PENGANTAR ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN:
|
|
|
- Glenna Tedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGANTAR ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN: Sistem Perikanan (Fisheries system) Wiadnya, DGR., D. Setyohadi & E. Susilo Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya [email protected]; [email protected] A. Nama/Judul Pokok Bahasan : Sistem Perikanan B. Deskripsi Singkat (pokok bahasan) : Pokok bahasan ini membahas pengertian sistem secara umum, yang terdiri dari sistem alam dan buatan. Pengertian Sistem Perikanan adalah termasuk kedalam pengertian keduanya diatas. Sistem perikanan terbentuk dari beberapa subsistem, yaitu: alamiah yang terdiridari habitat laut dan tawar serta sumberdaya ikan; perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengawetan ikan, sosial dan ekonomi perikanan, serta komponen hukum dan kebijakan perikanan dan manajemen perikanan. MODUL 2 C. Tujuan Instruksional Khusus : 1. Peserta mampu menjelaskan (dengan kalimat sendiri) tentang sistem perikanan; 2. Peserta bisa menyebutkan dengan benar semua komponen dari sistem perikanan. 3. Peserta mampu menjelaskan sub-komponen dari masing-masing komponen pada sistem perikanan. D. Isi Pokok Bahasan 1. Pendahuluan Sampai saat ini kita sudah membahas definisi perikanan, baik dalam ruang lingkup ilmiah maupun lingkup yang luas. Sebelum membahas sistem perikanan secara keseluruhan, ada baiknya kita mulai dari pembahasan istilah sistem. Sistem bisa diartikan sebagai sebuah set terdiri dari berbagai komponen, masing-masing komponen terangkai dan saling terkait sedemikian rupa untuk melakukan fungsi sistem tanpa interaksi dan kaitan satu sama lain, dia tidak terangkai sebagai sistem. Sebagai contoh, kita bayangkan sebuah sepeda motor sebagai suatu sistem. Wiadnya DGR & D. Setyohadi - FAKULTAS PERIKANAN & ILMU KELAUTAN
2 Pada gambar di sebelah kita mengenal beberapa komponen, seperti: ban, kenalpot, stang, standar (jagrag), saddle, rem, gas, perseneleng, mesin, tangki minyak dengan slang dan rantai. Masing-masing komponen secara terpisah tidak mempunyai arti bagi kita. Namun ketika semua komponen tersebut dirakit saling terkait satu sama lain, dia bisa membawa pengemudi ke tempat yang diinginkan dalam waktu yang lebih cepat. Gambar 1. Sebuah foto sepeda motor jenis kuno Sepeda motor ialah suatu sistem yang dibuat oleh manusia dengan cara merakit berbagai komponen dan mengusahakan agar masing-masing komponen saling berinteraksi untuk melakukan fungsi sistem. kita tahu bahwa jika salah satu komponen pada sepeda motor tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sistem ini akan mengalami goncangan atau tidak normal. Sebagai sebuah sistem, sepeda motor termasuk sistem buatan, yang dirancang oleh seorang ahli sistem. Lawan dari sistem buatan tentu saja ialah sistem alam Danau Grati di Lumajang, Selat Madura atau Sungai Brantas bisa dibayangkan sebagai contohcontoh dari sistem alami. Pada sistem alami, dia terjadi secara alami tanpa tujuan yang jelas. Output atau keluaran dari sistem alami bisa dianggap sebagai tujuan. Jika terjadi gangguan, sistem ini akan mengalami guncangan dan berfluktuasi. Setelah beberapa lama, sistem akan kembali normal pada keseimbangan yang baru. Sistem buatan, dibuat (dimanipulasi) dan diatur oleh manusia untuk mencapai pernyataan tujuan tertentu yang sangat jelas. Sistem sepeda motor misalnya, dibuat dan diatur oleh manusia dengan tujuan untuk memindahkan (transport) penumpang sampai pada tempat baru dalam waktu yang lebih pendek. Wiadnya DGR & D. Setyohadi - FAKULTAS PERIKANAN & ILMU KELAUTAN
3 Gambar 2. Danau Kelimutu di Ende NTT, sebagai suatu sistem alami. Warna air pada ketiga danau bervariasi berdasarkan perbedaan musim. Fluktuasi ini sudah terjadi secara turun temurun dalam waktu yang lama. Masyarakat lokal bisa meramalkan warna air danau pada musim tertentu (yang akan datang) karena sudah paham betul akan keteraturan sistem alam ini. 2. Sistem Perikanan Sistem perikanan pada awalnya ialah suatu sistem alami terdiri dari komponen ikan, bintang air lainnya, tumbuhan, bakteri, air dan komponen dasar perairan (abiotik). Masingmasing komponen saling tergantung dan berinteraksi satu sama lain. Interaksi tersebut terjadi dalam beberapa bentuk. Para ahli menyebut interaksi ini dengan simbion. Binatang karang (coral polyp) membentuk simbion atau interaksi saling menguntungkan dengan sejenis alga yang disebut zooxanthellae. Coral polyp mengambil oksigen dari zooxanthellae yang berada di dalam tubuhnya. Zooxanthella mendapat bahan organik dari sisa atau kotoran yang dikeluarkan oleh coral polyp. Kedua organisme ini melakukan simbioses yang saling menguntungkan satu sama lain (mutual benefit simbiosis mutualisme). Page 3 of 7
4 Gambar 3. Anatomi coral polyp Zooxanthellae, sejenis mikro-alga, tinggal di dalam jaringan coral polyp. Kedua komponen sistem alam ini saling berinteraksi untuk melengkapi fungsi sistem. coral polyp mendapat suplai oksigen dari zooxanthellae. Zooxanthellae mendapat makanan dari sisa dan ekskresi bahan organik yang dikeluarkan oleh coral polyp. Jika tidak ada zooxanthellae, coral polyp akan mengalami gangguan ekskresi dan tidak mendapat oksigen yang cukup untuk metabolisme tubuhnya suatu simbiosis mutualisme, yang saling menguntungkan diantara dua komponen sistem alami perikanan. Ikan hiu, karena ukurannya yang relatif besar, kulitnya sering ditumbuhi oleh parasit dan tidak bisa dibersihkan oleh ikan hiu itu sendiri. Ikan pembersih, Remora sp., bisa memakan parasit yang menempel pada ikan hiu. Ikan ini (Remora) akan selalu mengikuti perjalanan ikan hiu, kemanapun dia pergi, sambil memakan parasit yang menempel pada kulitnya. Ikan Remora mendapat keuntungan karena bisa mendapatkan sebagian makanan (parasit) dan terhindar dari predator (karena menempel pada ikan hiu). Sebaliknya ikan hiu tidak merasa dirugikan dengan kehadiran ikan Remora disampingnya ikan hiu relatif tidak mendapat keuntungan berarti karena luas permukaan kulitnya jauh lebih tinggi dibandingkan kemampuan ikan Remora untuk membersihakan seluruh permukaan tubuh ikan hiu. Gambar 4. Simbiosis komensalisme antara ikan hiu dengan ikan Remora. Simbiosis komensalisme antara ikan hiu dan ikan Remora. Walaupun tidak dirugikan, ikan hiu membiarkan ikan Remora untuk berlindung (menempel) dan memakan parasit yang menempel pada tubuh ikan ini. Karena luasnya permukaan tubuh ikan hiu, keberadaan Remora tentu tidak sampai menguntungkan ikan hiu. Page 4 of 7
5 Alga membutuhkan nutrient dalam bentuk material anorganik untuk dijadikan karbohidrat. Sebagian dari nutrient yang dibutuhkan alga tidak tersedia secara melimpah di perairan contoh misalnya ialah unsur Silikat (Si) atau Seng (Zn). Beberapa jenis alga berbeda secara bersama membutuhkan minor nutrient ini pada saat yang sama. Mereka harus bersaing mendapatkan nutrient agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Beberapa alga merah (Rhodophyceae) mampu berkompetisi dengan jenis alga lainnya, seperti Chlorophyceae. Pada kondisi tertentu alga merah secara tiba-tiba bisa mendominasi dan tumbuh secara mendadak (blooming). Interaksi ini disebut kompetisi. Alga yang dominan, dalam jumlah tertentu ialah makanan bagi ikan-ikan pemakan plankton. Bentuk interaksi ini disebut grazing. Ikan-ikan pemakan plankton menjadi makanan ikan-ikan yang lebih besar dan interaksinya disebut predasi. Sebaliknya, ikan besar akan mati karena penyakit atau kekurangan mangsa. Akibatnya, sisa ikan yang sudah mati akan jatuh ke dasar perairan serta dimakan oleh bakteri. Interaksi ini disebut dekomposisi. Semua komponen sistem perikanan tersebut berjalan secara alami dan membentuk keseimbangan. Jika terjadi perubahan alam yang ekstrem (seperti kemarau atau hujan berkepanjangan), sistem alami bisa berfluktuasi atau bergoyang. Namun, pada akhirnya sistem tersebut membentuk keseimbangan baru yang hampir sama dengan sebelumnya. Sistem perikanan alami tersebut berubah ketika manusia berusaha untuk memanipulasi sistem perikanan alami dengan tujuan tertentu (ingat: sistem buatan mempunyai pernyataan tujuan yang jelas. Sistem alami tidak mempunyai tujuan, keluaran dari sistem alami dianggap sebagai tujuan dari sistem tersebut). Tujuan pertama dari masuknya manusia kepada sistem alami ialah mendapatkan ikan konsumsi (memenuhi kebutuhan energi, untuk tumbuh dan berkembang). Pada awalnya, sistem alami tidak terpengaruh karena jumlah yang diambil relatif kecil dan sistem ikan melakukan pemulihan melalui reproduksi. Namun harus diingat bahwa pemindahan energi ini menyebabkan manusia tumbuh dan berkembang. Semakin lama, manusia mengambil ikan dalam jumlah yang semakin lama dan sistem alami mengalami goncangan. Pada tingkat lanjut, manusia mengambil ikan pada laju melebihi kemampuan ikan untuk melakukan pemulihan terjadilah peristiwa tangkap lebih. Ikan ialah salah satu komponen dalam sistem perairan yang berinteraksi dengan komponen lainnya di dalam sistem perairan. Ketika komponen ikan berkurang (karena tangkap lebih), sistem alami tentu saja akan mengalami goncangan atau gangguan. Dia tidak lagi bisa melakukan fungsi sistem secara optimal. Berkurangnya ikan menyebabkan berkurangnya jumlah yang bisa ditangkap oleh manusia. Jika dibiarkan terus, manusia yang berada di luar sistem alami akan mengalami gangguan. Melalui rekayasa ilmu pengetahuan, manusia memulai memanipulasi sistem alami perairan (perikanan) dengan mengembangkan budidaya perairan. Dengan cara ini, manusia bisa melakukan kompensasi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam rangka untuk tumbuh dan berkembang. Sejak dimulainya penangkapan (teknologi yang pertama) dan budidaya ikan (teknologi kedua), manusia mulai terkotak-kotak dalam spesialisasi tertentu. Beberapa orang atau kelompok mempunyai keahlian khusus menangkap ikan. Kelompok lainnya mempunyai keahlian membudidaya ikan. Kelompok lain juga ahli dan terspesialisasi dalam bidang lain, selain perikanan. Keahlian ini, semakin lama semakin dirasa kurang lengkap karena meningkatnya jenis kebutuhan manusia. Munculah idem asing-masing kelompok untuk saling mempertukarkan produksi dari masing-masing keahlian dengan kelompok lainnya. Timbulah sistem barter yang kemudian berkembang menjadi, salah satunya ialah ekonomi perikanan. Karena Page 5 of 7
6 luasnya sistem barter, mencakup wilayah yang sangat jauh, produk ikan yang saling dipertukarkan menjadi tidak bernilai. Ikan sebagai nilai barter cepat busuk dan tidak bisa diterima oleh mitra barter karena manfaatnya sudah berkurang atau hilang. Mulai saat itu, berkembanglah ide untuk mempertahankan kualitas dalam waktu yang relatif lama, sampai terjadinya proses barter (ekonomi). Perkembangan teknologi ke-empat ini kemudia disebut dengan teknologi hasil perikanan. Ketika manusia mulai mempengaruhi sistem alami perikanan, pada saat itu pula sistem alami mengalami gangguan atau goncangan. Sayangnya, manusia tidak memberi kesempatan pada sistem alami untuk membentuk keseimbangan yang baru. Hal ini disebabkan karena sejak mulai eksploitasi perairan, manusia tidak pernah memberikan sistem alami untuk beristirahat. Manusia mulai melakukan manipulasi sistem alami untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak menangkap ikan dilakukan dengan potasium, racun atau bom ikan. Budidaya ikan dilakukan dengan memberikan pakan secara berlebihan. Kualitas ikan dipertahankan dengan memberikan bahan-bahan pengawet secara berlebihan. Sistem barter berkembang dan melibatkan kelompok masyarakat yang sangat jauh dari kegiatan produksi ikan. Semua manipulasi teknologi tersebut (penangkapan, budidaya, pengolahan dan ekonomi), selain menurunkan sistem alam, juga merugikan manusia. Setelah mengalami kesulitan mendapatkan ikan (proses produksi), manusia mulai belajar bahwa ikan ialah komponen yang saling berinteraksi dalam suatu sistem alam perairan. Kita mulai menyadari bahwa jika diambil secara berlebihan, jumlahnya akan berkurang. jika ikan diberi pakan secara berlebih, sisa pakan akan mempengaruhi air dan menyebabkan tumbuhnya penyakit yang menyerang ikan. Menangkap ikan dengan racun pada akhirnya merusak karang dan berdampak negatif bagi ikan. Bahan pengawet yang digunakan dalam proses pengolahan ikan juga berdampak negatif bagi lingkungan disekitarnya. Dari pengalaman ini kita mulai mempelajari sistem alam (limnology untuk air tawar dan oseanografi untuk air laut). Dari pengetahuan lingkungan perikanan, kita mengambil kesimpulan untuk mengatur cara mengambil ikan, cara budidaya ikan, cara mengolah ikan maupun kekuatan barter ikan (ekonomi) dengan memperhatikan sistem alami. Manusia dalam masyarakat harus menerapkan etika sosial (memperhatikan kepentingan orang lain) dalam bertingkah laku, termasuk dalam mengambil ikan. Proses-proses ini berkembang sedemikian rupa menjadi tatanan sosial perikanan. 3. Ringkasan Ikan bisa dikatakan sebagai satu dari set komponen-komponen yang membentuk sistem alami perikanan. Sistem ini membentuk keseimbangan, atau jika terguncang, akan segera membentuk keseimbangan baru. Manusia mulai merubah sistem alami perikanan melalui empat rekayasa atau motivasi: penangkapan, budidaya, pengolahan dan ekonomi. Ke-empat rekayasa tersebut menyebabkan sistem alami perikanan mengalami guncangan dan tidak sempat membentuk keseimbangan baru (karena tekanan dilakukan secara terus menerus). Sebagai akibatnya, manusia mengalami kerugian dari usahanya untuk memanipulasi sistem alami. Kita mulai belajar tentang komponen dan cara bekerjanya sistem (limnology dan oseanografi). Dari pembelajaran tersebut, manusia mulai mengembangkan rekayasa sosial dalam bentuk etika pemanfaatan sumberdaya perikanan. Page 6 of 7
7 REFERENSI Briggs, J. C., 2005a. The Marine East Indies: diversity and speciation. Journal of Biogeography 32: Briggs, J. C., 2005b. Coral reefs: Conserving the evolutionary sources. Biological Conservation 126: Charles A T., Sustainable Fishery Systems. Blackwell Science Ltd. Oxford. 370 pp, Use Rights and Responsible Fisheries: Limiting Access and Harvesting Trought Rights-based Management. In Cochrane, K.L (editor). A Fishery Manager s Guidebook. Management Measures and Their Application. FAO Fisheries Technical Paper No Rome. pp UU Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun Tentang Perikanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor Page 7 of 7
PENGANTAR ILMU PERIKANAN DAN KELAUTAN BAB I SISTEM PERIKANAN (FISHERIES SYSTEM)
PENGANTAR ILMU PERIKANAN DAN KELAUTAN BAB I SISTEM PERIKANAN (FISHERIES SYSTEM) 1. Pendahuluan Sebelum tahun 1980an, perikanan ialah termasuk salah satu cabang dari sistem agrokompleks. Pertanian secara
INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM
INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM 1. Interaksi antar Organisme Komponen Biotik Untuk memenuhi kebutuhannya akan makanan, setiap organisme melakukan interaksi tertentu dengan organisme lain. Pola-pola
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pulau Semak Daun merupakan salah satu pulau yang berada di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Pulau ini memiliki daratan seluas 0,5 ha yang dikelilingi
Individu Populasi Komunitas Ekosistem Biosfer
Ekosistem adalah kesatuan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem juga dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang komplek antara organisme dengan lingkungannya. Ilmu yang
DINAMIKA POPULASI IKAN
DINAMIKA POPULASI IKAN - Stock Assessment - Pemanfaatan SDI - Manajemen SDI berkelanjutan Oleh Tim MK DINPOPKAN Kuliah Dinapopkan FPIK Sem Ganjil 2014/2015 DINAMIKA POPULASI IKAN (DINAPOPKAN) MK PRASARAT:
2) Komponen Penyusun Ekosistem
EKOSISTEM 1) Pengertian Habitat dan Relung Ekologi Hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang ilmu yang disebut ekologi. Ekologi berasal
INTERAKSI DALAM EKOSISTEM BENTUK INTERAKSI PIRAMIDA EKOLOGI SIKLUS BIOGEOKIMIA
INTERAKSI DALAM EKOSISTEM BENTUK INTERAKSI PIRAMIDA EKOLOGI SIKLUS BIOGEOKIMIA Interaksi Biotik Antar individu Antar populasi Contoh: Interaksi antar individu Induk mengasuh anak Kerjasama mencari mangsa
EKOLOGI (EKOSISTEM) SMA REGINA PACIS JAKARTA
1 EKOLOGI (EKOSISTEM) SMA REGINA PACIS JAKARTA Ms. Evy Anggraeny Istilah dalam Ekologi 2 1. Habitat 2. Niche/nisia/relung ekologi a. Produsen b. Konsumen c. Dekomposer d. Detritivor Tingkat Organisasi
1. Individu. 2. Populasi. 3. Komunitas. 4. Ekosistem. 5. Bioesfer
1. Individu 2. Populasi 3. Komunitas 4. Ekosistem 5. Bioesfer Kata individu berasal dari bahasa latin individum yang berarti tidak dapat dibagi. Dalam ekologi, individu berarti satu organisme. Misalnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perairan air tawar, salah satunya waduk menempati ruang yang lebih kecil bila dibandingkan dengan lautan maupun daratan, namun demikian ekosistem air tawar memiliki
Di unduh dari : Bukupaket.com
2. Gerak pada Hewan Salah satu sifat makhluk hidup adalah bergerak. Hewan bergerak dengan berbagai cara, misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap, dan lain sebagainya. Hewan
II. TINJAUAN PUSTAKA. (Preview, Question, Read, Reflecty, Recite, dan Review) yang didasarkan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Pembelajaran PQ4R Salah satu teknik studi untuk membantu siswa memahami dan mengingat apa yang mereka baca adalah suatu prosedur yang disebut metode PQ4R (Preview, Question,
MODUL MATA PELAJARAN IPA
KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Interaksi Antar Komponen dalam Ekosistem dan Kepadatan Populasi Manusia untuk kegiatan
Komponen Ekosistem, Peran dan Interaksinya
Komponen Ekosistem, Peran dan Interaksinya Bumi dihuni oleh manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik. Semua makhluk hidup tersebut memerlukan lingkungan untuk tempat hidupnya. Lingkungan adalah segala
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan yang disebut sumberdaya pesisir. Salah satu sumberdaya pesisir
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kawasan pesisir dan laut di Indonesia memegang peranan penting, karena kawasan ini memiliki nilai strategis berupa potensi sumberdaya alam dan jasajasa lingkungan yang
Komponen Ekosistem Komponen ekosistem ada dua macam, yaitu abiotik dan biotik. hujan, temperatur, sinar matahari, dan penyediaan nutrisi.
MINGGU 3 Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 1 Sub Pokok Bahasan : a. Pengertian ekosistem b. Karakteristik ekosistem c. Klasifikasi ekosistem Pengertian Ekosistem Istilah ekosistem merupakan kependekan dari
BAB 1 PENDAHULUAN. Pantai Nanganiki merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pantai Nanganiki merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa Ne otonda Kecamatan Kotabaru Kabupaten Ende. Keindahan Pantai Nanganiki dapat dinikmati sebagai objek
Kuliah ke-2. R. Soedradjad Lektor Kepala bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam
Kuliah ke-2 R. Soedradjad Lektor Kepala bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam Spektrum Biologi: KOMPONEN BIOTIK GEN SEL ORGAN ORGANISME POPULASI KOMUNITAS berinteraksi dengan KOMPONEN ABIOTIK menghasilkan
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam Saling Ketergantungan Antara Makhluk Hidup dengan Lingkungannya SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Mars Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Saling Ketergantungan Antara Makhluk
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Fisika Kimia Perairan Lokasi budidaya rumput laut diketahui memiliki dasar perairan berupa substrat pasir dengan serpihan karang mati. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya
5 PEMBAHASAN 5.1 Kondisi Perairan di Kabupaten Barru
5 PEMBAHASAN 5.1 Kondisi Perairan di Kabupaten Barru Perairan Kabupaten Barru terletak di pantai barat pulau Sulawesi dan merupakan bagian dari Selat Makassar. Perairan ini merupakan salah satu pintu masuk
1. PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekosistem terumbu karang adalah salah satu ekosistem yang paling kompleks dan khas di daerah tropis yang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi. Ekosistem
ANCAMAN & KERENTANAN PERUBAHAN IKLIM BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA
ANCAMAN & KERENTANAN PERUBAHAN IKLIM BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA ANDI KURNIAWAN Pusat Studi Pesisir & Kelautan Universitas Brawijaya Workshop II - Kajian Kerentanan dan Risiko Iklim untuk Kota/Kabupaten
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cacing sutra (Tubifex. sp) merupakan pakan alami yang rata-rata berukuran panjang 1-3 cm. Ukurannya yang kecil membuat pembudidaya memilih cacing sutra sebagai pakan ikan
ASAS- ASAS DAN KONSEP KONSEP TENTANG ORGANISASI PADA TARAF KOMUNITAS
KOMUNITAS ASAS- ASAS DAN KONSEP KONSEP TENTANG ORGANISASI PADA TARAF KOMUNITAS KONSEP KOMUNITAS BIOTIK Komunitas biotik adalah kumpulan populasi yang menempati suatu habitat dan terorganisasi sedemikian
MODUL ONLINE 22.1 ARTI PENTING LINGKUNGAN HIDUP BAGI MANUSIA PENDALAMAN MATERI ISU-ISU LINGKUNGAN HIDUP
MODUL ONLINE 22.1 ARTI PENTING LINGKUNGAN HIDUP BAGI MANUSIA PENDALAMAN MATERI ISU-ISU LINGKUNGAN HIDUP KHOIRUL ANWAR PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018 i A. PENDAHULUAN
I. PENDAHULUAN. penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai saluran air bagi daerah
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sungai merupakan suatu bentuk ekosistem akuatik yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai saluran air bagi daerah sekitarnya. Oleh karena
(Pertemuan 5) TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN LINGKUNGAN BIOTIK
(Pertemuan 5) TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN LINGKUNGAN BIOTIK EKOLOGI PERTANIAN (AGROEKOLOGI) Bagaimana mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip ekologi untuk mendesain dan memanage sistem produksi pangan
Contoh Soal Try Out IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 SMP/MTs. Hindayani.com
Hindayani.com Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Wahyu naik mobil yang sedang bergerak lurus. Pernyataan yang benar a. Wahyu bergerak terhadap mobil b. Wahyu tidak bergerak terhadap rumah
Lampiran 3. Rubrik Penilaian Jawaban Esai Ekologi
106 Lampiran 3. Rubrik Penilaian Jawaban Esai Ekologi 1. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa energi matahari akan diserap oleh tumbuhan sebagai produsen melalui klorofil untuk kemudian diolah menjadi
I. PENDAHULUAN. Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya akan mineral dengan ph sekitar 6. Kondisi permukaan air tidak selalu
4. HASIL DAN PEMBAHASAN. kondisi kualitas perairan dalam system resirkulasi untuk pertumbuhan dan
4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Parameter Fisika Kimia Perairan Pengukuran parameter fisika dan kimia bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan dalam system resirkulasi untuk pertumbuhan dan kelangsungan
SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,!
SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,! 1. Salah satu bentuk energi yang dapat berpindah karena ada perbedaan suhu disebut...
I. PENDAHULUAN. ekonomis penting yang terdapat di perairan Indonesia. Ikan kerapu bernilai gizi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ikan kerapu (Groupers) merupakan salah satu jenis ikan laut bernilai ekonomis penting yang terdapat di perairan Indonesia. Ikan kerapu bernilai gizi tinggi dan telah dapat
1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekosistem terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem laut yang penting karena menjadi sumber kehidupan bagi beraneka ragam biota laut. Di dalam ekosistem terumbu
I. PENDAHULUAN. dijadikan sebagai bahan pangan utama (Purwono dan Hartono, 2011). Selain
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Jagung termasuk bahan pangan penting karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung menjadi komoditas
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil 3.1.1 Kadar Oksigen Terlarut Hasil pengukuran konsentrasi oksigen terlarut pada kolam pemeliharaan ikan nila Oreochromis sp dapat dilihat pada Gambar 2. Dari gambar
I. PENDAHULUAN. Tabel 1 Potensi Keuntungan Bersih per Tahun per km 2 dari Terumbu Karang dalam Kondisi Baik di Asia Tenggara Penggunaan Sumberdaya
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Terumbu karang adalah bangunan ribuan hewan yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya. Terumbu karang yang sehat dengan luas 1 km 2 dapat menghasilkan
Aliran energi dalam ekosistem
Aliran energi dalam ekosistem Aliran energi dalam ekosistem Produser mendapatkan energi dari cahaya matahari untuk menyusun zat organik melalui fotosintesis. Jadi, matahari merupakan sumber energi bagi
I. PENDAHULUAN. perikanan. Bagi biota air, air berfungsi sebagai media baik internal maupun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok dalam pengembangan industri budidaya perikanan. Bagi biota air, air berfungsi sebagai media baik internal maupun eksternal. Sebagai media
BAB I PENDAHULUAN. upaya untuk meningkatkan produksi perikanan adalah melalui budidaya (Karya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ikan merupakan salah satu sumber makanan yang sangat digemari masyarakat karena mengandung protein yang cukup tinggi dan dibutuhkan oleh manusia untuk pertumbuhan.
Komponen rantai makanan menurut nicia/jabatan meliputi produsen, konsumen, dan pengurai. Rantai makanan dimulai dari organisme autotrof dengan
Rantai Makanan Rantai makanan adalah perpindahan materi dan energi dari suatu mahluk hidup ke mahluk hidup lain dalam proses makan dan dimakan dengan satu arah. Tiap tingkatan dari rantai makanan disebut
Interaksi antarspesies dapat menjadi faktor seleksi yang kuat dalam evolusi
EKOLOGI KOMUNITAS Pendahuluan Populasi manusia terus tumbuh Mengubah ekosistem alami sesuai kebutuhan ¼ masih natural Sebagian besar mengambil langsung sumber daya dari ekosistem (air, makanan, ikan, kerang
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Terumbu Karang
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Terumbu Karang Terumbu karang (coral reef) merupakan ekosistem laut dangkal yang terbentuk dari endapan-endapan masif terutama kalsium karbonat (CaCO 3 ) yang dihasilkan terutama
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Populasi penduduk dunia pertengahan 2012 mencapai 7,058 milyar dan diprediksi akan meningkat menjadi 8,082 milyar pada tahun 2025 (Population Reference Bureau, 2012).
Modul 1 : Ruang Lingkup dan Perkembangan Ekologi Laut Modul 2 : Lautan sebagai Habitat Organisme Laut Modul 3 : Faktor Fisika dan Kimia Lautan
ix M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah ini merupakan cabang dari ekologi dan Anda telah mempelajarinya. Pengetahuan Anda yang mendalam tentang ekologi sangat membantu karena ekologi laut adalah perluasan
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oksigen Terlarut Sumber oksigen terlarut dalam perairan
4 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oksigen Terlarut Oksigen terlarut dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme, atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan
Geografi. Kelas X ATMOSFER VII KTSP & K Iklim Junghuhn
KTSP & K-13 Kelas X Geografi ATMOSFER VII Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami iklim Junghuhn dan iklim Schmidt Ferguson. 2. Memahami
5 Kimia dalam Ekosistem. Dr. Yuni. Krisnandi
5 Kimia dalam Ekosistem Dr. Yuni. Krisnandi 13-10-06 Pendahuluan: apakah ekosistem itu? Suatu ekosistem teridiri dari komunitas biologi yang terjadi di suatu daerah, dan faktor-faktor kimia dan fisika
BAB I PENDAHULUAN. tumbuhannya bertoleransi terhadap salinitas (Kusmana, 2003). Hutan mangrove
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai berlindung, laguna, dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang
I. PENDAHULUAN. besar di perairan. Plankton merupakan organisme renik yang melayang-layang dalam
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Plankton merupakan salah satu jenis biota yang penting dan mempunyai peranan besar di perairan. Plankton merupakan organisme renik yang melayang-layang dalam air atau
Geografi KEARIFAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM I. K e l a s. Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 Geografi K e l a s XI KEARIFAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami kegiatan pertanian
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang terdapat di sepanjang pantai tropis dan sub tropis atau muara sungai. Ekosistem ini didominasi oleh berbagai jenis
KEBERLANJUTAN KEANEKARAGAMAN HAYATI: EVOLUSI & INTERAKSI SPESIES
6 KEBERLANJUTAN KEANEKARAGAMAN HAYATI: EVOLUSI & INTERAKSI SPESIES BI2001 Pengetahuan Lingkungan Topik bahasan kuliah 6: KEBERLANJUTAN KEANEKARAGAMAN HAYATI: EVOLUSI & INTERAKSI SPESIES Pengertian keanekaragaman
BAB I PENDAHULUAN. sumber irigasi, sumber air minum, sarana rekreasi, dsb. Telaga Jongge ini
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Telaga merupakan wilayah tampungan air yang sangat vital bagi kelestarian lingkungan. Telaga merupakan salah satu penyedia sumber air bagi kehidupan organisme atau makhluk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pencemaran merupakan dampak negatif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan selama ini. Pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang
BAB I PENDAHULUAN. (Estradivari et al. 2009).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kepulauan Seribu merupakan salah satu kawasan pesisir terletak di wilayah bagian utara Jakarta yang saat ini telah diberikan perhatian khusus dalam hal kebijakan maupun
I. PENDAHULUAN. Limbah berbahaya adalah limbah yang mempunyai sifat-sifat antara lain
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aktivitas manusia yang semakin beragam di berbagai sektor sekarang ini sehingga menimbulkan dampak positif dan dampak negatif, salah satu dampak negatif dari aktivitas
I. PENDAHULUAN. Gurami ( Osphronemus gouramy ) adalah salah satu ikan air tawar bernilai
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gurami ( Osphronemus gouramy ) adalah salah satu ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi dan merupakan spesies asli Indonesia. Konsumsi ikan gurami (Osphronemus gouramy)
SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,!
SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,! 1. Pada waktu memasak air dengan menggunakan kompor. Air yang semula dingin lama
Kata Pengantar. Siborongborong, Penulis, Abdiel P. Manullang
Kata Pengantar Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan Rahamat-Nya lah penulis telah dapat menyelesaikan makalah ini. Pada kesempatan ini secara khusus penulis
BAB I PENDAHULU 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air merupakan zat yang paling banyak terdapat dalam protoplasma dan merupakan zat yang sangat esensial bagi kehidupan, karena itu dapat disebut kehidupan adalah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mikroorganisme banyak ditemukan di lingkungan perairan, di antaranya di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mikroorganisme banyak ditemukan di lingkungan perairan, di antaranya di ekosistem perairan rawa. Perairan rawa merupakan perairan tawar yang menggenang (lentik)
PENGANTAR SUMBERDAYA PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL. SUKANDAR, IR, MP, IPM
PENGANTAR SUMBERDAYA PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SUKANDAR, IR, MP, IPM (081334773989/[email protected]) Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Sebagai DaerahPeralihan antara Daratan dan Laut 12 mil laut
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 15/MEN/2009 TENTANG
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 15/MEN/2009 TENTANG JENIS IKAN DAN WILAYAH PENEBARAN KEMBALI SERTA PENANGKAPAN IKAN BERBASIS BUDIDAYA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN
1. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang dua per tiga luasnya ditutupi oleh laut
1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang dua per tiga luasnya ditutupi oleh laut dan hampir sepertiga penduduknya mendiami daerah pesisir pantai yang menggantungkan hidupnya dari
EKOSISTEM LAUT TROPIS (INTERAKSI ANTAR EKOSISTEM LAUT TROPIS ) ANI RAHMAWATI JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS PERTANIAN UNTIRTA
EKOSISTEM LAUT TROPIS (INTERAKSI ANTAR EKOSISTEM LAUT TROPIS ) ANI RAHMAWATI JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS PERTANIAN UNTIRTA Tipologi ekosistem laut tropis Mangrove Terumbu Lamun Pencegah erosi Area pemeliharaan
TINJAUAN PUSTAKA. penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air
TINJAUAN PUSTAKA Sungai Sungai merupakan suatu bentuk ekositem aquatik yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area) bagi daerah di sekitarnya,
I PENDAHULUAN Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumberdaya alam pesisir merupakan suatu himpunan integral dari komponen hayati (biotik) dan komponen nir-hayati (abiotik) yang dibutuhkan oleh manusia untuk hidup dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan yang dialami ekosistem perairan saat ini adalah penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah ke
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan yang dialami ekosistem perairan saat ini adalah penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah ke perairan yang menyebabkan pencemaran. Limbah tersebut
DAUR AIR, CARBON, DAN SULFUR
DAUR AIR, CARBON, DAN SULFUR Daur Air/H 2 O (daur/siklus hidrologi) 1. Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air 2. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap (evaporasi) karena panas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kelangsungan Hidup Berdasarkan hasil pengamatan selama 40 hari massa pemeliharaan terhadap benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) diketahui rata-rata tingkat kelangsungan
bentos (Anwar, dkk., 1980).
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keanekaragaman jenis adalah keanekaragaman yang ditemukan di antara makhluk hidup yang berbeda jenis. Di dalam suatu daerah terdapat bermacam jenis makhluk hidup baik tumbuhan,
I. PENDAHULUAN. Budidaya merupakan suatu kegiatan pemeliharaan sumber daya hayati yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Budidaya merupakan suatu kegiatan pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan secara terkontrol untuk diambil manfaat/hasil panennya. Salah satu hal penting dalam budidaya
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Perairan pesisir merupakan wilayah perairan yang banyak menerima beban masukan bahan organik maupun anorganik (Jassby and Cloern 2000; Andersen et al. 2006). Bahan ini berasal
ADAPTASI FISIOLOGI. Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA
ADAPTASI FISIOLOGI Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA ADAPTASI FISIOLOGI LINGKUNGAN Adaptasi : Proses penyesuaian diri secara bertahap yang dilakukan oleh suatu organisme terhadap
BAB IV EKOLOGI PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKOLOGI. Spektrum Biologi. Komponen Biotik. Gene Sel Jaringan Organ Organisme Populasi Komunitas
BAB IV EKOLOGI PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKOLOGI Komponen Biotik Gene Sel Jaringan Organ Organisme Populasi Komunitas Komponen Abiotik MATERI ENERGI Biosistem Gene Sel Jaringan Organ Organisme Populasi
PENTINGNYA MENJAGA KEANEKARAGAMAN HAYATI ALAM DI SEKITAR KITA
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 5 Juni 2010 PENTINGNYA MENJAGA KEANEKARAGAMAN HAYATI ALAM DI SEKITAR KITA Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, baik tumbuhan maupun hewan. Sampai dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Habitat air tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perairan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Habitat air tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perairan mengalir (lotik) dan perairan menggenang (lentik). Perairan mengalir bergerak terus menerus kearah
LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )
LEMBARAN SOAL Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Air merupakan unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup baik manusia,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora, fauna maupun makhluk hidup yang lain. Makhluk hidup memerlukan air tidak hanya sebagai
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 12. Ekosistem Dan Pencemaran LingkunganLATIHAN SOAL BAB 12
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB. Ekosistem Dan Pencemaran LingkunganLATIHAN SOAL BAB. Makhluk hidup yang bertindak sebagai konsumen tingkat III adalah nomor http://www.primemobile.co.id/assets/uploads/materi/bio-7-d.png
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Makanan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Makanan Alami Ikan Makanan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang dalam perkembangbiakan ikan baik ikan air tawar, ikan air payau maupun ikan air laut. Fungsi utama
Bab V Hasil dan Pembahasan
biodegradable) menjadi CO 2 dan H 2 O. Pada prosedur penentuan COD, oksigen yang dikonsumsi setara dengan jumlah dikromat yang digunakan untuk mengoksidasi air sampel (Boyd, 1988 dalam Effendi, 2003).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia dikenal sebagai Negara maritim karena sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perairan. Perairan ini meliputi perairan laut, payau, maupun perairan
OPTIMALISASI USAHA PENGGEMUKAN SAPI DI KAWASAN PERKEBUNAN KOPI
OPTIMALISASI USAHA PENGGEMUKAN SAPI DI KAWASAN PERKEBUNAN KOPI Pita Sudrajad, Muryanto, dan A.C. Kusumasari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah E-mail: [email protected] Abstrak Telah
I. PENDAHULUAN. keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kekayaan hayati tersebut bukan hanya
I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, wilayah daratan Indonesia ( 1,9 juta km 2 ) tersebar pada sekitar 17.500 pulau yang disatukan oleh laut yang sangat luas sekitar
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 12. Ekosistem Dan Pencemaran LingkunganLatihan Soal pengurai memegang peranan penting dalam proses fotosintesis
1. Manakah pernyataan dibawah ini yang benar SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 12. Ekosistem Dan Pencemaran LingkunganLatihan Soal 12.2 pengurai memegang peranan penting dalam proses fotosintesis klorofil dan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces. Ordo : Ostariophysi. Famili : Clariidae
6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Lele Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Filum: Chordata Kelas : Pisces Ordo : Ostariophysi Famili : Clariidae Genus : Clarias Spesies :
PRODUKTIVITAS DAN KESUBURAN PERAIRAN
PRODUKTIVITAS DAN KESUBURAN PERAIRAN SAHABUDDIN PenelitiPada Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Dan Penyuluhan Perikanan Dipresentasikan pada Kuliah umum Praktik Lapang Terpadu mahasiswa Jurusan
TANGGAPAN TERHADAP VARIASI LINGKUNGAN. 23/03/2009 Retno Peni/Ilmu lingkungan
TANGGAPAN TERHADAP VARIASI LINGKUNGAN Kondisi: faktor lingkungan yang bervariasi yang mendapat tanggapan oleh organisme Sumber daya: Material yang dikonsumsi atau digunakan oleh organisme dalam hidupnya
HUBUNGAN SESAMA MAKHLUK HIDUP
HUBUNGAN SESAMA MAKHLUK HIDUP ILMU PENGETAHUAN ALAM Untuk SD Kelas IV Semester 1 USD Maria Margaretha Linda 111134128 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
PENCEMARAN LAUT PENDAHULUAN. WAHYU ANDY NUGRAHA, ST, MSc. RABU Jam
PENCEMARAN LAUT PENDAHULUAN WAHYU ANDY NUGRAHA, ST, MSc RABU Jam 10.40-12.20 12.20 PERATURAN IKUT PERKULIAHAN Datang tepat waktu. Toleransi hanya diberikan 10 menit. Memakai Pakaian berkerah. Boleh kemeja
EKOSISTEM, SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
PPKN / C 2012 NAMA ANGGOTA KELOMPOK : 1. CHAHARUDIN MAHKOTA 124254069 2. FITRIA ANJAR SARI 124254074 3. AINUR ROHMA 124254081 4. NASRIA IKA NITASARI 124254 5. ERIKA WIDYA 1242540 6. LIDYA RAHMA 124254254
I. PENDAHULUAN. Waduk merupakan salah satu bentuk perairan menggenang yang dibuat
I. PENDAHULUAN Waduk merupakan salah satu bentuk perairan menggenang yang dibuat dengan cara membendung aliran sungai sehingga aliran air sungai menjadi terhalang (Thohir, 1985). Wibowo (2004) menyatakan
DISTRIBUSI UKURAN KARANG PORITES SEBAGAI PENYUSUN UTAMA MIKROATOL DI DAERAH RATAAN TERUMBU (REEF FLAT) PERAIRAN KONDANG MERAK KABUPATEN MALANG
DISTRIBUSI UKURAN KARANG PORITES SEBAGAI PENYUSUN UTAMA MIKROATOL DI DAERAH RATAAN TERUMBU (REEF FLAT) PERAIRAN KONDANG MERAK KABUPATEN MALANG Kuncoro Aji, Oktiyas Muzaky Luthfi Program Studi Ilmu Kelautan,
PLANKTONOLOGI. Ir. I Wayan Restu, M.Si
PLANKTONOLOGI Oleh: Ima Yudha Perwira, S.Pi, MP Endang Wulandari W, S.Pi, MP Ir. I Wayan Restu, M.Si Planktonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan plankton. Istilah plankton pertama kali
PENGARUH KEGIATAN MANUSIA TERHADAP KESEIMBANGAN
BAB 3 PENGARUH KEGIATAN MANUSIA TERHADAP KESEIMBANGAN LINGKUNGAN Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat: 1. Menjelaskan kegiatan manusia yang dapat memengaruhi keseimbangan
Ciri-Ciri Makhluk Hidup 1. Dun putri malu mengatup ketika disentuh. Peristiwa ini menunjukkan makhluk hidup... (Ujian Nasional 2007/2008) A.
Ciri-Ciri Makhluk Hidup 1. Dun putri malu mengatup ketika disentuh. Peristiwa ini menunjukkan makhluk hidup... (Ujian Nasional 2007/2008) A. Membutuhkan makanan B. Peka terhadap rangsangan C. Mengeluarkan
