BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Hendra Salim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perkembangan Motorik kasar 1. Pengertian perkembangan motorik kasar Perkembangan motorik adalah perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh dan perkembangan tersebut erat kaitannya dengan perkembangan pusat motorik otak. Perkembangan motorik kasar adalah gerakan yang dilakukan melibatkan sebagian besar bagian tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot yang lebih besar (Depkes, 2008, dalam Sukesih 2009). Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh atau gerakan yang menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh (Kurniasih, 2008 dalam yuiniati, 2009). 2. Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Faktor-faktor yang dapat mempercepat atau memperlambat perkembangan motorik antara lain ialah (Rumini, dkk, 2004) : a. Faktor genetik Individu yang mempunyai beberapa faktor keturunan yang dapat menunjang perkembangan motorik misalnya otot kuat, syaraf baik, cerdas, menyebabkan perkembangan motorik individu tersebut menjadi baik dan cepat. b. Faktor kesehatan pada periode pranatal Janin yang selama dalam kandungan dalam keadaan sehat, tidak keracunan, tidak kekurangan gizi, tidak kurang vitamin, dapat membantu memperlancar perkembangan motorik anak. c. Faktor kesulitan dalam kelahiran 6
2 7 Bayi yang mengalami kesulitan dalam kelahiran, misalnya dalam perjalanan kelahiran, kelahiran dengan bantuan alat (vacum, tang) sehingga bayi mengalami kerusakan otak, akan memperlambat perkembangan motorik bayi. d. Kesehatan dan gizi Kesehatan dan gizi yang baik pada awal kehidupan pasca lahir akan mempercepat perkembangan bayi. e. Rangsangan Adanya rangsangan, bimbingan dan kesempatan anak untuk menggerakkan bagian tubuh, akan mempercepat perkembangan motorik. f. Perlindungan Perlindungan yang berlebihan sehingga anak tidak ada waktu untuk bergerak, misalnya anak hayanya digendong trus, ingin naik tangga tidak boleh, akan menghambat perkembangan motorik anak. g. Prematur Kelahiran sebelum masanya disebut prematur, biasanya memperlambat perkembangan motorik. h. Kelainan Individu yang mengalami kelianan, baik fisik maupun psikis, sosial, mental, biasanya mengalami hambatan perkembangan motorik. i. Kebudayaan Peraturan setempat dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak. Misalnya ada daerah yang tidak mengijinkan anak putri naik sepeda, maka tidak akan diberi pelajaran naik sepeda roda tiga. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar Faktor-faktor yang dapat mempercepat atau memperlambat perkembangan motorik antara lain ialah (Rumini, dkk, 2004) : a. Faktor kesehatan dan gizi
3 8 Kecukupan pangan yang sesuai baik kualitas dan kuantitas sangat penting dalam memicu perkembangan motorik kasar yang normal. Pada malnutrisi protein kalori yang berat terjadi keterlambatan dalam pertumbuhan tulang dan maturasi, kelambatan penyatuan epivisi sekitar satu tahun dibandingkan dengan anak gizi cukup, dan proses pubertas juga mengalami keterlambatan. Banyak zat atau unsur yang penting untuk memicu perkembangan motorik kasar bayi, yaitu yodium, kalsium, fosfor, magnesium, besi, flour, dan juga beberapa macam vitamin, seperti vitamin A, B12, C, dan D dapat mempengaruhi perkembangan bayi. 4. Tahap perkembangan motorik kasar usia 7-8 bulan (Denver). a. Usia 7-8 bulan 1) Bayi dapat duduk tanpa pegangan 2) Bayi dapat berdiri dengan berpegangan 3) Bangkit lalu duduk 4) Bangkit untuk berdiri 5. Cara mengukur perkembangan motorik kasar a. Menggunakan denver development stress test (DDST). DDST adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan terhadap perkembangan anak, tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit), dapat diandalkan dan menunjukkan validitas tinggi. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan % bayi dan anak-anak prasekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan, dan pada follow up selanjutnya ternyata 89% dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di usia 5-6 tahun kemudian.
4 9 Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan setengah dari anak yang mengalami kelainan bicara. Frankerburg melakukan revisi dari DDST tersebut diganti dengan denver II. 1) Aspek perkembangan yang dinilai Semua perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang dsebut sektor perkembangan, yang meliputi : a) Personal sicial (perilaku sosial) b) Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) c) Language (bahasa) d) Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. Setiap tugas (kemampuan) digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur, dalam lembar DDST. Pada umunnya pada saat waktu tes, tugas yang perlu diperiksa pada waktu setiap kali skrining hanya berkisar antara tugas saja, sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar menit. 2) Alat yang digunakan a) Alat peraga : benang wol merah, kismis/manik-manik, kubus warna merah-kuning, hijau biru, permainan anak, btol kecil, bola tenis, bel kecil, kertas, dan pensil. b) Lembar formulir DDST c) Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan caracara melakukan tes dan cara penilaiannya. 3) Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu : a) Tahap I : secara periodik dilakukan pada setiap anak yang berusia: (1) 3-6 buan
5 10 (2) 9-12 bulan (3) bulan (4) 3-5 tahun b) Tahap II : dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap I. Kemudian dilanjutkan pada tahap evaluasi diagnostik yang lengkap. 4) Cara penilaian Buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (passed=p), gagal (fail=f), atau anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No.Opportunity=N.O). kemudian digaris sesuai umur kronologisyang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah dihitung pada masing-masing sektor, berapa yamg P dan berapa yang F, selanjutnya berdsarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan daalam : Normal, Abnormal, dan meragukan (Questionable) dan tidak dapat dites (Untesteble) a) Abnormal (1) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada dua sektor atau lebih. (2) Bila dalam 1 sektor atau lebih di dapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan keterlambatan dan apad 1 swktor yang sama tersebut tidak ada yang luluspada kontak yang berhubungan dengan garis vertikal usia. b) Meragukan (1) Bila dalam 1 sektor mengalami 2 keter lambatan atau lebih. (2) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada
6 11 yang lulus pada kontak yang berpotongan pada garis verikal usia. (3) Tidak dapat dites (4) Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. c) Normal Semua yang tidak tercantum didalam kreteria tersebut di atas. Dalam pelaksanaan skrining dengan DDST ini, umur anak perlu ditetapkan terlebih dahulu, dengan menggunakan patokan 30 hari untuk 1 bulan dan 12 bulan untuk 1 tahun. Jika dalam perhitiungan umum kurang dari 15 dibuletkan kebawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan keatas. Agar lebih cepat dalam melasanakan skrining, maka dapat digunakan tahap praskrining dengan menggunakan : a) DDST short form, masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas 8 seluruhnya ada 12 bulan, yang ditanyakan pada ibunya. Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak, maka dianggap suspect dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. Dari penelitian Frenkenburg didapatkan 25% anak pada pemeriksaan DDST short from ternyata memerlukan pemeriksaan DDST lengkap b) PDQ (pra-screenning development questionnaire) Bentuk koesioner ini digunakan orang tua yang berkependidikan SLTA keatas. Dapat diisi orang tua dirumah atau pada saat menunggu di klinik. Dipilih 10 pertanyaan pada koesioner yang sesuai dengan umur anak. Kemungkinan dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan, dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap (Marimbi, 2010)
7 12 B. MP-ASI 1. Pengertian MP-ASI Makanan pendamping ASI adalah makanan dan minuman yang mengandung gizi yang diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan pendamping merupakan proses perubahan dari asupan susu menuju ke makanan semi padat. Hal ini dilakukan karena bayi membutuhkan lebih banyak gizi. Bayi juga ingin berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk cairan semi padat dengan memindahkan makanan dari lidah ke bagian depan dan belakang (Sukaca, 2009) Pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kemampuan bayi. Hal ini dimaksudkan agar kualitas dan kuantitas untuk peertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan bayi berkembang dengan pesat (Sukaca, 2009) Seiring dengan bertambahnya usia anak, ragam makanan yang diberikan harus bergizi lengkap dan seimbang. Peran zat gizi ini penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Dalam hal pengaturan pola konsumsi makan, ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam memilih jenis makanan yang bergizi seimbang. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI (Depkes, 2006 dalam Khandila, 2010). 2. Tujuan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) Menurut Marimbi 2010 tujuan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah : a. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang b. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacammacam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk c. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan
8 13 d. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi 3. Cara pemberian makanan pendamping ASI pada bayi a. Berikan secara hati-hati, sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian yang lebih kental secara berangsur-angsur. b. Makanan diperkenalkan satu persatu sampai bayi benar-benar dapat menerimanya. c. Makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit demi sedikit. d. Dalam pemberian makanan jangan dipaksa sebaiknya diberikan pada waktu lapar (Marimbi, 2010). 4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan pendamping ASI ( MP-ASI ) Pemberian makanan pendamping ASI terdapat beberapa tahapan dalam pemberiannya yaitu : a. Mutu bahan makanan, mutu bahan makanan yang baik sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan karena yang tergantung di dalam makanan sangat tinggi. b. Tekstur dan kekentalan makanan, bayi dengan tekstur makanan lumat, cair akan membantu dalam proses makan secara bertahap. c. Jenis makanan, bayi yang secara dini diperkenalkan satu per satu jenis makanan supaya mengenal dengan baik sehingga nantinya dengan perkembangan waktu dapat menerima makanan yang baru. d. Jumlah atau porsi makanan, pemberian makanan secara bertahap merupakan cara yang tepat dalam proses makanan. Jangan sekali memaksa bayi untuk menghabiskan makanan karena akan mengurangi rasa selera makan bayi. e. Urutan pemberian MP-ASI, makanan yang diberikan secara bertahap dan berurutan dari makanan yang ringan kemudian agak padat, seperti maknan saring, nasi tim, sari jeruk dan jus kemudian di lanjutkan sayuran dan daging.
9 14 f. Jadwal waktu makan, jadwal makan yang diperlukan bayi sangat bervariasi tergantung tingkat lapar pada bayi. Jadwal yang sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang sngat berkaitan dengan pengosongan lambung sehingga saluran cerna siap untuk makan ( Ferdinan, 2008 ). 5. Syarat-Syarat makanan pendamping ASI Pemberian makanan pendamping pada anak harus memenuhi beberapa syarat yang harus diperhatikan pada ibu, diantaranya adalah : a. Makanan yang disajikan harus sesuai dengan kebutuhan bayi. b. Makanan yang disajikan dapat diterima dengan baik oleh organ pencernaan bayi. c. Makanan yang dsajikan aman dikonsumsi oleh bayi yaitu makanan disajikan bebas dari gangguan pathogen dan organic lainnya bebas dari racun dan bahan-bahan yang berbahaya lainnya. Ditambahkan lagi menurut WHO ( 2003 ) tentang makanan pendamping yang baik untuk bayi adalah : a. Makanan yang dimakan dapat memenuhi kebutuhannya terutama zat-zat besi, kalsium, vitamin A, B, C, D, dan K. b. Bersih dan aman 1) Tidak ada pathogen misalnya tidak ada bakteri penyebab penyakit, atau organisme penyebab penyakit. 2) Tidak ada bahan kimia lainnya yang berbahaya. 3) Makanan yang disajikan tidak terlalu panas. 4) Makanan yang disajikan tidak terlalu pedas. 5) Makanan mudah dicerna oleh organ pencernaan. 6) Makanan disukai oleh anak. 7) Makanan tersedia dan mudah dijangkau. 6. Usia dalam pemberian makanan pendamping ASI ( MP-ASI ) Menurut Lewis ( 2004 ) dan Amalia ( 2006 ) kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh bayi, yaitu :
10 15 a. Usia 0-6 bulan Bayi hanya diberi ASI saja, lebih sering lebih baik karena ASI banyak mengandung zat-zat antibody yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, serta sangat baik untuk petumbuhan otak si bayi. b. Usia 6-9 bulan Bayi yang diberi ASI dan makanan pendamping pada usia 6 bulan lebih karena dalam hal ini alat cerna sudah berfunsi dengan baik, makanan yang cocok diberikan diantaranya bubur, tepung beras, bubur encer, pisang lumat, dan pepaya lumat. c. Usia 9-12 bulan Bayi diberikan ASI dan makanan pendamping seperti makanan bubur, nasi, dan menginjak usia 10 bulan bayi mulai diperkenalkan makanan keluarga. d. Usia bulan Bayi tetap diberikan ASI dan makanan lengkap sekurangkurangnya diberikan 3x sehari dengan porsi setengah makan tetap diberikan makanan selingan 2-3x sehari. 7. Masalah yang sering timbul dalam pemberian MP-ASI a. Alergi makanan dan susu Anak yang alergi terhadap susu sapi pada umumnya juga alergi terhadap makanan lapin. Inilah yang menjadi dasar mengapa susu sapi dan makanan padat tidak boleh diberikan pada bayi sebelum umur enam bulan. b. Konstipasi Sembelit atau konstipasi dapat dialami oleh bayi. Biasanya dikarenakan terlalu banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi. Jika hal itu terjadai maka kurangilah makanan yang terlalu padat dan buatlah lebih encer. Begitu juga penggunaan susu sapi biasanya ibu suka membuat susunya lebih pekat sehingga membuat konstipasi. Buatlah susu sesuai petunjuk penggunaan.
11 16 c. Bayi tersedak Hati-hati jika bayi tersedak. Sebab akan membuat bayi tidak nyaman. Mulailah ibu belajar mengenali makanan yang bisa mengakibatkan anak anda tersedak, biasanya makanan keras, halus, licin, kenyal, dan bulat penuh (Sukaca, 2009). C. ASI Eksklusif 1. Pengertian ASI Eksklusif ASI Eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI selama 6 bulan, tanpa memberikan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa memberikan makanan tambahan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). ASI dapat biberikan sampai anak usia 2 tahun (Kristiyansari, 2009). Pemberian ASI secara Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa menambahkan makanan dan minuman lain pada bayi berusia 0-6 bulan. Makanan dan minuman yang dimaksud adalah susu formula, jeruk, madu, air teh, ataupun makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap pemberian ASI Eksklusif (Kodrat, 2010). ASI Eksklusif atau atau lebih tepatnya pemberian ASI secara Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan apapun seperti susu forrmula, jeruk, madu, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Bayi sehat umumnya tidak memerlukan tambahan makanan sampai usia 6 bulan. Pada keadaan khusus dibenarkan/dibolehkann mulai memberikan makanan padat setelah usia 4 bulan tetapi belum berusia 6 bulan. Misalnya karena terjadi peningkatan berat badan kurang atau didapatkan tanda-tanda lain yang
12 17 menunjukkan pemberian ASI Eksklusif tidak berjalan dengan baik (Roesli, 2000). 2. Fisiologi laktasi ASI dipengaruhi oleh kerja gabungan antara hormon dan reflek. Menurut Roesli (2000), selama kehamilan terjadi perubahan hormon yang berfingsi mempersiapkan jaringan kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Terbentuknya hormon esterogen dan progesteron berfungsi untuk maturasi alveoli. Sedangkan hormon prolaktin adalah hormon yang berfungsi untuk produksi ASI. Sebelum kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat, tetapi ASI biasanya belum keluar karena masih dihambat oleh hormon esterogen dan progesteron yang tinggi. Pasca persalinan, kadar esterogen dan progesteron turun drastis dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Pada waktu bayi menghisap ASI, akan terjadi 2 reflek yang menyebabkan ASI keluar pada saat yang tepat dan jumlah yang tepat. Reflek-reflek tersebut adalah : a. Reflek prolaktin/ pembentukan produksi ASI Puting susu terdapat banyak ujung syaraf sensorik, bila dirangsang akan timbul implus yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis anterior yang mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon ini yang berperan dalam produksi ASI tingkat alveoli. Dengan demikian makin sering rangsangan penyusuan makin banyak pula produksi ASI (Roesli, 2000). b. Let down reflek/ reflek aliran Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai hipofisis anterior, tapi juga ke hipofisis posterior yang mengeluarkan hormon oksitosin yang berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran ASI sehingga ASI dipompa keluar (Roesli, 2000) 3. Macam-macam ASI Menurut Roesli (2000) ASI dibedakan menjadi 3, yaitu :
13 18 a. Kolostrum Kolostrum adalah ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke empat atau hari ke tujuh, berwarna kuning atau dapat juga jernih. Ini lebih menyerupai darah dari pada susu, sebab mengandung sel hidup yang menyerupai sel darah putih yang dapat membunuh kuman. Pada hari pertama dan kedua setelah persalinan, meskipun ASI yang keluar sedikit, tetapi kolostrum yang ada dalam payudara mendekati kapasitas lambung bayi yang berusia 1-2 hari. Kolostrum lebih banyak mengandung protein dibanding dengan ASI matang. b. ASI transisi/ peralihan ASI transisi adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum ASI matang. Dimulai sejak hari keempat atau hari ketujuh sampai hari kesepuluh atau hari keempat belas, berwarna kuning keputih-putihan. Kadar protein makin rendah sedangkan kadar karbohidrat makin tinggi dengan volume yang makin meningkat. c. ASI matang/ mature Merupakan ASI yang keluar sekitar hari keempat belas dan seterusnya dengan komposisi relatif konstan, berwarna putih. Pada ibu yang sehat dengan produksi ASI cukup. ASI merupakan satusatunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. 4. Komposisi ASI a. Karbohidrat Karbohidrat ASI terasa manis dan segar, karena laktosa ASI memang manis dan segar rasanya. Karbohidrat utma ASI adalah laktosa (gula). Menurut Reosli (2000), ASI lebih banyak mengandung laktosa dibanding dengan susu formula, atau sangat menguntungkan karena laktosa ini difermentasikan menjadi asam
14 19 laktat. Adanya asam laktat memberi suasana asam, di dalam usus memberikan kandungan, yaitu : 1) Menghambat pertumbuhan bakteri yang patologis. 2) Memacu prtumbuhan mikroorganisme yang memproduksi asam organik dan mensintesis vitamin. 3) Memudahkan absorbsi dari mineral misalnya kalsium dan magnesium. Laktosa relatif tidak larut sehingga waktu proses digesti di dalam usus bayi lebih lama sehingga dapat diabsorbsi dengan baik oleh usus bayi. Selain laktosa yang merupakan 7 % dari total ASI juga terdapat glukosa, galaktosa, dan glukosamin yang merupakan produk-produk dari laktosa. Galaktosa penting untuk pertumbuhan otak danmedulla spinalis karena pertumbuhan di medulla spinalis dan sintesis galaktosida di otak membtuhkan galaktosa. Sedangkan glukosamin merupakan bifidus faktor, disamping laktosa yang memacu pertumbuhan lactobacillus bifidus yang sangat menguntungkan bayi (Roesli, 2000). b. Protein dalam ASI Protein adalah bahan baku untuk pertumbuhan. Protein ASI yang utama adalah whey yang merupakan protein halus dan lembut serta mudah dicerna. Sedangkan protein lainnya adalah : alfa laktalbumin yang melindungi usus bayi dari bakteri, taurin merupakan protein otak yang dibtuhkan untuk pertumbuhan otak, susunan syaraf, juga penting untuk pertumbuhan retina. Kemudian lysosyme yang merupakan satu kelompok antibiotik alami di dalam ASI (Roesli, 2000). c. Lemak dalam ASI Lemak dalam ASI adalah komponen ASI yang dapat beubah-ubah kadarnya. Kadar lemak bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan kalori untuk bayi yang sedang tumbuh. Perubahan kadar lemak ini terjadi secara otomatis, dapat menyesuaikan diri dengan
15 20 jumlah kalori yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Lemak utama ASI adalah ikatan panjang (omega-3, omega-6, DNA, Arachidonic acid) suatu asam lemak esensial, merupakan komponen penting untuk pembentukan selaput isolasi yang melindungi selaput syaraf (mielinisasi) yang akan membantu rangsangan menjalar cepat. Lemak ASI mudah dicerna dan diserap oleh bayi karena mengandung enzim lipase. Lemak juga mengandung kolesterol yang berguna untuk meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Kandungan kolesterol dalam ASI tergolong tinggi. Berdasarkan penelitian pada saat pertumbuhan otak yang cepat dibutuhkan kadar kolesterol yang tinggi. Kolesterol juga diperkirakan berfungsi dalam pembentukan enzim untuk metabolisme kolesterol yang akan mengendalikan kadar kolesterol dikemudian hari, sehingga dapat mencegah serangan jantung dan penebalan pembuluh darah (arteri dan sclerosis) pada usia muda (Roesli, 2000). d. Faktor pelindung dalam ASI Pada waktu lahir sampai bayi berusia beberapa bulan, bayi belum dapat membentuk kekebalannya sendiri secara sempurna. ASI mampu memberikan perlindungan baik terhadap infeksi dan bakteri secara aktif maupun pasif dan merangsang perkembangan sistem kekebabalan bayi itu sendiri. Kandungan zat anti infeksi dalam ASI menurut Suradi (2005), yaitu : 1) Sel darah putih ASI mengandung berjuta-juta sel hidup yang menyerupai sel darah putih sehingga dinamakan sel-sel darah putih dalam ASI. Sel ini beredar dari usus bayi dan membunuh kumankuman jahat.
16 21 2) Immunoglobulin Selain sel-sel darah putih yang hidup. ASI juga mengandung immunoglobulin. Immunoglobulin adalah suatu protein yang beredar dan bertugas memerangi infeksi yang masuk dalam tubuh bayi. Dapat disamakan dengan anti biotik alamiah yang tersebar di seluruh tubuh dan membunuh kumankuman jahat. e. Vitamin, mineral, dan zat besi ASI Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap. Vitamin A, D dan C tersdia dalam jumlah yang cukup, sedangkan vitamin B (kecuali ribloflavin dan asam pantothenik) kurang. Kadar mineral dalam ASI tergolong lengkap. Walaupun kadarnya relatif kurang, tetapi cukup untuk bayi sampai 6 bulan. Total mineral selama laktasi adalah konstan, tetapi beberapa yang spesifik kadarnya tergantung dari diit dan stadium laktasi. Fe dan Cu paling stabil, tidak dipengaruhi oleh diit ibu. Garam organik utama pada ASI adalah Ca, K, Na dari asam klorida dan fosfat yang terbanyak adalah kalsium sedangkan kadar Cu, Fe, dan Mn yang merupakan bahan pembuat darah relatif sedikit. Ca dan P yang merupakan bahan tulang kadarnya dalam ASI cukup (Roesli, 2000). f. Taurin Fungsi taurin adalah berperan dalam perkembangan pada mata si kecil. Pada mata, taurin banyak terdapat di retina, terutama terkonsentrasi di epitel pigmen retina dan lapisan fotoreseptor. Asupan taurin yang adekuat dapat menjaga penglihatan si kecil dari gangguan retina. Salain itu taurin juga berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf. Apabila si kecil mendapatkan ASI, kebutuhan taurin tercukupi. g. Lactobacillus Lactobacillus dalam ASI berfungsi menghambat petumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E.Coli yang sering
17 22 menyebabkan diare pada bayi. Bayi yang lebih banyak yang mengkonsumsi susu formula akan lebih sering mengalami diare karena bakteri lactobacillus dalam susu sapi sangat sedikit. 5. Manfaat ASI ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mempunyai manfaat yang besar, yaitu sebagai gizi dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. ASI dapat menyempurnakan pertumbuhan bayi sehingga lebih sehat dan cerdas. Memberikan prlindungan tehadap berbagai penyakit terutama penyakit infeksi, karena tinggi akan zat kekebalan serta memperindah kulit bayi, gigi, dan bentuk rahang. ASI selalu tersedia dalam suhu yang tepat sehingga tidak akan mengecewakan bayi karena harus menunggu. Bayi yang minum ASI tidak akan diare, tidak akan sembelit, jarang terkena alergi dan menjalin hubungan yang erat dan hangat dengan ibu (Roesli, 2000). a. Manfaat utama ASI Eksklusif bagi bayi adalah : 1) Sebagai sumber zat gizi terbaik ASI merupakan sumber zat gizi dan energi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang karena disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada masa pertumbuhan. ASI adalah makanan bayi yang paling sempuna, baik kualitas maupun kuantitas. Dengan melaksanakan tata laksana menyusui yang tepat dan benar, produksi ASI seorang ibu akan cukup sebagai makanan tunggal bagi bayi normal sampai dengan usia 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi harus mulai diberi makanan padat tambahan, tetapi ASI masih dapat diteruskan sampai usia 2 tahun atau lebih. 2) Meningkatkan daya tahan tubuh Bayi yang baru lahir secara alamiah mendapat zat kekebalan atau daya tahan tubuh melalui plasenta, tetapi kadar zat tersebut akan cepat menurun setelah kelahiran bayi. Selanjutnya akan terjadi kesenjangan daya tahan tubuh.
18 23 Kesenjangan tersebut dapat diatasi apabila bayi diberi ASI, sebab ASI adalah cairan yang mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, bakteri, virus, dan jamur. 3) Menyebabkan pertumbuhan yang baik Bayi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas. 4) Mengurangi kejadian karies dentis Kebiasaan minum susu dengan botol dan dot, terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi. 5) Mempunyai efek psikologis yang membangun Interaksi yang timbul waktu menyususi antara ibu dan bayi akan menimbulkan rasa yang aman bagi bayi. Perasaan aman ini penting untuk menimbulkan dasar kepercayaan bagi bayi. 6. Keunggulan ASI Eksklusif Mengandung semua zat gizi dan zat kekebalan yang tidak dimiliki oleh susu formula. a. Komposisi berubah-ubah sesuai dengan usia bayi b. ASI lebih mudah dicerna c. ASI tidak pernah basi d. ASI aman dan higienis e. ASI tidak perlu dibeli dan praktis (Roesli, 2000) 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif a. Perubahan sosial budaya 1) Ibu bekerja atau kesibukan lain 2) Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang memberi susu botol 3) Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya
19 24 b. Faktor psikologis 1) Takut kehilangan daya tarik sebagai wanita 2) Tekanan batin (kekhawatiran ibu menjadi orang tua) c. Faktor fisik ibu : Ibu sakit seperti mastitis dan sebagainya d. Faktor kurangnya petugas kesehatan : Sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI (Roesli, 2000). D. Kerangka Teori Faktor Mempengaruhi Perkembangan Motorik bayi : 1. Faktor genetik 2. Faktor kesehatan pada periode pranatal 3. Faktor kesulitan dalam kelahiran 4. Kesehatan dan gizi 5. Rangsangan 6. Perlindungan 7. Prematur 8. Kelainan 9. Kebudayaan ASI Eksklusif Kesehatan dan Gizi MP-ASI Perkembangan motorik kasar bayi usia 7-8 bulan Bagan 2.1 kerangka teori Sumber : Rumini (2004)
20 25 E. Kerangka Konsep Variable independent Variabel dependent MP-ASI ASI Eksklusif Perkembangan motorik kasar bayi usia 7-8 bulan Bagan 2.2 kerangka konsep F. Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono, 2007). Variabel dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Independen (Variabel Bebas) Variabel Independen adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Variabel independent dalam penelitian ini adalah MP-ASI dan ASI Eksklusif. 2. Variabel Dependen (Variabel Terikat) Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perkembangan motorik kasar bayi usia 7-8 bulan. G. Hipotesis Menurut Notoatmodjo (2010), hipotesa penelitian adalah jawaban sementara penelitian, patokan duga atau sementara, yang kebenaranya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut. Ada perbedaan perkembangan motorik kasar antara bayi usia 7-8 bulan yang mendapat MP-ASI dan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu kota Semarang.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Susu Ibu 1. Pengertian ASI ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, lactose dan garamgaram organic yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan di bahas yang pertama mengenai ASI Eksklusif, air susu ibu yang meliputi pengertian ASI, komposisi asi dan manfaat asi. Kedua mengenai persepsi yang meliputi
SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF
SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF Pokok Bahasan : Keperawatan Maternitas Sub Pokok Bahasan : ASI Eksklusif Tempat : Puskesmas Turen Sasaran : Masyarakat yang berobat di Puskesmas Turen Tanggal : Waktu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Susu Ibu Sejak lahir makanan pokok bayi adalah Air Susu Ibu. Air Susu Ibu merupakan makanan paling lengkap, karena mengandung zat pati, protein, lemak, vitamin dan mineral.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Air Susu Ibu (ASI) Air Susu Ibu (ASI) adalah emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Usia Pertama Pemberian Makanan Pendamping ASI a. Pengertian Makanan Pendamping ASI ( MP ASI ) Makanan Pendamping ASI ( MP ASI ) merupakan makanan yang diberikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Status Gizi Untuk hidup dan meingkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral) dalam jumlah yang cukup,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Makanan Pendamping Air Susu Ibu Makanan pendamping air susu ibu adalah makanan yang diberikan pada bayi disamping air susu ibu, untuk memenuhi kebutuhan gizi anak mulai umur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN ASI EKSKLUSIF ASI adalah satu satunya makanan bayi yang paling baik, karena mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi yang sedang dalam tahap
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB II TINJAUAN TEORI A. Tinjauan Teori 1. Tinjauan Teori Pengetahuan a. Pengertian Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ASI 1. Defenisi ASI ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam-garam anorganik yang disekresi oleh kelenjar mammae ibu, yang berguna bagi makanan
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ASI Ekslusif 6 Bulan
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ASI Ekslusif 6 Bulan Bidang Studi Topik Subtopik Sasaran : Ilmu keperawatan : Keperawatan maternitas : Asi eksklusif 6 bulan : Masyarakat Jam : 11:00 11.20 Hari/Tangga : Kamis/18
RINA HASNIYATI, SKM, M.Kes
RINA HASNIYATI, SKM, M.Kes PENDAHULUAN Bayi : Umur 0-12 bulan Bayi Cukup Bulan (Full term) Usia kehamilan Berat Badan Tinggi Badan : 270 290 hari : 2,7 3,2 kg : 48 50 cm 2. Bayi Prematur 3. Bayi BBLR Masa
Oleh : Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali
Oleh : Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali Anak bukan miniatur orang dewasa Anak sedang tumbuh dan berkembang Anak membutuhkan energi per kg BB lebih tinggi Anak rentan mengalami malnutrisi Gagal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN ASI PADA BAYI BARU LAHIR ASI adalah satu-satunya makanan bayi yang paling baik, karena mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi yang sedang dalam
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB II TINJAUAN TEORI A. TINJAUAN TEORI 1. Asi Eksklusif a. Definisi ASI eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ASI (Air Susu Ibu) 1. Pengertian Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi sampai kira kira bayi berumur 6 bulan, dan ASI mempunyai banyak manfaatnya. Karena itu penting
LAMPIRAN KUESIONER Identitas Pengetahuan
LAMPIRAN KUESIONER Identitas 1. Nama : 2. Alamat : 3. Umur : a. < 20 tahun b. 20-30 tahun c. 31-40 tahun d. > 40 tahun 4. Pendidikan formal terakhir : a. Tidak sekolah atau tidak tamat SD b. SD / sederajat
: Ceramah, presentasi dan Tanya jawab
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Kesehatan Bayi Sub Pokok Bahasan : Penyuluhan MP ASI Sasaran : Ibu yang mempunyai Bayi usia 0-2 tahun di Puskesmas Kecamatan Cilandak Waktu : 30 menit (08.00-08.30)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Makanan Pendamping Air Susu Ibu adalah makanan yang diberikan pada bayi di samping air susu ibu kecuali air putih, untuk memenuhi kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah air susu yang diberikan kepada bayi sejak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah air susu yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Air Susu Ibu Air susu ibu (ASI) adalah makanan pertama alami untuk bayi yang memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada
BAB II TUNJAUAN PUSTAKA
BAB II TUNJAUAN PUSTAKA A. ASI Eksklusif 1. Definisi ASI Eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, di berikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun
PEMBERIAN MP ASI SETELAH ANAK USIA 6 BULAN Jumiyati, SKM., M.Gizi
Tanggal 16 Oktober 2014 PEMBERIAN MP ASI SETELAH ANAK USIA 6 BULAN Jumiyati, SKM., M.Gizi PENDAHULUAN Usia 6 bulan hingga 24 bulan merupakan masa yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman lain atau disebut dengan ASI Eksklusif dapat memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi serta mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat manusia atau susu
TINJAUAN PUSTAKA. ditentukan oleh ketersediaan zat gizi dalam jumlah cukup dan dalam. penyerapan, dan penggunaan zat-zat tersebut (Triaswulan, 2012)
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Satus Gizi Bayi Status gizi diartikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan zat gizi. Status gizi sangat ditentukan oleh ketersediaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Susu Ibu (ASI) 2.1.1 Definisi ASI Menurut WHO (2005) dalam Kementerian Kesehatan (2014), ASI eksklusif berarti pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman lain (bahkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Susu Ibu (ASI) 1. Pengertian ASI Air susu Ibu (ASI) mengandung semua bahan yang diperlukan bayi, mudah dicerna, memberi perlindungan terhadap infeksi, selalu segar, bersih
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jumlah dan jenis bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2. Pola Makan Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai jumlah dan jenis bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perilaku Ibu Dalam Pemberian MP-ASI 1. Perilaku Ibu a. Pengertian Respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik,
BAB I PENDAHULUAN. mengetahui pengetahuan yang baik tentang pentingnya dan manfaat kolostrom
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Primigravida merupakan ibu yang baru hamil untuk pertama kalinya (Chapman, 2006). Biasanya ibu hamil yang baru pertama kali hamil belum mengetahui pengetahuan yang
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. tergantng dari motif yang dimiliki (Taufik, 2007). menggerakkan kita untuk berperilaku tertentu. Oleh karena itu, dalam
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Motivasi 1. Pengertian Motivasi adalah dorongan yang dapat menimbulkan perilaku tertentu yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu untuk mencapai tujuan. Perilaku
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengandung antibodi dan lebih dari 100 zat gizi, seperti AA, DHA taurin, dan
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ASI Eksklusif 1. Definisi Air Susu Ibu (ASI) merupakan pilihan terbaik bagi bayi karena didalamnya mengandung antibodi dan lebih dari 100 zat gizi, seperti AA, DHA taurin,
Ingatlah bahwa pemberian MP ASI ini bertujuan mengenalkan variasi, tekstur serta rasa baru. Selera makan juga bervariasi setiap hari, hari ini dia men
Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini menyimpulkan, sebaiknya makanan pendamping (MP) ASI diberikan paling cepat pada usia 6 bulan. Hal ini sesuai dengan anjuran WHO untuk memberikan ASI eksklusif selama
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 ASI 2.1.1.1 Definisi ASI Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang di sekresi oleh kelenjar
BAB I PENDAHULUAN. protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah payudara ibu, sebagai makanan
Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan.
Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut dibutuhkan untuk
Melindungi kesehatan ibu :
KONSELING MENYUSUI 1/1 MANFAAT MENYUSUI A S I Zat-zat gizi yang lengkap Mudah di cerna, diserap secara efesien Melindungi terhadap infeksi MENYUSUI Membantu bonding dan perkembangan Membantu menunda kehamilan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan mulai umur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Makanan Tambahan 2.1.1 Definisi Makanan Tambahan Makanan tambahan ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi/anak disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air Susu Ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan adalah sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.
BAB I PENDAHULUAN. penuh perjuangan bagi ibu yang menyusui dan bayinya (Roesli, 2003).
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses menyusui memang proses alami bagi setiap wanita yang melahirkan, tetapi tidak jarang proses ini menjadi begitu membingungkan dan penuh perjuangan bagi ibu
III.Materi penyuluhan a. Pengertian nifas b. Tujuan perawatan nifas c. Hal-hal yang perlu diperhatikan masa nifas d. Perawatan masa nifas
SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik : Perawatan Masa Nifas Hari Tanggal : Waktu : Sasaran : Ibu nifas Tempat : I. Latar belakang Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan
Naili Nur Meifanna. Kata kunci : motorik halus, ASI, susu formula. Kepustakaan : 30 ( )
GAMBARAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIBERIKAN ASI DAN YANG DIBERIKAN SUSU FORMULA DI KELURAHAN LEBAN KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL PROVINSI JAWA TENGAH Naili Nur Meifanna
BAB 1 PENDAHULUAN. lingkungan, perubahan sirkulasi darah, serta organ-organ tubuh mulai berfungsi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bayi adalah anak dengan rentang usia 0-12 bulan. Masa bayi merupakan bulan pertama kehidupan kritis karena bayi akan mengalami adaptasi terhadap lingkungan, perubahan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. akhiran pe dan an. Imbuhan pe-an berarti menunjukkan adanya proses. Jadi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pengetahuan Pengetahuan adalah, kata dasarnya tahu, mendapatkan awalan dan akhiran pe dan an. Imbuhan pe-an berarti menunjukkan adanya proses. Jadi menurut susunan perkataannya,
BAB I PENDAHULUAN. Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa)
0 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Namun dengan tatalaksana diare yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas (Depkes RI, 1996).
45 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air Susu Ibu (ASI) Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling mudah dicerna dan yang terbaik bagi bayi karena dapat memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi untuk tumbuh
Peran ASI Bagi Tumbuh Kembang Anak
v Peran ASI Bagi Tumbuh Kembang Anak Speaker: dr. FALLA ADINDA BIOGRAFI dr. Fala Adinda Pringgayuda Dokter Laktasi sertifikasi SELASI (Sentra Laktasi Indonesia) Head consultant doctor PT Pathlab Indonesia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melindunginya dalam melawan serangan penyakit. Keseimbangan zat zat gizi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Susu Ibu (ASI) 2.1.1 Pengertian ASI ASI adalah makanan alami pertama untuk bayi dan menyediakan semua vitamin, nutrisi dan mineral yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan
Artikel Pola Asuh Gizi Pada Bayi Anak Makalah Pengertian Contoh
Artikel Pola Asuh Gizi Pada Bayi Anak Makalah Pengertian Contoh Ditulis oleh : Sanjaya Yasin Artikel Pola asuh gizimerupakan praktek dirumah tangga yang diwujudkan dengan tersedianya pangan dan perawatan
BAB 1 : PENDAHULUAN. kontasepsi, asupan nutrisi. Perawatan payudara setelah persalinan (1-2) hari, dan
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa nifas adalah (puerperium) adalah masa setelah partus selesai dan berakhir setelah kira kira 6 minggu yang berlangsung antara berakhirnya organ-organ reproduksi
BAB I PENDAHULUAN. suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan alamiah untuk bayi. Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan
BAB I PENDAHULUAN. sebagai makanan utama bayi. Pada awal kehidupan, seorang bayi sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bayi. Pada
hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh,
PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH A. Pengertian Perkembangan Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air susu ibu (ASI) adalah cairan tanpa tanding yang diciptaan Allah SWT. Fungsinya yaitu untuk memenuhi kebutuhan bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laktosa dan garam-garam organik yang di sekresi oleh kedua kelenjar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Susu Ibu (ASI) 1. Pengertian ASI Air Susu Ibu adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organik yang di sekresi oleh kedua kelenjar mamae dari
Nutrisi untuk Mendukung Tenaga Kerja yang Sehat dan Produktif. dr. Yulia Megawati
Nutrisi untuk Mendukung Tenaga Kerja yang Sehat dan Produktif dr. Yulia Megawati Tenaga Kerja Adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merah. Normalnya dalam darah pada laki-laki 15,5gr/dl dan pada wanita 14,0gr/dl.
Hasil penelitian ini bermanfaat bagi peneliti berikutnya untuk menambah data dalam meneliti hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap perkembangan bayi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kadar Hemoglobin 1.
Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi yang dibantu lidah.
Kata pengantar Saat akan makan, pertama-tama yang kamu lakukan melihat makananmu. Setelah itu, kamu akan mencium aromanya kemudian mencicipinya. Setelah makanan berada di mulut, kamu akan mengunyah makanan
Memperkenalkan Makanan pada Bayi.
Memperkenalkan Makanan pada Bayi. Bayi sangat membutuhkan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bayi pada enam bulan pertama kehidupannya.
BAB I PENDAHULUAN. Sejak dahulu Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi, karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak dahulu Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi, karena banyak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh bayi dan sangat penting bagi pertumbuhan.
BAB I PENDAHULUAN. sedangkan ASI eksklusif atau pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan alamiah untuk bayi sedangkan ASI eksklusif atau pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan nutrisinya baik dalam segi mutu ataupun jumlahnya. Untuk bayi 0-
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Bayi memerlukan zat gizi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sejak masa janin berusia 4 bulan, lahir sampai berumur satu tahun (periode
KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Gizi. Disusun oleh : AGUSTINA ITRIANI J
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI POSYANDU MENUR IV KELURAHAN JEBRES KECAMATAN JEBRES SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH
BAB 1 PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan
19 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman lain. ASI Eksklusif diberikan sampai 6 bulan pertama kehidupan. Manfaat dari pemberian
Kehamilan Resiko Tinggi. Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013
Kehamilan Resiko Tinggi Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013 Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
BAB I PENDAHULUAN. satu-satunya makanan yang terbaik untuk bayi, karena memiliki. komposisi gizi yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Air Susu Ibu atau yang sering disingkat dengan ASI merupakan satu-satunya makanan yang terbaik untuk bayi, karena memiliki komposisi gizi yang paling lengkap
IIMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SD
IIMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SD Disusun oleh : Cristin Dita Irawati/ 111134027/ PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Standar Kompetensi Makhluk Hidup dan Proses kehidupan 1. Mengidentifikasi fungsi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menempuh, menemui, mengarungi, menyebrangi, menanggung, mendapat,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengalaman Pengalaman adalah kata dasarnya alami yaitu mengalami, melakoni, menempuh, menemui, mengarungi, menyebrangi, menanggung, mendapat, menyelami dan merasakan (Endarmoko,
ASI ADALAH ANUGERAH LUAR BIASA YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA MANUSIA KENAPA BANYAK ORANG TUA TIDAK MEMBERIKAN ASI
ASI ADALAH ANUGERAH LUAR BIASA YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA MANUSIA KENAPA BANYAK ORANG TUA TIDAK MEMBERIKAN ASI Padahal kita tahu Manfaat ASI bagi bayi Sebagai nutrisi Meningkatkan kecerdasan Meningkatkan
IBU HAMIL Resep jus buah & sayur pilihan untuk kesehatan bumil dan janin.
Jus Sehat Untuk IBU HAMIL Resep jus buah & sayur pilihan untuk kesehatan bumil dan janin. A Publication of Nutrisi penting dalam segelas jus sehat Kesehatan janin pada masa kehamilan sangatlah penting.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang sebagian besar penduduknya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Salah satu ibadah dalam agama Islam adalah shoum atau berpuasa, menahan lapar
GIZI WANITA HAMIL SEMESTER VI - 6 DAN 7
GIZI WANITA HAMIL SEMESTER VI - 6 DAN 7 METABOLISME MINERAL PADA WANITA HAMIL : KALSIUM DAN FOSFOR Selama kehamilan metabolisme kalsium dan fosfor mengalami perubahan. ABSORBSI kalsium dalam darah menurun
GIZI. Pentingnya makanan bagi kesehatan Makanan bergizi Syarat dan Nilai makanan sehat Zat makanan yang mengganggu kesehatan
GIZI Pentingnya makanan bagi kesehatan Makanan bergizi Syarat dan Nilai makanan sehat Zat makanan yang mengganggu kesehatan Lanjutan Gizi : Arab gizzah : zat makanan sehat Makanan : segala sesuatu yang
Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia Manusia memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Makanan yang masuk ke dalam tubuh harus melalui serangkaian proses pencernaan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Proses
76 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. ISSN (elektronik) PENDAHULUAN. Latar Belakang
ISSN 08-098 (cetak) PENDAHULUAN HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA BULAN - TAHUN Moch. Bahrudin (Poltekkes Kemenkes Surabaya) ABSTRAK ASI merupakan pilihan terbaik bagi bayi
BAB I PENDAHULUAN. muda, apalagi mengetahui asalnya. Bekatul (bran) adalah lapisan luar dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bekatul tidak banyak dikenal di masyarakat perkotaan, khususnya anak muda, apalagi mengetahui asalnya. Bekatul (bran) adalah lapisan luar dari beras yang terlepas saat
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dan pertumbuhan, juga mengandung sel-sel darah putih, antibodi,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI memiliki kandungan yang membantu penyerapan nutrisi, membantu perkembangan dan pertumbuhan, juga mengandung
BAB I PENDAHULUAN. kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat
PENDAHULUAN. dalam kandungan disertai dengan pemberian Air susu ibu (ASI) sejak usia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam kandungan disertai dengan pemberian Air susu ibu (ASI) sejak usia dini, terutama rohani dengan
Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM
PENELITIAN HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM Helmi Yenie* dan Mugiati* *Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang Peraturan Pemerintah (PP) No.33/2012 mengenai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Konsep Batita atau Tooddler
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Batita atau Toddler a. Konsep Batita atau Tooddler Toodler atau batita merupakan anak usia 12-36 bulan (1-3 tahun), dimana pada periode ini anak berusaha
PENGARUH PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI), KONSUMSI GIZI, DAN KELENGKAPAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) TERHADAP STATUS GIZI BAYI
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian Kode:... PENGARUH PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI), KONSUMSI GIZI, DAN KELENGKAPAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) TERHADAP STATUS GIZI BAYI Nama responden :... Nomor contoh :... Nama
GIZI DAUR HIDUP. Rizqie Auliana, M.Kes
GIZI DAUR HIDUP Rizqie Auliana, M.Kes [email protected] Pengantar United Nations (Januari, 2000) memfokuskan usaha perbaikan gizi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan SDM pada seluruh kelompok
Kebutuhan nutrisi dan cairan pada anak
Kebutuhan nutrisi dan cairan pada anak Apa itu Nutrisi???? Defenisi Nutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Setiap anak mempunyai kebutuhan Setiap anak mempunyai
PENGENALAN MAKANAN BAYI DAN BALITA. Oleh: CICA YULIA S.Pd, M.Si
PENGENALAN MAKANAN BAYI DAN BALITA Oleh: CICA YULIA S.Pd, M.Si Siapa Bayi dan Balita Usia 0 12 bulan Belum dapat mengurus dirinya sendiri Masa pertumbuhan cepat Rentan terhadap penyakit dan cuaca Pada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Manusia merupakan salah satu unsur yang sangat dibutuhkan dalam unsur
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia merupakan salah satu unsur yang sangat dibutuhkan dalam unsur pembangunan. Peningkatan kemajuan teknologi menuntut manusia untuk dapat beradaptasi dengan
GIZI SEIMBANG PADA USIA DEWASA
1 GIZI SEIMBANG PADA USIA DEWASA 2 PENDAHULUAN Keberhasilan pembangunankesehatan Tdk sekaligus meningkat kan mutu kehidupan terlihat dari meningkatnya angka kematian orang dewasa karena penyakit degeneratif
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ASI sangat dianjurkan pada bayi sampai usia 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun karena ASI akan memberikan sejumlah zatzat gizi yang berguna untuk pertumbuhan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengalaman langsung maupun dari pengalaman orang lain (Notoatmodjo, 2005, hal. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan what, misalnya apa air, apa alam, dan sebagainya, yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pangan dan gizi merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pembangunan. Komponen ini merupakan kontribusi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,
PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI PENGGUNA ASI EKSLUSIF DENGAN ASI TIDAK EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN
PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI PENGGUNA ASI EKSLUSIF DENGAN ASI TIDAK EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN Desilestia Dwi Salmarini¹, Elvine Ivana Kabuhung², Reni Ovilla Yulianti 1 1 Akademi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya (Depkes RI, 1992). MP-ASI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi/anak disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya (Depkes RI, 1992). MP-ASI
BAB I PENDAHULUAN. parameter utama kesehatan anak. Hal ini sejalan dengan salah satu. (AKB) dinegara tetangga Malaysia berhasil mencapai 10 per 1000
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan suatu indikator penting untuk menggambarkan kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu parameter utama kesehatan anak.
TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Air Susu Ibu (ASI) Definisi Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu (ASI) adalah makanan utama bagi bayi yang kaya akan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Susu Ibu (ASI) 2.1.1 Definisi Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu (ASI) adalah makanan utama bagi bayi yang kaya akan nutrisi berupa cairan hidup yang kompleks yang mengandung
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Makanan Pendamping ASI 1. Pengertian Makanan Pendamping ASI Makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan pada bayi mulai usia 4-6 bulan untuk memenuhi kebutuhan energi
