatika dalam bidang pertanian dan kesehatan
Menara Perkebunan 2017, 85(2), 105-115. p-issn: 0215-9318/ e-issn: 1858-3768 DOI: http://dx.doi.org/10.22302/iribb.jur.mp.8v5i2.257 Accreditation Number: 588/AU3/P2MI-LIPI/03/2015 Review Pemanfaatan bioinformatika
PENDAHULUAN. Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Usaha peternakan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam secara umum telah dilakukan secara turun temurun meskipun dalam jumlah kecil skala rumah tangga, namun usaha tersebut telah
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak yang cukup besar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak yang cukup besar pada disiplin-disiplin ilmu lainnya termasuk biologi molekuler. Sehingga menghasilkan kolaborasi
PENDAHULUAN. Latar Belakang. masyarakat terhadap konsumsi susu semakin meningkat sehingga menjadikan
PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor peternakan memegang peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama pada ternak penghasil susu yaitu sapi perah. Menurut Direktorat Budidaya Ternak
RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER (RPS) Program Studi: Biologi Semester Genap Tahun 2015/2016
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Jalan Semarang 5, Malang 65145, Telepon: (0341) 562-180
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan diuraikan teori-teori dasar yang dijadikan sebagai landasan dalam penulisan tugas akhir ini. 2.1 Ilmu Bioinformatika Bioinformatika merupakan kajian yang mengkombinasikan
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum keseluruhan penelitian yang telah dilakukan. Penjelasan mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup penelitian dan metodologi penelitian.
terkandung di dalam plasma nutfah padi dapat dimanfaatkan untuk merakit genotipe padi baru yang memiliki sifat unggul, dapat beradaptasi serta tumbuh
PEMBAHASAN UMUM Kebutuhan pangan berupa beras di Indonesia terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Akan tetapi di masa datang kemampuan pertanian di Indonesia untuk menyediakan beras
Kata kunci: graph, graph database, GIndex, subgraph query, size-increasing support constraint, discriminative fragments, index, subgraph matching
Analisis dan Implementasi Graph Indexing Pada Graph Database Menggunakan Algoritma GIndex Analysis and Implementation of Graph Indexing for Graph Database Using GIndex Algorithm Hadyan Arif 1, Kemas Rahmat
DAYA SAING KARET INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL. Nuhfil Hanani dan Fahriyah. Abstrak
1 DAYA SAING KARET INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Nuhfil Hanani dan Fahriyah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis kinerja ekonomi karet Indonesia dan menganalisis daya karet
XII. Pengaturan Expresi Gen (Regulation of Gene Expression) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th
21/24 November 2011 Tatap Muka 9: Heredity IV XII. Pengaturan Expresi Gen (Regulation of Gene Expression) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th Sel secara tepat mampu mengatur ekspresi gen. Sel
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Amplifikasi ini membutuhkan primer spesifik (sekuen oligonukelotida khusus) untuk daerah tersebut. Primer biasanya terdiri dari 10-20 nukleotida dan dirancang berdasarkan daerah konservatif
Abstrak Thesis Mochamad Syaiful Rijal Hasan G
Abstrak Thesis Mochamad Syaiful Rijal Hasan G352090161 Mochamad Syaiful Rijal Hasan. Achmad Farajallah, dan Dyah Perwitasari. 2011. Polymorphism of fecundities genes (BMPR1B and BMP15) on Kacang, Samosir
PENGEMBANGAN LABORATORIUM LAPANGAN INOVASI PERTANIAN (LLIP) KAWASAN PERBATASAN RI-RDTL PROVINSI NTT
RENCANA DESIMINASI HASIL PENGKAJIAN (RDHP) PENGEMBANGAN LABORATORIUM LAPANGAN INOVASI PERTANIAN (LLIP) KAWASAN PERBATASAN RI-RDTL PROVINSI NTT. Peneliti Utama Y Ngongo BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS Program Studi : Kedokteran Kode Blok : Blok 3 Blok : BIOLOGI MOLEKULER Semester : 1 (satu) Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip dasar-dasar
BAB I PENDAHULUAN. yang tersebar di wilayah tropis dan subtropis. Dalam skala internasional, pisang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman pisang (Musa spp.) merupakan tanaman monokotil berupa herba yang tersebar di wilayah tropis dan subtropis. Dalam skala internasional, pisang menduduki posisi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Leukemia akut merupakan 30-40% dari keganasan pada masa anak-anak. Insiden
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Leukemia akut merupakan 30-40% dari keganasan pada masa anak-anak. Insiden rata-rata 4-4,5 kasus/tahun/100.000 anak dibawah 15 tahun (Ugrasena, 2006). Secara luas terapi
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI Fakultas Pertanian Universitas Jember Tahun Akademik 2014/2015
Materi & Dosennya? PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI Fakultas Pertanian Universitas Jember Tahun Akademik 2014/2015 a) 7 Milyar tahun 2011 b) 9 Milyar tahun 2050 c) di asia naik 25% Perkembangan Penduduk Indonesia
I. PENDAHULUAN. Agroforestri merupakan salah satu bentuk penggunaan lahan secara multitajuk yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Agroforestri merupakan salah satu bentuk penggunaan lahan secara multitajuk yang terdiri dari campuran pepohonan, semak dengan atau tanaman semusim yang sering disertai
Identifikasi famili gen putatif penyandi protease inhibitor dengan pendekatan in silico komparatif pada genom Hevea brasiliensis Muell.
Menara Perkebunan 2017, 85(2), 53-66. p-issn: 0215-9318/ e-issn: 1858-3768 DOI:h ttp://dx.doi.org/10.22302/iribb.jur.mp..8v5i2.257 Accreditation Number: 588/AU3/P2MI-LIPI/03/2015 Identifikasi famili gen
ABSTRAK. Kata kunci: DNA, bioinformatika, sekuens, Needleman-Wunsch, Lempel-Ziv, algoritma pensejajaran DNA, frase sempurna
ABSTRAK Ilmu Bioinformatika meneliti tentang perubahan yang dialami oleh DNA, serta membantu memberikan tanda terhadap mutasi genetika yang terjadi. Untuk membandingkan sekuens DNA dan mencari tahu bagaimana
BAB I PENDAHULUAN. Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang telah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Melon termasuk familia Cucurbitaceae yang menjadi
2015 ISOLASI DNA PARSIAL GEN
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ikan gurame (Osphronemus merupakan salah satu ikan air tawar yang termasuk ke dalam infraclass Teleostei (Integrated Taxonomic Information System, 2012).
Peran Pemuliaan Tanaman dalam Meningkatkan Produksi Pertanian di Indonesia
Peran Pemuliaan Tanaman dalam Meningkatkan Produksi Pertanian di Indonesia Nono Carsono Lab Pemuliaan Tanaman Faperta Unpad Introduction Th 2025, penduduk INA ± 273 juta jiwa, laju pertumbuhan 0.9 ~ 1.3%
