Jurnal InFestasi Vol. 12, No.2, Desember 2016 Hal
|
|
|
- Djaja Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal InFestasi Vol. 12, No.2, Desember 2016 Hal FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (STUDI EMPIRIS PADA SATKER BALAI BESAR BMKG WILAYAH III DENPASAR-BALI) Santha Julia Sardi 1 H. Ahmad Rifa i 2 L. Hamdani Husnan 2 1 Stasiun Meteorologi Selaparang-Bandara Internasional Lombok 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, NTB, Indonesia [email protected], telp : Abstract This study aims to examine empirically the effect of the influence of Clarity Target Budget, Internal Control Systems, Human Resources and Government Accounting Standards on Financial Statement Quality and Accountability Government Performance. The population was 366 respondents KPA / PPK and treasurer at 183 work units BMKG. The number of samples is determined by purposive sampling technique, resulting in a sample of 94 respondents consisting of 47 units working under the coordination of the Center for BMKG Region III Denpasar-Bali. Collecting data using primary data by distributing questionnaires. Data analysis tool used is Partial Least Square (PLS). Tests on the research done by using second order confirmatory factor analysis. The findings of this study indicate that: (1) Quality of Financial Statements significantly affected by Goal Clarity Budget and Government Accounting Standards, but was not significantly affected by SPI and natural resources; (2) Accountability of Government Performance is significantly affected by SPI and SAP, but was not significantly affected by Goal Clarity Budget and Human Resources; (3) Quality of Financial Statements significantly influence the Government Performance Accountability. The implications of this study may be useful as consideration for decision makers in improving the quality of financial statements and Accountability Government Performance as a form of state financial management. Keywords : Clarity Target Budget, Internal Control Systems, Human Resources, Government Accounting Standards, Quality Report Performance and Accountability of Government Performance Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Sistem Pengendalian Intern, Sumber Daya Manusia dan Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap Kualitas Laporan Keuangan dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Populasi penelitian ini adalah 366 responden KPA/PPK dan bendahara pengeluaran pada 183 satuan kerja BMKG. Jumlah sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, sehingga menghasilkan sampel sejumlah 94 responden yang terdiri atas 47 satuan kerja dibawah koordinasi Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar-Bali. Pengumpulan data menggunakan sumber data primer melalui penyebaran kuesioner. Alat analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Pengujian pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan second order confirmatory factor analysis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Kualitas Laporan Keuangan dipengaruhi secara signifikan oleh Kejelasan Sasaran Anggaran dan Standar Akuntansi Pemerintahan, tetapi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh SPI dan SDM; (2) Pemerintah dipengaruhi secara signifikan oleh SPI dan SAP, tetapi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh Kejelasan Sasaran Anggaran dan SDM; (3) Kualitas Laporan Keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap 158
2 Implikasi penelitian ini dapat berguna sebagai pertimbangan bagi para pengambil keputusan dalam usaha peningkatan Kualitas Laporan Keuangan dan Pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. Kata Kunci : Kejelasan Sasaran Anggaran, Sistem Pengendalian Intern, Sumber Daya Manusia, Standar Akuntansi Pemerintahan, Kulaitas Laporan Keuangan dan 159 PENDAHULUAN Akuntabilitas pemerintah dapat dilihat dari dua bagian, yaitu Akuntabilitas keuangan merupakan pertanggungjawaban mengenai integritas keuangan, pengungkapan, dan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan. Sasaran pertanggungjawaban adalah laporan keuangan yang disajikan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mencakup penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran uang oleh isnstansi pemerintah (LAN dan BPKP, 2000:28). Sedangkan akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seorang/badan hukum/pimpinan/suatu organisasi kepada pihak yang meiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban (LAN dan BPKP, 2000:43). Penyusunan laporan keuangan yang berpedoman pada standar akuntansi pemerintah bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan informasi keuangan secara umum yang lebih berkualitas bagi para pengguna laporan keuangan dalam rangka menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun politik (Santoso dan Pambelum, 2008). Penerapan akuntansi keuangan sektor publik memberikan sumbangan bagi peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dalam hal penyajian informasi mengenai tujuan, fungsi, dan objek pengeluaran (Pamungkas, 2012). Laporan akuntabilitas kinerja menurut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dikembangkan secara terintegrasi dengan sistem perencanaan, sistem penganggaran, sistem perbendaharaan, dan Sistem Akuntansi Pemerintahan yang disampaikannya kepada Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara- Reformasi Birokrasi yang selanjutnya dilakukan evaluasi dan penilaian oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi. Dalam Laporan BPK Nomor 45a/LHP/XV/05/2013 tanggal 20 Mei 2013, BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 salah satunya karena kelemahan dalam penganggaran dan penggunaan anggaran Belanja Barang, Belanja Modal, dan Belanja Bantuan Sosial dan atas pelaksanaan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan pemerintah BMKG tahun 2014 menunjukkan masih terdapat temuan terkait anggaran dan pelaksanaannya yaitu Pengelompokan jenis belanja pada saat penganggaran tidak sesuai dengan kegiatan yang dilakukan, dan temuan ketidakhematan yang diungkapkan sebagai penggunaan input dengan harga atau kuantitas/kualitas yang lebih tinggi dari standar kuantitas/ kualitas yang melebihi kebutuhan, dan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan pengadaan serupa pada waktu yang sama. Akuntabilitas segi keuangan dan akuntabilitas segi kinerja mempunyai hubungan yang kuat dengan pengelolaan keuangan dan anggaran negara karena laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibuat berdasarkan laporan keuangan sesuai yang diamatkan dalam PP Nomor 8 tahun Santoso dan Pambelum (2008), Pamungkas (2012),
3 160 Darwanis dan Chairunnisa (2013) yang menunjukkan bahwa penerapan akuntansi sektor publik dan laporan keuangan yang berkualitas berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Sedangkan penelitian Asmoko (2012) menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara opini audit BPK atas LKKL dan hasil evaluasi LAKIP K/L. Bentuk pertanggungjawaban organisasi sektor publik mencerminkan keadaan organisasi tersebut, untuk itu diperlukan suatu penelitian tentang usaha organisasi sektor publik dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan negara kedalam laporan pertanggungjawaban keuangan dan kinerja. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan dan Pemerintah (Studi Empiris pada satuan kerja BMKG Balai Besar Wilayah III Denpasar - Bali) Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka permasalahan yang akan dibahas melalui penelitian ini adalah: (1) Apakah Kejelasan Sasaran Anggaran, SPI, SDM dan SAP berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan dan Pemerintah?, dan (2) Apakah Kualitas Laporan Keuangan berpengaruh terhadap Pemerintah? Good Governance Good Governance sering diartikan sebagai kepemerintahan yang baik. Good Governance lebih ditekankan kepada proses, sistem, prosedur dan peraturan yang formal ataupun informal yang menata organisasi dimana aturan main yang ada diterapkan dan ditaati. Good Governance berorientasi kepada penciptaan keseimbangan antara tujuan ekonomis dan sosial atau antara tujuan individu dan masyarakat (banyak orang) yang diarahkan kepada peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam hal pemakaian sumber daya organisasi sejalan dengan tujuan organisasi. Reformasi kelembagaan menyangkut pembenahan seluruh alatalat pemerintah baik struktur maupun infrastrukturnya. Kemudian untuk mendukung terjadinya good governance, maka diperlukan serangkaian reformasi lanjutan selain reformasi kelembagaan dan reformasi manajemen sektor publik, terutama yang terkait dengan sistem pengelolaan keuangan pemerintah, yaitu: (1) Reformasi Sistem Penganggaran (budgeting reform), (2) Reformasi Sistem Akuntansi (accounting reform), (3) Reformasi Sistem Pemeriksaan (audit reform), dan (4). Reformasi Sistem Manajemen Keuangan (financial management reform). Lebih lanjut Mardiasmo (2009) menjelaskan bahwa dalam memberikan layanan kepada masyarakat, pemerintah dituntut lebih responsif atau cepat dan tanggap, transparan, dan akuntabel. Teori Keagenan ( Agency Theory) Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan hubungan keagenan sebagai sebuah kontrak dimana satu atau lebih (principal) menyewa orang lain (agent) untuk melakukan beberapa jasa untuk kepentingan principal. Pada dasarnya organisasi sektor publik dibangun atas dasar agency theory. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat digambarkan sebagai suatu hubungan keagenan (agency relationship), dalam hal ini pemerintah berfungsi sebagai agen yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kewajiban tertentu yang ditentukan oleh masyarakat sebagai prinsipal, baik secara langsung atau tidak langsung melalui wakil-wakilnya. Dalam hubungan keagenan, pemerintah sebagai agen harus melaksanakan apa yang menjadi kepentingan masyarakat sebagai prinsipalnya. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat dengan demikian merupakan sebuah hubungan pertanggungjawaban, dalam hal ini pemerintah sebagai agen harus mempertanggungjawabkan aktivitas dan kinerjanya kepada masyarakat yang telah memberikan dana (public fund) kepada pemerintah. Pertanggungjawaban kepada masyarakat ini disebut akuntabilitas publik (Mahmudi, 2013:8).
4 161 Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Laporan Keuangan dan Pemerintah Menurut Nugraha (2007) parameter tercapai tidaknya sasaran suatu organisasi sektor publik dapat menggunakan parameter berikut : (a)dapat diukur ;(b) Sesuai dengan prioritas ; dan (c) Memberikan manfaat optimum, Penelitian yang dilakukan Verbeeten (2008) yang menunjukkan bahwa sasaran anggaran yang jelas dan terukur dapat secara signifikan meningkatkan kinerja baik secara kuantitas maupun kualitas. Indudewi (2009), Kusumaningrum (2010), Karyanti (2010), Putra (2013) dan Nuraini serta Indudewi (2014) juga menyatakan Kejelasan Sasaran Anggaran, berpengaruh positif dan signifikan terhadap Namun hasil yang berbeda dengan penelitian Darwanis dan Chairunnisa (2013) pada pemerintah propinsi Aceh dengan hasil bahwa Kejelasan Sasaran Anggaran berpengaruh tidak signifikan terhadap Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, dan uraian pada peneliti terdahulu maka dalam penelitian ini dapat diajukan hipotesis sebagai berikut: H1: Kejelasan Sasaran Anggaran berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. H2: Kejelasan Sasaran Anggaran berpengaruh terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pengaruh Sistem Pengendalian Intern terhadap Laporan Keuangan dan Pemerintah Penelitian terdahulu tentang Sistem Pengendalian Intern dalam hubungannya dengan kualitas laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja yaitu penelitian kualitatif Atyanta (2012) yang menunjukkan bahwa opini WDP dari BPK yang diberikan terhadap beberapa LKPD Kabupaten di Jawa Timur disebabkan adanya temuan kasus Ketidakefektifan SPI. Penelitian Indriasari (2008), Sukmaningrum (2011), Yudianta dan Erawati (2012), Pamungkas (2012) Armando (2013), dan Darwanis dan Chairunnisa (2013) yang menunjukkan bahwa SPIP dan pengawasan keuangan berpengaruh signifikan terhadap nilai informasi laporan keuangan pemerintah. Sedangkan penelitian Arifianti (2011) yang dilakukan pada SKPD kabupaten Batang dengan hasil bahwa sistem pengendalian intern tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pelaporan keuangan pemerintah. Kusumaningrum (2010), Nasir dan Oktari (2013), Kogulacumar (2013) dan Nuraini serta Indudewi (2014) yang menyatakan bahwa SPI berpengaruh terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) namun berbeda dengan hasil penelitian Ajhar (2015) yang menyatakan bahwa SPI tidak berpengaruh terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI). Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, dan uraian pada peneliti terdahulu, maka dalam penelitian ini dapat diajukan hipotesis sebagai berikut: H3: Sistem Pengendalian Intern berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. H4: Sistem Pengendalian Intern berpengaruh terhadap Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Laporan Keuangan dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Peranan sumber daya manusia akan sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan baik pada organisasi publik maupun private (Sudarmanto, 2014). Penelitian Arifianti (2011) yang menyatakan kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai pelaporan keuangan pemerintah daerah. Yudianta dan Erawati (2012) yang menyatakan bahwa SDM berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK), sedangkan penelitian yang dilakukan Indriasari (2008), dan Sukmaningrum (2011) menyatakan Sumber Daya Manusia tidak
5 162 berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Gistyan (2014) menunjukkan kompetensi pegawai berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Sedangkan Ajhar (2015) yang menyatakan bahwa SDM tidak berpengaruh terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah daerah kabupaten Dompu. Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, dan uraian pada peneliti terdahulu, maka dalam penelitian ini dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H5: Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. H6: Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pengaruh Standar Akuntansi Pemerintah terhadap Laporan Keuangan dan Pemerintah Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Akuntansi adalah proses identifikasi, pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penyajian laporan, serta penginterpretasian atas hasilnya. Standar Akuntansi Pemerintahan, yang selanjutnya disingkat SAP, adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. Dengan diterapkannya SAP, diharapkan terwujudnya transparansi, partisipasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara guna mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Akuntansi berikut ini adalah delapan prinsip yang digunakan dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah : (a) Basis akuntansi; (b) Prinsip nilai historis; c) Prinsip realisasi; Prinsip substansi mengungguli bentuk formal; (e) Prinsip periodisitas; (f) Prinsip konsistensi; (g) Prinsip pengungkapan lengkap; dan (h) Prinsip penyajian wajar. Penelitian terdahulu dilakukan Santoso dan Pambelum (2008), Nugraheni dan Subaweh (2008), Zeyn (2011) dan Pamungkas (2012) menyatakan bahwa bahwa Penerapan SAP berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, dan uraian pada peneliti terdahulu maka dalam penelitian ini dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H7: Standar Akuntansi Pemerintah berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. H8: Standar Akuntansi Pemerintah berpengaruh terhadap Pengaruh Kualitas Laporan Keuangan dan Pemerintah Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Setiap entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan. Penelitian Santoso dan Pambelum (2008), Pamungkas (2012), Darwanis dan Chairunnisa (2013) yang menunjukkan bahwa penerapan akuntansi sektor publik dan laporan keuangan yang berkualitas berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Sedangkan penelitian Asmoko (2012) menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara opini audit BPK atas LKKL dan hasil evaluasi LAKIP K/L. Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, dan uraian pada peneliti terdahulu serta rerangka konseptual penelitian, maka dalam penelitian ini dapat diajukan hipotesis sebagai berikut :
6 λ1 λ2 λ 6 λ7 Santha J. S., H. A. Rifa i, L. Hamdani H. Jurnal InFestasi Vol.12, No.2, Desember H9: Kualitas Laporan Keuangan berpengaruh terhadap METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling sehingga sampel penelitian ini adalah KPA/PPK dan bendahara satuan kerja dibawah koordinasi Balai Besar Wilayah III Denpasar Bali sebanyak 94 responden dari 47 satuan kerja. Pengujian dilakukan pada 94 responden yang mewakili 25,7 persen populasi. Variabel Penelitian Variabel Laten/Konstruk dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu variabel laten eksogen yang terdiri atas Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA),Sistem Pengendalian Intern (SPI), Sumber Daya Manusia (SDM) dan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) serta variabel laten endogen terdiri atas Kualitas Laporan Keuangan (KLK) dan Pemerintah (AKI). Variabel manifest/teramati/indikator dalam penelitian ini berjumlah 64 yang terdiri dari Variabel laten KSA berjumlah 12, variabel laten SPI berjumlah 10, variabel laten SDM berjumlah 6, variabel laten SAP berjumlah 16, variabel laten KLK berjumlah 8 dan AKI berjumlah 12. Analisis Data Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2013:147).Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2013: 148). Analisis data statistik inferensial diukur dengan menggunakan alat analisis PLS (SEM- PLS). Model Analisis Struktural Awal Model analisis persamaan struktural menjelaskan hubungan antara variabel dan item. Gambar model persamaan analisis struktural awal dapat dilihat pada Gambar di bawah ini : KSA.VI KSA.MI KSA.TU KSA.SU λ4 λ 5 λ3 KSA γ1 KSA.JS KSA.UK γ2 SPI.CE KLK.RN λ23 SPI.RA KLK λ24 KLK.AN λ8 γ3 λ25 SPI.CA λ9 λ10 SPI λ26 KLK.DB SPI.IC λ 11 KLK.DP γ4 β1 SPI.MO γ5 SDM.PA AKI.RS λ27 SDM.PE λ12 AKI λ28 AKI.JK λ13 γ6 λ29 SDM.SP λ14 SDM γ7 λ30 λ31 AKI.PK λ32 AKI.DK SAP.BA AKI.OK SAP.NH λ15 γ8 λ16 AKI.RK SAP.RE λ17 SAP λ18 SAP.SB λ19 λ20 λ21 λ22 SAP.PS SAP.KO SAP.PL SAP.PW Model Pengukuran (Outer Model) Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen penelitian λ15 mengukur konsistensi alat dalam mengukur apa yang seharusnya diukur (Cooper et al., 2006 dalam Jogiyanto, 2011:69). Uji validitas yang digunakan
7 164 dalam penelitian ini yaitu Convergent validity dan Discriminant validity. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas untuk mengukur konsistensi internal alat ukur. Reliabilitas menunjukkan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. Uji reliabilitas dalam PLS dapat menggunakan 2 metode, yaitu Composite Reliability dan Cronbach s Alpha (Jogiyanto, 2011:72). Model Struktural (Inner Model) Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai T-table dengan nilai T-statistics yang dihasilkan dari proses bootstraping dalam PLS. Hipotesis diterima (terdukung) jika nilai T-Statistics lebih tinggi daripada nilai T-table (1,66) dengan signifikansi level 10% (two tailed) (Latan dan Ghozali, 2012:85). PEMBAHASAN Model Pengukuran (Outer Model) Convergent Validity Analisis dilakukan 2 kali terhadap model, ada beberapa indikator yang di drop dari model karena memiliki nilai loading factor < 0,7, untuk First Order Konstruk yaitu MI2, JS2, SB2, PS2, dan KO1 sedangkan untuk Second Order Konstruk SU, PL dan KO, sehingga model pengukuran awal berubah menjadi pada Gambar 1. Gambar 1. Hasil PLS Algoritm Akhir Discriminant Validity Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah dengan melihat nilai cross loading. Nilai cross loading menunjukkan bahwa untuk semua konstruk > 0,5, sehingga persyaratan discriminant validity terpenuhi. Uji Reliabilitas Nilai Composite Reliability dan Cronbach s Alpha yang ditunjukkan pada Tabel 4.1 di bawah ini > 0,7, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator konstruk adalah reliabel atau memenuhi uji reliabilitas.
8 Composite Reliability Tabel 1. Hasil Goodness Of Fit Model Akar AVE Cronbachs Alpha R-Square Q- Square Keterangan AKI 0, , , , ,6575 Baik (fit) KLK 0, , , , ,2653 Baik (fit) KSA 0, , , Baik (fit) SAP 0, , , Baik (fit) SDM 0, , , Baik (fit) SPI 0, , , Baik (fit) 165 Uji Model Struktural (Inner Model) Nilai R square sebesar 0,67, 0,33, dan 0,19 untuk variabel endogen dalam model struktural mengindikasikan bahwa model kuat, moderat, dan lemah (Latan dan Ghozali, 2012:85). Nilai R- square KLK sebesar 0, atau melebihi Rule of thumb R-square 0,67 berarti model tersebut menunjukan prediktor variabel kategori kuat. Nilai R- square AKI sebesar 0,3425 masuk dalam Rule of thumb R-square 0,33 sehingga model tersebut menunjukan prediktor variabel kategori moderat. Nilai Q-Square predictive relevance untuk model struktural, mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q-square > 0 menunjukkan model memiliki predictive relevance; sebaliknya jika nilai Q-Square 0 menunjukkan model kurang memiliki predictive relevance. Nilai Q-square KLK menghasilkan 0,2652 > 0 dan Nilai Q- square AKI 0,6575 > 0 artinya kedua variabel tersebut memiliki predictive relevance atau model dalam penelitian ini layak untuk menjelaskan variabel endogennya. Tabel 2. Uji Hipotesis berdasarkan Path Coefficient Hipotesis Loading T-statistics t-table Path ( O/STERR ) α = 10% Kesimpulan KSA -> KLK H 1 0, , ,66 Diterima KSA -> AKI H 2 0, , ,66 Ditolak SPI -> KLK H 3-0, , ,66 Ditolak SPI -> AKI H 4 0, , ,66 Diterima SDM -> KLK H 5-0, , ,66 Ditolak SDM -> AKI H 6-0, , ,66 Ditolak SAP -> KLK H 7 0, , ,66 Diterima SAP -> AKI H 8 0, , ,66 Diterima KLK -> AKI H 9 0, , ,66 Diterima Sumber : Output PLS, 2016 Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Hasil menunjukkan bahwa Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK). Nilai koefisien jalur adalah positif sebesar 0, yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) dengan Kualitas Laporan Keuangan (KLK) adalah positif yang artinya semakin baik Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) semakin baik pula Kualitas Lapoan Keuangan (KLK).
9 166 Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Hasil pengujian hipotesis bahwa Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) berpengaruh tidak signifikan terhadap Pemerintah (AKI). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Verbeeten (2008) yang menunjukkan bahwa sasaran anggaran yang jelas dan terukur dapat secara signifikan meningkatkan kinerja baik secara kuantitas maupun kualitas. Indudewi (2009), Kusumaningrum (2010), Karyanti (2010), Putra (2013) dan Nuraini serta Indudewi (2014) juga menyatakan Kejelasan Sasaran Anggaran, berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Namun hasil temuan ini sejalan dengan penelitian Darwanis dan Chairunnisa (2013) Kejelasan Sasaran Anggaran berpengaruh tidak signifikan terhadap Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil pengujian hipotesis menunjukkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) berpengaruh tidak signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK) hasil penelitian tidak sejalan dengan penelitian Indriasari (2008), Sukmaningrum (2011), Yudianta dan Erawati (2012), Pamungkas (2012) Armando (2013), dan Darwanis dan Chairunnisa (2013) menunjukkan bahwa SPIP dan pengawasan keuangan berpengaruh signifikan positif terhadap nilai informasi laporan keuangan pemerintah. Namun sejalan dengan penelitian Arifianti (2011) sistem pengendalian intern tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pelaporan keuangan pemerintah. Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Hasil menunjukkan bahwa Sistem Pengendalian Intern (SPI) berpengaruh signifikan terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Kusumaningrum (2010), Pamungkas (2012), Darwanis (2013), Nasir dan Oktari (2013), Kogulacumar (2013) dan Nuraini serta Indudewi (2014) yang menyatakan bahwa SPI berpengaruh terhadap Pemerintah (AKI) namun berbeda dengan hasil penelitian Ajhar (2015) yang menyatakan bahwa SPI tidak berpengaruh terhadap Pemerintah (AKI). Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil pengujian hipotesis menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM) berpengaruh tidak signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK) Dengan mempertimbangkan penyimpangan dan temuan tersebut hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arifianti (2011) yang menyatakan kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai pelaporan keuangan pemerintah daerah. Yudianta dan Erawati (2012) yang menyatakan bahwa SDM berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK) namun sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Indriasari (2008), dan Sukmaningrum (2011) yang menyatakan Sumber Daya Manusia tidak berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Hasil pengujian hipotesis menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM) berpengaruh tidak signifikan terhadap Pemerintah (AKI), hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Ajhar (2015) yang menyatakan bahwa SDM tidak berpengaruh terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah daerah kabupaten Dompu. model. Namun tidak sejalan dengan penelitian Gistyan (2014) menunjukkan kompetensi pegawai berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
10 167 Pengaruh Standar Akuntansi Keuangan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Santoso (2008), Nugraheni dan Subaweh (2008), Zeyn (2011) dan Pamungkas (2012) bahwa Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berpengaruh terhadap peningkatan Kualitas Laporan Keuangan (KLK). Berdasarkan uji hipotesis Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK) adalah berpengaruh signifikan dengan arah hubungan positif yang artinya semakin baik penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) semakin baik pula Kualitas Lapoan Keuangan (KLK). Pengaruh Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Hasil uji hipotesis menyatakan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berpengaruh signifikan terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) pada Dengan demikian hasil ini sejalan dengan penelitian Pamungkas (2012) yang menyatakan bahwa bahwa Penerapan SAP berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Pengaruh Kualitas Laporan Keuangan terhadap Hasil uji hipotesis menyatakan Kualitas Laporan Keuangan (KLK) berpengaruh signifikan terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) Kedua variabel ini mempunyai saling hubungan yang kuat dalam pengelolaan keuangan dan anggaran. Hal ini sejalan dengan penelitian Santoso dan Pambelum (2008), Pamungkas (2012), Darwanis dan Chairunnisa (2013) yang menunjukkan bahwa penerapan akuntansi sektor publik dan laporan keuangan yang berkualitas berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Namun tidak sejalan dengan Asmoko (2012) yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara opini audit BPK atas LKKL dan hasil evaluasi LAKIP K/L. PENUTUP Simpulan Penelitian ini menemukan adanya bukti pengaruh signifikan variabel Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) dengan variabel Kualitas Laporan Keuangan (KLK) dengan koefisien jalur positif yang artinya semakin baik Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) pada Satuan Kerja dibawah koordinasi Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar-Bali maka semakin baik pula Kualitas Lapoan Keuangan (KLK). Penelitian ini tidak dapat membuktikan pengaruh signifikan variabel Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) dengan variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) Artinya, Pemerintah (AKI) akan meningkat tetapi tidak diikuti dengan peningkatan Kejelasan Sasaran Anggaran (KSA) hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain dalam model penelitian ini yang mempengaruhi Pemerintah (AKI) secara langsung. Penelitian ini menunjukkan koefisien jalur antara Sistem Pengendalian Intern (SPI) terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK) bertanda negatif, artinya temuan ini menyalahi kerangka konseptual model. Dalam tataran ini aspek hasil pengujian signifikan dan tidak signifikan menjadi tidak bermakna lantaran temuan menyalahi kerangka konseptual model. Bila penyimpangan terhadap kerangka konseptual model diabaikan penelitian ini tidak dapat membuktikan pengaruh variabel Sistem Pengendalian Intern (SPI) dengan variabel Kualitas Laporan Keuangan (KLK) artinya meningkatnya Kualitas Laporan Keuangan (KLK) tidak ditentukan oleh Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dilaksanakan pada masing-masing Satuan Kerja tetapi terdapat faktor lain dalam penelitian ini yang secara langsung berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK). Penelitian ini menemukan adanya bukti pengaruh signifikan variabel Sistem Pengendalian Intern (SPI) dengan variabel Pemerintah (AKI) dengan koefisien jalur positif yang artinya artinya semakin baik Sistem
11 168 Pengendalian Intern (SPI) semakin baik pula Pemerintah (AKI) pada Satuan Kerja dibawah koordinasi Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar-Bali. Penelitian ini menunjukkan koefisien jalur antara Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK) bertanda negatif, artinya temuan ini menyalahi kerangka konseptual model. Dalam tataran ini aspek hasil pengujian signifikan dan tidak signifikan menjadi tidak bermakna lantaran temuan menyalahi kerangka konseptual model. Bila penyimpangan terhadap kerangka konseptual model diabaikan penelitian ini tidak dapat membuktikan pengaruh variabel Sumber Daya Manusia (SDM) dengan variabel Kualitas Laporan Keuangan (KLK) artinya meningkatnya Kualitas Laporan Keuangan (KLK) tidak ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian ini menunjukkan koefisien jalur antara Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) bertanda negatif, artinya temuan ini menyalahi kerangka konseptual model. Dalam tataran ini aspek hasil pengujian signifikan dan tidak signifikan menjadi tidak bermakna lantaran temuan menyalahi kerangka konseptual model. Bila penyimpangan terhadap kerangka konseptual model diabaikan penelitian ini tidak dapat membuktikan pengaruh variabel Sumber Daya Manusia (SDM) dengan variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) artinya meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) tidak ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada masing-masing Satuan Kerja, tetapi terdapat faktor lain dalam model penelitian ini yang secara langsung berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan (KLK). Penelitian ini menemukan adanya bukti pengaruh signifikan variabel Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dengan variabel Kualitas Laporan Keuangan (KLK) dengan parameter koefisien positif, yang artinya semakin baik penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) semakin baik pula Kualitas Lapoan Keuangan (KLK) pada Satuan Kerja dibawah koordinasi Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar-Bali Hasil penelitian ini menemukan adanya bukti pengaruh signifikan variabel Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dengan variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) dengan koefisien jalur positif, yang artinya semakin baik penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) semakin baik pula Pemerintah (AKI) pada Satuan Kerja dibawah koordinasi Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar-Bali. Penelitian ini dapat membuktikan pengaruh variabel Kualitas Laporan Keuangan (KLK) terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) artinya meningkatnya Kualitas Laporan Keuangan (KLK) diikuti dengan meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKI) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini membawa implikasi baik, teoritis mengenai good governance, agensi teori dan akuntabilitas publik, bentuk pertanggungjawaban atau akuntabilitas organisasi sektor publik dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Melakukan perbaikan dan pengawasan secara intensif pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. Memperbaiki pola rekrutmen pegawai, melakukan pemetaan tugas dan fungsi pegawai sesuai latar belakang pendidikan, penetapan peraturan mengenai rolling staf dan mutasi pejabat, serta meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia di bidang penyusunan laporan keuangan dan laporan akuntabilitas kinerja melalui pendidikan dan pelatihan, dan meningkatkan pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mengandung beberapa keterbatasan yaitu: (1) Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada satuan kerja BMKG yang berada dibawah
12 169 koordinasi Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar-Bali, sehingga memungkinkan adanya perbedaan pada hasil penelitian dan kesimpulan apabila penelitian dilakukan pada satuan kerja BMKG di bawah Koordinasi Balai Besar MKG lainnya atau pada satuan kerja Kementerian yang lainnya. (2) Adanya ketidakakuratan pengukuran variabel terkait variabel eksogen SPI dan SDM yang menghasilkan temuan penyimpangan terhadap konseptual model. (3) Adanya kemungkinan mengeluarkan variabel-variabel eksogen yang memiliki koefisien jalur negatif dan mencari variabel eksogen lain sebagai pengganti agar menjadi positif. Saran Adapun saran-saran yang dapat dirumuskan oleh peneliti dalam penelitian ini antara lain, yaitu: (1) Penelitian selanjutnya dapat menambahkan atau mengganti obyek penelitian pada satuan kerja pada balai besar wilayah lainnya misalnya sampel dari dua atau tiga balai besar BMKG. (2) Untuk mencegah error of measurement variabel laten eksogen diperlukan perbaikan atau penyempurnaan dimensi dan pengukuran indikator variabel tersebut untuk mengatasi keterbatasan butir 2 diatas. (3) Penelitian ini kurang mengeksplorasi faktor-faktor lainnya yang diduga berpengaruh, misalnya variabel budaya organisasi, variabel temuan audit BPK, variabel pemanfaatan teknologi informasi dan variabel fraud untuk mengatasi keterbatasan pada butir 3 diatas. DAFTAR PUSTAKA Ajhar, 2015, Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan SAP berbasis akrual dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Studi Empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu), Tesis Pascasarjana Universitas Mataram Arfianti Dita, 2011, Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah (Studi pada satuan kerja perangkat daerah di kabupaten Batang), Universitas Diponegoro Arifiyadi, Teguh, 2008, Konsep tentang Akuntabilitas dan Implementasinya di Indonesia. (serial online), Jul.- Sept., [diakses 20 Mei 2015]. Tersedia: URL: /2008/12/19/konsep-tentangakuntabilitas-dan-implementasinyadi-indonesia. Arikunto S, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta. Armando, Gerry, Pengaruh Sistem Pengendaliaan Intern Pemerintah dan Pengawasan Daerah terhadap Nilai Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah pada SKPD di Kota Bukittinggi Asmoko Hindri, 2012, korelasi opini audit bpk atas lkkl dengan hasil evaluasi lakip K/L, Balai Diklat Kepemimpinan BPPK Atyanta Ramya, 2012, Analisis Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Kabupaten X di Jawa Timur) Bastian, Indra, 2006, Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Erlangga. Jakarta. COSO Internal Control Framework Resources. Darwanis, dan S. Chairunnisa, 2013, Jurnal Telaah Riset & Akuntansi 6 (2): Kogulacumar Priya, 2013, Internal control system and its impact on the performance of the Sri Lanka Telecom limited in Jaffna District. International Journal of Advanced Computer Technology (IJACT). Volume 2, Number 6. Srilanka. Djajadikerta, Hamfri, 2004, Perbandingan Pengendalian Intern dan Pengendalian Manajemen dalam Hubungannya dengan Agency Theory. Jurnal Bina Ekonomi 8(1): Ghozali, I, 2008, Structural Equation Modelling Metode Alternatif Dengan Partial Least Square (PLS). Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang, 2014, Structural Equation Modelling Metode Alternatif Dengan
13 170 Partial Least Square (PLS) edisi 4. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang Gistyan, R. 2014, Akuntabilitas Keuangan, Kompetensi Pegawai, dan Akuntabilitas Kinerja. Jurnal Administrasi Pembangunan 2 (3): Greiling, D, 2005, Performance measurement in the public sector: the German experience, International Journal of Productivity and Performance Management, Vo1.54 No.7, pp Halim A, 2007, Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah : Akuntansi dan Pengendalian Pengelolaan Keuangan Daerah, UPP STIM YKPN, Yogyakarta. Indriasari Desi, 2008, pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan pelaporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan kapasitas sumber daya manusia tidak berpengaruh. Kedua, kapasitas sumber daya manusia dan pemanfataan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan pemerintah daerah, Universitas Gadjah Mada. Indudewi Dian, 2009, Pengaruh sasaran jelas dan terukur, insentif, desentralisasi, dan pengukuran kinerja terhadap kinerja organisasi (studi empiris pada skpd dan bumd kota semarang, tesis, Univ.Diponegoro. Jensen, and W. H. Meckling, Theory of the Firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of financial Economics 3 : Jogiyanto, Konsep dan Aplikasi Structural Equation Modelling Berbasis Varian dalam Penelitian Bisnis. UPP STIM YPKN. Yogyakarta Kusumaningrum Indriaswari, 2010, Pengaruh kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi dan sistem pelaporan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah provinsi jawa tengah, Tesis. Universitas Diponegoro. LAN, BPKP, 2003, Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah, Modul Sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Lembaga Administrasi Negara. Jakarta. Latan, Hengky dan Imam Ghozali, 2012, Partial Least Square : Konsep teknik dan aplikasi SmartPLS 2.0M3.Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Mahmudi, 2005, Manajemen Kinerja Sektor Publik, UPP AMP YKPN,Yogyakarta. Mardiasmo, 2006, Perwujudan Transparansi dan Akuntabilitas Publik Melalui Akuntansi Sektor Publik: Suatu Sarana Good Governance, Jurnal Akuntansi Pemerintahan Vol.2 No.1., Akuntansi Sektor Publik. Penerbit Andi.Yogyakarta Martiningsih, Rr Sri Pancawati, 2009, Studi Kebutuhan Informasi Pengguna Laporan Keuangan Simposium Nasional Akuntansi XII Palembang 2009 Milal Zainul Ahmad, 2012, Makna opini audit WTP bagi kementrian / lembaga (studi kasus pada kementrian sosial, Universitas Brawijaya Nasir, A dan Oktari, R, 2013, Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengendalian Intern terhadap Kinerja Instansi Pemerintah (Studi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kampar ), Universitas Riau. Nugraha, M.Qudrat, 2007, Manajemen Strategik Organisasi Publik, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka Nugrahaeni, Purwaniati dan Imam Subaweh, 2008, Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 13(1). Nuraini, Indudewi Dian, 2014, Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Pengendalian Akuntansi, dan Sistem Pelaporan terhadap
14 171 Pemerintah Kabupaten Brebes.Universitas Semarang. Noerdiawan, Deddi, Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat Pamungkas Bambang, 2012, Pengaruh Penerapan Akuntansi Sektor Publik dan pengawasan terhadap Kualitas Laporan Keuangan dan implikasinya terhadap akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah, Jurnal Ilmiah Ranggading, Vol.12 No.2. Riantiarno, Reynaldi dan Azlina, Nur, 2011, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Studi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Rokan Hulu). Jurnal Pekbis, Vol: 3, No.3. Putra, Deki, 2013, Pengaruh Akuntabilitas Publik dan Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Kinerja Manajerial Satuan Kerja Perangkat Daerah (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Padang). Universitas Negeri Padang. Santoso, Pambelum, 2008, Pengaruh Penerapan Akuntansi Sektor Publik Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dalam Mencegah Fraud. Jurnal Administrasi Bisnis,Vol.4, No.1: hal , (ISSN: ) 2008 Sudarmanto, 2014, Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM : Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta Sugiyono, 2004, Metode Penelitian Bisnis, CV. Alfabeta, Bandung , Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung. Sukmaningrum, T, dan Harto, P, 2011, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris pada Pemerintah Kabupaten dan Kota Semarang) Syafrial, 2009, Pengaruh Ketepatan Skedul Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Satuan Kerja Perangkat Daerah. Tesis. Universitas Sumatera Utara Karyanti, Dwi, Tutik, 2010, Pengaruh kejelasan sasaran, desentralisasi, dan sistem pengukuran terhadap kinerja organisasi sektor publik (studi empiris di politeknik negeri semarang). Universitas Diponegoro. Verbeeten, Frank H.M. 2008, Performance management practices in public sector organizations: impact on performance, Accounting, Auditing &Accountability Journal, Vol.21 No.3, pp Widoyoko, Eko Putro, 2012, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Pustaka Pelajar, Yogyakarta Yudianta, Erawati, 2012, Pengaruh Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Pengendalian Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Zeyn, E., 2011, Pengaruh Penerapan Good Governance dan Standar Akuntansi Pemerintah terhadap Akuntabilitas Keuangan, Jurnal Trikonomika 2011, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil., Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
15 172 Akuntansi Kinerja Instansi, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi, Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2000 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Implementasi Sistem, Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 42/PB/2014 tentang Pedoman Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga.
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah metode purposive sampling dimana sampel dipilih sesuai
36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer. Data primer diperoleh dari kuisioner yang disebarkan berupa pernyataanpernyataan
Ajhar 1, Akram 2, dan Endar Pituringsih 2
62 Jurnal Akuntansi Aktual, Vol. 3, Nomor 1, Januari 2015, hlm. 62 73 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN PENERAPAN SAP BERBASIS AKRUAL DAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (STUDI EMPIRIS
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara menyeluruh yang akan dilakukan oleh peneliti mulai dari membuat hipotesis dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Yogyakarta yaitu sebanyak 48 SKPD. Dari populasi ditarik sejumlah sampel,
BAB IV METODE PENELITIAN. komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian Rancangan penelitian merupakan suatu rencana yang terstruktur dan komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Direktorat Jendral Pajak (DJP) merupakan Direktorat Jendral di bawah Kementerian Keuangan Indonesia yang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan
PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Survei Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Parigi
BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang baik (good governance government). Good governance. yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini tuntutan masyarakat semakin meningkat atas pemerintahan yang baik (good governance government). Good governance diartikan sebagai kepemerintahan yang
NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : Irma Novalia B
NASKAH PUBLIKASI PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Empiris Pada
BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini adalah menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembaga-lembaga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Fenomena yang terjadi dalam perkembangan sektor publik di Indonesia dewasa ini adalah menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembaga-lembaga publik, baik di
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek penelitian ini adalah Karyawan PT Tuin Abadi. Penelitian ini diteliti dengan kuesioner tertulis secara Face to Face (tatap muka) yang akan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskriptif Hasil Penelitian Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Penyebaran kuesioner dilakukan menggunakan penyebaran secara
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang
BAB I PENDAHULUAN. Dinamika perkembangan sektor publik di Indonesia saat ini adalah semakin
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dinamika perkembangan sektor publik di Indonesia saat ini adalah semakin menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembaga-lembaga pemerintahan. Akuntabilitas
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran
54 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang
BAB I PENDAHULUAN. bersih dan berwibawa. Paradigma baru tersebut mewajibkan setiap satuan kerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Reformasi keuangan pemerintah yang dilaksanakan pada awal tahun 2000 berdampak meningkatnya tuntutan masyarakat akan suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
BAB I PENDAHULUAN. penyedian barang kebutuhan publik (Mardiasmo, 2009). kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut.
ABSTRACT The financial statements is the most efficient for organizations to communicate with stakeholder groups that are considered to have an interest in controlling the strategic aspects of certain
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). Menurut Singarimbun dan Effendi (1995: 5) dalam Liyana (2015: 48), penelitian
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan tuntutan masyarakat terhadap terselenggaranya
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Seiring dengan perkembangan tuntutan masyarakat terhadap terselenggaranya pemerintahan yang baik (good governance) baik tuntutan demokrasi dan transparansi,
PENGARUH AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Sensus pada Dinas Daerah Kota Tasikmalaya)
PENGARUH AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Sensus pada Dinas Daerah Kota Tasikmalaya) NIKEN NUR ANJANI Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
BAB.I PENDAHULUAN. Perkembangan sektor publik di Indonesia dewasa ini ditandai dengan menguatnya
BAB.I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan sektor publik di Indonesia dewasa ini ditandai dengan menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembaga-lembaga publik, baik di pusat maupun daerah. Dalam
BAB I PENDAHULUAN. melalui Otonomi Daerah. Sejak diberlakukannya Undang-Undang No.22 tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia menganut asas desentralisasi yang memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintah melalui Otonomi
BAB III METODE PENELITAN
BAB III METODE PENELITAN A. Obyek / Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada PUSKESMAS Mantrijeron, sebagai unit pelayanan jasa yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO
PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN
PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN I Gede Agus Yudianta 1 Ni Made Adi Erawati 2 1 Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud),
BAB I PENDAHULUAN. atau memproduksi barang-barang publik. Organisasi sektor publik di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Organisasi sektor publik adalah organisasi yang bertujuan menyediakan atau memproduksi barang-barang publik. Organisasi sektor publik di Indonesia dalam praktiknya kini
ABSTRAK. Kata kunci : Kualitas laporan keuangan, kompetensi SDM, penerapan SPIP dan penerapan SAP. iii
TESIS PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH SERTA IMPLIKASINYA PADA KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH NI
PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul) Ratnaningsih Abstract
BAB 1 PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah yang kemudian dikerucutkan menjadi pertanyaan penelitian, dan tujuan penelitian. Selain itu juga akan dijelaskan
BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN
BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal (sebab akibat) dan statistik deskriptif dengan metode penelitian Kuantitatif (Quantitative Research).
BAB 1 PENDAHULUAN. menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembaga-lembaga publik, baik di pusat
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan sektor publik di Indonesia dewasa ini ditandai dengan menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembaga-lembaga publik, baik di pusat maupun daerah. Dalam
ANALISIS HASIL AUDIT LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
ANALISIS HASIL AUDIT LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA Diana Tambunan Manajemen Administrasi ASM BSI Jakarta JL. Jatiwaringin Raya No.18, Jakarta Timur [email protected] ABSTRACT: This study aimed
BAB I PENDAHULUAN. mengemuka dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini. Pola-pola lama
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tata kelola yang baik (good governance) merupakan isu yang paling mengemuka dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini. Pola-pola lama penyelenggaraan pemerintahan
BAB I PENDAHULUAN. baik ( good governance government ). Hal tersebut dapat diwujudkan melalui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Diberlakukannya otonomi daerah yang ditandai dengan perubahan sistem pemerintahan yang semula sentralisasi menjadi desentralisasi, memberi kewenangan kepada
Firna., Pengaruh Kapasitas Intelektual Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi...
1 Pengaruh Kapasitas Intelektual Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Daerah Terhadap Nilai Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat Sejarah berdirinya kantor Keluarga Berencana dimulai dari pembentukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada universitas yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang
BAB III METODELOGI PENELITIAN. dan pernah melakukan pembelian produk secara online di Bukalapak.com. pusat perkantoran yang berada di Jakarta.
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini dilakukan pada responden yang tinggal di Jakarta Selatan dan pernah melakukan pembelian produk secara online di Bukalapak.com
Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, DAN GOOD GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan adanya pelaksanaan otonomi daerah menuntut pemerintah harus memberikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingginya kepedulian masyarakat terhadap kinerja dari pemerintah, menandakan bahwa masyarakat telah sadar tentang pentingnya pemerintahan yang baik. Terlebih
BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer yang merupakan data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (Sekaran, 2003). Objek penelitian adalah
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini menerapkan adalah analisis asosiative karena penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan kausal antara variabel independen terhadap
BAB I PENDAHULUAN. dan fungsinya yang didasarkan pada perencanaan strategis yang telah ditetapkan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Instansi pemerintah wajib melakukan pengelolaan keuangan serta mempertanggungjawabkan pelaksanaan keuangannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang didasarkan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian PT. WOM Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan (finance), dimana bidang usahanya memberikan pembiayaan kepada konsumen dengan konsentrasi
ABSTRAK. Kata kunci: good governance, pengelolaan keuangan, sistem pengendalian intern pemerintah, kinerja pemerintah.
Judul : Pengaruh Good Governance, Pengelolaan Keuangan Daerah dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Kinerja Pemerintah Daerah (Studi Empiris pada Pemerintah Kota Bima) Nama : M Rayindha
Cristin Noviyanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Jalan Nakula I No Semarang ABSTRAK
EVALUASI PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH, DAN PERAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH SEMARANG
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan pejabat pelaksana anggaran di Satuan Kerja
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kesadaran tersebut
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Semenjak era reformasi yang dimulai pada tahun 1998 bangsa Indonesia telah maju selangkah lagi menuju era keterbukaan, hal ini terlihat dari semakin tingginya kesadaran
BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38)
BAB III METODE PENELITIAN.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (01:8) bahwa Objek penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unit II Gamping yang merupakan salah satu instansi rumah sakit yang berada di Jl. Wates
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Proses Metodologi Penelitian Pada gambar dibawah ini adalah alur proses dari tahapan metodologi penelitian yang dapat dilihat pada gambar 3.1 Tahap Awal 1. Studi
PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, PENGENDALIAN AKUNTANSI DAN SISTEM PELAPORAN PADA AKUNTABILITAS KINERJA
ISSN: 2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 10.3 (2015): 825-840 PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, PENGENDALIAN AKUNTANSI DAN SISTEM PELAPORAN PADA AKUNTABILITAS KINERJA Ni Made Mega Cahyani
BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Pemerintah No.105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Keuangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Reformasi bidang akuntansi pemerintahan ditandai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No.105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Setelah dikeluarkannya
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Bandarlampung. Pemilihan objek penelitian ini dengan pertimbangan
PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA DPPKAD KABUPATEN GORONTALO
PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA DPPKAD KABUPATEN GORONTALO OLEH LUSIANA LAMUSU NIM 921409123 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN
ANALISIS KELEMAHAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DAERAH
ANALISIS KELEMAHAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DAERAH HAFSAH RAMDHANSYAH HASAN SAKTI SIREGAR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Jl. Kapten Muchtar Basri No 3 Medan Telp (061) 6624567 [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Analisis Deskriptif Data Penelitian Gambaran data hasil penelitian dapat digunakan untuk memperkaya pembahasan, melalui gambaran data tanggapan responden
BAB III METODE PENELITIAN. kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian akan
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini tentang pengaruh keamanan dan kemudahan terhadap kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelakasanaan 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi
BAB I PENDAHULUAN. baik (Good Governance) menuntut negara-negara di dunia untuk terus
i BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keinginan setiap masyarakat agar terciptanya tata pemerintahan yang baik (Good Governance) menuntut negara-negara di dunia untuk terus berusaha memperbaiki
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
DAFTAR ISI Kata Pengantar...iv Daftar Isi...vii Daftar Gambar...x Daftar Tabel...xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 9 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian... 10 1.3.1 Maksud
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi (population) yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas sekelompok
20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1 Populasi Penelitian Populasi (population) yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu
TESIS. oleh : INDAH TRI MULYANI NIM:
PENGARUH KUALITAS SISTEM, KUALITAS INFORMASI, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MANFAAT SISTEM BAGI ORGANISASI DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Penerapan SIMDA di Pemerintah
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Ex post facto, yang berarti
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Ex post facto, yang berarti setelah kejadian. Peneliti menyelidiki permasalahan dengan mempelajari peubahpeubah.
Analisis Penggunaan Sistem Aplikasi D-Pack Terhadap Kepuasan Pengguna pada CV.Sumber Jadi Pangkalpinang
26 Analisis Penggunaan Sistem Aplikasi D-Pack Terhadap Kepuasan Pengguna pada CV.Sumber Jadi Pangkalpinang Rika Pratiwi* 1, Ervi Cofriyanti 2 1,2 STMIK Global Informatika MDP Jl. Rajawali No.14 Palembang
BAB I PENDAHULUAN. menjadi isu yang sangat penting di pemerintahan Indonesia. Salah satu kunci
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam reformasi dibidang keuangan negara, perubahan yang signifikan adalah perubahan di bidang akuntansi pemerintah yang transparan dan akuntabel menjadi
PENGARUH ANGGARAN BERBASIS KINERJA, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, SISTEM PELAPORAN, DAN MOTIVASI TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
PENGARUH ANGGARAN BERBASIS KINERJA, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, SISTEM PELAPORAN, DAN MOTIVASI TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Kasus Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN. yaitu sifat-sifat, ciri-ciri, atau hal-hal yang dimiliki oleh suatu elemen. Sedangkan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah kumpulan dari seluruh elemen beserta karakteristiknya yang menjadi objek penyelidikan atau penelitian secara menyeluruh. Karakteristik
FAKTOR PENDUKUNG IMPLEMETASI SIMDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA SKPD KABUPATEN KULON PROGO
FAKTOR PENDUKUNG IMPLEMETASI SIMDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA SKPD KABUPATEN KULON PROGO Mohammad Alfian Universitas Sebelas Maret [email protected] ABSTRACT This study
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian eksplanatori (explanatory research) atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan sebuah penelitian eksplanatori (explanatory research) atau uji hipotesis. Menurut Singarimbun dan Sofyan Effendi (1995), penelitian
BAB VII SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan uraian pada Bab I sampai dengan Bab VI, disusun
BAB VII SIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan uraian pada Bab I sampai dengan Bab VI, disusun simpulan dan rekomendasi berikut ini: 7.1. Simpulan Kebijakan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual
BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian. Keripik Talas Dessy Padang-Panjang adalah usaha keripik Talas dengan bahan baku utama umbi talas berskala rumah tangga merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Berlakunya Undang-Undang no 22 tahun 1999 dan Undang-Undang no 25
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berlakunya Undang-Undang no 22 tahun 1999 dan Undang-Undang no 25 tahun 1999 merupakan titik awal berjalannya otonomi daerah (reformasi pemerintahan daerah dan reformasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini masyarakat Indonesia semakin menuntut pemerintahan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Dewasa ini masyarakat Indonesia semakin menuntut pemerintahan untuk mengelola otonomi daerah dan sistem pengelolaan keuangan daerah agar lebih baik. Otonomi daerah
BAB I PENDAHULUAN. khususya di tingkat Pemerintah Daerah. Korupsi sebenarnya termasuk salah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fenomena korupsi di dalam era reformasi banyak terjadi di Indonesia, khususya di tingkat Pemerintah Daerah. Korupsi sebenarnya termasuk salah satu bentuk tindakan
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas managerial dalam lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada tiap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penyusunan skripsi yang dilakukan oleh penulis membutuhkan data-data yang relevan guna menunjang proses penelitian. Usaha untuk mengumpulkan data-data
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia ini adalah menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembagalembaga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fenomena yang terjadi dalam perkembangan sektor publik di Indonesia ini adalah menguatnya tuntutan akuntabilitas atas lembagalembaga publik, baik di pusat maupun daerah.
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi empiris, yaitu penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh
BAB V SIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN. Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilakukan, maka penulis
79 BAB V SIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa: 1. Partisipasi penyusunan anggaran tidak berpengaruh signifikan
BAB I PENDAHULUAN. keuangan pemerintah masih menemukan fenomena penyimpangan informasi laporan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan tugas audit atas laporan keuangan pemerintah masih menemukan fenomena penyimpangan informasi laporan keuangan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini akan mengukur dan menganalisis pengaruh kompetensi SDM, penerapan SPIP, dan SAP terhadap kualitas LKPD, sehingga peneliti menetapkan jenis
BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi. akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Purworejo.
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Purworejo. Faktor-faktor yang diuji antara lain perencanaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis (para
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan sampel Populasi dari penelitian ini adalah karyawan tingkat kepala bagian di lima rumah sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis
