Data Mining. Tidak. Mulai. Data transaksi. Pembersihan data. Seleksi data. Transformasi data. Pemberian nilai minimum support
|
|
|
- Yandi Chandra
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 6 Representasi Pengetahuan Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses KDD. Sederetan aturan atau rule disajikan kepada pengguna dengan menggunakan algoritme Rule Generation. Mulai Data transaksi Pembersihan data Seleksi data Transformasi data Pemberian nilai minimum support Penentuan frequent 1-sequences Pembentukan frequent sequences Apakah terdapat K+1 sequences? Output Evaluasi Pola Representasi Pengetahuan Selesai Tidak Data Mining Ya Gambar 3 Diagram alur metode penelitian. Lingkungan Pengembangan Sistem Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah sebagai berikut : a. Perangkat keras dengan spesifikasi : Processor : Intel(R) Core(TM) 2 Duo Memory : 1 GB Harddisk : 160 GB Monitor 14 dengan resolusi 1024 x 768 pixel Alat input : mouse dan keyboard b. Perangkat lunak yang digunakan : Sistem Operasi : Microsoft Windows 7 Professional Microsoft Excel 2007 sebagai lembar kerja (worksheet) dalam pengolahan data Microsoft Visual Studio 2010 sebagai IDE pembangunan sistem. C++ dan C# sebagai bahasa pemrograman HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data transaksi pembelian Sinar Mart Swalayan selama periode waktu 1 Maret hingga 31 Maret Data transaksi pembelian yang didapat memiliki tiga atribut yaitu, customer id (sid), waktu transaksi (eid), dan barang yang dibeli (items). Data didapat dalam format Microsoft Excel (transaksi_maret2004.xlsx). Deskripsi sampel data transaksi pembelian Sinar Mart Swalayan dapat dilihat pada Lampiran 3. Sebelum dilakukan proses mining, data harus melewati tahap praproses (preprocessing) terlebih dahulu yang meliputi pembersihan data, seleksi data, dan transformasi data. Tahapan praproses dilakukan agar data benar-benar lengkap, valid, dan sesuai dengan masukan yang dibutuhkan algoritme. Pembersihan Data Pembersihan data dilakukan untuk menghilangkan noise. Sebagai contoh, apabila pembelian barang yang sama pada waktu yang sama tercatat dua kali, maka pembelian barang tersebut dianggap hanya satu kali dan apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan data yang ada di Sinar Mart Swalayan maka data tersebut akan dibuang. Pembersihan data pada penelitian ini tidak dilakukan karena data yang didapatkan sudah tidak memiliki noise dan sesuai dengan kebutuhan algoritme. Seleksi Data Proses seleksi data merupakan proses pengambilan data yang relevan dengan proses analisis yang dilakukan. Pada tahap ini, akan dipilih atribut yang sesuai dengan kebutuhan algoritme. Seleksi data pada penelitian ini tidak dilakukan karena atribut yang terdapat pada data transaksi pembelian, yaitu sid, eid, dan items sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. 7
2 Transformasi Data Pada tahap ini dilakukan beberapa proses transformasi data, yaitu : 1. Konversi waktu transaksi (eid) ke dalam bentuk numerik. Waktu transaksi (eid) yang semula berformat date diubah menjadi numerik dengan mengganti format date menjadi number yang terdapat pada Microsoft Excel. 2. Konversi items ke dalam bentuk numerik. Items yang dibeli oleh pembeli diubah ke dalam bentuk numerik dengan memberikan kode yang dimulai dari 1 hingga 35. Mie instan dikodekan dengan 1, minyak goreng dikodekan dengan 2, demikian halnya dengan jenis barang lain. Format items yang dikonversi ke dalam bentuk numerik dapat dilihat pada Lampiran 4. Data hasil konversi terdiri atas baris, 308 pembeli yang berbeda dan 35 items yang berbeda. Sampel data transaksi pembelian setelah praproses dapat dilihat pada Lampiran Data yang memiliki format Microsoft Excel (transaksi_maret2004.xlsx) kemudian diubah ke dalam format text (transaksi_maret2004.txt) sebagai masukan bagi algoritme SPADE. Data Mining Tahapan data mining diterapkan dengan menggunakan algoritme SPADE (Zaki 2001). Secara garis besar, proses ini dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu melakukan proses komputasi untuk mendapatkan frequent 1-sequences dengan nilai support lebih besar atau sama dengan minimum support. Frequent 1- sequences yang dihasilkan akan bertindak sebagai parent class pada proses pembentukan frequent sequences. Kedua, melakukan proses pembentukan frequent sequences berukuran k yang didapatkan dari kombinasi frequent sequences berukuran k-1 dengan menerapkan fungsi Enumerate Frequent sequences. Proses ini akan berhenti jika tidak memungkinkan lagi untuk melakukan proses pembentukan (k+1)-sequences. Percobaan dilakukan terhadap data transaksi pembelian Sinar Mart Swalayan yang telah melewati tahap praproses sebanyak record. a Pemberian minimum support Sebagai syarat awal berjalannya algoritme, pengguna harus terlebih dahulu memberikan nilai minimum support. Nilai minimum support digunakan untuk menyaring nilai support bagi masing-masing frequent sequences setelah dilakukan proses komputasi menggunakan algoritme SPADE. Nilai support yang lebih kecil dari nilai minimum support yang diberikan tidak akan diperhitungkan Pada awalnya, nilai minimum support yang diberikan pada percobaan ini dimulai dari 10% hingga batas maksimum minimum support yang masih bisa membangkitkan frequent sequences dengan penambahan minimum support sebesar 1%. Namun, proses pembentukan frequent sequences dengan menggunakan nilai minimum support yang dimulai dari 10% hingga minimum support yang lebih kecil dari 45% membutuhkan waktu eksekusi yang sangat lama sehingga pemberian nilai minimum support yang dimulai dari 45% hingga batas maksimum yang masih bisa membangkitkan frequent sequences merupakan pemberian minimum support yang paling ideal untuk penelitian ini. Pembentukan frequent sequences dengan pemberian nilai minimum support mulai dari 10% hingga nilai minimum support yang lebih kecil dari 45% membutuhkan waktu eksekusi yang lama. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan spesifikasi perangkat keras yang digunakan dalam penelitian ini. b Penentuan frequent 1-sequences Penentuan frequent 1-sequences merupakan langkah pertama dalam tahapan algoritme SPADE setelah pemberian minimum support. Semua item yang memiliki support lebih besar atau sama dengan nilai minimum support yang diberikan merupakan frequent items yang disebut juga frequent 1-sequences. Perhitungan support dari item didasarkan pada jumlah sid yang berbeda yang terdapat pada pasangan (sid, eid) atau yang disebut juga sebagai id-list dari item tersebut. Untuk tahap selanjutnya, semua item yang merupakan frequent 1-sequences akan menjadi parent class dalam pembentukan frequent k-sequences. Dalam proses pembentukan frequent k- sequences, semua frequent sequences yang terbentuk disebut juga sebagai frequent atoms dengan memberikan nilai minimum support mulai dari 45% hingga batas maksimum yang masih bisa membangkitkan frequent sequences yaitu 89%. Semua frequent 1-sequences yang terbentuk untuk masing- 8
3 masing nilai minimum support tidak langsung ditampilkan karena masih digunakan pada proses pembentukan frequent k-sequences untuk mendapatkan semua frequent sequences. c Pembentukan frequent sequences Pada tahap ini, metode sequential pattern mining diterapkan untuk membangkitkan semua kemungkinan frequent sequence dengan menggunakan fungsi Enumerate-Frequent- Sequences yang terdapat pada algoritme SPADE. Sebuah sequence berukuran k merupakan kombinasi dari sequences berukuran k Percobaan dilakukan dengan memberikan nilai minimum support mulai dari 45% atau sekitar 138 transaksi yang dilakukan pembeli yang berbeda hingga batas maksimum yang masih bisa membentuk frequent sequences dengan penambahan nilai minimum support sebesar 1%. Dari data hasil percobaan diperoleh bahwa jumlah frequent sequences yang terbentuk bervariasi. Data percobaan dengan nilai minimum support 45% menghasilkan frequent sequences sebanyak frequent sequences. Nilai minimum support tertinggi hingga masih terbentuk frequent sequences adalah 89% dengan jumlah frequent sequnces sebanyak satu. Hasil lengkap pembentukan frequent sequences yang terbentuk dari data transaksi pembelian Sinar Mart Swalayan periode Maret 2004 dapat dilihat pada Lampiran 6. Pada beberapa minimum support yang digunakan pada saat percobaan, ternyata frequent sequence tidak terbentuk. Hal ini disebabkan karena tidak adanya frequent 1- sequences yang terbentuk. Tidak terbentuknya frequent 1-sequences disebabkan oleh tidak ada satu pun item atau barang yang memiliki support yang lebih besar atau sama dengan minimum support yang diberikan. Berdasarkan data hasil percobaan pada Lampiran 6, dapat dilihat bahwa semakin besar nilai minimum support yang diberikan maka akan semakin sedikit jumlah frequent sequences yang terbentuk. Waktu eksekusi yang diperlukan untuk membentuk frequent sequence sangat dipengaruhi minimum support yang digunakan. Perbandingan waktu eksekusi yang diperlukan untuk membentuk frequent sequences dari seluruh percobaan yang telah dilakukan dapat dilihat pada Gambar 4. Waktu Eksekusi (milidetik) Gambar 4 Grafik waktu eksekusi. Berdasarkan Gambar 4, semakin tinggi nilai minimum support yang diberikan maka semakin cepat waktu yang diperlukan untuk membentuk frequent sequences. Hal ini disebabkan semakin besar nilai minimum support maka akan semakin sedikit sequences yang membentuk frequent sequences sehingga waktu komputasinya akan semakin cepat. Evaluasi Pola Minimum Support (%) Seluruh frequent sequences yang dihasilkan pada tahap data mining kemudian dievaluasi untuk mendapatkan pola sekuensial. Evaluasi dilakukan dengan mencari maximal frequent sequences dari seluruh frequent sequences yang ada. Suatu pola sekuensial dikatakan maksimal apabila pola sekuensial tersebut tidak termuat pada pola sekuensial lainnya. Dari seluruh pola sekuensial yang terbentuk diambil pola sekuensial dengan jumlah k- sequences maksimal pada nilai minimum support tertinggi yang dilakukan selama tahap percobaan. Suatu pola sekuensial dikatakan sering terjadi apabila pola sekuensial tersebut memiliki nilai support yang tinggi. Daftar pola sekuensial yang sering terjadi dari seluruh percobaan yang yang telah dilakukan pada data transaksi 2004 dapat dilihat pada Tabel 2. Dari evaluasi pola yang terdapat pada Tabel 2, diperoleh informasi sebagai berikut: Nilai minimum support tertinggi yang masih bisa membentuk maximal frequent sequences adalah 89% dengan panjang sequences adalah 1-sequence. Item yang paling sering dibeli oleh pembeli Sinar Mart Swalayan adalah snack (8) dengan support sebesar 89%. 9
4 Tabel 2 Daftar pola sekuensial yang sering terjadi Minimum Support Panjang Sequence (%) maksimal Contoh Sequence sequence <8><8><8><8><8><7><8> sequence <8><8><8><8><8><8> sequence <8><8><8><8><8> sequence <8><8><7><8> sequence <8><3><8> sequence <3,8> sequence <8> Representasi Pengetahuan Representasi pengetahuan dari pola sekuensial yang dihasilkan diperlukan agar pola yang ada mudah dimengerti dan diinterpretasikan. Berdasarkan hasil presentasi diharapkan dapat diperoleh pengetahuan yang berharga dari koleksi data yang telah dilakukan proses mining. Tahap representasi pengetahuan dilakukan dengan membentuk rule menggunakan algoritme Rule Generation Percobaan dilakukan dengan mencari kemungkinan minimum confidence maksimal untuk setiap minimum support dimulai dari 45% hingga batas maksimal minimum confidence yang masih bisa membangkitkan rule. Dari data hasil percobaan diperoleh bahwa banyaknya rule yang terbentuk dari berbagai kombinasi nilai minimum support dengan nilai minimum confidence bervariasi. Hasil pembentukan rule dapat dilihat pada Tabel 3. Data hasil percobaan yang terdapat pada Tabel 3 menunjukkan bahwa: Nilai minimum confidence tertinggi yang masih bisa membentuk rule adalah 96% dengan nilai maksimal minimum support nya sebesar 56%. Nilai minimum support tertinggi yang masih bisa membentuk rule adalah 73% dengan nilai maksimal minimum confidence sebesar 89% dan jumlah rule yang terbentuk sebanyak satu buah yaitu (susu) ==> (susu, snack). Rule (susu) ==> (susu, snack) yang memiliki confidence sebesar 89% mengandung arti bahwa apabila pembeli Sinar Mart Swalayan membeli susu maka peluang snack juga dibeli oleh pembeli tersebut adalah sebesar 89%. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran bagi pengelola Sinar Mart Swalayan, yaitu : Menempatkan susu dan snack secara berdekatan pada rak yang sama sehingga pembeli dapat dengan mudah menjangkau kedua produk tersebut. Memperbanyak variasi susu dan snack sehingga dapat menarik perhatian pembeli. Sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan barang yang kurang laku, pihak pengelola Sinar Mart Swalayan juga dapat menerapkan modus setiap pembelian beberapa barang yang kurang laku, pembeli akan mendapatkan bonus snack atau susu. Hal ini akan sangat menarik minat pembeli karena disamping mendapatkan suatu barang, keinginan mereka untuk menikmati snack dan susu juga terpuaskan tanpa harus membeli. 10
5 Tabel 3 Hasil pembentukan rule Minimum Confidence Jumlah rule Support (%) Tertinggi (%) yang terbentuk Contoh rule <8><8><7><1> ==> <8><8><7><8><1> <7,8><7><8> ==> <7,8><8><7><8> <6><7><7> ==> <6><8><7><7> <8><7><8><8> ==> <8><8><7><8><8> <8><8><8> ==> <8><8><8><8> <8><7><8> ==> <8><8><7><8> <8><8><7> ==> <8><8><7><8> <3><7> ==> <3><7><8> <8><3> ==> <8><3><8> <7><8> ==> <8><7><8> <3><8> ==> <8><3><8> <3> ==> <3,8> Untuk melakukan proses pembentukan frequent sequences dan juga pembentukan rule, telah dibangun sebuah aplikasi sederhana dengan menggunakan C++ dan C# sebagai bahasa pemrograman dan Visual Studio 2010 sebagai IDE pembangunan aplikasi. Salah antarmuka grafis dari aplikasi tersebut dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 7 Antarmuka grafis aplikasi utama. Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil percobaan dengan penerapan algoritme SPADE yang dilakukan terhadap data transaksi pembelian di Sinar Mart Swalayan diperoleh kesimpulan bahwa nilai minimum support tertinggi hingga masih terbentuk frequent sequence terjadi pada nilai minimum support 89% dengan frequent sequence yang terbentuk sebanyak satu buah yang sekaligus merupakan maximal frequent sequences. Maximal frequent sequences yang terbentuk ketika minimum support yang diberikan sebesar 89% adalah sequence yang panjang sequence nya 1 (frequent 1-sequences) yaitu (<8>) atau (<snack>). Frequent sequences yang hanya memiliki satu item menandakan bahwa item tersebut merupakan item yang paling sering dibeli oleh pembeli. Dari hasil percobaan juga diperoleh bahwa nilai minimum confidence tertinggi hingga masih bisa membentuk rule adalah 96% dengan nilai maksimal minimum support sebesar 56%. Nilai minimum support tertinggi yang masih bisa membentuk rule adalah 73% dengan nilai maksimal minimum confidence sebesar 89% dengan jumlah rule yang terbentuk sebanyak satu buah yaitu (susu) ==> (susu, snack). Hal ini menunjukkan bahwa susu dan snack merupakan barang yang paling sering dibeli oleh pembeli Sinar Mart Swalayan. Untuk meningkatkan penjualan, pihak pengelola Sinar Mart Swalayan sebaiknya menempatkan susu dan snack berdekatan sehingga pembeli dapat dengan mudah menjangkau kedua barang tersebut. Selain itu, pihak pengelola Sinar Mart Swalayan juga dapat meningkatkan penjualan dengan cara memperbanyak variasi susu dan snack. Sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan barang yang kurang laku, pihak pengelola Sinar Mart Swalayan juga dapat menerapkan modus setiap pembelian beberapa barang yang kurang laku tersebut, pembeli akan mendapatkan bonus snack atau susu. Hal ini akan sangat menarik minat pembeli karena disamping mendapatkan 11
PENDAHULUAN. Latar Belakang
Latar Belakang PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat yang terjadi dewasa ini menuntut manusia untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Upaya adaptasi yang dilakukan
PENENTUAN POLA SEKUENSIAL DATA TRANSAKSI PEMBELIAN MENGGUNAKAN ALGORITME SPADE RIFERSON SIJABAT
PENENTUAN POLA SEKUENSIAL DATA TRANSAKSI PEMBELIAN MENGGUNAKAN ALGORITME SPADE RIFERSON SIJABAT DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011
4 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
4 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Implementasi adalah penerapan hasil perancangan yang telah dilakukan pada tahap analisis dan perancangan sistem. Hasil perancangan diterapkan menjadi
BAB IV METEDOLOGI PENELITIAN
BAB IV METEDOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional dicirikan dengan satu pengukuran atau observasi untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan tahap-tahap yang dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan penelitian berguna agar pelaksanaan penelitian dapat berjalan dengan baik dan sistematis
Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket
Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket Gunawan 1), Alex Xandra Albert Sim 2), Fandi Halim 3), M. Hawari Simanullang 4), M. Firkhan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM IV.1. Implementasi Sistem Tahap implementasi sistem merupakan tahap untuk mengaplikasikan apa yang telah dirancang pada tahap perancangan sistem berdasarkan hasil
Penentuan Pola Sekuensial pada Data Transaksi Perpustakaan IPB Menggunakan Algoritma Graph Search Techniques
Penentuan Pola Sekuensial pada Data Transaksi Perpustakaan IPB Menggunakan Algoritma Graph Search Techniques Imas S. Sitanggang 1, Firman Ardiansyah 1 dan Hamzah Agung 2 1 Staf Pengajar Departemen Ilmu
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisis Sistem Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Kebutuhan akan teori dalam dunia pendidikan sangat besar. Teori banyak di tulis ke dalam sebuah buku maupun jurnal. Pada universitas potensi utama,
BAB 3 METODE PENELITIAN. dalam melakukan penelitian untuk memudahkan penyusun dalam
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian adalah tahapan yang menggambarkan susunan dalam melakukan penelitian untuk memudahkan penyusun dalam melakukan kegiatan. Desain penelitian
BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM. Oriented Programming) atau secara procedural.
38 BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM 4.1 Perancangan Program Aplikasi 4.1.1 Bentuk Program Suatu program dapat dibuat dengan dua cara yaitu secara OOP (Object Oriented Programming) atau secara
BAB 3. METODE PENELITIAN. Desain penelitian adalah tahapan atau gambaran yang akan dilakukan
BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian adalah tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian untuk memudahkan penyusun dalam melakukan penelitian. Berikut
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian untuk Sistem Optimalisasi Produksi ini menggunakan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian untuk Sistem Optimalisasi Produksi ini menggunakan model sekuensial linier. Desain penelitian untuk sistem optimalisasi produksi ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Studi kepustakaan Penentuan Kebutuhan dan Data yang akan digunakan Pengumpulan Data yang diperlukan Mempersiapkan alat dan bahan penelitian Wawancara
BAB III METODE PENELITIAN. ini dilaksanakan dari bulan Agustus Oktober 2016.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di ruang Biro Sistem Informasi, gedung AR. Fachruddin B. Adapun waktu penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah tahapan atau gambaran yang akan dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian adalah tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian, untuk memudahkan peneliti melakukan penelitan dibutuhkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan di dalam database. Data mining adalah proses yang menggunakan
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Data Mining Data mining adalah suatu istilah yang digunakan untuk menguraikan penemuan pengetahuan di dalam database. Data mining adalah proses yang menggunakan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan. 1.2 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Dewasa ini komputer berkembang sangat pesat di berbagai bidang kehidupan. Perkembangan ini didukung oleh proses komputasi yang sangat cepat dan juga dukungan pengolahan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Kebutuhan Program Untuk menjalankan aplikasi ini ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pengguna. Spesifikasi kebutuhan berikut ini merupakan spesifikasi
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, informasi menjadi hal yang penting dan berharga bagi kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri, bahwa di jaman yang seperti ini, orang akan mempunyai
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.. Analisis Masalah Pada zaman saat ini sepeda motor banyak digunakan di jalanan, banyak masyarakat menggunakan sepeda motor karena kepraktisan di dalam penggunaanya.
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. penyelesaian produksi dengan menggunakan metode Earliest Due Date (EDD) ini
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Sistem Dalam merancang dan membangun pembuatan aplikasi perhitungan penyelesaian produksi dengan menggunakan metode Earliest Due Date (EDD) ini ada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aplikasi Data Mining Data mining adalah suatu istilah yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang tersembunyi di dalam database. Data mining merupakan proses semi otomatik
BAB III METODE PENELITIAN. tangan dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Di dalam desain penelitian ini akan menggambarkan proses pengenalan tulisan tangan dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Praproses Input
PERSYARATAN PRODUK. 1.1 Pendahuluan Latar Belakang Tujuan
BAB 1 PERSYARATAN PRODUK Bab ini membahas mengenai hal umum dari produk yang dibuat, meliputi tujuan, ruang lingkup proyek, perspektif produk, fungsi produk dan hal umum yang lainnya. 1.1 Pendahuluan Hal
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Bagi para calon mahasiswa cenderung bingung memilih jurusan yang mana yang akan mereka geluti di dunia pendidikan. Sekolah Tinggi Teknologi Sinar
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Analisa merupakan bidang yang menarik, melibatkan studi interaksi antar manusia, kelompok-kelompok orang, komputer dan organisasi. Yang digunakan dalam penelitian ini cara
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1 Implementasi Sistem Setelah melakukan analisis sistem yang dilakukan pada tahap sebelumnya dan dirancang sedemikian rupa, maka dilakukan tahapan selanjutnya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Trimuda Lestari merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang garment, yaitu menjual dan memproduksi t-shirt. Trimuda Lestari mulai beroperasi pada tahun 2005 hingga
BAB 1 PENDAHULUAN Pengantar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Pengantar Perkembangan teknologi komputer saat ini sangatlah cepat sehingga komputer banyak digunakan di berbagai bidang. Dalam bidang usaha, penggunaan komputer dapat mempermudah
BAB I PENDAHULUAN. baik. Maka para pengelola harus mencermati pola-pola pembelian yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Jumlah pasar swalayan yang terus berkembang membuat para pengelolaswalayan juga dituntut untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih baik. Maka para pengelola harus
BAB I PENDAHULUAN. banyak transaksi maka akan memerlukan banyak media penyimpanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia bisnis dalam hal ini rental vcd pengorganisasian data peminjam dan vcd sangat diperlukan karena banyaknya data yang harus dicatat dan ditampilkan.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, perkembangan teknologi telah memberikan pengaruh yang sangat besar di dalam kehidupan manusia. Salah satu pengaruh tersebut di bidang informasi yaitu dalam
HASIL DAN PEMBAHASAN. Data
Transformasi data, mengubah data ke bentuk yang dapat di-mine sesuai dengan perangkat lunak yang digunakan pada penelitian. Penentuan Data Latih dan Data Uji Dalam penelitian ini data terdapat dua metode
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Mata kuliah kerja praktik yang ada di Universitas Kristen Duta Wacana merupakan mata kuliah yang bersifat mandiri. Dimana mahasiswa yang mengambil mata kuliah
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini akan membahas mengenai implementasi dari sistem yang telah dibuat. Pengujian akan dilakukan pada setiap menu untuk memastikan bahwa sistem berjalan dan menghasilkan
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, penjualan produk dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penjualan langsung dan penjualan dengan sistem online. Sistem penjualan langsung memiliki keterbatasan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era sekarang ini, perkembangan Teknologi Informasi sudah semakin pesat. Banyak perusahaan yang sudah memakai sistem terkomputerisasi untuk mempermudah
BAB III METODE PENELITIAN. yang didapatkan dari hasil analisis. Berikut adalah tahapan desain penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan penelitian untuk mendapatkan cara yang paling efektif dan efisien mengimplementasikan sistem dengan bantuan data yang
BAB III MET PEN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III MET PEN METODOLOGI PENELITIAN III. 1 Desain Penelitian Studi Literatur Penentuan Kebutuhan dan Data yang akan digunakan Pengumpulan Data yang dibutuhkan Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Gambar 3. 1 Desain Penelitian Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 28 29 3.2. Metode Penelitian 1.2.1. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan yang memiliki jasa pengiriman barang yang bergerak di dalam kota mempunyai beberapa masalah. Salah satu analisis yang bisa dilakukan adalah
PENGEMBANGAN APLIKASI FUZZY TEMPORAL ASSOCIATION RULE MINING (STUDI KASUS : DATA TRANSAKSI PASAR SWALAYAN ) HANDAYANI RETNO SUMINAR
PENGEMBANGAN APLIKASI FUZZY TEMPORAL ASSOCIATION RULE MINING (STUDI KASUS : DATA TRANSAKSI PASAR SWALAYAN ) HANDAYANI RETNO SUMINAR DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. calon seleksi alih golongan (SAG) dengan menggunakan metode SMART (Simple
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut ini merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses rancang bangun aplikasi sistem pendukung keputusan anggota kepolisian terhadap
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Tampilan hasil meliputi tampilan menu, input sistem, dan output sistem. IV.1.1 Tampilan Menu Menu aplikasi berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam menjalankan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Toko central menjual berbagai macam aksesoris hp untuk masyarakat yang akan membeli. Toko central menyediakan aksesoris hp sesuai dengan banyaknya
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai pelaksanaan terhadap hasil perancangan yang telah diperoleh sebelumnya. Hasil perancangan pada tahap perancangan akan diimplemetasikan menjadi
BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat berkembangnya terutama mengenai sistem informasinya. Ini
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini di Indonesia perkembangan akan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat berkembangnya terutama mengenai sistem informasinya. Ini membuat suatu perusahaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses rancang bangun aplikasi sistem pendukung keputusan untuk pemilihan mobil baru
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Pembahasan mengenai hasil mencakup spesifikasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta tampilan output perangkat lunak. IV.1.1.
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu prosedur beserta tahapan-tahapan yang
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu prosedur beserta tahapan-tahapan yang tersusun secara jelas dan sistematis guna menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang diteliti dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan ritel yang menyediakan berbagai kebutuhan berkembang pesat bukan hanya di kota besar saja tetapi juga di kota-kota kecil. Untuk memperoleh keuntungan yang
Bab III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini menggunakan ala penelitian berupa perangkat keras
Bab III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini menggunakan ala penelitian berupa perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu: a. Perangkat keras 1. Processor Intel Core
Gambar 4.50 Halaman Pivot Product Report per Kuartal
151 19. Halaman Pivot Product Report per Bulan Gambar 4.49 Halaman Pivot Product Report per Bulan 20. Halaman Pivot Product Report per Kuartal Gambar 4.50 Halaman Pivot Product Report per Kuartal 152 20.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menentukan Kebutuhan Data Yang Digunakan Mengumpulkan Data Yang Akan Digunakan Mempersiapkan Alat Dan Bahan Wawancara Studi Literatur Desain Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN Pengantar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Pengantar Dewasa ini fungsi komputer semakin dimanfaatkan dalam segala bidang. Baik di bidang pendidikan, bisnis, ataupun penelitian. Penggunaan komputer kini tidak lagi terbatas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut adalah gambaran mengenai desain penelitian pencarian nilai siswa dengan menggunakan algoritma genetika: Studi Literatur Data Penelitian Metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor INTEL Pentium Dual Core T4300
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian 1. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Processor INTEL Pentium Dual Core T4300
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Tampilan Hasil Dibawah ini merupakan tampilan hasil yang dirancang. 1. Form Login Form Login merupakan tampilan pertama yang akan muncul pada sistem informasi penentuan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perangkat keras maupun perangkat lunak komputer. Penjelasan hardware/software
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Installasi Program Sebelum mengimplementasikan dan menjalankan aplikasi ini terlebih dahulu komponen-komponen utama komputer yang mendukung setiap proses harus
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Tampilan Hasil Dibawah ini merupakan tampilan hasil yang dirancang. 1. Form Login Form Login merupakan tampilan pertama yang akan muncul pada sistem informasi pengendalian
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem Analisis sistem yang berjalan pada perusahaan PT. Perintis Perkasa dikelola dengan menggunakan software TDMS (Toyota Dealer Management System). TDMS
METODE PENELITIAN. Gambar 2 Tahapan penelitian. Praproses Data
daerah dalam lingkup R dan f(r) adalah fungsi yang dijalankan pada lingkup R. Mekanisme algoritme Naive adalah sebagai berikut : 1 Menentukan dataset D yang merupakan himpunan seluruh poligon / daerah
BAB I P E N D A H U L U A N UKDW
BAB I P E N D A H U L U A N 1.1 Latar Belakang Masalah Kepadatan aktivitas pada umumnya menyebabkan kurangnya waktu yang dimiliki untuk berbelanja. Hal ini memicu munculnya ragam baru dalam berbelanja,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbagai penemuan terbaru di dalam pengumpulan dan penyimpanan data telah memungkinkan berbagai organisasi untuk mengumpulkan berbagai data (data pembelian, data nasabah,
BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1. PENDAHULUAN Bab 1 menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, sumber data, dan sistematika penulisan laporan dari rencana pembuatan aplikasi akuntansi pada Toko
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini diperlukan sebuah desain dan metode penelitian agar dalam pelaksanaaannya dapat menjadi lebih teratur dan terurut. 3.1. Desain Penelitian Bentuk dari desain
BAB 1 PENDAHULUAN UKDW
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat pada era sekarang. Banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk memuaskan pelayanan yang
HASIL DAN PEMBAHASAN. Setiap tahapan di dalam penelitian ini akan ditunjukkan di dalam Tabel 2.
6 tahap ini, pola yang telah ditemukan dipresentasikan ke pengguna dengan teknik visualisasi agar pengguna dapat memahaminya. Deskripsi aturan klasifikasi akan dipresentasikan dalam bentuk aturan logika
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Situs jejaring sosial merupakan gaya hidup sosial baru yang muncul seiring berkembangnya internet. Gaya hidup baru tersebut memiliki ruang lingkup yang lebih luas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini mengacu pada tahapan proses yang ada pada sistem
21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini mengacu pada tahapan proses yang ada pada sistem pengenalan wajah ini yaitu input, proses dan output. Dengan input bahan penelitian
BAB III ANALISA PEMBAHASAN MASALAH
BAB III ANALISA PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Aplikasi Dalam program yang penulis buat terdiri dari 7 buah form yaitu, form menu utama, form pilihan, form ciri-ciri anak aktif, form ciri-ciri anak hiperaktif,
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bagian ini penulis akan menganalisis kebutuhan-kebutuhan dalam membuat aplikasi ini, karena dengan melakukan analisis akan membuat lebih terarah dan jelas alur aplikasinya.
BAB III METODE PENELITIAN. desaign dan coding program. Dibutuhkan waktu selama kurang lebih 8 bulan
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Dalam penelitian ini memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu dalam membuat desaign dan coding program. Dibutuhkan waktu selama kurang lebih 8 bulan untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DESAIN PENELITIAN Dalam melakukan penelitian, dibutuhkan desain penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Berikut ini merupakan desain penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian 1) Sistem komputer dengan spesifikasi sebagai berikut : - Processor Intel Core i5 2.4 GHz. - RAM 2 GB. - 250 GB hard disk
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakkan perancangan sistem
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. yang akan diteliti. Pemanfaatan algoritma apriori sudah cukup banyak digunakan, antara lain
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian ini menggunakan beberapa sumber pustaka yang berhubungan dengan kasus yang akan diteliti. Pemanfaatan algoritma apriori sudah cukup
BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah dibidang keuangan, laporan-laporan yang diperlukan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kebutuhan infomasi sangat mendorong perancangan pengolahan data supaya dapat menghasilkan informasi yang baik, berkualitas dan bermanfaat salah satunya adalah dibidang
Aplikasi Data Mining untuk meneliti Asosiasi Pembelian Item Barang di Supermaket dengan Metode Market Basket Analysis
Aplikasi Data Mining untuk meneliti Asosiasi Pembelian Item Barang di Supermaket dengan Metode Market Basket Analysis ANDREAS HANDOJO, GREGORIUS SATIA BUDHI, HENDRA RUSLY Jurusan Teknik Informatika Universitas
Rancang Bangun Fitur Rekomendasi Buku Menggunakan Algoritma PrefixSpan pada Sistem Peminjaman Buku Berbasis Web di Perpustakaan Universitas Ciputra
Rancang Bangun Fitur Rekomendasi Buku Menggunakan Algoritma PrefixSpan pada Sistem Peminjaman Buku Berbasis Web di Perpustakaan Universitas Ciputra Lenny Universitas Ciputra UC Town, Citraland Surabaya
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. bangun aplikasi pengelolaan catering pada Tems catering. Diawali dengan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Menginjak pada tahap keempat pada penyusunan laporan tugas akhir ini akan dijelaskan mengenai proses implementasi dan evaluasi dari proses rancang
Lingkungan Implementasi Clustering Menggunakan SOM HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Perkembangan Anak Validasi Cluster Menggunakan
sehingga dapat diproses dengan SOM. Pada tahap seleksi data, dipilih data perkembangan anak berdasarkan kategori dan rentang usianya. Kategori perkembangan tersebut merupakan perkembangan kognitif, motorik
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Implementasi sistem program ini mencakup spesifikasi kebutuhan perangkat keras (hardware) dan spesifikasi perangkat lunak (software). 4.1.1 Spesifikasi
