Standar Dokumen Pengadaan
|
|
|
- Ratna Hermawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Pengadaan - Metoda Penunjukan Langsung untuk penanganan darurat - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
2 D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 01.12/XI/POKJA-PMTD.BA/BPJN XI-PJN3/APBN/2016 Tanggal : 21 November2016 untuk Pengadaan Paket Pekerjaan Penanganan Darurat Bencana Alam Pada Ruas Jalan Nasional Tahuna Enemawira Tamako Marakambo Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Sulawesi Utara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016
3 i Daftar Isi BAB I. UMUM... 1 BAB II. UNDANGAN PENUNJUKAN LANGSUNG... 2 BAB III. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)... 4 BAB IV. INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA (IKP)... 5 A. UMUM LINGKUP PEKERJAAN SUMBER DANA PENYEDIA LARANGAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME (KKN) SERTA PENIPUAN... 5 B. OPNAME PEKERJAAN DI LAPANGAN OPNAME PEKERJAAN DI LAPANGAN... 6 C. DOKUMEN PENGADAAN ISI DOKUMEN PENGADAAN PERUBAHAN DOKUMEN PENGADAAN TAMBAHAN WAKTU PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN... 7 D. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN BIAYA DALAM PENYIAPAN PENAWARAN BAHASA PENAWARAN DOKUMEN PENAWARAN PAKTA INTEGRITAS HARGA PENAWARAN MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN E. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN PENYAMPULAN DAN PEMASUKAN PENAWARAN BATAS AKHIR PEMASUKAN PENAWARAN F. PEMBUKAAN PENAWARAN, KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI PEMBUKAAN PENAWARAN EVALUASI PENAWARAN KLARIFIKASI TEKNIS DAN NEGOSIASI HARGA G. PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL PENUNJUKAN LANGSUNG (BAHPL), PENETAPAN DAN PENGUMUMAN PENYEDIA PEMBUATAN BAHPL PENETAPAN PENYEDIA PENGUMUMAN PENYEDIA H. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA... 18
4 ii 24. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA I. PENANDATANGANAN KONTRAK PENANDA-TANGANAN KONTRAK BAB V. LEMBAR DATA PENGADAAN (LDP) A. LINGKUP PEKERJAAN B. SUMBER DANA C. OPNAME PEKERJAAN DI LAPANGAN D. DOKUMEN PENAWARAN E. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN F. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN G. PEMASUKAN DAN DOKUMEN PENAWARAN H. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN I. 22 BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. BENTUK SURAT PENAWARAN PENYEDIA BADAN USAHA B. BENTUK SURAT PENAWARAN PENYEDIA PERORANGAN C. BENTUK SURAT KUASA D. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS E. BENTUK PAKTA INTEGRITAS BAB VII. BENTUK KONTRAK SURAT PERJANJIAN SURAT PERINTAH KERJA BAB VIII. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. KETENTUAN UMUM DEFINISI PENERAPAN BAHASA DAN HUKUM LARANGAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME (KKN) SERTA PENIPUAN ASAL MATERIAL/ BAHAN KORESPONDENSI WAKIL SAH PARA PIHAK PEMBUKUAN PERPAJAKAN PENGABAIAN PENYEDIA MANDIRI PENGAWASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PERSETUJUAN PENGAWAS PEKERJAAN PERINTAH PENEMUAN-PENEMUAN AKSES KE LOKASI KERJA B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN B.1 PELAKSANAAN PEKERJAAN... 47
5 iii 18. PENYERAHAN LOKASI KERJA SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PROGRAM MUTU (APABILA DIPERLUKAN) OPNAME PEKERJAAN DI LAPANGAN MOBILISASI PEMERIKSAAN BERSAMA B.2 PENGENDALIAN WAKTU WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN PERPANJANGAN WAKTU PENUNDAAN OLEH PENGAWAS PEKERJAAN RAPAT PEMANTAUAN PERINGATAN DINI B.3 PENYELESAIAN KONTRAK SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAMBILALIHAN PEDOMAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN B.4 ADENDUM PERUBAHAN KONTRAK PERUBAHAN LINGKUP PEKERJAAN PERUBAHAN JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN B.5 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK PENINGGALAN PENGHENTIAN KONTRAK PEMBAYARAN SETELAH PENGHENTIAN/ PEMUTUSAN C. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK PENGGUNAAN DOKUMEN-DOKUMEN KONTRAK DAN INFORMASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL PENANGGUNGAN DAN RISIKO PERLINDUNGAN TENAGA KERJA PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ASURANSI TINDAKAN PENYEDIA YANG MENSYARATKAN PERSETUJUAN PPK ATAU PENGAWAS PEKERJAAN LAPORAN HASIL PEKERJAAN KEPEMILIKAN DOKUMEN USAHA MIKRO, USAHA KECIL DAN KOPERASI KECIL PENYEDIA LAIN KESELAMATAN PEMBAYARAN DENDA JAMINAN D. PERSONIL DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA PERSONIL INTI DAN/ATAU PERALATAN... 63
6 iv E. KEWAJIBAN PPK FASILITAS PERISTIWA KOMPENSASI F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA HARGA KONTRAK PEMBAYARAN HARI KERJA PERHITUNGAN AKHIR PENANGGUHAN G. PENGAWASAN MUTU PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PENILAIAN PEKERJAAN SEMENTARA OLEH PPK CACAT MUTU PENGUJIAN PERBAIKAN CACAT MUTU KEGAGALAN BANGUNAN H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN ITIKAD BAIK BAB IX. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. PENGERTIAN PENGGUNA ANGGARAN ADALAH PEJABAT PEMEGANG KEWENANGAN PENGGUNAAN ANGGARAN PADA [K/L/D/I] B. KORESPONDENSI C. WAKIL SAH PARA PIHAK D. TANGGAL BERLAKU KONTRAK E. MASA PEMELIHARAAN F. UMUR KONSTRUKSI G. PEDOMAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN H. PEMBAYARAN TAGIHAN I. PENCAIRAN JAMINAN J. TINDAKAN PENYEDIA YANG MENSYARATKAN PERSETUJUAN PPK ATAU PENGAWAS PEKERJAAN K. KEPEMILIKAN DOKUMEN L. FASILITAS M. SUMBER PEMBIAYAAN N. PEMBAYARAN PRESTASI PEKERJAAN O. DENDA P. PENYELESAIAN PERSELISIHAN LAMPIRAN A SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK BAB X. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR KETERANGAN BAB XI. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA... 77
7 v KETERANGAN (UNTUK KONTRAK HARGA SATUAN ATAU KONTRAK GABUNGAN HARGA SATUAN DAN LUMP SUM) KETERANGAN (UNTUK KONTRAK LUMP SUM) BAB XII. BENTUK DOKUMEN LAIN A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) B. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN Jaminan Pemeliharaan dari Bank Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan... 92
8 1 BAB I. UMUM A. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 beserta petunjuk teknisnya. B. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut: - Pekerjaan Konstruksi : seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya; - HPS : Harga Perkiraan Sendiri; - LDP : Lembar Data Pengadaan; - Pokja ULP : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa; - PPK : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan; - SPMK : Surat Perintah Mulai Kerja; - SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.
9 2 BAB II. UNDANGAN PENUNJUKAN LANGSUNG Nomor : 01.12/XI/POKJA-PMTD/BPJN XI-PJN3/APBN/2016 Manado, 21 November 2016 Lampiran : - Kepada Yth. DIREKTUR UTAMA PT. BERKAT EFJEHA ABA di Tempat. Perihal : Penunjukan Langsung Penyedia Pekerjaan Paket Pekerjaan Penanganan Darurat Bencana Alam Pada Ruas Jalan Nasional Tahuna Enemawira Tamako Marakambo Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara Dengan ini kami mengundang Direktur Utama PT. Berkat Efjeha Abadi untuk mengikuti proses Penunjukan Langsung paket pekerjaan konstruksi sebagai berikut: 1. Paket Pekerjaan Nama Paket : Penanganan Darurat Bencana Alam Pada Ruas Jalan Nasional Tahuna Enemawira Tamako Marakambo Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara : Galian dan Timbunan Lingkup Pekerjaan Sumber Dana : APBN Tahun Anggaran Pelaksanaan Pengadaan Tempat dan Alamat Telpon/Fax : (0431) : Ruang rapat Kasatker PJN Wil. III Sulut, Jln. Manado- Bitung Km. 14 Suwaan, Kec. Kalawat, Kab. Minahasa Utara Saudara diminta hadir untuk melanjutkan proses dan administrasi Penunjukan Langsung, sesuai dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut: No Kegiatan Hari/Tanggal Waktu a. Penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 22 Juni 2016 b. Opname pekerjaan di lapangan 22 Juni Juli 2016 Setiap saat c. Penyampaian Dokumen Pengadaan kepada Senin, 21 November 2016 Setiap Saat
10 3 penyedia d. Pemasukan Dokumen Penawaran Rabu, 23 November 2016 s/d Kamis, 01 Desember 2016 e. Pembukaan Dokumen Penawaran Kamis, 01 Desember WITA f. Klarifikasi Teknis dan Negosiasi Harga Kamis, 01 Desember 2016 g. Pengumuman penyedia Kamis, 01 Desember 2016 h. Penerbitan SPPBJ Kamis, 11 Juni 2015 Saudara diharuskan untuk menghadiri opname pekerjaan di lapangan pada tempat dan waktu yang ditentukan, agar Saudara lebih memahami lingkup pekerjaan. Pemasukan penawaran sesuai dengan jadwal pelaksanaan di atas meliputi kelengkapan persyaratan Administrasi, Teknis, dan Harga. Demikian disampaikan untuk diketahui.
11 4 BAB III. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) Yang bertanda tangan di bawah ini: [kop surat satuan kerja K/L/D/I] SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) Nomor: Paket Pekerjaan: [nama Pejabat Pembuat Komitmen] [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen; berdasarkan surat pernyataan keadaan darurat nomor tanggal dan surat persetujuan anggaran dari Pengguna Anggaran (PA) nomor tanggal, bersama ini memerintahkan: [nama Penyedia ] [alamat Penyedia ] yang dalam hal ini diwakili oleh: selanjutnya disebut sebagai Penyedia; untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan kondisi lapangan. Selanjutnya syarat-syarat pekerjaan dan kontrak akan disusun kemudian, setelah opname lapangan, klarifikasi dan negosiasi., 20 Untuk dan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP: Menerima dan menyetujui: Untuk dan atas nama (nama Penyedia ) [tanda tangan] [nama lengkap wakil sah badan usaha/perorangan] [jabatan]
12 5 BAB IV. INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA (IKP) A. Umum 1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Penyedia menyampaikan penawaran atas paket sebagaimana tercantum dalam LDP. 1.2 Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP, berdasarkan syarat-syarat umum dan syarat-syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak. 2. Sumber Dana Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP. 3. Penyedia Penunjukan Langsung penyedia ini dapat diikuti oleh penyedia yang berbentuk badan usaha atau penyedia perorangan terdekat yang sedang melaksanakan pekerjaan sejenis atau yang diundang serta dinilai mampu dan memenuhi kualifikasi. 4. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.1 Penyedia dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun, untuk memenuhi keinginan penyedia yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan, dan/atau peraturan perundang-undangan; b. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan. 4.2 Penyedia yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut: a. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam; b. gugatan secara perdata; dan/atau c. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang. 4.3 Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA/KPA.
13 6 B. Opname Pekerjaan Di Lapangan 5. Opname Pekerjaan di Lapangan Opname pekerjaan di lapangan dilakukan bersama antara PPK, Pokja ULP dan penyedia di tempat dan pada waktu sebagaimana tercantum dalam LDP, setelah SPMK diterbitkan. C. Dokumen Pengadaan 6. Isi Dokumen Pengadaan 6.1 Dokumen Pengadaan meliputi: a. Umum; b. Undangan; c. SPMK; d. Instruksi Kepada Penyedia; e. Lembar Data Pengadaan; f. Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran; 2) Surat Kuasa; 3) Dokumen Penawaran Teknis; 4) Pakta Integritas; g. Bentuk [Surat Perjanjian/Surat Perintah Kerja]; h. Syarat-Syarat Umum Kontrak; i. Syarat-Syarat Khusus Kontrak; j. Spesifikasi Teknis dan/atau Gambar; k. Daftar Kuantitas dan Harga; l. Bentuk Dokumen Lain: 1) SPPBJ; 2) Jaminan Pemeliharaan (apabila ada). 6.2 Penyedia berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pengadaan ini. 6.3 Penyedia dapat meminta penjelasan secara tertulis mengenai isi Dokumen Pengadaan kepada Pokja ULP 24 (dua puluh empat) jam sebelum batas akhir pemasukan penawaran. 6.4 Pokja ULP wajib menanggapi setiap permintaan penjelasan yang diajukan penyedia secara tertulis. 7. Perubahan Dokumen Pengadaan 7.1 Sebelum waktu pemasukan penawaran, Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan, berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi pekerjaan. 7.2 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. 7.3 Penyedia diberitahu oleh Pokja ULP untuk
14 7 mengambil salinan Adendum Dokumen Pengadaan. 7.4 Penyedia dapat mengambil salinan Adendum Dokumen Pengadaan yang disediakan oleh Pokja ULP. 8. Tambahan Waktu Pemasukan Dokumen Penawaran Dalam Adendum Dokumen Pengadaan, Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu untuk memasukkan Dokumen Penawaran. D. Penyiapan Dokumen Penawaran 9. Biaya dalam Penyiapan Penawaran 10. Bahasa Penawaran Penyedia menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran Semua Dokumen Penawaran harus menggunakan Bahasa Indonesia Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia. 11. Dokumen Penawaran 11.1 Dokumen Penawaran terdiri dari Administrasi, Teknis dan Harga serta Pakta Integritas Dokumen Penawaran meliputi: a. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan; 1) tanggal; 2) harga penawaran; dan 3) tanda tangan: a) direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi; b) penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian/ anggaran dasar; c) pihak lain yang bukan direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus
15 8 koperasi yang namanya tidak disebutkan dalam akta pendirian/ anggaran dasar, sepanjang pihak lain tersebut adalah pengurus/ karyawan perusahaan/ karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi berdasarkan akta pendirian/anggaran dasar; d) kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau e) pejabat yang menurut Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) berhak mewakili kemitraan/kso; f) penyedia perorangan. b. daftar kuantitas dan harga, c. surat kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan kepada penerima kuasa (apabila dikuasakan); d. dokumen penawaran teknis: 1) metode pelaksanaan; 2) jadwal waktu pelaksanaan; 3) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan; 4) spesifikasi teknis; 5) daftar personil inti; e. Pakta Integritas; dan f. dokumen lain yang dipersyaratkan. 12. Pakta Integritas 12.1 Penyedia berkewajiban untuk mengisi dan melengkapi Pakta Integritas Pakta Integritas harus ditandatangani oleh: a. direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi; b. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian/ anggaran dasar; c. pihak lain yang bukan direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang namanya tidak disebutkan dalam akta pendirian/ anggaran dasar, sepanjang pihak lain tersebut adalah pengurus/ karyawan perusahaan/karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja
16 9 tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi berdasarkan akta pendirian/ anggaran dasar; d. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau e. pejabat yang menurut Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) berhak mewakili kemitraan/kso; f. penyedia perorangan Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) Pakta Integritas dimasukkan dalam Dokumen Penawaran. 13. Harga Penawaran 13.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum, penyedia mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan Biaya overhead termasuk untuk penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi ini diperhitungkan dalam total harga penawaran. 14. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 14.1 Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam LDP Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam
17 10 Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak. 15. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. E. Pemasukan Dokumen Penawaran 16. Penyampulan dan Pemasukan Penawaran 17. Batas Akhir Pemasukan Penawaran 16.1 Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) sampul Peserta menyampaikan dokumen penawaran dengan cara mengunggah pada sistem pengadaan secara elektronik melalui website sesuai ketentuan dalam LDP. Penawaran harus disampaikan kepada Pokja ULP melalui sistem pengadaan secara elektronik yaitu melalui website paling lambat pada waktu yang ditentukan dalam LDP. F. Pembukaan Penawaran, Klarifikasi dan Negosiasi 18. Pembukaan Penawaran 18.1 Dokumen Penawaran dibuka pada waktu dan tempat sebagaimana tercantum dalam LDP. 19. Evaluasi Penawaran 18.2 Pokja ULP memeriksa kelengkapan Dokumen Penawaran yang meliputi: a. surat penawaran yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan harga penawaran; b. daftar kuantitas dan harga (apabila ada); c. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa (apabila dikuasakan); d. dokumen penawaran teknis; dan e. dokumen lain yang dipersyaratkan Sebelum evaluasi penawaran, dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan : a. volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan; b. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah; dan
18 11 c. jenis pekerjaan: 1) yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong. 2) tidak ditawarkan atau menawarkan di bawah spesifikasi yang ditentukan, maka dilakukan klarifikasi, apabila hasil klarifikasi menunjukkan jenis pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan utama (major item) dan merupakan penyimpangan yang bersifat penting/pokok yang mempengaruhi lingkup, kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan maka dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dan penawaran tidak dilakukan evaluasi lebih lanju 19.1 Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai penawaran Pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh Pokja ULP untuk mendapatkan penawaran yang memenuhi syarat Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang meliputi: a. evaluasi administrasi; b. evaluasi teknis; dan c. evaluasi harga Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut: a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi, mengganti dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan ini; b. Pokja ULP dan/atau penyedia dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah isi Dokumen Penawaran; c. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok yang mempengaruhi lingkup, kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan; d. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi;
19 Evaluasi Administrasi: a. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi; 2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) ditandatangani oleh: (1) direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi; (2) penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian/ anggaran dasar; (3) pihak lain yang bukan direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang namanya tidak disebutkan dalam akta pendirian/ anggaran dasar, sepanjang pihak lain tersebut adalah pengurus/ karyawan perusahaan/karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi berdasarkan akta pendirian/ anggaran dasar; (4) kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau (5) pejabat yang menurut Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) berhak mewakili kemitraan/kso. (6) penyedia perorangan. b) mencantumkan harga penawaran; dan c) bertanggal; b. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan Evaluasi Teknis: a. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai
20 13 dengan yang ditetapkan; b. evaluasi teknis dilakukan dengan ketentuan: 1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam LDP; 2) penilaian persyaratan teknis minimal dilakukan terhadap: a) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan; b) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP; c) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP; d) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini; e) personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan; 3) Pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP; c. apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan, Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan penyedia. Dalam klarifikasi penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran Evaluasi Harga: a. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah halhal yang pokok atau penting, dengan ketentuan: 1) total harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibandingkan terhadap nilai total HPS; 2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS, dilakukan klarifikasi. Harga satuan penawaran tersebut dinyatakan timpang dan hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar
21 14 Kuantitas dan Harga; 3) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya; b. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebgai berikut : 1) Klarifikasi dalam hal penawaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP; 2) Dalam hal Klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS, Pokja ULP meminta rincian/uraian Harga Satuan Pekerjaan (HSP) dari Mata Pembayaran Utama. Dari rincian/uraian Harga Satuan Pekerjaan (HSP) tersebut, selanjutnya Pokja ULP melakukan evaluasi sebagai berikut harus dilakukan dengan ketentuan : a) menilai rincian/uraian Harga Satuan Pekerjaan (HSP) dari Mata Pembayaran Utama meliputi komponen tenaga kerja, peralatan, dan bahan (material konstruksi) yang perlu dinilai kewajarannya untuk diteliti dan dianalisa mencakup beberapa faktor : (1) Kesesuaian/Komposisi penggunaan bahan (material konstruksi) untuk memperoleh suatu produk konstruksi yang memenuhi syarat syarat/spesifikasi teknis (misal komposisi agregat, semen PC dan lainnya untuk menghasilkan beton K 125). (2) Kesesuaian/Komposisi penggunaan tenaga kerja yang diberlakukan pada pekerjaan konstruksi di lokasi kegiatan pada penawaran (misal mandor, kepala tukang, tukang, pembantu tukang). (3) Kesesuaian/Komposisi penggunaan penggunaan peralatan yang meliputi peralatan yang tercantum dalam daftar peralatan yang
22 15 diberikan dalam penawaran, komposisi, kapasitas produk, bahan penunjang, dan perhitungan biaya peralatan yang digunakan untuk menghasilkan konstruksi yang memenuhi syarat teknis (misal alat pemadatan tanah). (4) Kesesuaian harga satuan bahan, upah, peralatan dengan harga pasaran pada saat penawaran. Harga satuan bahan tersebut dapat dibuktikan (misal harga semen, besi beton yang dicantumkan. Apabila hasil analisa/evaluasi mengindikasikan bahwa pekerjaan yang termasuk Mata Pembayaran Utama tidak dapat dilaksanakan dengan harga yang ditawarkan yang disebabkan adanya perbedaan harga satuan komponen tenaga kerja, peralatan, dan bahan (material konstruksi)yang di bawah harga pasar dan akibat perbedaan produktifitas komponen pembentuk harga satuan pekerjaan tersebut, maka harga penawaran yang diajukan akan menyebabkan terjadinya kerugian dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh serta diperkirakan mempengaruhi lingkup, kualitas, hasil/ kinerja dan diyakini tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan/ ketentuan. Dengan demikian harga penawaran tidak memenuhi syarat (tidak wajar) dan dalam evaluasi penawaran harus dinyatakan gugur. Indikasi kumulasi kerugian dan keuntungan diteliti dari data yang tercantum dalam rincian/uraian Harga Satuan Pekerjaan (HSP) dari Mata Pembayaran Utama dan daftar kuantitas dan harga. b). apabila harga penawaran dinyatakan wajar dan peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang, harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. (Paket ini tidak menggunakan Jaminan Pelaksanaaan).
23 Klarifikasi Teknis dan Negosiasi Harga Dilakukan klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan ketentuan: a. klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan terhadap harga satuan yang dinilai tidak wajar berdasarkan HPS; b. dilakukan perkalian volume dan harga satuan yang telah disepakati, untuk mendapatkan total hasil negosiasi; dan c. hasil negosiasi harga menjadi nilai harga penetapan penyedia dan sebagai dasar nilai kontrak.
24 17 G. Pembuatan Berita Acara Hasil Penunjukan Langsung (BAHPL), Penetapan dan Pengumuman Penyedia 21. Pembuatan BAHPL 21.1 BAHPL merupakan kesimpulan dari hasil penawaran serta klarifikasi teknis dan negosiasi harga yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP BAHPL harus memuat hal-hal sebagai berikut: a. nama dan alamat penyedia; b. harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi, dari penyedia; c. harga hasil negosiasi; d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); e. Unsur-unsur yang dievaluasi; f. Keterangan lain yang dianggap perlu; dan g. tanggal dibuatnya Berita Acara. 22. Penetapan Penyedia 22.1 Pokja ULP membuat Surat Penetapan Penyedia berdasarkan BAHPL untuk nilai sampai dengan Rp ,00 (seratus miliar rupiah) PA membuat Surat Penetapan Penyedia untuk nilai diatas Rp ,00 (seratus miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP, dengan ketentuan usulan penetapan penyedia ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I yang bersangkutan Penetapan penyedia harus memuat: a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS; b. nama dan alamat penyedia serta harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi; c. harga hasil negosiasi; dan d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan penyedia adalah: a. Dokumen Pengadaan beserta adendum (apabila ada); b. BAHPL; dan c. Dokumen Penawaran. 23. Pengumuman Penyedia Pokja ULP mengumumkan penyedia di website sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat yang memuat sekurang-kurangnya: a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
25 18 H. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa b. nama dan alamat penyedia; c. harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi; d. hasil klarifikasi teknis dan negosiasi harga; dan e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 24. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 24.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Penunjukan Langsung (BAHPL) kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman penetapan penyedia. I. Penandatanganan Kontrak 25. Penandatanganan Kontrak 25.1 Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak, kecuali mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan melewati batas tahun anggaran Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian, dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan sebagai berikut: a. adendum Surat Perjanjian; b. pokok perjanjian; c. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga; d. syarat-syarat khusus kontrak; e. syarat-syarat umum kontrak;
26 19 f. spesifikasi khusus; g. spesifikasi umum; h. gambar-gambar; dan i. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan (apabila ada), SPMK, SPPBJ dan BAHPL Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu: a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari: 1) kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan 2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh PPK; b. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila diperlukan Penandatanganan kontrak yang kompleks dan/atau bernilai di atas Rp ,00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah memperoleh pendapat ahli hukum kontrak Pihak yang berwenang menandatangani kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada poin 27.8, dapat menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.
27 20 BAB V. LEMBAR DATA PENGADAAN (LDP) A. Lingkup Pekerjaan Pokja ULP: Pokja Penanganan Penanganan Mendesak dan Tanggap Darurat Pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sulawesi Utara Alamat Pokja ULP: Jl. Raya Manado-Bitung KM. 14 Suwaan, Kec. Kalawat, Kab. Minahasa Utara Website: - Nama paket pekerjaan: Penanganan Darurat Bencana Alam Pada Ruas Jalan Nasional Tahuna Enemawira Tamako Marakambo Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara Uraian singkat pekerjaan : - Galian Biasa - Timbunan Pilihan - Pasangan Batu Kosong 6. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 30 (Tiga Puluh) hari kalender. B. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBN Tahun Anggaran 2016 C. Opname Pekerjaan di Lapangan D. Dokumen Penawaran Opname pekerjaan di lapangan akan dilaksanakan pada: Hari : Rabu sd Jumat Tanggal : 22 Juni 2016 sd 22 Juli 2016 Pukul : sd Tempat : Lokasi Pekerjaan 1. Daftar Personil Inti yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan:
28 21 No Jabatan Jlh. (org) Persyaratan Minimal Pendidikan SKA 1. General Superintendent (GS) 1 S1 Sipil Ahli Madya 2. Quantity Engineer 1 S1 Sipil/ D-III Sipil Ahli Muda 3. Petugas K3 1 D-III Sipil Sertifikat K Daftar Peralatan Utama minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: 1. Dump Truck (3,5 Ton) 10 Unit 2. Excavator (0,9 M3) 4 Unit Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk: a. Bahan (Tidak ada) b. Alat (Tidak ada) E. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran Mata uang yang digunakan Rupiah (Rp) Pembayaran dilakukan dengan cara bulanan (monthly certificate) berdasarkan pada hasil pengukuran bersama yang dibuat dalam berita acara atas volume pekerjaan sesungguhnya yang telah dilaksanakan F. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterbitkan SPMK G. Pemasukan Dokumen Penawaran Hari : Rabu sd. Kamis Tanggal : 23 November 2016 s.d 01 Desember 2016 Pukul : sd WITA (Untuk Tgl. 29 November sampai pukul wita) H. Pembukaan Dokumen Penawaran Hari : Kamis Tanggal : 01 Desember 2016 Pukul : WITA Tempat : Jl. Raya Manado-Bitung KM. 14 Suwaan Kec. Kalawat, Kab. Minahasa Utara
29 22 BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. BENTUK SURAT PENAWARAN PENYEDIA BADAN USAHA [Kop Surat Badan Usaha] CONTOH Nomor :, 20 Lampiran : Kepada Yth.: Pokja Tempat Perihal : Penawaran Paket Sehubungan dengan undangan Penunjukan Langsung nomor: tanggal dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan sebesar Rp ( ). Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1. Daftar Kuantitas dan Harga; 2. [Surat Kuasa, apabila ada]; 3. Pakta Integritas; 4. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari : a. Metoda Pelaksanaan; b. Jadwal Waktu Pelaksanaan; c. Daftar Personil Inti; d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan; e. Spesifikasi teknis [apabila mengajukan spesifikasi yang berbeda dari yang ditetapkan]; 5. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]. Surat Penawaran beserta lampirannya kami sampaikan sebanyak 1 (satu) rangkap dokumen asli.
30 23 Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. PT/CV/Firma/Koperasi [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]... Jabatan
31 24 B. BENTUK SURAT PENAWARAN PENYEDIA PERORANGAN CONTOH Nomor :, 20 Lampiran : Kepada Yth.: Pokja di Tempat Perihal : Sehubungan dengan undangan Penunjukan Langsung nomor: tanggal dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan sebesar Rp ( ). Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1. Daftar Kuantitas dan Harga; 2. Pakta Integritas; 3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari : a. Metoda Pelaksanaan; b. Jadwal Waktu Pelaksanaan; c. Daftar Personil Inti; d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan; e. Spesifikasi teknis; 4. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]. Surat Penawaran beserta lampirannya kami sampaikan sebanyak 1 (satu) rangkap dokumen asli. Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. Penyedia... Nama Lengkap
32 25 C. BENTUK SURAT KUASA [Kop Surat Badan Usaha] CONTOH-1 SURAT KUASA Nomor : Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : Alamat perusahaan : Jabatan : [Direktur Utama/ Pimpinan Perusahaan/Pengurus Koperasi] [ nama PT/CV/Firma/Koperasi] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris/Anggaran Dasar No. [No. Akta Notaris/Anggaran Dasar] tanggal [tanggal penerbitan Akta Notaris/Anggaran Dasar] yang dikeluarkan oleh Notaris [nama Notaris penerbit Akta Notaris/Anggaran Dasar] beserta perubahannya, yang berkedudukan di (alamat perusahaan/koperasi) yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama : *) Alamat : Jabatan : yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk: 1. [menghadiri opname pekerjaan di lapangan]; 2. [menandatangani Surat Penawaran;] 3. [menandatangani Pakta Integritas;] 4. [menandatangani Surat Perjanjian.] Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain., 20 Penerima Kuasa Pemberi Kuasa (nama dan jabatan) (nama dan jabatan) *) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus Koperasi
33 26 CONTOH-2 [Kop Surat Badan Usaha] SURAT KUASA Nomor : Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : Alamat Perusahaan : Jabatan : [Direktur Utama/ Pimpinan Perusahaan/Pengurus Koperasi/Kepala Cabang/(wakil Kemitraan /KSO)] [nama PT/CV/Firma/Koperasi] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [Perusahaan/ Koperasi /(kemitraan/kso) berdasarkan [Akta Notaris/Anggaran Dasar] No. [No. Akta Notaris/Anggaran Dasar] tanggal [tanggal penerbitan Akta Notaris/Anggaran Dasar] yang dikeluarkan oleh Notaris [nama Notaris penerbit Akta/Anggaran Dasar] beserta perubahannya atau [Perjanjian Kemitraan /Kerjasama Operasi (KSO) No. tanggal )] yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama : Alamat : yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. K h u s u s Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili 1. [menghadiri opname pekerjaan di lapangan;] 2. [menghadiri pembukaan penawaran;] 3. [menandatangani Berita Acara Klarifikasi Teknis dan Negosiasi Harga;] 4. [, dst.] Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain., 20 Penerima Kuasa Pemberi Kuasa (nama) (nama dan jabatan) *)Penerima Kuasa dari Direktur Utama/ Pimpinan Perusahaan/ Pengurus Koperasi/Kepala Cabang/(wakil Kemitraan /KSO) adalah pengurus/karyawan perusahaan/karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap.
34 27 D. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS Dokumen Penawaran Teknis [Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan, keterangan dapat dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan] 1. metoda pelaksanaan pekerjaan [diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan]; 2. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan]; 3. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal [sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan]; 4. spesifikasi teknis; 5. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan, serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]; dan 6. [hal-hal lain yang dipersyaratkan].
35 28 E. BENTUK PAKTA INTEGRITAS [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha] PAKTA INTEGRITAS Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : [nama wakil sah badan usaha] No. Identitas Jabatan Bertindak untuk dan atas nama : [diisi nomor KTP/SIM/Paspor] : : PT/CV/Firma/Koperasi [diisi nama badan usaha] dalam rangka pengadaan [isi nama paket] pada [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); 2. akan melaporkan kepada APIP [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini; 3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana. [tempat], [tanggal] [bulan] 20 [tahun] [Nama Penyedia], [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan]
36 29 [Contoh Pakta Integritas Perorangan] PAKTA INTEGRITAS Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : [nama penyedia perorangan] Pekerjaan Alamat Rumah No. Identitas (KTP/SIM/Paspor) : : : dalam rangka pengadaan [isi nama paket] pada [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); 2. akan melaporkan kepada APIP [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini; 3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana. [tempat], [tanggal] [bulan] 20 [tahun] [Nama Penyedia], [tanda tangan] [nama lengkap]
37 30 BAB VII. BENTUK KONTRAK SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket : Nomor: SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak ) dibuat dan ditandatangani di pada hari tanggal bulan tahun [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara [nama Pejabat Pembuat Komitmen], selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama [nama satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang berkedudukan di [alamat Pejabat Pembuat Komitmen], berdasarkan Surat Keputusan [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PPK] No [No. SK penetapan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen] (selanjutnya disebut PPK ) dan 1. [Untuk penyedia perseorangan, maka : [nama penyedia], yang berkedudukan di [alamat penyedia], berdasarkan kartu identitas No. [No. KTP/SIM/Paspor], selanjutnya disebut Penyedia ]; 2. Untuk penyedia Badan Usaha non KSO, maka: [ [nama wakil Penyedia], [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama [nama Penyedia], yang berkedudukan di [alamat Penyedia], [berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar No. [No. Akta Pendirian/Anggaran Dasar] tanggal [tanggal penerbitan Akta Pendirian/Anggaran Dasar], selanjutnya disebut Penyedia ]; 3. Untuk penyedia KSO/Kemitraan, maka : [Kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut : a. [nama Penyedia 1] b. [nama Penyedia 2]. dst Yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil Kemitraan/KSO] bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di [alamat Penyedia wakil kemitraan], berdasarkan Surat Perjanjian Kemitraan/KSO No. tanggal, selanjutnya disebut Penyedia ] MENGINGAT BAHWA: (a) PPK telah meminta Penyedia untuk menyediakan sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya disebut );
38 31 (b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional, personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini; (c) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili; (d) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait. MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum, ditulis sebagai berikut: total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga hasil negosiasi harga adalah sebesar Rp ( rupiah); ] [untuk kontrak lump sum, ditulis sebagai berikut: total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hasil negosiasi harga adalah sebesar Rp ( rupiah); ] 2. peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini; 3. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada); b. pokok perjanjian; c. surat penawaran; d. daftar kuantitas dan harga (apabila ada); e. syarat-syarat khusus Kontrak; f. syarat-syarat umum Kontrak; g. spesifikasi khusus; h. spesifikasi umum; i. gambar-gambar; dan
39 32 j. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan (apabila ada), SPPBJ dan BAHPL. 4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki pada angka 3 di atas; 5. Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia; 2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia; 3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; 4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia; b. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak; 2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; 3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; 4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; 5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak; 6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; 7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; 8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia. 6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal diterbitkannya SPMK dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.
40 33 DENGAN DEMIKIAN, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia. Untuk dan atas nama PPK Untuk dan atas nama Penyedia [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp 6.000,- )] [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja PPK maka rekatkan materai Rp 6.000,- )] [nama lengkap] [jabatan] [nama lengkap] [jabatan]
41 34 [kop surat K/L/D/I] SURAT PERINTAH KERJA (SPK) SATUAN KERJA: NOMOR DAN TANGGAL SPK: Halaman dari PAKET PEKERJAAN: NOMOR DAN TANGGAL SURAT UNDANGAN PENUNJUKAN LANGSUNG: NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL PENUNJUKAN LANGSUNG: SPK ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal diterbitkannya SPMK dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam SPK ini. SUMBER DANA: [sebagai contoh, cantumkan dibebankan atas DIPA Tahun Anggaran untuk mata anggaran kegiatan WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ( ) hari kalender/bulan/tahun NILAI PEKERJAAN No. Uraian Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Harga Satuan (Rp) Subtotal (Rp) Material Upah Material Upah Total (Rp) Terbilang : Jumlah PPN 10% NILAI INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima. Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berkewajiban untuk membayar denda kepada PPK sebesar: a. 1/1000 (satu per seribu) dari bagian nilai kontrak/spk sebelum PPN yang belum dikerjakan setiap hari kalender keterlambatan (apabila output dapat dipecah-pecah (bukan satu kesatuan sistem) dan dapat berfungsi secara sendiri-sendiri) b. 1/1000 (satu per seribu) dari total nilai kontrak/spk sebelum PPN setiap hari kalender keterlambatan (apabila output tidak dapat dipecah-pecah karena satu kesatuan system dan tidak dapat berfungsi secara sendiri-sendiri) Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini, penyedia berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum SPK terlampir. Untuk dan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen Untuk dan atas nama penyedia [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk penyedia maka rekatkan materai Rp 6.000,- )] [nama lengkap] [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan materai Rp 6.000,- )] [nama lengkap]
42 35 [jabatan] [jabatan] STANDAR KETENTUAN DAN SYARAT UMUM SURAT PERINTAH KERJA (SPK) 1. LINGKUP PEKERJAAN Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan, sesuai dengan volume, spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam SPK. 2. HUKUM YANG BERLAKU Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. 3. PENYEDIA JASA MANDIRI Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan. 4. HARGA SPK a. PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK. b. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi. c. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum). 5. HAK KEPEMILIKAN a. PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada PPK. Jika diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan hukum yang berlaku. b. Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK, dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. 6. CACAT MUTU PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu, serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan. 7. PERPAJAKAN Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK. 8. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya. 9. JADWAL a. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. b. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas
43 36 penyedia dengan adendum SPK. 10. ASURANSI a. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: 1) semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga; 2) pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan 3) perlindungan terhadap kegagalan bangunan. b. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam harga SPK. 11. PENANGGUNGAN DAN RISIKO a. Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: 1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan Personil; 2) cidera tubuh, sakit atau kematian Personil; 3) kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga; b. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal, semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK. c. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini. d. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. 12. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. 13. PENGUJIAN Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. 14. LAPORAN HASIL PEKERJAAN a. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. b. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. c. Laporan harian berisi: 1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan; 2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
44 37 3) jenis, jumlah dan kondisi peralatan; 4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan; 5) keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan; dan 6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. d. Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK. e. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. f. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. g. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. 15. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN a. Kecuali SPK diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPK. b. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. c. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. d. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. 16. SERAH TERIMA PEKERJAAN a. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan. b. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. c. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah PPK. d. PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. e. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari harga SPK, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari harga SPK. f. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. g. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan. h. PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. i. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka PPK berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan. 17. JAMINAN PEMELIHARAAN a. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).
45 38 b. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan SPK. c. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). 18. PERUBAHAN SPK a. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK. b. Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi: 1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK; 2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; 3) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. c. Untuk kepentingan perubahan SPK, PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK. 19. PERISTIWA KOMPENSASI a. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: 1) PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; 2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia; 3) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; 4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal; 5) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; 6) PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; 7) PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK; 8) ketentuan lain dalam SPK. b. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. c. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. d. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. e. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi. 20. PERPANJANGAN WAKTU a. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK. b. PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. 21. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK a. Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. b. Dalam hal SPK dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai, termasuk:
46 39 1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. Bahan dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya menjadi hak milik PPK; 2) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan; 3) biaya langsung demobilisasi personil. c. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak PPK. d. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: 1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; 2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan, tidak memulai pelaksanaan pekerjaan; 3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan; 4) penyedia berada dalam keadaan pailit; 5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PPK; 6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari harga SPK dan PPK menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan; 7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari; 8) PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK; 9) penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau 10) pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. e. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia: 1) penyedia membayar denda; dan/atau 2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. f. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. 22. PEMBAYARAN a. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus]; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; 4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada), pajak dan uang retensi. b. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan. c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). d. Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan. 23. DENDA Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat
47 40 wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. 24. PENYELESAIAN PERSELISIHAN PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui pengadilan negeri dalam wilayah hukum Republik Indonesia. 25. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja PPK telah atau akan menerima komisi atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. Penyedia menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini.
48 41 BAB VIII. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. Ketentuan Umum 1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1.1 adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. 1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. 1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 1.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. 1.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. 1.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi. 1.8 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada PPK untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia. 1.9 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang
49 42 selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan penyedia yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak Hari adalah hari kalender Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh PPK, terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih, yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang ditetapkan oleh PPK, dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan; 1.17 Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu; 1.18 Metoda pelaksanaan pekerjaan adalah cara kerja yang layak, realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar; 1.19 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
50 Personil inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penerbitan SPMK sampai dengan masa pemeliharaan berakhir Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang diterbitkan oleh PPK Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai, dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia kepada PPK dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan, menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum. 2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki dalam Surat Perjanjian.
51 44 3. Bahasa dan Hukum 3.1 Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. 3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman/hibah). 4. Larangan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini. 4.2 Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh PPK sebagai berikut: a. pemutusan Kontrak; dan b. pengenaan daftar hitam. 4.3 Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh PPK kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi lainnya. 4.4 PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 5. Asal Material/ Bahan 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor. 5.2 Asal material/bahan merupakan tempat
52 45 material/bahan diperoleh, antara lain tempat material/bahan ditambang, tumbuh, atau diproduksi. 6. Korespondensi 6.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e- mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK. 6.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK. 7. Wakil Sah Para Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk penyedia perseorangan, Penyedia tidak boleh diwakilkan. 8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. 9. Perpajakan Penyedia, dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak. 10. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis
53 46 dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian. 11. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka. 12. Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan 12.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPK jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil PPK atau konsultan pengawas. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan PPK. Jika tercantum dalam SSKK, Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah PPK. 13. Persetujuan Pengawas Pekerjaan 13.1 Semua gambar yang digunakan untuk mendapatkan Hasil Pekerjaan baik yang permanen maupun sementara harus mendapatkan persetujuan Pengawas Pekerjaan Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu adanya Hasil Pekerjaan Sementara maka penyedia berkewajiban untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan Hasil Pekerjaan Sementara tersebut untuk disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. Terlepas dari ada tidaknya persetujuan Pengawas Pekerjaan, penyedia bertanggung jawab secara penuh atas rancangan Hasil Pekerjaan Sementara. 14. Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini. 15. Penemuanpenemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK dan kepada pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara.
54 Akses ke Lokasi Kerja Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses PPK, Wakil Sah PPK dan/atau Pengawas Pekerjaan ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan. B. Pelaksanaan, Penyelesaian, Adendum dan Pemutusan Kontrak 17. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 17.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal diterbitkannya SPMK Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal diterbitkannya SPMK Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan dalam SSKK Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak. B.1 Pelaksanaan Pekerjaan 18. Penyerahan Lokasi Kerja 18.1 PPK berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi kerja kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Penyerahan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan lapangan bersama. Hasil pemeriksaan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara penyerahan lokasi kerja Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam adendum Kontrak Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi kerja maka PPK dapat dianggap telah menunda pelaksanaan
55 48 pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja tersebut, dan kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi. 19. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia. 20. Program Mutu (apabila diperlukan) 20.1 Program mutu disusun dan disepakati oleh penyedia dan PPK pada saat opname pekerjaan di lapangan Program mutu disusun paling sedikit berisi: a. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan; b. organisasi kerja penyedia; c. jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. prosedur pelaksanaan pekerjaan; e. prosedur instruksi kerja; dan f. pelaksana kerja Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan, termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan. Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan PPK Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia. 21. Opname Pekerjaan di Lapangan 21.1 Setelah diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan penyedia, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, harus sudah menyelenggarakan opname pekerjaan di lapangan Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam opname pekerjaan di lapangan meliputi:
56 49 a. program mutu (apabila diperlukan); b. organisasi kerja; c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan; d. jadwal pelaksanaan pekerjaan; e. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan personil; f. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan. 22. Mobilisasi 22.1 Mobilisasi harus dilaksanakan sejak diterbitkan SPMK Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu: a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; b. mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung laboratorium, bengkel, gudang, dan sebagainya; dan/atau c. mendatangkan personil-personil Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. 23. Pemeriksaan Bersama 23.1 Apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan lokasi pekerjaan dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lokasi pekerjaan untuk setiap rencana mata pembayaran Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan sesuai opname pekerjaan di lapangan maka penyedia tetap
57 50 dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat Personil dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati bersama. B.2 Pengendalian Waktu 24. Waktu Penyelesaian Pekerjaan 24.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan angka 24 ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. 25. Perpanjangan Waktu 25.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama, segera setelah penyedia meminta perpanjangan. Jika
58 51 penyedia lalai untuk memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan maka keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Tanggal Penyelesaian. 26. Penundaan oleh Pengawas Pekerjaan Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus segera ditembuskan kepada PPK. 27. Rapat Pemantauan 27.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan rapat pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk menindaklanjuti peringatan dini Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada PPK dan pihak-pihak yang menghadiri rapat Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri rapat. 28. Peringatan Dini 28.1 Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap Nilai Kontrak dan Tanggal Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin disampaikan oleh penyedia Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah
59 52 atau mengurangi dampak peristiwa atau kondisi tersebut. B.3 Penyelesaian Kontrak 29. Serah Terima Pekerjaan 29.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah PPK PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan yang ditetapkan dalam SSKK sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan
60 53 dengan baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka PPK berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan Jika Hasil Pekerjaan berupa bangunan maka umur konstruksi bangunan ditetapkan dalam SSKK. 30. Pengambilalihan PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. 31. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan 31.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan SSKK Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, PPK berhak menahan uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan. B.4 Adendum 32. Perubahan Kontrak 32.1 Perubahan harga dan lingkup pekerjaan hanya berlaku untuk kontrak harga satuan atau bagian pekerjaan yang menggunakan kontrak harga satuan dari gabungan lump sum dan harga satuan Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi: a. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; b. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan
61 54 akibat adanya perubahan pekerjaan; c. perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan Untuk kepentingan perubahan kontrak, PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK. 33. Perubahan Lingkup Pekerjaan 33.1 Perubahan lingkup pekerjaan hanya berlaku untuk kontrak harga satuan tidak berlaku untuk kontrak lump sum Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak, maka PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain : a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak; b. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan; c. mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan; dan/atau d. melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum kontrak. 34. Perubahan Jadwal Pelaksanaan 34.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut:
62 55 Pekerjaan a. pekerjaan tambah; b. perubahan disain; c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK; d. masalah yang timbul di luar kendali penyedia; dan/atau e. keadaan kahar Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia PPK dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum kontrak. B.5 Penghentian dan Pemutusan Kontrak 35. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 35.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak PPK Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: a. penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; b. penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan, tidak memulai pelaksanaan pekerjaan; c. penyedia menghentikan pekerjaan dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan; d. penyedia berada dalam keadaan pailit;
63 56 e. penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PPK; f. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak dan PPK menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan; g. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari; h. PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK; i. penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau j. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia: a. penyedia membayar denda; dan/atau b. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. 36. Peninggalan Semua Bahan, Perlengkapan, Peralatan, Hasil Pekerjaan Sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh PPK tanpa kewajiban perawatan. Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan PPK.
64 Penghentian Kontrak 38. Pembayaran setelah Penghentian/ Pemutusan Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. Dalam hal Kontrak dihentikan atau diputus, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan tanggal berlakunya pengentian/pemutusan kontrak. C. Hak dan Kewajiban Para Pihak 39. Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam melaksanakan kontrak, meliputi: 39.1 Hak dan kewajiban PPK: a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia; c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan d. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak Hak dan kewajiban penyedia: a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; d. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam
65 58 kontrak; f. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; g. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan h. mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. 40. Penggunaan Dokumen- Dokumen Kontrak dan Informasi Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar, kecuali dengan ijin tertulis dari PPK. 41. Hak Kekayaan Intelektual Penyedia wajib melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia. 42. Penanggungan dan Risiko 42.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: 4) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan Personil; 5) cidera tubuh, sakit atau kematian Personil; 6) kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga; 42.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai
66 59 dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal, semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam ketentuan pada angka 40 ini Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. 43. Perlindungan Tenaga Kerja 43.1 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan, penyedia beserta Personilnya dianggap telah membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja tersebut Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada setiap Personilnya perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku, penyedia akan melaporkan kepada PPK mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.
67 Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini. 45. Asuransi 45.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga; b. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan c. perlindungan terhadap kegagalan bangunan Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak. 46. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan PPK atau Pengawas Pekerjaan 46.1 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis PPK sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a. menunjuk Personil yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran A SSKK; b. mengubah atau memutakhirkan program mutu; c. tindakan lain yang diatur dalam SSKK Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan tindakantindakan berikut: a. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam angka 13 SSUK; b. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi; c. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan; d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. 47. Laporan Hasil Pekerjaan 47.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak untuk menetapkan
68 61 volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian Laporan harian berisi: a. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan; b. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya; c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan; d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan; e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan; dan f. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. 48. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan, gambar, spesifikasi, disain, laporan, dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik PPK. Penyedia
69 62 paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK. 49. Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil 49.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK. 50. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika dipandang perlu, PPK dapat memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja. 51. Keselamatan Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja. 52. Pembayaran Denda Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam Kontrak ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. 53. Jaminan 53.1 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
70 63 setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak; 53.3 Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO); D. Personil dan/atau Peralatan Penyedia 54. Personil Inti dan/atau Peralatan 54.1 Personil inti dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis PPK Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada PPK dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan penggantian PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan Jika PPK menilai bahwa personil inti: a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik; b. berkelakuan tidak baik; atau c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya; maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh PPK Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan, maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun.
71 Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya. Jika diperlukan oleh PPK, Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah. E. Kewajiban PPK 55. Fasilitas PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini. 56. Peristiwa Kompensasi 56.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: a. PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia; c. PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal; e. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; f. PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; g. PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK; h. ketentuan lain dalam SSKK Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia
72 65 kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi. F. Pembayaran kepada Penyedia 57. Harga Kontrak 57.1 PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi juga biaya keselamatan dan kesehatan kerja [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).]
73 Pembayaran 58.1 Prestasi pekerjaan a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; dan 4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan; c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM); d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan halhal yang sedang menjadi perselisihan dan besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar setinggi-tingginya sesuai ketentuan dalam SSKK Denda dan ganti rugi a. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia karena terjadinya cidera janji/wanprestasi; b. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK karena terjadinya cidera janji/wanprestasi; c. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga
74 67 bagian kontrak yang belum dikerjakan, apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi; atau 2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak, apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi. sesuai yang ditetapkan dalam SSKK; d. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi; e. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam pembayaran prestasi pekerjaan; f. ganti rugi dan kompensasi kepada penyedia dituangkan dalam adendum kontrak; g. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh PPK, apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. 59. Hari Kerja 59.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masingmasing pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan. 60. Perhitungan Akhir 60.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan berita acara penyerahan awal telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak Sebelum pembayaran terakhir dilakukan, penyedia berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo. PPK berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas Pekerjaan berkewajiban
75 68 untuk menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan. 61. Penangguhan 61.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya, termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran, disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia. G. Pengawasan Mutu 62. Pengawasan dan Pemeriksaan PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. 63. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh PPK 63.1 PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan.
76 Cacat Mutu PPK atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. PPK atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh PPK atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. 65. Pengujian Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. 66. Perbaikan Cacat Mutu 66.1 PPK atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka PPK, berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan, berhak untuk secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK melakukan perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah menerima klaim PPK secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut. PPK dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan Surat Jaminan Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada PPK yang telah jatuh
77 70 tempo PPK dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu, dan mendaftarhitamkan penyedia. 67. Kegagalan Bangunan 67.1 Jika Hasil Pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK berupa bangunan maka PPK dan/atau penyedia terhitung sejak tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan kesalahan masingmasing selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian PPK) sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari kegagalan bangunan Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan penyedia dalam ketentuan angka 65 ini Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. H. Penyelesaian Perselisihan 68. Penyelesaian Perselisihan 68.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau
78 71 interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah, arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 69. Itikad Baik 69.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.
79 72 BAB IX. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Pengertian Pengguna Anggaran adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pada [K/L/D/I] B. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja PPK: Nama: Alamat: Website: Faksimili: Penyedia: Nama: Alamat: Faksimili: C. Wakil Sah Para Pihak Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk PPK: Untuk Penyedia: D. Tanggal Berlaku Kontrak Kontrak mulai berlaku sejak ditetapkannya tanggal mulai kerja hingga serah terima akhir pekerjaan (FHO) atau berakhirnya masa pemeliharaan. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan konstruksi selama.(...) hari, terhitung sejak tanggal mulai kerja sampai dengan tanggal serah terima pekerjaan pertama (PHO) sebagaimana dicantumkan pada Berita Acara Serah Terima Pertama E. Masa Pemeliharaan Masa Pemeliharaan berlaku selama 730 (Tujuh Ratus Tiga Puluh) hari terhitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan F. Umur Konstruksi Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi: ( ) tahun sejak tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan akhir. G. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan Gambar As built dan/atau pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat-lambatnya: ( ) hari kalender/bulan/tahun setelah
80 73 tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan awal. H. Pembayaran Tagihan I. Pencairan Jaminan J. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan PPK atau Pengawas Pekerjaan Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh PPK untuk pembayaran tagihan angsuran adalah 7(tujuh) hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh PPK. Dalam hal pemutusan kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia, maka Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan PPK adalah: a). Menambah dan/atau mengurangi volume pekerjaan yang menimbulkan perubahan nilai kontrak b). Menambah jenis item pekerjaan baru c). Menambah dan/atau mengurangi nilai kontrak d). Merubah jadwal pelaksanaan pekerjaan e). Persetujuan pembayaran prestasi pekerjaan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah: a). Merubah dan memodifikasi spesifikasi teknik b). Metode dan ijin pelaksanaan pekerjaan c). Pengesahan rancangan mutu kerja d). Pengujian mutu bahan dan hasil pekerjaan e). Pengesahan perbaikan cacat mutu pekerjaan f). Pengesahan hasil prestasi pekerjaan dilapangan K. Kepemilikan Dokumen Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari ini dengan pembatasan sebagai berikut: [sebutkan batasan/ketentuan yang dibolehkan dalam penggunaannya] L. Fasilitas PPK akan memberikan fasilitas berupa : [sebutkan fasilitas milik PPK yang dapat digunakan, apabila ada] M. Sumber Pembiayaan N. Pembayaran Prestasi Pekerjaan Kontrak Pengadaan ini dibiayai dari APBN Tahun Anggaran... Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara: Bulanan. Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: 1). berita acara prestasi hasil pekerjaan; 2). perincian kuantitas hasil pekerjaan;
81 74 3). laporan mutu hasil pekerjaan. Ganti Rugi yang diberikan oleh PPK kepada Penyedia atas keterlambatan pembayaran adalah kompensasi perpanjangan waktu pelaksanaan berdasarkan perhitungan yang sesuai/relevan O. Denda Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari [harga kontrak/harga bagian kontrak yang belum dikerjakan, agar diperhatikan dari lingkup kontrak apakah ada bagian dari lingkup pekerjaan yang dapat diserah terimakan sebagian/parsial untuk mengisi harga tersebut di atas]. Untuk keperluan penetapan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan, maka bagian pekerjaan dinyatakan dapat berfungsi jika lingkup atau bagian lingkup kontrak dimaksud telah dilakukan P. Penyelesaian Perselisihan Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. Masing-masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator. ]
82 75 Lampiran A Syarat-Syarat Khusus Kontrak Personil Inti dan Peralatan - Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab kerja, minimum kualifikasi, dan jumlah orang bulan] - Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan]
83 76 BAB X. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR Keterangan Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
84 77 BAB XI. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum) 1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada Penyedia (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi Teknis dan Gambar. 2. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan, overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak. 4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait. 6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf; dan (b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah.
85 78 Keterangan (Untuk Kontrak Lump Sum) 1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada Penyedia (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi Teknis dan Gambar. 2. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam SSUK dan SSKK. 3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan, overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak. 4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait. 6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik terhadap volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.
86 79 Daftar 1: Rekapitulasi Daftar Kuantitas dan Harga Nama Paket : Penanganan Mendesak dan Tanggap Darurat Ruas Jalan Buyat-Molobog-Onggunoi Kab / Kota : Kabupaten Bolaang Mongondow Timur No. Divisi Uraian Harga (Rupiah) 1 Umum 2 Drainase 3 Pekerjaan Tanah 4 Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan 5 Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen 6 Perkerasan Aspal 7 Struktur 8 Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor 9 Pekerjaan Harian 10 Pekerjaan Pemeliharaan Rutin (A) (B) (C) (D) Jumlah Harga Konstruksi Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) = 10% x (A) TOTAL NILAI = (A) + (B) DIBULATKAN Terbilang :, PT.., Tanda Tangan dan Cap (nama jelas)
87 80 Daftar 2: Mata Pembayaran Nama Paket : Penanganan Mendesak dan Tanggap Darurat Ruas Jalan Worotican Poopo Kab / Kota : Kabupaten Minahasa Selatan No. Uraian Pekerjaan Satuan ukuran Kuantitas Harga Satuan (Rp) Total Harga- Harga (Rp) a b c d e f = (dxe) DIVISI 1. - UMUM 1.2 Mobilisasi Ls 1, (1) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas Ls 1, (2) Jembatan Sementara Ls 1.17 Pengamanan Lingkungan Hidup Ls 1.20.(1) Pengeboran, termasuk SPT dan Laporan M 1.20.(2) Sondir termasuk Laporan M 1.21 Manajemen Mutu Ls Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 1(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 2. - DRAINASE 2.1.(1) Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air M (1) Pasangan Batu dengan Mortar M (1) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam cm M 2.3.(2) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter cm M 2.3.(3) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam cm M 2.3.(4) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam M cm 2.3.(5) Gorong-gorong Pipa Baja Bergelombang Ton 2.3.(6) Gorong-gorong Pipa Beton Tanpa Tulangan diameter dalam 20 M cm 2.3.(7) Gorong-gorong Pipa Beton Tanpa Tulangan diameter dalam 25 M cm 2.3.(8) Gorong-gorong Pipa Beton Tanpa Tulangan diameter dalam 30 M cm 2.3.(9) Saluran berbentuk U Tipe DS 1 M 2.3.(10) Saluran berbentuk U Tipe DS 2 M 2.3.(11) Saluran berbentuk U Tipe DS 3 M 2.3.(12) Beton K250 (fc 20) untuk struktur drainase beton minor M (13) Baja Tulangan untuk struktur drainase beton minor Kg 2.3.(14) Pasangan Batu tanpa Adukan (Aanstamping) M (1) Bahan Porous untuk bahan penyaring (filter) M (2) Anyaman filter plastik M (3) Pipa berlubang banyak (Perforated Pipe) untuk pekerjaan drainase bawah permukaan M Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 2(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 3. - PEKERJAAN TANAH 3.1.(1a) Galian Biasa M , (1a) Galian Biasa M , (1b) Galian Cadas Muda M (2) Galian Batu M 3
88 (3) Galian Struktur dengan kedalaman 0-2 meter M (4) Galian Struktur dengan kedalaman 2-4 meter M (5) Galian Struktur dengan kedalaman 4-6 meter M (6) Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Milling Machine M (7) Galian Perkerasan Beraspal tanpa Cold Milling Machine M (8) Galian Perkerasan berbutir M (9) Galian Perkerasan Beton M (2a) Timbunan Biasa dari Sumber Galian M (2) Timbunan Pilihan M 3 520, (2a) Timbunan Pilihan Dari Sumber Galian M (3) Timbunan Pilihan berbutir (diukur diatas bak truk) M (1) Penyiapan Badan Jalan M (1) Pembersihan dan Pengupasan Lahan M (2) Pemotongan Pohon Pilihan diameter cm Buah 3.4.(3) Pemotongan Pohon Pilihan diameter cm Buah 3.4.(4) Pemotongan Pohon Pilihan diameter cm Buah 3.4.(5) Pemotongan Pohon Pilihan diameter > 75 cm Buah 3.5.(1) Geotextil Filter untuk Drainase Bawah Permukaan (Kelas 2) M 2 Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 3(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 4. - PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN 4.2 (1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A M (2a) Lapis Pondasi Agregat Kelas B M (2b) Lapis Pondasi Agregat Kelas S M (3) Semen untuk Lapis Pondasi Semen Tanah Ton 4.2 (4) Lapis Pondasi Semen Tanah M (5) Agregat Penutup BURTU M (6) Bahan Aspal untuk Pekerjaan Pelaburan Ltr 4.2 (7) Lapis Resap Pengikat Ltr 4.2 (8) Lapis Resap Perekat Ltr 4.2 (9) Laston Lapis Pondasi (AC-Base) (gradasi halus/kasar) Ton 4.2 (10) Laston Lapis Pondasi Modifikasi (AC-Base Mod) (gradasi Ton halus/kasar) 4.2 (11) Laston Lapis Antara (AC-BC) (gradasi halus/kasar) Ton 4.2 (12) Laston Lapis Antara Modifikasi (AC-BC Mod)(gradasi Ton halus/kasar) 4.2 (13) Aspal Keras Ton 4.2 (14) Aspal Modifikasi Ton 4.2 (15) Bahan Anti Pengelupasan Kg 4.2 (16) Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Kapur Kg 4.2 (17) Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen Kg 4.2 (18) Asbuton(bitumen dan mineral) sebagai Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Ton Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 4(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 5. - PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN 5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A M (2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B M (1) Lapis Permukaan Agregat Tanpa Penutup Aspal M (2) Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal M 3
89 (1) Perkerasan Beton Semen M (2) Perkerasan Beton Semen dengan Anyaman Tulangan Tunggal M (3) Lapis Pondasi bawah Beton Kurus M (1) Semen untuk Lapis Pondasi Semen Tanah Ton 5.4.(2) Lapis Pondasi Tanah Semen M (1) Lapis Pondasi Agregat Dengan Cement Treated Base (CTB) M (2) Lapis Beton Semen Pondasi Bawah (Cement Treated Sub Base (CTSB)) M 3 Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 5(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 6. - PERKERASAN ASPAL 6.1.(1a) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair Ltr 6.1.(1b) Lapis Resap Pengikat - Aspal Emulsi Ltr 6.1.(2a) Lapis Perekat - Aspal Cair Ltr 6.1.(2b) Lapis Perekat - Aspal Emulsi Ltr 6.1.(2c) Lapis Perekat - Aspal Emulsi Modifikasi Ltr 6.2.(1) Agregat Penutup BURTU M (2) Agregat Penutup BURDA M (3a) Bahan Aspal untuk Pekerjaan Pelaburan Ltr 6.2 (3b) Bahan Aspal Modifikasi untuk Pekerjaan Pelaburan Ltr 6.2 (4a) Aspal Cair Emulsi untuk Precoated Ltr 6.2 (4b) Aspal Emulsi untuk Precoated Ltr 6.2 (4c) Aspal Emulsi Modifikasi untuk Precoated Ltr 6.2 (4d) Bahan anti pengelupasan Kg 6.3 (1) Latasir Kelas A (tebal nominal) (SS-A) Ton 6.3 (2) Latasir Kelas B (tebal nominal) (SS-B) Ton 6.3(3a) Lataston Lapis Aus (HRS-WC) (gradasi senjang/semi senjang) Ton 6.3(3b) Lataston Lapis Aus Perata (HRS-WC(L)) (gradasi senjang/semi senjang) Ton 6.3.(4a) Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) (gradasi senjang/semi senjang) Ton 6.3.(4b) Lataston Lapis Pondasi Perata (HRS-Base(L)) (gradasi senjang/semi senjang) Ton 6.3.(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3(5b) Laston Lapis Aus Modifikasi (AC-WC Mod) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3(5c) Laston Lapis Aus Perata (AC-WC(L)) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3(5d) Laston Lapis Aus Perata (AC-WC(L)Mod) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3.(6a) Laston Lapis Antara (AC-BC) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3(6b) Laston Lapis Antara Modifikasi (AC-BC Mod)(gradasi Ton halus/kasar) 6.3(6c) Laston Lapis Antara Perata (AC-BC(L)) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3(6d) Laston Lapis Antara Modifikasi Perata (AC-BC(L)Mod) Ton Leveling (gradasi halus/kasar) 6.3(7a) Laston Lapis Pondasi (AC-Base) (gradasi halus/kasar) Ton 6.3(7b) Laston Lapis Pondasi Modifikasi (AC-Base Mod) (gradasi Ton halus/kasar) 6.3(7c) Laston Lapis Antara Perata (AC-Base(L)) (gradasi Ton halus/kasar) 6.3(7d) Laston Lapis Pondasi Modifikasi Perata (AC-Base(L)Mod) Ton (gradasi halus/kasar) 6.3.(8a) Aspal Keras Ton 6.3.(8b) Aspal Modifikasi Ton
90 (9) Bahan Anti Pengelupasan Kg 6.3.(10a) Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Kapur Kg 6.3.(10b) Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen Kg 6.3.(10c) Asbuton(bitumen dan mineral) sebagai Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Ton SKh 6.3.a(1.a) SKh 6.3.a(2.a) Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 6(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI SKh 6.3.a. Campuran Beraspal Panas Dengan Asbuton Campuran beraspal panas dengan Asbuton Lapis Aus (AC-WC AsbP) (Asbuton Pra Campur) (t=4 cm) Campuran beraspal panas dengan Asbuton Lapis Permukaan Antara (AC-BC AsbP) (Asbuton Pra Campur) (t=6 cm) Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI SKh 6.3.a(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 7. STRUKTUR 7.1.(1) Beton mutu tinggi, fc 50 MPa M (2) Beton mutu tinggi, fc 45 MPa M (3).a Beton mutu tinggi, fc 40 MPa dengan Traveler M (3).b Beton mutu tinggi, fc 40 MPa dengan Perancah M (4) Beton mutu tinggi, fc 35 MPa M (5).a Beton mutu sedang, fc 30 MPa lantai jembatan M (5).b Beton mutu sedang, fc 30 MPa untuk.. M (6) Beton mutu sedang, fc 25 MPa M (7).a Beton mutu sedang, fc 20 MPa M (7).b Beton mutu sedang, fc 20 MPa yang dilaksanakan di air M (8) Beton mutu rendah, fc 15 MPa M (9) Beton siklop, fc 15 MPa M (10) Beton mutu rendah, fc 10 MPa M (1a) Penyediaan unit pracetak gelagar Type I Bentang 16 Meter Buah 7.2.(1b) Penyediaan unit pracetak gelagar Type I Bentang 25 Meter Buah 7.2.(1c) Penyediaan unit pracetak gelagar Type I Bentang Meter Buah 7.2.(2a) Pemasangan unit pracetak gelagar Type I Bentang 16 Meter Buah 7.2.(2b) Pemasangan unit pracetak gelagar Type I Bentang 25 Meter Buah 7.2.(2c) Pemasangan unit pracetak gelagar Type I Bentang Meter Buah 7.2.(3a) Penyediaan unit pracetak gelagar Type U Bentang 16 Meter Buah 7.2.(3b) Penyediaan unit pracetak gelagar Type UBentang Meter Buah 7.2.(4a) Pemasangan unit pracetak gelagar Type I Bentang 16 Meter Buah 7.2.(4b) Pemasangan unit pracetak gelagar Type I Bentang Meter Buah 7.2.(5) Penyediaan unit pracetak gelagar Box Bentang Meter lebar.meter Buah 7.2.(6) Pemasangan unit pracetak gelagar Box Bentang Meter lebar.meter Buah 7.2.(7) Baja Prategang Kg 7.2.(8) Penyediaan Pelat berongga (Voided Slab) Pracetak bentang..meter Buah 7.2.(9) Pemasangan Pelat berongga (Voided Slab) Pracetak bentang..meter Buah 7.2.(10) Beton Diafragma Fc 30 MPa termasuk pekerjaan penegangan M 3 setelah pengecoran (post-tension) 7.3.(1) Baja Tulangan U24 Polos Kg 7.3.(2) Baja Tulangan U32 Polos Kg 7.3.(3) Baja Tulangan U32 Ulir Kg 7.3.(4) Baja Tulangan U39 Ulir Kg M 2 M 3
91 (5) Baja Tulangan U48 Ulir Kg 7.3.(6) Anyaman Kawat yang dilas (Welded Wire Mesh) Kg 7.4.(1).a Penyediaan Baja Struktur BJ 34 (Titik Leleh 210 MPa) Kg 7.4.(1).b Penyediaan Baja Struktur BJ 37 (Titik Leleh 240 MPa) Kg 7.4.(1).c Penyediaan Baja Struktur BJ (Titik Leleh MPa) Kg 7.4.(2).a Pemasangan Baja Struktur BJ 34 (Titik Leleh 210 MPa) Kg 7.4.(2).b Pemasangan Baja Struktur BJ 37 (Titik Leleh 240 MPa) Kg 7.4.(2).c Pemasangan Baja Struktur BJ (Titik Leleh MPa) Kg 7.4.(3a) Pengadaan Struktur Rangka Baja Panjang 40 m, Lebar 9 m Buah 7.4.(3b) Pengadaan Struktur Rangka Baja Panjang 50 m, Lebar 9 m Buah 7.4.(3c) Pengadaan Struktur Rangka Baja Panjang 60 m, Lebar 9 m Buah 7.4.(3d) Pengadaan Struktur Rangka Baja Panjang.. m, Lebar m Buah 7.4.(4) Pemasangan jembatan baja Buah 7.4.(5) Pengangkutan bahan jembatan baja Buah 7.5.(1) Pemasangan jembatan rangka baja Kg 7.5.(2) Pengangkutan Bahan Jembatan Kg 7.6.(1) Fondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan M 7.6.(2) Dinding turap kayu tanpa pengawetan M 7.6.(3) Dinding turap kayu dengan pengawetan M 7.6.(4) Dinding turap baja M 7.6.(5) Dinding turap beton M 7.6.(6) Penyediaan Tiang Pancang kayu tanpa pengawetan M ukuran.mm 7.6.(7) Penyediaan Tiang Pancang kayu dengan pengawetan M ukuran.mm 7.6.(8).a Penyediaan tiang pancang baja diameter 500 mm tebal 10 mm M 7.6.(8).b Penyediaan tiang pancang baja diameter 500 mm tebal mm M 7.6.(8).c Penyediaan tiang pancang baja diameter mm tebal mm M 7.6.(9).a Penyediaan tiang pancang H beam Ukuran 300 mm x 300 mm M x 10 mm x 15 mm 7.6.(9).b Penyediaan tiang pancang H beam Ukuran mm x mm x mm x mm M 7.6.(10).a Penyediaan tiang pancang beton bertulang pracetak Ukuran M 350 mm x 350 mm 7.6.(10).b Penyediaan tiang pancang beton bertulang pracetak Ukuran M. mm x mm 7.6.(11).a Penyediaan tiang pancang beton pratekan pracetak Ukuran 400 M mm x 400 mm 7.6.(11).b Penyediaan tiang pancang beton pratekan pracetak Ukuran. M mm x mm 7.6.(12).a Penyediaan tiang pancang beton pratekan pracetak diameter M 450 mm 7.6.(12).b Penyediaan tiang pancang beton pratekan pracetak diameter M. mm 7.6.(13) Pemancangan Tiang Pancang kayu ukuran.mm M 7.6.(14).a Pemancangan tiang pancang baja diameter 500 mm M 7.6.(14).b Pemancangan tiang pancang baja diameter mm M 7.6.(15).a Pemancangan tiang pancang H beam Ukuran 300 mm x 300 M mm x 10 mm x 15 mm 7.6.(15).b Pemancangan tiang pancang H beam Ukuran mm x mm M x mm x mm 7.6.(16).a Pemancangan tiang pancang beton bertulang pracetak Ukuran M 350 mm x 350 mm 7.6.(16).b Pemancangan tiang pancang beton bertulang pracetak Ukuran M. mm x mm
92 (17).a Pemancangan tiang pancang beton pratekan pracetak Ukuran M 400 mm x 400 mm 7.6.(17).b Pemancangan tiang pancang beton pratekan pracetak Ukuran M. mm x mm 7.6.(18).a Pemancangan tiang pancang beton pratekan pracetak diameter M 450 mm 7.6.(18).b Pemancangan tiang pancang beton pratekan pracetak diameter M. mm 7.6.(19).a Tiang bor beton ukuran 800 mm M 7.6.(19).b Tiang bor beton ukuran..mm M 7.6.(20) Tambahan biaya untuk no. mata pembayaran 7.6.(13) s/d M 7.6.(18) bila tiang pancang dikerjakan di tempat yang berair 7.6.(21) Tambahan biaya untuk no. mata pembayaran 7.6.(19) bila M tiang bor beton dikerjakan di tempat yang berair 7.6.(22) Pengujian pembebanan pada tiang dengan diameter sampai Buah 600 m 7.6.(23) Pengujian pembebanan pada tiang dengan diameter di atas 600 Buah m 7.6.(24) Tiang uji jenis..ukuran... M 7.6.(25).a Pengujian pembebanan statis pada tiang ukuran/diameter Buah..dengan beban hidrolik Cara beban siklik 7.6.(25).b Pengujian pembebanan statis pada tiang ukuran/diameter Buah..dengan beban hidrolik Cara beban bertahap 7.6.(26).a Pengujian pembebanan statis pada tiang ukuran/diameter Buah..dengan meja beban statis Cara beban siklik 7.6.(26).b Pengujian pembebanan statis pada tiang ukuran/diameter Buah..dengan meja beban statis Cara beban bertahap 7.6.(27).a Pengujian Pembabanan Dinamis Jenis PDA (Pile Driving Buah Analisys) Pada tiang ukuran/diameter (27).b Pengujian Pembabanan Dinamis Jenis PDLT (Pile Dynamic Buah Load Test) Pada tiang ukuran/diameter (28) Pengujian Keutuhan tiang dengan Pile Integrated Test Buah 7.6.(29) Cofferdam dan pekerjaan dewatering Ls 7.7.(1) Dinding sumuran silinder terpasang, diameter.. M 7.9.(1) Pasangan Batu M (1) Pasangan Batu Kosong yang Diisi Adukan M (2) Pasangan Batu Kosong M 3 345, (3).a Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis M (3).b Bronjong dengan kawat yang dilapisi PVC M (1).a Expansion Joint Asphaltic Plug Tipe Fixed M 7.11.(1).b Expansion Joint Asphaltic Plug Tipe Movable M 7.11.(2) Expansion Joint Tipe Rubber 1 (Celah mm) M 7.11.(3) Expansion Joint Tipe Rubber 2 (Celah mm) M 7.11.(4) Expansion Joint Tipe Rubber 3 (Celah mm) M 7.11.(5) Joint Filler untuk sambungan konstruksi M 7.11.(6) Expansion Joint tipe baja bersudut M 7.11.(7) Expansion Joint tipe modular lebar M 7.12.(1a) Perletakan Logam tipe fixed 150 Ton Buah 7.12.(1b) Perletakan Logam tipe movable 150 Ton Buah 7.12.(1c) Perletakan Logam tipe. Buah 7.12.(2) Perletakan elastomeric alam ukuran mm x mm x mm Buah 7.12.(3) Perletakan elastomeric sintetis ukuran mm x mm x mm Buah 7.12.(4) Perletakan strip M 7.13.(1) Sandaran (Railing) M 7.14.(1) Papan Nama Jembatan Buah
93 (1) Pembongkaran pasangan batu M (2) Pembongkaran beton M (3) Pembongkaran beton pratekan M (4) Pembongkaran bangunan gedung M (5) Pembongkaran rangka baja M (6) Pembongkaran balok baja (Steel Stringers) M 7.15.(7) Pembongkaran lantai jembatan kayu M (8) Pembongkaran jembatan kayu M (9) Pengangkutan hasil bongkaran yang melebihi 5 km M 3 /Km 7.16.(1) Deck drain Unit 7.16.(2).a Pipa drainase baja diameter 75 mm M 7.16.(2).b Pipa drainase baja diameter mm M 7.16.(3).a Pipa drainase PVC diameter 75 mm M 7.16.(3).b Pipa drainase PVC diameter mm M 7.16.(4) Pipa penyalur PVC M Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 7(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 8. - PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR 8.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A utk Pekerjaan Minor M (2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B utk Pekerjaan Minor M (3) Agregat untuk perkerasan tanpa penutup aspal untuk pekerjaan minor M 3 (Vol. Gembur) 8.1.(4) Waterbound macadam untuk pekerjaan minor M (5) Campuran Aspal Panas untuk Pekerjaan Minor M (6) Lasbutag dan latasbusir untuk pekerjaan minor M (7) Penetrasi macadam untuk pekerjaan minor M (8) Campuran aspal dingin untuk pekerjaan minor M (9) Residu bitumen untuk pekerjaan minor Ltr 8.2.(1) Galian untuk bahu jalan dan pekerjaan minor lainnya M (1) Stabilisasi dengan tanaman M (1b) Stabilisasi dengan tanaman VS M 8.3.(2) Semak/perdu jenis.. M (3) Pohon jenis.. Buah 8.4.(1) Marka Jalan Termoplastik M (2) Marka Jalan Bukan Termoplastik M (3a) Rambu Jalan Tunggal dengan Permukaan Pemantul Engineer Grade Buah 8.4.(3b) Rambu Jalan Ganda dengan Permukaan Pemantul Engineer Grade Buah 8.4.(4a) Rambu Jalan Tunggal dengan Pemantul High Intensity Grade Buah 8.4.(4b) Rambu Jalan Ganda dengan Pemantul High Intensity Grade Buah 8.4.(5) Patok Pengarah Buah 8.4.(6a) Patok Kilometer Buah 8.4.(6b) Patok Hektometer Buah 8.4.(7) Rel Pengaman M 8.4.(8) Paku Jalan Buah 8.4.(9) Mata Kucing Buah 8.4.(10a) Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable) M 8.4.(10b) Kerb Pracetak Jenis 2 (Penghalang/Barrier) M 8.4.(10c) Kerb Pracetak Jenis 3 (Kerb Berparit/Gutter) M 8.4.(10d) Kerb Pracetak Jenis 4 (Penghalang Berparit / Barrier Gutter) t M
94 87 = 20 cm 8.4.(10e) Kerb Pracetak Jenis 5 (Penghalang Berparit / Barrier Gutter) t M = 30 cm 8.4.(10f) Kerb Pracetak Jenis 6 (Kerb dengan Bukaan) Buah 8.4.(10g) Kerb Pracetak Jenis 7a (Kerb pada Pelandaian Trotoar) Buah 8.4.(10h) Kerb Pracetak Jenis 7b (Kerb pada Pelandaian Trotoar) Buah 8.4.(10i) Kerb Pracetak Jenis 7c (Kerb pada Pelandaian Trotoar) Buah 8.4.(11) Kerb yang digunakan kembali M 8.4.(12) Perkerasan Blok Beton pada Trotoar dan Median M (13) Beton pemisah jalur (Concrete Barrier) Buah 8.4.(14) Unit lampu penerangan jalan lengan tunggal, tipe LED Buah 8.4.(15) Unit lampu penerangan jalan lengan ganda, tipe LED Buah 8.4.(16) Unit lampu penerangan jalan lengan tunggal, tipe merkuri 250 Watt Buah 8.4.(17) Unit lampu penerangan jalan lengan ganda, tipe merkuri 250 Watt Buah 8.4.(18) Unit lampu penerangan jalan lengan tunggal, tipe merkuri 400 Watt Buah 8.4.(19) Unit lampu penerangan jalan lengan ganda, tipe merkuri 400 Watt Buah 8.4.(20) Pagar pemisah pedestrian carbon steel M 8.4.(21) Pagar pemisah pedestrian galvanised M 8.5.(1) Pengembalian Kondisi Lantai Jembatan Beton M (2) Pengembalian Kondisi Lantai Jembatan Kayu M (3) Pengembalian Kondisi Pelapisan Permukaan Baja Struktur M 2 Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 8(masuk pada Daftar Rekapitulasi) DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN 9.1.(1) Mandor Jam 20, (2) Pekerja Biasa Jam 520, (3) Tukang Kayu, Tukang Batu, dsb Jam 9.1.(4a) Dump Truck, kapasitas 3-4 m³ Jam 36, (4b) Dump Truck, kapasitas 6-8 m³ Jam 9.1.(5a) Truk Bak Datar 3-4 m³ Jam 9.1.(5b) Truk Bak Datar 6-8 m³ Jam 9.1.(6) Truk Tangki Liter Jam 9.1.(7) Bulldozer PK Jam 9.1.(8) Motor Grader min 100 PK Jam 9.1.(9) Loader Roda Karet M3 Jam 9.1.(10) Loader Roda Berantai PK Jam 9.1.(11) Alat Penggali (Excavator) PK Jam 14, (12) Crane Ton Jam 9.1.(13) Penggilas Roda Besi 6-9 Ton Jam 9.1.(14) Penggilas Bervibrasi 5-8 Ton Jam 9.1.(15) Pemadat Bervibrasi PK Jam 9.1.(16) Penggilas Roda Karet 8-10 Ton Jam 9.1.(17) Kompresor Ltr/mnt Jam 9.1.(18) Mesin pengaduk beton (Molen) M3 Jam 9.1.(19) Pompa Air mm Jam 9.1.(20) Jack Hammer Jam Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 9(masuk pada Daftar Rekapitulasi)
95 88 DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN 10.1.(1) Pemeliharaan Rutin Perkerasan Ls 10.1.(2) Pemeliharaan Rutin Bahu Jalan Ls 10.1.(3) Pemeliharaan Rutin Selokan, Saluran Air, Galian dan Timbunan Ls 10.1.(4) Pemeliharaan Rutin Perlengkapan Jalan Ls 10.1.(5) Pemeliharaan Rutin Jembatan Ls Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 10(masuk pada Daftar Rekapitulasi) ¹ Mata Pembayaran memuat rincian komponen pekerjaan. ² Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
96 89 BAB XII. BENTUK DOKUMEN LAIN A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) [kop surat K/L/D/I] Nomor :, 20 Lampiran : Kepada Yth. di Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor tanggal perihal dengan hasil negosiasi harga sebesar Rp ( ) kami nyatakan diterima/disetujui. Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan menandatangani [Surat Perjanjian/Surat Perintah Kerja (SPK)] paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP. Tembusan Yth. : 4. [PA/KPA K/L/D/I] 5. [APIP K/L/D/I] 6. [Pokja ULP]... dst
97 90 B. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN Jaminan Pemeliharaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PEMELIHARAAN No. Yang bertanda tangan dibawah ini: dalam jabatan selaku dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [nama bank] berkedudukan di [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : [nama PPK] Alamat : selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp (terbilang ) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan berdasarkan Kontrak No. tanggal, apabila: Nama : [nama penyedia] Alamat : selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama ( ) hari kalender, dari tanggal s.d. 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
98 91 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri. Dikeluarkan di Pada tanggal : : [Bank] Materai Rp.6000,00 Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke [bank] [Nama dan Jabatan]
99 92 Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PEMELIHARAAN Nomor Jaminan: Nilai: 1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: [nama], [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan [nama penerbit jaminan], [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada [nama PPK], [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp (terbilang ) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. tanggal dari PENERIMA JAMINAN. 3. Surat Jaminan ini berlaku selama ( ) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal sampai dengan tanggal 4. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Untuk keyakinan, pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke [Penerbit Jaminan] TERJAMIN Dikeluarkan di pada tanggal PENJAMIN Materai Rp.6000,00 [Nama & Jabatan] [Nama & Jabatan]
INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)
INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. Umum 1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Peserta menyampaikan penawaran atas paket Pekerjaan. sebagaimana tercantum dalam LDP. 1.2 Peserta yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan
Republik Indonesia. Standar Dokumen Pengadaan. Pengadaan Barang. - Metoda Penunjukan Langsung untuk penanganan darurat-
1 Republik Indonesia Pengadaan Barang - Metoda Penunjukan Langsung untuk penanganan darurat- Lembaga Kebijakan /Jasa Pemerintah 2 D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: Tanggal: untuk Pengadaan [Kelompok
Standar Dokumen Pengadaan
Pengadaan - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Palembang DOKUMEN PENGADAAN Nomor: Tanggal: untuk Pengadaan Renovasi Ruang Kelas
D O K U M E N P E M I L I H A N P E N Y E D I A K E R J A S A M A O P E R A S I O N A L ( K S O )
D O K U M E N P E M I L I H A N P E N Y E D I A K E R J A S A M A O P E R A S I O N A L ( K S O ) NOMOR : 01/KSO-SIMRS/VI-2017/RSKD Untuk Pekerjaan : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) RSUD
Pengadaan. Jasa Lainnya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor:
Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II
A D E N D U M D O K U M E N P E N G A DA A N Nomor : POKJA.PDIN-II/05/ULP-TTS/2017 Tanggal : 06 Juni 2017 Untuk : Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II Kelompok Kerja : Unit Layanan Pengadaan Peningkatan
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor:
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Republik Indonesia Pengadaan - - Ver 1.1 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 251/POKJAIV-ULPSIKKA/VIII/2017 Tanggal: 24 Agustus 2017
D O K U M E N P E N G A D A A N. Pengadaan Langsung. Nomor : untuk. Pembelian Laptop A Yani
D O K U M E N P E N G A D A A N Pengadaan Langsung Nomor : untuk Pembelian Laptop A Yani Pejabat Pengadaan pada KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA KARAWANG UTARA Tahun Anggaran 2017 1 D A F T A R I S I D O
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA UNIT LAYANAN PENGADAAN
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA UNIT LAYANAN PENGADAAN Jalan Sunda kelapa Nomor 9 Jakarta 10310 Telepon (021) 31936207, 3905650 ext.
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Republik Indonesia Pengadaan - - Ver 1.1 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 289/POKJAIV-ULPSIKKA/IX/2017 Tanggal: 11 Agustus 2017
3.1 Pemilihan penyedia jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh semua penyedia yang tercantum dalam Daftar Pendek. 3.
3. Peserta Pemilihan 3.1 Pemilihan penyedia jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh semua penyedia yang tercantum dalam Daftar Pendek. 3.2 Peserta kemitraan/kso dilarang untuk mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja
BAB VI BENTUK KONTRAK
BAB VI BENTUK KONTRAK SURAT PERJANJIAN (Lump Sum) CONTOH - 1 Paket Pekerjaan Konstruksi:... Nomor :... SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya selanjutnya disebut Kontrak Kontrak dibuat dan ditandatangani
POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013
POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (Aanwijzing) NOMOR : 02 / POKJA.VIII.ULP-BLG/17.03.20 / 2013 Program Kegiatan Pekerjaan : Pembangunan Turap / Talud / Bronjong :
BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT UNIT LAYANAN PENGADAAN Jalan Sutan Syahrir Nomor 02 No. Telp. (0532) 23759 Pangkalan Bun 74112 BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M
DAFTAR ISI BAB I. UMUM... 1
DAFTAR ISI BAB I. UMUM... 1 BAB II. PENGUMUMAN [PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG] DENGANPASCAKUALIFIKASI... 2 BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)... 4 A. UMUM... 4 1. LINGKUP PEKERJAAN... 4 2. SUMBER
D O K U M E N P E N G A D A A N
PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG SEKRETARIAT DAERAH UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) POKJA KONSTRUKSI XXX Jln. Timor Raya Km. 36. Oelamasi addendum D O K U M E N P E N G A D A A N NOMOR: I.2.5/POKJA KONST XXX /X/2016
BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 05/PPBJ/Bappeda/APBD /2012
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PANITIA PENGADAAN BARANG, JASA DAN PEKERJAAN KONSTRUKSI JL. 17 AGUSTUS NO.74, TELP. (0431) 851380, FAX. (0431) 863204, PO-BOX 147
DOKUMEN PENGADAAN UNTUK PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI : PEMBUATAN SUMUR BOR RUSUNAWA KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DOKUMEN PENGADAAN NOMOR : 01.1/PP-PKP.SB/2017 TANGGAL : 12 Juli 2017 UNTUK PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI : PEMBUATAN SUMUR BOR RUSUNAWA KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR LOKASI : KOTA BALIKPAPAN
Jelas dan sudah dilaksanakan melalui LPSE
LAMPIRAN II BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (ANWIJZING) Nomor : KU.003/116/BA/HLO/VIII/2012 Tanggal : 31 Agustus 2012 DOKUMEN PENGADAAN PEMBUATAN SUMBER MATA AIR BERSIH TERMASUK BAK PENAMPUNGAN DAN MENARA
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta
D O K U M E N P E N G A D A A N Pengadaan Jasa Sewa Alat (Kontrak Payung) untuk Pengadaan Jasa Sewa Dump Truk kapasitas ± 20 m3 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran: 2013 BAB I. UMUM
A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012
A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012 Untuk PENGADAAN BAHAN MAKAN TARUNA SEKOLAH TINGGI PERIKANAN TAHUN 2013 BAB I BAB II BAB
D O K U M E N P E M I L I H A N P E N Y E D I A K E R J A S A M A O P E R A S I O N A L ( K S O )
D O K U M E N P E M I L I H A N P E N Y E D I A K E R J A S A M A O P E R A S I O N A L ( K S O ) Nomor : 04/Panitia-KSO/ KOAGULASI/2017 Tanggal : 5 Juli 2017 Pekerjaan : ALAT MEDIS KOAGULASI (COAGULOMETER)
A D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N. Nomor: ADD. II-2/DOK-DPU/ULP-KONSTRUKSI/2013. Tanggal: 24 Mei untuk Pengadaan
A D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: ADD. II-2/DOK-DPU/ULP-KONSTRUKSI/2013 Tanggal: 24 Mei 2013 untuk Pengadaan Jln Jrs Simpang Meat - Pakkodian, Kec. Tampahan (BKP) Kelompok Kerja Konstruksi
BERITA ACARA PENJELASAN Nomor : KN.01.01/I.02/1214/2016
BERITA ACARA PENJELASAN Nomor : KN.01.01/I.02/1214/2016 Nama paket pekerjaan : Belanja Modal Jaringan Lingkup pekerjaan : Pengembangan Jaringan Fiber Optic Kampus I, II, dan III di Politeknik Kesehatan
TBERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 64.LLASDP/ULP-Pokja Konstruksi I/2011
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT UNIT LAYANAN PENGADAAN Jalan Sutan Syahrir Nomor 02 No. Telp. (0532) 23759 Pangkalan Bun 74112 TBERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 64.LLASDP/ULP-Pokja Konstruksi
I. PENGUMUMAN Pelelangan Umum DENGAN PASCAKUALIFIKASI
POKJA ULP BALAI PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA Jl. D.I. Panjaitan Km. 9 Ruko II No. 06 Telp/Fax (0771) 7004533 Tanjungpinang PROVINSI KEPULAUAN RIAU BERITA ACARA RISALAH AANWIJZING
D O K U M E N P E N G A D A A N
D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 05/DL-PSPDL/12/2012 Tanggal: 07 Desember 2012 untuk PENGADAAN BARANG/JASA CLEANING SERVICE Panitia Pengadaan Barang dan Jasa PUSARPEDAL - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
DOKUMEN PENGADAAN BARANG
DOKUMEN PENGADAAN BARANG Untuk PENGADAAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI TERKOREKSI PROGRAM FORCLIME FC MODULE BIRO PERENCANAAN KEMENTERIAN LHK TAHUN 2018 Pokja ULP Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha - Metoda Penunjukan Langsung untuk penanganan darurat - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor:
BERITA ACARA PENJELASAN/AANWIJZIING PERLUASAN GEDUNG KANTOR T.A BPS KABUPATEN TOBA SAMOSIR. NOMOR : 007/Pan. Pengadaan/PGK/BPSTOBASA/2014
BERITA ACARA PENJELASAN/AANWIJZIING PERLUASAN GEDUNG KANTOR T.A. 2014 BPS KABUPATEN TOBA SAMOSIR NOMOR : 007/Pan. Pengadaan/PGK/BPSTOBASA/2014 Pada hari ini, Jumat tanggal dua puluh dua bulan Agustus tahun
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK 1. PENANDATANGANAN KONTRAK Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila
POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011
POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (Aanwijzing) NOMOR
KEPOLISIAN DAERAH NUSA TENGGARA BARAT
KOP KEPOLISIAN DAERAH NUSA TENGGARA BARAT Pengadaan Konstruksi - - D O K U M E N P E N G A D A A N Pengadaan Langsung Nomor : Tanggal: untuk Pengadaan... Pejabat Pengadaan pada LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA
Tanggal : 15 SEPTEMBER Untuk PENGADAAN BARANG PANITIA PENGADAAN BARANG / JASA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA TOMOHON
A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Tanggal : 15 SEPTEMBER 2011 Untuk PENGADAAN BARANG PANITIA PENGADAAN BARANG / JASA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA TOMOHON Tahun Anggaran
Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi
Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 11 /PAN/2011 Tanggal : 16 September
Standar Dokumen Pengadaan
Pengadaan Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Senkom Kodam IM di Banda Aceh - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] KOMANDO DAERAH MILITER ISKANDAR MUDA DOKUMEN PENGADAAN
Republik Indonesia. Pengadaan Barang. - Metoda Pengadaan Langsung -
Republik Indonesia Pengadaan Barang - - Lembaga Kebijakan /Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Pengadaan Langsung untuk Pengadaan Pejabat Pengadaan pada [Kementerian/Lembaga/SKPD/Institusi
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR BPS KABUPATEN PASER
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PASER PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR BPS KABUPATEN PASER Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KABUPATEN PASER KELOMPOK KERJA VII DAFTAR
: Pekerjaan Pembangunan Faslitas Pelabuhan Laut Larea-rea Sinjai. Dijelaskan Pasal demi Pasal sesuai Dokumen Lelang, dengan hasil sebagai berikut :
PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT LAREA-REA SINJAI TA. 2012 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING ) NOMOR : 08/BA/PAN-TRS/II/UPP.SJ-2012 Pada Hari ini Sabtu Tanggal
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR KELOMPOK KERJA (POKJA) ULP
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR KELOMPOK KERJA (POKJA) ULP Jl. Prof. M. Yamin, SH Nomor 57 Selong Kode Pos : 83612 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 001.a/ 21.2/ 14/VI/ 2014 Tempat : Pengadaan
Republik Indonesia. Pengadaan Barang. [Dokumen Kualifikasi] - dengan Prakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Republik Indonesia Standar Dokumen Pengadaan Pengadaan Barang [Dokumen Kualifikasi] - dengan Prakualifikasi - Lembaga Kebijakan /Jasa Pemerintah DAFTAR ISI D O K U M E N K U A L I F I K A S I... 1 BAB
Standar Dokumen Pengadaan
i Standar Dokumen Pengadaan KEGIATAN PEMBANGUNAN/REHAB.GEDUNG/KANTOR, DINAS/ MESS PEGAWAI KECAMATAN DI KAB. DONGGALA Pekerjaan Konstruksi PEMBANGUNAN GEDUNG RAPAT KECAMATAN BANAWA Metoda Pelelangan Umum
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIZJING ) Nomor : 02/PP-S.KUB/VIII/2013. Jelas/Tidak Berubah. Jelas/Tidak Berubah
PANITIA PENGADAAN BARANG/ JASA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PASER Jln. Sultan Ibrahim Khaliluddin No. 29 Telp. 0543-21182 Kode Pos 76211 TANAH GROGOT BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIZJING
Pengadaan Jasa Penilai Publik (APPRAISAL)
A D E N D U M D O K U M E N P E M I L I H A N Nomor : POKJA_APPRAISAL.PRKP/36/ULP-TTS/2017 Tanggal : 2 Agustus 2017 untuk : Pengadaan Jasa Penilai Publik (APPRAISAL) Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan:
PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN
PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN ADDENDUM DOKUMEN PELELANGAN Nomor : 027/027/PPB/402.109/2011 Tanggal : 28 September 2011 Nomor : 027/ 33 /PPB/402.109/2011 Tanggal : 3 Oktober 2011 NAMA PEKERJAAN : Pengadaan
PANITIA PENGADAAN BARANG JASA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI ( MIN ) SUMBERKEPUH KABUPATEN NGANJUK APBN TAHUN ANGGARAN 2012 RAHABILITASI RUANG KELAS
PANITIA PENGADAAN BARANG JASA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI ( MIN ) SUMBERKEPUH KABUPATEN NGANJUK APBN TAHUN ANGGARAN 2012 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 05/PAN.BJ1.1/ VI / 2012 Pada hari ini Kamis
DOKUMEN PENGADAAN Tanggal 19 Juni 2017
SEHATI MENUJU BINTUNI BARU TELUK BINTUNI i 2003 DOKUMEN PENGADAAN Tanggal 19 Juni 2017 Untuk Pengadaan PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR FISIK DI WERIAGAR Pekerjaan Pembangunan Rumah Kayu 25 Unit (Dengan Pascakualifikasi)
BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN(AANWIJZING) Nomor : B.12/Proy/IX/2011 Tanggal : 21 September 2011
BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN(AANWIJZING) Nomor : B.12/Proy/IX/ Tanggal : 21 September Pada hari ini : Rabu, tanggal : Dua Puluh Satu; bulan : September; tahun : Dua Ribu Sebelas, dengan
KELOMPOK KERJA (POKJA) I UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TAHUN ANGGARAN 2016 BERITA ACARA ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN
KELOMPOK KERJA (POKJA) I UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TAHUN ANGGARAN 2016 BERITA ACARA ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN NOMOR : 25.03a/POKJA-I/ULP/BA/VII/2016 SATUAN KERJA :
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Republik Indonesia Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik Pengadaan - Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING )
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING ) N o m o r Program Kegiatan Pekerjaan Ruas Jalan Paket/Kualifikasi Kantor/Satuan Kerja : : : : : : : 02-3/KPJL/PPBJ-BM/II/DPU/2012 Pembangunan Jalan dan
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( RISALAH - AANWIJZING ) DAN ADDENDUM DOKUMEN LELANG NOMOR : 02/BA-AANW/POKJAXVII/ULP/APBD-BTM/IV/2014
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( RISALAH - AANWIJZING ) DAN ADDENDUM DOKUMEN LELANG NOMOR : 02/BA-AANW/POKJAXVII/ULP/APBD-BTM/IV/2014 Kegiatan : Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar (RKB)
TAHUN ANGGARAN : 2015 NOMOR : BA / 13-AV / VII / 2015 PEKERJAAN : PENGADAAN MAKAN DAN EXTRA FOODING SISWA DIKTUK BA POLRI SPN SELOPAMIORO TA.
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEKOLAH POLISI NEGARA SELOPAMIORO BERITA ACARA PENJELASAN DOKUMEN PENGADAAN TAHUN ANGGARAN : 2015 NOMOR : BA / 13-AV / VII / 2015 PEKERJAAN
Republik Indonesia. Standar Dokumen Pengadaan. Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi. Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi
Republik Indonesia Pengadaan Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 04/Pokja-LU/DISDIK/2012 Tanggal :
DOKUMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI ( PELELANGAN UMUM )
DOKUMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI ( PELELANGAN UMUM ) K e g i a t a n : Pembangunan Jalan P e k e r j a a n : Pembangunan Jalan di Wilayah Kecamatan Pasar Kota Jambi L o k a s i : Kecamatan Pasar Kota
Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi
Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 1238/FSK.E-PROC/SBD/PAN.BM-SDA06/APBD/VIII/2012
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan Jasa Konsultansi Perorangan - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Penunjukan Langsung bukan untuk penanganan darurat dengan Prakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pekerjaan D O K U M E N K U A L I F I
ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN No : 045.Add/Pokja/Konstruksi-LSM/VIII/2012 Tanggal : 13 Agustus 2012
PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Jln. Merdeka I No. 2 Lhokseumawe 24351 ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN No : 045.Add/Pokja/Konstruksi-LSM/VIII/2012 Tanggal : 13 Agustus
RISALAH AANWIJZING PROGRAM : PENGADAAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/ RUMAH SAKIT MATA
RISALAH AANWIJZING PROGRAM : PENGADAAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/ RUMAH SAKIT MATA PEKERJAAN : PEMBUATAN INTERIOR RUANG SEKDA KABUPATEN SAROLANGUN
Nomor : 517/K3/LK/2012. Tanggal: 28 Juni 2012. untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1 DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 517/K3/LK/2012 Tanggal: 28 Juni 2012 untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN PEMAKAMAN TAHUN ANGGARAN 2011
Dokumen Pengadaan 1 DOKUMEN PENGADAAN PEMILIHAN LANGSUNG PENGADAAN JASA KONSTRUKSI KEGIATAN PEKERJAAN LOKASI SUMBER DANA : Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan IPLT. : Rehab Jalan Operasional IPLT Talang
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Republik Indonesia Pengadaan Barang -Metode e-lelang Sederhana dengan Pascakualifikasi Ver 1.1 Lembaga Kebijakan /Jasa Pemerintah A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 02/Pokja VI.ULPBJ/IV/2017
Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
PEMERINTAH ACEH Dokumen Pengadaan Secara Elektronik PEMBANGUNAN SELASAR Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi RUMAH SAKIT JIWA ACEH D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 027/071/PAN-APBA/12 Tanggal:
A D E N D U M D O K U M E N K UA L I F I K A S I
i PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DINAS KEHUTANAN DAN PEREKEBUNAN Jln.Pembangunan I No. 13 Selatpanjang 28753 Telp. 0763 ( 31404 ) Faks. 31404 A A N W I J Z I N G A D E N D U M D O K U M E N K UA
Jaringan Komputer yang disampaikan oleh :
BERITA ACARA HASIL PENGADAAN LANGSUNG (BAHPL) Paket Pekerjaan : Belanja Modal Pengadaan Jaringan Komputer Nomor : PJP/25 -BAHPL/KAPPDE/2015 Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam bulan Oktober tahun
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Republik Indonesia Secara Elektronik ( A D D E N D U M D O K U M E N P E M I L I H A N ) Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha Untuk Metode e-seleksi Sederhana dengan Prakualifikasi Lembaga Kebijakan
A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N
A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Tanggal : 15 SEPTEMBER 2011 Untuk Pengadaan PEKERJAAN KONSTRUKSI PANITIA PENGADAAN BARANG / JASA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA TOMOHON
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Standar Dokumen Pengadaan Pengadaan Barang Metode Pelelangan Sederhana - dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ii DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 04/PBJ.PU/BPP.07/2011
POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011
POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (Aanwijzing) NOMOR
D O K U M E N P E N G A D A A N
D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 09 / PAN / 2011 Tanggal: 9 Agustus 2011 untuk Pengadaan Panitia Pengadaan: RSUD Dr. R SOEDJATI PURWODADI KAB. GROBOGAN Tahun Anggaran: 2011 i Daftar Isi BAB I. UMUM...
Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan Barang -Metode Pelelangan Sederhana dengan Pascakualifikasi Metode Satu Sampul Sistem Gugur (Kontrak Lump Sum) Lembaga Kebijakan /Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D
REPUBLIK INDONESIA DOKUMEN SAYEMBARA LOGO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA LOGO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL NOMOR: 039/DL- S/PPBJ/08/2012 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUNH ANGGARAN 2012
Republik Indonesia. Pengadaan Barang. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Standar Dokumen Pengadaan
Republik Indonesia Pengadaan Barang -Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 027/02.1/DINKES/2012 Tanggal
INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)
1 INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. UMUM 1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Panitia Pengadaan Barang/Jasa RSKD Duren Sawit mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan pengadaan
RISALAH DOKUMEN PEMILIHAN DOKUMEN PEMILIHAN
RISALAH DOKUMEN PEMILIHAN PERUBAHAN DARI : DOKUMEN PEMILIHAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA PEMBORONGAN K E G I A T A N : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PAKET PEKERJAAN : PEMBANGUNAN SARANA PENUNJANG GEDUNG KANTOR
UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN / PERUBAHAN DOKUMEN PENGADAAN
PEMERINTAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA KELOMPOK KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI DAN KONSULTANSI TAHUN ANGGARAN 2012 BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN / PERUBAHAN
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK 1. PENANDATANGANAN KONTRAK Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila
PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) POKJA II
PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) POKJA II Jl. RE. Martadinata No. 1 Banjarmasin A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 17.04/POKJA II.ULP-RPJb/VIII/2012 Tanggal:
BERITA - ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor : 027/ 14 - BAPP/LU/ULP-POKJA III/ III /2013
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNIT LAYANAN PENGADAAN TAHUN ANGGARAN 2013 POKJA PENGADAAN III (BARANG DAN JASA LAINNYA) Sekretariat : Setda Kabupaten Kotawaringin Timur, Jalan Jend. Sudirman No.
Standar Dokumen Pengadaan
BADAN POM RI Standar Dokumen Pengadaan Pengadaan Penyelesaian Pembangunan IPAL - Metoda Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi - BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI SAMARINDA 2012 D O K U M E
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 04 /DL-PSPDL/11/2012 Tanggal: 9 Nopember 2012 untuk PENGADAAN ALAT LABORATORIUM PERALATAN AQMS BERUPA ALAT PM 10 ANALYZER PANITIA PENGADAAN
STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK LUMP SUM
BUKU PK 01 LS : STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK LUMP SUM DAFTAR ISI BAB I............ 1 UMUM............
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING)
0 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING) Nomor : 030/PAN-NONFISIK/UPTTKP/2013 Tanggal : 30 Mei 2013 Pekerjaan : Belanja kawat/faksimili/internet Pagu Dana : Rp. 903,400,000,- Semula : HPS :
KEMENTERIAN AGAMA PANITIA PENGADAAN BARANG/ JAS MADRASAH ALIYAH NEGERI GENTEN Jl. KH Wakhid Hasyim No. 06 Genteng ( ) BANYUWANGI
KEMENTERIAN AGAMA PANITIA PENGADAAN BARANG/ JAS MADRASAH ALIYAH NEGERI GENTEN Jl. KH Wakhid Hasyim No. 06 Genteng ( ) 0333 845 BANYUWANGI BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : MA.13.02/PPBJ/17/ 2012
DAFTAR ISI INSTRUKSI KEPADA PESERTA ERTA (IKP)...
BUKU PK 01 GABUNGAN: STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK GABUNGAN HARGA SATUAN DAN LUMP SUM DAFTAR ISI
Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi
1 Dokumen Pengadaan Pengadaan Jasa Lainnya Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Makassar D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 0002/KS.1.8/PBJ.01.2.c/2012
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 03 /DL-PSPDL/11/2012 Tanggal: 20 Nopember 2012 untuk PENGADAAN ALAT LABORATORIUM PERALATAN AQMS BERUPA SPARE PART PANITIA PENGADAAN BARANG
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK/SPK
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK/SPK 1. PENANDATANGANAN KONTRAK Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap rancangan kontrak, dan menandatangani kontrak pelaksanaan pekerjaan,
BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN :
BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SURAT PERINTAH KERJA (SPK) SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL SURAT PERMINTAAN PENAWARAN: PAKET PEKERJAAN : NOMOR DAN TANGGAL
Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi
Republik Indonesia Pengadaan Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 22/PANRSU/2011 Tanggal: 12 Juli 2011
Addendum. Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
PEMERINTAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN dan KOPERASI Kompleks Perkantoran Jln.Siborongborong-Doloksanggul Telp.Fax(0633)-31115 Doloksanggul Addendum Dokumen Pengadaan Secara
BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN. Nomor : 602/02-P.01/PAN-PSDAM/II/2012.
DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR P A N I T I A P E N G A D A A N B A R A N G / J A S A KEGIATAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM TA 2012 Alamat : Jalan Tengkawang No.1 ( Loa Bahu
