BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Budi Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh investor untuk berinvestasi, salah satunya adalah dengan berinvestasi di pasar modal, pasar modal adalah tempat yang memperjualbelikan berbagai jenis instrumen keuangan jangka panjang, salah satu instrumen keuangan yang paling disukai oleh investor adalah saham. Membeli saham merupakan salah satu pilihan yang bisa digunakan untuk investasi, banyak orang ingin berinvestasi dalam bentuk saham karena saham menawarkan banyak keuntungan, tetapi hal lain yang harus diketahui selain menawarkan banyak keuntungan saham juga berisiko. Saham menjadi salah satu jenis investasi yang paling diminati, dapat dilihat dari perkembangan saham yang dari tahun ke tahun semakin meningkat karena tingginya permintaan akan investasi saham. Untuk mengetahui bagaimana pergerakan saham secara global apakah mengalami peningkatan atau penurunan maka dapat dilihat dari kondisi saham di Asia dan Pasifik. Kondisi indeks harga saham di Asia dan Pasifik dari tahun 2005 hingga tahun 2014 secara umum terus mengalami peningkatan walaupun di beberapa kondisi terjadi penurunan yang disebabkan oleh krisis global, tetapi secara keseluruhan hingga akhir tahun 2014 telah terjadi peningkatan sebesar 150% jika dibandingkan dari kondisi indeks harga saham di awal yaitu pada tahun Sedangkan untuk kondisi indeks harga saham di Indonesia, secara umum kondisinya lebih fluktuatif dan tidak stabil. Dari tahun 2005 hingga tahun 2007 terjadi peningkatan di indeks harga saham Indonesia, namun pada tahun 2008 dan tahun 2011 pada saat terjadinya krisis global terjadi penurunan pada indeks harga saham, indeks harga saham di Indonesia tidak stabil karena kondisi pasar saham di Indonesia ruang lingkupnya lebih kecil jika dibandingkan dengan saham Asia Pasifik, jadi setiap ada pergerakan indeks harga saham rentan akan perubahan, misalnya saja pada saat terjadinya krisis global di luar negeri, hal ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan indeks harga saham di Indonesia. 1
2 2 Berikut ini adalah contoh gambaran perdagangan saham di Asia dan Pasifik dari tahun 2005 sampai tahun Gambar 1.1 Grafik Saham Asia dan Pasifik Sumber: telegraph.co.uk (2015) Dapat dilihat dari Gambar 1.1 diatas bahwa perdagangan saham di Asia dan Pasifik secara keseluruhan mengalami peningkatan dari tahun 2005 sampai tahun 2014, walaupun pada tahun 2008 terjadi penurunan yang sangat drastis hal ini disebabkan oleh krisis di Amerika yang tidak hanya mempengaruhi perdagangan saham di Asia dan Pasifik tetapi juga di dunia. Gambar diatas juga memperlihatkan bahwa secara keseluruhan tren saham dalam kondisi yang baik karena mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, diluar penurunan karena alasan tertentu. Saham terbagi menjadi beberapa sektor berdasarkan jenis usaha dan yang akan digunakan dalam analisis ini adalah saham di sektor telekomunikasi yang ada di Indonesia, saham telekomunikasi khususnya di Indonesia menjadi salah satu saham yang paling dimininati karena saham perusahaan telekomunikasi menawarkan keuntungan yang besar bagi investor, hal ini dapat terjadi karena pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga keuntungan perusahaan juga semakin meningkat. Peningkatan pengguna ini terjadi karena pada saat ini hampir semua orang menggunakan berbagai media telekomunikasi, sehingga
3 keberadaan jasa penyedia jaringan telekomunikasi sangat diperlukan untuk menyeimbangi peningkatan penggunaan berbagai sarana komunikasi tersebut. 3 dunia: Berikut ini adalah grafik yang menunjukkan perkembangan telekomunikasi di Gambar 1.2 Grafik Perkembangan Telekomunikasi di Dunia Sumber: Itu.int (2015) Dari Gambar 1.2 dapat dilihat bahwa jumlah pengguna telekomunikasi dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga banyak orang berkeinginan untuk mendirikan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi karena tertarik dengan keuntungan yang akan diperoleh mengingat besarnya jumlah pengguna jasa telekomunikasi. Namun untuk menjadi salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi terkemuka bukanlah hal yang mudah, karena dalam menjalankan bisnis ini diperlukan modal yang sangat besar karena perusahaan harus melakukan investasi infrastruktur. Untuk dapat mengembangkan bisnis telekomunikasi tersebut biasanya perusahaan melakukan go public untuk mendapatkan tambahan modal. Perusahaan go public atau dikenal dengan perusahaan terbuka adalah perusahaan yang memiliki saham terdaftar dan dijual di pasar saham. Penjualan saham ini dimaksudkan agar mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan perusahaan. Saham telekomunikasi yang sudah go public yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah saham tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Tbk, dan PT. XL Axiata Tbk.
4 4 Gambar 1.3 Pengguna Jasa Telekomunikasi di Indonesia Sumber: techinasia.com (2014) Ketika melakukan investasi saham ada hal yang menjadi pertimbangan bagi investor, yaitu resiko saham. Investor pada umumnya selalu mencari investasi saham yang mampu memberikan return dalam jumlah yang besar dengan resiko yang seminimal mungkin. Namun, dengan membeli saham yang masuk di kategori likuid bukan berarti memberikan jaminan keuntungan yang besar dan terbebas dari resiko saham. Untuk itu ada baiknya jika calon investor juga mengetahui bagaimana cara mengetahui fluktuasi saham dengan melihat seberapa volatil nya suatu saham karena volatilitas dapat membantu memprediksi resiko saham. Resiko saham terjadi karena pergerakan saham sangat tidak konstan, harga saham dapat berubah sewaktu waktu. Besar nya pergerakan antara fluktuasi harga saham yang tertinggi dan terendah dinamakan volatilitas. Saham mempunyai volatilitas yang tinggi karena nilai rata-rata dan varian yang tidak konstan, sehingga diperlukan sebuah model yang dapat digunakan untuk mengestimasi perilaku data dengan volatilitas yang tinggi, yaitu Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity model (). Untuk mengetahui seberapa volatil saham di perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Tbk, dan PT. Xl Axiata Tbk maka penulis melakukan penelitian analisis volatilitas saham PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Tbk, dan PT. Xl Axiata Tbk dengan menggunakan model Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity model ().
5 5 1.2 Identifikasi Masalah 1. Seberapa volatil saham di perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan menggunakan model analisis Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity model () 2. Seberapa volatil saham di perusahaan PT. Indosat Tbk dengan menggunakan model analisis Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity model () 3. Seberapa volatil saham di perusahaan PT. XL Axiata Tbk dengan menggunakan model analisis Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity model () 4. Seberapa volatil saham telekomunikasi di Indonesia dengan menggunakan model analisis Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity model () 1.3 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis time series harga saham dari 3 perusahaan telekomunikasi yang menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia, yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Tbk, dan PT. XL Axiata Tbk. Data yang digunakan adalah harga penutupan harian saham dari tahun 2005 sampai dengan tahun Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui seberapa volatil harga saham PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk 2. Untuk mengetahui seberapa volatil harga saham PT. Indosat Tbk 3. Untuk mengetahui seberapa volatil harga saham PT. XL Axiata Tbk 4. Untuk mengetahui seberapa volatil harga saham telekomunikasi di Indonesia 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk memberikan informasi kepada calon investor 2. Untuk memberikan rekomendasi kepada para investor dalam menentukan pilihan ketika ingin membeli saham
6 6 3. Memberikan referensi untuk penelitian lebih lanjut 1.6 State Of The Art Pada state of the art ini penulis mengambil beberapa contoh penelitian terdahulu sebagai panduan ataupun contoh untuk penelitian yang dilakukan, contoh yang diambil berupa jurnal internasional dan nasional mengenai volatilitas dan. Tabel 1.1 State Of The Art No Judul Metode Hasil Adaptasi 1. Modeling Stock Penelitian ini menguji Market Volatility Using Approach on the Ghana Stock Exchange, Akoto Yaw Omari-Sasu, Nana Kena Frempong, Maxwell Akwasi Boateng, dan Richard Boadi. Kuantitaif, analisis model model volatilitas saham keuangan tiga ekuitas yang terdaftar di Bursa Efek Ghana (GSE) dengan menggunakan uji stasioner, dan dan hasil nya adalah terdapat volatilitas di tiga ekuitas perusahaan dari model dalam adalah model yang digunakan untuk menentukan volatilitas dan landasan teori. International estimasi volatilitas. Journal of Business and Management. 2. Modeling Kuantitaif, Jurnal ini meneliti model Volatility in the analisis volatilitas nilai tukar Gambian model pada data nilai tukar di adalah model Exchange Rates: Gambian dengan cara yang An ARMA- menggabungkan digunakan
7 7 Tabel 1.1 State Of The Art (lanjutan) No Judul Metode Hasil Adaptasi model ARMA dan untuk Approach, dengan menentukan Sambujang menggunakan data nilai volatilitas Marreh, tukar euro dan dolar di dan landasan Olusanya E Gambian dari tahun teori. Olubusoye, dan dan hasil John M kihoro. dari penelitian ini International membuktikan bahwa Journal of Economic and Finance. distribusi pengembalian nilai tukar dan volatilitas yang sangat konstan di Gambian. 3. Inflation and Kuantitaif, Jurnal ini membahas Inflation Volatility analisis masalah volatilitas in Australia, model inflasi di Australia adalah Akhand Akhtar dengan menggunakan landasan teori Hossain. data inflasi CPI dari dan hasil Economic Paper. tahun untuk penelitiannya menyelidiki proporsi. dari hubungan timbal balik antara inflasi dan inflasi volatilitas, dengan menggunakan model dan hasil yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara inflasi dan inflasi volatilitas.
8 8 Tabel 1.1 State Of The Art (lanjutan) No Judul Metode Hasil Adaptasi 4. Analisis Kuantitaif, Penelitian ini Volatilitas Saham analisis menganalisis return dan Perusahaan Go model volatilitas saham. adalah model Public dengan ARCH Tujuannya adalah yang Metode ARCH- mencegah terjadinya digunakan, risiko dan membantu untuk Khoiru Liummah dalam pengambilan menentukan Ayu Nastiti, dan keputusan. Penelitian volatilitas Agus Suharsono. ini menggunakan dan landasan Jurnal Sains dan metode ARCH dan teori Seni ITS. menggunakan data perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk adalah model yang digunakan untuk menentukan volatilitas dan landasan teori (BBCA), PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dari tanggal 1 Februari Januari 2012, Hasil yang diperoleh adalah return saham ANTM, BBCA dan SMGR memiliki sifat heteroskedasticity sedangkan saham ASII
9 Tabel 1.1 State Of The Art (lanjutan) No Judul Metode Hasil Adaptasi 5. Penerapan Model (Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticit y) Untuk Menguji Pasar Modal Efisien di Indonesia (Studi pada Harga Penutupan (Closing Price) Indeks Saham LQ 45 Periode ), Wenty Kuantitaif, analisis model dan UNTR telah homoskedasticity. Model volatilitas yang diperoleh yaitu saham ANTM memiliki model (1.1) dan saham SMGR memiliki model ARCH (1). Berdasarkan plot conditional variance (volatilitas) diketahui bahwa saham SMGR memiliki potensi resiko leboh tinggi daripada saham ANTM. Penelitian ini menguji saham Indeks Saham LQ 45 melalui penerapan model. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada data harga penutupan harian saham indeks LQ 45 terdapat unsur heteroskedastisitas. Penerapan model (1,1) menunjukkan bahwa pada data harga penutupan harian saham 9 adalah model yang digunakan untuk menentukan volatilitas dan landasan teori.
10 10 Tabel Tabel 1.1 State Of The Art (lanjutan) No Judul Metode Hasil Adaptasi Yolanda Eliyawati R, Rustam Hidayat, dan Devi Farah Azizah. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). pada indeks LQ 45 periode , harga pada periode 3 hari dan 4 hari sebelumnya adalah yang paling berpengaruh. Efisiensi pasar modal di Indonesia termasuk lemah ditunjukkan oleh return harga saham yang mengalami volatilitas. Dengan mengetahui pergerakan harga sekuritas di masa lalu tidak dapat diterjemahkan ke dalam prediksi yang akurat tentang harga saham di masa yang akan datang
Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH
Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH Khoiru Liummah Ayu Nastiti, Agus Suharsono Jurusan Statistika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief
Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol., No., (Sept. 2) ISSN: 2-928X D-29 Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH Khoiru Liummah Ayu Nastiti, Agus Suharsono Jurusan Statistika,
I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar modal yaitu Bursa Efek Jakarta ( Jakarta Stock Exchange ) dan Bursa Efek Surabaya (Surabaya
BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu wadah yang memfasilitasi kegiatan investasi tersebut adalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi pada hakikatnya merupakan penanaman modal yang dilakukan saat ini dengan harapan keuntungan dimasa yang akan datang. Kegiatan investasi menjadi semakin berkembang
BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia sejak tahun 1987 tidak bergantung lagi pada pendanaan dari sumber
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era ekonomi modern seperti saat ini perusahaan sangat memerlukan tambahan modal agar kinerja perusahaan terus maju dan berkembang. Perusahaan di Indonesia sejak
BAB I PENDAHULUAN. untuk menjual, menahan, atau membeli saham dengan menggunakan indeks
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pasar modal merupakan pasar abstrak, dimana yang diperjualbelikan adalah dana jangka panjang, yaitu dana yang keterikatannya dalam investasi lebih dari satu
Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH
Seminar Hasil Tugas Akhir 2012 Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH Oleh Khoiru Liummah Ayu Nastiti 1308 100 102 Dosen Pembimbing Drs. Agus Suharsono, MS 19580823 198403
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal Dalam portofolio yang dibentuk, kita membentuk kombinasi yang optimal dari beberapa asset (sekuritas) sehingga
Analisis Harga Saham Properti di Indonesia menggunakan metode GARCH
Analisis Harga Saham Properti di Indonesia menggunakan metode GARCH Dhafinta Widyasaraswati1,a), Acep Purqon1,b) 1 Laboratorium Fisika Bumi, Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas
BAB 3 METODE PENELITIA N
BAB 3 METODE PENELITIA N 3.1 Desain Penelitian Berikut ini merupakan desain penelitian yang digunakan penulis: Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jenis Penelitian Metode Penelitian Unit Analisis Time
BAB I PENDAHULUAN. Telah banyak dilakukan penelitian tentang return saham dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Telah banyak dilakukan penelitian tentang return saham dan volatilitasnya di berbagai negara antara lain yang dilakukan oleh Seyfried dan Ewing (2004), Anton
I. PENDAHULUAN. seiring dengan pemerataan pendapatan dan pemerataan hasil pembangunan.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan pemerataan pendapatan dan pemerataan hasil pembangunan. Pembangunan suatu negara digambarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Perusahaan yang terus berada pada indeks LQ45 periode
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Indeks LQ45 adalah perhitungan dari 45 saham, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas sahamsaham
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berbicara tentang kegiatan pasar modal saat ini tidak terlepas dari apa yang disebut sebagai indeks harga saham. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekonomi
Anis Nur Aini, Sugiyanto, dan Siswanto Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta
MENDETEKSI KRISIS KEUANGAN DI INDONESIA MENGGUNAKAN GABUNGAN MODEL VOLATILITAS DAN MARKOV SWITCHING BERDASARKAN INDIKATOR SIMPANAN BANK, NILAI TUKAR RIIL, DAN NILAI TUKAR PERDAGANGAN Anis Nur Aini, Sugiyanto,
BAB I PENDAHULUAN Sistem JATS Next-G
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah 12 perusahaan yang sahamnya termasuk ke dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Saham
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal di Indonesia, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal di Indonesia, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama dalam proses alokasi dana masyarakat. Perkembangan
IV. PEMBAHASAN. pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan
IV. PEMBAHASAN 4. 1. Gambaran Umum Indeks LQ 45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih melalui berbagai kriteria pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi
Pengaruh Exchange Rate Dan Trading Volume Activity Terhadap Harga Saham
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Financial Accounting 2016-02-13 Pengaruh Exchange Rate Dan Trading Volume Activity Terhadap Harga Saham
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data dan Praproses Data yang digunakan berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia dari bulan Januari 2004 sampai dengan Desember 2009. Sampai dengan
BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN
BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN 2.1. Deskripsi Berbagai Indeks Saham Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar,
I. PENDAHULUAN. Pasar modal berfungsi sebagai lembaga perantara (intermediaries). Karena
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal berfungsi sebagai lembaga perantara (intermediaries). Karena berdasarkan pengertiannya pasar modal dapat diartikan sebagai pertemuan antara pihak yang memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT. Bursa Efek Jakarta
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) bersama dengan PT. Danareksa Invesment Management (DIM) telah meluncurkan Indeks saham
BAB I PENDAHULUAN. atau emiten). Dengan adanya pasar modal, pihak yang memiliki kelebihan dana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan yang penting terhadap perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.
I. PENDAHULUAN. ikut serta dalam pasar modal. Pasar modal merupakan pasar tempat diperjualbelikannya
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berinvestasi, salah satunya dengan ikut serta dalam pasar modal. Pasar modal merupakan pasar tempat diperjualbelikannya
I. PENDAHULUAN. dalam waktu dua tahun atau lebih secara bertahap. Secara umum investasi dikenal
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan pengeluaran modal saat ini, untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu dua tahun atau lebih secara bertahap. Secara umum investasi dikenal sebagai kegiatan
METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang didasarkan atas survei
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang didasarkan atas survei terhadap objek penelitian. Cooper dan Schindler dalam Salamah (2011) menyatakan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Efek Indonesia Periode maka dapat disimpulkan : 1. Kondisi Likuiditas Saham Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari hasil analisis pada penelitian dengan judul Pengaruh Likuiditas Saham dan Volume Perdagangan Saham Terhadap Harga Saham Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Periode
BAB I PENDAHULUAN. peningkatan nilai investasi. Investasi pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi merupakan suatu kegiatan menempatkan dana pada satu aset atau lebih selama jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh pendapatan atau peningkatan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pengaruh Likuiditas Saham dan Pertumbuhan Penjualan Produk Terhadap Harga
97 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Likuiditas Saham dan Pertumbuhan Penjualan Produk Terhadap Harga Saham pada Perusahaan
PERBANDINGAN AKURASI MODEL ARCH DAN GARCH PADA PERAMALAN HARGA SAHAM BERBANTUAN MATLAB Sunarti, Scolastika Mariani, Sugiman
g UJM 5 (1) (2016) UNNES Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm PERBANDINGAN AKURASI MODEL ARCH DAN GARCH PADA PERAMALAN HARGA SAHAM BERBANTUAN MATLAB Sunarti, Scolastika Mariani,
BAB I PENDAHULUAN. dalam sektor perbankan. Hal ini antara lain dipicu pengalaman negara-negara di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Krisis yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 telah berakibat sangat berat bagi perekonomian nasional. Krisis keuangan global yang terjadi pada tahun
BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan adanya pasar modal (capital market), pemodal sebagai pihak yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal di Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Dengan adanya pasar modal (capital market), pemodal sebagai pihak yang memiliki kelebihan
BAB II LANDASAN TEORI
9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teoritis 2.1.1. Pengertian Portofolio Dalam fenomena yang terjadi pada dunia keuangan, "portofolio" digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang dimiliki oleh
BAB I PENDAHULUAN. maupun dengan tujuan mengembangkan perusahaannya. Perusahaan-perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ketersediaan dana yang cukup bagi industri memegang peranan yang penting dalam kelangsungan hidup perusahaan karena dana merupakan motor penggerak industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Indeks Sektoral BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan sub indeks dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Semua emiten yang tercatat di BEI diklasifikasikan
Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Banking Accounting 2015-12-11 Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai Arumsarri, Yoshe STIE
METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai
Abstrak. Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya investor yang menjadikan pasar modal sebagai alternatif berinvestasi. Meskipun demikian,
Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Menggunakan Metode Single Indeks Saham. Presented By : Slamet Hidayatulloh
Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Menggunakan Metode Single Indeks Saham Pada Jakarta Islamic Index (JII) Presented By : Slamet Hidayatulloh BAB I ( LATAR BELAKANG, RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH )
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Intesitas transaksi setiap sekuritas di pasar modal berbeda - beda. Sebagian sekuritas memiliki frekuensi yang sangat tinggi dan aktif diperdagangkan
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT Indosat Tbk. PT XL Axiata Tbk. PT Bakrie Telecom Tbk. PT Smartfren Telecom Tbk.
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN Objek studi pada penelitian ini adalah harga saham perusahaan yang terdaftar di Sektor Telekomunikasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampai dengan
I. PENDAHULUAN. terhadap harga saham dan return saham. Pengumuman dividen juga merupakan. (Miller dan Rock, 1985 dalam Kusuma, 2004: 102).
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengumuman dividen mempunyai arti bagi investor, oleh karena itu berpengaruh terhadap harga saham dan return saham. Pengumuman dividen juga merupakan dasar bagi
BAB I PENDAHULUAN. menunjang kegiatan operasionalnya, salah satunya melalui sarana pasar modal.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Secara umum pasar modal memiliki peranan penting dalam kemajuan perekonomian suatu negara, karena perusahaan dapat mendapatkan dana menunjang kegiatan operasionalnya,
DAFTAR ISI. Abstrak... i. Kata Pengantar... ii. Daftar Isi... v. Daftar Tabel... ix. Bab I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Penelitian...
ABSTRAK Krisis Asia yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 telah menyebabkan keterpurukan secara fundamental dibeberapa negara Asia termasuk Indonesia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, perekonomian
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Umum Penelitian dan Data Deskriptif
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian dan Data Deskriptif 4.1.1 Jakarta Islamic Index (JII) Jakarta Islamic Index (JII) diluncurkan oleh PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja
BAB I PENDAHULUAN. Melalui pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Melalui pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana
DAFTAR ISI. Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... iii Daftar Gambar... iv Daftar Lampiran... v
i DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... iii Daftar Gambar... iv Daftar Lampiran... v I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 8 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian...
PEMODELAN TARCH PADA NILAI TUKAR KURS EURO TERHADAP RUPIAH. Retno Hestiningtyas dan Winita Sulandari, M.Si. Jurusan Matematika FMIPA UNS
S-9 PEMODELAN TARCH PADA NILAI TUKAR KURS EURO TERHADAP RUPIAH Retno Hestiningtyas dan Winita Sulandari, M.Si Jurusan Matematika FMIPA UNS ABSTRAK. Pada data finansial sering terjadi keadaan leverage effect,
Anggi Mustika Sari / Pembimbing : Aji Sukarno SE., MM
PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA PERUSAHAAN LQ 45 TAHUN
BAB I PENDAHULUAN. Dari sudut pandang investor, diversifikasi internasional merupakan suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dari sudut pandang investor, diversifikasi internasional merupakan suatu cara yang dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan risiko dengan cara membentuk suatu
BAB I PENDAHULUAN. bahwa resiko berinvestasi dalam obligasi relatif kecil. Apabila investor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saham merupakan sekuritas yang lebih beresiko apabila dibandingkan dengan sekuritas lain misalnya obligasi. Apabila investor berinvestasi pada obligasi maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi berkaitan dengan penempatan dana ke dalam bentuk aset yang lain selama periode tertentu dengan harapan tertentu. Aset yang menjadi objek investasi seseorang
BAB 1 PENDAHULUAN. dana. Menurut Fahmi dan Hadi (2009:41), pasar modal (capital market) adalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal mempunyai peranan sangat penting dalam perekonomian suatu negara, sebagai sarana untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal dengan
Optimasi Multi-Objective pada Pemilihan Portofolio dengan Metode Nadir Compromise Programming
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (13) 2337-35 (2301-928X Print) 1 Optimasi Multi-Objective pada Pemilihan Portofolio dengan Metode Nadir Compromise Programming Ema Rahmawati dan Subchan. Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. pemiliknya (Arisanti & Bayangkara, 2016). Tanggung jawab perusahaan. modal (cost of capital) (Brigham & Houston, 2001).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan tumbuh dan berkembang seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas yang dijalankan perusahaan. Tujuan utama pendirian setiap perusahaan tentunya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian yang akan dicapai, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan penelitian. 1.1 Latar Belakang Sektor keuangan
MENAKSIR VALUE AT RISK (VAR) PORTOFOLIO PADA INDEKS SAHAM DENGAN METODE PENDUGA VOLATILITAS GARCH
MENAKSIR VALUE AT RISK (VAR) PORTOFOLIO PADA INDEKS SAHAM DENGAN METODE PENDUGA VOLATILITAS GARCH INTAN AWYA WAHARIKA 1, KOMANG DHARMAWAN 2, NI MADE ASIH 3 1, 2, 3 Jurusan Matematika FMIPA Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maliki Malang. Penelitian ini
38 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Periode Pengamatan Lokasi penelitian dilakukan di Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maliki Malang. Penelitian ini meneliti
BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang terhadap mata uang asing khususnya terhadap dolar
Wenty Yolanda Eliyawati R. Rustam Hidayat Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
PENERAPAN MODEL GARCH (GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY) UNTUK MENGUJI PASAR MODAL EFISIEN DI INDONESIA (Studi pada Harga Penutupan (Closing Price) Indeks Saham LQ 45 Periode 2009-2011)
BAB I PENDAHULUAN. keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat hutang (obligasi),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis saat ini semakin memudahkan para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya terlebih bagi perusahaan yang telah go public. Dalam upaya
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana untuk melakukan investasi yaitu memungkinkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal merupakan sarana untuk melakukan investasi yaitu memungkinkan para pemodal (investor) untuk melakukan diversifikasi investasi, membentuk portofolio sesuai
BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian suatu negara tidak bisa dipisahkan dari pasar modal yang
1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Perekonomian suatu negara tidak bisa dipisahkan dari pasar modal yang mereka miliki. Pasar modal merupakan salah satu lembaga perantara (intermediaries)
BAB I PENDAHULUAN. pada emiten akan semakin kuat. Semakin banyak permintaan saham pada suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan/ kinerja perusahaan. Jika harga saham selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon
BAB I PENDAHULUAN. pasar keuangan indeks harga saham gabungan di perbankan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan penting yang dimiliki oleh pasar uang dalam resiko investasi terhadap pasar keuangan indeks harga saham gabungan di perbankan di Indonesia memberikan manfaat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Risiko adalah besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian aktual (actual return). Pengukuran
BAB I PENDAHULUAN. berdampak pada pola pikir manusia dalam mencari dan menghasilkan uang, salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin cepatnya pertumbuhan ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan berdampak pada pola pikir manusia dalam mencari dan menghasilkan uang, salah satu contohnya
BAB I PENDAHULUAN. yang dimaksud adalah kesejahteraan secara finansial. Di dalam investasi terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Tujuan investasi adalah untuk meningkatkan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh perusahaan yang masuk dalam index LQ-45 di BEI.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh perusahaan yang masuk dalam index LQ-45 di BEI. Teknik pengambilan sampel penelitian didasarkan pada purposive
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian A. Pasar Valuta Asing Pasar Valuta Asing menyediakan mekanisme bagi transfer daya beli dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Pasar ini bukan entitas
