BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Bambang Johan Kurnia
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis PTK Menurut (Arikunto, 2009) penelitian itu sendiri mempunyai arti suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan yaitu sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dapat disimpulkan Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi disebuah kelas secara bersama-sama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. 18
2 Menurut (Arikunto 2009) tahap - tahap dalam penelitian Tindakan kelas yaitu: 1. Perencanaan ( planning ) Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, olehsiapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. 2. Tindakan ( Acting ) Penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yaitu mengenai tindakan di kelas 3. Pengamatan ( observasing ) Kegiatan pengamat dilakukan oleh pengamat. sambil melakukan pengamatan, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya 4. Refleksi ( reflecting ) Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilaksanakan. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. 19
3 Gambar 3.1 PTK Model Suharsimi Arikunto (2009) perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan Pelaksanaan Dan seterusnya, berhenti bila telah mencapai standar yang di tentukan yaitu 80%. 3.2 Perencanaan a. Peneliti membuat rencana kegiatan harian (RKH), pembelajaran yang diajarkan untuk anak harus sesuai dengan kurikulum yang ada. RKH yang disusun oleh peneliti digunakan sebagai pedoman peneliti dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. b. Menyiapkan media dan sumber pembelajaran yang akan di gunakan untuk melaksanakan bermain berlari lurus dengan rintangan bermain jalur rel kereta api. c. Setting halaman untuk kegiatan bermain jalur rel kereta api. Setting halaman dibuat sesuai kegiatan yang akan dilaksanakan. Salah satu guru berperan sebagai pendamping peneliti yang bertugas 20
4 membantu untuk mengamati aktivitas anak selama proses pembelajaran. d. Mempersiapkan waktu pembelajaran. Waktu keseluruhan yang dibutuhkan dalam pembelajaran motorik kasar ini kurang lebih 45 menit. 3.3 Pelaksanaan / Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi kegiatan pembelajaran sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang telah dibuat ditahap perencanaan. Dalam hal ini peneliti melakukan kegiatan bermain berlari lurus dengan rintangan mengikuti jalur rel kereta api guna meningkatkan kemampuan motorik kasar berlari lurus anak. 3.4 Observasi Penulis melakukan observasi terhadap pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Penulis juga menanyakan pada anak tentang kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kesulitan yang dialami anak. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang hasil kegiatan siswa yang sudah dilakukan. Observasi ini meliputi : a. Observasi kelas, dilaksanakan untuk mendapatkan data mengenai kemampuan motorik kasar melalui kegiatan bermain jalur rel kereta api. 21
5 b. Observasi hasil kegiatan pembelajaran. c. Analisis dan refleksi 3.5 Refleksi Berdasarkan hasil analisis data tersebut guru melakukan refleksi diri terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini peneliti berusaha untuk dapat mengetahui tingkat keterlibatan dalam kemampuan motorik kasar siswa sehingga dapat diketahui kesulitan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil tersebut digunakan untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya. Langkah-langkah dalam refleksi tindakan adalah sebagai berikut : a. Menganalisis pembelajaran yang sudah dilaksanakan terhadap aktivitas siswa, peran guru serta kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam berlari lurus dengan rintangan bermain jalur rel kereta api. b. Mengidentifikasikan permasalahan yang muncul dan belum terpecahkan selama kegiatan berlangsung. c. Menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil refleksi yang direncanakan. 3.6 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita 1 Kalongan di Purwodadi tahun ajaran 2015/2016 dengan 22
6 menyesuaikan jam pembelajaran pada Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita 1 Kalongan di Purwodadi. 3.7 Subyek Penelitian Subyek Penelitian dari Penelitian ini adalah siswa Taman Kanakkanak Dharma Wanita 1 Kalongan di Purwodadi yang berjumlah 25 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan 3.8 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini memiliki dua variabel yang diteliti, yaitu variabel X dan variabel Y. a. Variabel Bebas ( X ) Variabel bebas (independen) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah Bermain Jalur Rel Kereta Api. b. Variabel Terikat (Y) Variable terikat (dependen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah Motorik Kasar Berlari Lurus Dengan Rintangan. 23
7 3.9 Prosedur Penelitian Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus kegiatan, siklus itu terdiri dari dua kali pertemuan yang meliputi: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Siklus I 1. Perencanaan (planning) Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah: a. Menyusun rencana kegiatan harian (RKH) dan mengatur media pembelajaran b. Peneliti membuat kesempatan dengan observer untuk menentukan fokus observasi dan kriteria yang akan digunakan. c. Membagikan lembar observasi yang dibuat oleh observer d. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat dan guru kelas 2. Pelaksanaan (Acting) Pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yaitu mengenai tindakan di kelas pada proses pelaksanaan setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan dan setiap pertemuan waktunya 30 menit. Dengan skenario sebagai berikut. 24
8 a. Kegiatan awal (30 menit ) Peneliti memulai pembelajaran dan memberi pertanyaan (tanya jawab) kepada siswa siapa yang terlambat dan tidak terlambat masuk sekolah, menjelaskan tema yang mau dibahas b. Kegiatan inti (45 menit) 1) guru menyampaikan pemahaman tentang kegiatan motorik kasar yang akan di laksanakan yaitu berlari lurus dengan rintangan, berjalan lurus, dan keseimbangan berdiri dengan satu kaki. 2) guru menjelaskan kegiatan pembelajaran. 3) guru menyuruh siswa untuk mengikuti semua kegiatan motorik kasar yang akan dilaksanakan. c. Istirahat ( 30 menit ) d. Kegiatan akhir ( 15 menit ) Guru menyimpulkan pembelajaran yang dilakukan anak selama sehari. (Evaluasi keseluruhan) 3. Observasi ( observasing ) Selama proses pembelajaran, peneliti dapat meminta bantuan kepada rekan guru atau teman sejawat untuk mengamati kegiatan yang dilakukan oleh anak didik dan 25
9 mengumpulkan data berdasarkan instrumen lembar observasi yang disiapkan 4. Refleksi ( reflecting ) Setelah pembelajaran selesai guru melihat kekurangan yang ada pada proses pembelajaran, refleksi ini menentukan langkah-langkah untuk masuk ke siklus berikutnya dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran siklus berikutnya memperhatikan refleksi siklus pertama. Berikut ini kesimpulan kegiatan yang didilakukan pada tahap refleksi: a. Menyusun kesimpulan dari pelaksanaan tindakan sehingga diperoleh hasil observasi pada anak. b. Melaksanakan diskusi dalam penyempurnaan kesimpulan c. Menentukan pembagian kegiatan pada pelaksanaan pada penelitian yang perlu direvisi, dipertahankan, ditingkatkan dan dilanjutkan. Selanjutnya proses pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan sesuai dengan revisi perencanaan penelitian. Siklus II 1. Perencanaan ( planning ) Setelah melihat dari siklus I, dalam siklus II peneliti akan mencoba menyempurnakan tindakan seperti pembelajaran sebelumnya: 26
10 a. Menyusun rencana RKH dengan Sub tema yang berbeda dan mengatur media pembelajaran dengan sub tema yang berbeda b. Membagikan lembar observasi yang dibuat oleh observer c. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat dan guru kelas 2. Tindakan ( Acting ) Pada tahap pelaksanaan tindakan ini, penelitian kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah direncanakan. Dengan skenario sebagai berikut. a. Kegiatan awal (30 menit ) Peneliti memulai pembelajaran dan memberi pertanyaan (tanya jawab) kepada siswa siapa yang terlambat dan tidak terlambat masuk sekolah.menjelaskan tema yang mau dibahas b. Kegiatan inti (45 menit) 1) Guru menyampaikan pemahaman tentang kegiatan motorik kasar yang akan di laksanakan yaitu berlari lurus dengan rintangan, berjalan lurus, dan keseimbangan berdiri dengan satu kaki. 2) Guru menjelaskan pembelajaran. 3) Guru menyuruh siswa untuk mengikuti seluruh kegiatan motorik kasar yang akan di laksanakan. 27
11 c. istirahat (30 menit ) d. kegiatan akhir (15 menit ) Guru menyimpulkan pembelajaran yang dilakukan anak selama sehari. (Evaluasi keseluruhan) 3. Observasi ( observasing ) Selama proses pembelajaran, peneliti meminta bantuan rekan guru untuk mengamati kegiatan yang dilakukan anak didik dan mengumpulkan data berdasarkan instrumen lembar observasi yang telah disiapkan 4. Refleksi ( reflecting ) pada tahap refleksi merupakan tahap akhir dari proses perbaikan pelajaran,dan akan memperoleh gambaran hasil peningkatan kemampuan motorik anak berlari lurus dengan rintangan Teknik Pengumpulan Data Menurut (Arikunto 2009) menyebutkan bahwa alat pengumpulan data ada 5 macam yaitu: tes, angket, interview, observasi, dan dokumentasi. Sesuai dengan kebutuhan, dalam pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa cara yaitu: 28
12 1. Observasi (Pengamatan) Pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menggunakan instrumen panduan observasi. Panduan observasi yang digunakan adalah lembar observasi. 2. Dokumentasi Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip, dan termasuk juga buku-buku tetang pendapat, teori, dalil, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Dokumentasi ini berupa laporan dan hasil tertulis yang berhubungan dengan variable yaitu foto-foto kegiatan pembelajaran selama penelitian 3.11 Teknik Analisis Data Setelah data diperoleh dan dikumpulkan maka langkah selanjutnya dalam proses penelitian adalah menganalisis data. Kegiatan mengklasifikasikan, menganalisa dan menarik kesimpulan dari semua data yang terkumpul dalam tindakan disebut sebagai langkah menganalisis data. Analisis data diwakili oleh refleksi putaran penelitian tindakan. Dengan melakukan refleksi peneliti akan memiliki wawasan otentik yang membantu dalam menafsirkan data penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yakni pengolahan data yang dikumpulkan melalui observasi. Menurut Arikunto 29
13 (2009) analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan bahwa tindakan yang dilaksanakan dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan dan perubahan ke arah yang lebih baik jika dibandingkan keadaan sebelumnya. Data kualitatif diperoleh dari penggunaan lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan cara deskriptif dan dianalisis menggunakan teknik persentase. Rumus yang digunakan untuk mencari persentase dalam penelitian ini diambil dari Sudjono (2006) adalah sebagai berikut: Keterangan : P : Presentase F N : Nilai keseluruhan yang diperoleh tiap anak : Skor maksimal dikalikan jumlah seluruh anak 3.12 Instrumen Penelitian Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto, 2009). Lembar observasi mengenai aspek motorik kasar anak yang diteliti melalui berlari lurus melalui berjalan lurus bermain jalur rel kereta api. 30
14 Dari beberapa item yang diamati, hasilnya ditulis dalam lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan oleh peneliti adalah lembar observasi pembelajaran motorik kasar. Lembar observasi digunakan peneliti sebagai pedoman ketika melakukan pengamatan untuk mendapatkan data yang akurat dalam pengamatan. Melalui data tersebut peneliti dapat melihat apakah sudah ada perubahan yang baik atau belum pada motorik kasar anak. Berikut ini lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian. 31
15 Indikator Penilaian motorik kasar berlari lurus dengan rintangan No Nama anak Anak dapat berdiri statis selama 30 detik Anak dapat berjalan dinamis mengikuti lakban sepanjang 1 meter Anak dapat berjalan lurus mengikuti jalur lakban sepanjang 1 meter Anak dapat berlari lurus Anak dapat berlari lurus dengan waktu yang di tentukan Anak dapat berlari lurus dengan rintangan dengan waktu yang di tentukan K C B K C B K C B K C B K C B K C B Jumlah skor 1 Dva 2 Ags 3 Pdu 4 Eti 5 Iml 6 Eln 7 Avi 8 Cha 9 Arn 10 Jsi 11 Ay 12 Eml 13 Yda 14 Dwi 15 Jde 16 Ybl 17 Sto 18 Rfa 19 Gta 20 Ihm 21 Dka 22 Dna 23 Dta 24 Ans 25 Agl
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH. Sujiono, dkk (2008) memaparkan bahwa motorik kasar terbentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Sujiono, dkk (2008) memaparkan bahwa motorik kasar terbentuk saat anak mulai memiliki koordinasi dan keseimbangan setara orang dewasa. Gerakan motorik kasar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Jumlah subyek berdasarkan jenis kelamin
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek a. Jumlah subyek berdasarkan jenis kelamin Tabel 4.1 Subyek Penelitian berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin f % P 15 60% L 10 40% Jumlah 25
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan model Penelitian Tindakan Kelas,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (statistic). Pendekatan
BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa pihak. 27
39 BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa
BAB III METODE PENELITIAN DAN RENCANA PENELITIAN TINDAKAN KELAS. peneliti adalah penelitian tindakan kelas, hal itu didasarkan karena masalahmasalah
BAB III METODE PENELITIAN DAN RENCANA PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, rancangan penelitian yang ditetapkan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas, hal itu didasarkan
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab tiga metode penelitian yang didalamnya terdiri dari lokasi dan subjek penelitian, metode penelitian, desain penelitian PTK, definisi oprasional, instrumen penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V MI Wahid Hasyim Desa Kedung Malang Wonotunggal Batang Tahun Pelajaran 2009-2010 dengan jumlah 38 peserta didik, terdiri
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS. Warjiatun
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 3, Juli 2016 ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS DENGAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar (2008)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Arikunto, (2009) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karekteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Negeri 2 Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Mata Pelajaran yang
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK Sukaseuri pada semester II tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini akan dilakukan pada siswa kelompok B TK
III. PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. mengidentifikasi unsur intrinsik cerita anak melalui teknik discovery ini
III. PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian mengenai pembelajaran aspek
BAB III METODE PENELITIAN. keadaan subyek/obyek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak
32 BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. tentang perilaku guru mengajar dan murid belajar.
35 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitihan Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan sumbangan nyata bagi
Kemmis & Mc. Taggart (Basrowi, 2008: 26) memandang PTK sebagai
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian ini dapat
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah PTK (Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian tindakan kelas menurut Suharsimi Arikunto (2006: 90-93) didefinisikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research terdiri dari tiga kata, yaitu penelitian, tindakan, dan kelas.
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
32 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan
BAB III METODE PENELITIAN A.
16 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan subjek 1. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research), model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, tepatnya pada tahun pelajaran 2012/2013. waktu 2 bulan yaitu bulan Januari sampai dengan Februari 2013.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Xaverius 3 Bandar Lampung, tepatnya pada tahun pelajaran 2012/2013. 3.1.2 Waktu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Setting Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Disebut PTK karena merupakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (action research)
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (action research) atau biasa juga disebut dengan PTK. Penelitian tindakan adalah penelitian yang bukan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 1
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Deskriptif Kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwaperitstiwa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tindakan Kelas ini adalah mulai bulan November Negeri 1 Pajerukan. Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dari namanya sudah
BAB III METODE PENELITIAN A. Hakekat Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dari namanya sudah terkandung di dalamnnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE PALU UTARA
MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE PALU UTARA Rukni 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan fisik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian tindakan terdapat kata tindakan yang artinya guru melakukan sesuatu. Arah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas (Wardhani, 2007:1.3).
BAB III METODE PENELITIAN. (PTK). Dalam Wina Sanjaya (20011: 26) PTK adalah proses pengkajian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam Wina Sanjaya (20011: 26) PTK adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam
BAB III METODE PENELITIAN. kata-kata atau pernyataan-pernyataan (yang diperoleh melalui wawancara,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu kualitatif deskriptif. Akbar (2009:13)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, model yang digunakan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Kasihani (1998: 13), penelitian tindakan kelas merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 017 Pulau Kumpai Pangean Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA MA Manbaul Ulum Karangawen Demak Tahun Pelajaran 2009-2010 dengan jumlah 38 peserta didik, terdiri dari 12 laki-laki
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelompok B Paud Hidayatul
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelompok B Paud Hidayatul Falah Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut
BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V tahun pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang, laki-laki berjumlah 8
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Penelitian ini dilakukan di kelas II SD Negeri 6 Sindurejo, Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Penelitian ini dilakukan di kelas II SD Negeri 6 Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. 2. Waktu Penelitian Waktu berlangsungnya penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah PTK kolaborasi.yaitu penerapan penelitian tindakan di dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh seorang peneliti
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca cepat
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca cepat melalui media cerita siswa sekolah dasar, dengan harapan adanya perubahan dan peningkatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diartikan sebagai prosedur atau cara memecahkan masalah penelitian dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Bentuk Penelitian 1. Metode Penelitian Metode adalah cara sistematis yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu. Metode yang digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan
24 BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang dengan penelitian tindakan kelas yang merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
11 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan karakteristik subyek penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan waktu penelitian selama 3 bulan yaitu bulan September s/d bulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting dan Waktu Penelitian Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Bandung, Jalan Semar No. 5 Bandung. Subjek penelitian ini adalah siswa
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kabupaten Sukoharjo. 2. Waktu Penelitian Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Secara umum, metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah dalam memperoleh dan menganalisis data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1Jenis Penelitian penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Menurut Arikunto (2010) penelitian tindakan kelas merupakan suatu
BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran 2012-2013 dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang, yang terdiri dari 8
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Kalicari 2 Desa Kalicari Kecamatan Pedurungan Semarang. Peneliti memilih
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Pengertian Metode Penelitian Metodologi adalah suatu cara utama yang di pergunakan untuk mencapai tujuan, dalam suatu kegiatan penelitian perlu dicari suatu cara kerja untuk
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 di
40 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 di SMP Negeri 2 Pringsewu mulai bulan November sampai Desember
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research), dimana
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research), dimana mengandung
BAB III METODE PENELITIAN. kelas atau yang lazim dikenal dengan classroom action research. Wardani (2007: 1.4)
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang difokuskan pada situasi kelas atau yang lazim dikenal dengan classroom action research. Wardani
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
35 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi/ tempat penelitian adalah Taman Kanak-kanak Satu Atap
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi/ tempat penelitian adalah Taman Kanak-kanak Satu Atap Pasirimpun Situraja, beralamat di Jalan Situraja - Wado No. 56 Desa Situraja
BAB III METODE PENELITIAN. Jika akar permasalahan sudah diketahui, alternatif berikutnya adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tindakan yang mungkin dilakukan oleh guru terkait dengan permasalahan dalam proses pembelajaran adalah mencari akar permasalahan. Jika akar permasalahan sudah
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
22 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang dilakukan dalam upaya memperbaiki pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis pada penilitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) karena ditinjau dari 3 aspek yaitu adanya masalah konkrit, adanya (keharusan)
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas atau class room action research adalah suatu pencermatan terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 3 Panjang Utara Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan September
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitianan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang memiliki peranan yang sangat
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Tujuan penelitian ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Suharsimi (2012: 3) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK A Dharma Wanita 4 Ngraji Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Subyek yang menerima tindakan berjumlah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas, sebagaimana diungkapkan oleh Trianto (2010 : 13), penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang merupakan suatu tindakan reflektif guna untuk memperbaiki
PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK WONOREJO KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK WONOREJO KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
BAB III METODE PENELITIAN. Adapun subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VD Sekolah
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Adapun subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VD Sekolah Dasar Negeri 165 Pekanbaru yang berjumlah 38 orang siswa, dengan jumlah
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
30 BAB 3 METODELOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu penelitian yang digunakan oleh guru didalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( classroom. bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( classroom action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
BAB III METODE PENELITIAN. melakukan tindakan didalam kelas (Classroom Action research) atau biasa juga
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan melakukan tindakan didalam kelas (Classroom Action research) atau biasa juga disebut PTK.
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Proses PTK merupakan proses siklus yang dimulai dari menyusun
24 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan PTK. Penelitian ini bersifat kualitatif karena berupaya menghasilkan
