BAB III LANDASAN TEORI
|
|
|
- Teguh Rachman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan dapat didefinisikan sebagai suatu sistem informasi yang membantu mengidentifikasi kesempatan membuat keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan (Whitten et al., 2004). Sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian mereka. Sistem pendukung keputusan ditujukan untuk keputusan-keputusan yang memerlukan penilaian atau yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma. Pada dasarnya sistem pendukung keputusan dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relavan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan sampai mengevaluasi pemilihan alternatif (Magdalena, 2012). 3.2 Website World Wide Web atau WWW atau juga dikenal dengan web dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam, suara maupun video baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink) serta dapat diakses melalui sebuah browser. Web dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu: 13
2 a. Web Statis Merupakan web yang menampilkan informasiinformasi yang sifatnya statis atau tetap. Sehingga untuk dapat mengubah informasi yang ada dilakukan secara manual dengan mengedit code yang menjadi struktur dari situs tersebut. b. Web Dinamis Merupakan web yang secara struktur diperuntukkan untuk dapat dilakukan update sesering mungkin. Biasanya selain halaman utama yang bisa diakses oleh pengguna, pada umumnya juga disediakan halaman backend untuk mengedit konten dari website. c. Web Interaktif Salah satu contoh web interaktif adalah blog dan forum. Pada website ini pengguna bisa berinteraksi dan beradu argumen mengenai pemikiran mereka. Biasanya website seperti memiliki moderator yang mengatur supaya topik yang diperbincangkan tidak keluar dari alur pembicaraan. Dalam perkembangan teknologi web, banyak praktisi yang memberi label perkembangan web dengan Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0 (Ayuningtyas, 2009). Web 1.0 memiliki sifat yang sedikit interaktif dan dikembangkan untuk pengaksesan informasi sehingga pengguna hanya akan membaca informasi yang ditampilkan web. Web 2.0 perkembangannya lebih tekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Implementasi dapat dilihat pada aplikasi spreadsheet pada Google yang 14
3 merupakan aplikasi untuk mengolah angka yang dapat diakses secar online. Web 3.0 berhubungan dengan konsep web semantik yang memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari yang juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang relevan dengan informasi yang dicari. 3.3 Algoritma Generate and Test Generate and test merupakan teknik penyelesaian masalah dengan cara menyusun daftar penyelesaian yang mungkin dan menguji satu persatu untuk menentukan solusi yang tepat. Pada prinsipnya metode ini merupakan penggabungan antara depth-first search dengan pelacakan mundur (backtracking), yaitu bergerak ke belakang menuju pada suatu keadaan awal. Algoritma Generate and Test adalah sebagai berikut (Kusumadewi & Purnomo, 2005): 1. Bangkitkan suatu kemungkinan solusi (membangkitkan suatu titik tertentu atau lintasan tertentu dari keadaan awal). 2. Uji untuk melihat apakah node tersebut benarbenar merupakan solusinya dengan cara membandingkan node tersebut atau node akhir dari suatu lintasan yang dipilih dengan kumpulan tujuan yang diharapkan. 3. Jika solusi ditemukan, keluar. Jika tidak, ulangi kembali langkah yang pertama. 15
4 3.4 TransJogja TransJogja merupakan salah satu angkutan publik yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan menjadi salah satu aset milik dinas perhubungan yang bekerjasama dengan PT. Jogja Tugu Transportasi. Keunggulan bus TransJogja dibandingkan bus angkutan perkotaan lainnya, yaitu aman, nyaman, cepat, murah dan ber-ac (Suhardi et al., 2013). Bus TransJogja merupakan salah satu alternatif transportasi massa yang sudah beroperasi di dalam Kota Yogyakarta sejak tahun Sampai saat ini TransJogja melayani delapan rute khusus yang beberapa diantaranya tidak dilalui bus kota. Sistem pembayaran ongkos juga berbeda dengan bus kota, yaitu dapat menggunakan kartu berlangganan TransJogja atau membayar pada petugas halte, dan walaupun berganti bus pada satu perjalanan tidak dipungut biaya lagi (Riyadi, 2010). Keunggulan dari memiliki kartu berlangganan TransJogja adalah harga untuk sekali perjalanan lebih murah dibanding membayar langsung ke petugas halte, dan dengan memiliki kartu tersebut pengguna dapat berangkat dari halte portabel. Seperti layaknya TransJakarta, TransJogja juga memiliki halte yang tersebar di berbagai tempat di Kota Yogyakarta. Perbedaannya adalah TransJogja tidak memiliki koridor khusus seperti TransJakarta, melainkan masih bercampur dengan kendaraan lainnya. 16
5 Delapan rute trayek yang dilalui bus TransJogja adalah sebagai berikut: Trayek 1A: Halte Prambanan - Halte JL. Solo (KR.1) - Halte Bandara Adisucipto - Halte Portabel Hyundai Depan Sheraton - Halte JL. Solo (Jayakarta) - Halte Janti Flyover - Halte JL. Solo (Jogja Bisnis) - Halte JL. Solo (Gedung Wanita) - Halte Urip Sumoharjo (LPP) - Halte Sudirman 1 (Bethesda) - Halte Sudirman 2 (Bumi Putera) - Halte Mangkubumi 1 (Tugu) - Halte Mangkubumi 2 (PLN) - Halte Malioboro 1 (Garuda) - Halte Malioboro 2 (Kepatihan) - Halte Ahmad Yani (Benteng Vrendenburg) - Halte Senopati 2 (Taman Pintar) - Halte Puro Pakualaman - Halte Kusumanegara 1 (TMP) - Halte Kusumanegara 3 (SGM) - Halte Kusumanegara (Gedung Juang 45) - Halte Gedong Kuning (JEC) - Halte Portabel Block O - Halte JL. Solo (Janti) - Halte JL. Solo (Alfa) - Halte JL. Solo (Maguwo) - Halte JL. Solo (KR.2) - Halte JL. Solo (Kalasan) - Halte Prambanan Trayek 1B: Halte Bandara Adisucipto - Halte Portabel Hyundai Depan Sheraton - Halte JL. Solo (Jayakarta) - Halte JL. Solo (Janti) - Halte Babarsari - Halte Portabel SMAN 1 Depok - Halte Portabel Kledokan - Halte Janti Flyover - Halte RS AU dr. S. Hardjolukito - Halte Gedong Kuning (Wonocatur) - Halte Kusumanegara (Gembira Loka) - Halte Kusumanegara 4 (SGM) - Halte Portabel Gajah Makam - Halte Kusumanegara 2 (STPP) - Halte Museum Biologi - 17
6 Halte Senopati 1 (Taman Senopati) - Halte Portabel Bayangkara (Gereja) - Halte Portabel Perpusda DIY - Halte Tentara Pelajar 1 (SMP 14) - Halte Sudirman 3 (Gondolayu) - Halte RS DR. YAP - Halte JL. Colombo (Kosudgama) - Halte JL. Colombo (UNY) - Halte UNY - Halte Santren - Halte Terminal Condong Catur - Halte Susteran Novisiat - Halte Sanata Dharma - Halte Portabel Pasar Demangan (RRI) - Halte JL. Solo (De Brito) - Halte JL. Solo (Ambarukmo) - Halte JL. Solo (Alfa) - Halte JL. Solo (Maguwo) - Halte Bandara Adisucipto Trayek 2A: Halte Terminal Jombor - Halte Ringroad Utara (Monjali 1) - Halte Portabel Karang Jati - Halte Am Sangaji 2 (Jetis) - Halte Portabel Kranggan - Halte Mangkubumi 1 (Tugu) - Halte Mangkubumi 2 (PLN) - Halte Malioboro 1 (Garuda) - Halte Malioboro 2 (Kepatihan) - Halte Ahmad Yani (Benteng Vrendenburg) - Halte Senopati 2 (Taman Pintar) - Halte Katamso 1 (Purawisata) - Halte Sugiono 1 (SD Pujokusuman) - Halte Portabel APPI, In. Menteri Supeno - Halte RSI Hidayatullah - Halte Portabel Gambiran 2 - Halte Ngesigondo (Diklat PU) - Halte Portabel SMP 9,1 - Halte Gedong Kuning (Dep. Kehutanan) - Halte Portabel Rejowinangun1 - Halte Portabel Banguntapan - Halte Kusumanegara (Gembira Loka) - Halte Portabel Gajah Makam - Halte Portabel Cendana 1 - Halte Kenari 1 (Mandala Krida) - Halte Portabel Gayam, Ir.Dr. Soetomo - Halte SMP 5 Yogyakarta - Halte Sudirman 1 (Bethesda) - Halte RS 18
7 DR. YAP - Halte JL. Colombo (Kosudgama) - Halte JL. Colombo (UNY) - Halte UNY - Halte Santren - Halte Terminal Condong Catur - Halte Ringroad Utara (Manggung) - Halte Ringroad Utara (Monjali 2) - Halte Terminal Jombor Trayek 2B: Halte Terminal Jombor - Halte Ringroad Utara (Monjali 1) - Halte Ringroad Utara (Kentungan) - Halte Terminal Condong Catur - Halte Susteran Novisiat - Halte Sanata Dharma - Halte JL. Colombo (Samirono) - Halte JL. Colombo (Panti Rapih) - Halte Cik Di Tiro 1 (Museum Korem) - Halte SMP 5 Yogyakarta - Halte Portabel Wisma Nendra (Kanisius) - Halte Kenari 2 (Mandala Krida) - Halte Portabel Cendana 2 - Halte Kusumanegara 3 (SGM) - Halte Kusumanegara (Gedung Juang 45) - Halte Gedong Kuning (Banguntapan) - Halte Portabel Rejowinangun 2 - Halte Portabel Kehutanan - Halte Portabel SMP 9,2 - Halte Ngesigondo (Basen) - Halte Portabel Gambiran 1 - Halte Pasar Seni Kerajinan Yogyakarta - Halte Portabel Pasar Sepeda - Halte Sugiono 2 (Museum Perjuangan) - Halte Portabel Purawisata - Halte Katamso 2 (Immaculata) - Halte Senopati 1 (Taman Senopati) - Halte KHA Dahlan 1 (PAPPMI) - Halte Ngabean - Halte Cokroaminoto (SMA 1) - Halte SMPN 11 - Halte Portabel Perpusda DIY - Halte Tentara Pelajar 1 (SMP 14) - Halte Portabel Hotel Utara - Halte Portabel Bangirejo - Halte Portabel PDAM - Halte Am Sangaji 1 (Jetis) - Halte Karang 19
8 Jati - Halte Ringroad Utara (Monjali 2) - Halte Terminal Jombor Trayek 3A: Halte Terminal Giwangan - Halte Tegal Gendu 2 - Halte Gedong Kuning (Dep. Kehutanan) - Halte Gedong Kuning (JEC) - Halte JL. Solo (Janti) - Halte JL. Solo (Alfa) - Halte JL. Solo (Maguwo) - Halte Bandara Adisucipto - Halte Ringroad Utara (Disnaker) - Halte Ringroad Utara (Instiper 2) - Halte Ringroad Utara (UPN) - Halte Terminal Condong Catur - Halte Ringroad Utara (Manggung) - Halte FK- UGM - Halte JL. Kaliurang (Kopma UGM) - Halte Cik Di Tiro 1 (Museum Korem) - Halte SMP 5 Yogyakarta - Halte Kotabaru - Halte Sudirman 2 (Bumi Putera) - Halte Diponegoro - Halte Tentara Pelajar 2 (Samsat) - Halte Jlagran - Halte Malioboro 1 (Garuda) - Halte Malioboro 2 (Kepatihan) - Halte Ahmad Yani (Benteng Vrendenburg) - Halte KHA Dahlan 1 (PAPPMI) - Halte Ngabean - Halte MT. Haryono 1 (JOKTENG) - Halte Sugiono 1 (SD Pujokusuman) - Halte Lowanu - Halte Sorogenen (Wirosaban) - Halte Tegal Turi 2 - Halte Terminal Giwangan Trayek 3B: Halte Terminal Giwangan - Halte Tegal Turi 1 - Halte Sorogenen (Nitikan) - Halte PA Muhammadiyah - Halte Sugiono 2 (Museum Perjuangan) - Halte MT. Haryono 2 (SMA 7) - Halte Tejokusuman - Halte Ngabean - Halte KHA Dahlan 2 (Ngadiwinatan) - Halte Tentara Pelajar 1 (SMP 14) - Halte Sudirman 3 20
9 (Gondolayu) - Halte RS DR. YAP - Halte JL. Kaliurang (Pertanian UGM) - Halte RSUP dr. Sardjito - Halte Ringroad Utara (Kentungan) - Halte Terminal Condong Catur - Halte Ringroad Utara (JIH) - Halte Ringroad Utara (STIKES Guna Bangsa) - Halte Ringroad Utara (Instiper 1) - Halte Ringroad Utara (Binamarga) - Halte JL. Solo (Maguwo) - Halte Bandara Adisucipto - Halte JL. Solo (Jayakarta) - Halte Janti Flyover - Halte RS AU dr. S. Hardjolukito - Halte Gedong Kuning (Wonocatur) - Halte Gedong Kuning (Banguntapan) - Halte Tegal Gendu 1 - Halte Terminal Giwangan Trayek 4A: Halte Terminal Giwangan - Halte SMK Muhammadiyah 3 - Halte Portabel Pasar Sepeda - Halte Museum Biologi - Halte Hayam Wuruk - Halte SMP 5 Yogyakarta - Halte Puro Pakualaman - Halte Taman Siswa - Halte Portabel APPI, In. Menteri Supeno - Halte UAD - Halte Terminal Giwangan Trayek 4B: Halte Terminal Giwangan - Halte SMK Muhammadiyah 3 - Halte Kusumanegara 3 (SGM) - Halte SGM - Halte APMD 1 - Halte UIN Sunan Kalijaga 1 - Halte JL. Solo (Gedung Wanita) - Halte Urip Sumoharjo (LPP) - Halte Sudirman 1 (Bethesda) - Halte SMP 5 Yogyakarta - Halte AA YKPN - Halte JL. Solo (De Brito) - Halte UIN Sunan Kalijaga 2 - Halte APMD 2 - Halte SMKN 5 - Halte Kusumanegara 4 (SGM) - Halte 21
10 Pasar Seni Kerajinan Yogyakarta - Halte UAD - Halte Terminal Giwangan 3.5 PHP (Personal Home Page Hypertext Preprocessor) PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page Hypertext Preprocessor yang digunakan sebagai bahasa script server-side dalam pengembangan web yang disisipkan pada dokumen HTML. Penggunaan PHP memungkinkan web dapat dibuat dinamis sehingga maintenance situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. PHP memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahasa script sejenis. PHP difokuskan pada pembuatan script server-side, yang bisa melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh CGI, seperti mengumpulkan data dari form, menghasilkan isi halaman web dinamis, dan kemampuan mengirim serta menerima cookies, bahkan lebih dari kemampuan CGI (Peranginangin, 2006). PHP tidak terbatas pada hasil keluaran HTML. PHP juga memiliki kemampuan untuk mengolahkeluaran gambar, file pdf dan movies flash. PHP juga dapat menghasilkan teks seperti XHTML dan file XML lainnya. 3.6 Code Igniter CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source yang digunakan untuk membangun aplikasi php dinamis. CI atau CodeIgniter diperkenalkan kepada publik pada tanggal 28 Feburari Tujuan utama pengembangan codeigniter adalah untuk membantu developer mengerjakan aplikasi yang lebih cepat dibandingkan 22
11 menulis semua code dari awal (Danny, 2016). Codeigniter menyediakan berbagai macam library yang dapat mempermudah dalam pengembangan. Codeigniter dibangun menggunakan konsep MVC (Model-View- Controller) design pattern. CodeIgniter sangat ringan, terstruktur, mudah dipelajari, dokumentasi lengkap dan dukungan yang banyak dari forum CodeIngiter. CodeIgniter/CI memiliki fitur-fitur yang sangat bermanfaat diantaranya (Id, 2011): Menggunakan Pattern MVC Dengan menggunakan pattern MVC ini, struktur kode yang dihasilkan menjadi lebih terstruktur dan memiliki standar yang jelas. URL Friendly URL yang dihasilkan sangat url friendly. Pada CI diminimalisasi penggunaan $_GET dan digantikan dengan URL. Kemudahan Kemudahan dalam mempelajari, membuat library dan helper, memodifikasi serta meng-integrasikan library dan helper. 3.7 Google Maps Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan 23
12 berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum. Google Maps menawarkan API yang memungkinkan peta untuk dimasukkan pada situs web pihak ketiga, dan menawarkan penunjuk lokasi untuk bisnis perkotaan dan organisasi lainnya di berbagai negara di seluruh dunia. Google Maps API menyediakan beberapa fitur untuk memanipulasi peta, dan menambah konten melalui berbagai jenis services yang dimiliki, serta mengijinkan kepada pengguna untuk membangun aplikasi enterprise di dalam websitenya (Mahdia & Noviyanto, 2013). Pengguna dapat memanfaatkan layanan-layanan yang ditawarkan oleh Google Maps setelah melakukan registrasi dan mendapatkan Google Maps API Key. Tampilan satelit Google Maps adalah "top-down". Sebagian besar citra resolusi tinggi dari kota adalah foto udara yang diambil dari pesawat pada ketinggian 800 sampai kaki ( meter), sementara sebagian besar citra lainnya adalah dari satelit. Sebagian besar citra satelit yang tersedia adalah tidak lebih dari tiga berusia tahun dan diperbarui secara teratur. Google Maps menggunakan varian dekat dari proyeksi Mercator, dan karena itu Google Maps tidak dapat secara akurat menunjukkan daerah di sekitar kutub (Bram, 2016). 24
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Gambaran Umum Trans Jogja Transportasi umum atau transportasi publik adalah seluruh alat transportasi saat penumpang tidak bepergian menggunakan kendaraannya sendiri. Transportasi
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan yang didapat dari analisis dan pembahasan, adalah:
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari analisis dan pembahasan, adalah: a. kinerja operasional bus Trans Jogja dari sisi tingkat pemenuhan kapasitas bus atau load factor
IMPLEMENTASI ALGORITMA DIJKSTRA PENCARIAN RUTE TERPENDEK TRANS JOGJA. Skripsi. untuk memenuhi sebagian persyaratan. mencapai derajat Sarjana S-1
IMPLEMENTASI ALGORITMA DIJKSTRA PENCARIAN RUTE TERPENDEK TRANS JOGJA Skripsi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Disusun oleh: Asri Yuliana 07650075 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dari analisis yang dilakukan oleh penulis, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja bus Transjogja adalah sebagai berikut: 1. Rute perjalanan
ANIMASI 3D RUTE JALUR BUS TRANS JOGJA TRAYEK 1A DAN 3A BERBASIS ANDROID
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Kedirgantaraan (SENATIK) Vol. III, 21 Desember 2017, P-ISSN: 2337-3881, E-ISSN: 2528-1666 DOI: http://dx.doi.org/10.28989/senatik.v3i0.101 ANIMASI 3D RUTE JALUR
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil Analisis Review Pengembangan Rute Trans Jogja ini, maka
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Dari hasil Analisis Review Pengembangan Rute Trans Jogja ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Load factor bus Trans Jogja hanya mengalami fluktuasi
GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 76 TAHUN TENTANG JARINGAN TRAYEK PERKOTAAN REGULER
SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 76 TAHUN 2016. TENTANG JARINGAN TRAYEK PERKOTAAN REGULER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH
Lokasi ATM di Yogyakarta
Lokasi ATM di Yogyakarta ATM Bank Lippo Ahmad Dahlan, Ngabean Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 106 Yogyakarta INDONESIA 55261 ATM Bank Lippo Godean Jl. Kyai Mojo No. 100, Yogyakarta INDONESIA 55243 ATM Bank Lippo
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 UPTD Trans Jogja Dishubkominfo DIY UPTD Trans Jogja Dishubkominfo DIY merupakan unit pelaksana yang memonitori operasional Trans Jogja
BAB I PENDAHULUAN. banyak terjadi di kota-kota besar seperti di Yogyakarta. Untuk mengurangi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penduduk yang semakin meningkat menyebabkan masalah kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar seperti di Yogyakarta. Untuk mengurangi kemacetan tersebut, diperlukan
BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Sejarah berdirinya Trans Jogja 1. Tahun 2004 Lahirnya Bus Trans Jogja dimulai pada tahun 2004, dengan munculnya Studi Kelayakan Angkutan Eksekutif pada tahun Anggaran
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Fotografi Amir Hamzah Sulaeman mengatakan bahwa fotografi berasal dari kata foto dan grafi yang masing-masing kata tersebut mempunyai arti sebagai berikut: foto artinya cahaya
3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI
TEORI 3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang akan digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membangun aplikasi. 3.1 Lelang Menurut Kamus Besar Bahasa
EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA TRAYEK 3A. : Hera Widiyastuti Ir. MT
1 EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA TRAYEK 3A Nama Mahasiswa : Aldila Riana Prabawati NRP : 3109 106 031 Jurusan Pembimbing : Teknik Sipil : Hera Widiyastuti Ir. MT Abstrak Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Mengenal Codeigniter (CI) Framework
Mengenal Codeigniter (CI) Framework Ramdhan Indra Bangun [email protected] Abstrak CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source digunakan untuk membangun aplikasi php
Bank, ATM & Money Changer
Bank, ATM & Money Changer Bank Indonesia KC Yogyakarta Jl. P. Senopati Yogyakarta Telpon 377755 BNI KC Yogyakarta Jl. Trikora no. 1 Yogyakarta Telpon 562254 BNI Cabang Yogyakarta Bulaksumur blok H no.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan globalisasi yang semakin pesat sangat berpengaruh terhadap perkembangan arus transportasi pada beberapa daerah yang ada di Indonesia. Salah satu daerah
ANALISIS PENGELOMPOKAN JUMLAH PENUMPANG BUS TRANS JOGJA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING K-MEANS DAN AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING (AHC)
ANALISIS PENGELOMPOKAN JUMLAH PENUMPANG BUS TRANS JOGJA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING K-MEANS DAN AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING (AHC) Lisna Zahrotun Program Studi Teknik Informatika Universitas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 E-Commerce E-Commerce atau electronic commerce atau perdagangan elektronik merupakan suatu transaksi produk atau jasa yang dilakukan secara online dalam suatu jaringan komputer.
WALIKOTA YOGYAKARTA. PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 18 TAHUN 2006 TENTANG PEMBATASAN USAHA TOKO JEJARING Dl KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA
PERATURAN NOMOR 18 TAHUN 2006 TENTANG PEMBATASAN USAHA TOKO JEJARING Dl KOTA YOGYAKARTA Menimbang : a. bahwa untuk memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil, serta mencegah terjadinya penguasaan pasar dan pemusatan
BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1Perangkat Lunak Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi memberikan fungsi dan petunjuk kerja seperti yang diinginkan. Struktur data yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini perkembangan dunia teknologi informasi semakin meluas, baik dari segi ruang lingkup maupun tingkat perkembangan teknologi itu sendiri. Begitu pula dengan
APA ITU WEBSITE :: mengenal Definisi dan Pengertian Situs Web Diposting oleh Cara Membuat Blog Gratis Di: Daftar Istilah, Web Hosting
APA ITU WEBSITE :: mengenal Definisi dan Pengertian Situs Web Diposting oleh Cara Membuat Blog Gratis Di: Daftar Istilah, Web Hosting September092011 Apa kabar sahabat semua? Lama tidak menulis, hari ini
BAB 2 LANDASAN TEORI. Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu Systema yang mengandung arti kesatuan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas tentang Sistem Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu Systema yang mengandung arti kesatuan atau keseluruhan dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA
KO T A P R A D J A JO J G A TA R A K LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor: 74 Tahun 2006 Seri: D PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 71 TAHUN 2006 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN
PENENTUAN JUMLAH KENDARAAN TRANSJOGJA DENGAN METODE SIMULASI
PENENTUAN JUMLAH KENDARAAN TRANSJOGJA DENGAN METODE SIMULASI Masrul Indrayana Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widya Mataram, Yogyakarta Email: [email protected] Abstract
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini masyarakat yang tinggal di ibu Kota seperti DKI Jakarta membutuhkan akses Transportasi yang cepat untuk bisa mencapai tujuan. Masyarakat DKI Jakarta juga
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini telah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini telah membawa perubahan pesat dalam aspek kehidupan manusia, perkembangan tersebut telah mengubah
BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan,
PERANCANGAN LibraryUMS-CMS MENGGUNAKAN CODEIGNITER
PERANCANGAN LibraryUMS-CMS MENGGUNAKAN CODEIGNITER TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dijelaskan tentang beberapa konsep tentang supra desa, Sistem Informasi, web, PHP, framework, Model-View-Controller (MVC), CodeIgniter, MySQL. 3.1 Supra Desa Menurut
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini internet sudah berkembang menjadi salah satu media yang paling populer di dunia. Karena fasilitas dan kemudahan yang dimilikinya maka internet untuk saat
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Yogyakarta adalah Ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Yogyakarta 2005-2025,
BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat.
BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat. 3.1. Definisi Parkir Menurut Andi Prasetya Utomo (2013), parkir merupakan keadaan
PENGEMBANGAN KARTU TANDA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA MENJADI SISTEM TIKET ELEKTRONIK MODA ANGKUTAN UMUM TRANS JOGJA
PENGEMBANGAN KARTU TANDA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA MENJADI SISTEM TIKET ELEKTRONIK MODA ANGKUTAN UMUM TRANS JOGJA Ahmad Munawar Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada Jln.
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Pariwisata(Tour) Berikut ini adalah definisi atau pengertian Pariwisata menurut beberapa ahli: 1. Menurut Hanson Ward (2000) menjelaskan definisi pariwisata sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. dilakukan dengan menggunakan teknologi yang berbeda beda. Selain itu terdapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Pengelolaan data seminar dan workshop sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menggunakan teknologi yang berbeda beda. Selain itu terdapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Transportasi adalah kendaraan pengangkut barang atau manusia di atas jarak yang diberikan (oleh kendaraan), misalnya transportasi manusia oleh kereta api, bis atau pesawat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Sebelum dilakukannya penelitian ini, penelitian sejenis mengenai layanan berbasis lokasi juga pernah dilakukan oleh Siprianus Tago dari STMIK
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai dasar teori yang digunakan pleh penulis sebagai acuan dalam membangun sistem. 3.1 Sistem Informasi Sistem informasi merupakan sekumpulan elemen
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA
KO T A P R A D J A JO J G A K TA R A LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor: 145 Tahun 2005 Seri: D PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 141 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KEDUA
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai sistem pelacakan pernah dilakukan sebelumnya oleh Taufiq Hasan yang berjudul Pembangunan Sistem Pencarian Lokasi Kuliner Di Yogyakarta Dengan
BAB II LANDASAN TEORI. Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Internet Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan interkoneksi antara komputer-komputer (node) di seluruh dunia yang membentuk sebuah jaringan komputer
BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer dapat diartikan sebagai mesin yang melakukan tugas-tugas tertentu yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer dapat diartikan sebagai mesin yang melakukan tugas-tugas tertentu yang dikontrol oleh sebuah intstruksi-instruksi perintah digital. Komputer berasal
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS POTENSI SUMBER DAYA ALAM KELISTRIKAN DI SUMATERA SELATAN
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS POTENSI SUMBER DAYA ALAM KELISTRIKAN DI SUMATERA SELATAN Suzi Oktavia Kunang 1, Ilman Zuhriyadi 2 Universitas Bina Darma Jalan Jenderal Ahmad Yani 3 Palembang, Sumatera Selatan,Indonesia
Informasi Nomor Telepon Penting di Yogyakarta
Informasi Nomor Telepon Penting di TAKSI / TAXI TELP. (0274) Armada 512787 ASA 545545 JAS 373737 Rajawali 561495, 612976 Indra Kelana 523131, 563910, 515819 Vetri 563551, 563555 Pandawa 447231, 7483000
Bab 2 Tinjauan Pustaka
5 Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penerapan dari arsitektur MVC (Model View Controller) telah banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi yang mendukung suatu sistem, salah satu diantaranya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. informasi geografi seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 2.1 Tabel Tinjauan Pustaka
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya tentang sistem informasi geografi seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 2.1 Tabel Tinjauan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Karya tulis ini mengacu beberapa karya tulis yang telah dibuat sebelumnya yang teknologi dan sistem kerjanya berhubungan dengan karya tulis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA World Wide Web(WWW) atau yang biasa dikenal sebagai web merupakan sebuah kanal pertukaran informasi yang kuat. Bahkan terdapat banyak bisnis yang membuat website suntuk menawarkan
PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan aplikasi web yang semakin pesat seiring dengan kemajuan teknologi internet juga sangat meningkatkan kemudahan serta kecepatan pengiriman data,
FRAMEWORK. Dengan framework seorang web programmer dapat membangun aplikasi
FRAMEWORK Pengertian Framework Dengan framework seorang web programmer dapat membangun aplikasi website dengan lebih mudah dan cepat, karena banyak fungsi siap pakai dalam framework yang semakin mempermudah
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KOTA BANDUNG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KOTA BANDUNG (STUDI KASUS PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANDUNG) Oleh : Ilham Mugni 10108846 Penguji 1 : Riani Lubis, S.T., M.T. Penguji 2 : S. Indriani
BAB III LANDASAN TEORI. berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi
3.1 Layanan Aplikasi Internet BAB III LANDASAN TEORI Terdapat banyak sekali layanan aplikasi di internet dan masih terus akan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. diinginkan. Dengan banyaknya penjual ikan secara konvensional untung yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Melihat banyaknya bidang usaha ikan secara konvensional saat ini maka tidak mudah bagi penjual yang menjual ikannya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dengan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen - komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mecapai suatu tujuan, sedangkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Berbasis Web Yang dimaksud dengan aplikasi web atau aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser. Aplikasi seperti ini pertama kali dibangun hanya
SISTEM MONITORING PERALATAN BENGKEL MENGGUNAKAN METODE WATERFALL DENGAN MVC CODEIGNITER. Andriyani Siyoperman Gea ABSTRAK
SISTEM MONITORING PERALATAN BENGKEL MENGGUNAKAN METODE WATERFALL DENGAN MVC CODEIGNITER Andriyani Siyoperman Gea ABSTRAK Monitoring peralatan bengkel pada CV. Mandala Motor perusahaan yang bergerak di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian yang sama pernah dilakukan sebelumnya oleh Bambang Pramono (2016) di STMIK AKAKOM dalam skripsinya yang berjudul Sistem Informasi
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem presensi menggunakan QRCode dan ijin berbasis web dan mobile merupakan sistem informasi yang digunakan untuk menyelesaika masalah presensi dan ijin
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional yang bergerak untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Kondisi ini mengakibatkan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Sistem Ada berbagai macam definisi mengenai system. Menurut Ayu dan Perdana, sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dengan
BAB III KINERJA PT. JOGJA TUGU TRANS DALAM PELAYANAN TRANSPORTASI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2015
66 BAB III KINERJA PT. JOGJA TUGU TRANS DALAM PELAYANAN TRANSPORTASI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2015 A. Analisa Kinerja berdasarkan Indikator Kinerja a. Indikator Aksesibilitas a) Keterjangkauan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang permasalahan yang menyebabkan perlunya dibangun aplikasi pencarian halte bus trans jogja terdekat. Selanjutnya terdapat rumusan
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN TEMPAT HIBURAN MALAM DI KUTA BERBASIS WEB
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN TEMPAT HIBURAN MALAM DI KUTA BERBASIS WEB Ni Putu Eka Wirayanti Lestari 1, Putu Wira Buana 2, Made Sukarsa 3 1Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana 23 Teknologi
Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML
TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI Perancangan Website Ujian Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML OLEH: AULIA RAHMAN 21060113120007 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014 Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu sektor pelayanan publik yang perlu mendapatkan perhatian adalah sektor transportasi publik. Pengembangan transportasi sangat penting artinya dalam menunjang
BAB III LANDASAN TEORI
17 BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas dasar-dasar teori yang berkaitan dengan pembangunan sistem. 3.1 Internet Internet (information superhighway) merupakan singkatan dari inter-networking.
BAB III LANDASAN TEORI. Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR
BAB III ANALISIS Bab ini berisi analisis mengenai aplikasi web target code generator, analisis penggunaan framework CodeIgniter dan analisis perangkat lunak code generator. 3.1 APLIKASI YANG DITANGANI
WALIKOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 97 TAHUN 2011 TENTANG BESARAN TARIF SEWA PEMANFAATAN ASET UNTUK PENYELENGGARAAN REKLAME PERMANEN DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
Mengenal Web Dinamis dan Statis Serta Perbedaanya
Mengenal Web Dinamis dan Statis Serta Perbedaanya Refan Adiyanto [email protected] Abstrak Setelah sebelumnya saya memposting artikel tentang Mengenal LinkedIn dan Manfaatnya untuk Para Pencari Kerja
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Mentoring Mentoring merupakan kegiatan ekstrakurikuler terstruktur yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru mulai angkatan tahun akademik 2004/2005, atau seluruh mahasiswa yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II TINJUN PUSTK 2.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information Sistem (GIS) merupakan sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa,
PENDATAAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK PADA DIVISI P2TL PT DATA ENERGY INFOMEDIA BERBASIS WEB
PENDATAAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK PADA DIVISI P2TL PT DATA ENERGY INFOMEDIA BERBASIS WEB Angga Madona Iqbal Tawakal Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak PT Data Energy Infomedia
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan Aplikasi Web yang semakin berkembang pesat sejak munculnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan Aplikasi Web yang semakin berkembang pesat sejak munculnya teknologi internet sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman, penyampaian,
BAB III LANDASAN TEORI. bab ini akan membahas landasan teori yang meliputi hal-hal terkait dengan
BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori digunakan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis, bab ini akan membahas landasan teori yang meliputi hal-hal terkait dengan permasalahan yang ada dan landasan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transjogja adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-ac di seputar Kota Yogyakarta. Transjogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. mendefenisikan penelitian yang sebelumnya hampir sama dilakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tabel tinjauan pustaka merupakan tabel yang dibuat untuk mendefenisikan penelitian yang sebelumnya hampir sama dilakukan dengan penelitian
