Unnes Science Education Journal
|
|
|
- Sugiarto Gunawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 USEJ 5 (2) (2016) Unnes Science Education Journal KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODUL CAHAYA BERBASIS SALINGTEMAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Febri Rosela Pratidina, Stephani Diah Pamelasari, Miranita Khusniati Jurusan IPA Terpadu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel SejarahArtikel: Diterima: Mei 2016 Disetujui: Juni 2016 Dipublikasikan: Juli 2016 Keywords: Modules; Skills Process Science; SETS. Abstrak Proses pembelajaran IPA tidak hanya belajar bagaimana mengingat materi, tetapi juga menguasai keterampilan proses sains dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan modul cahaya berbasis salingtemas yang dalam pembelajarannya memadukan tema cahaya dengan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat (salingtemas) untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains siswa. Dengan menerapkan pendekatan Salingtemas dalam pembelajaran, siswa dapat memahami penerapan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul cahaya berbasis salingtemas terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experimental design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 7 Magelang dengan subjek penelitian siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas efektif terhadap keterampilan proses sains siswa dengan hasil thitung 7,813 lebih besar dari ttabel 1,67. Dengan jumlah siswa yang tuntas atau melampaui KKM pada kelas eksperimen sebanyak 28 siswa dan pada kelas kontrol sebanyak 5 siswa. Abstract Science learning process does not only consist l how to remember the material, but also master the science process skills and apply them in daily life. This research used a module with topic of Light based science, environment, technology and society (SETS) to integrate the theme of Light with SETS approach to improve Science Process Skills (SPS) of students. By applying SETS approach in learning process, students can understand the application of the characteristics of light in everyday life. This research aims to determine the effectiveness of module to students science process skills. It was an experimental study with quasiexperimental research design. This research was conducted at SMP 7 Magelang with eighth grade students as research subject. The result showed that the use of modules is effective to improve students science process skills where tcount is greater than ttable Students who pass KKM score in experiment group were 28 students and in control group were 5 students. Alamat korespondensi: Jurusan IPA Terpadu FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D5 Kampus Sekaran Gunungpati Telp. (024) Kode Pos [email protected] 2016 Universitas Negeri Semarang ISSN
2 PENDAHULUAN Pembelajaran IPA seharusnya dapat menumbuhkembangkan kompetensi siswa pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kemendikbud, 2014). Dengan demikian, siswa dapat melatih kompetensi yang dimilikinya, dan tidak hanya berpusat pada ranah pengetahuan saja. Pembelajaran IPA akan lebih bermakna apabila terdapat keselarasan antara materi, dengan aktivitas di lingkungan tempat tinggal siswa yang digunakan sebagai sumber belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Nisa et al., (2015), yang menyatakan bahwa pembelajaran IPA berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP Negeri 7 Magelang, proses pembelajaran IPA di kelas belum mampu melatih siswa untuk dapat mengembangkan keterampilan prosesnya. Hal ini dikarenakan guru menggunakan metode mengajar secara informatif dan konvensional. Guru lebih menitikberatkan pada kemampuan kognitif daripada keterampilan proses yang dimiliki oleh siswanya. Padahal meskipun pembelajaran berpusat pada aspek kognitif, pemahaman konsep siswa masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari data hasil belajar, ratarata seluruh siswa hanya 60% yang dinyatakan lulus dari KKM. Keterampilan proses sains seperti mengamati, mengklasifikasi, mengkomunikasi, memprediksi dan menyimpulkan pada siswa tergolong kurang maksimal. Keterampilan proses perlu dimiliki oleh siswa agar dapat membantu siswa memiliki kemampuan lebih aktif, kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah dan menghubungkan pelajaran dengan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan mereka dalam memahami konsep yang diajarkan (Putri et al., 2015). Hal ini, dapat dilihat ketika siswa diminta untuk mempresentasikan hasil pengamatan atau pemecahan masalah di depan kelas, sebagian besar siswa masih terlihat ragu dan kebingungan. Siswa tidak berani terlibat dalam pembelajaran termasuk mengemukakan pendapat, bertanya dan menanggapi permasalahan. Siswa juga masih kesulitan dalam mengklasifikasikan data hasil percobaan. Sehingga, diperlukan adanya sumber belajar yang dapat membantu siswa melatih keterampilan proses. Pembelajaran yang berorientasi aplikatif bergantung pada penggunaan sumber belajar atau media yang digunakan selama proses pembelajaran agar dapat mencapai hasil yang optimal (Suparwoto dalam Nourma, 2011). Salah satu sumber belajar yang mendukung pembelajaran adalah penggunaan bahan ajar. Bahan ajar adalah bahan atau materi yang digunakan guru atau siswa dalam pembelajaran. Bahan ajar yang dapat digunakan salah satunya berupa modul. Modul sebagai sejenis satuan terencana, didesain guna membantu siswa menyelesaikan tujuan-tujuan tertentu (Asfiah, 2013). Pembelajaran dengan modul bertujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri, karena siswa dapat mencapai dan menyelesaikan bahan belajarnya secara individual. Siswa juga dapat mengontrol kemampuan dan intensitas belajarnya secara individual, sehingga pembelajaran dengan modul dapat mengembangkan keterampilan proses yang tinggi bagi siswa (Sudjana & Rivai, 2009). Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan modul yang dipadukan dengan pendekatan yang sesuai. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam modul. Salah satunya dengan pendekatan Salingtemas (Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat). Menurut Binadja et al. (2008), Pendekatan Salingtemas merupakan pendekatan pembelajaran secara terpadu yang diharapkan mampu membelajarkan siswa agar memiliki kemampuan memandang sesuatu secara terintegrasi (terpadu) dengan memperhatikan empat unsur yaitu sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Pendekatan Salingtemas diharapkan dapat membuka wawasan dan pengetahuan siswa untuk memahami hakekat pendidikan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat secara utuh (Nuryanto & Binadja, 2010). Modul berpendekatan salingtemas akan berisi tentang materi, penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari, serta di dalam modul tersebut juga terdapat beberapa percobaan atau praktikum. Adanya penyelidikan atau percobaan dapat melatih siswa untuk memperoleh keterampilan proses sains (Riess, 2000). Salah satu tema yang dapat dipadukan dalam pembelajaran IPA adalah tema cahaya. Tema cahaya merupakan tema pembelajaran yang terdapat di sekolah menengah pertama. 1222
3 Tema tersebut dalam pembelajarannya seharusnya dapat dipadukan dengan pengaplikasian cahaya untuk teknologi. Meskipun demikian, dalam proses pembelajarannya tema cahaya hanya di sampaikan secara umum, sehingga siswa belum mampu mengaitkan tema cahaya dengan teknologi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian tema cahaya dapat diajarkan dengan pendekatan salingtemas yang dikemas dalam sebuah modul, sehingga siswa akan mendapatkan pemahaman yang mendalaman dan utuh tentang pengetahuan yang dimilikinya. Serta dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivitas modul cahaya berbasis Salingtemas terhadap keterampilan proses sains siswa. METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain quasi experimental design-nonequivalent control group design. Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Rancangan desain penelitian adalah sebagai berikut. O 1 X O 2 O 3 Y O 4 Gambar 1. Desain Penelitian Nonequivalent Control Group Design Keterangan : O1 : Kelas Eksperimen melakukan pretest sebelum pembelajaran dengan modul cahaya berbasis Salingtemas O2 : Kelas eksperimen melakukan posttest setelah pembelajaran dengan modul cahaya berbasis Salingtemas O3 : Kelas kontrol melakukan pretest sebelum pembelajaran dengan buku paket yang biasa digunakan O4 : Kelas kontrol melakukan posttest setelah pembelajaran dengan buku paket yang biasa digunakan X :Kelas eksperimen pembelajaran menggunakan modul cahaya berbasis salingtemas Y : Kelas kontrol pembelajaran menggunakan buku paket yang biasa digunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode lembar observasi, dan metode angket. Metode tes sebagai data utama digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains siawa secara kognitif, sedangkan metode lembar observasi dan angket digunakan data pendukung. Metode tes yang digunakan adalah pretest dan posttest dengan menggunakan instrumen soal objektif. Instrumen soal tersebut disisipi aspek keterampilan proses sains pada setiap butir soalnya. Lembar observasi dengan menggunakan Skala Likert, dimana setiap aspeknya rentang skor 1 sampai dengan 4, sedangkan metode angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap keefektifan penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas terhadap keterampilan proses sains siswa. Kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan materi yang sama tema pencemaran lingkungan. Namun bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran berbeda, kelas eksperimen menggunakan modul cahaya berbasis Salingtemas sedangkan kelas kontrol menggunakan buku paket yang biasa digunakan. Modul cahaya berbasis Salingtemas sebelum digunakan pada kelas eksperimen terlebih dahulu dilakukan validasi oleh pakar. Rata-rata hasil analisis validasi yang diperoleh sebesar 88,19% dengan kriteria sangat layak. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul cahaya berbasis salingtemas terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa. KPS siswa diukur dengan menggunakan instrumen tes untuk data utama serta lembar observasi dan angket untuk data pendukung. Aspek KPS yang diukur dalam penelitian ini ada 5 aspek meliputi, mengamati, mengklasifikasikan, memprediksi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Aspek KPS yang diukur menggunakan soal objektif melalui pretest dan posttest, Sedangkan pengukuran KPS menggunakan lembar observasi diamati pada setiap pertemuan selama pembelajaran berlangsung. Pengukuran hasil keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran tema cahaya menggunakan Modul cahaya berbasis Salingtemas diperoleh dari nilai pretest dan nilai posttest. Nilai posttest digunakan untuk mengetahui keefektifan modul cahaya dengan menguji perbedaan rata- 1223
4 rata nilai posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen siswa. Uji yang digunakan untuk mengetahui keefektifan modul cahaya berbasis Salingtemas terhadap keterampilan proses sains siswa adalah uji signifikansi (uji t), yang mana data yang digunakan adalah nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang sebelumnya telah diuji normalitas terlebih dahulu. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak untuk menentukan statistik yang akan digunakan. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal sehingga statistik yang digunakan adalah statistik parametrik. Setelah diketahui normalitas data, kemudian diuji signifikansi. Uji signifikansi untuk data keterampilan proses sains ranah kognitif menggunakan nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji signifikansi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil keterampilan proses sains ranah kognitif antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil uji statistik t ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Signifikansi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Dk t hitung t tabel Kontrol dan Eksperimen 62 7,813 1,67 Ho diterima, jika t hitung<t tabel Tabel 1 menunjukan bahwa diperoleh harga t hitung = 7,813 sedangkan t tabel = 1,67 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 62, t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas ekperimen dan kelas kontrol, yang artinya penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas efektif terhadap keterampilan proses sains siswa. Hal ini sesuai dengan tanggapan positif siswa sebesar 80,23% yang menyatakan akan ketertarikannya terhadap modul cahaya berbasis Salingtemas yang digunakan dalam pembelajaran tema cahaya. Ketertarikan siswa terhadap pembelajaran menggunakan modul cahaya berbasis Salingtemas berdampak pada siswa yang dapat menemukan konsep dari sifat-sifat cahaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri, sehingga rata-rata hasil posstest kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Menurut Rizky (2013), pengajaran dengan menggunakan modul memberikan hasil yang efektif diterapkan pada pembelajaran IPA Terpadu. Berdasarkan Hasil penelitian Frank dan Barzilai (2006) menunjukkan bahwa 95% siswa berpendapat jika konsep Salingtemas dimasukkan ke dalam proses pembelajaran, maka memberi kesempatan kepada mereka untuk memperoleh pengetahuan dan mempertinggi pemahaman mereka antar cabang ilmu pengetahuan. Modul cahaya berbasis Salingtemas ini menyajikan materi tentang sifat-sifat cahaya dengan mengintegrasikannya dengan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat serta praktikum pada setiap pertemuannya. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan mudah digunakan oleh siswa. Kegiatan praktikum pada modul cahaya berbasis Salingtemas yang dilaksanakan dengan memanfaatkan alat-alat dan bahan yang terdapat di lingkungan sekitar. Sebagaimana hasil penelitian Pamelasari & Khusniati (2014) yang menyatakan bahwa hampir sebagian mahasiswa atau 82% memilih pembelajaran di luar ruangan karena dapat membawa suasana menyenangkan dan membantu memahami materi lebih mudah. Begitu pula dari hasil penelitian yang telah dilakukan, di mana jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM atau dapat dikatakan tuntas pada kelas eksperimen adalah 28 siswa. Jika di persentasekan sebesar 87,5%, sedangkan pada kelas kontrol siswa yang tuntas pada posttest berjumlah 5 siswa dan jika dipersentasekan sebesar 15,63%. Perbedaan jumlah siswa yang jauh dikarenakan penggunaan bahan ajar pada proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas efektif terhadap keterampilan proses sains di kelas eksperimen. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhafid et al. (2013), menunjukkan bahwa modul IPA terpadu berpendekatan keterampilan proses efektif mampu meningkatan ketuntasan belajar klasikal yaitu mencapai 100%. Pengukuran KPS selain menggunakan metode tes juga menggunakan metode observasi sebagai data pendukung. Pengukuran secara observasi menggunakan lembar observasi yang akan di isi oleh observer. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, dimana hasil skor KPS yang diperoleh dari observer kemudian dikonversikan dalam bentuk nilai, kemudian dipersentasekan. Pada kelas eksperimen terjadi peningkatan pada setiap pertemuan, yang berarti 1224
5 bahwa pembelajaran menggunakan modul cahaya berbasis Salingtemas efektif terhadap KPS siswa. Data skor KPS yang diperoleh pada setiap pertemuan kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk tabel. Pada pertemuan pertama, data ratarata skor KPS yang diperoleh tertera pada Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata Skor KPS siswa Pertemuan 1 Kelas Kontrol Aspek KPS (VIII A) Kriteri a Mengamati 39,1 Mengklasifikasi 36 Memprediksi 41 Menyimpulkan 39 Mengkomunika 43 si Kelas Eksperimen (VIII B) 45 Cukup Cukup Rata-rata skor KPS siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol berada pada kategori tidak. Hal ini disebabkan karena pada pertemuan pertama hanya menyampaikan materi tema cahaya, sehingga aspek KPS yang paling menonjol adalah keterampilan mengamati, memprediksi, dan mengkomunikasikan. Pada kelas eksperimen keterampilan mengkomunikasikan lebih unggul dari kelas kontrol karena, masing-masing kelompok dapat menyajikan data hasil praktikum menggunakan tabel dan mempresentasikan di depan kelas, sedangkan kelas kontrol hanya mendengarkan penyampaian materi dari guru. Pada pertemuan kedua dalam penelitian ini, data KPS yang diperoleh dari observer pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol tercantum pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata Skor KPS siswa Pertemuan 2 Kelas Kontrol (VIII Kelas Eksperimen A) (VIII B) Aspek KPS Mengamati 58 Cukup 65 Baik Mengklasifikasi 45 Cukup 65 Baik Memprediksi 48 Cukup 69 Baik Menyimpulkan 48 Cukup 63 Cukup Mengkomunikasi 49 Cukup 70 Cukup Rata-rata skor KPS siswa pada kedua kelas mengalami peningkatan pada pertemuan kedua. Hal ini disebabkan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sama-sama menggunakan praktikum, hanya saja pada kelas kontrol siswa tidak membuat laporan sederhana. Pada pertemuan ketiga, rata-rata skor aspek KPS siswa yang diukur oleh observer disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Rata-rata Skor KPS siswa Pertemuan 3 Kelas Kontrol (VIII Kelas Eksperimen A) (VIII B) Aspek KPS Mengamati 79,7 Baik 89 Mengklasifikasi 73 Baik 85,2 Memprediksi 75 Baik 88 Menyimpulkan 76,6 Baik 83,6 Mengkomunikasi 71 Baik 87 Skor KPS siswa pada pertemuan ketiga untuk kelas eksperimen mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan karena siswa sudah terbiasa dengan adanya praktikum dan membuat laporan sederhana. Pada kelas kontrol untuk beberapa Aspek KPS juga mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan. Penyebabnya adalah pada kelas kontrol, siswa hanya melakukan praktikum di lingkungan sekitar sekolah, tanpa membuat laporan sederhana. Dengan adanya praktikum dan membuat laporan, siswa bekerja secara kolaboratif di dalam kelas, sehingga melatih kerjasama dalam kelompoknya antara anggota satu dengan yang lainnya. Keterampilan-keterampilan yang dikembangkan melalui kolaborasi dalam tim menyebabkan pembelajaran menjadi aktif, dimana setiap individu memiliki keterampilan yang bervariasi sehingga setiap individu mencoba menunjukan keterampilan yang mereka miliki dalam kerja kelompok. Karena pembelajaran secara aktif dapat membimbing siswa ke arah peningkatan keterampilan dan kinerja ilmiah (Kemendikbud, 2014). Aspek KPS paling tinggi pada kelas eksperimen dan kontrol adalah pada aspek mengamati. Hal ini disebabkan karena kegiatan mengamati adalah kegiatan yang paling dasar dalam keterampilan proses sains dan cara utama untuk menemukan informasi dengan menggunakan semua indera untuk mengumpulkan informasi tentang objek atau peristiwa di lingkungan (Monhardt & Monhardt, 2006). Secara keseluruhan persentase rata-rata keterampilan proses sains kelas kontrol pada 1225
6 pertemuan pertama adalah 39,53% dengan kriteria tidak, sedangkan persentase rata-rata keterampilan proses sains kelas kontrol pada pertemuan ketiga adalah 75% dengan kriteria. Pada pertemuan pertama persentase rata-rata keterampilan proses sains kelas eksperimen sebesar 43,23% dengan kriteria cukup, sedangkan pada pertemuan ketiga persentase rata-ratanya sebesar 86,56%. Berdasarkan data tersebut menunjukan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen lebih tinggi di bandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pengggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Modul cahaya berbasis Salingtemas pada setiap pertemuannya terdapat praktikum dan berdiskusi sambil membuat laporan yang digunakan untuk melatih siswa mengenai keterampilan proses sains. Sebagaimana menurut Khusniati (2012) Kegiatan praktikum yang dilakukan secara berkelompok juga mampu menanamkan karakter tanggung jawab karena setiap siswa harus melaksanakan tugasnya masingmasing, menghargai pendapat orang lain, kreatif, disiplin dengan tugasnya, serta mampu menghargai perbedaan karena komunikasi dalam suatu kelompok tentunya menimbulkan berbagai perbedaan pendapat. Dalam penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas dalam pembelajaran terdapat kekurangan yaitu: (1) keterbatasan waktu dalam pengamatan KPS, penelitian ini dilaksanakan hanya selama 3 minggu (2) kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran adalah praktikum dan membuat laporan sederhana sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembelajaran, sedangkan alokasi waktu terkadang tidak mencukupi. Kelemahan-kelemahan di atas dapat mempengaruhi hasil dari KPS siswa, namun hasil uji hipotesis tetap menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih dari pada kelas kontrol. Adanya kelemahan-kelemahan dalam penelitian tersebut dikarenakan tidak ada model pembelajaran yang sempurna karena setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa solusi untuk mengatasi kelemahan yang ada yaitu: (1) Dalam pembelajaran dengan metode praktikum diperlukan kegiatan konfirmasi agar tidak terjadinya miskonsepsi pada siswa; (2) Diperlukan bimbingan seorang guru ketika siswa melakukan praktikum sehingga praktikum dapat berlangsung semestinya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil simpulan bahwa penggunaan modul cahaya berbasis Salingtemas efektif terhadap keterampilan proses sains siswa dengan hasil t hitung 7,813 lebih besar dari t tabel 1,67. UCAPAN TERIMA KASIH 1. Hastuti, S.Pd., selaku guru Biologi SMP Negeri 7 Magelang yang telah memberi inspirasi dan kesempatan penulis untuk melaksanakan penelitian dan senantiasa memberikan dukungannya. 2. Siswa-siswa SMP Negeri 7 Magelang, khususnya kelas VIII A dan VIII B yang telah membantu kesuksesan jalannya penelitian. DAFTAR PUSTAKA Asfiah, N. Mosik & E. Purwantoyo Pengembangan Modul IPA Terpadu Kontekstual Pada Tema Bunyi. Unnes Science Education Journal, 2 (1): Binadja, A., S. Wardani, & S. Nugroho Keberkesanan Pembelajaran Kimia Materi Ikatan Kimia Bervisi Sets Pada Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 2(2): Frank, M. & A. Barzilai Project-Based Technology: Instructional Strategy for Developing Technological Literacy. Journal of Technology Education, 18 (1): Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Katalog Dalam Terbitan (KDT). Khusniati, M Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2): Monhardt, L. & R. Monhardt Creating a Context for the Learning of Science Process Skills Through Picture Books. Early Childhood Education Journal, 34 (1): Muhafid, E.A, N.R. Dewi, & A. Widiyatmoko Pengembangan Modul IPA Terpadu Berpendekatan Keterampilan Proses Pada Tema Bunyi Di Smp Kelas VIII. Unnes Science Education Journal, 2 (1):
7 Nisa, A., Sudarmin, & Samini Efektivitas Penggunaan Modul Terintegrasi Etnosains Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa. Unnes Science Education Journal, 4 (3): Nuryanto & A. Binadja Efektivitas Pembelajaran Kimia Dengan Pendekatan Salingtemas Ditinjau Dari Minat Dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 4 (1) : Nourma, A. Pengembangan Modul Fisika Berbasis kearifan Lokal pada Materi Hukum Newton untuk siswa SMA N 1 Sentolo Kelas X Kulon Progo. Skripsi. Yogyakarta: UNY. Pamelasari, S. D. & M. Khusniati Keefektifan Metode Schoolyard Inquiry Terhadap Peningkatan Pemahaman Science Vocabulary. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3 (2): Permendiknas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Kemendiknas. Putri, N. L.T., A. Hakim, & E. Junaidi Pengaruh Penerapan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Pokok Koloid Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Mataram Tahun Ajaran 2013/2014. Jurnal Ilmiah Widiya Pustaka Pendidikan, 3 (1): Reiss, F History of Physics in Science Teacher Training in Oldenburg. Science & Education, 9: Rizqy, A.M., Parmin, & S. Nurhayati Pengembangan Modul IPA Terpadu Berkarakter Tema Pemanasan Global Untuk Siswa SMP/ MTs. Unnes Science Education Journal. 1 (1) : Sudjana, N. & A. Rivai Teknologi pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1227
Diterima: 8 Maret Disetujui: 26 Juli Diterbitkan: Desember 2016
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kela VII SMP Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pada Materi Asam, Basa dan Garam The Effect of Group Investigation
PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TA Putranto,
Automotive Science and Education Journal
ze ASEJ 3 (2) (2014) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK
Unnes Science Education Journal
USEJ 5 (3) (2016) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA FOTONOVELA KEANEKARAGAMAN HAYATI TERHADAP
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP VALUTA ASING SERTA HASIL
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH. Info Artikel. Abstra
UJME (1) (013) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Ahmad Munif Nugroho, Hardi Suyitno, Mashuri Jurusan
Unnes Science Education Journal PENERAPAN MINDSCAPING BERVISI SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY SOCIETY TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI LARUTAN PENYANGGA
USEJ 1 (2) (2012) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENERAPAN MINDSCAPING BERVISI SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY SOCIETY TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI LARUTAN
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 3 (3) (2014) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA SISWA LINTAS MINAT
Journal of Innovative Science Education
JISE 2 (1) (2013) Journal of Innovative Science Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jise IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERVISI SETS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (1) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej IMPLEMENTASI MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS PROBLEM POSING (PP) PADA PEMBELAJARAN FLUIDA DINAMIS U.
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (3) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE LEARNING START WITH A QUESTION PADA SISWA
Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang
PENGARUH PENGGUNAAN PENDEKATAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) BERVISI SETS POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS Andari Puji Astuti 1, Subiyanto 2, Ahmad Binadja 3 123 Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri
Unnes Science Education Journal
USEJ 2 (1) (2013) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERKARAKTER TEMA PEMANASAN GLOBAL UNTUK SISWA SMP/MTs Akmalia Ma rifathur
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PADANG-GANTING KABUPATEN TANAH DATAR.
Vol. 4 No.1 Desember 2011 (33-39) http://dx.doi.org/10.22202/jp.2011.v4i1.35 Website: ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/pelangi PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MATEMATIKA
JCAE, Journal of Chemistry And Education, Vol. 1, No.1, 2017,
JCAE, Journal of Chemistry And Education, Vol. 1, No.1, 2017, 65-72 65 PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR LARUTAN PENYANGGA SISWA KELAS
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 3 (3) (2014) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (1) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI IPA SMA ISLAM
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 1 (1) (2012) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN STRATEGI PREDICT, OBSERVE AND EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
Artikel diterima: Oktober 2017; Dipublikasikan: November 2017
Science Education Journal, 1 (2), November 2017, 64-72 E. ISSN. 2540-9859 Article DOI: 10.21070/sej.v1i2.1178 Original Research Article Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching And Learning Berbasis Inquiry
Wardah Fajar Hani, 2) Indrawati, 2) Subiki 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Dosen Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
PENGARUH MODEL INQUIRY TRAINING DISERTAI MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR DAN RETENSI HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) DI MTs 1) Wardah Fajar Hani, 2) Indrawati, 2) Subiki 1)
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PENDEKATAN SALINGTEMAS DITINJAU DARI MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA
552 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 4, No.1, 2010, hlm 552-556 EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PENDEKATAN SALINGTEMAS DITINJAU DARI MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Nuryanto a dan Achmad Binadja
Journal of Innovative Science Education PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA BERBASIS MASALAH BERVISI SETS
JISE 2 (1) (2013) Journal of Innovative Science Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jise PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA BERBASIS MASALAH BERVISI SETS Maria Sundus Retno
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KOMPARASI HASIL BELAJAR PENGGUNAAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MEDIA POWERPOINT PADA MATERI SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI
PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH
PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL Ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) OLEH: ZUMRATUN
Rahma Ditasari, Endah Peniati, Kasmui. Prodi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Indonesia
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERPENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA TEMA DAMPAK LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP LINGKUNGAN UNTUK SMP KELAS VIII Rahma Ditasari, Endah Peniati, Kasmui Prodi Pendidikan
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 2 (1) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MODUL SMART INTERAKTIF PADA KOMPETENSI
Unnes Science Education Journal
USEJ 2 (1) (2013) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERPENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA TEMA BUNYI DI SMP KELAS VIII Ervian
Penerapan Perangkat Pembelajaran Materi Kalor melalui Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Guided Discovery Kelas X SMA
Penerapan Perangkat Pembelajaran Materi Kalor melalui Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Guided Discovery Kelas X SMA Linda Aprilia, Sri Mulyaningsih Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan
Unnes Science Education Journal
USEJ 3 (2) (2014) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MODUL BILINGUAL BERGAMBAR TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA TEMA ENERGI DI ALAM SEKITAR Marcelina
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati
UJME 1 (1) (2012) Unnes Journal of Mathematics Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA Gallant Alim Purbowo,
Arifah Zurotunisa, Habiddin, Ida Bagus Suryadharma Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang
PENGARUH PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 LAWANG PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS GARAM Arifah Zurotunisa, Habiddin, Ida
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 2 (2) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP
E-journal Prodi Edisi 1
E-journal Prodi Edisi 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS SCIENCE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK THE DEVELOPMENT OF SCIENCE
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 2 (1) (2013) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej PERBAIKAN JOB SHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI PERBAIKAN/SERVIS ENGINE
DAMPAK PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP PEROLEHAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PESERTA DIDIK
DAMPAK PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP PEROLEHAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PESERTA DIDIK ARTIKEL PENELITIAN OLEH ISTIQOMAH TUSSANGADAH NIM F32110037 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SCIENCE PROCESS AND ENVIRONMENT TERHADAP KETERCAPAIAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN ILMIAH SISWA SMP
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SCIENCE PROCESS AND ENVIRONMENT TERHADAP KETERCAPAIAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN ILMIAH SISWA SMP ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Matematika dan Ilmu
Unnes Journal of Biology Education
Unnes.J.Biol.Educ. 1 (2) (2012) Unnes Journal of Biology Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujbe PEMBELAJARAN MATERI VIRUS MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DI SMA NEGERI 2 WONOSOBO Retno
Pancasakti Science Education Journal
PSEJ 1 (1) (2016) 60-67 Pancasakti Science Education Journal http://e-journal.ups.ac.id/index.php/psej email: [email protected] EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL INTEGRASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Gunung Pati, Semarang. Diterima: 3 Maret Disetujui: 4 April Dipublikasikan: 30 Juli 2016 ABSTRACT
VANOS JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING EDUCATION http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/vanos ISSN 2528-2611, e-issn 2528-2700 Vol.1, No.1, Juli 2016, Hlm.23-27. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
Joyful Learning Journal
JLJ 2 (3) (2013) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN SETS PADA KELAS V Isti Nur Hayanah Sri Hartati, Desi Wulandari
PEMBELAJARAN BUFFER MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN
Chem in Edu 2 (1) (2012) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PEMBELAJARAN BUFFER MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej PENGARUH MODUL INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISTEM PENERANGAN DAN WIRING KELISTRIKAN SISWA
KONTRIBUSI METODE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Idha Zuly Astutik, dkk., Kontribusi Metode Two Stay Two Stray Terhadap Hasil. 1893 KONTRIBUSI METODE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Idha Zuly Astutik*, Saptorini dan Ersanghono Kusumo
Unnes Physics Education Journal
UPEJ (1) (2012) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL KOOPERATIFGROUP INVESTIGATION BERBASIS EKSPERIMEN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS
PENGARUH MEDIA PERMAINAN TRUTH AND DARE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA DENGAN VISI SETS
230 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 2, No. 1, 2008, hlm 230-235 PENGARUH MEDIA PERMAINAN TRUTH AND DARE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA DENGAN VISI SETS Sigit Priatmoko, Achmad Binadja, Seli
Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran dengan pendekatan SETS adalah pembelajaran yang memungkinkan siswa utuk memahami keterkaitan antara sains, pemikiran, lingkungan, dan masyarakat.
OLEH: SITI FATIMAH NIM. E1M
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA MATERI SISTEM KOLOID PADA SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 GERUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 JURNAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. Info Artikel. Abstrak.
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
Penerapan Strategi Genius Learning Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Padang ABSTRACT
Penerapan Strategi Genius Learning Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Padang Elfawati 1), Gusmaweti 2) dan Azrita 2) 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi 2) Dosen Program Studi
*Maratul Afidah **Ade Purmatisa
38 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DENGAN PENDEKATAN SETS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI ZAT ADITIF DAN ADIKTIF (Studi Eksperimen di SMP Da wah Pekanbaru T.A 2016/2017) *Maratul
PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR SD Putri, T Subroto, W Sunarto
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAJARAN FISIKA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAJARAN FISIKA Dewi Ratna Pertiwi Sitepu Program Studi Pendidikan Fisika,
Scaffolding 4 (1) (2015) Scaffolding.
Scaffolding 4 (1) (2015) Scaffolding http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH HIDROLIKA
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN IPA MITIGASI BENCANA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia is licensed under A Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN IPA MITIGASI BENCANA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 2 (3) (2013) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN INKUIRI PADA POKOK BAHASAN PEMANTULAN CAHAYA KELAS VIII MTs
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN FENOMENA BIOSFER DAN PENGARUHNYA
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 2 (2) (2013) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBASIS EKSPERIMEN INKUIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI SETS PADA MATERI POKOK ZAT ADITIF MAKANAN
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI SETS PADA MATERI POKOK ZAT ADITIF MAKANAN DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET WITH SETS ORIENTATION AT FOOD ADDITIVE MATTER Dayinta Yulia Apsari dan Ismono
PENGARUH PENERAPAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI POKOK KOLOID TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 MATARAM TAHUN AJARAN
PENGARUH PENERAPAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI POKOK KOLOID TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 MATARAM TAHUN AJARAN 2013/2014 Ni Luh Tresnanti Putri 1, Aliefman Hakim 2,
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) IPA MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP KELAS VII JURNAL
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) IPA MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP KELAS VII JURNAL Oleh : Dewi Astuti 10315244010 Pembimbing I Dr.Paidi, M.Si
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS SETS DENGAN TEMA HUJAN ASAM UNTUK KELAS VII SMP
USEJ 3 (1) (2014) PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS SETS DENGAN TEMA HUJAN ASAM UNTUK KELAS VII SMP Ayu Etna Ningtyas, Woro Sumarni, Wulan Christijanti Prodi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA SISWA SMA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA SISWA SMA Raden Raisa Wulandari 1*), Siswoyo 1, Fauzi Bakri 1 1 Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No.10
Chemistry in Education
CiE 6 (1) (2017) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PRAKTIKUM BERBASIS GUIDED- INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN LABORATORIUM SISWA Anis Qori
Unnes Physics Education Journal PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN KOOPERATIF UNTUK MEMBANGUN EMPAT PILAR PEMBELAJARAN SISWA SMP
UPEJ 1 (1) (2012) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN KOOPERATIF UNTUK MEMBANGUN EMPAT PILAR PEMBELAJARAN SISWA SMP
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej APLIKASI EXE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB KOMPETENSI PEMELIHARAAN SISTEM SUSPENSI DAN
Program Studi Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BUKIT BENER MERIAH Hafizul Furqan 1, Yusrizal 2 dan Saminan 2
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 3 (1) (2014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BERBASIS MEDIA PERAGA
Unnes Science Education Journal
USEJ 3 (2) (2014) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HERBARIUM DAN INSEKTARIUM PADA TEMA KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP SEBAGAI SUPLEMEN MEDIA
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI KARANGJATI
894 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 9 ke-5 Tahun 2016 PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI KARANGJATI THE EFFECT OF CONTEXTUAL LEARNING
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH MAIMUNAH queenahakim@gmail. com Program Studi Teknik Informatika,
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP EFEKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI PENGARUH PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP EFEKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR
Arif Widiyatmoko Jurusan IPA Terpadu, FMIPA Universitas Negeri Semarang
IMPLEMENTASI MODUL PEMBELAJARAN IPA TEMA KONSERVASI UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA Arif Widiyatmoko Jurusan IPA Terpadu, FMIPA Universitas Negeri Semarang Email: [email protected] Abstrak Pembelajaran
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MAESAN BONDOWOSO Yulian
PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK YANG DIBERI PERLAKUAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Perbedaan Pemahaman Konsep... (Vini Rahayu) 1 PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK YANG DIBERI PERLAKUAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN PROJECT BASED LEARNING
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA NEGERI 4 PARIAMAN
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA NEGERI 4 PARIAMAN Tinsi Motri, Siska Nerita, Yosmed Hidayat Program Studi Pendidikan
ALSA MIFTAHUL HUDA. Program Studi Pendidikan Matematika. Unversitas PGRI Yogyakarta ABSTRACT
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SOMATIC, AUDIOTORY, VISUAL, INTELECTUAL (SAVI) DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 3 BANGUNTAPAN ALSA MIFTAHUL HUDA Program Studi Pendidikan
Nia Wati dan Suliyanah Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TRHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PACET PADA MATERI PERPINDAHAN KALOR Nia Wati dan Suliyanah Jurusan Fisika,
Unnes Physics Education Journal
UPEJ (1) (2012) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 5 (2) (2016) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PROSES PEMBELAJARAN MODEL PAIR CHECKS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Hesti Rizqi
Unnes Science Education Journal
USEJ 4 (1) (2015) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERPENDEKATAN PRAMEK TEMA ENERGI PADA MAKHLUK HIDUP UNTUK SISWA SMP Istianah,
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Albertus D Lesmono, Supeno, Tita Riani Program Studi Pendidikan Fisika FKIP
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IA SMA Negeri 3 Watansoppeng
77 Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis The Effect of Contextual Learning Method to the Critical Thinking Ability of Students Class XI SMA Negeri 3 Watansoppeng Sugiarti,
Laela Ngasarotur Risfiqi Khotimah Partono Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro
p-issn: 2337-5973 e-issn: 2442-4838 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 METRO SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Laela Ngasarotur
PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI
PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SKRIPSI Oleh: VALENT SARI DANISA K4308123 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES
THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES Siskawati Dewi Purba dan Eidi Sihombing Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan [email protected] ABSTRACT The purpose
PENGARUH PENGGUNAAN ULAR TANGGA REDOKS SEBAGAI MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT BERVISI SETS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA
458 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 3 No.2, 2009, hlm 458-462 PENGARUH PENGGUNAAN ULAR TANGGA REDOKS SEBAGAI MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT BERVISI SETS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Sri Mursiti, Achmad
KOMPARASI HASIL BELAJAR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR ACTIVITY DAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA SMP KELAS VIII POKOK BAHASAN CAHAYA
KOMPARASI HASIL BELAJAR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR ACTIVITY DAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA SMP KELAS VIII POKOK BAHASAN CAHAYA Lina Kurniawati*, Hadi Sutanto, Ellianawati Jurusan Fisika FMIPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) MENGGUNAKAN BUKU SAKU TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs USB SAGULUNG BATAM
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) MENGGUNAKAN BUKU SAKU TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs USB SAGULUNG BATAM THE INFLUENCE OF LEARNING MODEL OF THE REVERSE (RECIPROCAL
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 2 (2) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MENGUKUR
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA Mita Soviana 1), Syifa ul Gummah 2), L. Habiburahman 3) 1) Pemerhati Program Studi Pendidikan Fisika, FPMIPA IKIP
PENERAPAN PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PADA KONSEP TEKANAN
PENERAPAN PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PADA KONSEP TEKANAN Abu Bakar 1, A.Halim 2 dan Mursal 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Program
Cici Wijayanti*) Purwati Kuswarini Suprapto*) Faculty of Educational Science and Teacher s Training Siliwangi University ABSTRACT
The Application of Cooperative Learning Model Type of Group Project on Enviroment Pollution Concept (Experiment Study at 10 th Grade Students of Madrasah Aliyah Public School Tasikmalaya 2012/2013) Cici
Iramaya Fridayanti Sinaga dan Nurdin Siregar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI1 SILIMAKUTA SARIBUDOLOK T.P 2014/2015 Iramaya Fridayanti Sinaga
