Modifikasi DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering With Noise) pada Objek 3 Dimensi
|
|
|
- Yulia Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Komputer Terapan Vol. 3, No. 1, Mei 2017, Jurnal Politeknik Caltex Riau Modifikasi DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering With Noise) pada Objek 3 Dimensi Ibnu Daqiqil Id 1, Astrid 1 dan Evfi Mahdiyah 1 1 Jurusan Ilmu Komputer Universitas Riau [email protected], [email protected], [email protected] Abstrak Algoritma DBSCAN merupakan algoritma pengelompokan data spasial berdasarkan kerapatan objek 2 dimensi. Pada paper ini akan dibahas bagaimana melakukan clustering pada objek 3 dimensi menggunakan algoritma DBSCAN. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan merubah mekanisme penghitungan jarak kerapatan antara objek. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan rata-data Silhouette Coefficient adalah dengan eps=0.2 dan minpts= 3. Dari data tersebut, cluster yang dihasilkan memiliki stuktur yang baik dan tidak sensitive terhadap noise. Kata kunci: Spatial Data, Clustering, DBSCAN Abstract DBSCAN algoritm is a spatial data clustering based on object density applied to 2-dimensional object. In this paper will discuss how to perform clustering in object 3 dimensions based on density using DBSCAn. Modification is done by changing the mechanism of calculating the distance density between objects. Based on the test results, the average of Silhouette Coefficient is with eps = 0.2 and minpts = 3. Based on that data, the cluster has a good structure and constistecy. Keywords: Spatial Data, Clustering, DBSCAN 1. Pendahuluan Data mining adalah penemuan tren yang menarik atau pola pada dataset yang besar, dengan tujuan untuk menuntun pada keputusan tentang kegiatan kedepan. Data mining dapat juga dikatakan sebuah langkah dalam proses Knowledge Discovery in Database (KDD) yang terdiri dari penerapan analisis data dan penemuan algoritma yang menghasilkan enumerasi tertentu terhadap pola pada data [1]. Tan juga mengartikan data mining sebagai sebuah proses ekstraksi informasi baru dari sejumlah besar data yang dapat berguna dalam proses pengambilan keputusan [2]. Proses data mining pada sejumlah besar data spasial dikenal sebagai spatial data mining [3]. Spatial Data Mining adalah bagian dari data mining yang merupakan proses menemukan pola yang menarik dan sebelumnya tidak dikenal tetapi secara potensial dapat berguna dari dataset spasial yang besar. Spatial data mining merujuk kepada extraction of knowledge, spatial relationship, atau pola yang menarik lainnya yang tidak secara eksplisit disimpan dalam basis data [4]. Basis data spasial menyimpan space-related data, misalnya peta, Dokumen diterima pada 12 Maret, 2017 Dipublikasikan pada 16 Mei, 2017
2 42 Ibnu Daqiqil Id, Astrid dan Evfi Mahdiah space-related data yang dimaksud adalah data topologi atau data jarak. Basis data spasial terdiri dari obyek dengan spatial dan non-spatial data. Proses penemuan untuk spatial data lebih kompleks dari data relasional. Hal ini terkait dengan efisiensi algoritma dan kompleksitas pola yang ditemukan dalam basis data spasial. Spatial data mining harus mempertimbangkan neighbour object, hal ini diperlukan karena atribut neighbour dari beberapa obyek mempengaruhi obyek itu sendiri [5] Sebagian besar penelitian terbaru pada data spasial menggunakan teknik clustering dikarenakan oleh sifat dari data tersebut. Clustering merupakan proses pengelompokan sejumlah data masing besar menjadi beberapa kelas sesuai dengan ciri khas masing-masing. Density-Based Spatial Clustering Algorithm with noise (DBSCAN) adalah salah satu algorima pengelompokan bedasarkan kepadatan (density) data [6]. Algoritma ini adalah algoritma yang memberikan hasil yang paling konsisten [7].Konsep kepadatan dalam DBSCAN menghasilkan tiga macam status dari setiap data, yaitu inti (core), batas (border), dan derau (noise) [8]. DBSCAN hanya dapat digunakan pada data spatial 2 dimensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi algoritma DBSCAN sehingga dapat digunakan pada objek-objek spatial yang berada pada ruang 3 dimensi. Clustering data 3 dimensi banyak digunakan pada bidang space-time analysis, data siesmic, biologi, bioinformatika dan lain-lain. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul Modifikasi DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering With Noise) Pada Objek 3 Dimensi. Dengan adanya modifikasi ini diharapkan peneliti akan dapat melakukan clustering data 3 dimensi dengan baik. 2. Kajian Pustaka 2.1 Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise (DBSCAN) Pada dasarnya ada dua jenis algortima clustering [9] yaitu algoritma partisi dan algoritma hierarchical. Algoritma partisi akan membentuk sebuah partisi dari sebuah basis data D yang berisi n objek sehingga menjadi k cluster. k adalah sebuah parameter input pada algoritma ini. Algoritma partisi biasanya mulai dari satu atau beberapa partisi dari D dan kemudian menggunakan sebuah fungsi perulangan untuk mengoptimasi fungsi objektif partisi tersebut. Setiap kluster merepresentasikan pusat grafitasi dari tiap-tiap kluster (k-means algorithms) atau dengan salah satu objek dari kluster yang terletak di dekat pusat dari kluster (kmedoid algorithms). Akibatnya, algoritma partisi menggunakan dua prosedur. Pertama, menentukan wakil k untuk meminimalkan fungsi tujuan (fungsi objektif). Langkah kedua, menetapkan setiap objek kedalam cluster "terdekat" dari objek tersebut. Langkah kedua menyiratkan bahwa partisi setara dengan diagram Voronoi dan setiap cluster terkandung dalam salah satu sel voronoi. Dengan demikian, semua bentuk cluster ditemukan oleh algoritma partisi berbentuk convex. Diantara berbagai jenis algoritma clustering, density based clustering lebih efisien untuk menentukan cluster pada data dengan kepadatan yang berbeda [8]. Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise (DBSCAN) adalah salah satu contoh pelopor perkembangan teknik pengelompokan berdasarkan kepadatan atau yang biasa dikenal dengan sebutan density based clustering. Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise (DBSCAN) merupakan sebuah metode clustering yang membangun area berdasarkan kepadatan yang terkoneksi (density connected). DBSCAN merupakan algoritma yang didesain oleh ester et.al pada tahun 1996 dapat mengidentifikasi kelompok-kelompok dalam kumpulan data spasial yang besar dengan melihat kepadatan lokal dari elemen-elemen basis data, dengan hanya menggunakan satu parameter input. DBSCAN juga dapat menentukan apakah informasi diklasifikasikan
3 Modifikasi DBSCAN pada Objek 3 Dimensi 43 sebagai noise atau outlier. Disamping itu, proses kerja DBSCAN cepat dan sangat baik untuk berbagai macam ukuran database - hampir linear. Setiap objek dari sebuah radius area (cluster) harus mengandung setidaknya sejumlah minimum data. Semua objek yang tidak termasuk di dalam cluster dianggap sebagai noise. Dengan menggunakan distribusi kepadatan dari titik-titik dalam database, DBSCAN dapat mengkategorikan titik-titik tersebut ke dalam kelompok-kelompok terpisah yang menandakan kelas-kelas yang berbeda [8] : Proses komputasi DBSCAN berdasarkan enam definisi dan dua lemma sebagai berikut Definisi 1. Eps-neighborhood dari suatu titik N Eps(p) = { q D dist(p, q) < eps } (1) Sebuah titik yang masuk kedalam suatu cluster, titik tersebut minimal mempunyai satu titik lain yang letaknya lebih dekat ke titik tersebut dibandingkan dengan nilai eps. Definisi 2. Directly Density-Reachable Terdapat dua macam titik yang masuk dalam suatu cluster, yaitu titik yang terletak di pinggir cluster (border points) dan titik-titik yang terletak di pusat cluster (core points), sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 1. p N Eps(Q) (2) Eps-neighborhood dari suatu border point cenderung memiliki titik yang lebih sedikit dibandingkan dengan Eps-neighborhood dari suatu core point. Border point akan masih menjadi bagian dari suatu cluster apabila border point memiliki Eps-neighborhood dari suatu core point q sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 1. Titik Border (border point) dan Titik Core (core point) Gambar 2. Titik Border (border point) dan Titik Core (core point) Agar titik q menjadi core point, titik tersebut perlu memiliki suatu jumlah minimum dari titik dalam Eps-neighborhood-nya. Kondisi core point ditunjukan oleh persamaan 3 N Eps(Q) MinPts (3) Definisi 3: Density-Reachable
4 44 Ibnu Daqiqil Id, Astrid dan Evfi Mahdiah Suatu titik p merupakan density-reachable dari suatu titik q berdasarkan Eps dan MinPts jika terdapat suatu rantai titik-titik p1,pn, p1=q, pn=p dimana pi+1 merupakan directly density-reachable dari pi. Pada Gambar 3 ditunjukkan ilustrasi dari suatu densityreachable. Gambar 3. Ilustrasi Density-Reachable Definisi 4: Density-Connected Terdapat kasus ketika dua border point akan masuk ke dalam suatu cluster yang sama tetapi dimana dua border point tersebut tidak membagi suatu core point spesifik. Dalam situasi ini titik-titik tersebut tidak akan menjadi density-reachable satu sama lainnya. Namun harus ada core point q yang mana menjadi density-reachable dari kedua border point tersebut. Pada Gambar 3 ditunjukkan bagaimana density connectivity bekerja. Suatu titik p merupakan densityconnected ke titik p berdasarkan Eps dan MinPts jika terdapat suatu titik o dimana keduanya p dan q merupakan density-reachable dari o berdasarkan Eps dan MinPts. Definisi 5: Cluster Gambar 4. Ilustrasi Density-Connected Jika suatu titik p merupakan bagian dari suatu cluster C dan titik q merupakan densityreachable dari titik p berdasarkan jarak tertentu dan jumlah minimum titik-titik dalam jarak tersebut, maka q juga merupakan bagian dari cluster C. Dua titik dimiliki oleh cluster yang sama C, dimana p merupakan density-connected ke q berdasarkan jarak tertentu dan jumlah minimum titik-titik dalam jarak tersebut. Definisi 6: Noise Noise adalah sekumpulan titik-titik, dalam basis data, yang tidak masuk dalam cluster. Lemma 1: Suatu cluster dapat dibentuk dari salah satu core point dan akan selalu memiliki bentuk yang sama. Lemma 2: Jika p menjadi suatu core point dalam suatu cluster C dengan jarak minimum (Eps) dan suatu jumlah minimum titik dalam jarak tersebut (MinPts). Jika sekumpulan O merupakan
5 Modifikasi DBSCAN pada Objek 3 Dimensi 45 density-reachable dari p berdasarkan Eps dan MinPts yang sama, maka C sama dengan sekumpulan O. 2.2 Euclidean Space Ruang euclidean adalah termasuk konsep matematik dasar yang paling kuno yang dipercayai dijabarkan pertama kali oleh Euclid ( SM), seorang pemikir asal yunani. Ruang Euclidean adalah ruang 2d dan 3D yang kita pakai sebagai acuan dalam menerangkan konsep matematik dasar tentang pengertian suatu ruang. Dari sini kita dapat menyatakan konsep-konsep tentang jarak, panjang dan sudut dari suatu koordinat dalam suatu dimensi. Euclidean distance adalah perhitungan jarak dari 2 buah titik dalam Euclidean space. 3. Metodelogi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan adalah studi pustaka/literatur untuk mengetahui metode yang digunakan an dijadikan referensi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dan informasi mengenai objek pada penelitian ini adalah hal kedua yang harus dilakukan untuk mengetahui data terkini dan dapat menetapkan metode yang digunakan sesuai dengan studi pustaka, yang dilanjutkan dengan pemodelan sistem. Langkah selanjutnya adalah mempelajari algoritma metode yang digunakan agar dapat membuat rancangan metode dengan lebih baik. Proses yang dilakukan selanjutnya adalah perancangan dan pembuatan program. Pengujian pada program yang sudah dibuat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah modifikasi algoritma yang dilakukan dapat berfungsi dengan baik dan bagaimana kualitas cluster yang dihasilkan. 4. Pembahasan 4.1 Ruang Koordinat Nyata dan Euclidean Distance Objek 2D Ruang koordinat nyata sering dinyatakan sebagai R n, n adalah interger positif. Suatu elemen R n dinyatakan sebagai x = (x 1, x 2,..., x n), x adalah bilangan nyata. Pada operasi vektor antara suatu x dan y dalam R n dapat dinyatakan sebagai berikut, x + y = (x 1 + y 1, x 2 + y 2,, x n + y n ) (4) ax = (ax q + ax 2,, ax n ) (5) n x y = i=1 x i y i = x 1 y q1 + x 2 y x n y n (6) Panjang suatu vektor dapat dinyatakan sebagai, x = x x = n i=1 (x i ) 2 (7)
6 46 Ibnu Daqiqil Id, Astrid dan Evfi Mahdiah Euclidean distance atau jarak Euclidean didefinisikan sebagai, d(x, y) = x y = n i 1 (x i y i ) 2 (8) Sebagai contoh, misalnya kita punya suatu bentuk trajektori objek referensi di ruang 2D yang dinyatakan sebagai t ref (t) = f(rx i (t), ry i (t)), dan trajektori aktual t act (t) = f(ax i (t), ay i (t)), maka jarak Euclidean antara dua fungsi ini adalah, d(x, y) = (rx 1 ax 1 ) 2 + (rx 2 ax 2 ) (rx n ax n ) 2 (9) 4.2 Euclidean Distance Objek 3D Objek 3D atau tiga dimensi adalah setiap objek tiga dimensi yang mempunyai lebar, tinggi, dan kedalaman (width, height, dan depth). Dengan kata lain objek 3D adalah objek yang dipaparkan dalam bentuk 3 dimensi pada paksi atau koordinat x, y, dan z (gambar 5). Gambar 5. Ilustrasi Object 3D Berdasarkan persamaan 9 kita telah mengetahui bagaimana cara untuk mengitung jarak pada titik 2D. Pada objek 3D, jika kita melihat pergerakan titik terjadi 2 kali pergerakan yaitu pada ruang X dan Y lalu bergerak ke ruang Z. Dengan menggunakan teorema pitagoras 2 kali dapat ditunjukkan pada persamaan 10. Persamaan inilah yang akan digunakan untuk mengitung jarak di ruang 3D. d(x 1, y 1, z 1 ), d(x 2, y 2, z 2 ) = (x 1 x 2 ) 2 + (y 1 y 2 ) 2 + (z 1 z 2 ) 2 (10) 4.3 Modifikasi DBSCAN pada Objek 3 Dimensi Untuk menemukan cluster, DBSCAN memulai dengan sembarang titik p dan mengambil semua titik yang density-reachable dari p dengan memperhatikan Eps dan MinPts. Jika p merupakan core point, prosedur ini menghasilkan klaster berdasarkan Eps dan MinPts. Jika p merupakan border point, tidak ada titik yang density-reachable dari p dan DBSCAN mengunjungi titik berikutnya dalam database. Penggunaan nilai global untuk Eps dan Minpts, DBSCAN dapat menggabungkan dua cluster menjadi satu cluster, jika dua cluster dengan densitas (kepadatan) yang berbeda dekat satu sama lain. Definisikan jarak antara dua titik S 1 dan S 2 sebagai dist (S 1, S 2 ) = min{dist(p, q) p ε S 1, q ε S 2 }. Kemudian dua set titik setidaknya memiliki densitas dari cluster tertipis akan dipisahkan satu sama lain hanya jika jarak antara dua set lebih besar dari Eps. Sebagai akibat, recursive call dari DBSCAN mungkin dibutuhkan untuk mendeteksi
7 Modifikasi DBSCAN pada Objek 3 Dimensi 47 cluster dengan nilai yang lebih tinggi untuk MinPts. Hanya hal ini tidak bermanfaat karena aplikasi DBSCAN menghasilkan algoritma dasar yang sangat efisien. Selanjutnya, klastering rekursif dari setiap titik hanya diperlukan dalam kondisi yang dapat dengan mudah dideteksi. Untuk menghitung jarak antara titik dapat menggunakan persamaan. Adapun modifikasi implementasi algoritma DBSCAN pada objek 3D adalah pada fungsi expandcluster. Algorithm DBSCAN Input: object set D, region radius ε, density threshold MinPts output: function γ : D N, which assigns a cluster label to each point 1: Label : =1 2: p D do γ(p) UNCLASSIFIED enddo 3: p D do 4: if γ(p) = UNCLASSIFIED then 5: if ExpandCluster(D, p, Label, ε, MinPts) = true then 6: label := label+1 7: endif 8: enddo Fungsi ExpandCluster adalah fungsi yang bertanggung jawab untuk menentukan sebuah titik akan masuk kedalam cluster atau hanya berupa noise. Apabila suatu titik tidak mempunyai jumlah tetangga yang lebih besar dari nilai minpts, maka titik tersebut akan dikelompokkan ke dalam noise. Fungsi ini akan mencari pada semua titik yang belum mendapat label lalu mengitung jarak titik tersebut dengan regionnya melalui fungsi regionquery. Fungsi ExpandCluster Input: object set D, region radius ε, density threshold MinPts output: true atau false 1: seeds = regionquery(d, CurrentPoin, ε) 2: if ( seeds < MinPts ) then 3: γ(currrenpoint) noise 4: return false 5: else 6: p D do γ(p) = Label enddo 7: seeds = seeds \ {CurrentPoint} 8: while seeds do 9: p seeds. first() 10: result = regionquery(d, p, ε) 11: if result MinPts then 12: ResPoin P do 13: if γ(respoin) { UNCLASSIFIED, NOISE } then 14: if γ(respoin) = UNCLASSIFIED then seeds seeds {ResPoin} 15: γ(respoin) Label 16: endif 17: enddo 18: endif 19: seeds seeds \ {p} 20: enddo 21: return true 22: endif
8 48 Ibnu Daqiqil Id, Astrid dan Evfi Mahdiah Fungsi RegionQuery Input: object set D, region radius ε, density threshold MinPts output: Object Set 1: poin_tetangga = [] 2: p D do 3: if distance3d(p, D) eps then 4: poin_tetangga.append(p) 5: endif 6: enddo 8: return poin_tetangga Pemanggilan fungsi regionquery(point, Eps) mengembalikan Eps-Neighborhood dari Point dalam SetOfPoints sebagai daftar titik. Karena Eps-Neighborhood diharapkan kecil jika dibandingkan dengan ukuran keseluruhan data space. Fungsi distance3d Input: P1, P2 output: Object Distance 1: distance = 0 2: for d=1 to 3 3: distance = distance + (P1[d] P2[d])^2 4: next 5: return sqrt(distance) Rata-rata kompleksitas waktu eksekusi dari 1 region query adalah O(log n). Untuk setiap n points database, paling tidak ada satu region query. Demikian, rata-rata kompleksitas waktu eksekusi DBSCAN adalah O(n * log n) 4.4 Perancangan Berdasarkan algortima DBSCAN maka dapat dirancang class diagram seperti pada gambar 6. Kelas-kelas tersebut akan diimplementasikan menggunakan bahasa python. Class DbscanAlgorithm akan memiliki tiga method yaitu computeclusterdbscan, ExpandCluster dan RegionQuery. Class inilah yang akan mengimplementasikan algoritma DBSCAN yang telah dimodifikasi. Gambar 6. Class Diagram
9 Modifikasi DBSCAN pada Objek 3 Dimensi Hasil Berdasarkan class diagram yang telah dibuat dilakukan implementasi menggunkan bahasa phyton. Modifikasi DBSCAN diujikan dengan dua jenis data yaitu data yang tidak memiliki noise dan data multishape memiliki noise. Visualisasi hasil clustering digambarkan dalam grafik 3D. Setiap cluster akan memiliki warna yang berbeda. Pada data yang tidak memiliki noise, proses klasifikasi dapat dilakukan dengan sempurna (gambar 7). Semua titik dapat dimasukan kedalam cluster yang benar dan tidak ada noise yang ditemukan. Adapun nilai parameter minpts=2 dan eps=3 menghasilkan 3 cluster. (a) Output Algoritma DBSCAN (tampak samping) Gambar 7. Visualisasi DBSCAN pada data tanpa noise (b) Output Algoritma DBSCAN (tampak atas) Pada data multishape dengan noise, DBSCAN dapat mendeteksi dengan baik. Dengan minpts=2 dan eps=0.25 maka objek-objek tersebut dapat dipisahkan dengan baik (gambar 8). (a) Output Algoritma DBSCAN (tampak Atas) (b) Output Algoritma DBSCAN (tampak Samping) Gambar 8. Visualisasi DBSCAN pada data multishape dengan noise Selanjutnya untuk mengevaluasi kualitas cluster algortima DBSCAN menggunakan Silhouette Coefficient berdasarkan kombinasi dua parameter yaitu minpt dan eps. Adapun hasil pengujian ditunjukkan oleh tabel 1 berikut
10 50 Ibnu Daqiqil Id, Astrid dan Evfi Mahdiah Eps MinPts Silhouette Coefficient Tabel 1. Evaluasi kualitas cluster Jumlah Cluster Jumlah Noise Object Jumlah Objek ter cluster Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai Silhouette Coefficient terbesar adalah dengan eps=0.2 dan minpts= 3. Hasil tersebut mengidetifasikan bahwa objek tersebut tercluster dengan baik. 5. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari modifikasi algoritma ini adalah 1. Algoritma DBSCAN dapat dimodifikasi untuk mengelompokkan objek 3 dimensi dengan cara merubah fungsi region query dan pengitungan jarak antara objek menggunakan euclidian distance pada persamaan Data hasil modifikasi menunjukkan bahwa cluster yang dihasilkan memiliki struktur yang baik dan tidak sensitif terhadap noise yang ada pada data Daftar Pustaka [1] U. Fayyad, G. Piatetsky-Shapiro, and P. Smyth. "Knowledge Discovery and Data Mining: Towards a Unifying Framework," in Proc. of the Second International Conference on Knowledge Discovery, 1986, Portland. [2] P.-N. Tan. Introduction to Data Mining. Boston: Pearson Education, [3] C. J. Matheus, P. K. Chan, and G. Piatetsky-Shapiro. "Systems for Knowledge Discovery in Databases," IEEE Transactions on Knowledge and Data Engineering, pp , [4] H. Jiawei and K. Micheline, Data Mining: Concept and Techniques. USA: Morgan Kaufmann, [5] D. Verma and R. Nashine. "Trends in Spatial Data Mining. Data Mining: Next Generation Challenges and Future Directions," International Journal of Modelling and Optimalization, pp , [6] M. Ester et al. "A Density-based Algorithm for Discovering Clusters in Large Spatial Database with Noise," KDD96, Munchen, 1996, p [7] A. Gunawan. "A Faster Algorithm for DBSCAN," Master Thesis, Technische Universiteit Eindhoven, Eindhoven, [8] H. Bäcklund, A. Hedblom, and N. Neijman. "A Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise," Linköpings Universitet, Nov. 30, 2011.
11 Modifikasi DBSCAN pada Objek 3 Dimensi 51 [9] L. Kaufman and P. J. Rousseeuw, Finding Groups in Data: an Introduction to Cluster Analysis. John Wiley & Sons, 1990.
12 52 Ibnu Daqiqil Id, Astrid dan Evfi Mahdiah
Implementasi Metode Clustering DBSCAN pada Proses Pengambilan Keputusan
Implementasi Metode Clustering DBSCAN pada Proses Pengambilan Keputusan Ni Made Anindya Santika Devi, I Ketut Gede Darma Putra, I Made Sukarsa Jurusan Teknologi Informasi, Universitas Udayana Bukit Jimbaran,
2 TINJAUAN PUSTAKA. Ruang Lingkup Penelitian
3 Ruang Lingkup Penelitian 1. Teknik yang digunakan dalam membentuk clustering titik panas adalah DBSCAN. 2. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data titik panas kebakaran hutan di Indonesia
Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana
JURNAL ILMIAH LONTAR KOMPUTER Vol. 6, No. 3, Desember 2015 ISSN: 2088-1541 Perancangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Modul Akuntansi Dan Keuangan Tantony Hardiwinata, Putu Wira Buana, Ni Kadek
(M.3) CLUSTERING PENGGUNA WEBSITE BPS MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENCE DBSCAN (SEQDBSCAN) DENGAN JARAK SIMILARITAS S 3 M
(M.3) CLUSTERING PENGGUNA WEBSITE BPS MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENCE DBSCAN (SEQDBSCAN) DENGAN JARAK SIMILARITAS S 3 M 1Toza Sathia Utiayarsih, 2 Yadi Suprijadi, 3 Bernik Maskun 1Mahasiswa Magister Statistika
Pembuatan Aplikasi Pendeteksi Anomali Pada Pola Konsumsi Listrik Pelanggan Kota Surabaya Menggunakan Algoritma Klasterisasi Berbasis Densitas
1 Pembuatan Aplikasi Pendeteksi Anomali Pada Pola Konsumsi Listrik Pelanggan Kota Surabaya Menggunakan Algoritma Klasterisasi Berbasis Densitas Achmad Zainuddin Zakariya, Arif Djunaidy, Renny Pradina Kusumawardani
3 METODOLOGI PENELITIAN
19 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Berpikir Kebakaran hutan yang sering terjadi di Indonesia berkaitan erat dengan dua faktor utama yaitu faktor alam dan faktor manusia. Kemungkinan terdapat karakteristik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Hal-hal yang dipaparkan pada Bab Tinjauan Pustaka adalah penelaahan kepustakaan yang mendasari proses perancangan dan pembuatan aplikasi meliputi data mining, Customer Relationship
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terkait Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Data Mining Data Mining adalah proses pencarian pengetahuan dari suatu data berukuran besar melalui metode statistik, machine learning, dan artificial algorithm. Hal yang paling
IMPLEMENTASI METODE DENSITY BASED SPATIAL CLUSTERING OF APPLICATIONS WITH NOISE UNTUK MENCARI ARAH PENYEBARAN WABAH DEMAM BERDARAH
IMPLEMENTASI METODE DENSITY BASED SPATIAL CLUSTERING OF APPLICATIONS WITH NOISE UNTUK MENCARI ARAH PENYEBARAN WABAH DEMAM BERDARAH Studi Kasus: Data Dinas Kesehatan Kodya Jogjakarta Yetli Oslan, S.Kom.,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi landasan teori dalam penelitian mengenai aplikasi algoritma spasial clustering pada data mahasiswa baru. Pembahasan diawali dengan penjelasan secara umum mengenai data
Metode Pengclusteran Berbasis Densitas Menggunakan Algoritma DBSCAN Methods of Density-Based Clustering Algorithm using DBSCAN
Prosiding Statistika ISSN: 2460-6456 Metode Pengclusteran Berbasis Densitas Menggunakan Algoritma DBSCAN Methods of Density-Based Clustering Algorithm using DBSCAN 1 Nur Arsih, 2 Nusar Hajarisman, 3 Sutawanir
SEGMENTASI PELANGGAN PERUSAHAAN PERHOTELAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING DBSCAN DAN MODEL RFM TUGAS AKHIR
SEGMENTASI PELANGGAN PERUSAHAAN PERHOTELAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING DBSCAN DAN MODEL RFM TUGAS AKHIR Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Rangka Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Strata
SEGMENTASI CITRA REMOTE SENSING LAUT DENGAN METODE CLUSTERING DBSCAN
SEGMENTASI CITRA REMOTE SENSING LAUT DENGAN METODE CLUSTERING DBSCAN Magister Teknik Elektro, Program Pascasarjana, Universitas Udayana Kampus Sudirman, Denpasar, Bali *Email: [email protected] Abstrak
Clustering Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa STMIK Akakom Menggunakan K-Means
Clustering Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa STMIK Akakom Menggunakan K-Means Sri Redjeki Andreas 1), Andreas Pamungkas, Pamungkas Hastin 2), Hastin Al-fatah Al-fatah 3) 1)2)3) STMIK [email protected]
Kata kunci: Cluster, Knowledge Discovery in Database, Algoritma K-Means,
K- Pembentukan cluster dalam Knowledge Discovery in Database dengan Algoritma K-Means Oleh: Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY,email: [email protected] Abstrak Pembentukan cluster merupakan
IMPLEMENTASI ALGORITMA PENENTUAN PARAMETER DENSITAS PADA METODE DBSCAN UNTUK PENGELOMPOKAN DATA
TUGAS AKHIR KI1502 IMPLEMENTASI ALGORITMA PENENTUAN PARAMETER DENSITAS PADA METODE DBSCAN UNTUK PENGELOMPOKAN DATA AKHMAD BAKHRUL ILMI NRP 5111100087 Dosen Pembimbing I Dr. Eng. Chastine Fatichah, S.Kom.,
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS PADA SISWA BARU SEKOLAHMENENGAH KEJURUAN UNTUK CLUSTERING JURUSAN
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS PADA SISWA BARU SEKOLAHMENENGAH KEJURUAN UNTUK CLUSTERING JURUSAN Fauziah Nur1, Prof. M. Zarlis2, Dr. Benny Benyamin Nasution3 Program Studi Magister Teknik Informatika, Universitas
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini berisi penjelasan mengenai proses implementasi dan pengujian yang dilakukan dalam penelitian mengenai aplikasi algoritma spasial clustering pada data mahasiswa
ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS
Budi Susanto ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS Text dan Web Mining - FTI UKDW - BUDI SUSANTO 1 Tujuan Memahami konsep analisis clustering Memahami tipe-tipe data dalam clustering Memahami beberapa algoritma
2. Tinjauan Pustaka. Gambar 2-1 : Knowledge discovery in database
2. Tinjauan Pustaka 2.1 Data Mining Data mining merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses ekstraksi informasi yang tersembunyi dari sekumpulan data yang berukuran sangat besar dengan menggunakan algoritma
BAB 6 ANALISIS CLUSTER
BAB 6 ANALISIS CLUSTER Pendahuluan Analisis cluster membagi data ke dalam grup (cluster) yang bermakna, berguna, atau keduanya. Jika tujuannya mencari grup yang memiliki makna, maka cluster seharusnya
Klasterisasi Data Kesehatan Penduduk untuk Menentukan Rentang Derajat Kesehatan Daerah dengan Metode K-Means
Klasterisasi Data Kesehatan Penduduk untuk Menentukan Rentang Derajat Kesehatan Daerah dengan Metode K-Means Nielza Atthina Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta [email protected]
PENERAPAN METODE KLASTERING DENGAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STRATA SATU
PENERAPAN METODE KLASTERING DENGAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STRATA SATU Gita Premashanti Trayasiwi Program Studi Teknik Informatika S1,
IMPLEMENTASI DENSITY BASED SPATIAL CLUSTERING APPLICATION WITH NOISE (DBSCAN) DALAM PERKIRAAN TERJADI BANJIR DI BANDUNG
IMPLEMENTASI DENSITY BASED SPATIAL CLUSTERING APPLICATION WITH NOISE (DBSCAN) DALAM PERKIRAAN TERJADI BANJIR DI BANDUNG Bima Aryo Putro¹, Kemas Rahmat Saleh Wiharja², Shaufiah³ ¹Teknik Informatika,, Universitas
K-Means Analysis Klasterisasi Kasus HIV/AIDS di Indonesia
K-Means Analysis Klasterisasi Kasus HIV/AIDS di Indonesia Okta Riveranda 1), Warnia Nengsih, S.Kom., M.Kom. 2) 1) Program Studi Sistem Informasi, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru 28265, email: [email protected]
PENENTUAN NILAI PANGKAT PADA ALGORITMA FUZZY C- MEANS
PENENTUAN NILAI PANGKAT PADA ALGORITMA FUZZY C- MEANS WULAN ANGGRAENI [email protected] Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Indraprasta PGRI Abstract. The purpose of this study was to
PREDIKSI OUTLIER MENGGUNAKAN DATA TEPI CLUSTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGETAHUAN HASIL DATA MINING
PREDIKSI OUTLIER MENGGUNAKAN DATA TEPI CLUSTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGETAHUAN HASIL DATA MINING Barry Nuqoba, Arif Djunaidy Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi
ALGORITMA K-MEDOIDS UNTUK PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK
ALGORITMA K-MEDOIDS UNTUK PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK Wiwit Agus Triyanto Fakultas Teknik, Program Studi Sistem Informasi Universitas Muria Kudus Email: [email protected] ABSTRAK Strategi pemasaran
PE DAHULUA. Latar Belakang
Latar Belakang PE DAHULUA Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, atau seringkali disebut Pilkada, adalah pemilihan umum untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung di
ALGORITMA PREDIKSI OUTLIER MENGGUNAKAN BORDER SOLVING SET
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 9 No. 3 Oktober 2014 5 ALGORITMA PREDIKSI OUTLIER MENGGUNAKAN BORDER SOLVING SET Barry Nuqoba 1), Arif Djunaidy 2) 1) Program Studi Sistem Informasi FST Universitas Airlangga
Student Clustering Based on Academic Using K-Means Algoritms
Student Clustering Based on Academic Using K-Means Algoritms Hironimus Leong, Shinta Estri Wahyuningrum Faculty of Computer Science, Faculty of Computer Science Unika Soegijapranata [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. diwilayah jawa timur. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 sebanyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Malang merupakan kota metropolitan ke dua dari kota surabaya yang ada diwilayah jawa timur. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 sebanyak 820.243 jiwa, dengan
dengan Algoritma K Means
K Pembentukan cluster dalam Knowledge Discovery in Database dengan Algoritma K Means Oleh: Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY,email: [email protected] Abstrak Pembentukan cluster merupakan
ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS
Text dan Web Mining - FTI UKDW - BUDI SUSANTO 1 ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS Budi Susanto (versi 1.3) Text dan Web Mining - FTI UKDW - BUDI SUSANTO 2 Tujuan Memahami konsep analisis clustering Memahami
PENERAPAN METODE CLUSTERING UNTUK MEMETAKAN POTENSI TANAMAN KEDELAI DI JAWA TENGAH DENGAN ALGORITMA FUZZY C- MEANS
1 PENERAPAN METODE CLUSTERING UNTUK MEMETAKAN POTENSI TANAMAN KEDELAI DI JAWA TENGAH DENGAN ALGORITMA FUZZY C- MEANS Indra Setiawan 1 1 Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro Semarang E-mail :
PENGENALAN WAJAH DENGAN MENERAPKAN ALGORITMA ADAPTIF K MEANS
PENGENALAN WAJAH DENGAN MENERAPKAN ALGORITMA ADAPTIF K MEANS Disusun oleh: Juan Elisha Widyaya (0822014) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri, MPH, no. 65, Bandung, Indonesia
CLUSTERING DATASET TITIK PANAS DENGAN ALGORITME RDBC MENGGUNAKAN WEB FRAMEWORK SHINY PADA BAHASA R ARIES SANTOSO
CLUSTERING DATASET TITIK PANAS DENGAN ALGORITME RDBC MENGGUNAKAN WEB FRAMEWORK SHINY PADA BAHASA R ARIES SANTOSO DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
PENGEMBANGAN APLIKASI PENENTUAN TINGKAT KEUNTUNGAN PADA E- COMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS DAN APRIORI
PENGEMBANGAN APLIKASI PENENTUAN TINGKAT KEUNTUNGAN PADA E- COMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS DAN APRIORI Gunawan 1, Fandi Halim 2, Tony Saputra Debataraja 3, Julianus Efrata Peranginangin 4
K-PROTOTYPE UNTUK PENGELOMPOKAN DATA CAMPURAN
1 K-PROTOTYPE UNTUK PENGELOMPOKAN DATA CAMPURAN Rani Nooraeni*, Dr. Jadi Supriadi, DEA, Zulhanif, S.Si,M.Sc Jurusan statistika terapan, Fakultas MIPA UNPAD [email protected]* Abstrak.Membagi suatu data
Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means
Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means Yohannes Teknik Informatika STMIK GI MDD Palembang, Indonesia Abstrak Klasterisasi merupakan teknik pengelompokkan data berdasarkan kemiripan data.
Data Mining. Pengenalan Sistem & Teknik, Serta Contoh Aplikasi. Avinanta Tarigan. 22 Nov Avinanta Tarigan Data Mining
Data Mining Pengenalan Sistem & Teknik, Serta Contoh Aplikasi Avinanta Tarigan 22 Nov 2008 1 Avinanta Tarigan Data Mining Outline 1 Pengertian Dasar 2 Classification Mining 3 Association Mining 4 Clustering
CLUSTERING DATA KATEGORIK MENGGUNAKAN K-MODES DENGAN WEIGHTED DISSIMILARITY MEASURE
CLUSTERING DATA KATEGORIK MENGGUNAKAN K-MODES DENGAN WEIGHTED DISSIMILARITY MEASURE Lutfi Hidayat Ramdhani¹, Hetti Hidayati², Mahmud Dwi Suliiyo³ ¹Teknik Informatika,, Universitas Telkom Abstrak K-Modes
PEMBENTUKAN DECISION TREE DATA LAMA STUDI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA NBTREE DAN C4.5
PEMBENTUKAN DECISION TREE DATA LAMA STUDI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA NBTREE DAN C4.5 Syam Gunawan 1, Pritasari Palupiningsih 2 1,2 Jurusan Sistem Informasi, STMIK Indonesia 1 [email protected],
PENGGUNAAN METODE PENGKLASTERAN UNTUK MENENTUKAN BIDANG TUGAS AKHIR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PENS BERDASARKAN NILAI
PENGGUNAAN PENGKLASTERAN UNTUK MENENTUKAN BIDANG TUGAS AKHIR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PENS BERDASARKAN NILAI Entin Martiana S.Kom,M.Kom, Nur Rosyid Mubtada i S. Kom, Edi Purnomo Jurusan Teknik Informatika
Fuzzy C-means Clustering menggunakan Cluster Center Displacement
Fuzzy C-means Clustering menggunakan Cluster Center Displacement Fitri Hidayah Sundawati 1), Jadi Suprijadi 2), Titi Purwandari 3) 1) Mahasiswa Statistika Terapan, UniversitasPadjadjaran-Indonesia 2) Pengajar
Perbandingan Kinerja Fuzzy C-Means dan DBSCAN Dalam Segmentasi Citra USG Kepala Janin
JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA Perbandingan Kinerja Fuzzy C-Means dan DBSCAN Dalam Segmentasi Citra USG Kepala Janin Putu Desiana Wulaning Ayu STMIK STIKOM Bali Jl. Raya Puputan no.86 Renon Denpasar e-mail:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penambangan Data (Data Mining) Penambangan data (Data Mining) adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari sekumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini
GIS berbasis Web untuk Pemetaan Lahan menggunakan Classifier Model
Jurnal Komputer Terapan Vol. 2, No. 1, Mei 2016, 1-6 1 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id GIS berbasis Web untuk Pemetaan Lahan menggunakan Classifier Model Abstrak Warnia Nengsih Politeknik
Event Detection Banjir pada Microblogging Twitter dengan Algoritma DBSCAN
Event Detection Banjir pada Microblogging Twitter dengan Algoritma DBSCAN (Flood Event Detection in Twitter Microblogging with DBSCAN Algorithm) 1 Rendy, 2 Yudi Wibisono, 3 Rosa Ariani Sukamto Program
TEKNIK DATA MINING UNTUK MEMPREDIKSI MASA STUDI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBORHOOD
Jurnal Teknik Komputer Unikom Komputika Volume 3, No.2-2014 TEKNIK DATA MINING UNTUK MEMPREDIKSI MASA STUDI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBORHOOD Selvia Lorena Br Ginting 1), Wendi Zarman
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fungsi topografi selain menunjukkan karakteristik permukaan (relief) suatu daerah, juga dapat digunakan untuk mempelajari data selain elevasi. Suatu karakteristik
PARALELISASI ALGORITMA K-MEDOID PADA GPU MENGGUNAKAN OPEN CL
PARALELISASI ALGORITMA K-MEDOID PADA GPU MENGGUNAKAN OPEN CL Muhammad Tanzil Furqon 1, Achmad Ridok 2, Wayan Firdaus Mahmudy 3 1,2,3 PTIIK, Universitas Brawijaya Jl. Veteran no. 8, Malang, Jawa Timur 65145
ANALISIS KETERKAITAN DATA TRANSAKSI PENJUALAN BUKU MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI DAN ALGORITMA CENTROID LINKAGE HIERARCHICAL METHOD (CLHM)
ANALISIS KETERKAITAN DATA TRANSAKSI PENJUALAN BUKU MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI DAN ALGORITMA CENTROID LINKAGE HIERARCHICAL METHOD (CLHM) Nurani 1, Hamdan Gani 2 1 [email protected], 2 [email protected]
CLUSTERING MENGGUNAKAN K-MEANS ALGORITHM (K-MEANS ALGORITHM CLUSTERING)
CLUSTERING MENGGUNAKAN K-MEANS ALGORITHM (K-MEANS ALGORITHM CLUSTERING) Nur Wakhidah Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang Abstract Classification is the process of organizing
IMPLEMENTASI DETEKSI OUTLIER PADA ALGORITMA HIERARCHICAL CLUSTERING
IMPLEMENTASI DETEKSI OUTLIER PADA ALGORITMA HIERARCHICAL CLUSTERING Yoga Bhagawad Gita 1, Ahmad Saikhu 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Abidah Elcholiqi, Beta Noranita, Indra Waspada
Abidah Elcholiqi, Beta Noranita, Indra Waspada PENENTUAN BESAR PINJAMAN DI KOPERASI SIMPAN PINJAM DENGAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR (Studi Kasus di Koperasi Simpan Pinjam BMT Bina Insani Pringapus) Abidah
DATA MINING CLUSTERING DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS UNTUK PENGELOMPOKAN JADWAL KEBERANGKATAN DI TRAVEL PT. XYZ TASIKMALAYA
DATA MINING CLUSTERING DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS UNTUK PENGELOMPOKAN JADWAL KEBERANGKATAN DI TRAVEL PT. XYZ TASIKMALAYA Aseptian Nugraha, Acep Irham Gufroni, Rohmat Gunawan Teknik Informatika Fakultas
PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
DAFTAR TABEL Tabel 3-1 Dokumen Term 1... 17 Tabel 3-2 Representasi... 18 Tabel 3-3 Centroid pada pengulangan ke-0... 19 Tabel 3-4 Hasil Perhitungan Jarak... 19 Tabel 3-5 Hasil Perhitungan Jarak dan Pengelompokkan
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KESEHATAN BAYI DAN BALITA PADA KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KESEHATAN BAYI DAN BALITA PADA KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH Erga Aprina Sari Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian
Tipe Clustering. Partitional Clustering. Hirerarchical Clustering
Analisis Cluster Analisis Cluster Analisis cluster adalah pengorganisasian kumpulan pola ke dalam cluster (kelompok-kelompok) berdasar atas kesamaannya. Pola-pola dalam suatu cluster akan memiliki kesamaan
DATA MINING. Pertemuan 9. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 6 S1 Sistem Informasi
DATA MINING 3 SKS Semester 6 S1 Sistem Informasi Pertemuan 9 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2016 Clustering Data Mining Penklusteran (clustering) digunakan untuk
REALISASI SISTEM PENJEJAKAN WAJAH DENGAN ALGORITMA FISHERFACE BERBASIS RASPBERRY PI ABSTRAK
REALISASI SISTEM PENJEJAKAN WAJAH DENGAN ALGORITMA FISHERFACE BERBASIS RASPBERRY PI Disusun oleh : Natalio Andor Pangihutan Sihite (1022052) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR UNTUK PREDIKSI WAKTU KELULUSAN MAHASISWA
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR UNTUK PREDIKSI WAKTU KELULUSAN MAHASISWA Irwan Budiman 1, Dodon Turianto Nugrahadi 2, Radityo Adi Nugroho 3 Universitas Lambung Mangkurat 1,2,3 [email protected]
PENERAPAN TEKNIK DATA MINING UNTUK MENENTUKAN HASIL SELEKSI MASUK SMAN 1 GIBEBER UNTUK SISWA BARU MENGGUNAKAN DECISION TREE
PENERAPAN TEKNIK DATA MINING UNTUK MENENTUKAN HASIL SELEKSI MASUK SMAN 1 GIBEBER UNTUK SISWA BARU MENGGUNAKAN DECISION TREE Castaka Agus Sugianto Program Studi Teknik lnformatika Politeknik TEDC Bandung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rendy, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Twitter merupakan sebuah situs microblogging yang populer dibandingkan dengan situs microblogging lainnya. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna Twitter yang mencapai
PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN METODE DBSCAN PADA PENGELOMPOKAN RUMAH KOST MAHASISWA DI KELURAHAN TEMBALANG SEMARANG
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, Halaman 757-762 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN METODE DBSCAN PADA PENGELOMPOKAN
CLUSTERING THE POTENTIAL RISK OF TSUNAMI USING DENSITY-BASED SPATIAL CLUSTERING OF APPLICATION WITH NOISE (DBSCAN)
Journal of Environmental Engineering & Sustainable Technology JEEST http://jeest.ub.ac.id CLUSTERING THE POTENTIAL RISK OF TSUNAMI USING DENSITY-BASED SPATIAL CLUSTERING OF APPLICATION WITH NOISE (DBSCAN)
Perbandingan Metode Single Linkage dan Fuzzy C Means Untuk Pengelompokkan Trafik Internet
Perbandingan Metode Single dan Fuzzy C Means ntuk Pengelompokkan Trafik Internet Auliya Burhanuddin 1, Ema tami, Eko Pramono 3 1 Program Studi Teknik Informastika, Fakultas Teknik, niversitas Muhammadiyah
BAB 2 TELAAH PUSTAKA
BAB 2 TELAAH PUSTAKA Pada bab ini akan dipaparkan mengenai deskripsi data mining secara umum dan landasan teori dari algoritma data mining yang digunakan pada FIKUI Mining. Selain itu, juga akan dijelaskan
2.2 Data Mining. Universitas Sumatera Utara
Basis data adalah kumpulan terintegrasi dari occurences file/table yang merupakan representasi data dari suatu model enterprise. Sistem basisdata sebenarnya tidak lain adalah sistem penyimpanan-record
Partitional clustering KLASTERING DENGAN METODE K-MEANS
Partitional clustering KLASTERING DENGAN METODE K-MEANS PENDAHULUAN K-mean merupakan teknik klastering yang paling umum dan sederhana. Tujuan klastering ini adalah mengelompokkan obyek ke dalam k klaster/kelompok.
PENERAPAN ALGORITMA PARTITIONING AROUND MEDOIDS (PAM) CLUSTERING UNTUK MELIHAT GAMBARAN UMUM KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA
PENERAPAN ALGORITMA PARTITIONING AROUND MEDOIDS (PAM) CLUSTERING UNTUK MELIHAT GAMBARAN UMUM KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA 1 Yulison Herry Chrisnanto, 2 Gunawan Abdillah 1,2 Jurusan Informatika Fakultas
KLUSTERING DENGAN K-MEANS BERBASIS LVQ DAN K-MEANS BERBASIS OWA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. 2, No. 1, April 2015, hlm. 29-33 KLUSTERING DENGAN K-MEANS BERBASIS LVQ DAN K-MEANS BERBASIS OWA Dian Eka Ratnawati 1, Indriati 2 1,2 Program Studi
DETEKSI MAHASISWA BERPRESTASI DAN BERMASALAH DENGAN METODE K- MEANS KLASTERING YANG DIOPTIMASI DENGAN ALGORITMA GENETIKA
DETEKSI MAHASISWA BERPRESTASI DAN BERMASALAH DENGAN METODE K- MEANS KLASTERING YANG DIOPTIMASI DENGAN ALGORITMA GENETIKA Akmal Hidayat 1) & Entin Martiana 2) 1) Teknik Elektro Politeknik Bengkalis Jl.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Informasi Pengertian Sistem Informasi pada dasarnya merupakan hasil dari dua arti, yakni sistem dan informasi yang digabungkan. Berikut definisi sistem menurut para ahli
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Mining Data Mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge)
PENERAPAN DYNAMIC DENSITY BASED CLUSTERING PADA DATA KEBAKARAN HUTAN FANI WULANDARI
PENERAPAN DYNAMIC DENSITY BASED CLUSTERING PADA DATA KEBAKARAN HUTAN FANI WULANDARI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 PENERAPAN
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) KKKF53106 DATA MINING PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER (FILKOM) UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA YPTK 1 LEMBAR PENGESAHAN Rencana Pembelajaran Semester
IDENTIFIKASI INDIVIDU BERDASARKAN CITRA SILUET BERJALAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN JARAK KONTUR TERHADAP CENTROID ABSTRAK
IDENTIFIKASI INDIVIDU BERDASARKAN CITRA SILUET BERJALAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN JARAK KONTUR TERHADAP CENTROID Disusun Oleh : Robin Yosafat Saragih (1022076) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
IMPLEMENTASI METODE K-MEANS PADA PENERIMAAN SISWA BARU
PROYEK TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI METODE K-MEANS PADA PENERIMAAN SISWA BARU (Studi Kasus : SMK Pembangunan Nasional Purwodadi) Disusun oleh: Novian Hari Pratama 10411 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS
Ekstraksi Objek pada Citra Radar FM-CW dengan Metode DBSCAN. Object Extraction on FM-CW Radar Image Using DBSCAN Method
Ekstraksi Objek pada Citra Radar FM-CW dengan Metode DBSCAN Object Extraction on FM-CW Radar Image Using DBSCAN Method Vicky Zilvan UPT LPSN Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Ranggamalela
SEGMENTASI CITRA MENGGUNAKAN K-MEANS DAN FUZZY C- MEANS DENGAN BERBAGAI RUANG WARNA
SEGMENTASI CITRA MENGGUNAKAN K-MEANS DAN FUZZY C- MEANS DENGAN BERBAGAI RUANG WARNA Kamil Malik Jurusan Teknik Informatika STT Nurul Jadid Paiton [email protected] Andi Hutami Endang Jurusan Teknik Informatika
PERANCANGAN KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRODUK BISKUIT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: PT. EP)
PERANCANGAN KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRODUK BISKUIT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: PT. EP) Rezki Susan Ardyati dan Dida D. Damayanti Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi
Implementasi Algoritma K-Means Dalam Keputusan Pemberian Beasiswa (Studi Kasus SMA Santo Bernadus Pekalongan) Artikel Ilmiah
Implementasi Algoritma K-Means Dalam Keputusan Pemberian Beasiswa (Studi Kasus SMA Santo Bernadus Pekalongan) Artikel Ilmiah Peneliti: Valentino Giarto (672011005) Magdalena A. Ineke Pakereng, M.Kom. Program
KLASTERISASI GRAF MENGGUNAKAN METODE MARKOV CLUSTER ALGORITHM (MCL)
KLASTERISASI GRAF MENGGUNAKAN METODE MARKOV CLUSTER ALGORITHM (MCL) Desti Riminarsih Ilmiyati Sari 2 Feni Andriani 3,2,3 Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No., Depok
Kajian Algoritma GDBScan, Clarans dan Cure untuk Spatial Clustering
J. Math. and Its Appl. ISSN: 1829-605X Vol. 2, No. 2, Nov 2005, 117 129 Kajian Algoritma GDBScan, Clarans dan Cure untuk Spatial Clustering Budi Setiyono, Imam Mukhlash Jurusan Matematika FMIPA ITS Kampus
PENERAPAN DATA MINING UNTUK RENCANA SUKSESI SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR DI PT POS INDONESIA
PENERAPAN DATA MINING UNTUK RENCANA SUKSESI SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR DI PT POS INDONESIA 1 Muhammad Hafiz Ardiansyah, 2 Wahyu Nurjaya WK 1 Program Studi Teknik Informatika,
PENINGKATAN KINERJA ALGORITMA K-MEANS DENGAN FUNGSI KERNEL POLYNOMIAL UNTUK KLASTERISASI OBJEK DATA
PENINGKATAN KINERJA ALGORITMA K-MEANS DENGAN FUNGSI KERNEL POLYNOMIAL UNTUK KLASTERISASI OBJEK DATA Heri Awalul Ilhamsah Jurusan Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura Kampus Universitas Trunojoyo
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kredit merupakan salah satu usaha sekunder yang dapat dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Pada umumnya, proses kredit dapat dilayani melalui lembaga keuangan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan tentang analisa data, rancangan sistem, dan skenario pengujian. Bagian analisa data meliputi data penelitian, analisis data, data preprocessing.
Bab 2 Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dalam penelitian ini berjudul Penentuan Wilayah Usaha Pertambangan Menggunakan Metode Fuzzy K-Mean Clustering
PENGELOMPOKAN SUNSPOT PADA CITRA DIGITAL MAHATARI MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING DBSCAN
PENGELOMPOKAN SUNSPOT PADA CITRA DIGITAL MAHATARI MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING DBSCAN Gregorius Satia Budhi 1, Rudy Adipranata 2, Matthew Sugiarto 3, Bachtiar Anwar 4, Bambang Setiahadi 5 1,2,3 Universitas
Implementasi Sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Data Penelitian
Implementasi Sistem Clustering FCM diimplementasikan pada program yang dikembangkan dengan perangkat lunak Matlab v.7.7. Tahap implementasi sistem mengikuti langkahlangkah melakukan clustering dengan FCM,
Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf
Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf Deasy Ramadiyan Sari 1, Wulan Widyasari 2, Eunice Sherta Ria 3 Laboratorium Ilmu Rekayasa dan Komputasi Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
Spatio-Temporal Clustering Hotspot di Sumatera Selatan Tahun Menggunakan Algoritme ST-DBSCAN dan Bahasa Pemrograman R
Tersedia secara online di: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jika Volume 3 Nomor 2 halaman 112-121 ISSN: 2089-6026 Spatio-Temporal Clustering Hotspot di Sumatera Selatan Tahun 2002-2003 Menggunakan Algoritme
